Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Nov 13, 2015

Malaikat

Malaikat adalah makhluk yang merupakan utusan Tuhan. Bahasa Yunani ἄγγελος (angelos) merupakan terjemahan dari bahasa Ibrani  מלאך(mal'akh) yang memiliki akar kata yang sama dengan bahasa Arab  ملائكة (Malāīkah) yang juga terdapat dalam tulisan Al-Quran. Istilah "malaikat" dalam Alkitab, מלאך ('malakh"), mendapatkan artinya hanya ketika disebutkan bersama-sama dengan pengutusnya, yaitu Allah sendiri, seperti misalnya dalam "malaikat TUHAN," atau "malaikat Allah" (Zakharia 12:8).

Daftar Nama-Nama Malaikat yang saya buat ini didasarkan atas "Jewish Encyclopedia" yang mencatat beberapa nama malaikat yang dikenal dalam budaya dan tradisi Ibrani, namun dalam bagian pertama ini saya hanya fokus dengan malaikat yang tercatat di Alkitab saja. Kitab Daniel adalah orang pertama yang menyebutkan malaikat sesuai dengan namanya. 

Daniel 9:21 "sementara aku berbicara dalam doa, terbanglah dengan cepat ke arahku Gabriel, dia yang telah kulihat dalam penglihatan yang dahulu itu pada waktu persembahan korban petang hari."

Daniel 10:13 "tetapi kemudian Mikhael, salah seorang dari pemimpin-pemimpin terkemuka, datang menolong aku, dan aku meninggalkan dia di sana berhadapan dengan raja-raja orang Persia."

Alkitab sendiri hanya mencatat dua nama yaitu Gabriel dan Mikhael, namun ada beberapa sumber lain yang mencatat nama-nama malaikat. Dalam tradisi Kristen, dikenal dengan sebutan tujuh Malaikat Utama. Berikut adalah nama para malaikat:

Gabriel

Malaikat Gabriel adalah salah satu Malaikat terpenting dalam Alkitab. Dalam tradisi para Rabi Yahudi, Gabriel termasuk salah satu dari empat Malaikat penting yang disebut "sarei ha-panim", yang merupakan para malaikat tertinggi. Gabriel sendiri bertahta di tangan kiri Tuhan. Itu sebabnya dalam tradisi Kristen ataupun Islam, bahkan dalam Kitab 1 Henokh (salah satu kitab Yahudi), dia disebut juga sebagai Pangeran Api (kata "api" yang dimaksud tidak ada hubungannya dengan neraka).

Gabriel (Gamal-Beith-Resh-Alaph-Lamadh) berasal dari
Gbra = pelindung, perkasa, benteng.
El = Allah, Tuhan, Eloah.
Secara hurufiah bisa berarti:
pelindung-Tuhan
perkasa-Tuhan
benteng-Tuhan

Gabriel adalah Malaikat yang bertugas untuk menyampaikan pewahyuan ataupun pesan yang ingin Tuhan sampaikan kepada nabinya atau umatnya. Bersama Mikhael, dia merupakan Malaikat yang menyaksikan kejatuhan Adam dan Hawa serta menjadi salah satu dari tiga malaikat yang memunculkan diri kepada Abraham dan memberitahukan mengenai kelahiran Ishak. 
Dia juga adalah Malaikat yang menghancurkan kota Sodom dan Gomora. Dalam kitab Daniel 8 dan 9, bersama Mikael, dia memberikan pewahyuan mengenai akhir zaman kepada Daniel.
Selain itu, Gabriel juga bertugas sebagai Malaikat pelindung. Dalam masa tua Abraham, Gabriel menjaga Abraham dengan tangannya. Dia juga yang menjaga bangsa Israel ketika dalam masa penjajahan di Mesir (sumber: Yalkut Exodus; Sot 12b). 
Dalam Perjanjian Baru, Gabriel juga memberitakan kabar dari Tuhan mengenai kelahiran Yohanes Pembaptis serta kelahiran Yesus kepada Maria dan Yusuf. 
Menurut tradisi Ibrani lisan (tidak berdasarkan tulisan) pada akhir zaman nanti, Gabriel akan meniupkan terompet atau sangkakala tanda akhir zaman. 

Mikhael

Mikhael mengalahkan Lucifer
Malaikat Mikail (bahasa Ibrani מיכאל Micha'el atau Mîkhā’ēl, bahasa Latin Michael atau Míchaël) adalah penghulu malaikat atau pemimpin bala tentara surga yang disebut dalam Kitab Wahyu 12:7. Dalam bahasa Ibrani, nama Mikhael berarti "Siapa yang seperti Tuhan" (Mi- Siapa, Ke-sebagai El-Allah). Atau terjemahan sederhananya adalah "Tidak ada yang seperti Tuhan".
Mikhael atau dalam bahasa Inggris disebut dengan Michael berasal dari kata Ibrani yang memiliki ejaan sama dengan Bahasa Indonesia dan juga bahasa Yunani. Mikhael adalah komandan dari para Malaikat yang sering disebut sebagai bala tentara Allah. Dalam kitab Daniel, Yudas dan Wahyu disebutkan bahwa Mikhael terlibat peperangan dengan pasukan Iblis (Lucifer) ketika berperang. 

Dalam Yosua 5:13-15 dikatakan "Ketika Yosua dekat Yerikho, ia melayangkan pandangnya, dilihatnya seorang laki-laki berdiri di depannya dengan pedang terhunus di tangannya. Yosua mendekatinya dan bertanya kepadanya: "Kawankah engkau atau lawan?" Jawabnya: "Bukan, tetapi akulah Panglima Balatentara TUHAN. Sekarang aku datang." Lalu sujudlah Yosua dengan mukanya ke tanah, menyembah dan berkata kepadanya: "Apakah yang akan dikatakan tuanku kepada hambanya ini?" Dan Panglima Balatentara TUHAN itu berkata kepada Yosua: "Tanggalkanlah kasutmu dari kakimu, sebab tempat engkau berdiri itu kudus." Dan Yosua berbuat demikian."

Saksi Yehova yang merupakan aliran sesat terbodoh yang pernah ada memiliki kepercayaan bahwa Mikhael dan Yesus merupakan orang yang sama. Mikhael dipercayai menjelmakan dirinya menjadi seorang manusia tak berdosa yang mengambil rupa manusia, yaitu Yesus.

Rafael

"I am the Angel of Raphael, one of the seven who stand before the Lord" (Tobit 12:15)
Dari ayat tersebut dapat kita ambil kesimpulan bahwa ternyata ada tujuh Malaikat yang mempunyai pangkat yang sangat tinggi di Sorga. Nama malaikat Rafael memang tidak ditemukan di Alkitab secara umumnya tetapi terdapat di Deutrokanonika atau yang lebih dikenal dengan Alkitab orang Katolik. 
Nama Raphael terambil dari bahasa Ibrani רָפָאֵל, Rāp̄āʾēl, "Allah Penyembuh. 
Malaikat Raphael seringkali digambarkan dengan orang yang sedang memegang ikan yang sangat besar. Menurut kitab Tobit, Raphael pernah ditugaskan Tuhan untuk memberikan kesembuhan kepada Tobit dan untuk melepaskan adik iparnya yang bernama Sarah dari ikatan malaikat gelap bernama Asmodeus.

Uriel

Berasal dari bahasa Ibrani (אוּרִיאֵל "El/God is my light - Tuhan adalah Terangku]", Auriel/Oriel (God is my light). Dalam budaya Ibrani kuno, Uriel termasuk ke dalam jenis Malaikat dengan tingkat "Kerub", karena ketika Tuhan mengusir Adam dan Hawa dari Eden, Malaikat Uriel adalah Malaikat yang memimpin pasukan untuk menjaga agar manusia tidak bisa masuk ke taman Eden lagi. Nama Uriel disebutkan dalam Kitab Kuno Yahudi yaitu Kitab Henokh dan juga Kebijaksanaan Salomo (kitab ini terdapat dalam Alkitab Katolik). 

Raguel

Raguel (Raguil, Rasuil, Rufael, Suryan, Akrasiel) memiliki arti "Sahabat Allah". Raguel sering digambarkan sebagai Malaikat Keadilan dan Harmoni. Dalam buku Henokh, Raguel adalah salah satu dari tujuh Malaikat yang bertugas untuk menghukum dunia (pada zaman Perjanjian Lama) terhadap orang-orang yang melawan Tuhan. Dialah Malaikat yang menghukum dengan api bagi orang-orang yang melawan Tuhan. 
Dalam kitab Wahyu, Raguel sering dihubungkan dengan Malaikat yang ada di jemaat Filadelfia (Wahy 3:7). Sama seperti Uriel dan Rafael, Raguel sama sekali tidak tercatat dalam Alkitab namun terdapat dalam Kitab Henokh. 

Serafim

Serafim (Heb. שׂרף, pl. שׂרפים Seraphim, lat. seraph[us], pl. seraphi[m]) adalah salah satu makhluk surga yang disebutkan sekali di dalam Kitab Suci Yahudi (Tanakh atau Perjanjian Lama), di dalam Yesaya. 
Berbeda dengan nama-nama Malaikat di atas
Gambaran kaum Yahudi atas makhluk ini kemudian menjadikan mereka dalam bentuk manusia, dan bentuk inilah yang kemudian mereka teruskan ke dalam tingkatan-tingkatan malaikat Kristen. Dalam hierarki malaikat Kristen, serafim mewakili tingkatan tertinggi para malaikat.
Serafim berasal dari bahasa Ibrani yang berarti "yang terbakar". Kata serafim merupakan kata jamak yang berbentuk tunggal seraf atau sarap. Artinya bahwa serafim bukanlah nama malaikat seperti Gabriel atau Mikhael, melainkan nama grup atau jenis malaikat.
Dalam tradisi Kristen, serafim merupakan malaikat paduan suara yang mengisi tahta Tuhan dengan pujian "Kudus, Kudus, Kuduslah Tuhan". Serafim adalah para malaikat yang tetap setia kepada Tuhan walaupun mantan pemimpin mereka yang bernama Luci-El memberontak terhadap Tuhan dan kemudian berganti nama menjadi Lucifer.

Kerubim atau Kerubium

Kerub, Malaikat dengan empat wajah. Dalam Alkitab, Kerubim merupakan Malaikat yang bertugas untuk menjaga kekudusan. Dalam Kejadian 3:24, Kerub ditugaskan untuk menjaga Taman Eden agar manusia berdosa tidak dapat lagi masuk kedalamnya. "Ia menghalau manusia itu dan di sebelah timur taman Eden ditempatkan-Nyalah beberapa kerub dengan pedang yang bernyala-nyala dan menyambar-nyambar, untuk menjaga jalan ke pohon kehidupan." 

Dalam Keluaran 25, Allah menyuruh Musa untuk membuat Tabut Perjanjian sebagai tanda kehadiran Tuhan di tengah umatNya. Dan di tiap ujung dari tabut tersebut haruslah dibuat bentuk dari malaikat Kerub. Ini sebagai pertanda bahwa apa yang ada dalam tabut tersebut merupakan benda yang sangat suci dan kudus.

Dari penjelasan Alkitab baik dalam Perjanjian Lama maupun dalam Perjanjian Baru, dapat dipisahkan di dalam empat rupa/bentuk/wujudnya (Yehezkiel 10 dan Wahyu 4):
Mahluk pertama sama seperti singa
Mahluk kedua sama seperti anak lembu/atau muka kerub
Mahluk yang ke tiga, mempunyai muka seperti muka manusia
dan Mahluk yang ke empat sama dengan seperti burung nazar yang sedang terbang/atau muka rajawali.
Disamping kerub-kerub itu terdapat empat roda (roda-roda ini kelihatannya seperti permata yaspis), dan ke empat mahluk tersebut masing-masing bersayap enam (dua sayap terdepan mirip seperti ke dua tangan). Ke empat mahluk itu menyokong takhta Anak Domba dan tujuh obor/tujuh Roh Allah.

10 comments:

Anonymous said...

Setiap tahun, sebuah organisasi bernama "Open Doors" mengeluarkan laporan World Watch List yang merupakan isi dari daftar negara yang menganiaya orang-orang Kristen.
Yang dijadikan kriteria dalam mengukur tingkat penganiayaan adalah:

Apakah negara memiliki hukum yang menyediakan kebebasan-kebebasan beragama?
Apakah legal untuk menjadi orang Kristen?
Apakah orang Kristen dibunuh / dipenjarakan karena iman mereka?
Apakah tulisan-tulisan Kristen dilarang beredar?
Apakah tempat-tempat pertemuan Kristen (gereja, rumah) diserang untuk alasan-alasan keagamaan?
Berikut adalah daftar dari negara tersebut:

Korea Utara

Mayoritas: Paham Sosialis Komunis
Jumlah Kristen: 406.000 (1,7% dari jumlah Penduduk)
Pemerintah Korea Utara menganggap Kristen (terutama Protestan) memiliki hubungan yang kuat dengan dunia Barat dan melakukan tekanan yang berat bagi para pemeluk agama Kristen, khususnya Protestan.
Memiliki sebuah Alkitab di Korea Utara bisa dijadikan sebagai bukti yang cukup kuat untuk melakukan penangkapan yang kemudian dimasukkan kedalam kamp konsentrasi milik pemerintah.
Di Pyongyang terdapat empat gedung gereja yang terdiri dari dua gereja Protestan dan dua gereja Katholik. Salah satunya (Katedral Changchung) adalah gereja resmi pemerintah.
Seorang pakar hukum yang merupakan ahli mengenai Korea Utara berkata bahwa gedung bangunan tersebut hanyalah kamuflase. Bahkan, orang asing tidak diperbolehkan beribadah di gereja karena bisa dianggap sebagai mata-mata. Dan jika ada khotbah yang menyinggung masalah politik atau menghina paham komunis, maka Pendeta atau Pastor tersebut akan ditahan pemerintah untuk kemudian dilatih untuk tidak berbicara seperti itu lagi.

Anonymous said...

Iran

Mayoritas: Islam
Jumlah Kristen: 300.000 (1% dari jumlah Penduduk)
Kekristenan di Iran telah memiliki sejarah yang sangat panjang. Bahkan sebelum berkembangnya ajaran Islam, keKristenan sempat menjadi agama populer disana.
Ada beberapa gereja yang sangat tua di Iran - mungkin yang tertua dan terbesar adalah Tatavous Vank (St Tatavous Cathedral), yang juga disebut Kelissa Ghara (biara hitam) selatan Makou.
Kekristenan telah mengalami penurunan dalam hal perpindahan ke agama Kristen dalam 20 tahun terakhir akibat penganiayaan yang dilakukan oleh umat muslim. Menurut laporan, kurang dari 1.000 jiwa yang menerima Kristus dalam 5 tahun terakhir.
Angka pertumbuhan keKristenan yang dulu sangat tinggi membuat pemerintah memberikan tekanan kepada gereja dan melarang berbagai aliran baru (Pentakosta, Advent, Baptis, dll) untuk masuk kesana.
Pada tahun 1990-an, dua orang muslim yang kemudian menjadi pelayan Kristen ditangkap dan dijatuhi hukuman mati akibat tuduhan murtad.

Anonymous said...

Afghanistan

Mayoritas: Islam
Jumlah Kristen: 500 - 8.000 (kurang dari 1% dari jumlah Penduduk)
Republik Islam Afghanistan tidak mengakui warga Afghanistan sebagai orang Kristen. Warga Afghanistan juga secara hukum tidak diperbolehkan untuk masuk Kristen. Meskipun tidak ada hukum eksplisit yang melarang penginjilan, pemerintah dan sebagian besar masyarakat melihat praktek tersebut bertentangan dengan kepercayaan Islam. Hanya ada gereja yang diakui di Afghanistan yang terletak di kantung wilayah diplomatik yang hanya diperuntukkan bagi warga non-Afghanistan.
Pada tanggal 5 Agustus 2010, sepuluh anggota tim Bantuan Misi Internasional Misi ditemukan tewas di Kuran wa Munjan Provinsi Badakhshan di Afghanistan. Satu anggota berhasil melepaskan diri sedangkan sisanya tewas. Mereka membunuh enam orang Amerika, dua warga Afghanistan, satu warga Inggris dan satu Jerman.

Anonymous said...

Saudi Arabia

Mayoritas: Islam
Jumlah Kristen: 1.200.000 (sebagian besar adalah pekerja dari Filipin, India)
Arab Saudi memungkinkan orang Kristen untuk masuk ke negara mereka sebagai pekerja asing untuk pekerjaan sementara, tetapi tidakmemungkinkan mereka untuk mempraktekkan iman mereka secara terbuka, karena itu orang-orang Kristen umumnya hanya beribadah secara rahasia di dalam rumah-rumah pribadi. Produk dan artikel milik agama lain selain Islam dilarang. Ini termasuk Alkitab, salib,patung, ukiran, barang dengan simbol-simbol agama, dan lain-lain.

Tidak ada gereja atau rumah-rumah ibadah non-muslim ibadah lainnya yang diizinkan di negeri ini, bahkan di dalam kedutaan besar, tetapi barang religius non-Muslim adalah sah meskipun mereka kadang-kadang disita.

Perpindahan agama oleh non-Muslim adalah ilegal, dan konversi oleh umat Islam ke agama lain (murtad) dapat dihukum dengan hukuman mati, meskipun belum ada laporan mengenai eksekusi untuk pemurtadan dalam beberapa tahun terakhir.

Anonymous said...

Somalia

Mayoritas: Islam
Jumlah Kristen: 1.000 (kurang dari 1% jumlah penduduk)
Konstitusi Somalia mendefinisikan Islam sebagai agama Republik Somalia, dan syariah Islam sebagai sumber dasar untuk perundang-undangan nasional.
Berbeda dengan negara lain diatas, ancaman bagi gereja di Somalia justru datang dari pembrontakan dan peperangan.
Karena perang sipil yang sedang berlangsung di bagian selatan negara itu, orang yang mengaku sebagai Kristen di Somalia seringkali mengalami penganiayaan hingga mati. Tidak ada gereja yang berdiri disana dan juga tidak ada perlindungan hukum bagi orang Kristen yang menjalankan ibadahnya. Artinya pemerintah tidak memberikan jaminan keamanan dalam hal ibadah. Itu sebabnya orang Kristen lebih memilih untuk beribadah di bawah tanah (gereja bawah tanah). Tentara Somalia juga pernah terlibat dalam penjarahan harta milik orang Kristen dan tidak ditindak secara hukum.

Anonymous said...

Maladewa

Mayoritas: Islam
Jumlah Kristen: tidak diketahui pasti
Maladewa adalah negara kepulauan yang terletak di selatan India yang bergugus di Samudra Hindia.
Islam adalah agama resmi dari Maladewa. Praktek yang terbuka atas semua agama lain dilarang dan dianggap sebagai pelanggaran terhadap hukum negara.
Menurut mantan Presiden Maumoon Abdul Gayoom, tidak ada agama selain Islam yang diizinkan di Maladewa.
Pada tahun 1998, beberapa orang asing yang diduga melakukan pekabaran Injil diusir serta beberapa orang Kristen pribumi ditangkap. Misionaris Kristen tidak diperbolehkan. Menurut World Christian Encyclopedia (2ndedition), Volume 1, p. 480 Gereja India Selatan, Evangelical Mennonite dan Gereja Advent Hari Ketujuh memiliki pos di wilayah ini. Warga Maladewa yang masuk Kristen kehilangan akan kewarganegaraan mereka dan resiko penyiksaan. Pengusiran orang Kristen terjadi beberapa kali dalam 10 tahun terakhir. Presiden Maumoon Abdul Gayoom menyatakan bahwa kemerdekaan negara hilang, jika tidak seluruhnya muslim.

Anonymous said...

Yaman

Mayoritas: Islam
Jumlah Kristen: 4.000 (kurang dari 1% jumlah penduduk)
Yaman adalah negara yang terletak di jazirah Arab.
Tidak seperti negara lain diatas, pemerintah Yaman mengizinkan para misionaris untuk masuk ke negara ini sebatas untuk penyediaan fasilitas kesehatan, sosial dan pendidikan.
Tidak ada konstitusi maupun undang-undang yang melindungi ataupun menghambat kebebasan beragama, namun, kebijakan pemerintah memberikan kontribusi terhadap praktek kebebasan dalam beragama. Konstitusi menyatakan bahwa Islam adalah agama negara,dan bahwa syariat (hukum Islam) adalah sumber dari semua undang-undang.
Kebijakan Pemerintah terus memberikan kontribusi terhadap praktek kebebasan beragama, namun, dengan beberapa pembatasan. Muslim dan pengikut kelompok agama lain selain Islam bebas untuk beribadah menurut kepercayaan mereka, tetapi pemerintah melarang orang Islam untuk meninggalkan agama atau berpindah ke agama lain. Meskipun hubungan antara kelompok-kelompok agama terus berkontribusi untuk kebebasan beragama, ada beberapa laporan pelanggaran sosial dan diskriminasi berdasarkan keyakinan agama yang terjadi.

Anonymous said...

Irak

Mayoritas: Islam
Jumlah Kristen: 900.000 (3% dari jumlah penduduk)
Kristen Irak sekitar 3% dari populas dimana sebagian besar hidup di Irak Utara dan terkonsentrasi di area Ninewa dan Dahuk. Tidak ada statistik resmi, dan estimasi sangat bervariasi. Pada tahun 1950 Kristen berjumlah 7-10% dari penduduk 5,5 juta. Sejak perang Irak tahun 2003, orang Kristen Irak telah berimigrasi ke Suriah dalam jumlah yang signifikan namun tidak diketahu secara pasti jumlahnya. Kristen Irak dibagi menjadi tiga badan gereja:
- "Kasdim" (Kasdim Gereja Katolik)
- "Asiria" atau "Nestorian" kelompok (Gereja Assyria Timur dan Gereja Kuno Timur)
- "Syriac Barat" atau "Yakobit" kelompok (Syria Gereja Ortodoks danGereja Katolik Syria)

Pada tahun 2010, laporan muncul di Mosul dari orang-orang yang berhenti di jalan-jalan, meminta kartu identitas mereka, dan menembak jika mereka memiliki nama yang menunjukkan asal Kristen. Pada tanggal 31 Oktober 2010, 58 orang, termasuk 41 sandera dan imam, yang tewas setelah serangan terhadap sebuah gereja Katolik di Baghdad. Sebuah kelompok yang berafiliasi dengan Al-Qaida, Negara Islam Irak, menyatakan bahwa orang Kristen adalah "target yang sah.", serangkaian pembomandan serangan mortir ditargetkan daerah mayoritas Kristen-Baghdad.

Anonymous said...

Uzbekistan

Mayoritas: Islam
Jumlah Kristen: 1.600.000 (6% jumlah penduduk, dimana 1.400.000-nya adalah pemeluk Ortodoks)
Menurut catatan HAM Internasional literatur agama (Alkitab dan buku rohani) seringkali disita dan dibakar.
Forum 18, sebuah organisasi hak asasi manusia yang berbasis diNorwegia, telah mendokumentasikan penggerebekan yang dilakukan oleh polisi Uzbek terhadap sebuah gereja yang tidak melapor kepada pemerintah yang kemudian dipukuli,didenda, dan mendapat teror dan intimidasi.

Anonymous said...

Laos

Mayoritas: Budha dan Komunis
Jumlah Kristen: 150.000 (2% jumlah penduduk)
Pemeluk Kristen biasanya terpusat di kota Vienttiane. Kristen adalah agama minoritas di Laos. Ada tiga Gereja diakui di Laos: Gereja Injili Laos, Gereja Advent dan Gereja Katolik Roma.
Denominasi Kristen yang memiliki beberapa pengikut juga terdapat di negara initetapi yang tidak diakui oleh Pemerintah, termasuk Metodis, Gereja Kristus, Sidang Jemaat Allah, Lutheran (mayoritas Kristen di Laos-sekitar 100.000 jemaat), dan Baptis. Tidak diketahui secara pasti penyebabnya, tapi gereja Lutheran adalah gereja yang paling sering medapat perlakuan kasar dari pemerintah. Konstitusi memberikan kebebasan beragama, namun Pemerintah membatasi hak ini dalam praktek. Beberapa pejabat pemerintahmelakukan pelanggaran kebebasan beragama warga negara.
Seorang pria Kristen di Propinsi Salavan ditangkap pada 1 April2006 untuk menolak untuk menyangkali imannya dan ditempatkan di bawah tahanan rumah sampai dibebaskan pada akhir Juli 2006. Pada akhir periode yang dicakup oleh laporan ini, ada empat tahanan dalam kasu keagamaan yang dikenal, serta setidaknya tujuh Protestan lain yang tampaknya ditahan tanpa alasan yang pasti.