Sejarah Dunia Kuno

Welcome to the Year 2019, The Year of open Doors

Jun 15, 2015

Nubuatan Rabbi Judah Ben Samuel

Di tahun 1217, salah satu Rabi Hassidic yang paling legendaris membuat prediksi mengejutkan tentang masa depan Yerusalem dan kedatangan Mesias. Ia adalah Rabbi Judah Ben Samuel. Ia tinggal di Regensburg, Jerman.

Lahir di Speyer 1140, Rabbi Judah Ben Samuel meninggal pada 22 Februari 1217 di Regensbug. Ia adalah salah pendiri Chassidei (Hassidic Yudaisme), sebuah gerakan mistisisme Yahudi di German. Chassidideis menekankan etika moral yang kuat dan doa. Pada usia 55 tahun, ia sempat menulis buku pertamanya, yaitu Sefer Hasidim, Sefer Gematriyot, dan Sefer Hakavod.

Sebelum meninggal tahun di tahun 1217, Ia meramalkan bahwa kerajaan Turki (Ottoman) kelak akan menguasai kota suci Jerusalem selama 8 tahun Yobel. Ia kemudian menerbitkan hasil penyelidikan Alkitabiahnya, yang dikenal sebagai Gematria bersama dengan perhitungan ilmu falak.

Ia mengatakan demikian:
"Bilamana kaum Ottoman menguasai Yerusalem, mereka akan memerintah di Yerusalem selama delapan Yobel (8 Yobel). Setelah itu Yerusalem akan kembali menjadi "wilayah tak bertuan" selama satu Yobel (Yobel ke-9), lalu pada Yobel berikutnya (Yobel ke-10), Yerusalem akan kembali dimiliki oleh bangsa Yahudi dan ini akan menunjukkan awal akhir zaman yang menunjukkan zaman Mesianik." (Nubuatan ini pernah dimuat dalam majalah Israel Today, November 2012)

*Catatan : 1 Yobel = 50 Tahun
8 Yobel pertama:

Fakta sejarah : Tahun 1517, Turki dibawah komando Ottoman menguasai Yerusalem. Ottoman berkuasa selama 400 tahun, tepat seperti nubuatan Rabi Ben Samuel (8×50=400 tahun). Tepat tahun 1917, Turki berhasil ditaklukkan oleh pasukan militer Inggris di bawah komando Jenderal Edmund Allenby, tepatnya 17 Desember 1917. Dan pada akhirnya Turki benar-benar menyerah pada tanggal 30 Oktober 1918.

Nubuat selanjutnya adalah, pada Yobel ke 9, Yerusalem tidak akan dikuasai oleh siapapun.

Fakta sejarah : Setelah Turki kalah oleh pasukan kerajaan Inggris, tanah Yerusalem adalah bagian dari Mandat Inggris yang sesudah Perang Dunia Kedua ditangani PBB sampai tahun 1967. Selama 50 tahun itu (1917-1967), Yerusalem dibagi dan tidak dikuasai siapapun.

Selanjutnya, pada Yobel ke 10, Yerusalem akan berada dalam genggaman Israel.

Fakta sejarah : Menutup Yobel ke-9, tepatnya, tanggal 17 Juni 1967, 50 tahun persis dari masa "status quo", yakni dari tahun 1917-1967, melalui perang 6 hari, Israel berhasil merebut kota Yerusalem. Untuk pertama kalinya Yerusalem masukm ke dalam pimpinan orang Yahudi, sejak dihancurkan pada tahun 70 Masehi. Inilah yang dimaksud permulaan ZAMAN MESIANIK oleh Rabi Ben Samuel!

Tahun Yobel sendiri terdapat dalam Imamat 25:10
"Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya."

Menurut ayat tersebut, satu periode Yobel adalah 50 tahun, dimana orang akan MENDAPATKAN KEMBALI KEPEMILIKAN TANAH SUKUNYA. Sebagai Rabbi Ben melihat ke masa depan, ia mendalilkan perhitungan teoritis, yang saat ini menunjukkan ketepatan yang luar biasa akurat.

Saudara-saudara yang terkasih, kita sedang menuju ahkir dari Yobel ke-10. Jika Yobel ke-9 dimulai dari tahun 1967 dimana Yerusalem menjadi milik Israel kembali, patut di catat bahwa akhir dari Yobel ke 10 berada di tahun 2017 (1967+50=2017). Satu hari kelak, Yerusalem akan diduduki oleh Antikristus dan antek-anteknya. Kalau perhitungan ini benar, artinya sedikit waktu lagi Antikris itu muncul. Bisa jadi tahun 2017, Yerusalem bukan lagi berada dalam tangan Israel, tetapi dalam pemerintahan Antikristus.

No comments: