Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Apr 2, 2016

Yunani Kuno

Pada suatu masa dalam periode Neolitikum, suatu kaum datang ke pulau Kreta di Laut Tengah. Tidak diketahui asal orang-orang ini, mungkin dari Asia Barat, atau Yunani, atau bahkan Mesir.

Hingga Zaman Perunggu Pertengahan, bangsa Kreta menjalani kehidupan mirip seperti orang Lerna pra-Yunani di Yunani daratan. Ketika bangsa India-Eropa menaklukan Yunani sekitar 2100 SM, mereka belum menguasai pelayaran sehingga tidak menaklukan Kreta. Oleh karena itu bangsa Kreta dapat terus membangun peradabannya, menghasilkan tembikar, guci batu, dan bangunan yang bagus. Peradaban bangsa Kreta disebut juga sebagai peradaban Minos, dari nama raja Minos, yang dalam mitologi Yunani diceritakan sebagai raja Kreta.

Sekitar 2000 SM, bangsa Kreta membangun istana-istana megah di seluruh pulau. Istana-istana ini memiliki banyak ruangan dengan halaman di bagian tengahnya. Kemungkinan bangsa Kreta memperoleh uang untuk membangun istana dengan cara bekerja sebagai tentara bayaran bagi Mesir. Beberapa dokumen Mesir dari masa ini tampak menyebutkan bangsa Kreta.

Pada 1700 SM, sebuah gempa besar mengguncang pulau Kreta. Semua istana hancur, namun dengan cepat dibangun kembali, bahkan kali ini lebih besar dan megah. Salah satu istana terbesar disebut Knossos. Istana ini memiliki ratusan ruangan, banyak di antaranya dihiasi lukisan tumbuhan, hewan, dan manusia dengan pakaian yang mewah yang sedang bercakap-cakap atau menari. Di istana ini terdapat pula bak mandi dan toilet dengan air mengalir, yang hanya diperuntukkan untuk para penguasa.

bangsa Kreta kini lebih kuat daripada tetangga Yunani mereka sehingga mampu menguasai bangsa Yunani. Mitos Yunani seperti kisah Daidalos dan Theseus menunjukkan bahwa Kreta sering memperbudak orang Yunani.

Sekitar 1620 SM, sebuah gunung berapi besar meletus di pulau Thera, dekat Kreta. Kota Akrotiri, di Thera, terkubur seluruhnya dalam lumpur gunung berapi sehingga tak dapat lagi ditinggali. Meskipun demikian, bangsa Kreta tetap mampu melanjutkan kehidupan mereka.

Perdaban bangsa Kreta tampaknya terus berkembang hingga 1450 SM, ketika semua istana terkecuali Knosso musnah terbakar. Kemudian lima puluh tahun kemudian, Knossos juga hancur. Kali ini, tak ada pembangunan ulang, dan Kreta menjadi tempat yang miskin. Tidak diketahui pasti siapa pelaku penghancuran istana-istana itu, namun kemungkinan adalah bangsa Yunani, yang sudah menjadi cukup kuat untuk menyerang Kreta.

Peradaban Minoa berlangsung di Pulau Kreta dari 3000 sampai 1100 SM. Seiktar tahun 1450 SM, peradaban ini digantikan oleh peradaban Mikenai sebagai kebudayaan utama di daerah ini. Nama "Minoa" dicetuskan oleh arkeologi terkenal asal Britania, Sir Arthur Evans, yang dari tahun 1900 sampai 1906 melakukan penggalian di Knossos, yang dia percayai sebagai ibukota kerajaan yang pernah dipimpin oleh raja Minos dari mitologi Yunani.

Tulisan sudah ada pada peradaban Zaman Perunggu di Mikenai dan Kreta, dan dikenal sebagai Linear B, biasanya ditulis dalam lembaran tanah liat. Sebelumnya kemungkinan sudah ada sistem penulisan lain di Kreta, yang disebut Linear A, namun bahasa yang digunakan dalam Linear A masih belum dapat ditafsirkan. Kebanyakan lembaran tanah liat ditemukan di Kreta dan Pilos. Tulisan-tulisan ini berisi tentang penghitungan dan inventaris istana, alih-alih catatan sejarah atau sastra.

Periode pra-istana (3000-1900 SM)
Bukti arkeologis menunjukkan bahwa Kreta mungkin telah dihuni sejak milenium ketujuh SM. Para pendatang baru yang ahli dalam metalurgi tiba di sana pada akhir milenium keempat SM, dan menggantikan orang-orang sebelumnya hingga 1900SM.

Periode istana purba (1900-1700 SM)

Istana-istana yang besar (terutama di Knossos dan Faistos) dibangun pada periode istana purba. Pada masa ini, kehidupan perkotaan mulai tumbuh dan politik mulai menjadi terpusat. Sekitar tahun 1700 SM, banyak istana besar yang hancur, kemungkinan karena bencana alam, seperti gempa bumi, atau mungkin karena serangan dari Anatolia.

Periode istana baru (1700-1450 SM)
Orang-orang Minoa membangun kembali istana-istana mereka, dan dimulailah Periode Neopalatial. Puncak peradaban Minoa terjadi pada periode ini, populasi meningkat, banyak pemukiman baru yang dibuat, dan seni, arsitektur, serta teknologi berkembang pesat. Meskipun mengalami kemajuan, bangsa Minoa juga mengalami semacam bencana sekitar tahun 1450 SM.

Periode istana akhir (1450-1380 SM)
Pada periode ini, peradaban Minoa mengalami kemunduran. Banyak pendapat mengenai penyebabnya, di antaranya adalah karena letusan Gunung Thera di pulau Santorini, adanya pemberontakan, atau mungkin invasi bangsa Mikenai dari daratan utama Yunani. Kemungkinan besar, gabungan dari semua faktor tersebutlah penyebabnya. Appaun penyebab pastinya, peradaban Minoa kemudian digantikan oleh peradaban Mikenai pada 1420 SM. Penggalian menunjukkan tembikar dan tulisan dari Kreta setelah 1450 SM lebih menunjukkan daratan utama Yunani daripada Kreta pra-1450 SM. Knossos lalu menjadi pusat administratif Mikenai, sebelum akhirnya hancur oleh kebakaran pada 1380.

Periode pasca-istana (1380-1100 SM)
Setelah kehancuran Knossos, ekonomi dan politik berpindah ke kota Khaniá. Peradaban Minoa sendiri semakin runtuh dan lokasi-lokasi Minoa mulai ditinggalkan. Khondros adalah salah satu lokasi baru pada periode ini. Lokasi Minoa yang terakhir runtuh adalah kota Karfi yang berada di pegunungan, yang berhasil menolak asimilasi budaya Mikenai hingga awal Zaman Besi. Pengetahuan tentang alat-alat dari besi (yang dibawa oleh bangsa Mikenai), yang menggantikan penggunaan perunggu, merupakan salah satu indikator yang digunakan oleh para arkeolog untuk menentukan waktu kapan Minoa runtuh.

Budaya

Lompat banten adalah suatu ritual keagamaan di Kreta.
Kebudayaan Minoa berbeda dari orang-orang Yunani kuno setelahnya. Bangsa Minoa merupakan pelopor dalam bidang eksplorasi kelautan, dan mereka mendirikan beberapa koloni di daratan utama Yunani dan pulau-pulau Aigea lainnya, misalnya Akrotiri di Thera. Budaya Minoa juga ikut mempengaruhi budaya Mikenai.

Agama

Sebagian besar infomasi mengenai agama Minoa diketahui dari tradisi lisan yang baru ditulis setelah Mikenai menaklukan Minoa. Dari catatan ini, para sejarawan percaya bahwa agama Minoa didasarkan pada agama orang-orang Neolitikum yang digantikan oleh bangsa Minoa. Agama mereka berpusat pada dewi Potnia, namun mereka tetap memuja banyak dewi. Banteng adalah keramat untuk bangsa Minoa. Ada suatu ritual keagamaan yang unik, yaitu lompat banteng. Di Kuil Minoa di Knossos, ada labirin yang terkenal. Simbol keagamaan lainnya adalah ular, labris (kapak bermata dua), matahari, dan pohon. Ada pula bukti bahwa bangsa Minoa melakukan pengorbanan manusia.

Seni

Bangsa Minoa terkenal atas kemampuan seni mereka. Penggalian telah menunjukkan adanya lukisan dinding, patung, dan tembikar. Tembikar adalah bentuk seni yang dominan pada bangsa Minoa sejak kedatangan Mereka di Kreta hingga periode Istana Baru, ketika akhirnya ditemukan teknologi tembikar untuk standardisasi desain. Lukisan dinding kemudian bangkit sebagai seni utama, dan sangat berfokus pada tema-tema natural dan keagamaan. Banteng dan ular banyak muncul dalam karya seni orang Minoa. Namun, tidak ditemukan adanya lukisan dinding mengenai dewa.

Arsitektur

Bangsa Minoa juga merupakan pionir untuk berbagai metode arsitektur. Kota-kota mereka diaspal dengan batu, dan dilengkapi selokan serta saluran air. Pembangunan istana-istana pertama menandai berakhirnya periode pra-istana. Istana adalah pusat pemerintahan. Di istana, lusinan komunitas dapat berkumpul di bawah satu otoritas politik yang terpusat. Istana juga digunakan sebagai tempat penyimpanan hasil panen yang berlebih, dan tempat altar para dewi.

Ekonomi

Ekonomi Minoa sangat bervariasi. Beberapa bahan pangan didapat dari pertanian, contohnya gandum, anggur, zaitun, dan ara. Mereka juga berternak domba, kambing, dan babi. Selain itu, lebah juga diternakkan untuk menghasilkan madu, selain juga keledai dan lembu untuk membajak ladang. Bangsa Minoa juga melakukan perdangan dengan daerah-daerah di sekitarnya. Komoditas utama mereka adalah timah, yang sangat diperlukan karena perunggu dihasilkan dari campuran timah dan tembaga. Wilayah perdagangan Minoa mencapai Mespotamia, Mesir, dan Spayol. Seiring munculnya besi yang menggantikan perunggu, perdagangan Minoa pun runtuh.

Bahasa

Peradaban Minoa memiliki beberapa bahasa tertulis. Pada masa pra-Istana, aksara hieroglif primitif digunakan, naman hanya sampai 1700 SM. Setelah itu berkembanglah sistem tulisan Linear A pada periode Istana purba, dan terus digunakan pada masa Istana baru. Linear A memiliki banyak simbol, masing-masing melambangkan suku kata, kata, atau angka. Setelah penaklukan Mikenai, linear A digantikan oleh Linear B. Hingga kini Linear A belum dapat diterjemahkan.

Yunani Pra-Hellen

Yunani telah dihuni oleh manusia sejak periode Neolitikum (kadang pada akhir Zaman Batu, antara 7000 sampai 3000 SM). Orang-orang primitif ini telah mampu melakukan kegiatan pertanian dan peternakan. Mereka juga membuat tembikar sehingga, dengan produksi makanan yang banyak, mereka bisa menyokong lebih banyak orang dalam satu pemukiman. Kaum Neolitikum ini berbeda dari orang-orang Paleolitikum yang hidup pada Zaman Es (sebelum 10,000 SM), yang merupakan pemburu dan pengumpul, dan hidup berpindah-pindah. Pertanian adalah suatu cara memproduksi makanan, dan metode ini menjadi sangat penting seiring berakhirnya Zaman Es ketika es mulai mencair dan suhu menjadi lebih sejuk. Periode Neolitikum di darah Timur dimulai lebih dulu, sekitar 7000 SM, daripada di Yunani. Pemukiman terawal ditemukan di Gua Frankhthi di Argolid dan di Nea Nikomedia di Makedonia, di sana tembikar yang ditemukan berasal dari tahun 6500-an SM. Pemukimannya berukuran seluas desa kecil. Rumah-rumah berbentuk sederhana. Peralatan batu Neolitikum semakin diperhalus dan beberapa alat cocok untuk digunakan dalam pertanian.

Setelah periode Neolitikum, cara hidup orang-orang berubah secara drastis, terutama ketika mereka mampu membuat peralatan dari tembaga dan perunggu. Metalurgi diperkenalkan ke Yunani dari Timur. Peradaban tercipta di Yunani seiring dimulainya Zaman Perunggu, sekitar 2880 SM sampai 1050 SM.

Zaman Perunggu di Aigea dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu Awal, Pertengahan, dan Akhir. Pembagian ini juga dapat dibagi lagi menjadi beberapa fase, misalnya Minoa Pertengahan III (1700-1550 SM), Minoa Akhir IA (1550-1500 SM) atau Hellad Akhir IIIB (1300-1200 SM). Tiap fase dibedakan berdasarkan gaya, bentuk, dan dekorasi tembikarnya, selain juga dengan cara Penanggalan Karbon.

Di bawah ini adalah tabel Zaman Perunggu di Aigea.



Peradaban Zaman Perunggu Awal (3000-2000 SM) di Yunani dan Kreta sangat mungkin dihuni oleh orang non-Yunani yang kemungkinan berbicara bahasa Aitolia. Kreta adalah pusat peradaban Zaman Perunggu, dengan perdagangannya yang makmur, dan istana-istananya yang megah, terutama di Knossos dan Faistos. Istana-istana ini mulai dibangun sejak sekitar 2000 SM, dan beberapa kali hancur akibat kebakaran, gempa bumi, atau serangan dari luar. Kreta banyak berpengaruh terhadap daratan utama Yunani dan kepulauan Kiklad. Karena istana-istananya yang rumit dan detail, para arkeolog dan sejarawan menamakan periode yang megah di Kreta ini sebagai "Peradaban Minoa", dari nama Minos, raja Kreta.

Kepulauan Kiklad kemungkinan pertama kali ditempati oleh bangsa Karia (yang berbicara bahasa Anatolia), namun kemudian terusir oleh orang-orang Minoa dari Kreta. Bangsa Karia kemudian pergi Asia Minor barat daya. Kepulauan Kiklad melakukan perdagangan dengan Kreta dan menciptakan tembikar dan peralatan perunggu dengan gaya mereka sendiri.

Daratan utama Yunani (kadang disebut sebagai periode Hellad) kurang berkembang dibandingkan dibandingkan Kreta pada masa awal Zaman Perunggu. Pengetahuan mereka tentang metalurgi juga diketahui dari Kreta.

Adalah pada masa Zaman Perunggu Yunani ketika orang-orangnya disebut bangsa Yunani pra-Hellen, yang kemungkinan tiba di Yunani pada awal milenium kedua SM. Sebelum kedatangan mereka, Yunani dihuni oleh orang non-Yunani. Siapa mereka masih belum diketahui. Yang kita ketahui adalah bahwa setelah kedatangan orang Yunani pra-Hellen, beberapa kota masih bertahan, karena nama-namanya tetap, misalnya kota Korinthos dan Tirins.

Namun, sudah ada peradaban Yunani di Yunani dan kepulauannya, jauh sebelum kedatangan orang-orang Hellen. Bukti-bukti mengenai orang-orang pra-Hellen ditemukan di situs-situs arkeologi di daratan utama Yunani, misalnya di Orkhomenos dan Thebes di Boiotia, Athena di Attika, Korinthos di Isthmos, Tirins dan Mikenai di Argolis, Pilos di Messenia.

Bangsa Romawi

Bangsa Romawi adalah penduduk kota Roma. Kota Roma dimulai dari perkampungan kecil di bukit-bukit Palatine dan Aventine. Diceritakan bahwa Romulus adalah raja pertama Roma, dan pendirian Roma secara tradisional terjadi pada 753 SM. Menurut legenda, Romulus merupakan keturunan pahlawan Troya, Aineias, yang bermigrasi ke Latium (Italia) setelah kejatuhan Troya.

Kerajaan Romawi dipimpin oleh tujuh raja. Raja ketujuhnya dikudeta dan rakyat Romawi menggantikannya dengan sistem pemerintahan republik pada 510 SM, sehingga Kerajaan Romawi berubah menjadi Republik Romawi. Pada masa kerajaan, tiga raja terakhir Romawi berasal dari bangsa Etruria (Toscana modern). Pada waku itu, bangsa Etruria adalah orang-orang yang paling kuat dan berpengaruh. Bangsa Etruria juga mengajari bangsa Romawi mengembangkan tulisan, ilmu pasti, arsitektur, seni, dan agama.

Romawi memenangkan serangkaian perang melawan musuh maupun sekutunya sendiri di daerah Latium. Pada abad ketiga SM, Romawi sukses menaklukan sebagian besar semenanjung Italia. Taras (kelak Tartentum) meminta Pirrhos dari Epiros untuk membebaskan kota-kota Yunani di Italia yang dikuasai oleh Romawi. Pirrhos memenangkan beberapa pertempuran (281-275 SM), namun kehilangan banyak sekali pasukan. Karenanya, Pirrhos pernah berkata, "jika sekali lagi kita menang, kita tetap akan dihancurkan oleh Romawi". Hingga kini, ungkapan "Kejayaan Pirrhos" diucapkan untuk menyatakan suatu kemenangan dengan pengorbanan yang besar.

Pada akhirnya, Romawi mengalahkan Yunani pada Pertempuran Beneventum (275 SM), dan Pirrhos harus angkat kaki dari Italia.

Pada saat kampanye militer Pirrhos di Italia dan Sisilia, Kartaghe merupakan sekutu Romawi, karena Pirrhos juga menyerang kota Kartaghe di Sisilia. Tetapi, di kemudian hari Romawi tertarik untuk menguasai Spanyol dan kepulauan Sardinia dan Korsika, yang saat itu dikendalikan oleh Kartaghe. Maka Kartaghe pun berkonfrontasi melawan Romawi dan terjadilan Perang Punik Pertama (264-241 SM). Pada akhirnya Kartaghe terpaksa harus menyetujui perjanjian dari Romawi.

Yang paling terkenal adalah Perang Punik Kedua (218-201 SM) ketika Kartaghe dipimpin oleh jenderal Hannibal Barca. Dengan membawa pasukan besar dari Kartaghe, Hannibal menginvasi Italia dan mengalahkan banyak legion Romawi. Hannibal menggunakan strategi serangan kejutan dan memenangkan pertempuran di Sungai Trebia (218 SM) dan di Danau Trasimene (217 SM). Pada Pertempuran Cannae, Hannibal kembali menunjukkan kehebatannya. Sementara Hannibal memimpin pasukan utamanya untuk menahan pasukan Romawi, sisa pasukannya mengelilingi pasukan Romawi dan memotong jalan keluar mereka. Pasukan Romawi lalu dihantam baik dari belakang maupun dari kedua sayap. Semua konsul dan dua mantan konsul Romawi terbunuh dalam pertempuran itu.

Romawi mengalami kerugian yang hebat namun mereka tidak menyerah pada Hannibal. Romawi lalu menunjuk salah satu jenderalnya, Quintus Fabius Maximus Kunktator, sebagai diktator. Strategi Fabius cukup sederhana: ikuti dan ganggu pasukan Hannibal, namun jangan lakukan pertempuran terbuka. Ini adalah jenis perang gerilya. Pada saat yang sama, Romawi mengirim pasukan yang dipimpin oleh Skipio bersaudara untuk menyerang basis Kartaghe di Spanyol, namun mereka terbunuh pada 211 SM. Skipio lain (anak dari salah satu Skipio yang terbunuh, kelak dikenal sebagai Skipio Afrikanus) memimpin serangan susulan dan berhasil menguasai Karthage Nova (Karthage baru) di Spanyol. Dia juga berhasil mengalahkan dan mengusir Hasdrubal Barca (adik Hannibal) dari Spanyol. Hasdrubal berusaha bergabung dengan kakaknya di Italia, namun usahanya digagalkan. Hasdrubal dikalahkan pada Pertempuran Metaurus (207 SM). Dengan perginya Kartaghe dari Spanyol, Skipio mengalihkan perhatiannya ke pusat pemerintahan Kartagahe, yaitu di Afrika. Hannibal tak punya pilihan selain meninggalkan Italia dan kembali ke Kartaghe.

Sebuah pertempuran besar terjadi di Zama pada 202 SM. Hannibal dan Skipio belum pernah bertempur sebelumnya, namun Skipio telah mempelajari taktik dan strategi Hannibal. Kali ini, pasukan kavaleri Romawi jumlahnya lebih banyak, dan Skipio menggunakan metode pengepungan milik Hannibal. Skipio mengirimkan pasukan kavalerinya untuk menyerang pasukan Hannibal dari belakang. Pada akhirnya, Kartaghe lagi-lagi harus menyetujui perjanjian damai hasil bikinan Romawi.

Tetapi, perdamaian dengan Kartaghe tidak menghentikan Romawi untuk mencari daerah jajahan baru di luar Italia. Pada saat kampanye militer Kartaghe di Italia, Filipos V (Philip V) dari Makedonia ikut membantu Kartaghe. Akibatnya Romawi pun menyerang Makedonia. Filipos V dikalahkan pada pertempuran di Kinosefalai (197 SM). Sekutu Filipos, Antioklos dari Suriah dan Asia Minor, juga ikut diserang dan dikalahkan. Di kemudian hari, Romawi kembali berperang melawan Makedonia, kali ini Makedonia dipimpin oleh putra Filipos V, yaitu Perseus. Makedonia dikalahkan pada pertempuran di Pidna (168 SM) dan Makedonia pun menjadi daerah jajahan Romawi.

Sementara itu Kartaghe di Afrika dan Korintus di Yunani bangkit melawan Romawi. Namun Romawi mampu mengalahkan mereka. Pada 146 SM, Romawi membakar habis kota Kartaghe dan Korintus. Romawi juga menjual semua penduduk Korinthos sebagai budak dan mengambil semua benda seni mereka. Dengan demikian, Afrika dan Yunani pun menjadi daerah kekuasaan Romawi.

Pada abad pertama SM, terjadi pemberontakan sipil di kota Roma. Para jenderal Romawi (yang sekalgus merupakan gubernur) saling memperebutkan kekuasaan. Pada 49 SM, terjadi lagi perang sipil antara Julius Caesar dan Pompey Magus. Caesar berhasil mengalahkan Pompey dan kembali ke Roma untuk membuat beberapa perubahan pada sistem politik Romawi. Namun dia dibunuh pada 44 SM. Persekutuan sementara didirikan oleh Oktavianus (keponakan Caesar), dan Markus Antonius (Mark Antony), salah satu anak buah Caesar. Mereka berbagi kekuasaan, Oktavianus memerintah wilayah barat, sedangkan Antonius mengurusi wilayah timur, seperti Yunani dan Suriah. Suatu hari, Antonius jatuh cinta pada Cleopatra, ratu Mesir dan mantan kekasih Caesar. Antonius lalu menceraikan saudari Oktavanianus dan menikahi Cleopatra, akibatnya terjadi perang antara keduanya. Oktavianus berhasil mengalahkan Antonius pada pertempuran laut di Aktium pada 31 SM. Antonius dan Cleopatra lalu bunuh diri.

Sebagai satu-satunya pemegang kekuasaan, Oktavianus pun menjadi kaisar pertama Romawi pada 30 SM. Pada 27 SM, Oktavianus kembali ke Roma dan mulai melakukan reformasi pemerintahan. Namanya diganti menjadi Augustus Caesar. Romawi akhirnya kembali pulih setelah perang sipil yang panjang. Karya-karya Virgilus dan Ovidius bermunculan pada periode ini.

Selama perang sipil, Romawi memberikan kewarganegaraan Romawi pada para sekutunya, setelah Perang Sosial (91-89 SM). Pada masa Julius Caesar, kewarganegaraan boleh diberikan pada orang non-Italia, misalnya orang Galia, dan pada orang yang ingin tinggal di Kekaisaran Romawi. Salah satu warga Romawi yang terkenal adalah Saulus yang Yahudi, yang kelak dikenal sebagai Rasul Paulus.

Banyak di antara kaisar Romawi yang tak dilahirkan di kota Roma. Mungkin satu-satunya syarat untuk menjadi kaisar Romawi adalah harus warga Romawi. Kadanag, Senat memilih orang sebagai kaisar, namun di lain waktu, kandidat kaisar dicalonkan oleh pasukan Romawi di berbagai provinsi.

Kekaisaran Romawi ketika mencapai wilayah terluasnya di bawah pemerintahan kaisar Trajanus.
Augustus meninggalkan dinasti di Romawi setelah dia meninggal pada 41 M. Dia diteruskan oleh pemerintahan Tiberius (14-37 M), Kaligula (37-41 M), Klaudius (41-54 M) dan Nero (54-68 M). Dinasti itu berakhir setelah kaisar Nero wafat pada 68 M. Dia bunuh diri setelah rakyatnya memberontak padanya. Setelah Nero, Romawi dipimpin oleh tiga kaisar dan masa pemerintahan mereka berlangsung pendek.

Pada 69 M, gubernur Romawi, Vespasianus (69-79 M), menjadi kaisar dan mendirikan dinasti yang baru. Di digantikan oleh putranya Titus (79-81 M) dan Domitianus (81-96 M).

Kekaisaran Romawi mencapai level dan stabilitas yang baru ketika dipimpin oleh kaisar Trajanus (98-117 M), Hadrianus (117-138 M) dan Antoninus Pius (138-161 M). Markus Aurelius (161-180 M) harus menjalani serangkaian pertempuran melawan kaum barbar di perbatasan Romawi. Dia digantikan oleh Kommodius, yang dibunuh pada 192 M. Pada abad ketiga M, terjadi gejolak dan pemberontakan di Romawi yang menyebabkan keterpurukan ekonomi.

Kaisar Diokletianus (284-305 M) dan koleganya Maximianus berusaha membangun kembali kekaisaran. Pengganti Diokletianus adalah Konstantius, yang merupakan ayah Constantinus Agung (312-337 M). Adalah Constantinus yang memindahkan ibukota ke Bizantium, yang namanya diganti menjadi Konstantinopel. Constantinus juga menjadikan Nasrani sebagai agama negara, walaupun dia sendiri baru dibaptis menjelang saat-saat kematiannya.

Kaisar terakhir Romawi, Romulus Augustus, melepaskan mahkotanya di depan Odoacer.
Pada abad keempat Masehi, perbatasan Romawi mendapat tekanan hebat dari kaum barbar, terutama oleh kaum Jerman. Kekaisaran Romawi lalu dibagi menjadi dua (394), dan masing-masing dipimpin oleh putra-putra kaisar Theodosius: Honorius memerintah di Romawi Barat, dan Arkadius berkuasa di Romawi Timur. Ada dua kelompok kaum Goth yang paling merusak Romawi, yaitu Visigoth dan Ostrogoth. Kaum Visigoth, dipimpin oleh Alarik, menyerang kota Roma pada 410 M. Karena hal ini, Honorius memanggil pulang legionnya yang sedang bertugas di Britania dan menyuruh mereka untuk mengabaikan daerah tersebut. Romawi Barat lalu diserang oleh Attila orang Hun, yang pasukannya berasal dari Asia Tengah. Attila dikalahkan pada Pertempuran Chalons di Perancis pada 451 M. Attila meninggal pada 453 M, namun setahun sebelumnya Atilla sempat menghancurkan daerah Aquileia di Italia Utara.

Adalah kaum Ostrogoth yang berhasil menaklukan Kekaisaran Romawi Barat. Pemimpin Ostrogoth, Odoaker, mengangkat dirinya sebagai Raja Italia. Dia juga mengasingkan kaisar terakhir Romawi, Romulus Augustus, ke Campagnia pada 76. Kaum Ostrogoth lainnya, dipimpin oleh Theodorik Agung, menginvasi Italia pada 489 M dan mendirikan kerajaan di Italia utara pada 493 M. Masa pemerintahan Theodorik berakhir pada 526 M, namun legendanya tetap abadi. Theodorik menjadi pahlawan dalam mitologi Norwegia, dan dia dikenal sebagai Dietrich dari Verona (atau Theodorik dari Bern).

April Mop

Setiap tangal 1 April, sebagian orang menyebut hari itu dengan perayaan April Mop. April Mop sendiri adalah suatu hari yang diperbolehkan melakukan kebohongan, kesaksian palsu atau lelucon kepada orang lain tanpa dianggap bersalah. April Mop atau April Fools’ Day ditandai dengan aksi tipu-menipu dan candaan terhadap orang lain dengan tujuan mempermalukan mereka yang mudah ditipu.

Hingga sekarang, sejarah April Mop masih bersifat simpang siur. Artinya, April Mop masih menjadi misteri terkait banyaknya teori di masyarakat. Bahkan, sejumlah negara di dunia punya versi April Mop sendiri-sendiri. Berikut ulasan selengkapnya tentang sejarah April Mop yang dihimpun JadiBerita.

APRIL MOP VERSI PERANCIS

Mulai tahun 1582, Perancis sudah memperingati April Mop saat masa pemerintahan Raja Charles IX. Kala itu, Paus Gregory XIII merombak penanggalan kalender yang semula 1 tahun hanya terdiri dari 10 bulan menjadi 12 bulan seperti penanggalan kalender Masehi sekarang. Sehingga, perayaan tahun baru yang semula dirayakan mulai tanggal 25 Maret hingga pada 1 April, dimajukan ke tanggal 1 Januari. Tetapi, rakyat Perancis menentang keputusan Paus. Para warga akhirnya menetapkan perayaan 1 April sebagai Tahun Barunya. Perilaku mereka ini malah ditertawakan oleh sejumlah masyarakat lainnya yang meledek mereka dengan cara memberikan lelucon palsu. Meski diledek, masyarakat Perancis terus bertingkah aneh setiap tanggal 1 April dan menjadikannya sebuah tradisi tahunan. Memasuki tahun 1782, tradisi itu justru ditiru oleh orang Inggris yang selanjutnya mempopulerkannya ke seluruh dunia.

APRIL MOP VERSI SPANYOL

Sejarah April Mop pun datang dari Spanyol. Negara ini merayakan April Mop pada tanggal 28 Desember yang disebut Dia de los Santos Inocentes. Itu berarti sebagai hari anak tak bersalah sampai pemerintahan Spanyol mengeluarkan undang-undang baru agar tanggal 28 desember 1978 diundur sehari supaya tidak dijadikan bahan tertawan publik. Namun, pernyataan berbeda diungkapkan Joseph Boskin, profesor dari Boston University. Boskin mengatakan, ide April Mop digagas oleh para pelawak Kerajaan Romawi pada masa pemerintahan Raja Constantin I di abad ketiga sampai keempat pasca Masehi. Mulanya, para pelawak kerajaan ini mengajukan petisi kepada Raja untuk mengizinkan mereka menjadi raja hanya untuk sehari saja. Tak disangka, sang Raja setuju dengan petisi ini dan mengangkat salah satu pelawaknya yang bernama Jeter untuk menjadi Raja Sehari pada tanggal 1 April. Setelah naik tahta, Raja Jeter pun meresmikan tanggal 1 April sebagai hari kemustahilan.

APRIL MOP VERSI PERANG SALIB

Versi ini menjabarkan bahwa perayaan April Mop adalah hari kemenangan atas dibunuhnya ribuan umat Islam Spanyol oleh tentara salib yang dilakukan lewat cara-cara penipuan. Tak segan-segan, tentara salib merayakan April Mop dengan cara melegalkan penipuan dan kebohongan meski berniat hanya iseng. Di masa itu, tentara salib menipu umat muslim Spanyol yang kalah perang. Mereka mengatakan bahwa warga Spanyol akan dibebaskan dan dibawa keluar dengan menggunakan kapal. Tetapi itu semua hanyalah bohong belaka. Ini merupakan cara tentara salib untuk menipu masyarakat Spanyol. Kala muslim Spanyol masuk ke dalam kapal, mereka justru dibunuh oleh tentara Salib. Peristiwa keji itu terjadi pada tanggal 1 April.

Mar 16, 2016

Kisah Akhir Hidup Para Rasul Kristus

Bagaimana sebenarnya akhir hayat atau akhir dari kehidupan murid-murid Jesus yang 11 lagi dan bagaimana kematian Rasul Matias pengganti Yudas, dan bagaimana kematian Rasul-rasul lainnya yang ada di Perjanjian Baru? Apakah mereka meniggal setelah sakit dimasa tuanya. Atau apakah mereka mati dengan dielu-elukan, dihormati sebagai seorang tokoh ulama/keagamaan atau mati dengan upacara kerajaan. Atau juga mati dengan upacara kehormatan adat Jahudi, atau mati “saur matua” seperti adat dari suku Batak. Kemudian setelah mati martir bagaimana dengan makam atau kuburannya apakah ada yang ziarah ?.

Kematian Rasul Allah atau murid-murid Jesus sangat tragis dan sangat menyayat hati. Mereka semua mati martir di dalam mempertahankan keyakinannya kepada Yesus. Sehelai rambutpun tidak pernah terlintas di dalam pikiran mereka untuk mengingkari Yesus. Bahkan ada yang mati sambil berkotbah, dan ada pula yang mati dengan membawa jiwa baru di dalam kematiannya.

Rasul Yakobus adalah Rasul pertama dari 12 Rasul yang menjadi martir. Kisah Rasul Yakobus menjadi martir dituliskan di Kisah Para Rasul 12:2. Ia dihukum mati sekitar tahun 44 M oleh perintah Raja Herodes Agrippa I dari Yudea. Kemartirannya menjadi penggenapan dari hal yang dikatakan Yesus sebelumnya tentang ia dan saudaranya Rasul Yohanes (Markus 10:39).

Hanya Rasul Yohanes yang luput dari mati martir. Tetapi penderitaan Yohanes sangat memilukan. Yohanes sudah diputuskan untuk hukuman mati, tetapi hanya berkat pengasihan Allah saja Yohanes selamat dari maut. Allah masih memakai Yohanes dalam pelayananNYA, meskipun sudah digoreng diatas minyak yang mendidih, Yohannes tidak jadi mati martir, dan akhirnya dia dilepas dan kemudian dibuang ke pulau Patmos. Disinilah Yohanes menghabiskan masa tuanya dengan tenang serta menyelesaikan penulisan kitab yang ada di dalam Perjanjian Baru. Memang murid-murid Yesus pernah menganggap bahwa Rasul Yohanes sebagai murid yang dikasihi Yesus, tidak akan pernah mati sampai kepada kedatangan Yesus yang kedua kali. Yohanes 21:23

Berikut kisah tragis kematian dari murid-murid Jesus (kecuali Yudas Iskariot karena telah berhianat), kiranya semakin menguatkan iman kita dalam bersaksi tentang Kerajaan Allah.
  • Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Ethiopia.
  • Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya di seret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.
  • Lukas meninggal dunia di gantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yang belum mengenal Tuhan.
  • Yohanes di goreng dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih lanjut, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah di goreng hidup-hidup, ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dan diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis kitab WAHYU. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali menjadi uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yang bisa mencapai lanjut usia dan meninggal dengan tenang.
  • Petrus telah di salib dengan kepala di bawah dan kaki diatas. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Tuhan Yesus.
  • Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar kebawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yang sama di mana setan membawa Yesus untuk digoda. Ia meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tersebut.
  • Yakobus anak Zebedeus adalah nelayan dan murid pertama Yesus yang dipanggil, ia dipenggal kepalanya di Yerussalem. Pada saat-saat disiksapun, ia tidak pernah menyangkal TuhanYesus, bahkan ia berusaha berkhotbah trus, bukan hanya kepada tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yang menghukum dan meyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia di hukum penggal, bukan sekedar hanya untuk menyaksikan, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doa nya yang terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai orang Kristen.
  • Bartolomeus yang lebih di kenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman cambuk sehingga semua kulitnya menjadi hancur dan terlepas.
  • Andreas juga di salib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum meninggal, ia di siksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yang turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yang telah di ucapkan oleh Andreas sebelum meninggal dunia : “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul, dimana saya bisa turut merasakan saat-saat disiksa dan disalib seperti Yesus”. Pada saat dicambuk ia tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus hingga ajal.
  • Thomas dilempar ke dalam perapian, tetapi karena masih tetap hidup, ia dihujani dengan tombak hingga mati. Dia mati di India.
  • Yudas saudaranya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.
  • Matias, Rasul pengganti Yudas Iskariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.
  • Paulus disiksa degan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah yang paling lama mengalami masa siksaaan di penjara. Kebanyakan suratnya dibuat dan dikirim dari penjara.
Anda dan saya adalah murid Tuhan. Kita perlu diperlengkapi dengan ketahanmalangan utuk mengikuti Kristus. Kita jangan hanya mau berkat-Nya tetapi tidak memiliki qualifikasi menjadi saksi (martyr) bagi Dia. Tuhan telah memperlengkapi kita dengan ketahanmalangan (Adversity) seperti yang tercantum dalam FIl.1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia. Teologi kemakmuran mengajarkan bahwa hidup dalam Tuhan damai sejahtera akan selalu mengiringi. Tetapi firman Tuhan berkata dalam :
  1. Kol.1:24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus…
  2. 1Ptr. 4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.
  3. Mrk.10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”
Ada banyak sekali janji sukacita dalam Alkitab, tetapi kita pun harus ingat bahwa Tuhan tidak pernah berjanji langit akan selalu biru dan hari akan selalu cerah dan tidak ada badai. Tuhan hanya berjanji bahwa Ia akan menyertai kita sampai kepada akhir zaman. Kita perlu menyadari akan perkara mengasihi dan mengikuti Kristus yang sejati sebagaimana konsep Alkitab. Jika kita hanya mau senangnya saja, maka kita tidak layak menjadi murid Kristus, apalagi menjadi saksi-saksi (Martyr)-Nya.