Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Aug 31, 2012

Benarkah Alien Adalah Dewa Pencipta Manusia?

Alien, dan mereka yang disebut para 'Dewa' akan mengontrol energi dari seluruh galaksi. Bukan berdasarkan pada molekul karbon, tetapi merupakan kecerdasan Manusia Super, tak terkecuali malaikat.

Peradaban masa lalu tetap menjadi misteri, dan manusia terus berusaha tanpa henti hingga menemukan jawaban sesungguhnya tentang awal terbentuknya peradaban manusia dan Dewa. Bagi ilmuwan, terjemahan alkitab tidak akan pernah mencukupi hasrat mereka untuk menggali lebih dalam tentang pencitaan manusia primitif yang men-Dewa-kan Alien. Artikel saya hari ini akan memberikan sedikit penjelasan yang berkaitan dengan Alien dan Dewa Kuno berdasarkan sebuah teori, atau lebih tepatnya hipotesis dari beberapa ilmuwan, salah satunya Michio Kaku.

Alien Dan Sejarah Peradaban Manusia

Sebuah teori muncul di tahun 1968 tentang hipotesis untuk merenungkan kemungkinan makhluk luar angkasa (Alien) ketika mereka turun ke Bumi di masa lalu dan membangun ajaran agama. Penulis Erich von Daniken, sosok yang disebut sebagai 'Bapak Teori Astronot Kuno'. Dalam bukunya yang berjudul 'Chariots Of The Gods' mempopulerkan argumen tentang alien kuno yang berinteraksi dengan manusia primitif.

Rev.Barry Downing juga meneliti hubungan antara UFO dan keyakinan agama. Di bukunya yang berjudul 'The Bible and Flying Saucers' adalah buku yang berisi hipotesis perspektif Alkitab tentang fenomena UFO dan alien. Teori Von Daniken mengatakan bahwa nenek moyang kita (manusia primitif) menganggap alien sebagai Dewa dan membuat 'sistem kepercayaan supranatural' dalam pertemuan mereka. Downing juga mengatakan bahwa Alien tertentu sebenarnya malaikat Allah atau utusan ilahi yang dikirim ke bumi.

Kedua sudut pandang muncul di ruang lingkup yang bervariasi, mulai dari Anunnaki yang dianggap bangsa Sumeria dan Babilonia sebagai Dewa pencipta manusia. Kemudian insiden UFO Roswell tahun 1947 di New Mexico, dan ada lagi dugaan tentang Wajah di Mars. Teori astronot kuno umumnya beranggapan bahwa alien adalah manusia dengan teknologi canggih yang berevolusi melalui seleksi Teori Darwin melalui sang pencipta. Alkitab UFOlogi manyatakan sebaliknya, bahwa beberapa makhluk langit adalah makhluk abadi yang diciptakan oleh Allah yang mungkin berada pada peperangan di ruang angkasa dengan entitas alien agresif.



Definisinya bahwa Tuhan tidak lain merupakan bagian dari keabadian. Sepanjang sejarah antropologi dinyatakan adanya hewan Dewa yang disebut Dewa Humanoid, Dewa Roh, dan Dewa Totem, dimana mereka dianggap hidup abadi.

Dewa bisa mengalami kematian, sakit, dan nafsu manusia, namun kematian bisa mereka hindari. Tidak semua Dewa yang baik atau peduli kepada umat manusia, Sebuah premis universal Dewa Kuno merupakan 'Pergeseran Generasi' atau menjatuhkan kedaulatan dari orangtua kepada anak. Salah satunya adalah ketika manusia bisa menerima pahala, kebaikan dari keabadian dan menjadi Dewa atau menikah dengan mereka.

Hipotesis Singularitas Tentang Peradaban Alien

Ilmuwan Amerika dan gerakan Singularity futuris (Ray Kurzweil) menyatakan bahwa manusia bisa menjadi abadi dalam waktu 20 tahun melalui Nanoteknologi yang mampu menggantikan organ vital manusia. Teknologi Singularity merupakan istilah yang diciptakan oleh penulis fiksi ilmiah, Vinge Vernor. Hal ini mengacu pada penciptaan komputer pintar yang mengembangkan kecerdasan mereka sendiri, Transhumanists yang mendukung peningkatan kapasitas manusia melalui teknologi canggih.

Para Dewa kuno tidak digambarkan sebagai manusia super yang seharusnya ditanamkan dalam imajinasi impulsif. Dewa kuno menderita dan mati, tetapi kemudian disatukan kembali bersama-sama atau dibangkitkan sesuai dengan pernyataan Kurzweil bahwa organ-organ vital akan diregenerasi. Jika peradaban alien memang menjadi abadi melalui teknologi canggih, menurut definisi maka mereka adalah Dewa. Hipotesis Von Daniken mengusulkan bahwa alien mengajarkan manusia primitif tentang astronomi, geometri, dan bahkan konstruksi monolit.

Tapi mengapa mereka tidak bisa mengajarkan manusia tentang perbedaan antara 'Dewa Imajiner' dan 'Alien' yang hidup saat ini? Mungkinkah makhluk abadi ingin diperlakukan sebagai Dewa atau malaikat yang menggambarkan masa depan Manusia Abadi?

Fisikawan Amerika-Jepang dan penulis Michio Kaku menggambarkan pencarian ilmiah tentang kemungkinan peradaban alien melalui pembagian Tipe I, II, III dan IV. Mereka menduga peradaban Type I yang mengarahkan pada sumber daya dari seluruh planet, tapi manusia belum ada di sana. Penyalahgunaan senjata nuklir dan peluncuran roket ruang angkasa memungkinkan prospek yang mengerikan sebagai ancaman disetiap planet yang dekat dengan Bumi. Hal ini memicu respon hipotetis peradaban Tipe II yang mengontrol energi dari seluruh tata surya. Sementara peradaban Tipe III akan mengontrol energi dari seluruh galaksi. Tidak didasarkan pada molekul karbon, hal tersebut merupakan kecerdasan manusia super, tak terkecuali malaikat.

Peradaban Tipe IV akan mengontrol penciptaan alam semesta dari Big Bang. Kecerdasan tak tertandingi yang terkadang disebut sebagai replikator kuantum, astrobiologis Paul Davies pernah menyebutnya sebagai 'Q-Life' yang merupakan Ketuhanan tertinggi dari jiwa manusia dan mendiami sebuah Singularitas Multiverse.

Mereka menyatakan string informasi tentang masa lalu selama miliaran tahun sehingga menetapkan kondisi awal Big bang. Fisikawan Amerika (Ronald Mallett) menggunakan persamaan Albert Einstein untuk menggambarkan pergeseran waktu dengan sinar laser. Dan hasilnya,… sebuah peradaban Tipe IV tidak pernah berhenti menciptakan alam semesta baru.

Penulis Amerika 'Michael Talbot' menyatakan teori realitas yang menunjukkan fisik alam semesta dengan hologram raksasa, setelah dia memeriksa fisikawan David Bohm dan neurofisiologi Karl Pribram dimana keduanya secara independen menggunakan teori holografik dan model alam semesta.

Talbot berpendapat bahwa keberadaan manusia merupakan holografik yang memproyeksikan struktur Big bang itu sendiri. Jika demikian, maka ada Dewa atau peradaban Alien yang akhirnya mungkin akan dihadapi manusia, setidaknya untuk membuktikan holografik dari makhluk abadi.

Atlantis, Pemikiran Plato Tentang Surga

Willie Drye, dalam tulisannya tentang pemikiran Plato di National Geographic menyebutkan bahwa tulisan seorang filsuf Yunani kuno (Plato) tidak memiliki banyak kebenaran tentang kondisi manusia waktu itu. Salah satu pemikiran Plato yang paling terkenal mengenai cerita kehancuran peradaban kuno Atlantis, hampir dikatakan palsu. Mengapa cerita ini masih dilanjutkan hingga lebih dari 2.300 tahun setelah kematian Plato?

Pemikiran Plato Tentang Benua Atlantis

Menurut James Romm, seorang profesor klasik di Bard College Annandale, New York "Ini merupakan mitos besar, Plato mengenal berbagai lapisan orang yang senang berfantasi."

Pemikiran Plato mengatakan tentang kisah Atlantis sekitar 360 SM. Para pendiri Atlantis merupakan manusia setengah dewa dan setengah manusia. Mereka menciptakan peradaban Utopia dan memiliki kekuatan angkatan laut yang besar. Rumah mereka terdiri dari pulau-pulau yang dipisahkan oleh parit lebar dan dihubungkan oleh sebuah kanal yang menembus di tengah kota. Pulau-pulau yang subur mengandung emas, perak, dan logam mulia lainnya, didukung sumber daya berlimpah, dan satwa liar yang eksotis. Dan ada kota besar di pulau itu.

Banyak teori tentang keberadaan Atlantis, antara lain terletak di wilayah Mediterania, di lepas pantai Spanyol, bahkan di bawah Antartika. Setiap tempat bisa saja dibayangkan sebagai benua yang hilang (Charles Orser, kurator sejarah di New York State Museum di Albany).

Pemikiran Plato mengatakan, bahwa Atlantis berada di sekitar 9.000 tahun sebelum keberadaannya. Cerita Atlantis telah diceritakan oleh penyair, imam, dan lainnya sebagai mitos turun menurun. Tulisan-tulisan pemikiran Plato merupakan satu-satunya catatan yang menggambarkan adanya legenda Atlantis.

Pemikiran Plato Seperti Melihat Surga, Atau Kenyataan?

Hanya sedikit ilmuwan berpikir bahwa legenda Atlantis benar-benar ada. Robert Ballard, penjelajah samudera yang menemukan bangkai kapal Titanic pada tahun 1985, mengatakan bahwa apa yang ditulis dalam pemikiran Plato tentang Atlantis adalah benar. Legenda Atlantis, sebuah peradaban kuno yang hilang karena banjir dahsyat dan ledakan vulkanik yang terjadi sepanjang sejarah, termasuk salah satu peristiwa yang memiliki beberapa kesamaan dengan cerita tentang kehancuran Atlantis. Catatan sejarah 3600 tahun yang lalu, sebuah letusan gunung berapi yang besar menghancurkan pulau Santorini di Laut Aegean dekat Yunani. Pada saat itu, masyarakat Minoan yang sangat maju tinggal di Santorini. Peradaban Minoan menghilang tiba-tiba pada waktu yang sama dengan letusan gunung berapi. Tapi Ballard tidak berpikir bahwa Santorini adalah Atlantis, karena waktu dari letusan gunung di pulau itu tidak bertepatan dengan pemikiran Plato tentang kehancuran Atlantis.

James Romm meyakini bahwa pemikiran Plato menciptakan kisah Atlantis untuk menyampaikan beberapa teori filosofis;

Dia berhadapan dengan sejumlah isu, dan Atlantis merupakan tema yang dibawa untuk menjalankan seluruh karyanya. Ide-ide Plato berisi tentang sifat ilahi terhadap manusia, masyarakat yang ideal. Ide tersebut bisa ditemukan pada beberapa karya Plato. Atlantis digambarkan memiliki kendaraan yang berbeda, untuk mendukung beberapa temanya.



Legenda Atlantis adalah cerita atau pemikiran Plato tentang surga, moral, orang-orang spiritualis yang bermoral hidup dalam peradaban Utopia, peradaban yang digambarkan sangat maju. Tapi mereka menjadi serakah, dan miskin moral hingga para dewa menjadi marah karena bangsa Atlantis telah kehilangan jalan mereka, dan berbalik untuk kegiatan tidak bermoral. Sebagai hukuman, para dewa memberikan hari-hari yang mengerikan dengan api dan gempa bumi, menyebabkan Atlantis tenggelam ke dasar laut. Pemikiran Plato masih tetap berlanjut hingga hari ini.

Misteri Pembangunan Stonehenge Zaman Pra Celtic

Old Sarum merupakan situs asli Salisbury, gundukan pemakaman puncak bukit yang angker dan lokasi berdirinya Stonehenge. Stonehenge, Old Sarum, dan Salisbury Cathedral, semuanya terletak dalam garis lurus.

Stonehenge, monumen peninggalan zaman megalit di Eropa yang terkenal dengan ke-misteriusan-nya, sampai saat ini masih banyak arkeolog yang memperdebatkan pendapat mereka bahwa situs ini tidak mungkin dibangun bangsa Celtic. Dalam pandangan mereka, bangsa Celtic berusia lebih muda dari situs ini, dan itu menjadi alasan bahwa bangsa Pra-Celtic sudah lebih dulu membangunnya.

Anthony Johnson mengungkapkan analisa dalam bukunya 'Solving Stonehenge: The Key to an Ancient Enigma' secara rinci memberikan petunjuk tersembunyi di monumen terkenal, tentang pembangunan Stonehenge dari zaman Megalitikum. Survei John Wood yang sangat akurat, tetapi sering diabaikan sejak tahun 1740. Survey ini merupakan catatan yang paling penting tentang Stonehenge.

Stonehenge Lebih Tua Dari Bangsa Celtic

Arkeolog percaya bahwa pembangunan Stonehenge dimulai sekitar 5000 tahun yang lalu, secara bertahap selama berabad-abad. Pertama, membangun parit melingkar dan batu kapur lunak yang mendasarinya. Sekitar 4000 tahun yang lalu, pembangun dilanjutkan dengan menambahkan delapan puluh lingkaran Bluestones, berat masing-masing sekitar empat ton yang diambil dari Pegunungan Prescelly 240 mil di barat daya Wales.



Kemudian ditambahkan 50 ton batu sarsen yang dibawa dari Marlborough Downs sekitar 20 mil ke utara. Ambang pintu batu horizontal yang diangkat dan ditempatkan di atas sarsens, ditahan oleh Mortices dan Tenons (vertikal). Pembangunan ini selesai sekitar 3.500 tahun lalu oleh orang-orang sekarang yang dikenal sebagai 'Beaker'.

Sejak abad 17, Antiquarians mulai tertarik pada Stonehenge dan situs misterius lainnya. John Aubrey (1626-1697) dan William Stukely (1687-1765) percaya bahwa struktur Stonehenge mungkin dibangun di bawah arahan Druid, para imam Celtic tinggal di Inggris ketika Roma tiba. Penulis Colin Burgess juga menyatakan bahwa Stonehenge pada kenyataannya telah dibangun oleh nenek moyang bangsa Celtic.

Arkeolog dan sejarawan telah menunjukkan bahwa pembangunan Stonehenge sangat mustahil dibangun Celtic, karena bangsa Celtic dan imam Druid baru tiba di Kepulauan Inggris sekitar 2.500 tahun yang lalu, dan Stonehenge sebenarnya telah dibangun oleh manusia zaman Pra-Celtic.

Stonehenge dan pemakaman di dekatnya merupakan bagian dari struktur besar megalitik yang dibangun dari batu kasar di Inggris selatan. Struktur serupa juga ditemukan di seluruh Kepulauan Inggris, Perancis dan bagian lain didaratan Eropa termasuk pulau Mediterania Malta, Turki, Israel, dan tempat lain di Amerika. Tidak jauh dari Stonehenge terdapat Avebury, batu lingkaran terbesar yang dikenal dunia dengan sebagian kota dibangun di atasnya. Sayangnya banyak dari struktur Avebury dibongkar. Fitur Avebury berbobot empat puluh ton tanpa palang, parit melingkar dan beberapa batu berdiameter 1,396 kaki setinggi 20 kaki.

Di Perancis barat terdapat komplek besar batu berbaris yang disebut Carnac sekitar 3000 batu, mungkin berusia 6500 tahun yang lalu. Megalitikum dan struktur bawah tanah di Malta, seperti Kuil Ggantiza di Xaglara pulau Gozo-Malta berusia lebih dari 6000 tahun dan pernah beratap, diplester dan bahkan dicat. Di Amerika, selain struktur Mound Builder, reruntuhan besar Meksiko dan Amerika Selatan, struktur yang menyerupai bangunan di Inggris telah ditemukan di Amerika seperti di New Hampshire dan New York.

Beberapa arkeolog Maverick menyatakan bahwa peninggalan tersebut mungkin dibangun oleh suku yang disebut Red Paint People, sekitar 3000 tahun yang lalu. Mereka memiliki kapal bahkan mereka mungkin telah menyeberangi Atlantik dan berhubungan dengan rekan-rekan mereka di Eropa. Sebagian besar megalit Eropa berada didekat laut yang menunjukkan bahwa mereka dibangun oleh pelaut.

Sejarah Bangsa Pra Celtic Sebelum Membangun Stonehenge

Druid tidak mungkin membangun Stonehenge dan struktur yang ada di Inggris dan Perancis, bertumpu pada asumsi bahwa bangsa Celtic merupakan imigran yang relatif baru di Eropa barat. Hal ini didasarkan pada kenyataan bahwa komponen tertentu dari budaya Celtic klasik (seperti kuda dan kereta yang muncul di Barat hanya sekitar 2.500 tahun yang lalu, dan di Eropa Tengah sekitar 2.800 tahun lalu). Celtic menyebar disepanjang bagian timur seperti Turki, dan keturunan modern mereka adalah Irlandia, Skotlandia, Bretons, Welsh, dan Cornish. Mereka orang-orang yang suka berperang, biasanya berkulit terang dan tinggi.

Romawi pernah menuduh mereka melakukan pengorbanan manusia yang sadis, dan mungkin benar tetapi bukti kuat sangat sedikit. Bangsa Celtic diyakini menyembah roh yang ditemukan di alam dan memiliki pohon Oak, membuat Mistletoe menjadi tempat suci, kemudian orang-orang Romawi mengatakan bahwa mereka percaya pada reinkarnasi. Bangsa Druid menjalani pelatihan yang panjang dan sulit, mereka mungkin mengenakan jubah putih. Agama Druid dapat bertahan di Irlandia pada abad ke-17, dan sebagian mereka sampai hari ini menyebut diri mereka sebagai bangsa 'Druid'.

Tidak ada bukti perang ataupun penaklukan, sulit bagi arkeolog untuk menjelaskan bagaimana mereka bisa berdamai dengan bahasa mereka, agama, dan budaya sebelumnya. Ahli genetika menyatakan bahwa orang Inggris modern terkait dengan DNA, termasuk bangsa Spanyol yang berasal dari sisa-sisa manusia pra-Celtic di Inggris. Bahasa-bahasa Celtic merupakan bagian dari kelompok bahasa Indo-Eropa modern termasuk Jerman, Spanyol, Perancis dan sebagainya. Hanya Basque dari daerah perbatasan barat Spanyol/Perancis yang tidak terkait dengan bahasa Celtic.

Yunani kuno dan Italia juga berbahasa Indo-Eropa, seperti juga bahasa Persia kuno Persia (Iran) dan bahasa Sansekerta di India. Sejarah konvensional mengatakan bahwa penduduk asli (penutur bahasa-bahasa Dravida masih ada) ditaklukkan dengan menginvasi bangsa Arya dari barat laut. Tidak ada bukti tentang hal ini, peradaban tertua di wilayah tersebut (sampai reruntuhan bawah laut ditemukan di lepas pantai India) berusia 5000 tahun berbudaya Indus-Sarasvati dengan kota-kota seperti Harappa dan Mohenjo-daro.

Karena mereka tidak memiliki kuda dan kereta seperti budaya 'Arya', diasumsikan bahwa mereka ditaklukkan, begitupun tidak ada bukti perang atau penaklukan, dan teknologi baru di sini maupun di Eropa Barat tidak disebarkan lewat perang. Bahkan, seni mereka digambarkan melalui swastika dan phalluses seperti seni lama Hindu, dan salah satu segel kuno mereka menggambarkan seorang pria dalam posisi yoga. Mereka memiliki perahu sungai dan mungkin juga kapal laut yang berdagang dengan bangsa Sumeria. Mereka juga berlatih dalam pemujaan dewi dan memiliki lukisan kerbau melompat seperti budaya Minoan Crete. Budaya mereka tampaknya telah mengalami penurunan akibat bencana alam.

Jadi, menurut arkeolog bahwa bangsa Celtic dan Indo-Eropa berada di wilayah Stonehenge selama ini. Para imam Druid dan nenek moyang bangsa Celtic sudah ada saat Stonehenge dibangun, dan menjadi pusat keagamaan di wilayah Eropa.

Big Bang, Planet Bumi Terbentuk Lebih Awal

Planet bumi membutuhkan bahan baku yang tidak tersedia diawal pembentukan alam semesta. Big Bang mengisi ruang dengan hidrogen dan helium, unsur-unsur kimia seperti silikon dan oksigen yang merupakan komponen utama dan dipanaskan bintang-bintang dalam waktu cukup lama. Berapa lama waktu dan elemen berat yang dibutuhkan untuk membentuk planet?

Penelitian tentang pembentukan planet bumi dan planet kecil lainnya dipimpin oleh Lars A.Buchhave dari Universitas Kopenhagen, dibantu astronom David Latham Smithsonian dari Harvard-Smithsonian Center for Astrophysics, yang diterbitkan dalam jurnal Nature dan dikeluarkan 13 Juni 2012 pada pertemuan ke 220 American Astronomical Society. Penelitian ini juga dirilis Jet Propulsion Laboratory "Small Planets Don't Need 'Heavy Metal' Stars to Form" dan Harvard Smithsonian Center For Astrophysics 'Alien Earths Could Form Earlier than Expected'.

Pembentukan Planet Bumi Terjadi Lebih Awal

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa Jupiter berukuran raksasa, gas cenderung terbentuk di sekitar bintang yang mengandung unsur berat lebih dari Matahari. Penelitian terbaru yang dilakukan tim astronom menemukan bahwa planet yang lebih kecil dari Neptunus berada di sekitar bintang, termasuk unsur-unsur berat yang lebih sedikit dari Matahari. Akibatnya, Planet Bumi dapat terbentuk lebih awal dari yang diharapkan dalam sejarah alam semesta.



Penelitian ini menunjukkan bahwa planet bumi bisa terbentuk hampir setiap saat dalam sejarah galaksi bima sakti, tidak memerlukan generasi bintang sebelumnya.

Latham dan rekannya meneliti lebih dari 150 bintang yang diketahui memiliki planet, berdasarkan data dari pesawat ruang angkasa Kepler milik NASA. Mereka mengukur metallicities bintang dan berkorelasi dengan ukuran planet terkait. Planet besar cenderung mengorbit pada bintang dengan metallicities surya atau yang lebih tinggi. Dunia lebih kecil, meskipun ditemukan di sekitar bintang yang kaya ataupun sedikit mengandung logam.

Mereka menemukan bahwa planet bumi terbentuk dari berbagai metallicities, termasuk sistem dengan seperempat kandungan logam Matahari.

Penemuan mereka mendukung Inti Akresi model pembentukan planet bumi. Dalam model ini, debu primordial terakumulasi dengan ukuran planetesimal kecil yang kemudian menyatu menjadi planet utuh. Yang terbesar, dengan berat 10 kali Bumi, kemudian dapat mengumpulkan hidrogen sekitarnya dan menjadi gas raksasa.

Inti sebuah gas raksasa terbentuk cepat karena hidrogen dalam piringan protoplanet menghilang dengan cepat, tersapu oleh gas bintang hanya dalam beberapa juta tahun. Metallicities yang lebih tinggi mungkin mendukung pembentukan inti besar, menjelaskan kemungkinan untuk menemukan gas raksasa yang mengorbit pada sebuah bintang yang kaya logam.

Pembentukan Planet Bumi Memerlukan Logam Berat

Para astronom menyebut unsur-unsur kimia berat terdiri dari hidrogen dan helium 'logam'. Mereka mengukur kandungan logam, atau metallicities, bintang lain yang menggunakan sebagai patokan Matahari. Bintang dengan elemen berat lebih dianggap kaya kandungan logam, sementara bintang dengan elemen berat yang lebih sedikit dianggap miskin kandungan logam.

Pembentukan planet kecil seperti Bumi diperkirakan terjadi terutama di sekitar bintang yang kaya elemen berat seperti besi dan silikon. Planet kecil yang terbentuk di sekitar bintang dengan berbagai macam konten elemen berat dan meluas di galaksi bima sakti.

Planet diciptakan dalam piringan gas dan debu di sekitar bintang-bintang baru. Planet Bumi terdiri hampir seluruhnya dari elemen seperti besi, silikon oksigen, dan magnesium. Metallicity sebuah bintang mencerminkan kandungan logam dari piringan yang pembentuk planet. Para astronom telah memperkirakan bahwa sejumlah besar elemen berat dalam piringan akan menyebabkan pembentukan planet bumi dan lainnya menjadi lebih efisien. Tercatat bahwa planet raksasa dengan periode orbit pendek cenderung berhubungan dengan logam kaya bintang.

Tidak seperti gas raksasa, terjadinya planet-planet yang lebih kecil tidak sangat tergantung pada isi elemen berat dari bintang utama galaksi mereka. Planet berukuran empat kali planet Bumi bisa terbentuk di sekitar bintang dengan berbagai isi elemen berat, termasuk bintang dengan metallicity lebih rendah dari matahari.

Raja Og, Manusia Raksasa Zaman Nabi

Raja Og sangat luar biasa, dia muncul dalam cerita Nabi Nuh, Ibrahim dan Musa, dimana ketiga nabi tersebut sangat familiar disebutkan dalam beberapa Alkitab dan sejarah kuno. Tapi sampai saat ini tidak ada satu bukti yang menyatakan keberadaannya, benarkah dia raksasa berusia 3000 tahun? Atau Raja Og hanya seorang manusia perkasa yang digambarkan dalam mitos hingga mempengaruhi imajinasi manusia?

Anda mungkin pernah mendengar Og, sosok raksasa yang sering disebut-sebut dalam alkitab, dan beberapa cerita rakyat juga menggambarkan sosok Og yang besar. Raja Og, menurut cerita yang saya dengar mempunyai beberapa versi mitos diantaranya berasal dari tanah arab, timur tengah, bahkan di Yunani juga mempunyai cerita yang sama. Scott Roberts dalam bukunya The Rise and Fall of the Nephilim: The Untold Story of Fallen Angels, Giants on the Earth, and Their Extraterrestrial Origins menceritakan mitos manusia raksasa, siapa dan darimana mereka berasal. Tapi mungkin kita akan menemukan beberapa pendapat yang berseberangan dengan keyakinan kita, karena mitos dan yang tertulis dalam sejarah alkitab sering tidak sejalan.



Raja Og memiliki kota kedua (Kota Ashteroth) yang diberi nama oleh Dewi Ashteroth yang juga dikenal sebagai Ratu Surga, dia adalah orang yang religius di zamannya, tapi meyakini agama Pagan. Mitos Raja Og menyebar hingga ke wilayah Ugarit-Fenisia dan Aegea melalui mitologi Yunani yang dikenal sebagai Ogygos Bocotia, kemudian dikenal dalam linguistik Mesir dengan sebutan Anukis Thebes.

Raja Og, Antara Mitos Raksasa Dan Kenyataan

Beberapa Alkitab (termasuk kitab Apokrif) menyebutkan tentang Nefilim yang digambarkan sebagai Raksasa. Kitab Henokh menyebutkan ukuran mereka sangat mengerikan, tapi sampai saat ini tidak ada tulang ataupun fosil yang berhasil ditemukan. Dengan kata lain bahwa pencarian bukti keberadaan raksasa hanya sebuah cerita tanpa bukti nyata, ini sangat sulit diterima dalam dunia sains. Walaupun pada kenyataannya arkeolog telah menggali disekitar wilayah yang diduga menjadi tempat terakhir raksasa zaman kuno dalam kurun waktu seratus tahun terakhir.

Suku Nefilim yang tercatat dalam Alkitab antara lain Refaim (Rephiam, yang paling dikenal), Anakin, AVIM, Emim, Gibborim, Horim, Zamzummim dan Zuzim. Mereka dipimpin oleh Raja Og dari Basan yang juga berasal dari Refaim. Menurut cerita rakyat, Raja Og memiliki tempat tidur yang sangat besar terbuat dari kerangka besi, mungkin panjangnya berkisar 14 kaki dan lebarnya 6 kaki. Setidaknya bagian cerita ini menggambarkan bahwa mereka mungkin hidup di Zaman Besi sesuai dengan bukti yang ditemukan arkeologi.

Zaman Besi di Levant berlangsung sekitar tahun 1000-1200 SM, dimana saat itu merupakan masa kejayaan Raja Daud yang membunuh Raksasa Goliath (Nefilim yang ingin memusnahkan ras manusia). Dan setelah Raja Daud tidak ada pernyataan yang menyebutkan tentang Nephilim di Tanah Suci. Kemudian Raja Og merupakan Refaim terakhir, tapi menurut Alkitab dia bukan Nephilim, hanya merupakan garis keturunannya.

Cerita rakyat tentang manusia raksasa tercatat setelah tahun 900 SM. Nabi Musa dikatakan sebagai manusia yang membunuh raksasa Raja Og, dan meninggal pada usia 120 tahun atau disekitar tahun 1300-1400 SM yang mendahului Zaman Besi diwilayah Levant. Tahun 1400 SM diperoleh berdasarkan pada sumber-sumber di Mesir (Exodus), dan tahun 1300 SM berdasarkan sumber tanggal Yahudi. Tahun yang merujuk pada sejarah kuno Raja Og masih merupakan pendapat dan interpretasi, bahkan tanggal Exodus (Mesir) juga tidak pasti. Hal tersebut dikaitkan dengan Nabi Musa yang membuat ular perunggu untuk melindungi manusia dari kematian akibat gigitan ular.

Zaman Perunggu Akhir terjadi diwilayah Levant sekitar tahun 1150 SM, dan menurut arkeologi Nabi Musa hidup diantara Zaman Perunggu dan Zaman Besi. Jika menggunakan penanggalan Mesir maka Nabi Musa hidup sebelum Zaman Besi dan tidak mungkin membunuh Raja Og, atau legenda ini ditulis pada Zaman Besi yang mencakup cerita sebelumnya, kemudian tempat tidur besi ditambahkan ke dalam ratusan jenis cerita (mungkin sudah berubah dari generasi sebelumnya, tapi inti cerita tetap sama). Dan asumsi terbaik, bahwa Musa dan Raja Og hidup di Zaman Besi yang nantinya ikut membawa cerita tentang Gilgal Rephaim.

Gilgal Rephaim Situs Peninggalan Raksasa

Gilgal Refaim berkembang disekitar tahun 3000 SM berdasarkan penanggalan sistem radiokarbon Potsherds, tes lichenometric, dan keselarasan astronomi dari titik balik matahari musim panas. Sekitar tahun 1000 SM bagian tengah Cairndibangun dan dianggap sebagai Dolmen (monumen prasejarah dari batu) meskipun ukurannya sangat besar. Terlihat bahwa Refaim Gilgal dibangun pada rentang waktu sekitar 2000 tahun. Monumen Gilgal Refaim pertama kali diisi dengan observatorium astronomi dan pusat kultis, kemudian dibangun Cairn yang rumit di pusatnya.

Makam yang ditemukan dikaitkan dengan Raja Refaim atau Raja Og, dan kisah Alkitab tentang kekalahan Refaim paling banyak menyebutkan Nabi Musa. Raja Og diangkat sebagai Raja Basan yang meliputi Dataran Tinggi Golan yang dibangun Gilgal Refaim, yang kemudian dikalahkan oleh Nabi Musa. Raja Og diduga hidup pada Zaman Besi saat pembangunan Cairn, dan bisa saja terkubur di dalam monumen Refaim Gilgal.

Argob yang dinyatakan dalam Alkitabiah sebagai dataran tinggi vulkanik, Kota-kota raksasa tercatat pernah berada di sana. Kota Porter, Graham, Thomson, Burckhardt dan lainnya berada di tepi pulau karang. Ada juga peninggalan dolmen disana. Vulkanik mengangkat meja batu seperti sebidang tanah yang juga dikenal sebagai Lejah, orang-orang Yunani dan Romawi menyebutnya sebagai Trakhonitis. Ibukota Raja Og dikenal sebagai Kota Edrei yang saat ini dikenal sebagai Dar'a terletak. Kota Kanaan (Canaanite) dianggap sebagai salah satu kota tertua di Suriah, Ashteroth juga dikenal sebagai Asyterot-Karnaim yang diduga terletak 8 mil di barat laut yang dikenal sebagai Tell Ashareh.

Raja Og Hidup Diantara Nuh, Ibrahim Dan Musa

Ada banyak cerita mitos Raja Og diantaranya tercatat dalam literatur Rabbinical, Perjanjian Lama, literatur Islam dan beberapa tercatat dalam literatur dluar Alkitab. Dalam semua cerita disebutkan bahwa Raja Og adalah raksasa, bahkan Og berada di zaman Nabi Nuh. Og telah diselamatkan dari banjir dengan bantuan Nuh, kisah ini disebabkan teka-teki Nefilim (Nephilim) yang menyebutkan bahwa 'Nefilim selamat dari banjir besar ketika orang lain tewas'.

Semua filosofis itu terlihat sama, bagaimana menggambarkan Nefilim yang ada sebelum banjir dan Nefilim yang hidup sesudah bencana banjir. Yang paling ganjil adalah: bahwa mitos ini menggabungkan Raja Og dari Basan, dalam setiap mitos Nefilim menjelaskan cerita tersbut tetapi secara khusus diidentifikasi sebagai Raja Og. Mitos yang lebih membingungkan tercatat dalam literatur Rabbinical, bahwa Raja Og melarikan diri ke Palestina di mana tidak ada bencana banjir (dari Rashi ke Niddah).

Menurut mitologi tradisi Islam, Raja Og disebutkan sebagai putra adik Nabi Nuh yang kemudian dibunuh oleh Musa. Mitos lain tentang Bahtera Nuh, bahwa salah satu wanita didalam bahtera sedang mengandung anak Nefilim yang akan menjadi istri Ham. Dan tentunya Nefilim lahir dan hidup setelah bencana banjir. Cerita Nefilim tidak hanya dengan Nuh dan Ibrahim, tetapi secara umum menyatakan bahwa mereka benar-benar makhluk yang terkenal.

Ada mitos misteri dibalik kelahiran Nuh, cerita ayah Nuh (Lamekh anak Metusalah). Sesuai dengan Kitab apokrif, ketika Nuh membuka matanya maka seluruh rumah bersinar seperti matahari. Prasangka bahwa semua ini berkaitan dengan supranatural yang membuat ayah Nuh mempertanyakan kesetiaan istrinya. Dalam arti bahwa ia memiliki hubungan dengan malaikat karena Nuh akan dianggap bangsa Nefilim yang merupakan hasil perkawinan seorang wanita (manusia) dengan seorang pria (malaikat yang turun dari langit). Ibu Nuh menyangkal dan semua itu dinyatakan oleh Idris (Henokh). Metusalah bertanya pada Idris (ayahnya) mengenai hal ini dimana Idris harus mengunjungi Surga, dan Idris menegaskan bahwa Nuh sebenarnya anak Lamekh.

Dilain sisi, pelanggaran hubungan antara manusia dan malaikat pemberontak terjadi dimana mereka turun dari surga menuju Gunung Hermon yang berdekatan dengan ujung utara Golan diwilayah Basan, dan kemungkinan Raja Og memiliki kelahiran yang sama dengan Nabi Nuh.

Mitos lain tentang Raja Og berkaitan dengan Ibrahim. Menurut cerita, Raja Og telah memberitahu Ibrahim tentang penculikan yang dilakukan Raja Kedorlaomer, hingga Raja Og dan Ibrahim sangat akrab. Ibrahim hidup di antara Nefilim yang kebetulan menghuni Kanaan, Raja Og di kedua cerita ini memiliki agenda tersembunyi. Dalam cerita disebutkan, setelah Bahtera Nuh berlabuh akhirnya Og mencoba merayu Sarah, tak lain merupakan istri Nuh. Kemudian dimasa Ibrahim, Raja Og berharap bahwa Ibrahim akan dibunuh dalam upaya penyelamatan Lot dan agar bisa menikahi Sarah, istri Abraham. Tema cerita yang memiliki kesamaan nama istri para Nabi, mendasari seksual Nefilim.

Cerita rakyat menyatakan bawah Raja Og hidup selama 3000 tahun walaupun ada juga yang menyebutkan hanya 900 tahun. Og mungkin saja seorang prajurit yang luar biasa, raja yang diakui hingga tercatat dalam mitos fantastis, bahkan tertuang dalam Alkitab. Hidupnya yang panjang memungkinkan dia berinteraksi dengan para pemimpin agama besar yang hidup di rentang waktu tersebut. Kronologi umur panjang Raja Og justru membuat arkeolog dan sarjana Alkitab kesulitan menemukan 'siapa sebenarnya Raja Og' untuk membuat suatu cerita yang akurat.

Siapakah Raja Og?

Bagi saya, Raja Og adalah seorang Tokoh Heroik yang hidup di Zaman Besi, dia raksasa atau pandangan itu hanya dalam pikiran manusia (hingga saat ini). Bisa saja dia seorang manusia yang sangat kuat bertubuh tinggi dan tinggal diwilayah Edrei, mengingat ukuran Nuh pada zamannya jauh lebih besar dari saat ini.



Satu hal yang menjadi tanda tanya dalam penulisan cerita Raja Og, seperti pada zaman Nabi Musa yang menyebutkan Raja Og dan pasukannya berada di luar untuk mengalahkan Musa dan mungkin membunuh mereka semua, jadi dalam hal ini Raja Og adalah musuh yang pasti. Dalam mitos Nuh, Og dibantu agar bertahan hidup melewati bencana banjir. Sementara di zaman Ibrahim, dia dekat dengan Raja Og dan tidak ada permusuhan yang ditunjukkan antara keduanya.

Aug 30, 2012

Asal Muasal Bahasa Manusia Terkuak

Sebuah studi yang baru-baru ini dirilis menguak misteri asal muasal bahasa yang digunakan manusia. Science Magazine edisi 15 April 2011 mengungkapkan, bahasa yang digunakan oleh manusia pertama kali muncul di selatan Afrika. Dari sanalah kemudian bahasa ini menyebar ke seluruh dunia.

Peneliti dari Universitas Auckland, Selandia Baru, Quentin Atkinson, melakukan studi dengan menelusuri rekam jejak bahasa dengan cara memecah 504 bahasa ke dalam komponen terkecilnya yang disebut sebagai fonem. Fonem berasal dari bahasa Latin, phonema, yang berarti suara yang diucapkan. Penelitian menunjukkan, semakin beragamnya fonem yang dimiliki oleh suatu bahasa menunjukan bahasa itu menjadi sumber dari bahasa-bahasa lain yang lebih sedikit memiliki fonem.

Penelitiannya sampai pada kesimpulan bahwa semakin jauh sekelompok manusia berkelana dari Afrika dalam rekam jejak sejarahnya, semakin sedikit fonem yang digunakan dalam bahasa mereka. Ini mengartikan bahwa sebagaimana diprediksikan dalam studi tersebut, bahasa-bahasa di Amerika Selatan dan Kepulauan Pasifik memiliki fonem paling sedikit, sedangkan bahasa-bahasa di Afrika memiliki fonem terbanyak.

Ternyata, pola ini juga memiliki kesamaan dengan studi terhadap genetik manusia. Sebagaimana dipaparkan sebagai peraturan umum, semakin jauh seseorang keluar dari Afrika, yang dianggap secara luas sebagai asal muasal nenek moyang manusia, semakin kecil perbedaan antara individu dalam populasi kelompok individu tersebut bila dibandingkan dengan keragaman di daerah asalnya, Afrika.

Studi Atkinson ini menggunakan metode statistik mutakhir yang sama untuk mengonstruksikan pohon genetik berdasarkan urutan DNA. Mengenai penggunaan metode statistik ini dalam mencari sumber bahasa manusia, seorang ahli bahasa, Brian D Joseph dari Universitas Ohio, mengatakan, sebagai sumber wawasan baru dalam studi di bidangnya.

"Saya rasa kita sudah seharusnya memerhatikan hal ini dengan seirus meskipun masih ada orang yang akan menolaknya," ujar Joseph.

Sebagai informasi tambahan, studi yang dilakukan Atkinson ini unik karena berusaha menemukan akar bahasa dari waktu yang sangat lampau. Tentang umur bahasa pun masih menjadi soal perdebatan karena di lain sisi ditemukan fakta sementara bahwa umur bahasa telah mencapai 50.000 tahun.Namun, di lain sisi beberapa ahli bahasa lain juga masih skeptis dengan fakta sementara itu. Mereka menemukan faktor lain yaitu "perkembangan dari kata-kata yang sangat cepat" sehingga kemungkinan umur bahasa sendiri tidak lebih dari 10.000 tahun lamanya. 

Belsen, Kamp Tawanan Nazi Yang Mengerikan

Dalam sejarah Perang Dunia II, Nazi dibawah kepemimpinan Adolf Hitler membangun Kamp Belsen yang digunakan sebagai eksekusi masal melaui kamar tahanan bersaluran gas.

Kamp Belsen yang digunakan sebagai penjara, tidak sempat mengalami eksekusi masal karena tentara Inggris sempat membebaskan tempat ini dalam misi mereka. Tetapi kamp-kamp lain milik Nazi pernah melakukan eksekusi masal atau setidaknya ribuan tahanan tewas karena kerja paksa dan kekurangan makanan.

Dalam bahasan ini National Archives UK membuka dokumen yang mereka peroleh saat pembebasan kamp Belsen. Apa yang mereka temukan yang mereka temukan didalam kamp Belsen bukan hanya kekejaman dan kebrutalan.

Tentara Inggris terperanjat dengan penemuan mereka ketika menjalani misi 'pembebasan kamp'. Gambar Holocaust dengan tubuh kurus atau mati, hal itu menunjukkan para pelaku yang mungkin berperilaku dingin dan menakutkan, terutama ketika melakukan tindakan kekejaman.

Kamp Belsen 'Solusi Akhir' Nazi

Adolf Hitler didorong oleh ide-ide rasis pada inti kepercayaannya, dia tidak menciptakan pandangan anti-Semitisme yang sudah ada di Eropa selama berabad-abad, tapi ia menggunakannya untuk memenangkan dukungan. Banyak orang Jerman kecewa dengan ketentuan Perjanjian Versailles setelah kekalahan negara mereka dalam Perang Dunia I. Adolf Hitler menawarkan orang Jerman dalam ide 'kambing hitam' yang menghadapkan mereka kedalam masalah negara dan kesalahan pemimpinnya, menyalahkan 'segala sesuatu pada orang Yahudi'.

Sejak tahun 1933 ketika Adolf Hitler menjadi Kanselir Jerman, ia mampu membawa semua sumber daya dari negara modern untuk menempatkan 'anti-Semitisme'. Orang Yahudi secara bertahap kehilangan 'hukum dan kebebasan' dari hampir semua hak-hak mereka sebagai warga negara, mulai dari yang dasar dan yang terpenting seperti hak atas pendidikan dan kebebasan kerja, bahkan tidak diizinkan memelihara hewan peliharaan sendiri ataupun memiliki radio. Di samping hukum-hukum ini, boikot atas toko-toko Yahudi dan bisnis, kekerasan kasual terjadi dibawah Nazi dan pendukung mereka.

Jerman berpikir bahwa orang-orang Yahudi bukan warga negara yang tepat, didorong melalui kontrol berita Nazi yang digunakan untuk propaganda tanpa henti terhadap Yahudi, pencucian otak ini juga menjangkau semua anak-anak yang menerima pesan serupa.

Setelah invasi Jerman ke Uni Soviet pada tahun 1941, Nazi mengambil alih sebuah wilayah pemukiman Yahudi tradisional hingga mencapai 4 juta orang. Pemimpin Nazi menyusun 'solusi akhir' untuk tujuan utama mereka yang disebut 'masalah Yahudi'. Sejak saat itu, Nazi telah membangun Kamp, beberapa kamp dibangun dengan kamar gas yang dirancang untuk pembunuhan massal. Yahudi di seluruh Eropa, mulai dari Norwegia hingga ke Yunani 'diburu dan ditangkap', mereka yang terdaftar kemudian diangkut melalui kereta api dan kemudian dibunuh atau dipaksa bekerja hingga mati. Ketika Jerman kalah perang, setiap usaha dilakukan untuk menghindari kekalahan, dengan kereta api, tentara yang tersisa, dan sumber daya dialihkan untuk mempercepat tugas ini (solusi akhir).

Belsen Dijaga Pasukan Elit Nazi

Adolf Hitler mendirikan Kamp pertama (Belsen Concentration Camp) di Jerman pada tahun 1933 setelah berkuasa. Dia menggunakan kamp tahanan untuk menjaga musuhnya yang dipenjara tanpa melalui pengadilan. Kamp-kamp berikutnya menyusul tak lama setelah itu, biasanya terletak di daerah terpencil atau hutan dibawah penjagaan satuan militer SS (Shützstaffel).

SS Nazi di Belsen / Credit: National Archives Gov UK
SS memiliki beberapa divisi, salah satunya bertanggung jawab untuk menjalankan pusat kamp-kamp kematian. Nazi Jerman memiliki tiga jenis kamp yang beroperasi diantaranya kamp Buruh (Arbeitslager), seperti Kaiserwald di Latvia dan Malchow di Jerman yang digunakan sebagai tahanan politik dan kerja paksa untuk Pemerintah Jerman. Kamp-kamp pusat seperti Bergen-Belsen dan Dachu, yang digunakan menahanan Yahudi sebagai tenaga kerja gratis untuk negara Jerman dan perusahaan terkait, diantaranyta kamp IG Faber, Kamp Kematian (Death Camps), Sobibor dan Treblinka di Polandia yang didirikan untuk tujuan tunggal 'membasmi orang Yahudi'.

Korban Kebijakan Nazi, Kekejaman Dan Kebrutalan

Kamp digunakan untuk memenjarakan orang-orang Yahudi dan korban lain dari kebijakan Nazi. Rencana akhir Hitler untuk membunuh semua orang Yahudi di Eropa yang diberlakukan pada tahun 1941 melalui kamar-kamar yang dibangun dengan saluran gas tersembunyi, terutama dibeberapa kamp 'kematian' seperti Auschwitz. Bergen-Belsen (Kamp Belsen) didirikan pada tahun 1943 dan tidak pernah digunakan sebagai kamp kematian, tetapi disana sangat mengerikan dan kebrutalan. Menjelang akhir perang, ribuan orang Yahudi dievakuasi dari kamp-kamp di Eropa timur dan barat untuk menghindari tentara Soviet yang bergerak maju.

Ada sekitar 40.000 tahanan di Belsen pada bulan April 1945 dan banyak yang sekarat setiap harinya, ribuan orang meninggal tanpa dikubur.

Belsen pernah menjadi kamp kematian, menempatkan dan menahan orang Yahudi dari negara-negara Eropa barat. Pada bulan April 1945 jumlahnya membengkak disebabkan kiriman tahanan berjumlah besar, mereka dipaksa berbaris, dibawa melalui kereta api tanpa makanan dan sanitasi. Penulis buku harian Anne Frank meninggal di kamp Belsen pada bulan Maret 1945(beberapa minggu sebelum kamp dibebaskan sekutu).

Beberapa kamp kematian dibangun sebagai tempat eksekusi, sementara beberapa kamp diubah menjadi 'kamp konsentrasi' dan 'kamp kerja paksa'. Yang paling terkenal adalah kamp Auschwitz yang digunakan sebagai kamp kerja paksa, dan kamp Birkenau terkenal sebagai kamp kematian.

Dunia mengetahui tentang kamp-kamp Hitler bahkan sebelum masa peperangan, tetapi sedikit laporan tentang gambaran penjara yang mengerikan. Dokumen-dokumen Belsen yang diperoleh tentara Inggris sangat berbeda dengan cerita yang beredar saat ini.

Dimensi Ke 11 Menembus Alam Semesta

Perkembangan ilmu pengetahuan memprediksikan bahwa alam semesta memiliki lebih dari tiga ruang dimensi, yang disebut Dimensi Ke 11.

Teori String Quantum Modern (Modern Quantum String Theories) menyatakan bahwa ada sebelas dimensi di alam semesta. Tetapi dimensi tambahan mungkin tertutupi di daerah yang sangat kecil (mikroskopis) atau berada di luar deteksi kita. Yang sering kita bayangkan bahwa di jagad raya ini hanya memiliki tiga dimensi, dan pendapat itu sebenarnya sudah dipatahkan sejak Einstein masih hidup.

Artikel kali ini akan menjelaskan teori Albert Einstein yang dikembangkan Ed Witten dari Princeton dan Paul Townsend dari Cambridge, menjadi Teori Terpadu yang dicari Einstein selama 40 tahun terakhir masa hidupnya.

Teori Einstein, Dasar Dimensi Ke 11

Dimensi merupakan atribut sebuah objek dan ruang. Kita tidak sadar bahwa secara fisik 'mungkin' sudah melakukan perjalanan disepanjang dimensi tersebut. Albert Einstein mengatakan bahwa 'waktu' merupakan faktor Dimensi ke 4. Sebuah objek dalam ruang memiliki garis waktu sendiri, jejak waktu ataupun sejarah, relatif terhadap yang lain.

Dimensi ke 4 tidak hanya dibayangkan atau diciptakan, selalu ada didepan kita tapi tidak pernah menyadari. Einstein membuktikan secara matematis bahwa jumlah ruang digabung dengan durasi waktu.

Dimensi ke 5 mungkin berkaitan dengan panas atau suhu, dan setiap objek dalam ruang yang memiliki suhu. Kita melakukan perjalanan melalui panas sepanjang waktu atau melalui ruang fisik, bumi terus bergerak melalui Zona Goldilocks yang beriklim ideal dan mengelilingi matahari. Ini merupakan hubungan secara matematis antara panas dan dimensi.

Teori Superstring Mendekati Dimensi Ke 11

Dimensi Ke 11 merupakan karakteristik ruang dan waktu yang memungkinan jawaban atas pertanyaan dalam Teori Superstring. Teori superstring melibatkan keberadaan 9 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu, jadi semua dimensi berjumlah 10. Dalam argumen ini hanya ada 3 dimensi ruang dan 1 dimensi waktu, 6 dimensi lainnya merupakan 'Compactified'.

Teori Superstring menyatakan bahwa semua partikel elementer di alam semesta terdiri dari getaran, objek dimensi dalam matematika yang disebut sebagai 'string'. Teori ini secara eksplisit tidak menyatakan asal usul string, hal ini dianggap sebagai Geometric Ideals. Setiap string memiliki panjang berkisar 10-35 meter dan sering berukuran lebih kecil dari diameter inti atom. Partikel subatomik tertentu (Hadron) terbuat dari string yang bergetar dan berputar dengan kecepatan cahaya. Sebuah Hadron tertentu mempunyai identitas unik, string berputar & bergetar sesuai dengan teori relativitas Einstein, dan frekuensi getaran sesuai dengan massa partikel.

Teori Superstring (teori string) mempunyai empat dasar kekuatan 'fundamental alam' yaitu gravitasi, elektromagnetis, nuklir kuat dan nuklir lemah. Semua materi merupakan manifestasi yang berbeda dari esensi tunggal.

Kekuatan alam tersebut membuat semua energi dan materi yang diduga terdiri dari bagian terkecil (seratus miliar lebih kecil dari inti atom), string yang bergetar berada dalam multi-dimensi (10 atau 26 dimensi) Hyperspace. Dimensi tambahan yang dianggap 'Compactified' berada di kantong kecil dalam ruang yang diamati. Getaran string tertentu dalam Multidimensi Hyperspace diperkirakan sesuai dengan partikel yang membentuk dasar dari semua materi dan energi yang ada.

Ilustrasi Dimensi ke 11 / Credit: Scienceblogs.com
Ada lima versi berbeda tentang teori Superstring yang menjelaskan cara kerja partikel subatomik. Beberapa fisikawan menyebutkan bahwa ada 11 dimensi, enam dimensi 'Compactified' yang secara tidak langsung diamati. Teori Superstring memasukkan dimensi ke 11 kedalamnya, teori ini juga disebut Teori M (M-theory) atau Theory Of Everything (TOE).

Teori M (M Theory) Kunci Dimensi Ke 11

M-Theory (singkatan teori Magic, Mystery, Matrix) merupakan adaptasi teori Superstring yang dikembangkan Ed Witten dari Princeton dan Paul Townsend dari Cambridge. Versi Townsend dan Witten berpotensi menjadi teori terpadu yang dicari Einstein selama 40 tahun terakhir. Teori M bisa membuka rahasia alam, memungkinkan teknologi masa depan, pencarian sumber daya baru, dan perjalanan waktu.

Teori 'M' akan melengkapi aspek yang tidak sesuai dari teori Relativitas dan teori Quantum untuk menjelaskan sifat dan perilaku semua materi dan energi .



Lipatan ruang mempengaruhi semua hal (sekalipun benda mati), ide matematika Archimedes Screw dan Fibonacci Spiral menemukan 'lengkungan' yang berfungsi sebagai Spiral dan Helix. Anomali Spiral pernah terjadi di langit malam Norwegia tahun 2009, sebuah cahaya misteri berputar dengan kecepatan luar biasa. Lipatan ruang merupakan asal usul semua ciptaan, dari Spin Quantum Vacuum membentuk spiral galaksi dan singularitas lubang hitam.

Kita masih ingat tanggal 11 November 2011 (11-11-11) yang diidentifikasi sebagai tanggal mistis. Uri Geller, seorang pe-sulap menyatakan bahwa seseorang akan mampu mengakses dimensi ke 11 pada hari tersebut. Cobalah mengingat suatu hal yang berbeda dari hari-hari biasanya, apakah masing-masing dari kita pernah memasuki Dimensi ke 11 pada tanggal itu?

Masjid Didirikan oleh Mahluk Gaib

Dibangunkan sekitar abad ke-12 masihi, Masjid Nando yang terletak di Kampung Nando, Mali, Afrika Barat, hingga kini masih menjadi misteri terutamanya dari segi struktur dan reka bentuk bangunannya.



Kewujudan Masjid Nando adalah hasil dari pengaruh Islam ke Afrika Barat yang mula tersebar pada abad IX Masehi. Pada waktu itu, Islam dibawa oleh para pedagang Muslim dari suku Tuareg dan Berber. Kedua-dua suku ini merupakan suku nomad yang suka mengembara di gurun sahara selatan dan utara.

Bangunan Masjid Nando dikategorikan Unik, tidak ada marmar atau kubah sebagaimana masjid-masjid lain secara umumnya. Seluruh bangunan hanya dilapisi lumpur, termasuk lantai dalam masjid.




Bahkan bahagian tepi lantai, tetap dibiarkan lebih tinggi dari bangunan yang lain dan menyerupai pinggiran benteng dengan rekabentuk lama. Meski demikian, pada setiap sisi dalam bangunan masjid dihiasi dengan tulisan kaligrafi yang juga dibuat dari lumpur.

Menurut mitos masyarakat setempat, Masjid Nando tidak dibangunkan oleh manusia, akan tetapi oleh makhluk halus yang berbadan besar. Keyakinan ini diperkuat jika anda melihat struktur bangunan, bahan yang digunakan untuk membina masjid , serta adanya bekas tapak kaki besar pada salah satu sisi masjid.




Aug 29, 2012

Kuil Filistin Ditemukan di Kampung Halaman Goliat

Arkeolog di Israel baru-baru ini mengumumkan penemuan mereka akan sebuah kuil bangsa Filistin di sebuah situas bersejarah di kampung halaman "raksasa" Goliat.

Puing-puing kuil tersebut ditemukan di kota kuno Gat. Diperkirakan, kuil tersebut berasal dari abad ke-10 sebelum Masehi, sebagaimana diungkapkan oleh Prof. Aren Maeir dari Bar Illan University's Martin Department of Land of Israel Studies and Archaeology.

Arsitektur kuil tersebut mirip dengan gambaran yang ada dalam Alkitab, ketika Simson menghancurkan kuil Dagon di Filistin.
"Kami tidak mengatakan bahwa kuil ini adalah kuil yang sama, yang dihancurkan Simson," kata Maeir, yang memimpin penggalian di situs tersebut sejak 13 tahun lalu, "Tetapi, ini memberikan gagasan yang baik mengenai gambaran yang digunakan penulis ketika menuliskan cerita tentang kuil Filistin itu."

Ini adalah kuil Filistin pertama yang ditemukan di Gat.



Bersamaan dengan penemuan kuil tersebut, para ahli juga menemukan bukti adanya gempa bumi besar pada abad ke-8 yang diduga merupakan gempa bumi yang disebutkan dalam kitab Yesaya dan Amos.

"Jika para seismolog benar, gempa tersebut berkekuatan 8 SR," kata Maeir. "Intensitas energi yang besar dibutuhkan untuk memindahkan tembok-tembok."
"Apa yang kita temukan di sini merupakan suatu gempa bumi dahsyat, sebuah peristiwa alam yang sangat signifikan dengan apa yang disaksikan pada zaman para nabi."
Maeir dan tim internasionalnya melakukan penggalian di pegunungan yang berada di Taman Nasional Tel Tzafit di pantai selatan.

Aug 27, 2012

Arkeolog Temukan Harta Langka Berusia Ribuan Tahun

Arkeolog asal Israel telah menemukan harta langka yang berusia tiga ribu tahun. Harta yang ditemukan itu termasuk cincin dan anting yang tersembunyi dalam sebuah kendi keramik yang ditemukan dekat kota kuno Megiddo.



Megiddo merupakan pusat perdagangan penting di zaman kuno. Menurut perjanjian baru, Megiddo akan menjadi tempat pertempuran apokaliptik akhir antara kebaikan dan kejahatan.

Saat penggalian yang dilakukan pada 2010, peneliti menemukan kendi keramik. Kemudian, kendi tersebut dibawa peneliti ke laboratorium untuk menganalisis molekulernya guna mengetahui isi di dalam kendi tersebut. Setelah serangkaian analisis, isi dari kendiri tersebut terdiri dari cincin, anting-anting, manik-manik yang berasal dari 1100 tahun sebelum masehi (SM).

Israel Finkelstein dari Universitas Tel Avi yang turut memimpin penggalian mengatakan bahwa penemuan ini menawarkan peninggalan langka pada masyarakat Kanaan kuno yang tinggi. Ia mengatakan, perhiasan itu ditemukan di dalam kendi, di mana pemilik kendi tersebut sengaja menyembunyikannya.

Finkelstein mengatakan perhiasan ini kemungkinan milik keluarga Kanaan. "Kita bisa menebak kendi tersebut milik keluarga kaya, mungkin milik elite penguasa," .

Dia mengatakan, melalui sebuah pernyataan pekan ini, benda tersebut dimiliki oleh orang mesir atau terinspirasi oleh gaya mesir.

Hal itu pun senada dengan seorang arkeolog di Universitas Bar Ilan Aren Mesir yang mengatakan, "Karena bahan baku penemuan tersebut tidak tersedia di daerah tersebut, dapat dikatakan benda itu menceritakan mengenai hubungan internasional dan tradisi teknis yang digunakan pada masa itu."

Arkeolog Temukan Tembok Yerusalem

Tim arkeologi Israel telah mengumumkan penemuan sebuah tembok besar yang diperkirakan berasal dari abad ke-10 SM di Ophel Park, Yerusalem, di lereng antara Temple Mount dan desa Silwan.

Menurut direktur penggalian, Dr. Eilat Mazar, penetapan usia dinding tersebut didasarkan pada temuan benda-benda yang terbuat dari tanah liat yang ada di dekatnya. Dari temuan-temuan tersebut diperkirakan benda-benda itu berasal dari zaman Raja Salomo pada periode pembangunan Bait Suci Pertama di Yerusalem, sebagaimana diceritakan dalam Alkitab.

Penggalian ini adalah proyek kerja sama antara Hebrew University, Otoritas Kepurbakalaan Israel serta Otoritas Pengelolaan Taman dan Alam Israel.
Bersama-sama dengan tembok yang tingginya 10 meter dan panjangnya 70 meter tersebut, ditemukan juga struktur lain, termasuk sebuah gerbang monumentan dan sebuah menara. Penemuan ini, menurut Mazar, merupakan bukti keakuratan deskripsi Kitab Suci mengenai kemegahan periode Daud dan Salomo.

Mazar mewakili para ilmuwan Israel yang mempercayai bahwa cerita-cerita dalam Tanakh (Perjanjian Lama) adalah sungguh-sungguh cerita historis dan bisa dibuktikan. Para ilmuwan lainnya, umumnya dari Tel Aviv University, cenderung menganggap Tanakh sebagai kumpulan mitos dan berisi kepentingan politik dari para penulisnya. Bagi mereka, temuan-temuan Mazar hanyalah berisi upaya-upaya pembenaran yang tak lebih daripada sebuah mitos.

Biara Tertua di Dunia Dipugar

Mesir baru saja menyelesaikan pemugaran sebuah biara tertua di dunia, yang diberi nama Saint Anthony. Biara tersebut dipercaya telah berumur 1.600 tahun.

Pemerintah yang mensponsori pemugaran biara tersebut telah menghabiskan dana hingga 14 juta dollar dengan masa pemugaran selama delapan tahun.

Biara tersebut menjadi pusat ziarah paling populer di kalangan Kristen Koptik. Namun, pemugaran itu sendiri selesai tak lama setelah insiden sektarian terburuk di Mesir, ketika enam orang Kristen Koptik terbunuh pada malam Natal.



Koresponden BBC, Yolande Knell, mengatakan bahwa selesainya pemugaran biara yang terletak di Suez City itu diharapkan akan memberikan harapan baru bagi kerukunan antara warga mayoritas Muslim dengan warga minoritas Kristen.

Berbicara di lokasi berdirinya biara tersebut, kepala arkeolog Mesir, Zahi Hawass menekankan bahwa pemugaran biara dilakukan oleh warga Muslim.

"Pengumuman yang kami buat hari ini menunjukkan kepada dunia bahwa kami bahu-membahu memugar monumen-monumen tua, baik Koptik, Yahudi atau pun Muslim," kata Hawass.

Saint Anthony tinggal di sebuah gua pengasingan di pegunungan yang berdekatan dengan Laut Merah pada akhir abad ke-3 Masehi. Ketika ia wafat, pengikut-pengikutnya mendirikan sebuah biara yang kemudian diberi nama sesuai dengan namanya.

Proyek pemugaran ini sendiri berhasil memugar sebuah dinding kuno, sebuah menara, dua gereja utama dan tempat para biarawan.