Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Oct 9, 2014

Orang Eropa Pertama ke Amerika

Kalau selama ini kita mengenal Christopher Colombus, orang Eropa yang pertama kali menemukan benua Amerika, ternyata jauh sebelumnya ada nama Leif Eriksson (bahasa Islandia lama: Leifr Eirksson; lahir di Islandia, hidup sekitar tahun 970–sekitar 1020) .

Ia adalah seorang penjelajah Viking yang kemudian menetap di Norwegia.

Pada masa kejayaan orang-orang Viking, mereka memperluas daerah kekuasaan mereka melintasi lautan dan terus ke selatan lewat Eropa. Kapal-kapal mereka yang ramping dan dirancang khusus untuk mengarungi lautan dapat dilihat di berbagai tempat dari pesisir Norwegia, pantai-pantai Afrika Utara, hingga ke sungai-sungai Eropa.



Eriksson saat itu menjalankan sebuah ekspedisi panjang. Ia mendengar dari kakaknya yang bernama Bjarni bahwa mereka menemukan sebuah pulau dengan pantainya yang lebat dengan dedaunan, berbukit, dan berhutan. Sekitar tahun 1000, Leif Eriksson membeli kapal Bjarni, dan dengan awak 35 orang, bertekad untuk mencari pulau yang digambarkan Bjarni itu.

Terbukti, ia bersama rekan-rekannya menemukan pulau tersebut. Tepat pada 9 Oktober 1000, mereka mendarat di pulau tersebut. Mereka terkaget-kaget karena pulau ini berumput, dengan gletser-gletser luas yang menutupi dataran-dataran tingginya. Karena daratan itu seperti lempeng batu yang rata, Errikson menamainya Helluland—yang berarti "Daratan Lempeng Batu". Mungkin, inilah kali pertama orang-orang Eropa pertama kalinya menginjakkan kaki di Amerika Utara. Para sejarawan yakin bahwa Helluland adalah Pulau Baffin, di bagian timur laut Kanada.

Para pelaut ini meneruskan pelayaran mereka ke selatan. Mereka menemukan daratan kedua, yang datar dan berhutan, dengan pantai-pantainya yang berpasir putih. Leif menamainya Markland, yang berarti "Daratan Berhutan", yang dewasa ini biasanya dikenal sebagai Labrador. Tidak lama kemudian, mereka menemukan daratan ketiga, yang bahkan lebih bagus lagi.

Dalam laporan Errikson, mereka menemukan bahwa daratan ini begitu menyenangkan, sehingga mereka memutuskan untuk membangun rumah-rumah dan melewatkan musim dingin selama musim dingin, "suhunya tidak pernah berada di bawah titik beku dan rumputnya hanya sedikit layu". Kemudian, salah seorang dari mereka bahkan menemukan pohon-pohon anggur; oleh karena itu, Eriksson menamai daratan itu Vinland, yang artinya "Daratan Anggur". Ketika musim semi tiba, mereka berlayar pulang ke Greenland, dengan muatan penuh hasil bumi yang dibawa dari Vinland.

Hingga sekarang, untuk memperingati tibanya Eriksson di Amerika Utara pada tahun 1000, sejak tahun 1964 tanggal 9 Oktober diperingati sebagai Hari Leif Eriksson di Amerika Serikat.
sejas

No comments: