Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jun 4, 2013

Laut Mati

Jauh si bawah permukaan yang asin dari tempat terendah di bumi, mikroorganisme dan sumber air tawar bawah tanah berkembang.

Sekumpulan besar ganggang mekarlah yang berubah Laut Mati menjadi merah pada tahun 1980-an dan ilmuwan diyakinkan tentang adanya kehidupan di danau garam yang terkenal itu.  Serangkaian riset baru oleh para peneliti bawah air memang menunjukkan bahwa Laut Mati-nya Israel memiliki sejumlah besar rahasia kehidupan yang menanti untuk diungkapkan.

Berada di tempat terendah di bumi, lebih dari seribu meter di bawah permukaan laut, Laut Mati menawarkan lebih banyak dari yang diharapkan oleh pecinta alam. Lumpur hitam yang berlendirnya adalah obat untuk gangguan kulit, keasinannya menghasilkan semacam tonik untuk gangguan kronis dari asma hingga penyakit Crohn

Dan sekarang - sementara mereka tidak menemukan sandal Cleopatra atau perahu dayung tua dari zaman Romawi – para penyelam itu justeru menemukan rangkain baru dari mata air tawar bawah laut yang mensuplai Laut Mati. Hebatnya lagi, di mulut mata air bawah laut ini berkembang varietas baru dari mikroorganisme, yang beberapa di antaranya belum pernah dijelaskan oleh ilmu pengetahuan.

"Kami pergi ke mata air yang dalam hingga 150 meter dari pantai. Seseorang tidak akan mengharapkan untuk menemukan buatan tangan manusia di sana," kata Danny Ionescu, seorang Israel yang melakukan penelitian pada Max Planck Institute for Marine Microbiology (Institut Max Planck untuk Mikrobiologi Kelautan) di Bremen, Jerman.

Setelah beberapa penyelaman, ia dan mitra risetnya, Christian Lott, mengambil gambar dan membawa bukti tentang lembaran bakteri di banyak tempat di sekitar mata air tersebut. "Ini bukanlah ganggang khas yang seseorang temukan di Laut Mati,"

Lembaran-lembaran besar dari bakteri

"Kami temukan bahwa sebagian besar jalur biokimia biologis - semua hal yang terjadi di dalam lingkungan yang normal - juga ditemukan di Laut Mati.  Belum ada seorangpun yang menemukan lembaran mikroba fotosintetik [sebelumnya], lapisan besar yang menutupi batuan."  Dia cukup yakin bahwa mikroba ini tidak bisa bertahan jika mereka tidak dikelilingi oleh lapisan sumber air tawar.

"Sistem ini sangat beragam," tambahnya. "Sulit untuk mengatakan tentang berapa banyak spesies yang ada karena apa yang mendefinisikan spesies masih diperdebatan.  Kami punya hasil yang akan segera dipublikasikan."

Tim Ionescu juga melibatkan ilmuwan dari Hebrew University di Yerusalem dan Ben-Gurion University di Beersheva.

Para ahli biologi belum terlalu banyak memberi penekanan pada menemukan kehidupan di Laut Mati, dengan asumsi bahwa lingkungannya yang tidak bersahabat, yang dapat membunuh perenang jika airnya tertelan, tidak akan mengandung banyak hal.

"Secara umum tidak ada banyak pekerjaan yang harus dilakukan di dalam air Laut Mati, tetapi pekerjaan kami sekarang ini menunjukkan bahwa Laut Mati layak untuk dipelajari," lapor Ionescu.  "Di bagian bawah, yang terbuat dari inti lapisan tebal garam, orang tidak berharap untuk menemukan kehidupan."

Menyelam jauh ke dalam air Laut Mati memerlukan peralatan menyelam yang ekstrim dengan jumlah pemberat yang sangat besar untuk melawan efek super-apung di permukaan. Namun, bekerja di dalam kondisi ekstrim adalah kelebihan Ionescu, sebagaimana dia sebelumnya menteliti mata air panas di dekat Yordania.

Para penyelam mengambil sampel dari lapisan bawah air, yang sekarang sedang mereka pelajari dengan tujuan untuk menerbitkan lebih banyak laporan tentang spesies dan perilaku mikroorganisme yang tampaknya memperoleh sumber energi mereka dari belerang.

Merah-Mati?

Ionescu mengatakan bahwa penemuan ilmiah yang baru bisa mengungkapkan informasi  tambahan mengenai lingkungan sebagai konsekuensi dari pengusulan pembangunan kanal penghubung Laut Merah dan Laut Mati. Proyek yang kontroversial, yang akan membawa air Laut Merah ke Laut Mati melalui serangkaian kanal ini, adalah salah satu kemungkinan jawaban untuk mengidupkan kembali Laut Mati.

Di ujung utara, air Sungai Yordan tidak lagi mengalir ke Laut Mati seperti dulu, karena kekeringan yang berkepanjangan. Di pantai selatan danau, industri kimia dari Israel dan Yordania juga telah mempengaruhi keseimbangan Laut Mati. Hasilnya adalah kehilangan air setiap tahun, yang menyebabkan lubang-lubang yang mematikan dan ancaman bagi perkembangan industri perhotelan Laut Mati.

Tapi para pengamat lingkungan berpendapat bahwa mengalirkan air Laut Merah akan mengganggu keseimbangan rawan antara garam dan mineral yang telah membuat ekosistem Laut Mati itu unik.

Mungkinkah penelitian baru oleh Ionescu ini memberikan tambahan masukan bagi para pemerhati lingkungan untuk melindungi Laut Mati?  Ia yakin akan hal itu.

"Saya setuju bahwa Laut Mati adalah sumber daya nasional dan lingkungan yang unik di seluruh dunia serta yang harus dipertahankan," katanya. "Harus ada keseimbangan antara pemanfaatan mineral untuk tujuan ekonomi dan menjaga Laut Mati [dari penyusutan].  Laut Mati adalah lingkungan yang layak untuk dipelihara dengan berbagai potensi untuk penelitian dan untuk tujuan lain."

1 comment:

Anonymous said...

Good web