Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Sep 25, 2015

Istilah Hindu diadopsi Islam

Tidak sulit mengerti sejarah purbakala kalau kita mengenal jajahan raja Vikramaditya. Bahkan keluarga-keluarga kebangsaan/ksatria India melahirkan suku-suku seperti Pahalvis (Pahlevi) & Barmak (?), yang menguasai Iran & Iraq. Karena pengaruh India, orang-orang Parsi menjadi pemuja api, misalnya. Karena pengaruh India, orang-orang Kurdi di Kurdisthan berbicara semacam dialek Sansekrit, kuil-kuil pemuja dewa api eksis sampai ribuan mil diluar India dan puluhan pusat budaya India seperti Navbahar di Asia Barat dan sejumlah viha di Rusia tersebar diseluruh dunia. Sejak itu, banyak puing-puing vihara ditemukan di Russia, patung-patung kuno India juga sering ditemukan dalam penggalian-penggalian di Asia Pusat. Termasuk yang barusan ditemukan di Kuwait itu.

Sayang bahwa bab sejarah dunia ini hampir terhapus total dari ingatan manusia. Kami perlu menyusunnya kembali untuk mengerti konsep dan orientasi sejarah purbakala. Dengan mengerti sejarah, kami bisa lebih mengerti siapa nenek moyang kami sebenarnya.

Ingat patung Budha di Afghanistan. Dari mana asalnya kalau bukan dari budaya India.

Sampai abad 12M, Bamiyan adalah bagian dari kerajaan India, Gandhara. Daerah itu merupakan pusat biara-biara Buddhis dan Hindu dan daerah subur bagi agama, filosofi dan seni Yunani-India. Wilayah itu merupakan wilayah Budhis sejak abad 2M yang kemudian dihancurkan oleh invasi Islam di abad 9.

Sebelum Taleban, Muslim sudah menghancurkan detil-detil patung-patung Budha tersebut, menghancurkan wajah dan tangan patung-patung itu. Aurangzeb, raja Mughal terakhir yang terkenal karena ketaatannya pada Islam menggunakan artileri berat untuk mencoba menghancurkan patung-patung tersebut. Genghis Khan dan Nadir Shah juga menggunakan ledakan kanon untuk menghancurkan patung-patung tersebut.

Maret 2001, Menlu Afghan, Wakil Ahmad Mutawakel, mengatakan : "Kami menghancurkan patung-patung Buddha sesuai dengan hukum Islam dan ini hanya isu religius semata." Maksudnya, ini bukan pembalasan atas sanksi ekonomi Barat.

Pola tantric yang menggambarkan struktur Ka'abah (go to http://www.google.com type 'Sword of truth Aditi Chaturvedi')

Dari arsip the Sword of Truth :

Semua Quran Arab dicetak dengan angka misterius 786. Tidak ada pakar Muslim yang tahu mengapa angka 786 dianggap sebagai angka suci. Namun angka "misterius" ini tidak lain dari huruf suci Weda "OM" dalam bahasa Sansekrit. Siapapun yang kenal Sanskrit bisa melihat lambang "OM" secara terbalik dari angka 786nya Arab Muslim tidak sadar bahwa angka misterius Islam ini adalah lambang Hindu.

OM, dibaca terbalik dari belakang kedepan menunjukkan angka 786

Mirip juga dengan huruf dibawah ini : http://en.wikipedia.org/wiki/Image:Allah.svg

Paman Muhamad sendiri, Umar-Bin-E-Hassham merupakan pengikut Hindu taat dan penyembah Dewa Siwa. Ia menolak untuk masuk Islam dan tewas sebagai martir ditangan Muslim-muslim tulen yang ingin menghabisi non-Muslim. Ia seorang penyair terkenal dan menulis sajak-sajak memuja Siwa. Salah satunya bisa ditemukan dalam hal. 235 Sair-Ul-Okul :

Kafavomal fikra min ulumin Tab asayru
Kaluwan amataul Hawa was Tajakhru
We Tajakhayroba udan Kalalwade-E Liboawa
Walukayanay jatally, hay Yauma Tab asayru
Wa Abalolha ajabu armeeman MAHADEVA
Manojail ilamuddin minhum wa sayattaru
Wa Sahabi Kay-yam feema-Kamil MINDAY Yauman
Wa Yakulum no latabahan foeennak Tawjjaru
Massayaray akhalakan hasanan Kullahum
Najumum aja- at Summa gabul HINDU

Seorang laki-laki yang menghabiskan seluruh hidupnya dalam dosa dan imoralitas dan membuang hidupnya demi nafsu dan kemarahan
Jika ia bertobat dan ingin kembali kepada moralitas, adakah pengampunan tersedia baginya ?
Bahkan jika hanya sekali ia dengan tulus memuja Mahadewa, ia bisa mencapai posisi tertinggi dalam jalan kebenaran
Ya Tuhan! Cabut seluruh nyawa saya dan sebagai gantinya, berikan saya satu hari saja untuk tinggal di Hind (india) sebagai lelaki yang menjadi bebas secara spiritual saat mencapai tanah suci. Dengan ziarah ke Hind, seorang lelaki bisa mencapai kebijakan untuk melakukan tindakan mulia dan mendapat kehormatan menyentuh guru-guru Hindu yang mulia.

*(Mahadeva berarti Dewa Siwa)

Tradisi Hindu dipakai Islam :

Hindu memiliki pantheon 33 dewa-dewi. Bangsa-bangsa pra-Islam di Asia Minor juga memuja 33 dewa/i. Kalender lunar (bulan) diperkenalkan kepada Asia Barat selama kekuasaan India.

Bulan Muslim 'Safar' menunjukkan bulan 'extra' (Adhik Maas) dalam kalender Hindu. Bulan Muslim 'Rabi' berasal dari kata Ravi yang berarti 'matahari' karena huruf Sansekerta 'V' dirubah Prakrit 'B' (Prakrit merupakan versi sehari-hari bahasa Sansekerta).

Rasa hormat Muslim pada Gyrahwi Sharif tidak lain dari Ekadashi milik Hindu (Gyrah = elevan or Gyaarah). Keduanya sama artinya.

Idul Fitri

Praktek ini berasal dari upacara kurban Go-Medh dan Ashva-Medh Yagnas. Id dalam Sansekerta berarti ibadah/pemujaan. Id dalam Islam juga menandakan hari-hari pemujaan. Kata Mesh dalam zodiak Hindu berarti Domba.

Dijaman dulu, setiap tahun dimulai dengan masuknya matahari kedalam lingkup bintang Aries. Kesempatan ini ditandai dengan pesta bakar kambing. Inilah asal usul festival Bakari Id. [Kata Bakari adalah kata Hindu bagi kambing.]

Karena Id berarti ibadah dan Griha berarti 'rumah', kata Islam Idgah berarti 'Rumah ibadah' yang sama persis dengan arti Sansekritnya. Kata 'Namaz' berasal dari kata Sansekerta 'Nama' & 'Yajna' (NAMa yAJna) yang berarti menundukkan badan dan memuja/beribadah. Istilah 'Id-ul-Fitri' berasal dari istilah 'Eed of Piters' yang berarti memuja nenek moyang, dalam tradisi Sansekerta. Di India, orang-orang Hindu memperingati nenek moyang mereka selama dua minggu masa Pitr-Paksha. Sama juga dengan 'Id-ul-Fitr' (pemujaan nenek moyang). Praktek Islam untuk memperhatikan gerak gerik bulan sama dengan adat Hindu untuk buka puasa pada hari Sankranti dan Vinayaki Chaturthi setelah nampaknya bulan.

Bulan

Deksripsi kitab Weda tentang bulan, konstelasi bintang berbeda-beda dan penciptaan alam semesta dicontek Quran dalam Surat 2, stanza 113, 114, 115, dan 158, 189, Surat 9, stanza 37 & Surat 10, stanza 4 - 7.

Pembacaan Namaz lima kali sehari berasal dari tradisi Weda bernama Panchmahayagna (5 kali pujaan- Panch-Maha-Yagna) yang merupakan kewajiban bagi setiap mahluk Hindu. Muslim membersihkan 5 bagian tubuh sebelum solat. Ini berasal dari aturan 'Sharir Shydhyartham Panchanga Nyasah'.

Bulan  Haram

4 bulan dalam setahun dianggap suci dalam tradisi Islam. Mereka tidak boleh menjarah atau melaukan tindakan kriminal selama periode tersebut. Ini berasal dari tradisi Chaturmasa yaitu, periode 4 bulan puasa dan menghindari kejahatan.

Shabibarat adalah kata lain bagi Shiva Vrat dan Shiva Ratra. Karena Ka'abah merupakan pusat penting dewa Siwa, festival Shivaratri biasanya dirayakan disana dengan besar-besaran. Festival itulah yang disebut dalam Islam sebagai Shabibarat.

Menurut sejumlah Encyclopaedia, memang ada ukiran-ukiran tulisan didalam dinding Kabah. Namun para pakar sejarah tidak pernah diijinkan masuk. Tetapi menurut pengakuan beberapa orang, ada tulisan dalam huruf Sansekerta dan bahkan ada stanza-stanza dari Bhagavad Gita.

Orang India di Timur Tengah

Menurut Islam, pedagang-pedagang India menetap di Arabia, khususnya di Yaman. Di Ubla terdapat pemukiman-pemukiman besar orang India. Ini menunjukkan bahwa kehadiran orang India di Arabia & Yaman cukup berpengaruh terhadap penduduk setempat. Ini tidak dimungkinkan kecuali mereka berasal dari kelas penguasa.

Disebut dalam Ahadis Imam Bukhari bahwa suku India, JAT, berada di Arabia jauh sebelum jamannya Mohamad. Malah ketika Aisha jatuh sakit, keponakannya memanggil dokter Jat untuk menyembuhkannya. Ini membuktikan bahwa orang India memiliki status tinggi di Arabia. Dan status macam ini tidak bisa melekat pada mereka, kecuali mereka memang penguasa. Bukhari juga berbicara tentang seorang raja India yang mengirim satu pot jahe (ginger pickles) kepada nabi. Ini menunjukkan bahwa raja Jat India menguasai kawasan didekatnya sehingga mampu memberikan hadiah yang begitu sepele seperti satu pot jahe. Nabi malah dikatakan sangat menyukainya. Ini bukti bahwa selama jaman Mohamad, orang India berpengaruh di Arabia.

Barah Vafat, festival Muslim untuk memperingati mereka yang mati dalam pertempuran berasal dari tradisi Sansekerta. Kata 'Phiphaut' yang berarti 'mati'. Hindu merayakan hari Chayal Chaturdashi untuk menghormati para pahlawan perang.

Kata 'Arab' = Kuda

Kata Arabia sendiri berasal dari Sansekerta. Kata aslinya adalah 'Arabasthan'. Karena Prakrit 'B' adalah Sansekerta 'V', maka nama Sansekerta aslinya adalah 'Arvasthan'. 'Arva' dalam bahasa Sansekerta berarti Kuda. Arvasthan berarti : negara penuh kuda, dan seperti kita tahu semua, Arabia memang terkenal karena kuda-kudanya.

Kuda Arab adalah jenis kuda yang memiliki reputasi kepandaian tinggi, semangat tinggi dan stamina luar biasa. Jenis kuda ini mudah dikenali. Kuda Arab adalah jenis yang paling tua. Bukti arkaeologis menunjukkan bahwa kuda tersebut memiliki sejarah sampai 4500 tahun.

Puisi/ Literatur

'Sayar-ul-Okul' menyebutkan bahwa simposium pan-Arab pra-Islam diselenggarakan di Mekah pada festival tahunan Okaj. Semua penyair ternama berpartisipisasi.

Penyair-penyair yang paling jitu diberi hadiah. Puisi yang paling bagus diukir dalam lempengan emas dan digantung didalam Ka'bah. Ada puisi-puisi yang ditulis pada kulit kambing atau onta. Mereka digantung diluar tembok kuil. Jadi, selama ribuan tahun, Ka'abah sebenarnya merupakan rumah penyimpanan puisi-puisi terhebat Arabia yang diinspirasi tradisi Hindu.

Oleh karena itu puisi-puisi tersebut dinamakan Mu'Allaqat (Yang digantung).

Literatur PRA-Islam

Namun semua syair itu entah hilang atau dihancurkan gang penjarah Mohamad. Bahkan penyair pribadi nabi, Hassan-bin-Sawik, ikut mencuri syair-syair berharga itu dan menyimpan lempengan-lempengan emas itu dalam rumahnya. Cucu Sawik, yang ingin menjual lempengan emas itu membawanya ke khalif jaman itu dimana ia ketemu pemikir terkenal Arab, Abu Amir Asamai. Ia menerima lima lempengan emas dan 16 lembaran kulit yang dihiasi dengan syair-syair yang memenangkan penghargaan.

Pada kelima lempengan emas tertulis ayat-ayat oleh penyair-penyair Arab kuno seperti Labi Baynay, Akhatab-bin-Turfa & Jarrham Bintoi. Penemuan ini mengakibatkan Harun-al-Rashid memerintahkan Abu Amir untuk menyusun koleksi dari komposisi-komposisi sebelumnya. Salah satunya adalah atribut Jarrham Bintoi, penyair Arab terkenal, kepada raja Vikramaditya.

Bintoi yang hidup 165 tahun sebelum Mohamad menerima hadiah tertinggi bagi komposisi syair-syairnya selama 3 tahun berturut-turut dalam simposium pan-Arab di Mekah. Kesemua sajak Bintoi paling terkenal ini digantung didalam Ka'abah dalam lempengan emas.

Atribut Bintoi kepada raja Vikramaditya merupakan bukti kuat bahwa raja tersebut menjadikan jazirah Arab sebagai bagian dari kerajaan besar India. Itulah mengapa mulai dari India, semua negara memiliki nama sansekerta seperti Afghanisthan, Baluchisthan, Kurdisthan, Tajikiathan, Uzbekisthan, Iran, Sivisthan, Iraq, Arvasthan, Turkesthan (Turkmenisthan) dsb.

Ka'bah Kuil Hindu

Didalam Kabah, ada sebuah inskripsi yang merujuk kepada raja Vikramaditya. Ini membuktikan tanpa ragu bahwa jazirah Arab dulu merupakan bagian dari Kerajaan Vikramaditya dari India.

Teks inskripsi Vikramaditya yang ditemukan dalam piring emas yang digantung didalam kuil Kabah di Mekah ini, dicatat pada halaman 315 dari buku yang berjudul 'Sayar-ul-Okul' yang disimpan dalam perpustakaan Makhtab-e-Sultania di Istanbul, Turki. Terjemahan inskripsi tersebut :

(Sayar ul Okul berarti 'Kata-kata Berkesan')

"Beruntunglah mereka yang lahir (dan hidup) selama kuasa raja Vikram. Ia seorang penguasa penuh kasih, terhormat dan berbakti pada penduduknya. Namun pada saat itu, kami Arab, tidak peduli pada Tuhan, tenggelam dalam kenikmatan sensual. Komplotan dan penyiksaan merajalela ... Kami, Arab, terjerat dalam kegelapan (jahiliyah) namun pendidikan yang disebar raja Vikramaditya tidak mencampakkan kami, orang-orang asing. Ia menyebarkan agama sucinya diantara kami dan mengirimkan ahli-ahli yang kepintarannya bersinar seperti matahari dari negaranya kenegara kami"

Ini bahasa Arabnya :

"Itrashaphai Santu Ibikramatul Phahalameen Karimun Yartapheeha Wayosassaru Bihillahaya Samaini Ela Motakabberen Sihillaha Yuhee Quid min howa Yapakhara phajjal asari nahone osirom bayjayhalem. Yundan blabin Kajan blnaya khtoryaha sadunya kanateph netephi bejehalin Atadari bilamasa- rateen phakef tasabuhu kaunnieja majekaralhada walador. As hmiman burukankad toluho watastaru hihila Yakajibaymana balay kulk amarena phaneya jaunabilamary Bikramatum." (Page 315 Sayar-ul-okul).

Analisa :
Kerajaan India purbakala kemungkinan besar melebarkan sayap sampai ke Arab dan Vikramaditya-lah yang pertama merebut kawasan Arabia. Karena inskripsi itu mengatakan bahwa Raja Vikram menghilangkan jahiliyah dari Arabia. Dan, apapun agama mereka sebelumnya, orang-orangnya Vikrama sukses dalam menyebarkan ajaran Vedic (dari kitab Weda, buku suci Hindu) kedalam way of life Arabia.

Pengetahuan seni dan sains India disebarkan kepada dunia Arab lewat sekolah-sekolah, akademi dan pusat-pusat budaya. Jadi, kepercayaan bahwa orang Arab yang membawa ajaran ini kepada negara mereka lewat upaya mereka sendiri TIDAK BERDASAR.

Juga bisa disimpulkan bahwa Kutub Minar di Delhi bisa saja merupakan menara Vikramadiya untuk memperingati keberhasilannya merebut Arabia. Kesimpulan ini dikuatkan oleh dua hal :

  • inskripsi pada menara tinggi dari besi didekat Kutub Minar merujuk pada perkawinan raja Vikramaditya kepada permaisuri Balhika. Balhika tidak lain dari nama kawasan Balkh di Asia Barat. Kemungkinan, Arabia direbut Raja Vikramaditya dari penguasa Balkh yang mengadakan perjanjian damai dengan memberikan puterinya sebagai pengantin.
  • kota disebelah Kutub Minar bernama Mehrauli, dari nama Mihira, seorang astronomer-mathematician dari keraton Raja Vikram. Mehrauli adalah kependekan Sansekerta dari kata 'Mihira-Awali' yang menunjukkan barisan rumah bagi Mihira dan staf asistennya yang bekerja sebagai pengamat bingang yang dilakukan dari menara tersebut.

Arsip Di Turki

Di Istanbul, Turki, ada perpustakaan termashur bernama Makhatab-e-Sultania, yang terkenal mempunyai koleksi terbesar dari literatur Asia Barat. Di bagian Arab perpustakaan tersebut ada sebuah antologi sajak Arab purbakala. Antologi ini disusun dari karya sebelumnya dari tahun 1742M dibawah perintah Sultan Salim.

Halaman volume itu terbuat dari Harir – semacam sutera yang dibuat untuk menulis. Setiap halaman memiliki pinggiran yang dihias dengan kertas emas.
Antologi itu dikenal dengan nama Sayar-ul-Okul, dan dibagi dalam 3 bagian.
  1. Bagian pertama mengandung detil biografi dan komposisi puisi penyair Arab PRA-Islam.
  2. Bagian kedua terdiri dari kesaksian dan sajak penyair dari periode yang dimulai tidak lama setelah Muhamad, sampai akhir dinasti Bani Ummayyah.
  3. Bagian ketiga adalah tentang penyair sampai jaman Khalif Harun-al-Rashid.
Abu Amir Asamai, penyair Arab yang merupakan penyair utama keraton Harun-al-Rashid, menyusun dan mengedit antologi tersebut. Edisi modern pertama 'Sayar-ul-Okul' terbit di Berlin tahun 1864. Edisi berikutnya diterbitkan di Beirut tahun 1932.

Koleksi ini dianggap sebagai antologi paling penting dan berotoritas dalam sajak-sajak Arab purbakala. Koleksi ini menunjukkan adat, tata tertib dan hiburan Arabia dijaman purbakala. Buku ini juga mengandung penjabaran deskripsi tentang kuil purbakala Mekah, kita dan bazar tahunan yang dikenal sebagai OKAJ disekitar kuil Kabah di Mekah. Ini berarti bahwa kumpul-kumpul di Mekah setiap tahun untuk naik haji berasal dari tradisi pra-Islam.

Bazar Okaj bukan sebuah karnaval tempat anak muda bermarijuana. Ini merupakan kesempatan kaum elit dan terpelajar untuk membahas aspek sosial, religius, politis, literatur dan aspek budaya Hindu lainnya yang menyebar di Arabia. 'Sayar-ul-Okul' mengatakan bahwa kesimpulan yang didapatkan dari diskusi disana diterima dan sangat dihormati diseluruh Arabia. Mekah, oleh karena itu, mengikuti tradisi Varanasi (dari India), yaitu tradisi kaum elit mendiskusikan hal-hal penting sementara kaum awan berkumpul untuk mencapai kenikmatan spiritual. Kuil utama di Varanasi (India) dan di Mekah (di Arvasthan/Arabia) adalah kuil-kuil dewa Siwa. Bahkan sampai sekarang, emblem-emblem Mahadewa Siwa masih nampak.

Dan emblem Siwa paling nampak adalah batu Shankara (Siwa) yang dihormati para pehijrah Muslim sampai disentuh dan dicium di Kabah.

Raja Vikramaditya memang terkenal cinta pada Mahadewa Siwa. Di Ujjain (India), ibukota Vikramaditya, ada kuil terkenal Mahankal, yaitu milik Dewa Shankara (Siwa) yang di-asosiasikan dengan Vikramaditya. Karena menurut inskripsi Vikramaditya, dialah yang menyebarkan agama Hindu, siapa lagi kalau begitu yang mendirikan kuil Kabah di Mekah ?

Tradisi Jubah Di Mekah

Sebelum para pehijrah masuk Mekah, mereka diminta untuk mencukur kepala dan jenggotnya serta mengenakan jubah khusus yang terdiri dari dua lembar kain putih yang tidak dijahit. Satu disarungi di pinggang dan yang lainnya dililitkan sekitar bahu. Ini merupakan tradisi Hindu purbakala bagi mereka yang ingin masuk kuil Hindu dalam keadaan bersih dan murni.

Kuil utama di Mekah, yang menyimpan lambang Siwa, dikenal sebagai Ka'bah. Kotak ini dilapisi kain hitam. Ini adalah tradisi jaman dahulu kala ketika orang menganggap penting untuk meng-kamuflase tempat suci itu (Ka'bah) agar tidak dicaplok atau direbut bangsa lain.

Patung Dewa Dewi

Menurut Encyclopaedia Britannica, kotak Ka'bah memiliki 360 patung.

Tradisi mengatakan, ketika tempat itu diserang, salah satu dewa didalamnya adalah dewa Saturnus; satunya lagi adalah dewa Bulan dan ada lagi yang disebut Allah. Ini bukti bahwa orang Arab jaman pra-Islam itu memuja 9 planet. Di India, praktek puja 'Navagraha', yaitu praktek pemujaan bagi ke 9 planet, termasuk Saturnus dan Bulan masih eksis sampai sekarang. Di India, bulan sabit selalu digambarkan diatas lambang dewa Siwa. Karena itulah, lambang Siwa dalam Ka'bah juga menjadi lambang bendera Islam.

Zamzam / Air Gangga

Satu lagi tradisi Hindu lainnya adalah sungai suci Gangga. Menurut tradisi Hindu, air Gangga tidak pernah dapat dipisahkan dari lambang Siwa (bulan sabit). Dimanapun ada lambang Siwa, disanalah ada air Gangga. Dan didekat Ka'bah ditemukan sebuah sumber mata air suci yang disebut Zamzam. Sampai sekarang, Zamzam dianggap suci karena tradisi jaman pra-Islam.

Sungai Gangga, zamzamnya Hindu ?

Tawaf

Tidak ada mesjid lain di dunia yang dikelilingi sampai 7 kali. Hanya orang Hindu yang ber'tawaf' mengelilingi dewa-dewi mereka. Lagi-lagi bukti bahwa Ka'bah adalah tempat ibadah Hindu jaman pra-Islam. Praktek mengambil 7 langkah yang dikenal sebagai Saptapadi diasosiasikan dengan upacara perkawinan Hindu dan pemujaan api. Upacara klimaks dalam perkawinan Hindu yang menggabungkan pasangan pengantin mengelilingi api suci sebanyak empat kali (tapi kemudian di-salah artikan dengan 7 kali). Mengingat "Makha" berarti API, ketujuh tawaf itu membuktikan bahwa Mekah adalah pusat pemujaan dewa api.

Kata 'Allah'

Jangan kaget bahwa kata 'Allah' sendiri berasal dari bahasa Sansekerta.

Allah, Akka dan Amba adalan sinomin. Nama ini berarti : Dewi atau Ibu. Istilah 'Allah' merupakan bagian dari stanza-stanza Sansekerta yang memuja Dewi Durga, yang juga dikenal sebagai Bhavani, Chandi dan Mahishasurmardini. Islam mencaplok penggunaan kata 'Allah'.
Satu ayat Quran merupakan terjemahan persis dari sebuah stanza dalam Yajurveda. Seperti dijelaskan oleh pakar Hindu terbesar, Pandit Satavlekar dari Pardi, dalam salah satu artikelnya.

[Note: Pakar lain menunjukkan bahwa ayat Quran dibawah ini mirip persis dengan ajaran Kena Upanishad (1.7).

Quran : "Sight perceives Him not. But He perceives men's sights; for He is the knower of secrets, the Aware."

(Karena tidak disertai dengan nomor ayatnya, aku tidak bisa kasih terjemahannya sesuai dengan Quran. Tapi intinya : 'Indera mata tidak bisa melihatNya. Tapi IA melihat indera manusia; karena IA maha tahu segala rahasia')

Kena Upanishad : "Apa yang tidak dapat dilihat dengan mata namun bisa ditembus dengan mata, itulah Brahma (Tuhan) dan bukan apa yang dipuja manusia (didunia) / That which cannot be seen by the eye but through which the eye itself sees, know That to be Brahman (God) and not what people worship here (in the manifested world)."

(Arti ayat diatas : Tuhan berada diluar indera perasa manusia)]

Identitas sistem Unani & Ayurveda menunjukkan bahwa Unani adalah istilah Arab bagi sistim penyembuhan Ayurveda yang dibawa ke Arabia saat wilayah itu masih merupakan bagian dari kerajaan India.

Tubuh Mona Lisa Telah Ditemukan?

Beberapa peneliti dari National Committee of Historic, Cultural and Environmental Heritage mengatakan telah menemukan sisa-sisa kerangka yang diduga Mona Lisa.

Sebuah makam terlantar ditemukan oleh sejarawan di bawah sebuah biara terlantar di Sant Orsola, Florence, Italia. Dari hasil penggalian yang dilakukan, para ahli dan arkeolog percaya bahwa kerangka yang mereka temukan adalah milik Lisa Gherardini del Giocondo, atau dikenal dengan Mona Lisa.

Mona Lisa adalah istri ketiga dari seorang pedagang sutra kaya raya yang menjadi model salah satu lukisan paling terkenal di dunia karya Leonardo Da Vinci.Gherardini meninggal pada usia 63, di tahun 1542, setelah menghabiskan sisa hidupnya bersama dengan putrinya, Marietta, seorang biarawati.

Dari carbon-dating yang dilakukan pada fragmen temuan tersebut mengungkapkan bahwa waktu kematian dari kerangka cocok dengan Lisa Gherardini del Giocondo.

Peneliti Silvano Vinceti, yang merupakan ketua National Committee of Historic, Cultural and Environmental Heritage mengatakan kerangka ini sangat mungkin merupakan sisa-sisa dari tubuh Gherardini.

"Ada konvergen elemen yang melampaui hasil dari 14 tes karbon, sehingga kami bisa mengatakan bahwa kami mungkin telah menemukan makam Mona Lisa. Saya berbicara dari analisis sejarah, antropologi, dan arkeologi yang telah dilakukan dengan sangat ketat." kata Vinceti.

"Kemungkinan bahwa tulang-tulang ini adalah miliknya (Mona Lisa) sangatlah tinggi." tambahnya.

Namun demikian, Vinceti mengatakan sayangnya hanya ada beberapa sisa tulang yang ditemukan dan tidak ada tengkorak yang bisa digunakan untuk merekonstruksi wajahnya.

Sep 11, 2015

Suku Aztec Di Benua Amerika

Menurut legenda, Aztec berasal dari suatu tempat yang disebut Aztlan, yang berarti "tempat yang putih" atau "tempat burung kuntul." Namun, tidak ada yang tahu pasti dimana Aztlan berada. Tempat ini mungkin termasuk wilayah Meksiko utara pada saat ini atau mungkin jauh lebih ke utara. Dari sejarah lisan suku Aztec, para sejarawan tahu bahwa mereka mengembara selama bertahun-tahun untuk mencari tempat tinggal. Mereka mendatangi Lembah Meksiko pada tahun 1200-an. Namun, orang Indian lainnya telah menetap disana dan sebagian besar tanah yang baik untuk pertanian sudah diambil. Suku Aztec mengalami kesulitan dalam mencari tempat tinggal baru. Mereka menetap di suatu wilayah yang didiami sedikit orang dan banyak ular. Setelah dihuni, suku Aztec murka pada raja lokal yang mengirim tentaranya untuk mengusir mereka. Suku Aztec lantas mencari tempat persembunyian di rawa-rawa dan perairan danau dangkal.

Suku Aztec pertama kali digunakan oleh seorang penjelajah abad ke-18 dan menjadi populer pada abad ke-19. Kata Aztec berarti orang-orang Aztlan yang mengacu pada tanah air milik bangsa Aztec. namun nyatanya imperium Aztec terdiri dari kelompok-kelompok yang berbeda. penduduk Tenochtitlan, misalnya menyebut diri mereka Tenocha, Mexica, atau Mexicacolhua. Imperium tersebut juga berisi bangsa Acolhua dari texcoco,  bangsa tepanec dari Azcapotcalzoo, bangsa Chalca, xochimilca, Tlahuica, dan bangsa-bangsa lainnya. Jadi nama Aztec keliru dalam banyak hal. oleh karena itulah ketahui oleh sebagian besar orang, para ahli tetap menggunakannya. Namun harus diingat bahwa nama Aztec adalah semacam jembatan keledai, dan namun itu sebenarnya mengacu pada bangsa-bangsa dari Imperium tersebut. Kekuasaan suku Aztec berpusat di Tenochtitlan (sekarang Mexico City) yaitu sebuah pulau yang berada di tengah-tengah danau tezoco. Kekuasaan Aztec meluas dari utara sampai ke teluk yang sekarang bernama teluk Mexico, kemudian dari timur sampai lerma, ke selatan sampai samudra pasifik dan ke barat sampai San Lorenzo.

Agama Dan Kepercayaan Suku Aztec

Suku Aztec merupakan penganut Politheis atau pemuja banyak dewa. Dewa-Dewa suku Aztec adalah Dewa Tlatecuhtli yang merupakan dewa utama suku Aztec. Dewa Huitzilopochtli (Dewa Perang), Dewa Hujan, Patung Coacticlue (Dewi Utama Suku Aztec), kemudian Elang dan Jaguar yang merupakan hewan penting bagi suku Aztec dan mereka menganggap elang sebagai pemburu terhebat di udara dan Jaguar pemburuh terhebat di darat.

Ilmu Pengetahuan Suku Aztec

Suku Aztec memiliki sistem pendidikan dan ilmu pengetahuan yang jauh lebih baik dari pada yang dimiliki oleh bangsa Spanyol. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya Kodeks Badianus yang ditulis pada tahun 1552 oleh Martinus yang merupakan dokter bagi suku Aztec. Kodeks itu memuat resep tradisional untuk pengobatan herbal. Suku Aztec juga memiliki keterampilan dalam bidang merancang bangunan. Pengetahuan di bidang teknim bangunan mereka membuat bangunan dengan menggunakan batu yang bernama Tazontle, dengan berat yang sangat ringan, untuk mengurangi berat bangunan. Tazontle digunakan sebagai bahan utama bangunan yang kemudian dilapisi dengan batu yang keras seperti batu basal Kesenian Dan Olahraga Suku Aztec. Walaupun diketahui bahwa suku Aztec merupakan suku yang liar, sebenarnya suku Aztec adalah orang-orang suku Aztec juga sangat artistik dalam membuat tembikar dan patung, menciptakan gambar yang artistik. Mereka merancang seni bagi para prajurit yang kemudian sering kali digunakan sebagai tatto untuk menghormati prestasi militer mereka. Orang-orang Aztec juga mengenal namanya puisi cinta, memainkan olahraga, khususnya olahraga Ullamalizti yang menggunakan bola karet yang dimainkan dilapangan.

Sistem Ekonomi Suku Aztec

pada tahun 400 M, Teotihuacan merupakan kota yang melingkupi 21 km2. Penemuan artefak batu-batu permata dan logam mulia menunjukan bahwa kota itu merupakan pusat perdagangan. Sebuah akuaduk memasok kota itu dengan air segar, sementara banyak perahu membawa makanan dan barang-barang lainnya dari pantai ke pasar-pasar yang ramai, bahkan bangsa Spanyol yang telah melihat kota-kota besar seperti Roma di Italia mengakui bahwa mereka tak pernah menjumpai kota seperti Tenochtitlan. Golongan khusus pedagang, disebut pochteca, berdagang dengan daerah yang bangsa Aztec sebut daratan panas. Mereka melakukan perjalanan dengan karavan ke selatan sejauh ketempat yang kini Panama. Perjalanan mereka bisa bertahun-tahun dengan para buruh angkut yang membawa barang muatan 48-65 km setiap hari. Para pedagang membawa pulang batu giok hijau, tempurung kura-kura dan makhluk laut lain, kulit jaguar, serta bulu-bulu burung yang berkilauan.

Sistem Organisasi Masyarakat Dalam Suku Aztec

Suku Aztec merupakan suatu masyarakat tertata yang sebagian besar warganya tinggal di kota-kota. Beberapa warga kota bertugas sebagai pejabat pemerintahan, pendeta, atau prajurit. Para penguasa berada di tingkat teratas dari masyarakat yang terbagi atas lapisan yang jelas. Masyarakat yang paling utama antara lain prajurit, pemimpin agama, dan pejabat yang menjalankan imperium. Mayoritas penduduk adalah masyarakat petani. Sesuai dengan catatan bangsa Spanyol, masyarakat suku Aztec dibentuk untuk menghasilkan prajurit. Mereka memuliakan peperangan dan memilih mati dalam peperangan atau menjadi tawanan yang dikurbankan para dewa.

Sistem Teknologi Suku Aztec

Para pekerja suku Aztec menggunakan peralatan yang telah digunakan selama berabad-abad oleh para pembangun kota lainnya di Mesoamerika, seperti kapak, palu, dan pahat yang terbuat dari obsidian, batu keras berwarna hitam. Mereka membuat lubang dengan bor bermata kuarsa, batu yang cukup keras untuk mengukis batu lainnya. Di utara kota, para pekerja memasukkan baja ke dalam celah di permukaan batu. Mereka kemungkinan memindahkan bongkahan itu ke kota dengan menggunakan penggelinding yang terbuat dari batang pohon atau dengan penggeret yang mereka tarik dengan menggunakan tali. mereka juga membawanya lewat sungai dengan menggunakan tongkong.

Sistem Penggunaan Bahasa Suku Aztec

Bahasa suku Aztec adalah bahasa Nahutl. Saat ini, bahasa Nahutl masih digunakan oleh 1,6 juta orang Meksiko. Suku Aztec tidak mempunyai sistem abjad atau tulisan seperti yang kita ketahui. Mereka mengandalkan komunikasi lisan untuk menyampaikan informasi dari generasi ke generasi. Mereka juga menciptakan catatan yang dikenal sebagai Kodeks (naskah kuno yang berupa tulisan tangan). Kodeks tersebut berupa lembaran kulit hewan rusa atau kayu yang dilipat seperti buku. Kodeks tersebut berisi simbol-simbol yang digambar, disebut Gilf, yang melambangkan hal-hal tertentu seperti tanggal atau nama tempat. Simbol-simbol itu juga merepresentasikan mitos, legenda, dan dewa-dewa. Setelah bangsa Spanyol menaklukkan suku Aztec pada tahun 1521, mereka menghancurkan sebagian besar kodeks karena berhubungan dengan kepercayaan suku Aztec yang ingin mereka ganti dengan Agama Kristen.

Ritual Khusus Suku Aztec
  • Saat melakukan ritual, pendeta suku Aztec mengecat hitam tubuh mereka sebagai pengenal bahwa mereka adalah seorang pendeta.
  • Setiap kali orang Aztec menaklukkan sebuah kota, mereka menambahkan semua dewa dari kota tersebut ke agama mereka. Itu sebab, agama Aztec selalu mendapatkan tambahan dewa baru.
  • Suku Aztec menguburkan anggota keluarga mereka di dalam rumah
  • Ritual aneh suku Aztec termasuk mendandani orang-orang khusus yang terpilih meniru dewa tertentu untuk kemudian dibunuh sebagai korban bagi dewa tersebut.
  • Orang Aztec percaya bahwa para dewa menginginkan pengorbanan sebagai imbalan atas bantuan yang akan diberikan. Jadi skala pengorbanan tergantung pada bantuan dewa yang diperlukan.Untuk bantuan yang penting tak jarang mereka memotong telinga, lidah, dan bahkan alat kelamin mereka sendiri untuk dikorbankan.
  • Saat anak perempuan lahir, ia akan diberikan bingkisan pot, alat tenun, dan batu pencuci, diiringi doa pendeta sebagai berikut, "Peranmu akan menjadi istri dan ibu dari prajurit masa depan". Orang yang membantu kelahirannya lantas memanggil dewi Yoalticitl untuk memberkatinya.
  • Jika anak laki-laki lahir, ia akan diberikan busur, anak panah, dan perisai dada, diiringi doa pendeta sebagai berikut, "Kau telah datang ke dunia ini untuk memberikan matahari darah musuh-musuhnya untuk diminum, dan untuk memberi makan tanah dengan tubuh mereka
  • Ritual pengorbanan manusia didasarkan pada kepercayaan bahwa para dewa akan meninggalkan mereka jika tidak mendapatkan "air yang berharga", yaitu darah.
  • Keyakinan ini diperdalam dengan kepercayaan bahwa tiga dewa utama Aztec yaitu Huitzilopochtli, Quetzalcoatl, dan Tezcatlipoca- mengorbankan diri dan menawarkan jantung mereka kepada matahari. Suku Aztec percaya bahwa jika mereka tidak melakukan pengorbanan, matahari tidak akan terbit keesokan harinya
  • Perempuan diperbolehkan menjadi pendeta selama mereka tidak menikah.
  • Jika orang miskin berpakaian seperti orang kaya, ia akan dihukum dengan rumahnya dibongkar. Jika ia bersalah lagi, maka hukumannya adalah dieksekusi