Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Aug 4, 2011

Israel dan Google Akan Onlinekan Gulungan-gulungan Laut Mati

Otoritas Kepurbakalaan Israel (IAA) mengumumkan bahwa pihaknya telah berkolaborasi dengan pihak pengembang dan peneliti Google untuk mengunduh gambar-gambar digital terbaru dari Gulungan-gulungan Laut Mati.

Gulungan-gulungan, yang berisi salinan-salinan tertua dari hampir semua kitab dalam Perjanjian Lama Ibrani (kecuali Kitab Ester), akan ditampilkan secara online dengan bantuan teknologi pencitraan terbaru.

Menurut Pnina Shor, pimpinan proyek dari otoritas kepurbakalaan, salinan naskah kuno yang akan ditampilkan secara online tersebut akan sebagus naskah asli bahkan mungkin lebih jelas.

Selama beberapa dekade sejak ditemukannya gulungan-gulungan tersebut di gua-gua dekat Laut Mati di sebelah timur Yerusalem, akses untuk melihat gulungan-gulungan tersebut dibatasi hanya untuk para ahli.

Dalam 20 tahun, terdapat peningkatan akses terhadap gulungan-gulungan tersebut.

Umumnya naskah-naskah tersebut ditulis di atas perkamen. Namun, ada juga yang ditulis di atas papirus, yang berasal dari abad ketiga sebelum masehi hingga abad pertama masehi. Naskah-naskah tersebut memberikan gambaran mengenai sejarah Yudaisme dan Kristen perdana.

Proyek digitalisasi gulungan-gulungan tersebut telah berjalan selama lebih dari dua tahun menggunakan sistim terbaru yang dikembangkan oleh MegaVision, sebuah perusahaan yang berbasis di Amerika Serikat.

Teknologi mutakhir ini memungkinkan pencitraan digital dengan panjang gelombang yang variatif menggunakan tingkat resolusi tinggi. Teknologi ini akan dipasang di laboratorium pada awal 2011, sehingga versi online pertama dari Gulungan-gulungan Laut Mati diperkirakan dapat dinikmati oleh khalayak umum secara online dalam enam bulan mendatang

Naskah Laut Mati Ditawarkan Untuk Diadopsi

FRIENDS of the Israel Antiquities Authority, sebuah kelompok yang kini mengembangkan bentuk digital dari Naskah Laut Mati, mengajak orang-orang untuk mengadopsi halaman-halaman Naskah laut Mati.

Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk menghimpun dana bagi kegiatan konservasi mereka dan sebuah proyek besar untuk mendigitalkan teks-teks kuno.

Naskah Laut Mati atau Dead Sea Scrolls (DSS) ditemukan di gua Qumran di Tepi Barat pada 1947 dan berisi teks-teks Alkitab tertua di dunia saat ini.

Ada lebih dari 15.000 Naskah Laut Mati, ditulis di atas perkamen dalam Bahasa Ibrani, Aram dan Yunani, dan diperkirakan berasal dari tahun 150 SM hingga 70 M.

Menurut Daily Mail, halaman-halaman Naskah Laut Mati dapat diadopsi dengan harga 1.200 puondsterling. Nama-nama orang yang mengadopsinya akan dicantumkan dalam pameran naskah-naskah tersebut.

"Kami ingin mengkonservasi semua gulungan (Naskah Laut Mati) dan menerbitkannya secara online, dan proses digitalisasi merupakan bagian dari suatu proyek multi-stage," kata Jacob Fish dari Friends of Israel Antiquities Authority di New York.

Ditambahkannya bahwa saat ini orang-orang lebih tertarik mengadopsi pasal-pasal dari kitab Imamat atau Ulangan

Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat

(Bil 11:4b-15; Mat 14:13-21)

Setelah Yesus mendengar berita itu menyingkirlah Ia dari situ, dan hendak mengasingkan diri dengan perahu ke tempat yang sunyi. Tetapi orang banyak mendengarnya dan mengikuti Dia dengan mengambil jalan darat dari kota-kota mereka.Ketika Yesus mendarat, Ia melihat orang banyak yang besar jumlahnya, maka tergeraklah hati-Nya oleh belas kasihan kepada mereka dan Ia menyembuhkan mereka yang sakit. Menjelang malam, murid-murid-Nya datang kepada-Nya dan berkata: "Tempat ini sunyi dan hari sudah mulai malam. Suruhlah orang banyak itu pergi supaya mereka dapat membeli makanan di desa-desa." Tetapi Yesus berkata kepada mereka: "Tidak perlu mereka pergi, kamu harus memberi mereka makan." Jawab mereka: "Yang ada pada kami di sini hanya lima roti dan dua ikan." Yesus berkata: "Bawalah ke mari kepada-Ku."Lalu disuruh-Nya orang banyak itu duduk di rumput. Dan setelah diambil-Nya lima roti dan dua ikan itu, Yesus menengadah ke langit dan mengucap berkat, lalu memecah-mecahkan roti itu dan memberikannya kepada murid-murid-Nya, lalu murid-murid-Nya membagi-bagikannya kepada orang banyak. Dan mereka semuanya makan sampai kenyang. Kemudian orang mengumpulkan potongan-potongan roti yang sisa, dua belas bakul penuh. Yang ikut makan kira-kira lima ribu laki-laki, tidak termasuk perempuan dan anak-anak" (Mat 14:13-21), demikian kutipan Warta Gembira hari ini.

Berrefleksi atas bacaan-bacaan serta mengenangkan pesta St.Alfonsus Marie de Liguori , Uskup dan Pujangga Gereja, hari ini, saya sampaikan catatan-catatan sederhana sebagai berikut:

Terpanggil menjadi uskup maupun imam sebagai pembantu uskup memiliki panggilan untuk menyampaikan berkat Tuhan kepada umat Allah maupun sesama manusia, sehingga umat yang menerima berkat sungguh merasa bahagia, damai dan tenteram. Itulah kiranya yang terjadi dalam Diri Yesus, Sang Imam Agung, di hadapan ribuan orang yang menderita kelaparan maupun sakit. Maka pertama-tama perkenankan saya mengajak rekan-rekan imam agar dalam sepak terjang dan kehadirannya dimanapun dan kapanpun senantiasa menjadi berkat bagi sesamanya; untuk itu cara hidup dan cara bertindak kita sebagai imam hendaknya meneladan Yesus, yang "hatiNya tergerak oleh belas kasihan". Marilah kita ingat, sadari dan hayati bahwa Kerajaan Allah maupun hidup beriman dan beragama adalah masalah/kerajaan hati, bukan otak atau harta benda. Maka hendaknya kemanapun kita pergi atau dimanapun kita berada senantiasa memberi perhatian kepada orang lain, terutama mereka yang kelaparan atau sakit. Sebagai orang beriman juga memiliki panggilan imamat umum, maka kami mengajak segenap umat beriman untuk saling memperhatikan satu sama lain tanpa pandang agama atau keyakinan; marilah kita saling meneruskan rahmat atau anugerah Tuhan. Hendaknya dijauhkan sikap mental egoistis, yang hanya mengutamakan kepentingan pribadi maupun kelompoknya.

"Mengapa Kauperlakukan hamba-Mu ini dengan buruk dan mengapa aku tidak mendapat kasih karunia di mata-Mu, sehingga Engkau membebankan kepadaku tanggung jawab atas seluruh bangsa ini" (Bil 11:11), demikian kutipan kata-kata keluh kesah Musa kepada Tuhan. Menjadi pemimpin dalam kehidupan bersama dalam tingkat apapun dan dimanapun memang memiliki tanggungjawab atas seluruh kelompok atau komunitas yang dipimpinnya; tanggungjawab yang berat dan mulia. Menjadi pemimpin berarti menjadi pelayan, harus menghayati kepemimpinannya dengan semangat pelayanan. Di dalam perjalanan penghayatan panggilan maupun pelaksanaan tugas ada kemungkinan merasa berat, lelah dan putus asa seperti Musa. Jika demikian halnya baiklah kita juga meneladan Musa dengan menyampaikan keluh kesah dan kelelahan kita kepada Tuhan, dengan kata lain pengalaman berat dan melelahkan tersebut kita jadikan bahan doa kita. Memang jika kita hanya mengandalkan kekuatan diri sendiri pada suatu saat akan merasa lelah dan putus asa, sebaliknya jika dengan rendah hati kita bersedia untuk didampingi dan dituntun oleh Tuhan maka seberat apapun tugas pekerjaan akan menjadi ringan adanya. Sebagai orang yang beriman kepada  Yesus ketika merasa lelah dan tak berdaya, marilah kita menatap Dia yang tergantung di kayu salib, pasti akan dikuatkan dan diteguhkan sehingga berdaya dan bergairah kembali dalam menghayati panggilan maupun melaksanakan tugas pengutusan. Marilah kita awali pelaksanaan aneka tugas atau kewajiban dengan berdoa, mohon rahmat dan kekuatan Tuhan untuk menjiwai cara hidup dan cara bertindak kita. Mungkin sebagai orang katolik kita hanya membuat tanda salib, sebagai doa kita, sambil mengucapkan "Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus. Amin". Hayati tanda salib bersama dengan kata-katanya, yang berarti hidup dan bertindak bersama dan bersatu dengan Tuhan; bersama dan bersatu dengan Tuhan pasti akan sukses, gembira dan ceria meskipun yang harus kita kerjakan cukup berat dan sarat dengan tantangan serta masalah.

"Sekiranya umat-Ku mendengarkan Aku! Sekiranya Israel hidup menurut jalan yang Kutunjukkan! Seketika itu juga musuh mereka Aku tundukkan, dan terhadap para lawan mereka Aku balikkan tangan-Ku. Orang-orang yang membenci TUHAN akan tunduk menjilat kepada-Nya, dan itulah nasib mereka untuk selama-lamanya. Tetapi umat-Ku akan Kuberi makan gandum yang terbaik dan dengan madu dari gunung batu Aku akan mengenyangkannya." (Mzm 81:14-17)

Pengharapan Hanya Ada Di Dalam Dia

Lagu ini diciptakan oleh Don Moen setelah tragedi yang dialami keluarganya. Di suatu larut malam Don Moen menerima telpon yang memberitakan berita menyedihkan bahwa adik iparnya telah kehilangan putra sulungnya dalam suatu kecelakaan mobil.

Craig dan Susan Phelps dan keempat anak mereka sedang melakukan perjalanan dari Texas ke Colorado saat mobil mereka ditabrak oleh truk peti kemas. Pada saat tabrakan terjadi semua anak mereka terlempar keluar dari mobil, hanya mereka berdua saja yang masih di dalam mobil. Dengan susah payah mereka berdua mencari keempat anak mereka dan mengumpulkannya di suatu tempat. Keempat anak mereka mengalami luka parah, tapi sewaktu Craig (ia seorang dokter) mendapati Jeremy, anak itu telah meninggal karena patah leher, sehingga tak ada lagi yang dapat dilakukan untuk menolongnya.

Sewaktu Don Moen menerima kabar tersebut beberapa jam kemudian ia berkata, "Saya merasa terguncang, tapi besok saya harus terbang ke kota lain untuk melakukan rekaman sesuai dengan jadwal yang telah diatur beberapa minggu sebelumnya. Sekalipun saya tahu mereka berduka, saya tak dapat bersama mereka sampai satu hari sebelum pemakaman.

Dalam penerbangan pagi itu Tuhan memberinya suatu inspirasi baginya satu lagu baru dengan syair sebagai berikut , "God will make a way where there seems to be no way. He works in ways we cannot see. He will make a way for me. (Dia buka jalan saat tiada jalan, dengan cara yang ajaib Dia buka jalan ku)"

Dasar dari lagu ini adalah Yesaya 43:19,  "Lihat, Aku hendak membuat sesuatu yang baru, yang sekarang sudah tumbuh, belumkah kamu mengetahuinya?" Ya, aku hendak membuat jalan di padang gurun dan sungai-sungai di padang belantara."

Di kemudian hari Susan menulis, "Kami melihat kebenaran dari ayat tersebut." Sewaktu teman-teman Jeremy mengetahui bahwa ia telah menerima Kristus sebelum ia meninggal, mereka mulai bertanya-tanya kepada orangtuanya masing-masing tentang suatu jaminan bahwa mereka dapat ke surga sewaktu mereka meninggal. Kecelakaan itu juga membawa berkat terselubung bagi Craig dan Susan, karena sejak peristiwa itu hubungan mereka dengan Tuhan semakin meningkat dan mereka masuk ke dalam pelayanan yang lebih lagi padaNya.

Susan juga menceritakan," Di hari kecelakaan itu sewaktu saya keluar dari mobil untuk menolong anak saya, saya merasa bahwa putra sulung saya telah meninggal. Dan saya mempunyai pilihan untuk marah dan mengalami kepahitan atau secara total menerima semua rencanaNya pada saya. Dan saya pun melihat buah dari semua pilihan saya itu, dan pilihan yang saya ambil, akan berulang secara terus menerus. Saya merasa bahwa kematian putra saya tak sia-sia, begitu saya
mengetahui di kemudian hari begitu banyak jiwa yang datang pada Tuhan karena tragedi ini. Benar ! Ia telah membuka jalan bagi kami sekeluarga."

Segera setelah "God Will Make Away" masuk dapur rekaman, Don Moen menerima begitu banyak telpon, surat dan sharing yang menceritakan tentang tragedi yang mereka alami. Semua telpon dan surat yang masuk mempunyai tema yang sama bahwa Tuhan telah membuka jalan bagi mereka, saat mereka dalam keadaan putus harapan. Betapa Tuhan telah membawa mereka keluar dari situasi mereka yang tak ada harapan dengan memberi mereka kekuatan, iman dan harapan baru untuk menghadapi kehilangan yang mereka alami.

Kesaksian ini membuktikan sekali lagi bahwa Tuhan akan membuka jalan bagi mereka yang menaruh harapan kepadaNya, dan hal ini bukanlah suatu hal yang sia-sia.

Siapakah Melkisedek

Kejadian 14:18 Melkisedek, raja Salem , membawa roti dan anggur; ia seorang imam Allah Yang Mahatinggi.

Melkisedek, dalam bahasa Ibraninya: Melek = Adil, sedangkan Sedek = Raja. Jadi, Melkisedek artinya adalah Raja yang adil.
Ayat itu menerangkan bahwa IA seorang raja dari Salem; YERU = Raja, SALEM = Damai. Jadi, YERUSALEM artinya adalah Raja Damai.
Melkisedek ini membawa ROTI dan ANGGUR untuk diberikan kepada Abram, sebagai berkat dari ALLAH yang MAHATINGGI. Roti adalah lambang dari tubuh KRISTUS, sedangkan anggur adalah lambang dari darah KRISTUS.Dan Melkisedek ini adalah seorang IMAM ALLAH. Arti dari Imam adalah Perantara. Perantara antara ALLAH dengan manusia.
Kejadian 14:19 Lalu ia memberkati Abram, katanya: "Diberkatilah kiranya Abram oleh Allah Yang Mahatinggi, Pencipta langit dan bumi,
14:20 dan terpujilah Allah Yang Mahatinggi, yang telah menyerahkan musuhmu ke tanganmu." Lalu Abram memberikan kepadanya sepersepuluh dari semuanya.
Abram memberikan sepersepuluh dari hartanya kepada Melkisedek, menyatakan bahwa Abram ditaklukkan hatinya oleh pengabdian kepada IMAM ALLAH itu.
Tanda takluk kepada seorang raja adalah upeti, atau semacam pajak.

Kalau kita mengenal istilah: "Oleh-oleh" atau "parsel" itu adalah tradisi yang diadopsi dari zaman raja-raja. Bahwa setiap orang yang mau menghadap rajanya, dia harus membawa sesuatu untuk dipersembahkan atau diberikan kepada raja itu. Jadi, nggak ada orang yang datang menghadap ke rajanya dengan tangan kosong. Bisa dihukum atau dibunuh, karena dianggap menghina dan tidak menghormati rajanya.

Di zaman sekarang ini sebagai tanda kita mengasihi atau menghormati seseorang, biasanya kita datang dengan membawa oleh-oleh atau bingkisan. Misalnya, ke rumah saudara atau teman atau seseorang yang kita hormati.

Demi bait-Mu di Yerusalem, raja-raja menyampaikan persembahan kepada-Mu.

Peristiwa ini terjadi sebelum nama Abram diganti dengan Abraham, yaitu ketika Abram mempercayai janji ALLAH untuk membuat keturunannya amat banyak, di saat Abram masih belum dikaruniai seorang anakpun. Dengan kata lain Abram masih sebagai orang biasa, belum diangkat sebagai bapa orang beriman oleh ALLAH. [Abraham = bapa orang beriman].

Jadi, tentang nama Abram dengan Abraham, ini mempunyai makna perlambangan antara keberadaan Hukum Taurat dan Iman Kristen.

Sebelum Abram dinyatakan sebagai orang beriman [Abraham], Abram menjadi lambang bagi Taurat, dimana Abram datang kepada IMAM ALLAH dengan membawa persembahan persepuluhannya, ke Raja Salem, yaitu lambang dari kota Yerusalem. Menggambarkan tentang bangsa Yahudi yang datang ke Bait Suci di Yerusalem. Tetapi Melkisedek itu memberkati Abram dengan "roti" dan "anggur." Bahwa berkat dari ALLAH bukanlah harta benda, melainkan tubuh dan darah YESUS KRISTUS. Bahwa ALLAH memberikan dari apa yang terbesar untuk kita, sementara kita hanya memberikan sebagian saja untuk ALLAH.

Sebelum ALLAH menurunkan Ishak kepada Abram, ALLAH terlebih dahulu menguduskan Abram sebagai Abraham[bapa orang beriman], dengan tanda sunat.

Pemotongan kulit khatan Abram menandai terputusnya hubungan dari dunia manusia, yaitu suatu proses beranak-pinak secara seksual. Menyatakan bahwa semenjak Abraham disunatkan, maka segala keturunannya bukanlah berasal dari benih manusia Adam. Melainkan berasal dari ALLAH dan akan disebut sebagai "anak-anak ALLAH." Itulah kejadian kelahiran Ishak, yaitu disaat istri Abram sudah tua, mandul dan mati haid.

Dengan demikian maka Ishak adalah Adam yang kedua, sedangkan tanah Palestina adalah Taman Eden yang kedua pula. Adam adalah manusia yang diserahkan kepada dunia, sedangkan Ishak adalah manusia yang dikhususkan untuk ALLAH. Dan rancangan keselamatan ALLAH adalah dari Ishak untuk Adam. Dari Israel untuk seluruh dunia.

Ishak mempunyai anak Yakub, dan Yakub mempunyai 12 anak, yang berikutnya menjadi 12 suku Israel . Dari 12 anak-anak Yakub itu, ALLAH memilih Lewi, sebagai imam, pengantara bicara antara ALLAH dengan 11 suku Israel . Anak-anak Lewi, atau suku Lewi adalah imam-imam yang bertugas melayani di Bait Suci.

Saya ulangi lagi; Melkisedek datang disaat Abram masih membawa persembahan, dan Melkisedek menukari persembahan Abram itu dengan roti dan anggur. [tubuh dan darah KRISTUS]

Engkau tidak berkenan kepada korban sembelihan dan korban sajian, tetapi Engkau telah membuka telingaku; korban bakaran dan korban penghapus dosa tidak  Engkau tuntut. Lalu aku berkata: "Sungguh, aku datang; dalam gulungan kitab ada tertulis tentang aku;

Melkisedek sudah menjadi IMAM sebelum ada Lewi. Artinya KEIMAMANNYA tidak berdasarkan pada keturunan atau silsilah.

Mazmur 110:4TUHAN telah bersumpah, dan Ia tidak akan menyesal: "Engkau adalah  imam untuk selama-lamanya, menurut Melkisedek."