Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Apr 29, 2014

Kisa h John Newton pencipta lagu Amazing Grace

Amazing grace, Jadi, dimulai salah satu himne yang paling dicintai sepanjang masa, suatu pokok dalam hymnals dari banyak denominasi. Penulis adalah kata John Newton, yang menyatakan diri-orang malang sekali yang telah hilang, tetapi kemudian ditemukan, yang disimpan oleh amazing grace.

Newton dilahirkan di London 24 Juli 1725, putra dari seorang komandan kapal dagang yang berlayar di Mediterania. Ketika Yohanes berumur sebelas tahun, ia pergi ke laut bersama ayahnya dan membuat enam perjalanan dengan dia sebelum Newton tua pensiun.  Dalam 1744 Yohanes terkesan menjadi layanan pada kapal perang, HMS Harwich.  Menemukan kondisi papan amat berat, tetapi ia telah ditinggalkan segera kembali dan publik flogged dan demoted dari kadet pelaut untuk umum.

Sendiri pada akhirnya dia meminta layanan komunikasi menjadi budak di kapal yang membawanya ke pantai Sierra Leone.  Dia kemudian menjadi pelayan dari pedagang budak dan disiksa secara brutal.  Pada awal 1748 ia rescued oleh nakhoda kapal laut yang telah dikenal Yohanes ayah.  John Newton akhirnya menjadi kapten di kapal sendiri, yang satu dengan plied perdagangan budak.  Walaupun dia telah mempunyai beberapa awal agama instruksi dari ibunya, yang telah meninggal ketika dia adalah seorang anak, dia telah lama diberikan atas segala agama convictions.  Namun, pada perjalanan pulang, ketika ia mencoba untuk memimpin kapal melalui kekerasan badai, ia mengalami apa yang ia lihat nanti ke sebagai "besar penyelamatan." Beliau tercatat dalam jurnal yang hilang ketika semua terkesan dan kapal akan benar-benar tenggelam, dia berkata, "Tuhan, rahmat kepada kami." Kemudian ia dalam kabin tercermin pada apa yang dia telah berkata dan mulai percaya bahwa Tuhan telah memanggil dia melalui badai dan rahmat yang telah mulai bekerja untuk dia.

Untuk sisa hidupnya ia mengamati hari jadi 10 Mei 1748 sebagai hari-Nya konversi, hari kehinaan di mana dia akan tunduk kepada kuasa yang lebih tinggi.  "Thro 'banyak bahaya, jaring dan snares, saya sudah datang;' tis rahmat telah bro't saya aman sampai sekarang, dan rahmat akan membawa saya pulang." Dia terus dalam perdagangan budak untuk waktu setelah konversi, namun Ia melihat ke bawah bahwa hamba-hamba-Nya perawatan yang dirawat kemanusiaan.

Dalam 1750 ia menikah dengan Maria Catlett, dengan siapa dia telah cinta selama bertahun-tahun.  By 1755, setelah sakit, ia menyerah pelayaran selamanya.  Selama hari-harinya sebagai seorang pelaut ia mulai belajar sendiri, belajar sendiri bahasa Latin, di antara mata pelajaran lain.  Dari 1755 ke 1760 Newton adalah menteri dari arus di Liverpool, di mana dia datang ke tahu George Whitefield, diaken di Gereja Inggris, evangelistic pengkhotbah, dan pemimpin dari Calvinistic metodis Gereja.  Newton menjadi Whitefield antusias dari murid.  Selama periode ini Newton juga bertemu dan datang ke kagumi John Wesley, pendiri Methodism. Newton's sendiri pendidikan lanjutan, dan ia belajar Yunani dan Ibrani.

 Dia memutuskan untuk menjadi menteri dan diterapkan pada Archbishop of York untuk pentahbisan.  Archbishop yang menolak permintaan itu, tetapi Newton persisted di tujuan, dan ia kemudian diurapi oleh Uskup Lincoln dan diterima di wilayah gereja yang Olney, Buckinghamshire. Newton's gereja menjadi begitu ramai selama layanan yang harus diperbesar. He preached not only in Olney but in other parts of the country. Ia berkhotbah tidak hanya di Olney tetapi di bagian lain negara.  Dalam 1767 William Cowper penyair yang menetap di Olney, dan ia menjadi Newton dan teman-teman.

Cowper membantu Newton dengan layanan keagamaan dan di tur ke tempat-tempat lain. Mereka tidak hanya dilaksanakan secara mingguan gereja tetapi juga mulai serangkaian pertemuan mingguan doa, yang tujuan mereka adalah untuk menulis mazmur baru untuk masing-masing.  Mereka bekerja sama di beberapa edisi Olney Hymns, yang dicapai selama popularitas.  Edisi pertama, yang diterbitkan di 1779, berisi 68 buah dan 280 oleh Cowper oleh Newton.

Di antara kontribusi Newton yang masih dicintai dan dinyanyikan hari ini adalah "Bagaimana Sweet Nama Yesus Suara" dan "Hal-hal yang Engkau Agung Apakah Dituturkan," serta "Amazing Grace"." Composed mungkin antara 1760 dan 1770 di Olney, "Amazing Grace "adalah mungkin salah satu himne ditulis untuk layanan mingguan.  Melalui tahun lainnya penulis ada tambahan terdiri ayat-ayat yang datang mazmur yang dikenal sebagai "Amazing Grace" (sehingga ia tidak berhak dalam Olney Hymns), dan mungkin dari ayat-ayat lainnya hymns Newton telah ditambahkan. Namun, ini adalah enam stanzas yang muncul, dengan variasi ejaan kecil, baik di dalam edisi pertama 1779 dan edisi 1808, yang terdekat tanggal Newton kematian. Ternyata di bawah tulisan Iman's Review dan Harapan, beserta referensi untuk Pertama Tawarikh, bab 17, ayat 16 dan 17 [lihat di bawah ini untuk Alkitab - Graham Pockett].

Amazing Grace, how sweet the sound,
That saved a wretch like me.
I once was lost but now am found,
Was blind, but now I see.

T'was Grace that taught my heart to fear.
And Grace, my fears relieved.
How precious did that Grace appear
The hour I first believed.

Through many dangers, toils and snares
I have already come;
'Tis Grace that brought me safe thus far
and Grace will lead me home.

The Lord has promised good to me.
His word my hope secures.
He will my shield and portion be,
As long as life endures.

Yea, when this flesh and heart shall fail,
And mortal life shall cease,
I shall possess within the veil,
A life of joy and peace.

Yes, when this flesh and heart shall fail,
And mortal life shall cease;
I shall profess, within the vail,
A life of joy and peace.
The following stanza was written by an an anonymous author, often replacing the sixth stanza, or inserted as the fourth.

When we've been there ten thousand years
Bright shining as the sun.
We've no less days to sing God's praise
Than when we've first begun.

Chorus:

Amazing Grace, how sweet the sound,
That saved a wretch like me.
I once was lost but now am found,
Was blind, but now I see.

Asal melody yang tidak diketahui. Paling hymnals atribut ke sebuah awal Amerika kaum melody.  Bill Moyers yang khusus pada "Amazing Grace" berspekulasi bahwa mungkin ada berasal sebagai sejumlah lagu sang budak.

Newton bukan hanya seorang penulis lagu yang produktif, tetapi juga tetap luas jurnal dan menulis banyak surat. Sejarahwan akreditasi jurnal-Nya dan huruf untuk banyak dari apa yang dikenal hari ini tentang abad kedelapanbelas perdagangan budak. Dalam Cardiphonia, atau ucapan yang Heart, rangkaian bersifat kebaktian huruf, ia berpihak dirinya dengan Evangelical kembali, yang mencerminkan sentimen kepada teman John Wesley dan Methodism.

 Dalam 1780 Newton kiri Olney menjadi rektor dari Woolnoth St Maria, St Mary Woolchurch, di London.  Di sana ia menarik jemaat besar dan dipengaruhi banyak, di antaranya William Wilberforce, yang akan menjadi pemimpin dalam kampanye untuk penghapusan perbudakan.  Newton terus berkhotbah sampai tahun kehidupan, meskipun dia buta oleh waktu itu.  Dia meninggal di London 21 Desember 1807.  Infidel dan jangak berpaling menteri di Gereja Inggris, dia aman dalam rahmat iman yang luar biasa akan membawa dia ke rumah. 

Apr 25, 2014

Siapakah Manusia Atlantis Dan Lemuria Peradaban Pra Diluvian?

Misteri peradaban terdahulu masih saja menjadi tanda tanya besar dikalangan sejarawan, bagaimana sebenarnya peradaban kuno terbentuk, dan siapa saja yang pernah menghuni Bumi sebelum adanya manusia modern. Beberapa pakar sejarah dan alkitab terus menggali teka-teki, mereka terus meninjau lebih koheren, hipotesis provokatif dan teori terkait manusia Atlantis dan Lemuria. 

Sejarah peradaban Pra Diluvian (periode sebelum banjir besar Nuh) dan datangnya kejahatan di muka bumi, sejarawan alkitab menafsirkan tulisan suci yang memberi referensi peristiwa penting. Dimana mereka menduga bahwa Sejarah Perjanjian Lama adalah Sejarah Manusia Atlantis dan Lemuria (Comyns Beaumont). Beberapa penulis modern seperti Brinsley La Pour Trench, Barbara Marciniak dan William Bramley, mereka menganut teori lain yang menjelaskan adanya kejahatan dimuka Bumi.

Manusia Atlantis Peradaban Pra Diluvian

Kisah misteri peradaban kuno berhubungan dengan ide yang sama dari kunjungan makhluk asing dan kolonisasi, seperti yang dijelaskan pada artikel terdahulu "Mitologi Bintang Pleiades, Rumah Humanoid" dan "Ras Humanoid, Penyebab Kehancuran Peradaban Kuno". Mereka juga disebut sebagai "Serpent People" atau "Brotherhood Of The Snake",  budaya yang tersisa saat ini mengenalnya dengan sebutan Dewa Ular dan Manusia Ular. 

Meskipun kisah legenda menceritakan ular yang tidak diketahui fisiknya diberbagai benua, tetapi simbol ular sangat berhubungan dengan budaya peradaban kuno, manusia Atlantis dan Lemuria. 
Dan di Bumi akan menjadi monster, generasi manusia komodo, dan juga ular (Apocalyptic Fragment of Clement). Meskipun teks ini menyebutkan keberadaan mereka, tetapi sebenarnya mereka tidak memiliki kemiripan dengan fisik ular. 
Menurut teori yang paling koheren biasanya digambarkan sebagai makhluk moralitas meragukan, tapi memiliki kekuatan mental dan teknis yang besar. Mereka bermarkas di Atlantis, dan gagasan peradaban Atlantis merupakan pusat dari semua legenda yang diangkat didirikan dengan dasar kekurangan fakta dan lebih berangan-angan.

Manusia Atlantis melakukan percobaan genetik yang dimulai pada adat budaya manusia Bumi dengan peralatan yang dibawa dari tempat asing diluar planet Bumi. Maka mereka kemudian membuat 'Sons Of The Serpents' yang memiliki DNA makhluk asing dari garis ayah dan manusia asli Bumi 'Homo Sapiens'. Penciptaan ini menurunkan genetik untuk melayani kebutuhan pencipta mereka yang berada di Taman Edinu atau Eden. Mereka secara sengaja menciptakan spesis baru, Homo Atlantis.

Manusia Atlantis, manusia lemuria

Penghuni peradaban kuno awal di Bumi mungkin Cro Magnon, Engis, Homo Erectus atau Homo Sapiens Neanderthal. Mungkin ada beberapa ras lain tetapi diragukan, apakah manusia modern mampu mengetahui kebenaran tentang leluhur yang pernah hidup lebih dahulu di Bumi? Spesis Neanderthal dan Cro Magnon secara genetik terganggu dan merupakan korban kegagalan hibrida.
'Masters Serpent' keturunan paling sulung akhirnya mulai melawan perbudakan, dimana mereka menggunakan makhluk Hibrida di Atlantis tanpa menanamkan moralitas dan tanpa mengenal spiritual. Ada teks yang bertuliskan bahwa 'Sons of the Serpents' (Homo Atlantis) tidak akan mengakui keunggulan tuan-tuan mereka, karena mereka tidak memiliki kualitas agung. 
Kualitas manusia Atlantis peradaban Pra Diluvian dan kepekaan sedemikian rupa sehingga mereka tidak hanya intelektual, tapi juga merasuki dimensi moral dan spiritual yang kurang dalam jiwa ekstraterrestrial mereka. Manusia Atlantis secara terbuka mulai menolak pencipta mereka, sehingga mengundang pencipta mereka turun ke Bumi dengan membawa pasukan besar.

Manusia Atlantis Pindah Ke Benua Lemuria

Setelah periode waktu yang tidak ditentukan, mayoritas 'Sons of the Serpents' meninggalkan Gardens of Edinu (Atlantis) dan mengosongkan benua Appalachia. Mereka pindah ke pulau Oceania yang kemudian dikenal sebagai peradaban Lemuria, di mana hari ini lebih dikenal sebagai Samudera Pasifik. 

Di benua Lemuria, mereka membangun peradaban yang berkembang pesat dan juga menggunakan ilmu-ilmu yang tinggi. Penemuan budaya leluhur dan filosofi yang akhirnya memperkaya manusia Atlantis dan lemuria, sampai saat ini ajaran ketuhanan diduga berasal dari manusia Atlantis yang hidup di benua Lemuria.

Pada saat ini, legenda dan sebutan Lemuria berasal dari Mu atau Mu - devi yang berarti 'Tanah Leluhur'. 'Mu - Devi' merupakan ibu Dewi Hindu, sementara Shiva adalah rekannya sekaligus 'Ayah' umat manusia. Teks Tamil India (Silappadikaran) menggambarkan benua yang hilang di Pasifik dan Samudera Hindia yang disebut Kumai Nadu atau Kumari Kandam, yang artinya 'Pulau Naga dari ular abadi'.

Benarkah Ruang Waktu Seperti Fluida?

Sebuah pertanyaan telah dijawab fisikawan yang meneliti ruang waktu dengan menciptakan model untuk memecahkan misteri gravitasi dan mekanika kuantum. Benarkah ruang waktu mirip seperti cairan fluida? 

Profesor Stefano Liberati dari Sissa dan Luca Maccione, ilmuwan dari Ludwig-Maximilian University, telah menemukan cara baru menggunakan partikel fisika elementer dan astrofisika energi tinggi untuk menggambarkan efek yang harus diamati jika ruang waktu sebenarnya adalah fluida.

Ruang Waktu fluida

Beberapa model yang dibuat memprediksikan ruang waktu pada skala Planck, 10 hingga 33 cm, skala yang tidak lagi ditemukan terus menerus seperti dalam teori fisika klasik tetapi ditemukan di alam. Seperti cairan fluida yang masuk kedalam kotak dapat terlihat yang terdiri dari atom dan molekul, struktur seperti ini umumnya menyiratkan energi sangat tinggi, sebuah pelanggaran relativitas umum Einstein. 

Ruang Waktu Adalah Super Fluida

Relativitas umum akan berubah menjadi analog hidrodinamika fluida, tentunya menggambarkan perilaku fluida pada tingkat makroskopik. Tapi sebenarnya memberi infromasi tentang atom yang terbentuk. Demikian pula relativitas umum yang mengatakan tentang keberadaan atom yang membentuk ruang waktu, tetapi menggambarkan dinamika ruang waktu seolah-olah benda cair. Ruang waktu menjadi fenomena yang muncul dari konstituen yang lebih mendasar, seperti air yang terbentuk dari molekul H2O.

Mekanika kuantum secara efektif menjelaskan 3 dari 4 gaya dasar alam semesta yaitu, elektromagnetisme, interaksi lemah dan interaksi kuat. Tapi tidak menjelaskan gravitasi yang saat ini hanya bisa tercatat dengan relativitas umum. Meskipun banyak model telah diusulkan, tidak ada yang terbukti memuaskan atau yang lebih penting menggunakan empiris. 

Model mempertimbangkan ruang waktu seperti fluida, dari entitas yang lebih mendasar dan diasumsikan untuk mempelajari efek yang menyiratkan perubahan dalam propagasi foton. Foton berjalan pada kecepatan yang berbeda tergantung pada energi yang dimilikinya, tapi lebih dari itu, jika ruang-waktu seperti cairan fluida maka harus memperhitungkan viskositas dan efek disipatif lainnya yang belum pernah dipertimbangkan secara rinci.
Kedua ilmuwan fisika ini telah membuktikan bahwa viskositas cenderung cepat menghilangkan foton dan partikel lainnya di sepanjang jalur lintasan. Tetapi merka bisa melihat foton bergerak dari benda astrofisika yang terletak jutaan tahun cahaya jauhnya. Jika ruang waktu adalah fluida, maka menurut perhitungan ilmuwan bentuknya adalah super fluida, berarti nilai viskositas sangat rendah atau mendekati nol.
Selain itu, kedua ilmuwan juga memperkirakan efek disipatif lemah lainnya, mungkin bisa terlihat dengan pengamatan astrofisika di masa mendatang. Dengan teknologi astrofisika modern, telah tiba waktunya untuk membawa gravitasi kuantum dari sudut pandang spekulatif ruang waktu untuk mendapatkan yang lebih fenomenologis. 

Herbivora Darat Dari Evolusi Karnivora, 300 Juta Tahun Lalu

Robert Reisz, ahli paleontologi mengatakan, evolusi herbivora merupakan revolusioner bagi kehidupan vertebrata, dimana spesis mampu menggunakan sumber daya yang dihasilkan tumbuhan darat. Herbivora akhirnya menjadi sumber makanan predator darat yang pada saat itu jumlahnya semakin banyak.

Penelitian yang dipimpin ahli paleontologi, Profesor Robert Reisz, asal University of Toronto Mississauga menjelaskan bagaimana karnivora beralih menjadi nenek moyang herbivora untuk pertama kalinya di darat. Penemuan fosil remaja Eocasea Martini berusia 300 juta tahun lalu berukuran panjang kurang dari 20 centimeter. Fosil ditemukan di wilayah Kansas yang terdiri dari tengkorak parsial, sebagian besar kolom vertebral, oanggul dan kaki belakang.

Herbivora Darat Dari Evolusi Karnivora

Dengan membandingkan anatomi tulang hewan terkait, Profesor Reisz dan rekannya menemukan Eocasea Martini merupakan cabang Caseid kelompok Synapsida, meliputi herbivora darat awal (nenek moyang awal) dan predator puncak yang pada akhirnya berkembang menjadi mamalia modern. Eocasea Martini hidup hampir 80 juta tahun sebelum memasuki zaman dinosaurus, merupakan salah satu kerabat tertua mamalia modern dan menutup kesenjangan sekitar 20 juta tahun anggota termuda berikutnya dari keluarga Caseid.

Synapsid Caseid jauh lebih tua daripada jenis sebelumnya yang pernah di dokumentasikan dalam catatan fosil. Eocasea Martini merupakan anggota karnivora paling primitif, mereka memakan serangga dan hewan kecil lainnya. Spesis Eocasea Martini adalah hewan pertama yang memulai proses ekosistem darat dengan pemakan tumbuhan yang mendukung sedikit predator puncak.
Dalam penelitian ini, ilmuwan juga menemukan bahwa kemampuan herbivora dalam mencerna tumbuhan berserat tinggi seperti daun dan tunaas, tidak hanya berada digaris keturunan yang mencakup Eocasea Martini. Tetapi proses yang sama juga terjadi secara independen sekitar lima kali, termasuk dua kali dalam evolusi reptil. Kemampuan memakan tanaman tampaknya telah berubah, beberapa kelompok terus berkembang menjadi sifat herbivora darat.
Lima kelompok mengembangkan kemampuan baru untuk bertahan hidup dari tanaman sekitar hampir 30 juta tahun. Hal ini menunjukkan bahwa strategi memakan herbivora telah berevolusi diantara saudara jauh mamlia, bukan reptil purba dari garis yang memunculkan dinosaurus, burung dan reptil modern.

Adaptasi makanan ini telah menyebabkan pergeseran dramatis dalam ukuran nenek moyang herbivora darat. Ilmuwan memetakan garis evolusi, empat dari lima kelompok tersebut menunjukkan peningkatan luar biasa dalam hal ukuran tubuh selama Periode Permian, akhir Era Paleozoic. Caseids merupakan contoh paling menonjok dalam hal peningkatan ukuran tubuh, anggota tertua dari kelompok Eocasea.

Migrasi Eurasia, Nenek Moyang Asia Dari Afrika 130 Ribu Tahun Lalu

Sebuah tim peneliti yang dipimpin profesor Katerina Harvati dari Universiy of Tubingen menjelaskan bahwa manusia modern secara anatomis menyebar dari Afrika ke Asia dan Eropa dalam beberapa gerakan migrasi. Orang-orang Eurasia merupakan nenek moyang pertama Non-Afrika dimana pada saat itu mereka migrasi melalui rute selatan Semenanjung Arab sejak 130 ribu tahun lalu, menuju Asia Tenggara, Australia dan Pasifik.

Studi ini diterbitkan oleh Profesor katerina Harvati dan tim pendukungnya dari Institute for Archaeological Sciences, University of Tübingen, Senckenberg Center for Human Evolution And Palaeoenvironment, dan beberapa ilmuwan dari lembaga lain, dimana hasil penelitian diterbitkan dalam jurnal PNAS minggu ini.

Migrasi Eurasia, Nenek Moyang Pertama Non-Afrika

Ilmuwan yang tergabung telah menguji skenario penyebaran hipotesis berbeda, dengan adanya pertimbangan geografi rute migrasi potensial, melalui genetik dan perbandingan tengkorak. Mereka menemukan gelombang pertama migrasi yang keluar dari Afrika telah dimulai lebih awal dari perkiraan sejarah sebelumnya. Migrasi Eurasia pertama kali telah terjadi sejak akhir Pleitosen Tengah, migrasi Eurasia kedua dari utara terjadi sekitar 50 ribu tahun lalu.

Hampir semua ilmuwan meyakini bahwa manusia merupakan keturunan nenek moyang yang pernah hidup di Afrika 100 ribu hingga 200 ribu tahun lalu. Studi sebelumnya menyebutkan keragaman genetik dan penurunan phenotypic telah diamati pada manusia untuk menafsirkan penyebaran genetik manusia 50,000 hingga 75,000 tahun lalu. 

Migrasi Eurasia, Nenek Moyang Asia

Tetapi studi genetik, arkeologi dan paleoanthropological Eurasia tidak sesuai dengan penelitian diatas. Para ilmuwan membandingkan tengkorak manusia modern dari berbagai belahan dunia, data genetik netral, dan jarak geografis terkait dengan rute penyebaran berbeda. Setiap skenario penyebaran dikaitkan dengan prediksi geografis dan temporal tertentu, ilmuwan mampu menguji jarak biologis yang diamati diantara kelompok, sebagaimana hal ini terungkap dari data kedua genetik dan tengkorak.

Kelompok pertama Eurasia meninggalkan Afrika terjadi sekitar 130,000 tahun lalu dan mengikuti rute pesisir melewati Semenanjung Arab ke Australia dan Pasifik Barat. Suku Aborigin Australia, Papua (Polinesia) dan Melanesia, relatif terisolasi setelah penyebaran disepanjang jalur selatan.

Ilmuwan masih belum mengetahui secara pasti penyebab migrasi Eurasia dari Afrika, mungkin telah terjadi kekeringan di Afrika Timur antara 135,000 hingga 75,000 tahun lalu yang berdampak pada evolusi manusia. Sementara rute jalur selatan merupakan wilayah yang luas dan masih terus ditelusuri arkeolog dan antropolog, bagaimana ekspansi orang-orang Eurasia di selatan.

Apr 24, 2014

Dari Penganiaya Menjadi Murid

Yang terkemuka di antara para pemimpin Yahudi yang menjadi sangat tenar oleh kemajuan yang menyertai pekabaran Injil adalah Saulus dari Tarsus. Seorang warganegara Roma oleh kelahiran, meskipun demikian Saulus adalah seorang Yahudi oleh keturunan dan telah dididik di Yerusalem oleh yang paling terkenal dari rabi‑rabi. "Disunat pada hari ke delapan, dari bangsa. Israel, dari suku Benyamin," Saulus adalah "orang Ibrani asli, tentang pendirian terhadap hukum Taurat aku orang Farisi, tentang kegiatan aku penganiaya jemaat, tentang kebenaran dalam mentaati hukum Taurat aku tidak bercacat." Filipi 3:5, 6. Ia dianggap oleh rabi‑rabi sebagai seorang muda yang memiliki harapan baik, dan pengharapan yang tinggi yang dihargai tentang dia sebagai seorang pembela yang sanggup dan bersemangat dari iman yang terdahulu. Pengangkatannya kepada keanggotaan dalam rapat Sanhedrin menempatkan dia dalam kedudukan penguasa.

Saulus telah mengambil bagian yang mencolok dalam ujian dan keyakinan Stefanus, dan bukti yang nyata dari kehadiran Allah dengan orang yang mati syahid itu telah memimpin Saulus untuk meragukan kebenaran pekerjaannya melawan pengikut‑pengikut Yesus. Pikirannya sangat kacau. Dalam kebimbangannya ia memohon kepada mereka dalam hikmat dan pertimbangan siapa ia telah meyakini sepenuhnya. Bantahan rabi‑rabi dan penghulu‑penghulu akhirnya meyakinkan kepadanya bahwa Stefanus adalah seorang pengkhianat, bahwa Kristus yang dikhotbahkan oleh murid‑murid yang mati syahid adalah seorang penipu, dan bahwa mereka yang melayani di tempat yang suci harus benar.
Bukannya tanpa ujian yang keras Saulus tiba pada kesimpulan ini. Tetapi pada akhirnya pendidikan dan prasangkanya, kehormatannya untuk guru‑gurunya yang dulu, dan kesombongannya akan kepopuleran menguatkan dia untuk memberontak terhadap suara angan‑angan hati dan anugerah Allah. Dan setelah memutuskan dengan sepenuhnya bahwa imam‑imam dan katib‑katib benar, Saulus menjadi sengit dalam pertentangannya terhadap doktrin yang diajarkan oleh murid‑murid Yesus. Kegiatannya dalam menyebabkan pria dan wanita yang suci ditarik di hadapan pengadilan, di mana beberapa orang dipersalahkan untuk dimasukkan ke dalam penjara dan beberapa orang sampai kepada kematian, hanya karena iman mereka kepada Yesus, membawa kesedihan dan kemurungan kepada sidang yang baru diorganisasi dan menyebabkan banyak orang mencari keselamatan dalam pelarian.
Mereka yang diusir dari Yerusalem oleh penganiayaan ini "menjelajah seluruh negeri itu sambil memberitakan Injil." Kisah 8:4. Dan di antara kota‑kota ke mana mereka pergi termasuk Damsyik, di mana iman yang baru itu memperoleh banyak orang bertobat.

Imam‑imam dan penguasa‑penguasa telah mengharapkan bahwa oleh usaha yang sungguh‑sungguh dan penganiayaan yang keras kemurtadan itu harus ditekan. Sekarang mereka merasa bahwa mereka harus melaksanakan di tempat lain pertimbangan yang telah diambil di Yerusalem terhadap ajaran yang baru. Untuk pekerjaan yang istimewa yang mereka inginkan untuk diperbuat di Damsyik, Saulus menawarkan pelayanannya. "Sementara itu berkobar‑kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid‑murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis‑majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki‑laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem." Ini dilakukannya "dengan kuasa penuh dan tugas dari imam‑imam kepala" (Kisah 26:12), Saulus dari Tarsus, dalam kekuatan dan kesigapan seorang pria, dan didorong oleh semangat yang salah, memulai perjalanan yang mengesankan, kejadian yang aneh yang harus mengubahkan seluruh arus kehidupannya.
Pada hari yang terakhir dari perjalanan, "pada tengah hari bolong" sebagai pengelana‑pengelana yang lelah mendekati Damsyik, mereka datang dalam pandangan penuh ke seberang tanah‑tanah yang subur, kebun‑kebun yang indah, dan kebun buah‑buahan yang subur, diairi dengan aliran yang sejuk dari gunung‑gunung sekelilingnya. Sesudah perjalanan yang panjang pada tanah tandus yang sunyi, pemandangan seperti itu sungguh menyegarkan. Sementara Saulus, dengan teman‑temannya, memandang dengan kekaguman akan tanah datar yang subur dan kota yang indah di bawah, "tiba‑tiba" sebagaimana ia menyatakan sesudah itu, bercahaya "turun dari langit meliputi aku dan teman‑teman seperjalananku" "pada tengah hari bolong aku melihat di tengah jalan itu cahaya yang lebih terang dari pada cahaya matahari" (Kisah 26:13), terlalu mulia untuk mata yang fana menahannya. Dibutakan dan bingung, Saulus jatuh tersungkur ke tanah.

Sementara terang terus bersinar sekeliling mereka, Saulus "mendengar suatu suara yang mengatakan kepadaku dalam bahasa Ibrani: Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku? Sukar bagimu menendang ke galah rangsang." Kisah 26:14.
Dipenuhi dengan ketakutan, dan hampir dibutakan oleh hebatnya terang itu, teman‑teman Saulus mendengar suatu suara, tetapi tidak melihat seorang jua pun. Tetapi Saulus mengerti kata‑kata yang dikatakan, dan kepadanya dinyatakan dengan jelas Seorang yang berbicara Bahkan Anak Allah itu Dalam rupa yang mulia berdiri di hadapannya ia melihat yang Tersalib itu. Ke atas jiwa orang Yahudi yang terpukul itu gambaran wajah Juruselamat ditanamkan selama-lamanya. Perkataan yang diucapkan menusuk lubuk hatinya dengan tenaga yang dahsyat. Ke dalam ruang pikirannya yang gelap di sanalah tercurah suatu banjir terang, menyatakan sifat tidak tahu dan kesalahan kehidupannya yang dulu dan keperluannya yang sekarang tentang terang Roh Kudus.

Saulus sekarang melihat bahwa dalam menganiaya pengikut‑pengikut Yesus ia sebenarnya telah berbuat pekerjaan Setan. Ia melihat bahwa keyakinannya akan kebenaran dan akan kewajibannya sendiri telah didasarkan sebagian besar atas kepercayaannya yang penuh pada imam‑imam dan penguasa‑penguasa. Ia telah mempercayai mereka bila mereka menceritakan kepadanya bahwa cerita kebangkitan adalah karangan yang dibuat‑buat dari murid‑murid. Sekarang ternyata Yesus Sendiri yang berdiri, Saulus yakin akan kebenaran tuntutan yang diadakan oleh murid‑murid itu.

Pada saat terang surga itu, pikiran Saulus bertindak dengan cepat sekali. Catatan nubuatan tentang Kitab Suci terbuka dalam pengertiannya. Ia melihat bahwa penolakan akan Tuhan Yesus oleh orang‑orang Yahudi, penyaliban‑Nya, kebangkitan dan kenaikan‑Nya, telah dinubuatkan oleh nabi‑nabi dan membuktikan Dia sebagai Mesias yang dijanjikan. Khotbah Stefanus pada waktu ia mati syahid dibawa dengan kuasa kepada pikiran Saulus dan ia menyadari bahwa mati syahid telah dengan sungguh‑sungguh memandang "Kemuliaan Allah" waktu ia mengatakan, "Sungguh, aku melihat langit terbuka dan Anak Manusia berdiri di sebelah kanan Allah." Kisah 7:55, 56. Imam‑imam telah mengumumkan perkataan ini sebagai hujat, tetapi Saulus sekarang mengetahui kata‑kata itu menjadi kebenaran.

Alangkah besarnya kenyataan segala perkara ini kepada penganiaya itu. Sekarang Saulus mengetahui dengan pasti bahwa Mesias yang dinubuatkan telah datang ke atas dunia ini sebagai Yesus dari Nazaret dan bahwa Ia yang telah ditolak dan disalibkan oleh mereka untuk siapa Ia datang untuk menyelamatkan. Ia mengetahui bahwa Juruselamat telah bangkit dalam kemenangan dari kubur dan telah naik ke surga. Pada saat terbuka rahasia Ilahi Saulus teringat dengan ketakutan tentang Stefanus, yang telah menyaksikan Juruselamat yang sudah tersalib dan bangkit itu, telah dikorbankan oleh persetujuannya, dan dengan perantaraannya, banyak pengikut Yesus yang lain telah menemui kematian dengan penganiayaan yang bengis.
Juruselamat telah berbicara kepada Saulus melalui Stefanus, yang pertimbangannya jelas tidak dapat dibantah. Orang Yahudi yang terdidik itu telah melihat wajah orang yang mati syahid itu membiaskan terang kemuliaan Kristus yang kelihatan seakan "sama seperti muka seorang malaikat." Kisah 6:15. Ia telah menyaksikan kesabaran Stefanus terhadap musuhnya dan keampunannya untuk mereka. Ia telah menyaksikan juga ketabahan dan kesabaran karena orang banyak yang olehnya ia disiksa dan menderita. Ia telah melihat beberapa orang yang menyerahkan hidup mereka dengan kesukaan demi kepentingan iman mereka.

Semua perkara ini mengiang jelas kepada Saulus dan kadang‑kadang mendorong pikirannya dalam keyakinan yang sangat besar bahwa Yesus adalah Mesias yang telah dijanjikan itu. Pada waktu seperti itu ia telah bergumul sepanjang malam terhadap keyakinan ini dan selalu mengakhiri persoalan itu dengan mengakui kepercayaannya bahwa Yesus bukanlah Mesias dan bahwa pengikut‑pengikut‑Nya adalah orang fanatik yang tersesat.

Sekarang Kristus telah berbicara kepada Saulus dengan suara‑Nya sendiri, mengatakan, "Saulus, Saulus, mengapa engkau menganiaya Aku." Dan pertanyaan, "Siapakah Engkau, Tuhan?" telah dijawab dengan suara yang sama, "Akulah Yesus yang kau aniaya itu." Kristus telah memperkenalkan diri‑Nya sendiri kepada umat‑Nya. Dalam menganiaya pengikut Yesus, Saulus secara langsung telah melanggar terhadap Tuhan di surga. Dengan menuduh bersalah dan memberi kesaksian yang memberatkan terhadap mereka, ia juga telah menuduh bersalah dan memberikan kesaksian yang memberatkan terhadap Juruselamat dunia.

Ketidakraguan memasuki pikiran Saulus bahwa Seorang yang berbicara kepadanya adalah Yesus dari Nazaret, Mesias yang sudah lama ditunggu‑tunggu itu, Penghibur dan Penebus Israel. Dengan "Gemetar dan keheranan" ia bertanya "Tuhan, apakah yang Engkau kehendaki kuperbuat?" Lalu Tuhan berkata kepadanya, Bangkitlah dan pergilah ke dalam kota, di sana akan dikatakan kepadamu, apa yang harus kau perbuat. "
Ketika kemuliaan telah diangkat, Saulus bangkit dari tanah, ia mendapatkan bahwa penglihatannya telah dicabut daripadanya. Terang kemuliaan Kristus sangatlah hebat untuk mata yang fana; dan bila hal itu akan dilenyapkan, kekelaman malam akan menenangkan penglihatannya. Ia percaya bahwa kebutaan ini adalah hukuman Allah karena penganiayaan yang kejam terhadap pengikut Yesus. Dalam kegelapan yang hebat ia meraba‑raba, dan teman‑temannya, karena ketakutan dan keheranan, "mereka harus menuntun dia masuk ke Damsyik."

Pada hari yang bersejarah itu, Saulus telah mendekati Damsyik dengan perasaan‑perasaan puas sendiri sebab keyakinan yang telah ditempatkan oleh imam‑imam kepala. Kepadanya telah dipercayakan tanggung jawab yang mulia. Seterusnya ia telah diangkat untuk melanjutkan minat agama Yahudi oleh memeriksa kalau mungkin, menghentikan iman baru di Damsyik. Ia telah menentukan bahwa tugasnya harus dimahkotai dengan kemajuan dan telah melihat dengan penuh pengharapan kepada pengalaman yang diharapkannya ada di hadapannya.
Tetapi berbedakah pengharapannya ketika masuk ke dalam kota? Ditimpa dengan kebutaan, tidak berpengharapan, disiksa dengan penyesalan, tidak mengetahui pehukuman selanjutnya yang akan berlaku baginya, ia mencari rumah murid Yudas, di mana dalam kesunyian, ia mempunyai kesempatan yang cukup untuk berbalik dan berdoa.
Selama tiga hari Saulus "tidak dapat melihat dan tiga hari lamanya ia tidak makan dan minum." Hari‑hari kesedihan jiwa ini baginya adalah bagaikan bertahun‑tahun. Berkali‑kali ia teringat, dengan kesedihan jiwa, peran yang dibawanya di dalam kematian Stefanus. Dengan kengerian ia memikirkan kesalahannya dalam membiarkan diri sendiri dikendalikan oleh kebencian dan prasangka dari imam‑imam dan penguasa‑penguasa, meskipun saat itu wajah Stefanus diterangi oleh cahaya surga. Dalam kesusahan dan roh yang hancur ia menghitung berulang kali ia telah menutup mata dan telinganya terhadap bukti‑bukti yang sangat mencolok dan telah mendesak dengan tidak menaruh belas kasihan terhadap penganiayaan orang‑orang yang percaya kepada Yesus orang Nazaret.

Hari‑hari penyelidikan diri yang saksama ini dan kerendahan hati telah digunakan di tempat yang sunyi. Orang‑orang percaya, yang telah diberikan amaran tentang maksud Saulus datang ke Damsyik, takut bahwa ia dapat melakukan suatu tindakan dengan maksud agar ia lebih sedia untuk menipu mereka; dan mereka menjauhkan diri menolak dia dari rasa simpati mereka. Ia tidak mempunyai kerinduan untuk berseru kepada orang‑orang Yahudi yang tidak bertobat, dengan siapa ia telah merencanakan untuk bersatu dalam menganiaya orang‑orang percaya; karena ia mengetahui bahwa mereka tidak mendengar akan ceritanya. Demikianlah tampaknya ia diputuskan dari segala simpati manusia. Pengharapan satu‑satunya akan pertolongan ialah dalam Allah yang Mahamurah, dan kepada‑Nya ia berseru dalam kehancuran hati.

Selama jam‑jam yang panjang bila Saulus terkurung dengan Allah sendirian, ia teringat akan banyak kutipan dari Kitab Suci yang menunjuk kepada kedatangan Kristus yang pertama kalinya. Dengan teliti ia mengikuti nubuatan, dengan suatu ingatan yang dipertajam dengan keyakinan yang telah menguasai pikirannya. Sementara ia membiaskan maksud nubuatan‑nubuatan ini ia heran melihat kebutaan pengertiannya yang dulu itu dan pada kebutaan orang‑orang Yahudi pada umumnya, yang telah memimpin kepada penolakan akan Yesus sebagai Mesias yang dijanjikan. Kepada penglihatannya yang telah diterangi semuanya tampak jelas sekarang. Ia mengetahui bahwa prasangka dan kurang percayanya yang dulu telah mengelabui pengertian rohaninya dan telah menghalangi dia dari melihat nubuatan dalam Yesus orang Nazaret Mesias itu.

Sementara Saulus menyerahkan diri sepenuhnya kepada kuasa Roh Kudus yang meyakinkan, ia melihat kesalahan dari kehidupannya dan mengenal tuntutan‑tuntutan yang luas dari hukum Allah. Ia yang menjadi orang Farisi yang sombong, yakin akan pembenaran oleh perbuatannya yang baik, sekarang tunduk di hadapan Allah dengan kerendahan dan kesederhanaan seorang anak kecil, mengaku ketidaklayakannya sendiri dan memohon jasa Juruselamat yang telah tersalib dan bangkit itu. Saulus rindu untuk datang, ke dalam keselarasan sepenuhnya dan persatuan dengan Bapa dan Anak; dan di dalam kehebatan kerinduannya untuk keampunan dan penerimaan ia mempersembahkan permohonan yang sungguh‑sungguh kepada takhta anugerah.

Doa‑doa orang Farisi yang hendak bertobat itu tidaklah sia‑sia. Pikiran dan emosi hatinya yang paling dalam diubahkan oleh anugerah Ilahi; dan kecakapannya yang lebih mulia diselaraskan dengan maksud Allah yang kekal. Kristus dan kebenaran‑Nya menjadi kepada Saulus lebih daripada segenap dunia.
Pertobatan Saulus adalah bukti yang mencolok tentang kuasa yang ajaib dari Roh Kudus untuk meyakinkan manusia dari dosa. Ia sudah percaya dengan sungguh‑sungguh bahwa Yesus dari Nazaret telah meniadakan hukum Allah dan bahwa Ia telah mengajar kepada murid‑murid‑Nya bahwa hal itu tidak lagi berpengaruh. Tetapi sesudah pertobatannya, Saulus mengakui Yesus sebagai seorang yang telah datang ke dalam dunia ini dengan maksud yang jelas untuk mempertahankan hukum Bapa-Nya. Ia diyakinkan bahwa Yesus adalah asal mula dari seluruh sistem pengorbanan Yahudi. Ia melihat bahwa jenis pengorbanan itu telah diganti dengan jenis yang tidak mengadakan korban yaitu Yesus telah memenuhi nubuatan Perjanjian Lama mengenai Penebus bangsa Israel.

Dalam catatan mengenai pertobatan Saulus prinsip penting diberikan kepada kita, yang harus selalu kita ingat. Saulus dibawa langsung ke hadirat Kristus. Ia adalah seorang yang dimaksudkan oleh Kristus untuk pekerjaan yang paling penting, seorang yang harus dipilih sebagai "bejana pilihan" bagi-Nya; tetapi Tuhan tidak dengan segera mengatakan kepadanya tentang pekerjaan yang telah ditentukan baginya. Ia menghentikan dia pada jalannya dan menyadarkan dia akan dosa; tetapi bila Saulus bertanya, Apakah yang akan saya perbuat? Juruselamat menaruh orang Yahudi yang sedang bertanya‑tanya sehubungan dengan sidang‑Nya, di sanalah ia memperoleh pengetahuan tentang kemauan Allah mengenai dia.
Terang yang ajaib yang menerangi kegelapan Saulus adalah pekerjaan Tuhan; tetapi ada juga suatu pekerjaan yang harus dilakukan baginya oleh murid‑murid. Kristus telah melakukan pekerjaan nyata dan meyakinkan; dan sekarang yang bertobat berada dalam keadaan untuk mempelajari dari mereka yang telah ditentukan Allah untuk mengajar kebenaran‑Nya.
Sementara Saulus dalam kesunyian meneruskan doa dan permohonan di rumah Yudas, Tuhan kelihatan dalam penglihatan "di Damsyik kepada seorang murid Tuhan bernama Ananias" menceritakan kepadanya bahwa Saulus dari Tarsus sedang berdoa dan perlu pertolongan. "Mari, pergilah ke jalan yang bernama jalan Lurus," pesuruh surga berkata, "dan carilah di rumah Yudas seorang dari Tarsus yang bernama Saulus. Ia sekarang berdoa, dan dalam suatu penglihatan ia melihat, bahwa seorang yang bernama Ananias masuk ke dalam dan menumpangkan tangannya ke atasnya, supaya ia dapat melihat lagi."

Ananias hampir tidak dapat menghargai perkataan malaikat; karena laporan mengenai penganiayaan yang pahit Saulus terhadap orang‑orang suci di Yerusalem telah tersebar jauh dan luas. Ia mengira untuk bertukar pikiran, "Tuhan, dari banyak orang telah kudengar tentang orang itu, betapa banyaknya kejahatan yang dilakukannya terhadap orang‑orang kudus‑Mu di Yerusalem. Dan ia datang ke mari dengan kuasa penuh dari imam‑imam kepala untuk menangkap semua orang yang memanggil nama‑Mu." Tetapi perintah itu tegas: "Pergilah sebab orang ini adalah alat pilihan bagi‑Ku untuk memberitakan nama‑Ku kepada bangsa‑bangsa lain serta raja‑raja dan orang‑orang Israel."
Patuh kepada petunjuk malaikat, Ananias mencari orang yang baru saja mengeluarkan ancaman terhadap semua orang yang percaya kepada nama Yesus; dan meletakkan tangannya pada penderita yang menyesal, ia berkata, "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus yang telah menampakkan diri kepadamu di jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus.

"Dan seketika itu juga seolah‑olah selaput gugur daripada matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis."
Kemudian Yesus memberikan persetujuan kepada kekuasaan sidang‑Nya yang dibentuk dan menempatkan Saulus sehubungan dengan perantara yang telah ditentukan‑Nya di dunia ini. Kristus sekarang mempunyai sidang sebagai wakil‑Nya di atas dunia ini, dan kepadanya termasuk pekerjaan untuk mengalihkan perhatian orang berdosa kepada jalan kehidupan. Banyak yang mempunyai buah pikiran bahwa mereka bertanggung jawab kepada Kristus saja untuk terang dan pengalaman mereka, tidak bergantung kepada pengikut‑pengikut‑Nya di dunia. Yesus adalah sahabat orang‑orang berdosa, dan hati‑Nya terjamah dengan kesengsaraan mereka. Ia mempunyai segala kuasa, baik di surga maupun di dunia ini; tetapi Ia menghargai alat yang telah ditentukan‑Nya untuk penerangan dan keselamatan manusia. Ia memimpin orang berdosa kepada sidang, yang telah dijadikan‑Nya saluran terang kepada dunia ini.

Bila di tengah kebutaan kesalahan dan prasangkanya Saulus telah diberi kenyataan tentang Kristus yang telah dianiayanya, ia ditempatkan dalam hubungan yang langsung dengan sidang, yang menjadi terang dunia. Dalam hal ini Ananias mewakili Kristus, dan juga mewakili pendeta‑pendeta Kristus di dunia ini, yang ditunjuk untuk bertindak sebagai pengganti‑Nya. Dalam tempat Kristus Ananias menjamah mata Saulus, supaya ia dapat menerima terang. Dalam tempat Kristus ia menempatkan tangannya kepadanya, dan sementara ia berdoa dalam nama Kristus, Saulus menerima Roh Kudus. Semuanya dilakukan dalam nama dan dengan kuasa Kristus. Kristus ialah mata air; sidang itulah menjadi saluran komunikasi. 

Apr 22, 2014

Sejarah Kristen

Sejarah Kristen pada dasarnya adala sejarah peradaban Barat. Kristen memiliki pengaruh yang luas dalam masyarakat umum – kesenian, bahasa, politik, hukum, kehidupan keluarga, penanggalan, musik, dan cara berpikir kita semua ini telah diwarnai oleh pengaruh Kristen hampir 2000 tahun lamanya. Karena itu kisah tentang Gereja adalah sesuatu yang penting untuk diketahui.

Sejarah Kristen – Permulaan Gereja

Gereja dimulai 40 hari sesudah kebangkitan Yesus (sekitar 30 A.D.) Yesus sudah berjanji bahwa Dia akan mendirikan gerejaNya (Matius 16:18), dan dengan datangnya Roh Kudus pada hari Pentakosta (Kisah 2:1-4), Gereja ("kumpulan yang dipanggil keluar") secara resmi dimulai. Tiga ribu orang menerima khotbah Petrus pada hari itu dan memilih untuk mengikuti Kristus.

Petobat-petobat pertama kepada Kristen adalah orang-orang Yahudi atau peganut-penganut Yudaisme, dan gereja berpusat di Yerusalem. Karena itu Kristen pada mulanya dipandang sebagai sekte Yahudi, sama seperti orang-orang Farisi, Saduki, atau Essenes. Namun demikian, apa yang dikhotbahkan para Rasul berbeda secara radikal dari apa yang diajarkan oleh kelompok-kelompok Yahudi lainnya. Yesus adalah Mesias orang Yahudi (Raja yang Diurapi) yang datang untuk menggenapi Hukum Taurat (Matius 5:17) dan mendirikan Perjanjian Baru yang berdasarkan pada kematianNya (Markus 14:24). Berita ini, dan tuduhan bahwa mereka telah membunuh Mesias mereka sendiri, membuat banyak pemuka Yahudi menjadi marah, dan beberapa orang, seperti Saul dari Tarsus, mengambil tindakan untuk memusnahkan "Jalan" itu (Kisah 9:1-2).

Adalah amat tepat untuk mengatakan bahwa Kristen berakar pada Yudaisme. Perjanjian Lama meletakkan landasan bagi Perjanjian Baru dan tidak mungkin untuk memahami Kristen secara penuh tanpa pengetahuan akan Perjanjian Lama (lihat kitab Matius dan Ibrani). Perjanjian Lama menjelaskan kebutuhan akan seorang Mesias, mengandung sejarah umat kepunyaan Mesias, dan menubuatkan kedatangan Mesias. Perjanjian Baru adalah mengenai datangnya Mesias dan karyaNya untuk menyelamatkan kita dari dosa. Dalam hidupNya, Yesus menggenapi lebih dari 300 nubuat yang terinci, membuktikan bahwa Dialah yang dinanti-nantikan oleh Perjanjian Lama.

Sejarah Kristen – Pertumbuhan Gereja Mula-Mula

Tidak lama setelah Pentakosta, pintu gereja terbuka kepada orang-orang bukan Yahudi. Rasul Filipus berkhotbah kepada orang-orang Samaria (Kisah 8:5), dan banyak dari mereka yang percaya kepada Kristus. Rasul Petrus berkhotbah kepada rumah tangga Kornelius yang bukanlah orang Yahudi (Kisah 10) dan mereka juga menerima Roh Kudus. Rasul Paulus (mantan penganiaya gereja0 memberitakan Injil di seluruh dunia Greko-Romawi, sampai ke Roma sendiri (Kisah 28:16) dan bahkan mungkin sampai ke Spanyol.

Pada tahun 70, tahun di mana Yerusalem dihancurkan, kitab-kitab Perjanjian Baru telah lengkap dan beredar di antara gereja-gereja. Untuk 240 tahun berikutnya, orang-orang Kristen dianiaya oleh Roma, kadang secara acak, kadang atas perintah pemerintah.

Pada abad kedua dan ketiga, kepemimpinan gereja mejadi makin hirakhis seiring dengan peningkatan jumlah. Beberapa ajaran sesat diungkapkan dan ditolak pada zaman ini, dan kanon Perjanjian Baru disepakati. Penganiayaan terus meningkat.

Sejarah Kristen – Bangkitnya Gereja Roma

Kemudian pada tahun 312 A.D. Kaisar Roma, Konstantin mengaku mendapatkan pengalaman pertobatan. Sekitar 70 tahun kemudian, pada masa pemerintahan Theodosius, Kristen menjadi agama resmi dari kekaisaran Romawi. Para Bishop diberi tempat terhormat dalam pemerintahan, dan pada tahun 400 A.D. istilah Romawi dan Kristen pada dasarnya sama.

Setelah Konstantin, orang-orang Kristen tidak lagi dianiaya. Pada waktu itu, orang-orang tidak percaya yang mengalami penganiayaan, kecuali kalau mereka "bertobat" kepada Kristen. Pertobatan yang dipaksa semacam ini mengakibatkan banyak orang yang bergereja tanpa mengalami perubahan hati yang sejati. Orang-orang ini membawa berhala-berhala mereka dan kebiasaan-kebiasaan mereka, dan gereja berubah: ikon-ikon, desain arsitektur yang ruwet, perjalanan ziarah, dan pemujaan orang-orang suci ditambahkan kepada ibadah gereja mula-mula yang sederhana. Kira-kira pada saat yang hampir sama, beberapa orang Kristen meninggalkan Roma dan memilih untuk tinggal secara terpencil sebagai biarawan, dan baptisan bayi diperkenalkan sebagai cara untuk menyucikan dosa asal.

Dalam abad-abad berikutnya, berbagai konsili gereja dilakukan untuk menentukan doktrin resmi gereja, untuk mengecam perlakuan salah terhadap para pelayan Tuhan, dan untuk mendamaikan pihak-pihak yang bertikai. Dengan makin melemahkan Kekaisaran Roma, gereja menjadi makin berkuasa dan makin banyak pertentangan antara gereja-gereja di Barat dan Timur. Gereja Barat (Latin), berpusat di Roma, mengklaim otoritas kerasulan terhadap semua gereja. Bishop Roma bahkan mulai menyebut diri "Paus" (Bapa). Hal ini tidak dapat diterima dengan baik oleh Gereja Timur (Gerika) yang berpusat di Konstantinopel. Perbedaan teologis, politis, prosedural dan bahasa mengakibatkan Perpecahan Besar pada 1054 di mana Gereja Katolik (Universal) Roma dan Gereja Ortodoks Timur saling mengucilkan satu dengan yang lainnya dan memutuskan hubungan.

Sejarah Kristen – Abad Pertengahan

Selama Abad Pertengahan di Eropah, Gereja Katolik Roma terus memegang kekuasaan, dengan Paus sebagai pemegang kekuasaan atas semua jenjang kehidupan dan hidup seperti raja. Korupsi dan ketamakan dalam kepemimpinan gereja adalah hal yang umum. Dari tahun 1095 sampai 1204 para Paus mendukung serangkaian perang salib yang berdarah dan mahal dalam usaha untuk mengusir kaum kaum Muslimin dan membebaskan Yerusalem.

Sejarah Kristen - Reformasi

Selama bertahun-tahun berbagai individu telah berusaha menyoroti penyalahgunaan teologis, politis, dan hak asasi manusia yang dilakukan oleh Gereja Roma. Semua dibungkamkan dengan satu atau lain cara. Namun pada tahun 1517, seorang biarawan Jerman bernama Martin Luther mengambil sikap melawan Gereja, dan semua orang mendengarnya. Dengan Luther hadirlah Reformasi Prostestan, dan Abad Pertengahan berakhir.

Para Reformator, termasuk Luther, Calvin, and Zwingli, berbeda dalam banyak detil teologia, namun mereka konsisten dalam penekanan mereka akan Alkitab sebagai otoritas tertinggi yang melampaui tradisi gereja dan fakta bahwa orang-orang berdosa diselamatkan oleh anugrah melalui iman semata, bukan karena pekerjaan (Efesus 2:8-9).

Sekalipun Katolisisme muncul kembali di Eropah, dan serangkai peperangan antara Protestan dan Katolik terjadi, Reformasi berhasil meruntuhkan kekuasaan Gereja KaIolik Roma dan membantu membuka pntu kepada abad modern.

Sejarah Kristen – Abad Misi

Pada tahun 1790 sampai 1900 gereja memperlihatan minat yang luar biasa pada pekerjaan misi. Kolonisasi telah mebuka mata pada pentingnya misi dan industrialisasi menyediakan orang dengan kekuatan dana untuk mendanai para misionari. Para misionari pergi ke seluruh dunia memberitakan Injil dan gereja berdiri di mana-mana.

Sejarah Kristen – Gereja Modern

Saat ini Gereja Katolik Roma dan Gereja Ortodoks Timur telah mengambil langkah-langkah untuk memperbaiki hubungan mereka yang rusak, sebagaimana dilakukan pula oleh Katolik dan Lutheran. Gereja injili berdiri sendiri dan berakar kuat dalam teologia Reformed. Gereja juga menyaksikan bangkitnya Pentakostalisme, gerakan Karismatik, oikumenisme dan berbagai ajaran sesat.

Sejarah Kristen – Apa Yang Kita Pelajari Dari Sejarah Kita

Kalaupun kita hanya belajar satu hal dari sejarah Gereja, kita perlu mengenali pentingnya "Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya (Kolose 3:16). Setiap kita bertanggung jawab untuk mengetahui apa kata Alkitab dan untuk hidup menaatinya. Ketika gereja melupakan apa yang diajarkan Alkitab dan mengabaikan pengajaran Yesus, kekacauan merajalela.

Saat ini ada banyak gereja, namun hanya satu injil. Itu adalah "mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus." (Yudas 3). Mari kita dengan hati-hati mempertahankan iman itu dan meneruskannya tanpa mengubahnya. Dan kiranya Tuhan terus memenuhi janjiNya untuk membangun gerejaNya.

Konstantin Agung - Kaisar Romawi I Pemeluk Katolik

Pada abad ke-3, kaisar pertama Diocletianus mengundurkan diri dari takhtanya. Ia adalah satu-satunya kaisar yang mau mengun-durkan diri. Muncul seorang ternama, seorang Caesar bernama Konstantinus Agung, ("Constantinus de Groot", "Constantin the Great"). Caesar ini akan berperang melawan saingannya yang bernama Caesar Maxentius. Pihak Constantinus sudah tahu, bahwa Maxentius akan menang karena pasukannya jauh lebih banyak, lebih kuat, dan lebih terlatih, demikian menurut buku orang kudus berbahasa Inggris terbitan Windham Ioan, Story Library of the Saints, Garwin Press Ltd., London, The Catholic Press Chicaco. C. Pertempuran ini terkenal dengan nama Battle of the Milvian Bridge.

Waktu semua pasukan sudah siap untuk mulai berperang, Konstantinus Agung memerintahkan pasukan-nya untuk berlutut dan berdoa supaya mempero-leh kemenangan. Konstantinus Agung lalu berpikir, "Lho berdoa kepada siapa?" Orang Romawi tidak percaya kepada Tuhan. Mereka tidak mempunyai agama. Konstantinus Agung bertmding dengan perwira-perwiranya dan akhirnya mereka mengusulkan, "Bagaimana kalau kita berdoa kepada Tuhannya orang-orang Kristen? Kita minta pertolongan." Semuanya setuju, dan Konstantin Agung meme-rintahkan pasukannya berlutut. Konstantinus Agung memimpin doanya seperti ini!

Tuhan orang-orang Kristen, kami mohon jika Engkau betul-betul Tuhan, maukah Engkau buktikan kepada kami, suruhlah kami menang!

Begitu selesai berdoa, terjadilah mukjizat. Pada saat itu juga muncul di langit yang biru salib besar dari api dan di bawahnya tertulis Hoc Signo Vince. Dalam bahasa Ibrani Touto nika, artinya Dengan tanda ini capailah kemenangan.

Semua pasukan melihat tanda itu di langit sambil tercengang penuh heran. Kalau dalam buku orang-orang kudus berbahasa Indonesia: Konstantinus Agung mendapat mimpi dan melihat tanda salib itu.

Chi RhoSegera Konstantinus Agung memerintahkan pasukannya agar monogram Kristen, lambang orang Kristen Chi Rho dua huruf pertama Kristen (bahasa Yunani) dan tanda-tanda salib menghiasi bendera-bendera panji-panji prajurit. Lalu mereka menyerbu lawannya untuk berperang dan pada akhirnya Konstantinus Agung mencapai kemenangan yang luar biasa. Konstantinus Agung lalu menjadi Kaisar. Konstantinus Agung memerintahkan supaya di setiap lapangan terbuka dipasang tanda salib. Sejak itu mereka percaya bahwa simbol kemenang-an adalah salib. Mereka memasang salib di atas pintu-pintu gerbang. Setelah Konstantinus Agung pulang ia menceritakan peristiwa tanda salib itu kepada ibunya yang bernama Helena. Konstantinus Agung dan Ibunya kemudian menjadi Kristen Katolik. Konstantinus Agung bertobat bukan karena pengaruh seseorang, tetapi dia bertobat karena melihat keajaiban tanda salib di langit dan juga karena doanya dikabulkan Tuhan Allah. Bandingkan dengan peristiwa Saulus bertobat dan menjadi buta dahulu, lalu baru bertobat dan berganti nama menjadi Paulus, sang penginjil besar!

Konstantin Agung adalah Kaisar pertama yang beragama Katolik Roma (Rooms Katolik). Setelah beberapa tahun berlalu Konstantinus Agung mulai mengubah kekaisarannya dari kafir menjadi kekaisaran Katolik. Kekaisarannya menerima berkat ilahi secara langsung di bawah perlindungan salib.

Orang-orang Kristen yang dipenjara dibebaskan oleh Kaisar Konstantinus Agung. Karena dia tahu persis, mereka ditangkap dulu oleh kekaisaran sebelum-nya, yang dianggap tidak pada tempatnya dan tidak wajar, karena para kaisar mau membunuh semua orang-orang Kristen yang tidak mau menyembah mereka, yang sama sekali tidak mempunyai agama. Yang disembah mereka antara lain adalah Venus.

Konstantinus Agung membantu mendirikan Gereja-Gereja. Uskup-uskup dijadikan pembantu-pembantunya, antara lain menjadi pejabat-pejabat pemerintahan dan juga mereka dibebaskan dari membayar pajak. Kristen Katolik menjadi agama resmi negara Romawi. Kemudian tanda salib muncul pada uang logam Romawi. Ini semua pasti campur tangan Tuhan sehingga Konstantinus Agung memulai yang pertama di Roma memeluk agama Roma Katolik, dan ini menjadi cikal bakal kota Vatikan di wilayah Roma.

Apr 21, 2014

Zionis Israel

 Dalam suatu taklim bersama Allahuyarham Ustadz Rahmat Abdullah awal medio 1990-an di pinggiran Jakarta, dengan suara perlahan namun intonasi yang tegas, beliau berkata, "Hindarilah penggunaan istilah 'Timur Tengah' dalam tulisan dan keseharian. Pakailah istilah 'Dunia Arab'. Kedua istilah ini mengandung ideologi yang amat berbeda."
"Istilah Timur Tengah yang banyak dipakai media massa negeri ini untuk menyebut Jazirah Arab," ujarnya, "...sesungguhnya secara implisit memasukkan dan mengakui adanya 'Zionis-Israel' sebagai kaum yang memiliki hak hidup di Arab. Secara ideologis kita turut mengamini adanya penjajahan mereka terhadap bangsa Palestina. Padahal secara akidah Islam, hal ini tentu tidak bisa dibenarkan. Sebab itu, kita seharusnya mengembalikan istilah asli wilayah ini dengan sebutan 'Jazirah Arab' atau 'Dunia Arab'. Dengan digunakannya istilah asli ini, maka keberadaan Zionis di Palestina menjadi haram, ilegal. Ini adalah sikap ideologis yang benar yang harus dimiliki setiap aktivis dakwah."
Di lain waktu dan tempat, dalam taklim bersama Ustadz Abu Ridho, beliau juga menyinggung hal yang lebih kurang sama. Beliau antara lian berkata jika di dalam keseharian, kita seharusnya menggunakan istilah 'Zionis-Israel'. Baik dalam tulisan maupun perkataan. Ini untuk mempertegas sikap pembelaan kita terhadap bangsa Palestina dan membuka mata dunia jika Israel yang sekarang ini adalah Israel yang sangat rasis dan harus dilawan.
Pemaparan Ustadz Rahmat Abdullah dan Ustadz Abu Ridho yang jelas dan tegas seperti di atas terngiang kembali manakala suara organisasi massa Islam, dan juga partai politik yang memanfaatkan label Islam, terpecah menyikapi rencana perayaan HUT Zionis Israel ke-63 di Jakarta, 14 Mei 2011.
Front Pembela Islam (FPI) secara tegas mengecam dan menolak rencana ini. Bahkan FPI telah bertekad untuk melakukan aksi sweeping rencana yang bertentangan dengan pembukaan UUD 1945 ini.

Hal serupa dikemukakan mantan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdatul Ulama (PBNU), KH. Hasyim Muzadi yang mengatakan sebaiknya kelompok Yahudi Indonesia membatalkan rencana itu. "Lebih baik tidak ada, daripada membuat kontroversi. Bukannya saya keras itu tidak boleh, tapi kontroversi itu (akan) membuat repot pemerintah," ujar Hasyim Muzadi di Jakarta (11/5). Namun jika mereka ngotot, Hasyim mengatakan dia tidak bisa mencegah dan pihak penyelenggara harus menerima resikonya sendiri. "...kan dia sudah tahu itu kontroversi, makanya ada risikonya membuat itu."

Berbeda dengan FPI dan KH. Hasyim Muzadi, Gerakan Pemuda Islam (GPI), seperti yang dikatakan Sekretaris Jenderal GPI Tubagus Muhammad Solehudin, malah menyatakan rencana peringatan HUT Zionis Israel di Jakarta itu tidak perlu dipermasalahkan. "Kalau diperbolehkan oleh pemerintah silakan, asalkan tidak mengganggu ketertiban umum, tidak masalah," ujar Tubagus Muhammad Solehudin, di Markas GPI Menteng, Jakarta Pusat.
Menurut Soleh, keberadaan orang Yahudi di Indonesia terus berkembang, dan tidak bisa dirahasiakan lagi. "Sebagian masyarakat di Jakarta sudah mengetahui orang Yahudi yang berkerja di Jabotabek," tuturnya seraya berpesan agar para penganut Yahudi di Indonesia mendesak Israel menghentikan aksi kekerasannya di Palestina. Sebuah himbauan yang utopis, jika tidak dikatakan sebagai ahistoris.
Senada dengan Solehudian, Nasir Jamil juga tidak mempermasalahkan rencana itu. "Kalau mereka merayakannya di tempat tertutup dan hanya untuk komunitas mereka sendiri, saya pikir masih bisa ditolerir," ujar politisi dari PKS yang pernah mengutip Injil Matius untuk memperkuat argumennya ini.

Tiga Hal Penting

Dalam berbagai wawancaranya, Unggun Dahana yang menjadi inisiator acara perayaan HUT Israel di Jakarta mengklaim jika perayaan "kemerdekaan Israel" merupakan gerakan umat Kristiani untuk mendukung Israel dan Yahudi secara terbuka. "Di samping itu, kami juga sangat mendukung dibukanya jalur perdagangan antara Indonesia dan Israel," ujarnya.
Unggun juga membenarkan jika acara ini merupakan langkah awal dari gerakan umat Kristen Indonesia untuk mendukung Israel dan Yahudi secara terbuka. "Selama ini umat Kristen takut-takut. Dengan cara ini saya menghimbau untuk mendukung Yahudi dan Israel secara terbuka. Mendukung perdagangan Israel dan Indonesia," ujar Unggun.
Selain itu, acara kontroversial ini juga akan dihadiri oleh utusan dari Komunitas Yahudi di Singapura dan diliput oleh jurnalis Israel yang akan datang langsung ke Jakarta.
Ada beberapa hal yang bisa dikritisi dari pernyataan Unggun Dahana, di antaranya:
  1. Pertama, pernyataan tentang istilah "Kemerdekaan Israel",
  2. Kedua, klaim dia tentang gerakan umat Kristiani mendukung Israel dan Yahudi secara terbuka,
  3. Ketiga, adanya Singapore-Jews Connection dan juga hadirnya jurnalis Israel yang akan meliput perayaan ini.
  4. Ketiga hal di atas akan dipaparkan satu-persatu dalam tulisan ini agar kita semua dapat memahami dengan benar, mendudukkan sesuatu sesuai dengan kapasitasnya, dan tidak salah dalam menilai kasus ini.
Istilah "Kemerdekaan Israel"

Unggun Dahana dan para kolaborator Zionis-Israel lainnya, termasuk Abdurrahman Wahid, sering menggunakan istilah "Kemerdekaan Israel". Yang jadi pertanyaan, "Kapan Israel pernah dijajah?" Di sini, siapa yang menjajah dan siapa yang dijajah harus didudukan secara jelas dan benar.
Mari kita telusuri apa dan bagaimana sesungguhnya "Negara Israel" terbentuk.
Apa yang dinamakan sebagai "Negara Israel" memiliki akar sejarah yang sangat panjang. Namun satu hal yang harus ditekankan, jika Tanah Palestina yang sekarang diklaim secara sepihak menjadi wilayah Israel, dulunya disebut sebagai Tanah Kana'an dan bangsa asli yang mendiami wilayah itu dinamakan sebagai bangsa Filistin atau Palestina. Dari sebutan ini saja sudah bisa dibuktikan jika pemilik sah dari tanah ini adalah bangsa Palestina, bukan Israel. Namun kaum Zionis sering mengemukakan dalilnya sendiri, terkait hal ini.

Unggun "Samuel" Dahana dan para kolaborator Zionis-Israel lainnya, termasuk Abdurrahman Wahid, sering menggunakan istilah "Kemerdekaan Israel". Yang jadi pertanyaan, "Kapan Israel pernah dijajah?" Di sini, siapa yang menjajah dan siapa yang dijajah harus didudukan secara jelas dan benar.
Mari kita telusuri apa dan bagaimana sesungguhnya "Negara Israel" terbentuk.

Berlindung Dibalik Klaim Agama

Dasar pendirian negara Israel berawal dari kata-kata Nabi Musa dalam 'kitab Perjanjian Lama', bahwa Tuhan "menganugerahkan" tanah Israel untuk orang-orang Yahudi dan tanah tersebut akan menjadi milik mereka untuk selama-lamanya.
Lalu ada pula cerita mengenai persebaran kaum Yahudi (Diaspora), yang konon katanya terjadi setelah kaum Yahudi memberontak terhadap pasukan Romawi pada abad pertama dan kedua. Oleh karena itu, kaum Yahudi kemudian "diasingkan" dari tanah Israel dan kemudian menyebar di wilayah Eropa, terlunta-lunta, dan nasibnya semakin mengenaskan karena dibantai Nazi Jerman dalam Perang Dunia II.

Setelah berabad-abad berdoa agar dapat kembali ke Palestina, kaum Yahudi akhirnya bisa kembali ke Tanah Palestina setelah mengalahkan pasukan Arab di sana dan mendirikan Israel pada tahun 1948. Semua kisah ini bersumber dari literatur Yahudi dan dijadikan dalil utama berdirinya negara Israel sebagai negara Yahudi di Tanah Palestina.
Namun jarang sekali orang yang mempertanyakan, apakah kaum Zionis-Yahudi itu benar-benar berasal dari bangsa Yahudi yang dipimpin Musa keluar dari Mesir dan pernah menguasai Tanah Palestina dalam suatu masa sebagaimana dikisahkan dari Kitab Raja-Raja? Lantas, siapakah "Yahudi Khazar" itu yang menjadi pionir, tulang punggung, atau motor penggerak dari gerakan Zionisme Internasional yang mengklaim jika Tanah Palestina merupakan Tanah Yang Dijanjikan bagi kaum Yahudi?

Khazar, Yahudi Jadi-Jadian

Untuk mengetahui lebih jauh tentang "Yahudi Khazar", salah satunya kita harus melihat sebuah buku karya seorang Khazar dari Inggris bernama Arthur Koestler yang berjudul "The thirteenth tribe - The Khazar Empire And Its Heritage" (Suku Bangsa Ketiga Belas – Imperium Khazar dan Warisannya), yang diterbitkan oleh Random House, New York. Konon, sekarang buku ini sudah sangat sulit ditemukan.
Koestler menulis jika nenek moyang bangsa Khazar sendiri berasal dari campuran bangsa Mongol, Turki, dan Finlandia. Di abad ke-3 Masehi, mereka telah berjaya di wilayah Persia dan Armenia. Lalu pada abad ke-5 Masehi, mereka berada di antara gerombolan perusak Attila dari Hun. Setengah abad sebelum Islam muncul di Jazirah Arab, bangsa Khazar yang hidupnya memang selalu berpindah mulai menetap di Utara Kaukasus, antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, dengan ibukota di hulu Sungai Volga yang mengalir ke Laut Kaspia, dalam rangka mengkontrol lalu lintas sungai. Mereka memungut pajak 10% dari tiap kapal yang melintas dan akan membantai siapa pun yang menolaknya.

Kerajaan Khazar yang sangat brutal menjadi besar di wilayah ini dan terus memperluas wilayah kekuasaannya, dengan melakukan ekspansi dan menaklukkan suku Slavia yang cinta damai. Imperium Khazar juga menaklukkan Kiev.
Pada tahun 740 Masehi, kekuatan Khazar sudah sedikit melemah. Wilayah kekuasaannya dihimpit oleh dua kekuatan besar yakni Byzantium dan Muslim. Agar tetap aman, Khazar dihadapkan pada dua pilihan, menjadi Muslim atau Kristen. Namun Kaisar bangsa Khazar, Khakan, telah mengetahui jika ada agama yang ketiga selain Kristen dan Islam, yakni Yahudi. Ketimbang memilih kedua agama itu, Khakan lebih memilih Judaisme dan menyatakan mereka sebagai Yahudi.
Dalam satu malam, bangsa Khazar yang brutal dan sangat gemar berperang berubah menjadi bangsa Yahudi. Kerajaan Khazar mulai dideskripsikan sebagai 'Kerajaan Yahudi' oleh sejarawan pada waktu itu. Penerus penguasa Khazar mengambil nama Yahudi, dan selama akhir abad ke-9 kerajaan Khazar menjadi tempat berlindung yang ramah bagi kaum Yahudi yang ada di berbagai wilayah Eropa. Walau demikian, kebrutalan sebagai watak asli bangsa Khazar tidak pernah hilang.

Pada abad ke-8 Masehi, muncul kekuatan baru yang berasal dari sungai besar Dnieper, Don, dan Volga, yang dikenal sebagai bangsa Viking, yang juga disebut sebagai kaum Varancians atau juga disebut sebagai bangsa Rus. Bangsa ini merupakan bangsa pengelana dan pejuang yang gigih, namun nasib baik mungkin belum berpihak kepada bangsa yang baru muncul ini karena selalu saja kalah perang melawan Khazar.

Di tahun 862, seorang pemimpin bangsa Rus bernama Rurik membangun kota Novgorod. Dari sinilah lahir bangsa Rusia yang kemudian berdiam di antara suku bangsa Slavonic yang berada di bawah kekuasaan Khazar. Perjuangan bangsa Viking kemudian berubah menjadi perjuangan rakyat untuk merdeka dari penjajahan bangsa Khazar.
Satu abad kemudian setelah berdirinya kota Novgorod, seorang pemimpin bangsa Rusia bernama Prince Vladimir of Kiev menyatakan diri memeluk agama Kristen. Ini terjadi pada tahun 989. Orang ini sangat aktif di dalam misi Salib dan sekarang oleh sejarah Rusia dia dikenal dengan nama 'Saint Vladimir'. Ini menandai kekristenan Rusia sudah dimulai sejak seribu tahunan silam.

Kepindahan agama Vladimir ternyata juga menghantarkan Rusia bersekutu dengan Kekaisaran Byzantium. Karena memiliki kepentingan yang sama untuk menaklukkan Khazar, maka mereka bersekutu. Pada tahun 1016, kekuatan gabungan bangsa Rusia dan Byzantium menyerang kerajaan Khazar dengan pasukan yang besar dan lengkap. Akibatnya Kekaisaran Khazar hancur-lebur. Kejayaan bangsa yang brutal dan gemar berperang ini akhirnya pudar. Kerajaan Khazar hilang dari catatan sejarah. Mereka banyak yang melarikan diri ke wilayah yang aman di Eropa. Kebanyakan akhirnya menetap dan berasimilasi dengan warga Eropa Timur, dimana mereka banyak yang menikah dengan bangsa Yahudi lain di sana.

Bergabungnya bangsa Khazar ke dalam komunitas Yahudi telah menambah watak kaum tersebut menjadi lebih brutal. Kaum Yahudi sejak lama memang telah dikenal sebagai kaum yang tidak bisa dipercaya karena berbagai pengkhianatan yang dilakukan, culas, selalu ingin menang sendiri, dan hanya mau mendengarkan suara kaumnya. Khazar mengubah Yahudi yang memang jahat menjadi bertambah jahat lagi.

Kita tentu tidak lupa bagaimana orang-orang Yahudi ini mengkhianati Musa yang telah menyelamatkan mereka dari kejaran tentara Firaun, namun mereka bukannya berterima kasih kepada Musa, melainkan membuang ajaran Taurat Musa dan menggantinya dengan menyembah Sapi Betina yang didasarkan pada kitab hitam Talmud. Kita tentu tidak lupa bagaimana orang-orang Yahudi ini membunuh banyak nabi, bahkan nabi dari kalangan mereka sendiri.

Dalam hal konsep Zionisme, Yahudi asli memang telah lama memilikinya. Hanya saja, para Rabbi Yahudi meyakini jika Zionisme atau Gerakan Kembali ke Bukit Zion hanya akan terjadi ketika Raja Yahudi sudah kembali datang ke tengah mereka dan memimpin kaum Yahudi untuk bisa ke sana. Konsep Zionis asli adalah konsep mesianik, bersifat pasif. Namun oleh Khazar hal ini diubah seratus delapan puluh derajat. Menurut Yahudi Khazar, gerakan kembali ke Bukit Zionis di Palestina jangan menunggu sampai datangnya Mesiah, namun orang-orang Yahudi harus merebutnya sendiri dengan cara apa pun, jika perlu dengan angkat senjata.

Inilah konsep Zionisme yang ada dewasa ini. Bangsa Khazar memang mempunyai dendam kesumat terhadap orang Kristen karena mereka menganggap runtuhnya Imperium Khazar disebabkan serbuan Byzantium dan Kristen Rusia. Berabad kemudian dendam yang sama yang dipelihara oleh Ksatria Templar terhadap Gereja.
Dengan kecerdikan luar biasa, bermodalkan emas, orang-orang Khazar menyusup ke berbagai lini kekuasaan Eropa. Mereka inilah yang menjadi motor bagi gerakan konspirasi Yahudi. Mereka berada di belakang Talmud, berada di belakang dikorbarkannya Perang Salib, di belakang berbagai revolusi, di belakang berbagai penguasaan bank sentral, dan sebagainya.

Kaum Yahudi Khazar menyelenggarakan Konferensi Zionis Internasional I di Basel, Swiss, tahun 1897. Acara itu menobatkan Theodore Hertzl sebagai Ketua Gerakan Zionis Dunia. Agenda yang disahkan adalah apa yang telah ditulis Rothschild pada tahun 1773, dan menciptakan Tanah Yerusalem sebagai Negara Israel Raya. Padahal, saat itu Tanah Yerusalem hanyalah bagian kecil dari wilayah yang disebut sebagai Bumi Filistin atau Palestina, yang berada di bawah kekhalifahan Turki Utsmaniyah.
Hertzl tahu itu. Dia mencoba menyuap Sultan Hamid, Khalifah Turki Utsmani, agar mau menyerahkan Tanah Palestina kepada kaum Zionis. Namun Sultan Hamid dengan gagah menolaknya. "Selama nafasku masih ada, tidak akan penah kuberikan sejengkal pun tanah suci itu kepada kalian wahai Yahudi," tegasnya. Sejarah telah mencatat, gagal dengan cara halus, akhirnya Zionis Yahudi main kasar. Lewat berbagai konspirasi, Turki Utsmani pun hancur pada Maret 1924.

Pada tahun 1940-an mereka menciptakan monster bernama Adolf Hitler dengan gerakan Nazi-nya yang memiliki ideologi yang sebangun dengan ideologi Zionisme. Monster Hitler dengan Nazi-nya ini bertugas mengusir banyak-banyak kaum Yahudi dari Eropa, agar mereka mau pindah ke Tanah Palestina. Perang Dunia I dan II sesungguhnya hanyalah upaya dekonstruksi peta demografi, terutama di Eropa dan Palestina. Dan sejarah juga telah mencatat bagaimana akhirnya kaum Zionis Yahudi ini berhasil mencaplok Tanah Palestina, dengan bantuan Inggris dan kawan-kawan. Bangsa Palestina yang merupakan pemilik yang sah Tanah Palestina diusir dan diteror. Penjajahan yang dilakukan Zionis Yahudi atau Zionis Israel ini terus berlangsung sampai sekarang.

Apa yang dinyatakan dengan istilah "Kemerdekaan Israel" seperti yang diucapkan Unggun "Samuel" Dahana, Muhammad Nur "Benjamin" Ketang, dan para kolaborator Zionis lainnya, sesungguhnya adalah hari terusirnya Bangsa Palestina dari tanah hak miliknya sendiri, hari dimana Bangsa Palestina dibantai, hari di mana perempuan-perempuan Palestina diperkosa, hari dimana bayi-bayi Palestina dibunuh dan dibuang begitu saja ke dalam api yang berkobar-kobar. Kebiadaban inilah yang mereka rayakan dengan suka cita.

Kristen dan Zionisme

Pernyataan kedua yang dikatakan para kolaborator Zionisme tersebut adalah klaim jika umat Kristiani mendukung Zionisme Israel secara terbuka. Benarkah itu?
Adalah menjadi satu pertanyaan besar saat ini, mengapa aras utama umat Kristiani Dunia di dalam aspirasi politiknya sekarang cenderung satu suara, satu tujuan, satu sikap, dengan kaum Zionis-Israel seperti yang diperlihatkan dengan begitu baik dalam acara solidaritas Israel-Amerika bertajuk Stand With Israel yang digagas tokoh Gedung Putih Zionis-Yahudi bernama Paul Wolfowitz pada tahun 2002 lalu? Atau mengapa ketika Gereja Nativity di Betlehem, Palestina, sebuah gereja tersuci dalam agama Kristen karena diyakini sebagai tempat kelahiran Yesus, dikepung dan ditembaki tentara Zionis-Israel, umat Kristen dunia diam dan tidak menunjukkan reaksi apa pun?
Kedekatan Dunia Kristen dengan kaum Zionis kini berasal dari sebuah infiltrasi dan rekayasa ideologis yang telah dilakukan lama sekali oleh kaum Yahudi. Sejarah mencatat, betapa dulu, kedua pihak ini—Yahudi dan Kristen—memiliki sejarah konflik yang sangat keras dan berdarah-darah. Bahkan Yesus pernah dikejar-kejar penguasa Romawi untuk dibunuh gara-gara pengkhianatan seorang Yahudi. Beberapa peristiwa di masa silam seperti Dewan Inkuisisi di Spanyol dan Portugis, juga memperlihatkan betapa kerasnya Gereja memusuhi kaum Yahudi. Namun dalam sejarah kita juga menemukan beberapa peristiwa yang aneh yang membuat kita berpikir bahwa sebenarnya Gereja itu amat dekat dengan kaum Zionis. Mengapa itu bisa terjadi?

Kedekatan Zionis Yahudi dengan Kekristenan sekarang sesungguhnya hasil dari suatu penyusupan yang dilakukan kaum Yahudi ke dalam Gereja. Mereka menguasai Gereja dengan menjadi pendeta dan menghancurkan nilai-nilai asasi Gereja dari dalam.

Salah satu yang dicatat sejarah adalah apa yang diperbuat Pemimpin Tertinggi Kaum Yahudi di Istambul. Dalam surat balasannya, 24 Juli 1489, kepada Rabbi Shamur dan komunitas Yahudi di Perancis yang sedang ditindas oleh Raja dan Gereja, dia menyatakan agar orang-orang Yahudi segera memeluk Kristen sebagai kamuflase dan menghancurkan agama itu dari dalam. Mereka memenuhi Gereja agar bisa menjadi pemimpin-pemimpinnya dan kemudian menghancurkan nilai-nilai asasi dari Gereja dan menggantinya dengan nilai-nilai serta keyakinan Kabbalis mereka sendiri. Tentu saja, semua ini dilakukan dengan penuh kerahasiaan.

Salah satu hal yang paling mendasar untuk menaklukkan dan menunggangi Gereja dan umatnya adalah dengan merusak kitab suci umat Kristen itu sendiri. Untuk tugas ini, kaum Yahudi menyusupkan agennya bernama Paulus merapat ke Yesus sehingga dikenal sebagai Santo (orang suci) Paulus. Siapa sebenarnya Paulus?
Agar tidak mendapat kesangsian dari umat Kristen, maka untuk mengetahui siapa Paulus sesungguhnya hendaknya juga diambil dari sumber mereka sendiri yakni kitab suci Injil. Hindun al-Mubarak dengan cermat telah melakukan penelitian dan pengkajian terhadap Kitab Injil dan membuat Biodata Paulus yang cukup lengkap. Inilah kutipannya tentang Biodata Paulus:
  • Nama : Paulus/Saulus (Gal.5: 2; Kis.13: 9)
  • Tempat lahir : Tarsus, Kilikia (Kis.22: 3)
  • Pekerjaan : Tuna Karya (Rm.15: 23)
  • Jabatan : Mengaku Rasul buat bangsa bukan Yahudi (Rm. 11: 13; Ef. 3: 8; I Tim. 2: 7; Gal. 2: 7), Allah Bapa bagi umat Kristen (I Kor. 4: 15), Pendiri agama Kristen (Kis. 11: 26; I Kor. 9: 1-2).
  • Disunat : pada hari kedelapan (Flp. 3: 5)
  • Asal : Yahudi dari Tarsus (Kis. 21: 39; Kls. 22: 3)
  • Keturunan : Orang Israel (Rm. 11: 1), Ibrani asli (Flp. 3: 5)
  • Suku bangsa : Benjamin (Flp. 3: 5; Rm. 11: 1)
  • Kewarganegaraan : Romawi (Kis. 22: 25-29).
  • Dididik oleh : Gamalael (Kis. 22: 3)
  • Agama : Yahudi tidak bercacat (Flp. 3: 6; Kis. 24: 14)
  • Status : Tidak beristeri (I Kor. 7: 8)
  • Pendirian : Orang Farisi (Flp. 3: 5)
  • Kegiatan : Penganiaya pengikut Jalan Tuhan sampai mati, ganas tanpa batas dan penghujat (Flp. 3: 6; Kls. 8: 1-3; 22: 4-5; 26: 10-11; Gal. 1: 13; I Tim. 1: 13; I Kor. 15: 8-9; Kis. 9: 1-2).
  • Ciri khusus : Bersifat bunglon (I Kor. 9: 20-22; Kis. 23: 6), Punya kelainan (Rm. 7:15-26), Munafik (Kis. 21: 20-26; Flp. 3; 8-9; Gal. 5: 18; Rm. 6: 14; 7: 6; I Kor. 15: 55-56), 
  • Memberitakan kebenaran Allah dengan dusta (Rm. 3: 5-7), bergembira memberitakan Yesus walau dengan kabar palsu (Fil. 1: 18).
  • Mengalami : Berbicara dengan Tuhan (I Kor.12: 8-9), kemaluan (Paulus) ditinju dan ditendang oleh Yesus (Kis. 9: 5).
  • Akhir hayat : Mulutnya ditampar atas perintah Imam Besar (Kis. 23: 2), dijatuhi hukuman pancung oleh penguasa Romawi (Martyrs Mirror).

Itulah Paulus yang mendapat tempat istimewa di dalam kekristenan sekarang ini.

Belum cukup dengan Paulus, karena rupanya tidak semua orang Kristen mentaati Paulus ketimbang Yesus, maka Yahudi Talmudian memusnahkan semua Injil yang tidak mendukung kepentingannya. Alatnya adalah Konsili Nicea 325 M yang menghancurkan ratusan Injil yang tidak mengakui konsep ketuhanan Paulus dan hanya mengakui empat Injil yang semuanya mendukung Trinitas.

Dr. Muhammad Ataur Rahim yang meneliti sejarah kekristenan dan Yesus selama 30 tahun menyatakan bahwa pada abad pertama sepeninggal Yesus, murid-murid Yesus masih tetap mempertahankan ketauhidan secara murni. "Hal ini dapat dibuktikan dalam naskah The Shepherd (Gembala) karya Hermas, yang ditulis sekitar tahun 90 Masehi. Menurut Gereja, naskah itu termasuk kitab kanonik (yang dianggap suci). Di antara isi dari naskah tersebut berbunyi, 'Pertama, percayalah bahwa Allah itu Esa. Dialah yang menciptakan dan mengatur segalanya. Dia menciptakan sesuatu dari tidak ada menjadi ada. Dia meliputi segala sesuatu, tetapi dia tidak diliputi oleh apa pun...'" Bahkan menurut Theodore Zahn, sebagaimana dikutip EJ. Goodspeed di dalam Apostolic Fathers, sampai dengan sekitar tahun 250 Masehi, kalimat keimanan umat Kristen masih berbunyi, "Saya percaya kepada Allah yang Maha Kuasa."

Namun walau demikian, antara tahun 180 sampai dengan 210 Masehi, memang telah ada upaya-upaya untuk menambahkan kata "Bapa" di depan kata "Yang Maha Kuasa". Uskup Victor dari Zephysius mengutuk penambahan kata tersebut dan menganggapnya sebagai pencemaran kemurnian kitab suci.
Salah satu tokoh penentang Gereja Paulus adalah Uskup Diodorus dari Tarsus. Lucian, seorang pakar Injil merevisi kitab 'Septuaginta', sebuah Injil berbahasa Yunani, dan memisahkan segala hal yang diyakininya tidak benar. Setelah bekerja keras, akhirnya Lucian menghasilkan empat buah Injil yang menurutnya adalah Injil yang benar-benar bersih dan bisa dipercaya. Namun dalam Konsili Nicea 325 Masehi, keempat Injilnya itu termasuk ke dalam kelompok Injil yang dimusnahkan.
Walau demikian, Lucian tidak melupakan kaderisasi. Salah satu muridnya bernama Arius, yang akan menjadi tokoh terkemuka dalam mempertahankan kemurnian ajaran Yesus Kristus dari serangan Gereja Paulus. Arius meyakini, umat Kristen seharusnya mengikuti ajaran sebagaimana yang diajarkan Yesus, bukan Paulus. Yesus diutus Tuhan untuk melengkapi dan meluruskan kembali Taurat Musa, hanya itu. Guru Arius, Lucian, dieksekusi mati oleh Gereja Paulus pada tahun 312 Masehi.
Tigabelas tahun kemudian, Konsili Nicea digelar. Kaisar Konstantin akhirnya mengeluarkan empat buah keputusan resmi. Keputusan itu adalah :

    Pertama, menetapkan hari kelahiran Dewa Matahari dalam ajaran pagan, tanggal 25 Desember, sebagai hari kelahiran Yesus.
    Kedua, hari Matahari Roma menjadi hari Sabbath bagi umat Kristen, dengan nama Sun-Day, Hari Matahari (Sunday).
    Ketiga, mengadopsi lambang silang cahaya yang berbentuk salib menjadi lambang kekristenan, dan
    Keempat, mengambil semua ritual ajaran paganisme Roma ke dalam ritual atau upacara-upacara kekristenan.

Selepas Konsili Nicea, antara Athanasius (Kubu Trinitas) masih saja berhadapan dengan Arius (Kubu Unitarian). Namun dengan adanya kompromi politik dan juga ancaman dari Konstantin, maka Arius dan pengikutnya pun dikalahkan. Ketika itu ratusan Injil yang tidak sesuai dengan konsep Trinitas dimusnahkan. Bahkan Gereja mengancam, siapa pun yang masih menyimpan Injil yang dilarang maka mereka akan dikenai hukuman mati. Suatu ancaman yang tidak main-main. Konsili Nicea menjadi 'kemenangan besar' bagi Gereja Paulus.

Sesungguhnya, Athanasius sendiri sebenarnya juga meragukan konsep Trinitas. Ia pernah menyatakan, "Tiap berusaha memaksakan diri untuk memahami dan merenungkan konsep ketuhanan Yesus, saya merasa keberatan dan sia-sia. Hingga makin banyak menulis untuk mengungkapkan hal itu, ternyata hal ini tidak mampu dilakukan. Saya sampai pada kata akhir, Tuhan itu bukanlah tiga oknum melainkan satu. Kepercayaan kepada doktrin Trinitas itu sebenarnya bukan suatu keyakinan, tetapi hanya disebabkan oleh kepentingan politik dan penyesuaian keadaan di waktu itu."

Tahun 335 Masehi diadakan lagi Konsili di Tyre (sekarang masuk Lebanon). Di sini terjadi anti-klimaks. Athanasius dikutuk, dan kemudian disingkirkan ke Gaul. Arius bahkan diangkat menjadi Uskup Konstantinopel. Ini kemenangan bagi kaum Unitarian. Dua tahun setelah Konsili Tyre, Konstantin meninggal. Sepeninggal Konstantin, dua konsili lagi diselenggarakan: Konsili Antiokia tahun 351 Masehi dan Konsili Sirmium tahun 359 Masehi. Kedua konsili ini menetapkan bahwa keesaan Tuhan merupakan dasar kekristenan dan tidak mengakui konsep Trinitas.

Namun di luar, Gereja Paulus sudah berkembang dengan cepat di Eropa sehingga rakyatnya tidak menghiraukan hasil dua konsili ini.Tahun 387, Santo Jerome (dalam bahasa latin disebut sebagai Eusebius Hieronymus) menyelesaikan penulisan ulang Bibel Vulgate, Injil berbahasa latin pertama dan terlengkap, yang mencakup Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Bibel Vulgate inilah yang kemudian dijadikan dasar bagi penulisan-penulisan Injil lainnya di Barat dan juga Dunia hingga hari ini. Vatikan pun aktif menghancurkan kembali semua Injil yang bukan berasal dari Jerome.

Secara diam-diam, kaum Yahudi Talmudian dan tentu saja Yahudi Khazar mengawal pertumbuhan Gereja, sehingga hanya Gereja Paulus saja yang berkembang. Namun mereka ini juga bermain di sisi yang berlainan. Saat Martin Luther dan gerakan protesnya mencuat, ordo ini menungganginya, juga dengan Calvinisme.

Lahirnya Judeo Christianity

Patut dicatat, kedua gerakan reformasi gereja ini sebenarnya tidak menyentuh akar kekristenan Gereja Paulus dan tetap menerima konsep Trinitas sebagai dasar keimanannya. Kaum Yahudi Talmudian percaya jika penafsiran dan penulisan Injil harus selalu sesuai dengan perkembangan zaman. Sebab itu, ketika wacana negara Israel terangkat ke permukaan seperti yang dicetuskan dalam Kongres Zionis Internasional I di Basel Swiss tahun 1897, hampir secara bersamaan, kaum Yahudi ini pun melakukan penulisan ulang Injil versi King James yang menjadi Injil utama negara-negara berbahasa Inggris di dunia. Konspirasi memerintahkan agennya, Cyrus L. Scofield, melakukan tugas ini.

Cyrus Ingerson Scofield (lahir 19 Agustus 1843) adalah seorang veteran perang saudara Amerika. Dia sama sekali bukan ahli agama, pastor, atau pun sarjana. Scofield tak lebih dari seorang petualang yang pintar berbicara dan mudah meyakinkan orang. Tipikal orang seperti inilah yang kemudian dirasa cocok oleh kaum Zionis Yahudi untuk menjalankan misinya mengubah penafsiran umat Kristen terhadap Alkitab, yang mampu membawa rahasia ini ke dalam liang kuburnya. Latar belakang Scofield sendiri berasal dari keluarga yang berantakan, punya catatan kejahatan, dan sering menipu orang.
Pada awal abad ke-20, Scofield mulai memberikan catatan kaki pada Injil versi King James, Injil yang dipergunakan oleh negara-negara berbahasa Inggris, termasuk Amerika. Ayat-ayat di dalam Injil tersebut sama sekali tidak diganti, namun di bawahnya diberi banyak sekali catatan-catatan kaki yang seluruhnya berisi dukungan dan pembenaran bagi berdirinya negara Zionis-Israel di tanah Palestina. Catatan kaki itu bahkan lebih banyak daripada ayat Injil itu sendiri.

The Oxford University membayar Scofield yang disebutnya sebagai pastor dan menerbitkan Injil tersebut dengan jumlah yang teramat besar. Di tahun 1908 Scofield merampungkan kerjanya ini dan Injil versi King James yang telah ditulisi ratusan bahkan ribuan catatan kakinya itu disebut sebagai The Scofield Reference Bible, The Holy Bible. Oxford University Press menerbitkan Injil Scofield pada tahun 1909 dan melakukan promosi gila-gilaan sehingga Injil Scofield menjadi Injil paling laris di Amerika Serikat dan bahkan di dunia.

Di dalam Injilnya, Scofield sebenarnya meneruskan pandangan John N. Darby yang secara umum telah diterima oleh evangelikalisme arus utama dan fundamentalisme Protestan Amerika. Scofield Reference Bible kemudian menjadi Alkitab kaum fundamentalis Kristen di AS dan dunia.
Seorang murid Scofield yang paling berpengaruh, Lewis Sperry Chafer, di tahun 1924 mendirikan Dallas Theological Seminary, Sekolah Theologi Amerika yang begitu bersemangat membela pandangan dispensasionalisme pra-millenialis Darby dan Injil Scofield, dan yang jelas juga, mereka membela habis-habisan kepentingan Zionisme.
Para elit Zionis tidak saja memerintahkan Scofield 'menulis ulang' Injil, tetapi juga menyiapkan infrastrukturnya. Sesaat setelah terbitnya Injil Scofield, sejumlah gerakan Kristen evangelikal yang sedang tumbuh di Amerika segera menyambutnya dengan penuh semangat. Bahkan beberapa di antaranya tercatat sebagai anggota redaksi penulisan Injil Scofield ini. Injil baru ini pun kemudian menyebar di seantero Amerika dan juga Eropa, dipakai sebagai pegangan utama di gereja-gereja evangelikal, seminari, dan juga kelompok-kelompok studi Alkitab yang bertebaran di seluruh negeri.

Pendeta Billy Graham dan sejumlah pendeta-pendeta radikal yang memang dipersiapkan oleh elit Zionis Yahudi Internasional dengan penuh semangat mengkhotbahkan bahwa Injil Scofield merupakan Injil yang paling baik dari segi penafsiran. Kepada para jemaatnya, mereka menyatakan bahwa antara Kristen dengan kaum Yahudi itu satu kepentingan dan satu missi. Bahkan mereka, dengan mengutip ayat-ayat Injil secara serampangan, menyatakan siapa pun orang Kristen yang tidak mendukung Israel adalah terkutuk dan menentang kehendak Tuhan.

Dengan promosi besar-besaran dan didukung pabrik propaganda Yahudi Internasional, dari harian, majalah, bulletin, hingga radio, televisi, dan internet, serta kelompok-kelompok studi Alkitab yang banyak didirikan, secara perlahan namun pasti opini yang dikehendaki mereka pun terbentuk. Banyak sekali orang Amerika yang sekarang menganggap keberadaan Israel di tanah Palestina adalah sesuatu yang sah, sesuai dengan takdir Tuhan. Mereka kini mendukung Zionis-Israel tidak sekadar pertimbangan politik atau ekonomi, tetapi sudah menjadi bagian dari keyakinan keberagamaan mereka. Konspirasi Yahudi telah sangat berhasil mengubah opini warga Amerika, yang kemudian diikuti oleh gereja-gereja evangelikal di Eropa dan seluruh dunia.

Inilah sebabnya sekarang kita bisa dengan mudah melihat, begitu dekatnya dan setianya umat Kristen mendukung segala kebejatan dan kebiadaban yang dilakukan Israel, bahkan sekali pun pasukan Zionis itu menembaki gereja tempat Yesus dilahirkan. Injil Scofield merupakan Injil pijakan ideologis kelompok Judeo-Christian atau Zionis Kristen di Amerika dan juga dunia.

Sebagai conoh, beberapa catatan kaki buatan Scofield, yang tidak terdapat dalam Injil sebelumnya, adalah:
  • Mereka yang menzalimi orang Yahudi niscaya akan bernasib buruk, (dan) mereka yang melindunginya akan bernasib baik. Masa depan akan membuktikan prinsip ini dengan cara yang luar biasa" (Catatan kaki 2, Genesis 12: 1)
  • Tuhan telah berjanji pada suatu janji pemberkatan tanpa syarat kepada negara Israel untuk mewarisi suatu wilayah tertentu untuk selama-lamanya" (Catatan kaki 2, Genesis 12:1)
  • Bagi suatu bangsa yang melakukan dosa berupa anti-semitisme—kepada mereka—akan menyebabkan penghukuman yang tidak bisa dielakkan" (Catatan kaki 3, Genesis 15: 1-7)
Freemasonry di Belakang Judeo Christianity

Awal mula terbentuknya kelompok Judeo-Christian atau Zionis-Kristen di AS, yang kini mainstream Kristen Amerika, berasal dari jejak Pendeta John N Darby yang berasal dari Gereja Skotlandia, sebuah denominasi dalam Gereja Anglikan dan pendiri Plymouth Brethen. Sejarah mengenal Skotlandia sebagai rumah asal para Freemasonry, setelah Skotlandia di masa kekuasaan Robert de Bruce menjadi tempat pelarian terbesar bagi Ksatria Templar yang dikejar-kejar pasukan gabungan Gereja dan Perancis.
Darby merupakan penggagas pertama doktrin dispensasionalisme pra-millennial. Bersama Pendeta Edward Irving, Darby sangat gencar mempromosikan dispensasionalisme pra-millennial dalam tahun 1824-1833 di Inggris dan Skotlandia. Sejak 1862 John N. Darby banyak berkunjung ke Amerika Utara. Dalam kurun waktu 25 tahun ia telah mengadakan tujuh perjalanan propaganda ke Amerika. Selama berkeliling di Amerika, Darby berupaya menanamkan pengaruhnya atas para pemimpin gereja evangelis Amerika. Yang menjadi pengikut Darby tercatat nama-nama seperti William E. Blackstone, James H. Brookes, Arno Gaebelein, Dwight L. Moody, dan Cyrus I. Scofield.
Selain itu, paham Injili Darby juga telah menyuburkan tumbuhnya sekolah-sekolah Alkitab, konferensi-konferensi tentang penggenapan "nubuat para nabi", dan kelompok-kelompok kajian Alkitab. Awalnya memang sebatas di dalam gereja evangelis AS namun kemudian dengan cepat menyebar menjadi sesuatu yang sangat akrab di dalam aras fundamentalisme Amerika Serikat, yang marak pada tahun-tahun 1875 hingga 1920.

Darby sendiri sesungguhnya tidak pernah sukses berkarir di tanah kelahirannya. Namun walau demikian ia berhasil melakukan kunjungan sebanyak tujuh kali ke Amerika dengan agenda kegiatan dan wilayah yang dikunjunginya sangat luas. Tentu semuanya itu memerlukan dana yang tidak sedikit. Hal ini menimbulkan kecurigaan di kalangan pengamat bahwa di belakang Darby sesungguhnya ada pemodal Zionis-Yahudi yang mendukung perjalanannya itu. Bukankah perjalanan Darby dalam rangka kepentingan mereka juga?
William E. Blackstone (1841-1935) tercatat sebagai salah seorang Zionis-Kristen pertama di Amerika. Blackstone amat gigih selama puluhan tahun memperjuangkan kepentingan bangsa Yahudi. Dia adalah seorang penginjil dan juga pekerja dari Gereja Episkopal Methodis, juga pendiri American Messianic Fellowship International (1887). Blackstone menulis buku Jesus Is Coming (1887) dan sampai dengan tahun 1927 telah diterjemahkan ke dalam enam puluh bahasa dunia, termasuk Indonesia.
Di bukunya itu, Blackstone berdalih bahwa orang-orang Yahudi memiliki hak-hak alkitabiah atas tanah Palestina dan mereka akan segera menempati kembali tanah itu. Kemunculan gerakan Zionisme merupakan satu isyarat Alkitabiah bahwa Kristus akan segera datang kembali (Blackstone tidak menyebut Yesus Kristus, melainkan hanya Kristus, yang dalam keyakinan Ordo Kabbalah adalah Yohannes Pembaptis). Lebih dari itu, Blackstone juga menegaskan bahwa orang Kristen harus dan wajib mempersiapkan serta membuka jalan bagi kedatangan kembali Yahudi Diaspora untuk menempati Tanah Palestina.

Buku Blackstone ini telah dicetak ulang berkali-kali dan jadi buku yang paling luas pembacanya di abad ke-20. Kesuksesan Blackstone diikuti oleh terbitnya buku-buku dan novel-novel sejenis. Dua penulis Kristen ultra-fundamentalis Amerika yang terkenal adalah Hal Lindsey (The Late Great Planet Earth, 1970) dan novel teologis Tim LaHaye (Serial Left Behind, 1995). Keduanya mengalami cetak ulang hingga sekarang telah beredar puluhan juta kopi di seluruh negara.

Dalam novel-novel Left Behind, Yesus digambarkan bukan sebagai seorang manusia yang penuh kasih dan mengajarkan damai, tapi digambarkan sebagai seorang super hero, mirip Rambo, yang gemar membunuh orang dengan dalih melakukan kehendak Tuhan. Sebuah wajah Yesus yang haus darah, yang akan segera menghukum tanpa ampun siapa pun yang tidak percaya padanya atau yang menghalangi kehendaknya.

Jika hal ini kita sejajarkan dengan sikap dan citra Presiden George W Bush yang haus perang dan darah, maka kita akan menemukan benang merah yang sangat kuat bahwa Bush sesungguhnya terinspirasi oleh gambaran Yesus "Rambo" yang ditulis oleh penulis-penulis pendukung paham Darby dan Scofield. Bagi siapa saja yang menginginkan paparan lebih rinci dan jelas mengenai Injil Scofield, silakan baca artikel Charles E. Carlson berjudul "The Zionist-created Scofield 'bible': The Source of the Problem in the Mid East, Why Judeo-Christians Support War".

Walau Judeo Christianity atau Zionis Kristen telah lama ada di Washington, dan sejak pemerintahan Ronald Reagan sering menggelar kebaktian di kantor kepresidenan, namun di masa Presiden George Walker Bush-lah kelompok ini sungguh-sungguh menunjukkan taringnya. Bush sendiri pernah mengatakan jika Amerika merupakan "Land of the Christ", Tanahnya Mesiah.
 Dalam pidato, kampanye, dan banyak buku mengenai George W Bush, sosok presiden AS ini digambarkan sebagai seorang Kristiani yang amat taat. Dalam situs whitehouse.org ada artikel bertajuk The Presidential Prayer Squad atau Skuadron Doa Kepresidenan. Mereka adalah George W Bush, Pastor Deacon Fred, Rev. Jerry Falwell, Jesus (!), Brother Harry Hardwick, dan Rev. Bob Jones Jr. Di halaman sebelah kanan artikel ada sejumlah agama dan ideology yang diberi tanda silang. Dari atas ke bawah adalah: Budhists, Hindus, Shiks, Rastafarians, dan Muslims. Kurang ajarnya, di bagian Muslim itu ada kotak berisi nama Allah dalam bahasa Arab yang diberi tanda silang.
Artikel itu mengisahkan, "Presiden Bush selalu memulai harinya jam sembilan pagi dengan berlutut di atas lantai Oval Office bersama Skuadron Doa Kepresidenannya untuk berdoa dan menghadap tuannya, The Lord Jesus. Ada Rev. Pat Robertson, Dr. Jerry Falwell, Rev. Bob Jones Jr., Pastor Deacon Fred, dan Brother Harry Hardwick..." Presiden Bush dilukiskan sebagai seorang Kristen yang dilahirkan kembali. Dari pemuda yang menyukai minuman keras dan ugal-ugalan menjadi seorang pengikut Yesus yang taat.
Di Masa pemerintahan Bush inilah, kali pertama pidato kenegaraan ditutup dengan doa bersama, hal ini menyiratkan kedekatan antara negara dengan agama, sesuatu yang belum pernah terjadi sejak Amerika Serikat berdiri.

Seharusnya, 'kesalehan' seorang Bush dan pejabat puncak pemerintahan Amerika dengan agama Kristen-nya, mampu menjadikan bumi ini lebih damai, adil, dan indah. Tapi ironisnya, hal yang terjadi adalah sebaliknya. Tidak seperti presiden-presiden Amerika lainnya yang masih memiliki sedikit pertimbangan dan mengedepankan strategi diplomatik, Bush dan lingkaran elitnya malah mengedepankan pemerintahan gaya koboi, tembak duluan, urusan benar atau salah nanti belakangan. Dan gilanya, hal ini mendapat pembenaran atas nama agama yang esensinya selalu mengklaim sebagai agama cinta kasih.

Bagaimana semua ini bisa terjadi? Adakah semua ini bisa ditemukan jawabannya dari apa yang disebut Judeo-Christian atau dalam bahasa yang lebih lugas: Zionis Kristen?
Judeo Christian Lahir Dari Rahim Zionisme. Definisi baku Judeo Christian atau Zionis Kristen mungkin tidak akan bisa kita temukan. Tapi secara hakikat, istilah ini mengacu pada keyakinan dan sikap keagamaan umat Kristen Amerika (dan juga Kristen Eropa serta sebagian besar dunia) yang memandang bahwa Zionisme merupakan hal yang harus didukung secara penuh, tanpa syarat, walau kaum Zionis-Israel membunuhi dan membantai anak-anak tak berdosa. Sebaliknya, mereka akan merasa berdosa apabila tidak mendukung atau mengecam Zionis-Israel, seakan berdosa kepada Tuhannya.

Ayat-ayat Injil yang sering dijadikan dalil utama bagi kelompok ini adalah Perjanjian Tuhan kepada Abraham. Abraham atau Ibrahim merupakan bapak dari Ismail yang kemudian menjadi generasi Nabi Muhammad SAW dan Ishaq yang menurunkan bangsa Yahudi. Bunyi perjanjian itu yang dimuat dalam kitab Genesis (Kejadian) Injil Perjanjian Lama King James version adalah:
  • Dan aku akan menjadikan engkau suatu bangsa besar, dan Aku akan memberkati engkau, dan menjadikan nama engkau besar; dan terberkatilah engkau' (Gen 12:2)
  • Dan Aku akan memberkati mereka yang memberkati engkau, dan mengutuk mereka yang mengutuk engkau; dan di dalam diri engkaulah semua keluarga dari dunia akan diberkati" (Gen 12: 3).
Inilah ayat-ayat yang dijadikan dalil utama kelompok Zionis-Kristen di dalam sikapnya membela Israel tanpa syarat. Padahal di dalam sejarah penulisan Injil, kita sudah mengetahui bahwa kaum Yahudi telah merusak kesucian Injil yang diturunkan Allah Swt kepada Nabi Isa.

Sayang sekali, orang-orang Kristen tidak mengetahui atau mungkin tidak mau tahu tentang Talmud. Kitab iblis yang disucikan Zionis Yahudi ini. Padahal, jika saja mereka mau meluangkan waktu sedikit saja untuk membuka lembar demi lembar kitab iblis itu dan mencari ayat-ayat bagaimana sebenarnya sikap kaum Zionis-Yahudi terhadap Yesus dan kekristenan, maka pasti orang-orang Kristen akan berbalik arah dan memusuhi kaum Zionis-Yahudi. Lihatlah apa kata Talmud terhadap Yesus:
  • Pada malam kematiannya, Yesus digantung dan empatpuluh hari sebelumnya diumumkan bahwa Yesus akan dirajam (dilempari batu) hingga mati karena ia telah melakukan sihir dan telah membujuk orang untuk melakukan kemusyrikan (pemujaan terhadap berhala)... Dia adalah seorang pemikat, dan oleh karena itu janganlah kalian mengasihaninya atau pun memaafkan kelakuannya" (Sanhedrin 43a)
  • Yesus ada di dalam neraka, direbus dalam kotoran (tinja) panas" (Gittin 57a)
  • Ummat Kristiani (yang disebut 'minnim') dan siapa pun yang menolak Talmud akan dimasukkan ke dalam neraka dan akan dihukum di sana bersama seluruh keturunannya" (Rosh Hashanah 17a).
  • Barangsiapa yang membaca Perjanjian Baru tidak akan mendapatkan bagian 'hari kemudian' (akhirat), dan Yahudi harus menghancurkan kitab suci umat Kristiani yaitu Perjanjian Baru " (Shabbath 116a)
Inilah ungkapan hati Talmud yang sesungguhnya tentang Yesus dan umat Kristen. Siapa pun yang mengaku sebagai seorang Kristen, setelah mengetahui ayat-ayat pelecehan dari Talmud kepada Yesus dan agamanya, tetapi masih saja mendukung Zionis-Yahudi, masih saja membantu Israel, maka ia sebenarnya telah ikut-ikutan melecehkan agamanya sendiri. Jika tidak percaya, silakan ambil Talmud dan baca sendiri.

Jews Singapore Connection

Yang ketiga, Unggun 'Samuel' Dahana dan para kolaborator Zionis lainnya menyatakan kepada wartawan jika acara yang digagaskan juga akan menghadirkan orang-orang Yahudi dari luar Indonesia, terutama Singapura, dan juga diliput oleh jurnalis Israel. Walau akhirnya kita ketahui hal ini tidak terjadi, namun apa yang telah keluar dari mulut mereka harus kita perhatikan dan kritisi.
Sudah menjadi pengetahuan umum jika Singapura memang merupakan basis Yahudi di Asia Tenggara, bahkan Asia Pasifik. Buku "Singapura Basis Israel di Asia Tengara" (Rizki Ridyasmara, 2005) telah cukup memaparkan bagaimana Zionis Israel turut serta membangun negeri mini tersebut namun memiliki pengaruh dan kekuatan militer kawasan yang maksi. Semua lobi Zionis Israel di kawasan Asia Tenggara dan Pasifik selalu saja dikendalikan dari Singapura. Sangat mungkin termasuk mengendalikan para kolaborator Zionis di Indonesia.

Bukan rahasia umum lagi jika Singapura merupakan surga persembunyian para maling uang rakyat Indonesia. Orang menyebut mereka dengan istilah 'koruptor', namun saya lebih suka menggunakan istilah 'Maling uang rakyat'.
Sekarang ini, media nasional tengah gencar membahas dua pelarian dari Indonesia di Singapura. Pertama, Nunun Nurbaeti. Nunun adalah isteri anggota DPR dari Fraksi PKS Jend. (Pol) Adang Daradjatun, yang telah ditetapkan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sebagai tersangka kasus suap cek pelawat terkait proses pemilihan Miranda Goeltom sebagai Gubernur Bank Indonesia. Nunun yang mengaku sakit ingatan sejak lama sudah bersembunyi di Singapura.
Yang kedua, Nazaruddin, Bendahara Partai Demokrat yang tersandung kasus suap Wisma Atlet, juga kabur ke Singapura sebelum imigrasi mengeluarkan pencekalan.
Ikhwal Singapura sebagai surganya para maling Indonesia mulai mencuat bersamaan dengan badai krisis moneter di Indonesia pada tahun 1997-1998. Sebuah tabloid bisnis Indonesia menurunkan sebuah artikel menarik yang mendeskrisikan bagaimana enaknya kehidupan para konglomerat maling yang bersembunyi di Singapura, hidup dengan uang rakyat Indonesia yang telah dimalingnya, inilah petikannya:

Sudah menjadi pengetahuan umum, untuk memakmurkan negaranya yang tidak memiliki kekayaan alam, Singapura amat agresif menarik orang-orang yang dipandang memiliki kelebihan terutama asset kekayaan dari bisnis untuk menjadi waga negaranya. Di Jakarta, sebagian professional perbankan dan financial yang berusia di bawah 50 tahun, khususnya mereka yang berdarah keturunan Cina atau India, selalu disambangi staf kedutaan Singapura guna direkrut menjadi warga negaranya.
Selain itu, Singapura secara terang-terangan juga menawarkan kemudahan bagi para pelaku bisnis untuk mendapatkan status permanent residence. Syaratnya, para pelaku bisnis harus membayar Sing$1,5 juta (sekitar 8 miliar rupiah) dalam Deposit Scheme Foreign Entrepreneur atau menanam uangnya pad abiding bisnis yang disetujui Economic Development Board. Singapura juga memberi kekhususan bagi para nasabah dari Indonesia dan Thailand dan menjamin keamanan uang mereka di negeri kecil tersebut.
Tidak adanya perjanjian ekstradisi antara Singapura dan Indonesia (Singapura selalu menolak menandatangai perjanjian), menjadikan para koruptor dan konglomerat hitam Indonesia bisa hidup dengan tenang. Sebab itulah, mereka banyak menimbun hartanya di sini. Di Indonesia mereka dihujat, di Singapura mereka hidup tenang dan bermewah-mewah. Salah satu contoh yang paling kasat mata bisa dilihat dari kepemilikan sektor properti. Dari data yang ada, nyaris 99% konglomerat hitam punya properti di Singapura.
Distrik 10 dan 15 adalah distrik terpopuler di Singapura sebagai kawasan kaum berpunya asal Indonesia. Jelas, kawasan ini bukan tempat sembarangan. Distrik 10 adalah distrik paling elit di Singapura yang meliputi daerah Orchard Road, Holland Road, dan Bukit Timah Area. Sementara itu, Distrik 15 yang berada di timur biasa dikenal sebagai East Coast Area, meliputi daerah Katong dan Meyer Road.

Di Bukit Timah Area, Martina Sudwikatmono, anak dari konglomerat Sudwikatmono memiliki properti mewah. Pentolan Grup SInar Mas, Eka Tjipta Wijaya, yang memiliki utang segunung di Indonesia, tinggal di daerah Meyer Road, khususnya di Coastarahu. Mereka memiliki enam tower yang masing-masing terdiri dari 8 hingga 24 lantai. Padahal, harga properti di daerah ini bisa mencapai 44 juta rupiah permeter perseginya! Bisa dibayangkan, berapa banyak uang yang dibenamkan Grup Sinar Mas untuk enam towernya itu.
Selain Sinar Mas, ada Syamsul Nursalim di sini. Melalui Tuanshing, perusahaannya di Singapura, pemilik BDNI, Gajah Tunggal Grup, dan Dipasena ini menguasai banyak property di Distrik 10. Lalu keluarga Gondokusumo, yang memusingkan pemerintah RI dengan asset-aset palsunya, juga punya banyak properti mewah di daerah Bukit Timah dan Distrik 15. Ada pula Boyke Gozali dari Grup Ometraco, yang perusahaan holdingnya di Indonesia dalam proses likuidasi, punya apartemen mewah di Steven Road.
Juga keluarga Ongko (pemilik Bank Umum Nasional, BUN), Sudjiono Timan (mantan Dirut Bahana yang memiliki tunggakan perkara di Kejaksaan), Samadikun Hartono (Grup Modern tersangka BLBI), mereka semua punya properti mewah di Singapura.
Gambaran di atas sebenarnya baru sebagian kecil. Ada banyak konglomerat hitam dan maling lainnya asal Indonesia yang berfoya-foya dengan uang rakyat Indonesia, sedang rakyat Indonesia sendiri kini hidup tambah melarat dan kian sekarat.

Sejumlah nama konglomerat hitam yang kabur dan ngumpet di Singapura antara lain adalah :
· Sjamsul Nursalim, kasus BLBI Bank BDNI, merugikan negara Rp 6,9 triliun plus 96,7 juta dolar AS.
· Bambang Sutrisno, kasus BLBI Bank Surya, merugikan negara Rp 1,5 triliun.
· Andrian Kiki Ariawan, kasus BLBI Bank Surya, merugikan negara Rp 1,5 triliun.
· Eko Adi Putranto, kasus BLBI Bank BHS, merugikan negara Rp 2,659 triliun, belum jelas keberadaannya namun diduga kuat ada di Singapura.
· Sherny Konjongiang, kasus BLBI Bank BHS, merugikan negara Rp 2,659 triliun, belum jelas keberadaannya namun diduga kuat ada di Singapura.
· David Nusa Wijaya, kasus BLBI Bank Servitia, merugikan negara Rp 1,29 trilun, belum jelas keberadaannya namun di duga kuat ada di Singapura.
· Agus Anwar, kasus BLBI Bank Pelita, merugikan negara Rp 1.989.832.000.000 plus Rp 700 miliar
· Sujiono Timan BLBI BPUI 126 juta dolar AS Belum jelas keberadaannya

Nama-nama di atas sebenarnya hanya sebagian kecil dari jajaran konglomerat hitam yang bersembunyi di Singapura. Besarnya dana yang dibawa kabur ke negeri Singa itu juga menjadi perbincangan hangat di Indonesia. Data tahun 2010 menyebutkan sekurangnya ada US$ 87 miliar atau setara dengan Rp. 738 triliun jumlah investasi para maling uang rakyat ini di Singapura. Sebagai perbandingan saja, utang Indonesia sejumlah Rp.1.627 triliun yang berarti lebih kurang setengahnya.
Dan ironisnya, saat krisis itu, Lee Kuan Yew malah membentuk Asian Currency Unit (ACU) sebagai wadah tempat menabung warga keturunan Cina di Singapura, termasuk para maling uang rakyat Indonesia.

Christianto Wibisono, pengamat ekonomi yang sejak Soeharto lengser lebih banyak tinggal di AS, menyatakan bahwa ACU ini sengaja diciptakan Lee Kuan Yeuw untuk menampung uang rakyat Indonesia yang dibawa kabur maling-maling tersebut. Pada Maret 1998, jumlahnya telah mencapai US$513 miliar.

Yang tak kalah seru adalah data yang dinyatakan oleh H.N. Nazar Haroen, Ketua Forum Pengusaha Reformasi. Ia memperkirakan, 110.000 warga keturunan Cina telah melarikan diri ke luar negeri akibat kerusuhan Mei 1998. Kalau saja setiap orang membawa uang rata-rata US$1 juta, maka uang yang dibawa kabur dari negeri ini mencapai US$110 miliar. Itu belum termasuk dana milik 53 konglomerat Indonesia yang memang sudah diparkir di perbankan luar negeri, yang jumlahnya sekitar US$160 miliar.

Menggunakan angka Iman Taufik saja, berarti dana yang dibawa kabur dari Indonesia ini hampir dua kali lipat dari total bantuan IMF (Dana Moneter Internasional) yang dijanjikan kepada Indonesia. Bahkan kalau dikurs dengan Rp 7.000, nilainya dua kali lipat dari APBN 1999. Inilah yang kemudian mengundang kecaman dari pengamat dan politikus dan menganggap warga keturunan tidak nasionalis dan mau enaknya sendiri.

Pada medio 1996, setahun sebelum krisis dimulai, terjadi pemindahan dana secara besar-besaran dengan nominal lebih dari US$100 miliar "milik" swasta dari bank-bank di Indonesia ke bank-bank di Singapura. Dengan demikian, patut dicurigai bahwa sebenarnya para konglomerat Chinese Overseas itu sebenarnya sudah tahu—atau malahan bersekongkol—bahwa pialang Yahudi George Soros akan memborong dollar AS secara besar-besaran di tahun 1997 dari seluruh pasar mata uang Asia.
Juga diketahui jika Liem Sioe Liong, kroni Soeharto, sebelum krisis dikabarkan sudah mengoper saham-saham Bogasari dan Indofood ke PT QAF, yang juga dimiliki Liem Sioe Liong. Tapi karena PT QAF berpusat di Singapura dan berbasis pada dolar, maka PT QAF terbebas dari krisis moneter yang melanda Indonesia. Ini menjadi indikasi jika Liem sudah tahu bahwa krisis akan terjadi, lalu ia memindahkan kekayaannya ke Singapura.

Perdana Menteri pertama Singapura, hasil Pemilu 1955, bernama David Saul Marshall. Dialah pemimpin Partai Buruh yang juga berasal dari keluarga Yahudi Ortodoks Iraq. Kemenangan Marshall tentunya tak lepas dari lobi Yahudi di negeri mini ini.
Selain Marshall, Perdana Menteri yang sangat berpengaruh sehingga dijuluki sebagai 'Bapak Singapura' adalah Lee Kuan Yew. Lee sejak lama diketahui telah tertarik dengan Zionis-Israel dan menganggap Singapura memiliki banyak kemiripan dengan Israel.
Secara geopolitik, Singapura dan Israel sama-sama kecil dan sama-sama "dikepung" oleh negara-negara besar yang memiliki perbedaan mencolok. Jika Zionis-Israel dikepung oleh bangsa-bangsa Arab yang selalu memusuhinya, maka Singapura yang mayoritas Cina pun selalu merasa dikepung oleh bangsa-bangsa Melayu. Kebetulan, bangsa Melayu identik dengan Islam, sama seperti Arab. Jadi baik Israel maupun Singapura sama-sama merasa dikepung oleh bangsa-bangsa yang berideologi Islam.
Bukan itu saja, secara pribadi Lee juga sangat terkesan dengan sistem pertahanan dan intelijen Israel yang mampu tetap eksis bahkan menjadi negara kecil yang "super power" di tengah bangsa-bangsa besar yang menjadi musuhnya. Kecil-kecil cabe rawit, demikian pikir Lee terhadap Israel, dan Singapura harus menjadi seperti Israel di Asia Tenggara.
Pemikiran ini sudah dimiliki Lee sebelum Singapura merdeka dari Malaya. Bahkan di tahun 1962, Lee telah menjalin kontak yang erat dengan Duta Besar Israel untuk Bangkok, Mordechai Kidron, guna membangun angkatan bersenjata Singapura. Goh Keng Swee, pada waktu Lee Kuan Yew berkuasa dipercaya merangkap jabatan Menteri Keuangan sekaligus Menteri Pertahanan Singapura, menjadi penghubung antara Lee dengan Kidron.
Atas restu Lee, Goh sering terbang ke Bangkok menemui Mordechai Kidron. Mordechai Kidron menerima Goh dan menyanggupi rencana Singapura untuk menjadikan Israel sebagai "arsitek" sistem pertahanan militer dan jaringan intelijen Singapura. Tak sampai beberapa hari, Kidron segera ganti terbang ke Singapura menemui Lee Kuan Yew. "Sejak saat itu, Kidron mendatangiku beberapa kali antara tahun 1962 hingga 1963 khususnya untuk membahas pembukaan kedutaan besar Israel di Singapura," ujar Lee (seperti dikutip dalam Lee Kuan Yew: From Third World to First, Singapore, 1963-2000: Building an army from scratch).
Di bawah kepemimpinan Lee, Singapura tumbuh menjadi satu negara kecil yang besar dan kuat. Kecil dipandang dari sudut luas geografis, namun besar dan kuat dalam pengaruhnya atas politik regional maupun perdagangan internasional. Tanggal 21 September 1965, Singapura diakui dan tercatat sebagai anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB).

Angkatan Bersenjata Singapura Lahir Dari Rahim Zionis Israel

Harian Ha'aretz terbitan Israel edisi 15 Juli 2004 memaparkan kesaksian sejumlah mantan perwira senior tentara Zionis-Israel tentang hubungan antara negara Zionis ini dengan Singapura. Ha'aretz dengan penuh kebanggaan menceritakan bahwa Israel adalah negara yang membangun dan mencetak sistem pertahanan, intelijen, dan komando tentara Singapura dari awal hingga sekarang.
Dalam sidang parlemen Singapura tahun 1999 dilaporkan data bahwa negeri liliput ini telah menghabiskan 7,27 milyar dolar dalam setahun untuk membangun dan memutakhirkan sistem pertahanannya. Ini berarti sekitar 25% dari anggaran belanja negara itu diperuntukkan bagi anggaran militer.
Sebuah laporan dari Asian Defense Journal (2000) menyebutkan bahwa Singapura memiliki sedikitnya sepuluh jet tempur F-16D, empat pesawat jet tempur F-16B, delapan F-5T fighters, dan tigapuluh enam buah F-5C fighters, yang seluruhnya diperlengkapi dengan sistem persenjataan dan suku cadang yang komplit. Beberapa sumber lain bahkan menyebutkan jika Singapura telah memiliki seratusan pesawat jet tempur lengkap dengan sistem persenjataannya, sederetan Rudal rapier lengkap dengan radar otomatik, empat kapal selam canggih bikinan Swedia, dan aneka peralatan tempur modern lainnya.
Menteri Pertahanan Goh Keng Swee bisa dianggap sebagai salah satu orang Singapura pertama yang meletakkan ide menggunakan jasa Zionis-Israel sebagai arsitek pembangun cetak biru sistem pertahanan dan keamanan Singapura. "Yang bisa membantu Singapura hanyalah Israel. Sebuah negara kecil yang dikepung oleh negara-negara Muslim tapi mempunyai basis militer yang kuat. Hanya Israel yang mampu membangun militer yang dinamis di sini," papar Goh Keng Swee.
Setelah itu pemerintah Singapura diam-diam menjalin kontak dengan Israel. Permintaan Singapura disambut hangat negeri zionis tersebut. Berbagai persiapan pun digalang kedua belah pihak dengan amat intensif. Sebuah tim rahasia dengan sandi "Mexicans" pimpinan Kolonel Yaakov Elazari dari Israeli Sayeret (Israel Defence Force, IDF) dibentuk dan diperintahkan untuk segera ke Singapura. Tim ini mempunyai satu misi penting: membangun cetak biru sistem pertahanan keamanan dalam skala nasional. Salah satu hal yang pertama akan dilakukan tim ini adalah menciptakan komandan-komandan lapangan yang tangguh bagi tentara nasional Singapura.
Dari Bandara Ben Gurion, Israel, "Mexicans Team" yang diperlengkapi dengan paspor sekali pakai dengan identitas palsu ini berangkat ke Singapura. Mereka bersama keluarga tidak langsung ke negeri kecil itu, tetapi berpindah pesawat beberapa kali di berbagai negara Eropa, transit satu-dua hari, baru ke Singapura. Ini merupakan prosedur standar intelijen untuk menghindari penciuman dinas rahasia negara musuh atau pihak-pihak yang tidak berkepentingan.
Sehari sebelum Natal tiba, 24 Desember 1965, enam orang perwira IDF lengkap dengan seluruh anggota keluarga mereka telah mendarat di Bandara Internasional Changi. Bagai turis dari Eropa yang ingin berlibur dengan keluarganya, rombongan itu dijemput sebuah bus travel da menghilang di tengah keramaian lalu lintas negara kota tersebut Kolonel Yaakov Elazari dan Yehuda Golan termasuk di antaranya.

Setibanya di Singapura, mereka segera menempati sebuah gedung yang dijadikan rumah tinggal. Tugas keenam perwira Israel ini adalah merekrut dan melatih para calon tentara Singapura. Latihan yang diberikan pada calon taruna tentara Singapura pun amat berat dan dengan disiplin amat tinggi. Para taruna wajib bangun sebelum pukul 5.30 dan langsung latihan hingga pukul 13.00.

Pernah ada satu kasus di mana para taruna mengajukan protes kepada Kolonel Yehuda Golan atas kerasnya latihan yang mereka terima. "Kolonel Golan, orang-orang Arab tidak sedang menduduki kepala kami. Apakah perlu latihan segila ini?" protes salah satu taruna yang menjadi juru bicara teman-temannya.
Yehuda Golan segera menyampaikan protes itu pada Elazari. Lantas oleh Elazari diteruskan kepada Menteri Pertahanan Singapura, Goh Keng Swee. Keesokan harinya, Goh Keng Swee melakukan kunjungan mendadak di base camp. Pagi-pagi sekali, para taruna itu dibariskan di lapangan apel bendera. Di depan para taruna, dengan nada tinggi sang menteri mengancam mereka, "Lakukan semua yang diperintahkan Kolonel Golan. Jika tidak, kalian akan melakukannya dua kali lebih keras! Ini bukan ancaman tapi janji saya kepada kalian!"
Setelah diancam demikian, para taruna tersebut terdiam. Rasa nasionalismenya kembali membubung tinggi saat para instrukturnya yang dari Israel selalu mengingatkan bahwa setiap saat Singapura selalu dalam keadaan bahaya karena memiliki negara tetangga yang merupakan negara-negara Muslim yang besar. Dan hasilnya sungguh menakjubkan. Kurang dari setahun Israel bisa mencetak ratusan komandan dalam pasukan Singapura.

Di kemudian hari terbukti, kerja The Mexicans Team sungguh luar biasa. Setelah sukses menuntaskan misi di Singapura, Yaakov Elazari naik pangkat menjadi Brigadir Jenderal. Setelah pensiun dari dinas Israeli Sayeret, Elazari tetap dipertahankan menjadi konsultan ahli angkatan bersenjata Singapura, bolak-balik Israel-Singapura.
Yaakov Elazari dan Yehuda Golan bisa disebut sebagai "Bapak Tentara Singapura" sebenarnya. Beberapa buku pedoman kemiliteran Singapura disusun keduanya. Ada "Buku Coklat" (Brown Book) yang mengulas panjang lebar namun sistematis tentang doktrin pertempuran, ada pula "Buku Biru" (Blue Book) yang berisi aturan dan peran Menteri Pertahanan dan dinas intelijen. Kolonel Yehuda Golan pernah mengakui jika dirinya memegang peranan utama dalam penyusunan konsep tentang pasukan infanteri.

Sejarah telah mencatat jika Singapura memang sangat akrab dengan Zionis-Israel dalam banyak hal. Sebab itu, tidaklah mengherankan jika para kolaborator Zionis-Israel yang ada di Indonesia sangat akrab dengan negeri mini tersebut.

Rencana perayaan peringatan HUT Zionis-Israel yang dilontarkan Unggun 'Samuel' Dahana pada hari Sabtu, 14 Mei 2011, memang batal. Namun Nur Muhammad 'Benjamin' Ketang bersama sejumlah koleganya 'berhasil' merayakan di sebuah kamar hotel di daerah Puncak, Jawa Barat. Anehnya, polisi sampai hari ini tidak berbuat apa-apa terhadap kolaborator Zionis ini yang jelas-jelas menistai Konstitusi Negara Indonesia.

Hal ini diyakini merupakan semacam test the water, uji coba, untuk melihat reaksi masyarakat negeri ini terhadap Zionis-Israel. Hal ini tidak akan dilakukan sekali ini saja, namun tak mustahil di masa depan juga akan timbul uji coba-uji coba baru. Dan bagaimana nantinya, sikap umat Muslim Indonesialah yang akan menjadi ukurannya.