Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jul 25, 2014

Allah Islam Sesungguhnya

Menurut Quran, Tuhan Yang Maha Esa sendirilah yang menamai diri-Nya Allah.
"Sesungguhnya Aku adalah Allah, tiada Tuhan selain Aku, Maka Sembahlah Aku" (QS 20 : 14).
Dalam QS 19 : 65 Tuhan bertanya : "Hal Ta'lamu Lahu Samiyyan".

Ayat ini dipahami oleh ulama2 Islam dengan makna: Apakah engkau mengetahui ada sesuatu yang bernama seperti ini? Atau apakah engkau mengetahui sesuatu yang berhak memperoleh keagungan dan kesempurnaan sebagaimana Pemilik nama itu (Allah)? Atau bermakna Apakah engkau mengetahui ada nama yang lebih agung dari nama ini? Juga dapat berarti Apakah kamu mengetahui ada sesuatu yang sama dengan Dia (yang patut disembah)?

Mungkin Muhammad sewaktu menulis ayat tersebut tidak mengetahui bahwa berabad2 sebelumnya kata Allah telah digunakan oleh orang Hindu India untuk menamai Tuhan mereka. Kata yang sama yang digunakan nenek moyang Muhammad untuk menyebut tuhan mereka.

Kata "ALLAH" sebenarnya telah ada jauh sebelum munculnya Islam. Kata ini kemungkinan diambil dari sebutan sansekerta untuk Dewi Dhurga (dewi bulan-Allah).

Dan nama "Allah" ini sebenarnya juga terdapat dalam Kitab Suci Hindu yaitu Rigveda Book 3 Hymn 30 V. 10 dan Rigveda Book 9 Hymn 67 V. 30.

Kata Allah memang diyakini diambil dari bahasa sanskerta, namun "wujud" Allah yang ada pada jaman Muhammad bukanlah Dewi Durga. Hal ini dikarenakan percampuran kepercayaan Hindu India, dengan kepercayaan2 lain yang memang asli dari Jazirah Arab tersebut. Untuk jelasnya kita simak penjelasan berikut.

Beberapa pengkritik islam mengatakan bahwa Allah dalam Islam adalah Dewa Bulan. Ini tidak Benar! Penulis yang lain mengatakan bahwa Allah dalam Quran berasal dari dewa bulan pada masa sebelum Islam. Ini mungkin benar! Kebenaran yang tak dapat disangkal adalah: konsep Allah dalam Quran berhubungan dengan penyembahan dewa bulan, dan secara tidak langsung terhadap dewa bulan itu sendiri sebagai objek penyembahan pada masa sebelum Islam. Lebih dari itu, pusat penyembahan dewa bulan pada masa sebelum Islam sama dengan tempat pusat ibadah haji pada masa kini yaitu Kabah di Mekah. Hampir semua ritual keagamaan Islam pada masa kini sama dengan semua ritual pada masa sebelum Muhammad, masa dimana Arab masih menyembah dewa bulan.

Satu hal yang pasti, fakta yang tidak dapat dibantah adalah; bahwa penyembahan kepada dewa bulan tersebar luas di seluruh daerah Arab pada masa sebelum Muhammad.
Yusuf Ali seorang Penulis Islam menyatakan dalam Al-qur'an terjemahan Inggrisnya di halaman 1621-1623:

"Penyembahan dewa bulan sangat terkenal dalam bentuk penyembahan yang beragam...dewa bulan adalah dewa laki-laki pada masa India kuno. Dewa bulan juga merupakan dewa laki-laki dalam agama Semiric kuno, dan kata Arab untuk bulan "Qamar" dalam bentuk maskulin. Dengan kata lain, kata Arab untuk matahari "shams" dalam bentuk feminim. Penyembah berhala di Arab nampaknya memandang matahari sebagai seorang dewi dan bulan sebagai seorang dewa laki-laki.

Di halaman 1644 footnote no 5798, dia menjelaskan mengapa "Allah" bersumpah atas nama Bulan dalam Sura 74:32, dalam footnote dia menjelaskan, "Bulan disembah sebagai dewa pada masa kegelapan".

Dalam bagian berikutnya, kami akan menjelaskan lebih rinci bagaimana berkembangnya, atau meluasnya kultus penyembahan berhala di Timur tengah pada masa Muhammad. Kita mulai dari Utara, kemudian ke Medina dan Mekah.
  • Mesopotamia
    Penyembahan dewa bulan sepertinya mulai di daerah Mesopotamia, dimana dewa bulan disebut dengan nama "Sin" atau kadang-kadang "Nanna". Dikatakan bahwa "Sin adalah dewa pertama dari tiga dewa penting di agama Astrai (perbintangan): Sin, Dewa bulan, Shamash-dewa matahari, dan Ishtar-dewa planet Venus. Simbol utama dalam penyembahan dewa bulan adalah BULAN SABIT, symbol ini ditemukan diseluruh daerah Timur Tengah kuno, dimana ada penyembahan dewa berhala, dengan sebutan apapun juga. Ini ditemukan di daerah penemuan Arkeologi di Arab, Akkad, Kanaan, Mesir dan Siria. Biasanya ditemukan dengan simbol bintang di tengah lingkaran bulan sabit, meskipun tidak selalu, symbol bintang itu adalah bintang fajar, Venus. Orang Assyirian menyembah dewa bulan. Replica perunggu berbentuk bulan sabit (dibuat untuk ditaruh diatas tiang bendera), telah ditemukan sebagai contoh dari daerah Arkeologi di TelTerra. Stratum VI. Replica itu terkubur di benteng kuno Assyrian. (Keel, p297-29S)

    Arkeolog yang bekerja di daerah dekat Hazor dari tahun 1955-1958 menemukan kuil dewa bulan. Mereka menemukan dua patung laki-laki diatas tahta dengan ukiran bulan sabit di dadanya. Ini mungkin perwujudan dari dewa bulan itu sendiri, atau mungkin imam-imamnya. Mereka juga menemukan batu yang berukiran tangan terangkat menyembah bulan sabit yang ada diatasnya. Pada situs yang sama mereka juga menemukan bagian dari patung yang lainnya dengan tulisan yang mengidentifikasi mereka sebagai "Putri-putri dari tuhan (God)"

    Pada akhirnya Babilonia mengalahkan kekaisaran Assyirian dan membangun kekaisarannya sendiri, dalam puisi kepahlawanan Babilonia yang terkenal, "Enuma Elish", dewa bulan Sin, mengambil peranan. Kota Ur sangat terobsesi dengan dewa bulan sehingga mereka menyebutnya dengan nama mereka di beberapa batu ukiran yang ditemukan, nama Ziggurat. Nanar ada juga disitu. Sir Léonard Wooley menemukan kuil untuk dewa bulan di Ur, dan menggali banyak sekali contoh-contoh penyembahan dewa bulan. Semua benda-benda itu sekarang dimuseumkan di museum Inggris, London. Batu ukiran Ur-Nammu mempunyai symbol bulan sabit yang ditempatkan diatas daftar namanama dewa, menunjukkan bahwa dewa bulan adalah yang dewa yang terutama.

    Kota lain yang menjadi pusat penyembahan dewa bulan adalah Harran. Sejarawan kuno, Herodotus, dalam IV 13, 7, membicarakan mengenai kota itu dan kuil dewa bulannya. Kuil tersebut dibangun dan dikembangkan berulangkali pada masa itu, oleh raja-raja terkenal seperti Shalmanezer, Assur-Bani-pal, dan Nabonidus. Reruntuhannya masih dapat dilihat sampai sekarang. Dari tahun 1900 SM sampai 900 SM, raja-raja yang berkuasa diharapkan untuk bersumpah atas namanya (dewa bulan) dalam segala bentuk perjanjian (fakta) penting yang mereka buat, mereka memperoleh kekuatan darinya. Namanya masih dapat ditemukan dalam tulisan kuno berbentuk baji dan dalam batu-batu tulis. Dikemudian waktu, kita membaca dalam sejarah Roma bahwa kaisar Caracala terbunuh setelah dia kembali dari mengunjungi kuil dewa bulan di Harran.

    Harran memiliki versi Allahnya sendiri yang sudah diketahui dengan baik oleh mereka yang belajar Taurat. Dilihat dari hasil penelitian, Harran memiliki BAAL-nya sendiri. Tetapi di Harran, kita mendapatkan informasi bahwa BAAL adalah perwujudan lain dari dewa bulan. Sebagai tambahan atas berbagai nama yang diberikan pada dewa bulan, suku yang berbeda terkadang memberikan gagasan yang berbeda tentang dewa bulan. Beberapa suku di Arab Utara percaya bahwa dewa bulan adalah seorang wanita, jadi mereka memiliki DEWI Bulan.
  • Bagian Utara Madinah (Arab)
    Orang Arab mungkin telah menyembah dewa bulan sejak ribuan tahun lalu. Ribuan benda-benda peninggalan telah ditemukan dalam tanah dan pasir di daerah Timur Tengah, termasuk Arab. Simbol bulan sabit telah ditemukan di materai, batu tulis, barang tembikar, jimat-jimat, benda dari tanah liat, timbangan, anting-anting, kalung, dan benda-benda yang lainnya. Kita tahu dari catatan bahwa raja Babilonia yang terakhir, Nabonidus, pergi ke Tayma, di hijaz, 1000 tahun sebelum Muhammad lahir. Dia tinggal disana untuk beberapa waktu, dan sementara ia disana, ia membuat Tayma menjadi pusat untuk penyembahan dewa bulan. Banyak sekali ditemukan naskah yang menyangkut penyembahan dewa bulan diarea itu, termasuk "Stele o/ nabonidus" Dalam ukiran pahat kuno itu raja sendiri terlihat bersamaan dengan simbol bulan sabit besar di sebelahnya.

    Tayma terletak 230 mil dari Medina. Tempat lain di daerah Utara juga telah digali. Ukiran-ukiran di batu dan mangkuk-mangkuk yang dipakai untuk ritual kegamaan pada "putri-putri allah" telah di temukan dan didokumentasikan. Tiga putri dari allah, Al-Lat, Al-Uzza, dan Manat, seringkali terlihat dengan simbol bulan sabit diatasnya-dewa bulan, (bahkan Prof. Muhhamad Mohar Ali, pengajar sejarah Islam di Universitas Islam di Madinah, menyatakan dalam kuliah Pra-Islam di Arab, bahwa prasasti yang ditujukan untuk 'allah' pada masa sebelum Islam telah ditemukan di daerah Utara, daerah dimana dewa bulan di sembah). Dapat terlihat bahwa tiga putri 'allah' sangat penting di daerah Utara Arab.

    Jika anda mau, anda dapat membaca tentang penemuan arkeologinya dalam buku2 ini:
    • Aramaic Inscripticns o/ the Sth Century, Jones, xyi956, pp 1-9 (Isaac Rabinoiuitz)
    • Another Aramaic Record o/ the Noth Arabian Goddes Han'Laat, Jones, XVIII,1959,pp 154-155 (Rabinouiitz)
    • The Goddess Atirat in Ancient Arabia, in Babylon and Ugarit: Her Relation to The Moon God and the Sun Goddess, Orientalia Louiensia Periodica, 3:101-109.
    • Iconography and Character of the Arab Goddess Allât, found in Etudes Preliminaries Aux Religions Orientales Dans L Empire Roman, ed. Maarten J. Verseren, Leiden, Brill,1978, pp 331351 (HJ. Drivers)
  • Daerah Selatan Arab, Tepat di kota Mekah (dan sekitarnya)
    Kerajaan Saba terletak di daerah Selatan Arab. Orang dari Saba disebut Sabean. Ini adalah tempat asal "Ratu Seba" (Kejadian 1026, Ayub 1:15,6:19,1 Raja-Raja 10:15,). Kata, "Sheba" dalam bahasa Inggris mengacu pada asal katanya dari bahasa Ibrani - Saba. Kerajaan ini cukup dikenal dalam sejarah, dan dikenal baik bahwa orang Sabean menyembah dewa bulan, dan bintang, bahkan kata Saaba dalam bahasa Arab berarti "bintang".

Kerajaan Saba menguasai seluruh daerah Selatan Arab sampai pada perbatasan Yémen dengan Arab, dan ada kemungkinan lebih luas lagi. Pengaruhnya melebihi daerah kekuasaan mereka, bahkan sampai ke kota Mekah Al-qur'an menyebutkan juga mengenai Sabean (Sura 2:62, Sura 5:69, Sura 22:17, Sura 27:29). Lebih dari itu, Sabean adalah kaum pedagang, sehingga pengaruh mereka tersebar kemanapun karavan mereka pergi, bahkan sampai daerah barat Mekah dan Medinah, melewati laut Merah di Afrika. Kaum Sabean menyembah dewa bulan mereka di Sudan, dan Etiopia. Suku Saba dan penyembah berhala lainnya mempunyai banyak sebutan yang berbeda untuk dewa bulan mereka. Dia diberi nama seperti llumqah, atau Al-maqah, Wadd, Amm, Haiubas, Hubal, Ilah dan Sin.

Sin adalah dewa yang sama yang disembah di Haran sampai ke Utara. Penyembah dewa bulan di Haran juga menyebut diri mereka sebagai kaum Sabean. Pada awal 1940, Gertrude Caton Thompson menemukan kuil dewa bulan di Hureidha, di tempat Kerajaan Saba dulu berada. Dia menemukan 21 prasasti dari nama dewa-Sin, di sekitar kuil itu. Ada kemungkinan bahwa itu adalah dewa bulan yang dia temukan. Kuil dewa bulan di temukan juga di Awan, masih di daerah kerajaan kaum Sabean. Pada tahun 1950, Wendell Philips, W.E Albright, Richard Bower, dan yang lainnya menemukan lebih banyak bukti penyembahan dewa bulan di kota2 Qataban, dan Timna, dan di ibukota kuno kerajaan Saba, Marib.

Saudara dapat membaca lebih banyak lagi mengenai penemuan2 ini dalam buku2 berikut:
  • G.C Thompson, 'The Tombs and the Temple o/ Hureidha, 1944
  • Carleton S. Coon, "Southern Arabias, a Problem /or the future" Smithsonia,1944
  • G. Ryfemans, Less Religions Arabes Preislamiques"
  •  RichardLe baron Bower }r. dan Franfe P. Albright, Archaeologicai Discoueries in South Arabia, Baltimore, John Hopfeins Uniuersity Press, 1958,
  • Ray Cleveland, An AncientSouth Arabian Necropolis, Baltimore, John Hopkins University Press, 1965
  • Nelson Glueck, Deities andDolphins, New Yorfe, Farrar, Stratass danGiroux, 1955
Penelitian arkeologis tidak mengatakan banyak hal mengenai kota Mekah, karena pihak yang berkuasa, kaum Islamis, takut akan apa yang dapat ditemukan di sana. Akses untuk beberapa daerah tidak diberikan, jika ada peninggalan yang dapat membuat kontradiksi dengan pandangan "sejarah" mereka, mereka mungkin akan merahasiakannya atau bahkan memusnahkannya. Akan tetapi ada kabar baik, yaitu, ada beberapa penulis Islam masa kini dan Sejarawan Islam pada abad pertengahan yang telah cukup jujur untuk menulis sesuatu tentang penyembahan dewa bulan di mekah.

"Sekitar 400 tahun sebelum Muhammad lahir, Amir bin Harath...bin Saba, keturunan Qahtan dan raja Hijaz, telah meletakkan satu berhala diatas atap kabah. Ini adalah salah satu dewa tertinggi Quraish (suku Muhammad) sebelum Islam. Dikatakan bahwa ada 360 didalam dan sekitar Kabah...selain Hubal, ada juga berhala-berhala lain, Shams, ditempatkan di atas atap Kabah...selam berhala-berhala yang mereka sembah, mereka juga menyembah bintang, matahari, dan bulan" (Hafiz Ghlam Sarwar, "Muhammad the Holy Prophet" Pafeistanj, p. 18-19)

Jadi, kita mengetahui bahwa ada berhala yang ditempatkan di atas kabah, berhala yang disebut "Hubal". Selain ini, penulis muslim juga mengatakan bahwa ada 360 berhala di dalam dan sekitar Kabah-dan 360 adalah jumlah hari dalam Kalender Bulan. Dikatakan juga bahwa Hubal berbagi tempat diatas kabah dengan berhala lain "Shams" Yusuf Ali mengatakan pada kita bahwa Shams adalah dewa matahari. Di daerah Babilonia Sin dewa bulan berdampingan dewa matahari, Shamash. Karena itu Hubal adalah, dewa bulan.

Sumber-sumber dari Musim, Sekuler dan Kristen setuju bahwa Hubal adalah perwujudan dari dewa bulan. Seorang penulis muslim memberikan pernyataan seperti ini:

"Di antara banyak berhala-berhala yang disembah oleh orang Arab di dalam dan di luar Kabah, ada dewa Hubal dan tiga dewi, Al-lat,aI-Uzza, dan Manat. Hubal sebenarnya adalah perwujudan dari dewa bulan, dan mungkin juga dewa hujan, seperti makna kata Hubal 'uapor'. (Mahmoud M. Ayoub, "Islam: Faith and History" (Ox/crd£ngland, One world Publications, 2004), p. 15)

Pada tahun 2005, Reza Aslan menulis buku lain yang berjudul "NoGod but God: The Origins, Euolution, and Future qf Islam." Di halaman 3 dalam buku itu, dia membawa para pembaca kembali ke zaman pra islam Kabah, dia menyatakan:

"Dewa-dewa pra Islam di Arab berdiam: Hubal, Dewa bulan dari Syria; Al-Uzza, dewa yang berkuasa di Mesir yang dikenal sebagai Isis dan di Yunani yang dikenal sebagai Aphrodite"

Azrarki, dalam bukunya menyebut Hubal sebagai dewa bulan. Ini berarti bahwa Hubal mempunyai hubungan dengan matahari, bulan. dan bintang. Dia tidak menyebutkan spesifik seperti Ayaoub atau Aslan, tetapi pada dasarnya mereka menyatakan point yang sama.

"Di dalam kabah, Hubal harus menjaga karakter asli sebagai dewa bintang; tetapi katakter terbesarnya adalah sebagai dewa perantara. Bahkan, di depan dewa Hubal-lah mereka melemparkan panah undian, untuk mengetahui apa yang harus mereka lakukan."( Al-Azrarki,31)

Azrarki juga menyebut Hubal sebagai "dewa perantara" apa artinya? "perantara/bilah" artinya adalah seseorang (sesuatu) yang menyampaikan pesan kepada seseorang (sesuatu) yang lebih tinggi. Hubal, nampaknya melayani sebagai jembatan untuk dewa yang memiliki kekuasaan lebih tinggi. Orang berdoa, kepada dewa yang "tertinggi" melalui dewa yang lebih rendah ini" Dua sejarawan muslim pada abad permulaan Islam memberikan gambaran yang jelas tentang apa yang Azrarki bicarakan.

Ibnu Kathir dan Ibnu Ishaq menyatakan:
Dinyatakan bahwa ketika 'Abdul Muttalib (kakek Muhammad) menerima perlawanan dari suku Quraish dalam menggali zamzam, dia berjanji jika dia diberikan 10 anak, yang besar nanti dapat melindungi dia, dia akan mengorbankan satu anaknya kepada 'allah' di Kabah...(tahun-tahun berikutnya, dia memiliki 10 anak, dan...) sehingga mereka kembali ke Mekah dan... Abdul Muttalib berdiri di hadapan Hubal dan berdoa kepada 'allah'. Kemudian dia mempersembahkan Abdullah (Ayah Muhammad) dan 10 unta sebagai kurban persembahan dan melemparkan panah undian.( Melemparkan panah undian adalah cara untuk mengetahui kehendak bilah, seperti dadu undian). Dia ingin tahu apakah dia harus tetap meneruskan mempersembahkan anaknya, hasilnya adalah dia tidak perlu mempersembahkan anaknya). Pada saat itu orang dari suku Qurais berkata kepada Abdul Muttalib yang berdiri di dekat Hubal dan sedang berdoa kepada bilah', "Sudah Selesai! Allah-mu, berkenan kepada-mu. O' Abdul muttalib..." (Sirat Rasul Allah. p.126)

Dua kali disebutkan bahwa kakek Muhammad berdiri di hadapan Hubal, berdoa kepada 'allah Ini mendukung apa yang di katakan oleh Azrarki. Nampaknya Hubal adalah dewa lokal, dimana orang Arab pergi kepadanya untuk sampai kepada dewa tertinggi, 'allah' Ada kemungkinan bahwa Hubal adalah dewa perantara ataupun bilah' itu sendiri, tetapi hal ini tidak membuat satu perbedaan-pun. Catatan yang penting disini adalah baik pergi ke dewa bulan untuk sampai kepada bilah' atau dewa bulan itu adalah bilah', jelas bahwa 'allah', sebagaimana yang dikenal oleh para penyembah dewa di Arab, dalam cara tertentu, memiliki hubungan yang dekat dengan dewa bulan.

Khairt-Al Saleh, di halaman 29 dalam bukunya "Fabled Cities,Pri?ices and Jin Trorn Arab Myths and legends" diterbitkan tahun 1985, mengatakan beberapa hal lain tentang Hubal:

"Hubal tergabung dalam dewa-dewa Semitic, Baal dan Adonis dan Tammuz, dewa musim semi, kesuburan, pertanian dan panen." Dia menghubungkan Hubal dengan Baal, dan banyak para ilmuwan lain setuju dengannya. Nama "Hubal" tidak dapat dijelaskan dari bahasa Arab.

Dalam bukunya "Specimen Historicae Arabum" penulisnya berpendapat bahwa nama itu berasal dari kata Ha-BaaL Tulisan bahasa Ibrani dan Arab Kuno tidak mempunyai hurup vokal, kemungkinan ini adalah salah satu dari perubahan umum yang terjadi (mis: seseorang dapat membaca dengan kata Mohammed, Muhammad, Muhammed, Mahommet.dsb). Nama Hubal (dalam naskah Arab dan Ibrani hurup vokalnya tidak tercatat = H B L) ini menunjukan adanya suatu hubungan dekat dengan kata Ibrani HABAAL (= BAAL).

Baal adalah berhala yang disebutkan dalam Alkitab (Bilangan 253, Hosea 9:10), Di daerah mana Baal disembah? Di Moab! Ini adalah "dewa kesuburan" (dari Gerhard Nehls). Amir Bin Luhaiy nampaknya memang membawa Hubal dari Moab.

Ibnu Kathir mengatakan:
Ibnu Hismah menyatakan bahwa orang terpelajar mengatakan padanya bahwa 'Amir Bin Luhayy pergi dari Mekah ke Syiria untuk urusan bisnis dan mencapai Ma'ab (kemungkinan Moab) didaerah Balija. Amir kemudian meminta mereka untuk memberikan kepadanya berhala yang dapat di bawa ke tanah Arab dimana berhala itu dapat disembah, dan mereka memberikan kepadanya berhala bernama Hubal. Berhala ini dia bawa ke Mekah dan mempersiapkan acuan dan memerintahkan orang untuk menyembahnya dan memuliakannya. (The Life of The Prophet Muhammad (Al-Sira al-Nabauiiyya), Volume I, J, p42)

Selain Hubal di Kabah juga terdapat Al-Lat, Al-Uzza, dan Manat. Dikatakan bahwa Al-Lat telah dibawa Hijaz dari Palmyra, melalui Tayma (kota yang telah menjadi pusat penyembahan dewa bulan). Al-Lat mungkin bentuk dewa Arab dari dewi Astarte, Ishtar, dalam Alkitab 'Asherah" atau yang dikenal sebagai dewa matahari. Di sisi lain, beberapa orang berpikir bahwa Al-Lat sebenarnya dewa bulan didaerah Arab Utara. Al-lat memiliki batu kubik, dan tegak berdiri di dalam kuil kecil kecilnya di Al-Taif. Nama Al-lat adalah bentuk feminis dari kata Al-lah!

Al-Uzza adalah dewi cinta dan kecantikan, dia diidentifikasikan dengan planet Venus, bintang fajar {bintang yang biasanya dilihat bersamaan dengan bulan sabit jauh sebelum masa Muhammad). Patungnya berdiri tegak di Nakhlat. Pemujaan terhadapnya sangat kuat. Manat adalah dewi yang asli berasal dari Arab. Nama Manat muncul di kuil Baal, di Palmyra, di naskah yang berasal dari tahun 32 M. Manat memiliki batu hitam di jalan antara Mekah dan Medina. Patungnya berdiri tegak dekat Qudayd. Manat adalah dewi takdir. Ketiga dewi ini sangat terkenal. Ketiga dewi ini, dan juga Hubal, sangat senang dengan persembahan korban manusia.

Menurut Khairt al-Saeh:
"sebagaimana penyembahan berhala dan roh-roh, ditemukan di binatang2, tanaman2, bebatuan, dan air, Arab kuno percaya pada beberapa dewa-dewi besar yang mereka pikir memegang kekuasaan tertinggi atas semua hal, yang paling terkenal diantaranya adalah Al-Lat, Al-Uzza, Manat, dan Hubal. Ketiga dewa yang pertama dipercaya sebagai putri-putri al-lah (tuhan) dan karena itulah perantaraan mereka atas nama penyembah mereka menjadi sesuatu yang sangat penting."

Yusuf Ali mengatakan beberapa hal tentang putri-putri 'allah' di halaman 1445 dari terjemahannya, footnote 5096. Dia menjelaskan bahwa Lat, Uzza dan Manat dikenal sebagai "Putri-Putri al-lah! Al-Saeh dan Ali, keduanya menghubungkan ketiga "putri-putri" itu dengan 'allah! Arkeolog menghubungkan "putri-putri al-lah' yang sama dengan Hubal. Prasasti tertua dimana nama Hubal ditemukan di dalamnya di temukan di Nabatea, di daerah barat laut Arabia, di daerah Barat Laut perbatasan Hijaz. Prasasti itu menghubungkan Hubal dengan "Ma-Na-Wat" Kata itu, Ma-Na-Wat, berasal dari tiga kata yang dijadikan satu, mengacu kepada tiga dewi, Manat.Uzza, dan Lat. Ini sama dengan "Putri-Putri al-lah" yang dilambangkan di batu-batu yang digali oleh arkeolog di daerah Utara Arabia, ketiga putri yang sama terlihat bersamaan dengan bulan sabit, dewa bulan. Menaungi mereka semua. Mungkinkah bapak mereka, 'allah; adalah dewa bulan? Hal ini sangat mungkin. Ketiga dewi ini mempunyai ikatan langsung dengan dewa bulan. Ketiga dewi ini disebut sebagai putri-putri 'allah Ada beberapa pendapat yang berbeda tentang hal ini, tapi bukti-buktinya belum meyakinkan.

Dari Baal kepada Allah
Hak. 2:11 Lalu orang Israel melakukan apa yang jahat di mata TUHAN dan mereka beribadah kepada para Baal.

Baal, Dewa Sesembahan Bangsa Moab.
Dalam perjalanannya ke Suriah, Khuza'ah dan Jurhum meminta penduduk Moab untuk memberikan salah satu patung dewa sesembahan mereka. Maka mereka memberikannya Hubal, dan ia diletakkan dalam Ka'abah (Muhammad: His Life Based on the Earliest Sources
Hubal, Nama Arab untuk Baal
Ka'abah adalah tempat persemayaman Hubal, dewa Arab purba tertinggi, sesembahan utama suku Quraish (Karen Armstrong, Muhammad: A Biography of the Prophet

"Menurut legenda, sekembalinya Qusayy dari perjalanan ke Syria ia membawa tiga dewi sesembahan ke Hejaz (note: jazirah Arab) yaitu al-Lat, al-Uzza dan Manat, juga memahkotai dewa Hubal di dalam Ka'abah" (Armstrong, hal. 66;)

Hubal adalah dewa sesembahan penduduk Mekkah yang ditempatkan di dalam Ka'abah (The Oxford Dictionary of Islam (Oxford University Press, 2003, hal. 117)

Baal dalam dialek Arab disebut juga Hubal. Nama ini berasal dari Ha-Baal, yang dalam dialek Arab artikel berupa konsonal `ha/hu' (S. Noja, "Hubal = Allah",

Dari Hubal Menjadi al-Ilah
Hubal (dari bahasa Aram yang berarti `roh') jelas merupakan dewa utama dalam Ka'abah dan dipresentasikan dalam bentuk tubuh manusia. Di sampingnya terdapat tujuh anak panah yang biasa digunakan oleh para kahin dalam ritual mereka. Menurut tradisi ibn Hisyam, Amr bin Luhayy mendapatkan sesembahan ini dari bangsa Moab (History of the Arabs from the Earliest Times to the Present, revisi edisi ke-10, new preface oleh Walid Khalidi

Karena Hubal adalah dewa sesembahan yang utama, maka ia disebut `sang Tuhan, sang ilah' atau `al-ilah'.


Di Bawah Muhammad: dari al-Ilah kepada Allah

Muhammad menghancurkan pemujaan terhadap al-Lat, al-Uzza dan Manat, namun berhenti menyerang sekte pemuja Hubal. Dari sini Wellhausen (sejarawan-red) menduga bahwa Hubal adalah tidak lain selain Allah, "dewa" orang-orang Mekkah.

Islam meminjam nama "Allah" dari suku-suku Arab purba. Nama ini bervariasi di kalangan berbagai suku Nabatean. Pada akhirnya ini diaplikasikan kepada satu sesembahan yang adalah `Satu-satunya' dan `Yang Utama' (Ibn Warraq, Why I Am Not A Muslim [Prometheus Books, Amherst NY, 1995], pp. 39-40, 42)

Konsep `Allah' sebagai terminologi Arab untuk Tuhan yang Mahatinggi sudah familiar bagi masyarakat Arab di masa Muhammad. Yang dilakukan Muhammad adalah memberikan makna baru untuk membersihkannya dari atribut politeisme (H.A.R. Gibb, Mohammedanism: An Historical Survey [Oxford University Press, London 1961], p. 54)

Berikut ini adalah Hasil-hasil Penelitian mengenai Hubal:
  • S. Noja (1994): ada metamorfosa semantik dari nama Ba'al (sesembahan Moab) menjadi Hu-Baal dan akhirnya Hubal, dewa bulan (Arab)
  • Martin Lings (1983): Hubal adalah nama Arab untuk Baal, dewa Moab yang dibawa pulang ke Mekkah oleh Khuza dan Jumhur setelah kunjungan mereka ke Suriah.
  • Karen Armstrong (1993): Hubal adalah dewa Arab purba tertinggi, takhtanya ditempatkan di dalam Ka'abah.
  • Dr. Cesar Farrah (2000): Allah sudah ada sebelum Islam. Berasal dari `Il' (Babilonia), `El' (Kanaan purba), `al-Ilah' (Bedouin Arab) dan akhirnya `Allah' di bawah Muhammad.
Mahmoud Ayyub (2004): Hubal adalah dewa bulan Arab. Sementara ada juga tiga dewi Ka'abah lain yaitu al-Lat, al-Uzza dan Manat. Al-Lat sangat mungkin adalah bentuk feminin dari Allah!

Begitulah trasnsformasi kata Baal menjadi Allah adalah sebuah proses antropologis. Secara kronologis:

Baal (berhala Moab) (Hak 6:31) --> Ha-Baal/Hu-Baal/ Hubal (Noja, 1994; Lings, 1983) --> al-Ilah (yang utama) (Hitti, 1937; Armstrong, 1993) --> Allah (Ibn Warraq, 1995; Farrah, 2000; Khalidi, 2002)

Banyak penulis yang mempermasalahkan nama Allah tersebut, namun sebenarnya tidak ada nama yang cukup mewakili untuk menyatakan siapa Tuhan itu, Konsep dibalik nama Tuhanlah yang menentukan. TUHAN disebut dalam berbagai nama dalam suku2 bangsa, Tuhan disebut sebagai YHWH (Yahudi), Allah (Arab), Jubata (Kalimantan), Debata (Batak), God (bahasa Inggris).

Lalu seperti apakah konsep Allah menurut Muhammad?

Katakanlah: "Kami beriman kepada Allah dan kepada apa yang diturunkan kepada kami dan yang diturunkan kepada Ibrahim, Ismail, Ishak, Yakub, dan anak-anaknya, dan apa yang diberikan kepada Musa, 'Isa dan para nabi dari Tuhan mereka. Kami tidak membeda-bedakan seorang pun di antara mereka dan hanya kepada-Nya-lah kami menyerahkan diri." (QS 3:84)

Konsep Allah menurut Muhammad sama dengan konsep YHWH menurut Yahudi, yaitu monotheisme mutlak (tauhid), dimana Tuhan tidak dapat diserupakan dalam wujud dan bentuk apapun. Konsep Allah dalam Islam didapat Muhammad dari para monotheis Arab seperti Zayd bin Amr dan Waraqah bin Nofal, saudara sepupu Khadijah, istri pertama Muhammad.

Waraqah adalah pemeluk agama Musa (Yahudi) sebelum kemudian beralih ke Nosrania (Ibn Hisham, Sirah, Vol 1, hl 203). Ia mengikuti monotheisme Musa dan Yesus, yaitu didasarkan Taurat dan Injil. Quran berkali2 menyebut para pengikut monotheis Musa dan Yesus ini 'Wahai Ahlul Kitab ! Kalian tidak memiliki dasar berdiri kecuali kalian berdiri tegak pada Taurat dan Injil.' (QS 5:6)

Nosrania / Nestorian adalah sebuah sekte yang berasal dari Kristen Ortodoks. Kepercayaan Waraqah yang menolak ke-ilahian Yesus ini adalah kepercayaan yang dianggap menyeleweng dari kepercayaan Kristen ortodoks. Yesus baginya hanyalah seorang nabi, yang menuntaskan hukum Musa. Ia juga membantah kematian Yesus di tiang salib dan kebangkitannya sepeti yang ditulis dalam ke empat Injil kaum ortodoks. Injil yang dipakai oleh kaum Nosrania adalah Injil Ibrani (Injil Matius) namun tidak lengkap pencatatannya. Kitab ini adalah injil yang ditujukan bagi orang2 Yahudi. Inilah salah satu sebab mengapa Muhammad menggap bahwa Yesus hanyalah nabi bagi orang Yahudi, persis seperti ajaran Kaum Nosrania.

Lihat Topik Selengkapnya; Belajar Agama Dari Waraqah


Jika konsep Allah Muhammad sama dengan konsep YHWH Yahudi, mengapa sifat Allah begitu bertentangan dengan sifat YHWH? Tuhan, seperti yang diucapkan oleh Musa, Yesus, Zoroaster, dan Hinduisme adalahSummum Bonum (kebaikan yang tertinggi), Allah dilain pihak adalah pribadi yang bengis, yang ditempa dalam khayalan penciptanya, Muhammad.

Jika Allah benar2 Tuhan, mengapa Allah begitu kejam, dan tanpa belas kasihan memerintahkan muslim untuk membantai para non muslim?
Kelak akan Aku jatuhkan rasa ketakutan ke dalam hati orang-orang kafir, maka penggallah kepala mereka dan pancunglah tiap-tiap ujung jari mereka. [QS 8:12]
Mengapa Allah mewajibkan umatnya untuk merampok dan menjanjikan harta rampasan bagi umatnya?
Diwajibkan atas kamu berperang, padahal berperang itu adalah sesuatu yang kamu benci. Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui. (QS 2:216)
Allah menjanjikan kepada kamu harta rampasan yang banyak yang dapat kamu ambil, maka disegerakan-Nya harta rampasan ini untukmu. (QS 48:20)
Mengapa Allah berkolusi dengan setan untuk menyesatkan orang kafir?
Tidakkah kamu lihat, bahwasanya Kami telah mengirim setan-setan itu kepada orang-orang kafir untuk menghasung mereka berbuat maksiat dengan sungguh-sungguh?,(QS 19:83)

Mengapa Sifat Allah Sama Dengan Sifat Iblis?


Iblis berkata: "Ya Tuhanku, oleh sebab Engkau telah memutuskan bahwa aku sesat pasti aku akan menjadikan mereka memandang baik (perbuatan maksiat) di muka bumi, dan pasti aku (iblis) akan menyesatkan mereka semuanya, kecuali hamba-hamba Engkau yang mukhlis diantara mereka". [QS 15:39-40]

Orang-orang kafir berkata: "Mengapa tidak diturunkan kepadanya (Muhammad) tanda (mukjizat) dari Tuhannya?" Katakanlah: "Sesungguhnya Allah menyesatkan siapa yang Dia kehendaki dan menunjuki orang2 yang bertobat kepada Nya",[QS 13:27]

(yang kamu sembah) selain Allah?" Mereka menjawab: "Mereka telah hilang lenyap dari kami, bahkan kami dahulu tiada pernah menyembah sesuatu". Seperti demikianlah Allah menyesatkan orang-orang kafir. [QS 40:74]

100 unta Abdul Muthalib

Kakek Nabi Muhammad SAW, Abdul Muthalib dikenal masyarakat Mekkah, memiliki kekayaan yang melimpah. Sehingga dapat dimaklumi beliau sangat dihormati dan dimuliakan masyarakat Mekkah.

Namun sayang, kekayaan Abdul Muthalib malah membawa dirinya kepada kerugian. Ia menjadi sombong dan selalu merasa kekurangan. Salah satu mengenai pandangannya jika kaum Quraisy berani melawannya karena memiliki keturunan yang sedikit.

Demi mencapai keinginannya, Abdul Muthalib berniat menikah kembali dengan harapan dikaruniai banyak anak, yang nanti dianggap akan melindunginya. Untuk niatnya ini, Abdul Muthalib pun bernazar.

"Seandainya kau dikaruniai 10 orang anak dan mereka tumbuh sampai baligh serta menjadi penolongku, niscaya aku akan mengorbankan salah seorang dari mereka di Kabah," kata Abdul Muthalib seperti dikutip merdeka.com dari buku Sejarah Kabah 'Kisah rumah suci yang tak lapuk dimakan zaman' Hal 180-185.

Beberapa tahun berlalu, keinginan Abdul Muthalib akhirnya tercapai. Allah SWT mengabulkan permintaan Abdul Muthalib dengan memberinya 10 orang anak. Waktu demi waktu, hari demi hari suka cita dilalui Abdul Muthalib dengan seluruh anaknya, sampai pada waktu nazar Abdul Muthalib dibuktikan.

Sadar akan janjinya, ia pun mengumpulkan ke-10 anaknya. Di hadapan anaknya, Abdul Muthalib menjelaskan tentang Nazarnya. Anak-anaknya yang taat dan patuh membuat Abdul Muthalib bimbang siapa yang akan dikorbankan.

"Apa yang harus kita lakukan?" tanya Abdul Muthalib kepada anak-anaknya.
"Masing-masing dari kalian membawa cangkir dan menuliskan nama di dalam cangkir tersebut."

Setelah seluruh anak mengikuti perintahnya, Abdul Muthalib membawa seluruh anaknya ke berhala Hubal yang ada di dalam Kabah. Di sisi berhala Hubal terdapat tujuh cangkir. Cangkir pertama bertuliskan "al-aql" atau denda, cangkir kedua tertulis "na'am" atau "ya" begitu seterusnya sampai cangkir ke tujuh.

Singkat cerita setelah diundi yang keluar justru cangkir milik Abdullah. Abdul Muthalib pun menepati janjinya. Dibawalah Abdullah ke berhala Asaf Nailah untuk segera menyembelihnya. 

"Apa yang akan engkau lakukan wahai Abdul Muthalib?" tanya kaum Quraisy.
"Aku akan menyembelihnya," jawab Abdul Muthalib.

Lalu kaum Quraisy, anak-anak yang lainnya melarang keinginan Abdul Muthalib. Bahkan, para pembesar kaum Quraisy lain ikut menyarankan Abdul Muthalib untuk mengurungkan niatnya.

"Kamu jangan menyembelih putramu itu, sesungguhnya di Madinah ada seorang dukun yang mempunyai pengikut jin. Tanyalah padanya, jika dukun itu menyuruhmu untuk menyembelihnya, maka sembelihlah. Tetapi jika dukun itu memberi jalan keluar lainnya, terimalah."

Mendengar saran para pembesar Quraisy, Abdul Muthalib segera berangkat menuju Madinah, tempat dukun itu berada. Sesampainya di Madinah, dukun yang bernama Quthbah itu menyarankan Abdul Muthalib menyiapkan 10 ekor unta untuk dikorbankan menggantikan Abdullah.

"Pulanglah ke negaramu dan siapkan 10 unta untuk dikorbankan, lalu buatlah panah undi nasib di atas onta dan di atas anakmu (Abdullah). Jika yang keluar onta itu, maka sembelilah onta itu. Tetapi, jika yang keluar undian itu anakmu, tambahlah dendanya dengan 10 onta lagi. Kemudian, buatlah panah undi nasib di atas keduanya, sehingga tuhan kalian ridha. Jika keluar onta itu, maka sembelilah onta-onta itu."

Maka pulanglah Abdul Muthalib bersama orang-orang Quraisy ke Mekkah. Dilakukanlah undian tersebut, namun dalam undian pertama keluar nama Abdullah. "Wahai Abdul Muthalib, tambahlah denda untuk kau sembahkan pada tuhanmu hingga dia ridha," kata orang Quraisy.

Lalu ditambahlah 10 onta lagi, tetapi undian yang keluar tetap nama Abdullah ketimbang onta itu. Sampai setiap kali diulang, berturut-turut nama Abdullah yang keluar ketimbang onta-onta tersebut. Maka jumlah undian onta telah mencapai 100, Abdul Muthalib pun menyembelih unta-untanya.

Jul 24, 2014

Kisah cemburunya Aisyah terhadap istri-istri Rasulullah SAW

Cemburu buta tidak hanya terjadi pada manusia biasa. Dalam beberapa hadits pernah dituliskan mengenai cemburunya Siti Aisyah terhadap kaum hawa yang dekat dengan Rasulullah SAW.

Cerita mengenai cemburunya Aisyah sedikit dimaklumi, sebab saat dinikahkan usia Aisyah masih dibawah sepuluh tahun. Sedangkan sosok baginda Rasulullah SAW adalah pria yang gagah dan ganteng. Sehingga cerita mengenai beberapa kaum hawa mendekati Rasul hal yang biasa.

Suatu hari usai melaksanakan salat ashar, Aisyah menemani Rasul mengunjungi rumah istri-istrinya. Namun Aisyah tertegun melihat langkah Rasul yang berhenti di rumah Hafshah binti Umar. Dalam hatinya Aisyah bertanya, ada apa gerangan sehingga suamiku bisa berhenti lama ketika mengunjungi salah satu rumah istrinya.

Beberapa hari kemudian, Aisyah mendapat kabar alasan Rasul tertahan lama di rumah Hafshah. Rupanya Hafshah memberikan madu kepada Rasul saat mengunjungi terakhir bersamanya. Rasul memang dikenal sangat suka madu dan halwa (manisan).

"Demi Allah aku akan membuat siasat untuk beliau," kata Aisyah.

Aisyah pun memberitahu kepada Saudah binti Zam'ah bahwa Nabi SAW akan mengunjunginya. Aisyah bersaran, jika Nabi SAW datang tanyakan apa yang beliau telah makan. "Apakah engkau makan maghafir?" tanya Saudah.

"Tidak," jawab Rasulullah SAW.

Saudah kembali menegaskan pertanyaanya. "Mengapa berbau tidak enak?"

"Aku diberi madu oleh Hafshah," jawab Rasulullah SAW.

Siasat itu berhasil dijalankan Aisyah kepada Saudah dan Shafiyah. Ketika Rasul menghampiri Shafiyah pun dia menjawab yang disarankan oleh Aisyah. Pertanyaan sama juga diberikan Aisyah ketika Rasul mengunjunginya.

Berselang beberapa hari kemudian, Rasul mengunjungi rumah Saudah. Saat itu Rasul ditawari madu oleh Saudah. Tetapi hidangan itu malah ditolak Rasulullah SAW. Merasa canggung dan bersalah, Saudah hanya bisa kaget dan terdiam.

"Aku tidak ingin itu lagi," kata Rasul saat diberi madu oleh Saudah.
 
"Demi Allah, kamilah yang mengharamkan itu pada Nabi SAW," kata Saudah.

Jul 21, 2014

Gajah Purba Gomphotheres Sejak 13,400 Tahun Lalu

Fosil yang ditemukan disebuah situs arkeologi Fin del Mundo Meksiko, menunjukkan bahwa orang-orang Clovis (kelompok awal pemburu pengumpul Amerika Utara) memburu dan memakan hewan sejenis gajah seperti Gomphothere Cuvieronius Sp. Gomphotheres merupakan kelompok hewan seperti gajah yang sudah punah, ukurannya lebih kecil dari mammoth atau hampir sama dengan gajah modern.

Hewan ini dikabarkan pernah tersebar di Amerika Utara, tapi sampai sekarang tampaknya Gomphothere Cuvieronius Sp telah menghilang dari catatan fosil jauh sebelum manusia tiba di Amerika Utara sekitar 13500 tahun yang lalu. Studi ini diterbitkan dalam jurnal Proceedings of the National Academy of Sciences.

Perburuan Gomphothere Cuvieronius Sp Amerika Utara

Gomphothere Cuvieronius Sp dikenal sebagai salah satu dari beberapa gajah prasejarah, satu-satunya contoh yang telah didokumentasikan selain Stegomastodon. Gajah bertubuh kecil ini dibedakan oleh panjang, spiral taring, tampaknya telah beradaptasi didaerah pegunungan tinggi dan telah diburu hingga punah oleh pemukim manusia purba dari Argentina Pampas.

Gomphotheres, mamalia Proboscidean besar yang tersebar luas dibeberap daerah kecuali di Antartika dan Australia selama Miosen, Pliosen dan Pleistosen. Spesis ini memiliki empat taring, dua atas dan dua bawah, oval dan kadang-kadang bulat, taring atas melengkung ke bawah dan mengarah ke luar, sedangkan taring yang lebih rendah tidak memiliki enamel, dan gigi geraham mirip dengan mastodon. Gomphotheres hidup selama periode Miosen, pada saat itu spesis ini telah tersebar luas. 

Fosil awal pernah ditemukan di Afrika Timur, Eropa, Jepang dan China, semua berasal dari periode Miosen Awal. Evolusi gomphotheres bersamaan dengan Stegodontids yang dianggap sebagai keturunan kedua Proboscidea. Migrasi Proboscideans, termasuk gomphotheres telah keluar dari Afrika menuju ke Asia dan Eropa dimulai pada awal Miosen. Gomphotheres bermigrasi ke Amerika Utara dari Asia beberapa kali melalui jembatan Bering, dimulai pada periode pertengahan Miosen hingga memasuki periode Pleistosen. 
Menurut Prof Vance Holliday dari University of Arizona, meskipun manusia Clovis telah memburu gomphotheres di Amerika Tengah dan Amerika Selatan, tetapi baru kali ini ditemukan bukti hubungan manusia dan gomphothere di Amerika Utara. Fosil Gomphothere Cuvieronius Sp ditemukan saat penggalian situs Fin del Mundo pada tahun 2007 hingga 2008. Fosil ini merupakan yang pertama kali ditemukan di Amerika Utara dan satu-satunya yang diketahui.

Selain menemukan sisa-sisa kerangka gomphothere berusia 13400 tahun, para arkeolog juga menemukan berbagai artefak manusia Clovis termasuk jejak proyektil, atau senjata berburu seperti tombak serta alat pemotong dan serpihan batu yang digunakan untuk membuat peralatan. Penanggalan radiokarbon membuktikan bahwa situs Fin del Mundo pernah dihuni sekitar 13400 tahun, yang menjadikannya sebagai salah satu dari dua situs Clovis tertua di Amerika Utara, setelah situs Aubrey Clovis di utara Texas.

Fragmen senjata yang ditemukan memposisikan Clovis terkait erat dengan tulang Gomphothere Cuvieronius Sp, bahwa manusia Clovis sebenarnya memburu dan membunuh hewan itu. Dari tujuh titik temuan fosil Clovis, empat diantaranya berada ditempat temuan tulang, termasuk salah satunya ditemukan bersamaan dengan fragmen gigi atas dan bawah, dan tiga titik lainnya telah terkikis dan ditemukan berserakan didekatnya.

Lubang Misterius Selebar 70 Meter

Lubang misterius yang ditemukan di Yamalo-Nenets, Semenanjung Yamal mungkin saja disebabkan oleh alien, meteorit, rudal nyasar, atau ledakan gas bawah tanah karena pemanasan global. Setidaknya teori dan pendapat ini telah membumbui temuan lubang misterius selebar 70 meter. Minggu ini, tim ilmuwan dan reporter dari The Siberia Times mangambil gambar fenomenal yang luar biasa dari helikopter, mereka menemukan lubang misterius berukuran raksasa.

Ekspedisi pertama dilokasi kejadian, para ilmuwan baru mengambil gambar-gambar lubang termasuk pola gelap pada tepi bagian dalam. Mereka juga menggunakan gambar satelit Rusia untuk memperbaiki hasil survey ketika lubang terbentuk. Mereka menemukan lubang misterius berukuran sekitar 70 meter yang memiliki danau es di bawahnya, air mengalir turun mengikis dinding permafrost-nya.

Analisa Lubang Misterius Yamalo-Nenets

Tim ilmuwan yang terlibat tetap bersikeras, bahwa lubang misterius itu merupakan fenomena alam. Ilmuwan mengusulkan studi lebih lanjut untuk memahami pembentukan kawah misterius di danau Studded Yamal, yang diartikan dalam bahasa lokal sebagai 'Akhir Dunia'. Menurut Andrey Plekhanov, seorang peneliti di State Scientific Centre of Arctic Research mengatakan, kawah misterius berbentuk lebih oval daripada melingkar, hal ini membuat tim ilmuwan lebih sulit menghitung diameter yang tepat. Dan sampai sekarang lebar diperkiraan sekitar 30 meter.

Tapi, jika diukur berikut dengan emisi tanah yang disebut tembok pembatas, maka diameter mencapai 60 meter. Ilmuwan tidak mampu membuat jalan ke dasar danau, mereka memasuki lubang utama kedalam kawah. Menurut peneliti, didasar kawah miserius itu 80 persen berisi es yang secara bertahap mencair disebabkan sinar matahari yang menembus lubang, dan ada juga air meleleh mengalir turun dari sisinya. 

Eksplorasi dikeadalam lubang misterius, ilmuwan telah mengambil sampel tanah dan es untuk diuji ke laboratorium. Kawah ini dianggap relatif baru, mungkin terbentuk 1 atau 2 tahun lalu. Dua musim panas sebelumnya yang terjadi pada tahun 2012 dan 2013 relatif panas dikawasan danau Yamal, mungkin cuaca ini telah mempengaruhi pembentukan kawah. Teori terbaik untuk saat ini, lubang misterius terbentuk oleh sesuatu yang berasal dari kekuatan internal, dan bukan eksternal.

Ilmuwan mengatakan dengan pasti bahwa dibawah pengaruh proses internal terdapat dorongan permafrost. Lubang misterius bukan disebabkan karena sebuah ledakan, tapi ejeksi, sehingga tidak ada panas yang dilepaskan ketika terjadi.

Teori lain yang pernah dianalisa pada tahun 1980-an, bahwa danau Yamal terbentuk karena proses alami yang terjadi di lapisan es. Seperti jenis proses yang terjadi sekitar 8000 tahun yang lalu dan mungkin sata ini tengah mengulang kejadian yang sama. Tak ditemukan jejak dampak antropogenik dekat kawah, karena tidak ada jejak keberadaan manusia kecuali beberapa jejak kereta luncur dan jejak kaki rusa.

Dunia belum pernah melihat lubang misterius seperti ini meskipun ilmuwan yang tergabung telah ke Yamal berkali-kali. Ilmuwan menegaskan, mereka tidak menemukan yang misterius disini, semua itu hanya hukum alam diiringi tekanan internal dan perubahan suhu. Es pada dinding kawah akan terus mencair, air akan berkumpul dan akan dibekukan di dasar kawah. Jika aliran air mengintensifkan karena cuaca panas bulan Juli, maka lubang ini tidak memiliki cukup waktu untuk membekukan air didalamnya, sehingga akan menyebabkan pembentukan danau baru. 

Sementara, Anna Kurchatova berpendapat bahwa lubang misterius dibentuk oleh air, garam dan gas campuran memicu ledakan bawah tanah, hasil dari pemanasan global. Gas terakumulasi dalam es dicampur dengan pasir dibawah permukaan, dan bahwa proses ini dicampur dengan garam yang terjadi sekitar 10,000 tahun yang lalu, peroide yang membuktikan daerah ini pernah menjadi lautan.