Sejarah Dunia Kuno

Welcome to the Year 2019, The Year of open Doors

Apr 14, 2014

Afrika Negro - HAM

Negro Afrika, lazim dipahami sebagai keturunan Ham, namun sayangnya penunjukkan khusus mengenai ‘orang-hitam legam’ seperti halnya orang2 Etiopia, Nigeria, Kenya, dst. tidak banyak dalam Alkitab. 

Alkitab hanya menulis bangsa-bangsa yang berkaitan dengan sejarah Israel saja. Namun dibawah ini bisa memberikan jawaban, segi pandangan Alkitab terhadap keturunan Ham ini. 

I. PENGENALAN ZAMAN DAHULU DAN DAFTAR ISTILAH 

Orang Yunani menyebutnya benua ‘Libia’. Mengenai Luas dan hubungannya dengan Asia masih diragukan. Herodutus (abad ke 5 sM) sudah yakin bahwa benua itu hampir seluruhnya dikelilingi laut, dan menyebutnya (Dio Cassius, History; Tacitus, History 4.42) suatu pelayaran keliling oleh anak buah kapal Fenisia dalam rangka melayani Firaun Nekho. Suatu terjemahan dari dokumen Fenisia, Periplus dari L Erythraea, menceritakan panjang lebar perjalanan Kartago, sejauh pelayaran sampai ke Sierra Leone sebalum tahun 480 sM. 

Orang Romawi mengenal ‘Afrika’ sebagai keseluruhan benua itu ( Pomponius Mela, I. 4), tetapi biasanya yang dimaksudkan ialah daerah Afrika yang dikepalai oleh seorang kepala daerah, meliputi wilayah (kira-kira wilayah Tunisia modern sekarang) yang direbut dari Kartago pada tahun 146 sM ditambah kemudian dengan daerah-daerah milik kaum Numidia dan Mauritania. Mungkin pengetahuan orang Kartago mengenai daerah seberang Sahara lebih luas daripada yang kita duga. Tapi pengetahuan orang zaman itu tentang Afrika seperti yang tertera dalam kebanyakan data peninggalan karya sastra, sebagian besar hanya terbatas pada daerah-daerah yang turut atau memasuki peradaban bangsa-bangsa sekitar Laut Tengah, yang jarang melintasi rintangan raksasa seperti Pegunungan Atlas, Gurun Sahara dan bahaya-bahaya di hulu sungai Nil. 

II. AFRIKA DALAM PERJANJIAN LAMA 

Pengenalan Israel terhadap Afrika juga sangat terbatas, sebab hanya berurusan dengan tetangganya yang kuat dan berkuasa yakni Mesir. Apakah Mesir sebagai sumber gandum sementara bapa-bapa leluhur, atau sebagai penindas pada zaman keluaran, atau yang dapat dipercaya pada zaman kemajuan Asyur, toh Mesir dengan peranannya yang berubah-ubah itu tidak dapat diremehkan. Kendati pengalaman masa lampau itu kejam, namun rasa sayang yang halus terhadap Mesir tetap berkesan (Ulangan 23:7), dan ada ramalan-ramalan tentang kemungkinan turutnya Mesir dengan Israel dalam pengenalan ibadah kepada Tuhan (Yesaya 19 – perhatikan perubahan nada dalam pasal ini). Kadang-kadang bangsa-bangsa Afrika lainnya disebut, tapu hunjukan paling sering ditujukan kepada Kushi, sebutan umum untuk negeri-negeri di luar Mesir. Warna kulit yang khas dan bentuk tubuh penduduknya mendapat perhatian khusus : 

* Yeremia 13:23
Dapatkah orang Etiopia mengganti kulitnya atau macan tutul mengubah belangnya? Masakan kamu dapat berbuat baik, hai orang-orang yang membiasakan diri berbuat jahat 

* Yesaya 45:14
Beginilah firman TUHAN: "Hasil tanah dari Mesir dan segala laba dari Etiopia dan orang-orang Syeba, orang-orang yang tinggi perawakannya, akan pindah kepadamu dan menjadi kepunyaanmu, mereka akan berjalan di belakangmu dengan dirantai; mereka akan sujud kepadamu dan akan membujuk engkau, katanya: Hanya di tengah-tengahmu ada Allah, dan tidak ada yang lain; di samping Dia tidak ada Allah 

Bandingkan dengan Yesaya 18:2,7 

Kata KUSHI atau CUSHI diatas diterjemahkan dengan ‘Etiopia’. 
‘KUSHI’, menurut Leksikon Ibrani, definisinya adalah : 
1. one of the descendants of Cush the grandson of Noah through Ham and a member of that nation or people 
2. one of Joab's couriers 
3. Ethiopian 

Pada kurun-kurun peristiwa bersejarah tertentu, Mesir dan Etiopia adalah satu di mata orang Yahudi satu, dan kadang-kadang bersama bangsa-bangsa Afrika lainnya, sebagai mewakili bangsa-bangsa terhadap siapa keputusan-keputusan Allah yang adil akan dilaksanakan : 

* Yesaya 43:3 
Sebab Akulah TUHAN, Allahmu, Yang Mahakudus, Allah Israel, Juruselamatmu. Aku menebus engkau dengan Mesir, dan memberikan Etiopia dan Syeba sebagai gantimu.

* Nahum 3:9 
Etiopia adalah kekuatannya, juga Mesir, dengan tidak terbatas; Put dan orang-orang Libia adalah pembantunya 

Bangsa-bangsa yang kelak akan mengenal status yang benar dari umat Tuhan (Yesaya 45:14), dan yang akhirnya akan menerima Allah orang Israel (Mazmur 87:4 dan khususnya Mazmur 68:32) 

* Mazmur 68:32
Dari Mesir orang membawa barang-barang tembaga, Etiopia bersegera mengulurkan tangannya kepada Allah 

Gambaran Etiopia, lambang akbar dari Afrika yang tidak dikenal di luar sungai mesir, menengadahkan tangan kepada Allah, ibarat bahana seperangkat terompet yang mendesak supaya dihidupkan dan digalakkan kembali penginjilan pada abad 18 dan 19. Bahkan dalam periode alkitabiah Etiopia permohonan ini dipenuhi sedikit, karena ada masyarakat Yahudi yang bermukim di Afrika : 

* Zefanya 3:10 
Dari seberang sungai-sungai negeri Etiopia orang-orang yang memuja Aku, yang terserak-serak, akan membawa persembahan kepada-Ku. 

Seorang Etiopia yang dikaryakan pada pemerintah Yahudi telah berbuat lebih banyak untuk para nabi Allah ketimbang orang Israel-asli (baca Yeremia 38 ), dan orang Etiopia yang berkedudukan tinggi disebut dalam Kisah Para Rasul pasal 8, yang ternyata baru saja memeluk agama Yahudi. 

Kendati ada banyak tafsiran orang-orang keturunan Ham dan kutuk atas Ham. Namun tidak ada sesuatu apa-pun yang dapat menghubungkan kutuk atas Ham (Kejadian 9:25) dengan suatu kutuk ilahi yang bersifat tetap yang telah menimpa orang-orang negro; kutuk itu jelas tertuju kepada orang Kanaan : 

* Kejadian 9:25
berkatalah ia: "Terkutuklah Kanaan, hendaklah ia menjadi hamba yang paling hina bagi saudara-saudaranya. 

III. AFRIKA DALAM PERJANJIAN BARU 

Yesus diperlakukan dengan ramah bumi Afrika : 

* Matius 2:13
Setelah orang-orang majus itu berangkat, nampaklah malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi dan berkata: "Bangunlah, ambillah Anak itu serta ibu-Nya, larilah ke Mesir dan tinggallah di sana sampai Aku berfirman kepadamu, karena Herodes akan mencari Anak itu untuk membunuh Dia. 

Tempat perantauan orang Yahudi di Mesir dan Kirene, yang telah digambarkan jauh sebelumnya mungkin dalam Yesaya 19:18-19 dan ayat-ayat lain, memang ternyata adalah tempat-tempat subur bagi gereja perdana. Simon yang ditugasi memikul salin adalah orang Kirene. Hubungannya denga Kristus tidak berhenti disitu, terungkap pada kenyataan, bahwa anak-anaknya terkenal dalam masa Kristen mula-mula (Markus 15:21). Orang Yahudi dari Mesir dan Kirene hadir pada hari Pentakosta (Kisah 2:10); Apolos yang piawai adalah seorang Yahudi dari Alexandria (Kisah 18:24); para petobat asal Kirene, termasuk mungkin tokoh yang bernama Lucius, turut berperan dalam peristiwa bersejarah, yakni pengabaran Injil kepada orang-orang yang benar-benar kafir di Antiokia (Kisah 11:20-21). 

Tetapi kita belum tahu pasti tentang dasar pembentukan gereja-gereja di Mesir dan Afirka Utara, yang termasuk paling terkemuka di seluruh dunia pada akhir abad 2 M. Tradisi yang tak dapat ditelusuri hingga abad-abad pertama, mengatakan bahwa Markus adalah pelopor pengabaran Injil ke Alexandria (Eusebiaus, EH 2.16), dan bila dikaitkan dengan 1 Petrus 5:13 merupakan satu-satunya data bantu bagi teori mengenai Petrus pernah tinggal disana (tapi dibandingkan dengan buku GT Manley EQ, 16, 1944 halaman 184 dst). Gambaran yang hidup oleh Lukas dalam Kitab Kisah Para Rasul mengenai rute pengabaran Injil terhadap non-Yahudi mulai, Injil telah mencapai kerajaan Meroe (Kisah 8:26 dan ayat selanjutnya), sebagai pemenuhan maksud Allah bagi Afrika sesuai dinyatakan dalam Perjanjian Lama (PL). 

HAM 

Ham, adalah nama salah satu anak Nuh 

* Kejadian 5:32
Setelah Nuh berumur lima ratus tahun, ia memperanakkan Sem, Ham dan Yafet 

(Kejadian 6:10; 7:13; 9:18; 1 Tawarikh 1:4; bandingkan dengan Kejadian 9:20-24) 

Penunjukan pada bangsa/ keturunan berikut ini telah lazim dipahami, dimana mereka adalah rumpun/ keturunan dari Ham : 

KUSHI = Etiopia 
SEBA = Saba (di Arabia Selatan) 
DEDAN = Dedan ( di Arabia Utara) 
MISRAIM = Mesir 
LUDIM = Lydia 
FILISTIN = Filistin 
KAFTORIM – orang Kreta 
PUT = Libia 
KANAAN = Kanaan 
SIDON = Sidon 
HET = orang Het 
AMORI = orang Amori 
HEWI = Hurai 
HAMATI = orang Hamati 

Dibawah Nimrod suatu catatan tambahan mengatakan bahwa permulaan kerajaannya ada di Sinear = Babilonia, Erekh = Uruk, Akad = Agade, yang adalah merupakan kota-kota penting di Mesopotamia Selatan, biarpun letak Agade sampai sekarang belum diketahui. Dari sana dia pergi ke Asyur ( atau ‘Asyur meneruskan kepergiannya’); dan membangun Niniwe, Rehobot-ir, Kalah = Kalhu, dan Resen. Niniwe dan Kalhu adalah kota-kota raja Asyur. 

Menurut situasi seperti dicatatt oleh naskah-naskh diluar Alkitab, pernyataan bahwa penduduk Mesopotamia (Nimrod) datang dari Etiopia, dan bahwa orang-orang Filistin dan Kreta dari Mesir mungkin bisa salah. Tapi sifat dan adal-usul dari unsur-unsur penduduk Mesopotamia terdahulu masih gelap, dan hubungan-hubungan terdahulu antara Mesir dengan Kreta dan daerah Aegea memperlihatkan kemungkinan bahwa hubungan-hubungan terdahulu itu tidak dicatat. Pada umumnya, orang-orang di wilayah selatan Timur dekat tercantum dalam daftar ini. 

Ham, menjadi nenek moyang dari banyak keturunan. Dalam 1 Tawarikh 4:40 dan Mazmur 78:51; 105:23, 27; 106:22 nama itu dipakai sebagai keturunannya, yaitu orang Mesir. 

* 1 Tawarikh 4:40
Mereka menemui padang rumput yang gemuk dan baik; negeri itu luas, aman dan sentosa; orang-orang yang diam di sana sebelum mereka berasal dari Ham 

* Mazmur 78:51 
dibunuh-Nya semua anak sulung di Mesir, kegagahan mereka yang pertama-tama di kemah-kemah Ham; 

Maka, mengikuti pemakaian alkitabiah itu, istilah Hamitis diterapkan oleh ahli alkitab maupun ahli arkeologi modern terhadap suatu kelompok, bahasa, diantaranya adalah bahasa Mesir, tapi dibatasi pada pemikiran linguistik saja. Adanya perpindahan, perkawinan silang dan pergantian bahasa dari orang-orang zaman kuno, berartiketurunan Ham tidak memakai tempat tinggal, bahasa, bahkan ras yang sama dalam suatu bentuk yang dapat dikenal. 

Pada akhir air Bah, ketika Nuh sedang mabuk, Ham melihat Nuh telanjang. Ia memberi tahu kepada saudara laki-lakinya, yang kemudian menutupi Nuh dengan kain. Sebagai akibat dari kejadian itu Nuh mengutuk Kanaan (Kejadian 9:20-27) Banyak penjelasan yang telah dikemukakan atas pengutukan Kanaan sebagai akibat dari perbuatan Ham ini. Mungkin yang telah berbuat sesuatu yang tidak dinyatakan sehingga ia layak menerima hukuman tersebut. Ungkapan anak bungsu/ ‘ BENO HAKATAN’, Ibrani, harfiah ‘anaknya/ cucunya yang kecil’ dalam ayat 24 mungkin menunjuk pada Kanaan. Hal ini sesuai pernyataan yang diulangi 2 kali dalam ayat 18 dan 22, bahwa Ham adalah bapa-moyang orang-orang Kanaan

No comments: