Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Sep 25, 2013

Naskah Elefantin

Naskah-naskah Elefantin adalah kumpulan naskah berupa akta, kontrak, dan surat yang ditemukan di Elefantin pada akhir abad ke-5. Elefantin merupakan tempat pemukiman bangsaYahudi yang ada di satu pulau kecil di Sungai Nil. Letaknya di perbatasan sebelah selatanMesir. Naskah-naskah ini dituliskan di atas papirus dengan memakai bahasa Aram. Bahasa Aram pada waktu itu adalah bahasa yang lazim dipakai di Persia, termasuk Mesir. Naskah-naskah Elefantin memberikan banyak informasi yang dapat membantu memahami konteks pekerjaan Nehemia dan Ezra. Kedua tokoh ini telah menunjukkan pengabdian yang tinggi dalam menjaga agar agama  dan budaya Yahudi tetap murni meskipun ada banyak pengaruh asing yang datang dan pada naskah-naskah Elefantin inilah terdapat contoh-contoh  pengaruh asing yang ada.  Adanya naskah-naskah ini juga memperlihatkan bahwa orang-orang Yahudi  yang tinggal di Elefantin menganut agama yang bersifat sinkretis sama  halnya dengan orang-orang Yahudi diPalestina pada masa pra-pembuangan. Rupanya ada banyak dari antara mereka yang memberi persembahan kepada ilah-ilah lain selain Allah (YHWH). Sinkretisme seperti itulah yang dikecam Ezra dan Nehemia.

Teks

Meskipun sejumlah fragmen naskah papirus ini jauh lebih tua, sebagian terbesar naskah-naskah ini ditulis dalam bahasa Aram, bahasa internasional (lingua franca) Kekaisaran Persia waktu itu, dan memberikan catatan mengenai komunitas Yahudi yang diam di antara tentara-tentara yang ditempatkan di kota Elefantin dalam pemerintahan Persia, sekitar tahun 495-399 SM. Naskah-naskah Elefantin meliputi surat-surat dan kontrak-kontrak hukum dari keluarga serta arsip-arsip lainnya: surat-surat cerai, pembebasan budak, dan urusan lain, yang secara keseluruhan merupakan sumber pengetahuan bagi sejarah hukum, komunitas, agama, bahasa serta cara-cara pemberian nama.
Surat Paskah dari tahun 419 SM (ditemukan pada tahun 1907), yang menuliskan instruksi detil tatacara pelaksanaan Paskah Yahudi sekarang disimpan di Egyptian Museum of Berlin, Jerman. Naskah-naskah Elefantin lain disimpan di Brooklyn Museum, Amerika Serikat. PenemuanBrooklyn papyri ini merupakan cerita yang menakjubkan. Pertama kali diperoleh pada tahun 1893 oleh wartawan New York, Charles Edwin Wilbour. Setelah dibiarkan di gudang selama lebih dari 50 tahun, naskah-naskah itu dikirimkan ke bagian Mesir (Egyptian Department) Brooklyn Museum. Di sanalah para pakar akhirnya menyadari bahwa "Wilbour telah mendapatkan naskah-naskah Elefantin pertama".

Rumah Ibadah Yahudi di Elefantin

Orang-orang Yahudi pernah memiliki rumah ibadah untuk Yahweh yang disembah bersama-sama dewa lokal berkepala kambing jantan, Khnum. "Petisi kepada Bagoas" ("Petition to Bagoas"; sekarang bagian dari koleksi Sayce-Cowley) adalah sebuah surat yang ditulis pada tahun 407 SM kepada Bagoas, kepala daerah Persia untuk Yudea, meminta bantuan dalam pembangunan kembali rumah ibadah Yahudi di Elefantin, yang tidak lama berselang dirusak parah oleh serangan orang-orang anti-Semit (anti Yahudi) di antara komunitas Elefantin. Dalam rangka permohonan ini, penduduk Yahudi di Elefantin menyebutkan usia rumah ibadah rusak yang lama:

Leluhur kami membangun rumah ibadah ini di benteng Elefantin jauh pada zaman Kerajaan Mesir, dan ketika Cambyses datang ke Mesir, ia mendapatkan rumah itu sudah dibangun. Mereka (orang Persia) menghancurkan semua rumah ibadah dan kuil-kuil dewa-dewa Mesir, tetapi tidak ada yang merusak rumah ibadah ini."

Komunitas tersebut juga meminta bantuan kepada "Sanbalat", seorang pejabat tinggi Samaria dan putra-putranya "Delaiah" dan "Shelemiah", serta kepada "Yohanan bin Elyasib". Nama "Sanbalat" maupun "Yohanan bin Elyasib" tercatat dalam Kitab Nehemia, yaitu antara lain Nehemia 2:19, dan12:23.
Ada jawaban dari kedua pemimpin (Bagoas dan Delaiah) yang memberi izin pembangunan kembali rumah ibadah tersebut secara tertulis dalam bentuk memorandum: "1Memorandum apa yang dikatakan oleh Bagohi dan Delaiah 2kepadaku, katanya: Memorandum: Engkau dapat berkata di Mesir ... 8untuk membangun (kembali) pada tempat asalnya".
Pada pertengahan abad ke-4 SM, rumah ibadah di Elefantin tidak lagi berfungsi. Terdapat bukti dari penggalian arkeologi bahwa pembangunan kembali dan perluasan kuil Khnum yang dibangun oleh Nectanebo II (360-343) mengambil tempat bekas rumah ibadah untuk YHWH.

Sanbalat orang Horon

Sanbalat orang Horon atau Horoni (bahasa Inggris: Sanballat the Horonite; oleh sejarawan disebut Sanballat I; dalam bahasa Aram Neo-Asyria: Sinballidh atau "dewa Sin telah menghidupkan") adalah seorang pemimpin Samaria dan pejabat kerajaan Persia (Kekaisaran Akhemeniyah) yang disebut dalam Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Ia hidup pada pertengahan sampai akhir abad ke-5 SM dan sezaman dengan Nehemia. Menurut Yitzakh Magen, Sanbalat nampaknya adalah keturunan keluarga Samaria sisa Israel yang berasal dari kota Horon (atau Harran), kemungkinan sama dengan desa Hawara di kaki gunung Gerizim.

Musuh Yahudi

Terutama dikenal dari Kitab Nehemia, ia disebut sebagai salah satu musuh utama orang Yahudi pada zaman gubernur Nehemia. Dalam 10 kali penyebutan di kitab tersebut, Sanbalat terus berusaha menghalang-halangi orang Yahudi untuk hidup aman di Yerusalem dan sekitarnya setelah kembali dari pembuangan ke Babel. Ketika Sanbalat dan sekutunya, Tobia orang Amon, mendengar Nehemia diutus oleh raja Artahsasta ke Yerusalem untuk membantu pembangunan kota itu, mereka sangat kesal karena ada orang yang datang mengusahakan kesejahteraan orang Israel. Ketika Sanbalat, Tobia, dan sekutu yang lain, Gesyem, orang Arab, mendengar Nehemia memulai pembangunan tembok kota Yerusalem, mereka mengolok-olokkan dan menghina serta berkata: "Apa yang kamu lakukan itu? Apa kamu mau berontak terhadap raja (shahanshah)?" Selama pembangunan tembok itu, mereka menjadi marah dan berniat terus menghalangi. Ketika Sanbalat dan Tobia serta orang Arab dan orang Amon dan orang Asdod mendengar, bahwa pekerjaan perbaikan tembok Yerusalem maju dan bahwa lobang-lobang tembok mulai tertutup, maka sangat marahlah mereka dan mengadakan persepakatan bersama untuk memerangi Yerusalem dan mengadakan kekacauan di sana. Namun rencana itu berhasil diketahui Nehemia dan ketika didengar bahwa rencana mereka sudah diketahui dan bahwa Allah telah menggagalkannya, maka mereka tidak jadi menyerang dan orang Yahudi dapat menyelesaikan tembok Yerusalem. Ketika Sanbalat dan Tobia dan Gesyem, orang Arab itu dan musuh-musuh orang Yahudi yang lain mendengar, bahwa Nehemia telah selesai membangun kembali tembok, sehingga tidak ada lagi lobang, walaupun sampai waktu itu di pintu-pintu gerbang belum dipasang pintunya, maka Sanbalat dan Gesyem mengutus orang kepada Nehemia dengan pesan: "Mari, kita mengadakan pertemuan bersama di Kefirim, di lembah Ono!" Tetapi mereka berniat mencelakakan Nehemia. Dengan cara yang sama sampai lima kali Sanbalat mengirim seorang anak buahnya kepada Nehemia dengan membawa surat yang terbuka, tetapi Nehemia tetap tidak mau datang. Sanbalat memakai Semaya bin Delaya bin Mehetabeel untuk menjebak Nehemia agar datang ke Bait Suci dengan memberikan nubuat yang menakutkan. Namun, Nehemia mengetahui, bahwa Allah tidak mengutus nabi itu. Ia mengucapkan nubuat itu terhadap Nehemia, karena disuap Tobia dan Sanbalat. Di samping itu masih disebutkan nabiah Noaja dan nabi-nabi yang lain yang mau menakut-nakutkan Nehemia.

Memimpin Samaria

Berdasarkan rekonstruksi Yitzakh Magen, kemungkinan Sanbalat adalah pemimpin tentara yang kemudian diangkat menjadi gubernur Samaria, beberapa waktu sebelum Nehemia tiba di Yerusalem pada tahun 444 SM. Untuk mempersatukan Samaria dan penduduknya, ia mendirikan satu tempat suci di wilayah Samaria, yaitu di Gunung Gerizim. Karena imam-imam dari suku Lewi sudah bermigrasi ke Yudea dan penyembahan Baal dianggap berhala, maka ia berusaha memikat satu imam dari keluarga terpandang di Yerusalem, cucu Eliasyib, dengan menikahkan putrinya, untuk memimpin ibadah di Samaria. Dalam kitab Nehemia pasal 13 tertulis:
Seorang dari anak-anak Yoyada bin Elyasib, imam besar itu, adalah menantu Sanbalat, orang Horoni itu. Oleh sebab itu kuusir dia dari padaku.

Karena keturunan Sanbalat kemudian mempunyai darah imam, maka mereka dapat memimpin ibadah di gunung Gerizim.
Sejarawan Flavius Yosefus menggambarkan pembangunan Bait Suci di Samaria, dan mengatakan bangunan itu merupakan tiruan Bait Suci di Yerusalem. Kisah Yosefus ini kemungkinan berdasarkan cerita tradisional asal mulanya Bait Suci Samaria di gunung Gerizim. Juga dicatatnya bahwa banyak orang Israel menikah dengan orang Samaria dan pindah ke Samaria, menimbulkan kehebohan di Yerusalem. Yosefus menulis bahwa putri Sanbalat yang bernama Nikaso, menikah dengan seorang imam asal Yerusalem, Manasseh, saudara laki-laki Imam Besar Yehoiada. Namun, Yosefus menyebutkan Sanbalat hidup pada zaman pemerintahan Darius Codomannus, yang beberapa generasi lebih muda dari pada Artahsasta. Nampaknya di sini Yosefus secara keliru menggabungkan kisah keturunan Sanbalat yang kemudian, entah Sanbalat II atau Sanbalat III. Dari Naskah-naskah Elefantin (Elephantine papyri) Sanbalat diketahui mempunyai dua orang putra,Delaiah bar Sanbalat and Shelemiah bar Sanbalat. Orang-orang Yahudi di Elefantin meminta bantuan putra-putra Sanbalat untuk pembangunan kembali Sinagoga di kota itu yang dirusak oleh para pengacau.

Pemakaian modern

Dalam pertengahan pertama abad ke-20, penyair nasionalis dan aktivis politik Yahudi Uri Zvi Greenberg - dianggap mentor spiritual gerakan Zionisme Revisionis dan pemukim Israel di Tepi Barat - sering menggunakan istilah "The Sanballats" atau "Gang Sanbalat" ("The Sanballat Gang"; כנופית הסנבלטים) untuk menyebut orang-orang yang melakukan penganiayaan dari pihak Anti-semit dan nasionalis Palestinia serta lawan-lawan politik dari kubu Zionis Sosialis.

Protocol Of Zions

Protocol of Zions atau Protokolat Zionis merupakan salah satu dokumen paling kontroversial di dunia. Banyak yang menganggap Protokol merupakan sebuah dokumen palsu yang sengaja di buat-buat demi menguntungkan kelompok anti Semit, pandangan ini diwakili oleh kaum Zionis-Yahudi dan para pendukungnya.
Namun sebaliknya, banyak pula yang menganggap Protokolat Zionis ini sungguh-sungguh asli dan bisa dipercaya. Pandangan yang terakhir ini dianut oleh kebanyakan Dunia Islam dan sejumlah tokoh kemanusiaan di Barat. Bahkan tokoh sekaliber Henry Ford pun masuk ke dalam kelompok ini.
Dalam bukunya The International Jew(1976), Henry Ford menyatakan, "Jika saya ditanya tentang asli tidaknya Protokolat Zionis, maka saya tidak akan mau masuk ke dalam perdebatan panjang itu. Satu-satunya hal yang ingin saya katakan berkenaan dengannya adalah, bahwa semua kejadian yang ada di dunia ini sejalan dengannya"
Selain keberadaannya yang menimbulkan polemik berkepanjangan, Protokolat Zionis ternyata juga sering disalahkaprahkan sebagai satu dokumen rahasia yang dilahirkan dalam Kongres Zionis Internasional I yang diselenggarakan di Bassel, Swiss tahun 1897. Pandangan ini berangkat dari fakta bahwa di dalam kongres yang dipimpin Theodore Hertzl tersebut, Protokolat Zionis memang disahkan menjadi satu agenda bersama gerakan Zionis Internasional dalam menguasai dunia.
Alhasil, setelah kongres pertama tersebut, Palestina akhirnya jatuh ke tangan kaum Zionis setelah Balfour menulis suratnya yang terkenal (1917). Padahal kala itu Palestina masih berada di bawah kekuasaan Kekhalifahan Turki Utsmaniyah, dan Inggris sama sekali tidak punya hak secuil pun atas tanah Palestina. Setelah Zionis berhasil meruntuhkan kekhalifahan Turki Utsmaniyah pada tanggal 3 Maret 1924, barulah Palestina jatuh ke tangan kelompok Zionis ini. Perang Dunia I dan II juga diyakini merupakan hasil konspirasi mereka.
Pandangan ini ternyata keliru. Benar bahwa jatuhnya kekhalifahan Turki Utsmaniyah, Perang Dunia I dan II, serta sejumlah peristiwa besar dunia, senantiasa merupakan buah dari konspirasi mereka, namun Protokolat Zionis ternyata tidak lahir di dalam Kongres Zionis Internasional di Swiss tahun 1897 tersebut. Protokolat Zionis telah ada jauh sebelum Hertzl menjadi tokoh bepengaruh di dalam gerakan Zionis Internasional. Sejarahnya berawal dari Dinasti Rotshchild di Eropa abad pertengahan.

Dinasti Tameng Merah

Eropa di abad ke-18 merupakan sebuah benua yang terdiri dari banyak kerajaan besar kecil dan sejumlah wilayah kecil yang disebut principalis, semacam kabupaten yang merdeka dan otonom seperti misalnya Monaco dan Lechtenstein. Inggris dan Perancis merupakan dua negara kerajaan besar dan paling berpengaruh.
Setelah Inggris berhasil dikuasai dan para tokoh Mason Amerika berhasil memproklamirkan kemerdekaan negara itu, maka Konspirasi Yahudi Internasional berusaha untuk menaklukkan Perancis. Salah satu tokoh sentral dalam Konspirasi Yahudi Internasional atas Perancis adalah Rothschild, seorang bankir-politikus yang berdarah dingin.
Keluarga Rothschild sejak awal memang keluarga jutawan. Pendiri keluarga ini bernama Moses Amshell Bauer, seorang pemilik modal Yahudi berpengaruh. Sepeninggal Moses, putera bungsunya yang bernama Mayer Amshell Bauer meneruskan usaha ayahnya.
Dalam tempo tidak terlalu lama, usaha warisan ayahnya ini berkembang pesat. Simbol Tameng Merah (Rothcshild) pun kian terkenal. Dan Mayer pun menggunakan gelar Rothschild I. Mayer mendidik kelima anaknya dengan disiplin Yahudi yang tinggi guna dipersiapkan menjadi pengusaha atau bankir yang tangguh.
Pada tahun 1773, Mayer mengundang sekitar duabelas tokoh berpengaruh Yahudi ke kediamannya di Judenstrasse, Frankfurt, guna membahas berbagai perkembangan Eropa terakhir, termasuk mengevaluasi hasil-hasil upaya Konspirasi di Inggris. Dalam pertemuan ini, nama Adam Weishaupt disebut Rothschild sebagai seseorang yang bisa dipercaya untuk menjalankan tugas dari Konspirasi.
Selain mengajukan nama Adam Weishaupt, dalam pertemuan 13 Dinasti Yahudi berpengaruh tersebut, Rothschild juga memaparkan 25 butir langkah strategis bagi kelompok Zionis Internasional untuk menaklukkan dunia. Ke-25 butir langkah strategis inilah yang kelak di tahun 1897 disahkan menjadi agenda bersama gerakan Zionis Internasional.

Isi Protokol Zionis

Jika sekarang Protokolat Zionis yang dikenal hanya berjumlah 24 butir, maka Protokolat Zion yang berasal dari Rotshchild sesungguhnya berisi 25 pasal. Inilah pasal-pasalnya:
  1. Manusia itu lebih banyak cenderung pada kejahatan ketimbang kebaikan. Sebab itu, Konspirasi harus mewujudkan 'hasrat alami' manusia ini. Hal ini akan diterapkan pada sistem pemerintahan dan kekuasaan. Bukankah pada masa dahulu manusia tunduk kepada penguasa tanpa pernah mengeluarkan kritik atau pembangkangan? Undang-undang hanyalah alat untuk membatasi rakyat, bukan untuk penguasa.
  2. Kebebasan politik sesungguhnya utopis. Walau begitu, Konspirasi harus mempropagandakan ini ke tengah rakyat. Jika hal itu sudah dimakan rakyat, maka rakyat akan mudah membuang segala hak dan fasilitas yang telah didapatinya dari penguasa guna memperjuangkan idealisme yang utopis itu. Saat itulah, konspirasi bisa merebut hak dan fasilitas mereka.
  3. Kekuatan uang selalu bisa mengalahkan segalanya. Agama yang bisa menguasai rakyat pada masa dahulu, kini mulai digulung dengan kampanye kebebasan. Namun rakyat banyak tidak tahu harus melakukan apa dengan kebebasan itu. Inilah tugas konspirasi untuk mengisinya demi kekuasaan, dengan kekuatan uang.
  4. Demi tujuan, segala cara boleh dilakukan. Siapa pun yang ingin berkuasa, dia mestilah meraihnya dengan licik, pemerasan, dan pembalikkan opini. Keluhuran budi, etika, moral, dan sebagainya adalah keburukan dalam dunia politik.
  5. Kebenaran adalah kekuatan konspirasi. Dengan kekuatan, segala yang diinginkan akan terlaksana.
  6. Bagi kita yang hendak menaklukkan dunia secara finansial, kita harus tetap menjaga kerahasiaan. Suatu saat, kekuatan konspirasi akan mencapai tingkat di mana tidak ada kekuatan lain yang berani untuk menghalangi atau menghancurkannya. Setiap kecerobohan dari dalam, akan merusak program besar yang telah ditulis berabad-abad oleh para pendeta Yahudi.
  7. Simpati rakyat harus diambil agar mereka bisa dimanfaatkan untuk kepentingan konspirasi. Massa rakyat adalah buta dan mudah dipengaruhi. Penguasa tidak akan bisa menggiring rakyat kecuali ia berlaku sebagai diktator. Inilah satu-satunya jalan.
  8. Beberapa sarana untuk mencapai tujuan adalah: Minuman keras, narkotika, perusakan moral, seks, suap, dan sebagainya. Hal ini sangat penting untuk menghancurkan norma-norma kesusilaan masyarakat. Untuk itu, Konspirasi harus merekrut dan mendidik tenaga-tenaga muda untuk dijadikan sarana pencapaian tujuan tersebut.
  9. Konspirasi akan menyalakan api peperangan secara terselubung. Bermain di kedua belah pihak. Sehingga Konspirasi akan memperoleh manfaat besar tetapi tetap aman dan efisien. Rakyat akan dilanda kecemasan yang mempermudah bagi konspirasi untuk menguasainya.
  10. Konspirasi sengaja memproduksi slogan agar menjadi 'tuhan' bagi rakyat. Dengan slogan itu, pemerintahan aristokrasi keturunan yang tengah berkuasa di Perancis akan diruntuhkan. Setelah itu, Konspirasi akan membangun sebuah pemerintahan yang sesuai dengan Konspirasi.
  11. Perang yang dikobarkan konspirasi secara diam-diam harus menyeret negara tetangga agar mereka terjebak utang. Konspirasi akan memetik keuntungan dari kondisi ini.
  12. Pemerintahan bentukan Konspirasi harus diisi dengan orang-orang yang tunduk pada keinginan konspirasi. Tidak bisa lain.
  13. Dengan emas, konspirasi akan menguasai opini dunia. Satu orang Yahudi yang menjadi korban sama dengan seribu orang non-Yahudi (Gentiles/Ghoyim) sebagai balasannya.
  14. Setelah konspirasi berhasil merebut kekuasaan, maka pemerintahan baru yang dibentuk harus membasmi rezim lama yang dianggap bertanggungjawab atas terjadinya semua kekacauan ini. Hal tersebut akan menjadikan rakyat begitu percaya kepada konspirasi bahwa pemerintahan yang baru adalah pelindung dan pahlawan dimata mereka.
  15. Krisis ekonomi yang dibuat akan memberikan hak baru kepada konspirasi, yaitu hak pemilik modal dalam penentuan arah kekuasaan. Ini akan menjadi kekuasaan turunan.
  16. Penyusupan ke dalam jantung Freemason Eropa agar bisa mengefektifkan dan mengefisienkannya. Pembentukan Bluemasonry akan bisa dijadikan alat bagi konspirasi untuk memuluskan tujuannya.
  17. Konspirasi akan membakar semangat rakyat hingga ke tingkat histeria. Saat itu rakyat akan menghancurkan apa saja yang kita mau, termasuk hukum dan agama. Kita akan mudah menghapus nama Tuhan dan susila dari kehidupan.
  18. Perang jalanan harus ditimbulkan untuk membuat massa panik. Konspirasi akan mengambil keuntungan dari situasi itu.
  19. Konspirasi akan menciptakan diplomat-diplomatnya untuk berfungsi setelah perang usai. Mereka akan menjadi penasehat politik, ekonomi, dan keuangan bagi rezim baru dan juga di tingkat internasional. Dengan demikian, konspirasi bisa semakin menancapkan kukunya dari balik layar.
  20. Monopoli kegiatan perekonomian raksasa dengan dukungan modal yang dimiliki konspirasi adalah syarat utama untuk menundukkan dunia, hingga tidak ada satu kekutan non-Yahudi pun yang bisa menandinginya. Dengan demikian, kita bisa bebas memainkan krisis suatu negeri.
  21. Penguasaan kekayaan alam negeri-negeri non-Yahudi mutlak dilakukan.
  22. Meletuskan perang dan memberinya—menjual—senjata yang paling mematikan akan mempercepat penguasaan suatu negeri, yang tinggal dihuni oleh fakir miskin.
  23. Satu rezim terselubung akan muncul setelah konspirasi berhasil melaksanakan programnya.
  24. Pemuda harus dikuasai dan menjadikan mereka sebagai budak-budak konspirasi dengan jalan penyebarluasan dekadensi moral dan paham yang menyesatkan.
  25. Konspirasi akan menyalahgunakan undang-undang yang ada pada suatu negara hingga negara tersebut hancur karenanya.

Mengapa Ummat Islam Mundur

Mengapa Ummat Islam Mundur dan Ummat Selain Islam Maju?

Saat ini boleh dikata umat Islam adalah ummat yang paling tertinggal dibanding ummat-ummat beragama lainnya. Ummat Yahudi meski berjumlah hanya 40 juta, namun menguasai ekonomi dan politik dunia. Mereka bisa menguasai masjidil Aqsha tanpa perlawanan berarti dari ummat Islam yang katanya berjumlah 1,2 milyar atau 30 kali lipat lebih banyak dari kaum Yahudi.

Ummat Nasrani di Eropa, Australia, AS, sangat maju di bidang teknologi dan menguasai negara-negara Islam secara ekonomi dan politik. Mereka mampu membuat mobil, kapal selam, kapal induk yang mampu memuat ratusan kapal terbang, rudal antar benua, pesawat ulang alik yang mengelilingi bumi, bahkan bisa membuat pesawat ruang angkasa yang bisa melaju jauh hingga melewati planet Saturnus. Bahkan Amerika Serikat dan sekutunya mampu menyerang dan menjajah dan membunuh ummat Islam di Afghanistan dan Irak. Sebagian ummat Islam dengan semangat "Toleransi" justru bekerjasama dengan AS dan sekutunya yang sebenarnya merupakan kafir harbi.

Ummat Islam boleh dikata ummat yang paling miskin, paling bodoh, dan paling suka bertengkar dengan sesama. Padahal zaman Nabi, sahabat, dan beberapa generasi sesudahnya selama 700 tahun ummat Islam begitu maju menguasai dunia. Islam berkibar dari Ternate, India, Timur Tengah, Yugoslavia, Albania, Bulgaria, Yunani, bahkan hingga Spanyol. Ummat Islam mampu mengalahkan orang-orang kafir, Yahudi, bahkan 2 kerajaan Super Power saat itu yaitu Romawi dan Persia. Bahkan ibukota kedua negara tersebut, yaitu Constantinople (Istambul) dan Baghdad saat ini tetap berada di tangan Islam yaitu di negara Turki dan Irak.

Semangat jihad ummat Islam begitu tinggi sehingga 200 ribu pasukan Romawi tidak mampu mengalahkan pasukan Islam yang dipimpin Khalid bin Walid yang berjumlah hanya 3 ribu orang. Bukannya tentara Islam yang mundur, justru pasukan Romawilah yang mundur ketakutan akibat strategi Khalid bin Walid. Dalam Perang Salib antara ummat Kristen dengan Ummat Islam yang terjadi beberapa kali dari tahun 1096 hingga 1291 untuk memperebutkan Palestina, hanya perang Salib pertama yang dimenangkan ummat Kristen. Setelah itu ummat Islam yang menang dan berkuasa hingga abad 20 sebelum akhirnya jatuh ke tangan Israel.

Dalam bidang ilmu pengetahuan juga begitu. Ibnu Sina (Avicenna) dikenal sebagai Bapak Kedokteran dunia. Ketika perang Salib dan Raja Richard the Lion Heart sakit, tak ada satu dokter Eropa pun yang mampu mengobatinya. Justru Sultan Salahuddin Al Ayyubi yang menyelinap ke tenda Richard yang bisa mengobatinya. Itulah keunggulan ilmu kedokteran Islam saat itu.
Ilmuwan Islam Al Khawarizmi juga mengembangkan ilmu Matematika seperti Aljabar (Algebra), Algoritma (Algorithm) yang kita kenal hingga sekarang. Bahkan angka yang kita pakai sekarang pun merupakan hasil penemuan ilmuwan Islam yang disebut dengan "ARABIC NUMERAL" yang menggantikan Sistem Bilangan Romawi yang sangat tidak fleksibel. Pada saat munculnya Islam, bangsa Barat belum mengenal angka 0 (Nol). Islamlah yang mengenalkan angka itu pada mereka.

Mengapa ini semua bisa terjadi?

Syekh Amir Syakib Arsalan menulis satu buku yang mengungkap hal ini dengan judul "Mengapa Ummat Islam Mundur dan Ummat Selainnya Maju?" Sebab pertama kenapa ummat Islam mundur adalah karena ummat Islam sudah tidak mempraktekkan ajaran Islam yang termuat dalam Al Qur'an dan Hadits. Padahal itu adalah pedoman kita agar hidup bahagia dunia dan akhirat.
Nabi Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Aku tinggalkan bagimu dua perkara, jika kamu berpegang teguh kepada keduanya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya yaitu kitab Allah dan Sunnah Rasul (hadits)".Ditambah lagi Qur'an sendiri menyatakan dalam surat Al-Furqan ayat 30. Berkatalah Rasul: "Ya Tuhanku, sesungguhnya kaumku menjadikan Al Qur'an itu sesuatu yang tidak diacuhkan". Menyoroti masalah ini Ibnu Taimiyyah mengatakan: "Barang siapa yang tidak membaca Qur'an maka dia telah menjauhi Qur'an, dan barang siapa yang membaca tapi tidak pernah merenungkan isinya maka dia telah menjauhi Qur'an, dan barang siapa yang membaca lalu merenungkan isinya tapi tidak pernah mengamalkannya maka dia telah menjauhi Qur'an pula". Tapi hal ini ditujukan kepada orang yang berbeda kemampuan pemahamannya terhadap Qur"an.

Dalam Islam begitu banyak ajaran yang jika dilaksanakan akan bermanfaat bagi ummat Islam sendiri. Sebagai contoh, Nabi berkata bahwa menuntut ilmu merupakan kewajiban bagi setiap Muslim lelaki dan perempuan [HR Ibnu Majah). Artinya jika kita mempelajari ilmu yang bermanfaat kita akan mendapat pahala, sedang jika tidak belajar kita akan berdosa. Namun kenyataannya banyak ummat Islam yang malas belajar. Bahkan ada yang beranggapan wanita tidak perlu sekolah tinggi-tinggi toh akhirnya juga tinggal di dapur. Akibatnya ummat Islam jadi bodoh dan terbelakang.

Sebaiknya ummat Non Muslim begitu rajin belajar. Tidak hanya S1, tapi juga S2, bahkan S3 dan banyak juga yang tetap belajar meski tidak melalui pendidikan formal seperti Bill Gates yang meski tidak lulus kuliah tapi tetap terus belajar sehingga bisa membuat sistem operasi komputer yang dipakai luas di seluruh dunia. Ummat Non Muslim begitu cerdas hingga mereka bisa membuat pesawat terbang, kapal induk, peluru kendali, mobil, komputer, dan sebagainya, sementara ummat Islam karena bodoh nyaris tidak bisa apa-apa.

Nabi juga berkata: "Kebersihan sebagian dari iman." Namun ternyata ummat Islam banyak yang hidup jorok. Bahkan banyak pesantren yang merupakan tempat kaderisasi ulama yang begitu kotor tempat wudlu, kamar mandi, apalagi WC-nya. Kita bisa melihat air yang begitu kotor dan hijau dipakai untuk berwudlu di pesantren.

Sebaliknya, ummat Non Muslim hidup begitu bersih. Untuk kamar kecil saja, airnya begitu bersih dan jernih. Bahkan mereka bisa mencari nafkah dengan menjadikan kebersihan sebagai usaha/bisnis mereka. Sebagai contoh perusahaan Swedia, Electrolux, memproduksi berbagai produk kebersihan seperti Vacuum Cleaner, alat pel listrik, dan sebagainya. Unilever merupakan perusahaan Multinasional yang kaya dengan produk kebersihan seperti sabun mandi, shampoo (pembersih rambut), dan juga sabun cuci. Mereka jadi bersih dan makmur dengan menjalankan kebersihan yang sebenarnya merupakan ajaran Islam.

Kedua adalah ummat Islam tidak bersatu, tapi berpecah-belah. Padahal ummat Islam diperintahkan untuk bersatu. Allah sudah mengingatkan kepada kita. QS. Ali Imran 3:103. "Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan ni'mat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena ni'mat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk."

Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bersabda: "Akan terpecah belah umatku seperti terpecah-belahnya Yahudi dan Nashrani menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali kaum yang mengikuti ajaran-ajaranku dan sahabat-sahabatku". Pada zaman Nabi, ummat Islam juga berusaha untuk dipecah-belah dan diadu-domba baik oleh orang kafir Mekkah, mau pun kaum Yahudi misalnya dengan berusaha menimbulkan fanatisme suku antara kelompok Muhajirin dan Anshar. Tapi Nabi berhasil mendamaikan dan mempersatukan mereka. Seharusnya para ulama yang merupakan pewaris Nabi harus berusaha mempersatukan ummat Islam yang terpecah-belah baik dalam kelompok bangsa/negara mau pun aliran. Bahkan ummat Islam juga disusupi oleh kaum munafik yang dipimpin Abdullah bin Ubay bin Salul untuk memecah-belah ummat Islam dari dalam. Kaum munafik ini bahkan membangun masjid guna memecah-belah ummat Islam.

"Di antara orang-orang munafik itu ada yang mendirikan masjid untuk menimbulkan kemudharatan pada orang-orang mukmin, untuk kekafiran dan untuk memecah belah antara orang-orang mukmin serta menunggu kedatangan orang-orang yang telah memerangi Allah dan Rasul-Nya sejak dahulu. Mereka Sesungguhnya bersumpah: "Kami tidak menghendaki selain kebaikan." Dan Allah menjadi saksi bahwa sesungguhnya mereka itu adalah pendusta. Janganlah kamu bersembahyang dalam mesjid itu selama-lamanya. Sesungguhnya mesjid yang didirikan atas dasar taqwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu shalat di dalamnya. Di dalamnya mesjid itu ada orang-orang yang ingin membersihkan diri. Dan sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang bersih. [QS At Taubah 9:107-108]

Ummat Islam bukan hanya tidak shalat di masjid itu (Masjid Dliror), bahkan membakarnya sehingga orang-orang munafik tidak bisa memecah-belah ummat Islam.
"Maka mengapa kamu terpecah menjadi dua golongan dalam menghadapi orang-orang munafik, padahal Allah telah membalikkan mereka kepada kekafiran, disebabkan usaha mereka sendiri? Apakah kamu bermaksud memberi petunjuk kepada orang-orang yang telah disesatkan Allah? Barangsiapa yang disesatkan Allah, sekali-kali kamu tidak mendapatkan jalan untuk memberi petunjuk kepadanya.

Mereka ingin supaya kamu menjadi kafir seperti mereka. Maka janganlah kamu jadikan di antara mereka penolong-penolongmu, hingga mereka berhijrah pada jalan Allah. Jika mereka berpaling, tawan dan bunuhlah mereka di mana saja kamu menemuinya, dan janganlah kamu ambil seorangpun di antara mereka menjadi pelindung, dan jangan pula menjadi penolong" [QS An Nisaa' 4:88-89]
Surat Al Baqarah ayat 1-20 menjelaskan Muslim yang lurus, orang yang kafir, dan orang yang munafik.Ini agar ummat Islam bisa bersatu dengan Muslim yang lurus dan terhindar dari pecah-belah / adu domba kaum kafir dan munafik. Dengan persatuan, ummat Islam tidak terkalahkan. Tidak hanya kaum kafir Quraisy yang gagal mengalahkan ummat Islam, tapi juga kaum Yahudi, Persia, dan Romawi.
Mereka akhirnya takluk di tangan pejuang Islam.

Negara-negara Barat maju karena mereka bersatu. Di bawah kepemimpinan Amerika Serikat dan kelompoknya yang disebut NATO, mereka bersatu menyerang ummat Islam di Afghanistan, Iraq, dan juga memberikan dukungan penuh pada Israel yang menjajah Palestina dan menguasai masjid Al Aqsha. Presiden AS, George W Bush mengatakan: "Either with us or against us!". Berjuang bersama kami. Jika tidak berarti melawan kami!" Jika tidak turut berjuang bersama George W Bush, berarti jadi musuh Bush cs.

Ummat Islam dulu juga begitu. Ketika bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Mararah bin Rabi' tidak ikut berperang, mereka dikucilkan sehingga merasa berdosa: "dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka, padahal bumi itu luas dan jiwa merekapun telah sempit (pula terasa) oleh mereka, serta mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah, melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah-lah Yang maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang." [QS At Taubah 9:118]

Ummat Islam gagal membebaskan masjid Al Aqsha karena politik adu domba dan pecah belah yang dilancarkan oleh AS dan sekutunya. Jika ummat Islam bersatu, tidak mungkin orang-orang kafir mampu memerangi ummat Islam dan menang: "Mereka tidak akan memerangi kamu dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah. Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti." [QS Al Hasyr 59:14]

Sering ummat Islam ribut dan bertengkar karena masalah furu'iyah/cabang sehingga akhirnya terpecah-belah dan mudah ditaklukkan musuh. Sebab Ketiga adalah ummat Islam Cinta Dunia dan Takut Mati. Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam berkata: "Kamu akan diperebutkan oleh bangsa-bangsa lain sebagaimana orang-orang yang berebut melahap isi mangkok makanan. Para sahabat bertanya, "Apakah saat itu jumlah kami sedikit, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Tidak, bahkan saat itu jumlah kalian banyak sekali tetapi seperti buih air bah (tidak berguna) dan kalian ditimpa penyakit wahan." Mereka bertanya lagi, "Apa itu penyakit wahan, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Kecintaan yang sangat kepada dunia dan takut mati." (HR. Abu Dawud)

Saat ini mayoritas ummat Islam terlalu cinta dunia dan takut mati. Kebanyakan ummat Islam boleh dikata alergi terhadap perang. Apalagi ada beberapa boneka kelompok Barat yang berusaha melenyapkan ajaran jihad dengan perang dan menggantinya dengan ajaran Damai dan Cinta meski pada saat ini ummat Islam diserang dan dibunuh di Afghanistan, Iraq, dan Palestina. Ajaran Jihad pun berusaha untuk dipersempit sehingga perang tidak termasuk di situ.

Allah mewajibkan ummat Islam untuk berperang membela diri dan orang-orang yang dizalimi: "Mengapa kamu tidak mau berperang di jalan Allah dan membela orang-orang yang lemah baik laki-laki, wanita-wanita maupun anak-anak yang semuanya berdoa: "Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami dari negeri ini (Mekah) yang dzalim penduduknya dan berilah kami pelindung dari sisi Engkau, dan berilah kami penolong dari sisi Engkau!." [QS An Nisaa'4:75] "Dan perangilah di jalan Allah orang-orang yang memerangi kamu" [QS Al Baqarah 2:190] "Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui." [QS Al Baqarah 2:216]

Dalam Islam kita diperintahkan untuk selalu dalam keadaan siap untuk berperang, sehingga ketika musuh menyerang, kita tidak terbantai dan terjajah: "Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang (yang dengan persiapan itu) kamu menggentarkan musuh Allah dan musuhmu dan orang orang selain mereka yang kamu tidak mengetahuinya; sedang Allah mengetahuinya. Apa saja yang kamu nafkahkan pada jalan Allah niscaya akan dibalasi dengan cukup kepadamu dan kamu tidak akan dianiaya (dirugikan)." [QS Al Anfaal 8:60]

Negara-negara Barat paham mengenai hal ini. Mereka punya semboyan: "Si Vis Pacem Para Bellum". Agar bisa damai, kita harus menyiapkan perang. Artinya jika kita kuat dan siap perang, maka musuh tidak berani menyerang dan memerangi kita sehingga kita bisa hidup damai. Negara-negara Barat maju karena banyak melakukan peperangan. Dari Eropa, mereka berperang menyerang penduduk-penduduk di benua Asia, Afrika, Australia, dan Amerika. Akibatnya saat ini Kanada, Amerika Serikat, Australia, serta negara-negara Amerika Latin seperti Meksiko dan Brazil boleh dikata mayoritas penduduknya dan pemimpinnya berasal dari Eropa. Negara-negara Barat juga melakukan peperangan baik dalam perang Dunia I, Perang Dunia II, Perang Korea, Perang Vietnam, Perang Afghanistan, Perang Iraq, dan sebagainya. Puluhan juta tentara mereka mati karenanya. Tapi musuh yang mereka bunuh (di antaranya ummat Islam) lebih banyak lagi dan mereka berhasil menguasai sumber daya dan kekayaan negara lain sehingga bisa maju dan kaya.

Seharusnya ummat Islam harus berani berperang untuk membela diri. Para ulama dan pemuda Islam yang sadar juga harus semangat untuk berperang membela orang-orang yang dijajah:
"Hai Nabi, kobarkanlah semangat para mukmin untuk berperang. Jika ada dua puluh orang yang shabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan dua ratus orang musuh. Dan jika ada seratus orang yang shabar diantaramu, niscaya mereka akan dapat mengalahkan seribu dari pada orang kafir, disebabkan orang-orang kafir itu kaum yang tidak mengerti" [QS Al Anfaal 8:65]
Saat ini kebanyakan ummat Islam takut untuk mati di dalam peperangan. Sebaliknya mati ketika tawuran sekolah, tawuran antar warga, perang Supporter bola, atau mati terinjak dalam konser jadi hal yang biasa ketimbang mati syahid di dalam peperangan.

Sebab Keempat mundurnya ummat Islam adalah hilangnya semangat Jihad. Jihad adalah satu kesungguhan untuk berjuang di jalan Allah.
Ada hadits dlaif yang berusaha memperkecil makna Jihad sebagai hanya perang melawan hawa nafsu dan bukan berperang. Padahal jihad adalah perjuangan yang sungguh-sungguh sehingga bukan hanya harta saja yang dikorbankan, tapi juga nyawa. Ayat di bawah menjelaskan orang yang berjihad dengan harta dan nyawa jauh lebih tinggi derajadnya ketimbang orang yang tidak ikut berperang:
"Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang) yang tidak mempunyai 'uzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar" [QS An Nisaa' 4:95]

Ummat Islam ketika perang dulu tidak takut mati. Justru mereka berperang dengan sengit agar bisa mati syahid dan mendapatkan surga:"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar." [QS At Taubah 9:111]

Orang-orang kafir heran, ummat Islam bukannya berusaha menghindari mati, tapi justru berusaha mati di dalam peperangan. Sehingga mereka begitu fokus menyerang musuh dan sulit untuk dikalahkan. Dalam Perang Mu'tah, 3.000 pasukan Muslim dengan sabar melawan 200.000 pasukan Romawi. Mereka tidak mundur ketakutan. Justru pasukan Romawi yang mundur ketakutan karena strategi Panglima Muslim, Khalid bin Walid. Ketika ada yang mengusulkan untuk minta bantuan pasukan kepada Nabi, Abdullah bin Rawahah (salah seorang syuhada) berkata: "Demi Allah apa yang tidak kalian sukai sebenarnya justru yang kita cari, yaitu mati syahid. Kita tidak berperang karena jumlah, kekuatan, dan banyaknya personil. Kita perang karena Islam yang dengannya Allah memuliakan kita. Maka berangkatlah karena di sana hanya ada 2 kebaikan: Menang atau Mati Syahid!" (Siroh Nabawiyah, Syaikh Shafiyyurrahman al Mubarakfury).

Zaid bin Harits, Ja'far bin Abu Thalib, Abdullah bin Rawahah mati syahid. Total hanya 12 pasukan Muslim yang mati syahid. Sementara jumlah tentara Romawi yang gugur lebih banyak lagi.
Ibnu 'Umar yang melihat jasad Ja'far mengatakan bahwa ada 70 luka karena tikaman dan sabetan di tubuh Ja'far. Semua di tubuh bagian depan. Itulah kehebatan semangat Jihad yang dimiliki ummat Islam. Meski kalah jumlah dan menghadapi Superpower dunia saat itu, mereka tidak gentar dan menang.

Sesungguhnya Jihad adalah semangat yang membuat ummat Islam menjadi kuat dan sulit untuk dizalimi, dijajah, atau dikalahkan. Orang-orang kafir membenci ini dan berusaha menghapusnya dengan memasukkan berbagai ajaran/paham sehingga ummat Islam jauh dari jihad. Misalnya dengan tasawuf, ummat Islam diasyikkan dengan "mujahadah" sehingga lebih asyik menyepi dan "berzikir" ketimbang berjihad. Padahal jihad adalah satu kewajiban: "Dan berjihadlah kamu pada jalan Allah dengan jihad yang sebenar-benarnya.." [QS Al Hajj 22:78]

Jihad adalah pintu atau syarat untuk masuk surga: "Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad diantaramu dan belum nyata orang-orang yang sabar." [QS Ali 'Imran 3:142] "Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar." [QS Al Furqan 25:52]
Hanya orang yang munafik/tidak beriman yang tidak mau berperang dan berjihad: "Orang-orang yang beriman kepada Allah dan hari kemudian, tidak akan meminta izin kepadamu untuk tidak ikut berjihad dengan harta dan diri mereka. Dan Allah mengetahui orang-orang yang bertakwa." [QS At Taubah 9:44]

"Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut perang) merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) dalam panas terik ini." Katakanlah: "Api neraka jahannam itu lebih sangat panasnya" jika mereka mengetahui." [QS At Taubah 9:81]
Sebab Kelima kemunduran Ummat Islam adalah karena tidak mandiri di bidang ekonomi.Saat ini secara ekonomi ummat Islam dikuasai oleh orang-orang kafir. Ummat Islam bukan sebagai produsen atau penghasil. Tapi hanya sebagai pembeli/pemakai. Jika orang-orang kafir mengembargo, maka ummat Islam akan kesulitan.

Sumber daya dan kekayaan alam negara-negara Islam saat ini dikuasai oleh orang-orang kafir. Minyak, gas, emas, tembaga, perak, boleh dikata dikelola oleh Multi National Company (MNC) dari negara-negara Barat yang perekonomiannya didominasi Yahudi bekerjasama dengan segelintir pemimpin Muslim yang korup. Ummat Islam hanya mendapat persentase yang amat kecil. Akibatnya ummat Islam jadi miskin, sementara orang-orang kafir bertambah kaya. Ummat Islam sering kesulitan dana untuk membangun masjid, sekolah-sekolah Islam dan tidak mampu menyantuni fakir miskin dan anak Yatim. Banyak anak-anak miskin yang berkeliaran di jalan mencari makan.

Nabi Muhammad bukan hanya mengadakan boikot terhadap produk asing. Tapi bahkan melarang orang-orang kafir masuk ke kota Mekkah. Padahal saat itu perekonomian masih dikuasai oleh orang-orang kafir. Ketika sebagian orang Islam ada yang khawatir nanti bisa susah/miskin, Allah menghibur mereka: "Hai orang-orang yang beriman, Sesungguhnya orang-orang yang musyrik itu najis, maka janganlah mereka mendekati Masjidil haram sesudah tahun ini. Dan jika kamu khawatir menjadi miskin, maka Allah nanti akan memberimu kekayaan kepadamu dari karuniaNya, jika Dia menghendaki. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana." [QS At Taubah 9:28]

Justru dengan melarang orang-orang kafir masuk, ummat Islam malah mandiri di bidang ekonomi dan menjadi lebih makmur. Sebagai contoh, jika minyak, gas, emas, tembaga, perak, dan sebagainya dikelola oleh ummat Islam sendiri, maka semua keuntungan masuk ke tangan ummat Islam. Bukan recehan kecil yang hanya nol sekian persen yang diberikan oleh orang-orang kafir tersebut.
Dengan begitu ummat Islam bisa makmur dan kuat. Kemiskinan bisa dikurangi. Sebab Keenam kemunduran ummat Islam adalah ummat Islam tidak bisa menentukan prioritas (Tertib/urutan kepentingan) bersama yang harus dikerjakan bersama.

Sering ummat Islam mengerjakan hal-hal yang tidak penting dan tidak segera ketimbang hal yang sangat penting dan mendesak. Padahal berbagai ajaran Islam seperti shalat, haji, wudlu, dan sebagainya merupakan pendidikan tentang mengerjakan sesuatu menurut urutan yang benar/tertib. Ummat Islam harus bisa menentukan mana pekerjaan yang harus diselesaikan lebih dulu, dan mana yang bisa dikerjakan kemudian.

Ummat Islam juga sering gagal menentukan musuh mana dulu yang harus dilawan sekarang dan yang mana bisa dilakukan kemudian. Sering ummat Islam perang sesama mereka sementara lawan yang harus diserang seperti Israel yang menjajah Palestina atau AS yang menjajah Iraq dan Afghanistan justru aman dari mulut dan tangan ummat Islam.

Sebagai contoh kita menyaksikan perang Iraq melawan Iran yang menewaskan 2 juta ummat Islam, kemudian Iraq melawan Kuwait dan Saudi yang juga menewaskan banyak korban. Di saat yang sama negara-negara yang berperang dan mengorbankan nyawa jutaan rakyatnya ini tidak ada satu pun yang menyerang Israel untuk membebaskan Masjidil Aqsha.

Nabi Muhammad dan para sahabat tidak pernah ribut apalagi perang dengan sesama. Bahkan ketika kelompok munafik Abdullah bin Ubay memecah-belah ummat Islam sehingga dari 1.000 pasukan Muslim, 300 membelot ke Abdullah bin Ubay, Nabi tidak memeranginya. Kata Nabi, jika aku membunuhnya, nanti orang akan berkata bahwa ummat Islam saling bunuh. Nabi juga menandatangani perjanjian damai dan kerjasama pertahanan dengan orang-orang Yahudi untuk menghadapi serangan kaum kafir Mekkah. Ketika kaum Yahudi berkhianat, baru Nabi memerangi mereka.
Jadi Nabi Muhammad Shallallahu 'Alaihi wa Sallam bertindak cerdas untuk menentukan lawan yang harus diserang dan mana yang diajak bekerjasama. Bukan memerangi seluruh dunia.

Sebab Ketujuh mundurnya ummat Islam adalah ummat Islam gagal menemukan hal yang bermanfaat. Dari Abu Hurairoh ra, dia berkata: "Rosululloh sholallahu 'alaihi wa sallam pernah bersabda: "Sebagian tanda dari baiknya keislaman seseorang ialah ia meninggalkan sesuatu yang tidak berguna baginya." (Hadits hasan, diriwayatkan Tirmidzi dan lainnya)
"Gemarlah kepada hal-hal yang berguna bagimu" [Muslim]

Negara Barat maju karena banyak menemukan dan membuat hal yang berguna baik untuk orang lain mau pun diri mereka sendiri. Mereka membuat mobil dan kapal terbang sehingga orang bisa bepergian dengan cepat dan nyaman. Mereka membuat handphone dan telepon sehingga orang bisa berbicara dengan saudara dan temannya meski terpisah jauh sekali. Mereka membuat berbagai peralatan yang bermanfaat bagi kita semua seperti vacuum cleaner dan sebagainya. Dengan menggemari hal yang bermanfaat, mereka memberikan manfaat bagi orang lain dan diri mereka sendiri.

Sebab kedelapan adalah ummat Islam tidak menguasai media massa. Akibatnya ketika Islam dicitrakan sebagai teroris dan hukum Islam dilecehkan, ummat Islam tidak bisa berbuat apa-apa. Bahkan tidak jarang ummat Islam diadu-domba dengan berbagai pemberitaan di media massa. Memang ummat Islam punya media cetak dan radio meski pembacanya tidak sebanyak media yang dimiliki oleh kelompok non Muslim dan sekuler. Contohnya di Indonesia oplah majalah Islam hanya 100 ribu atau kurang dengan pembaca kurang dari 500 ribu orang. Kurang dari 0,3% dari total penduduk Indonesia. Bahkan untuk TV Nasional yang dapat menjangkau 200 juta penduduk Indonesia, tidak ada TV yang dimiliki oleh ummat Islam. Semuanya dimiliki kelompok Non Muslim atau sekuler. Bahkan 2 di antara TV Nasional di Indonesia dikuasai oleh Konglomerat Media Yahudi: Rupert Murdoch.

Di dunia boleh dikata media massa dikuasai oleh Non Muslim. Media massa terkemuka seperti TV CNN, majalah Time, New York Time dikuasai oleh mereka. Begitu pula dengan Hollywood yang film-filmnya ditonton jutaan orang. Tak jarang di film tersebut selain dipropagandakan gaya hidup sex bebas juga ummat Islam digambarkan sebagai teroris. Padahal media massa sangat penting untuk menyampaikan berita. Mukjizat terbesar Nabi Muhammad adalah Al Qur'an yang artinya "Bacaan" atau informasi. Salah satu tugas utama Nabi adalah menyampaikan berita: "Dan sampaikanlah berita gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka karunia yang besar dari Allah." [QS Al Ahzab 33:47] "Sesungguhnya Kami telah mengutusmu (Muhammad) dengan kebenaran; sebagai pembawa berita gembira dan pemberi peringatan" [QS Al Baqarah 2:119] "Sesungguhnya Kami mengutus kamu sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan" [QS Al Fath 48:8]

Tentu saja untuk menyampaikan berita itu kepada masyarakat luas diperlukan berbagai media. Nabi melakukannya dengan berpidato ke masyarakat luas, dakwah dari mulut ke mulut, menyampaikan utusan, dan juga mengirim surat. Tak jarang banyak berita yang memojokkan ummat Islam dan justru membela aliran-aliran sesat. Ini karena media massa dikuasai kelompok yang tidak senang dengan Islam. Oleh karena itu ummat Islam harus menguasai media massa agar ummat Islam bisa mendapatkan berita dari sumber yang benar. Bukan berita dari orang-orang fasik yang memojokkan Islam: "Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu." [QS Al Hujuraat 49:6]

Tentu saja kekurangan dana menyebabkan ummat Islam tidak dapat menguasai media massa. Tapi dengan media massa juga ummat Islam sebetulnya bisa menggalang dana.

Sep 23, 2013

Prasasti Perintah Tata Dunia Baru

Begitu banyak fakta konspirasi dan ketidakadilan menyangkut PBB. Ada satu konspirasi PBB yang luput dari perhatian masyarakat umum yakni tentang rencana Konspirasi untuk mengurangi populasi dunia sehingga dunia ini hanya dihuni oleh 500 juta manusia. Ini merupakan sebuah program rahasia yang berangkat dari keyakinan pagan yang ingin memelihara keselarasan populasi manusia dengan Bumi. Juga diperkuat dengan pemikiran bahwa dunia dengan segala kekayaan alamnya, dengan seluruh ekosistemnya, rantai makanannya, serta sistem alamiah yang ada, tidak akan sanggup untuk menopang kehidupan umat manusia sebanyak sekarang sekitar 6 miliar orang dengan baik. Jika demikian, Depopulation Program adalah sebuah program global untuk memusnahkan lima miliar lima ratus juta jiwa manusia!

Desember 2012 merupakan waktu yang ditentukan oleh pihak Konspirasi untuk memulai program ini secara besar-besaran. Berabad-abad silam, suku bangsa kuno seperti Suku Maya, Suku Hopi, Kaliyuga, Aztec, dan juga Mesir Kuno telah meramalkan di dalam sistem kalender kuno mereka jika pada akhir tahun 2012, dunia lama akan berakhir dan akan muncul dunia baru. Peperangan atau konflik berskala luas merupakan 'barang mainan' kaum Konspirasi sejak dulu. Mereka sengaja merancang berbagai revolusi besar dunia seperti revolusi Inggris dan Perancis. Bahkan banyak literatur menyatakan jika Jenderal Albert Pike, seorang Jenderal AS dalam Perang Saudara jauh-jauh hari telah merancang skenario perang dunia sampai tahap Perang Dunia II yang dirancangnya terjadi di abad millennium ketiga ini.

Bagaimana cara mengurangi 93% populasi dunia?

Caranya adalah dengan Proyek Codex Alimentarius. Salah satu forum internasional yang membahas masalah ini adalah pertemuan National Association of Nutrition Professional (NANP- 2005 Conference). Dalam presentasinya yang berjudul "Codex and Nutricide', Dr. Rima Laibow dariNatural Solutions Foundation mengatakan "mereka yang menguasai makanan akan menguasai dunia"
Mereka telah mengatakan pada tahun 1962 bahwa Proyek Codex Alimentarius secara global akan diimplementasikan pada 31 Desember 2009. Ini merupakan semacam cetak biru. Proyek Dunia ini diarahkan oleh WHO dan FAO, dua lembaga dunia di bawah PBB yang membidangi masalah kesehatan dan pangan.

Dalam ceramahnya, Dr. Rima Laibow tiba-tiba menyuruh para hadirin untuk diam dan mengencangkan ikat pinggang. Dia kemudian berkata, "Di tahun 1994, diam-diam, tanpa sepengetahuan masyarakat luas Amerika, Codex menyatakan bahwa gizi adalah racun, yang berarti berbahaya dan harus dihindari. Di bawah ketentuan Codex, semua sapi perah di muka bumi ini wajib diinjeksi dengan hormon pertumbuhan yang diproduksi oleh satu-satunya perusahaan yakni Monsanto. Dan lebih jauh lagi, semua hewan ternak yang digunakan sebagai bahan makanan di planet ini harus disusupkan bahan anti biotik khusus dan hormon pertumbuhan buatan."

Dr. Laibow melanjutkan, "Menurut perhitungan WHO dan FAO, jika proyek mereka ini terus berjalan tanpa hambatan berarti, WHO dan FAO memproyeksikan ini terdapat dalam panduan mineral dan vitamin mereka ketika diimplementasikan pada 31 Desember 2009, maka akan berdampak pada minimum kematian sekitar 3 miliar jiwa. Satu miliar lewat kematian secara langsung, mereka ini adalah orang-orang yang gagal di mata para korporasi dunia dan sisanya, 2 miliar jiwa, akan menemui kematian akibat penyakit yang sesungguhnya bisa dicegah, yakni kurang gizi."

Lantas, siapa yang akan tetap hidup dalam bahasa Darwin, "Survival of the fittest"? Dr. Laibow berkata, "Hanya mereka yang kaya, yang mampu menyuplai gizi dan vitamin dalam makanan mereka yang akan tetap bisa hidup." Mereka akan menggunakan propaganda bahwa codex tidak berbahaya, tapi justru sebagai "costumer protection". Dan bagi negara yg menolak untuk menerapkan codex di negaranya, akan dikenakan sanksi ekonomi dr WTO.

Misteri bangunan Georgia Guidestone

Sebagai bentuk serius pelaksanaan program ini, maka dibangunlahGeorgia Guidestones atau American Stonehenge, merupakan batu misterius yang terdapat di Elbert County, Georgia, Amerika. Bangunan misterius ini memiliki tinggi sekitar 20 kaki (6,1 meter), memiliki 6 batu granit seberat 240.000 pon (110.000 Kg). Bentuk bangunan ini, memiliki satu batu di tengah 4 batu besar lainnya, sedangkan satu batu lagi berada di puncak bangunan tersebut.

Benda Raksasa ini menyimpan misteri konspirasi didalamnya, karena memuatTen Commandments of The New World Order (Sepuluh Perintah Tata Dunia Baru) yang di ukir dalam 8 bahasa: Inggris, Spanyol, Swahili (Bahasa Di Afrika), Hindi (Bahasa Sekitar India), Ibrani, Arab, Cina, dan Rusia. banyak orang menafsirkan Kata0kata ini sebagai perintah untuk melaksanakan New World Order.
Inilah 10 Perintah yang terukir di batu tersebut:

1. Maintain humanity under 500,000,000 in perpetual balance with nature.
2. Guide reproduction wisely  improving fitness and diversity.
3. Unite humanity with a living new language.
4. Rule passion  faith  tradition  and all things with tempered reason.
5. Protect people and nations with fair laws and just courts.
6. Let all nations rule internally resolving external disputes in a world court.
7. Avoid petty laws and useless officials.
8. Balance personal rights with social duties.
9. Prize truth  beauty  love  seeking harmony with the infinite.
10. Be not a cancer on the earth  Leave room for nature  Leave room for nature.

Selain 10 perintah di atas, masih ada batu lain yaitu batu diatas ke lima batu lainnya, di batu itu terukir suatu tulisan yanng ditulis menggunakan 4 bahasa, yaitu Babylonian, Sansekerta, Yunani kuno, dan hieroglyph mesir. Arti dari tulisan tersebut adalah "Let These Be Guidestones to An Age of Reason". Selain kelima batu itu ada batu lain yang terletak tidak jauh di sebelah keenam batu tersebut. Batu ini adalah Explanatory tablet, batu yang bersifat menjelaskan keenam batu tersebut.
Situs misterius ini merupakan situs yang paling jelas dalam mengungkap rencana kaum globalis terhadap umat manusia. Situs yang mulai dibangun pada Juni 1979 dikerjakan oleh Elberton Granite Finishing Company atas pesanan dari R.C. Christian, salah satu tokoh Rosikrusian, saudara sekandung Freemasonry. Mereka membangun situs tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap Christian Rosenkreuz, sang pendiri Ordo Rosikrusian di abad 14 M. Semua tokoh Rosikrusian menggunakan simbol R.C dalam setiap tandatangannya.

Prasasti Yoyakhin

Penggalian arkeologis pada tahun 1899-1917 oleh Robert Koldeway di Babilon, sekarang Irak, menemukan tulisan tentang Yoyakhin, misalnya "Prasasti jatah makanan Yoyakhin", yang ditemukan di ruangan arsip raja Nebukadnezar dekat "Gerbang Ishtar" di Babel dan diperkirakan ditulis tahun 592 SM. Ditulis dalam huruf kuneiform, nama Yoyakhin ditulis Ia-'-ú-kinu. Tablet lempengan itu diterjemahkan pada tahun 1930-an oleh pakar Assyriolog Jerman, Ernst Weidner. Empat tablet berisi daftar pembagian jatah minyak dan gandum untuk sejumlah orang termasuk raja Yoyakhin. Diperkirakan paling awal dibuat pada tahun ke-5 setelah pembuangannya ke Babel.[15] Alfred J. Hoerth mencatat hal ini dalam bukunya "Archaeology and the Old Testament" dengan foto tablet kuneiform yang menyebut nama Yoyakhin. Prasasti itu menuliskan bahwa ia dan 5 putranya adalah penerima jatah makanan di Babel

Tablet "Babylon 28122" bertulisan: "kepada Ia-'-u-kin, raja"
Tablet "Babylon 28178" bertulisan:

"10 (sila minyak) untuk raja Yehuda, Yaukin; 2 1/2 sila (minyak) untuk keturunan raja Yehuda; 4 sila untuk delapan pria dari Yudea."

Tablet "Babylon 28186" bertulisan: "10 (sila) untuk Ia-ku-u-ki-nu, putra raja Ia-ku-du, 2½ sila untuk 5 putra raja Ia-ku-du"

Tablet lain bertulisan, "1 1/2 sila (minyak) untuk tiga orang tukan kayu dari Arvad, 1/2 masing-masing; 11 1/2 sila untuk delapan pengerja kayu dari Byblos.; 3 1/2 silauntuk tujuh pemahat Yunani, 1/2 sila masing-masing; 1/2 sila untuk tukang kayu, Nabuetir; 10 sila untuk Ia-ku-u-ki-nu, putra raja Yehuda; 2 1/2 sila untuk lima putra raja Yudea."

Perhitungan waktu

Yoyakhin lahir ketika Yoyakim berusia 18 tahun,[19] dan Matanya/Zedekia berusia 2-3 tahun.
Yoyakhin menjadi raja ketika berusia 18 tahun dan memerintah 3 bulan 10 hari,[3]menurut salah satu perhitungan penanggalan mulai tanggal 9 Desember 598 SM sampai 15 atau 16 Maret 597 SM.[4] Saat itu Zedekia berusia 20-21 tahun. Pada pergantian tahun (sekitar bulan Maret tahun Masehi) raja Nebukadnezar pada tahun ke-8 pemerintahannya,[21] menyuruh membawa Yoyakhin ke Babel beserta perkakas-perkakas yang indah-indah dari rumah TUHAN dan Zedekia, saudara ayah Yoyakhin, menjadi raja atas Yehuda dan Yerusalem. Ini menjadi tahun pertama Yoyakhin dalam pembuangan ke Babel.

Membandingkan catatan di Babel dengan Alkitab Ibrani, lamanya pembuangan Yoyakhin dapat dihitung cermat. Menurut catatan Babel, akhir masa pemerintahan raja Yoyakhin terjadi pada hari ke-2 bulan Adar dalam tahun ke-7 Nebukadnezar (BM 21946 verso, baris 12; lihat Wiseman 1956: 73; TCS 5, 102). Tanggal ini bertepatan dengan 15 atau 16 Maret (perhitungan hari Babel adalah dari matahari terbenam sampai matahari terbenam berikutnya, jadi meliputi 2 hari penanggalan Masehi) 597 SM.

Pada tahun ke-5 sesudah raja Yoyakhin dibuang, tanggal lima bulan itu, datanglah firman TUHAN kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di tepi sungai Kebar, dan di sana kekuasaan TUHAN meliputi dia. Sama dengan tahun ke-13 pemerintahan Nebukadnezar sebagai raja Babel, atau tahun ke-5 pemerintahan raja Zedekia di Yerusalem, 6 tahun sebelum Yerusalem dihancurkan. (~ 593 SM). Pada tahun ke-11 sesudah pembuangan Yoyakhin, dalam bulan yang ke-5 pada tanggal 7 bulan itu (menurut Kitab 2 Raja-raja; tanggal 10 menurut Kitab Yeremia) -- itulah tahun ke-19 zaman raja Nebukadnezar, raja Babel -- datanglah Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, pegawai raja Babel, ke Yerusalem. Ia membakar rumah TUHAN, rumah raja dan semua rumah di Yerusalem; semua rumah orang-orang besar dibakarnya dengan api. Tembok sekeliling kota Yerusalem dirobohkan oleh semua tentara Kasdim yang ada bersama-sama dengan kepala pasukan pengawal itu. Sisa-sisa rakyat yang masih tinggal di kota itu dan para pembelot yang menyeberang ke pihak raja Babel dan sisa-sisa khalayak ramai diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu. (~ 586 SM). Dalam tahun ke-37 sesudah pembuangan Yoyakhin, raja Yehuda, ke Babel, dalam bulan yang ke-12, pada tanggal 25 bulan itu (menurut Kitab Yeremia; tanggal 27 menurut Kitab 2 Raja-raja), maka Ewil-Merodakh, raja Babel, dalam tahun ia menjadi raja, menunjukkan belas kasihannya kepada Yoyakhin, raja Yehuda, dengan melepaskannya dari penjara. (~562 SM) Saat itu Yoyakhin sudah berusia 55 tahun.

Menurut tahun Kerajaan Yehuda
Menurut perhitungan waktu pemerintahan raja Asa, Yosafat dan seterusnya, maka tahun-tahun kehidupan Yoyakhin dapat dihitung sejak berdirinya Kerajaan Yehuda (mulai dari pecahnya Kerajaan Israel). Tahun ke-368 (tahun ke-24 Yosia): Yekhonya atau Yoyakhin dilahirkan oleh Nehusta binti Elnatan, dari Yerusalem, bagi Yoyakim (18 tahun), ketika Yosia berusia 32 tahun,[3][28] Yoahas berusia 16 tahun, Matanya atau Zedekia berusia 3 tahun. (~ 616 SM)

Tahun Ke-375 (~ 609 SM). Tahun ke-375 bersamaan dengan tahun ke-31 pemerintahan raja Yosia di Yerusalem

Usia: Yosia 39 tahun, Yoyakim 25 tahun, Yoahas 23 tahun, Zedekia 10 tahun, Yoyakhin 7 tahun. Raja Yosia wafat pada usia 39 tahun akibat luka yang dialaminya dalam pertempuran melawan pasukan Mesir di bawah Firaun Nekho II.[32] Ia digantikan oleh putranya,Yoahas (23 tahun) menjadi raja atas Kerajaan Yehuda. Yoahas dipecat dari pemerintahannya di Yerusalem oleh Firaun Nekho II dan dikurung di Ribla, di tanah Hamat,[33] kemudian dibawa ke Mesir sampai mati di sana. Elyakim bin Yosia, saudara Yoahas, diangkat oleh Firaun Nekho II menjadi raja atas Yehuda dan Yerusalem pada usia 25 tahun, dan menukar namanya dengan Yoyakim. Ia memerintah 11 tahun lamanya di Yerusalem.

Tahun ke-376 (tahun ke-1 Yoyakim, Yoyakim 27 tahun, Yoahas 25 tahun, Yehezkiel 16 tahun, Zedekia 12 tahun, Yoyakhin 9 tahun): (~ 608 SM)
Tahun ke-379 (~ 605 SM) Tahun ke-379 bersamaan dengan tahun ke-3 pemerintahan raja Yoyakim di Yerusalem (mulai bulan Tisyri atau September 606 SM-Agustus 605 M)

Usia: Yoyakim 29 tahun, Yoahas 27 tahun, Zedekia 14 tahun, Yoyakhin 11 tahun. Nebukadnezar, raja Babel, mengepung dan merebut Yerusalem antara bulan April dan Agustus 605 M, kemudian membawa sebagian dari perkakas-perkakas di rumah Allah ke tanah Sinear, ke dalam perbendaharaan dewa Babel serta beberapa orang Israel, yang berasal dari keturunan raja dan dari kaum bangsawan, untuk bekerja dalam istana raja, di antaranya: Daniel, Hananya, Misael dan Azarya. Nabopolassar, raja Babel, ayah Nebukadnezar, mangkat di ibukotanya, pada tanggal 8 Abu (bulan ke-5 Ab) = 15 Agustus 605 SM, setelah memerintah selama 21 tahun. Nebukadnezar duduk di atas tahta di Babilon mulai tanggal 1 Ululu (Elul) = 7 September 605 SM. Pada tahun naik tahtanya itu Nebukadnezar kembali lagi ke tanah Hatti (= Suriah dan Palestina) sampai bulan Shabatu = bulan ke-11 Syeba (Januari-Februari). Tahun ke-4 Yoyakim dimulai pada bulan Tisyri atau September 605 SM

Tahun ke-380 (~ 604 SM) Tahun ke-380 bersamaan dengan tahun ke-4 pemerintahan raja Yoyakim di Yerusalem (mulai bulan Tisyri atau September 605 SM-Agustus 604 M)

Usia: Yoyakim 30 tahun, Yoahas 28 tahun, Yehezkiel 19 tahun, Zedekia 15 tahun, Yoyakhin 12 tahun). Tahun ke-1 Nebukadnezar, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan atau Maret/April 604 SM. Nabi Yeremia menerima Firman Tuhan mengenai penduduk Yerusalem antara bulan April dan Agustus 604 SM (tahun ke-4 Yoyakim, tahun ke-1 Nebukadnezar). Penyusunan pertama Kitab Yeremia yang memuat semua nubuat yang diterimaYeremia dari Allah sejak zaman raja Yosia sampai saat itu. Jurutulis kitab itu adalahBarukh. Tahun ke-5 Yoyakim dimulai pada bulan Tisyri atau September 604 SM

Tahun ke-381 (tahun ke-5 Yoyakim, Yoyakim 31 tahun, Yoahas 29 tahun, Yehezkiel 20 tahun, Zedekia 16 tahun, Yoyakhin 13 tahun): (~ 603 SM)

Pada bulan ke-9 (Kislew; musim dingin; Desember 603 SM), pada hari puasa, Barukh bin Neria membacakan Kitab Yeremia yang memuat semua nubuat yang diterimaYeremia dari Allah sejak zaman raja Yosia sampai saat itu, tetapi gulungan itu kemudian dipotong-potong dan dibakar habis oleh raja Yoyakim, sehingga nabiYeremia menyuruh Barukh membuat gulungan yang kedua.[40] Hari puasa ini mungkin berhubungan dengan peristiwa dihancurkannya Askelon oleh Nebukadnezar pada bulan yang sama tahun sebelumnya, menurut catatan Tawarikh Yerusalem yang dibuat oleh Kerajaan Babel.

Tahun ke-387 (~ 598 SM) Tahun ke-387 bersamaan dengan tahun ke-10 pemerintahan raja Yoyakim di Yerusalem (mulai bulan Tisyri atau September 599 SM-Agustus 598 M)

Usia: Yoyakim 36 tahun, Yoahas 34 tahun, Zedekia 21 tahun, Yoyakhin 18 tahun. Tahun ke-7 Nebukadnezar, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan atau Maret/April 598 SM. Tahun ke-11 Yoyakim dimulai pada bulan Tisyri atau September 598 SM. Sebanyak 3.023 orang Yehuda dibuang ke Babel. Yerusalem mulai dikepung pada bulan November 598 SM. Yoyakim ditangkap dan dibawa ke luar dari Yerusalem dengan dirantai pada bulanKislew atau Desember 598 SM; mati pada usia 36 tahun,[26] digantikan oleh putranya,Yoyakhin menjadi raja atas Kerajaan Yehuda, yang saat itu berusia 18 tahun.

Tahun ke-388 (~ 597 SM) Tahun ke-388 bersamaan dengan tahun ke-1 pemerintahan raja Yoyakhin di Yerusalem (mulai bulan Kislew atau Desember 598 SM)

Tahun ke-8 Nebukadnezar, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan atau 21 Maret 597 SM. Setelah 3 bulan 10 hari memerintah di Yerusalem (sampai akhir Maret 597 SM),Yoyakhin ditawan oleh Nebukadnezar II dan setelah hari Paskah (15 Nisan; 5 April 597 SM) bersama-sama 7000 orang rakyatnya dibawa ke Babel sampai mati di sana. Imam Yehezkiel (25 tahun) turut dibawa pergi ke Babel. Matanya bin Yosia, paman Yoyakhin, diangkat oleh Nebukadnezar II menjadi raja atas Yehuda dan Yerusalem, dan menukar namanya menjadi Zedekia. Ia memerintah 11 tahun lamanya di Yerusalem. Tahun ke-1 pemerintahan Zedekia dan pembuangan Yoyakhin (juga Yehezkiel) dimulai pada bulan Tisyri atau September 597 SM.

Tahun ke-393 (tahun ke-5 Yoyakhin dalam pembuangan, Yoahas 39 tahun, Yehezkiel 30 tahun, Zedekia 26 tahun, Yoyakhin 23 tahun), sama dengan tahun ke-13 pemerintahan Nebukadnezar sebagai raja Babel, atau tahun ke-5 pemerintahan raja Zedekia di Yerusalem, 6 tahun sebelum Yerusalem dihancurkan: (~ 592 SM) Dalam bulan ke-4 tanggal 5 pertama kali firman TUHAN datang kepada imam Yehezkiel, anak Busi, di negeri orang Kasdim di Tel-Abib, di tepi sungai Kebar. Dalam bulan ke-4 tanggal 12 TUHAN menetapkan Yehezkiel sebagai penjaga Israel.

Tahun ke-394 (tahun ke-6 Yoyakhin dalam pembuangan, Yoahas 40 tahun, Yehezkiel 31 tahun, Zedekia 27 tahun, Yoyakhin 24 tahun), sama dengan tahun ke-14 pemerintahan Nebukadnezar sebagai raja Babel, atau tahun ke-6 pemerintahan raja Zedekia di Yerusalem, 5 tahun sebelum Yerusalem dihancurkan: (~ 591 SM) Dalam bulan ke-6 tanggal 5 waktu Yehezkiel duduk di rumahnya berhadap-hadapan dengan para tua-tua Yehuda, ia mendapat penglihatan dan seperti dibawa ke Yerusalem untuk melihat berhala kekejian yang ada di dalam bait Allah. Tahun ke-395 (tahun ke-7 Yoyakhin dalam pembuangan, Yoahas 41 tahun, Yehezkiel 32 tahun, Zedekia 28 tahun, Yoyakhin 25 tahun), sama dengan tahun ke-15 pemerintahan Nebukadnezar sebagai raja Babel, atau tahun ke-7 pemerintahan raja Zedekia di Yerusalem, 4 tahun sebelum Yerusalem dihancurkan: (~ 590 SM) Dalam bulan ke-5 tanggal 10 beberapa orang dari tua-tua Israel datang untuk meminta petunjuk dari pada TUHAN dan duduk di hadapanYehezkiel.

Tahun ke-397 (~ 588 SM) Tahun ke-397 bersamaan dengan tahun ke-9 pemerintahan raja Zedekia di Yerusalem dan pembuangan Yoyakhin (juga Yehezkiel) di Babel (mulai bulan Tisyri atau September 589 SM)

Usia: Zedekia 30 tahun, Yoyakhin 27 tahun, Yoahas 43 tahun, Yehezkiel 34 tahun. Pada tanggal 10 Januari 588 SM, Nebukadnezar mulai mengepung Yerusalem (ada pakar yang berpendapat dimulai sejak akhir Desember 589 SM). Tahun ke-17 Nebukadnezar, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan atau Maret 588 SM. Tahun ke-10 pemerintahan Zedekia dan pembuangan Yoyakhin (juga Yehezkiel) dimulai pada bulan Tisyri atau September 588 SM.

Tahun ke-398 (~ 587 SM)
Tahun ke-398 bersamaan dengan tahun ke-10 pemerintahan raja Zedekia di Yerusalem dan pembuangan Yoyakhin (juga Yehezkiel) di Babel (mulai bulan Tisyri atau September 588 SM).

Usia: Zedekia 31 tahun, Yoyakhin 28 tahun, Yoahas 44 tahun, Yehezkiel 35 tahun. Tahun ke-18 Nebukadnezar, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan atau Maret 587 SM. Sebanyak 823 orang Yehuda dibuang ke Babel. Tahun ke-11 Zedekia dan pembuangan Yoyakhin (juga Yehezkiel) di Babel dimulai pada bulan Tisyri atau September 587 SM. Dalam bulan ke-10 tanggal 12 TUHAN berfirman kepada Yehezkiel perihal nubuat melawan Firaun, raja Mesir, dan seluruh Mesir.

Tahun ke-399 (~ 586 SM). Tahun ke-399 bersamaan dengan tahun ke-11 pemerintahan raja Zedekia di Yerusalem dan pembuangan Yoyakhin (juga Yehezkiel) di Babel (mulai bulan Tisyri atau September 587 SM).

Usia: Zedekia 32 tahun, Yoyakhin 29 tahun, Yoahas 45 tahun, Yehezkiel 36 tahun. Tahun ke-19 Nebukadnezar, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan atau Maret 586 SM. Tahun ke-12 pembuangan Yoyakhin dan Yehezkiel dimulai pada bulan Nisan atauMaret 586 SM.

Dalam bulan ke-1 tanggal 1 TUHAN berfirman kepada Yehezkiel perihal kehancuran kota Tirus.

Dalam bulan ke-1 tanggal 7 TUHAN berfirman kepada Yehezkiel bahwa Firaun, raja Mesir, akan dipatahkan dan orang Mesir diserakkan, sedangkan raja Babel menjadi kuat. Dalam bulan ke-3 tanggal 1 TUHAN berfirman kepada Yehezkiel perihal Firaun, raja Mesir, dan khalayak ramai di Mesir. Dalam bulan ke-5 (bulan Ab atau Juli/Agustus 586 SM) tanggal 7 (menurut Kitab 2 Raja-raja; tanggal 10 menurut Kitab Yeremia) -- itulah tahun ke-19 zaman raja Nebukadnezar, raja Babel Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal, pegawai raja Babel, datang ke Yerusalem membakar rumah TUHAN, rumah raja dan semua rumah di Yerusalem; semua rumah orang-orang besar dibakarnya dengan api. Tembok sekeliling kota Yerusalem dirobohkan oleh semua tentara Kasdim yang ada bersama-sama dengan kepala pasukan pengawal itu. Sisa-sisa rakyat yang masih tinggal di kota itu dan para pembelot yang menyeberang ke pihak raja Babel dan sisa-sisa khalayak ramai diangkut ke dalam pembuangan oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal itu. Zedekia mencoba melarikan diri dari Yerusalem, tertangkap oleh tentara Babel (bulanAgustus 586 SM), ditawan, dibuatkan matanya, dan dibawa dengan rantai ke Babel, hingga mati di sana.

Tahun ke-400 (~ 585 SM)

Usia: Yoyakhin 30 tahun, Yehezkiel 37 tahun, kalau masih hidup: Yoahas 46 tahun, Zedekia 33 tahun. Dalam bulan yang ke-10 (Januari 585 SM) pada hari ke-5 seorang yang terluput dari Yerusalem sampai kepada Yehezkiel, di tepi sungai Kebar di Babel, dan berkata: "Kota itu sudah ditaklukkan!". Tahun ke-20 Nebukadnezar, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan 585 SM. Tahun ke-13 pembuangan Yoyakhin dan Yehezkiel dimulai pada bulan Nisan atau April585 SM. Dalam bulan ke-1 (~April) 585 SM tanggal 15 TUHAN berfirman kepada Yehezkiel perihal suatu ratapan mengenai khalayak ramai di Mesir.

Tahun ke-401 (~ 584 SM)

Usia: Yoyakhin 31 tahun, Yehezkiel 38 tahun, kalau masih hidup: Yoahas 47 tahun, Zedekia 34 tahun. Dalam bulan ke-12 (Maret 584 SM) tanggal 1, TUHAN berfirman kepada Yehezkiel perihal suatu ratapan mengenai Firaun, raja Mesir.Tahun ke-21 Nebukadnezar, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan 584 SM. Tahun ke-14 pembuangan Yoyakhin dan Yehezkiel dimulai pada bulan Nisan atau April584 SM.

Tahun ke-403 (~ 582 SM)

Usia: Yoyakhin 33 tahun, Yehezkiel 40 tahun, kalau masih hidup: Yoahas 49 tahun, Zedekia 36 tahun. Tahun ke-23 Nebukadnezar, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan 582 SM. Tahun ke-16 pembuangan Yoyakhin dan Yehezkiel dimulai pada bulan Nisan atau April582 SM. Dalam bulan ke-7 (Tisyri; ~September-Oktober) tanggal 1 582 SM Gedalya bin Ahikam bin Safan, yang diangkat oleh raja Babel untuk menjadi walinegeri atas negeri Yehuda, dibunuh oleh Ismael bin Netanya bin Elisama. Juga Ismael dan 10 pengikutnya membunuh semua orang Yehuda yang ada bersama-sama dengan Gedalya di Mizpa dan orang-orang Kasdim, yakni prajurit, yang terdapat di sana dipukul mati oleh Ismael. Keesokan harinya, Ismael dan para pengikutnya membunuh sejumlah peziarah yang kebetulan datang ke Mizpa. Selanjutnya Ismael dan 8 pengikutnya melarikan diri ke Amon, setelah usahanya membawa tawanan dariMizpa untuk dibawa ke Amon digagalkan oleh Yohanan bin Kareah serta semua perwira tentara yang bersamanya. Rupanya inilah alasan kedatangan kembali Nebuzaradan ke tanah Yehuda, yaitu untuk menghukum pembunuh Gedalya, namun akhirnya ia pergi membawa sisa orang Yehuda yang masih tinggal. Yohanan bin Kareah dan Azarya bin Hosaya serta semua perwira tentara yang bersama-sama dengan dia mengumpulkan seluruh sisa-sisa rakyat Yehuda: laki-laki, prajurit-prajurit, perempuan, anak-anak dan pegawai-pegawai istana yang dibawa kembali dari Gibeon, kemudian mereka berjalan terus dan berhenti di tempat penginapan milik Kimham dekat Betlehem, dengan maksud berjalan terus menujuMesir, untuk mengelakkan orang-orang Kasdim, yang ditakuti mereka. Mereka membawa juga nabi Yeremia dan Barukh bin Neria, maka sampailah mereka di Tahpanhes,[63] kota perbatasan Mesir dekat cabang paling timur sungai Nil yang bermuara di Pelusium, di mana para pengungsi harus menunggu sampai pemerintah Mesir memutuskan untuk menerima mereka atau tidak. Sebanyak 745 orang Yehuda, penduduk terakhir yang tersisa, dibuang ke Babel oleh Nebuzaradan, kepala pasukan pengawal.

Tahun ke-413 (~ 572 SM)

Usia: Yoyakhin 42 tahun, Yehezkiel 49 tahun, kalau masih hidup: Yoahas 58 tahun, Zedekia 45 tahun Tahun ke-32 Nebukadnezar, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan 572 SM. Tahun ke-25 pembuangan Yoyakhin dan Yehezkiel dimulai pada bulan Nisan atau April572 SM. Pada permulaan tahun (bulan Nisan), pada hari ke-10 (tahun ke-14 sesudah Yerusalem ditaklukkan) Yehezkiel mendapat penglihatan mengenai Bait Allah yang baru.

Tahun ke-415 (~ 570 SM)

Usia: Yoyakhin 44 tahun, Yehezkiel 51 tahun, kalau masih hidup: Yoahas 60 tahun, Zedekia 47 tahun. Tahun ke-34 Nebukadnezar, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan 570 SM. Tahun ke-27 pembuangan Yoyakhin dan Yehezkiel dimulai pada bulan Nisan atau April570 SM. Dalam bulan ke-1 tanggal 1 TUHAN berfirman kepada Yehezkiel perihal Mesir menjadi upah Nebukadnezar.

Tahun ke-418 (~ 567 SM)

Usia: Yoyakhin 47 tahun, Yehezkiel 54 tahun, kalau masih hidup: Yoahas 63 tahun, Zedekia 50 tahun. Tahun ke-37 Nebukadnezar, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan 567 SM. Tahun ke-30 pembuangan Yoyakhin dan Yehezkiel dimulai pada bulan Nisan atau April567 SM. Menurut Tawarikh Babel, Nebukadnezar tahun ini menyerang Mesir. Tidak diketahui apakan ini penyerangan pertama atau bukan. Nebukadnezar dilaporkan menerima kekayaan Mesir sebagai balasan tindakan militernya untuk memenuhi penghakiman Allah terhadap Tirus, yang melawan umat Allah.[69] Menurut sejarawan Yahudi-Romawi, Flavius Yosefus, sewaktu telah merebut Mesir, Nebukadnezar membunuh sejumlah orang Yahudi dan menawan sisanya ke dalam pembuangan di Babel, tepat seperti nubuatan Yeremia.

Tahun ke-424 (~ 562 SM)

Usia: Yoyakhin 53 tahun, kalau masih hidup: Yehezkiel 58 tahun, Yoahas 69 tahun, Zedekia 56 tahun. Tahun ke-43 Nebukadnezar, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan 562 SM. Tahun ke-36 pembuangan Yoyakhin dan Yehezkiel dimulai pada bulan Nisan atau April562 SM. Nebukadnezar mangkat pada tahun ke-43 pemerintahannya, digantikan oleh Ewil-Merodakh menjadi raja Babel.
Tahun ini adalah tahun naiknya Ewil-Merodakh menjadi raja.

Tahun ke-425 (~ 561 SM)

Usia: Yoyakhin 54 tahun, kalau masih hidup: Yehezkiel 59 tahun, Yoahas 70 tahun, Zedekia 57 tahun. Dalam bulan yang ke-12 (Maret 561 SM), pada tanggal 25 bulan itu (menurut Kitab Yeremia; tanggal 27 menurut Kitab 2 Raja-raja), maka Ewil-Merodakh, raja Babel, dalam tahun ia menjadi raja, menunjukkan belas kasihannya kepada Yoyakhin, raja Yehuda, dengan melepaskannya dari penjara. Tahun ke-1 Ewil-Merodakh, raja Babel, dimulai pada bulan Nisan 561 SM. Tahun ke-37 pembuangan Yoyakhin dan Yehezkiel dimulai pada bulan Nisan atau April561 SM. Tahun Yobel dimulai pada tanggal 10 bulan Tisyri atau September 561 SM.

Tahun ke-447 (tahun ke-59 Yoyakhin dalam pembuangan, kalau masih hidup: Yoyakhin 76 tahun, Yoahas 92 tahun, Yehezkiel 81 tahun, Zedekia 79 tahun): (~ 539 SM)

Koresh Agung merebut dan menguasai Kerajaan Babel dan mengeluarkan perintah agar orang Yahudi diizinkan kembali ke tanah Israel dan Yerusalem.