Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Aug 1, 2017

Prasasti Mesha

Prasasti Mesha (Mesha Stele) berasal dari batu Basalt yang dibuat sekitar tahun 840 sm oleh Mesha raja Moab. Mesha menceritakan bagaimana dewa Kemos, dewa bangsa Moab, murka atas umatnya dan menghukum mereka dengan ditundukkan oleh Israel atau menjadi negeri vassal, tetapi kemudian Kemosh menunjukkan kasihnya pada zaman Mesha berkuasa, dimana ia berhasil memengangi peperangan atas Israel dan menjadi negara merdeka. Mesha juga menceritakan pencapaiannya dibidang infrastruktur negeri Moab. Prasasti ini ditulis dalam aksara Phoenician/Fenesia, aksara yang sama digunakan pula oleh bangsa Israel, Kanaan, Phoenician dan Aram. Dari prasasti ini ditemukan pula kedekatan bahasa antara bangsa Moab dan Israel/Ibrani, dimana bahasa moab hanya berbeda dalam kasus dialek.

Prasasti ini ditemukan oleh missionaris perancis bernama Frederick Augustus Klein di lokasi reruntuhan kota kuno Moab bernama Dibon (sekarang bernama Diban, Yordania), pada bulan Agustus 1868, atas petunjuk penduduk beduin disana. Setahun setelah berita penemuannya, prasasti tersebut dihancurkan karena pertikaian status kepemelikan oleh para beduin, namun sebelum dihancurkan catatan dari prasasti tersebut telah disalin oleh penduduk setempat untuk diberikan kepada Charles Simon Clermont-Ganneau seorang sarjana orientalis. Saat ini prasasti tersebut telah direkonstruksi dan disimpan di Museum Louvre Perancis.

Penampakan dari jarak dekat akan prasasti Mesha yang menunjukkan penggunaan aksara Phoenician atau Paleo Hebrew/Ibrani

Penampakan Prasasti Mesha yang kini berada di museum Louvre - Perancis

Peta Moab, yang menunjukkan lokasi yang disebut dalam prasasti
Berikut ini adalah isi prasasti Moab
  • Saya Mesha, anak dari Kemos-Yatti, Raja Moab, Dari Dibon. Ayahku adalah Raja yang memerintah atas Moab selama 30 tahun, dan Saya adalah raja penerusnya.
  • Dan saya membuat altar persembahan dibukit untuk Kemos di bukit Karchoch [...] karena ia telah memberiku kemenangan atas para raja-raja dan para musuhku.
  • Omri adalah raja dari Israel, dan ia menjajah negeri Moab selama bertahun-tahun, hal ini karena kemarahan Kemos pada umatnya. Demikian pula dengan anaknya [Ahab], ia juga berjanji akan terus menjajah negeri Moab. Dan itulah yang ia lakukan pada zaman saya berkuasa. Tapi saya berhasil membuatnya bertekuk lutut bahkan dinegerinya sendiri, dan Israel telah kuruntuhkan, ya ia akan runtuh selamanya.
  • Omri telah merebut seluruh tanah Medeba dan ia menguasainya sepanjang hidupnya dan juga setengah masa pemerintahan anaknya, 40 tahun, tapi Kemos mengembalikan kepada Moab dimasa hidupku. Dan kudirikan kuil Baal Meon, juga kubangun penampungan air, dan juga ku kukuhkan tembok kota Kiriathaim.
  • Dan rakyat kota Gad yang telah hidup di kota Ataroth sejak masa lampau, yang kemudian direbut oleh raja Israel, tetapi kemudian kurebut kota itu, ku tumpas para rakyat kota itu sebagai persembahan atas kemenangan Kemos dan Moab, dan ku jarah segalanya, dan ku persembahkan kepada Kemos di Kerioth, dan kubawa rakyat dari Sharon/Siran dan Maharith/Mochrath untuk menetap disana.
  • Dan Kemos berfirman kepada ku : pergilah, rebut Nebo dari Israel, dan saya pun berangkat pada malam hari, dan ku perangi mereka hingga sore hari, dan ku rebut, dan kubunuh semua penduduknya, 7000 orang lelaki, tetapi tidak kubunuh para wanita dan para budak, karena mereka ku persembahkan untuk Astar-Kemos. Dan dari sana kurampas perlengkapan penyembahan untuk Yahweh, kuberikan kepada Kemos.
  • Dan raja Israel yang telah memperkokoh Jahaz, dan berdiam disana selama berperang denganku, dan Kemos membuatnya menyingkir dari hadapanku, dan kubawa 2000 prajurit dari Moab, ku pimpin mereka menuju Jahaz, Dan ku rebut kota tersebut untuk Dibon.
  • Ku perkuat Karchoh, dengan dinding kayu, serta istananya, kuperbaharui pula gerbang dan menaranya, kuperintahkan kepada setiap penduduk untuk membuat penampungan air disetiap rumah, dan ku perintahkan kepada seluruh tawanan perang dari Israel untuk membuat parit disekeliling Karchoch.
  • Ku perkuat Aroer, dan kubangun jalanan untuk dilalui para serdadu di Arnon. Ku bangun kembali Beth Bamoth dan Bezer, yang runtuh sebelumnya.
  • Dan prajurit yang telah berperang untuk Dibon, mereka adalah para penakluk. Dan saya adalah raja atas ratusan kota termasuk yang telah kurebut untuk negeri Moab.
  • Dan juga ku bangun pula istana di Madeba, Diblathaim dan Baal Meon, dan kubawa kesana dalam jumlah besar ke tanah tersebut.
  • Dan di Honoraim, disanan berdiam Dan Kemos berfirman kepada ku : "Pergi, dan perangilah Honoraim!". Dan saya pun kesana dan kemos menyerahkannya pada zaman ku
Peperangan Mesha dari sudut pandang Israel
Jika prasasti diatas adalah dari sudut pandang Moab, maka dari sumber alkitab kita dapat menemukan perspektif yang berbeda, berikut adalah catatan dari Alkitab pada kitab 2 Raja-Raja 3
  1. Yoram, anak Ahab, menjadi raja di Samaria atas Israel dalam tahun kedelapan belas zaman Yosafat, raja Yehuda, dan ia memerintah dua belas tahun lamanya. 
  2. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, tetapi bukan seperti ayahnya dan seperti ibunya: ia menjauhkan tugu berhala Baal yang didirikan ayahnya. 
  3. Namun demikian, ia masih berpaut kepada dosa Yerobeam bin Nebat yang mengakibatkan orang Israel berdosa pula; ia tidak menjauhinya. 
  4. Mesa, raja Moab, adalah seorang peternak domba; sebagai upeti ia membayar kepada raja Israel seratus ribu anak domba dan bulu dari seratus ribu domba jantan. 
  5. Tetapi segera sesudah Ahab mati, memberontaklah raja Moab terhadap raja Israel. 
  6. Keluarlah raja Yoram pada waktu itu dari Samaria, lalu ia memeriksa barisan seluruh orang Israel. 
  7. Selanjutnya ia menyuruh orang kepada Yosafat, raja Yehuda, dengan pesan: "Raja Moab telah memberontak terhadap aku! Maukah engkau bersama-sama aku berperang melawan Moab?" Jawabnya: "Aku akan maju. Kita sama-sama, aku dan engkau, rakyatku dan rakyatmu, kudaku dan kudamu." 
  8. Lagi ia bertanya: "Melalui jalan manakah kita akan maju?" Jawabnya: "Melalui padang gurun Edom!" 
  9. Maka berjalanlah raja Israel dan raja Yehuda dan raja Edom. Tetapi sesudah mereka berkeliling tujuh hari perjalanan jauhnya, maka tidak terdapat air untuk tentara dan untuk hewan yang mengikuti mereka. 
  10. Lalu berkatalah raja Israel: "Wahai, TUHAN telah memanggil ketiga raja ini untuk menyerahkan mereka ke dalam tangan Moab!" 
  11. Tetapi bertanyalah Yosafat: "Tidak adakah di sini seorang nabi TUHAN, supaya dengan perantaraannya kita meminta petunjuk TUHAN?" Lalu salah seorang pegawai raja Israel menjawab, katanya: "Di sini ada Elisa bin Safat, yang dahulu melayani Elia." 
  12. Berkatalah Yosafat: "Memang padanya ada firman TUHAN." Sesudah itu pergilah raja Israel dan Yosafat dan raja Edom kepada Elisa. 
  13. Tetapi berkatalah Elisa kepada raja Israel: "Apakah urusanku dengan engkau? Pergilah kepada para nabi ayahmu dan kepada para nabi ibumu." Jawab raja Israel kepadanya: "Jangan begitu, sebab TUHAN memanggil ketiga raja ini untuk menyerahkan mereka ke dalam tangan orang Moab!" 
  14. Berkatalah Elisa: "Demi TUHAN semesta alam yang hidup, yang di hadapan-Nya aku menjadi pelayan: jika tidak karena Yosafat, raja Yehuda, maka sesungguhnya aku ini tidak akan memandang dan melihat kepadamu. 
  15. Maka sekarang, jemputlah bagiku seorang pemetik kecapi." Pada waktu pemetik kecapi itu bermain kecapi, maka kekuasaan TUHAN meliputi dia. 
  16. Kemudian berkatalah ia: "Beginilah firman TUHAN: Biarlah di lembah ini dibuat parit-parit, 
  17. sebab beginilah firman TUHAN: Kamu tidak akan mendapat angin dan hujan, namun lembah ini akan penuh dengan air, sehingga kamu serta ternak sembelihan dan hewan pengangkut dapat minum. 
  18. Dan itupun adalah perkara ringan di mata TUHAN; juga orang Moab akan diserahkan-Nya ke dalam tanganmu. 
  19. Kamu akan memusnahkan segala kota yang berkubu dan segala kota pilihan; kamu akan menumbangkan segala pohon yang baik; kamu akan menutup segala mata air dan kamu akan merusakkan segala ladang yang baik dengan batu-batu." 
  20. Keesokan harinya ketika orang mempersembahkan korban, datanglah dengan tiba-tiba air dari arah Edom, lalu penuhlah negeri itu dengan air. 
  21. Ketika didengar seluruh orang Moab, bahwa ketiga raja itu telah maju memerangi mereka, maka dikerahkanlah semua orang yang masih sanggup menyandang pedang, bahkan orang-orang yang lebih tua juga, kemudian mereka ditempatkan di tepi perbatasan. 
  22. Keesokan harinya pagi-pagi, ketika matahari bersinar atas permukaan air itu, tampaklah kepada orang Moab itu, bahwa air di sebelah depannya merah seperti darah. 
  23. Lalu berserulah mereka: "Itu darah! Tentulah raja-raja itu telah berbunuh-bunuhan, yang seorang membunuh yang lain. Maka sekarang, marilah menjarah, hai orang-orang Moab!" 
  24. Tetapi ketika mereka sampai ke perkemahan orang Israel, maka bangkitlah orang Israel itu, lalu memukul orang-orang Moab, sehingga mereka lari dari situ. Dan makin jauhlah mereka menerobos ke dalam Moab sambil menewaskan orang-orang Moab itu. 
  25. Mereka meruntuhkan kota-kota dan menutupi setiap ladang yang baik dengan batu, karena setiap orang melemparkan batu ke atasnya. Mereka menutup segala mata air dan menumbangkan segala pohon yang baik, sampai hanya Kir-Hareset saja yang ditinggalkan, tetapi kota ini ditembaki oleh orang-orang pengumban dari segala penjuru. 
  26. Ketika raja Moab melihat, bahwa peperangan itu terlalu berat baginya, diambilnyalah tujuh ratus orang pemegang pedang bersama-sama dia untuk menerobos ke jurusan raja Edom, tetapi tidak berhasil.
  27. Kemudian ia mengambil anaknya yang sulung yang akan menjadi raja menggantikan dia, lalu mempersembahkannya sebagai korban bakaran di atas pagar tembok. Tetapi kegusaran besar menimpa orang Israel, sehingga mereka berangkat meninggalkan dia dan pulang ke negeri mereka.
Perbedaan antara catatan Mesha dan Alkitab atas pertempuran Moab vs Israel

1. Pelaku peperangan
Catatan Mesha :
anak dari Omri, kemungkinan adalah cucunya yaitu Yoram.
Catatan dari Alkitab :
ada 3 raja yaitu raja Israel - Yoram, raja Yehuda - Yosafat, dan raja Edom. Untuk Edom mungkin bukan raja tapi selevel bupati, karena menurut 1 Raja 22:47 pada zaman Yosafat tidak ada raja di Edom.

2. Rute
Catatan Mesha : Israel berperang melalui jalur utara, disebut mereka bermukim di Jahaz.

Catatan Alkitab :

Serangan dilakukan melalui Edom yaitu jalur selatan dengan 3 koalisinya. Menurut catatan Alkitab Edom pada masa itu adalah wilayah vassal Yehuda, dan hubungan Yehuda dan Israel sedang dalam hubungan yang baik, karena adanya ikatan perkawinan.

3. Hasil Peperangan
Catatan Mesha :

Pemenangnya adalah pihak Moab, Mesha menuliskan prestasinya merebut wilayah-wilayah Israel seperti Gad dan Nebo serta Jahaz dll

Catatan Alkitab :

Hasilnya adalah imbang, dengan kematian yang banyak di pihak Moab. Koalisi Israel-Yehuda-Edom, mundur secara misterius setelah melihat raja Mesha mengorbankan anaknya sebagai korban bakaran.

Prasasti Tel Dan

Pada tahun 1993 sebuah prasasti dari abad ke-9 sm ditemukan dalam penggalian di Tel Dan (bahasa Inggris Tel Dan Stele), wilayah bagian utara Israel, ditulis dalam bahasa Aram. Penulis prasasti (namanya tidak disebutkan) menyatakan bahwa dia telah membunuh seorang raja Israel dan sekutunya seorang raja dari "rumah Daud" (bytdwd = bait daud). Mungkin sebutan ini mengacu kepada kerajaan Yehuda (yang rajanya berasal dri keturuanan Daud), sama seperti Israel (kerajaan di Utara Yehuda) disebut "rumah Omri" dalam prasasti-prasasti Assyria. Kerajaan lain juga sering disebut menurut nama raja pertamanya.
Prasasti ini juga menandakan untuk pertamakalinya nama Daud ditemukan dalam tulisan kuno diluar Alkitab. Dan ini juga menjadi prasasti ke-4 yang terdapat kata Israel selain prasasti Merneptah, Mesha dan Kurk Monolith.

Prasasti Tel Dan kerapkali diperdebatkan umurnya, pembuatnya, dan bahkan ada yang menuduh sebagai pemalsuan bukti sejarah untuk mendukung eksistensi Daud. Akan tetapi mayoritas ilmuwan menganggap prasasti ini adalah asli, serta menjadi rujukan untuk dinasti Daud dan kerajaan Aram Damaskus.

Penemuan
Prasasti ini ditemukan oleh Avram Biran, fragment A pada bulan Juli 1993, dan fragmen B1 dan B2 pada bulan Juni 1994. Fragmen-fragmen ini dipublikasikan oleh Biran dan rekannya Joseph Naveh pada tahun 1993 dan 1995.

Isi Prasasti
Teks yang hilang atau rusak ditandai dengan tanda kurung persegi kosong "[ ]", sedangkan kata-kata dan huruf-huruf dalam kurung adalah hasil rekonstruksi. (Kata "Hadad" yang disebutkan di beberapa baris pertama adalah nama seorang dewa).

Latar belakang prasasti
Pada pertengahan kedua abad ke-9 SM (penanggalan prasasti yang paling banyak diterima) kerajaan Aram-Damaskus, di bawah kekuasaan Hazael, merupakan kekuatan terbesar di daerah Levant/Syria. Kota Dan, hanya 110 km dari ibukota Hazael, Damaskus, jelas berada di bawah kekuasaannya. Ini juga ditunjukkan dari bukti arkeologi: bekas-bekas orang Israel tidak muncul sampai abad ke-8 SM, dan nampaknya Dan sudah berada di wilayah Damaskus sebelum Hazael menjadi raja pada sekitar 843 SM.

Inskripsi itu mencatat perang yang diadakan oleh raja pembuat prasasti (Hazael) melawan musuh-musuhnya, raja Israel dan "Rumah Daud". Nama-nama kedua raja musuh ini hanya terbaca sebagian. Biran dan Naveh merekonstruksinya sebagai "Yoram putra Ahab, raja Israel, dan Ahazia putra Yoram dari Keluarga Daud". Ada pakar yang tidak setuju dengan identifikasi raja-raja ini. Hal ini tergantung dari susunan fragmen dari prasasti ini, dan tidak semua ilmuwan sepakat akan susunan dari Biran dan Naveh.

Dalam teks rekonstruksi Biran : Hazael mengatakan bagaimana Israel menyerang negaranya pada zaman ayahnya, dan bagaimana dewa Hadad menjadikannya raja dan memberkatinya dalam melawan Israel. Hazael melaporkan bahwa ia mengalahkan 70 raja dengan ribuan kereta dan kuda. Di akhir baris disebutkan mengenai pengepungan, mungkin Samaria, ibukota Kerajaan Israel Utara. Pembacaan ini mendapat pertentangan.

Konfigurasi
Prasasti Tel Dan ditemukan dalam 3 fragmen, yaitu A, B1 dan B2. Terdapat persamaan persepsi bahwa ketiganya berasal dari prasasti yang sama, dan B1,B2 adalah satu kesatuan. Akan tetapi ada perdebatan akan letak dari fragmen A dalam pengkombinasiannya dengan fragmen B1/B2: Biran dan Naveh menempatkan B1/B2 pada sisi kira dari fragmen A (seperti pada foto di artikel ini). Beberapa ilmuwan yang menolaknya, Gershon Galil menaruh B diatas A dan bukan disampingnya dan George Athas menaruh A dibawah B.

Pecahan dan Tulisan
Ahli Biblikal Cyer dan Lemche dalam menganalisa pecahan menyimpulkan bahwa prasasti tersebut adalah pemalsuan. Akan tetapi arkeolog William G. Dever yakin jika prasasti tersebut adalah asli.

Pembuat
Bahasa yang digunakan berdialek Aram. Dan kebanyakan ilmuwan mengidentifikasi Hazael dari Damaskus (842-806 sm) sebagai pembuat prasasti, walaupun namanya tidak terlihat. Beberapa pendapat lain sebagai pembuatnya adalah : Ben-Hadad III putra Hazael, yang mana akan membuat penanggalan prasasti menjadi sekitar 796 sm, ada pula yang berpendapat oleh Yehu pemberontak dari Israel (845-818 sm).

Rumah Daud/Bait Daud
Sejak penemuan fragmen ini dan dipublikasikan, terjadi debat panjang diatara para ilmuwan minimalis dan maximalis. Hal ini berkaitan dengan versi biblikal dari Israel yang terdapat pada baris ke 8 dan 9, yaitu kata "raja Israel" dan "rumah Daud" (yang secara umum dipahami sebagai raja-raja  dinasti Yehuda). Kata bytdwd sebagai "rumah Daud" mendapat ketidaksetujuan dari beberapa kalangan, hal ini dikarenakan tidak adanya tanda pemisah diantara kata byt dan dwd. Tanda pemisah yang dimaksud adalah tanda titik (.), umumnya untuk menulis "rumah daud" adalah byt.dwd, bukan bytdwd (tanpa tanda titik).

Mayoritas ilmuwan berpendapat penulis prasasti salah tulis, lupa atau keliru dalam memahat-beberapa ilmuwan berpendapat "dwd" mungkin nama lain dari dewa (terkasih), atau dapat berarti "paman" (sebuah kata yang mempunyai arti luas pada masa lampau dibanding saat ini), atau seperti pendapat George Athas bahwa seluruh kata bytdwd mungkin adalah nama untuk merujuk Yerusalem, sehingga diartikan penulis telah membunuh raja dari Yerusalem bukannya anak dari raja "rumah daud".

Dan arti alternatif dari bytdwd adalah : mungkin merujuk pada suatu lokasi, nama dewa, atau julukan. Mykytiuk berpendapat bahwa "dwd" jika diartikan sebagai "sapi" atau "paman" tidak cocok secara konteks, ia memberi alternatif terjemahan bytdwd sebagai nama dewa, obyek pemujaan, julukan atau tempat akan tetapi ia juga menyimpulkan bahwa kemungkinan-kemungkinan tersebut tidak punya dasar yang kuat. Dan memberi alternatif jawaban bahwa bytdwd mungkin adalah sebuah istilah bagi bahasa kuno aram dan Assyria untuk istilah geopolitik. Dan pola yang umum adalah kata "rumah daud" merujuk pada dinasty Daud atau wilayah yang dipimpin oleh dinasty Daud.

Alternatif lain dari Francesca Stravrakopoulu yang berpendapat Daud yang dimaksud belum tentu pada sosok yang terdapat dalam Alkitab, karena Daud dapat diartikan sebagai "terkasih" dan dapat merujuk pada figur leluhur legendaris.

Prasasti Kurkh - Shalmanasser III

Prasasti Kurkh Monolith (batu tunggal) milik Shalmanesser III

Di temukan pada tahun 1861 di desa Kurkh, di pinggir sungai Tigris pada bagian tenggara Turki, prasasti ini mencatat peristiwa yang terjadi pada masa raja Ashurnasirpal II (883-859 SM) dan anaknya Shalmanaasser III dengan 6 kampanye militer terhadap negeri Aram di wilayah Suriah. Kampanye pada tahun ke-6 yakni pada tahun 853 SM, menyebutkan Ahab, raja Israel, sebagai bagian dari koalisi anti-Ashur di Qarqar di pinggir sungai Orontes di wilayah barat Suriah.

Prasasti Kurkh

Batu ini setinggi 2,2 meter, dan menuliskan mengenai sejarah kampanye militer dari tahun ke-1 hingga ke-6 (ke-5 tidak ada), oleh raja Shalmanasser III (859-824 SM). Kampanye militer ini adalah ke wilayah barat mesopotamia yaitu Suriah, dimana ia berperang dengan kerajaan Bit Adini dan Karkemis, pada bagian akhir tercantum riwayat pertempuran Qarqar, di mana terdapat koalisi 12 raja yang berperang melawan Shalmanasser III di kota Qarqar, suria. Pasukan gabungan ini dipimpin oleh Irhuleni raja Hamat dan  Hadadezer raja Aram-Damaskus, dan untuk pertama kali nya bangsa Arab tercatat dalam catatan sejarah dunia, dengan pasukan onta yang dipimpin oleh raja Gindibu. Untuk pertama dan terakhir kali istilah Israel juga tercatat dalam sejarah Ashur, di kemudian hari mereka menggunakan istilah Bit Humri/Omri (dinasti Omri) atau Samaria untuk merujuk pada Israel.

Berdasarkan jumlah prajurit infanteri dan kereta perang yang tertulis, Ahab adalah salah satu mitra utama dalam koalisi. Shalmanesser III mengklaim sebagai pemenang dalam peperangan ini, namun hal tersebut dipertanyakan, karena setelah pulang ke Ashur, beberapa tahun kemudian ia harus kembali ke Suriah untuk menghadapi koalisi yang sama pada tahun ke-10, 11 dan 14 ia berkuasa.

Tulisan pada prasasti ini berada di kedua sisi batu monolith, sebagian besar di tulis di tubuh Shalmanesser III dari bahu hingga kakinya.

Sebenarnya raja Shalmanasser III sedang berada di kota Calhu, dan peperangan di jalankan oleh turtanu (perdana mentri), Dayyan-Assur.

Pada kampanye militer tahunan Dayyan-Assur, di bulan Airu, hari ke-14, Aku berangkat dari Nineveh, menyeberangi sungai Tigris, menuju kota Giammu di pinggir sungai Balikh. Karena kekuasaan ku yang begitu dasyat, dan teror yang ditimbulkan dari kekuatan senjata ku, mereka menjadi ketakutan; dengan senjata mereka sendiri para bangsawan disana membunuh Giammu.

Ke Kitlala dan Til-Sha-Mar-Ahl, kudatangi. Aku memasang dewa-dewa kita di istana mereka. Di istana mereka aku mengadakan perjamuan. Harta bendanya ku buka. Aku melihat semua kekayaannya. Barang-barangnya, segala kepunyaannya, Ku bawa semuanya ke kota ku Ashur.

Dari Kitlala aku berangkat dan mendekati Kar-Shalmanasser. Dengan menggunakan bantalan kulit kambing aku menyeberangi sungai Efrat, ...

dari Sangara dari Carchemish, dari Kundashpi dari Kuhumu (Commagene), dari Arame anak Guzi, dari Lalli orang Mildean, dar Haiani anak Gahari, dari Kalparoda orang Hattina, dari Kalparuda orang Gurhum, - perak, emas, timah, tembaga, peralatan perunggu, di Ina-Asshur-uttir-asbat, di pinggir sungai Efrat, dan sungai Sagur, yang di sebut oleh orang Hatti sebagai Pitru, aku menerimanya.

Dari Efrat aku berangkat dan mendekat ke Halman (Aleppo). Mereka ketakutan untuk bertempur dengan ku, mereka memeluk kakiku. Mereka memberi upeti dari perak dan emas. Aku mempersembahkan qurban kepada dewa Adad dari Halman.

Dari Halman aku berangkat ke kota Irhuleni, milik orang Hamati, ku datangi kota Adennu, Barga, Argana, kota kerajaannya, ku rebut. Barang jarahannya, segala benda miliknya, perkakas di istanya, ku bawa keluar, ku bakar istananya.

Dari Argana aku berangkat ke Karkar. Karkar kota kerajaan, ku hancurkan, ku ratakan, ku bakar dengan api.

1200 kereta perang, 1200 prajurt kavaleri, 20.000 tentara dari Dadda-Idri(Hadad-Haezer) dari (Aram) Damaskus;
700 kereta perang, 700 kavaleri, 10.000 tentara milik Irhuleni orang Hamath;
2000 kereta perang, 10.000 tentara milik "A-ha-ab-bu Sir-ila-a-a" (Ahab, orang Israel);
500 tentara dari Guaans (Byblos);
1000 tentara dari Musri (Mesir);
10 kereta perang, 10.000 tentara dari Irqanatian;
200 tentara dari Matinuba'il orang Arvad;
200 tentara dari Usanate,
30 kereta, [].000 dari Adunu-ba'il orang Shiane;
1000 unta dari gindibu orang Arab;
Tentara dari Ba'sa bin Ruhubi orang Ammon;

12 raja ini di bawa olehnya untuk bersatu berperang melawan ku. Dengan meyakini berkah kekuatan yang berikan dewa Assur kepada ku, dengan kekuatan berkat sejata serta dampingan dewa Nergal terhadap kami, Aku berperang dengan mereka. Dari Qarqar hingga kota Gilzau, ku gilas mereka, 14.000 tentara mereka ku habisi dengan pedang. Seperti dewa Adad, ku hujani mereka dengan kehancuran. Ku serakkan mayat hingga jauh dan luas, ... tertutup ... wajah muram polos pada tentara mereka. Dengan senjataku ku buat darah mereka mengalir menuruni lembah di tanah itu. Dataran itu terlalu kecil untuk mayat mereka yang tergeletak, untuk mengubur mereka sangat luas tanah didaerah pinggiran yang di pergunakan. Mayat mereka ku bentang di Arantu (sungai Orotes) sebagai jembatan. Dari peperangan itu, ku rebut kereta perang mereka, kavaleri mereka, kuda mereka, kuk mereka yang hancur.

Israel & Yehuda Di Mata Bangsa Ashur.

Alkitab mencatat sejarah Israel Kuno dan Yehuda, bermula dari satu kerajaan ini di bawah raja Saul (1000 SM), lalu kemudian secara politik mereka terpecah pasca wafatnya raja Solomon (935 SM). Terpecahnya kerajaan ini berlanjut hingga memasuki zaman ke-emasan bangsa Ashur, yang kemudian mendeportasi bangsa Israel pada akhir abad ke-8 SM.

Namun tujuan penulisan Alkitab bukan lah untuk mencatat peristiwa sejarah. Naskah Alkitab dipenuhi dengan penjelasan theologis mengenai arti dari berbagai peristiwa yang terjadi dalam sejarah bangsa Ibrani.

Mengingat timbulnya permasalahan akurasi sejarah dalam Alkitab, akibat tercampur dengan penafsiran theologi, membuat para ahli sejarah sangat bergembira menyambut penemuan dokumen kuno beraksara kuneiform milik bangsa Ashur, yang turut menyebut mengenai figur dan tempat yang terdapat dalam Alkitab.

Penemuan catatan sejarah ini, digunakan oleh para ahli untuk menganalisa naskah Alkitab, khususnya pada bagian kitab sejarah atau kitab Raja-Raja.
Dan dengan menggunakan berbagai metodologi studi, serta data arkeologi, mereka mulai mempertanyakan klaim sejarah dalam Alkitab.

Daftar Raja-Raja Ashur, Israel & Yehuda

Salah satu referensi mengenai Israel, dalam naskah Ashur yang berasal dari masa  pemerintahan raja Shalmanesser III (858-824 SM), adalah Ahab bin Omri dari Israel.

Ia tercatat dalam kelompok koalisi 12 negara-kota termasuk Damaskus, Orang Arab, Byblos dan Mesir, sedang terlibat dalam pertempuran dengan Shalmanasser III. Rujukan kepada Ahab ini adalah satu-satunya catatan Ashur yang menyebut kata Israel.

Hal ini tidak berarti jika bangsa Ashur di kemudian hari, tidak pernah lagi berhubungan dengan Israel, namun bangsa Ashur ternyata tidak lagi menggunakan kata Israel dalam naskah mereka, mereka menggantinya dengan istilah lain.

Prasasti Monolith milik Shalmanasser III yang memuat informasi tentang perang Qarqar (863 SM)

Dalam 3 prasasti yang berbeda, Shalmanasser III menceritakan bahwa ia menerima upeti dari Tirus, Sidon, dan Yehu bin Omri, pada  tahun ke-18 ia berkuasa, sekitar tahun 841 SM. Dengan demikian, Yehu bin Omri adalah raja Israel berikutnya, setelah rujukan sebelumnya (Ahab), dan urutan ini sesuai dengan catatan Alkitab. Namun Yehu dikenal sebagai penguasa pada lokasi yang berbeda, Bit Omri (dinasti Omri).

Prasasti terakhir milik Shalmanasser III adalah Obelisk Hitam, berisi referensi lain, dan itu adalah Yehu. Pada monumen tersebut tertulis: "Upeti dari Iaua (Yehu) bin Omri, perak, emas, mangkuk emas, piala emas, sloki emas, pitcher emas, timah, tongkat untuk raja, tombak, ku terima dari nya." Menurut Michele Marcus, penulisan Yehu pada monumen ini menunjukkan ia dianggap penting oleh Ashur, karena ia mewakili wilayah terjauh dari kerajaan Ashur. Nama baru ini adalah perubahan dari hubungan Israel kepada Ashur. Ketika Ahab memerintah Israel, ia sangat aktif dalam koalisi negara-kota untuk menentang Ashur secara militer. Dan pada prasasti kemudian, Yehu membawa upeti untuk Shalmanesser III. Dan pada catatan terakhir ini, posisi Yehu adalah seorang penguasa dari wilayah aman bagi perbatasan Ashur.

Dengan demikian ketika Ashur menggantian nama, ini adalah sebuah pertanda pergeseran dari sifat bermusuhan kepada ketundukan. Alkitab sama sekali tidak membuat referensi tentang hubungan Yehu dengan Ashur, namun beberapa kejadian pada pemerintahan Yehu yang disebut dalam Alkitab kemudian menjadi relevan. Yehu mencapai kekuasaan melalui kudeta berdarah, di mana ia membunuh raja Yehoram/Yoram dari dinasti Ahab (2 Raja 9:1-10, 20; 2 Raja 10). Ia bahkan turut membunuh raja Yehuda, Ahazia (2 Raja-Raja 9:27) yang merupakan kemenakan Yoram (kedua raja ini adalah keturunan Omri).

Prasasti Black Obelisk milik Shalmanasser III, yang menggambarkan Yehu memberi upeti.

Walau dalam kudeta Yehu bertindak dengan kejam, ia memiliki reputasi yang relatif baik dalam Alkitab, setidaknya diantara raja-raja Israel (2 Raja 10:28-31), karena jasanya dalam memusnahkan dinasti Ahab di Israel. Dinasti Ahab adalah keluarga yang paling di benci oleh para penulis Alkitab, karena Ahab mengawini wanita asing, Izebel, anak dari raja Ethbaal dari Sidon, bahkan membangun kuil untuk Baal di Samaria (1 Raja 16:29-33). Mungkin karena Ashur lah yang bertanggung jawab atas penghancuran Israel, membuat penulis kitab Raja-Raja enggan terlalu mencela Yehu, dengan mengungkap hubungan nya dengan Ashur (ternyata Yehu mengamankan kekuasaannya dengan cara menjadi negeri vassa Ashur).

Setelah kematian Shalmanasser III, naskah Ashur tetap merujuk Israel sebagai Bit Omri hingga penghancuran Israel. Raja Ashur, Adad-nirari III (810-783 SM) yang pertama kali memperkenalkan nama Samaria, yang menjadi referensi berikut atas Israel karena ia adalah ibu kota dari Bit Omri, dalam catatan Ashur, Israel di mulai dari raja Omri (1 Raja 16:24). Adad-nirari III mencatat bahwa Yoahas dari Samaria (800-784 SM) membawa kepadanya upeti. Raja lain yang membayar upeti kepada Ashur dalam kampanye militer ini adalah raja dari negeri Damaskus, Tirus, dan Sidon. Peristiwa ini tidak disebut dalam Alkitab.

Tiglath-Pilesar III (745-727 SM), membawa era baru bagi perluasan negara Ashur, dan ia adalah raja Ashur berikutnya yang merujuk tentang Bit Omri, Samaria, dan Yehuda. Dalam 2 prasasti, kata Bit Omri mempertegas perbatasan dari negeri Aram. Pada 1 prasasti merangkum kejadian di tanah Bit Omri, namun informasi kejadian itu hilang karena kerusakan pada naskah. Namun akibat dari kejadian itu adalah Tiglath-Pelesar III membawa orang-orang dari Bit Omri ke Ashur, yang juga di konfirmasi pada prasasti ke-3.

Tiglath-Pilesar III juga menyebut bahwa seseorang telah membunuh Pekah, raja dari Bit Omri, dan mendudukan Hoshea sebagai raja Bit Omri. Di bagian lain Tiglath-Pilesar III juga mencatat, meskipun terjadi penghancuran kota-kota di Bit Omri, ia tidak menghancurkan Samaria, hanya raja Pekah yang mereka digulingkan. Dalam prasasti annals (catatan bersejarah sejarah) milik Tiglath-Pilesar III, tanpa merujuk pada Bit Omri, ia menyebut Menahem, raja Samaria dua kali diantara Rezin dari Damaskus dan Tuba'il dari Tirus. Rujukan pada prasasti III A ini sebagai raja-raja bangsa Hatti (Het) dan bangsa Aram di wilayah pantai bagian barat (Laut Mediterania); Yehuda tidak muncul pada daftar tersebut.

Masuknya Yehuda.

Ketika Tiglath-pilesar III menyebut mengenai tanah Yehuda dalam daftar pemberi upeti, ia berada pada zaman yang berbeda. Ringkasan pada prasasti ke-7 menulis raja Ahas (Jehoahaz = Ahas bin Yotham) dari Yehuda di antara Mitini dari Ashkelon dan Quashmalaka dari Edom. Pada prasasti lain di sebut raja-raja yang sezaman dengan Menahem (bin Gadi), seperti Hiram dari Tirus, Kushtashpi dari Kummuh, Urik dari QUe, dan Ussame dari Tabal, walau pun dalam prasasti ini tidak menyebut Menahem, Samaria atau Bit Omri.

Namun menurut Mordechai Cogan dan Hayim Tadmor, Tiglath-pilesar III mungkin mencatat negeri-negeri tersebut berdasarkan 2 kelompok: raja-raja Syro-Anatolian yang membayar upeti pada tahun 738 SM, dan raja-raja Syro-Palestinian yang membayar upeti pada waktu yang berbeda.

Dengan demikian, berdasarkan pemahaman Ashur, Samaria/Bit Omri dan Yehuda adalah berbeda lokasi, dan membayar upeti di tahun yang berbeda dan dihubungkan dengan kelompok negara-kota yang berbeda.

Sumber Ashur tidak menyebut mengapa dan dalam kondisi apa hingga Yehuda membayar upeti kepada Ashur. Namun dalam Eponym Chronicle atau sejarah peperangan Ashur, di sebut pada tahun 734 SM, Tiglath-pilesar III berkunjung ke Philistia. Namun tulisan pada prasasti ini rusak, dan tidak memberi rincian yang menjelaskan alasan Ashur ke wilayah ini.

Namun Alkitab memberi penjelasan pada :

2 Raja-Raja 15:17,19
17. Dalam tahun ketiga puluh sembilan zaman Azarya, raja Yehuda, Menahem bin Gadi menjadi raja atas Israel. Ia memerintah sepuluh tahun lamanya di Samaria.

19. Pul [nama panggilan untuk Tiglath-pilesar III], raja Asyur, datang menyerang negeri itu, lalu Menahem memberi seribu talenta perak kepada Pul, supaya dibantunya dia mengokohkan kerajaan itu di tangannya.

Kemungkinan, sumber Ashur tidak menyebut anak Menahem yang juga adalah penerusnya yakni Pekahya (bin Menahem) karena, ia dikudeta oleh Pekah bin Remalya, lalu Tiglath-Pilesar menyerang Israel.

2 Raja-Raja 15
25. Lalu perwiranya, yakni Pekah bin Remalya, mengadakan persepakatan melawan dia dan membunuh dia di Samaria di puri istana raja; beserta dia ada Argob dan Arye serta lima puluh orang dari bani Gilead; dibunuhnyalah Pekahya, kemudian menjadi raja menggantikan dia.

29. Dalam zaman Pekah, raja Israel, datanglah Tiglat-Pileser, raja Asyur; direbutnyalah Iyon, Abel-Bet-Maakha, Yanoah, Kedesh dan Hazor, Gilead dan Galilea, seluruh tanah Naftali, lalu diangkutnyalah penduduknya ke Asyur ke dalam pembuangan.
30. Hosea bin Ela mengadakan persepakatan melawan Pekah bin Remalya; dibunuhnyalah dia, kemudian dia menjadi raja menggantikannya dalam tahun kedua puluh zaman Yotam bin Uzia.

Peristiwa yang relevan dalam masa Pekah bin Remalya tertuang dalam :

2 Raja-Raja 16:5
5. Pada waktu itu majulah Rezin, raja Aram, dan Pekah bin Remalya, raja Israel, untuk memerangi Yerusalem. Dan mereka mengepung Ahas, tetapi mereka tidak dapat mengalahkan dia.

7. Ahas menyuruh utusan-utusan kepada Tiglat-Pileser, raja Asyur, mengatakan: "Aku ini hambamu dan anakmu. Majulah dan selamatkanlah aku dari tangan raja Aram dan dari tangan raja Israel, yang telah bangkit menyerang aku."
8. Ahas mengambil perak dan emas yang terdapat dalam rumah TUHAN dan dalam perbendaharaan istana raja, dan mengirimnya kepada raja Asyur sebagai persembahan.
9. Maka raja Asyur mendengarkan permintaannya dan maju melawan Damsyik, merebutnya dan mengangkut penduduknya tertawan ke Kir, tetapi Rezin dibunuhnya.
10. Sesudah itu pergilah raja Ahas menemui Tiglat-Pileser, raja Asyur, ke Damsyik. Setelah raja Ahas melihat mezbah yang ada di Damsyik, dikirimnyalah kepada imam Uria ukuran dan bagan mezbah itu, menurut buatannya yang tepat.

Yehuda & Israel Di Luar Alkitab

Rujukan dari Ashur dan Alkitab saling melengkapi mengenai alasan Tiglath-Pelesar III melakukan kampanya militer di wilayah Israel & Yehuda. Raja Ashur mengenal semua pemimpin di wilayah ini, dan komentar dari pihak Ashur tertulis dalam prasasti adalah satu suara dengan Alkitab. Menurut sumber Ashur, Menahem membayar sejumlah upeti kepada Tiglath-Pilesar III, dan jumlah ini adalah sama dengan raja Hulli dari Tabal, Metenna dari Tirus, kedua raja ini adalah perampas tahta, dan mereka membayar upeti ini sebagai imbalan untuk dukungan Ashur, dan melegitimasi kekuasaan mereka. Demikianlah bukti dari Ashur mendukung informasi dari Alkitab mengenai Menahem yang membayar sejumlah upeti untuk mengamankan tahta.

Sebaliknya, proses masuknya Yehuda menjadi negeri vassal Ashur atau pembayar upeti, tidak memiliki dukungan dokumentasi lain selain dari Alkitab. Keraguan bisa saja muncul dalam melihat penjelasan Alkitab, mengenai alasan kampanye militer Ashur ke wilayah ini adalah karena Israel menyerang Yehuda. Dan raja Yehuda, Ahas meminta perlindungan kepada Ashur.

Ahas berkata kepada Tiglath-Pilesar III: "Aku ini hambamu dan anakmu." Cogan dan Tadmor berpendapat bahwa kalimat itu adalah unik dalam Alkitab, dan jarang ditemukan dalam dokumen lain selain Alkitab. Selain itu, penulis Alkitab menggunakan istilah negatif "Sohad" atau sogokan pada kisah Ahaz membayar kepada Tiglath-Pilesar III.

Kitab Raja-Raja memberi penilaian negatif atas Ahas, dan ini sesuai menurut penulis Alkitab karena ia adalah penyebab Ashur melawan Israel. Contoh lain adalah:

2 Raja 16:3
3. tetapi ia hidup menurut kelakuan raja-raja Israel, bahkan dia mempersembahkan anaknya sebagai korban dalam api, sesuai dengan perbuatan keji bangsa-bangsa yang telah dihalau TUHAN dari depan orang Israel.

Dalam konteks ini para ahli berbeda pendapat mengenai permintaan Yehuda yang membawa Ashur ke wilayah ini, apakah ketika Yehuda meminta bantuan, Ashur sudah berada disana? Apakah Ahas membayar Ashur untuk melindungi diri dari Israel seperti yang dijelaskan Alkitab, atau merupakan bagian dari kewajiban pembayaran upeti dari negara-negara di kawan ini.
Mungkin penulis Alkitab menggambarkan pembayaran upeti untuk menyalahkan Ahas karena melibatkan Yehuda dengan Ashur, dan turut terlibat dalam penghancuran Israel, seperti melindungi Yehu dari kritik serupa.

Sangat sedikit informasi yang bisa di gali dari penerus Tiglath-Pilesar III, Salmanasser V (726-722 SM). Alkitab mencatat, Hosea yang diangkat raja atas Israel oleh Tiglath-Pilesar III, memberontak dan Shalmanasser V lalu mengepung Samaria selama 3 tahun.

2 Raja 17:1-6
1. Dalam tahun kedua belas zaman Ahas, raja Yehuda, Hosea bin Ela menjadi raja di Samaria atas Israel. Ia memerintah sembilan tahun lamanya.
2. Ia melakukan apa yang jahat di mata TUHAN, tetapi bukan seperti raja-raja Israel yang mendahului dia.
3. Salmaneser, raja Asyur maju melawan dia; Hosea takluk kepadanya serta membayar upeti.
4. Tetapi kedapatanlah oleh raja Asyur, bahwa di pihak Hosea ada persepakatan, karena Hosea telah mengirimkan utusan-utusan kepada So, raja Mesir, dan tidak mempersembahkan lagi upeti kepada raja Asyur, seperti biasanya tahun demi tahun; sebab itu raja Asyur menangkap dia dan membelenggu dia dalam penjara.
5. Kemudian majulah raja Asyur menjelajah seluruh negeri itu, ia menyerang Samaria dan mengepungnya tiga tahun lamanya.
6. Dalam tahun kesembilan zaman Hosea maka raja Asyur merebut Samaria. Ia mengangkut orang-orang Israel ke Asyur ke dalam pembuangan dan menyuruh mereka tinggal di Halah, di tepi sungai Habor, yakni sungai negeri Gozan, dan di kota-kota orang Madai.

Sumber di luar Alkitab mengenai insiden ini berasal dari sejarah bangsa Babel (Babylonian Chronicle), dokumen yang mencatat peristiwa pada pemerintahan raja-raja Babel, termasuk informasi tentang hubungan antara Babel dan Ashur. Dokumen itu hanya menulis "Dia [Shalmanasser V] menghancurkan Samaria."

Referensi berikut mengenai Israel berasal dari masa pemerintahan raja Sargon II (722-705 SM), yang mengklaim memusnahkan Bit-Omri (Israel) dan mengasingkan penduduknya. Dalam Obelisk Hitam (Black Obelisk) Sargon II berkata:

"ada permulaan pemerintahan kerajaanku, aku ... kota orang Samaria aku kepung, taklukan (2 baris rusak) [untuk dewa ...] yang mengizinkanku mencapai kejayaan ini. Aku membawa pergi sebagai tawanan [27.290 penduduknya (dan) mempekerjakan dari antara mereka (tentara sampai orang biasa)] 50 kereta untuk pasukan kerajaanku... Kota itu aku bangun kembali lebih baik daripada sebelumnya dan menempatkan di sana orang-orang dari negeri-negeri yang telah aku taklukkan. I menempatkan seorang pejabatku sebagai gubernur atas mereka dan membebankan atas mereka upeti sebagaimana biasa bagi penduduk Ashur."

Sargon II memberi latar belakang sejarah atas penaklukan Bit Omri:

"La'ubidi dari Hamath, si rakyat jelata yang mengklaim tahta raja, si orang Het (hittite) yang terkutuk, berencana kotor untuk menjadi raja Hamath, memaksa kota Arvad, Simirra, Damaskus dan Samaria untuk memberontak terhadapku, membuat mereka mengumpulkan tentara."

Penaklukan atas Samaria dan Bit Omri penting bagi Sargon II, hingga ia menuliskan klaim, "Properti milik Sargon, penakluk Samaria dan seluruh negeri dari Bit Omri."

Naskah Sejarah milik Sargon II juga mencatat, "Berdasarkan kepercayaan terhadap nubuat inspiratif yang diberikan oleh dewa Ashur, Saya menghancurkan suku Thamud, Ibadidi, Marsimanu dan Haiapa, orang-orang Arab yang hidup terpencil di gurun pasir, yang tidak mengenal petugas atau pejabat, dan yang belum pernah ditundukkan untuk membayar upeti kepada satu pun raja. Aku mendeportasi penduduknya yang selamat dan menempatkan mereka di Samaria."

Sargon II mendeportasi penduduk Samaria dan membawa tawanan dari kota lain yang dihancurkan ke Samaria. Berdasarkan 2 Raja 17:6, di mana lokasi "10 suku Israel yang hilang" di sebut kan berada: di Halah, di tepi sungai Habor, yakni sungai negeri Gozan, dan di kota-kota orang Madai.

Kisah Sargon II tidak berbeda jauh dengan laporan kitab 2 Raja-Raja 17. Alkitab memang melaporkan bahwa Shalmanesser V adalah raja Ashur ketika pengepungan Samaria di mulai, namun tidak menyebut siapa raja Ashur ketika Samariadi rebut dan penduduknya di deportasi. Alkitab juga menyebut alasan penyerangan ini karena raja Samaria, Hosea telah berkomplotan dengan raja So dari Mesir, hingga tidak mengirim upeti.

Perbedaan Sumber Ashur & Alkitab.

Perbedaan utama antara sumber Ashur dan Alkitab adalah pada siapa yang membuat Israel untuk memberontak. Jika Alkitab mengatakan raja Mesir yang membuat Israel memberontak, maka sumber Ashur mengatakan raja Aram lah. Akan tetapi berdasarkan sumber Mesir, mereka tidak memiliki raja dengan nama So, pemberontakan Mesir yang bergabung dengan raja Hanun dari Gaza kemudian di kalahkan oleh Sargon II pada tahun 720 SM di Raphia.

Sargon II menyebut Yehuda dalam 2 peristiwa. Yang pertama dalam tulisan attribut dirinya "sang penekuk negeri Yehuda, yang jauh, penghancur Hamath." Catatan ini memasangkan Yehuda dengan penguasa yang juga menyeret Samaria/Bit Omri kedalam penghancuran. Catatan ini tidak mengaitkan Yehuda dengan Bit Omri namun dengan Hamath.

Rujukan mengenai Yehuda yang kedua terdapat dalam pecahan prisma, yang menceritakan tentang bagaimana Ashur memadamkan pemberontakan yang dipelopori oleh Ashdod: "Bersama dengan raja-raja Filistin, Yehuda, Edom, Moab dan mereka yang tinggal di pulau-pulau dan membawa upeti .... mereka menyebarkan tak tehitung kebohongan jahat untuk menjauhkan (mereka) dari ku, dan mengirim sogokan kepada Pir'u, raja Musru..". Walau Yehuda tidak memberontak, ia tercantum dalam daerah di selatan dan timur seperti Filistin dan Edom, bukan dengan utara dengan Israel. Juga tidak ada catatan yang mencoba untuk menjelaskan mengenai hubungan antara Yehuda dan Samaria (Bit Omri atau Israel).

Yehuda di sebut oleh raja-raja Ashur berikutnya dalam hubungannya dengan negara-negara selatan seperti Filistin, Edom dan Moab. Mungkin juga karena Israel telah hancur dan tidak lagi dibicarakan oleh mereka. Namun dalam mata orang Ashur, Israel dan Yehuda tidak memiliki hubungan.

Menjelaskan Perbandingan.

Pertanyaan utama adalah mengapa bangsa Ashur tidak mengungkapkan hubungan khusus antara Israel dan Yehuda sebagaimana yang dilakukan Alkitab? Adalah sulit dipercaya jika Ashur tidak mengetahui tentang hubungan mereka, karena Ashur berhubungan dengan wilayah ini selama kurang lebih 130 tahun sebelum kehancuran Israel. Padahal mereka mampu mendeteksi pemberontakan internal dari para negeri vassal mereka, hingga mengetahui siapa-siapa saja yang berkomplotan.

Ashur mengungkapkan hubungan dekat antara Bit Omri (Israel) dan Aram, serta antara Yehuda dan negara selatan. Para negeri yang memberontak terhadap Ashur di kawasan ini selalu bersama Israel, mengapa Yehuda tidak ikut terlibat? Sebuah penjelasan yang mengejutkan namun namun mampu menjelaskan secara lebih baik adalah, mungkin tidak ada hubungan spesial di antara Israel dan Yehuda, atau hubungan yang tercatat dalam Alkitab lebih menekankan pada faktor theologi dan ideologi dari pada faktor historis, hingga hubungan ini tidak terlihat dari luar. Pilihan ini jelas menuntut penyelidikan yang lebih menyeluruh dengan menggunakan data arkeologi.

Sebuah catatan yang berasal dari abad ke-9 SM, di Tel dan, Israel, berisi referensi kepada Bit Daud (Dinasti Daud). Masalahnya adalah konteks dari referensi dalam catatan itu tidaklah jelas karena prasastinya terpecah-pecah. Tulisan ini nampaknya menunjukkan bahwa dinasti Daud (bukan Yehuda) memiliki hubungan dengan Israel pada satu titik.

Dengan semakin banyaknya naskah-naskah non-Alkitab yang terungkap, seperti naskah bangsa Ashur, terdapat konsensus di antara para ahli bahwa pernyataan-pernyataan Alkitab tidak semuanya didasarkan pada fakta sejarah. Para ahli sudah mempertanyakan hubungan antara Israel dan Yehuda berdasarkan naskah Alkitab itu sendiri. Mereka mengatakan bahwa Israel dan Yehuda tidaklah bergabung, sampai saat negara Israel itu hancur dan sebagian penduduknya diasingkan. Hal itu dianggap sebagai upaya Hizkia untuk merangkul sisa-sisa Israel kedalam kekuasaannya. Materi yang ditinggalkan oleh bangsa Ashur ini mungkin membantu kita memahami siapa orang-orang Samaria

Colosseum

Colosseum, sebuah bangunan besar dan bersejarah yang terletak di Roma, Italia. Bangunan ini di bangun pada masa Kaisar Vespasian. Selesai dibangun pada 80 Masehi, mempunyai (kurang lebih) 50.000 tempat duduk penonton untuk menonton berbagai macam pertunjukan…seperti “gladitorial contest” dan “public spectacles”.


Arsitek : chikippa
Lokasi : Roma, Italia
Tahun pembuatan : 70-82 M
Tipe bangunan : Amphiteater/ Gedung pertunjukkan besar
Warna bangunan : Urban
Gaya Bangunan : Roman Kuno

Konstruksi Bangunan
Rekonstruksi Koloseum dimulai dari perintah Raja Vespasian tahun 72 M dan terselesaikan oleh anaknya Titus pada tahun 80 M. Colosseum didirikan berdekatan dengan sebuah istana megah yang sebelumnya dibangun Nero, yang bernama Domus Aurea yang dibangun sesudah kebakaran besar di Roma pada tahun 64 M. Dio Cassius seorang ahli sejarah mengatakan bahwa ada sekitar 9000 hewan buas yang telah terbunuh di 100 hari sebagai perayaan peresmian dan pembukaan Colosseum tersebut. Lantai dari arena Colosseum tertutupi oleh pasir untuk mencegah agar darah-darah tidak mengalir kemana-mana.

Sejarah Penamaan
Nama dari Koloseum seperti pada di atas diambil dari nama sebuah patung setinggi 130 kaki atau 40 m, Colossus. Patung Colossus dibuat ulang sebagai pengganti Nero sebagai perumpamaan dari Sol dewa matahari, dengan menambahkan mahkota matahari. Di waktu pertengahan tahun, patung colossus telah menghilang. Seorang ahli mengatakan bahwa sejak patung itu terbuat dari tembaga, patung itu telah dileburkan untuk digunakan kembali.

Selain diambil dari nama Koloseum, Koloseum juga disebut sebagai Flavian Amphitheatre yang tidak diketahui siapa yang memberi nama itu. Di Itali, Koloseum diberi nama il colosseo tapi bahasa Roma lainnya menggunakan nama le colisée dan el coliseo untuk menyebutkan Colosseum.

Pertunjukan
Di Koloseum pada saat itu adalah tempat penyelenggaraan sebuah pertunjukan yang spektakuler, yaitu sebuah pertarungan antara binatang (venetaiones), pertarungan antara tahanan dan binatang, eksekusi tahanan (noxii), pertarungan air (naumachiae) dengan cara membanjiri arena, dan pertarungan antara gladiator (munera). Selama ratusan tahun itu, diperkirakan ribuan orang maupun binatang mati di pertunjukkan Koloseum.

Gladiator

Ada berbagai jenis gladiator yang penuh dengan armor atau gladiator lapis baja seperti Gallus (dari Galia), Samnite, Thracian (Thrax), Murmillo, Hoplomachus, Secutor, Provocator atau Cataphractarius. Gladiator yang bersenjata ringan, yang mengenakan baju sedikit, lebih mempunyai kebebasan untuk bergerak, seperti Retiarius, Dimachaeri atau Laquerarius.

Gladiator Wanita

Gladiators Wanita Kuno Roma berjuang juga bertempur di arena berdarah, termasuk Colosseum Roma. gladiator Wanita disebut “Amazones” setelah suku prajurit wanita sengit yang sekarang kita sebut sebagai Amazon. gladiator Wanita juga disebut sebagai “gladiatrices”

Fakta-Fakta Tentang Gladiator
Menarik fakta-fakta dan informasi tentang Gladiator yang berjuang sampai mati di arena Colosseum di Roma Kuno. Fakta dan informasi tentang berbagai jenis Gladiator, senjata, baju besi mereka dan gaya mereka yang berbeda pertempuran. Bagaimana seorang budak hidup, dan mati. Fakta dan informasi tentang sekolah-sekolah gladiator dan bagaimana gladiator mungkin mendapatkan kebebasannya

Senjata-Senjata Gladiator

Ballista atau Scorpion
Ballista ini digunakan sebagai senjata pertahanan. Senjata ini dibuat (kebanyakan) dengan bahan kayu, beratnya kira-kira mencapai (kurang lebih) 100kg

Battering Ram
Battering Ram atau The Aries, terdiri dari sebuah balok besar yang terbuat dari sebuah batang pohon, sekitar seratus kaki panjangnya, pada salah satu ujung yang diikat pemukul dari besi atau perunggu dalam bentuk menyerupai kepala seekor domba atau kepala manusia (mungkin cuma buat hiasan aja kali yah), dan digunakan untuk mendobrak pintu yang sangat besar.

The Helepolis
The Helepolis, sebuah senjata pertahanan berbentuk menara yang menjulang tinggi (tinggi (kurang lebih) 120m dan lebar 63m), The Helepolis dilengkapi banyak senjata-senjata dari yang ringan sampai yang semi berat

Gladius Sword
The Gladius adalah pedang pendek sepanjang 27 inci lurus, pegangan pedangnya tidak terlalu luas. Nama Gladius Sword diambil dari seorang budak yang pernah mengikuti kontes gladiatorial. Para gladiator yang menggunakan gladius adalah mereka yang dipersenjatai dengan tubuh-berpersiai seperti secutor, myrmillo, hoplomachus dan dimacheris.

Pilum
Pilum adalah sebuah tombak sepanjang 2m dengan kepala berbentuk piramida.

Venabulum

Venabulum: Tombak kayu panjang tebal kayu ini memang tipis, tetapi sangat kuat, kepala dengan besi yang bersayap. Digunakan oleh Venotores untuk berburu dan juga oleh Essadari. Nama lain dari senjata jenis ini adalah menaulion yang digunakan oleh prajurit tentara yang kuat di Romawi.

Sebagian Ranking Para Tentara Romawi
Adscripticius – tentara tambahan dari Republik Romawi yang bertugas untuk mengisi tempat-tempat tentara yang telah terbunuh atau dinonaktifkan
Aquilifer – pembawa legion elang
Armicustos – seorang intendan – bertugas dalam administrasi dan pemasokan senjata
Auxiliaries – membentuk korps yang berasal dari non-warga negara roma
Ballistarius – sang operator artileri
Beneficiarii – mantri, yang melakukan berbagai layanan untuk perwira tinggi militer
Cataphractarii – orang bersenjata lengkap dan kavaleri lapis baja dikerahkan di abad 2 masehi
Hastiliarius – seorang instruktur senjata
Immunes – tentara yang memiliki keterampilan khusus dan yang “kebal” dalam tugas tempur dan seragam, memiliki peran yang lebih spesialis dalam tentara lainnya
Scorpionarius – adalah artileri operasi senjata artileri scorpion