Rosh Hashanah (bahasa Ibrani: ראש השנה) secara etimologis berarti "permulaan tahun". Hari raya ini adalah satu dari 4 perayaan tahun baru yang dilakukan oleh orang Yahudi. Hari raya ini juga seringkali disebut sebagai Yom Teruah (bahasa Ibrani: יום תרועה Hari Meniup SerunaiShofar) , Yom Hazikarom (Hari Mengingat) , Yom Hadim (Hari Penghakiman) , atau Ianim Nora'im (Hari Pertobatan Sepuluh Hari) .
Dirayakan setiap tanggal 1 dan 2 bulan Tishrei, bulan ke-7 dalam Kalender Yahudi (Bulan ke-1 adalah Nisan), mendahului hari raya Yom Kippur yang diperingati tanggal 10 Tishrei. Biasanya dalam kalender Masehi, jatuh sekitar bulan September-Oktober.
Perayaan ini adalah perayaan tahun baru yang dirayakan dengan meriah dan penuh khidmat. Selain memperingati mengenai hari penciptaan alam raya, pada hari ini juga diperingati hari kiamat. Rosh Hashanah dipercayai sebagai hari Sabat pertama pada saat penciptaan dunia iini dilakukan. Hari raya ini dilangsungkan selama dua hari.
Pada perayaan ini, ada kebiasaan untuk memakan roti yang dicelupkan pada madu (biasanya dicelupkan pada garam). Hal ini melambangkan harapan untuk tahun baru yang baik dan "manis".
Ciri khas lainnya dari perayaan ini adalah ditiupnya serunai yang disebut shofar sepanjang hari di sinagoge sebagai tanda perayaan. Selain itu, ada makna-makna lain dari ditiupnya shofar pada hari itu :
· Allah dinobatkan sebagai raja pada hari itu;
· Pembuka masa sepuluh hari penyesalan dan pertobatan;
· Taurat diberikan di Sinai dengan iringan shofar;
· Para nabi membandingkan berita mereka dengan tiupan shofar;
· Para serdadu yang menghancurkan Bait Allah membunyikan shofar;
· Mengingat kurban domba sebagai pengganti kurban Ishak;
· Mengingat Amos 3:6;
· Hari Tuhan adalah hari peniupan shofar Zefanya 1:14-16;
· Shofar besar merupakan masa mesianis Yesaya 27:13;
· Shofar akan dibunyikan pada hari kebangkitan.
Pada hari raya tersebut, orang-orang percaya bahwa semua orang yang ada di dunia menghampiri Allah seperti sekawanan domba. Mereka yang dianggap baik dan berharga dicatat namanya dalam Buku Kehidupan, sementara mereka yang tidak akan ditulis namanya ke dalam Buku Kematian.
Sejarah Dunia Kuno
May 1, 2013
Yom Kippur
Yom Kippur (יום כיפור yom kippūr) atau Hari Pendamaian (hari grafirat) adalah hari yang dianggap paling suci dalam agama Yahudi. Perayaan ini jatuh pada tanggal 10 Tisyri dalam kalender Yahudi. Walaupun disebut perayaan, sebenarnya dilakukan puasa selama 25 jam, dihitung dari terbenamnya matahari. Pengecualian diberikan kepada mereka yang sakit dan anak-anak. Dasar penyelenggaraan perayaan ini berasal dariPentateukh. Hari raya ini adalah satu-satunya dalam hari raya Yahudi yang tidak ditunda apabila berbenturan dengan hari Sabat.
Pelaksanaan pada masa lampau
Tidak banyak catatan mengenai pelaksanaan festival ini pada masa Bait Allah yang pertama, namun ada materi-materi mengenai perayaan Yom Kippur pada masa Bait Allah yang kedua.
Pada masa itu, Yom Kippur terbagi atas dua bagian perayaan. 2 hal terpenting dalam perayaan ini adalah dua ekor lembu (atau kambing) yangdikebiri. Lembu pertama digunakan sebagai kurban penghapus dosa dan lembu lainnya digunakan sebagai kurban bakaran dan dipilih "tugasnya" dengan cara diundi terlebih dahulu.
Bagian pertama adalah pelayanan persembahan korban yang dilakukan di Bait Allah., ketika Imam Besar melakukan pengakuan dosa di depan seluruh umat Israel. Lalu,lembu yang jatuh menjadi kurban bakaran disembelih. Penyembelihan ini dilakukan oleh Imam Besar dan para Imamdari suku Lewi. Puncak dari bagian ini adalah ketika ia masuk ke dalam Ruang Mahakudus mengenakan pakaian dari linen berwarna putih dan mencipratkan darah dari korban persembahan dan menyalakan dupa.
Pada bagian kedua dalam perayaan ini, hewan kedua tidak disembelih, melainkan dicerca, dihina, dan dikutuki oleh seluruh umat Israel sebelum dilepaskan oleh seseorang yang sudah dipilih. Hal ini melambangkan diangkutnya seluruh dosa umat Israel ke padang pasir.
Pelaksanaan di Masa Kini
Penekanan dari perayaan ini terletak pada pengakuan dosa. Perhiasan-perhiasan tidak boleh dipakai pada masa ini, setidaknya di dalamSinagoge. Selain itu, ada kebiasaan untuk terus berada di dalam Sinagoge selama perayaan ini berlangsung.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan selama hari raya ini :
· Berfokus pada pertobatan diri sendiri.
· Memperbanyak amal dan melakukan perbuatan baik.
· Membaca kisah-kisah yang menginspirasikan untuk bertobat.
· Sebaiknya tidak menggunakan banyak waktu untuk belajar mussar, walaupun dianjurkan untuk mempelajarinya setiap hari.
· Mempelajari mengenai doa-doa untuk memahami maknanya.
· Pengakuan dosa tdiak dilakukan hanya untuk dosa-dosa besar, namun juga dosa-dosa kecil dan bahkan kelakuan-kelakuan yang tidak kita yakin apakah itu dosa ataukah tidak.
· Menuliskan komitmen mereka untuk satu tahun ke depan dan melihat apakah mereka sudah melakukan apa yang mereka komitmenkan selama setahun.
Selain itu, ada hal-hal yang pantang dilakukan selama perayaan ini berlangsung :
· Tidak diperkenankan untuk makan dan minum. Umat harus berpuasa.
· Tidak diperbolehkan untuk melakukan hubungan seksual.
· Tidak diperbolehkan untuk melakukan perminyakan.
· Tidak diperbolehkan untuk mengenakan sepatu yang terbuat dari kulit.
· Segala pantangan lainnya yang berlaku pada hari Sabat juga berlaku pada hari ini.
Pelaksanaan pada masa lampau
Tidak banyak catatan mengenai pelaksanaan festival ini pada masa Bait Allah yang pertama, namun ada materi-materi mengenai perayaan Yom Kippur pada masa Bait Allah yang kedua.
Pada masa itu, Yom Kippur terbagi atas dua bagian perayaan. 2 hal terpenting dalam perayaan ini adalah dua ekor lembu (atau kambing) yangdikebiri. Lembu pertama digunakan sebagai kurban penghapus dosa dan lembu lainnya digunakan sebagai kurban bakaran dan dipilih "tugasnya" dengan cara diundi terlebih dahulu.
Bagian pertama adalah pelayanan persembahan korban yang dilakukan di Bait Allah., ketika Imam Besar melakukan pengakuan dosa di depan seluruh umat Israel. Lalu,lembu yang jatuh menjadi kurban bakaran disembelih. Penyembelihan ini dilakukan oleh Imam Besar dan para Imamdari suku Lewi. Puncak dari bagian ini adalah ketika ia masuk ke dalam Ruang Mahakudus mengenakan pakaian dari linen berwarna putih dan mencipratkan darah dari korban persembahan dan menyalakan dupa.
Pada bagian kedua dalam perayaan ini, hewan kedua tidak disembelih, melainkan dicerca, dihina, dan dikutuki oleh seluruh umat Israel sebelum dilepaskan oleh seseorang yang sudah dipilih. Hal ini melambangkan diangkutnya seluruh dosa umat Israel ke padang pasir.
Pelaksanaan di Masa Kini
Penekanan dari perayaan ini terletak pada pengakuan dosa. Perhiasan-perhiasan tidak boleh dipakai pada masa ini, setidaknya di dalamSinagoge. Selain itu, ada kebiasaan untuk terus berada di dalam Sinagoge selama perayaan ini berlangsung.
Berikut ini adalah hal-hal yang perlu dilakukan selama hari raya ini :
· Berfokus pada pertobatan diri sendiri.
· Memperbanyak amal dan melakukan perbuatan baik.
· Membaca kisah-kisah yang menginspirasikan untuk bertobat.
· Sebaiknya tidak menggunakan banyak waktu untuk belajar mussar, walaupun dianjurkan untuk mempelajarinya setiap hari.
· Mempelajari mengenai doa-doa untuk memahami maknanya.
· Pengakuan dosa tdiak dilakukan hanya untuk dosa-dosa besar, namun juga dosa-dosa kecil dan bahkan kelakuan-kelakuan yang tidak kita yakin apakah itu dosa ataukah tidak.
· Menuliskan komitmen mereka untuk satu tahun ke depan dan melihat apakah mereka sudah melakukan apa yang mereka komitmenkan selama setahun.
Selain itu, ada hal-hal yang pantang dilakukan selama perayaan ini berlangsung :
· Tidak diperkenankan untuk makan dan minum. Umat harus berpuasa.
· Tidak diperbolehkan untuk melakukan hubungan seksual.
· Tidak diperbolehkan untuk melakukan perminyakan.
· Tidak diperbolehkan untuk mengenakan sepatu yang terbuat dari kulit.
· Segala pantangan lainnya yang berlaku pada hari Sabat juga berlaku pada hari ini.
Hari Raya Pondok Daun
Hari Raya Pondok Daun (bahasa Ibrani: סוכות or סֻכּוֹת, sukkōt) atau perayaan Tabernakel adalah sebuah Hari Raya Yahudi; merupakan perayaan pengucapan syukur bagi Israel atas hasil panen yang dirayakan selama tujuh hari pada bulan purnama di antara bulan September dan Oktober. Tepatnya, hari raya ini dilaksanakan pada 15 Tisyri menurut Kalender Yahudi). Perayaan ini disebut dengan "Sukkot" dalam bahasa Ibraninya karena aspek utama dari festival ini adalah sebuah pondok (sukkah). Perayaan ini adalah salah satu dari 3 hari raya peziarahan bagi orang Yahudi, selain Shavuot dan Pesakh. Pada masa perayaan ini, umat Yahudi berziarah ke Bait Allah di Yerusalem sambil membawa persembahan.
Setiap keluarga Yahudi membangun sebuah pondok berdinding tiga dan memiliki atap yang terbuat dari ranting palem dan dedaunan. Pondok-pondok tersebut disiapkan untuk menyambut tujuh tamu mistis, yaitu Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Harun, Yusuf, dan Daud yang dipercaya akan datang ke pondok yang dibuat itu selama festival tersebut berlangsung.
Kaum Samaria memiliki cara yang sedikit berbeda dalam merayakan hari raya ini. Mereka membangun sukkah di dalam rumah mereka. Selain itu, sukkah yang mereka bangun tidak memiliki dinding, melainkan hanya atap tempat menggantung buah-buahan.
Seorang Yahudi sedang membawa empat macam tanaman yang digunakan dalam ritual Sukkot di Yerusalem.
Pemaknaan Hari Raya Pondok Daun
Di dalam Alkitab, festival ini dimaknai sebagai festival panen utama bangsa Yahudi (Keluaran 23 dan Ulangan 16, festival utama Bait Allah (Bilangan 29), dan sebagai pengingat bagi bangsa Israel mengenai pengembaraan yang mereka lakukan di padang pasir ketika keluar dari tanah Mesir (Imamat 29). Pada masa pengembaraan, umat Israel tinggal dalam pondok-pondok sementara, yang pada perayaan ini direpresentasikan dengan sebuah pondok. Dalam konsep sebagai festival panen, perayaan ini menandakan berakhirnya musim panen. Para petani datang ke Yerusalem bersama keluarganya untuk bersyukur atas hasil panen yang mereka terima. Selama masa pergi ke Yerusalem ini mereka tinggal di dalam pondok tersebut.
Pada masa Bait Allah masih berdiri, perayaan ini dilanjutkan dengan "Festival Mengambil Air" (Simhat Bet ha-Sho'evah). Lalu, dilaksanakan penuangan air ke atas altar sebagai sebuah permohonan akan datangnya hujan.
Persiapan dan Pelaksanaan Hari Raya Pondok Daun
Sebuah keluarga Yahudi di Zurichsedang bersiap-siap merayakan hari raya Sukkot.
Sebelum festival ini dirayakan, setiap keluarga Yahudi menyiapkan sebuah pondok sementara yang terdiri atas tiga dinding dan beratapkan ranting-ranting. Mereka juga membawa empat jenis tanaman, yakni buah limau, ranting-ranting pohon dedalu (willow), daun palem, dan cabang pohon myrtle untuk diberkati di dalam sukkah tersebut. Keempat jenis tanaman ini diasosiasikan dengan air yang mengalir dan datangnya hujan yang memberikan kehidupan.
Foto sebuah pondok yang dibuat pada hari raya Pondok Daun (sukkah).
Sukkah yang dibuat perlu memenuhi beberapa kriteria berikut :
* Berdinding 3 dan tahan terhadap angin yang cukup kencang.
* Atapnya dibuat terakhir dan dibuat oleh bahan-bahan yang berasal dari tanaman.
* Bagian atapnya tidak boleh terlalu rapat sehingga orang yang ada di dalamnya masih bisa melihat bintang.
Pemberkatan dilakukan di dalam Sinagogedengan membawa sebuah ikatan yang terdiri dari buah limau, ranting pohon Willow, daun palem, dan cabang pohon myrtle yang sama dengan yang mereka persiapkan untuk diberkati di dalamsukkah. Ikatan tersebut dilambai-lambaikan sambil berdoa untuk memastikan keramahan mereka memengaruhi kehidupan mereka. Selain itu, diangkat pula doa-doa untuk turunnya hujan sebagai berkat bagi seluruh makhluk yang ada di bumi.
Selama hari raya ini berlangsung, umat Yahudi diharuskan untuk makan bersama di dalam sukkah tersebut dan menghabiskan sepanjang hari mereka di dalamnya, namun dalam masyarakat Yahudi modern, umumnya mereka hanya melaksanakan ritual makan bersama saja dan tidak menghabiskan seluruh waktu mereka di dalam sukkah tersebut. Apabila hujan besar turun, mereka diperbolehkan untuk tidak melakukan ritual makan di dalam sukkah ini. Para keluarga Yahudi juga diajak untuk berkumpul dengan sanak saudara dan teman-teman mereka dan merayakan hari raya ini bersama-sama.
Setiap keluarga Yahudi membangun sebuah pondok berdinding tiga dan memiliki atap yang terbuat dari ranting palem dan dedaunan. Pondok-pondok tersebut disiapkan untuk menyambut tujuh tamu mistis, yaitu Abraham, Ishak, Yakub, Musa, Harun, Yusuf, dan Daud yang dipercaya akan datang ke pondok yang dibuat itu selama festival tersebut berlangsung.
Kaum Samaria memiliki cara yang sedikit berbeda dalam merayakan hari raya ini. Mereka membangun sukkah di dalam rumah mereka. Selain itu, sukkah yang mereka bangun tidak memiliki dinding, melainkan hanya atap tempat menggantung buah-buahan.
Seorang Yahudi sedang membawa empat macam tanaman yang digunakan dalam ritual Sukkot di Yerusalem.
Pemaknaan Hari Raya Pondok Daun
Di dalam Alkitab, festival ini dimaknai sebagai festival panen utama bangsa Yahudi (Keluaran 23 dan Ulangan 16, festival utama Bait Allah (Bilangan 29), dan sebagai pengingat bagi bangsa Israel mengenai pengembaraan yang mereka lakukan di padang pasir ketika keluar dari tanah Mesir (Imamat 29). Pada masa pengembaraan, umat Israel tinggal dalam pondok-pondok sementara, yang pada perayaan ini direpresentasikan dengan sebuah pondok. Dalam konsep sebagai festival panen, perayaan ini menandakan berakhirnya musim panen. Para petani datang ke Yerusalem bersama keluarganya untuk bersyukur atas hasil panen yang mereka terima. Selama masa pergi ke Yerusalem ini mereka tinggal di dalam pondok tersebut.
Pada masa Bait Allah masih berdiri, perayaan ini dilanjutkan dengan "Festival Mengambil Air" (Simhat Bet ha-Sho'evah). Lalu, dilaksanakan penuangan air ke atas altar sebagai sebuah permohonan akan datangnya hujan.
Persiapan dan Pelaksanaan Hari Raya Pondok Daun
Sebuah keluarga Yahudi di Zurichsedang bersiap-siap merayakan hari raya Sukkot.
Sebelum festival ini dirayakan, setiap keluarga Yahudi menyiapkan sebuah pondok sementara yang terdiri atas tiga dinding dan beratapkan ranting-ranting. Mereka juga membawa empat jenis tanaman, yakni buah limau, ranting-ranting pohon dedalu (willow), daun palem, dan cabang pohon myrtle untuk diberkati di dalam sukkah tersebut. Keempat jenis tanaman ini diasosiasikan dengan air yang mengalir dan datangnya hujan yang memberikan kehidupan.
Foto sebuah pondok yang dibuat pada hari raya Pondok Daun (sukkah).
Sukkah yang dibuat perlu memenuhi beberapa kriteria berikut :
* Berdinding 3 dan tahan terhadap angin yang cukup kencang.
* Atapnya dibuat terakhir dan dibuat oleh bahan-bahan yang berasal dari tanaman.
* Bagian atapnya tidak boleh terlalu rapat sehingga orang yang ada di dalamnya masih bisa melihat bintang.
Pemberkatan dilakukan di dalam Sinagogedengan membawa sebuah ikatan yang terdiri dari buah limau, ranting pohon Willow, daun palem, dan cabang pohon myrtle yang sama dengan yang mereka persiapkan untuk diberkati di dalamsukkah. Ikatan tersebut dilambai-lambaikan sambil berdoa untuk memastikan keramahan mereka memengaruhi kehidupan mereka. Selain itu, diangkat pula doa-doa untuk turunnya hujan sebagai berkat bagi seluruh makhluk yang ada di bumi.
Selama hari raya ini berlangsung, umat Yahudi diharuskan untuk makan bersama di dalam sukkah tersebut dan menghabiskan sepanjang hari mereka di dalamnya, namun dalam masyarakat Yahudi modern, umumnya mereka hanya melaksanakan ritual makan bersama saja dan tidak menghabiskan seluruh waktu mereka di dalam sukkah tersebut. Apabila hujan besar turun, mereka diperbolehkan untuk tidak melakukan ritual makan di dalam sukkah ini. Para keluarga Yahudi juga diajak untuk berkumpul dengan sanak saudara dan teman-teman mereka dan merayakan hari raya ini bersama-sama.
Laodikia
* Wahyu 1:11
MILT, yang mengatakan, "Akulah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terakhir. Dan, apa yang engkau lihat, tuliskanlah dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh gereja di Asia: ke Efesus, dan ke Smirna, dan ke Pergamus, dan ke Tiatira, dan ke Sardis, dan ke Filadelfia, dan ke Laodikea."
KJV, Saying, I am Alpha and Omega, the first and the last: and, What thou seest, write in a book, and send it unto the seven churches which are in Asia; unto Ephesus, and unto Smyrna, and unto Pergamos, and unto Thyatira, and unto Sardis, and unto Philadelphia, and unto Laodicea.
TR, λεγουσης εγω ειμι το α και το ω ο πρωτος και ο εσχατος και ο βλεπεις γραψον εις βιβλιον και πεμψον ταις εκκλησιαις ταις εν ασια εις εφεσον και εις σμυρναν και εις περγαμον και εις θυατειρα και εις σαρδεις και εις φιλαδελφειαν και εις λαοδικειαν
Translit, legousês egô eimi to a kai to ô ho prôtos kai ho eskhatos kai ho blepeis grapson eis biblion kai pempson tais ekklêsiais tais en asia eis epheson kai eis smurnan kai eis pergamon kai eis thuateira kai eis thuateira kai eis sardeis kai eis phiadelpheian kai eis laodikeian
Laodikia, Yunani: λαοδικεια - laodekeia, artinya: keadilan untuk rakyat, adalah suatu kota perdagangan penting di lembah Likos daerah Frigia. Suatu kota di propinsi Romawi wilayah Asia. Letaknya di bagian barat negara Turki yg sekarang. Awalnya, kota itu dibangun oleh Antiokhus II (261-246 sM) (dari wangsa Seleukid) untuk menghormati permaisurinya Laodike.
Di kemudian hari Laodikia dikuasai bangsa Romawi. Kota Laodikia terkenal oleh pembuatan wool bulu domba hitam dan menjadi pusat ilmu ketabiban. Agama kristen dimasukkan oleh Epafras ke Laodikia maupun ke Kolose, sebuah kota tetangganya (Kolose 4:12-13). Menurut Kolose 4:16 Paulus telah menulis sepucuk surat Laodikia yang apokrif berasal dari waktu yang jauh lebih belakangan.
Laodikia berada di persimpangan jalan raya utama, yaitu jalan raya lintas Asia Kecil yg membentang ke barat menuju ke pelabuhan-pelabuhan Miletus dan Efesus, kr 160 km jauhnya; ke arah timur lewat lereng yg landai menuju dataran tinggi di bagian tengah dan dari situ terus menuju Siria. Ada jalan lain ke arah utara menuju ibukota propinsi yaitu Pergamum, dan ke selatan menuju pantai ke Atalia.
Karena letaknya begitu strategis, maka kota ini menjadi pusat perdagangan yg sangat makmur, terutama pada zaman pemerintahan Romawi. Ketika kota itu hancur karena gempa bumi yg hebat thn 60 M, kota itu sanggup menolak tawaran bantuan biaya pembangunan kembali dari kaisar. Laodikia menjadi pusat yg penting untuk perbankan dan pertukaran (Cicero, ad Fam 3.5.4). Dan karena terletak di lembah S Likus yg lebar, kota ini dikelilingi oleh tanah yg subur (S Likus adalah anak S Meander). Produksinya yg terkenal antara lain adalah jubah dari wol hitam yg berkilau (Strabo, Geog. 12.8.16 [578]), dan Laodikia juga terkenal sebagai pusat ilmu kesehatan mata.
Letaknya sangat ditentukan oleh sistem jaringan jalan raya, sehingga tidak mempunyai sumber air bersih yg tetap dan dekat. Air harus disalurkan lewat pipa-pipa ke kota dari sumber-sumber air panas di tempat yg agak jauh, dan bila tiba di kota air itu mungkin sudah menjadi hangat-hangat kuku. Pada akhirnya kota itu ditinggalkan dan kota baru tumbuh di lahan kota zaman modem (Denizli) di sekitar sumber-sumber air itu.
Karena letaknya di jalur lintas yg ramai, maka Injil sampai di Laodikia pada waktu yg sangat dini, mungkin sewaktu Paulus tinggal di Efesus (Kisah 19:1), mungkin pula oleh Epafras (Kolose 4:12, 13). Walaupun Paulus menyebut jemaat di sana (Kolose 2:1; 4:13-16), tak ada berita bahwa Paulus telah mengunjunginya. Jelas jemaat itu memelihara hubungan erat dengan jemaat-jemaat di kota-kota tetangga, yaitu Hierapolis dan Kolose. Tentang 'surat dari Laodikia' (Kolose 4:16) banyak orang menduganya adalah salinan dari 'Surat Efesus' yg telah diterima oleh jemaat Laodikia.
Surat terakhir dari surat-surat kepada 'tujuh jemaat di Asia' dialamatkan kepada 'malaikat dari jemaat Laodikia' (Wahyu 3:14-22). Surat ini berisi banyak singgungan terhadap sifat dan suasana kota itu. Walaupun kaya, kota itu tidak mampu menghasilkan penyembuhan dari khasiat air panas, seperti tetangganya Hierapolis, atau kuasa menyegarkan dari air sejuk seperti di Kolose. Hasilnya hanyalah air hangat-hangat kuku yg hanya bermanfaat sebagai obat muntah. Jemaat Laodikia yg dituduh hangat-hangat kuku hingga tak bermanfaat (artinya, perasaan cukup diri, bukan setengah hati). Sama seperti kota itu, jemaat berpikir bahwa ia 'tidak membutuhkan apa-apa lagi' padahal ia membutuhkan 'emas', 'pakaian putih' dan 'pelumas mata' yg lebih hebat dari yg dapat disediakan oleh bankir-bankir, ahli-ahli pakaian dan dokter-dokter mereka. Seperti halnya penduduk bersikap tidak menyenangi musafir yg menawarkan kepadanya barang-barang, warga jemaat itu telah menutup pintu rumah mereka dan membiarkan Sang Pemberi tetap di luar rumah mereka.
Kristus dalam kasih-Nya berpaling menghimbau orang perseorangan (ayat 20).
Laodikia atau Laodikea di tepi sungai Lycus (bahasa Yunani: Λαοδίκεια πρός τοῦ Λύκου; bahasa Latin: Laodicea ad Lycum; bahasa Inggris: Laodicea on the Lycus, juga ditransliterasi menjadi Laodiceia atau Laodikeia, dahulu juga dikenal sebagai Diospolis dan Rhoas; bahasa Turki: Laodikya) adalah kota metropolitan kuno di Phrygia Pacatiana (juga diatribusikan ke Caria dan Lydia), yang dibangun di tepi sungai Lycus (Çürüksu), di Anatolia dekat desa modern Eskihisar (Eski Hissar), Denizli, Turki.
Sejarah
Laodikea terletak di perbukitan memanjang yang diapit oleh dua lembah sempit sungai Asopus dan Caprus, yang bermuara ke sungai Lycus. Kota ini semula disebut Diospolis, "Kota Zeus", dan kemudian Rhodas, dan Laodikea, dikatakan didirikan oleh Antiokhos II Theos, pada tahun 261-253 SM, untuk menghormati istrinya Laodice, kemungkinan di lokasi kota tua sebelumnya. Kira-kira 17 km di sebelah barat Kolose, 10 km di selatan Hierapolis, sekitar 160 km di timur Efesus dan, menurut Strabo, berada di jalan utama. Terletak di daerah Phrygia, meskipun beberapa penulis purba menempatkannya di wilayah provinsi lain – tidak heran mengingat batas-batas wilayah ini sering tidak jelas dan tidak konsisten – misalnya Ptolemaeus dan Philostratus menyebutnya kota di daerah Caria, sedangkan Stefanus dari Byzantium (s. v.) menulis termasuk ke dalam wilayah Lydia.
Pada tahun 220 SM, Jenderal Achaeus menjadi rajanya. Kemudian tahun 188 SM, di bawah kekuasaan Kerajaan Pergamon, dan setelah 133 SM dikuasai oleh Kekaisaran Romawi.
MILT, yang mengatakan, "Akulah Alfa dan Omega, Yang Pertama dan Yang Terakhir. Dan, apa yang engkau lihat, tuliskanlah dalam sebuah kitab dan kirimkanlah kepada ketujuh gereja di Asia: ke Efesus, dan ke Smirna, dan ke Pergamus, dan ke Tiatira, dan ke Sardis, dan ke Filadelfia, dan ke Laodikea."
KJV, Saying, I am Alpha and Omega, the first and the last: and, What thou seest, write in a book, and send it unto the seven churches which are in Asia; unto Ephesus, and unto Smyrna, and unto Pergamos, and unto Thyatira, and unto Sardis, and unto Philadelphia, and unto Laodicea.
TR, λεγουσης εγω ειμι το α και το ω ο πρωτος και ο εσχατος και ο βλεπεις γραψον εις βιβλιον και πεμψον ταις εκκλησιαις ταις εν ασια εις εφεσον και εις σμυρναν και εις περγαμον και εις θυατειρα και εις σαρδεις και εις φιλαδελφειαν και εις λαοδικειαν
Translit, legousês egô eimi to a kai to ô ho prôtos kai ho eskhatos kai ho blepeis grapson eis biblion kai pempson tais ekklêsiais tais en asia eis epheson kai eis smurnan kai eis pergamon kai eis thuateira kai eis thuateira kai eis sardeis kai eis phiadelpheian kai eis laodikeian
Laodikia, Yunani: λαοδικεια - laodekeia, artinya: keadilan untuk rakyat, adalah suatu kota perdagangan penting di lembah Likos daerah Frigia. Suatu kota di propinsi Romawi wilayah Asia. Letaknya di bagian barat negara Turki yg sekarang. Awalnya, kota itu dibangun oleh Antiokhus II (261-246 sM) (dari wangsa Seleukid) untuk menghormati permaisurinya Laodike.
Di kemudian hari Laodikia dikuasai bangsa Romawi. Kota Laodikia terkenal oleh pembuatan wool bulu domba hitam dan menjadi pusat ilmu ketabiban. Agama kristen dimasukkan oleh Epafras ke Laodikia maupun ke Kolose, sebuah kota tetangganya (Kolose 4:12-13). Menurut Kolose 4:16 Paulus telah menulis sepucuk surat Laodikia yang apokrif berasal dari waktu yang jauh lebih belakangan.
Laodikia berada di persimpangan jalan raya utama, yaitu jalan raya lintas Asia Kecil yg membentang ke barat menuju ke pelabuhan-pelabuhan Miletus dan Efesus, kr 160 km jauhnya; ke arah timur lewat lereng yg landai menuju dataran tinggi di bagian tengah dan dari situ terus menuju Siria. Ada jalan lain ke arah utara menuju ibukota propinsi yaitu Pergamum, dan ke selatan menuju pantai ke Atalia.
Karena letaknya begitu strategis, maka kota ini menjadi pusat perdagangan yg sangat makmur, terutama pada zaman pemerintahan Romawi. Ketika kota itu hancur karena gempa bumi yg hebat thn 60 M, kota itu sanggup menolak tawaran bantuan biaya pembangunan kembali dari kaisar. Laodikia menjadi pusat yg penting untuk perbankan dan pertukaran (Cicero, ad Fam 3.5.4). Dan karena terletak di lembah S Likus yg lebar, kota ini dikelilingi oleh tanah yg subur (S Likus adalah anak S Meander). Produksinya yg terkenal antara lain adalah jubah dari wol hitam yg berkilau (Strabo, Geog. 12.8.16 [578]), dan Laodikia juga terkenal sebagai pusat ilmu kesehatan mata.
Letaknya sangat ditentukan oleh sistem jaringan jalan raya, sehingga tidak mempunyai sumber air bersih yg tetap dan dekat. Air harus disalurkan lewat pipa-pipa ke kota dari sumber-sumber air panas di tempat yg agak jauh, dan bila tiba di kota air itu mungkin sudah menjadi hangat-hangat kuku. Pada akhirnya kota itu ditinggalkan dan kota baru tumbuh di lahan kota zaman modem (Denizli) di sekitar sumber-sumber air itu.
Karena letaknya di jalur lintas yg ramai, maka Injil sampai di Laodikia pada waktu yg sangat dini, mungkin sewaktu Paulus tinggal di Efesus (Kisah 19:1), mungkin pula oleh Epafras (Kolose 4:12, 13). Walaupun Paulus menyebut jemaat di sana (Kolose 2:1; 4:13-16), tak ada berita bahwa Paulus telah mengunjunginya. Jelas jemaat itu memelihara hubungan erat dengan jemaat-jemaat di kota-kota tetangga, yaitu Hierapolis dan Kolose. Tentang 'surat dari Laodikia' (Kolose 4:16) banyak orang menduganya adalah salinan dari 'Surat Efesus' yg telah diterima oleh jemaat Laodikia.
Surat terakhir dari surat-surat kepada 'tujuh jemaat di Asia' dialamatkan kepada 'malaikat dari jemaat Laodikia' (Wahyu 3:14-22). Surat ini berisi banyak singgungan terhadap sifat dan suasana kota itu. Walaupun kaya, kota itu tidak mampu menghasilkan penyembuhan dari khasiat air panas, seperti tetangganya Hierapolis, atau kuasa menyegarkan dari air sejuk seperti di Kolose. Hasilnya hanyalah air hangat-hangat kuku yg hanya bermanfaat sebagai obat muntah. Jemaat Laodikia yg dituduh hangat-hangat kuku hingga tak bermanfaat (artinya, perasaan cukup diri, bukan setengah hati). Sama seperti kota itu, jemaat berpikir bahwa ia 'tidak membutuhkan apa-apa lagi' padahal ia membutuhkan 'emas', 'pakaian putih' dan 'pelumas mata' yg lebih hebat dari yg dapat disediakan oleh bankir-bankir, ahli-ahli pakaian dan dokter-dokter mereka. Seperti halnya penduduk bersikap tidak menyenangi musafir yg menawarkan kepadanya barang-barang, warga jemaat itu telah menutup pintu rumah mereka dan membiarkan Sang Pemberi tetap di luar rumah mereka.
Kristus dalam kasih-Nya berpaling menghimbau orang perseorangan (ayat 20).
Laodikia atau Laodikea di tepi sungai Lycus (bahasa Yunani: Λαοδίκεια πρός τοῦ Λύκου; bahasa Latin: Laodicea ad Lycum; bahasa Inggris: Laodicea on the Lycus, juga ditransliterasi menjadi Laodiceia atau Laodikeia, dahulu juga dikenal sebagai Diospolis dan Rhoas; bahasa Turki: Laodikya) adalah kota metropolitan kuno di Phrygia Pacatiana (juga diatribusikan ke Caria dan Lydia), yang dibangun di tepi sungai Lycus (Çürüksu), di Anatolia dekat desa modern Eskihisar (Eski Hissar), Denizli, Turki.
Sejarah
Laodikea terletak di perbukitan memanjang yang diapit oleh dua lembah sempit sungai Asopus dan Caprus, yang bermuara ke sungai Lycus. Kota ini semula disebut Diospolis, "Kota Zeus", dan kemudian Rhodas, dan Laodikea, dikatakan didirikan oleh Antiokhos II Theos, pada tahun 261-253 SM, untuk menghormati istrinya Laodice, kemungkinan di lokasi kota tua sebelumnya. Kira-kira 17 km di sebelah barat Kolose, 10 km di selatan Hierapolis, sekitar 160 km di timur Efesus dan, menurut Strabo, berada di jalan utama. Terletak di daerah Phrygia, meskipun beberapa penulis purba menempatkannya di wilayah provinsi lain – tidak heran mengingat batas-batas wilayah ini sering tidak jelas dan tidak konsisten – misalnya Ptolemaeus dan Philostratus menyebutnya kota di daerah Caria, sedangkan Stefanus dari Byzantium (s. v.) menulis termasuk ke dalam wilayah Lydia.
Pada tahun 220 SM, Jenderal Achaeus menjadi rajanya. Kemudian tahun 188 SM, di bawah kekuasaan Kerajaan Pergamon, dan setelah 133 SM dikuasai oleh Kekaisaran Romawi.
Gereja Masehi Advent
Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh adalah denominasi Kristen yang beraliran evangelikal. Gereja ini berasal dari Gerakan Miller yang muncul di Amerika Serikat pada pertengahan abad 19. Ciri utama Gereja Advent adalah pengudusan hari Sabtu, hari ketujuh dalam pekan, sebagai hari Sabat. Pada tahun 1863, Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, dalam bahasa Inggris the Seventh-day Adventist Church, diorganisasi. Gereja ini juga dikenal dengan nama Gereja Advent.
Sejarah
Pada awal abad ke-19 banyak orang Kristen – termasuk di dalamnya kalangan Baptis, Presbiterian, Metodis, Lutheran, Anglikan, Kongregasionalis – melakukan studi mendalam tentang Daniel 8. Para penyelidik Alkitab itu mengharapkan beberapa kejadian yang sangat penting akan terjadi sehubungan dengan nubuatan 2300 petang dan pagi dalam Daniel 8. Salah satu kelompok yang menonjol dalam penyelidikan ini dipimpin William Miller, seorang anggota Gereja Baptis. Mereka percaya bahwa Yesus akan datang ke bumi pada tanggal 22 Oktober 1844. Belakangan pengikut-pengikut Gerakan Miller ini menyadari bahwa mereka telah keliru menafsirkan hari kedatangan kembali Yesus, dan menyebut hari yang mereka harapkan Yesus akan datang sebagai "Hari Kekecewaan".
Penafsiran Miller kemudian direvisi dengan pendapat yang menjelaskan bahwa pada hari itu Yesus memasuki ruang maha suci di Bait Suci surgawi dan memulai penghakiman dunia ini. Di bait suci/kaabah surgawi itu Yesus Kristus memulai pekerjaan penghakimannya demi keselamatan manusia sebab "Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka." (Ibrani 7:25). Orang-orang Advent percaya bahwa Yesus akan segera datang, tetapi tidak seorangpun tahu kapan harinya.
Sekitar 20 tahun pengikut-pengikut Miller tersebar di Amerika Serikat tanpa terorganisir. Pengikut-pengikut Gerakan Miller ini antara lain: James White, Ellen G White, dan Joseph Bates. Pada tanggal 23 Mei 1863 sebagian pengikut Gerakan Miller secara resmi membentuk organisasi gereja yang bernama General Conference of Seventh-day Adventists di Battle Creek, Michigan dengan anggota sebanyak 3.500 orang. Melalui penginjilan yang intensif, Gereja Advent berkembang hingga ke seluruh dunia. Pada tahun 1903 kantor pusat denominasi ini pindah ke Tacoma Park, Maryland. Tahun 1989 hingga sekarang, kantor pusat Gereja Advent berada di 12501 Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904, AS.
Gereja Advent pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1901 di Padang, Sumatera Barat.
Ajaran dan Dasar-dasar Kepercayaan Gereja
Bertahun-tahun lamanya Gereja Advent enggan merumuskan dasar-dasar kepercayaannya. Pada tahun 1872 percetakan Advent di Bettle Creek, Michigan menerbitkan sebuah "sinopsis kepercayaan kita" dalam 25 dalil. Dokumen ini, setelah mendapat sedikit perbaikan dan perluasan menjadi 28 bagian, yang dimuat dalam Buku Tahunan Gereja 1889. Tahun 1980 diadakan rapat umum Gereja Advent sedunia untuk membahas dan memperluas dasar-dasar kepercayaan gereja walaupun dalam 27 paragraf. Dasar-dasar kepercayaan ini disempurnakan lagi pada tahun 2005 dengan menambahkan satu paragraf (dasar kepercayaan 11).
Bagi Gereja Advent dasar kepercayaan bukanlah untuk digunakan sebagai pernyataan keyakinan dalam perangkat kepercayaan konkrit secara teologis. Pengajaran satu-satunya yang dianut orang Advent ialah: "Alkitab, dan hanya Alkitab saja." Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh menerima Alkitab sebagai satu-satunya kepercayaan mereka dan memegang kepercayaan dasar tertentu sebagai ajaran Kitab Suci. Kepercayaan dasar seperti yang diuraikan di sini, merupakan pengertian dan pernyataan gereja tentang ajaran Kitab Suci. Perubahan atas pernyataan-pernyataan ini dapat dibuat dalam Rapat Umum General Conference ketika gereja dipimpin oleh Roh Suci pada pengertian kebenaran Alkitab yang lebih lengkap atau menemukan bahasa yang lebih baik dalam menyatakan ajaran-ajaran firman Allah yang suci.
Ajaran-ajaran Gereja Advent yang menonjol antara lain:
Di dalam Gereja Advent diajarkan bahwa dalam setiap lingkungan masyarakat dimana mereka tinggal, anggota-anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, harus dikenal sebagai warga yang baik dalam integritas Kekristenannya dan dalam mengusahakan kesejahteraan semua orang. Gereja Advent berbakti pada hari Sabat yaitu hari Sabtu. Mereka berkumpul dalam satu lingkaran keluarga ketika hari Jumat senja dan menyambut hari Sabat dengan doa dan nyanyian, dan menutup hari Sabat pada Sabtu senja dengan doa dan pernyataan syukur. Hari Sabat mereka isi dengan berbakti di rumah atau di gereja, mengunjungi orang sakit, dan bacaan-bacaan sekular atau siaran televisi sekular tidak diperkenankan pada hari tersebut.
Mereka dilarang melakukan hal-hal yang dianggap merusak tubuh, seperti misalnya rajah (tato) dan melubangi daun telinga atau cuping hidung untuk dipasangi anting-anting. Semua ini didasarkan pada ucapan Rasul Paulus: Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, - dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (1 Korintus 6:19).
Makanan dan Kesehatan
Sejak dekade 1860-an ketika dimulai, kesehatan menjadi penekanan dari gereja Advent. Orang Advent dikenal oleh sebab "pesan kesehatan" mereka yang menganjurkan vegetarianisme dan kepatuhan terhadap hukum halal-haram dalam Imamat 11. Pesan kesehatan ini adalah berpantang dari daging babi, kerang, dan makanan lain yang digolongkan sebagai "makanan haram". Gereja mencegah anggotanya dari penggunaan alkohol, tembakau atau obat-obatan terlarang. Selain itu, orang-orang Advent menghindari konsumsi kopi dan minuman yang mengandung kafein. Perintis Gereja Advent mendorong dan menjadi pemrakarsa sarapan sereal, dan "konsep komersial modern makanan sereal " berasal dari kalangan orang Advent.
Penelitian yang didanai oleh US National Institutes of Health menunjukkan bahwa rata-rata umur Advent di California 4-10 tahun lebih lama daripada rata-rata penduduk California. Penelitian itu, seperti dikutip pada National Geographic edisi November 2005, menegaskan bahwa orang Advent hidup lebih lama karena mereka tidak merokok, tidak minum alkohol, menerapkan gaya hidup yang sehat, dan mengonsumsi makanan rendah lemak yang terdapat dalam kacang-kacangan dan polong-polongan. Kekompakan jaringan sosial orang Advent juga diduga sebagai salah satu faktor yang memperpanjang umur mereka. Dan Buettner penulis dari National Geographic memaparkan tentang orang-orang Advent yang umur panjang dalam bukunya, The Blue Zones: Lessons for Living Longer From the People Who've Lived the Longest The Blue Zones: Lessons for Living. Ia menyatakan bahwa penekanan pada usaha kesehatan, pemilihan makanan, dan pemeliharaan Sabat sebagai faktor utama yang membuat orang Advent berumur panjang.
Menurut survei tahun 2002 di seluruh dunia oleh Gereja ini, diperkirakan sekitar 35% dari orang Advent mempraktikkan vegetarianisme.
Sakramen
Ada dua sakramen dalam Gereja Advent, yaitu: Baptisan dan Perjamuan Kudus. Sejak permulaan Gereja Advent, sebagaimana memperoleh warisan dari Protestan, menolak pandangan mengenai sakramen sebagai sebuah opus operatum, yaitu, sebuah tindakan yang di dalamnya serta merupakan bagian anugerah yang mendatangkan keselamatan. Baptisan dengan diselamkan melambangkan kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus diakui Gereja Advent sebagai syarat masuk ke dalam keanggotaan gereja. Baptisan hanya dapat diberikan pada orang dewasa dan yang mengaku bertobat. Sakramen Perjamuan Tuhan bagi Gereja Advent adalah untuk memperingati kematian Tuhan. Sakramen ini didahului oleh upacara pembasuhan kaki sebagai persiapan untuk upacara yang kudus ini.
Pernikahan
Gereja Advent tidak menganjurkan pernikahan antara seorang anggota Gereja Advent dengan seorang yang bukan anggota Gereja Advent, dan dengan keras meminta agar para pendeta gereja tidak melaksanakan upacara pernikahan bagi pasangan seperti itu. "Gereja menyadari bahwa keputusan terakhir dalam memilih pasangan hidup seseorang adalah orang itu sendiri. Namun, gereja berharap agar, jika seseorang memilih pasangan hidupnya dan yang bukan anggota gereja Advent, pasangan itu harus menyadari dan menghargai bahwa pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, yang telah berjanji untuk meninggikan prinsip yang telah digariskan di atas, tidak akan melaksanakan upacara pemberkatan tersebut. Jika ternyata seseorang telah menikah dengan yang tidak seiman, gereja harus menunjukkan kasih dan perhatian dengan maksud untuk mendorong pasangan itu menuju persatüan yang lengkap dalam Kristus."
Evolusi
Gereja Advent mempercayai Tuhan menciptaan dunia dalam waktu 7 hari literal. Gereja ini aktif dalam mempromosikan Hikayat Ciptaan sebagai tantangan pada teori evolusi. Geoscience Research Institute di Universitas Loma Linda menerbitkan jurnal setengah-tahunan Origin yang mendukung ajaran 7 hari penciptaan dunia.
Struktur Organisasi
Dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh ada empat tingkat dasar konstituante yang dimulai dari orang percaya secara perorangan hingga pada organisasi pekerjaan gereja sedunia:
Jumlah Keanggotaan
1961: 1 juta
1970: 2 juta
1980: 3.5 juta
1990: hampir 7 juta
2000: sekitar 11 juta
2003: sekitar 12 juta
2004: sekitar 14 juta
2005: anggota jemaat 12,894,005 jiwa.
2008: anggota jemaat 15,921,408 jiwa.
Pelayanan Gereja Advent
Pekerjaan misi Gereja Advent saat ini mencapai lebih dari 200 negara. Jangkauan keluar Gereja Advent melayani orang-orang non-Kristen dan orang Kristen dari satuan lain. Gereja Advent percaya bahwa Kristus memanggil pengikutnya untuk satu tugas yang disampaikan ke seluruh dunia. Kebebasan beragama adalah posisi yang disokong dan dianjurkan oleh Gereja Advent.
Media Pelayanan
Gereja Advent adalah organisasi keagamaan terbesar dalam pelayanan televisi dan radio
* The Hope Channel: saluran televisi resmi Gereja Advent.
* Three Angels Broadcasting Network
* The Voice Of Prophecy
* The Quiet Hour
* It Is Written
* Amazing Facts
* Breath Of Life
* Omaha Cox Channel 23
* Radio Advent Gema Bentara Batam
* Adventist World Radio
* Suara Pengharapan: TV dan Radio Komunitas
Institusi Pendidikan
Gereja ini mendorong anggota jemaat untuk bersekolah. Prosentase tamatan perguruan pada anggota Gereja Advent dua kali rata-rata prosentase warganegara Amerika Serikat.
Gereja Advent sangat peduli dengan masalah pendidikan. Gereja Advent mengoperasikan sistem kependidikan Protestan yang terbesar di dunia. Mereka memiliki 7.000 sekolah, akademi dan universitas; dengan jumlah total pendaftaran lebih dari 1.337.000 orang mahasiswa dan sekitar 69.000 orang guru. Program pendidikan Advent menyeluruh, meliputi "jiwa, fisik, sosial, dan kesehatan rohani" dengan mendorong "pertumbuhan intelektual dan pelayanan pada umat manusia".
Bantuan Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup
Selama lebih dari 50 tahun Gereja Advent telah aktif dalam bantuan kemanusiaan melalui Adventist Development and Relief Agency (ADRA). ADRA bekerja sebagai sebuah badan bantuan non-sektarian di 125 negara dan wilayah di dunia. ADRA telah diberikan status Penasehat Umum oleh United Nations Economic and Social Council. ADRA seluruh dunia mempekerjakan lebih dari 4.000 orang yang bekerja dalam menangani krisis dan pengembangan dalam mengentaskan kemiskinan.
Gereja Advent berkomitmen untuk perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup serta mengambil tindakan untuk menghindari bahaya perubahan iklim:
"Gereja Advent pendukung gaya hidup yang sederhana dan sehat, di mana orang dapat mengendalikan nafsu konsumsif, akumulasi barang, dan memproduksi limbah. Gereja menyerukan reformasi gaya hidup didasarkan pada: penghargaan terhadap alam, menahan diri dalam penggunaan sumber daya alam, reevaluasi kebutuhan individu, dan penghormatan pada martabat hidup makluk yang diciptakan ".
Sejarah
Pada awal abad ke-19 banyak orang Kristen – termasuk di dalamnya kalangan Baptis, Presbiterian, Metodis, Lutheran, Anglikan, Kongregasionalis – melakukan studi mendalam tentang Daniel 8. Para penyelidik Alkitab itu mengharapkan beberapa kejadian yang sangat penting akan terjadi sehubungan dengan nubuatan 2300 petang dan pagi dalam Daniel 8. Salah satu kelompok yang menonjol dalam penyelidikan ini dipimpin William Miller, seorang anggota Gereja Baptis. Mereka percaya bahwa Yesus akan datang ke bumi pada tanggal 22 Oktober 1844. Belakangan pengikut-pengikut Gerakan Miller ini menyadari bahwa mereka telah keliru menafsirkan hari kedatangan kembali Yesus, dan menyebut hari yang mereka harapkan Yesus akan datang sebagai "Hari Kekecewaan".
Penafsiran Miller kemudian direvisi dengan pendapat yang menjelaskan bahwa pada hari itu Yesus memasuki ruang maha suci di Bait Suci surgawi dan memulai penghakiman dunia ini. Di bait suci/kaabah surgawi itu Yesus Kristus memulai pekerjaan penghakimannya demi keselamatan manusia sebab "Ia sanggup juga menyelamatkan dengan sempurna semua orang yang oleh Dia datang kepada Allah. Sebab Ia hidup senantiasa untuk menjadi Pengantara mereka." (Ibrani 7:25). Orang-orang Advent percaya bahwa Yesus akan segera datang, tetapi tidak seorangpun tahu kapan harinya.
Sekitar 20 tahun pengikut-pengikut Miller tersebar di Amerika Serikat tanpa terorganisir. Pengikut-pengikut Gerakan Miller ini antara lain: James White, Ellen G White, dan Joseph Bates. Pada tanggal 23 Mei 1863 sebagian pengikut Gerakan Miller secara resmi membentuk organisasi gereja yang bernama General Conference of Seventh-day Adventists di Battle Creek, Michigan dengan anggota sebanyak 3.500 orang. Melalui penginjilan yang intensif, Gereja Advent berkembang hingga ke seluruh dunia. Pada tahun 1903 kantor pusat denominasi ini pindah ke Tacoma Park, Maryland. Tahun 1989 hingga sekarang, kantor pusat Gereja Advent berada di 12501 Old Columbia Pike, Silver Spring, MD 20904, AS.
Gereja Advent pertama kali masuk ke Indonesia pada tahun 1901 di Padang, Sumatera Barat.
Ajaran dan Dasar-dasar Kepercayaan Gereja
Bertahun-tahun lamanya Gereja Advent enggan merumuskan dasar-dasar kepercayaannya. Pada tahun 1872 percetakan Advent di Bettle Creek, Michigan menerbitkan sebuah "sinopsis kepercayaan kita" dalam 25 dalil. Dokumen ini, setelah mendapat sedikit perbaikan dan perluasan menjadi 28 bagian, yang dimuat dalam Buku Tahunan Gereja 1889. Tahun 1980 diadakan rapat umum Gereja Advent sedunia untuk membahas dan memperluas dasar-dasar kepercayaan gereja walaupun dalam 27 paragraf. Dasar-dasar kepercayaan ini disempurnakan lagi pada tahun 2005 dengan menambahkan satu paragraf (dasar kepercayaan 11).
Bagi Gereja Advent dasar kepercayaan bukanlah untuk digunakan sebagai pernyataan keyakinan dalam perangkat kepercayaan konkrit secara teologis. Pengajaran satu-satunya yang dianut orang Advent ialah: "Alkitab, dan hanya Alkitab saja." Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh menerima Alkitab sebagai satu-satunya kepercayaan mereka dan memegang kepercayaan dasar tertentu sebagai ajaran Kitab Suci. Kepercayaan dasar seperti yang diuraikan di sini, merupakan pengertian dan pernyataan gereja tentang ajaran Kitab Suci. Perubahan atas pernyataan-pernyataan ini dapat dibuat dalam Rapat Umum General Conference ketika gereja dipimpin oleh Roh Suci pada pengertian kebenaran Alkitab yang lebih lengkap atau menemukan bahasa yang lebih baik dalam menyatakan ajaran-ajaran firman Allah yang suci.
Ajaran-ajaran Gereja Advent yang menonjol antara lain:
- Hukum Tuhan Allah(dasar kepercayaan 19) - Hukum Allah diwujudkan dalam Sepuluh Hukum dan digambarkan dalam kehidupan Kristus mengikat semua bangsa di segala zaman.
- Hari Sabat (dasar kepercayaan 20) - Pemeliharaan hari Sabat, yakni hari ketujuh dalam sepekan adalah dari matahari terbenam hingga matahari terbenam, ini perayaan tindakan penciptaan dan penebusan Allah.
- Kedatangan Kristus yang Kedua kali (dasar kepercayaan 25-28) - Kedatangan Juru Selamat akan secara nyata, pribadi, terlihat, dan mencakup seluruh dunia. Pada saat itu orang benar yang dibangkitkan dan orang benar yang hidup akan dimuliakan dan diangkat untuk bertemu Tuhan mereka.
- Sifat Alami Manusia(dasar kepercayaan 7, 26) - Tiap orang merupakan satu kesatuan tubuh, pikiran dan rohani yang tak dapat terpisahkan dan bergantung sepenuhnya kepada Allah. Kematian merupakan keadaan tidak sadar untuk semua orang.
- Akhir Dosa (dasar kepercayaan 27) - Allah akan membinasakan Setan dan orang-orang jahat dan membersihkan bumi dari dosa. Alam semesta akan bebas dari dosa dan orang berdosa untuk selamanya.
- Perte
- ntangan Besar (dasar kepercayaan 8) - Seluruh umat manusia sedang terlibat dalam suatu pertentangan besar antara Kristus dan Setan. Pertentangan ini telah dimulai di surga pada waktu seorang makhluk ciptaan yang telah diberi kuasa memilih, dalam keangkuhan diri telah menjadi Setan.
- Bait Suci Surga (dasar kepercayaan 24) - Ada bait Suci di surga, yaitu bait suci sejati yang didirikan oleh Tuhan. Di dalamnya Kristus melayani demi orang percaya untuk memperoleh pengorbanan penebusan-Nya yang telah dipersembahkan sekali untuk selamanya di kayu salib.
- Pengadilan Pemeriksaan (dasar kepercayaan 24) - Yesus Kristus memulai pelayanan pengantaraan-Nya sejak kenaikan-Nya. Pada tahun 1844, yaitu akhir dari masa nubuatan 2300 hari, Ia memasuki fase kedua dari pelayanan penebusan-Nya, yaitu pengadilan pemeriksaan. Akhir pelayanan Kristus ini akan menandai tertutupnya pintu kasihan bagi manusia sebelum Kedatangan Kedua kali.
- Umat yang Sisa (dasar kepercayaan 13) - Pada zaman akhir waktu kejahatan merajalela, sekelompok umat sisa telah dipanggil untuk memelihara hukum Allah dan iman kepada Yesus. Umat yang sisa ini akan mengumumkan keselamatan melalui Kristus. Pengumuman ini dilambangkan oleh tiga malaikat dalam Wahyu 14.
- Karunia Nubuat (dasar kepercayaan 18) - Salah satu karunia Roh Kudus adalah karunia nubuat yang diwujudkan dalam pelayanan Ellen G. White. Tulisan-tulisannya merupakan sumber kebenaran yang berwewenang, yang terus memberi hiburan, bimbingan, petunjuk dan perbaikan kepada gereja. Tulisan tersebut juga memperjelas bahwa Alkitab adalah standar semua ajaran.
Di dalam Gereja Advent diajarkan bahwa dalam setiap lingkungan masyarakat dimana mereka tinggal, anggota-anggota Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, harus dikenal sebagai warga yang baik dalam integritas Kekristenannya dan dalam mengusahakan kesejahteraan semua orang. Gereja Advent berbakti pada hari Sabat yaitu hari Sabtu. Mereka berkumpul dalam satu lingkaran keluarga ketika hari Jumat senja dan menyambut hari Sabat dengan doa dan nyanyian, dan menutup hari Sabat pada Sabtu senja dengan doa dan pernyataan syukur. Hari Sabat mereka isi dengan berbakti di rumah atau di gereja, mengunjungi orang sakit, dan bacaan-bacaan sekular atau siaran televisi sekular tidak diperkenankan pada hari tersebut.
Mereka dilarang melakukan hal-hal yang dianggap merusak tubuh, seperti misalnya rajah (tato) dan melubangi daun telinga atau cuping hidung untuk dipasangi anting-anting. Semua ini didasarkan pada ucapan Rasul Paulus: Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, - dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?" (1 Korintus 6:19).
Makanan dan Kesehatan
Sejak dekade 1860-an ketika dimulai, kesehatan menjadi penekanan dari gereja Advent. Orang Advent dikenal oleh sebab "pesan kesehatan" mereka yang menganjurkan vegetarianisme dan kepatuhan terhadap hukum halal-haram dalam Imamat 11. Pesan kesehatan ini adalah berpantang dari daging babi, kerang, dan makanan lain yang digolongkan sebagai "makanan haram". Gereja mencegah anggotanya dari penggunaan alkohol, tembakau atau obat-obatan terlarang. Selain itu, orang-orang Advent menghindari konsumsi kopi dan minuman yang mengandung kafein. Perintis Gereja Advent mendorong dan menjadi pemrakarsa sarapan sereal, dan "konsep komersial modern makanan sereal " berasal dari kalangan orang Advent.
Penelitian yang didanai oleh US National Institutes of Health menunjukkan bahwa rata-rata umur Advent di California 4-10 tahun lebih lama daripada rata-rata penduduk California. Penelitian itu, seperti dikutip pada National Geographic edisi November 2005, menegaskan bahwa orang Advent hidup lebih lama karena mereka tidak merokok, tidak minum alkohol, menerapkan gaya hidup yang sehat, dan mengonsumsi makanan rendah lemak yang terdapat dalam kacang-kacangan dan polong-polongan. Kekompakan jaringan sosial orang Advent juga diduga sebagai salah satu faktor yang memperpanjang umur mereka. Dan Buettner penulis dari National Geographic memaparkan tentang orang-orang Advent yang umur panjang dalam bukunya, The Blue Zones: Lessons for Living Longer From the People Who've Lived the Longest The Blue Zones: Lessons for Living. Ia menyatakan bahwa penekanan pada usaha kesehatan, pemilihan makanan, dan pemeliharaan Sabat sebagai faktor utama yang membuat orang Advent berumur panjang.
Menurut survei tahun 2002 di seluruh dunia oleh Gereja ini, diperkirakan sekitar 35% dari orang Advent mempraktikkan vegetarianisme.
Sakramen
Ada dua sakramen dalam Gereja Advent, yaitu: Baptisan dan Perjamuan Kudus. Sejak permulaan Gereja Advent, sebagaimana memperoleh warisan dari Protestan, menolak pandangan mengenai sakramen sebagai sebuah opus operatum, yaitu, sebuah tindakan yang di dalamnya serta merupakan bagian anugerah yang mendatangkan keselamatan. Baptisan dengan diselamkan melambangkan kematian, penguburan, dan kebangkitan Kristus diakui Gereja Advent sebagai syarat masuk ke dalam keanggotaan gereja. Baptisan hanya dapat diberikan pada orang dewasa dan yang mengaku bertobat. Sakramen Perjamuan Tuhan bagi Gereja Advent adalah untuk memperingati kematian Tuhan. Sakramen ini didahului oleh upacara pembasuhan kaki sebagai persiapan untuk upacara yang kudus ini.
Pernikahan
Gereja Advent tidak menganjurkan pernikahan antara seorang anggota Gereja Advent dengan seorang yang bukan anggota Gereja Advent, dan dengan keras meminta agar para pendeta gereja tidak melaksanakan upacara pernikahan bagi pasangan seperti itu. "Gereja menyadari bahwa keputusan terakhir dalam memilih pasangan hidup seseorang adalah orang itu sendiri. Namun, gereja berharap agar, jika seseorang memilih pasangan hidupnya dan yang bukan anggota gereja Advent, pasangan itu harus menyadari dan menghargai bahwa pendeta Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh, yang telah berjanji untuk meninggikan prinsip yang telah digariskan di atas, tidak akan melaksanakan upacara pemberkatan tersebut. Jika ternyata seseorang telah menikah dengan yang tidak seiman, gereja harus menunjukkan kasih dan perhatian dengan maksud untuk mendorong pasangan itu menuju persatüan yang lengkap dalam Kristus."
Evolusi
Gereja Advent mempercayai Tuhan menciptaan dunia dalam waktu 7 hari literal. Gereja ini aktif dalam mempromosikan Hikayat Ciptaan sebagai tantangan pada teori evolusi. Geoscience Research Institute di Universitas Loma Linda menerbitkan jurnal setengah-tahunan Origin yang mendukung ajaran 7 hari penciptaan dunia.
Struktur Organisasi
Dalam Gereja Masehi Advent Hari Ketujuh ada empat tingkat dasar konstituante yang dimulai dari orang percaya secara perorangan hingga pada organisasi pekerjaan gereja sedunia:
- Gereja setempat, suatu badan orang-orang percaya yang terorganisasi dan bersatu.
- Konferens atau daerah setempat, suatu badan yang terdiri dari gereja-gereja yang terorganisasi di suatu negara bagian, provinsi atau wilayah.
- Uni Konferens atau Uni Mission, suatu badan yang terdiri dari konferens-konferens atau daerah-daerah di dalam satu wilayah yang lebih besar.
- General Conference (Pimpinan Pusat), unit organisasi terbesar, yang mencakup seluruh uni di seluruh dunia. Divisi adalah bagian dari General Conference yang memiliki tugas administratif yang ditugaskan di wilayah geografis tertentu. Pimpinan pusat Gereja Advent terdapat di Maryland, Amerika Serikat
Jumlah Keanggotaan
1961: 1 juta
1970: 2 juta
1980: 3.5 juta
1990: hampir 7 juta
2000: sekitar 11 juta
2003: sekitar 12 juta
2004: sekitar 14 juta
2005: anggota jemaat 12,894,005 jiwa.
2008: anggota jemaat 15,921,408 jiwa.
Pelayanan Gereja Advent
Pekerjaan misi Gereja Advent saat ini mencapai lebih dari 200 negara. Jangkauan keluar Gereja Advent melayani orang-orang non-Kristen dan orang Kristen dari satuan lain. Gereja Advent percaya bahwa Kristus memanggil pengikutnya untuk satu tugas yang disampaikan ke seluruh dunia. Kebebasan beragama adalah posisi yang disokong dan dianjurkan oleh Gereja Advent.
Media Pelayanan
Gereja Advent adalah organisasi keagamaan terbesar dalam pelayanan televisi dan radio
* The Hope Channel: saluran televisi resmi Gereja Advent.
* Three Angels Broadcasting Network
* The Voice Of Prophecy
* The Quiet Hour
* It Is Written
* Amazing Facts
* Breath Of Life
* Omaha Cox Channel 23
* Radio Advent Gema Bentara Batam
* Adventist World Radio
* Suara Pengharapan: TV dan Radio Komunitas
Institusi Pendidikan
Gereja ini mendorong anggota jemaat untuk bersekolah. Prosentase tamatan perguruan pada anggota Gereja Advent dua kali rata-rata prosentase warganegara Amerika Serikat.
Gereja Advent sangat peduli dengan masalah pendidikan. Gereja Advent mengoperasikan sistem kependidikan Protestan yang terbesar di dunia. Mereka memiliki 7.000 sekolah, akademi dan universitas; dengan jumlah total pendaftaran lebih dari 1.337.000 orang mahasiswa dan sekitar 69.000 orang guru. Program pendidikan Advent menyeluruh, meliputi "jiwa, fisik, sosial, dan kesehatan rohani" dengan mendorong "pertumbuhan intelektual dan pelayanan pada umat manusia".
Bantuan Kemanusiaan dan Lingkungan Hidup
Selama lebih dari 50 tahun Gereja Advent telah aktif dalam bantuan kemanusiaan melalui Adventist Development and Relief Agency (ADRA). ADRA bekerja sebagai sebuah badan bantuan non-sektarian di 125 negara dan wilayah di dunia. ADRA telah diberikan status Penasehat Umum oleh United Nations Economic and Social Council. ADRA seluruh dunia mempekerjakan lebih dari 4.000 orang yang bekerja dalam menangani krisis dan pengembangan dalam mengentaskan kemiskinan.
Gereja Advent berkomitmen untuk perlindungan dan pelestarian lingkungan hidup serta mengambil tindakan untuk menghindari bahaya perubahan iklim:
"Gereja Advent pendukung gaya hidup yang sederhana dan sehat, di mana orang dapat mengendalikan nafsu konsumsif, akumulasi barang, dan memproduksi limbah. Gereja menyerukan reformasi gaya hidup didasarkan pada: penghargaan terhadap alam, menahan diri dalam penggunaan sumber daya alam, reevaluasi kebutuhan individu, dan penghormatan pada martabat hidup makluk yang diciptakan ".
Subscribe to:
Posts (Atom)