Sejarah Dunia Kuno

Lion of Judah Open Doors 2019

Feb 11, 2011

Lukisan Tuhan

"Jangan membuat bagimu patung [atau sesuatu] yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi." (Keluaran 20:4)

Untuk membuat suatu patung atau gambar atau film tentang Tuhan semesta alam adalah sesuatu yang benar-benar salah dan sangat tidak alkitabiah. Tuhan telah menyatakan bahwa Ia tidak ber-komunikasi dengan umat manusia melalui patung atau gambar atau film tetapi Tuhan memberikan kepada kita perintah-perintah melalui tulisan-tulisan yang
dapat kita baca di dalam Kitab Suci.

Untuk membuat patung atau gambar tentang Tuhan akan menjadi suatu "berhala" yang sangat menyesatkan karena mereka yang memilikinya di rumah-rumah mereka akan berpikir bahwa mereka telah mengenal atau dilindungi oleh Tuhan dimana hal yang sebenarnya sama sekali tidak demikian. Pada kenyataannya Alkitab dengan keras melarang umat manusia untuk membuat sesuatu yang "menyerupai" Tuhan.

Pada Sepuluh Perintah Allah dalam kitab Keluaran 20:3-5 Tuhan berkata demikian:

"Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung [atau sesuatu] yang MENYERUPAI apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu  "

[harap diperhatikan bahwa dalam bahasa aslinya ayat 4 berkata: " ... atau sesuatu yang menyerupai apapun yang ada di langit ..."]

Kitab Ulangan 4:12 & 15-16 juga menyatakan alasan mengapa Tuhan memerintahkan umat manusia untuk "tidak" membuat patung atau sesuatu yang menyerupai Tuhan Yang Maha Suci. Ayat ini juga menggunakan ungkapan "menyerupai" (temunah) seperti yang digunakan dalam kitab Keluaran 20:4. Dalam ayat itu Tuhan berpesan kepada bangsa Israel
demikian:

"Lalu berfirmanlah TUHAN kepadamu dari tengah-tengah api; suara kata-kata kamu dengar, tetapi suatu rupa tidak kamu lihat, hanya ada suara. Hati-hatilah sekali -sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api-- supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung
yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan"

Dan ayat 17-20 melanjutkan demikian:

"yang berbentuk binatang yang di bumi, atau berbentuk burung bersayap yang terbang di udara, atau berbentuk binatang yang merayap di muka bumi, atau berbentuk ikan yang ada di dalam air di bawah bumi; dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara
langit, engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka, sedangkan TUHAN telah mengambil kamu dan membawa kamu keluar dari dapur peleburan besi, dari Mesir, untuk menjadi umat milik-Nya sendiri, seperti yang terjadi sekarang ini."

Ini adalah peringatan yang sangat keras yang seharusnya membuat kita gemetar. Oleh karena itu dengan tidak ragu-ragu saya akan merobek (menggunting) gambar-gambar yang dinyatakan sebagai gambar Tuhan yang kadang ada di dalam Alkitab, dan menghancurkan patung-patung yang dinyatakan sebagai patung Tuhan atau ibu dari Tuhan atau bapa Tuhan.

Orang-orang percaya yang sudah "diciptakan kembali dalam citra Tuhan" (Kolose 3:10) melalui karya keselamatan Tuhan yang penuh kasih akan puas selama-lamanya hanya dengan Tuhan sendiri, seperti yang ditunjukkan dalam kitab Mazmur 17:15 demikian:

"Tetapi aku, dalam KEBENARAN akan kupandang wajah-Mu [yaitu Firman-Mu], dan pada waktu bangun aku akan menjadi puas dengan rupa-Mu."

Ada banyak orang yang kurang menyadari fakta bahwa Yesus adalah Allah Yang Maha Agung dan Suci dan Ia tidak berhenti menjadi Allah (Yohanes 10:30). Sebuah lukisan adalah semacam gambar dua-dimensi, dan film juga adalah semacam gambar. Manusia menginginkan Tuhan yang mudah untuk dimengerti menurut keinginan mereka sendiri tetapi pada dasarnya manusia membenci Firman Tuhan di dalam Alkitab yang dapat menyatakan dosa-dosa mereka.

Intinya, umat manusia sangat menyadari bahwa mereka telah berdosa terhadap Tuhan, akan tetapi dalam kesombongannya manusia berpikir bahwa mereka dapat "menutupi" dosa-dosa mereka melalui "pekerjaan" mereka sendiri (yaitu buatan tangan manusia) dengan sesuatu yang mereka anggap baik. Dalam sifat alaminya manusia hanya ingin datang
kepada Tuhan menurut syarat-syarat mereka sendiri tetapi bukan menurut syarat-syarat Tuhan. Tetapi kenyataannya perbuatan seperti ini sama sekali sia-sia, dan ini adalah sama seperti membohongi diri sendiri.

Kitab Yesaya 59:6 mengajarkan kepada kita demikian:

"Sarang yang ditenun itu tidak dapat dipergunakan sebagai pakaian, dan buatan [yaitu pekerjaan] mereka itu tidak dapat dipakai sebagai kain [yaitu penutup]; perbuatan mereka adalah perbuatan kelaliman, dan yang dikerjakan tangan mereka adalah kekerasan belaka."

Dan kitab Yesaya 30:1 lebih jauh menyatakan demikian:

"Celakalah anak-anak pemberontak, demikianlah firman TUHAN, yang melaksanakan suatu rancangan yang bukan dari pada-Ku, yang memasuki suatu persekutuan [yaitu penutup], yang bukan oleh dorongan Roh-Ku, sehingga dosa mereka bertambah-tambah"

Dan kitab Mazmur 115:4-8 menunjukkan keinginan manusia yang berdosa untuk membuat dan menyembah tuhan yang mereka inginkan sendiri --tetapi bukan Tuhan Yang Benar dan Yang Hidup-- seperti yang dinyatakan di dalam Alkitab. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Berhala-berhala mereka adalah perak dan emas, BUATAN TANGAN MANUSIA, mempunyai mulut, tetapi tidak dapat berkata-kata, mempunyai mata, tetapi tidak dapat melihat, mempunyai telinga, tetapi tidak dapat mendengar, mempunyai hidung, tetapi tidak dapat mencium, mempunyai tangan, tetapi tidak dapat meraba-raba, mempunyai kaki, tetapi tidak
dapat berjalan, dan tidak dapat memberi suara dengan kerongkongannya. Seperti itulah jadinya orang-orang yang membuatnya, dan semua orang yang percaya kepadanya."


Sepanjang sejarah manusia telah mencoba untuk menciptakan tuhan yang kekal dan tidak terbatas "menurut gambaran manusia". Dalam dosa pemberontakannya manusia mencari jalan untuk merendahkan sang Pencipta kepada sesuatu dapat mereka mengerti, --sesuatu yang dapat mereka kendalikan--, sesuatu ilah yang dapat berpindah-pindah dan sangat
praktis sama halnya seperti tuhan boneka.

Tuhan banyak berbicara tentang ilah-ilah palsu yang dengan tidak sadar disembah oleh manusia, seperti yang dinyatakan ayat-ayat berikut ini:

Kitab Ulangan 27:15 memperingatkan demikian:

"Terkutuklah orang yang membuat patung pahatan atau patung tuangan, suatu kekejian bagi TUHAN, buatan tangan seorang tukang, dan yang mendirikannya dengan tersembunyi. Dan seluruh bangsa itu haruslah menjawab: Amin!"

Kitab Yesaya 44:10 menjelaskan demikian:

"Siapakah yang membentuk allah dan menuang patung yang tidak memberi faedah?"

Kitab Yesaya 45:20 menyatakan demikian:

"Berhimpunlah dan datanglah, tampillah bersama-sama, hai kamu sekalian yang terluput di antara bangsa-bangsa! Tiada berpengetahuan orang-orang yang mengarak patung dari kayu dan yang berdoa kepada allah yang tidak dapat menyelamatkan."

Kitab Habakuk 2:18 berkata demikian:

"Apakah gunanya patung pahatan, yang dipahat oleh pembuatnya? Apakah gunanya patung tuangan, pengajar dusta itu? Karena pembuatnya percaya akan buatannya, padahal berhala-berhala bisu belaka yang dibuatnya."

Walaupun kebanyakan orang pada hari sekarang ini tidak menyembah "patung berhala" atau "gambar-gambar" dari Tuhan, mereka sama bersalahnya dengan orang-orang yang menyembah patung karena mereka menyembah pikiran mereka sendiri, atau ilmu pengetahuan, atau kemanusiaan, atau ketenaran, atau kekuasaan, uang, politik, atau
sesuatu yang semacam itu.

Kitab Roma 1:21-22 dan ayat 25 dengan jelas menyatakan demikian:

"Sebab sekalipun mereka mengenal Allah, mereka tidak memuliakan Dia sebagai Allah atau mengucap syukur kepada-Nya. Sebaliknya pikiran mereka menjadi sia-sia dan hati mereka yang bodoh menjadi gelap. Mereka berbuat seolah-olah mereka penuh hikmat, tetapi mereka telah menjadi bodoh. Sebab mereka menggantikan kebenaran Allah
dengan dusta dan memuja dan menyembah makhluk [yaitu yang diciptakan] dengan melupakan Penciptanya yang harus dipuji selama-lamanya, amin."

No comments: