Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jan 12, 2015

Segel Kerajaan Daud Dan Sulaiman

Tim arkeolog Mississippi State University telah menemukan enam segel kerajaan Daud yang terbuat dari tanah liat di situs kecil wilayah Israel. Menurut arkeolog, penemuan segel dokumen ini membuktikan keberadaan raja Daud dan Sulaiman. Beberapa sarjanawan modern melupakan raja Daud dan Sulaiman sebagai tokoh mitologis dan tidak mempercayai keberadaan kerajaan mereka berada di wilayah tersebut, seperti yang tertulis dalam kitab suci. Penemuan ini memberi bukti bahwa beberapa jenis kegiatan pemerintahan pernah terlaksana pada periode tersebut.

Profesor Jimmy Hardin dari MSU mengatakan, segel kerajaan Daud terbuat dari tanah liat digunakan untuk menutup hubungan resmi seperti penggunaan segel lilin yang digunakan pada dokumen resmi di periode selanjutnya. Arkeolog telah menggali situs di Khirbet Summeily sepanjang musim panas, situs ini ditemukan pada tahun 2011 disebelah timur Gaza, Israel selatan. Hasil temuan diterbitkan dalam Near Eastern Archaeology edisi Desember 2014.

Segel Kerajaan Daud Dan Sulaiman

Arkeolog memberi bukti bahwa situs ini terintegrasi pada entitas politik yang ditandai adanya aktivitas elit, dimana negara itu sudah terbentuk sejak abad ke-10 SM. Segel ini digunakan yang berhubungan dengan Zaman Besi sekitar abad ke-10 SM, mendukung kebenaran sejarah raja Daud dan Sulaiman sebagaimana tercatat dalam teks-teks kitab Ibrani. Situs ini memperlihatkan dinamika sejarah perbatasan antara Filistin dan Yudea pada abad ke-10 SM. Arkeolog mengidentifikasi perbedaan catatan arkeologi antara Filistin dan Yehuda, mengapa pada saat itu terbentuk perbatasan didaerah ini. Kami sedang berusaha untuk mempelajari apa adalah proses dimana entitas politik diciptakan.

Penemuan ini berkontribusi signifikan terhadap perdebatan dalam komunitas arkeologi tentang pemerintahan atau negara yang terbentuk pada periode awal zaman Besi. Artefak berimplikasi luas, dimana para sarjanawan banyak yang berpendapat bahwa organisasi politik terjadi lebih lambat daripada yang tertulis dalam teks Alkitab.



Menurut Hardin, beberapa ulama teks dan arkeolog telah melupakan keandalan catatan sejarah teks Alkitab yang berkaitan dengan raja Daud dan Sulaiman. Seperti yang tercatat dalam kitab para raja dan Samuel Kedua, sarjanawan sering berpendapat bahwa mereka hidup di Zaman Besi abad ke-10 SM. Fakta ini membuktikan bahwa segel kerajaan Daud yang digunakan untuk dokumen berasal dari situs yang terletak di batas terluar, terintegrasi pada tingkat melampaui kecenderungan teks. Kegiatan politik atau administratif berada pada tingkat yang melampaui pemerintahan pedesaan.

Dalam jurnal tersebut menjelaskan situs penggalian sebagai daerah perbatasan antara pusat pemerintahan Yehuda dan Filistin. Awalnya diasumsikan sebagai pertanian kecil Zaman Besi, tetapi temuan arkeologis lainnya menunjukkan keberadaan tingkat organisasi politik yang sebelumnya dianggap tidak ada pada saat itu. Arkeolog mempercayai budaya material yang telah ditemukan di Summeily menunjukkan tingkat aktivitas politik dan ekonomi yang belum pernah diduga berkembang diakhir Zaman Besi I dan awal Zaman Besi IIA, terutama terintegrasi dengan situs Hesi.

Segel kerajaan Daud mencerminkan kompleksitas politik lebih besar dan integrasi dengan seluruh lanskap ketika memasuki transisi Zaman Besi I dan Zaman Besi IIA. Sarjanawan sering mengabaikan kecenderungan kompleksitas politik, misalnya pembentukan negara yang terjadi sebelum kedatangan bangsa Asyur diwilayah tersebut. Segel tanah liat masih lengkap, keduanya memiliki kesan segel parsial dan yang lainnya tidak. Dua segel terlihat hitam disebabkan oleh api, dan salah satu segel berlubang.

Model segel kerajaan Daud merupakan jenis gerabah kuno yang ditemukan di situs yang sama. Begitupula temuan jenis Scarab Mesir (kotoran kumbang besar yang dianggap sebagai suci di Mesir kuno), gaya jimat Mesir, dan keseluruhan stratigrafi atau lapisan situs membuktikan bahwa wilayah ini berdiri pada abad ke-10 SM. Selama penelitian beberapa tahun terakhir, arkeolog telah menyadari bahwa manusia jarang membudidayakan pertanian didaerah ini. Wilayah ini dipenuhi padang rumput, dimana pengembala cenderung membawa domba dan kambing dibawah perlindungan pemerintah mereka.

Vulkanik Terbesar Muntahkan Lava Selama 750 Ribu Tahun

Beberapa analisis geologi dari Universitas Princeton menunjukkan serangkaian ledakan vulkanik besar telah terjadi sekitar 66 juta tahun yang lalu. Ledakan vulkanik terbesar memuntahkan gas yang mengubah iklim atmosfer sebelum dan selama peristiwa kepunahan massal yang diduga membinasakan dinosaurus non-unggas.

Hipotesis Deccan Traps berperan penting dalam peristiwa kepunahan massal K-Pg dan menentang teori dampak meteorit Chicxulub, Mexico, yang selama ini dianggap sebagai satu-satunya penyebab kepunahan massal. Ilmuwan berusaha membuktikan bahwa letusan vulkanik Deccan Traps dan dampak Chicxulub perlu dipertimbangkan bersama-sama ketika mempelajari pemodelan kepunahan periode Cretaceous-Paleogen. Ledakan vulkanik purba diwilayah India barat dikenal sebagai Deccan Traps, wilayah ini tiga kali lebih besar dari Perancis. Fase utama letusan terjadi sekitar 250,000 tahun sebelum periode Cretaceous-Paleogen atau K-Pg. Analisa peristiwa kepunahan massal periode ini diterbitkan dalam jurnal Science edisi akhir Desember 2014.

Ledakan Vulkanik Terbesar, Deccan Traps

Selama 750,000 tahun gunung berapi memuntahkan lava lebih dari 1,1 juta kilometer kubik. Tahap utama letusan terdiri dari sekitar 80 hingga 90 persen dari total volume aliran lava Deccan Traps dan secara substansial tahap pertama lebih lemah, dimulai sekitar 1 juta tahun sebelumnya. Menurut Blair Schoene, seorang asisten profesor Geosains, wilayah Deccan Traps dalam kepunahan massal periode Cretaceous-Paleogen sangat konsisten dengan jejak sejarah Bumi. Empat dari lima peristiwa kepunahan massal terbesar sepanjang 500 juta tahun lalu bertepatan dengan letusan gunung berapi besar mirip dengan Deccan Traps.

Deccan Traps, ledakan vulkanik terbesar

Kepunahan yang terjadi diperiode K-Pg merupakan satu-satunya waktu yang bertepatan dengan dampak asteroid. Dalam sejarah bumi, perubahan iklim terjadi signifikan dan perkembangan biotik bisa dihasilkan dari letusan gunung berapi besar, sehingga efek dari Deccan Traps pada ekosistem di periode Kapur Akhir harus dipertimbangkan.

Dalam penelitian ini, para ilmuwan menggunakan teknik penanggalan yang tepat untuk mempersempit waktu, dimana letusan utama terjadi dalam waktu 1 juta tahun sejak kepunahan K-Pg. Ilmuwan Princeton merencanakan akan kembali ke India pada bulan Januari mendatang untuk mengumpulkan sampel lebih banyak untuk mendalami analisa tingkat letusan vulkanik selama 750,000 tahun.



Mereka mengukur usia aliran lava yang membeku atau lebih dikenal sebagai basal dengan membandingkan rasio uranium yang ada untuk mengetahui sejak kapan uranium meluruh dari waktu ke waktu. Uranium dan timbal yang ditemukan dalam mineral zirkon, ukurannya kurang dari setengah milimeter. Zirkon dianggap sebagai bukti terbaik yang bisa membuka tabir sejarah Bumi karena mengandung banyak uranium dan tidak ada timbal ketika mengkristal, tetapi basal langka karena didinginkan dengan cepat. Ilmuwan mengambil pendekatan yang tidak biasa, mereka mencari zirkon pada abu vulkanik yang terperangkap dalam aliran lava, dan basal tebal mengalir diantara lava yang membeku lebih lambat.

Penanggalan zirkon pada lapisan ini menunjukkan bahwa 80 hingga 90 persen ledakan vulkanik Deccan Traps terjadi selama kurang dari satu juta tahun. Peristiwa ini terjadi sangat lama, sebelum kepunahan massal periode Cretaceous-Paleogen. Model yang dihasilkan berguna untuk mengetahui kepunahan K-Pg, dimana ilmuwan bisa mengetahui urutan kejadian dalam waktu puluhan ribu tahun atau lebih, bukan jutaan tahun. Margin jutaan tahun seperti sebuah buku sejarah dengan peristiwa yang tidak memiliki tanggal dan tidak ditulis secara kronologis.

Mereka menempatkan jangka waktu yang lebih lama pada letusan vulkanik ini, dan merupakan salah satu langkah lebih dekat untuk mengetahui efek individual letusan Deccan Traps yang terjadi bersamaan dengan meteorit Chicxulub. Menurut Vincent Courtillot, seorang profesor ahli geofisika Paris University Diderot, penelitian ini sangat membantu penanggalan Deccan Traps, dimana pada tahun 2009 dia juga telah menganalisa vulkanisme Deccan Traps telah terjadi dalam tiga tahap, yang bertepatan dengan periode kepunahan K-Pg.

Model ini menjelaskan dampak lingkungan akibat letusan Deccan, menggunakan batasan waktu dua sampai tiga kali lebih lama dari temuan sebelumnya. Jumlah karbon dioksida dan sulfur dioksida yang dimuntahkan gunung berapi mengakibatkan pemanasan jangka panjang dan pendinginan jangka pendek di lautan dan daratan serta air sangat asam. Gas ini menghilang agak cepat, tetapi selama jutaan tahun dampak lingkungan gunung berapi masih dirasakan. Dalam jangka waktu pendek terjadi selama ratusan ribu tahun, terutama jika letusan berhenti telah memberi hubungan kuat.

Tetapi analisa terbaru kali ini menjelaskan bahwa ledakan vulkanik terbesar sangat dekat dengan periode kepunahan massal K-Pg, tetapi kerangka waktu jauh lebih singkat sekitar 250,000 tahun. Analisis ini memperkuat alasan mengapa vulkanisme menjadi penyebab utama kepunahan massal serta untuk perubahan iklim yang cepat dan pengasaman laut.

Alat Batu Manusia Purba Tertua Di Turki Berusia 1,2 Juta Tahun

Temuan kali ini cukup menarik, arkeolog telah menemukan bukti alat batu tertua yang pernah ditemukan di Turki. Menurut arkeolog, temuan ini mengungkapkan bahwa manusia melewati pintu gerbang dari wilayah Asia menuju ke Eropa lebih awal dari dugaan sebelumnya sekitar 1,2 juta tahun yang lalu.

Tim arkeolog mempublikasikan hasil penemuan alat batu manusia purba dalam jurnal Quaternary Science Reviews edisi akhir Desember 2014. Analisis ini menjelaskan serpihan kuarsit pekerjaan manusiawi, bukti peninggalan kuno sungai Gediz di Turki barat, dan memberikan wawasan baru sejak kapan dan bagaimana manusia purba tersebar dari Afrika dan Asia.

Temuan Alat Batu Manusia Purba Turki

Budaya dan masyarakat terdahulu masih bertahan menggunakan alat batu hingga saat ini, kebanyakan alat batu terhubung erat dengan masyarakat prasejarah terutama kebudayaan zaman batu yang telah musnah. Para arkeolog seringkali mempelajari masyarakat prasejarah dan mengacu kepada ilmu yang mempelajari alat batu sebagai analisis litik. Alat batu dipergunakan untuk membuat berbagai macam variasi alat yang berbeda dalam catatan parailmuwan sebelumnya. Termasuk diantaranya mata panah, mata tombak, dan batu penggiling.

Bahan pembuatan alat batu manusia purba berupa batu inti atau kepingan batu, Sedangkan orang yang membuat alat batu disebut sebagai pemangkas batu. Alat batu terbuat dari kepingan batu, biasanya terbuat dari bahan Kriptokristalin seperti rijang, radiolarit, kalsedon, basalt, Qwartz, dan obsidian melalui proses yang disebut reduksi litik. Salah satu cara sederhana dalam proses reduksi adalah dengan memukul batu inti menggunakan batu palu atau benda yang mirip dengannya.

Para peneliti dari Royal Holloway, University of London, juga bergabung dengan tim internasional dari Inggris, Turki dan Belanda. Mereka menggunakan peralatan presisi tinggi untuk menentukan tanggal awal aliran sungai kuno. Studi ini menjelaskan kerangka periode pertama yang akurat ketika manusia menduduki wilayah tersebut.

Bukti awal penggunaan alat batu manusia purba diperkirakan sekitar 3,4 juta tahun yang lalu. Alat batu Oldowan berusia sekitar 2,6 juta tahun berasal dari periode Paleolitik Bawah yang ditemukan di Gona, Etiopia. Alat batu Oldowan menyebar ke seluruh Afrika walaupun arkeolog belum bisa memastikan Hominid mana yang menyebarkannya. Beberapa arkeolog berspekulasi bahwa Australopithecus Garhi telah menyebarkannya, yang lainnya berpendapat bahwa alat batu manusia purba disebarkan oleh Homo habilis.

Homo habilis merupakan hominin yang menggunakan alat batu dengan teknologi Oldowan yang paling banyak di Afrika. Sekitar 1,9 hingga 1,8 juta tahun lalu, teknologi tersebut diwariskan kepada Homo erectus. Pembuatan alat batu ini kemudian keluar dari Afrika dan dibawa oleh Homo erectus hingga ke pulau Jawa pada tahun 1,8 juta tahun lalu dan Cina utara sekitar 1,6 juta tahun lalu.

Menurut profesor Danielle Schreve dari Departemen Geografi Royal Holloway, penemuan ini sangat penting untuk membangun waktu dan rute penyebaran manusia purba ke wilayah Eropa. Analisis ini membuktikan bahwa serpihan tersebut merupakan salah satu artefak awal pertama dari Turki yang pernah tercatat. Alat batu manusia purba berada di dataran banjir dimana hominin awal pernah berkembang lebih dari satu juta tahun yang lalu.

Para arkeolog menggunakan presisi tinggi radioisotopic dan pengukuran palaeomagnetic dari aliran lava. Keduanya menghasilkan data sebelum dan sesudah pembentukan aliran sungai, hal ini juga membuktikan bahwa manusia purba yang ada diwilayah itu berkembang antara 1,24 juta hingga 1,17 juta tahun yang lalu. Sebelumnya, fosil hominin tertua di Turki Barat ditemukan pada tahun 2007 di Kocabas, tetapi penanggalan alat batu dan temuan lain tidak pasti.

Profesor Schreve mengatakan, serpihan itu sangat menarik, arkeolog telah mempelajari sedimen di tikungan berliku-liku dan mereka menemukan batu merah muda di permukaannya. Ketika Schreve membaliknya dan melihat lebih jelas, fitur ini sangat jelas menggambarkan artefak pemukul. Kerjasama dengan ahli geologi dan ahli sejarah, tim ini mampu menempatkan kronologi untuk menemukan sekaligus memberi cahaya baru perilaku manusia purba.

Ibrahim Melawan Raja Namrud, Raksasa Pendiri Menara Babel


Dalam sejarah dan budaya, Raja Namrud dianggap sebagai rival Ibrahim dimana secara fisik dan kekuasaan dia tidak sebanding. Tetapi dengan kekuasaan Allah, Namrud tak pernah mengalahkan Ibrahim, bangunan menara Babel dan mesin terbang yang diciptakannnya semata-mata untuk menentang Allah, dan berusaha meyakinkan semua orang bahwa dirinya adalah Dewa terkuat yang berhasil mengalahkan Tuhan yang diyakini Ibrahim.

Dalam legenda disebutkan, bahwa raja Namrud adalah sosok penguasa bertubuh besar atau ukurannya raksasa. Beberapa pasukan yang dipimpinnya masih memiliki fisik yang sama dengan Nimrod. Menurut teks kuno dan legenda, pendiri Babilonia adalah Raja Namrud yang memerintah bersama Ratu Semiramis. Raja Namrud digambarkan sebagai tiran perkasa dan salah satu keturunan ras raksasa yang hidup setelah banjir besar Nuh. 

Orang Arab meyakini bahwa setelah bencana banjir Nuh, Raja Namrud membangun kembali struktur menakjubkan di Baalbek Lebanon dengan tiga batu yang beratnya masing-masing 800 ton. Dia memerintah wilayah yang saat ini berada di Lebanon, pusat kerajaan pertama Namrud adalah Babilonia, Akkad dan tanah Sinear (Sumeria). 

Ibrahim Dibesarkan Makhluk Langit Dalam Gua

Ibrahim adalah anak pematung dari Azar atau Terah yang juga mengabdi sebagai wazir Namrud, Raja Kutha. Dalam sejarah dan literatur budaya, raja Namrud memaksa rakyatnya untuk menyembah dirinya sebagai dewa, hingga suatu hari sebuah mimpi sangat mengganggunya yang meramalkan kelahiran seorang nabi besar yang akan menghancurkan berhala dan menyebabkan kehancuran kerajaannya. 

Dia berusaha mencegah mimpi itu terwujud dengan cara mengumpulkan semua laki-laki ke sebuah kamp militer. Setiap orang yang memiliki bayi laki-laki dibantai dan memerintahkan agar semua wanita mengawasi keturunan mereka, jika lahir anak laki-laki harus segera dibunuh. Tetapi istri Azar memelihara Ibrahim tanpa sepengetahuan orang lain kecuali dirinya sendiri. Disaat menjelang kelahirannya, ibunya dibawa oleh malaikat ke sebuah gua tersembunyi, melahirkan tanpa rasa sakit, meninggalkan bayi yang baru lahir dalam perawatan makhluk langit.

Ibrahim

Azar mengizinkan istrinya untuk mengunjungi anaknya setiap beberapa hari, dan setiap kali dia terkejut dengan pertumbuhan dan keindahan Ibrahim yang luar biasa. Ibrahim tumbuh berkembang dalam satu hari seperti anak usia satu bulan, dan dalam satu bulan seperti usia anak setahun, dia juga makan dengan cara yang luar biasa. Ibunya melihat Ibrahim duduk dan mengisap jarinya dengan penuh semangat, dan dia terkejut ketika melihat jari anaknya mengeluarkan susu dan madu, mentega dan air keluar dari jari yang lain.

Di usia lima belas bulan Ibrahim sudah bisa berbicara dengan lancar, dan suatu ketika dia bertanya kepada ibunya; "Ibu,... siapa Tuhanku?" 
Dia menjawab "Aku." 
"Dan siapa Tuhanmu?" 
"Ayah-Mu." 
"Siapakah Tuhan ayahku?" 
"Namrud." 
"Dan siapakah Tuhan Namrud?" 
"Hush!" kata ibunya sambil menutup mulut Ibrahim. Dan bayi itu juga menanyakan pertanyaan yang sama kepada ayahnya. Meskipun begitu, ibunya semakin senang ketika ayahnya mulai ikut berkunjung ke gua. Dia masih tak percaya apakah dia adalah putranya, Ibrahim. 

Pada suatu malam, Ibrahim memohon kepada ibunya agar dirinya pergi keluar dari gua, dan ibunya mengizinkan. Dia mengagumi keajaiban alam dan penciptaan langit, hingga dia berfikir bahwa bintang, matahari dan bulan adalah Tuhannya. Tetapi apa yang difikirkannya selama ini salah, semua benda langit itu menghilang ketika berganti hari, sementara Ibrahim mencari sesuatu yang tidak pernah berganti dan berubah. 

Ibrahim Melawan Tirani Raksasa, Raja Namrud

Ketika Ibrahim berusia sepuluh tahun, dia sudah mulai mendesak orang-orang untuk menyembah Allah. Suatu hari, Ibrahim memasuki kuil berhala dan tidak ada yang seorangpun waktu itu. Dia menghancurkan semua berhala kecuali berhala yang terbesar dan meletakkan kapak di pangkuannya. Ketika para imam memasuki kuil, mereka sangat marah dan melihat Ibrahim, mereka menuduhnya sebagai penistaan. Tetapi Ibrahim mengatakan bahwa telah terjadi pertengkaran antara para dewa, dan berhala yang lebih tinggi telah menghancurkan berhala lainnya. 

Dalam catatan yang ditulis abad ke-9 oleh sejarawan muslim Al-Tabari, Namrud memiliki menara yang dibangun di Babil, Allah menghancurkannya, dan bahasa manusia sebelumnya Syriac, kemudian memasukkan 72 bahasa membingungkan. Di abad ke-13, Abu al-Fida menceritakan cerita yang sama, menambahkan bahwa Eber patriark (nenek moyang Ibrahim) diizinkan untuk menjaga lidah asli (Ibrani), karena mereka tidak akan berada didalam menara. Pada abad ke-10, Masudi menceritakan legenda Namrud yang membangun menara, anak Mash bin Aram bin Shem, dia memerintah selama 500 tahun di Nabatean. Kemudian, Masudi mengatakan bahwa Namrud adalah raja pertama Babilonia, dia menggali kanal besar dan memerintah selama 60 tahun. Raja Nimrod, putra Kanaan, sebagai orang yang memperkenalkan astrologi dan berusaha untuk membunuh Ibrahim.

Raja Namrud menyiapkan tungku besar yang membara, kemudian memerintahkan Ibrahim untuk segera dimasukkan ke dalam api. Tungku itu sangat panas sehingga tidak ada yang berani cukup dekat untuk melaksanakan perintah. Dalam keadaan tangan dan kaki terikat, Ibrahim dilemparkan ke dalam api, tapi Allah menyelamatkannya sehingga dia merasakan api itu sejuk seperti disiram air. Ibrahim keluar tanpa terluka, tetapi Raja Namrud kemudian mengatakan bahwa dia harus melihat Tuhan yang diyakini Ibrahim, atau ingin membunuh-Nya. 

Dalam hal menentang keyakinan Ibrahim, Namrud mulai membangun menara tinggi dan berharap memasuki surga. Menara Babel, dikisahkan menara ini mencapai ketinggian tertinggi dan memiliki tujuh puluh cerita dan tujuh puluh tiga bahasa, yang diucapkan sekaligus pada waktu dan tempat yang sama, sehingga gema (suara) itu terdengar sangat besar. Tetapi menara ini runtuh dan Namrud gagal menggapai harapan seperti yang direncanakannya. Menurut sejarah, sisa-sisa Menara Babel berada di Baghdad. 

Menara Babel, Raja Namrud

Setelah gagal membangun menara Babel, Namrud kemudian membuat mesin terbang sederhana. Beberapa penggambaran menyebutkan bahwa mesin terbang itu berbentuk kotak dengan satu tutup diatas dan satu lagi dibagian bawah. Raja Namrud juga telah menyiapkan empat elang besar yang telah dilatih, burung ini masing-masing mengikat empat penjuru kotak. Sebuah tiang tegak ditempatkan di dada, dan tiang itu diletakkan sepotong daging besar sehingga keempat burung terbang ke atas untuk mendapatkan daging. Raja Namrud mengharapkan ide ini berjalan lancar dan mampu membawanya bertemu Tuhan yang diyakini Ibrahim.

Selain itu, Namrud juga menyediakan seorang pemanah di masin terbang, setelah mencapai ketinggian tertinggi dan bumi hampir tidak bisa terlihat, Namrud memerintahkan pemanah untuk menembakkan panah surga. tetapi sebelum pemanah menembakkan anak panah, Namrud mencelupkan ujung panah kedalam darah. Tetapi usahanya sia-sia, keempat burung elang lelah dan mulai turun ke bumi, anak panah juga terjatuh kembali ke bumi. 
Raja Namrud berusaha meyakinkan orang-orang bahwa dirinya telah melukai Tuhan yang diyakini Ibrahim karena ujung anak panah berdarah, dia berbohong dimana ujung anak panah telah dicelupkan kedalam darah. Pengakuan ini telah menipu banyak orang, dengan percaya diri Namrud mengatakan bahwa dirinya adalah pemenang yang paling berkuasa didunia sehingga dia disembah kembali sebagai Dewa. 
Ketika Ibrahim berhadapan dengan Namrud dan tentaranya berkumpul dipadang luas, tujuh ratus ribu penunggang kuda bersenjata lengkap, tiba-tiba sekelompok nyamuk keluar menutupi permukaan bumi dan langit. Kemudian Allah memberikan kekuatan kepada serangga tersebut dan menyerang tentara Namrud, menghisap darah mereka kecuali Namrud hingga dia pulang ke istana. 

Pada akhirnya Yang Maha Kuasa menghukum orang yang paling sombong, seekor nyamuk memasuki lubang hidung Namrud yang bertubuh besar dan bergerak sampai ke otaknya. Selama dua ratus tahun Namrud tersiksa siang dan malam sampai dia meninggal. Menjelang akhir hayat Namrud, penderitaannya begitu keras, bagaikan seorang pria sedang memukulkan palu ke kepalanya secara terus-menerus.

Raja Daud Rebut Tanah Israel

Penemuan kerajaan utara Palistin membantu sejarawan memahami prasasti Mesir dan realitas barat laut Suriah di periode yang belum terpecahkan. Kerajaan Raja Daud sampai saat ini dianggap sebagai fenomena sejarah yang realistis, deskripsi pembentukannya dan konsolidasi mungkin saja terbentuk. Studi ini rencananya akan diterbitkan dalam jurnal Ugarit Forschungen dan Semitica edisi Desember 2014.

Sejarah Raja Daud Merebut Tanah Israel 

Dalam hal ini, profesor Galil membuktikan bahwa Raja Daud menghentikan ekspansi orang-orang Aram ke Tanah Israel karena aliansi dengan raja-raja Filistin Selatan dan Raja Hamat (Toi), yang diidentifikasi sebagai Tai II atau raja Ta dari Palistin (bangsa pelaut di Utara). Hal ini tercermin dalam perjuangan besar antara Aram dan Bangsa Laut untuk mewarisi wilayah yang sebelumnya merupakan bagian dari Mesir dan Kerajaan Het. Daud mengambil keuntungan dari konflik ini untuk menyatukan utara dan bangsa pelaut di selatan untuk menentang Raja Hadadezer dari kerajaan Aram-Zobah. Daud akhirnya berhasil mengalahkan Aram dan menciptakan kerajaan di Semenanjung Sinai hingga ke Efrat.

Saul threatening David by Jose Leonardo, raja daud

Hadadezer (Hadad) juga dikenal sebagai Adad-Idri (Assyr) dan mungkin sama dengan Bar-Hadad II (Aram), atau bangsa Ibrani mengenalnya sebagai Ben-Hadad II, adalah raja Aram Damaskus pada saat pertempuran Qarqar melawan Salmaneser III, Raja Asyur pada tahun 853 SM. Dia dan Irhuleni Hamat memimpin koalisi sebelas raja (walaupun tercatat dua belas raja) di Qarqar, termasuk diantaranya adalah Ahab dari Israel dan Gindibu dari Arab. 

Dia berjuang melawan Shalmaneser enam kali, dua kali dengan bantuan Irhuleni, dan selebihnya dengan bantuan koalisi yang berjuang di Qarqar. Menurut sejarah, Hadadezer disebutkan dalam tulisan di 'Tel Dan Stele' dan mungkin pernah menjadi penulis yang tidak dikenal. Dia digantikan oleh anaknya Hazael, setelah anaknya mencekiknya pada malam hari. Beberapa ulama menganggap Bar-Hadad II adalah putra Hazael.

Prof Galil mengatakan, temuan delapan prasasti di lokasi yang berbeda sangat jelas menunjukkan bahwa kerajaan besar bernama Palistin berada di barat laut Suriah dan Turki selatan. Temuan ini juga mencakup kota-kota Hamat, Aleppo dan Karkemis, dimana kerajaan ini dihuni oleh kelompok-kelompok yang berbeda termasuk Bangsa Laut (orang laut). Mereka menyerbu Levant di abad ke-12 SM, menaklukkan daerah yang luas, dan menghancurkan kerajaan serta mengambil alih tanah mereka.

Prasasti Ramses III, raja Mesir yang berkuasa pada tahun 1182-1151 SM menjelaskan bahwa Raja Daud menaklukkan dan menguasai kota di Suriah utara. Tetapi sampai sekarang tidak ada bukti bahwa orang Filistin telah tinggal di Suriah utara, sehingga para ulama berasumsi bahwa para ahli Taurat Mesir terlalu berlebihan menterjemahkan kitab suci dimana mereka menggambarkan tempat yang tidak tidak pernah ada, sama sekali. 
Beberapa prasasti membentuk hubungan langsung antara data arkeologi dan epigrafi yang ditemukan di Palistin utara, dimana Alkitab menyebutkan beberapa kata terbuka "...saya pahlawan Tai (ta), Raja Palistin." Berdasarkan pengetahuan filologi dan sejarah, jelas bahwa Tai (ta) diidentifikasi sebagai Toi seperti yang disebutkan dalam Kitab Samuel dan Tawarikh.
Aliansi antara Daud dan Toi (Raja Hamat) melawan Hadadezer (Raja Zoba) jelas tercatat dalam Alkitab. Raja Toi secara arkeologis terbukti ada dan memang dianggap sebagai tokoh sejarah. Teks dalam Kitab Samuel didukung kenyataan sejarah abad ke-10 SM, seperti yang tertulis dalam Samuel II 08:10 disebutkan "...Ketika Toi, raja Hamat, mendengar bahwa Daud telah memukul mundur seluruh tentara Hadadezer, dia mengirim anaknya Yoram kepada Raja Daud, untuk menyambutnya dan mengucapkan selamat atas mengalahkan Hadadezer dalam pertempuran - dimana Hadadezer telah berperang dengan Toi".

Peta aliansi raja Daud

Hubungan antara Daud dan orang Filistin selatan sangat dekat selama pemerintahan kerajaan Daud di Hebron, terutama orang-orang Filistin Gath. Tapi setelah penyatuan Israel dan Yehuda, peperangan pecah antara orang Filistin dan Daud seperti yang dijelaskan dalam Alkitab. Di saat itu, orang-orang Aram pernah dipimpin oleh Hadadezer (Raja Zoba) membentuk sebuah aliansi antara Daud dan Toi (Raja Hamat). Aliansi antara Daud dan orang Filistin utara akhirnya mengarah pada perjanjian dengan orang Filistin selatan, karena mereka juga terancam oleh Aram. Melalui aliansi ini, orang-orang Israel dan orang Filistin mengalahkan Aram dan merebut tanah mereka.

Profesor Galil mengatakan bahwa hubungan erat antara Raja Daud dan orang Filistin juga dibuktikan melalui fakta bahwa selama pemberontakan Absalom, semua orang Israel memberontak terhadap Daud. Hanya beberapa orang mendukung Raja Daud, terutama pejuang Filistin yang menjadi pasukan kerajaan Daud yang dikenal sebagai orang Kreti dan Pleti. Sejarah Raja Daud juga didukung oleh Itai dari Gat yang datang membantu Daud, mereka orang Filistin Gat yang membawa 600 tentara. Setelah kemenangan besar atas Aram berhasil dicapai dengan bantuan sekutu-sekutunya, Raja Daud mendirikan sebuah kerajaan dari Semenanjung Sinai ke Efrat.