Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

May 18, 2016

Dinasti Cina

Cina adalah salah satu sejarah kebudayaan tertua di dunia. Dari penemuan arkeologi dan antropologi, daerah Cina telah didiami oleh manusia purba sejak 1,7 juta tahun yang lalu. Peradaban Cina berawal dari berbagai negara kota di sepanjang lembah Sungai Kuning pada zaman Neolitikum. Sejarah tertulis Cina dimulai sejak Dinasti Shang (k. 1750 SM – 1045 SM). Cangkang kura-kura dengan tulisan Cina kuno yang berasal dari Dinasti Shang memiliki penanggalan radiokarbon hingga 1500 SM. Budaya, sastra, dan filsafat Cina berkembang pada zaman Dinasti Zhou (1045 SM hingga 256 SM) yang melanjutkan Dinasti Shang. Dinasti ini merupakan dinasti yang paling lama berkuasa dan pada zaman dinasti inilah tulisan Cina modern mulai berkembang.

Dinasti Xia (2100 SM-1600 SM)

Dinasti Xia adalah dinasti pertama yang diceritakan dalam catatan sejarah seperti Catatan Sejarah Agung dan Sejarah Bambu.Dinasti ini didirikan oleh Yu yang Agung. Sebagian besar arkeolog sekarang menghubungkan Dinasti Xia dengan hasil-hasil ekskavasi di Erlitou, provinsi Henan,yang berupa temuan perunggu leburan dari sekitar tahun 2000 SM. Beragam tanda-tanda yang terdapat pada tembikar dan kulit kerang yang ditemukan pada periode ini, diduga adalah bentuk pendahulu dari aksara moderen Cina.

Dinasti Shang (1560 SM-1045 SM)

Dinasti Shang menurut sumber tradisional adalah dinasti pertama Cina. Menurut kronologi berdasarkan perhitungan Liu Xin, dinasti ini berkuasa antara 1766 SM dan 1122 SM, sedangkan menurut Sejarah Bambu adalah antara 1556 SM dan 1046 SM. Hasil dari Proyek Kronologi Xia Shang Zhou pemerintah Republik Rakyat Cina pada tahun 1996 menyimpulkan bahwa dinasti ini memerintah antara 1600 SM sampai 1046 SM. Informasi langsung tentang dinasti ini berasal dari inskripsi pada artefak perunggu dan tulang orakel, serta dari Catatan Sejarah Agung (Shiji) karya Sima Qian.

Temuan arkeologi memberikan bukti keberadaan Dinasti Shang sekitar 1600–1046 SM, yang terbagi menjadi dua periode. Bukti keberadaan Dinasti Shang periode awal (k. 1600-1300 SM) berasal dari penemuan-penemuan di Erlitou, Zhengzhou dan Shangcheng. Sedangkan bukti keberadaan Dinasti Shang periode kedua (k. 1300–1046 SM) atau periode Yin , berasal dari kumpulan besar tulisan pada tulang orakel. Para arkeolog mengkonfirmasikan bahwa kota Anyang di provinsi Henan adalah ibukota terakhir Dinasti Shang, dari sembilan ibukota lainnya. Dinasti Shang diperintah 31 orang raja, sejak Raja Tang sampai dengan Raja Zhou sebagai raja terakhir. Masyarakat Cina masa ini mempercayai banyak dewa, antara lain dewa-dewa cuaca dan langit, serta dewa tertinggi yang dinamakan Shang-Ti. Mereka juga percaya bahwa nenek moyang mereka, termasuk orang tua dan kakek-nenek mereka, setelah meninggal akan menjadi seperti dewa pula dan layak disembah. Sekitar tahun 1500 SM, orang Cina mulai menggunakan tulang orakel untuk memprediksi masa depan.

Para ilmuwan Barat cenderung ragu-ragu untuk menghubungkan berbagai permukiman yang sezaman dengan pemukiman Anyangsebagai bagian dari dinasti Shang. Hipotesa terkuat ialah telah terjadinya ko-eksistensi antara Anyang yang diperintah oleh Dinasti Shang, dengan pemukiman-pemukiman berbudaya lain di wilayah yang sekarang dikenal sebagai “Cina sebenarnya” (China proper).

Dinasti Zhou (1027 SM–256 SM)

Dinasti Zhou adalah dinasti terlama berkuasa dalam sejarah Cina yang menurut ProyekKronologi Xia Shang Zhou berkuasa antara 1046 SM hingga 256 SM. Dinasti ini mulai tumbuh dari lembah Sungai Kuning, di sebelah barat Shang. Penguasa Zhou, Wu Wang, berhasil mengalahkan Shang pada Pertempuran Muye. Pada masa Dinasti Zhou mulailah dikenal konsep “Mandat Langit” sebagai legitimasi pergantian kekuasaan, dan konsep ini seterusnya berpengaruh pada hampir setiap pergantian dinasti di Cina. Ibukota Zhou awalnya berada di wilayah barat, yaitu dekat kota Xi’an moderen sekarang, namun kemudian terjadi serangkaian ekpansi ke arah lembah Sungai Yangtze. Dalam sejarah Cina, ini menjadi awal dari migrasi-migrasi penduduk selanjutnya dari utara ke selatan. Pada Dinasti ini banyak bermunculan tokoh-tokoh seperti Lao Tzu dan Kong Fu Tzu

Periode Musim Semi dan Musim Gugur (722 SM-476 SM)

Pada sekitar abad ke-8 SM, terjadi desentralisasi kekuasaan pada Periode Musim Semi dan Musim Gugur, yang diberi nama berdasarkan karya sastra Chun Qiu (Musim Semi dan Gugur). Pada zaman ini, pimpinan militer lokal yang digunakan Zhou mulai menunjukkan kekuasaannya dan berlomba-lomba memperoleh hegemoni. Invasi dari barat laut, misalnya oleh Qin, memaksa Zhou untuk memindahkan ibu kotanya ke timur, yaitu ke Luoyang. Ini menandai fase kedua Dinasti Zhou: Zhou Timur. Ratusan negara bermunculan, beberapa di antaranya hanya seluas satu desa, dengan penguasa setempat memegang kekuasaan politik penuh dan kadang menggunakan gelar kehormatan bagi dirinya. Seratus Aliran Pemikiran dari filsafat Cina berkembang pada zaman ini, berikut juga beberapa gerakan intelektual berpengaruh seperti Konfusianisme, Taoisme, Legalisme, dan Mohisme.

Periode Negara Perang (476 SM-221 SM)

Setelah berbagai konsolidasi politik, tujuh negara terkemuka bertahan pada akhir abad ke-5 SM. Meskipun saat itu masih terdapat raja dari Dinasti Zhou sampai 256 SM, namun ia hanya seorang pemimpin nominal yang tidak memiliki kekuasaan yang nyata. Pada masa itu, daerah tetangga dari negara-negara yang berperang juga ditaklukkan dan menjadi wilayah baru, antara lain Sichuan dan Liaoning; yang kemudian diatur di bawah sistem administrasi lokal baru berupa commandery dan prefektur. Negara Qin berhasil menyatukan ketujuh negara yang ada, serta melakukan ekspansi ke wilayah-wilayah Zhejiang, Fujian, Guangdong, dan Guangxi pada 214 SM. Periode saat negara-negara saling berperang hingga penyatuan seluruh Cina oleh Dinasti Qin pada tahun 221 SM, dikenal dengan nama “Periode Negara Perang“, yaitu penamaan yang diambil dari nama karya sejarah Zhan Guo Ce (Strategi Negara Berperang).

Dinasti Qin/Chin (221 SM–206 SM)

Dinasti Qin berhasil menyatukan Cina yang terpecah menjadi beberapa kerajaan pada Periode Negara Perang melalui serangkaian penaklukan terhadap kerajaan-kerajaan lain, dengan penaklukan terakhir adalah terhadap kerajaan Qi pada sekitar tahun 221 SM.  Qin Shi Huang dinobatkan menjadi kaisar pertama Cina bersatu pada tahun tersebut. Dinasti ini terkenal mengawali pembangunan Tembok Besar Cina yang belakangan diselesaikan oleh Dinasti Ming serta peninggalan Terakota di makam Qin Shi Huang.

Beberapa kontribusi besar Dinasti Qin, antara termasuk terbentuknya konsep pemerintahan terpusat, penyatuan undang-undang hukum, diterapkannya bahasa tertulis, satuan pengukuran, dan mata uang bersama seluruh Cina, setelah berlalunya masa-masa kesengsaraan pada Zaman Musim Semi dan Gugur. Bahkan hal-hal yang mendasar seperti panjangnya as roda untuk gerobak dagang, saat itu mengalami penyeragaman demi menjamin berkembangnya sistem perdagangan yang baik di seluruh kekaisaran.

Dinasti Han (206 SM–220 M)

Dinasti Han didirikan oleh Liu Bang, seorang petani yang memimpin pemberontakan rakyat dan meruntuhkan dinasti sebelumnya, Dinasti Qin, pada tahun 206 SM. Zaman kekuasaan Dinasti Han terbagi menjadi dua periode yaitu Dinasti Han Barat (206 SM – 9) dan Dinasti Han Timur (23 – 220) yang dipisahkan oleh periode pendek Dinasti Xin (9 – 23).

Kaisar Wu (Han Wudi) berhasil mengeratkan persatuan dan memperluas kekaisaran Cina dengan mendesak bangsa Xiongnu (sering disamakan dengan bangsa Hun) ke arah stepa-stepa Mongolia Dalam, dengan demikian merebut wilayah-wilayah Gansu, Ningxia, dan Qinghai. Hal tersebut menyebabkan terbukanya untuk pertama kali perdagangan antara Cina dan Eropa, melalui Jalur Sutra. Jenderal Ban Chao dari Dinasti Han bahkan memperluas penaklukannya melintasi pegunungan Pamir sampi ke Laut Kaspia.Kedutaan pertama dari Kekaisaran Romawi tercatat pada sumber-sumber Cina pertama kali dibuka (melalui jalur laut) pada tahun 166, dan yang kedua pada tahun 284.

Pada awalnya, Liu Bang (kaisar Gao) membagi negara menjadi beberapa negara bagian feodal dengan maksud untuk memuaskan para pemimpin negeri yang bergabung dengannya saat perang Chu-Han, walaupun dia berencana akan menyingkirkan mereka setelah Liu Bang menggabungkan dan mengkonsolidir pasukannya menjadi kekuatan penuh.

Pada masa dinasti Han, ajaran Konfusius dan Taoisme berkembang pesat.

Dinasti Sui (581–618 M

Dinasti Sui (Sui Chao) (581 – 618) adalah sebuah dinasti yang menjadi peletak dasar bagi kejayaan Dinasti Tang sesudahnya. Dinasti ini mempersatukan Cina yang terpecah belah pada Zaman Enam Belas Negara sebelumnya. Terusan besar dibangun pada masa dinasti ini. Dinasti ini cukup pendek karena hanya 2 kaisar yang benar-benar memerintah. Kaisar-kaisar berikutnya hanyalah kaisar boneka yang dipasang oleh para jenderal dan penguasa militer sebelum akhirnya mereka sendiri mendirikan dinastinya sendiri. Li Yuan, sepupu Yang Guang, kaisar dinasti Sui yang kedua, merebut kekuasaan dan mendirikan dinasti Tang.

Masa transisi Dinasti Sui-Tang

Masa transisi Sui-Tang (Sui mo Tang chu) adalah masa peralihan dari Dinasti Sui ke Dinasti Tang yang penuh konflik dan pertumpahan darah. Pada masa itu, Cina terpecah-pecah atas beberapa negara independen yang berumur pendek, negara-negara ini dipimpin oleh para mantan pejabat dan pemimpin militer Sui dan para pemimpin pemberontakan petani. Salah satu mantan jenderal Sui bernama Li Yuan akhirnya berhasil mempersatukan kembali Cina dan mendirikan Dinasti Tang, ia menjadi kaisar pertamanya dengan gelar Kaisar Tang Gaozu. Periode ini berawal dari tahun 613 ketika Kaisar Yang dari Sui melakukan kampanye militer melawan Kerajaan Goguryeo, Korea. Perang yang gagal ini berujung tragedi bagi Cina, banyak pasukan yang dikirim ke Korea tidak pernah kembali yang selanjutnya berakibat desersi di tubuh militer dan pemberontakan dari rakyat yang direkrut paksa untuk dikirim dalam kampanye berikutnya. Periode ini baru berakhir tahun 628 dengan dikalahkannya Kerajaan Liang, rezim separatis terakhir pimpinan Liang Shidu oleh Kaisar Tang Taizong (Li Shimin), putra Li Yuan dan kaisar kedua Tang.

Runtuhnya Dinasti Sui dan berdirinya Dinasti Tang

Kaisar Yang merasa dirinya aman-aman saja dibawah perlindungan pasukan elit Xiaoguo di Jiangdu, padahal keadaan negara saat itu sudah semakin gawat. Ia tidak terlalu peduli untuk menangani pemberontakan dan hanya mengirim Jenderal Wang Shichong ke Luoyang untuk mempertahankan kota itu dari serbuan pasukan Li Mi. Kaisar bahkan tidak berniat untuk kembali ke utara dan bermaksud memindahkan ibukota ke Danyang (sekarang Nanjing, Jiangsu), di wilayah selatan Sungai Yangtze. Namun anggota pasukan Xiaoguo yang sebagian besar berasal dari utara dan mengkhawatirkan keluarga mereka disana, mulai melakukan desersi, mereka yang tertangkap dikenai hukuman berat. Keresahan melanda tubuh pasukan elit itu sehingga para perwiranya berkomplot untuk melakukan kudeta, mereka mendukung Yuwen Huaji, Adipati Xu (putra Yuwen Shu) sebagai pemimpin kudeta. Musim semi 618, mereka melaksanakan rencana itu dan membunuh Kaisar Yang. Kemudian Yuwen mengangkat keponakan Kaisar Yang, Yang Hao, Pangeran Qin sebagai kaisar boneka, dan ia sendiri sebagai walinya. Ia lalu bertolak dari Jiangdu ke utara bersama pasukan Xiaoguo untuk memerangi pemberontak.

Kabar kematian kaisar segera menyebar ke seantero wilayah Cina. Di Chang’an, Li Yuan meresponnya dengan menuntut Kaisar Gong menyerahkan tahta padanya, ia mendirikan dinasti baru, Dinasti Tang, dengan dirinya sebagai kaisar pertama. Sementara di Luoyang, tujuh orang pejabat terkemuka mengangkat cucu lain Kaisar Yang, Yang Tong, Pangeran Yue, sebagai kaisar dan ia diakui sebagai kaisar yang sah oleh sebagian besar pos militer yang masih setia pada Sui. Li Mi yang posisinya terjepit antara pemerintah Sui di Luoyang dan pasukan Yuwen yang sedang menuju utara, untuk sementara menjalin persekutuan dengan pemerintah di Luoyang dan mengakui Yang Tong sebagai pemimpin yang sah. Setelah Li mengalahkan Yuwen, Wang Shichong yang menentang persekutuan itu, mengambil alih kekuasaan dan menjadi wali atas Yang Tong, dengan demikian persekutuan dengan Li Mi putus. Pada akhir tahun itu, Wang melakukan serangan dadakan terhadap Li, Li yang kalah terpaksa melarikan diri ke wilayah Tang. Tahun berikutnya ia mencoba berontak dan dikalahkan pemerintah Tang, lalu dihukum mati.

Di tempat lain, Xue Ju telah wafat pada awal 618 dan digantikan oleh putranya, Xue Rengao. Li Shimin, Pangeran Qin, putra Li Yuan, mengalahkan dan membunuh Xue, seluruh wilayah kekuasaannya pun dianeksasi oleh Tang. Pada saat yang sama, Dou Jiande mengkonsolidasikan wilayahnya di utara Sungai Kuning, ia mengalahkan dan menghukum mati Yuwen yang telah meracuni Yang Hao dan mengangkat dirinya sebagai Kaisar Xu, namun Dou tidak pernah berhasil mengalahkan Luo Yi. Luo sendiri akhirnya menyerah pada pemerintah Tang. Sementara Zhu Can menghadapi perlawanan sengit dari rakyat yang membenci kekejamannya, ia mempertimbangkan antara menyerah pada Yang Tong di Luoyang atau pada Dinasti Tang, dan akhirnya ia memilih pilihan pertama. Pada musim panas 619, Wang menggulingkan Yang Tong dan mendirikan dinastinya sendiri, Dinasti Zheng, dengan dirinya sebagai kaisar.

Dinasti Tang (618–907 M)

Pada 18 Juni 618, Li Yuan naik tahta dan memulai era Dinasti Tang yang menggantikan Dinasti Sui. Zaman ini merupakan masa kemakmuran dan perkembangan seni dan teknologi Cina. Agama Buddha menjadi agama utama yang dianut oleh keluarga kerajaan serta rakyat kebanyakan. Sejak sekitar tahun 860, Dinasti Tang mulai mengalami kemunduran karena munculnya pemberontakan-pemberontakan.

Dinasti Sung (960-1279 M)

Dinasti Song (song chao) adalah salah satu dinasti yang memerintah di Cina antara tahun 960 sampai dengan tahun 1279 sebelum Cina diinvasi oleh bangsa Mongol. Dinasti ini menggantikan periode Lima Dinasti dan Sepuluh Negara dan setelah kejatuhannya digantikan oleh Dinasti Yuan. Dinasti ini merupakan pemerintahan pertama di dunia yang mencetak uang kertas dan merupakan dinasti Cina pertama yang mendirikan angkatan laut. Dalam periode pemerintahan dinasti ini pula, untuk pertama kalinya bubuk mesiu digunakan dalam peperangan dan kompas digunakan untuk menentukan arah utara.

Dinasti Song dibagi ke dalam dua periode berbeda, Song Utara dan Song Selatan. Semasa periode Song Utara (960–1127), ibukota Song terletak di kota Bianjing (sekarang Kaifeng) dan dinasti ini mengontrol kebanyakan daerah Cina dalam (daerah suku Han bermayoritas). Song Selatan (1127–1279) merujuk pada periode setelah dinasti Song kehilangan kontrol atas Cina Utara yang direbut oleh Dinasti Jin. Pada masa periode ini, pemerintahan Song mundur ke selatan Sungai Yangtze dan mendirikan ibukota di Lin’an (sekarang Hangzhou). Walaupun Dinasti Song telah kehilangan kontrol atas daerah asal kelahiran kebudayaan Cina yang berpusat di sekitar Sungai Kuning, ekonomi Dinasti Song tidaklah jatuh karena 60 persen populasi Cina berada di daerah kekuasaan Song Selatan dan mayoritas daerah kekuasaannya merupakan tanah pertanian yang produktif. Dinasti Song Selatan meningkatkan kekuatan angkatan lautnya untuk mempertahankan daerah maritim dinasti Song. Untuk mendesak Jin dan bangsa Mongol, dinasti Song mengembangkan teknologi militer yang menggunakan bubuk mesiu. Pada tahun 1234, Dinasti Jin ditaklukkan oleh bangsa Mongol. Möngke Khan, Khan ke-empat kekaisaran Mongol, meninggal pada tahun 1259 dalam penyerangan ke sebuah kota di Chongqing. Saudara lelakinya, Kublai Khan kemudian dinyatakan sebagai Khan yang baru, walaupun klaim ini hanya diakui oleh sebagian bangsa Mongol di bagian Barat. Pada tahun 1271, Kubilai Khan dinyatakan sebagai Kaisar Cina. Setelah peperangan sporadis selama dua dasawarsa, tentara Kubilai Khan berhasil menaklukkan dinasti Song pada tahun 1279. Cina kemudian disatukan kembali di bawah Dinasti Yuan (1271–1368).

Kehidupan sosial semasa Dinasti Song cukup vibran. Elit-elit sosial saling berkumpul untuk memamerkan dan memperdagangkan karya-karya seni berharga, masyarakat saling berkumpul dalam festival-festival publik dan klub-klub privat, dan di kota-kota terdapat daerah perempatan hiburan yang semarak. Penyebaran ilmu dan literatur didorong oleh penemuan teknik percetakan blok kayu yang telah ada dan penemuan percetakan bergerak pada abad ke-11. Teknologi, sains, filsafat, matematika, dan ilmu teknik pra-modern berkembang dengan pesat pada masa Dinasti Song. Walaupun institusi seperti ujian pegawai sipil telah ada sejak masa Dinasti Sui, institusi ini menjadi lebih menonjol pada periode Song. Hal inilah yang menjadi faktor utama bergesernya elit bangsawan menjadi elit birokrat.

Dinasti Yuan (1279–1368 M)

Dinasti Yuan (yuan chao) (1279 – 1368) adalah satu dari dua dinasti asing di Cina (yang lainnya adalah dinasti Qing). Dinasti asing berarti dinasti yang bukan didirikan oleh orang Han karena di zaman dulu, Han adalah satu-satunya yang dianggap mewakili entitas China. Dinasti ini didirikan oleh Kublai Khan, cucu dari Jenghiz Khan yang mendirikan kekaisaran terbesar dalam sejarah dunia.

Walaupun Kublai Khan secara de-facto adalah pendiri Dinasti Yuan, namun ia menempatkan kakeknya, Jenghiz Khan sebagai kaisar pertama Dinasti Yuan.

Sebelum invasi bangsa Mongol, laporan dari dinasti-dinasti Cina memperkirakan terdapat sekitar 120 juta penduduk; namun setelah penaklukan selesai secara menyeluruh pada tahun 1279, sensus tahun 1300 menyebutkan bahwa terdapat 60 juta penduduk.  Demikian pula pada pemerintahan Dinasti Yuan terjadi epidemi abad ke-14 berupa wabah penyakit pes (Kematian Hitam), dan diperkirakan telah menewaskan 30% populasi Cina saat itu.

Dinasti Ming (1368–1644)

Sepanjang masa kekuasaan Dinasti Yuan, terjadi penentangan yang cukup kuat terhadap kekuasaan asing ini di kalangan masyarakat. Sentimen ini, ditambah sering timbulnya bencana alam sejak 1340-an, akhirnya menimbulkan pemberontakan petani yang menumbangkan kekuasaan Dinasti Yuan. Zhu Yuanzhang dari suku Han mendirikan Dinasti Ming setelah berhasil mengusir Dinasti Yuan pada tahun 1368.

Tahun 1449, Esen Tayisi dari bangsa Mongol Oirat melakukan penyerangan ke wilayah Cina utara, dan bahkan sampai berhasil menawan Kaisar Zhengtong di Tumu. Tahun 1542, Altan Khan memimpin bangsa Mongol terus-menerus mengganggu perbatasan utara Cina, dan pada tahun 1550 ia berhasil menyerang sampai ke pinggiran kota Beijing. Kekaisaran Dinasti Ming juga menghadapi serangan bajak laut Jepang di sepanjang garis pantai tenggara Cina, peranan Jenderal Qi Jiguang sangat penting dalam mengalahkan serangan bajak laut tersebut. Suatu gempa bumi terdasyat di dunia, gempa bumi Shaanxi tahun 1556, diperkirakan telah menewaskan sekitar 830.000 penduduk, yang terjadi di masa pemerintahan Kaisar Jiajing.

Selama masa Dinasti Ming, pembangunan terakhir Tembok Besar Cina selesai dilaksanakan, sebagai usaha perlindungan bagi Cina atas invasi dari bangsa-bangsa asing. Meskipun pembangunannya telah dimulai di masa sebelumnya, sesungguhnya sebagian besar tembok yang terlihat saat ini adalah yang telah dibangun atau diperbaiki oleh Dinasti Ming. Bangunan bata dan granit telah diperluas, menara pengawas dirancang-ulang, serta meriam-meriam ditempatkan di sepanjang sisinya.

Dinasti Qing/Ching (1644–1911 M)

Dinasti Qing (1644–1911) didirikan menyusul kekalahan Dinasti Ming, dinasti terakhir Han Cina, oleh suku Manchu (滿族,满族) dari sebelah timur laut Cina pada tahun 1644. Dinasti ini merupakan dinasti feodal terakhir yang memerintah Cina. Diperkirakan sekitar 25 juta penduduk tewas dalam periode penaklukan Manchu atas Dinasti Ming (1616-1644). Bangsa Manchu kemudian mengadopsi nilai-nilai Konfusianisme dalam pemerintahan mereka, sebagaimana tradisi yang dilaksanakan oleh pemerintahan dinasti-dinasti pribumi Cina sebelumnya.

Pada Pemberontakan Taiping (1851–1864), sepertiga wilayah Cina sempat jatuh dalam kekuasaan Taiping Tianguo, suatu gerakan keagamaan kuasi-Kristen yang dipimpin Hong Xiuquan yang menyebut dirinya “Raja Langit”. Setelah empat belas tahun, barulah pemberontakan tersebut berhasil dipadamkan, tentara Taiping dihancurkan dalam Perang Nanking Ketiga tahun 1864. Kematian yang terjadi selama 15 tahun pemberontakan tersebut diperkirakan mencapai 20 juta penduduk.

Beberapa pemberontakan yang memakan korban jiwa dan harta yang lebih besar kemudian terjadi, yaitu Perang Suku Punti-Hakka, Pemberontakan Nien, Pemberontakan Minoritas Hui, Pemberontakan Panthay, dan Pemberontakan Boxer. Dalam banyak hal, pemberontakan-pemberontakan tersebut dan perjanjian tidak adil yang berhasil dipaksakan oleh kekuatan imperialis asing terhadap Dinasti Qing, merupakan tanda-tanda ketidakmampuan Dinasti Qing dalam menghadapi tantangan-tantangan baru yang muncul di abad ke-19

May 12, 2016

Fashion Jilbab sudah ada sejak 4000 tahun yang lalu

Sejarah Fashion sejak 4000 tahun yang lalu telah menempatkan Jilbab dan kerudung sebagai busana yang mampu bertahan dari masa ke masa.

Pada zaman Mesir Kuno sekitar tahun 3000-1000 SM, kaum bangsawan perempuan menggunakan headdress untuk menutup rambut. meskipun tidak serta merta mendukung hakikat jilbab, namun penutup rambut ini menjadi simbol yg membedakan kaum bangsawan dan rakyat jelata.

Pada masa Yunani Kuno sekitar tahun 1000-31 SM, kaum bangsawan dan perempuan yang keluar rumah menggunakan busana panjang bernama chiton dan kerudung yang disebut himation, atau syal yg dinamakan kaluptra atau sakkos. Kaum perempuan Yunani menggunakan penutup rambut di luar rumah sbg ekspresi untuk mendapatkan penghormatan kaum lelaki, karena pada masa tersebut perempuan yang membuka rambutnya di tempat umum dianggap sebagai prostitut.

Pada masa Yahudi sekitar tahun 1000SM, baik Yahudi Taurat Musa maupun Zionis Yahudi,
keduanya secara jelas memiliki aturan yang ketat mengenai busana kaum perempuan. Talmud kaum zionis mengatakan bahwa wanita yang keluar ke tempat umum, berbicara dengan laki-laki tanpa mengenakan penutup kepala (kerudung) maka suaminya boleh menceraikannya tanpa membayar mahar. Sementara dalam Kitab Perjanjian Lama Zephaniah atau Zafanya 1:8 diterangkan, “Pada hari perjamuan korban Tuhan itu, Aku akan menghukum para pemuka, para anak-anak raja dan semua orang yang memakai pakaian asing.” Pakaian asing yang dimaksud adalah yang melenceng dari syariat Yahudi, yaitu pakaian besar yang menutup rambut hingga seluruh tubuh yang disebut tiche atau snood, sesuai dengan aturan kesopanan tzniot.

Pada masa Romawi Kuno sekitar tahun 500SM, kaum perempuan menggunakan busana yang disebut stola dengan panjang sekitar lima meter berwarna pastel, yang dikenakan melapisi tunik dililitkan pada tubuh dan dijepit di pundak dengan penjepit yang disebut fibulae. Sekali lagi busana yang longgar ini disertai dengan penutup rambut yang disebut suffibulum.

Pada masa Gupta dan Post Gupta 200-1300an, (meskipun peradaban Hindu telah mengakar sejak zaman Vedic sekitar tahun 1500SM) ditemukan sejumlah koin yang menggambarkan perempuan Hindu yang mengenakan kerudung. Sebagai salah satu agama tertua, Hindu telah menjelaskan dalam Kitab Rig Veda, Book 8, Hymn 33 ayat 19 tentang sikap seorang perempuan ketika berhadapan dengan Brahma, agar mereka tidak memperlihatkan pergelangannya, menundukkan pandangan serta menjaga kepalanya dengan kerudung. Menutup kepala dengan kerudung adalah simbol kesantunan kaum perempuan Hindu. Tata busana yg sesuai dengan ajaran Hindu melahirkan busana yang disebut Sari dengan kerudung yang dinamakan dupatta, digunakan oleh sebagian besar kaum perempuan Hindu di India, Pakistan, Bangladesh dan negara-negara di Asia Selatan.

Masa Kristen (CE atau Christian Era) menjelaskan dalam Kitab korintus 11 ayat 5-15 yang berbunyi, ‘tetapi tiap-tiap perempuan yang berdoa atau bernubuat dengan kepala yang tidak bertudung, menghina kepalanya, sebab ia sama dengan perempuan yang dicukur rambutnya.

Dalam ayat yang lain digambarkan, Kitab Kejadian 24 ayat 63-65 sebagai berikut, ‘Menjelang
senja Ishak sedang keluar untuk berjalan-jalan di padang. Ia melayangkan pandangnya, maka dilihatnyalah ada unta-unta datang. Ribka juga melayangkan pandangnya dan ketika dilihatnya Ishak, turunlah ia dari untanya. Katanya kepada hamba itu, “Siapakah laki-laki itu yang berjalan di padang ke arah kita?” Jawab hamba itu, “Dialah tuanku itu.” Lalu Ribka mengambil telekungnya dan bertelekunglah ia.’ Ayat ini menerangkan bagaimana Ribka menudungi kepalanya ketika Ishak berjalan ke arahnya. Perempuan diharuskan mengenakan penutup rambut bila berhadapan dengan laki-laki atau seseorang yang bukan muhrimnya.

Menurut Navabakhsh, jilbab (cadar) adalah tradisi pra Islam yang ditemukan di dalam perempuan bangsawan klas menengah atas di Syiria, di kalangan orang-orang  Yahudi dan Kristen. Pada tahun 500 SM, jilbab sudah menjadi pakaian kehormatan bagi perempuan bangsawan di Kerajaan Persi. Jilbab juga dipakai oleh perempuan di jaman Romawi Kuno dan Greek yang modelnya menutupi sekujur tubuh kecuali sebuah lobang kecil di salah satu bola mata. Namun berbeda dengan tradisi di dalam suku  Taureg yang ada di Afrika Selatan. Justru yang menggunakan jilbab adalah kaum laki-laki diatas usia 20 tahun karena jilbab dan berbagai modifikasinya menjadi symbol status dan kekuasaan laki-laki dalam suku tersebut.

Di dalam Agama Yahudi pengunaan jilbab berawal dari tafsiran tentang dosa asal (original sin) yang dibawah oleh Hawa isteri Nabi Adam. Hawa telah berhasil menggoda suaminya Adam memakan buah terlarang. Akibatnya Hawa dan seluruh kaumnya harus menaggung kutukan yang lebih berat dari Tuhan. Di dalam kitab Talmud dijelaskan sepuluh jenis penderitaan  yang harus di tanggung oleh Hawa dan Umatnya, di antaranya adalah siklus menstruasi (hal tabu) yang tidak di alami sebelumnya.

Dalam Agama Yahudi tradisi jilbab memiliki hubungan yang erat dengan Menstruasi. Penggunaan jilbab dan semacamnya merupakan tradisi yang muncul dari tafsiran terhadap Menstruasi. Menstruasi di dalam kepercayaan masyarakat Yahudi merupkan suatu hal yang tabu (menstrual taboo). Sehingga perempuan yang sedang menstruasi dianggap berada  dalam suasana tabu. Karena darah menstruasi (menstruasi blood) dianggap tabu sehingga seorang perempuan harus diperlakukan khusus dalam upacara tertentu. Perempuan menstruasi dalam Agama Yahudi harus di kurung didalam gubuk (menstrual huts). Di daerah-daerah pegunungan perempuan menstruasi biasanya diasingkan di dalam goa-goa, seperti di sepanjang pegunungan Kaukasus.


Perempuan menstruasi harus betul-betul diwaspadai, mereka dilarang bergaul dengan orang lain termasuk keluarga dekatnya sendiri, dilarang melakukan hubungan seks, dan tatapan mata (menstrual gaze) karena hal itu dapat mengundang malapetaka di dalam kehidupan. Sebagaimana kepercayaan masyarakat Yahudi di bawah ini tentang bahaya “Mata Iblis” perempuan Menstruasi.

Selama berabad-abad fashion telah memberikan tempat yang sangat terhormat kepada jilbab. Dimulai dari kain kerudung sebagai penutup rambut yang digunakan kaum perempuan sebagai wadah dalam mengekspresikan penghargaan diri mereka kepada kaum lelaki, hingga Islam menyempurnakannya dengan jilbab. Empat ribu tahun lamanya tren fashion tumbuh dan berkembang di tengah2 masyarakat dunia. Model pakaian berganti, gaya busana berubah setiap masa, namun jilbab takzim bertahan.

May 10, 2016

Mesopotamia: Sumeria, Babilonia, Assyria, Persia

Peradaban Mesopotamia meliputi Sumeria, Babilonia, Assyria, dan Persia. Sejarah Peradaban tua Mesopotamia berkembang di antara dua sungai besar, Euphrat dan Tigris, yang merupakan wilayah Irak sekarang. Kedua sungai tersebut berhulu di Pegunungan Armenia (sekarang Turki) dan mengalir ke arah tenggara menuju Teluk Persia. Kawasan yang meliputi kurang lebih enam ribu kilometer persegi tersebut memiliki kesuburan yang tinggi serta iklim yang nyaman. Kawasan tersebut menjadi tempat kediaman berbagai bangsa dan tempat tumbuhnya peradaban tinggi. Kawasan di sekitar Akkad atau Agade (sekarang Baghdad) diduduki oleh bangsa bangsa Semit yang nomaden seperti Hebrew dan Arab. Di sebelah selatan datang bangsa Sumeria. Bangsa yang diperkirakan berasal dan arah timur ini terdiri atas para petani dan membangun kota-kota yang indah. Kira-kira tahun 4000 SM, bangsa yang tinggal di Mesopotamia telah membangun sejumlah kota di sebelah selatan Mesopotamia Hilir yang kemudian dikenal sebagai Sumer. Kerika bangsa ini berimigrasi ke arab Utara, mereka bertemu dengan bangsa Semit. Pertemuan tersebut menghasilkan peradaban baru yang disebut Mesopotamia.

Sumeria

Sungai Tigris dan Eufrat berhulu di Pegunungan Armenia, bermuara di Teluk Persia. Keduanya mengalir berdekatan hampir di muaranya. Wilayah itu sudah dihuni sejak sekitar tahun 4000 sebelum Masehi. Ada penyebutan berbeda tentang lembah Sungai Tigris dan Eufrat. Penulis kuno menyebutnya Sumeria. sedangkan di dalam kitab Injil disebut lembah Shinar. Kita sekarang menyebutnya Mesopotamia (negara Irak), artinya tanah di antara dua aliran sungai. Tanahnya sangat subur karena sering dilanda banjir. Kesuburan itulah yang menarik perhatian suku-suku bangsa pengembara di daerah padang pasir sebelah baratnya, atau penghuni gua-gua di bagian timur. Suku bangsa itulah yang kemudian dikenal sebagai bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria merupakan bangsa tertua yang mendiami daerah itu. Mereka meninggalkan kebudayaan Mesopotamia kuno. Mula-mula mereka hidup berburu, kemudian mulai mengendalikan banjir. Caranya dengan membuat benteng tanah, terowongan, dan saluran untuk meluruskan aliran sungai. Fungsinya sebagai saluran pengairan yang menjadi tulang punggung pertanian di daerah Mesopotamia.
Bangsa Sumeria kemudian mendirikan kota-kota dengan pemerintahan seperti sebuah negara sehingga dikenal dengan sebutan Negara Kota. Bertambahnya jumIah penduduk membuat wilayah kota menjadi sempit. Perluasan kota menimbulkan masalah pengairan di wilayah itu, dan kadang-kadang menyebabkan terjadinya perang antarkota. Kemenangan perang berarti mereka berhasil meluaskan wilayahnya. Kota-kota terkenal kuat dan kaya adalah Ur. Kish Larsa, Lahash, Eridu, Nippur, dan Adab. Perang antarkota sering terjadi. Masing-masing kota mempunyai tentara infantri, dan pasukan kereta perang yang ditarik keledai liar. Akibat perang kemudian muncul kota yang benar-benar kuat dengan dinasti-dinasti yang tangguh, seperti Kish Ur, Erech, dan Lagash. Sekeliling kota dipagar dengan tembok sampai tahun 3.000 SM. Kota pertama yang diberi pagar tembok adalah Uruk dan tahun 2700-2650 SM. Bangsa Sumeria mahir sekali membangun rumahnya dan anyaman sejenis daun ilalang, dilapisi lumpur lalu dikeringkan dengan panas matahari. Mereka tidak membuat rumah dari batu sebab di daerah Mesopotamia tidak ada batu.
Selain itu, bangsa Sumeria juga mahir menanam gandum. Sayur-sayuran, menenun kain, dan memotong batang pohon untuk dijadikan roda kereta. Mereka merupakan bangsa yang pertama kali menciptakan tulisan. Bentuk tulisannya segi tiga seperti paku. Kepandaian menulis itu sangat penting, karena dengan tulisan orang dapat mengirim pesan atau menyimpan pengetahuannya agar dibaca orang lain. Tulisan orang Sumeria digoreskan pada tanah liat lunak lalu dijemur. Lempengan tanah liat memang berat tetapi tahan lama. Isi dan lempengan tanah liat itu bermacam-macam, mulai dan surat dagang, kalender pertanian, resep obat sampai peraturan/hukum. Hukum bangsa Sumeria merupakan hukum yang tertua di dunia. Dan naskah tanah liat yang ditemukan di Uruk, dapat diketahui penguasa pertama di Uruk adalah Gilgamesh. Ia menjadi tokoh di dalam kisah kepahhawanan di daerah Mesopotamia. Naskah tanah liat itu juga ditemukan di kota-kota lainnya.Bangsa Sumeria juga merupakan bangsa pertama yang membagi satu tahun menjadi 360 hari, satu jam terdiri 60 menit. Lalu membagi sebuah lingkaran menjadi 360 derajat. Kota-kota bangsa Sumeria dilengkapi dengan kuil yang disebut Ziggurat. Bangunan itu dibuat dari batu bata yang telah dibakar. Bentuknya seperti piramida yang didirikan di atas sebuah bukit buatan. Bentuk bangunan Ziggurat hasil rancangan bangsa Sumeria kemudian menjadi bentuk dasar seluruh arsitektur di daerah Mesopotamia. Di puncak bangunan ada ruangan untuk dewa kota. Ruang itu bisa dicapai melalui tangga besar dan lantai dasar. Untuk keperluan membuat patung dewanya, para pemahat mendatangkan batu dari daerah lain.
Setiap pergantian musim. bangsa Sumeria mengadakan persembahan kepada dewa kota. Mereka percaya, hasil panen, kesehatan, dan keselamatan mereka bergantung pada kemurahan para dewa. Persembahan mereka mulai dari gandum, wol, sampai perak. Beberapa raja Sumeria yang terkenal ialah Enmebaragesi dari Dinasti Kish. Ia merupakan raja tertua dari daerah Mesopotamia. Raja Dinasti Kish lainnya ialah Mesilim dan Urzababa. Raja yang terkenal dari kota Ur ialah Mesannepada. Raja yang terkenal dari kota Lagash ialah Eannatum, dan Ur-Nashe. Letak daerah Mesopotamia yang demikian baik, menyebabkan daerah itu kemudian berkembang menjadi pusat perdagangan antara Arab di selatan dengan Armenia di utara dan India di timur dengan daerah Timur Tengah di barat.

Babilonia

Bangsa Sumeria ditaklukkan oleh tetangganya, yaitu bangsa Semit yang tinggal di utaranya pada Tahun 2300 sebelum Masehi. Bangsa Semit itu mungkin dekat hubungannya dengan bangsa Sumeria. Mereka itu merupakan nenek moyang bangsa Yahudi dan Arab. Raja Semit yang menaklukkan Sumeria bernama Sargon Agung. Wilayah kekuasaannya meliputi wilayah Sumeria dan Akkadia (Mesopotamia). Ibu kotanya Agade (Akkad). Raja yang kemudian. Ur-Nammu (2113-2096 SM), memerintah kerajaan yang besar. Untuk menunjukkan kekuasaannya ia membangun Ziggurat yang sangat besar. Bangunan itu didirikan di atas bukit. Ada tiga tangga untuk naik ke puncaknya, masing-masing terdiri seratus anak tangga. Daerah Sumeria terpecah menjadi satuan-satuan kecil yang saling berperang. Menjelang tahun 2200 sebelum Masehi. Salah satu kota yang menjadi pusat kebudayaan adalah kota Babilon (Babil). Menurut para ahli, nama Babilonia berasal dan kata babila. Kata itu menurut ahli etimologi (ilmu yang mempelajari asal kata), berasal dan kata babilu yang berarti gerbang menuju tuhan.
Sekarang kota Babilon terletak 97 kilometer di selatan Baghdad, di tepi Sungai Eufrat, Irak Selatan. Kota itu merupakan pusat perdagangan, keagamaan, dan ibu kota Kerajaan Babilonia. Kota Babilon bentuknya segi empat dengan Sungai Eufrat mengalir di tengahnya. Ada tembok keliling yang dihiasi dengan gambar-gambar binatang buas. Di kota itu dijumpai beberapa kuil yang seperti kuil Marduk. Di bagian tengah kuil ada Menara Babel. Tidak jauh dan situ terdapat Taman Gantung yang terkenal sebagai salah satu dan Tujuh Keajaiban Dunia. Taman itu dibangun di atas bukit buatan. Tinggi taman itu sekitar 107 meter. Bentuknya berupa podium yang ditanami dengan pohon, rumput, dan bunga-bungaan. Ada air terjun buatan berasal air sungai yang dialirkan ke puncak bukit, lalu mengalir melalui saluran buatan. Jadilah tempat sejuk di daerah panas dan kering. Peninggalan kota Babilon sekarang hanya berupa reruntuhan saja.
Wilayah Babilonia terbagi menjadi dua negara, Sumeria di tenggara dari Akkadia di barat laut. Pada tahun 1850 SM. Sejarah Sumeria dan Akkad dihiasi oleh peperangan yang tidak putus-putusnya. Meskipun demikian, kebudayaan mereka terus berkembang. Setelah Sumeria kalah. Akkadia di bawah kekuasaan bangsa Amorit berkembang menjadi Kerajaan Babilonia yang menguasai seluruh wilayah Mesopotamia selatan. Assyria, dan Mesopotamia utara. Rajanya yang terkenal bernama Hammurabi (1792-1750 SM). Ia raja ke-6 dan dinasti pertama yang menguasai Babilon. Selama pemerintahannya ia memajukan pendidikan, ilmu pengetahuan, dan mengeluarkan hukum tertulis. Hukum itu dikenal sebagai Undang-Undang Hammurabi. Undang-undang itu sangat keras dan terdiri dari 280 pasal.
Undang-Undang Hammurabi antara lain mengatur soal pencurian dan tukang tadahnya, korupsi, pembunuhan, penculikan, penipuan, perpajakan, pencemaran nama baik, dan kehidupan keluarga. Undang-undang itu bertujuan menegakkan keadilan, melindungi rakyat dari penindasan, dan memberantas kejahatan. Oleh karena itu, meskipun undang-undangnya sangat keras, Hammurabi dianggap pelindung rakyat. Anaknya, Samsuiluna (1749-1712 SM) menggantikannya sebagai raja. Kerajaan Babilonia mengalami kemunduran. Wilayah selatan, Larsa, melepaskan diri dari kekuasaan Babilonia. Tembok kota Ur, Uruk, dan Larsa dirobohkan. Raja Samsuiluna membangun benteng untuk menahan serangan Kassite pada Tahun 1726 SM. Raja terakhir Dinasti Babilonia, Samsuditana, ditaklukkan oleh Raja Mursilis I dari Kerajaan Hittite pada tahun 1595 sebelum Masehi. Mursilis I berhasil menyatukan negara-negara kota dan menjadikan Kerajaan Hittite menjadi kekuasaan besar ketiga di Timur Tengah bersaing dengan kerajaan Mesir dan Babilonia.
Bangsa Assyria dapat melepaskan diri dan mendirikan kerajaan baru. Penguasa Kerajaan Assyria menguasai kota Babilon padaTahun 745-639 SM. Beberapa kali penduduk Babilon melakukan pemberontakan terhadap penguasa Assyria, tetapi dapat dipadamkan oleh Raja Sennacherib. Babilon dihancurkan pada Tahun 639 SM. Akan tetapi, sebelas tahun kemudian kota itu dibangun kembali oleh Assarhaddon, putra Sennacherib. Dalam rangkaian perang selanjutnya, muncul dinasti baru, yaitu dinasti kedua dari kota Isin. Rajanya yang terkenal, Nebuchadnessa 1 (1124-1103 SM). Ia berhasil menaklukkan Dinasti Elam dan Assyria. Babilonia lebih banyak dikuasai oleh raja-raja Assyria Sampai akhir abad ke-7 SM. Raja terakhir yang memerintah di Babilonia ialah Raja Asurbanipal. Sesudah itu, Babilonia diperintah oleh raja baru dan bangsa Chaldean, yaitu Nabopolassar. Ia menjadikan Babilon sebagai ibu kota kerajaan.
Babilon kemudian kembali mencapai zaman keemasan. Daerah kekuasaannya meluas hingga Sisilia. Ia digantikan oleh anaknya, Nebuchadnessar II (605-562 SM). Raja itu menaklukkan Syria dan Palestina pada tahun 587, kemudian membangun kembali kota Babilon, serta memperbaiki Taman Gantung Babilon, Kuil Marduk, dan Zigguratnya. Babilon kemudian ditaklukkan Cyrus Agung dari Persia pada tahun 539 SM. Aleksander Agung menguasai Babilon pada Tahun 331. Ketika memasuki ibu kota Babilon, Aleksander meninggal. Salah seorang panglimanya, Seleucos, diangkat sebagai penguasa Mesopotamia. Babilon dikuasai bangsa Partia Pada tahun 200, dan terakhir oleh bangsa Sasania sebelum hancur. Bangsa Arab memanfaatkan reruntuhan kota Babilon untuk dibangun menjadi kota Al-Hillah pada Tahun 200. Peninggalan kota Babilon sekarang hanya berupa reruntuhannya. Sebagian dari pintu gerbang kota Babilon dan sebagian Taman Gantung dipugar kembali oleh pemerintah Irak sekarang.

Assyria

Bangsa Assyria lebih tua daripada bangsa Babilon. Mereka merupakan campuran banyak ras. Para ahli menyebutnya sebagai bangsa Semit. Sebutan itu didasarkan atas bahasa yang digunakannya, yaitu bahasa Semit. Bahasa itu kemudian menurunkan bahasa Ibrani dan Arab sekarang. Negeri bangsa Assyria terletak di tepi Sungai Tigris, di Mesopotamia. Di daerah itu dijumpai peradaban kuno yang tinggi seperti kebudayaan bangsa Babilon yang ada di bagian selatannya. Bangsa Assyria sering disebut sebagai bangsa Roma dan Asia. Kedua bangsa itu sama-sama dikenal sebagai bangsa penakluk. Mereka sangat ditakuti karena mempunyai tentara infantri, tentara berkuda, dan tentara dengan kereta perang. Peninggalan peninggalan berupa tembikar, alat-alat batu, dan sisa-sisa bangunan menunjukkan bahwa daerah Assyria sudah dihuni sejak zaman batu baru (neolitik) yang berkembang sekitar 6.000 tahun yang lalu. Bangsa Assyria menjadi bangsa merdeka sekitar abad ke-14 sebelum Masehi. Sebelumnya, mereka dijajah bangsa Babilonia, kemudian bangsa Mitani. Raja Ashur Uballit I merupakan pendiri kerajaan Assyria dan memerintah tahun 1365-1330 sebelum Masehi. Ia menyebut dirinya Raja Agung dan orang pertama yang menyebut Assyria sebagai Tanah Ashur. Pada masa pemerintahannya Kerajaan Assyria terus berperang melawan Babilonia. Pertempuran terus berlanjut pada masa pemerintahan Enlil-nihari, putra Ashuruballit Masa kejayaan Assyria dicapai pada masa pemerintahan Adad ninari I. Ia berhasil menaklukkan dan mempersatukan seluruh Mesopotamia. Ia menyebut dirinya Raja di Raja. Ia memperluas kuil, istana Ashur, dan membuat benteng pertahanan terutama di tepi Sungal Tigris.
Penggantinya adalah Tukulti-ninurta I yang memerangi Babilonia secara besar-besaran. Ia mengasingkan rajanya dan menjarah kuil Babilonia. Tindakan menjarah kuil merupakan tindakan yang melanggar agama, baik di Babilon maupun di Assyria. Akibatnya, hubungan dengan rakyatnya memburuk. Anaknya sendiri memberontak dan mengepung ibu kota. Tukulti-ninurta I terbunuh. Sejak itu, Kerajaaran Assyria mengalami kemunduran, sedangkan Babilonia bangkit kembali Kerajaan Assyria baru muncul kembali di bawah pemerintahan Raja Tigalth-pilaser I pada abad ke-II SM. Ia mengalahkan Kerajaan Aramaean dan Babilonia Utara. Ia sangat memperhatikan pertanian, perkebunan, serta mengembangkan administrasi pemerintahan dan pengajaran. Peraturan hukum juga diterapkan. Hukuman mati merupakan hal yang umum. Hukuman yang ringan berupa kerja paksa dan hukuman dera. Cucu Tigalth-pilaser I, yaitu Asurnasirpal I adalah seorang raja yang lemah. Ia tidak banyak berbuat untuk menahan serangan musuh. Baru pada abad ke 9-7 SM muncul raja-raja yang kuat seperti Tiglath-pilaser III, Sargon II, Sennacherib, dan Assarhaddon. Wilayah kekuasaan Assyria meliputi hampir seluruh daerah Timur Tengah, dan Mesir sampai Teluk Persia.
Asurnasirpat II dikenal sebagai raja yang kejam. Ia merupakan raja pertama yang menggunakan pasukan berkuda, pasukan kereta perang, dan pasukan berjalan kaki (infantri). Ia membangun kota Kalakh dan menjadikannya ibu kota kerajaan. Ia membangun istana besar seluas 25.000 meter persegi. Dengan kekejaman ia membangun kuil yang tinggi untuk memuja dewa kota Kalakh, dewa perang Ninurta dan dewa berburu. Puncak kuil itu dipakai untuk mengamati bintang Ia digantikan oleh Raja Sargon II (721-705 sebelum Masehi) yang meneruskan usaha perluasan daerah kekuasaannya. Raja Sargon II terbunuh dalam peperangan. Ia digantikan oleh anaknya, Sennacherib. Pada mulanya bangsa Assyria bersahabat dengan bangsa Babilon. Akan tetapi, bangsa Assyria berbalik memusuhi bangsa Babilon pada tahun 689. Selama 9 bulan raja Assyria, Sennacherib, mengepung kota Babilon dan akhirnya kota itu dapat dihancurkan.
Raja Sennacherib sangat memperhatikan pertanian dan pengairan negaranya. Ibu kotanya, Niniveh, memperoleh air dari sebuah saluran air berupa jembatan sepanjang 300 meter. Ia memperkenalkan tanaman kapas kepada bangsa Assyria. Istananya dihias dengan keramik berwarna. Dindingnya dipenuhi ukiran binatang dan manusia. Ada patung lembu bersayap dengan kepala manusia. Patung itu sangat besar. Seni pahat saat itu berkembang sangat pesat. Bangsa Assyria telah mengenal tulisan yang disebut tulisan paku. Bentuk tulisan itu segi tiga mirip paku dan kebanyakan digoreskan di atas lempengan tanah liat pada waktu masih basah. Lempengan itu kemudian dijemur di panas matahari. Penggantinya, Assurbanipal, sangat tertarik pada pendidikan. Di Niniveh, ia mengumpulkan 22.000 lempengan tanah liat bertulis yang disimpan di perpustakaan. Isinya antara lain menyangkut masalah agama, sastra, pengobatan, matematika, ilmu pengetahuan alam, kamus, dan sejarah.
Semua lempengan tanah liat itu didaftar dengan cermat dan ditaruh di atas rak. Sekarang sebagian besar lempengan tanah liat itu disimpan di Museum London, Inggris. Bangsa Assyria senang berperang, karena itu mereka mempunyai banyak musuh. Pengganti Assurbanipal, Asur-etel-ilani bukan seorang raja yang kuat. Kerajaan Assyria ditaklukkan oleh persekutuan bangsa Babilon, Medes, dan Chaldeans pada Tahun 614. Setelah tiga bulan berperang, Niniveh kalah. Tempat suci dan istananya hancur, termasuk juga irigasi yang dibuat oleh Sennacherib. Sisa pasukan Assyria menyerah pada tahun 609, dan Kerajaan Assyria lenyap dan sejarah.

Persia

Persia adalah sebutan bangsa Arab untuk bangsa Iran. Daerah Persia sekarang dikenal sebagai dataran tinggi Iran. Penduduknya sebagian besar ialah bangsa Medes. Bangsa asli Persia datang ke daerah itu dan daratan Asia Tengah sekitar tahun 900 SM. Mereka menyerang bangsa Arya di perbatasan gurun Iran, dan kemudian berdiam di daerah Fars yang dikelilingi oleh pegunungan dan gurun. Dengan demikian, mereka mudah menahan serangan bangsa Assyria. Bangsa Persia dikenal sebagai petani dan pemelihara kuda. Mulanya mereka mengalami kesukaran dalam mengolah tanah. Mereka harus membuat terowongan panjang untuk mengalirkan air ke daerah pegunungan. Bangsa Persia mempunyai beberapa orang raja yang terkenal mulai tahun 836 SM. Salah seorang di antaranya ialah Cyrus Agung. Istana kerajaannya dikenal dengan sebutan Istana Persipolis. Raja Cyrus gemar berperang, dan berhasil menguasai daerah yang luas mulai dari Mesir di Afrika sampai ke daerah perbatasan India. Kerajaan pertama yang ditaklukkan Cyrus ialah Kerajaan Medes, Lydia, dan akhirnya Babilonia. Cyrus akhirnya terbunuh dalam peperangan. Cambyses meneruskan usaha ayahnya menaklukkan Mesir.
Setelah Cambyses meninggal terjadi pemberontakan, tetapi dapat dipadamkan oleh Darius. Pada masa pemerintahan Darius (550-486 SM), Persia mengalami masa kejayaannya. Wilayah kerajaannya meliputi seluruh daerah Tirnur Tengah. Luasnya lebih besar daripada daerah kekuasaan Kerajaan Masedonia pada masa pemerintahan Aleksander Agung atau Kerajaan Romawi Kuno. Bangsa Persia merupakan penguasa yang baik. Kerajaan mereka dibagi dalam beberapa satrap (gubernur). Tiap satrap mengawasi 20 provinsi. Jalan-jalan yang mulus banyak dibangun untuk memperlancar hubungan antardaerah. Salah satu di antaranya ialah Jalan Raja yang membentang dan Susa ke Sardis. Jaraknya sekitar 1.600 mil. Tiap 40 mil ada tempat pemberhentian untuk mengganti kuda. Perintah raja dapat disampaikan dalam waktu seminggu untuk jarak 1.600 mil. Bangsa Persia membangun tambang perak dan memperbaiki saluran yang pernah digunakan oleh kapal Hatshepsut yang berlayar dan Laut Tengah ke Laut Merah. Mereka juga membangun kuil-kuil besar seperti bangunan di Babilonia dan Assyria. Bangsa Persia mengenal alphabet yang terdiri dan 39 huruf. Mereka belajar Astronomi dan bangsa Babilonia. Bangsa Persia mengikuti ajaran Zoroaster yang hidup sekitar 600 SM. Ajaran itu ada hubungannya dengan ajaran Hindu. Menurut ajaran Zoroaster hidup adalah peperangan antara kebaikan dan kejahatan.
Di satu sisi ada Dewa Perusak (Ahriman) dan Dewa Kebijaksanaan (Ahuramazda). Dengan menolong Ahuramazda memerangi Ahriman, seorang pemeluk ajaran Zoroaster akan menemui kehidupan yang baik. Penganut Zoroaster harus ramah,jujur, tulus, dan bersahabat dengan sesamanya, juga dengan hewan. Jika penganut Zoroaster yang baik meninggal, ia dapat melewati api yang ada di antara dunia dan surga tanpa terluka. Untuk mereka ada sebuah jembatan lebar yang menghubungkan dunia dan surga. Sebaliknya, orang yang jahat tidak pernah sampai di surga, karena jatuh. Mereka menjumpai jembatan yang sangat sempit, yang sukar sekali dilalui. Raja-raja Persia yang terkenal adalah penganut ajaran Zoroaster. Bahkan Darius dalam salah satu prasastinya mengatakan Atas kehendak Ahuramazda yang memilih aku dan nienjadikan aku raja seluruh dunia. Raja Persia lainnya, Ataxerxes I, mengeluarkan kalender baru dengan nama-nama dewa Zoroaster sebagal nama-nama bulannya. Beberapa dari ajaran Zoroaster dipakai oleh bangsa Romawi dalam pemujaan dewa Mithras. Bangsa Persia akhirnya ditaklukkan oleh orang Islam pada abad ke-7.

May 9, 2016

Peradaban Mesopotamia

Mesopotamia merupakan salah satu peradaban tertua di dunia. Letak Mesopotamia berada di wilayah perlembahan yang terletak di antara dua sungai Tigris dan Eufrat. Hulu kedua sungai tersebut berasal dari dataran tinggi yang bergunung-gunung di Asia Kecil yang mengalir ke arah tenggara secara pararel menyisir hamparan terbuka. Hanya kurang dari dua ratus mil, kedua sungai itu saling mendekat. Daerah yang dilalui kedua sungai itu pada umumnya subur. Sebab daerah itu merupakan daerah yang berupa tanah hasil endapan air yang dihasilkan dari sungai Tigris dan Eufrat. Hal ini menyebabkan rakyat disekitar sungai Tigris dan Eufrat hidup makmur dan sejahtera. Kesuburan dan kemakmuran itu membuat iri hati pada bangsa-bangsa lain yang tinggal di tepi-tepi lembah sungai. Timbullah serbuan-serbuan dari luar yang ingin memperebutkan air irigasi dan tanah yang baik. Bangsa yang mencapai peradaban yang layak pertama kali itu di lembah sungai Efrat dan Tigris menamai dirinya bangsa Sumeria. Adapun penduduk asli di situ ditakhlukkan menjadi budak yang kemudian dikawini pula. Bangsa Sumeria dating dari gurun dan pegunungan di luar Mesopotamia.

Mereka tentunya mula-mula adalah para peternak yang hidup sebagai nomad. Datang pula kesitu bangsa Semit untuk kemudian bercampur dengan bangsa Sumeria. Sebelum sampai ke lembah Eufrat dan Tigris bangsa Semit sudah mengenal dasar-dasar kehidupan politik dan ekonomi pertanian. 

Sejarah Mesopotamia diawali dengan tumbuhnya sebuah peradaban, yang diyakini sebagai pusat peradaban tertua di dunia, oleh bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria membangun beberapa kota kuno yang terkenal, yaitu Ur, Ereck, Kish, dll. Kehadiran seorang tokoh imperialistik dari bangsa lain yg juga mendiami kawasan Mesopotamia, bangsa Akkadia, dipimpin Sargon Agung, ternyata melakukan sebuah penaklukan politis, tapi bukan penaklukan kultural. Bahkan dalam berbagai hal budaya Sumer dan Akkad berakulturasi, sehingga era kepemimpinan ini sering disebut Jilid Sumer-Akkad. Campur tangan Sumer tidak dapat diremehkan begitu saja, pada saat Akkad terdesak oleh bangsa Gutti, bangsa Sumer-lah yg mendukung Akkad, sehingga mereka masih dapat berkuasa di "tanah antara dua sungai" itu.

Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Ekonomi

Pada dasarnya yang disebut dengan peradaban Mesopotamia adalah peradaban Sumeria itu sendiri. Dikatakan demikian sebab secara umum, sebagaian besar peradaban Mesopotamia dibentuk oleh bangsa Sumeria. Bangsa-bangsa yang lain yang datang sesudahnya hanyalah meneruskan dan mengembangkan peradaban yang dicapai oleh bangsa Sumeria. Pola ekonomi bangsa Sumeria lebih sederhana. Negara memberikan kesempatan yang lebih luas kepada usaha yang bersifat individual. Kekayaan tidak secara eksklusif menjadi milik penguasa baik dalam praktek maupun teori.

Demikian juga dalam bidang perdagangan maupun industri tidak di monopoli pemerintah. Hanya saja karena sebagian besar rakyat berstatus sebagai budak mereka tidak memiliki kesempatan mengembangkan ekonomi secara bebas. Hanya sedikit dari mereka yang memiliki dan mengembangkan ekonomi atas nama mereka sendiri. Aktifitas ekonomi sebagaian besar bertumpu pada produksi pertanian. Karena kondisi tanah yang subur dan pengairan yang sangat baik sekali, serta tersedianya tenaga-tenaga yang terampil dan ahli menjadikan pertanian menjadi sektor utama devisa negara.

Hasil pertanian diangkut dengan kendaraan beroda sehingga memungkinkan mobilisasi yang cepat terhadap hasil pertanian. Meskipun industri bukan tumpuan utama, perekonomian bangsa sumeria bukan berarti tidak berkembang dengan baik. Dengan kendaraan beroda yang berhasil diciptakan. Mereka dengan mudah mengimpor bahan-bahan mentah yang didatangkan dari negara tetangga sebelah Utara, terutama bahan manufaktur, untuk diubah menjadi produk siap pakai dan lalu mengekspor ke daerah-daerah lain yang luas. Barang–barang kerajinan yang terbuat dari logam mulia.diciptakan oleh tenaga-tenaga yang terampil dan ahli. Para saudagar dan pelancong yang datang dari arah utara dan barat melalui daerah “bualan sabit subur” menuju ke Timur Mediterrania dan Mesir, singgah di Mesopotamia untuk membawa produk-produk industry maupun pertanian bangsa Sumeria.

Bukti telah ada hubungan antara Mesir dan Mesopotamia dapat dijelaskan dengan adanya keasamaan pada budaya tertentu antara keduanya. Yakni menggunakan sejenis senjata perang yang berbentuk bnuga yang ditemukan dalam seni dekorasi. Bahkan penemuan terakhir menujukan bahwa Mesopotamia telah mengadakan kontak dagang dengan india.
Di atas itu semua, bangsa Sumeria adalah masyarakat bisnis yang pragmatis. Kredit dan pinjaman diatur secara hati-hati. Segala perjanjian ditulis dan ditandatangani oleh saksi. Alat tukar perdagangan yang sudah digunakan ialah logam mulia seperti emas dan perak.

Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Sosial

Organisasi sosial masyarakat Mesopotamia terbahagi dua golongan yaitu :
  • Golongan Pemerintah
    Terdiri daripada Raja, Ketua pendeta, ketua Tentera dan orang bangsawan.
  • Rakyat
    Terdiri daripada rakyat bebas, petani, artisan, dan pedagang.
    Hamba daripada tawanan perang.
Raja dalam sistem pemerintahan Mesopotamia berperanan sebagai: 
  • Ketua kerajaan/pemerintah dan dianggap sebagai tuhan atau wakil tuhan dan pemilik negara kota, dikenali teokrasi.
  • Ketua Tentara
  • Ketua pendeta/agama
  • Berkuasa 
  • melantik pembesar terutama ahli keluarga dalam memegang jawatan di Zigurat.
  • Berkuasa dalam bidang ekonomi, pengutipan cukai tanah, hasil pertanian dan perniagaan.
  • Ketua pemerintahan dan dibantu golongan bangsawan yang ada ikatan kekeluargaan.
  • Masyarakatnya tidak menyembah raja saebagai Tuhan kecuali dalam zaman Raja Naramsin di Akkad – gelar diri Raja Empat Penjuru Alam.
Bangsa-Bangsa Pendukung Peradaban Mesopotamia

Bangsa Ubaid
  • Merupakan bangsa pertama yang telah tinggal di Mesopotamia selama bertahun-tahun. Bangsa ini bermata pencaharian sebagai petani. Mereka menanam biji-bijian dengan memanfaatkan air sungai sebagai sarana irigasi pertanian ini dilakukan di daerah yang subur.
Bangsa Sumeria (± 3000 SM)

Merupakan bangsa yang ada setelah bangsa Ubaid telah punah. Bangsa ini bermata pencaharian sebagai petani yaitu dengan cara melanjutkan pertanian yang dilakukan oleh bangsa Ubaid. Namun berbeda dengan para pendahulunya bangsa Sumeria memperbaharui sistem irigasi dengan membuat waduk-waduk agar ketika musim kemarau mereka tetap akan bisa melakukan pengairan ke ladang-ladang mereka. Bangsa Sumeria adalah bangsa yang pertama mendiami Mesopotamia. Mula-mula daerah tersebut berupa rawa-rawa. Setelah dikeringkan daerah tersebut menjadi pemukiman yang dihuni oleh kelompok masyarakat yang teratur. Kota yang dihuni tertua adalah Ur dan kemudian Sumer.
Bangsa ini menganut kepercayaan politeisme atau mempercayai adanya banyak dewa. Dewa-dewa tersebut, antara lain, Uruk (Dewa Langit), Nippur (Dewa Bumi), dan Eridu (Dewa Air). Tempat untuk memuja para dewa tersebut adalah ziggurat. Bangsa Sumeria juga sudah mengenal tulisan, yaitu tulisan paku. Kebudayaan bangsa Sumeria akhirnya berakhir setelah pada tahun 2350 SM diserang oleh bangsa Akkad di bawah pimpinan Sargon. Bangsa Akkad adalah rumpun bangsa Semit.

Bangsa Akkad  (± 2350 SM)

Memasuki tahun 2800 SM, Mesopotamia dikuasai oleh bangsa Akkadia, setelah berhasil mengalahkan bangsa Sumeria. Pemimpin bangsa Akkadia adalah raja Sargon. Memilih Agade sebagai ibukotanya. Dari segi kebudayaan bangsa Akkadia meniru kebudayaan bangsa Sumeria yang sudah maju sehingga berkembanglah budaya baru yang disebut budaya Sumer Akkad berbahasa semit. Bangsa Akkad memuja banyak dewa, dan juga memiliki cerita-cerita dongeng tentang kepahlawanan, seperti cerita tentang Adopa, Etana, dan Gilgamesh.

Bangsa Babilonia (±1900 SM)

Kerajaan Babilonia didirikan oleh bangsa Amorit yang disebut juga Babilonia. Kata Babilonia berasal dari kata babilu yang berarti gerbang menuju Tuhan. Babilon terletak ± 97 kilometer di selatan kota Baghdad sekarang, di tepi sungai Eufrat, Irak selatan. Babilon menjadi pemerintahan (ibukota), perdagangan dan keagamaan. Raja Babilonia yang terbesar adalah Hammurabi (1948-1905 SM). Raja Hammurabi terkenal sebagai pembuat Undang-undang. Menurut kepercayaan, undang-undang tersebut berasal dari pemberian Dewa Marduk. Agar dapat dibaca oleh masyarakat, maka undang-undang itu dipahatkan pada tugu batu setinggi 8 kaki yang ditempatkan di tengah ibukota. Inti dari hukum Hammurabi adalah pembalasan, misalnya mata ganti mata, gigi ganti gigi. Penerapan hukum itu sangat keras, contoh: “Jika seseorang melakukan pencurian di sebuah rumah, maka ia harus dibunuh dan dibakar di muka rumah tempat ia melakukan pencurian”. Dengan demikian keteraturan masyarakat tercapai karena ketaatan pada hukum. Setelah Hammurabi meninggal dunia, kira-kira tahun 1900 SM Babilonia ditaklukkan oleh bangsa Hittit dari dataran tinggi di sebelah utara Mesopotamia. Pada masa pemerintahan Hammurabi, kekuasaan Babylonia terbentang dari Teluk Persia sampai seberang wilayah Turki sekarang dan dari Pegunungan Zagros di timur sampai Sungai Khabur di Siria. Tetapi, sepeninggal Hammurabi wilayah Babylonia terpecah-balah dan akhirnya Babylonia (Lama) runtuh karena serangan dari bangsa Hitti (Hittit). Selanjutnya Mesopotamia diduduki dan diperintah oleh bangsa Kassi (Kassit).

Bangsa Assyria (±1200 SM)

Bangsa Assyria termasuk rumpun bangsa Semit. Mereka membangun kota Asshur dan Niniveh. Kota Niniveh yang terletak di tepi sungai Tigris dijadikan ibukota. Pemerintahan bangsa Assyria bercorak militer. Bangsa Assyria digelari sebagai bangsa Roma dari Asia. Gelar tersebut di dapat karena seperti bangsa Romawi, bangsa Assyria merupakan penakluk daerah-daerah di sekitarnya sehingga berhasil membentuk imperium yang besar. Wilayah Assyria membentang dari teluk Persia sampai Laut Tengah. Mereka sangat ditakuti oleh bangsa lain karna pasukan infantri, kavaleri dan tentara dengan kereta perangnya sangat kuat.
Wilayah kerajaan dibagi menjadi beberapa propinsi dan setiap propinsi diperintah oleh gubernur yang bertanggungjawab kepada Raja. Untuk memperlancar hubungan antara ibukota dan daerah maka dibangunlah jalan raya yang bagus.
Selain kehidupannya yang bercorak militer, bangsa Assyria juga membangun negerinya menjadi sangat maju antara lain di bidang pendidikan. Salah seorang raja Assyria yang terkenal adalah Assurbanipal. Pada masa pemerintahannya ia meninggalkan 22000 buah lempengan tanah liat yang tersimpan di perpustakaan Niniveh. Lempengan (tablet-tablet) tersebut memuat tulisan tentang masalah keagamaan, sastra, pengobatan, matematika, ilmu pengetahuan alam, kamus dan sejarah. Raja-raja yang pernah berkuasa di Kerajaan Assyria, dan antaranya Raja Sargon I I, Raja Sennacherib, dan Raja Assurbanipal. Lambat laun Kerajaan Assyria semakin lemah. Hal ini diketahui oleh bangsa Chaldea yang berkembang di daerah Mesopotamia Selatan (bekas kekuasaan Kerajaan Babylonia Lama). Bangsa ini menyerang Kerajaan Assyria. Pada tahun 612 SM, Ibu Kota Niniveh berhasil dikuasai sehingga mengakibatkan runtuhnya Kerajaan Assyria.

Bangsa Babilonia Baru

Tampilnya suku bangsa Khaldea mengangkat kembali keperkasaan Babilonia yang dulu pernah jaya. Raja bangsa Khaldea yang terkenal adalah Nebukadnezar. Ia membangun kembali kota Babilon dan menjadikan kota tersebut sebagai ibukota sehingga disebut Babilonia Baru. Ada dua hal yang menarik di kota Babilonia yaitu menara Babel dan taman gantung. Menara babel yang tingginya mencapai 90 meter berfungsi sebagai keindahan kota serta mercusuar bagi para pedagang di sekitarnya yang akan menuju ke kota Babilonia. Hal kedua yang menarik adalah pembuatan taman gantung yang dipersembahkan untuk isterinya. Taman itu dibangun di atas bukit buatan. Tingginya 107 meter. Bentuknya berupa podium bertingkat yang ditanami pohon, rumput dan bunga-bungaan. Ada air terjun buatan berasal dari air sungai Eufrat yang dialirkan ke puncak bukit lalu mengalir melalui saluran buatan. Jika dilihat dari jauh seolah-olah taman itu menggantung, suatu pemandangan yang sangat menakjubkan.
Di bidang pengetahuan bangsa Khaldea telah mengembangkan astronomi dan astrologi. Mereka percaya bahwa masa depan dapat diketahui dengan mempelajari bintang-bintang. Selain meramal nasib seseorang juga ramalan tentang gerhana. Mereka membagi minggu dalam tujuh hari, satu hari ke dalam 12 jam ganda (1/2 hari siang/terang dan 1/2 hari malam/gelap). Menghitung lewatnya waktu dengan jam air (water clock) dan jam matahari (sundial). Sebuah catatan penting mengenai Nebukadnezar adalah peristiwa penaklukan kerajaan Yudea dan Palestina. Ibukota Yerusalem direbutnya, kemah raja Sulaiman dibakar dan menjarah tanah Yudea. Bangsa Israel termasuk para pemimpinnya diangkut ke negerinya dijadikan budak dan tawanan. Peristiwa itu disebut masa pembuangan Babilon dari tahun 586-550 SM yang sangat membekas bagi bangsa Israel. Sesudah Nebukadnezar meninggal dunia tak lama yaitu tahun 539 SM, Babilonia Baru ditaklukkan oleh bangsa Persia.

Bangsa Persia

Di bawah pimpinan Cyrus berdirilah Kerajaan Persia, berhasil memperluas wilayah kekuasaannya dengan menaklukkan Babylonia Baru dan daerah Asia Kecil. Raja Cyrus menguasai sebagian dari daerah India bagian barat. Namun dalam pertempuran melawan bangsa Tura, Raja Cyrus terbunuh. Ia kemudian digantikan oleh anaknya yang bernama Cambysses.
Raja Cambysses berhasii mengembalikan ketentraman dalam negeri Persia. Bahkan pada tahun 525 SM Cambysses berhasil menaklukkan negeri Mesir. Setelah Raja Cambysses meninggal ia digantikan oleh Raja Darius. Di bawah pemerintahannya, Kerajaan Persia mencapai masa kejayaannya. Pada masa itu dibangun istana yang megah dan indah di Kota Suza. Istana di Persepolis terkenal karena mempunyai tangga raksasa untuk memasuki istana tersebut. Kerajaan Persia hancur ketika mendapat serangan dari Iskandar Zulkarnaen.

Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Budaya

Orang-orang Sumeria sudah mengenal abjad yang berupa huruf paku. Huruf-huruf paku itu antara lain ditemukan pada sebuah prasasti yang berisi tentang hukum dan undang-undang yang berlaku untuk mengatur kerajaan. Undang-undang dan peraturan-peraturan hukum itu disebut dengan Undang-Undang Hammurabi (Codex Hammurabi).
Tradisi kesusasteraan Epik Gilgamesh, kisah Falsafah dan cara hidup masyarakat Mesopotamia. Tentang kepahlawanan Gilgamesh, ada sifat dua pertiga tuhan, satu pertiga manusia. Wajah tampan, ada kekuatan dan keberanian. Telah memerintah dan memberikan perlindungan kepada Kota Uruk. Menceritakan juga kehidupan yang kekal dan kesaktian.
Orang-orang Sumeria sudah mengenal sistem penanggaian atau sistem kalender, yang dimaksudkan untuk mengenal perputaran waktu dan musim. Pengetahuan tentang perputaran waktu dan musim berguna untuk menentukan saat yang tepat dalam melaksanakan aktivitas kehidupannya, baik untuk bercocok tanam, perdagangan, dan sebagainya. Untuk mempermudah memahami pengetahuan tentang perputaran waktu dan musim,, mereka membagi dan mempersingkat waktu ke dalam jam, menit, dan detik. ~embagian waktu terus dikembangkan ke dalam bentuk yang lebih khusus melalui sistem penanggalan atau sistem kalender, yaitu 24 jam menjadi 1 hari, 30 hari menjadi 1 bulan, dan 12 bulan menjadi 1 tahun. 

Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Religi/Kepercayaan

Berkembangnya kepercayaan di Mesopotamia berawal dari kepercayaan bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria memuja dewa-dewa yang menguasai alam, seperti Dewa Anu (Dewa Langit), Dewa Enlil (Dewa Bumi), dan Dewa Ea (Dewa Air). Ketiga dewa itu mendapat pemujaan tertinggi dari bangsa Sumeria. Bangsa Sumeria juga menyembah Dewa Sin (Dewa Bulan), Dewa Samas (Dewa Matahari), dan Dewa Istar (Dewa Perang dan Asmara). Bangsa Sumeria juga menyembah Tammuz (Dewa Tumbuh-tumbuhan) untuk memajukan pertanian. Dewa yang memiliki peranan penting dalam kepercayaan bangsa Sumeria adalah dewa yang berhubungan dengan terciptanya dunia, yaitu Dewa Marduk. Dewa Marduk adalah lambang usaha bangsa Sumeria di dalam menciptakan daerah pertanian.
Kepercayaan bangsa Sumeria ini terus berkembang dan dianut oleh masyarakat yang tinggal di daerah Mesopotamia. Tetapi ketika bangsa Persia menguasai daerah Mesopotamia, berkembanglah ajaran agama Persia. Kitab Suci Awesta ini merupakan firman-dewa dengan perantara nabi diturunkan kepada bangsa Persia. Pada masyarakat bangsa Sumeria terdapat kepercayaan, bahwa manusia setelah mati akan hilang. Hal ini dijelaskan dalam cerita Gilgamesh. Cerita itu pada hakikatnya mempunyai kesimpulan bahwa hidup abadi di dunia ini tidak ada.
Aspek keagamaan dan kepercayaan masyarakat Mesopotamia dapat dilihat berdasarkan ciri berikut:
  • Mengamalkan kepercayaan banyak tuhan atau politiesme.
  • Raja sebagai wakil tuhan.
  • Pendeta ketuai upacara agama di Zigurat.
  • Tidak percaya kehidupan selepas mati tetapi hanya jatuh ke dalam gua yg penuh debu.
  • Pemerintahan oleh tuhan atau wakil tuhan berasaskan hukum agama dan bersifat ketuhanan/teokrasi.
Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang HANKAM

Sejak awal pemerintahannya, Raja Hammurabi telah memperkenalkan sistem hukuman dalam kehidupan masyarakat yang peraturannya didasarkan atas nilai-nilai tradisional. Dengan peraturan hukum seperti itu, masyarakat akan dapat hidup dengan hidup yang tertib dan menjadikan Raja Hammurabi sebagai raja yang besar, bijaksana, dan termasyhur namanya.
Hukum tersebut berupa prasasti batu yang tingginya delapan kaki atau sekitar 2,5 meter dan ditempatkan di tengah-tengah ibu kota Kerajaan Babylonia. Prasasti itu ditemukan kembali oleh pada ahli Prancis di Kota Susa (Persia) pada abad ke-20. Hukum itu dikenal dengan Hukum atau Undang-Undang Hammurabi (Codex Hammurabi) dan merupakan hukum atau undang-undang tertulis pertama di dunia. Dalam kitab hukum atau undang-undang itu ditulis tentang peraturanperaturan yang menyangkut bidang pertanian, perdagangan, agama, pemerintahan, dan kemasyarakatan. Hukum itu terdiri dari 300 pokok undang-undang. Pada setiap bagian dengan jelas tercantum jenisjenis pelanggaran dan hukumannya. Dalam menjalankan undang-undang itu, Raja Hammurabi bertindak dengan keras dan tegas, sehingga terwujud ketertiban dan keamanan.

Aspek undang-undang ini dapat dicirikan dengan:
  • Mengenalkan Kod Undang-Undang Hammurabi
  • Berteraskan hak rakyat terhadap keadilan.
Hukuman adalah setimpal dengan kesalahan, hukuman juga berbeda mengikuti susunan lapisan masyarakat. 
  1. Jika rakyat patah tulang bangsawan juga tulangnya akan dipatahkan.
  2. Jika bangsawan cedera atau patahkan tulang rakyat, hukumannya denda satu uang perak.
  3. Kod ini mengandungi 282 undang-undang yang dipahat pada tembok.
  4. Dasar perundangan tamadun Mesopotamia.
  5. Berjaya mengelakkan wujudnya permasalahan di kalangan masyarakat pelbagai kaum dan susun lapis masyarakat.
  6. Wujudkan perpaduan dan mengukuhkan organisasi.
Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Kesenian

Peninggalan bangsa Sumeria yang antara lain berupa lukisan - lukisan para penguasa yang terlukis dalam peta, kuil-kuil maupun dalam gundukan-gundukan tanah yang tertutup oleh benda-benda yang tidak berharga. Dan mereka berhasil mengungkapkan karateristik kebudayaan bangsa Sumeria dalam bidang arsitektur Sumeria terletak pada tingkat kerumitannya yang khas. Sebagai contoh ialah istana para raja (3500 SM ) dibangun berdasarkan perencaan yang rumit. Bangunan terdiri dari tangga yang besar dan tembok-temboknya dihiasi dengan relief-relief dengan bentuk binatang dan manusia. Sebenarnya orang-orang Sumeria lebih familiar dengan bangunan-bangunan yang berbentuk kubah. Akan tetapi karna tidak adanya batu besar di Mesopotamia membuat bangunan-bangunan seperti itu kurang berkembang.
Seni pahat bangsa Sumeria terdiri dari relief-relief yang digunakan untuk dekorasi dan isinya berupa cerita-cerita yang berupa bentuk badan manusia ataupun binatang. Manusia yang kekar adalah bentuk khas seni pahat yang paling digemari oleh bangsa Sumeria.
Tradisi kesusasteraan Epik Gilgamesh, kisah Falsafah dan cara hidup masyarakat Mesopotamia. Tentang kepahlawanan Gilgamesh, ada sifat dua pertiga tuhan, satu pertiga manusia. Wajah tampan, ada kekuatan dan keberanian. Telah memerintah dan memberikan perlindungan kepada Kota Uruk. Ceritakan juga kehidupan yang kekal dan kesaktian. Bidang arsitektur, orang Sumeria membangun kotanya menurut tata aturan kota yang terencana. Bangunan umumnya terbuat dari batu bata dan tanah liat. Kemampuan mengolah logam, dari pengolahan logam dihasilkan cermin, tongkat-tongkat, kapak, dan perlengkapan senjata lainnya. Mereka juga pandai membuat pakaian lenan, perkakas dari tembikar dan tembaga, serta perhiasan dari emas. Mesopotamia pada zaman Babylonia (Baru) terkenal dengan “taman gantung”, yang kemudian menjadi salah satu keajaiban dunia

Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Kesenian

Bahasa Aramaik merupakan bahasa yang digunakan masyarakat Assyria, Kaldynia, Yahudi, dan Syria sejak 900 tahun sebelum Masehi. Istilah Aramaik diambil dari kata Aram, cucu Nabi Nuh dari anak kelimanya, Sam. "Makanya, ada yang menyebut bahasa Aram. Bahasa ini pertama kali berkembang di Padan Aram, lembah di barat daya Mesopotamia, yang dihuni anak-cucu Aram. Dari lembah inilah bahasa Aramaik berkembang menjadi bahasa utama masyarakat Mesopotamia dan menembus Imperium Assyria dan Babylonia. Sebagai bahasa yang terus berkembang, Aramaik mengalami penyesuaian dengan tradisi lokal. Idiom yang digunakan bercampur dengan budaya setempat. Begitu pula dialek, pengucapan, dan penulisannya yang tak berhenti pada satu pakem. Selama 15 abad perjalanannya, bahasa Aramaik terbelah dalam dua aliran besar, Aramaik Barat dan Aramaik Timur. Aliran ini muncul berdasarkan dialek utama masyarakat yang menggunakannya.

Aramaik Barat bersandar pada dialek Yahudi yang berkembang di Yerusalem, Talmud, dan Talgum. Sedangkan Aramaik Timur muncul berdasarkan dialek Syriak di wilayah Assyria, Kaldynia, Babylonia, dan Mundai. Ada beberapa fase perkembangan bahasa Aramaik. Fase keempat, antara abad ke-2 sampai ke-7, yang disebut Aramaik Mutakhir. Fase terakhir inilah yang diyakini sebagai bahasa sehari-hari Yesus selama hidupnya. Fase ini diyakini pula sebagai fase puncak perkembangan. Bahasa Aramaik menjadi bahasa utama spiritual dan intelektual penganut agama samawi alias kaum Semit masa itu. Sebagaimana bahasa Ibrani bagi Yahudi dan bahasa Arab bagi penganut Islam. "Tiga bahasa itu menjadi bahasa spiritual tiga agama Semit karena berasal dari rumpun yang sama," kata Franz Rosenthal, profesor studi bahasa kuno dalam Journal Near Eastern. Jangan heran jika tiga bahasa tersebut punya kemiripan dari berbagai sisi. Huruf dalam bahasa Aramaik dan Ibrani punya beberapa kemiripan bentuk. Beberapa huruf bisa disambung dengan huruf lain untuk membentuk kata. Hal serupa juga bisa ditemukan dalam bahasa Arab. Kosakata yang dimiliki tiga bahasa ini juga berdekatan. Kata "tidak" dalam bahasa Aramaik disebut "la". Sama persis dengan kosakata Arab. Beberapa kosakata Arab dan Ibrani juga punya kemiripan. Bangsa Israel dalam bahasa Arab disebut "bany Israil". Sedangkan Ibrani menyebutnya "benei Yisra'il." Dalam perkembangan selanjutnya, bahasa Aramaik lambat-laun berkurang. Skala penggunaannya juga menyempit pada ritual peribadatan yang bersumber dari Kitab Perjanjian Baru yang ditulis dalam bahasa Aramaik. Kini bahasa Aramaik "cuma" menjadi wilayah kajian tentang peradaban Mediterania. Namun, bukan berarti ia punah sama sekali. Harian The Christian Science Monitor, 29 Januari 2004, menemukan fakta menarik. Bahasa Aramaik ternyata masih digunakan dalam ritual peribadatan 130 tokoh Katolik Maronit di Kormakiti, Siprus. Mereka tetap mendaras doa sebagaimana bahasa yang digunakan Yesus semasa hidup. Dialek mereka terpengaruh dialek Arab sehingga bahasa Aramaik dari Kormakiti ini disebut gaya Arab Maronit Siprus.

Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang IPTEK

Peradaban Mesopotamia telah memperlihatkan keunggulan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sejak didiami oleh bangsa Sumeria (tahun 3000 SM). Keunggulan-keunggulan tersebut tampak dalam bidang-bidang berikut :
  • Bidang arsitektur, orang Sumeria membangun kotanya menurut tata aturan kota yang terencana. Bangunan umumnya terbuat dari batu bata dan tanah liat.
  • Kemampuan mengolah logam, dari pengolahan logam dihasilkan cermin, tongkat-tongkat, kapak, dan perlengkapan senjata lainnya. Mereka juga pandai membuat pakaian lenan, perkakas dari tembikar dan tembaga, serta perhiasan dari emas.
  • Bidang ilmu pengetahuan, Ashurbanipal, pemimpin Assyria, membangun perpustakaan tertua di dunia.
  • Mesopotamia pada zaman Babylonia (Baru) terkenal dengan “taman gantung”, yang kemudian menjadi salah satu keajaiban dunia
  • Kewujudan Sistem Tulisan Sistem pendidikan telah melahirkan juru tulis, Epik Gilgamesh merupakan hasil kesusasteraan yang tertua di dunia serta mengandungi falsafah dan cara hidup orang Mesopotamia.
  • Perkembangan ilmu astronomi, Perkembangan ilmu matematik dan geometri, Menggunakan jalan laut, menciptakan kalender berdasarkan sistem solar yang mengandungi 12 bulan dalam satu tahun.
  • Perkembangan ilmu perobatan, Kerajaan Assyria mementingkan kesihatan anggota tenteranya 500 jenis 0bat-0batan termasuk herbal dan ramuan perobatan, serta cara mengobati.
Perkembangan Peradaban Mesopotamia di Bidang Politik

Bentuk bangsa adalah “Negara Kota” yang masing-masing Negara kota dipimpin oleh seorang raja. Sebagaimana telah disinggung di muka, masing-masing raja memilki otoritas penuh baik sebagai pemimpin politik, supervisor irigasi maupun pemimpin keagamaan. Mungkin lebih tepat bangsa Sumeria menganut sistem pemerintahan dan bentuk negara “kondefenderasi terbuka”. Persatuan diperlukan hanya dalam bidang militer ketika mendapatkan serangan dari luar. Namun tidak jarang juga terjadi persaingan dan ingin saling menguasai di antara Negara-negara kota sendiri. Sebagai contoh ialah ketika Dungi berkuasa, bangsa Sumeria berada di bawah kekuasaan tunggalnaya. Sistem pemerintahan bersifat despotik. Sebagian besar penduduknya merupakan budak atau dianggap sebagai budak yang hidup dalam sebuah tirani yang secara terpaksa harus rela menerima setiap kehendak raja. Raja berkedudukan sebagai dewa yang memerintah manusia di bumi. Kebebasan intelektual hanya sedikit diberikan.

Hubungan Peradaban Mesopotamia dengan Peradaban/Kerajaan Lain

Kerajaan Babilonia (±1900 SM)

Kerajaan Babilonia didirikan oleh bangsa Amorit yang disebut juga Babilonia. Kata Babilonia berasal dari kata babilu yang berarti gerbang menuju Tuhan. Babilon terletak ± 97 kilometer di selatan kota Baghdad sekarang, di tepi sungai Eufrat, Irak selatan. Babilon menjadi pemerintahan (ibukota), perdagangan dan keagamaan. Raja Babilonia yang terbesar adalah Hammurabi (1948-1905 SM). Raja Hammurabi terkenal sebagai pembuat Undang-undang. Menurut kepercayaan, undang-undang tersebut berasal dari pemberian Dewa Marduk. Agar dapat dibaca oleh masyarakat, maka undang-undang itu dipahatkan pada tugu batu setinggi 8 kaki yang ditempatkan di tengah ibukota. Inti dari hukum Hammurabi adalah pembalasan, misalnya mata ganti mata, gigi ganti gigi. Penerapan hukum itu sangat keras, contoh: “Jika seseorang melakukan pencurian di sebuah rumah, maka ia harus dibunuh dan dibakar di muka rumah tempat ia melakukan pencurian”. Dengan demikian keteraturan masyarakat tercapai karena ketaatan pada hukum. Setelah Hammurabi meninggal dunia, kira-kira tahun 1900 SM Babilonia ditaklukkan oleh bangsa Hittit dari dataran tinggi di sebelah utara Mesopotamia. Pada masa pemerintahan Hammurabi, kekuasaan Babylonia terbentang dari Teluk Persia sampai seberang wilayah Turki sekarang dan dari Pegunungan Zagros di timur sampai Sungai Khabur di Siria. Tetapi, sepeninggal Hammurabi wilayah Babylonia terpecah-balah dan akhirnya Babylonia (Lama) runtuh karena serangan dari bangsa Hitti (Hittit). Selanjutnya Mesopotamia diduduki dan diperintah oleh bangsa Kassi (Kassit).

May 4, 2016

Herodes Agung

Lebih dari 2.000 tahun silam, ia memerintah selama kira-kira tiga dekade. Kerajaannya berlokasi di Yudea dan termasuk beberapa wilayah di sekitarnya. Ia dikenal dalam sejarah sebagai Herodes Agung.

Herodes sering diingat sebagai pembunuh yang cemburu; ia membunuh bukan hanya anggota keluarganya melainkan juga anak-anak lelaki yang tak berdaya. Ketika para ahli nujum dari Timur melaporkan kepadanya bahwa seorang calon raja telah lahir, Herodes berpura-pura ingin menghormati anak itu. Ia meminta mereka untuk mencarinya dan setelah itu datang kembali. Namun, ketika Allah memperingatkan para ahli nujum itu untuk tidak kembali, Herodes memerintahkan pembunuhan atas semua anak lelaki berusia dua tahun ke bawah di Betlehem, kota tempat para ahli nujum itu menemukan Yesus, dan juga di seluruh distriknya.—Matius 2:1-18.

Namun, di awal kehidupannya, Herodes telah mencuri hati banyak orang berkat proyek-proyek pembangunannya yang mengagumkan. Ia membangun bait, amfiteater, hipodrom, serta akuaduk, dan juga benteng yang megah dengan rumah pemandian yang mewah. Proyek-proyeknya sungguh mengesankan—bahkan bagi para insinyur modern yang meneliti situs itu.

Herodes memilih tempat-tempat yang mencolok dan merancang bangunan yang serasi dengan suasana alam di sekitarnya. Istananya dihiasi dengan lukisan dinding yang rumit, banyak sekali stuko, dan lantai mosaik. Ia juga memperkenalkan rumah pemandian gaya Romawi ke Yudea, dilengkapi dengan sistem pemanas dan penghangat ruangan di bawah lantai. Ia malah membangun kota-kota yang lengkap, salah satunya dengan pelabuhan buatan.

Kaisarea Kota Pelabuhan

Herodes membangun salah satu kota pelabuhan terbesar di seantero dunia Romawi di Kaisarea. Ukurannya mencengangkan para arkeolog. Ada tempat berlabuh yang luas sekali untuk menampung ratusan kapal, yang menjadi saksi bisu pusat perdagangan internasional di Kaisarea kala itu.

Dermaga dan penghalang ombak dibangun dengan teknik tercanggih pada era itu. Namun, para pakar merasa heran dengan caranya para pekerja menggunakan potongan batu yang sangat besar berukuran sekitar 15 meter kali 3 meter kali 3 meter yang digambarkan sejarawan Yahudi Flavius Yosefus. Akhir-akhir ini, para penyelam telah menemukan bahwa potongan batu yang digunakan Herodes sesungguhnya adalah batu beton. Untuk membangun dermaga dan penghalang ombak, para pekerja menuang beton ke dalam rangka kayu, kemudian beton itu ditenggelamkan ke dalam air dan dipancangkan dengan kuat.

Di kota pelabuhan yang telah direncanakan dengan baik itu juga terdapat sebuah bait yang dibaktikan kepada Kaisar Agustus, istana, hipodrom, teater dengan 4.000 tempat duduk, dan sistem pelimbahan bawah tanah. Akuaduk dan terowongan mengalirkan air bersih ke Kaisarea dari mata air di Pegunungan Karmel yang berjarak sekitar enam kilometer.

Yerusalem dan Bait Herodes

Proyek terbesar Herodes adalah bait yang ia bangun di Yerusalem. Bait semula di tempat itu dibangun oleh Raja Salomo, yang mengikuti rancangan arsitektur ayahnya, Daud, yang mendapat ilham dari Allah. (1 Raja 6:1; 1 Tawarikh 28:11, 12) Bait itu dihancurkan oleh orang Babilonia sekitar 420 tahun kemudian, dan kira-kira 90 tahun setelahnya, diganti dengan struktur bangunan yang lebih sederhana yang dibangun oleh Gubernur Yehuda Zerubabel.

Mengenai bait yang dibangun Herodes di tempat yang sama, Yosefus menulis, Bait itu ”dilapisi di semua sisinya dengan lempengan emas yang pejal, dan sewaktu matahari mulai terbit, cahaya yang sangat menyilaukan terpantul sehingga orang-orang yang berupaya melihatnya terpaksa memalingkan matanya, seakan-akan mereka langsung melihat matahari. Bagi orang yang baru pertama kali berkunjung, bait itu tampak dari kejauhan seperti gunung yang diselimuti salju; karena semua bagian yang tidak berlapis emas berwarna putih bersih”.

Ribuan orang dilibatkan dalam pembangunan tembok penyangga bait, yang di sebelah barat panjangnya sekitar 500 meter. Batu-batu yang sangat besar dipasang tanpa bahan perekat. Berat salah satunya hampir mencapai 400 ton dan ”tidak ada yang dapat menyaingi ukurannya di dunia kuno”, menurut komentar seorang pakar. Tidak heran, murid-murid Yesus begitu terkesan! (Markus 13:1) Di bagian atas tembok itu terdapat panggung yang sangat besar yang disebut Gunung Bait panggung terbesar buatan manusia di dunia kuno. Luas panggung itu seukuran lebih dari 30 lapangan sepak bola!

Herodes juga mendirikan berbagai bangunan di Yerusalem. Salah satunya adalah Benteng Antonia, yang bersebelahan dengan bait yang ia bangun sebelumnya. Herodes juga memerintahkan pembangunan sebuah istana, serta tiga menara bertingkat yang unik, yang dibangun di pintu masuk kota.

Samaria dan Yerikho

Herodes menerima hadiah dari Kaisar Agustus berupa kota kuno Samaria, yang ia ganti namanya menjadi Sebaste. Ia memperindah kota itu dengan beragam bangunan, termasuk bangunan yang mungkin adalah stadion yang dikelilingi serambi. Ia juga mendirikan banyak bangunan besar berhiaskan lukisan dinding yang rumit.

Yerikho terletak sekitar 250 meter di bawah permukaan laut di Lembah Yordan dan beriklim subtropis. Kota itu membentang sekitar 1.000 hektar dan bercirikan kota taman. Di sana, Herodes membangun istana musim dingin. Ia menggabungkan tiga istana yang ia bangun menjadi satu tempat tinggal yang besar, setiap bangunan diperlengkapi dengan ruang penerima tamu, pemandian, taman, dan kolam renang. Tidak heran, ia lebih suka menghabiskan musim dingin di Yerikho!

Benteng-Istana yang Unik

Namun, Herodes memiliki pilihan lain untuk tempat tinggal musim dingin. Ia membangun sebuah benteng di atas plato batu yang menjulang setinggi kira-kira 400 meter di atas Laut Mati dan dikenal sebagai Masada. Di lokasi itu ia mendirikan istana elegan bertingkat tiga dengan sebuah teras dan kolam-kolam pemandian, serta istana lain yang dilengkapi rumah pemandian gaya Romawi dengan pipa-pipa pemanas di dalam tembok dan sebuah kloset dengan sistem penyiraman!

Di lingkungan gurun yang tidak bersahabat, Herodes membuat tempat untuk beristirahat dan memulihkan kesehatannya. Tempat itu dilengkapi dengan belasan perigi yang bisa menampung sekitar 40 juta liter air. Karena di benteng itu juga terdapat sistem yang efisien untuk menampung serta menyimpan air hujan, ada banyak air untuk bercocok tanam dan untuk mengisi kolam renang serta pemandian.

Prestasi teknik Herodes lainnya yang mengagumkan adalah benteng-istana Herodium, terletak di atas bukit yang menjulang sekitar lima kilometer di sebelah tenggara Betlehem. Benteng itu terdiri dari dua bagian utama: Herodium Atas dan Herodium Bawah. Di Herodium Atas ada sebuah benteng-istana yang mengesankan dan di puncaknya terdapat menara timur bertingkat lima kini tinggal reruntuhan yang dahulu merupakan pencakar langit. Dua tahun lalu, kantor-kantor berita internasional melaporkan bahwa sisa-sisa makam Herodes ditemukan di lereng-lereng bagian atas Herodium, menyatakan bahwa ini membenarkan laporan Yosefus pada abad pertama tentang prosesi pemakaman Herodes di sana.

Di Herodium Bawah pernah terdapat kompleks berbagai bangunan istana dan kantor. Yang paling menarik adalah sebuah taman ala Romawi dihiasi dengan pilar-pilar mengelilingi kolam yang sangat besar dengan pulau yang dekoratif di tengahnya. Kolam itu hampir dua kali ukuran kolam renang Olimpiade modern. Kolam itu berfungsi sebagai waduk, tetapi juga digunakan untuk berenang dan bahkan untuk berperahu. Air dialirkan melalui akuaduk dari mata air yang jaraknya lima kilometer.

Beberapa tahun yang lalu, seorang pengunjung mengatakan tentang situasi alam di sekeliling tempat itu demikian, ”Di sebelah timur, kita bisa melihat seluruh Laut Mati. Di depan kita terdapat padang belantara Yehuda, tempat Daud berhasil meluputkan diri dari pengejarnya, Saul. Sewaktu melihat daerahnya yang berbukit-bukit, kita bisa paham caranya ia bisa menyembunyikan diri, khususnya karena sejak masa muda, ia sudah sangat mengenal daerah itu. Kita pun membayangkan bahwa sambil menggembalakan kawanan dombanya, Daud mungkin sering mendaki bukit yang sama ini untuk mengagumi pemandangan luar biasa yang sedang kita nikmati.”