Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

May 11, 2015

Dewa & Dewi Mesir Kuno

Mesir terkenal sebagai tanah Firaun dan piramida. Para Firaun meyakini bahwa mereka memerintah dengan bantuan para dewa dan dewi. Kepercayaan pada dewa-dewa begitu kuat sehingga rakyat Mesir kuno menganggap Firaun dikirim oleh para dewa untuk memerintah mereka. Berbagai kuil dibangun sebagai tempat pemujaan para dewa. Konon, orang Mesir kuno memiliki lebih dari 2000 dewa. Dewa-dewa tersebut terinspirasi oleh kekuatan alam. Agama Mesir kuno sangat kompleks dan menarik. Untuk menjelaskan berbagai fenomena alam, dewa Mesir lantas diciptakan. Para dewa ini membantu menjelaskan keberadaan hidup dan menjawab misteri yang belum terpecahkan.



Berikut adalah daftar dewa-dewa Mesir kuno yang terkemuka.
  • Amun

    Amun berarti 'yang tak terkalahkan'. Dia digambarkan sebagai seorang pria yang memakai dua bulu di kepala. Amun dianggap sebagai raja dewa. Dia juga dikenal sebagai Amon, Amin, dan Amum. Ketika disebut sebagai Amon, dia digambarkan memiliki seekor domba jantan, angsa, dan banteng sebagai hewan sucinya. Kuil besar Karnak dibangun untuk memuja Amun dalam statusnya sebagai raja para dewa.
  • Anubis

    Anubis atau dewa orang mati Mesir kuno, digambarkan sebagai pria dengan kepala jackal atau anjing liar. Anubis adalah yang pertama melakukan mumifikasi Osiris dan dengan demikian, menjadi dewa pelindung untuk pembalsem mumi. Anubis juga dikenal sebagai pemandu orang mati di dunia bawah (underworld).
  • Baset (Bast)

    Baset adalah dewi pelindung. Dia memiliki kepala kucing dan merupakan putri dewa matahari Ra. Baset merupakan dewi perawan dan ibu dari Mihos. Dalam mitologi Yunani, Baset diidentifikasi sebagai Artemis.
  • Bes

    Bes memiliki bentuk sebagai kurcaci gemuk yang memiliki lidah mencuat dengan mainan di tangan. Bes dianggap sebagai dewa pelindung untuk rumah, proses melahirkan, lagu, humor, dan tari. Tidak ada kuil yang didedikasikan untuknya. Bes dikatakan memiliki asal-usul dari Timur Tengah atau Afrika.
  • Horus

    Horus digambarkan sebagai pria yang memiliki kepala elang. Dia dianggap sebagai dewa pelindung Firaun. Horus merupakan putra dari Isis dan Osiris. Setelah Osiris dibunuh oleh dewa Seth, Horus dibesarkan oleh ibunya untuk di kemudian hari membalas kematian ayahnya. Horus menjadi idola bagi para pemuda yang ingin menjadi adil dan berbakti.
  • Isis

    Isis atau ratu para dewa, digambarkan sebagai seorang wanita cantik yang mengenakan pakaian megah. Dia dianggap sebagai pelindung yang mempertahankan perdamaian di dunia. Dia adalah putri dari Nut dan Geb. Isis bersaudara dengan Osiris, Set dan Nepthys. Isis dan Osiris diceritakan menikah dan memiliki anak yang diberi nama Horus. Isis diyakini lebih kuat dari Ra dan Osiris. Dia adalah dewi kesuburan dan dengan demikian merupakan dewi pelindung bagi perempuan, anak-anak, obat-obatan, serta sihir.
  • Osiris

    Osiris merupakan dewa dan hakim dunia bawah (underworld). Dia juga merupakan dewa kebangkitan, banjir, dan vegetasi. Osiris bertugas menguji orang mati. Mereka yang lulus ujian akan memasuki Tanah Terberkati. Osiris dibunuh oleh saudaranya Seth yang cemburu dan dibangkitkan oleh Iris dengan bantuan Kitab Kematian.
  • Ra

    Ra adalah dewa matahari yang digambarkan memiliki kepala elang dengan piringan matahari diatas kepalanya. Ra dianggap sebagai pencipta dunia. Dia juga disebut sebagai Re-Horakhty yang berarti Horus dari Horizon. Dia adalah penguasa alam semesta dan memiliki banyak kuil yang dibangun untuk menghormatinya.
  • Sobek

    Sobek adalah dewa dengan kepala buaya dan tubuh manusia. Dia adalah anak dari Neith yang menjadi semacam pengawal bagi banyak dewa.
  • Thoth

    Thoth atau dewa bulan dikenal pula sebagai dewa kebijaksanaan. Dia dipercaya sebagai pencipta sihir, penemu tulis menulis, dan utusan para dewa. Thoth bertugas menanyai orang mati dan menimbang jantung mereka dan membandingkannya dengan bulu Maat. Thoth memakai bulan sabit di kepalanya dan dikatakan memiliki buku kebijaksanaan.
  • Ptah

    Ptah digambarkan sebagai mumi yang terbungkus dengan topi dan jenggot di dagunya. Dia memegang Djed, yang merupakan tanda stabilitas, di satu tangan, dan Ankh, dianggap sebagai simbol kehidupan, di tangan lain. Dikatakan bahwa segala sesuatu menjadi eksis dengan pikirannya. Oleh karena itu, tidak seperti para dewa penciptaan lain yang menciptakan dengan tindakan, Ptah menggunakan pikirannya untuk menciptakan. Pusat kultus untuk Ptah adalah Memphis, di mana para pengikutnya percaya bahwa hati dan lidah Ptah yang melahirkan para dewa, mendirikan kota, dan menjaga ketertiban.
  • Anqet

    Sebagai dewi Sungai Nil di Aswan dan dewi kesuburan, Anqet memiliki banyak nama lainnya. Selama periode Kerajaan Lama dia dikenal sebagai Anket, Anjet, Anukis, dan Anuket. Namanya berarti "Dia Yang Merangkul ' karena orang Mesir kuno berpikir bahwa Anqet memegang Nil dalam pelukannya. Dia juga dianggap sebagai dewi perburuan dan hewan sucinya adalah rusa. Anqet digambarkan sebagai seorang wanita dengan hiasan kepala tinggi yang terbuat dari bulu burung unta atau alang-alang dan diperkirakan berasal dari Nubia.
  • Sekhmet

    Sekhmet digambarkan sebagai seorang wanita dengan kepala singa betina dan memiliki piringan matahari diatas kepalanya. Nama Sekhmet berasal dari akar sekhem yang berarti kuat, perkasa, dan keras.
  • Hathor

    Hathor adalah dewi cinta, tari, kebahagiaan, dan musik. Hathor juga merupakan pelindung wanita. Dia digambarkan sebagai seorang wanita dengan kepala sapi, atau seorang wanita yang memakai tanduk sapi dengan piringan matahari di kepalanya.

Dewa Kebijaksanaan Mesir Kuno

Dewa Mesir kuno Thoth dikenal karena kebijaksanaan dan sihir yang dimilikinya. Thoth termasuk dewa yang dianggap penting dibandingkan dengan dewa Mesir kuno lainnya. Dewa Thoth digambarkan sebagai seorang pria dengan kepala ibis atau babon. Dia ditampilkan sedang memegang semacam alat tulis dan kitab. Dalam versi lain, Thoth juga digambarkan sebagai kera dengan kepala anjing.



Hermopolis, juga dikenal sebagai Eshmunen adalah kota pusat pemujaan dewa Mesir Thoth. Sebelumnya, Hermopolis dikenal sebagai kota Khmun. Dewa yang dikenal bijaksana ini memainkan peran penting dalam berbagai pertempuran dan peristiwa lainnya dalam mitos Mesir. Suatu hal yang menarik tentang Thoth adalah bahwa dia merupakan seorang dewa yang menciptakan dirinya sendiri. Thoth dianggap berjasa dalam penemuan seni hermetis dan sihir. Thoth memiliki delapan anak dan seorang istri yang bernama Ma'at.

Fakta-fakta tentang Dewa Thoth

Di bawah ini adalah beberapa fakta menarik tentang Dewa Mesir kuno Thoth.
  • Dewa Thoth dianggap sebagai pelindung semua juru tulis. Dia juga dikenal sebagai 'lidah' dari dewa matahari, Ra. Karena kutukan dari Ra, Thoth harus berbicara atas nama Ra dan selalu mengucapkan kata-kata yang memenuhi keinginan Ra.
  • Seshat, dewi kebijaksanaan dan tulisan adalah mitra dari Thoth yang merupakan dewa pengetahuan dan kebijaksanaan. Thoth menulis sebuah buku bernama 'Buku Kematian'.
  • Terlepas dari pusat kultus di Hermopolis, kuil dewa Thoth juga terdapat di berbagai tempat lain seperti Hesert, Abydos, Rekhui, Per-Ab, Urit, Pselket, Hat, Sep, Ta-ur, Bah, Antcha-Mutet, Talmsis, Ta- kens dan Amen-heri-ab.
  • Thoth juga dikenal sebagai dewa bulan dan digambarkan dengan bulan sabit di kepala. Bentuk bulan sabit di kepalanya ini juga dikenal sebagai mahkota Atef.
  • Dewa Thoth dikreditkan dengan penemuan geometri, astronomi, dan obat-obatan.
  • Thoth dikenal memainkan peran penting dalam legenda Osiris dan Isis. Dikisahkan bahwa Osiris dibunuh oleh Dewa Set (saudaranya) dan kemudian tubuhnya dipotong-potong. Isis, kekasih Osiris, menerima saran dari Thoth mengenai cara membangkitkan kembali tubuh Osiris yang telah terpotong-potong.
  • Tefnut, putri Ra, dikisahkan pernah meninggalkan Mesir akibat bertengkar dengan ayahnya. Thoth memainkan peran penting dalam membawa Tefnut kembali ke Mesir.
  • Thoth dikenal memiliki tugas menanyai jiwa orang yang sudah mati. Thoth akan bertanya perihal perbuatan orang tersebut di masa lalu.
  • Dewa Thoth bertindak sebagai penengah dalam 3 pertempuran penting. Pertempuran antara Ra dan 'Apep' adalah yang pertama, pertempuran kedua terjadi antara 'Heru-Bekhutet' dan 'Set'. Sedang pertempuran ketiga terjadi antara Horus dan Set.
    Dalam tiga pertempuran tersebut, para dewa, Ra, Heru-Bekhutet dan Horus mewakili kekuatan yang baik, sedangkan lawan mereka sering dianggap sebagai kekuatan jahat.
  • Dalam 3 pertempuran penting tersebut, Thoth memainkan peran menyembuhkan mereka yang terluka parah.
  • Aleister Crowley, yang menerbitkan buku 'The Book of Thoth', beperan besar dalam mempopulerkan Thoth ke masyarakat modern.

Bangsa Mesir Kuno Membuat Mumi

Bangsa Mesir kuno membuat mumi karena mereka percaya dalam kehidupan setelah kematian, seseorang membutuhkan tubuhnya tetap utuh untuk digunakan di akhirat. Proses pembuatan mumi bukanlah sesuatu yang baku. Seiring dengan perkembangan jaman, metode baru terus ditemukan untuk menyempurnakan metode sebelumnya. Awalnya, orang Mesir kuno membuat mumi dengan hanya membungkus mayat menggunakan banyak lapisan perban linen.

Metode ini digunakan sebelum mereka memiliki pengetahuan tentang pembalseman. Tentu saja, cara ini gagal mencegah mayat dari pembusukan. Meskipun semua organ dalam mayat sudah dikeluarkan, tanpa adanya pembalseman, mumi tidak akan bisa bertahan lama seperti yang diharapkan. Seiring waktu, orang Mesir kuno menemukan metode baru yaitu dengan merendam perban linen dalam resin yang membuat kain linen mengeras. Kain linen yang mengeras menjadi semacam cangkang yang melindungi mumi sehingga terhindar dari paparan udara luar.

Proses ini juga memungkinkan untuk mencetak wajah mumi sehingga nampak lebih realistis. Namun, karena proses masih belum menyertakan pembalseman, hasil yang diperoleh masih belum maksimal. Proses pembuatan mumi semakin sempurna dengan ditemukannya natron atau sejenis garam alami. Natron digunakan untuk pembalseman mumi dan bekerja dengan mengeringkan jaringan sehingga pembusukan dapat dicegah. Proses pengeringan umumnya memakan waktu dan beberapa bagian tubuh, seperti kuku, perlu diikat agar tidak terlepas.

Orang Mesir kuno percaya bahwa tubuh harus tiba dalam kondisi utuh di akhirat agar bisa digunakan lagi. Dalam proses ini organ dalam juga tetap dikeluarkan, kecuali jantung karena akan dibutuhkan di kehidupan yang akan datang. Seiring waktu, metode pembuatan mumi semakin disempurnakan dengan mengisi rongga tubuh yang kosong dengan serbuk gergaji atau linen. Seringkali mayat diolesi dengan minyak dan rempah-rempah sebagai bagian dari proses pembalseman. Masker dari bahan resin yang mengeras sering ditempatkan di atas kepala dan bahu mumi agar mereka memiliki identitas yang dapat dibedakan di akhirat. Proses mumifikasi bisa memakan waktu hingga 60 hari. Ini berarti pemakaman baru bisa dilakukan dua bulan setelah sang tokoh meninggal

Dewa Penjaga Orang Mati Mesir Kuno

Anubis merupakan salah satu dewa tertua bangsa Mesir kuno. Asal-usul Anubis bisa dilacak hingga jaman Kerajaan Lama. Anubis merupakan penjaga dan pelindung orang mati, digambarkan sebagai seorang pria dengan kepala serigala.

Menurut kepercayaan Mesir kuno, Anubis bertanggung jawab menimbang jiwa orang yang meninggal dengan "bulu kebenaran." Jika jiwa seseorang terbukti lebih berat dari bulu kebenaran, maka vonis bersalah diberikan dan hasilnya dicatat oleh Dewa Thoth yang bertindak sebagai juru tulis pada saat pengadilan. Jiwa yang tidak bersalah kemudian dikawal oleh Anubis ke alam surgawi, sementara jiwa-jiwa yang bersalah dilemparkan ke dalam lautan api untuk diumpankan kepada dewa mengerikan yang bernama Ammit.

Saat periode Kerajaan Tengah, seiring berkembangnya popularitas Osiris, Anubis diturunkan levelnya hanya dalam peran sekunder. Anubis secara tradisional juga dianggap sebagai dewa mumifikasi dan ritus penguburan. Sebagai ahli dari proses pembalseman, yang melibatkan pengangkatan berbagai organ dalam, Anubis dianggap memiliki pengetahuan mendalam tentang anatomi manusia. Para pendeta Anubis dengan demikian tidak hanya merupakan penyembuh terampil, tetapi juga terlatih dalam anestesiologi.

Selama periode tertentu dalam sejarah Mesir, pendeta Anubis mengenakan topeng serigala untuk menghormati dewa mereka saat melakukan proses pembalseman. Sebagian sejarawan percaya, kepala serigala dianggap mewakili Anubis karena sering menemukan hewan ini berkeliaran di sekitar kuburan. Sebagai pemakan bangkai, termasuk mayat, menjadi bisa dipahami ketika kematian dengan serigala merupakan hal yang sinonim dalam benak orang Mesir kuno. Beberapa ahli menyatakan bahwa makam awal orang Mesir dibangun tidak hanya untuk menghormati para penguasa yang sudah meninggal, tetapi juga untuk menjaga tubuh mereka dari kerusakan akibat binatang liar.

Anubis dihormati di seluruh Mesir sebagai dewa akhirat dengan Cynopolis di Mesir Hulu merupakan kota yang dikenal sebagai pusat kultus Anubis. Di tempat ini para arkeolog menemukan sisa-sisa mumi serigala dan jenis-jenis hewan bertaring lain. Selama periode Ptolemaic, Anubis juga dikaitkan dengan dewa Yunani, Hermes, sehingga dikenal Hermanubis yang merupakan kombinasi nama dari keduanya.

Fungsi Piramida Mesir

Bangsa Mesir kuno membangun piramida sebagai makam untuk Firaun atau raja mereka. Seorang Firaun akan mulai merencanakan makamnya, atau "rumah keabadian," segera setelah ia naik tahta. Hal ini disebabkan piramida dibuat dengan begitu banyak kelengkapan sehingga pembuatannya memakan waktu lama.

Untuk perjalanan ke akhirat, Firaun membutuhkan barang-barangnya ketika masih hidup termasuk dengan budak-budaknya. Terdapat lebih dari 100 piramida di Mesir yang dibangun untuk Firaun yang berbeda-beda. Kebanyakan piramida terdiri atas kompleks utama yang dikelilingi oleh halaman, sebuah kamar dimana mumi Firaun disemayamkan, dan sebuah piramida kecil sebagai rumah jiwa sang Firaun.

Beberapa piramida memiliki beberapa piramida kecil di dekatnya yang diperuntukkan bagi makam anggota keluarga kerajaan. Kepercayaan Mesir kuno menyatakan bahwa kematian merupakan awal perjalanan seseorang ke alam akhirat. Setelah meninggal, mumi raja disimpan di dalam piramida agar tetap aman sekaligus untuk mempersiapkan agar perjalanan ke akhirat lebih lancar. Barang-barang Firaun ikut disimpan di dalam piramida agar mudah diakses ketika Firaun membutuhkannya saat berada di akhirat.

Terdapat alasan mengapa piramida mesir berbentuk piramida. Orang Mesir kuno percaya Firaun menuju alam akhirat melalui perantara sinar matahari. Sinar matahari yang digunakan Firaun dilambangkan dengan bentuk piramida. Bentuk piramida juga menjadi monumen untuk Re atau Dewa Matahari yang diyakini menciptakan semua kehidupan. Lokasi piramida juga penting. Piramida harus berada di bawah bintang yang dianggap paling penting. Kebanyakan piramida dibangun di tepi barat Sungai Nil karena matahari dianggap "mati" (tenggelam) di barat setiap harinya.

Piramida pertama tercatat dibangun pada tahun 2611 SM sebagai makan untuk Firaun Djoser. Piramida pertama ini tidak memiliki sisi halus melainkan terdiri dari enam tingkat (undakan). Piramida pertama tanpa undakan dibangun sekitar tiga puluh tahun kemudian. Sekitar lima puluh tahun kemudian, piramida terbesar yang terletak di Giza mulai dibangun. Piramida Giza merupakan pencapaian tenik luar biasa. Kompleks piramida dibangun dari sekitar dua juta blok batu, dengan setiap blok memiliki berat hingga lima belas ton. Butuh waktu lebih dari 80 tahun untuk membangun tiga piramida yang terletak di Giza.