Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jun 26, 2012

"Tak Ada Budaya Piramida di Indonesia"

Apa alasan arkeolog Ali Akbar menyebut tak ada budaya piramida di Indonesia?

Ditemukannya tumpukan batu yang diduga punden berundak di Cilacap, Jawa Tengah, kembali menghangatkan pembahasan mengenai bangunan piramida di Indonesia. Bentuk punden yang semakin ke atas semakin melancip, menyebabkan beberapa orang menyebut punden berundak di Gunung Padang, desa Salebu, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, ini sebagai piramida.

Isu piramida di Nusantara sendiri mengemuka saat Yayasan Turangga Seta mengatakan ada piramida di Gunung Sadahurip dan Lalakon, di Jawa Barat. Untuk membuktikan itu, Turangga Seta kemudian melakukan penelitian geolistrik, yang hasilnya memperlihatkan struktur teratur.
 
Meski begitu, dugaan piramida itu dibantah para ahli geologi yang mengatakan gunung berbentuk piramida itu terbentuk secara alami. Ahli geologi Sujatmiko kemudian mengatakan Sadahurip merupakan gunung cumulo dome yang terbentuk dari aliran lava, batuan intrusif, dan piroklastik.

Mengenai piramida di Nusantara, arkeolog Universitas Indonesia, Ali Akbar, mengatakan temuan bangunan dengan bentuk menyerupai piramid yang ada di Indonesia merupakan punden berundak. Ali bahkan menyebut dalam definisi budaya, belum ditemukan piramida di Indonesia.

"Indonesia tidak mengenal budaya piramida. Dalam definisi ini maksudanya adalah bangunan seperti yang ada di Mesir, dengan ruang-ruang makam yang dilengkapi harta karun," kata Ali Akbar, saat ditemui di Kampus UI Depok, 29 Mei 2012.

Ali Akbar mengatakan, selama ini arkeolog bekerja berdasarkan bukti empiris. Suatu bangunan itu bisa dikatakan piramida jika memang ditemukan bukti bangunan dengan ruang-ruang makam seperti yang ada di Mesir.



"Arkeolog melihatnya secara empiris. Dan saat ini bangunan yang ada di Indonesia masih disebut punden berundak," ucapnya.

Sebenarnya, selain punden berundak, sejumlah candi di Indonesia juga memiliki struktur berundak, misalnya saja Candi Borobudur. Bahkan, bentuk Candi Sukuh dan Candi Ceto di kaki Gunung Lawu, Jawa Tengah, memiliki bentuk menyerupai bangunan piramida Suku Maya. Namun, memang selama ini belum ditemukan ruang-ruang makam di dalam bangunan.

Tak Percaya Diri

Ali pun kemudian berpendapat, pencarian mengenai piramida seperti memperlihatkan ketidakpercayaan diri bangsa Indonesia. "Tidak PD (percaya diri), padahal tiap bangsa punya peradaban yang khas," ujar Ali Akbar.

Ali kemudian mencontohkan, jika Mesir memiliki Piramida, maka bangsa Mesopotamia memiliki Ziggurat. "Indonesia pun memiliki punden berundak," ucapnya.

Bahkan, Ali mengatakan Indonesia memiliki bangunan seperti Gunung Padang Cianjur, dengan konstruksi yang mengagumkan. Bentuk konstruksi punden berundak di Gunung Padang Cianjur pun mirip dengan peninggalan terkenal bangsa Inca, Machu Picchu, yang berasal dari abad ke 15.

"Apalagi punden di Gunung Padang itu lebih besar, dan jauh lebih tua. Ini jelas jadi kebanggan," tuturnya.

No comments: