Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Oct 28, 2013

Johanes Pembaptis

Maka pada masa itu datanglah Johanes Pembaptis mengajar di padang-belantara yang di tanah Yudea, Sabdanya: Tobatlah kamu, karena kerajaan sorga sudah dekat. Maka dari hal Johanes ini telah dikatakan oleh nabi Yesaya, sabdanya: Ada suara orang berseru-seru di padang-belantara: Sadiakanlah jalan Tuhan dan betulkanlah lurung-lurungnya. Syahadan, adapun Johanes itu berpakaikan jubah daripada bulu onta dan pengikat pinggangnya kulit dan makanannya pun bilalang dan air-madu hutan.

Maka tatkala itu keluarlah segala orang isi negeri Yerusalem, dan orang isi segenap negeri Yudea, dan daripada segala jajahan sungai Yordan, datang mendapatkan Johanes. Lalu dibaptiskannya mereka sekalian dalam sungai Yordan sementara mereka mengaku dosanya. Maka apabila dilihat oleh Johanes banyak orang Farisi dan Saduki pun datang kepada baptisnya, maka katanya kepada mereka: Hai bangsa ular biludak, siapa garangan telah mengingatkan kamu, akan lari berlepas dirimu daripada murka yang datang kelak? Sebab itu hendaklah kamu keluarkan buah-buah yang setuju dengan tobat; Dan jangan kamu berkata dalam hatimu demikian: Bahwa Ibrahimlah bapa kita, karena aku berkata kepadamu, bahwa Allah berkuasa juga mengadakan anak-anak bagi Ibrahim, jikalau daripada batu-batu ini sekalipun. Maka telah tersadialah kapak itu pada pangkal pohon kayu, sebab itu barang pohon tiada berbuah-buah yang baik, yaitu akan ditebang dan dibuang ke dalam api. Sungguhpun aku membaptiskan kamu dengan air akan bertobat, tetapi orang yang datang kelak kemudian daripadaku, itu terlebih kuasanya daripadaku, maka tiada patut aku ini menghantar kasutnya, maka ialah kelak membaptiskan kamu dengan Rohuʼlkudus dan dengan api. Maka nyirunya adalah pada tangannya, dan iapun akan menyucikan tempat pengiriknya, lalu dikumpulkannya gandumnya ke dalam peluburnya, tetapi sekam itu dibakarnya habis-habis dengan api yang tiada terpadamkan.

Maka Isa pun datanglah dari Galilea ke Yordan mendapatkan Johanes, hendak dibaptiskan olehnya. Tetapi oleh Johanes ditegahkan dia, katanya: Bahwa patut hamba ini Tuhan baptiskan, maka sekarang Tuhan datang kepada hamba? Maka sahut Isa, katanya: Biarkanlah sekarang, karena demikianlah patut pada kita menggenapi segala perkara yang benar. Lalu diluluskanya.

Setelah sudah Isa dibaptiskan sebentar itu juga naiklah ia dari dalam air, maka sesungguhnya, terbukalah langit baginya, dan dilihatnya Roh Allah pun turun seperti burung merpati datang atasnya. Maka sesungguhnya adalah suatu bunyi suara dari langit mengatakan: Inilah anakKu yang kekasih, maka kepadanya juga adalah keridlaanku.

Isa Almasih

Bahwa inilah sejarah Isa Almasih, yaitu anak Daud dari anak Ibrahim. Maka Ibrahim beranak Ishak dan Ishak beranak Yakub dan Yakub beranak Yehuda serta segala saudaranya, Maka Yehuda beranak Faris dan Zara dengan Tamar, dan Faris beranak Ezrom dan Ezrom beranak Aram, Maka Aram beranak Aminadab dan Aminadab beranak Nahasun dan Nahasun beranak Salmon, Maka Salmon beranak Boaz dengan Rahab, dan Boaz beranak Obid dengan Rut dan Obid beranak Yisai, Maka Yisai beranak raja Daud dan raja Daud beranak Sulaiman dengan istri Urias. Maka Sulaiman beranak Roboam dan Roboam beranak Abia dan Abia beranak Asa, Maka Asa beranak Yosafat dan Yosafat beranak Yoram dan Yoram beranak Ozias, Maka Ozias beranak Yoatam dan Yoatam beranak Ahaz dan Ahaz beranak Izekia, Maka Izekia beranak Manasi dan Manasi beranak Amon dan Amon beranak Yosia, Maka Yosia beranak Yekonia dan segala saudaranya, yaitu pada masa pemindahan ke Babil; Maka kemudian daripada pemindahan ke Babil lalu Yekonia beranak Salatial dan Salatial beranak Zorobabil, Maka Zorobabil beranak Abiud dan Abiud beranak Elyakim dan Elyakim beranak Azor, Maka Azor beranak Sadok dan Sadok beranak Akim dan Akim beranak Eliud, Maka Eliud beranak Eliazar dan Eliazar beranak Matan dan Matan beranak Yakub, Maka Yakub beranak Yusuf, yaitu suami Maryam, maka daripada Maryam itulah telah jadi Isa, yang digelar Almasih. Maka segala gilir orang daripada Ibrahim sampai kepada Daud itu empat-belas gilir, dan daripada Daud sampai kepada masa pemindahan ke Babil itu empat-belas gilir, dan daripada masa pemindahan ke Babil sampai kepada Almasih itupun empat-belas gilir.

Maka adapun perihal jadi Isa Almasih itu adalah demikian: Pada masa Maryam, ibunya, bertunangan dengan Yusuf, yaitu sebelum keduanya bertemu, maka nyatalah Maryam itu ada mengandung dengan kuasa Rohu'lkudus. Maka Yusuf, suaminya, sebab ialah seorang yang benar dan tiada ia mau memberi malu kepadanya dengan nyata-nyata, maka berniatlah ia hendak meninggalkan dia diam-diam. Tetapi dalam ia berniat demikian, sesungguhnya dalam mimpi kelihatanlah kepadanya seorang malaikat Tuhan, katanya: Hai Yusuf, anak Daud! Janganlah engkau takut menerima Maryam itu akan istrimu, karena kandungannya itu telah jadi dengan kuasa Rohu'lkudus. Maka ia akan beranak laki-laki seorang, maka hendaklah engkau namai dia Isa, karena ialah yang akan melepaskan umatnya daripada segala dosa mereka.

Adapun segala perkara ini telah jadi, supaya genaplah barang, yang telah dikatakan oleh nabi itu akan hal Tuhan, sabdanya: Bahwa sesungguhnya anak-dara itu akan mengandung dan beranak laki-laki, maka yaitu akan dinamai Imanuil, yang tersalin artinya: Allah adalah serta kita. Setelah sudah Yusuf bangun dari tidurnya, diperbuatnya seperti pesan malaikat Tuhan itu kepadanya, lalu diterimanyalah istrinya. Maka tiadalah ia bersetubuh dengan dia sebelum diperanakkannya anaknya yang sulung itu, maka oleh Yusuf dinamai bayi itu Isa.

Setelah Isa jadi di Betlehem tanah Yudea, pada masa raja Herodes, sesungguhnya datanglah pandita-pandita dari sebelah timur ke negeri Yerusalem, Katanya: Di manakah raja orang Yahudi, yang baru jadi itu? karena di negeri timur telah kami melihat bintangnya, maka datanglah kami ini hendak menyembah dia.

Demi didengar oleh raja Herodes akan hal itu, maka terkejutlah baginda dan segala orang isi Yerusalem pun sertanya. Maka dihimpunkan baginda segala kepala imam dan segala katib daripada kaum itu, lalu ditanyai baginda kepadanya di mana Almasih itu akan jadi. Maka sembah mereka kepada baginda: Di negeri Betlehem, tanah Yudea, karena demikianiah telah disuratkan oleh nabi itu, bunyinya: Hai Betlehem, tanah Yehuda, sekali-kali tiada engkau terkecil di antara segala penghulu Yehuda, karena dari dalammu juga akan keluar seorang raja, yang akan menggembalakan umatku Israel. Setelah itu maka dipanggil oleh raja Herodes akan segala pandita itu diam-diam, serta diperiksai baginda kepada mereka dengan selidiknya akan ketika bintang itu telah kelihatan kepadanya. Lalu disuruhkannya mereka ke negeri Betlehem, titahnya: Pergilah kamu, carilah bayi itu baik-baik, maka apabila kamu sudah mendapat dia, berilah tahu aku, supaya akupun datang menyembah dia.

Setelah sudah didengarnya titah raja ini maka pergilah mereka; bahwa sesungguhnya, adapun bintang, yang telah dilihatnya di negeri timur itu, adalah terdahulu berjalan di hadapan mereka, sampai datanglah bintang itu terhenti di atas tempat ada bayi itu. Demi terlihat mereka akan bintang itu, maka bersuka-citalah hati mereka dengan suka-cita yang amat besar. Maka serta mereka masuk ke dalam rumah itu, terpandanglah ia kepada bayi itu dengan Maryam, ibunya, maka sujudlah mereka menyembah dia dan dibukakannyalah segala tempat peremasanya, lalu dipersembahkannya kepadanya emas dan kemenyan dan emur akan hadiah. Setelah dinasihatkan Allah akan mereka dalam mimpi, supaya jangan mereka kembali lagi kepada raja Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya daripada simpangan yang lain.

Setelah mereka sudah kembali, sesungguhnya, kelihatanlah seorang malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi, katanya: Bangunlah engkau, ambil bayi itu serta dengan ibunya, larikanlah dia ke negeri Mesir, dan tinggallah engkau di sana, sampai aku memberi tahu kepadamu, karena Herodes mencari bayi itu hendak dibunuhnya.

Maka bangunlah ia, diambilnya bayi itu serta dengan ibunya pada waktu malam, lalu berjalanlah ia ke Mesir; Dan tinggallah ia di sana sampai kepada ketika mangkat raja Herodes, supaya genaplah barang yang telah dikatakan oleh nabi itu dari hal Tuhan, sabdanya: Bahwa telah kupanggil anakku dari Mesir.

Setelah diketahui oleh raja Herodes akan hal ia telah ditipu oleh segala pandita itu, maka tersangatlah murkanya, lalu disuruhkannya orang pergi membunuh segala anak laki-laki, yang di negeri Betlehem dan pada segala jajahannya, yang umur dua tahun dan kurang daripada itu, diturutnya seperti ketika, yang telah diperiksainya dengan selidiknya kepada segala pandita itu. Maka pada tatkala itu genaplah juga barang yang telah dikatakan oleh nabi Yeremia, sabdanya: Kedengaranlah di negeri Rama suatu bunyi suara ratap dan tangis dan raung yang amat sangat, yaitu Rahel menangisi anak-anaknya, maka tiada ia mau dihiburkan, sebab ketiadaan anaknya.

Setelah sudah mangkat raja Herodes, sesungguhnya kelihatanlah seorang malaikat Tuhan kepada Yusuf dalam mimpi di negeri Mesir, Katanya: Bangunlah engkau, ambillah bayi itu serta dengan ibunya, bawalah dia ke tanah Israel, karena adapun orang, yang hendak membunuh bayi itu, yaitu sudah mati. Maka bangunlah ia, diambilnya bayi itu serta dengan ibunya, lalu pergilah ia ke tanah Israel. Tetapi setelah didengarnya bahwa Arkilaus menjadi raja di tanah Yudea menggantikan Herodes, ayahnya, maka takutlah Yusuf pergi ke sana, tetapi setelah dinasihatkan Allah kepadanya dalam mimpi maka menyimpanglah ia ke jajahan tanah Galilea. Maka datanglah ia duduk dalam sebuah negeri, yang bernama Nasaret, supaya genaplah barang yang telah dikatakan oleh segala nabi itu, bahwa Isa akan bergelar orang Nasaret.

Plato

Plato kini dikenal sebagai salah satu filsuf terbesar sepanjang masa. Ia lahir sekitar 429 SM, dekat dengan waktu kematian Perikels, dan ia meninggal pada 347 SM, tak lama setelah kelahiran Aleksander Agung. Plato lahir di Athena, dari keluarga yang kaya dan kuat. Banyak kerabatnya yang terlibat dalam politik Athena.

Semasa muda, ia berguru kepada Sokrates, dan belajar banyak mengenai cara berpikir serta apa yang harus dipikirkan. Setelah Sokrates dibunuh pada 399 SM, Plato menjadi berang. Plato, yang ketika itu berusia 30 tahun, mulai menuliskan beberapa percakapannya dengan Sokrates. Oleh karena itu, gagasan Sokrates pada masa kini banyak diketahui dari tulisan-tulisan Plato.

Meskipun demikian, setelah beberapa lama, Plato mulai menuliskan gagasannya sendiri. Salah satu karya pertamanya adalah Republik, yang menggambarkan gagasan Plato mengenai bentuk pemerintahan yang lebih baik daripada pemerintahan Athena. Plato menganggap bahwa sebagian besar orang cukup bodoh sehingga tak boleh memiliki hak untuk memutuskan mengenai segala sesuatu. Alih-alih, orang-orang terbaiklah yang harus menjadi pelindung orang lainnya. Plato sendiri berasal dari keluarga aristokrat sehingga ia mungkin menganggap dirinya termasuk dalam golongan orang terbaik.

Plato juga memikirkan dunia alami dan cara kerjanya. Ia menyatakan bahwa segala sesuatu memiliki semacam wujud ideal, misalnya kursi ideal, dan kemudian kursi nyata hanyalah tiruan buruk dari kursi ideal yang hanya ada dalam pikiran manusia. Salah satu cara Plato untuk menjelaskan gagasan ini adalah dengan metafora terkenal mengenai gua. Ia mengatakan bahwa, misalkan ada sebuah gua, dan di dalamnya ada beberapa orang yang dirantai ke dinding gua, sehingga mereka hanya dapat melihat bagian belakang gua. Orang-orang ini tidak dapat melihat ke luar gua, atau bahkan saling melihat satu sama lain dengan jelas. Mereka hanya dapat melihat bayangan dari apa yang berada di belakang mereka. Akhinya orang-orang ini beranggapan bahwa bayangan-bayangan tersebut adalah hal nyata.

Lalu, misalkan ada seseorang yang berhasil kabur dan keluar dari dalam gua. Ia lalu melihat benda-benda nyata yang sebenarya. Jika ia kembali ke gua dan memberitahukan itu kepada orang-orang, tentu ia akan dianggapp gila dan tak akan dipercaya.

Plato mengatakan bahwa manusia adalah orang-orang yang berada di dalam gua. Manusia mengira bahwa mereka memahami dunia nyata, namun karena terjebak dalam tubuh, maka manusia hanya melihat bayangan di dinding. Salah satu tujuan Plato adalah membantu manusia memahmi dunia nyata dengan lebih baik, dengan cara mencari tahu caray memperkirakan atau memahamii dunia nyata bahkan tanpa melihatnya.

Ada kemungkinan bahwa gagasan Plato mengenai perbedaan antara dunia nyata dan ilusi yang tampak berkiatan dengan gagasan Hindu dan Buddha mengenai nrwana, yang muncul di India sekitar masa yang sama.

Jika kursi memiliki bentuk ideal, begitu pula manusia. Wujud ideal manusia, menurut Plato, adalah jiwa. Jiwa tersusun dari tiga bagian, yaitu nafsu, kehendak, dan akal. Kehendak membuat kita mampu mengendalikan nafsu, dan akal membantu menentukan kapan harus mematuhi atau menahan nafsu. Jika ketiga unsur ini seimbang, maka hidup akan menjadi bahagia.

Akan tetapi, jika ketiga unsur itu tidak seimbang, maka akan terjadi kekacauan. Jika nafsu terlalu kuat, maka seseorang bisa saja menyakiti orang lain; jika kehendak terlalu kuat, maka seseorang bisa saja menyakiti dirinya sendiri; dan jika akal tidak bekerja dengan baik, maka seseorang tak akan dapat mengendalikan nafsu dengan benar dan dapat berujung pada kelainan mental.

Gagasan Plato mengenai politik tidak terlalu diperhatikan di Athena, dengan tak lama setelah kematian Sokrates, ia pergi ke Sisilia untuk menjadi guru bagi seorang pangeran muda di sana. Ia berupaya mendidik sang pangeran menjadi pelindung yang baik bagi rakyatnya. Akan tetapi, sang pangeran tidak terlalu peduli pada ajaran Plato, dan setelah dua belas tahun mengajar, Plato, kini telah menginjak usia pertengahan empat puluh tahun, menyadari bahwa ia telah gagal. Ia akhirnya kembali ke Athena.

Di Athena, Plato membuka skeolah filsafat yang disebut Akdemi. Sekolah ini menjadi terkenal dan Plato tinggal di sana hingga wafat pada usia kira-kira delapan puluh tahun. Salah satu murid Plato di Akademi ini adalah Aristoteles. Plato menghabiskan sisa hidupnya dengan menulis karya lainnya tentang politik yang berjudul Hukum, yang lebih bernuansa pesimis daripada Republik, dan isinya lebih banyak membicarakan mengenai betapa korupnya para polirisi, dan betapa mereka harus terus diawasi.

Plato meninggal pada 347 SM. Murid-muridnya di Akademi merawat dan menyalin semua tulisn Plato, sehingga pada masa kini kita memiliki catatan yang cukup lengkap mengenai gagasan-gagasan Plato.

Perang Troya

Perang Troya adalah salah satu perang terbesar yang pernah terjadi dalam sejarah Yunani kuno. Pada perang itu, Bangsa Akhaia (Yunani) menyerang kota Troya. Reruntuhan kota Troya sendiri kini telah ditemukan di Asia Minor (Turki). Perang besar yang menghabiskan banyak korban manusia itu dipicu oleh perbuatan para dewa.

Semua dewa-dewi dan orang penting diundang ke pernikahan Peleus dan Thetis (orang tua Akhilles). Hanya dewi Eris (dewi perselisihan) yang tidak diundang. Dewa Eris marah dan melempar sebuah apel ke tengah-tengah pesta, apel tersebut beruliskan kallistei ("untuk yang tercantik"). Afrodit, Hera, dan Athena mengklaim sebagai pemilik apel tersebut dan sebagai dewi tercantik.

Ketiga dewi tersebut mendatangi Zeus untuk menentukan siapa yang berhak memiliki apel emas itu. Zeus tidak ingin memihak siapapun dan menyuruh mereka untuk meminta keputusan pada Paris. Hera berusaha menyuap Paris dengan kekayaan, Athena berjanji akan menjadikan Paris jenderal yang berjaya dan terkenal, sementara Afrodit menawarkan wanita tercantik di dunia (Helene). Paris akhirnya memilih Helene dan dengan demikian memilih Afrodit sebagai dewi tercantik. Helene sendiri sebenarnya telah menjadi istri Menelaos, raja Sparta tetapi Eros, dewa cinta anak Afrodit, memanah Helene dengan panah cinta sampai akhirnya Helene jatuh cinta pada Paris. dan bersedia untuk dibawa kabur ke Troya. Suami Helene, Menelaos, marah besar. Dengan didukung oleh saudaranya, Agamemnon raja Mikenai dan raja-raja Yunani lainnya, Menelaos menyerang kota Troya.

Perang Troya berlangsung selama sepuluh tahun. Banyak pahlawan yang terlibat dalam perang ini, di antaranya adalah Akhilles, Odisseus, Aias, dan Diomedes dari pihak Yunani, dan Hektor serta Paris dari pihak Troya. Setelah berjuang bertahun-tahun dan belum bisa juga menjebol benteng Troya, pasukan Yunani mulai frustasi. Tetapi kemudian Odisseus mencetuskan ide cemerlang. Pasukan Yunani membangun sebuah kuda kayu raksasa yang diisi oleh beberapa prajurit. Pasukan Yunani kemudian meninggalkan kuda itu lalu pura-pura pergi meninggalkan Troya. Pasukan Troya melihat pasukan Yunani mundur dan mengira mereka telah menyerah. Kuda raksasa itu dikira sebaagi pernyataan kekalahan dari yunani. Orang-orang Troya membawa kuda itu ke dalam kota mereka dan merayakan kemenangan mereka. Pada malam harinya, para prajurit yang bersembunyi di dalam kuda keluar dan membuka gerbang kota Troya sehingga pasukan Yunani bisa masuk. Pasukan Yunani pun meluluhlantakan kota Troya. Seusai perang, Menelaos berhasil mendapatkan kembali istrinya sementara beberapa orang Troya, dengan dipimpin oleh Aineias, berhasil menyelamatkan diri.

Peradapan Troy

Bangsa Troy terkenal dengan taktik perangnya menggunakan kuda besar dari besi yang didalamnya bersembunyi prajurit Troy yang siap menyerang bangsa lain. Berikut kami rangkum 5 fakta penemuan peradaban Troy, sebagai berikut:



1. Puisi Homer
Peradaban Troy pertama kali disebutkan dalam Kitab Iliad milik seorang penyair Yunani Kuno yang bernama Homer. Dalam kitab tersebut, Homer mensyairkan tentang kota dan peradaban Troy yang indah dan mirip dengan cerita-cerita peradaban Atlantis ataupun Lemuria.

Dalam kitab Iliad tersebut berisi tentang cerita-cerita kepahlawanan bangsa Yunani. Dalam dua puisi tentang kepahlawanan, Homer menceritakan tentang kota legenda yang bernama Troya; kota tersebut menjadi pusat perang besar pada zaman itu, yaitu Perang Troya.

2. Hisarlik
Menurut seorang cendikiawan dari Inggris, Charles McClaren berpendapat bahwa letak Kota Troy yang dimaksud Homer kemungkinan berada di wilayah Turki. Charles menunjukkan sebuah daerah luas yang disebut Hisarlik, berada dekat dengan daerah Dardanella. Dardanella merupakan sebuah wilayah laut yang kecil dan menghubungkan laut Hitam dan Laut Aegea.

3. Harta Karun Priam
Seorang Arkeolog dari Jerman, Heinrich Schiliemann melakukan penelitian dan penggalian bersama timnya di daerah Hisarlik sekitar tahun 1871. Kemudian para tahun 1873, Heinrich berhasil menemukan reruntuhan kota yang sangat kuno; yang dipercaya sebagai sisa-sisa peradaban Bangsa Troy.

Selain itu, Heinrich disinyalir menemukan harta karun emas dan perak milik raja Troy, Priam. Raja Priam pernah disebutkan dalam puisi-puisi tentang Bangsa Troy. Namun, harta karun tesebut diselundupkan menuju Eropa dan tidak diserahkan kepada pemerintah setempat.

4. Sembilan Lapisan Kota
Pada tahun 1876, Heinrich Schliemann kembali melakukan penggalian di daerah Mycenae, Yunani. Dia menemukan peninggalan yang diduga sebagai makam Agamemnon. Agamemnon merupakan seorang raja yang bermusuhan dengan bangsa Troy, yang juga diceritakan dalam Kitab Iliad milik Homer.

Pada tahun 1890, para ahli kembali menggali daerah Hisarlik dan menemukan sembilan lapisan sisa-sisa kota. Para ahli menduga bahwa umur peradaban Troy dimungkinkan berada satu era dengan peradaban Bangsa Atlantis.

5. Gempa Bumi
Menurut para ahli, peradaban Troy kemungkinan hancur dikarenakan oleh bencana gempa bumi dan banjir besar sebanyak sembilan kali. Setiap orang bangsa Troy yang selamat dari bencana, kembali membangun kota diatas reruntuhan kota sebelumnya. Hal tersebut diperkirakan yang menjadi alasan mengapa ditemukan 9 lapisan sisa-sisa kota Troy.

Peradaban Troy yang diceritakan oleh Homer dalam Kitab Iliad, masih belum diketahui peradaban Troy mana yang dimaksudkan. Menurut Heinrich, Homer mungkin menceritakan peradaban Troy II, lapisan kota kedua dari bawah. Namun, menurut para ahli menyatakan bahwa peradaban Troy diperkirakan sudah ada pada era Zaman Es 11.000 – 10.000 tahun yang lalu.