Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jun 9, 2014

Murtad

Rasul Paulus dalam suratnya yang ke dua kepada orang-orang Tesalonika, meramalkan tentang kemurtadan besar yang akan mengakibatkan terbentuknya kuasa kepausan. Ia menyatakan bahwa hari Kristus tidak akan datang, kecuali "datang dahulu murtad dan haruslah dinyatakan dahulu manusia durhaka yang harus binasa, yaitu lawan yang meninggikan diri di atas segala yang di sebut atau yang di sembah sebagai Allah. Bahkan ia duduk di Bait Allah dan mau menyatakan diri sebagai Allah" (2 Tes. 2:3,4,7). Dan lebih jauh rasul itu mengamarkan saudara-saudaranya bahwa, "rahasia kedurhakaan telah mulai bekerja."  Bahkan pada hari-hari permulaan itupun ia melihat menjalar ke dalam gereja, kesalahan yang membuka jalan kepada pengembangan kepausan.
     
Sedikit demi sedikit, mula-mula secara sembunyi-sembunyi dan diam-diam, kemudian semakin terbuka setelah semakin bertambah kuat dan semakin menguasai pikiran manusia, rahasia kejahatan itu menampakkan pekerjaan penipuan dan penghujatannya. Hampir tidak bisa disadari kebiasaan-kebiasaan kekafiran mendapatkan jalan memasuki gereja Kristen. Roh berkompromi dan penyesuaian diri untuk seketika lamanya telah di tahan oleh penganiayaan kejam yang dialami jemaat dari kekafiran. Tetapi sementara penganiayaan berhenti dan Kekristenan memasuki pengadilan dan istana raja-raja, jemaat itu telah menanggalkan kerendahan dan kesederhanaan Kristus dan rasl-rasul-Nya, dan menggantikannya dengan kesombongan dan keangkuhan imam-imam kafir dan para penguasa. Dan tuntunan Allah di ganti dengan teori-teori dan tradisi manusia. Pertobatan tak berarti kaisar Constantine pada permulaan abad ke empat membawa kesukaan besar. Dan dunia ini, yang diselubungi suatu bentuk kebenaran, memasuki gereja. Sekarang pekerjaan yang korup berkembang dengan pesat. Kekafiran yang tampaknya akan menang menjadi penakluk. Roh kekafiran menguasai jemaat. Ajarannya, upacara-upacaranya dan takhyul telah digabungkan kedalam perbaktian orang-orang yang mengaku pengikut Kristus. Kompromi antara kekafiran dan Kekristenan mengakibatkan berkembangnya  "manusia durhaka" yang diramalkan di dalam nubuatan sebagai yang melawan dan yang meninggikan dirinya melebihi Allah. Sistem raksasa agama palsu itu adalah buah karya  kuasa Setan, sebagai monumen usahanya untuk mendudukkan dirinya sendiri di atas takhta untuk memerintah dunia ini menuruti kehendaknya.
     
Setan pada suatu kali berusaha untuk membentuk suatu kompromi dengan Kristus. Ia mendatangi Anak Allah di padang gurun pencobaan, dan menunjukkan kepada-Nya semua kerajaan dunia ini serta kemuliaannya. Ia akan memberikan semuanya itu kepada-Nya jikalau saja Ia mau mengakui supremasi raja kegelapan itu. Kristus menghardik penggoda yang keterlaluan itu, dan mengusirnya pergi. Tetapi Setan memperoleh keberhasilan yang lebih besar dengan menggunakan pencobaan yang sama kepada manusia. Untuk memperoleh keuntungan-keuntungan dan kehormatan duniawi, jemaat telah di tuntun untuk mencari bantuan dan dukungan orang-orang besar dunia. Dan dengan menolak Kristus, jemaat itu di bujuk untuk tunduk kepada wakil Setan  bishop Romawi.
     
Salah satu doktrin utama Romanisme ialah bahwa paus adalah kepala gereja universal Kristus yang kelihatan, yang di beri kuasa utama mengatasi semua bishop dan pendeta di seluruh bagian dunia ini. Lebih daripada itu, paus telah di beri satu-satunya gelar Keilahian. Ia dijuluki "Paus Tuhan Allah" (lihat lampiran), dan telah dinyatakan sebagai seorang yang tidak dapat salah. Ia menuntut pernyataan rasa  hormat dari semua manusia. Tuntutan yang sama yang diajukan oleh Setan di padang gurun pencobaan, masih tetap diajukannya melalui Gereja Roma, dan sangat banyaklah orang yang siap sedia memberikan kepadanya penghormatan itu.
     
Tetapi orang-orang yang takut dan meghormati Allah menghadapi asumsi ini dengan keberanian surgawi sebagaimana Kristus menghadapi bujukan licik musuh itu:  "Engkau harus menyembah Tuhan, Allahmu, dan hanya kepada Dia sajalah engkau berbakti" (Lukas 4:8).  Allah tidak pernah memberi isyarat di dalam firman-Nya yang Ia telah menunjuk seseorang menjadi kepala gereja. Ajaran (doktrin) mengenai supremasi kepausan adalah bertentangan langsung dengan pengajaran Alkitab. Paus tidak mungkin mempunyai kuasa atas gereja Kristus kecuali dengan perebutan kekuasaan.
     
Para pengikut Romanisme terus menerus menuduh kaum Protestan sebagai orang-orang yang menyimpang dari iman dan dengan sengaja memisahkan diri dari gereja yang benar. Tetapi sebenarnya tuduhan ini mengenai dan berlaku bagi mereka sendiri. Merekalah yang telah menurunkan panji-panji Kristus, dan berpaling dari "iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus" (Yudas 3).
     
Setan mengetahui benar bahwa Alkitab akan menyanggupkan manusia untuk mengetahui penipuannya dan melawan kuasanya. Bahkan, adalah oleh Firman itu Juru Selamat dunia ini telah mampu melawan serangan Setan itu.

Pada setiap serangan, Kristus menggunakan perisai kebenaran abadi, dengan berkata, "Ada tertulis."  Kepada setiap usul musuh, Ia menghadapkan akal budi dan kuasa Firman itu. Setan harus membuat manusia itu mengabaikan dan tidak mengerti Alkitab agar ia dapat mempertahankan serangan-serangannya kepada manusia dan mendirikan kekuasaan kepausan yang di rebut itu. Alkitab akan meninggikan Allah, dan menempatkan manusia fana itu pada posisinya yang sebenarnya. Oleh sebab itu kebenarannya yang kudus harus ditutupi dan di tindas. Logika seperti itu telah di anut oleh Gereja Roma. Selama bertahun-tahun pengedaran Alkitab telah di larang. Orang-orang di larang  membacanya dan mempunyainya dirumahnya. Dan para pastor yang tidak jujur dan keji dan pejabat-pejabat tinggi Gereja Roma menerjemahkan pengajaran Alkitab untuk mendukung kepura-puraan mereka. Dengan demikian, paus menjadi seseorang yang secara universal diakui sebagai wakil Allah di dunia ini, yang di beri kuasa atas gereja dan negara.
     
Alat penunjuk kesalahan telah disingkirkan. Setan bekerja sesuka hatinya. Nubuatan telah mengatakan bahwa kepausan telah "berusaha untuk mengubah waktu dan hukum" (Daniel 7:25). Dan usaha ini telah diwujudkan dengan tidak berlambatan. Untuk memperoleh orang-orang yang bertobat dari kekafiran,  suatu pengganti penyembahan berhala telah diadakan, dengan demikian memajukan penerimaan mereka akan Kekristenan secara resmi. Pemujaan terhadap patung-patung dan benda-benda keramat, secara berangsur-angsur diperkenalkan kepada perbaktian Kristen. Dekrit majelis umum (lihat lampiran) pada akhirnya menetapkan sistem pemujaan berhala. Untuk penyempurnaan penodaan tempat yang suci, Roma memberanikan diri untuk menghapus dari taurat Allah hukum yang kedua yang melarang penyembahan berhala, dan membagi hukum yang ke sepuluh agar tetap jumlah hukum itu sepuluh.
     
Pemberian konsesi kepada penyembahan berhala membuka jalan kepada pengabaian lebih jauh kekuasaan Surgawi. Setan, yang bekerja melalui pemimpin-pemimpin gereja yang tidak suci, memalsukan hukum keempat dan mencoba menyingkirkan hari Sabat kuno, hari yang telah diberkati dan dikuduskan (Kej. 2:2,3), dan sebagai gantinya meninggikan hari berpesta orang kafir sebagai "hari matahari yang patut dihormati." Mula-mula perobahan ini tidak dilakukan secara terbuka. Pada abad-abad pertama, hari Sabat yang sebenarnya telah dipelihara oleh semua orang Kristen. Mereka menjaga kehormatan Allah, dan percaya bahwa hukum-Nya tidak bisa dirubah. Dengan bersemangat mereka menjaga kesucian ajarannya. Tetapi dengan kelicikan yang amat sangat, Setan bekerja melalui agen-agennya untuk mencapai tujuannya. Agar supaya perhatian orang-orang boleh dialihkan kepada hari Minggu, hari itu telah dijadikan hari pesta prayaan menghormati kebangkitan Kristus. Diadakan juga upacara keagamaan pada hari itu, namun hari Minggu itu di anggap sebagai hari rekreasi, karena hari Sabat masih di pelihara sebagai hari kudus.
     
Untuk mempersiapkan jalan bagi pekerjaan yang telah ditetapkan untuk di capai, Setan telah menuntun orang-orang Yahudi, sebelum kedatangan Kristus, untuk membebani pemelihara hari Sabat dengan ketepatan yang sangat ketat, sehingga membuat pemeliharaan hari Sabat itu sebagai suatu beban. Sekarang, dengan mengambil keuntungan dari terang palsu yang mengharuskan pemeliharaan itu, ia melemparkan cemoohan pada hari itu sebagai lembaga Yahudi. Sementara orang-orang Kristen umumnya terus memelihara hari Minggu hari pesta kesukaan, ia menuntun mereka untuk membenci Yudaisme dan menjadikan hari Sabat suatu hari berpuasa, hari kesedihan dan kemurungan.
     
Pada permualaan abad keempat, kaisar Constantine  mengeluarka suatu dekrit yang membuat hari Minggu menjadi hari perayaan umum di seluruh kekaisaran Romawi (lihat lampiran). Hari matahari itulah di puja oleh orang-orang kafir, dan telah dihormati oleh orang-orang Kristen. Adalah kebijakan kaisar untuk mempersatukan kepentingan yang bertentangan antara kekafiran dan Kekristenan. Ia telah di dorong untuk melakukan ini oleh para bishop gereja, yang diilhami oleh ambisi dan kehausan akan kekuasaan, dengan pertimbangan, jika hari yang sama di pelihara oleh baik orang Kristen maupun orang kafir, maka akan meningkat penerimaan orang-orang kafir terhadap Kekristenan, dan dengan demikian memajukan kuasa dan kemuliaan gereja. Tetapi sementara banyak orang-orang Kristen yang takut akan Allah secara berangsur-angsur di tuntun untuk menganggap hari Minggu sebagai hari yang mempunyai tingkat kekudusan, mereka masih tetap berpegang pada hari Sabat yang benar sebagai hari kudus Allah, dan memeliharanya sebagai penurutan kepada hukum keempat.
     
Penipu ulung itu belum menyelesaikan pekerjaannya. Ia telah bertekad untuk mengumpulkan dunia Kristen di bawah panji-panjinya dan menjalankan kuasanya melalui wakilnya, paus yang angkuh, yang mengatakan dirinya sebagai wakil Kristus. Melalui orang-orang kafir yang setengah bertobat, imam-imam yang ambisius dan orang-orang gereja yang mengasihi dunia ini, ia mencapai maksud dan tujuannya . Musyawarah-musyawarah akbar telah diadakan dari waktu ke waktu, dimana pejabat-pejabat tinggi gereja dari seluruh dunia di undang untuk berkumpul. Di dalam hampir semua musyawarah, hari Sabat yang telah ditetapkan oleh Allah, telah di tekan dan semakin direndahkan, sementara hari Minggu semakin ditinggikan. Demikianlah pesta perayaan kekafiran akhirnya dihormati sebagai lembaga ilahi, sementara hari Sabat yang menurut Alkitab, telah dinyatakan sebagai peninggalan Yudaisme, yang pengikutnya telah dinyatakan terkutuk.
 
Yang murtad itu telah berhasil meninggikan dirinya sendiri "di atas segala yang di sebut atau yang di sembah sebagai Allah" (2 Tes. 2:4). Ia telah berani mengganti ajaran hukum ilahi yang menunjukkan semua umat manusia kepada Allah yang benar dan hidup itu. Dalam hukum keempat, Allah dinyatakan sebagai khalik, pencipta langit dan bumi, yang dengan demikian membedakannya dari semua allah-allah palsu. Hari Sabat itu adalah sebagai peringatan kepada pekerjaan penciptaan, dan hari ketujuh itu telah disucikan sebagai hari istirahat bagi manusia. Hari Sabat itu di rancang agar Allah yang hidup itu selalu berada di dalam pikiran manusia sebagai sumber segala sesuatu dan tujuan dari penghormatan dan perbaktian. Setan berusaha keras untuk membalikkan manusia itu dari kesetiaannya kepada Allah dan dari penurutannya kepada hukum-Nya. Itulah sebabnya ia menunjukkan usahanya terutama menentang hukum yang menunjuk kepada Allah sebagai Khalik. Protestan dewasa ini mengatakan bahwa kebangkitan Kristus pada hari Minggu itu menjadi hari Sabat orang Kristen. Tetapi bukti-bukti Alkitabiah tidak cukup. Tidak ada penghormatan seperti itu diberikan kepada hari itu baik oleh Kristus maupun oleh rasul-rasul-Nya. Pemeliharaan hari Minggu sebagai institusi Kristen bermula dalam "rahasia kedurhakaan" (2 Tes. 2: 7) yang, bahkan pada zaman Rasul Paulus, telah memulai pekerjaannya. Di mana dan kapankah Tuhan mengadopsi anak kepausan ini? Alasan sah apakah yang dapat diberikan untuk perubahan yang tidak disetujui Alkitab?
     
Pada abad keenam kepausan telah berdiri dengan kokoh. Tahta kekuasaannya telah ditetapkan di kota kerajaan, dan imam (bishop) Roma telah dinyataka menjadi kepala atas semua gereja. Kekafiran telah menerima kepausan. Naga itu telah memberikan kepada binatang itu "kekuatannya, dan tahtanya dan kekuasaannya yang besar" ( Wahyu 13:2; lihat juga Lampiran). Dan pada waktu itulah masa 120 tahun penindasan kepausan yang telah diramalkan dalam nubuatan Daniel dan Wahyu ( Daniel 7:25; Wahyu 13:5-7). Orang-orang Kristen telah di paksa untuk memilih apakah melepaskan integritas mereka dan menerima upacara dan perbaktian kepausan atau menghabiskan hidup mereka di dalam penjara bawah tanah yang gelap atau menderita kematian di atas rak penyiksaan, di bakar, atau di pancung kepalanya. Pada waktu itu telah digenapi perkataan Yesus, "Dan kamu akan diserahkan juga oleh orangtuamu, saudara-saudaramu, kaum keluargamu dan sahabat-sahabatmu dan beberapa orang di antara kamu akan di bunuh dan kamu akan di benci semua orang oleh karena nama-Ku" ( Lukas 21:16,17). Penganiayaan atas orang-orang yang setia dilakukan dengan lebih kejam dari sebelumnya, dan dunia ini menjadi medan perang yang luas. Selama ratusan tahun gereja Kristus berlindung di tempat-tempat terpencil dan tempat yang tidak tentu. Beginilah kata nabi itu, "Perempuan itu lari ke padang gurun, dimana telah disediakan suatu tempat baginya oleh Allah, supaya ia dipelihara di situ seribu dua ratus enam puluh hari lamanya" ( Wahyu 12:6).
     
Naiknya kekuasaan Gereja Roma menandai permulaan Zaman Kegelapan. Sementara kekuasaannya bertambah, kegelapan semakin bertambah. Iman telah dialihkan dari Kristus, fondasi yang benar itu, kepada paus Roma. Sebagai gantinya percaya kepada Anak Allah untuk pengampunan dosa-dosa dan keselamatan kekal, orang-orang memandang kepada paus dan kepada imam-imam dan ulama-ulama yang telah di beri kuasa. Mereka telah di ajar bahwa paus adalah pengantara duniawi mereka, dan bahwa tak seorangpun dapat mendekati Allah kecuali melalui dia. Dan lebih jauh, ia berdiri sebagai ganti Allah bagi mereka, dan oleh sebab itu secara mutlak harus dituruti. Setiap penyimpangan dari tuntutan ini telah cukup alasan menjalankan hukuman paling berat bagi tubuh dan jiwa para pelanggar. Dengan demikian pikiran orang-orang telah dialihkan dari Allah kepada orang-orang yang bersalah, berdosa dan kejam, dan juga kepada raja kegelapan sendiri, yang menjalankan kuasanya melalui mereka. Dosa ditutupi di dalam jubah kesucian. Pada waktu Alkitab di tindas dan di tekan, dan manusia menganggap dirinya tertinggi, kita hanya melihat penipuan, tipu muslihat dan penghinaan. Dengan ditinggikannya hukum-hukum dan tradisi manusia, maka nyatalah kebobrokan yang diakibatkan oleh mengesampingkan hukum Allah.
     
Masa itu adalah malapetaka bagi gereja Kristus. Tinggal sedikit saja yang seti mempertahankan standar. Walaupun kebenaran itu tidak ditinggalkan tanpa saksi-saksi, namun kadang-kadang kelihatannya kesalahan dan takhyul lebih meraja-lela dan menonjol;  dan agama yang benar seakan-akan lenyap dari muka bumi ini. Injil tidak lagi tampak, tetapi bentuk-bentuk agama berlipat ganda , dan orang-orang dibebani dengan tuntutan yang keras.
     
Mereka di ajar bukan saja memandang paus sebagai pengantara mereka, tetapi mempercayai tugas paus untuk menghapus dosa mereka. Perjalanan yang lama berziarah, tindakan-tindakan pengampunan dosa, pemujaan atau penyembahan kepada benda-benda keramat dan benda-benda peninggalan, mendirikan gereja-gereja, kuil-kuil, tempat-tempat dan makam-makam suci serta mezbah-mezbah, pembayaran sejumlah besar uang kepada gereja  semua ini serta tindakan-tindakan serupa, dipadukan untuk meredakan murka Allah atau mengambil hati-Nya, seolah-olah Allah itu seperti manusia, yang marah oleh karena perkara kecil atau dapat ditenangkan dengan pemberian- pemberian atau tindkan-tindakan pengampunan!
    
Meskipun kejahatan meraja-lela, bahkan di antara pemimpin Gereja Roma, pengaruhnya tampaknya tetap semakin bertambah. Kira-kira pada penghujung abad ke delapan, para paus telah menyatakan bahwa pada masa-masa permulaan gereja, imam (bishop) Romawi telah mempunyai kuasa spiritual seperti yang mereka punyai sekarang ini. Untuk menguatkan pernyataan ini, berbagai sarana harus di buat untuk menunjukkan kekuasaan. Dan hal ini telah diusulkan atau dikemukakan oleh bapak segala bohong itu. Tulisan-tulisan kuno telah dipalsukan oleh biarawan. Dekrit majelis (konsili) telah ditemukan sebelum diumumkan, untuk mendirikan supremasi universal kepausan sejak dari zaman permulaan. Dan sesuatu gereja yang telah menolak kebenaran, dengan tamaknya menerima penipuan itu.
     
Beberapa orang pembangun yang setia yang membangun di atas dasar yang benar (1 Kor. 3:10,11) telah dibingungkan dan di hambat oleh omong- kosong ajaran-ajaran palsu yang menghadang pembangunan itu.  Sama seperti para pembangun di atas tembok kota Yerusalem pada zaman Nehemia, beberapa orang telah siap untuk mengatakan, "Kekuatan para pengangkat sudah merosot dan puing masih sangat banyak. Tak sanggup kami membangun kembali tembok ini" (Nehemia 4:10,14). Beberapa orang yang dulunya pembangun yang setia menjadi tawar hati karena sudah letih, karena sudah terus berjuang melawan penganiayaan, penipuan, kejahatan, dan setiap hambatan lain yang dapat di buat oleh Setan untuk merintangi kemajuan pembangunan itu. Dan demi ketenangan dan keamanan bagi harta milik dan nayawa mereka, mereka meninggalkan dasar yang benar. Yang lain, tidak gentar oleh perlawanan musuh-musuh mereka, tanpa takut menyatakan, "Jangan kamu takut kepada mereka! Ingatlah kepada Tuhan yang maha besar dan dahsyat" (Nehemia 4:10,14). Dan mereka terus bekerja, masing-masing dengan pedang di pinggang (Epesus 6:17).
     
Roh kebencian yang sama dan perlawanan kepada kebenaran telah mengilhami musuh-musuh Allah pada segala zaman, dan kewaspadaan serta kesetiaan yang sama di butuhkan dari hamba-hamba-Nya. Kata-kata Kristus yang ditujukan kepada murid-murid yang pertama itu dapat berlaku kepada para pengikut-Nya pada akhir zaman, "Apa yang Kukatakan kepada kamu, Kukatakan kepada semua  orang: berjaga-jagalah" (Mark. 13:37).
     
Kegelapan tampaknya semakin kelam. Penyembahan berhala telah menjadi semakin umum. Lilin-lilin dinyalakan di depan patung-patung, dan doa-doa diucapkan kepada mereka. Hal-hal yang paling tidak masuk akal dan kebiasaan takhyul meraja-lela. Pikiran manusia sama sekali telah dikuasai oleh takhyul,  sehingga pertimbangan sehat tampaknya sudah hilang.Sementara imam-imam dan bishop-bishop sendiri adalah orang-orang pecinta kepelesiran, penuh hawa nafsu dan bejat, maka orang-orang yang meminta tuntunan dari mereka akan tenggelam di dalam kebodohan dan kejahatan.
     
Kesombongan kepausan telah maju selangkah lagi, pada waktu di abad kesebelas Paus Gregory VII memproklamasikan kesempurnaan Gereja Roma. Di antara hal-hal atau dalil-dalil yang ia kemukakan ialah antara lain menyatakan bahwa gereja tidak pernah salah, atau tidak akan pernah salah, sesuai dengan Alkitab. Tetapi bukti-bukti dari Alkitab tidak disertakan dalam pernyataan itu. Paus yang angkuh itu juga menyatakan bahwa ia mempunyai kuasa untuk memberhentikan para kaisar dan menyatakan bahwa tak seorangpun boleh mengubah keputusan yang ia buat. Tetapi ia mempunyai hak istimewa untuk mengubah keputusan-keputusan orang lain. (lihat Lampiran).
     
Suatu gambaran yang menyolok mengenai sifat kekejaman paus yang tidak bisa salah ini ialah perlakuannya terhadap kaisar Jerman, Henry IV. Karena di duga mengabaikan kekerasan paus, raja ini diturunkan dari tahtanya dan diasingkan. Takut oleh karena pembangkangan dan ancaman putranya sendiri yang telah mendapat mandat kepausan untuk memberontak melawan dia, Henry IV merasa perlu untuk mengadakan perdamaian dengan Roma. Bersama isteri dan hamba-hambanya, ia melintasi pegunungan Alpen pada waktu pertengahan musim dingin, agar supaya ia boleh merendahkan dirinya dihadapan paus. Setelah tiba di istana Paus Gregory VII, ia telah di tuntun keluar istana tanpa pengawal-pengawalnya. Dan di sana, di tempat yang begitu dinginnya musin saju, tanpa penutup kepala dan alas kaki dengan pakaian yang menyedihkan, ia menunggu izin paus untuk datang menghadap. Setelah tiga hari terus menerus berpuasa dan membuat pengakuan dosa, barulah paus mau memberikan pengampunan kepadanya. Itupun hanya dengan syarat yang, kaisar harus menunggu sanksi dari paus sebelum ia boleh memakai lambang kerajaan atau melakukan wewenang kerajaan kembali. Dan Paus Gregory VII merasa berbahagia atas kemenangannya dan menyombongkan diri bahwa adalah tugasnya untuk mencabut kesombongan raja-raja.
     
Betapa besar perbedaan antara kesombongan yang sok mau berkuasa dari paus yang angkuh ini dengan kerendahan hati dan kelemah-lembutan Kristus yang menggambarkan diri-Nya sendiri memohon di pintu hati untuk masuk, agar Ia boleh masuk membawa pengampunan dan damai. Dan yang telah mengajar murid-murid-Nya, "Barang siapa ingin menjadi besar di antara kamu, hendaklah ia menjadi pelayanmu" (Matius 20:27).
     
Pada abad-abad berikutnya semakin banyak kesalahan yang ditemukan di dalam ajaran (doktrin) yang dikeluarkan oleh Roma. Bahkan sebelum terbentuknya kepausan, pengajaran para filsuf kafir telah mendapat perhatian dan telah menanamkan pengaruhnya di dalam gereja. Banyak orang yang mengaku bertobat masih tetap bergantung kepada faham falsafah kekafiran mereka. Dan bukan saja mereka terus mempelajarinya, tetapi menganjurkannya kepada orang lain sebagai sarana untuk memperluas pengaruh mereka di antara orang kafir. Dengan demikian kesalahan yang serius telah dimasukkan ke dalam kepercayaan Kristen. Salah satu yang menonjol ialah kepercayaan mengenai kekekalan alamiah manusia dan kesadarannya di dalam kematian. Doktrin inilah yang menjadi dasar Roma memanggil di dalam doa orang-orang kudus yang telah meninggal dunia dan pemujaan kepada Perawan Maria. Dari kepercayaan ini muncul pula kepercayaan yang menyimpang mengenai penyiksaan yang kekal bagi orang-orang yang tidak mengakui dosa-dosanya, suatu kepercayaan yang pada mulanya telah digabungkan kepada kepercayaan kepausan.
     
Kemudian, jalan telah dipersiapkan bagi masuknya ciptaan kekafiran yang lain, yang Roma sebut purgatori (api penyucian), dan digunakan untuk menakut-nakuti orang-orang yang mudah percaya da berpegang kepada takhyul. Dengan ajaran kepercayaan yang menyimpang ini memperkuat adanya tempat penyiksaan, di tempat mana jiwa-jiwa yang belum tergolong ke dalam kutukan kekal harus menderita hukuman atas dosa-dosanya, dan dari tempat ini juga, setelah dibersihkan dari kekotoran, mereka diterima masuk ke surga (lihat Lampiran).
     
Masih diperlukan suatu buat-buatan lain untuk menyanggupkan Roma memperoleh keuntungan dari ketakutan dan sifat buruk pengikut-pengikutnya. Hal ini ialah doktrin (ajaran) pengampunan dosa.  Pengampunan penuh dosa-dosa masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang, dan pembebasan dari semua kesakitan dan hukuman dijanjikan bagi semua mereka yang mau mendaftarkan diri berperang bersama paus untuk melebarkan kekuasaannya, untuk menghukum musuh-usuhnya, atau untuk membasmi mereka yang berani menyangkal  supremasi spiritual kepausan. Orang-orang juga di ajar bahwa dengan membayar sejumlah uang kepada gereja mereka boleh membebaskan diri dari dosa, dan juga membebaskan jiwa teman-teman mereka yang sudah meninggal yang telah dimasukkan ke dalam api penyiksaan. Dengan cara ini Roma mengisi peti perbendaharaannya, dan mempertahankan kebesaran dan kemewahannya, dan sifat buruk yang seolah-olah wakil Dia yang tidak mempunyai tempat untuk meletakkan kepala-Nya. (lihat Lampiran).
     
Peraturan upacara perjamuan kudus Tuhan yang berda sarkan Alkitab telah digantikan dengan upacara misa yang bersifat penyembahan berhala. Imam-iman kepausan berpura-pura, oleh penyamaran tak berperasaan, untuk mengubah roti dan anggur sederhana itu menjadi "tubuh dan darah Kristus."  Cardinal Wiseman's Lectures on "The Real Presence," Lecture 8, sec. 3, par. 26. Dengan hujatan lancang mereka mengatakan bahwa mereka mempunyai kuasa penciptaan Allah, Pencipta segala sesuatu. Orang-orang Kristen di paksa, di siksa sampai mati, untuk mengakui terus-terang iman mereka dalam kemurtadan yang mengerikan dan menghinakan surga. Mereka yang menolak telah dilemparkan ke dalam nyala api.(lihat Lampiran).
     
Pada abad ketigabelas, telah ditetapkan suatu alat kepausan yang paling mengerikan dari semua, yang di sebut "Inkuisisi" (Pemeriksaan). Raja kegelapan bekerja-sama dengan para pemimpin kepausan. Dalam rapat-rapat (konsili) rahasia mereka, Setan dengan malaikat-malaikatnya mengendalikan pikiran orang-orang jahat, sementara di tengah-tengah berdiri tidak kelihatan malaikat-malaikat Allah, mencatat dengan teliti keputusan-keputusan jahat dan kejam mereka, dan menuliskan sejarah perbuatan mereka yang sangat mengerikan bagi  mata manusia.  "Babilon yang besar" telah "mabuk karena meminum darah orang-orang kudus."  Berjuta-juta orang yang mati syahid (martir) yang telah diremukkan, berseru-seru kepada Allah memohon pembalasan atas kuasa yang murtad itu.
     
Kepausan telah menjadi raja dunia yang lalim dan sewenang-wenang. Raja-raja dan kaisar-kaisar tunduk kepada dekrit kepausan Roma. Nasib manusia, baik sekarang maupun selama-lamanya, tampaknya ada dalam pengendalian dan kekuasaannya. Selama beratus-ratus tahun ajaran-ajaran atau doktrin-doktrin Roma telah di terima secara luas dan mutlak. Upacara-upacaranya dilakukan dengan khidmat, hari-hari rayanya dirayakan secara umum. Pastor-pastornya dihormati dan di dukung dengan limpahnya. Tidak pernah seperti itu sebelumnya. Gereja Roma memperoleh kewibawaan, keagungan atau kuasa yang lebih besar.
     
Akan tetapi, "tengah hari kepausan adalah tengah malam bagi dunia ini."  Wylie, "History of Protestantism," book 1, chap.4.  Alkitab yang Suci hampir tidak di kenal lagi, bukan saja oleh orang-orang biasa, tetapi juga oleh imam-imam. Seperti orang-orang Farisi zaman dahulu kala, para pemimpin kepausan membenci terang itu yang akan menyatakan dosa-dosa mereka. Hukum Allah, ukuran kebenaran itu, telah di tolak. Mereka menjalankan kekuasaan tanpa  batas, dan melakukan kejahatan tanpa rintangan. Penipuan, keserakahan dan ketidak-bermoralan merajalela dimana-mana. Orang-orang dengan leluasa melakukan kejahatan, dengan mana ia bisa memburu harta atau mendapat kedudukan.
     
Istana-istana paus dan para pejabat tinggi gereja telah menjadi tempat pesta-pora dan kebejatan moral yang paling memalukan dan menjijikkan. Beberapa pejabat kepausan yang sedang berkuasa telah melakukan kejahatan sehingga pemerintah-pemerintah sekular memberontak berusaha menyingkirkan pejabat-pejabat gereja yang bertindak bagaikan binatang buas, yang terlalu menjijikkan untuk di toleransi. Selama berabad-abad Eropah tidak mengalami kemajuan dalam pendidikan, seni dan kebudayaan. Kelumpuhan moral dan intelektual telah menimpa Kekristenan.
     
Keadaan dunia di bawah kekuasaan Romawi menyatakan kegenapan nubuatan nabi Hosea yang menakutkan, "Umat-Ku binasa karena tidak mengenal Allah; karena engkaulah yang menolak pengenalan itu, maka Aku menolak engkau menjadi imam-Ku; dan karena engkau melupakan pengajaran Allahmu, maka Aku juga akan melupakan anak-anakmu."   "sebab tidak ada kesetiaan dan tidak ada kasih dan tidak ada pengenalan akan Allah di negeri itu.  Hanya mengutuk, berbohong, membunuh, mencuri, berzinah, melakukan kekerasan dan penumpahan darah menyusul penumpahan darah" (Hosea 4: 6, 1, 2).  Semuanya itu adalah akibat dari meniadakan firman Allah.

Yesus Adalah Tuhan Menurut Al-Quran

Apakah maknanya kehidupan ini? Kehidupan ini sama seperti asap yang sebentar sahaja kelihatan lalu lenyap. Sesungguhnya manusia seperti nafas sahaja, dan semuanya sia-sia. Ramai yang berharap hanya untuk kehidupan di dunia ini. Setiap hari mereka hanyalah sibuk dengan urusan-urusan dunia ini; sibuk mencari duit, sibuk bekerja, sibuk dengan kesukaan. Mereka melupakan diri bahawa saat akan tiba apabila segalanya berakhir dan kita kembali kepada KHALIQ kita. Kehidupan juga penuh dengan penderitaan dan air mata. Kita mengalami jauh lebih banyak penderitaan di dunia ini dipertimbangkan dengan kesenangan dan keseronokan yang kita memperolehi.

Syaitan mengajukan supaya menikmatilah kesenangan-kesenangan dunia dengan puas-puas dan buatlah dosa kemudian jadilah penghuni neraka untuk selama-lamanya. Walau bagaimanapun Allah memberi petunjuk, ajaran dan jalan untuk mengendalikan diri kerana kehidupan yang sebenarnya bukanlah di dunia yang sementara ini tetapi di SYURGA yang kekal. Jadi berwaspadalah supaya jangan menghanyutkan diri dalam dosa dan kesenangan-kesenangan dunia yang sementara sahaja tetapi ikutilah ajaran dan Jalan Allah agar anda hidup selamanya dalam rahmatNya.

Di akhirat ada dua tempat tujuan bagi roh manusia iaitu Syurga dan Neraka. Seketika roh manusia ditentu masuk ke salah satu tempat itu, maka orang itu akan kekal di situ. Manakah yang anda pilih?

Surga

Inilah tempat bersama yang paing indah dimana taman-taman yang teduh dapat dinikmati dan ada kesabaran, kehormatan dan salam. Disini mereka yang disucikan dari dosa akan hidup bersenangan sambil memuji Allah yang menghapuskan dukacita mereka untuk selama-lamanya.

Fikiran kita tidak mampu membayangkan bagaimana indahnya syurga itu. Orang yang menuruti ajaran Allah dan mengikuti jalan yang ditunjukkanNya akan berada di tempat ini.

Hanya Isa Anak Maryam yang langsung masuk Syurga kerana Dia suci. (Maryam, 19:19)
Bahkan Dia terkemuka di dunia dan di akhirat (Al Imran, 3:45)

Neraka

Inilah tempat siksaan yang mengerikan dan tempat kesedihan serta kesengsaraan, dimana pakaian, selimut dan tempat tidur dibuat api. Di atas kepala dan di bawah kaki, api berlapis-lapisan. Dimana-manapun penuh api, asap hitam, dan kegelapan. Mata menjadi buta, telinga menjadi tuli dan mulut menjadi bisu. Mereka yang berada disini mengalami penderitaan yang tidah berhenti. Mereka tidak mati dan tidaklah hidup juga, tetapi mengalami seksaan tanpa kesudahan.

Sejak manusia pertama, Nabi Adam dan Hawa, menuruti kata-kata godaan Syaitan, mereka telah disentuh Syaitan dan memiliki dosa, maka semua manusia sudah berdosa dan jauh daripada Allah yang menyelamatkan mereka. Oleh itu, mereka akan dihukum dengan hukuman neraka.
"Dan tidak seorang diantara kamu, melainkan mendatanginya (masuk neraka) dan ini bagi Tuhanmu adalah ketetapan yang sudah dipastikan"  (Maryam, 19:71)

Jalan ke Surga

Agama dengan syariat-syariatnya harus ditaati dan dilaksanakan sepanjang umur hidup manusia. Manusia juga diharuskan untuk selalunya bermurah hati. Hanya apabila manusia dapat menjalankan segala hal-hal tersebut dengan penuh maka manusia dapat mencapai Syurga. Mungkinkah kita hidup kehidupan kita dengan sempurna?

Berapa tekunkah kita sepatutnya menjalankan syariat-syariat agama ataupun berapa banyakkah kita berkemurahan hati agar dapat masuk ke Syurga? Kami semua telha berdosa; bahkan perbuatan kami yang terbaik pun kotor dan najis. Kerana dosa kami, kami akan lenyap seperti daun layu diterbangkan angin.

Adakah tolok ukur yang pasti apabila menjalankan hal-hal tersebut agar kita dapat masuk Syurga? Tidak ada!

Oleh kerana manusia tidak akan past agar dapat masuk ke Syurga maka banyak orang tinggal keragu-raguan, dengan kebimbangan dan kegelisahan. Sepanjang zaman orang selalu berdoa kepada Allah agar ditunjukkan jalan yang harus diikuti manusia agar dapat mencapai Syurga.

Kita semua seperti domba yang sesat, masing-masing mengikut jalan sendiri. Tetapi Allah menjatuhkan hukuman kepadanya, hukuman yang seharusnya dijatuhkan kepada kita.

"Indinash shiraathal mustaqiim" Tunjukilah kami jalan yang lurus  (Al Fatihah, 1:6)

"Yaa ayyuhai ladziina aamanut taqullaaha wabtaghuu ilaihi wasiilata "
Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepadaNya (Al Maidah, 5:35)

Sudahkah anda menemui jalan itu?
Allah Maha Pengasih, Maha Penyayang. Oleh kerana Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang maka Allah di dalam Al Quran telah menunjukkan jalan dan petunjuk-petunjuk yang diberi jelas patut diikuti agar manusia dapat mencapai Syurga. Marilah kita renungkan Al Quran dan Hadis seperti yang tersebut dibawah ini.

Petunjuk-petunjuk Al Quran dan Hadis agar manusia dapat mencapai Syurga
  1. Isa AS ialah jalan yang lurus yang patut diikuti. "Wa innahu la'ilmu lis saa'ati fa laa tamtarunna bihaa wa tabi'unni haadzaa shiraathum mustaqiim"
    Dan sesungguhnya Isa itu benar memberikan pengetahuan tentang hari kiamat kerana itu janganlah kamu ragu tentang hari kiamat itu dan ikutlah Aku. Inilah jalan yang lurus  (Az Zukhruf, 43:61)
  2. Isa AS pembawa keterangan dan patut ditaati. "Wa lammaa jaa-a 'Isa bil bayyinaati qaala qad ji'tukum bil hikmati wa li ubayina lakum ba'dhal ladzii tathtalifuuna fiihi fat taqullaaha wa athii'u"
    Dan tatkala Isa datang membawa keterangan. Dia berkata sesungguhnya Aku datang membawa hikmat dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian yang apa kamu perselisihkan tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaKu (Az Zukhruf, 43:63)
  3. Isa AS mengatakan perkataan yang benar. "Dzaalika 'isabnu Maryama qaulal haqqil ladzil fiihi yamtaruum"
    Itulah Isa putra Maryam yang mengatakan perkataan yang benar, yang mereka berbantah-bantahan tentang kebenaranNya  (Maryam, 19:34)
  4. Isa AS itu utusan Allah dan FirmanNya. "Inamal Masihu 'isabnu Maryama rasullahi wa kalimatuhu "
    Sesungguhnya Isa Al Masih putra Maryam itu utusan Allah dan FirmanNya  (An Nisa, 4:171)
  5. Isa AS adalah Roh Allah dan KalimatNya"Isa faa innahu Rohullah wa kalimatuhu"Isa itu sesungguhNya Roh Allah dan FirmanNya (Hadis Anas bin Malik hal.72)
  6. Isa AS adalah Roh Allah yang menjelma menjadi Manusia yang sempurna. "arsalnaa ilaihaa ruuhanaa fa tamatstsala lahaa basyaran sawiyya."
    Kami mengutus Roh Kami kepadanya, maka ia menjelma di hadapannya menjadi Manusia yang sempurna  (Maryam, 19:17)
  7. Isa AS adalah satu-satunya Imam MAHDI"Laa mahdia illa isabnu Maryama"Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra Maryam  (Hadis Ibnu Majah)
  8. Isa AS dilahirkan bukan dari bapa Insani, tetapi dari Roh Allah. "Wallatii ahshanat farjahaa fa nafakhnaa fiihaa mir ruuhinaa Wa ja'alnaahaa wabnahaa ayatal lil 'aalamiin"
    Ingatlah kisah seorang perempuan yang memelihara kehormatannya (Maryam) lalu Kami tiupkan kepadanya Roh Kami (Roh Allah) dan Kami jadikan dia dan Anaknya tanda (kuasa Allah) bagi semesta alam.  (Al Anbiyaa, 21:91)
  9. Isa AS lahir, mati dan dihidupkan kembali. "Wa salaamu 'alayya yauma wulittu, wa yauma amuutu, wa yauma ub'atsu hayaa." 
    Dan sejahtera atasNya pada hari Dia dilahirkan, pada hari Dia wafat, dan pada hari Dia dibangkitkan hidup kembali."  (Maryam, 19:33)
  10. Isa AS mati, diangkat dan pengikutNya dipilih atas orang kafir. "Idz qaalallahu yaa Isa, innii mutawafiika, wa raafi'uka ilayya, wa muthahhiruka minal ladzinaa kafaruu, wa jaa'ilul ladzina tabauka fauqal ladzina kafaruu ilaa yaumil qiyamati." Ingatlah tatkala Allah berfirman; Hai Isa, sesungguhnya Aku akan mewafatkanMu, dan mengangkatMu depadaKu, dan akan menyucikan Engkau dari orang-orang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikutiMu diatas mereka yang kafir hingga hari kiamat." (Al Imran, 3:55)
  11. Isa AS menyembuhkan orang buta sejak lahir. "Wa ubriul akmaha, wal abrasha, wa uhyil mautaa bi idznillah."  Dan Aku menyembuhkan orang bita sejak dari lahirnya dan orang yang berpenyakit sopak, dan Aku sanggup menghidupkan orang mati dengan seizin Allah.  (Al Imran, 3:49)
  12. Isa As menghidupkan orang mati. "wa idz tuhuriijul mautaa biidzni" 
    dan diwaktu Kamu mengeluarkan orang mati dari kubur (menjadi hidup) dengan izin Ku  (Al-Maidah, 5:110)
  13. Isa AS diberi mujizat dan Roh Kudus. "Wa aatainaa 'isabna Maryam bayyinaati wa ayyadnaahu bi ruuhil qudusi."  Dan Kami berikan kepada Isa putra Maryam, beberapa mujizat serta Kami perkuat Dia dengan Roh Kudus.  (Al Baqarah, 2:253).
  14. Kafirlah orang yang menolak Isa AS.  "Wa bi kufrihim wa qaulihim 'alaa Maryama buhtaanan 'azhiimaa."  Dan kerana kekafiran mereka (terhadap Isa) dan tuduhan mereka terhadap Maryam dengan kedustaan besar (zinah).  (An Nisa, 4:156)
  15. Isa AS akan diimani oleh semua ahli kitab.  "Wa im min ahlil kitaabi illa la yu'minanna bihi qabla mauthihiiwa yaumal qiyaamati yakunnu 'alaihim syahiidaa." 
    Dan tidak seorangpun dari ahli kitab melainkan akan beriman kepada Isa sebelum matiNya, dan pada hari kiamat. Dia menjadi Saksi terhadap mereka.  (An Nisa, 4:159)
  16. Tidak menurut Taurat dan Injil, maka tidak dipandang beragama. "Qui yaa ahlal kitaabi lastum 'alaa syai-in hattaa tukimut tauraata wal injiila wa maa unzila ilaikum mir rabbkum"  Katakanlah: "Hai ahli kitab, kamu tidak dipandang beragama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaran ajaran Taurat, Injil dan apa apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu.  (Al Maidah, 5:68)
  17. Al Quran induk dari Taurat dan Injil.  "Wa innahu fii ummil kitaabi ladainaa ia 'aliyyuna hakiim."  Dan sesungguhnya Al Quran itu dalam induk Alkitab, di sisi Kami adalah tinggi dan penuh hikmat.  (Az Zukhruf, 43:4)
  18. Isa AS berkuasa/terkemuka di dunia dan di akhirat. "Idz qalatil malaikatu yaa Maryama innallaaha yubasyiruki bi kalimatim minhus muhul masihu 'isabnu Maryama wajihan fiddun-yaa wal akhirati wa minal muqarrabiin."  Ketika malaikat berkata, hai Maryam sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan Kalimah daripadaNya namannya Al Masih putra Maryam, terkemuka di dunia dan di akhirat dan orang yang paling dekat pada Allah.  (Al Imran, 3:45)
Hazrat Isa AS yang paling berkuasa dan terkemuka di dunia dan di akhirat. Hasrat Isa AS adalah petunjuk kepada jalan yang lurus. Pengikut-pengikut Hazrat Isa AS dipilih atas orang-orang kafir. Jadi ikutlah Hazrat Isa AS pasti anda akan masuk ke Syurga. Begitu penting Hazrat Isa AS sehingga di dalam Al Quran nama Hazrat Isa AS disebut sebanyak 97 kali. 

Jika Yang Berhormat Perdana Menteri menjemput anda ke Istana Negara, sudah pasti anda percaya bahawa anda akan diberi masuk ke istana. Ini kerana Yang Berhormat Perdana Menteri adalah yang paling berkuasa di negara dan berhak bertindak begitu. 

Jika jemputan ke Istana ditanda tangan seorang yang berpangkat rendah sahaja, tentu anda akan meragui kebenaran jemputan itu. Jangan-jangan menuju ke Istana hanya dilarang masuk apabila tiba disana. Sedemikian, Hazrat Isa AS diberi hak memerintah atas Syurga. Oleh kerana itu, sudah pasti bahawa kepercayaan akan jemputan Hazrat Isa AS tidak akan diragui lagi. Percayalah akan jemputan Hazrat Isa AS dan anda pasti memasuki Syurga.

Teman Yang Maha Tinggi

Doa Nabi Muhammad SAW sebelum beliau wafat:  Ya Allah! Ampunilah saya! Kasihanilah saya dan hubungkanlah saya dengan Teman Yang Maha Tinggi  (Hadis Shahih Bukhari 1573). 
Lalu beliau mengangkat tangannya sambil mengucapkan:  "Teman Yang Maha Tinggi" 
Lalu beliau wafat dan rebahlah tangan beliau.  (Hadits Shahih Bukhari 1574)

Siapakah "Teman Yang Maha Tinggi" itu?

Menurut catatan para Hadis Sahih Bukhari, ialah "Malaikat dan Nabi-nabi". Malaikat tidak disebut yang Maha Tinggi, jadi "teman" beliau bukan malaikat tetapi seorang nabi. Lalu siapakah diantara nabi yang layak disebut:

"Yang Maha Tinggi"?

Nabi-nabi yang terkenal iaitu: "Adam Shafiyulah" = Adam AS disucikan Allah
"Nuh Najiyullah" = Nuh AS diselamatkan Allah
"Ibrahim Khalillulah" = Ibrahim AS dikasihi Allah
"Isma'il Dzabiihullah" = Ismail AS dikurbankan Allah
"Musa Kaliimullah" = Musa AS difirmankan Allah
"Dawud Kalifatullah" = Dawud AS dipimpin Allah
(Majmu' Syarif)

Namun beliau telah bersabda:  "Anaa aulan naasi bi 'iisabni Maryam fid dun-yaa wal aakhiraati wal anbiyaau ikhwaatul li'allaatin ummahaatuhum syattaa wa diinuhum waahid."
Saya yang lebih dekat Isa anak Maryam di dunia dan di akhirat. Semua nabi itu bersaudara kerana seketurunan. Ibunya berlainan sedang agamanya satu. (Hadis Shahih Bukhari 1501)

"'lisabnu Maryam wajihan fid dun-yaa wal aakhirat"
Isa putra Maryam yang terkemuka di dunia dan di akhirat  (Al Imran, 3:45)

"Wal Iadzii nafsii bi layusyikanna ayyanzila fil kumubnu Maryama hakaman muqsithan"
Demi Allah yang jiwaku di tanganNya, sesungguhnya telah dekat masanya 'Isa Anak Maryam akan turun di tengah-tengah kamu. Dia akan menjadi Hakim yang Adil  (Hadis Shahih Muslim 127)

"Laa mahdiya illa isabnu Maryama"
Tidak ada Imam MAHDI selain Isa putra maryam

(Hadis Ibnu Majah)
Isa itu Rohullah, Rasullah dan Kalimatullah.
(Anas bin Malik hal. 72, An Nisa, 4:171)

Maka "Teman Yang Maha Tinggi" itu adalah Isa Al Masih Anak Maryam.

" wattabi'unni haadzaa shiraathum mustaqiim."
ikutilah Aku, inilah jalan yang lurus. (Az Zukruf, 43:61)

Sudahkah anda menerimaNya Sebagai Pembuka/Petunjuk jalan yang lurus kepada Allah?

Sumber Quran dan Hadist

Jun 7, 2014

Masa Kelabu Prabowo

Perang Panglima Konspirasi Kudeta Militer 1998: Ada Pergerakan "Pasukan Liar" di Kediaman Presiden Habibie, Siapa Yang Mengerahkan? Prabowo Atau Wiranto?

Sejarah kelabu negeri ini pernah terjadi  di tahun 1998 silam. Ketika, Soeharto, presiden kala itu terpilih untuk kesekian kalinya. Masyarakat yang selama ini diam, menyimpan bara. Terjadilah amuk massa masif, terutama di wilayah Jawa. Sebuah tuntutan agar Soeharto lengser didengungkan. Hampir setiap hari, kala itu, demonstrasi terus digelar. Tuntutannya satu: Soeharto turun dari tampuk kekuasaan. Dan ujungnya, 13-14 Mei 1998. Demontrasi besar-besaran di gelar di Jakarta. Hari itu Jakarta mencekam. Dan kerusuhan pun meletus.

Pada acara Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS) 18 Desember 2012 lalu, Prabowo menyampaikan pernyataan yang cukup mengagetkan: "Saya Letnan Jendral mantan Panglima Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat yang hampir Kudeta, Menyesal juga saya nggak jadi Kudeta"

Pernyataan ini mungkin disampaikan tanpa ada niat sungguh-sungguh dari Prabowo, tapi pernyataan itu mengingatkan kita akan luka sejarah yang pernah terjadi di negeri ini.

Luka sejarah itu terjadi ketika peristiwa peralihan kekuasaan dari rezim Soeharto yang digulingkan setelah tiraninya menguasai negeri ini selama 32 tahun lamanya. Kemudian, pucuk kekuasaan pun beralih kepada wakil presiden BJ.Habibie yang kemudian menggantikan Suharto, menjadi Presiden Republik Indonesia. Namun pada kenyataannya dulu, posisi jabatan itu "menggiurkan" petinggi lainnya dan berusaha "mengambil-alih" kekuasaannya yang hingga saat ini masih penuh tanda tanya tentang apa yang sebenarnya terjadi.

Dua Praduga Tuduhan kepada Pangkostrad Letjen Prabowo

Dalam sejarah yang tercatat di pikiran masyarakat Indonesia, Prabowo terkena dua tuduhan serius di era peralihan kepemimpinan di tahun 1998.

Tuduhan yang pertama, Prabowo disangka menjadi dalang kerusuhan yang terjadi di bulan mei 1998 yang banyak merengut nyawa dan terjadinya penjarahan, Kerusuhan yang sangat terindikasi melibatkan konflik yang terjadi di internal tubuh ABRI.

Bahkan Presiden Habibie membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) untuk mencari keterlibatan Prabowo dalam kerusuhan 1998. Hingga sampai saat ini hasil dari temuan TGPF tidak pernah disampaikan ke masyarakat luas secara jelas, apa dan seberapa besar keterlibatan Prabowo pada kerusuhan yang terjadi di tahun 1998 itu.

Tuduhan yang kedua, Prabowo dicurigai akan mengambil alih paksa kekuasaan pasca tergulingnya Presiden Soeharto dari kekuasaan yang digantikan oleh Presiden Habibie.

Kecurigaan itu berawal dari laporan Panglima ABRI yang saat itu dijabat oleh Jendral Wiranto melapor ke Presiden Habibie bahwa ada konsentrasi pergerakan pasukan Kostrad dibawah komando Prabowo di sekitar kediaman Habibie, Yang kemudian disimpulkan tindakan Prabowo itu upaya untuk melakukan Kudeta.

Pergerakan pasukan Prabowo ini sangat dicemaskan oleh Presiden Habibie, karena Prabowo sebagai Panglima Kostrad membawahi pasukan sebanyak 11.000 personel tentara yang oleh Presiden Habibie disikapi dengan memerintahkan Wiranto untuk memberhentikan Prabowo sebagai Pangkostrad dan diganti dengan Pangkostrad yang baru agar bisa menarik mundur pasukan kostrad yang sudah memasuki kota Jakarta pada waktu itu.

Keputusan pemberhentian oleh Habibie inilah yang menyulut kemarahan Prabowo, ia menapik tuduhan akan melakukan Kudeta terhadap Kepemimpinan Presiden Habibie.
Sebaliknya, Prabowo justru beralasan bahwa pengerahan pasukan Kostrad di sekitar rumah Habibie adalah atas perintah Wiranto sebagai Panglima ABRI untuk mengamankan Presiden Habibie.

Kronologi "Gerakan Pasukan Liar" di Kediaman Presiden Habibie tahun 1998

Pergantian pucuk pimpinan negara dari Presiden Soeharto kepada Habibie berujung pada pencopotan Letjen Prabowo Subianto dari posisi Pangkostrad.

Saat itu 22 Mei 1998, Habibie yang baru satu hari dilantik menjadi Presiden RI memiliki segudang masalah untuk diselesaikan, utamanya adalah ekonomi dan keamanan. Kondisi Ibu Kota Jakarta saat itu mencekam dan tidak menentu. Bahkan, pengerahan pasukan militer saat itu seakan kurang terkoordinasi.

Saat baru tiba di Istana Negara, Presiden Habibie mendapat laporan dari Menhankam/Panglima ABRI Jenderal Wiranto soal adanya pergerakan pasukan Kostrad dari luar daerah menuju Jakarta.

Bahkan, Jenderal Wiranto dalam laporannya saat itu menyatakan ada konsentrasi pasukan tak dikenal di kediaman Presiden Habibie di Patra Kuningan, Jakarta dan di Istana Merdeka.

"Dari laporan tersebut, saya berkesimpulan bahwa Pangkostrad (Letjen Prabowo Subianto) bergerak sendiri tanpa sepengetahuan Pangab (Jenderal Wiranto)," kata Habibie dalam buku'Detik-detik Yang Menentukan' karya Bacharuddin Jusuf Habibie, terbitan THC Mandiri (lihat buku online atau download versi PDF format ZIP atau download PDF) setebal 574 halaman itu.

Habibie sontak terkejut mendengar laporan tersebut. Dalam benaknya muncul berbagai pertanyaan dan praduga.

Tak butuh waktu lama, Habibie saat itu juga langsung memerintahkan Jenderal Wiranto untuk mencopot Letjen Prabowo dari posisi Pangkostrad (Panglima Komando Strategi Angkatan Darat), sebelum matahari tenggelam.

Jenderal Wiranto lantas melaporkan juga kepada Presiden Habibie bahwa sang istri, Ainun Habibie, beserta anak dan cucu telah diamankan prajurit ABRI menuju Wisma Negara.

Hal itu dilakukan untuk menjamin keamanan keluarga presiden karena banyaknya pasukan tak dikenal yang berkeliaran kala itu.

"Saya bertanya kepada diri saya, 'Mengapa keluarga saya harus dikumpulkan di satu tempat? Apakah tidak lebih aman jikalau anak-anak dan cucu-cucu saya tinggal di tempatnya masing-masing dan dilindungi oleh Pasukan Keamanan Presiden? Mengapa harus dikumpulkan di satu tempat," kata Habibie dalam hati.

Selang berapa jam kemudian, Letjen Prabowo datang menemui Presiden Habibie di Istana Negara. Prabowo menanyakan soal pencopotannya. Dalam pertemuan itu, Presiden Habibie menanyakan soal pergerakan pasukan dari luar Jakarta menuju Istana Merdeka dan Kediamannya.

"Saya bermaksud untuk mengamankan presiden," jawab Prabowo.

Namun jawaban Prabowo itu dibantah Presiden Habibie. Menurutnya, keamanan presiden menjadi tanggung jawab Paspampres, bukan Kostrad. Namun Prabowo berkata : "Atas nama ayah saya, Prof Soemitro Djojohadikusumo dan ayah mertua saya Presiden Soeharto , saya minta Anda memberikan saya tiga bulan untuk tetap menguasai pasukan Kostrad," kata Prabowo.

Namun Habibie menjawab dengan nada tegas: "Tidak! Sebelum matahari terbenam, Pangkostrad harus sudah diganti dan kepada penggantinya diperintahkan agar semua pasukan di bawah komando Pangkostrad harus segera kembali ke basis kesatuan masing-masing, dan saya bersedia mengangkat anda menjadi duta besar di mana saja!"," kata Habibie.

"Yang saya kehendaki adalah pasukan saya" jawab Prabowo. "Ini tidak mungkin, Prabowo," tegas Habibie .

Ketika perdebatan masih berlangsung seru, Habibie kemudian menuturkan bahwa Letjen Sintong Panjaitan masuk sembari menyatakan kepada Prabowo bahwa waktu pertemuan sudah habis.

"Jenderal, Bapak Presiden tidak punya waktu banyak dan harap segera meninggalkan ruangan," kata Letjen Sintong Panjaitan yang saat itu menjabat sebagai penasihat militer presiden.

Setelah itu Prabowo menempati posisi baru sebagai Komandan Sekolah Staf Komando (Dansesko) ABRI menggantikan Letjen Arie J Kumaat.

Prabowo mengisahkan serah terima jabatan dilakukan secara sederhana dan tertutup.

"Belum pernah ada perwira tinggi dipermalukan institusinya, seperti yang saya alami," kata Prabowo.

Selanjutnya, Prabowo harus menjalani sidang Dewan Kehormatan Perwira. Prabowo disinyalir terlibat dalam penculikan aktivis saat masih menjabat sebagai Danjen Kopassus.

15 Perwira tinggi bintang tiga dan empat mengusulkan ke Pangab agar Prabowo dipecat.

Saya paham, dewan ini sudah bersidang dengan susah payah selama sebulan dan orang-orangnya berpengalaman. Maka, saya (acc) setuju," kata Wiranto .

Dalam judul buku : Habibie, Prabowo, dan Wiranto Bersaksi,yang ditulis oleh Asvi Warman Adam dan Tim Kick Andy menyatakan: "Buku-buku yang ditulis Habibie, Wiranto, Fadli Zon dan Kivlan Zen (termasuk satu bagian dari buku Sumitro Djojohadikusumo yang membela putranya) boleh dikatakan sebagai buku putih yang mencoba menjelaskan posisi tokoh yang bersangkutan, membela diri, dan menjelaskan kehebatan masing-masing. Namun di sisi lain, buku itu juga mencari kambing hitam pada orang lain." (DR. Asvi Warman Adam, sejarawan dan ahli peneliti utama LIPI)

Asvi Warman Adam menyebutkan bahwa telah terjadi perdebatan Pangkostrad Prabowo dengan Presiden Habibie dikala itu :
Dia mengatakan kepada saya waktu itu tepatnya kami berdebat, "Anda ini presiden apa? Anda presiden naif!" Saya jawab, "Masa bodo. Yang penting saya presidennya. Saya yang menentukan. Titik!." (B.J. Habibie, mantan presiden RI, tentang Prabowo)

Maka, Presiden Habibie pun menolak permintaan Pangkostrad Letjen Prabowo untuk menunda pencopotannya. Di dalam bukunya pula, mantan presiden Habibie yang dikala itu menjabat sebagai Presiden Republik Indonesia menyatakan alasan pencopotan Prabowo.

Semua itu Habibie lakukan dikarenakan adanya pengerahan pasukan dari daerah menuju ke Jakarta yang dilakukan Letjen Prabowo tanpa koordinasi dengan Menhankam / Pangab Jenderal Wiranto.

Hal itu sangat tidak baik saat itu, karena disaat kondisi Republik yang masih genting, perbuatan Prabowo itu dapat mempengaruhi komandan lain untuk berbuat sendiri-sendiri, tanpa koordinasi.

Bukankah kemarin pada Rabu pagi tanggal 20 Mei 1998 saya telah sampaikan kepada Pangab bahwa saya tidak akan menerima kepala staf angkatan termasuk Pangkostrad sendiri-sendiri tanpa sepengetahuan atau permohonan Pangab? Ini berarti gerakan pasukan dari Kostrad tanpa sepengetahuan Pangab, tidak boleh saya tolerir," kata Habibie .

Namun menurut Prabowo lain lagi, ia menyatakan: "Dalam pertemuan hari Jumat, 22 Mei 1998, beliau bicaranya seperti itu, bahwa Pak Harto yang minta. Tapi waktu di Hamburg, beliau mengatakan negara superpower yang meminta." (Prabowo Subianto, tentang keputusan Habibie mencopotnya dari jabatan Pangkostrad)

Sedangkan Wiranto lain lagi, ia menyatakan: "Yang mampu atau yang mungkin melakukan kudeta hanyalah pangab. Saya sendiri." (Jenderal (Purn) Wiranto, mantan Panglima TNI)

Sementara itu, berdasarkan kesaksian penasihat militer Presiden Habibie, Letjen (Purn) Sintong Panjaitan, situasi di jalan depan rumah Habibie di Patra Kuningan saat itu sangat sumpek karena banyaknya prajurit ABRI. Anggota Kopassus dan Paspampres kala itu berjubel di jalan yang lebarnya hanya sekitar 6 m.

Saat itu Paspampres meminta agar personel Kopassus mundur dari area kediaman Presiden Habibie. Namun, personel korps baret merah itu menolak.

Mereka hanya mau pindah jika mendapat perintah langsung dari komandannya yang saat itu adalah Danjen Kopassus Mayjen Muchdi PR. Saat itu mereka hanya menuruti perintah agar mengamankan presiden.

Paspampres yang kala itu di bawah komando Mayjen TNI Endriartono Sutarto pun gusar. Pasalnya, saat itu mereka hanya dibekali peluru hampa. Sementara, personel Kopassus saat itu dilengkapi peluru tajam.

Mayjen Endriartono kemudian menghubungi Letjen Sintong Panjaitan meminta agar segera dikirimkan peluru tajam.

Letjen Sintong kemudian menghubungi bekas anak buahnya yang saat itu menjabat sebagai Wadanjen Kopassus, Brigjen Idris Gasing. Letjen Sintong meminta agar Brigjen Idris segera menarik pasukannya dari kediaman Presiden Habibie.

Gasing coba perbaiki dulu posisi pasukanmu. Pasukan yang di sini tarik ke sana dan yang di sini tarik ke situ. Kalau perlu adakan koordinasi dengan Kodam Jaya agar semua dapat berjalan lancar," kata Letjen Sintong Panjaitan dalam buku 'Perjalanan Seorang Prajurit PARA KOMANDO' (lihat buku online atau download PDF) terbitan Kompas.

Brigjen Gasing lantas bertanya situasi saat itu. "Komandanmu (Mayjen Muchdi PR) sedang sibuk menghadapi penggantian jabatan. Tarik pasukanmu malam ini juga. Kalau terjadi apa-apa, nanti kau yang disalahkan," jawab Letjen Sintong.

Brigjen Gasing lantas melaksanakan perintah Letjen Sintong. Dia langsung berkoordinasi dengan Panglima Kodam Jaya, Mayjen TNI Sjafrie Sjamsoeddin. Akhirnya, sebagian personel Kopassus itu ditarik kembali ke Serang, Jawa Barat dan sebagian lagi ke Kartosuro, Jawa Tengah.

Menurut Jenderal kepercayaan Prabowo soal Kerusuhan dan Isyu Rencana Kudeta 1998

Walau sejumlah pihak menuding Letnan Jenderal (Letjen) Prabowo Subianto sebagai otak kekacauan di Jakarta. Tetapi ada juga yang menilai kerusuhan tersebut direncanakan oleh Jenderal Wiranto. Hal ini diceritakan oleh Mayor Jenderal (Mayjen) Kivlan Zen dalam bukunya bertajuk 'Konflik dan Integrasi TNI-AD'

Kivlan menilai seharusnya Jenderal Wiranto tak perlu meninggalkan Jakarta. Terlebih kepergiannya hanya untuk menjadi Inspektur Upacara dalam rangka serah terima tanggung jawab Pasukan Pemukul Reaksi Cepat (PPRC) Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (ABRI) di Malang pada hari Kamis tanggal 14 Mei 1998. Padahal saat itu Jakarta sudah genting. Pembakaran dan kerusuhan terjadi di mana-mana.

Serah terima tanggung jawab PPRC ABRI dari Divisi I Kostrad (Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat) kepada Divisi II Kostrad walaupun Pangkostrad (Panglima Kostrad) Letjen Prabowo Subianto telah menyarankan agar tidak usah berangkat ke Malang," tulis Kivlan pada halaman 85 di buku terbitanInstitute for Policy Studies tahun 2004 itu.

Prabowo menilai hal ini tidak penting karena Kivlan telah menyiapkan perpindahan itu semenjak Maret tahun 1998. Kala itu Kivlan masih menjabat Panglima Divisi II Kostrad di Malang.

Selain itu, menurut Kivlan, kekeliruan yang dilakukan oleh Wiranto adalah tidak memberikan izin Mabes ABRI untuk meminjamkan pesawat Hercules untuk membawa pasukan Kostrad dari Jawa Timur dan Makassar ke Jakarta.

Karena Mayjen Sjafrie Sjamsoeddin sebagai Pangdam Jaya kekurangan pasukan dan meminta ke Kostrad, maka Kostrad menyiapkan pasukan tersebut," tulis Kivlan.

Karena tidak mendapatkan ijin dari Mabes ABRI, maka dengan menggunakan biaya pribadi Prabowo menyewa pesawat milik Mandala di Makassar dan pesawat milik Garuda di Surabaya. Hal ini dilakukan karena keadaan mendesak.

Pasukan inilah yang dinilai Habibie sebagai "pasukan liar" dan bisa membahayakan. Sejumlah kalangan bahkan menuding Prabowo hendak melakukan kudeta.

Kivlan mencatat setidaknya ada dua kekeliruan Wiranto strategis militer selama menjadi Jenderal. Pertama adalah meninggalkan tempat dalam keadaan gawat dan kedua, tidak menggunakan pasukan cadangan di saat genting.

Menilai tidak bertanggungjawabnya Wiranto, maka beberapa pihak memutuskan untuk bertemu dengan Prabowo di Markas Kostrad pada malam harinya.

Setiawan Djodi, Adnan Buyung Nasution, Bambang Widjoyanto, Willibrordus Surendra Broto Rendra yang kerap disapa WS Rendra, Fahmi Idris, Maher Algadri, Hashim Djojohadikusumo, Amran Nasution, Din Syamsuddin , Fadli Zon , Amidhan, Iqbal Assegraf, Hajriyanto Thohari, Kolonel Adityawarman dan Kivlan sendiri.

Kedatangan mereka adalah meminta Prabowo untuk mengambil alih keamanan, seperti yang dilakukan oleh mertuanya, Soeharto pada tahun 1965 yang saat itu menjabat sebagai Panglima Kostrad.

Namun permintaan itu tidak langsung di-iya-kan oleh Prabowo. Sebabnya, dia menilai situasi tahun 1965 dan 1998 sangat berbeda.

"Masih ada Panglima ABRI Jenderal Wiranto , KSAD Jenderal Subagyo HS, Wakil KSAD Letjen Sugiono. Panglima Kostrad berada pada level ke-empat," terang Kivlan.

Namun kenyataan berkata berbeda. Karena Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) justru menyimpulkan bahwa pertemuan di Markas Kostrad tersebut sebagai rapat untuk merancang kekacauan di Jakarta. Kivlan menilai TGPF melupakan hal terpenting dalam menyimpulkan pertemuan tersebut.

Berikut merupakan sedikit informasi berita tentang apa yang tengah terjadi pada waktu itu, yang dilansir dari media online Kompas, 16 Mei 1998, mengenai ratusan penjarah yang tewas terpanggang dan kondisi Jakarta saat itu : "Ratusan penjarah tewas terpanggang dalam peristiwa kerusuhan yang melanda Wilayah DKI Jakarta sepanjang Kamis (14/5). Menurut Kadispen Mabes Polri Brigjen (Pol) Drs Da'i Bachtiar, Jumat, jumlah korban yang tewas di wilayah DKI saja sekitar 200 orang. Jumlah itu belum termasuk 20 korban tewas akibat terjatuh saat berusaha meloloskan diri dari kepungan asap dan api."

"Sedangkan di Kotamadya Tangerang, jumlah penjarah yang tewas terpanggang sekitar 100 orang. Jasad-jasad para korban sebagian besar dalam keadaan hangus." (dari Media Online Kompas, 16 Mei 1998).

Perang Panglima

Rivalitas, katakanlah begitu antara Wiranto dengan Prabowo menyiratkan persaingan keduanya untuk memperebutkan simpati Presiden Soeharto ketika itu. Meski kalangan militer membantah hal tersebut, namun beberapa fakta menunjukkan ke arah itu.

Ketika Wiranto menjabat Pangab, ada beberapa usulan Prabowo yang dimentahkannya. Misalnya Prabowo ingin Kopassus mempunyai pasukan tank dan penerbang.

Jenderal Wiranto, seperti dalam bukunya""Bersaksi di Tengah Badai"" tahun 2003 mengatakan jika Kopassus punya tank dan pesawat, pasukan ini akan kehilangan kekhususannya.

Soal tank, biarlah pasukan kavaleri yang memilikinya, sedangkan pesawat, itu urusan Penerbad.

Sudah menjadi rahasia umum di kalangan ABRI waktu itu, bahwa Kopassus di bawah Prabowo benar-benar memiliki sistem persenjataan yang mutakhir. Konon, setiap senjata modern yang dimiliki pasukan elite asing, juga harus dipunyai Kopassus.

Wiranto Tegur Prabowo

Wiranto sendiri tak pernah mengakui adanya rivalitas antara dirinya dengan Prabowo. Misalnya, Wiranto setuju ketika Prabowo yang relatif sangat muda, 46 tahun, sudah berbintang dua, dipromosikan menjadi Pangkostrad dengan pangkat Letjen.

Padahal waktu itu masih banyak rekan seangkatan Prabowo (Akabri '74) berpangkat colonel bahkan mungkin Letkol. Perwira yang juga menonjol waktu itu adalah Pangdam Jaya Mayjen Safri'e Sjamsoeddin, keduanya satu angkatan di Akabri Darat.

Apakah langkah saya ini merupakan tindakan orang yang merasa disaingi atau terancam kedudukannya? Kalau demikian halnya, maka saya berangkali termasuk golongan orang yang sangat bodoh, mempromosikan pesaing saya, "kata Wiranto kepada Yuddi Chrisnandi, tokoh muda Partai Golkar, dalam bukunya" 'Reformasi TNI Perspektif Baru Hubungan Sipil-Militer di Indonesia"'.

Menurut catatan, Prabowo dan Sjafri'e adalah perwira yang paling cemerlang saat itu. Keduanya masuk dalam pasukan elite Kopassus, bolak-balik ke Timtim. Sjafri'e sejak perwira pertama berada di Paswalpres (kini Paspampres, Red). Sampai ia menjabat Dan Grup A dengan pangkat kolonel di pasukan tersebut. Karena jabatannya itu, kemanapun Presiden Soeharto pergi, Sjafri'e paling jauh hanya dua-tiga langkah dari Presiden.

Ketika Kolonel Sjafri'e dipromosikan sebagai Danrem Suryakencana Bogor, Kolonel Prabowo menjadi Wakil Komandan Kopassus. Keduanya terus beriringan. Prabowo kemudian dipromosikan menjadi Dan Kopassus, berpangkat Brigjen. Sjafri'e pun ditarik ke Jakarta menjadi Kasdam. Pangkatnya juga naik menjadi Brigjen.

Sementara itu Kopassus di bawah Brigjen Prabowo terus berkembang baik personel maupun peralatannya. Jabatan Dan Kopassus diubah menjadi Danjen Kopassus, bintang di pundak Prabowo bertambah satu menjadi Mayjen. Sementara itu Sjafri'e pun menjadi Pangdam Jaya berpangkat Mayjen.

Tidak banyak Danjen Kopassus yang langsung dari jabatan itu langsung menjadi Panglima Kostrad. Barangkali cuma dua perwira, yakni Dan Kopassus Brigjen Kuntara dan Mayjen Prabowo.

Biasanya seorang koman dan Kopassus harus menjadi Pangdam terlebih dulu, setelah dari Danjen, sebelum dipromosikan menjadi Pangkostrad. Tapi Prabowo memang istimewa ketika itu. Dan, seperti dikemukakan di atas Pangab Jenderal Wiranto tidak mengganjalnya.

Kalangan internal militer tak menganggap isu soal rivalitas antara Wiranto dengan Prabowo sebagai sesuatu hal yang menganggu konsolidasi ABRI. Begitupun dengan dugaan adanya pengelompokan perwira yang pro-Wiranto dan yang pro-Prabowo, tidak memiliki argumentasi yang kuat sebagai indikasi adanya pengelompokan dalam tubuh militer.

Sebagai mana lazimnya, jika militer saat itu bertindak pro-Wiranto karena jabatannya sebagai Pangab, sedangkan Prabowo mengendalikan pasukan yang ruang lingkupnya lebih kecil, yaitu Kostrad.

Ketika penculikan mahasiswa sekitar Maret-April 1998 yang dilakukan oleh oknum Kopassus, nama Pangkostrad Letjen Prabowo terseret demikian halnya dengan Danjen Kopassus Mayjen Muchdi PR. Di dalam kalangan militer sendiri, mungkin banyak yang tidak tahu operasi dan tujuan penculikan tersebut.

Jenderal Wiranto kemudian mengeluarkan telegram No. STR/441/1998 tertanggal 20 Maret 1998 yang menginstruksikan jajaran ABRI yang terlibat penculikan itu untuk diproses dan diinstruksikan agar melepas para aktivis yang diculik.

Internal ABRI memperkirakan penculikan itu diketahui oleh Pak Harto sebagai Presiden, meski sejauh mana kebenaran pekiraan itu sulit dibuktikan. Awal Mei 1998, Pangab Jenderal Wiranto di depan Kassospol Letjen Susilo Bambang Yudhoyono, dan Kepala Bais ABRI Mayjen Zacky Anwar Makarim menegur keras Letjen Prabowo.

Menurut Wiranto, Prabowo mengaku penculikan mahasiswa itu atas inisiatifnya

Menurut putra begawan ekonomi Sumitro Djojohadikusumo itu, operasi intelijen yang berbuntut penculikan tersebut sengaja tidak dilaporkan ke atasannya, KSAD atau Pangab, karena dia tidak ingin merepotkan dan melibatkan Mabes ABRI.

Sudah tentu jawaban Prabowo ini mengejutkan Wiranto. Memang, jika muncul adanya dugaan rivalitas diantara kedua perwira tinggi itu, Wiranto lulusan AMN '68 dan Prabowo lulusan Akabri Darat '74, banyak yang mengatakan hal itu untuk memperebutkan kepercayaan dari Pak Harto.

Pada 16 Mei 1998 di Wisma Yani, Menteng, Jakarta, Jenderal Wiranto didampingi Kassospol Letjen Susilo Bambang Yudhoyono dan Assospol Kassospol Mayjen Mardiyanto menerima Ketua Umum NU Gus Dur.

Pada pertemuan tersebut, Wiranto mengajak NU untuk membantu upaya ABRI memulihkan konsolidasi nasional dan mencari solusi terbaik menghadapi kemelut yang sedang berlangsung waktu itu.

Dalam kesempatan itu Gus Dur menyatakan dukungannya. Kemudian Wiranto menugaskan Mayjen Mardiyanto untuk membuat pernyataan pers, berisi lima butir.

Salah satu butirnya mengatakan NU sangat setuju keinginan Pak Harto untuk lengser keprabon.
Entah bagaimana, konsep pernyataan pers yang belum diteken Jenderal Wiranto itu sampai ke tangan Letjen Prabowo, kemudian disampaikan ke Pak Harto malam hari.

Wiranto menjelang tengah malam mendapat laporan perbuatan Prabowo tersebut. Menurut Wiranto tindakan Prabowo yang sudah di luar jalur norma keprajuritan itu membuat dirinya merasa diragukan kesetiaannya oleh Pak Harto.

Tanggal 17 Mei seusai subuh, Wiranto datang ke Pak Harto di kediaman Jalan Cendana untuk mengklarifikasi laporan Prabowo tersebut. Dari Pak Harto, Wiranto mengetahui secara lengkap apa yang dilaporkan oleh Prabowo.

Tersirat bahwa Wiranto telah berkhianat terhadap Pak Harto. Wiranto menjadi gundah. Dia menyatakan jika Pak Harto sudah tidak lagi mempercayainya, dirinya siap mundur dari jabatan, sambil meyakinkan bahwa apa yang dilaporkan Prabowo tidak benar adanya. Namun Pak Harto menolak permintaan pengunduran diri Wiranto.

Usai diterima Pak Harto, saat mau keluar, Wiranto berpapasan KSAD Jenderal Subagyo HS, Pangkostrad Letjen Prabowo dan Pangdam Jaya Mayjen Sjafri'e Sjamsoeddin.

Disitulah Jenderal Wiranto menumpahkan kekesalannya kepada Letjen Prabowo, disaksikan Subagyo dan Sjafri'e.

Kemudian Wiranto menanyakan maksud kedatangan mereka satu persatu. Subagyo mengatakan dirinya dipanggil oleh Pak Harto, Prabowo mengaku datang atas inisiatifnya sendiri, sedangkan Sjafri'e datang karena kebetulan lewat dan mampir. Tapi pagi itu, hanya Subagyo yang diterima resmi oleh Presiden.

Dalam pertemuan itu Pak Harto menyatakan ingin mengeluarkan Inpres tentang pemulihan keamanan dengan membentuk lembaga Komando Operasi Pemulihan Keamanan dan Keselamatan Nasional. Pak Harto bertanya apa KSAD siap menerima tugas itu?

Sebaliknya Subagyo pun balik bertanya, bagaimana dengan posisi Jenderal Wiranto, sebagai Panglima ABRI apakah otomatis diganti olehnya? Jika tidak, Subagyo tidak mau.

Dia menyarankan agar pemegang atau pelaksana Inpres tersebut harus dipegang oleh pimpinan ABRI sehingga tidak menimbulkan dualisme komando dalam tubuh ABRI.

Perasaan Wiranto menjadi tak menentu atas sikap Pak Harto itu. Apakah ini pertanda menurunnya kepercayaan Pak Harto terhadapnya? Hanya Pak Harto yang tahu.

Menurut Wiranto, bagaimana mungkin sebuah komando operasional pemulihan keamanan terpisah dari struktur komando Pangab selaku penanggung jawab keamanan nasional?

Tanggal 18 Mei sore hari, beberapa perwira tinggi menghadap Pak Harto di Cendana, secara terpisah. Hadir Pangkostrad Letjen Prabowo, Pangdam Jaya Mayjen Sjafri'e, KSAD Jenderal Subagyo, dan Pangab Jenderal Wiranto.

Masing-masing melaporkan perkembangan situasi sesuai dengan ruang lingkup tugas dan kewenangannya. Tidak ada pesan khusus Pak Harto kepada mereka.

Menurut penuturan Mayjen Sjafri'e, ia datang ke Cendana hari itu sekitar pukul 15.00. Juga dipanggil KSAD namun waktunya tidak bersamaan, tempatnya pun beda.

Sjafri'e tidak tahu apa yang dibicarakan Pak Harto dengan KSAD. Dia hanya disuruh menunggu oleh Pak Harto, sementara Pak Harto ke ruang lain untuk berbicara dengan KSAD.

Saat kembali, Pak Harto bertanya kepada Sjafri'e apa yang diketahuinya, Pangdam Jaya itu menjawab cepat dan jelas soal Gus Dur yang menegaskan bahwa NU akan ikut ABRI.

Namun Pak Harto memotongnya, bukan itu yang dimaksud." Coba kamu tanya ke KSAD," perintah Pak Harto. Sjafri'e pun menemui Subagyo di ruang lain. Berkumpullah di ruang itu Sjafri'e, Subagyo dan Prabowo.

Kemudian datang Wiranto, dan kepada Pak Harto menyerahkan Inpres No.16/1998, yang memberikan kewenangan kepadanya selaku Panglima Operasi Kewaspadaan dan Keselamatan Nasional. Pada saat menyerahkan, tidak ada pesan Pak Harto untuk melaksanakannya. Wiranto pun memutuskan untuk tidak menggunakan Inpres tersebut guna menghindari pertumpahan darah.

Hal ini juga dibicarakannya dengan Kassospol Letjen Susilo Bambang Yudhoyono di Mabes TNI Merdeka Barat. "Kalau begitu saya ikut jenderal," kata Yudhoyono sambil menyalami Wiranto.

Kamis 21 Mei 1998, Presiden Suhato mengumumkan pengunduran dirinya. Sejak itulah momen-momen penting terus bergulir. Pak Harto lengser digantikan oleh Wapres BJ Habibie.

Jumat 22 Mei 1998, Panglima Kostrad Letnan Jenderal Prabowo Subianto bergegas memasuki halaman Istana, namun sebelum masuk dia dicegah oleh Dan Paspampres Mayjen Endriartono Sutarto. "

Maaf Jenderal, semua perwira harus menanggalkan senjata sebelum bertemu Presiden,"" pinta Endriartono. Prabowo menahan perasaan sambil melepas pistolnya, dia pun menemui Presiden BJ Habibie di ruang tamu Wisma Negara.

Kemudian terjadilah dialog seperti yang diuraikan Habibie dalam bukunya "Detik-detik yang Menentukan". Buku itu ditanggapi serius oleh Prabowo. Maklum dialah yang paling terserempet dari apa yang ditulis Habibie dalam buku itu. Dia ingin "meluruskan" apa yang sebenarnya terjadi menurut penafsirannya.

Kemudian, sempat terjadi dialog dalam bahasa Inggis, sebelum akhirnya Prabowo berbicara dengan nada tinggi.

"Ini penghinaan bagi keluarga saya dan keluarga mertua saya Presiden Soeharto . Anda telah memecat saya sebagai Pangkostrad," tegas Prabowo dikutip dalam buku "Prabowo: Ksatria Pengawal Macan Asia" karya Femi Adi Soempeno dan Firlana Laksitasari.
Habibie menjawab, "Anda tidak dipecat, tapi jabatan anda diganti."

Prabowo balik bertanya, "Mengapa?" Habibie kemudian menjelaskan bahwa ia menerima laporan dari Pangab bahwa ada gerakan pasukan Kostrad menuju Jakarta, Kuningan, dan Istana Negara.

Terlepas dari "benar" tidak buku itu, memang bisa dirasakan bahwa ketika itu terjadi rivalitas meski sulit dibuktikan, antara Pangab Jenderal Wiranto dengan Pangkostrad Letjen Prabowo Subianto. Ada yang menyebut persaingan keduanya mencuat sejak 1997, dimana ketika itu Wiranto menjabat kepala staf angkatan darat sedangkan Prabowo sebagai Dan Kopassus.

Jenderal Wiranto tetap berada di posisinya, beberapa kali ia menolak pinangan menjadi calon wakil presiden, sedangkan Letjen Prabowo dimutasikan menjadi Dan Sesko ABRI di Bandung.

Beberapa waktu kemudian Wiranto menyetujui rekomendasi Dewan Kehormatan Perwira (DKP) untuk memberhentikan Letjen Prabowo dari dinas kemiliteran.

Selesaikah Perang Panglima? Dan Kini Menjadi Perang Jenderal?

Sementara itu, perseteruan, katakanlah begitu antara Wiranto dengan Prabowo tampaknya sirna manakala keduanya ikut dalam konvensi Golkar tahun 2003.

Waktu itu Wiranto mengungguli empat saingannya antara lain Prabowo. Masih mengenakan jaket kuning Wiranto mendatangi dan menyalami Prabowo yang duduk di ujung, keduanya bersalaman dan tertawa lepas.

Ini membuktikan bahwa apa yang sebenarnya terjadi dari polemik peralihan kekuasaan pada 1998 masih menjadi awan gelap dalam sejarah republik kita ini. Semuanya hanyalah strategi politik dan perebutan kekuasaan semata, yang tak akan pernah abadi.

Manusia kadang tak pernah belajar, walau mengaku telah belajar. Semua hanyalah nafsu duniawi semata, mirip Fir'aun yang menginginkan kaya raya, memproklamirkan dirinya menjadi tuhan, merasa hebat, namun akhirnya mati jua hanya oleh nyamuk kecil yang masuk ke telinganya?

Kerusuhan Mei 1998 Murni Operasi Militer!

Pemerintah tidak penah menindaklanjuti dengan proses hukum soal laporan investigasi disusun oleh Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) Mei 1998.

Namu.n anggota TGPF Sandyawan Sumardi mengatakan kasus Mei 1998 adalah tragedi kemanusiaan terbesar sepanjang sejarah Indonesia. Dia memperkirakan kekacauan pada tanggal 13, 14, dan 15 itu menewaskan 1.880 orang.

Jumlah korban jiwa itu sangat besar dibandingkan Perang Diponegoro," kata Sandyawan di kantornya di bilangan Kampung Melayu, Jakarta Timur.

Pemerintah telah menyerahkan hasil penyelidikan TGPF Mei 1998 itu ke Kejaksaan Agung, namun sampai saat ini belum ditindaklanjuti hingga penyidikan.

Dia menuding Kejaksaan Agung tidak berniat menyelesaikan kasus kejahatan kemanusiaan itu dengan alasan menunggu terbentuknya Pengadilan Hak Asasi Ad Hoc.

Sandyawan menilai pemerintah sejatinya sejak awal tidak pernah menginginkan pembentukan TGPF. Tim ini terbentuk atas desakan negara-negara sahabat untuk mencari tahu penyebab kerusuhan dan penuntasannya. Komisi itu melibatkan semua departemen.

Lagi pula hasil dari temuan Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) bentukan Presiden Habibie untuk mencari keterlibatan Prabowo dalam kerusuhan 1998, juga tidak pernah disampaikan ke masyarakat luas secara jelas.

Apa dan mengapa serta seberapa besar keterlibatan tokoh tentara seperti Prabowo, Wiranto dan juga tokoh-tokoh sipil lainnya seperti Amin Rais, Sri Bintang Pamungkas dan juga orang-orang yang mengadakan pertemuan dengan Prabowo di Markas Kostrad pada malam harinya. pada kerusuhan yang terjadi di tahun 1998 itu, semua tak jelas dan tak ada laporan resmi yang pasti.

Sampai sekarang misalnya, kasus pembunuhan dan pemerkosaan massal itu sungguh sulit diungkap. "Kerusuhan Mei adalah operasi militer murni," Sandyawan menegaskan.

Temuan tim pencari fakta di beberapa kota, seperti Medan, Jakarta, Solo, Lampung, Palembang, dan Surabaya kian membuktikan keterlibatan militer. Dia menyebutkan kerusuhan di kota-kota itu selalu terjadi dengan sistematis, jumlah korban banyak, dan luas.

Meski begitu mantan Panglima ABRI Jenderal Wiranto dan bekas Komandan Jenderal Kopassus Letnan Jenderal Prabowo Subianto disebut-sebut bertanggung jawab dalam kerusuhan Mei telah membantah.

Pernyataan Prabowo tentang Kudeta diatas, harusnya juga menjadi momen penting kita sebagai warga negara yang menuntut kejelasan tentang apa yang sebenarnya terjadi pada era itu.

Apalagi saat ini Prabowo maju menjadi capres pada pemilu 2014. Bisa jadi pun Wiranto ikut kembali. Bijakkah calon pemimpin yang masih terbelenggu masalah sejarah kelam bangsa ini mengajukan diri untuk menjadi pemimpin bangsa???

Berapa banyak anak bangsa yang telah meregang nyawa pada tahun 1998 dari Sabang hingga Merauke untuk melepas rantai dari belenggu New Order atau Orde Baru agar jauh-jauh lebih bebas menerima dan mendapat segala informasi seperti sekarang?

Alangkah lebih Bijak jika calon pemimpin itu membersihkan namanya dari luka sejarah yang terjadi dalam proses kelam bangsa ini.

Berilah pendidikan positif bagi rakyat dan generasi muda bangsa ini tentang bagaimana melihat seorang pemimpin. Jangan biarkan sifat mudah melupakan sejarah yang dimiliki sebagian besar masyarakat menjadi kebiasaan dalam proses bernegara bangsa ini.

Banyak kalangan berpendapat, sebaiknya tokoh-tokoh yang terlibat langsung dengan peristiwa seputar 21 Mei 1998, mengungkapkan apa yang mereka tahu dan rasakan. Dengan demikian masyarakat sendiri yang akan menilai siapa yang benar siapa yang tidak benar. Atau biarkanlah sejarah mengalir seperti apa adanya?

Yang jelas, menikmati alam reformasi atau perubahan yang sekarang anda nikmati, adalah berkat perjuangan dan pengorbanan jiwa mereka yang telah diculik dan dibunuh. Namun para politikus yang kini juga lebih bergembira dialam kebebasan ini, sejatinya berdiri diatas linangan darah mereka, jika para politikue itu tak menghargai perjuangan reformasi, apalagi jika tak mau mengungkap kasus ini.

Itulah sebabnya, jika memang ingin menjadi Pemimpin Bangsa dengan niat yang baik, maka awalilah dengan niat yang baik pula. Bersihkanlah nama dari noda sejarah. Karena rekam jejak atau track record, sejatinya tak akan pernah bisa dihapus. Karena Sejarah adalah Fakta, dan Fakta adalah

Jun 6, 2014

Penganiayaan Pada Abad-Abad Permulaan

Bilamana Yesus menyatakan kepada murid-murid-Nya  mengenai nasib kota Yerusalem dan pemandangan tentang kedatangan-Nya yang kedua kali, Ia juga meramalkan pengalaman umat-Nya mulai dari waktu Ia di angkat dari antara mereka sampai kepada Ia kembali di dalam kuasa dan kemuliaan untuk melepaskan mereka. Dari atas Bukit Zaitun Juru Selamat melihat badai yang akan menimpa jemaat kerasulan. Dan menerawang lebih jauh ke masa depan, mata-Nya  melihat dengan jelas badai ganas yang mengerikan yang akan memukul pengikut-pengikut-Nya pada masa-masa kegelapan dan penganiayaan yang akan datang. Dalam beberapa ucapan-ucapan singkat yang mengerikan, Ia meramalkan bagian pemimpinpemimpin dunia ini yang akan dibagikan kepada jemaat Allah. (Matius 24:21,22). Pengikut-pengikut Kristus harus menjalani jalan penghinaan, celaan dan penderitaan yang sama seperti yang dijalani oleh Tuhannya.  Kebencian dan permusuhan yang ditimbulkan terhadap Penebus dunia ini akan ditunjukkan terhadap semua yang percaya kepada nama-Nya.
      
Sejarah jemaat yang mula-mula itu menyaksikan kegenapan kata-kata Juru Selamat. Kuasa-kuasa dunia dan neraka mempersiapkan diri mereka melawan Kristus dalam pribadi pengikut-pengikut-Nya. Kekafiran melihat, jika Injil menang, maka kuil-kuil dan mezbah-mezbahnya akan dimusnahkan. Oleh sebab itu ia memerintahkan pasukan-pasukannya untuk membinasakan Kekristenan.  Api penganiayaan telah di sulut. Orang-orang Kristen telah di rampas harta miliknya dan di usir dari rumah mereka. Mereka "bertahan dalam perjuangan yang berat" (Iberani 10:32). "Ada pula yang di ejek dan di dera, bahkan yang di belenggu dan dipenjarakan" (Iberani 11:38-38). Banyak yang memeteraikan kesaksian mereka dengan darahnya. Kaum bangsawan dan hamba, orang kaya dan orang miskin, orang-orang terpelajar dan orang-orang bodoh, semuanya sama di bantai tanpa belas kasihan.
      
Penganiayaan ini bermula pada zaman kaisar Nero, pada waktu Rasul Paulus mati syahid, berlangsung terus dengan semakin kejam atau kurang selama berabad-abad. Orang-orang Kristen di tuduh dengan tuduhan palsu melakukan kejahatan yang mengerikan, dan dinyatakan sebagai penyebab bencana besar seperti bahaya kelaparan, wabah dan gempa bumi. Sementara mereka menjadi sasaran kebencian dan kecurigaan, para penuduh, demi keuntungannya, mengkhianati orang yang tidak bersalah itu. Mereka di tuduh sebagai pemberontak yang melawan kerajaan, sebagai musuh agama, dan sebagai wabah bagi masyarakat. Banyaklah yang dilemparkan kepada binatang buas, atau di bakar hidup-hidup di amfiteater. Sebagian disalibkan, yang lain di bungkus dengan kulit binatang liar dan dilemparkan ke arena untuk di cabik-cabik oleh anjing-anjing ganas. Hukuman mereka sering di buat menjadi hiburan utama pada pesta-pesta umum.  Orang banyak berjubel menikmati tontonan itu, dan tertawa serta bertepuk tangan menyaksikan korban yang sedang menderita menghadapi maut.
      
Kemana saja pengikut Kristus mencari perlindungan, mereka terus di buru sepeti binatang mangsa. Mereka terpaksa mencari persembunyian di tempat-tempat terpencil yang tidak ada orang.  "Kekurangan, kesesakan dan siksaan. Dunia ini tidak layak bagi mereka. Mereka mengembara di padang gurun dan di pegunungan, dalam gua-gua dan celah-celah gunung" (Iberani 11:36-38). Katakomb-katakomb (kuburan di bawah tanah) dimanfaatkan menjadi tempat persembunyian beribu-ribu orang. Di bawah bukit-bukit di luar kota Roma, terowongan panjang telah di gali di tanah dan batu. Jaringan lorong-lorong gelap dan rumit di buat bermil-mil di luar tembok kota. Di tempat pengasingan bawah tanah inilah pengikut-pengikut Kristus menyembunyikan orang mati mereka. Dan di sini jugalah mereka bertempat tinggal bilamana mereka dicurigai dan dipersalahkan mengenai sesuatu. Bilamana Pemberi Hidup itu membangunkan mereka yang telah melakukan perjuangan yang baik, banyaklah orang-orang yang telah mati syahid demi Kristus yang akan keluar dari gua bawah tanah yang suram itu.
      
Meskipun mengalami penganiayaan yang paling kejam, saksi-saksi Yesus ini tetap memelihara iman mereka tidak tercemar. Meskipun jauh dari segala kesenangan, ditutupi dari sinar matahari, dan tinggal di dalam gelap di dalam tanah, mereka tidak mengeluh sedikitpun. Dengan kata-kata iman, ketabahan, dan pengharapan mereka menguatkan satu sama lain untuk menanggung penderitaan dan kekurangan dan kesesakan. Kehilangan berkat-berkat duniawi tidak bisa memaksa mereka untuk menyangkal iman mereka pada Kristus. Pencobaan dan penganiayaan hanyalah langkah-langah yang membawa mereka semakin dekat kepada istirahat dan upah mereka.

Seperti hamba-hamba Allah pada zaman dahulu kala, banyak dari mereka yang  "di siksa dan tidak mau menerima pembebasan, supaya mereka menerima kebangkitan yang lebih baik" (Iberani 11:25).  Hal ini mengingatkan kepada pikiran mereka  kata-kata Guru mereka, yang bilamana di aniaya demi Kristus, mereka akan sangat bersukacita karena besarlah upah mereka di surga, karena demikianlah juga nabi-nabi di aniaya sebelum mereka. Mereka bersukacita karena mereka dianggap layak menderita demi kebenaran. Dan naynyian kemenangan berkumandang naik dari dalam api yang mengamuk. Oleh iman mereka memandang ke atas, mereka melihat Kristus dan malaikat-malaikat menghadapi peperangan surga, memandang kepada mereka dengan penuh perhatian, dan menghargai kesetiaan dan keteguhan hati mereka. Satu suara turun dari takhta Allah kepada mereka,  "Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Aku akan mengaruniakan kepadamu mahkota kehidupan" (Wahyu 2:10).

Sia-sialah usaha Setan menghancurkan jemaat Kristus dengan kekerasan. Pertentangan yang besar di mana murid-murid Yesus menyerahkan hidup mereka, tidak berakhir pada waktu murid-murid pembawa standar moral ini di bunuh. Mereka menaklukkan pada waktu mereka dikalahkan. Pekerja-pekerja Allah di bunuh, tetapi pekerjaan-Nya maju terus dengan mantap. Kabar Injil itu terus tersebar, dan jumlah pengikut-pengikut-Nya  terus bertambah. Injil itu menerusi daerah-daerah yang tidak mudah dimasuki, bahkan sampai ke daerah kekuaasaan Roma. Seorang Kristen dalam pembelaannya berkata kepada penguasa kafir yang mendorong penganiayaan:  Engkau boleh "membunuh kami, menyiksa kami, menghukum kami .  . .  . Ketidak-adilanmu adalah bukti bahwa kami tidak bersalah . . . . Atau kejahatanmu tidak berguna bagimu."  Semuanya itu menjadi undangan kuat memanggil orang lain kepada  keyakinannya yang kuat.  "Semakin sering kami engkau babat, semakin banyak kami bertumbuh, darah orang-orang Kristen itu adalah benih." --  Tertullian's  "Apology," par. 50 (ed. T. and T. Clark, 1869).
      
Ribuan orang dipenjarakan dan di bunuh, tetapi yang lain muncul menggantikan tempat mereka. Dan mereka yang telah mati syahid (martir) oleh karena iman mereka yang teguh kepada Kristus, telah diperhitungkan Tuhan sebagai penakluk. Mereka telah melakukan perjuangan dengan baik, dan mereka akan menerima mahkota kemuliaan bilamana Kristus datang kembali. Penderitaan yang mereka tanggung telah membuat orang-orang Kristen semakin dekat kepada satu sama lain dan kepada Penebus mereka. Teladan kehidupan mereka dan sikap mereka  menghadapi kematian telah menjadi kesaksian abadi bagi kebenaran. Dan tanpa diharapkan pengikut-pengikut Setan meninggalkan tugasnya dan menggabungkan diri di bawah panji-panji Kristus.
      
Oleh sebab itu Setan menetapkan rencananya untuk berperang lebih keras dan lebih berhasil melawan pemerintaha Allah, dengan cara menanamkan panji-panjinya di dalam jemaat Kristen. Jikalau para pengikut Kristus dapat di tipu, dan di tuntun untuk melawan Allah, maka kekuatan, ketahanan dan keteguhan mereka akan dapat dihancurkan, dan mereka akan jatuh menjadi mangsa yang tidak berdaya.
      
Sekarang permusuhan besar ini berusaha memenangkan dengan tipu daya licik apa yang tidak dimenangkan dengan kekerasan. Penganiayaan dihentikan, dan digantikan dengan daya tarik kekayaan duniawi yang berbahaya dan kehormatan duniawi. Para pemuja berhala telah di tuntun untuk menerima sebahagian iman Kristen, sementara mereka menolak kebenaran-kebenaran penting lainnya. Mereka mengaku menerima Yesus sebagai Anak Allah dan percaya kepada kematian dan kebangkitan-Nya. Tetapi mereka tidak punya pendirian mengenai dosa dan tidak merasa perlu bertobat atau perubahan hati. Oleh karena pihak mereka telah memberi konsesi, maka mereka mengusulkan agar orang-orang Kristen juga memberi konsesi agar supaya semuanya boleh bersatu dalam landasan iman dalam Kristus.
      
Sekarang jemaat berada dalam bahaya yang sangat menakutkan. Penjara, penyiksaan, api dan pedang adalah lebih berkat dibandingkan dengan ini. Sebagian orang Kristen berdiri teguh dan menyatakan tanpa kompromi kepada Setan. Sebagian yang lain setuju menyerah atau memodifikasi sebagian bentuk kepercayaan mereka, dan bersatu dengan mereka yang telah menerima sebagian Kekristenan itu, dan mengatakan bahwa ini adalah bentuk pertobatan mereka sepenuhnya. Ini adalah masa kesukaran dan penderitaan yang dalam kepada pengikut-pengikut setia Kristus. Dengan jubah Kkekristenan yang pura-pura, Setan membuat dirinya disenangi oleh jemaat, untuk merusak iman mereka, dan mengalihkan pikiran mereka dari firman kebenaran.
      
Kebanyakan orang Kristen pada akhirnya setuju menurunkan standar moral mereka, sehingga terbentuklah satu persekutuan antara Kekristenan dan kekafiran. Meskipun mereka yang berbakti kepada dewa-dewa mengaku bertobat dan dipersatukan dengan gereja, mereka masih terus bergantung kepada penyembahan berhalanya, hanya mengganti obyek peribadatan mereka kepada patung Yesus, bahkan patung-patung Maria dan orang-orang kudus lainnya. Dengan demikian bau busuk ragi penyembahan berhala di bawa masuk ke dalam gereja yang dilanjutkan dengan pekerjaan-pekerjaan jahatnya. Ajaran-ajaran yang tidak kuat dan mantap, upacara takhyul dan acara penyembahan berhala telah digabungkan dengan iman dan peribadatannya. Sementara para pengikut Kristus dipersatukan dengn para penyembah berhala,  agama Kristen telah menjadi rusak, dan jemaat telah kehilangan kesucian dan kuasanya. Namun, ada sebahagian yang tidak disesatkan oleh penipu ini.  Mereka masih tetap mempertahankan kesetiaannya kepada Pencipta kebenaran, dan berbakti hanya kepada Allah saja.
      
Akan selalu ada dua kelompok orang-orang yang menyatakan dirinya pengikut-pengikut Kristus. Sementara yang satu kelompok mempelajari kehidupan Juru Selamat dan dengan sungguh-sungguh memperbaiki kekurangan mereka serta menyesuaikan diri dengan Teladan mereka, kelompok yang lain menghindari kebenaran yang praktis dan mudah dimengerti, yang mengungkapkan kesalahan mereka. Bahkan dalam keadaan terbaik sekalipun, jemaat itu tidak terdiri dari orang-orang yang seluruhnya benar, suci dan sungguh-sungguh.  Juru Selamat kita mengajarkan bahwa mereka yang dengan sengaja memanjakan diri dalam dosa tidak boleh di terima menjadi anggota jemaat. Namun Ia menghubungkan kepada diri-Nya orang-orang yang bertabiat buruk dan memberikan kepada mereka manfaat pengajaran dan teladan-Nya, agar supaya mereka boleh mempunyai kesempatan melihat kesalahan-kesalahan mereka dan memperbaiki kesalahan-kesalahan tersebut. Di antara ke dua belas rasul terdapat seorang pengkhianat. Yudas di terima bukan karena cacad tabiatnya, tetapi ia di terima  meskipun tabiatnya demikian. Ia telah dihubungkan dengan murid-murid itu, agar melalui pengajaran dan teladan Kristus mudah-mudahan ia boleh belajar apa itu tabiat Kristiani, dan dengan demikian di tuntun untuk melihat kesalahannya, untuk bertobat, dan oleh rahmat ilahi, menyucikan jiwanya "dalam menuruti kebenaran." Tetapi Yudas tidak berjalan dalam terang yang dengan ramah diizinkan bersinar kepadanya. Oleh memanjakan diri dalam dosa, ia mengundang godaan Setan. Sikap tabiat buruknya menjadi sangat menonjol. Ia menyerahkan pikirannya ke bawah pengendalian kuasa kegelapan. Ia menjadi marah bilamana kesalahannya di tegur, dan dengan demikian ia telah di tuntun melakukan kejahatan mengerikan mengkhianati Tuhannya. Demikianlah semua orang yang menyukai kejahatan yang mengaku saleh, membenci mereka yang mengganggu ketenangannya oleh menegur dosa-dosanya. Bilamana kesempatan diberikan kepada mereka, seperti Yudas, mereka akan mengkhianati yang menegur mereka meskipun demi kebaikan mereka.
      
Para rasul menemui di dalam jemaat orang-orang yang mengaku saleh sementara secara sembunyi-sembunyi menyukai kejahatan. Ananias dan Safira bertindak sebagai penipu, berpura-pura mengorbankan seluruh uangnya kepada Allah, pada waktu dengan tamaknya mereka menahan sebahagian untuk mereka sendiri. Roh kebenaran yang menyatakan kepada para rasul tabiat sebenarnya orang berpura-pura ini. Dan pengadila Allah membebaskan jemaat dari titik yang menodai kesuciannya. Tanda tindakan Roh Kristus di dalam jemaat merupakan suatu teror kepada orang-orang munafik dan pelaku kejahatan. Mereka tidak tahan lama berhubungan dengan orang-orang yang senantiasa menjadi wakil-wakil Kristus, dalam tabiat dan watak. Dan sementara cobaan dan penganiayaan datang ke atas pengikut-pengikut-Nya, hanya mereka yang rela menyangkal semuanya demi kebenaran saja yang menjadi murid-murid-Nya. Jadi selama penganiayaan berlanjut, jemaat itu relatif tetap suci. tetapi sesudah berhenti, orang-orang yang bertobat yang kurang sungguh-sungguh dan kurang pengabdian ditambahkan,  maka terbukalah jalan bagi Seta untuk menjejakkan kakinya.
      
Akan tetapi tidak ada persekutuan antara Putra terang dengan putra kegelapan, dan tidak akan ada persekutuan antara pengikut-pengikut mereka. Bilamana oang-orang Kristen mau bersekutu dengan mereka yang setengah-setengah bertobat dari kekafiran, mereka memasuki satu jalan yang menuntun mereka semakin jauh dan semakin jauh dari kebenaran. Setan bersuka bahwa ia telah berhasil menipu begitu banyak pengikut Kristus. Ia kemudian mengerahkan lebih banyak kuasanya dalam usaha ini dan mengilhami mereka untuk menganiaya mereka yang tetap setia kepada Allah. Tidak ada yang paling mengerti cara menentang iman Kristen yang benar seperti mereka yang pada suatu waktu pernah mempertahankannya. Dan orang-orang Kristen yang murtad ini, bergabung bersama-sama dengan teman-temannya yang setengah kafir, menunjukkan peperangan mereka menentang doktrin paling penting Kristus.
      
Dibutuhkan perjuangan keras dari mereka yang akan berdiri tetap setia dan teguh melawan penipuan dan kebencian mereka yang menyamar dalam jubah pendeta yang diperkenalkan kedalam jemaat. Alkitab tidak lagi di terima sebagai ukuran iman. Doktrin kebebasan beragama di anggap sebagai suatu penyimpangan, dan mereka yang menjunjungnya di benci dan dikucilkan dan diharamkan.
      
Setelah melalui pertikaian panjang dan sengit, mereka yang setia dan sedikit,  memutuskan untuk menghilangkan semua persekutuan dengan gereja yang murtad, kalau gereja itu tetap menolak membebaskan dirinya dari kepalsuan dan penyembahan berhala. Mereka melihat bahwa pemisahan mutlak diperlukan jikalau mereka mau menuruti firman Allah. Mereka tidak berani bersikap toleransi terhadap kesalahan-kesalahan yang fatal bagi jiwa mereka sendiri dan memberikan contoh yang membahayakan iman anak-anak dan cucu-cucu mereka. Untuk menjamin perdamaian dan persatuan, mereka siap melakukan konsesi yang sesuai dengan kesetiaan kepada Allah. Tetapi mereka merasa bahwa perdamaian sekalipun akan terlalu mahal jika harus di beli dengan mengorbankan prinsip. Jikalau persatuan dapat di jamin hanya oleh dikompromikannya kebenaran dan kebajikan, maka biarlah ada perbedaan dan bahkan peperangan.
      
Adalah baik bagi jemaat dan dunia jikalau prinsip yang menggerakkan jiwa-jiwa yang berdiri teguh itu,  dihidupkan kembali di dalam hati mereka yang mengaku umat Allah.  Ada bahaya acuh tak acuh dalam hubungannya dengan ajaran atau doktrin yang mejadi tiang-tiang iman Kristen. Ada pendapat yang muncul bahwa,  pada akhirnya,  ajaran-ajaran itu tidaklah sesuatu yang vital. Degenerasi ini menguatkan usaha kaki-tangan Setan, sehingga teori-teori palsu dan penipuan-penipuan fatal yang membahayakan hidup umat-umat yang setia yang menolaknya dan melayaninya pada masa lalu, sekarang di anggap sebagai sesuatu yang menyenangkan oleh ribuan orang yang mengatakan dirinya pengikut-pengikut Kristus.
      
Orang-orang Kristen yang mula-mula itu memang adalah umat-umat yang khas. Tingkah laku mereka yang tidak bercela dan iman mereka yang tidak bisa dibengkokkan merupakan teguran yang senantiasa mengganggu ketenteraman orang-orang berdosa. Biarpun jumlah mereka sedikit, tidak mempunyai harta, kedudukan dan jabatan yang terhormat, mereka menjadi ancamn yang menakutkan bagi pelaku-pelaku kejahatan dimana saja tabiat dan ajaran mereka dinyatakan. Oleh sebab itu mereka di benci oleh orang jahat, seperti Habil di benci oleh Kain abangnya. Dengan alasan itulah Kain membunuh Habil, demikian juga mereka yang menolak pengendalian Roh Suci, membunuh umat-umat Allah. Dengan alasan yang sama juga orang-orang Yahudi menolak dan menyalibkan Juru Selamat, oleh karena kesucian dan kekudusan tabiat-Nya senantiasa merupakan teguran kepada sifat korup dan mementingkan diri mereka.  Sejak zaman Kristus sampai sekarang, murid-murid-Nya yang setia telah membangkitkan kebencian dan pertentangan mereka yang mencintai dan mengikuti jalan-jalan dosa.
      
Lalu, bagaimanakah kabar Injil itu bisa di sebut kabar perdamaian? Pada waktu nabi Yesaya meramalkan tentang kelahiran Mesias, ia memberikan gelar kepada-Nya "Putra Raja Damai."  Ketika para malaikat memberitahukan kepada para gembala bahwa Kristus telah lahir, mereka menyanyi di atas padang Betlehen, "Kemuliaan bagi Allah di tempat yang maha tinggi, dan damai sejahtera di bumi di antara manusia yang berkenan kepada-Nya" (Lukas 2:14). Tampaknya ada kontradiksi antara pernyataan nubuat dan perkataan Kristus, "Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang." Tetapi dengan jelas dapat di mengerti bahwa keduanya sangat selaras.  Kabar Injil itu adalah berita damai. Kekristenan adalah sebuah sistem, yang bila di terima dan dituruti akan menyebarkan damai, keselarasan dan kebahagiaan di seluruh bumi ini. Agama Kristus akan mempersatukan dalam ikatan persaudaraan yang erat semua orang yang menerima pengajaran-Nya. Misi Yesus adalah memperdamaikan umat manusia dengan Alla, demikian juga antara sesama manusia. Akan tetapi kebanyakan dunia ini berada di bawah pengendalian Setan, musuh Kristus yang paling kejam.  Kabar Injil menyatakan kepada mereka prinsip-prinsip kehidupan yang seluruhnya bertentangan dengan tabiat dan keinginan-keingian mereka, dan mereka lalu bangkit melawannya. Mereka membenci kesucian yang menyatakan dan menyalahkan dosa-dosa mereka. Dan mereka yang menganiaya dan membinasakan orang-orang yang membujuk mereka menerima tuntunan yang benar dan kudus. Dalam pengertian inilah -- oleh karena kebenaran yang ditinggikan kadang-kadang membawa kebencian dan permusuhan -- kabar Injil itu di sebut pedang.
      
Pemeliharaan misterius Tuhan yang mengizinkan orang-orang benar itu menderita penganiayaan di tangan orang-orang jahat, telah menyebabkan kebingungan kepada banyak orang yang lemah iman. Sebahagian mereka bahkan sudah siap untuk tidak lagi menaruh percaya kepada Allah, sebab Ia membuat orang paling jahat memperoleh kemakmuran, sementar orang-orang terbaik dan tersuci menderita dan di siksa oleh orang-orang jahat yang berkuasa. Orang bertanya, bagaimana mungkin seorang yang adil dan murah hati, dan yang kuasanya tidak terbatas, dapat menerima ketidak-adilan dan penindasan? Inilah satu pertanyaan yang kita tidak bisa lakukan apa-apa. Allah telah memberikan kepada kita cukup bukti kasih-Nya. Dan kita tidak perlu meragukan kebaikan-Nya, sebab kita tidak bisa mengerti cara kerja pemeliharaan-Nya itu. Jurus Selamat berkata kepada murid-murid-Nya, setelah meramalkan kebimbangan yang akan menimpa  jiwa  mereka pada hari-hari percobaan dan kegelapan, "Ingatlah apa yang telah Kukatakan kepadamu: Seorang hamba tidaklah lebih tinggi dari tuannya. Jikalau mereka telah menganiaya Aku, mereka juga akan menganiaya kamu" ( Yoh. 15:20). Yesus menderita untuk kita lebih dari yang seseorang pengikut-Nya derita dari kekejaman orang-orang jahat. Mereka yang di panggil untuk menahan siksaan dan mati syahid adalah mengikuti jejak Anak Allah yang kekasih.
      
"Tuhan tidak lalai menepati janji-Nya" (2 Pet. 3:9). Ia tidak melupakan atau melalaikan anak-anak-Nya. Tetapi Ia mengizinkan orang-orang jahat menyatakan tabiat mereka yang sebenarnya, agar supaya tak seorangpun yang rindu melakukan kehendak-Nya tidak boleh tertipu oleh mereka. Sekali lagi orang benar itu ditempatkan di dalam dapur kepicikan agar mereka sendiri boleh disucikan. Agar teladan mereka boleh meyakinkan orang-orang lain mengenai realitas dan kebaikan. Dan juga agar oleh keteguhan mereka boleh menyatakan kesalahan orang yang tak beriman dan tidak percaya.
     
Allah mengizinkan orang jahat itu memperoleh kemakmuran, dan menyatakan permusuhan terhadap Dia, agar supaya bilamana mereka telah mencapai puncak kejahatannya, semua boleh melihat keadilan dan dan rahmat-Nya dalam kebinasaan mereka. Hari pembalasan-Nya tidak lama lagi dimana semua mereka yang telah melanggar hukum-Nya dan yang menindas umat-Nya akan memperoleh upah yang adil bagi setiap perbuatan mereka. Dan dimana setiap perbuatan kejahatan atau ketidak-adilan terhadap umat-umat Allah yang setia akan dihukum seolah-olah perbuatan itu dilakukan kepada Kristus sendiri.
 
Ada lagi pertanyaan lain dan yang lebih penting yang harus menjadi perhatian jemaat-jemaat dewasa ini. Rasul Paulus menyatakan bahwa "setiap yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya" (2 Tim. 3:12). Lalu, mengapa penganiayaan itu nampaknya seperti tertidur? Sebab satu-satunya ialah bahwa jemaat telah meyesuaikan diri dengan standar duniawi, oleh sebab itu tidak menimbulkan perlawanan. Agama pada zaman kita ini bukanlah agama yang bertabiat suci dan kudus sebagaimana yang menandai iman Kristen pada zaman Kristus dan rasul-rasul-Nya. Hanyalah oleh karena roh berkompromi dengan dosa, oleh karena kebenaran agung firman Tuhan di anggap tidak berbeda dengan dunia ini, oleh karena sangat sedikit kesalehan vital di dalam jemaat, yang membuat Kekristenan sangat populer di dunia ini. Cobalah ada kebangunan iman dan kuasa jemaat yang mula-mula itu, maka roh penganiayaanpun akan dibangunkan dan api penganiayaan itupun akan di sulut kembali.