Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Oct 5, 2015

Bangsa Eropa Berkulit Putih, Bermata Biru dan Berbadan Tinggi Besar

Semua bermula saat 40.000 tahun silam, nenek moyang manusia yang berasal dari Afrika mulai menyebar ke berbagai belahan dunia. Beberapa dari mereka berpindah keluar dari Afrika melalui utara benua Afrika lalu ke arah barat, tepatnya barat-laut yang sekarang merupakan wilayah Maroko.

Kemudian mereka menuju Eropa menyebrangi selat yang kini bernama Selat Gibraltar, ke daerah Spanyol, yang kini merupakan daerah Eropa Barat. Namun, saat itu mereka belum memiliki kulit putih atau mata biru, alias berkulit hitam. Berdasarkan penelitian arkeolog, mata biru di kawasan Eropa pertama kali muncul 10.000-5.000 tahun sebelum masehi.

Berdasarkan penelitian arkeolog, mata biru di kawasan Eropa pertama kali muncul 10.000-5.000 tahun sebelum masehi. Mata unik itu dimiliki oleh manusia pemburu pertama Eropa di masa Mesolithikum. Warna biru di mata mereka muncul setelah terjadi mutasi gen yang disebut OCA2. Perlu diingat, bahwa pada saat itu manusia pemburu Eropa masih berkulit gelap, namun sudah bermata biru.

Asal mula manusia berkulit putih, muncul dari masa 7.700 tahun lalu atau 5.700 tahun sebelum masehi

Manusia Eropa dengan kulit putih pertama yang ditemukan oleh ilmuwan, pada saat ini berada di sekitar wilayah Swedia bagian selatan, daerah Motala. Tujuh tubuh manusia berkulit putih yang berhasil digali itu diprediksi berasal dari masa 7.700 tahun lalu atau 5.700 tahun sebelum masehi.

Dari tubuh manusia Eropa 'Motala' itu ditemukan gen yang bisa membuat kulit menjadi putih, yakni gen SLC24A5 dan SLC45A2.

Di situs penggalian Motala juga ditemukan tubuh manusia pra sejarah lain yang memiliki rambut pirang dan mata biru. Menariknya, gen SLC24A5 diduga disebarkan oleh manusia pra sejarah yang berasal dari Timur Tengah.

Mereka lalu diprediksi berhubungan dengan manusia pemburu Eropa. Hasilnya, muncullah ras baru manusia berkulit putih, berambut pirang, dan bermata biru, seperti manusia Motala. 

Dengan kulit putih, ras baru tadi memiliki keuntungan lebih saat hidup di kawasan Eropa yang sedikit menerima cahaya matahari. Kulit putih mereka bisa mencegah kekurangan vitamin D di kawasan yang minim sinar ultraviolet. Akhirnya, keuntungan itu membuat manusia berkulit putih dapat lebih bertahan dan semakin bertambah banyak lalu menyebar ke Eropa tengah dan selatan.

Asal mula manusia bertambah tinggi sejak 8000 tahun lalu

Para peneliti telah menyelidiki, bahwa bangsa Eropa mulai bertambah tinggi sejak 8000 tahun lalu. Para peneliti telah menyelidiki, bahwa bangsa Eropa mulai bertambah tinggi sejak 8000 tahun lalu. Hal itu dikuatkan pula dengan kedatangan bangsa 'Yamnaya' atau 'Yamna' ke wilayah Eropa sekitar 4.800 tahun silam.

Bangsa Yamna ada pada akhir era Zaman Tembaga atau pada awal Zaman Perunggu yang berasal dari wilayah selatan wilayah Bug / Dniester / wilayah Ural (padang Pontic), sejak abad 36–23 sebelum masehi. Nama Yamna juga muncul dalam bahasa Inggris sebagai Pit Grave Culture atau Ochre Grave Culture.

Budaya itu didominasi Nomaden (Nomadic), dengan mempraktekkan beberapa keahlian pertanian di dekat sungai dan beberapa sisi bukit-bukit. Budaya Yamna didahului oleh budaya Sredny Stog, budaya Khvalynsk dan budaya Dnieper–Donets, sementara digantikan oleh budaya Catacomb dan budaya Srubna. Kawasan dimana telah terjadi kedatangan bangsa 'Yamna' itu, pada masa kini, adalah wilayah yang telah menjadi bagian negara Rusia bagian barat dan juga termasuk di daerah Ukraina.

Bangsa Yamna diketahui adalah ras manusia yang memiliki potensial paling besar dan memiliki tubuh paling tinggi dibanding tubuh bangsa lainnya pada masa itu.



No comments: