Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Sep 11, 2015

Peradaban dan Keruntuhan Suku Maya dan Aztec

Suku Maya merupakan salah satu suku asli di Amerika dan merupakan peradaban tua yang ada di Amerika. Suku Maya sendiri terletak di Meksiko Selatang dan Amerika Tengah. Wilayah Kerajaan Maya meliputi Semenanjung Yukatan (Meksiko), Hounduras, dan Guatemala. Pusat peradabannya di Semenanjung Yukatan.

Suku Aztec, sama seperti suku Maya. Suku Aztec merupakan salah satu suku dan peradaban tertua di Amerika khususnya di Mexico. Nama Meksiko sendiri diambil dari nama ibu kota kuno suku Aztec, yaitu Mexico-Tenochtitlan. Jika nama Meksiko sendiri diambil dari nama ibu kota kuno suku Aztec, hal ini tidak menutup kemungkinan bahwa peradaban maju seperti Aztec pernah mendiami daerah Meksiko saat ini. peradaban Aztec sendiri berdiri sekitar tahun 1298 M dan mencapai puncak kejayaannya pada tahun 1450 M. Kerajaan Aztec mengalami kehancuran setelah datangnya bangsa Spanyol, dengan Raja terakhirnya Monte Zuma II. Pusat kerajaan Aztec berada di daerah Semenanjung Yukatan.

Ketika individu atau kelompok tinggal disuatu tempat kemudian saling berinteraksi dan melakukan kegiatan yang dilakukan secara terus menurus, maka akan menjadi sebuah kebiasan. Dari kebiasaan itu akan lahir sebuah kebudayaan. Sebagaimana yang dikatakan oleh Koentjaraningrat yang mengatakan bahwa ada 7 unsur dari sebuah kebudayaan begitu pun dengan perdaban Maya dan Aztec ini.

Kebudayaan Suku Maya

Bahasa
Bahasa yang digunakan oleh bangsa/ suku Maya adalah Bahasa Maya. Bahasa ini masih digunakan oleh bangsa Maya pada saat ini.

Kesenian
Mampu membangun kota terbesar di dunia, kota Theotihuakan yang dihuni 100.00 penduduk. Tikal, situs tertua didunia yang berbentuk pyramid (piramida kastilo) bersisi terjal. Kota dongeng Manchu Picchu bertengger mengakangi gunung yang sempit, menjulang pada ketinggian 600 m diatas lembah sungai Urubamba.

Sistem Religi
Suku Maya mempercayai banyak dewa atau politeisme dengan mengorbankan nyawa manusia sebagai bagian dari ritual kepercayaan tersebut. Hingga saat ini, ritual pengorbanan masih dilakukan oleh keturunan Maya, namun darah yang digunakan adalah darah ayam.

Sistem Teknologi
Suku Maya mampu mendirikan bangunan dengan nama Chichen Itza dan membangun kanal untuk kepentingan pertanian dan penanaman jagung dan latex dengan sangat bagus. Selain itu, suku ini telah mampu membangun sumur untuk air bersih di atas puncak perbukitan, bahkan mereka menciptakan zumpul–ché yang di masa kini mirip dengan sauna modern, yang berfungsi untuk mandi keringat di dinding batu dan langit-langit, dengan lubang kecil dibagian atas langit-langit.

Sistem Mata Pencaharian
Mata pencaharian suku Maya mayoritas berburu dengan panah yang disebut dengan Atlatl, yang ujungnya dilumuri racun untuk melumpuhkan hewan buruannya. Selain berburu, masyarakat suku Maya juga bertani dan berdagang untuk memenuhi kebutuhah hidup sehari-hari.

Organisasi Sosial
Dalam kehidupan masyarakat suku Maya terdapat hirarki yang membagi masyarakat dalam beberapa kelas sosial. Dimana golongan elit atau kelas atas adalah mereka yang kaya yang biasanya memimpin ritual dan memiliki hak-hak istimewa seperti menuntut ilmu. Dan mereka yang berada di kelas bawah adalah golongan petani dan budak.

Sistem Ilmu Pengetahuan
Dalam hal sistem pendidikan, suku Maya telah mengenal sistem penulisan yang dituliskan dalam huruf yang mirip dengan Hierogliyph untuk mencatat peristiwa penting seperti peristiwa kelahiran dan kematian raja-raja Maya. Selain itu mereka juga ahli dalam bidang astronomi, penanggalan, dan aritmatika.

Kebudayaan Suku Aztec

Bangsa Aztec berasal dari kelompok suku bangsa Toltek dari utara yang kemudian mendiami dataran tinggi Meksiko. Peradaban Aztec berkembang di daerah Meksiko. Bangsa Aztec bukan merupakan bangsa inovator, melainkan sebagai bangsa yang mampu memadukan berbagai keunggulan budaya di daerah sekitarnya dengan peninggalan budaya klasik. Adapun kebudayaannya adalah sebagai berikut :

Bahasa
Bahasa yang digunakan oleh suku Aztec diyakini adalah bahasa Nahuatl, salah satu bahasa yang paling banyak dituturkan di keluarga bahasa Pribumi Amerika di Meksiko dan di Amerika utara secara keseluruhan.Dituturkan oleh lebih dari 1,5 juta orang-orang di Meksiko, dan di bawah "Hukum hak Ilmu bahasa" Nahuatl dikenali sebagai "bahasa nasional" yang mempunyai "status" yang sama di Meksiko seperti Bahasa Spanyol dan bahasa lainnya berasal dari pribumi Meksiko.

Kesenian
Kesenian dan arsitektur telah maju pesat, terutama dalam seni lukis dan seni bangunan. Bangunan besar dan megah dibuat dengan menggunakan bahan batu, pasir dicampur semen sehingga kuat dan halus. Bangunan piramida dibangun untuk memuja dewa. Bangsa Aztec memiliki seni bangun atau arsitektur yang amat tinggi. Sudah mengenal dekorasi patung.

Sistem Religi
Bangsa Aztec adalah bangsa yang gemar berperang, bagi mereka perang merupakan bagian dari budaya sendiri dan bagian dari sistem kepercayaan. Bangsa Aztec menyembah banyak dewa atau politheisme. Mereka menyembah dewa matahari yaitu Huitzilochti. Mereka mempercayai bahwa matahari adalah sumber kehidupan dan harus terus dipelihara, agar terus beredar pada orbitnya dan berputar terbit dan tenggelam. Untuk itu diperlukan pelumas yang murni yaitu darah manusia. Mereka meyakini bahwa pengorbanan manusia merupakan tugas suci dan wajib dilakukan agar dewa matahari tetap memberikan kemakmuran bagi manusia. Upacara pengorbanan dilakukan diatas altar dipuncak piramid dengan cara mengambil jantung korban untuk pendeta. Upacara pengorbanan manusia juga dilakukan secara masal dengan cara membunuh banyak orang.

Sistem Mata Pencaharian
Sebagian besar mata pencaharian Bangsa Aztec adalah berdagang dan bertani, namun tidak sedikit juga sebagai pengrajin emas dan lain-lain.

Organisasi Sosial
Penduduk Aztec dapat dibedakan atas tiga kelas. Kelas atas ditempati pendeta dan ksatria. Kelas kedua diduduki pekerja, pengrajin bebas, dan sedikit kaum pedagang. Sedangkan kelas terendah terdiri atas budak.

Sistem Teknologi
Sudah mengenal teknologi pertanian, transportasi seperti rakit yang terbuat dari rotan.

Keruntuhan peradaban Maya dan Aztec masing-masing dikarenakan oleh

Bangsa Spanyol yang mulai melakukan penjelajahan ke Benua Amerika diawali oleh Pelayaran Christopher Columbus (1451-1506) yang bermaksud untuk menemukan jalan jalan pintas ke India lewat jalur Barat.
Penjelajahan bangsa Spanyol ke benua Amerika diikuti dengan penaklukan dan kolonisasi. Hernando Cortez (1485-1547) berhasil mencapai Meksiko dan menaklukkan kerajaan Aztec yang dikuasai kaisar Montezuma. Sisa-sisa peradaban Aztec dihancurkannya dengan kejam.
Intinya dengan adanya kolonisasi yang dilakukan oleh bangsa Spnyol, maka peradaban Aztec pun dihancurkan.

Suku Aztec Di Benua Amerika

Menurut legenda, Aztec berasal dari suatu tempat yang disebut Aztlan, yang berarti "tempat yang putih" atau "tempat burung kuntul." Namun, tidak ada yang tahu pasti dimana Aztlan berada. Tempat ini mungkin termasuk wilayah Meksiko utara pada saat ini atau mungkin jauh lebih ke utara. Dari sejarah lisan suku Aztec, para sejarawan tahu bahwa mereka mengembara selama bertahun-tahun untuk mencari tempat tinggal. Mereka mendatangi Lembah Meksiko pada tahun 1200-an. Namun, orang Indian lainnya telah menetap disana dan sebagian besar tanah yang baik untuk pertanian sudah diambil. Suku Aztec mengalami kesulitan dalam mencari tempat tinggal baru. Mereka menetap di suatu wilayah yang didiami sedikit orang dan banyak ular. Setelah dihuni, suku Aztec murka pada raja lokal yang mengirim tentaranya untuk mengusir mereka. Suku Aztec lantas mencari tempat persembunyian di rawa-rawa dan perairan danau dangkal.

Suku Aztec pertama kali digunakan oleh seorang penjelajah abad ke-18 dan menjadi populer pada abad ke-19. Kata Aztec berarti orang-orang Aztlan yang mengacu pada tanah air milik bangsa Aztec. namun nyatanya imperium Aztec terdiri dari kelompok-kelompok yang berbeda. penduduk Tenochtitlan, misalnya menyebut diri mereka Tenocha, Mexica, atau Mexicacolhua. Imperium tersebut juga berisi bangsa Acolhua dari texcoco,  bangsa tepanec dari Azcapotcalzoo, bangsa Chalca, xochimilca, Tlahuica, dan bangsa-bangsa lainnya. Jadi nama Aztec keliru dalam banyak hal. oleh karena itulah ketahui oleh sebagian besar orang, para ahli tetap menggunakannya. Namun harus diingat bahwa nama Aztec adalah semacam jembatan keledai, dan namun itu sebenarnya mengacu pada bangsa-bangsa dari Imperium tersebut. Kekuasaan suku Aztec berpusat di Tenochtitlan (sekarang Mexico City) yaitu sebuah pulau yang berada di tengah-tengah danau tezoco. Kekuasaan Aztec meluas dari utara sampai ke teluk yang sekarang bernama teluk Mexico, kemudian dari timur sampai lerma, ke selatan sampai samudra pasifik dan ke barat sampai San Lorenzo.

Agama Dan Kepercayaan Suku Aztec

Suku Aztec merupakan penganut Politheis atau pemuja banyak dewa. Dewa-Dewa suku Aztec adalah Dewa Tlatecuhtli yang merupakan dewa utama suku Aztec. Dewa Huitzilopochtli (Dewa Perang), Dewa Hujan, Patung Coacticlue (Dewi Utama Suku Aztec), kemudian Elang dan Jaguar yang merupakan hewan penting bagi suku Aztec dan mereka menganggap elang sebagai pemburu terhebat di udara dan Jaguar pemburuh terhebat di darat.

Ilmu Pengetahuan Suku Aztec

Suku Aztec memiliki sistem pendidikan dan ilmu pengetahuan yang jauh lebih baik dari pada yang dimiliki oleh bangsa Spanyol. Hal tersebut dibuktikan dengan adanya Kodeks Badianus yang ditulis pada tahun 1552 oleh Martinus yang merupakan dokter bagi suku Aztec. Kodeks itu memuat resep tradisional untuk pengobatan herbal. Suku Aztec juga memiliki keterampilan dalam bidang merancang bangunan. Pengetahuan di bidang teknim bangunan mereka membuat bangunan dengan menggunakan batu yang bernama Tazontle, dengan berat yang sangat ringan, untuk mengurangi berat bangunan. Tazontle digunakan sebagai bahan utama bangunan yang kemudian dilapisi dengan batu yang keras seperti batu basal Kesenian Dan Olahraga Suku Aztec. Walaupun diketahui bahwa suku Aztec merupakan suku yang liar, sebenarnya suku Aztec adalah orang-orang suku Aztec juga sangat artistik dalam membuat tembikar dan patung, menciptakan gambar yang artistik. Mereka merancang seni bagi para prajurit yang kemudian sering kali digunakan sebagai tatto untuk menghormati prestasi militer mereka. Orang-orang Aztec juga mengenal namanya puisi cinta, memainkan olahraga, khususnya olahraga Ullamalizti yang menggunakan bola karet yang dimainkan dilapangan.

Sistem Ekonomi Suku Aztec

pada tahun 400 M, Teotihuacan merupakan kota yang melingkupi 21 km2. Penemuan artefak batu-batu permata dan logam mulia menunjukan bahwa kota itu merupakan pusat perdagangan. Sebuah akuaduk memasok kota itu dengan air segar, sementara banyak perahu membawa makanan dan barang-barang lainnya dari pantai ke pasar-pasar yang ramai, bahkan bangsa Spanyol yang telah melihat kota-kota besar seperti Roma di Italia mengakui bahwa mereka tak pernah menjumpai kota seperti Tenochtitlan. Golongan khusus pedagang, disebut pochteca, berdagang dengan daerah yang bangsa Aztec sebut daratan panas. Mereka melakukan perjalanan dengan karavan ke selatan sejauh ketempat yang kini Panama. Perjalanan mereka bisa bertahun-tahun dengan para buruh angkut yang membawa barang muatan 48-65 km setiap hari. Para pedagang membawa pulang batu giok hijau, tempurung kura-kura dan makhluk laut lain, kulit jaguar, serta bulu-bulu burung yang berkilauan.

Sistem Organisasi Masyarakat Dalam Suku Aztec

Suku Aztec merupakan suatu masyarakat tertata yang sebagian besar warganya tinggal di kota-kota. Beberapa warga kota bertugas sebagai pejabat pemerintahan, pendeta, atau prajurit. Para penguasa berada di tingkat teratas dari masyarakat yang terbagi atas lapisan yang jelas. Masyarakat yang paling utama antara lain prajurit, pemimpin agama, dan pejabat yang menjalankan imperium. Mayoritas penduduk adalah masyarakat petani. Sesuai dengan catatan bangsa Spanyol, masyarakat suku Aztec dibentuk untuk menghasilkan prajurit. Mereka memuliakan peperangan dan memilih mati dalam peperangan atau menjadi tawanan yang dikurbankan para dewa.

Sistem Teknologi Suku Aztec

Para pekerja suku Aztec menggunakan peralatan yang telah digunakan selama berabad-abad oleh para pembangun kota lainnya di Mesoamerika, seperti kapak, palu, dan pahat yang terbuat dari obsidian, batu keras berwarna hitam. Mereka membuat lubang dengan bor bermata kuarsa, batu yang cukup keras untuk mengukis batu lainnya. Di utara kota, para pekerja memasukkan baja ke dalam celah di permukaan batu. Mereka kemungkinan memindahkan bongkahan itu ke kota dengan menggunakan penggelinding yang terbuat dari batang pohon atau dengan penggeret yang mereka tarik dengan menggunakan tali. mereka juga membawanya lewat sungai dengan menggunakan tongkong.

Sistem Penggunaan Bahasa Suku Aztec

Bahasa suku Aztec adalah bahasa Nahutl. Saat ini, bahasa Nahutl masih digunakan oleh 1,6 juta orang Meksiko. Suku Aztec tidak mempunyai sistem abjad atau tulisan seperti yang kita ketahui. Mereka mengandalkan komunikasi lisan untuk menyampaikan informasi dari generasi ke generasi. Mereka juga menciptakan catatan yang dikenal sebagai Kodeks (naskah kuno yang berupa tulisan tangan). Kodeks tersebut berupa lembaran kulit hewan rusa atau kayu yang dilipat seperti buku. Kodeks tersebut berisi simbol-simbol yang digambar, disebut Gilf, yang melambangkan hal-hal tertentu seperti tanggal atau nama tempat. Simbol-simbol itu juga merepresentasikan mitos, legenda, dan dewa-dewa. Setelah bangsa Spanyol menaklukkan suku Aztec pada tahun 1521, mereka menghancurkan sebagian besar kodeks karena berhubungan dengan kepercayaan suku Aztec yang ingin mereka ganti dengan Agama Kristen.

Ritual Khusus Suku Aztec
  • Saat melakukan ritual, pendeta suku Aztec mengecat hitam tubuh mereka sebagai pengenal bahwa mereka adalah seorang pendeta.
  • Setiap kali orang Aztec menaklukkan sebuah kota, mereka menambahkan semua dewa dari kota tersebut ke agama mereka. Itu sebab, agama Aztec selalu mendapatkan tambahan dewa baru.
  • Suku Aztec menguburkan anggota keluarga mereka di dalam rumah!
  • Ritual aneh suku Aztec termasuk mendandani orang-orang khusus yang terpilih meniru dewa tertentu untuk kemudian dibunuh sebagai korban bagi dewa tersebut.
  • Orang Aztec percaya bahwa para dewa menginginkan pengorbanan sebagai imbalan atas bantuan yang akan diberikan. Jadi skala pengorbanan tergantung pada bantuan dewa yang diperlukan.Untuk bantuan yang penting tak jarang mereka memotong telinga, lidah, dan bahkan alat kelamin mereka sendiri untuk dikorbankan.
  • Saat anak perempuan lahir, ia akan diberikan bingkisan pot, alat tenun, dan batu pencuci, diiringi doa pendeta sebagai berikut, "Peranmu akan menjadi istri dan ibu dari prajurit masa depan". Orang yang membantu kelahirannya lantas memanggil dewi Yoalticitl untuk memberkatinya.
  • Jika anak laki-laki lahir, ia akan diberikan busur, anak panah, dan perisai dada, diiringi doa pendeta sebagai berikut, "Kau telah datang ke dunia ini untuk memberikan matahari darah musuh-musuhnya untuk diminum, dan untuk memberi makan tanah dengan tubuh mereka ".
  • Ritual pengorbanan manusia didasarkan pada kepercayaan bahwa para dewa akan meninggalkan mereka jika tidak mendapatkan "air yang berharga", yaitu darah.
  • Keyakinan ini diperdalam dengan kepercayaan bahwa tiga dewa utama Aztec yaitu Huitzilopochtli, Quetzalcoatl, dan Tezcatlipoca- mengorbankan diri dan menawarkan jantung mereka kepada matahari. Suku Aztec percaya bahwa jika mereka tidak melakukan pengorbanan, matahari tidak akan terbit keesokan harinya.
  • Perempuan diperbolehkan menjadi pendeta selama mereka tidak menikah.
  • Jika orang miskin berpakaian seperti orang kaya, ia akan dihukum dengan rumahnya dibongkar. Jika ia bersalah lagi, maka hukumannya adalah dieksekusi

Sep 4, 2015

Suku Maya

Suku Maya adalah kelompok suku yang tinggal di semenanjung Yucatan, Amerika Tengah yang berbatasan dengan Samudera Pasifik di sebelah barat, dan Laut Karibia di sebelah timur. Beksi super seksi Suku yang pada zaman batu mencapai kejayaan di bidang teknologinya (250 M hingga 925 M), menghasilkan bentuk karya dan peradaban unik seperti bangunan (Chichen Itza), pertanian (kanal drainase), tanaman jagung dan latex, sumurnya yang disebut "cenotes".

Cara mereka berkomunikasi dan mendokumentasikan tulisan: Tulisannya menggunakan gambar dan simbol, yang disebut "hieroglyph". Ada dua macam hieroglif: yakni yang menampilkan gambar utuh dari benda yang dimaksudkan, dan tipe yang menggambarkan sesuatu sesuai dengan suku katanya.

Misalnya kata "balam: jaguar", digambarkan dengan kepala binatang tersebut, atau dengan tiga suku kata "ba"-"la"-"ma" yang terdiri dari tiga gambar sejenis angkok/tempurung.

Suku ini juga mengenal kecantikan seseorang, dengan membuat tempurung kepalanya menjadi rata, dengan cara mengikatkan papan di dahi dan tempurung belakang pada bayi/kelahiran anak, sehingga pada waktu dewasa mereka merasa anggun dengan memiliki tulang dahi yang rata.

Adapun senjata yang digunakan adalah disebut "Atlatl" , yakni semacam busur dan panahnya.

Makanan utama mereka adalah: Tortilla.

Seperti yang kita ketahui, Suku Maya adalah suku yang menetap di Amerika Tengah dan antara 250 M sd. 925 M mereka mencapai masa keemasan dengan teknologinya. Keturunan Suku Maya masih ada hingga saat ini, yang telah runtuh adalah peradaban mereka pada masa lampau.

Suku Maya terkenal sebagai suku yang memiliki peradaban yang unik dengan tingkat intelektual yang tinggi. Pada zaman batu mereka telah mengenal seni membuat bangunan, kecantikan, cara menanam dan sistem pertanian, juga mengenal tulisan yang disebut dengan glyph.

Terdapat kemiripan antara Bahasa Jepang dan Bahasa Maya, kalau anda bisa berbahasa Jepang pasti mengerti sedikit-sedikit Bahasa Maya.

Yang menarik, Suku Maya meninggalkan Candi El Castilo yang mirip dengan Candi Sukuh di Jawa Tengah.

Walaupun memiliki peradaban yang sedemikian hebat, akhirnya Peradaban Suku Maya mengalami keruntuhan. NASA membiayai para peneliti untuk dapat menjelaskan hal ini.
Menggunakan teknologi ruang angkasa dengan pencitraan gambar dari satelit, menghasilkan data infra merah untuk mengidentifikasi ratusan kota kuno Suku Maya yang sebelumnya belum kita ketahui. Ini luar biasa, dimana teknologi ruang angkasa dipakai dalam bidang Arkeologi.

Suku Maya menebang hutan hingga gundul untuk membangun kuil-kuil, piramid dan monumen pada masanya. Kemudian terjadi musim kemarau, kurangnya curah hujan menyebabkan persediaan air tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan kota-kota mereka, ditambah lagi dengan menyebarnya wabah penyakit mengakibatkan kota-kota mereka mulai musnah satu-persatu. Diperkirakan juga terjadi perang saudara, ini diperkuat dengan ditemukannya kuburan massal pada beberapa kota Suku Maya.

Kelaparan, kehausan, wabah penyakit dan perang saudara akhirnya menjadikan mereka legenda yang menghiasi buku-buku sejarah. Disini terlihat, pentingnya kita menjaga kelestarian alam. Hutan sangatlah penting untuk kelangsungan hidup kita, bahkan peradaban secerdas Maya mengalami keruntuhan akibat mereka tidak menjaga alamnya. Semoga kita tidak bernasib sama seperti mereka. Suku Maya menyebabkan runtuhnya peradaban mereka sendiri, bukan karena siapa-siapa.

Kalender Bangsa Maya

Pada sistem penanggalan didalam Kalender Bangsa Maya/Maya Calendar yg merupakan kalender paling akurat sampe sekarang yg pernah ada di bumi.(Perhitungan Maya Calendar dari 3113 SM sampai 2012 M) ,mereka (Bangsa Maya) menyatakan pada tahun 2012,tepatnya tanggal 21 Desember 2012,merupakan "End of Times".
maksud dari "End of Times" itu sendiri masih diperdebatkan oleh para ilmuwan, dan arkeolog.

Ada yang menyatakan bahwa maksudnya adalah :
  1. Berhentinya waktu (bumi berhenti berputar)
  2. Peralihan dari Zaman Pisces ke Aquarius
  3. Peralihan dari Abad Silver ke Abad keemasan
  4. End of Times = End of the World as we know it
  5. Akan ada sebuah galactic Wave yang besar, yang memberhentikan semua kegiatan di muka bumi ini, termasuk kemusnahan manusia
  6. Perubahan dari dimensi 3 ke dimensi 4, bahkan 5
  7. Kehidupan manusia meningkat dari level dimensi 3, ke 4, DNA manusia meningkat dari strain 2 ke 12, sehingga manusia dapat menggunakan telepati bahkan telekinesis
  8. Ada yang menyatakan tidak akan terjadi apa-apa
  9. Ada yang menyatakan waktu sudah tidak akan berlaku, jadi waktu tidak linear, tetapi bisa berubah2, sesuai dengan waktu yang kita alami, karena ditemukannya mesin waktu
  10. Ditemukannya mesin waktu dan stargate
  11. Manusia sudah dapat melakukan transportasi ke galaxi lain, melalui stargate
  12. Bangkitnya messiah, yang akan menyelamatkan manusia dari kehancuran
  13. Kebangkitan Isa AS / Jesus
  14. First Contact pertama kali peradaban manusia dengan Alien/UFO
  15. Manusia bergabung dengan komunitas antar galaxi pertama kali, manusia = galaxy being.

Dalam kalender bangsa Maya yang sangat tersohor itu, diramalkan bahwa pada periode 1992-2012 bumi akan dimurnikan, selanjutnya peradaban manusia sekarang ini akan berakhir dan mulai memasuki peradaban baru.

Penjelasan Kalender Bangsa Maya

Misteri Hilangnya Suku Maya

Suku bangsa Maya, merupakan salah satu suku paling terkenal sekaligus misterius di dunia. Mereka terkenal karena memiliki kebudayaan tinggi dan mewariskan bangunan-bangunan megah seperti house of the dove (rumah merpati) di kawasan mesoamerika. Suku ini juga dianggap misterius, karena hilang begitu saja dari panggung sejarah. Nggak ada jejaknya.

Sampai kini, para arkeolog terus berusaha menyingkap misteri bangsa ini. Berkat kegigihan, sepertinya misteri hilangnya suku ini mulai terungkap.
Menurut para peneliti dari Marshall Space Flight Center di Huntsville, Alabama, AS, seperti dikutip dari livescience, suku ini mungkin punah karena perubahan iklim. Kesimpulan ini didapat setelah mereka mengamati wilayah Amerika Tengah via satelit.

Program satelit yang mengamati kawasan itu dikenal sebagai SERVIR. Diluncurkan awal tahun 2005. Mulanya, satelit ini digunakan untuk menolong pemerintah menghalau kebakaran hutan, meningkatkan potensi lahan dan membantu memperbaiki  kerusakan lingkungan.  Kenyataannya, program satelit ini bukan cuma membantu dalam hal-hal tersebut saja, tapi juga menemukan jejak-jejak kuno Suku Maya. Jejak ini berkemungkinan besar wilayah pertanian masa lalu yang rusak berat.

Servir memberi informasi, bahwa perubahan iklim mungkin merusak ekosistem dan keanekaragaman hayati yang dimiliki lingkungan Suku Maya.
Sebelumnya, ada banyak dugaan mengenai penyebab hilangnya Suku Maya. Ada yang bilang disbabkan oleh badai topan, kelebihan penduduk, wabah penyakit hingga pemberontakan petani. Namun, Arkeolog Nasa satu-satunya, Sever, menyebut bahwa kepunahan itu mungkin disebabkan oleh perubahan iklim.

Suku Maya mungkin saja mengeksploitasi lahan subur yang disebut bajos dan tergantung pada lahan ini. Buktinya, citra satelit memperlihatkan adanya demaga kuno, kanal-kanal pengairan dan ladang-ladang pertanian.

Ketika musim kering yang panjang melanda akibat perubahan iklim, lahan pertanian subur ini menjadi kerontang dan tak menghasilkan. Ini membawa kemunduran besar bagi Suku Maya sampai akhirnya mereka hilang dari sejarah.

Sejarah Suku Maya & Rahasia Kebudayaan Bangsa Maya

Sejarah Suku Maya & Rahasia Kebudayaan Bangsa Maya : Rahasia Kebudayaan Bangsa Maya Banyak orang pernah mendengar legenda budaya bangsa Maya. Selama ini, kesan sebagian besar orang terhadap bangsa Maya tidak terlepas dari suasana hutan belantara di benua Amerika. Menyinggung tentang bangsa Maya, yang terlintas dalam benak sejumlah orang adalah sekelompok orang Indian yang sekujur tubuhnya mengenakan pakaian bulu warna cemerlang, berputar mengelilingi lingkaran di bawah sinar rembulan melaksanakan upacara misterius, di tengah-tengah berdiri dukun sakti yang berilmu tinggi. Mari kita simak ulasan yang diambil dari  Buku "Himpunan Inspirasi Peradaban Prasejarah" dan di tulis ulang di fadlie.web.id. Memang benar, bangsa Maya tinggal di Amerika Tengah yang sekarang ini, bekas peninggalan sejarah yang misterius berada di dalam hutan belantara yang terpencil dan sepi, sekalipun begitu, ada beberapa orang yang mengetahui, bahwa bangsa Maya mempunyai hubungan yang sangat erat dengan bangsa Tiongkok dan Mongol di belahan bumi lain yang jauh. Peninggalan batu raksasa dan karya seni bangsa Maya yang mahatinggi, jauh melebihi kehebatan teknologi masa kini. Marilah kita lepaskan prasangka dan persepsi yang telah telanjur tertanam, menyelami kembali bekas kehidupan dan tempat tinggal bangsa Maya, melihat-lihat bagaimana dan apakah sebenarnya bangsa dan kebudayaan Maya.

Proses Penemuan

Bangsa Spanyol masuk ke Amerika Selatan pada abad ke-16, dengan status agresor mereka menjajah daratan yang asli ini. Penduduk Amerika Tengah dan Selatan ketika itu hidup sebagai petani yang primitif, mereka sama sekali tidak berdaya menghadapi kapal dan meriam kuat bangsa Spanyol. Dan dengan cepat, bangsa Spanyol menyebarkan agama mereka ke tempat tersebut, dua orang misionaris yang melihat kepercayaan takhayul dan ilmu sihir penduduk setempat, segera membakar tempat tersebut, mengakibatkan buku kuno yang disembunyikan semuanya terbakar musnah.

Tidak disangka bahwa buku-buku tersebut adalah buku kuno yang mencatat pusaka pengetahuan peninggalan kebudayaan bangsa Maya yang telah lama menghilang, di dalamnya tercatat secara terperinci tingkat ilmu pengetahuan dan budaya mereka yang mahatinggi pada masa itu. Mungkin demikianlah takdirnya, kini para ilmuwan yang menyelidiki kebudayaan Maya hanya bisa menggambarkan kehebatan budaya Maya saat itu secara tambal sulam berdasarkan potongan naskah yang berhasil dikumpulkan.

Bebatuan Raksasa di Hutan

Piramida bangsa Maya dapat dikatakan merupakan bangunan piramida kedua yang terkenal setelah piramida di Mesir. Kedua jenis bangunan piramida ini terlihat tidak begitu sama, warna piramida Mesir adalah kuning keemasan, sebuah piramida bersudut empat yang berbentuk kerucut, agak terkikis setelah berabad-abad tertiup angin dan diterpa hujan. Piramida Maya lebih rendah sedikit, disusun dari bebatuan raksasa yang berwarna abu-abu dan putih, tidak semuanya berbentuk kerucut, di puncaknya ada sebuah balairung untuk memuja dewa. Di sekeliling piramida Maya masing-masing memiliki 4 tangga, setiap tangga memiliki 91 undakan, secara total 4 buah tangga ditambah satu undakan bagian paling atas adalah berjumlah 365 undakan (91 x 4 + 1 = 365), tepat merupakan jumlah hari dalam satu tahun.

Bangsa Maya sangat memperhatikan ilmu perbintangan, baik di dalam maupun di luar bangunan semuanya adalah angka yang berhubungan dengan hukum peredaran benda langit. Selain jumlah undakan tangga, pada 4 bagian piramida masing-masing terdapat 52 buah relief 4 sudut, menandakan satu abad bangsa Maya adalah 52 tahun.

Observatorium astronomi bangsa Maya juga memiliki bentuk bangunan yang sangat spesifik. Dilihat dari sudut pandang masa kini, secara fungsional maupun bentuk luar observatorium bangsa Maya sangat mirip dengan observatorium masa kini, sebagai contoh misalnya menara pengamat observatorium Kainuoka, di atas teras yang indah dan sangat besar pada menara tersebut, terdapat undakan kecil bertingkat-tingkat yang menuju ke teras. Ada beberapa kemiripan dengan observatorium sekarang, juga merupakan sebuah bangunan tingkat rendah yang berbentuk tabung bundar, pada bagian atas terdapat sebuah kubah yang berbentuk setengah bola, kubah ini dalam rancangan observatorium sekarang adalah tempat untuk menjulurkan teropong astronomi. Empat buah pintu di lantai yang rendah tepat mengarah pada 4 posisi. Jendela di tempat itu membentuk 6 jalur hubungan dengan serambi muka, paling sedikit tiga di antaranya berhubungan dengan astronomi. Salah satunya berhubungan dengan musim semi (musim gugur), sedangkan dua lainnya berhubungan dengan aktivitas bulan.

Menara pengamat observatorium Kainuoka ini adalah peninggalan terbesar dalam sejarah, peninggalan sejarah yang lain juga memiliki bangunan yang serupa. Semuanya dalam posisi yang saling merapat dengan matahari dan bulan. Belakangan ini arkeolog beranggapan bahwa astronom bangsa Maya pada zaman purbakala telah membangun jaringan pengamat astronomi pada setiap wilayahnya.

Dinilai pada masa kini, bangunan tersebut cukup menakjubkan. Piramida Maya misalnya, bagaimanakah caranya memotong bebatuan berukuran sangat besar, diangkut ke tempat yang jauh dalam hutan belantara, bebatuan yang beratnya puluhan ton, ditumpuk hingga mencapai tinggi 70 meter, jika tidak ditunjang dengan alat angkut dan peralatan yang memadai, adalah sangat sulit untuk menyelesaikan pekerjaan tersebut. Dan suku bangsa yang hidup dalam hutan belantara, mengapa harus mengerahkan upaya dan tenaga sedemikian besar, membangun sebuah jaringan pengamat observatorium? Ditilik dari sejarah, teleskop baru ditemukan pada abad ke-16 oleh Galileo, setelah itu barulah muncul observatorium ukuran besar, dan konsep jaringan pengamat observatorium baru muncul pada zaman modern. Kala itu konsep yang demikian dapatlah dikatakan sangat maju dan canggih.

Hilangnya Suku Maya secara misteri

Hilangnya Suku Maya secara misteri: Lembaran budaya cemerlang yang ditulis bangsa Maya untuk sejarah manusia, telah kita ketahui tingkat keanggunannya. Arkeolog menganggap, kebudayaan bangsa Maya semestinya secara perlahan-lahan terbentuk sejak tahun 2000 SM hingga masa tahun 250 M, setelah tahun 250 M hingga masa tahun 900 M, budaya tersebut memasuki masa keemasan, dan pada abad ke-7 dan 8, memasuki masa yang sangat makmur dan sejahtera.

Tulisan paling dini bangsa Maya muncul menjelang dan sekitar Masehi, namun batu prasasti pertama yang tergali memperlihatkan catatan yang menulis tahun 292 M. Sejak itu, tulisan bangsa Maya hanya tersebar pada areal terbatas. Dan pada tarikh Masehi setelah pertengahan abad ke-5, tulisan bangsa Maya baru secara menyeluruh tersebar ke semua kawasan Maya. Misalnya batu prasasti terakhir diselesaikan pada 869 M, dan batu prasasti terakhir di seluruh kawasan Maya diselesaikan pada 909 M.

Menurut data penelitian: "Suatu hari di tahun 909 M, tanpa sebab yang jelas, 80% bangsa kuno Maya tiba-tiba saja menghilang, tidak hanya meninggalkan kuil yang belum selesai dibangun, bahkan sejumlah besar balairung dewa dan bangunan model raksasa semuanya ditinggalkan begitu saja, terbenam dalam reruntuhan tembok yang roboh. Semua pusat pemujaan juga terhenti aktivitasnya. Kemudian, sejak hari itu, kebijaksanaan leluhur lenyap dengan sangat cepat, dan bangsa Maya yang tertinggal pun mulai berubah menjadi buta pengetahuan dan merosot moralnya."

Dari bukti penelitian ilmuwan ini, kita dapat memberikan penjelasan yang rasional: Setelah mengalami perkembangan budaya yang tinggi, dikarenakan perkembangan budaya materi, kehidupan bangsa Maya kuno lambat laun merosot, menuju kemerosotan moral masyarakat. Lalu sebagian yang masih disebut kebijaksanaan leluhur itu, pada kenyataannya adalah sekelompok orang yang telah jatuh merosot moralnya, mereka mendorong perkembangan hal yang tidak baik, membuat segenap masyarakat bangsa Maya kuno mengarah menuju kepunahan!

Meskipun terdapat sejumlah dokumen yang tersisa, namun sangat sulit bagi kita untuk memastikan peristiwa mengerikan apa yang sebenarnya terjadi pada tahun 909 M itu, berbagai macam versi hipotesa tentang kepunahan bangsa Maya, misalnya banjir, gempa bumi, angin topan, bencana maupun pendapat lainnya tentang wabah, keracunan massal, penyakit menular, bahkan dikatakan populasi yang membengkak, pembakaran hutan secara berulang kali untuk bercocok tanam yang mengakibatkan tanah gersang, ataupun bencana ekonomi, bahkan dikatakan invasi musuh, perang antarkota, pemberontakan kaum petani maupun masalah sosial seperti bunuh diri massal, dan pendapat lain yang tak terhitung jumlahnya. Apa pun penyebabnya sama sekali tidaklah penting, intinya adalah sejarah sekali lagi telah mempertahankan orang yang baik dan sederhana, sedangkan sebutan "buta pengetahuan dan merosot moralnya" yang digunakan untuk melukiskan keturunan bangsa Maya, hanyalah kaidah yang dilihat oleh mata manusia masa kini, sangat lugu dan baik seperti tidak berpengetahuan, tidak tahu mengejar keuntungan mendatangkan keputusasaan. Pertanyaannya adalah mengapa sejarah manusia lagi-lagi mencatat lenyapnya umat manusia yang disebut sebagai "kebijaksanaan leluhur"?

Sep 3, 2015

Sejarah Singkat Pelacuran Di China Kuno

Jaman Chun Qiu (770-476 SM)

Guan Zong, seorang perdana mentri dari Kerajaan Qi membangun 700 rumah plesiran & memajaki penghuninya. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk meningkatkan kas negara. Inilah bentuk prostitusi legal tertua di China.

Sekitar 200 tahun kemudian, Raja Yue Goujian menempatkan janda-janda prajurit di Dufushan (Gunung Janda), mereka kemudian dijadikan pemuas hasrat bagi prajurit-prajuritnya. Ide Gojian ini disebut sebagai cikal bekal Yingji (pelacuran di barak militer).

Dinasti Han (206 SM-220)

Kaisar Han Wudi menata ulang konsep penghibur di barak militer. Wanita-wanita itu ditugaskan untuk melayani prajuritnya yang sedang berperang melawan Bangsa Xiongnu (Bangsa Hun).

Orang-orang kaya mulai mengikuti kebiasaan pejabat memelihara penyanyi & penari wanita. Mereka dikenal dengan istilah "Jiaji" (penghibur keluarga).

Jaman Utara & Selatan (386-589)

Kerajaan Wei Utara (386-534) memperkenalkan institusi Yuehu 乐户 (keluarga pemusik). Mereka adalah keluarga narapidana politik, kriminil & tawanan perang yg dihukum menjadi penghibur secara turun temurun. Sistem Yuehu juga dikenal sebagai Yueji 乐籍 (register pemusik).

Dinasti Tang (618-907)

Untuk melembagakan penghibur bagi kekaisaran, Kaisar Gaozu (Li Yuan) membangun Jiaofang (教坊), yakni sebuah departemen yang mengumpulkan & melatih para gadis dengan pelbagai ketrampilan; seperti menyanyi, menari, kaligrafi, puisi, tatakrama, seni pertunjukan, dsb. Wanita penghibur dari Jiaofang dekanal sebagai Gongji 公妓 (penghibur milik negara), yg terdiri dari: Gongji 宮妓 (penghibur keluarga kaisar) & Guanji (penghibur pejabat).
Catatan: Jangan rancu antara Gongji 公妓 (penghibur milik negara), dengan Gongji 宮妓 (penghibur keluarga kaisar), Gongji 宮妓 meerupakan bagian dari Gongji 公妓.

Jiaofang sempat diganti namanya menjadi Yuan Shaofu (云韶府) oleh Kaisar Wanita Wu Zetian. Belakangan Kaisar Xuanzong (Li Longji) mengembalikan namanya menjadi Jiaofang. Kaisar yang gila seni & hiburan ini bahkan menambahkan 2 Jiaofang baru, yakni Jiaofang Kiri & Jiaofang Kanan. Masing-masing berkedudukan di Chang'an & Luoyang. Jiaofang yg orisinil kemudian disebut "Jiaofang Dalam" & berada di Istana Penglai.

Pihak swastapun tidak ketinggalan mengumpulkan & melatih gadis-gadis berbakat. Mereka dikenal sebagai Siji (pelacur partikelir). Sebagian besar kelompok ini menetap di Pingkang Li (平康里), yaitu sebuah sudut kota Chang'an yg menjadi pusat prostitusi. Lebih spesifik lagi, wanita-wanita itu menetap di sebuah bangunan yang disebut Qinglou (rumah bordil).

Qinglou sendiri aslinya bermakna hunian yg indah untuk para bangsawan. Namun sejak Liu Miao dari Liang Selatan (397-414) menulis sajak yg menghubungkannya dengan Changnu (pelacur), konotasi Qingloupun lambat laun berubah menjadi sarang pelacuran, alias wisma bunga raya.

Dinasti Song (960-1279)

Saat kekuasaan beralih ke Wangsa Zhao dari Ahala Song, pembuatan & penjualan arak diatur oleh negara. Untuk meningkatkan omzet kedai arak milik pemerintah, pejabat-pejabat terkait mulai menempatkan gadis-gadis penghibur di sana.

Berbeda dengan periode Tang yang relatif liberal, Kekaisaran Song jauh lebih konservatif mengatur moral pejabatnya. Pemerintah menegaskan bahwa Guanji dari Jiaofang hanya memberikan hiburan yg berupa tarian, nyanyian & musik saja. Mereka bukanlah budak seks.

Dinasti Ming (1368-1644)

Pendiri Kekaisaran Ming, Zhu Yuanzhang melarang para pejabatnya main pelacur. Sehubungan dengan itu, beliau juga meredefinisi fungsi Guanji. Penghibur resmi milik negara ini sekarang tidak lagi diperuntukan bagi pejabat, melainkan menjual jasanya pada masyarakat umum. Wilayah pesisir sungai Qinhuai di Jinling (Nanjing) menjadi pusat lokalisasi para Guanji. Kebijakan anti prostitusi bagi pejabat yg diterapkan Zhu Yuanzhang terbukti tidak efektif. Khususnya di penghujung Dinasti Ming, dimana banyak sekali pejabat & kaum cendekia yg berhubungan dengan pelacur secara terang-terangan.

Pangeran Zhu Di menggulingkan Kaisar Jianwen (yg notabene keponakannya sendiri). Zhu Di kemudian naik tahta sebagai Kaisar Yongle. Ia mengasingkan seluruh keluarga simpatisan Jianwen ke Shanxi & Shaanxi (Shanxi & Shaanxi adalah 2 propinsi yg berbeda). Anak & istri mereka dipaksa menjadi Yuehu (keluarga pemusik) secara turun temurun. Mereka adalah Jianmin (pariah) yg harus lahir, hidup, & mati sebagai penghibur.

Hari-hari terakhir Kekaisaran Ming bisa disebut sebagai era Renaissance-nya pelacur multi talenta. Mereka memberi sumbangsih yang amat besar bagi perkembangan seni & sastra di Tiongkok. Kaum cendekia bahkan tak malu-malu menyebut mereka sebagai "Xiong" (kakak laki-laki). Contohnya Gu Mei (Gu Hengbo) yang sering dipanggil "Mei Xiong".

Dimasa ini juga mucul istilah 8 wanita cantik dari Sungai Qinhuai (Qinhuai Bayan), yang mengacu pada 8 bunga raya termahsyur, yakni: Gu Hengbo, Dong Xiaowan, Bian Yujing, Li Xiangjun, Kou Baimen, Ma Xianglan, Liu Rushi & Chen Yuanyuan. "

Dinasti Qing (1644-1911)

Rezim Manzhu menandai datangnya era baru yang lebih ketat mengatur prostitutsi. Dimulai dari Kaisar Shun Zhi yg melarang para wanita dari Jiaofang memasuki istana. Institusi itu kini hanya boleh merekrut penghibur dari kalangan kasim & pria saja. Selanjutnya pada masa pemerintahan Yongzheng, Jiaofang diganti namanya menjadi Heshengshu. Ini untuk meningkatkan derajat penghibur kerajaan. Karena sebelumnya citra Jiaofang sudah begitu cemarnya. Baginda Yong Zheng juga merehabilitasi para Yuehu (keluarga pemusik) di Shanxi & Shaanxi. Mereka yg turun temurun diharuskan menjadi penghibur sejak jaman Yongle (Dinasti Ming), kini diperkenankan menggeluti profesi lainnya. Dengan kata lain, mereka berhak kembali menjadi warga biasa (Liangmin), bukan warga buangan (Jianmin) lagi.

Setelah Yuehu di Shanxi & Shaanxi, Yongzheng juga merehabilitasi kaum Jianmin di berbagai wilayah China lainnya. Para pariah yg sudah termarginalkan selama ratusan tahun karena dosa/pandangan politik leluhurnya, sekarang dapat sedikit bernapas lega.

Dengan dihapusnya berbagai institusi penghibur milik negara, seperti Jiaofang, Guanji & Yuehu, prostitusipun kini menjadi domain swasta.

Seiring perkembangan jaman yang semakin liberal & materialistis, Yiji sejati, yakni pelacur yang hanya menjual bakatnya saja telah terkikis (kalau bukan punah) dari bumi Tiongkok. Berbeda dengan saudarinya di Jepang, Geigi (Geisha) yang tetap lestari sampai hari ini.

Efesus Kota Yunani Kuno

​Efesus adalah sebuah kota Yunani kuno, dan kemudian menjadi besar sebagai kota Romawi. Terletak di pantai barat Asia, dekat Selçuk provinsi Izmir di Turki . Lokasi ini dulunya merupakan salah satu dari dua belas kota dari Liga Ionia selama era Yunani Klasik. Pada periode Romawi, Efesus memiliki populasi lebih dari 250.000 di abad ke-1 SM, merupakan salah satu kota terbesar di dunia Mediterania. Dulunya Efesus merupakan kota yang berkembang dan menjadi kota perdagangan yang kaya dan bernilai budaya tinggi.

Kota ini terkenal karena kuil Artemis (yang dibangun sekitar 550 sebelum masehi), yang menjadi salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno. Pada kaisar Konstantin I dibangun dikembangkan kembali perkotaan dan mendirikan pemandian umum baru. Bila kita berkunjung kesini kita masih dapat melihat tempat-tempat pemandian umum. Sistem perairan yang kita juga masih dapat melihatnya. Kota ini sempat hancur diwaktu 401 Masehi oleh sekelompok massa yang dipimpin oleh St Yohanes Krisostomus. Lalu kota ini pun sebagian juga hancur oleh gempa bumi di 614 AD.

Efesus adalah merupakan salah satu kota yang banyak dikutip dalam Kitab Wahyu dan Kisah Para Rosul bagi umat Kristiani. Injil Yohanes (salah satu murid Yesus/Isa) mungkin banyak menulis dikota ini. Kota ini juga merupakan tempat kuburan gladiator besar pada jaman Romawi. Sebuah legenda, yang pertama kali disebutkan oleh Epifanius dari Salamis pada abad ke-4, diakui bahwa Maria mungkin telah menghabiskan tahun-tahun terakhir hidupnya di Efesus. John pun hidup di kota ini, sehubungan dengan perintah Yesus kepada Yohanes untuk mengurus Maria setelah kematiannya. Sejak abad ke-19, Rumah Perawan Maria, sekitar 7 km (4 mil) dari Selçuk, konon telah menjadi rumah terakhir dari Maria, berdasarkan visi Suster Anne Catherine Emmerich. Hingga kini RUmah Perawan Maria menjadi tempat yang populer ziarah Katolik yang telah dikunjungi oleh tiga paus terakhir.

Di Efesus ini selain Kuil Artemis yang merupakan salah satu dari Tujuh Keajaiban Dunia Kuno, juga memiliki tempat-tempat menarik lainnya seperti Odeon yaitu teater kecil yang beratap yang dibangun oleh Vedius Antonius dan istrinya sekitar 150 AD, teater untuk drama dan konser dimana teater ini dapat menampung 1500 orang, terdapat 22 tangga. Dibagian atasnya dihiasi dengan pilar granit merah dan gaya Korintus.

Selain itu juga terdapat Kuil Hadrian yang berasal dari abad ke-2 hingga ke-4 yang banyak menjalani perbaikan. Kuil ini menjadi gambar di mata uang Turki, uang kertas 20 lira tahun 2005-2009. Ada juga terdapat Kuil Domitianus yang merupakan satu kuil terbesar didalam kota. Dan terdapat teater terbuka terbesar di dunia kuno yang dapat menampung kapasitas 44 ribu tempat duduk. Dan ada juga Makam (air mancur) Pollio yang didirikan pada tahun 97 masehi.

Yang paling terlihat antik adalah terdapat Perpustakan Celsus, walau kondisinya sudah reruntuhan namun tambah pilar depannya masih terlihat. Kebanyakan para turis sering melakukan foto-foto didepan lokasi ini. Perpustakaan Celsus dibangun untuk menyimpan 12 ribu gulungan dan untuk melayani sebagai makam monumental untuk Celsus. Celsus dimakamkan dibawah perpustakaan.