Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jan 6, 2017

Periode Pradinasti

Pada masa pra dan awal dinasti, iklim Mesir lebih subur daripada saat ini. Sebagian wilayah Mesir ditutupi oleh sabana berhutan dan dilalui olehungulata yang merumput. Flora dan fauna lebih produktif dan sungai Nil menopang kehidupan unggas-unggas air. Perburuan merupakan salah satu mata pencaharian utama orang Mesir. Selain itu, pada periode ini, banyak hewan yang didomestikasi.

Sekitar tahun 5500 SM, suku-suku kecil yang menetap di lembah sungai Nil telah berkembang menjadi peradaban yang menguasai pertanian dan peternakan. Peradaban mereka juga dapat dikenal melalui tembikar dan barang-barang pribadi, seperti sisir, gelang tangan, dan manik. Peradaban yang terbesar di antara peradaban-peradaban awal adalah Badari di Mesir Hulu, yang dikenal akan keramik, peralatan batu, dan penggunaan tembaga.

Di Mesir Utara, Badari diikuti oleh peradaban Amratia dan Gerzia, yang menunjukkan beberapa pengembangan teknologi. Bukti awal menunjukkan adanya hubungan antara Gerzia dengan Kanaan dan pantai Byblos.

Sementara itu, di Mesir Selatan, peradaban Naqada, mirip dengan Badari, mulai memperluas kekuasaannya di sepanjang sungai Nil sekitar tahun 4000 SM. Sejak masa Naqada I, orang Mesir pra dinasti mengimpor obsidiandari Ethiopia, untuk membentuk pedang dan benda lain yang terbuat dari flake. Setelah sekitar 1000 tahun, peradaban Naqada berkembang dari masyarakat pertanian yang kecil menjadi peradaban yang kuat. Pemimpin mereka berkuasa penuh atas rakyat dan sumber daya alam lembah sungai Nil. Setelah mendirikan pusat kekuatan di Hierakonpolis, dan lalu di Abydos, penguasa-penguasa Naqada III memperluas kekuasaan mereka ke utara.

Budaya Naqada membuat berbagai macam barang-barang material – yang menunjukkan peningkatan kekuasaan dan kekayaan dari para penguasanya – seperti tembikar yang dicat, vas batu dekoratif yang berkualitas tinggi, pelat kosmetik, dan perhiasan yang terbuat dari emas, lapis, dan gading. Mereka juga mengembangkan glasir keramik yang dikenal dengan nama tembikar glasir bening. Pada fase akhir masa pra dinasti, peradaban Naqada mulai menggunakan simbol-simbol tulisan yang akan berkembang menjadi sistem hieroglif untuk menulis bahasa Mesir kuno

Periode Menengah Pertama Mesir

Setelah pemerintahan pusat Mesir runtuh pada akhir periode Kerajaan Lama, pemerintah tidak lagi mampu mendukung atau menstabilkan ekonomi negara. Gubernur-gubernur regional tidak dapat menggantungkan diri kepada firaun pada masa krisis. Kekurangan pangan dan sengketa politik meningkat menjadi kelaparan dan perang saudara berskala kecil. Meskipun berada pada masa yang sulit, pemimpin-pemimpin lokal, yang tidak berhutang upeti kepada Firaun, menggunakan kebebasan baru mereka untuk mengembangkan budaya di provinsi-provinsi. 

Setelah menguasai sumber daya mereka sendiri, provinsi-provinsi menjadi lebih kaya. Fakta ini dibuktikan dengan adanya pemakaman yang lebih besar dan baik di antara kelas-kelas sosial lainnya.[30] Dengan meningkatnya kreativitas, pengrajin-pengrajin provinsial menerapkan dan mengadaptasi motif-motif budaya yang sebelumnya dibatasi oleh Kerajaan Lama. Juru-juru tulis mengembangkan gaya yang melambangkan optimisme dan keaslian periode.[31]

Bebas dari kesetiaan kepada firaun, pemimpin-pemimpin lokal mulai berebut kekuasaan. Pada 2160 SM, penguasa-penguasa di Herakleopolis menguasai Mesir Hilir, sementara keluarga Intef di Thebes mengambil alih Mesir Hulu. Dengan berkembangnya kekuatan Intef, serta perluasan kekuasaan mereka ke utara, maka pertempuran antara kedua dinasti sudah tak terhindarkan lagi. Sekitar tahun 2055 SM, tentara Thebes di bawah pimpinan Nebhepetre Mentuhotep II berhasil mengalahkan penguasa Herakleopolis, menyatukan kembali kedua negeri, dan memulai periode renaisans budaya dan ekonomi yang dikenal sebagai Kerajaan Pertengahan

Kota Tua Di Dunia

Di bawah ini adalah 10 kota tertua di dunia yang telah dipilih dan dinyatakan sebagai kota tertua yang masih berdiri dan hidup dalam dunia modern.

Lisbon, Portugal (2000 BC) 

Kota Lisbon dibangun di perbukitan rendah di sebelah utara Sungai Tagus oleh bangsa Iberia, pesona kota ini berkaitan erat dengan masa lalu. Setelah berabad-abad berdiri lalu, sekarang Lisbon adalah kota yang paling hidup di Eropa. Istana-istana kuno yang telah restorasi, gereja-gereja tua dan bangunan Art Nouveau yang indah adalah bagian paling indah yang membentuk wajah budaya kota ini.

Museum, seperti Calouste Gulbenkian Museum, Museum Pelatih Nasional, dan Carmo Archaeological Museum menyimpan berbagai barang kenangan indah tentang kehidupan masa lalu kota ini. Bairro Alto, pusat kehidupan malam kota ini juga diisi dengan berbagai restoran, bar dan klub menangis untuk Anda. Campo de Santa Clara juga membuka banyak peluang bagi Anda untuk membeli banyak kenangan indah pengingat perjalanan Anda.

Luxor, Egypt (before 2160 BC)

Luxor sebelumnya dikenal sebagai kota Thebes, adalah sebuah kota indah yang didedikasikan untuk dewa Amon Ra. Luxor adalah kota yang paling populer di Mesir. Kota tanggal kembali ke monumen Luxor, Karnak, Hatshepsut dan Ramses III. Tak heran jika kota ini sering disebut sebagai museum terbuka udara terbesar di dunia.
Sebenarnya kota ini dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, Luxor yang terletak di sisi timur Sungai Nil, kota Karnak dan Thebes yang terletak di sisi barat Sungai Nil di seberang Luxor kota, sekarang kota-kota bergabung menjadi satu..

Asyut, Egypt (before 2160 BC)

Hal ini terletak di 375 km selatan Kairo. Kota ini adalah kota terbesar di Mesir Atas, dan merupakan kota pertama di zaman Firaun. Sekarang ini menjadi kota yang paling penting sebagai pusat pertanian dan juga kota tempat universitas terbesar ketiga di Mesir.

Xi’an, China (2205 BC)

Dengan sejarah panjang yang meluas ke abad 30, kota ini adalah salah satu kota paling penting dalam sejarah Cina. Kota ini adalah salah satu dari Empat Modal Top Kuno Besar China. Kota ini banyak dan telah menikmati tempat yang sama dalam sejarah dengan kota-kota Athena, Kairo dan Roma.

Berbagai peninggalan purbakala dan situs budaya yang penting ditempatkan kota sebagai Museum Sejarah Alam. Teracota Museum yang terletak di kota ini juga dianggap sebagai “Delapan Keajaiban Dunia”. Jika Anda ingin pengalaman di Cina, kota ini adalah salah satu kota yang harus ditangani.

Giza, Egypt (prior to 2568 B.C.)

Napoleon Bonaparte memberikan pidatonya kepada prajurit sebelum pertempuran Giza pada tahun 1798, ia mengatakan “Di atas bahwa piramida, empat abad sejarah tidak bergerak.” Orang mungkin tidak percaya bahwa sebenarnya Giza adalah sebuah kota mandiri yang terpisah dengan Kairo, tetapi karena perkembangan pesat dari Kairo, Giza seakan ditelan oleh Kairo.

Di kota ini, Anda akan menemukan piramida Giza, dengan Sphinx yang setia mempertahankan. Giza polos akan diubah menjadi Museum Grand Mesir, yang akan selesai pada tahun 2012.

Konya, Turkey (2600 BC)

Kota ini diapit oleh dua laut, Laut Mediterania dan Black, dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Kota didirikan di padang rumput Anatolia merupakan salah satu kota paling menarik di Turki.

Salah satu museum yang paling populer di kota adalah Makam Green Mawlana Rumi Celaleddin, kuburan penyair terkemuka Turki itu. Berbagai museum yang indah menunggu Anda tiba di kota ini, seperti Chaeological Museum, Museum dan Museum Ethnographical Koyunoglu.

Zurich, Switzerland (3000 BC)

Sebagai kota terbesar di Swiss dan kota tertua di Eropa, Zurich dibangun di zaman Romawi yang bernama Turicum. Jejak masa lalu dapat ditemukan di berbagai tempat di Kota Tua Zurich. Jalanan sempit yang penuh dengan kafe, toko-toko antik dan butik. Bahnhofstrasse, adalah salah satu jalan penuh dengan toko-toko paling indah di Eropa.

Grossmünster dan Fraumünster adalah dua gereja tua yang penuh dengan interior indah. Swiss Museum Nasional atau Kunsthaus, juga salah satu museum paling terkenal di dunia. Anda akan tahu berapa banyak kota ini menawarkan semua hal terbaik dalam hidup Anda di dunia.

Kirkuk, Iraq (3000 BC)

Kota Kirkuk adalah yang paling penting bagi orang Kurdi. Kota ini pernah menjadi pusat industri minyak Irak. Mungkin ini bukan tujuan wisata yang paling perhatian, tapi Kirkuk berdiri di bekas pusat kebudayaan kuno Asiria.

Kota ini telah menjadi pertempuran tiga Kekaisaran utama: Asyur, Babilonia dan Media, yang masing-masing bergantian mengambil alih kuasa kota ini. Di kota ini terdapat makam Nabi Daniel (Kristen) dan Al pasar Qaysareyah. Qal’at Jarmo dan Yorgan Tepe yang terletak di pinggiran kota ini akan memberi Anda pengalaman hidup di masa lalu.

Jerusalem, Israel (3000 BC)

Kota suci bagi tiga agama terbesar di dunia, Islam, Kristen, dan Yahudi, kota ini adalah tempat dimana nilai kuno digabungkan dengan berbagai budaya baru yang membawa suasana baru metropolis.

Kota ini dibagi menjadi tiga bagian: Yerusalem Barat, bagian yang paling cepat berkembang dan pusat perdagangan. Yerusalem Timur, yang menjadi pemukiman penduduk Arab, dan Kota Tua, dengan luar biasa indah.

Gaziantep, Turkey (3650 BC)

Kota yang sebelumnya dikenal sebagai Antep sekarang ibukota sementara dengan nama yang sama, ini adalah kota tertua Giazantep masih berdiri. Kota ini memiliki sejarah sejauh periode Het (Hittite). Kota ini hidup terus menerus sejak zaman Paleolitik, dan tumbuh bersama dengan Kekaisaran Ottoman. Hari ini, Giazantep adalah kota ramah, dan menangis dengan banyak masjid, madrasah, penginapan dan bahkan mandi dari beberapa abad lalu. Rumah tua batu selalu memiliki taman dan pohon-pohon yang menghiasi anggur, sehingga setiap kali Anda menghidupkan, Anda akan memiliki pemandangan paling indah di dunia.

Di setiap negara memiliki kota tentu. Sebuah kota adalah pemukiman yang relatif besar dan permanen, khususnya pemukiman perkotaan besar. Setiap kota harus memiliki suatu keunggulan. Apakah Anda pernah mengunjungi untuk kota tertua di atas?

Peradaban Kuno Eropa

Peradaban Kuno Eropa ada 3, yaitu Peradaban Yunani, Peradaban Romawi, Dan Peradaban Pulau Kreta.

A. Peradaban Yunani

A.1 Letak Geograpis
Yunani terletak diujung tenggara Benua Eropa. Sebagian besar kepulauan di Laut Aegea dan Laut Ionia masuk wilayah Yunani

A.2 Penduduk
Bangsa Yunani terbentuk dari percampuran bangsa pendatang dari laut Kaspia dan dan penduduk asli yang terdiri dari petani.
Mereka membentuk suatu kelompok – kelompok kota yang disebut Polis. Polis-polis yang terkenal adalah : Athena, Sparta dan Thebe.

A.3 Kesenian
Pada masa kejayaan Yunani banyak dibangun kuil-kuil. Dan yang terkenal adalah Acroplis dan Kuil Dewa Zeus. Mereka juga telah bisa membangun teater yang mampu menampung 15.000 penonton. Seni satranya pun berkembang dengan baik. Pengarang sastra Yunani yang terkenal adalah Homerus dengan karyanya yang berjudul Illyas.

A.4 Ilmu Pengetahuan Yunani
Yunani telah memiliki berbagai macam teknologi, diantaranya:

1. Menciptakan perahu layar.
2. Membuat barang-barang dari tanah liat.
3. Menghasilkan karya arsitektus seperti Kuil Dewa Zeus.
4. Mengembangkan industri dan perdagangan.
5. Menghasilkan benda-benda logam untuk keperluan perang.

A.5 Pemerintahan dan Hukum
Polis-polis yang terkemuka di Yunani:
  1. Polis Athena memimpin Yunani dari tahun 450-404 SM, pada masa ini kehidupan dalam masyarakat demokratis, bebas berpikir dan berkarya. Dan muncul filosof-filosof besar yang terkenal : Socrates.
  2. Polis Sparta, memerintah Yunani dari tahun 404 SM. Bangsa Sparta memerintah secara Militer dan kekerasan. Pada masa ini ilmu tidak berkembang
  3. Polis Thebe memerintah Yunani 371 SMolis Thebe berhasil mengalahkan polis SpartaAnatara polis-polis ini selalu berperang sehingga akhirnya Yunani pun menjadi lemah.Yunani berhasil dikuasai oleh Filipus Raja Macedonia pada tahun 338 – 336 SM.
A.6 Filsafat

Hasil pemikiran dan karya-karya filsafat bangsa Yunani, telah diterjemahkan dan dipelajari hingga kini. Para filsuf yunani merupakan konseptor yang meletakkan dasar-dasar alam pikiran filsafat Eropa.Hasil filsafat Bangsa Yunani banyak diterjemahkan dan ditafsirkan oleh filsuf Islam, dan melalui kesusteraan Islam ini pikiran filsafat Yunani masuk ke Persia dan negara-negara Asia lainnya.

Ciri-ciri Filsafat Yunani :

• Metode berpikir logis, rasional dan sistematis
• Cara penyelidikan terhadap gejala alam hingga ke detailnya. Filsafat ini menghasilkan hasil yang nyata dari segi pengetahuan alam dan sosial.

Filsuf Yunani

• Socrates, dengan ajarannya tentang Ilmu Kebijakan (filsafat etika) atau kesusilaan dengan logika sebagai dasar untuk membahasnya,
• Plato, dengan ajarannya mengenai ilmu ketatanegaraan dan undang-undang.
• Aristoteles, dengan ajarannya dalam bidang biologi dan filsafat sehingga sering disebut sebagai ahli biologi dan filsafat.
• Hipokrates, dengan ajarannya menyangkut kode etik dokter (sumpah dokter)

A.7. Kepercayaan bangsa Yunani

Kepercayaan bangsa Yunani adalah memuja dewa-dewa, diantaranya :

• Zeus, Bapak para Dewa yang menguasai langit dan bumi
• Hera, Dewi perkawinan
• Ares, Dewa perang
• Hermes, Dewa perdagangan
• Aphrodite, Dewi kecantikan

B. Peradaban Romawi

B.1. Letak Geografis

Romawi merupakan tempat kuno di Eropa yang menjadi sumber kebudayaan Barat.
Terletak di Semenanjung Apenina (sekarang Italia). Batas-batasnya adalah :

• Sebelah Utara semenanjung Apenina bersambung dengan daratan Eropa yang terdapat pegunungan Alpen sebagi batas alam yang memanjang.
• Sebelah Barat Laut yang memisahkan Italia dengan Perancis.
• Sebelah Utara memisahkan Italia dengan Swiss dan Austria.
• Sebelah Timur Laut dengan Yugoslavia.

B.2. Perkembangan Sejarah Romawi

(a) Periode 1000 – 510 SM Zaman Kerajaan
Pada masa ini Semenanjung Apenina dihuni oleh bangsa pendatang dari Laut Kaspia sedangkan di bagian Selatan di huni oleh bangsa Funisia dan Yunani. Diantara mereka terjadi percampuran sehingga melahirkan bangsa Romawi

Kota Roma didirikan menurut Vergilius dalam karyanya Aenens, kota Roma didirikan 1754 SM. Kota Roma didirikan oleh Romulus anak Aeneis dan Lavinia putri Latinus (Raja negeri Latinum) yang telah membunuh saudara kembarnya Remus.

Kerajaan Roma diperintah seorang raja yang merangkap sebagai panglima perang dan hakim tinggi. Dalam menjalankan pemerintahannya Raja dibantu oleh Senat, yang terdiri 300 orang golongan patricier (bangsawan). Roma menjadi negara Republik yang dikuasai kaum bangsawan (Aristokrasi)

(b) Periode 510 –31 SM Zaman Republik
Pada masa ini Roma berbentuk Republik yang pemerintahannya dijalankan oleh dua orang Konsul yang dipilih oleh rakyat. Kemudian dibentuk dewan yang terdiri :

• Senat, yaitu golongan bangsawan
• Dewan Perwakilan Rakyat, sebagian besar kaum bangsawan, hanya 4 orang golongan rakyat biasa. Dan 4 orang ini mempunyai Hak Veto.

Sering terjadinya pertentangan antara golongan bangsawan dan Rakyat biasa sehingga golongan rakyat mengungsi ke pegunungan. Hal ini menyebabkan golongan bangsawan menderita. Akibatnya golongan rakyat dipanggil dan diadakan perundingan sehingga menghasilkan kesepakatan persamaan hak yang dituangkan dalam “Twaalftafelenwet” yaitu 12 meja batu undang-undang.

(c) Periode 31 SM – 476 M Zaman Kekaisaran
Kaisar-kaisar yang pernah memerintah adalah :

• Kaisar Octavianus dengan gelar Kaisar Agustus dan Princeps Civitas (warga tertinggi yang terpilih,yang adil dan bijaksana) adalah peletak dasar kekaisaran Romawi. Wilayahnya meliputi Afrika Utara, Asia Barat, dan sebagian besar Eropa.Kaisar Octavianus berkuasa hingga tahun 14 M, Hal penting yang ia wariskan adalah dimulainya penanggalan Masehi yang bertepatan dengan lahirnya Isa Al Masih.
• Kaisar Romawi berikutnya adalah Kaisar Nero (54-68 SM), Kaisar Nero terkenal sangat kejam dan membunuh para pemeluk agama Kristen.
• Kaisar Kaligula, terkenal kekejamannya
• Kaisar Vesvasianus (69-79 M), terkenal karena penindasannya terhadap bangsa Yahudi di Palestina, sehingga bangsa Yahudi terusir dari negerinya dan menyebar ke penjuru dunia
• Kaisar Hardianus (117-138 M)
• Kaisar Konstantin Agung (306-337M)
• Kaisar Theodosius (378-395M).

Pada masa Theodosius Romawi dibagi menjadi 2 : Romawi Barat dengan ibukota Roma dan Romawi Timur dengan ibukota Konstantinopel. Romawi Barat jatuh tahun 476 M oleh Odoakar seorang panglima tentara sewaan Jerman, Romawi Timur jatuh tahun 1453 M ke tangan Turki dan berubah menjadi Istambul.

B.3. Hasil Kebudayaan Romawi

Kebudayaan Romawi merupakan perpaduan antara kebudayaan Yunani kuno dan Romawi. Misalnya :

• Nama-nama Dewa : Dewa Zeus diganti Jupiter, Aphrodite diganti Venus, Ares diganti Mars.
• Nama-nama bulan:

a) Januari = Jenus yaitu dewa bermuka dua,
b) Februari = Februa yaitu pesta makan menyambut tahun baru dan angka-angka Romawi
c) September = septe yang berarti 7
d) Oktober =Okto yang berarti 8.
e) Pada jaman yulius Caesar urutan bulan diubah karena dia ingin memasukan namanya yaitu Juli = 7,
f) Begitu juga masa Octavianus, Agustus = 8. Hal ini menyebabkan kacaulah urutan bulan.

• Organisasi Negara dan Kemiliteran, pendidikan, kesenian, filsafat ilmu pengetahuan, dan hukum (Codex Justinianus)

Valla, Lorenzo

Valla, Lorenzo (lōrān’tsō väl’lä) [kunci], c.1407-57, Italia humanis. Valla tahu Yunani dan Latin dengan baik dan telah dipilih oleh Paus Nicholas V untuk menterjemahkan Herodotus dan Thucydides ke Latin. . Dari awal bekerja, dia adalah wakil bernafsu untuk humanis baru yang berusaha untuk belajar bahasa dan reformasi pendidikan. Dari akhir 14. Sen melalui 16.., Yang humanists penelitian teks klasik dari jaman dahulu, percaya bahwa semangat kali Greco-Roma yang telah hilang pada abad dapat bangkit.. Dengan berkonsentrasi pada disiplin humanistik puisi, retorika, etika, sejarah, dan politik, mereka diklaim khusus untuk martabat manusia dan melakukan.. Dalam merintis kerja kritikan, Valla membuktikan bahwa tersangka Donasi panjang dari Constantine (lihat Constantine, dari Donasi) adalah seorang pemalsuan Latin karena teks ditulis empat abad setelah kematian Constantine., sebuah dialog dalam tiga buku yang senang menganalisa dan menawarkan humanis dan kutukan dari scholasticism monastik asceticism. dalam nada, ia diterima dengan permusuhan. De libero arbitrio menunjukkan bahwa teologi sengketa melalui ilahi sebelumnya dan manusia tidak akan dapat diselesaikan.  Karya besar-Nya, enam buku yang Elegantiae linguae latinae (1444), was a brilliant filologi pembelaan dari klasik Latin di mana dia contrasted yang elegan dari Roma kuno ‘karya-khususnya dari Cicero dan Quintilian dengan kejanggalan-abad dan dari Gereja latin.. Ini bekerja secara sangat besar berpengaruh berlari ke 60 edisi sebelum 1536. Valla dari penyelidikan ke dalam tekstual kesalahan dalam terjemahan Injil dlm bahasa Latin spurred Erasmus untuk melakukan kajian terhadap Yunani Perjanjian Baru.

Romawi ialah peradaban dunia yang letaknya terpusat di kota Roma masa kini. Peradaban Romawi dikembangkan Suku Latia yang menetap di lembah Sungai Tiber. Suku Latia menamakan tempat tinggal mereka ‘Latium’. Latium merupakan kawasan lembah pegunungan yang tanahnya baik untuk pertanian. Penduduk Latium kemudian disebut bangsa Latin. Pada mulanya, di daerah Latium inilah bangsa Latin hidup dan berkembang serta menghasilkan peradaban yang tinggi nilainya.

Kota Roma yang menjadi pusat kebudayaan mereka terletak di muara sungai Tiber. Waktu berdirinya Kota Roma yang yang terletak di lembah Sungai Tiber tidak diketahui secara pasti. Legenda menyebut bahwa Roma didirikan dua bersaudara keturunan Aenas dari Yunani, Remus dan Romulus.

“Menurut berita2 lama, Roma didirikan oleh Remus dan Romulus pada tahun 750. Remus dan Romulus ini anak Rhea silva, turunan Aenas –seorang pahlawan Troya jang dapat melarikan diri waktu Troya dikalahkan dan dibakar oleh bangsa Jujani”

Orang-orang Romawi memiliki kepercayaan terhadap dewa-dewa, seperti orang-orang di Yunani. Hanya saja dewa-dewa di romawi berbeda dengan di Yunani. Dewa-dewa yang dipercayai oleh orang-orang Romawi antara lain :

1.Jupiter (raja dewa-dewa) 
2. Yuno (dewi rumah tangga) 
3. Minerus (dewi pengetahuan) 
4. Venus (dewi kecantikan) 
5. Mars (dewa perang) 
6. Neptenus (dewa laut) 
7. Diana (dewi perburuan) 
8. Bacchus (dewa anggur)

Roma berhasil menundukkan bangsa-bangsa yang tinggal disekitarnya satu persatu, baik dengan jalan kekrasan maupun jalan damai. Hingga akhirnya Roma berhasil menguasai seluruh Italia Tengah.

Sebelum itu, sekira tahun 492, Daerah Latium sebagai tempat berdirinya kota Roma dikuasai oleh kerajaan Etruskia, yang terletak disebelah utaranya sampai pada tahun 500 SM. Pada tahun 500 SM bangsa Latium memberontak terhadap kerajaan Etruskia dan berhasil memerdekaan diri serta mendirikan negara sendiri yang berbentuk republik. Maka sejak itu, Roma menjadi republik dan kepala negaranya disebut konsul yang dipilih setiap tahun sekali. Konsul selain menjadi penguasa negara juga ketua senat dan panglima besar.

Bangsa Romawi yang semula petani, setelah mengalahkan penguasa Etruskia kemudian menjadi bangsa penguasa besar dengan manaklukan wilayah yang luasa sampai ke Laut Tengah. Bangsa yang semula petani ini kemudian menjadi masyarakat kapitalis dan materialis. Selain sebagai bangsa yang suka dengan perang bangsa Romawi juga mengumpulkan kekayaan sebagai modal usaha. Mereka membali ladang-ladang dan kemudian penggarapannya dilakukan oleh para budak yang didatangkan dari daerah-daerah jajahan.

Penguasa Gayus Julius Caesar meluaskan wilayahnya sampai ke Jerman, Belgia, Belanda dan bahkan sampai menyebrangi selat Calis ke Inggris. Selain sebagai penguasa mutlak Julius Caesar juga mengembangkan kalender baru yang disebut kalender Julian. Kelender ini terus dipakai sampai kemudian diperbaharui oleh Gregorius yang kemudian dikenal dengan dengan kalender Gregorius. Julius Caesar dibunuh oleh Brutus dan Casinus yang menginginkan suatu pemerintahan berbentuk Republik. Akan tetapi, cita-cita kedua orang itu tidak berhasil dan tetap mempertahankan sistem pemerintahan diktator. Anak angkat Julius Caesar bernama Oktvaianus kemudian dapat menguasai Romawi kembali dan berkuasa secara diktator.

Dalam kekuasaannya, Oktavianus banyak dikelilingi orang-orang pandai sehingga ia dapat berkuasa cukup lama. Oleh senat Oktavianus diberi gelar “Augustus” yang artinya “Yang Maha Mulia”. Dengan stabilitas pemerintahan pada masa Kaisar Octavianus maka mulailah bidang kebudayaan mendapat perhatian.

Kebudayaan Romawi mendapat unsur-unsur pokok dari kebudayaan Etrusia dan Yunani. Hal ini berarti kebudayaan Romawi merupakan hasil perpaduan dari kebudayaan yunani dan Etrusia, tanapa ada unsur-unsur dari kebudayaan romawi sendiri.

Pada masa Octavianus, orang-orang Romawi melihat sesuatu dari sudut kegunaannya. Pandangan hidup bangsa Romawi ini memberikan warna pada kehidupan agama. Tepatlah apa yang diungkapkan oleh Cicero, bahwa agama bagi mereka bukan untuk mendidik manusia kepada kebajikan, melainkan manusia sehat dan kaya. Dengan pandangan hidup yang praktis ini menjadi ciri utama orang-orang Romawi.

Dalam lapangan ilmu pengetahuan, bangsa Romawi bukanlah pencipta teori-teori, tetapi pelaksana teori yang telah ada sejak zaman Yunani. Dengan ini mata rantai jang seakan-akan putus dalam perkembangan ilmu pengetahuan menjadi tumbuh kembali. Bila sarjana Yunani adalah ahli teori, maka sarjana Romawi adalah ahli praktek.

Masa Octavianus merupakan masa penyempurnaan seni dan budaya Romawi. Pengaruh budaya Yunani mulai masuk dengan kuatnya sejak tahun 146 SM bersamaan dengan usaha bangsa Romawi melakukan penaklukan di Laut Tengah. Selama kekuasaan Romawi, seni Romawi disebarkan ke Eropa dan sekitar Laut Tengah.

Seni Romawi sebenarnya merupakan pencampuran dua unsur seni budaya, yaitu Romawi yang merupakan daerah kekuasaan Etruskia dan seni Yunani. Pada hekakatnya budaya ini bukan berasal dari rakyat biasa melinkan dari golongan bangsawan. Golongan seniman besar, seperti yang terdapat di Yunani di Roma tidak ada. Justru bangsa Romawi mendatangkan seniman-seniman dari Yunani. Oleh karena itu, pengaruh Yunani di Romawi sangat kuat. Politik maupun seni dan budaya Roma di bawah bangsa Etruskia. Dengan begitu seni Romawi pada dasarnya adalah pencampuran unsur-unsur budaya Etruskia dan Yunani yang kemudian menjadi seni budaya baru.

Orang Romawi senang menciptakan sesuatu secara besar-besaran karena mereka suka sesuatu yang megah, mewah, dan monumental, serta menarik perhatian. Semua hasil karya budaya terutama karya seni rupa, baik berupa seni bangunan, seni patung atau relief, maupun seni lukisnya dibuat serba besr, megah, dan penuh hiasan. Orang-orang Romawi menciptakan karya teknik bangunan yang menggumkan, seperti bangunan saluran air (aquaduct), jembatan, gedung besar untuk balai pertemuan dan pasar, bangunan untuk olahraga dan pentas seni (thermen, theater, amphitheater). Selain bangunan diatas, juga terdapat banguan kuil untuk persemayam dewa. Orang Romawi melanjutkan pengetahuan orang Yunani antara lain bangunan dengan kontruksi lengkung untuk membuat ruangan-ruangan menjadi luas.

Bangunan atap kubah untuk pertama kali diciptakan kurang lebih tahun 30 SM untuk bangunan Thermae di Baaie. Mereka juga membangun bangunan umum seperti jalan raya. Jalan raya yang terkenal adalah jalan Via Apia.

Rumah-rumah dewa atau kuil yang dibangun memiliki ukuran besar. Kuil-kuil yang berukuran besar tersebut antara lain Tempel Jupiter (abad ke-6 SM), Appolo dan Venus di Roma. Untuk setiap bangunan kuil tersebut di gunakan tinga-tiang penyangga. Batang tiang penyanggga atap menggunakan menggunakan kepala tiang dengan ciri-ciri Yunanni seperti Doria, Ionia, dan Korinthia.

Bangsa Romawi juga ahli dalam pembuatan patung terutama patung setangah dada atau potret. Bentuk wajah dibuat dengan sangat teliti, sedangkan tubuh dan lainnya lebih sederhana. Kecakapan membuat patung ini berhubungan dengan kebiasaan keluarga-keluarga terkemuka bangsa Romawi yang senang membuat patung nenek moyang dalam jumlah banyak dan sangat teliti. Biasanya patung nenak moyang disimpan di rumah dan ditempatkan dalam satu ruangan khusus yang disebut Atrium. Atrium ini juga dilengkapi dengan altar.

Orang-orang Romawi dalam membuat patung memiliki kebiasaan yang sama dengan bangsa Yunani. Dalam membuat patung, orang-orang Romawi selalu mematungkan tokoh-tokoh penguasa, tokoh-tokoh politik, dan cendikiawan. Banyak sekali tokoh penguasa, tokoh politik dan cendikiawan yang dijadikan sebagai latar dalam membuat patung seperti wajah tokoh Julius Caesar, Agustus, Tuchidides, Demostenes, Caracalla, dan lainnya. Gambar wajah para tokoh ini selain dipatungkan juga dilukiskan pada mata uang logam.

Bangsa Romawi juga senang pada keindahan rumahnya. Dinding bagian dalam rumah dihias dengan lukisan untuk memberikan kesan luas. Kegiatan memperindah dinding ini biasa pada dinding rumah dengan cara melukis pemandangan alam dan bangunan-bangunan rumah yang seolah-olah terlihat dari jendela. Kegiatan melukis pada dinding-dinding rumah yang dilakukan oleh orang-orang Romawi ternyata meniru kebiasaan bangsa Yunani. Dengan demikian melukis Cara melukis yang dilakukan oleh orang Romawi memdapat pengaruh basar dari Yunani. Dari seni melukis pada dinding ini banyak ditemukan peninggalan-peninggalan yang merupakan hasil kebudayaan masyarakat Romawi. Salah satu dari sekian banyak peninggalan kebudayaan ini adalah peninggalan lukisan didinding rumah yang terdapat di Pompeii. Peninggalan lainnya terdapat di Roma yang menggambarkan pengantin perempuan dan teman-temannya sedang mempersiapkan upacara perkawinan. Selain pada dinding rumah, seni lukis juga ditemukan pada mangkuk, jambangan, piring dan tempat bunga.

Bangsa Romawi yang senang membuat bangunan monumental menyebabkan bangsa ini kaya dengan hasil-hasil bangunan berupa monumen dan kuil. Monumen yang dibuat oleh bangsa romawi berupa pintu gerbang kemenangan atau tiang kemenangan. Bangunan monumen ini digunaakn untuk memperingati suatu peristiwa sejarah. Pada banguan monumen itu diberi relief yang menggambarkan peristiwa kemenangan. Peninggalan seni monumen ini terdapat di Roma dan dibeberapa daerah jajahan Romawi.

Perubahan ketatanegaraan Romawi dari republik ke bentuk kekaisaran tidak mengendurkan semangat dan perkembangan budaya orang-orang Roma untuk mendirikan bangunan berupa bangunan monumental. Hanya saja, apabila pada masa republik pendukung seni budaya dilakukan oleh para bangsawan. Namun, setelah menjadi kekaisaran, yang mendukung seni budaya adalah golongan istana. Sejak kaisar Agustus, seni budaya elbih cenderung mejadi seni kuna yang berkiblat pada Yunani.

Setiap kaisar yang berkuasa di Romawi selalu meninggalkan seni budaya beruapa bangunan monumen. Kebiasaan yang dilakukan oleh kiasar-kaisar ini dilakukan sebagai sarana untuk menunjukan jasanya kepada negara. Maka sejak kiasar-kaisar ini berkuasa, banyak sekali didirikan bangunan besar dan megah dengan menggunakan bahan dari marmer.

Peninggalan seni bangunan Romawi pada masa kekaisaran ini jumlah sangat banyak. Banguan-banguan monmen tersebut antara lain:

1. Kuil Zeus yang didirikan di Olympia.
2. Kuil Jupiter Heliopalitanus di ba’albek (syria)
3. Pantheon merupakan sebuah kuil yang kemudian digunakan untuk gereja.
4. Mousoleum di Roma yang didirikan pada tahun 175 SM.
Mousoleum merupakan bangunan yang berupa makam yang indah. Pada sisi dalam ruang Mousoleum dihiasai ddengan berbagai ornamen yang indah.
5. Teater di Pompeii, solona, dan Asperados.
6. Amphiteater
Amphpiteater merupakan perpaduan dua buah teater yang dipergunakan untuk pertunjukan mengadu benteng dan untuk perkelahian gladiator, tempat duduk penonton berkeliling, semakin kebelakang semakin tinggi. Amphipater pada masa kaisar Vespasianus (695 SM) dipergunakan untuk peragaan perang-perangan seperti di laut bebas dan Circus (sirkus), tempat untuk berpacu kuda yang menarik kereta beroda dua.
7. Thermen
Merupakan tempat pemandian dengan ruang-ruang mandi berair panah, berair hangat dan dingin.
8. Bangunan istana
9. Gerbang kemenengan
10. Tiang kemenangan

Pada masa Gothik (100 – 1400 M), kebudayaan Romawi tidak dapat dipisahkan dari perkembangan agama kristen. Agama kristen atau Nasrani sebenarnya telah berkembang sejak jaman pemerintahan Tiberius. Agama ini disiarkan oleh Yesus (Isa) dari nazareth, yang dilahirkan di Palestina. Agama Kristen ini berbeda dengan kepercayaan rakyat Romawi yang poltheis. Agama Nasrani memiliki kepercayaan monoteis. Dengan pertimbangan-pertimbangan politik dan kemanan negara, Tiberius menjatuhkan hukuman mati kepada Yesus pada tahun 33. Tetapi kematian Yesus ini tidak berarti agama Kristen lenyap dari kehiduapan masyarakat Romawi, malahan sebaliknya.

Setelah Yesus atau Nabi Isa disalib dibukit Gologota, agama kristen berkembang sampai Mesir, Syria, Asia Kecil, dan ke Roma. Hampir selama tiga abad para pengikut agama Kristen dalam ketakutan dan dikejar-kejar oleh penguasa Roma. Pada tahun 395 agama kristen ditetapkan sebagai agama negara. Dari masyarakat pemeluknya lambat laun timbul suatu bentuk kelompok kegerejaan yang disusun menurut organisasi-organisasi yang ada di Imperium Romanum (penguasa Roma).

Periode Gothik seni Kristen mengalami hambatan-hambatan yang disebabkan oleh perpindahan pemerintahan dari Konsatantinopel ke Byzantium. Kekaisaran romawi mengalami perpecahan menjadi Romawi Barat dan Romawi Timur. Romawi Barat mengalami keruntuhan tahun 335 M.

Ketika penguasa Roma masih memusuhi para pengikut agam kristen, di Roma sendiri secara sembuyi-sembunyi berkembang seni Katamba. Sejak saat itulah lahir seni Katakomba yang meruapakn tanda lahirnya seni kristen awal. Katakomba sendiri merupakan kuburan-kuburan bawah tanah.

Kemudian dalam masyarakat Romawi pada masa Gothik ini selalu melakukan kebiasaan untuk berkumpul di ruangan terowongan dengan tujuan mengadakan kegiatan agama. Dari seringnya diadakan perkumpulan, kemudian berkembang kebiasaan masyarakat untuk menghiasi dinding dengan motif jaman kuno. Motif-motif klasik yang digambar dalam dinding-dinding terowongan ini, kemudian tergeser oleh perkembangan motif-motif modern atau baru. Motif-motif yang baru ini biasanya berbentuk manusia dan binatang yang digambarkan secara simbolik untuk kepentingan agama kristen. Karya seni kristen awal ini anatara lain lukisan-lukisan kristus sebagai “gembala yang baik”. Pada umumnya yang mengembangkan seni Katakomba ini adalah bukan seniman. Bagi mereka yang erpenting adalah dapat mengungkapkan arti dan ide melalui lukisan dan sebagai bakti mereka kepada agama kristen. Namun, justru “seniman-seniman” Katakomba ini menjadi pelopor seni nonrelistik pada abad pertengahan.

Ketika gereja mengalami kemerdekaan kembali pada abad ke-4, kemudian agama kristen dijadikan agama resmi, mulailah perkembangan seni banguan gereja. Pada masa itu, para arsitek membangun gereja dengan menggunakan konsep dasar seni bangunan basilika bangsa Romawi, yaitu suatu bangunan untuk pertemuan-pertemuan umum berbentuk persegi panjang. Perkembangan selanjutnya adalah bagunan gereja dengan menara lonceng pada bad ke-6.

Seni bangunan pada bangunan gereja adalah bangunan geraja dengan denah memusat dan berkubah serta menggunakan denah memanjang atau basilika dengan langit-langit datar atau dengan lengkung silang. Contoh seni bangunan pada masa gereja adalah bangunan gereja St.Andrea di Mantua dan gereja St.Novella di Feirence.

Pergulatan Kekristenan dan Paganisme

Roma dan Kekaisaran Romawi Kuno Saksi Pergulatan Kekristenan dan Paganisme 

Sejarah Kota Roma memang dapat dikatakan sangat dramatis. Berada di kawasan Lazio dan menjadi Ibu Kota dari Italia, Kota Roma, yang saat ini ditinggali oleh 2,9 juta orang, menyimpan sejuta pergolakan sejarah antara paganisme Romawi kuno (agama penyembahan terhadap berhala) dan sebuah agama yang termasuk dalam lingkup agama samawi, yakni Kristen.

Negara Kota Vatikan dengan misa agung yang sering disiarkan beberapa stasiun televisi di Indonesia juga berada persis di pusat Kota Roma.

Dikelilingi oleh dinding setinggi ± 12 meter, dengan luas tidak lebih dari 0,44 kilometer persegi dan penduduk tidak lebih dari 900 orang, Vatikan merupakan negara-Kota terkecil di dunia. Sejarah Vatikan bisa dikatakan merupakan bagian dari sejarah Roma yang tidak terpisahkan.

Sejarah awal tersebarnya Kristen di Roma sendiri dimulai dari kegiatan misionaris Paulus. Paulus awal mulanya menyebarkan ajaran kristen di Asia Kecil (kawasan Turki dan sekitarnya di masa kini) dan Yunani yang masa itu berada dibawah Romawi, sebelum akhirnya menyebarkannya ke Kota Roma.

Di masa itu penganut Kristen awal, yang mayoritas kaum miskin dan budak, menghadapi banyak ancaman penyiksaan dan bahkan kematian oleh  Kaisar dan petinggi Romawi yang masih pagan. Hanya setelah Kaisar Romawi Konstantin Agung (272M-337M) berkuasa dari tahun 306-337M, agama Kristen memasuki masa keemasannya. Konstantin secara resmi melegalkan ritual Kristen di publik pada 313M namun ia tidak pula melarang paganisme dan sejak itu gereja-geraja dibangun diseluruh pelosok negeri Romawi.

Terlepas dari sejarawan yang meragukan kekristenan Konstantin dan alasan mengapa ia begitu membela agama Kristen yang baru ini, diketahui bahwa Konstantin dibaptis sesaat sebelum meninggalnya dan ibunya Helena merupakan seorang Kristen.

Sejarawan pun tidak dapat memastikan apa model Kristen yang dianut oleh Konstantin dan ibunya. Sebagai catatan bahwa model agama Kristen pada masa awal berbeda dengan Kristen setelah zaman Konsili Nicaea.

Konsili Nicaea sendiri dilangsungkan pada tahun 325M untuk memutuskan kepercayaan orthodox Kristen bagi semua gereja. Pada masa itu terjadi perselisihan didalam Gereja Kristen Alexandria antara Pendeta Arian (250-336M) dari Alexandria Mesir yang anti-trinitas (ia meyakini bahwa Yesus adalah anak Tuhan, diciptakan tidak dilahirkan dari Tuhan Bapa, namun terpisah dari Bapa dan juga tunduk pada Bapa, dan ia menolak gagasan Yesus sebagai Tuhan Anak) dan Uskup Alexandre I (wafat 326/328M) dan Pendeta Athanasius (296-373M) juga dari Alexandria Mesir (keduanya meyakini bahwa Yesus adalah dilahirkan tidak diciptakan, Anak Tuhan dari zat Bapa, menyatu dengan Bapa dan juga sebagai Tuhan).

Konsili Nicaea sendiri akhirnya mengokohkan pandangan yang terakhir ini dan menegaskan juga bahwa Tuhan Anak dan Bapa selalu abadi bersama-sama dan tidak ada zaman ketika Anak tidak bersama bapa, dan menolak pandangan bahwa Anak dapat binasa atau berubah, melainkan selalu sempurna.

Konsili Nicea
Jikalau ajaran Arian yang diunggulkan dalam sidang Konsili Nicaea tentulah wajah Kristen lebih mirip dengan ajaran Islam

Menjelang akhir masa kekuasaannya, Konstantin diketahui memerintahkan penghancuran beberapa kuil-kuil didalam wilayah kekuasaannya.

Adalah putranya Konstantius II yang membuat hukum anti-Pagan yang tidak hanya menutup seluruh kuil  paganisme bahkan melarang ritual Pagan dengan ancaman hukuman mati. Persekusi terhadap pagan sempat berkurang dari tahun 361-375M dibawah Kaisar Jovian, Valentinian I, dan Valens, namun mencuat kembali setelah itu dibawah kepemimpinan Uskup Ambrose dari Milan. Kaisar Theodosius bahkan menerbitkan “dekrit Theodosian” yang menyatakan perang terhadap paganisme, yang kembali melanjutkan persekusi dan pelarangan terhadap ibadah di kuil-kuil pagan.

Sekilas sejarah kekaisaran Romawi ini mengisahkan kepada kita pentingnya arti kekuasaan bagi penyebaran agama. Kristen yang datang dengan terinjak-injak di dalam kekaisaran Romawi akhirnya mencuat dan unggul sebagai agama kekaisaran dan bahkan berbalik melakukan persekusi yang lebih sistematis terhadap kaum pagan.  Relasi kekuasaan terhadap agama didalam gereja Kristen juga berpengaruh besar dalam membangun standar orthodoxy. Jikalau ajaran Arian yang diunggulkan dalam sidang Konsili Nicaea tentulah wajah Kristen sangatlah berbeda pada masa kini dan mungkin ajaran kristen akan lebih dekat dengan ajaran Islam yang berlandaskan Tauhid atau Keesaan Allah Subhanahu Wata’ala.

Namun sejarah konsili mencatat bahwa dari pekiraan sekitar 250 hingga 318 hadirin pada sidang konsili tersebut, hanya dua orang yang mendukung Arian. Dua orang ini bersama Arian akhirnya diasingkan ke Illyria yang terletak dikawasan Balkan sekarang.

Perkembangan Kristen yang kemudian menjelma menjadi sebuah agama kekaisaran dan mengawali persekusi terhadap kaum pagan tidak berarti bahwa unsur-unsur ajaran Kristen terlepas dari pengaruh pagan.