Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Apr 3, 2014

Persiapan Perang Harmagedon

Dalam pengertian bahasa,Harmagedon berarti "Bukit Megiddo",yaitu Pegunungan Israel yang mengelilingi lembah ini.Dalam nubuatan Yehezkiel (30:1-9, 38:8-21, 39:1-4),Pegunungan Israel memainkan peran yang sangat menonjol dalam pertikaian di akhir zaman. Peperangan di masa yang akan dtng di mana Allah akan campur tangan dan menghancurkan bala tentara Antikris sebagaimana di nubuatkan dalam Alkitab (Wahyu

16:16, 20:1-3, 7-10). Akan ada jutaan orang terlibat dalam peperangan Harmagedon karena semua bngsa akan berkumpul bersama untuk melawan Kristus. Dataran Megiddo adalah wilayah untuk melancarkan serangan terhadap Yerusalem, inilah pertempuran terakhir. Peperangan itu sendarii menyebar seluas 200 mil dari utara ke selatan
(Wahyu 14:20).

Nubuatan itu juga menggambarkan konflik yang terjadi bersifat global dan mmpunyai akibat global.Seluruh planet bumi akan digoncang oleh ledakan kerusakan besar dimana sumbunya berada di Harmagedon. Tujuan Antikris adalah menguasai Yerusalem selamanya, tapi ia gagal secara menyedihkan setelah 31/2 tahun berkuasa di sana.

Mengapa Yerusalem.


Karena keberadaan kota ini merupakan lokasi dimana titik Pusat Bumi terletak, dengan menguasai Pusat Bumi akan mnguasai seluruh bumi. Lebih dari 200 peperangan akan terjadi di wilayah Israel sampai ke bagian Selatan sejauh kota Bozrah di wilayah Edom (Yes. 63:1). Lembah Harmagedon terkenal dengan 2 kemenangan besar dalam sejarah Israel:

- Kemenagan Barak atas orang2 Kanaan (Hakim-Hakim 4:15)
- Kemenangan Gideon trhdp orang2 Midian (pasal 7).

Harmagedon jg lokasi dari 2 tragedi besar:

- matinya Saul dan anak2nya (1 Sam. 31:8)
- matinya raja Yosia (2 Raj. 23:29-30, 2 Taw. 35:22)

Karena sejarah ini, lembah Harmagedon menjadi simbol dari pertempuran terakhir antara Allah dan kekuatan si jahat. Kata Harmagedon hanya muncul dalam Wahyu 16:16, ini berbicara soal raja-raja yang setia kepada Antikris berkumpul bersama untuk menyerang Israel untuk terakhir kalinya.

Di Harmagedon, "cawan yang penuh dengan anggur kegeraman murka-Nya (Wahyu 16:19) akan dicurahkan dan Antikris serta para pengikutnya akan dikalahkan. Saat ini bila kita mengunjungi dataran lembah Megiddo, kita dapat melihat (dari kejauhan) persiapan yang dilakukan Israel di Harmagedon. Disana terdapat banyak sekali tempat yang dikamuflase:

- landasan pesawat terbang tempur dengan hanggar2 yang mmpu menampung puluhan bahkan ratusan pesawat mutakhir
- stasiun radar
- kubu-kubu alteleri
- banker-banker pasukan dan perbekalan
- senjata nuklir dan peluru kendali biologi yang disimpan di bawah permukaan air danau buatan

Biasanya ketika mndekati dan melewati tempat vital seperti itu (yang jaraknya relatif dekat dengan jalan raya), supir bus-tour anda akan mnurunkan tirai kaca depan untuk mnghalangi sebagian pemandangan keluar. Kamuflase berupa hamparan plastik sangat besar berwarna pasir menutupi sesuatu di dalamnya, itu adalah salah satu fasilitas militer Israel yang tersembunyi.

Diperkirakan oleh banyak pengamat militer bahwa fasilitas militer Israel Megiddo adalah fasilitas militer rahasia yang paling canggih yang pernah ada di muka bumi ini. Mungkinkah bangsa Israel menyadari bahwa mereka akan mengambil bagian penting dari nubuatan akhir zaman di Harmagedon. Atau para politisi Israel merasa perlu membangun fasilitas sebesar itu untuk mengantisipasi serangan bangsa Arab dan Rusia ketika mereka membangun Bait Suci ke-3 di Bukit Bait Tuhan yang dikuasai orang Muslim.

Yang pasti bangsa ini dengan menggenapi nubuatan Kitab Suci tentang akhir zaman, disadari atau tidak persiapan terakhir mnjelang Harmagedon dengan dilakukan dan melibatkan seluruh kekuatan mesin perang dunia. Juga jalan masuk ke lembah Megiddo yaitu Sungai Efrat (Wahyu 16:12) yang akan dilalui oleh pasukan dari Asia Timur Raya berita terakhir sudah terjadi pendangkalan hebat dan suatu nanti sungai itu akan kering hingga siaplah jalan masuk bagi pasukan dari Asia yang akan masuk ke Megiddo.

Serta Burung Nazar (pemakan bangkai) yang hidup dilembah Megiddo yang sesuai dengan Wahyu 19:17-18 akan memakan bangkai manusia yang sangat banyak dilembah itu, maka sesuai berita terakhir dimana Burung Nazar yang biasanya bertelur 1 butir setiap tahunnya saat ini bertelur 4 butir setiap tahunnya. Satu tanda besar telah hadir didalam generasi terakhir ini: HARI TUHAN SUDAH DEKAT

Burung Nazar Untuk Mata-Matai Saudi!

Dinas Rahasia Rezim Zionis Israel, Mossad dalam menjalankan operasi rahasianya melakukan segala macam cara dan bahkan aneh. Kali ini Mossad memanfaatkan seekor burung nazar, burung pemakan bangkai untuk memata-matai Arab Saudi. Sebagaimana diberitakan oleh Kantor Berita Mahasiswa Iran (ISNA) mengutip surat kabar trans-regional Alquds al-Arabi menyebutkan, surat kabar Israel Maariv menulis, burung nazar ini mendarat di dekat rumah seorang sheikh di daerah Arab Saudi dalam keadaan terluka. Warga daerah itu lalu menangkapnya dan akhirnya memahami ada alat yang menempel di tubuh burung nazar tersebut.

Harian Alquds al-Arabi menulis, alat itu adalah sebuah piranti GPS (Global Positioning System) dan begitu juga sebuah cincin yang berada di kakinya burung nazar tersebut tertulis nama Universitas Tel Aviv. Setelah itu warga kemudian menyerahkan burung nazar itu kepada pihak keamanan Arab Saudi.

Pihak keamanan Arab Saudi meyakini bahwa burung nazar itu dipakai oleh Mossad untuk melakukan aksi mata-mata. Karena ketika mereka hendak memegangnya, burung ini melakukan gerakan-gerakan khusus untuk melindungi dirinya yang membuktikan burung nazar ini bukan burung biasa tapi terlatih dengan baik.

Koran Maariv menyebutkan bahwa para pejabat lingkungan hidup Israel mengumumkan bahwa burung ini masih hidup hingga kini dan alat GPS yang berada di tubuhnya tidak diperuntukkan untuk aksi spionase. Sebelum ini banyak dipublikasikan mengenai aksi spionase Mossad di perairan Teluk Persia dengan memanfaatkan ikan hiu.

Wahyu 19:17
Lalu aku melihat seorang malaikat berdiri di dalam matahari dan ia berseru dengan suara nyaring kepada semua burung yang terbang di tengah langit, katanya: "Marilah ke sini dan berkumpullah untuk turut dalam perjamuan Allah, perjamuan yang besar,
Wahyu 19:18
supaya kamu makan daging semua raja dan daging semua panglima dan daging semua pahlawan dan daging semua kuda dan daging semua penunggangnya dan daging semua orang, baik yang merdeka maupun hamba, baik yang kecil maupun yang besar." generasi terakhir akhir zaman

ISRAEL

A. Pohon Ara Bertunas

Tuhan Yesus memberi isyarat tentang masa kedatanganNya yang kedua kali kembali ke Bukit Zaitun ( Kis 1:11 ; Zak 14:4 ) melalui tanda-tanda zaman. Yesus berkata," Hai orang-orang munafik, rupa bumi dan langit kamu tahu menilainya, mengapa kamu tidak dapat menilai zaman ? " ( Lukas 12:56 )
Salah satu tanda zaman yang Tuhan berikan adalah bertunasnya kembali pohon ara ( Matius 24:32 ). Pohon ara adalah gambaran Israel secara bangsa, dimana pohon ara ini banyak dijumpai di negara Israel. Setelah tercerai berai selama 2.300 tahun, akhirnya Firman Allah dalam Yeh 37-38 digenapi dengan berhimpunnya kembali bangsa Israel. Bertunasnya pohon ara berkaitan dengan pemulihan bangsa Israel seperti yang dinubuatkan dalam :
  1. Zefanya 3:20 "Aku akan membawa kamu pulang "
  2. Ulangan 30:3" Tuhan akan mengumpulkan engkau kembali dari segala bangsa"
  3. Yesaya 11:12 " Ia akan mengumpulkan orang-orang Israel yang terbuang dan akan menghimpunkan orang-orang Yehuda yang terserak dari keempat penjuru bumi."
  4. Yeremia 30:3 "Aku akan memulihkan keadaan umatKu Israel dan Yehuda "
  5. Yeremia 31:10 "Dia yang telah menyerakkan Israel akan mengumpulkannya kembali "
  6. Yesaya 43:6 " Aku akan berkata kepada Utara : berikanlah ! Dan kepada Selatan : Janganlah tahan-tahan ! Bawalah anak-anakKu laki-laki dari jauh dan anak-anakKu perempuan dari ujung-ujung bumi."
B. Keluar / Exodus dari Utara dan Selatan

Kalau kita perhatikan peta politik di Uni Soviet dulu, tampak bahwa perubahan radikal sedang terjadi. Gerakan Glasnot ( pembaharuan ) dan Perestroika ( keterbukaan ) yang dikumandangkan oleh Presiden Uni Soviet, Gorbachev sebetulnya merupakan pembuka jalan menuju seluruh penggenapan Firman Allah.

Melalui peristiwa pembaharuan dan keterbukaan yang terjadi di Uni Soviet maka ada 3 nubuat yang tergenapi yaitu :
  • Kekuatan komunisme di Eropa Timur runtuh. Peristiwa ini memuncak saat runtuhnya tembok Berlin dan bersatunya Jerman. Melemahnya kekuatan komunis juga telah mengakibatkan bubarnya kekuatan militer Pakta Warsawa. Hal ini mengakibatkan suasana yang nyaman dalam politik dalam negeri negara-negara Eropa Serikat sehingga memungkinkan mereka dapat memobilisasi kekuatan untuk mewujudkan Pemerintahan Eropa Serikat yang ditargetkan berdiri pada tahun 1992. Berdirinya Eropa Serikat adalah penggenapan berdirinya kerajaan 10 tanduk ( nubuatan Daniel 7:7,8 ; Wahyu 13:1,2 ).
  • Dengan menerapkan keterbukaan dari dunia luar, mengakibatkan Injil Keselamatan dapat diberitakan di seluruh Uni Soviet ( 15 negara bagian ) sehingga tanda kedatangan Tuhan Yesus ke dua kali yang ditandai dengan pemberitaan Injil Kerajaan di seluruh dunia ( Matius 24:14 ) semakin digenapi, Dia segera datang.
  • Akibat keterbukaan dan pembaharuan maka ratusan ribu orang Rusia keturunan Yahudi yang berabad-abad mendambakan untuk kembali ke tanah airnya di Palestina, dapat keluar dari negara " tirai besi ". Exodus / perjalanan pulang bangsa Israel ke Tanah Perjanjian ( Tanah Israel sekarang ) secara besar-besaran telah terjadi. Berita terakhir menunjukkan bahwa pemerintahan Israel sedang mempercepat penyelesaian kompleks perumahan / Real Estate di jalur Gaza untuk menampung ratusan ribu bangsa Yahudi yang pulang kampung. Dalam Kitab Yeremia 3:12-13, 31:8 disebutkan bahwa Tuhan akan mendatangkan anak cucu Israel dari Utara dan telah digenapi. Yeremia 16:15 menyatakan bahwa orang Israel keluar dari tanah Utara. Peristiwa ini benar-benar menunjukkan masa pemulihan Israel.
Zefanya 3:10 menubuatkan akan kembalinya bangsa Yahudi dari Ethiopia. Pada peristiwa kudeta di Ethiopia yang terjadi pada bulan April 1991 dimanfaatkan oleh bangsa Yahudi yang biasa disebut Falashas pulang kembali ke tanah perjanjian yangdisebut sebagai " Operasi Solomon ".

Tabut Perjanjian begitu erat hubungannya dengan pembangunan kembali Bait Allah bangsa Israel yang ketiga, masalahnya apakah Tabut Perjanjian itu masih ada, jika tidak ada tentunya tidak mungkin ada Pembangunann Bait Allah ketiga. Tabut Perjanjian sekarang sudah berada di negara Israel, pada tahun 1991 secara mengejutkan pemerintah Israel mencairkan dana sekitar 100 juta US$ untuk mengangkut sekitar 10.000 orang Yahudi Ethiopia atau biasa disebut black jews ( Operasi Solomon ).

Kenapa disebut Yahudi Ethiopia, ada apa dengan Ethiopia. Apakah Tabut Perjanjian Allah ada disana. Bukankah pada Bait Allah Salomo sudah dihancurkan dan bangsa Israel di buang ke Babel. Dan banyak penelitian kalau sudah tidak ada lagi yang bisa ditemukan dari reruntuhan Bait Allah tersebut.

Kita lihat dari garis keturunan Abraham :
Ham, adalah keturunan Nuh. Sem adalah si sulung, kemudian Yafet dan kemudian Ham sebagai si bungsu. Sem adalah Bapak dari mayoritas orang-orang kulit kuning (Asia). Yafet kulit putih ( Eropa ) dan Ham kulit hitam (Afrika). Negara Afrika adalah negara budak pada masa imperialisme dan kolonialisme. Bisa jadi ini karena kutuk Nuh kepada Ham, karena Ham melihat Bapaknya, Nuh telanjang ( Kejadian 9 ).

Syeba, adalah suatu negeri. Dikatakan dalam kitab I Raja-Raja kalau Salomo didatangi oleh Ratu negeri Syeba. Bangsa Syeba ini adalah keturunan langsung dari Raema yang merupakan keturunan dari Ham (Kejadian 10). Salomo memiliki 700 istri dan 300 gundik, anda tahu nama salah satu istrinya ?  Hanya Ratu Syeba yang pernah secara jelas dinyatakan sebagai istri dari seorang Raja Salomo.

Menelik I, Siapakah Menelik ? Menelik adalah Pangeran negeri Syeba pengganti dari Ratu Syeba. Menelik adalah buah hati Ratu Syeba dan Raja Salomo. Pengikut dan keturunan dari Menelik inilah yang disebut sebagai orang Etiopia Yahudi. Orang Yahudi hitam keling pemuja Allah. Menelik tumbuh besar dengan didikan Salomo, sebelum Salomo jatuh dalam penyembahan berhala. Karena Ratu Syeba meninggal, maka Menelik menjadi pewaris tahta dari Ratu Syeba.

Berdasarkan kitab sejarah resmi dari negara Etiopia yang lebih dikenal dengan nama " Glory of Kings " disitu tercantum apa yang telah terjadi dengan Tabut Perjanjian tersebut. Ketika Ratu dari Syeba meninggal dunia Pangeran Menelik I pada saat itu sudah berusia 19 tahun. Ia ingin meninggalkan Yerusalem untuk kembali ke negara ibunya untuk diangkat menjadi Raja disana. Sebelum ia berangkat, Raja Salomo telah memerintahkan para pembantuya untuk membuatkan duplikat dari Tabut Allah yang akan dihadiahkan kepada Pangeran Menelik I, sebab ia adalah putera dari istri kesayangannya - Ratu dari Syeba. Maklumlah Pangeran Menelik I telah dididik oleh Raja Salomo untuk percaya dan taat kepada Tuhan Allah.

Pada saat pesta perpisahan Pangeran Menelik I membunuh para imam penjaga Tabut Allah dengan minuman anggur yang sudah dicampur dengan racun. Dan ia membawa Tabut Allah yang asli ke Aksum (Etiopia) beserta para imam yang benar-benar taat kepada Tuhan Allah, karena ia melihat para istri dari Raja Salomo semuanya sudah tidak percaya kepada Tuhan Allah lagi, mereka semuanya sudah menjadi murtad dan berdosa terhadap Tuhan Allah, oleh sebab itulah Tabut Allah dicuri dan dibawa oleh dia ke negaranya. Sedangkan duplikat dari Tabut Allah yang seharusnya untuk dia, ditinggal olehnya di dalam Bait Allah.

Para imam di dalam Bait Allah tidak bisa membedakan antara yang asli dan dan duplikatnya. Pangeran Menelik I berangkat membawa Tabut Allah tersebut dengan catatan akan dikembalikan kembali ke Yerusalem pada saat bangsa Yahudi sudah tidak murtad lagi terhadap Tuhan Allah, ternyata sampai dengan 3000 tahun kemudian hal ini belum terjadi. Para Imam Israel dan Pangeran Menelik I menamakan dirinya sebagai "Betha Israel" dan sekarang mereka lebih dikenal sebagai suku Falasha. Keturunan dari Pangeran Menelik I memerintah negara Etiophia sehingga wafatnya Kaiser Heila Selassie di th 1975.

Sudah dari dahulu banyak sekali penganut agama Yahudi di negara Etiopia, bahkan ini tercantum di Alkitab Perjanjian Baru ( Kis 8:27 ) Pada waktu itu ada seorang pegawai istana Etiopia yang sedang dalam perjalanan pulang ke negerinya. Orang itu seorang pegawai tinggi yang bertanggung jawab atas semua kekayaan Kandake, ratu negeri Etiopia. Orang itu telah pergi ke Yerusalem untuk berbakti kepada Allah dan sekarang sedang kembali dengan keretanya. Sementara duduk di dalam kendaraannya itu ia membaca buku Nabi Yesaya. Bangsa Israel sebenarnya sudah mengetahui hal ini bahkan pernah di muat di majalah B'nai

B'rith Messenger, bahkan anda bisa membaca di Encyclopedia Britannica satu artikel : It (Aksum-Aduwa) contains the ancient church where according to tradition, the Tabot, or Ark of the Convenant brought from Jerusalem by the son of Salomon and the Queen of Sheba, was deposited and is still supposed to rest.

Bahkan sudah tercantum di dalam Alkitab bahwa pada suatu saat Tabut Allah akan dibawa kembali dari negara Etiopia ke Yerusalem ( Yesaya 18:1,7 ) Sebelum diangkut ke Yerusalem, ternyata Tabut Allah tersebut ada di Aksum, kota bagian utara dari Etiopia. Tabut tersebut sudah disimpan disana sejak sekitar 3.000 tahun yang lampau, sejak kerajaan Salomo. Disimpan di dalam satu tempat rahasia, di dalam gua di bawah tanah dari gereja " Zion of Mary ". Gua tersebut dijaga dengan ketat oleh para imam dari keturunan raja Israel.

Tabut tersebut di simpan di dalam ruangan yang di kelilingi oleh tujuh tembok. Hanya ruangan dari tembok pertama sampai dengan keempat bisa digunakan untuk berdoa oleh para imam disana. Dan untuk ruangan ke lima maupun keenam hanya boleh dimasuki oleh para tetua imam saja. Sedangkan yang boleh masuk ke ruangan paling dalam atau ruangan ke tujuh dimana tabut tersebut disimpan, hanya seorang imam pilihan saja, yakni yang menjadi penjaga dari Tabut Allah tersebut.

Imam penjaga tabut, tidak diperkenankan keluar dari gua tersebut, bahkan ia hanya diperbolehkan keluar sampai dengan ke ruangan keenam saja, untuk mengambil makanan atau minuman yang dibawakan oleh imam tetua lainnya. Ia harus tinggal di ruangan tersebut selama hidupnya, bahkan ia harus puasa dan berdoa selama 225 hari dalam setahun. Apabila ia mati maka ia akan digantikan oleh imam pilihan lainnya.

C. Generasi Israel

Firman Allah mengatakan sejak saat pohon ara bertunas yaitu sejak Israel bersatu kembali yaitu tahun 1948, angkatan ini tidak akan berlalu sebelum semuanya terjadi. ( Matius 24:34 ). Satu angkatan dalam perhitungan bangsa Israel sama dengan 50-70 tahun ( Bilangan 1:40 ; 4:3 ). Bila kita selidiki Kitab Bilangan, kitab ini menggambarkan angkatan atau generasi Israel dan tugas setiap kelompok usia yang ada.

Perhatikan bahwa satu generasi Israel terbagi menjadi :

- Usia 0 - 20 tahun mengalami masa persiapan
- Usia 20-30 tahun mengalami masa tentara atau perang.
- Usia 30-70 tahun mengalami masa agama.
  • Tahun 70 : Titus menyerang kota Yerusalem dan menghancurkan bangunan Bait Allah, Israel tersebar ke seluruh dunia ( Dan 9:26b ).
  • Tahun 1948 : 1878 tahun kemudian Israel kembali dan menjadi satu negara ( Yer 30:1-3 ).
  • Tahun 1967 : Tentara Israel merebut kota Yerusalem dan menguasai bekas bangunan Bait Allah ( Temple Mount ) dari tangan Negara Yordania 2300 tahun sejak Alexander Agung menaklukkan Timur Tengah di Issus sM

( Dan 8:13-14 ).
Tahun 1977 : Negosiasi perjanjian damai Mesir - Israel (Maz 77-81), Presiden Anwar Sadat pergi ke Israel pertama kali sejak pertentangan Musa dan Firaun 3000 tahun yang lalu.
Tahun 1978 : Masa agama, Israel akan membangun Bait Allah ( Yes 66:1 ).
Tahun 1992 : The United State of Europe, embrio Roma Baru terbentuk ( Dan 7:24 ).
Tahun 2011 : Pengangkatan anak-anak Tuhan (1 Tes 4:14- 17).
Tahun 2011 : Antikristus membuat perjanjian 7 tahun dengan Israel ( Dan 9:27 ).
Tahun 2011 : Bait Allah dibangun kembali di Yerusalem ( Yes 66:6a ).

Jika kita perhatikan maka pembagian masa generasi Israel ini tetap berlaku hingga sekarang. Sejarah membuktikan pada saat Israel berusia 0 - 20 yaitu sejak tahun 1948 mereka masuk masa persiapan. Kurang lebih 20 tahun kemudian yaitu pada tahun 1967, Israel menduduki Yerusalem melalui perang selama 6 hari dan mereka istirahat tepat pada hari ke tujuh ( hari Sabat ).

Setelah perang 6 hari, Israel masuk masa tentara dan terlibat dalam berbagai peperangan seperti :
  1. Perang Yon Kippur tahun 1973
  2. Perang Israel vs Mesir yang berlangsung selama 10 tahun. Perang berakhir tahun 1979 melalui Perjanjian Camp David yang diprakarsai oleh Presiden Carter dari Amerika Serikat.
Saat ini mereka masuk masa agama, yaitu saat negara berusia 30-70 dan saat ini sudah memasuki tahun ke 61 usia generasi Israel.

Menjelang usia 70 tahun, Israel akan bertobat menerima Yesus ( Yeh 39:21-28, Roma 11:25-32 ) dan Yakub akan dipulihkan menjelang tahun 2018. ( Zak, 13:9 ; Yeh 39:25 ).

D. Bait Allah Segera Didirikan
Saat ini bangsa Israel sedang sibuk mempersiapkan pembangunan kembali Bait Allah yang pernah didirikan oleh raja Salomo. Pada tahun 70 Jenderal Titus menghancurkan Bait Allah dan peristiwa ini menggenapi nubuat Tuhan Yesus dalam Mat 24:1-2 yang mengatakan bahwa " sesungguhnya tidak ada satu batu pun disini akan dibiarkan tergeletak di atas batu yang lain. Menjadi impian bangsa Israel saat ini untuk dapat membangun kembali Bait Allah yang dirobohkan oleh Titus (Bait Allah yang ketiga). Menjadi masalah adalah ditanah dimana Bait Allah yang telah diruntuhkan tersebut telah berdiri Masjid Al Aqsa dan Dome of Rock

Ada yang menyatakan bahwa untuk Dome of The Rock adalah letak "Ruang Maha Kudus" dari Bait Allah, sedangkan Masjid Al Aqsa terletak dihalaman dari Bait Allah. Jika hal tersebut diatas benar, bangsa Israel yang ingin membangun Bait Allah yang ketiga ini, sudah dipastikan harus memindahkan keberadaan dari kedua Masjid tersebut.

Wahyu 11:1-2, ayat 1 " Kemudian diberikanlah kepadaku sebatang buluh, seperti tongkat pengukur rupanya, dengan kata-kata yang berikut: "Bangunlah dan ukurlah Bait Suci Allah dan mezbah dan mereka yang beribadah di dalamnya "
Wahyu 11:1-2, ayat 2, " Tetapi kecualikan pelataran Bait Suci yang di sebelah luar, janganlah engkau mengukurnya, karena ia telah diberikan kepada bangsa-bangsa lain dan mereka akan menginjak-injak Kota Suci empat puluh dua bulan lamanya."

Dari segi kemampuan maupun dana, bangsa Israel dengan mudah bisa membangun kembali Bait Allah, tetapi yang menjadi permasalahan utama, apabila Bait Allah tersebut mau dibangun kembali seperti pada awalnya, maka mau atau tidak Masjid Al-Aqsa maupun Dome of The Rock dan harus dihancurkan. Tidak diragukan apabila hal ini sampai terjadi, maka ini akan bisa memicu terjadinya Perang Dunia Ketiga.

Sejak ribuan tahun sudah jutaan orang Yahudi di seluruh dunia berdoa dengan berkiblat menuju ke Yerusalem, tiap hari minimum 3 kali dengan ucapan doa yang sama:" Bangunkanlah Bait Allah segera pada zaman kami ini sebagai suatu rumah yang kekal kembali."Di satu pihak orang Yahudi mengetahui bagaimana sakit hati maupun susahnya perasaan seseorang apabila rumah ibadahnya di hancurkan ataupun dibakar, oleh sebab itulah Jenderal Moshe Dayan memberikan jaminan, bahwa mereka tidak akan merusak ataupun mengganggu kedua Masjid yang berada diatas lahan dari Bait Allah tersebut.

Hal ini menimbulkan satu masalah yang tidak bisa terpecahkan, disatu pihak mereka sangat ingin sekali membangun kembali Bait Allah diatas lahan yang sama, tetapi di lain pihak mereka tidak boleh menjamah apalagi merusak kedua Masjid yang berada disana. Sehingga banyak orang Israel menilai bahwa keputusan tersebut adalah kesalahan politik yang paling besar yang tidak bisa dimaafkan, tetapi sekarang Jenderal Moshe Dayan telah lama meninggal.

Tadinya orang Yahudi sangat mengharapkan sekali setelah mereka bisa mengambil alih kota Yerusalem, mereka bisa membangun dengan segera Bait Allah disana, sehingga majalah Time (20. Juni 1967) membuat satu artikel utama, dengan judul "Should the Temple be rebuilt ?".

Apalagi orang-orang Yahudi pada jaman sekarang ini merasa yakin bahwa mereka pada saat ini sudah memasuki masa kedatangan Sang Mesias ( Tokoh Penyelamat ) yang telah mereka nanti-nantikan selama ribuan tahun. Mereka menyebut masa ini sebagai " One step in heaven ". Bahkan menurut pendapat dari Mr. Eldad seorang ahli sejarah Israel: " Kita sudah berada di dalam tahapan yang sama seperti pada saat Daud berada di Yerusalem, ialah mulai dari saat Daud memasuki dan tinggal di Yerusalem hingga Bait Allah dibangun hanya dibutuhkan waktu " SATU "generasi saja!"

Apakah ini bisa ditafsirkan bahwa dalam generasi ini juga Israel akan menghancurkan kedua Masjid tersebut ? Dimana letaknya Bait Allah itu? Bait Allah itu letaknya diatas lahan yang disebut "Haram esy-Syerif" di sebelah timur "Kota Tua Yerusalem". Bukit ini termasuk lahan yang dibeli oleh Daud seharga 6 kg emas (600 syikal). Tanah bukit ini merupakan tempat suci sebab dahulu Abraham mau mengorbankan anaknya, Ishak di atas bukit tersebut.

Walaupun demikian apabila Bait Allah ingin dibangun maka bukan hanya Masjid Al Aqsa saja yang harus digusur melainkan masjid tersebut diatas juga harus turut dihancurkan dan dibumiratakan, apalagi orang Yahudi percaya bahwa Bait Suci itu dibangun berdasarkan petunjuk dari Tuhan Allah langsung yang memberikan gambaran denah atau blue printnya untuk membangun Bait Allah ini oleh sebab itulah tidak boleh dan tidak bisa dikurangi barang sejengkal pun juga, “HARUS” diatas tanah dan denah yang "SAMA".

Dua kata Yunani yaitu "Hieron" dan "Naos", diterjemahkan "Bait Allah". Pembangunan Bait Allah dimulai oleh Raja Salomo pada tahun ke-4 pemerintahannya dan selesai 7 tahun kemudian ( tahun 957 sM ). Bait Allah bagi orang Yahudi pada saat itu sangat penting sekali, sebab di dalam Bait Allah disimpan Tabut Allah yang dianggap sangat kudus, karena di atas kedua batu loh yang berada di dalam Tabut Allah itu ada tulisan tangan Allah langsung. Tetapi masih dalam masa pemerintahan Raja Salomo, Tabut Allah itu hilang, karena rupanya Tuhan Allah sudah mengetahui bahwa Bait Allah itu, pada suatu saat akan di bakar habis, oleh sebab itulah

Tabut Allah tersebut telah disingkirkan dahulu oleh Tuhan Allah. Bait Allah ini di bakar hancur oleh raja Nebukadnezar pada hari kesembilan bulan Av di tahun 587 sM.

Apakah Bait Allah yang kedua ini (tahun 70) telah dihancurkan dan dibakar tepat pada hari dan bulan yang sama seperti pada saat mereka membakar Bait Allah yang pertama di tahun 587 sebelum Masehi. Kedua Bait Allah telah dihancurkan pada hari ke sembilan bulan Av (pertanggalan Yahudi). Hari tersebut lebih dikenal sebagai Tisha Be-AV, yang selalu diperingati oleh umat Yahudi, sebagai hari duka atau hari dimana Bait Allah mereka dihancurkan. Bahkan banyak pula orang Yahudi yang menangis melepaskan rasa duka mereka sambil berdoa juga di setiap hari Sabat.

Sesudah Israel berkembang menjadi suatu bangsa dirasakanlah perlunya suatu tempat ibadah pusat. Kebutuhan ini dipenuhi oleh Kemah Suci selama pengembaraan di padang gurun. Setelah Raja Daud membangun baginya sendiri istana besar dan menetap disana, timbul keingingan untuk membangun Bait Allah, walaupun Daud sudah membeli tanah dan mengumpulkan hampir semua bahan bangunan yang dibutuhkan untuk membangun Bait Allah tersebut, tetapi Tuhan Allah tidak memberikan ijin kepada Daud untuk membangun Bait Allah, karena tangannya telah dinodai oleh darah dan dosa berzinah.

Apr 2, 2014

Sejarah Sapi Ternak Berasal Dari Timur Tengah?

Bagaimana sejarah sapi ternak untuk memenuhi kebutuhan daging dan susu umat manusia? Tim genetika dan antropolog menduga bahwa manusia kuno telah menjinakkan dan berternak sapi di benua Afike hampir 10,000 tahun yang lalu. Ilmuwan berusaha membuka tabir sejarah genetik dari 134 sapi diseluruh dunia, dimana mereka menemukan bahwa sejarah sapi ternak di Afrika kuno berasal dari 'Fertile Crescent', wilayah yang saat ini meliputi Irak, Yordania, Suriah dan Israel.

Dalam studi yang dipublikasikan pada PLoS Genetics, Jared Decker dan tim peneliti lainnya membandingkan persamaan dan perbedaan antara berbagai genetik keturunan berbeda untuk menentukan keturunan terkait selanjutnya. Ilmuwan menemukan pencampuran sejarah sapi ternak asli di Indonesia dengan sapi impor India, sapi Eropa dengan Afrika dan Spanyol, sapi ternak Eropa dan Asia (Korea dan Jepang).

Studi Genetik Sejarah Sapi Ternak

Sapi Afrika mirip dengan sapi yang pertama kali dijinakkan di timur Tengah sekiatar 10 ribu tahun lalu. Bukti genetik menyatakan bahwa hewan ternak dibawa ke Afrika oleh petani yang bermigrasi ke Selatan. Sapi diternakkan kemudian berkembang biak dengan sapi liar didaerah tersebut dan mengubah susunan genetik yang cukup membingungkan.

Para peneliti genetik juga menentukan keunikan sejarah sapi ternak keturunan Amerika, seperti Texas Longhorn merupakan hasil dari peternakan sapi Spanyol yang dikirim dari Eropa oleh penjajah di abad ke-16. Keturunan sapi Zebu atau sapi Brahmana dari India yang diimpor ke Amerika melalui Brazil pada akhir tahun 1800-an. 

Sejarah Sapi Ternak, sapi timur tengah

Menurut Decker, penemuan genetik sapi ternak membantu mengungkap asal usul genetika dan mengungkap informasi penting tentang sejarah manusia. Dalam banyak hal, genetik sejarah sapi ternak mencerminkan perkembangan peradaban manusia. 
Dalam kasus sapi Afrika, antropolog dan ahli genetika menduga bahwa sapi Afrika merupakan hewan ternak asli dari benua tersebut, tetapi sebenarnya sapi ternak dibawa melalui migrasi selama ribuan tahun lalu. Sejarah genetik telah membuktikan bahwa peternakan dianggap sangat penting bagi manusia untuk memaksimalkan kebutuhan daging dan produksi susu. 

Dengan memahami sejarah sapi ternak turunan nantinya mampu mencari solusi untuk kebutuhan pertanian, khususnya di Asia. Misalnya mencari solusi agar sapi ternak lebih tahan terhadap penyakit, bagaimana memaksimalkan peternakan pada lahan pertanian, dan solusi meningkatkan produksi susu dan daging sapi.

​MIM 104 Patriot Penangkis Rudal Musuh

Namanya mencuat semasa Perang Teluk 1991. Dialah pembungkam rudal maut Scud paling jitu. Dimana letak keunggulannya?

Prestasi rudal taktis yang satu ini memang luar biasa. Tak percaya? Simak saja unjuk kebolehannya semasa Perang Teluk 1991, kala Angkatan Bersenjata AS berusaha mengusir kekuatan Irak dari Kuwait. Patriot berhasil "melahap" 70 persen rudal Scud yang diluncurkan Irak ke Kuwait dan Arab Saudi, langsung di udara.

 

Setiap rudal punya kelebihan. Tetapi ketika perhatian tertuju pada duel rudal, pertama yang terbayang tentu soal kecepatan dan keakuratan. Sejak awal, selaku pembuat, Raytheon sadar betul kebutuhan mendasar tersebut. Jika Scud biasa melaju mendekati satu kali kecepatan suara atau Mach 1, Patriot tentu harus lebih cepat dari itu. Tanpa keunggulan ini, sang rudal hanyalah mesin pembunuh yang bodoh. Lebih dari itu operatornya pun harus orang-orang yang cekatan.

Alhasil, mengoperasikan rudal pelahap rudal ini memang lebih merepotkan ketimbang rudal lain. Kelengkapan andalan Angkatan Darat AS ini pun ekstra kompleks. Sistemnya tak hanya terdiri dari sebatas peluncur, tetapi juga harus didukung banyak piranti lain. Yang sudah pasti jadi pasangan tetap adalah radar pengendus khusus serta stasiun penentu dan pengarah data tersebut.

Radar akan jadi pengendus sasaran selagi masih dalam jarak yang sangat jauh. Sementara stasiun penentu/pengarah data secara sinergis akan menampilkan data penerbangan rudal musuh yang dimaksud. Baik itu berupa data trayektori dan posisi. Perlengkapan terakhir yang biasa dijuluki Engagement Control Station (ECS) ini juga akan jadi penuntun utama Patriot ke arah rudal yang akan dimusnahkan.

Lalu, bagaimana cara operator ECS memastikan bahwa sasaran benar-benar rudal musuh? Sederhana saja. Sebagaimana cara penerbang militer dunia mengidentifikasi kawan dan lawan, operator ECS juga menerapkan teknik IFF (Identification Friend or Foe).

Dengan teknik IFF, persisnya, setiap pesawat kawan akan memancarkan kode pengenal yang selalu diperbaharui setiap hari. Di layar radar, bentuknya biasa berupa lingkaran berkedip di layar dengan huruf "T" di tengah. "T" berarti true friend. Namun, jika yang tertangkap radar hanya lingkaran kosong, bisa dipastikan bahwa dia adalah obyek tak dikenal. Operator ECS tak pernah bisa melihat wujud fisik rudal secara langsung. Berkat tatacara elektris inilah serangan bisa fokus.

Akan tetapi, sebagaimana lazimnya radar terestrial, ECS punya kelemahan mendasar yang sulit ditutupi. Hal itu berkaitan dengan ketidakmampuan mengendus sasaran sebelum melewati batas ufuk (horizon). Itu sebabnya dalam pentas Perang Irak 1991 AD AS menganggap perlu mengerahkan satelit mata-mata sebagai pendukung radar ECS.



Karena letaknya ada di langit, satelit bisa memantau dalam cakupan lebih luas. Alhasil, berkat DSP (Defense Support Program) ­ begitu nama satelit dimaksud­ operator Patriot bisa mengantisipasi kehadiran rudal musuh lebih dini dari kemampuan standarnya. Scud, misalnya, sudah bisa dipantau sejak "masih" pada jarak 115 km. Ini artinya, alarm ECS Patriot di Jakarta misalnya sudah mulai menyalak saat rudal yang diluncurkan dari Ujung Kulon sudah memasuki wilayah udara Sukabumi.

Sejak alarm berbunyi, operator ECS akan punya waktu 6-7 menit untuk meluncurkan Patriot. Sementara sang rudal sendiri hanya perlu waktu 15-18 detik untuk menghancurkan musuh di udara. Sasaran biasa ditabrak pada jarak 16-32 km dengan kecepatan menanjak 700-1.400 m/detik.

Untuk memperkecil risiko, kesatuan operasi Patriot biasanya meluncurkan lebih dari satu rudal untuk "memburu" sebuah Scud. Brigade Artileri Pertahanan Udara ke-11, AD AS, yang diterjunkan di Kuwait semasa Perang Teluk 1991, misalnya, biasa meluncurkan 2-4 rudal untuk setiap Scud yang diluncurkan.

Mulai dikembangkan pada 1961, rudal berkecepatan Mach 5 ini diproyeksikan untuk mengganti rudal permukaan ke udara MIM-23 Hawk. Raytheon perlu waktu sampai 14 tahun hingga benar-benar yakin sang rudal bisa berfungsi sesuai spesifikasi. Ia dipersiapkan secara teliti mengingat salah sedikit saja ia bisa berubah menjadi penebar teror yang amat mengerikan.

Rudal sepanjang 5,8 meter ini akan terbang sesuai arahan pamandu inertial yang ditanam di bagian tengah badan. Sinyal yang diberikan adalah sinyal ECS yang telah diproses dan diterima melalui antena yang ditaruh di bagian ekor. Sinyal ini akan menjaga penerbangan tetap pada koridor beam radar ECS. Sementara penjejak pasif yang ditanam di bagian kepala akan menuntun terbang fokus ke arah sasaran.

Versi pertama Patriot, MIM-104A, pertama kali diperkenalkan pada Oktober 1980. Dari berat totalnya yang mencapai 900 kg, 91 kg di antaranya adalah hulu ledak yang berasal dari kategori high explosive. Tak lama kemudian, Raytheon juga meluncurkan versi kedua, yakni MIM-104B, dengan spesifikasi sasaran berupa radar pengacak sinyal elektronik.

Apr 1, 2014

Di Gerbang Bait Suci

Murid-murid Kristus merasakan ketidakberdayaan mereka yang mendalam, dan dengan kerendahan dan doa mereka menyatukan kelemahan mereka kepada kekuatan-Nya, kebodohan mereka kepada kebijaksanaan-Nya, ketidaklayakan mereka kepada kebenaran-Nya, kemiskinan mereka kepada kekayaan-Nya yang tidak habis-habisnya. Dikuatkan dan diperlengkapi sedemikian rupa, mereka tidak ragu-ragu maju dalam pelayanan Tuhan.

Sesaat setelah kecurahan Roh Kudus, dan segera sesudah doa yang tekun, Petrus dan Yohanes, yang akan pergi ke bait suci untuk berbakti, melihat seorang lumpuh di Gerbang Indah, berusia empat puluh tahun. Sejak lahir hidupnya telah mengalami sakit dan lemah. Orang yang malang ini telah lama merindukan untuk melihat Yesus, supaya ia dapat disembuhkan; tetapi ia hampir tak berdaya, dan jauh dari tempat pekerjaan-pekerjaan Tabib yang besar itu. Permohonannya menyebabkan beberapa sahabat akhirnya membawa dia ke gerbang bait suci, tetapi setelah tiba di sana, didapati bahwa Orang yang kepada siapa pengharapannya telah dipusatkan, telah dibunuh dengan kejam.

Kekecewaannya membangkitkan simpati mereka yang mengetahui berapa lama ia telah mengharapkan untuk disembuhkan oleh Yesus, dan setiap hari mereka membawa dia ke dalam bait suci dengan maksud supaya orang yang lewat dapat dibujuk oleh belas kasihan untuk memberi dia sedikit pemberian guna meringankan kekurangannya. Ketika Petrus dan Yohanes lewat, ia meminta suatu sedekah dari mereka. Murid-murid memandang dia dengan belas kasihan, dan Petrus berkata, "Lihatlah kepada kami." Lalu orang itu menatap mereka dengan harapan akan dapat sesuatu dari mereka. Tetapi Petrus berkata, "Emas dan perak tidak ada padaku." Sementara Petrus menyatakan kemiskinannya, maka orang yang lumpuh itu berubah; tetapi mukanya bersinar kembali dengan pengharapan, sementara rasul itu melanjutkan "Tetapi apa yang kupunyai, kuberikan kepadamu: Demi nama Yesus Kristus orang Nazaret itu, berjalanlah."

"Lalu ia memegang tangan kanan orang itu dan membantu dia berdiri. Seketika itu juga kuatlah kaki dan mata kaki orang itu. Ia melonjak berdiri lalu berjalan kian ke mari mengikuti mereka ke dalam bait Allah, berjalan dan melompat-lompat serta memuji Allah. Seluruh rakyat itu melihat dia berjalan sambil memuji Allah yang mereka kenal dia sebagai orang yang biasanya duduk meminta sedekah di Gerbang Indah Bait Allah, sehingga mereka takjub dan tercengang tentang apa yang telah terjadi padanya."

"Karena orang itu tetap mengikuti Petrus dan Yohanes, maka seluruh orang banyak yang sangat keheranan itu datang mengerumuni mereka di serambi yang disebut Serambi Salomo." Mereka pun keheran-heranan karena murid-murid dapat mengadakan mukjizat-mukjizat yang sama dengan yang diadakan oleh Yesus. Di sinilah orang ini, selama empat puluh tahun tak berdaya sebab lumpuh, sekarang bergembira karena sepenuhnya dapat menggunakan anggota tubuhnya, bebas dari penyakit, dan berbahagia sebab percaya kepada Yesus.

Ketika murid-murid-Nya melihat orang banyak keheranan, Petrus bertanya, "Hai orang Israel, mengapa kamu heran tentang kejadian itu" dan "mengapa kamu menatap kami seolah-olah kami membuat orang ini berjalan karena kuasa atau kesalehan kami sendiri?" Ia meyakinkan mereka bahwa penyembuhan itu telah diadakan dalam nama dan jasa Yesus orang Nazaret, yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati. "Dan karena kepercayaan dalam Nama Yesus," rasul itu menjelaskan, "maka Nama itulah yang telah menguatkan orang yang kamu lihat dan kamu kenal ini; dan iman itu telah memberikan kesembuhan kepada orang ini di depan kamu semua."

Rasul-rasul itu berbicara dengan jelas mengenai dosa yang besar dari orang-orang Yahudi dalam menolak dan membunuh Putra kehidupan; tetapi mereka berhati-hati tidak mengecewakan hati pendengar itu. "Tetapi kamu telah menolak Yang Kudus dan Benar," kata Petrus "serta menghendaki seorang pembunuh sebagai hadiahmu. Demikianlah Ia, Pemimpin kepada hidup, telah kamu bunuh, tetapi Allah telah membangkitkan Dia dari antara orang mati; dan tentang hal itu kami adalah saksi." "Hai saudara-saudara, aku tahu bahwa kamu telah berbuat demikian karena ketidaktahuan, sama seperti semua pemimpin kamu. Tetapi dengan jalan demikian Allah yang telah menggenapi apa yang telah difirmankan-Nya dulu dengan perantaraan nabi-nabi-Nya, yaitu bahwa Mesias yang diutus-Nya harus menderita." Ia menyatakan bahwa Roh Kudus sedang memanggil mereka untuk menyesal dan bertobat, dan meyakinkan mereka bahwa tidak ada pengharapan keselamatan kecuali oleh rahmat Seorang yang mereka telah salibkan. Hanya melalui iman dalam Dia dosa-dosa mereka dapat diampuni.

Karena itu sadarlah dan bertobatlah," ia berseru, "supaya dosamu dihapuskan, agar Tuhan mendatangkan waktu kelegaan, dan mengutus Yesus, yang dari semula diuntukkan bagimu sebagai Kristus."
"Kamulah yang mewarisi nubuat-nubuat itu dan mendapat bagian dalam perjanjian yang telah diadakan Allah dengan nenek moyang kita, ketika Ia berfirman kepada Abraham: Oleh keturunanmu semua bangsa di muka bumi akan diberkati. Dan bagi kamulah pertama-tama Allah membangkitkan Hamba-Nya dan mengutus-Nya kepada kamu, supaya Ia memberkati kamu dengan memimpin kamu masing-masing kembali dari segala kejahatanmu."

Dengan demikian murid-murid mengkhotbahkan kebangkitan Kristus. Banyak dari mereka yang sedang menunggu untuk mendengarkan kesaksian ini, dan bila mereka mendengarnya mereka percaya. Itu membawa kepada pikiran mereka perkataan yang telah diucapkan oleh Kristus, dan mereka berdiri pada barisan orang-orang yang menerima Injil itu. Benih yang sudah ditaburkan oleh Juruselamat bertumbuh dan mengeluarkan buah.
Sementara murid-murid berkata kepada orang banyak, "mereka tiba-tiba didatangi imam-imam dan kepala pengawal Bait Allah serta orang-orang Saduki. Orang-orang itu sangat marah karena mereka itu mengajar orang banyak dan memberitakan, bahwa dalam Yesus ada kebangkitan dari antara orang mati."

Sesudah kebangkitan Kristus imam-imam telah menyebarkan ke mana-mana kabar bohong bahwa tubuh-Nya telah dicuri oleh murid-murid-Nya sementara pengawal Roma tertidur. Tidaklah mengherankan bahwa mereka menjadi tidak senang bila mereka mendengar Petrus dan Yohanes mengkhotbahkan kebangkitan Seorang yang mereka telah bunuh. Terutama orang Saduki amatlah tergugah minatnya. Mereka merasa bahwa doktrin yang paling mereka sukai berada dalam bahaya, dan nama baik mereka dipertaruhkan.

Orang-orang yang baru bertobat kepada iman yang baru bertambah dengan cepatnya, dan baik orang Farisi maupun orang Saduki sepakat bahwa jika guru-guru yang baru ini dibiarkan dengan tidak dikendalikan, pengaruh mereka sendiri akan berada dalam bahaya yang lebih besar daripada bila Yesus berada di dunia ini. Oleh sebab itu, pemimpin bait suci itu, dengan pertolongan sejumlah orang Saduki, menahan Petrus dan Yohanes, memenjarakan mereka, karena sudah terlambat pada hari itu bagi mereka untuk diperiksa.

Musuh-musuh murid-murid itu tidak dapat diyakinkan bahwa Kristus telah bangkit dari antara orang mati. Bukti itu terlalu jelas untuk disangsikan. Meskipun demikian, mereka mengeraskan hati mereka, enggan untuk bertobat dari perbuatan yang mengerikan yang telah dilakukannya untuk membawa Yesus kepada kematian. Bukti yang limpah bahwa rasul-rasul sedang berbicara dan berbuat di bawah pengaruh Ilahi telah diberikan kepada penguasa Yahudi, tetapi mereka dengan tegas menolak pekabaran kebenaran. Kristus tidak datang dengan cara yang mereka harapkan, dan meskipun sekali-sekali mereka telah diyakinkan bahwa Ialah Anak Allah, namun mereka telah melumpuhkan keyakinan dan menyalibkan Dia. Dalam kemurahan Allah memberikan kepada mereka bukti selanjutnya, dan sekarang kesempatan yang lain diberikan kepada mereka untuk berbalik kepada-Nya. Ia mengirim murid-murid itu untuk mengatakan kepada mereka bahwa mereka telah membunuh Putra Kehidupan, dan dalam tuduhan yang mengerikan ini Ia memberikan kepada mereka panggilan yang lain kepada pertobatan. Tetapi merasa aman dalam kebenaran mereka sendiri, guru-guru Yahudi menolak untuk mengakui bahwa orang-orang yang menuduh mereka dengan menyalibkan Kristus sedang berbicara di bawah petunjuk Roh Kudus.

Setelah memastikan dirinya sendiri kepada pertentangan dengan Kristus, setiap tindakan permusuhan menjadi kepada imam-imam itu suatu pendorong tambahan untuk mengikuti jalan yang sama. Sifat keras kepala mereka menjadi lebih menentukan lagi. Bukan karena mereka tidak dapat menyerah; mereka dapat, tetapi mereka tidak mau. Bukan saja karena mereka bersalah dan patut mendapat kematian, bukan hanya karena mereka telah membunuh Anak Allah, sehingga mereka diputuskan dari keselamatan; tetapi sebab mereka mempersenjatai diri mereka sendiri dengan perlawanan terhadap Allah. Mereka dengan gigih menolak terang-terangan dan melumpuhkan keyakinan Roh itu. Pengaruh yang mengendalikan anak-anak yang tidak mau menurut, memimpin mereka untuk menyiksa orang-orang melalui siapa Allah sedang bekerja. Kejahatan pemberontakan mereka diperhebat oleh setiap tindakan perlawanan terhadap Allah dan pekabaran yang telah diberikan-Nya kepada hamba-hamba-Nya untuk dinyatakan. Setiap hari, dalam penolakan mereka untuk bertobat, para pemimpin Yahudi membiarkan pemberontakan mereka semakin jelas, bersedia menuai sesuatu yang mereka telah taburkan.
Murka Allah tidak dinyatakan terhadap orang-orang berdosa yang tidak bertobat hanya sebab dosa-dosa yang telah mereka lakukan, tetapi karena panggilan untuk bertobat, mereka memilih untuk meneruskan perlawanan, mengulangi dosa-dosa perlawanan yang lalu, dalam terang yang telah diberikan kepada mereka. Kalau para pemimpin Yahudi telah menyerah kepada kuasa Roh Kudus, mereka akan dimaafkan; tetapi mereka bertekad untuk tidak menyerah. Dalam cara yang sama, orang berdosa oleh perlawanan terus-menerus, menempatkan dirinya sendiri di mana Roh Kudus tak dapat mempengaruhinya.
Pada hari berikutnya penyembuhan orang lumpuh, Annas dan Kayafas, dengan beberapa orang besar yang lain di bait suci, berkumpul bersama-sama untuk pengadilan, dan orang-orang hukuman dibawa di hadapan mereka. Dalam ruangan yang sama dan di hadapan beberapa orang yang terhormat, Petrus dengan memalukan menyangkal Tuhannya. Ini datang secara bebas di pikirannya sementara ia menghadapi penghakimannya sendiri. Sekarang ini mempunyai suatu kesempatan untuk menebus perasaan pengecutnya.

Mereka yang hadir yang mengingat peran yang telah dijalankan oleh Petrus pada waktu pengadilan Tuhannya, memuji diri mereka sendiri bahwa ia sekarang dapat ditakut-takuti oleh ancaman penjara dan kematian. Tetapi Petrus yang menyangkal Kristus pada saat kebutuhannya yang terbesar adalah menurut dorongan hati dan percaya diri sendiri, sungguh jauh berbeda dari Petrus yang dibawa di hadapan Sanhedrin untuk diadili. Sejak kejatuhannya ia telah bertobat. Ia tidak lagi sombong dan membanggakan diri, tetapi rendah hati dan tidak percaya pada diri sendiri. Ia dipenuhi dengan Roh Kudus, dan dengan pertolongan kuasa ini ia menentukan untuk menghilangkan noda kemurtadannya oleh menghormati nama yang suatu saat pernah disangkalnya.

Sampai saat ini imam-imam telah melarang untuk menyebutkan penyaliban atau kebangkitan Yesus. Tetapi sekarang, sebagai kegenapan maksud mereka, mereka terpaksa menanyakan orang yang tertuduh itu bagaimana kesembuhan orang yang tidak bertenaga itu telah dilaksanakan. "Dengan kuasa manakah atau dalam nama siapakah kamu bertindak demikian itu?"
Dengan keberanian yang tulus ikhlas dalam kuasa Roh, Petrus menyatakan dengan tanpa ragu: "Ketahuilah oleh kamu sekalian dan oleh seluruh umat Israel, bahwa dalam nama Yesus Kristus, orang Nazaret, yang telah kamu salibkan, tetapi yang telah dibangkitkan Allah dari antara orang mati bahwa oleh karena Yesus itulah orang ini berdiri dengan sehat sekarang di depan kamu. Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--, namun Ia telah menjadi batu penjuru. Dan keselamatan tidak ada di dalam siapa pun juga selain dari Dia, sebab di bawah kolong langit ini tidak ada nama lain yang diberikan kepada manusia yang olehnya kita dapat diselamatkan."

Pertahanan yang berani ini menakutkan para pemimpin Yahudi. Mereka menyangka bahwa murid-murid akan dikalahkan oleh ketakutan dan kekacauan bila dibawa di hadapan Sanhedrin. Tetapi sebaliknya, saksi-saksi ini berbicara seperti Kristus telah berbicara, dengan kuasa yang meyakinkan telah mendiamkan musuh-musuh mereka. Tidak ada tanda ketakutan dalam suara Petrus sementara ia menyatakan tentang Kristus, "Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan--yaitu kamu sendiri--namun ia telah menjadi batu penjuru."
Dalam hal ini Petrus menggunakan gaya bahasa yang dipahami oleh imam-imam. Nabi-nabi telah mengatakan tentang batu yang ditolak; dan Kristus sendiri, yang berbicara pada suatu kesempatan kepada imam-imam dan tua-tua, berkata: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu. Dan barang siapa jatuh ke atas batu itu, ia akan hancur dan barangsiapa ditimpa batu itu, ia akan remuk." Matius 21:42-44. Pada waktu imam-imam mendengarkan perkataan rasul-rasul yang tidak takut itu "mereka mengenal keduanya sebagai pengikut Yesus."

Tentang murid-murid setelah Kristus dipermuliakan di atas gunung ada dituliskan bahwa pada penghabisan pemandangan yang ajaib ini "mereka tidak melihat seorang kecuali Yesus seorang diri." Matius 17:8. "Yesus seorang diri"--dalam perkataan ini termuat rahasia kehidupan dan kuasa yang menandai sejarah sidang yang mula-mula. Bila murid-murid mula-mula mendengar perkataan Kristus, mereka merasa keperluan mereka akan Dia. Mereka mencari, mereka mendapat, mereka mengikuti Dia. Mereka bersama dengan Dia di dalam bait suci, di meja makan, di tepi gunung, di ladang. Mereka adalah seperti murid-murid dengan seorang guru, setiap hari menerima pelajaran dari Dia tentang kebenaran yang kekal.

Sesudah kenaikan Kristus, perasaan hadirat Ilahi, penuh dengan kasih dan terang, masih tetap bersama mereka. Itulah kehadiran secara pribadi. Yesus, Juruselamat yang telah berjalan-jalan dan berbicara dan berdoa dengan mereka, yang telah membicarakan pengharapan dan penghiburan kepada hati mereka, sementara pekabaran perdamaian ada pada bibir-Nya, telah diangkat dari mereka ke surga. Sementara pasukan malaikat-malaikat menerima Dia, perkataan-Nya datang kepada mereka, "Dan ketahuilah, Aku menyertai kamu senantiasa sampai kepada akhir zaman." Matius 28:20. Ia telah naik ke surga dalam bentuk manusia. Mereka mengetahui bahwa Ia berada di hadapan takhta Allah, Sahabat dan Juruselamat mereka; bahwa simpati-Nya tidak berubah; bahwa Ia untuk selama-lamanya akan dikenal dengan penderitaan manusia. Mereka mengetahui bahwa Ia menghadapkan kepada Allah jasa darah-Nya, menunjukkan tangan dan kaki-Nya yang luka sebagai kenangan akan harga yang dibayar-Nya untuk orang-orang tebusan-Nya; dan pikiran ini menguatkan mereka untuk menahan malu karena Dia. Persatuan mereka dengan Dia sekarang lebih kuat dari pada bila Ia berada dengan mereka secara pribadi. Terang dan kasih dan kuasa dari Kristus yang tinggal di dalam hati bersinar melalui mereka, sehingga orang-orang yang memandang akan keheran-heranan.

Kristus menempatkan meterai-Nya pada perkataan-perkataan yang diucapkan Petrus di dalam pertahanan-Nya. Berdampingan dengan murid-murid, sebagai saksi yang meyakinkan, berdirilah orang yang dengan ajaib telah disembuhkan. Rupa orang ini, beberapa jam sebelumnya adalah seorang lumpuh yang tak berdaya, tetapi sekarang dipulihkan kepada kesehatan, menambahkan kesaksian perkataan Petrus. Imam-imam dan penghulu-penghulu diam. Mereka tidak sanggup membantah ucapan Petrus, namun tak satu pun dari mereka yang tidak menetapkan untuk menghentikan ajaran murid-murid itu.
Mukjizat Kristus yang besar--membangkitkan Lazarus--telah memeteraikan keputusan imam-imam untuk membersihkan dunia dari Yesus dan pekerjaan-Nya, yang ajaib, yang sedang merusak pengaruh mereka kepada orang banyak. Mereka telah menyalibkan Dia; tetapi di sini telah terbukti dengan meyakinkan bahwa mereka tidak menghentikan pekerjaan mukjizat dalam nama-Nya, juga pemasyhuran kebenaran yang diajarkan-Nya. Penyembuhan orang lumpuh dan khotbah rasul-rasul telah memenuhi Yerusalem dengan kegemparan.

Dengan maksud untuk menyembunyikan kebingungan mereka, imam-imam dan penghulu-penghulu memerintahkan supaya rasul-rasul diasingkan, supaya mereka memberi nasihat di antara mereka sendiri. Mereka semua setuju bahwa tidak berguna menyangkal bahwa orang itu telah disembuhkan. Dengan senang mereka menutupi mukjizat dengan kepalsuan; tetapi tidak mungkin, karena hal itu telah dikerjakan pada siang hari, di hadapan orang banyak, dan telah diketahui oleh beribu-ribu orang. Mereka merasa bahwa pekerjaan murid-murid harus dihentikan atau Yesus memenangkan banyak pengikut. Noda mereka akan nampak, karena mereka akan dianggap bersalah oleh pembunuhan Anak Allah.

Tetapi meskipun keinginan mereka untuk membinasakan murid-murid, imam-imam tidak berani berbuat lebih daripada mengancam mereka dengan hukuman yang keras kalau mereka terus berbicara atau bekerja dalam nama Yesus. Setelah memanggil mereka kembali di hadapan Sanhedrin, imam-imam memerintahkan mereka jangan berkata atau mengajar dalam nama Yesus. Tetapi Petrus dan Yohanes menjawab: "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."
Dengan senang imam-imam akan menghukum orang-orang ini karena kesetiaan mereka yang teguh kepada panggilan mereka yang suci, tetapi mereka khawatir akan orang banyak; "Karena takut akan orang banyak yang memuliakan nama Allah berhubung dengan apa yang telah terjadi." Jadi, dengan ancaman dan perintah yang berulang-ulang, rasul-rasul itu sudah dibebaskan.
Sementara Petrus dan Yohanes dalam penjara, murid-murid yang lain, yang mengetahui kebencian orang-orang Yahudi, telah berdoa dengan tidak putus-putusnya bagi saudara mereka, karena khawatir bahwa kebengisan yang ditunjukkan kepada Kristus dapat diulangi. Segera sesudah rasul-rasul dilepaskan, mereka mencari murid-murid yang lain dan melaporkan kepada mereka hasil penyelidikan. Sungguh besar kesukaan dari orang percaya itu. "Berserulah mereka bersama-sama kepada Allah, katanya, Ya Tuhan, Engkaulah yang menjadikan langit dan bumi dan laut dan segala isinya: Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? Raja-raja dunia bersiap-siap dan para pembesar berkumpul untuk melawan Tuhan dan Yang Diurapi-Nya. Sebab sesungguhnya telah berkumpul di dalam kota ini Herodes dan Pontius Pilatus beserta bangsa-bangsa dan suku-suku bangsa Israel melawan Yesus, Hamba-Mu yang kudus, yang Engkau urapi, untuk melaksanakan segala sesuatu yang telah Engkau tentukan dari semula oleh kuasa dan kehendak-Mu.
"Dan sekarang, ya Tuhan, lihatlah bagaimana mereka mengancam kami dan berikanlah kepada hamba-hamba-Mu keberanian untuk memberitakan firman-Mu. Ulurkanlah tangan-Mu untuk menyembuhkan orang, dan adakanlah tanda-tanda dan mukjizat-mukjizat oleh nama Yesus, Hamba-Mu yang kudus."

Murid-murid berdoa supaya kekuatan yang lebih besar dapat diberikan kepada mereka dalam pekerjaan pelayanan; karena mereka melihat bahwa mereka akan menemui tantangan yang nekat yang ditemui oleh Kristus waktu Ia berada di atas dunia. Sementara doa mereka yang dipersatukan sedang naik ke surga dengan iman, jawabnya pun tiba. Tempat itu di mana mereka berkumpul telah bergoncang, dan mereka dikaruniai lagi dengan Roh Kudus. Hati mereka diisi dengan keberanian, mereka ke luar lagi untuk memasyhurkan sabda Allah di Yerusalem. "Dengan kuasa yang besar rasul-rasul memberi kesaksian tentang kebangkitan Tuhan Yesus," dan Allah memberkati usaha mereka dengan ajaibnya.

Prinsip yang untuk mana murid-murid berdiri tanpa gentar apabila jawaban atas perintah untuk tidak lagi berkata-kata dalam nama Yesus, mereka menyatakan, "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah," adalah sama dengan mana yang penganut-penganut Injil bergumul untuk mempertahankan pada hari Reformasi. Bila dalam tahun 1529 putra Jerman berkumpul di Diet of Spires, dikemukakan titah raja yang melarang kebebasan beragama, dan melarang penyebaran selanjutnya dari doktrin yang dibarui. Rupanya pengharapan dunia hampir akan dihancurkan. Apakah putra itu akan menerima titah? Apakah terang Injil itu ditutup dari orang banyak yang masih dalam kegelapan? Persoalan yang besar untuk dunia sedang dipertaruhkan. Mereka yang telah menerima iman yang dibarui berkumpul bersama-sama, dan keputusan mereka yang diambil dengan suara bulat adalah, "Biarlah kita menolak perintah ini. Mengenai angan-angan hati orang banyak tidak mempunyai kuasa."

Prinsip ini pada zaman kita harus dipertahankan dengan teguh. Panji kebenaran dan kebebasan beragama yang dijunjung tinggi oleh pendiri-pendiri Injil sidang dan oleh saksi-saksi Allah selama abad-abad yang lalu sejak waktu itu, dalam pergumulan yang terakhir ini, telah diserahkan ke tangan kita. Tanggung jawab untuk pemberian yang besar ini terletak pada mereka yang telah diberkati oleh Allah dengan pengetahuan akan sabda-Nya. Kita harus menerima perkataan ini sebagai kuasa yang tertinggi. Kita harus mengakui pemerintahan manusia sebagai suatu peraturan yang ditentukan Ilahi, dan mengajarkan penurutan kepadanya sebagai suatu kewajiban yang suci, dalam lingkungannya yang sah. Tetapi bila tuntutannya berlawanan dengan tuntutan Allah, kita harus menurut Allah lebih daripada manusia. Perkataan Allah harus diakui melebihi segala undang-undang manusia. "Demikianlah firman Tuhan" tidak boleh dikesampingkan oleh "Demikianlah kata gereja" atau "Demikianlah kata negara." Mahkota Kristus harus diangkat melebihi mahkota raja dunia.
Kita tidak dituntut untuk menentang kekuasaan. Perkataan kita, apakah dikatakan atau ditulis, harus dipertimbangkan dengan teliti, supaya jangan kita menempatkan diri sendiri pada catatan sebagai mengucapkan sesuatu yang akan membuat kita bertentangan dengan undang-undang atau peraturan. Janganlah kita mengatakan atau melakukan sesuatu yang akan menutup jalan kita. Kita harus maju dalam nama Kristus, menganjurkan kebenaran yang dipercayakan kepada kita. Kalau kita dilarang oleh manusia untuk melakukan pekerjaan ini, maka kita boleh berkata, seperti rasul-rasul, "Silakan kamu putuskan sendiri manakah yang benar di hadapan Allah: taat kepada kamu atau taat kepada Allah. Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."

Dataran Tinggi Golan

Sejak berdiri menjadi sebuah negara pada 14 Mei 1948, hubungan antara Israel dengan negara-negara Arab di sekitarnya tidak pernah luput dari konflik. Negara- negara Arab sejak semula menolak keras Resolusi Partisi Palestina yang diterima Majelis Umum PBB pada 29 November 1947. Resolusi ini isinya membagi wilayah Palestina menjadi dua bagian, yaitu negara Arab Palestina dan negara Yahudi Palestina. Negara-negara Arab seperti Mesir, Irak, Libanon, dan Suriah melancarkan aksi ofensif kepada Israel tepat setelah proklamasi kemerdekaannya yang ditandai dengan penarikan mundur satuan-satuan Inggris dari daerah itu. Namun, Israel berhasil melawan serangan negara-negara Arab tersebut dengan para tentara terlatih yang telah dipersiapkan dan perlengkapan senjata yang telah dimobilisasi sebelum proklamasi.

Sebagai aksi balasan Perang Arab Israel pada tahun 1948 dan atas ketegangan yang dialami penduduk sipil di perbatasan sebelah utara, Israel melakukan serangan dalam Perang Enam Hari pada tahun 1967 terhadap Mesir, Yordania, dan Suriah. Dalam perang tersebut Israel berhasil menduduki Yerusalem Timur, Jalur Gaza, Semenanjung Sinai, Tepi Barat, dan Dataran Tinggi Golan. Hasil akhir perang inilah yang kemudian mempengaruhi pergeseran inti konflik antara Suriah dan Israel. Pada mulanya inti konflik menyangkut pembelaan Suriah sebagai sesama negara Arab terhadap Palestina dan kemudian bergeser menjadi pendudukan Israel atas wilayah kedaulatan Suriah, yakni Dataran Tinggi Golan.

Pada tahun 1973, Suriah bersama Mesir melakukan serangan mendadak terhadap Israel saat perayaan hari suci Yahudi yang disebut dengan Perang Yom Kippur. Serangan ini dilakukan sebagai upaya untuk mendapatkan kembali wilayah-wilayah yang telah diduduki oleh Israel pada tahun 1967. Meskipun pada awal pertempuran Mesir berhasil mengalahkan Israel, namun pada akhirnya Suriah mengalami kekalahan dan kerugian yang sangat besar. Selain karena wilayah Dataran Tinggi Golan tidak berhasil direbut, dalam perang ini Israel berhasil meluluhlantakkan Damaskus, ibukota Suriah.

Dengan keberhasilannya mematahkan serangan Suriah dalam perang Yom Kippur pada tahun 1973, Israel semakin percaya diri untuk menguasai Dataran Tinggi Golan. Pada 14 Desember 1981 Israel secara sepihak menganeksasi Dataran Tinggi Golan menjadi bagian dari teritorialnya. Israel juga menerapkan hukum yurisdiksi dan administrasi, serta menawarkan kewarganegaraan Israel bagi penduduk Suriah di Dataran Tinggi Golan. Setelah menganeksasi wilayah ini, Israel mulai membangun pemukiman-pemukiman dan mendatangkan para imigran Yahudi dari seluruh penjuru dunia, khususnya Eropa dan Afrika. Hal ini mendapat kecaman dan pertentangan dari Suriah dan dunia internasional. Tetapi tak banyak yang dapat dilakukan untuk menghentikan tindakan Israel ini karena besarnya dukungan negara-negara barat, khususnya Amerika Serikat.

Pada tahun 1991 upaya penyelesaian konflik mulai diarahkan pada jalur negosiasi. Perundingan demi perundingan dilakukan Suriah dan Israel dalam kerangka “land for peace” atau pengembalian wilayah sebagai imbalan perdamaian. Upaya perdamaian ini mengalami pasang surut karena dipengaruhi oleh fluktuasi pembicaraan damai sengketa wilayah Palestina dan Israel. Perubahan politik domestik kedua negara dan politik regional Timur Tengah juga mempengaruhi pembicaraan damai Suriah dan Israel. Kegagalan dalam setiap perundingan juga dipengaruhi oleh kebuntuan kompromi terhadap masing-masing kepentingan dan keengganan kedua pemimpin untuk sungguh-sungguh menciptakan perdamaian.

Pada masa pemerintahan PM Yitzhak Shamir (1986- 1992), atas tekanan Amerika Serikat Israel akhirnya duduk dalam meja perundingan bersama Suriah pada 30 Oktober 1991 dalam Konferensi Madrid di Washington, Amerika Serikat. Pembicaraan antara delegasi kedua negara bersama delegasi lain mewakili negara Libanon, Yordania, dan Palestina ini mengarah pada masalah pengawasan senjata, keamanan, air, pengungsi, lingkungan, dan pembangunan ekonomi. Negosiasi dilanjutkan pada masa pemerintahan PM Yitzhak Rabin (1992-1995), pada 24 Mei 1995 di Institut Aspen Wye River Conference Center di Virginia. Pembicaraan ini telah mencapai kesepahaman tentang perdamaian. Negosiasi ini tidak mengalami kemajuan sejak tahun 1996 karena sikap keras PM Benjamin Netanyahu (1996-1999) yang tidak memberi perhatian terhadap pencapaian dalam perundingan yang selama ini berjalan.

Pada 3 Januari 2000, delegasi kedua negara ini melakukan pertemuan di Shepherdstown, West Virginia, selama seminggu lebih untuk melanjutkan pembicaraan. PM Ehud Barak (1999-2001) menawarkan Israel akan menarik diri dari Dataran Tinggi Golan dengan imbalan jaminan keamanan dari Suriah, normalisasi hubungan, dan demiliterisasi Dataran Tinggi Golan. Namun, Israel bersikeras dalam mempertahankan akses ke Laut Galilea. Presiden Hafez al-Assad menolak tawaran perdamaian Israel itu dan negosiasi kembali menemui jalan buntu.

Meskipun sejak tahun 1991 hingga putaran akhir perundingan tahun 2000 belum membuahkan hasil dan gagal menghasilkan kesepakatan, namun keterlibatan kedua negara dalam serangkaian perundingan untuk menentukan tuntutan masing-masing negara telah menjadi landasan perdamaian yang semakin hari semakin terbuka peluang penyelesaiannya. Seperti misalnya pengaturan masalah keamanan dan normalisasi hubungan telah dicapai sesuai dengan sudut pandang Suriah, tetapi untuk masalah air PM Ehud Barak menyatakan tidak ada kompromi dari Israel.

Pada masa pemerintahan PM Ariel Sharon (2001- 2003) memang tidak ada pembicaraan Israel akan mundur dari Dataran Tinggi Golan. Tapi pada akhir masa pemerintahannya, kebijakan melepaskan Jalur Gaza dari kekuasaannya sempat menimbulkan kekhawatiran rakyat Israel akan penarikan diri Israel dari Dataran Tinggi Golan juga. Namun, kekhawatiran itu tidak terjadi sampai PM Ehud Olmert (2006-2009) menggantikannya.

Pada tahun 2007, Suriah melalui Presiden Bashar al-Assad menunjukkan sinyalemen untuk kembali duduk dalam meja perundingan. Hal ini disambut baik oleh PM Ehud Olmert dan menyatakan kesediaan Israel untuk menyerahkan kembali Dataran Tinggi Golan kepada Suriah. Kedua negara memandang baik negara tetangganya Turki sebagai mediator yang cukup seimbang untuk memfasilitasi kedua negara ini dalam perundingan. Dalam Konferensi Annapolis pada 27 November 2007 yang diselenggarakan oleh Amerika Serikat, tidak ada terobosan dan kesepakatan yang ditandatangani mengenai sengketa wilayah Palestina dan Israel karena penolakan Palestina untuk mengakui Israel sebagai sebuah negara Yahudi dan ketidakmampuan Palestina untuk menghentikan serangan kekerasan terhadap Israel. Tetapi setidaknya negosiasi yang sedang dilakukan oleh Suriah dan Israel mendapat perhatian khusus. Ada dukungan dari dunia internasional menyangkut negosiasi Suriah dengan Israel sehingga kedua negara ini didorong untuk meneruskan negosiasi yang sedang dilakukan, menuju perundingan bilateral.

Pada 2008, perundingan dengan mediasi Turki pun berjalan. Ketiga negara menyepakati modal negosiasi yang sudah dimulai dengan sungguh-sungguh sejak awal tahun 2008. Meskipun rincian perundingan kedua negara tetap dirahasiakan, pembicaraan kedua negara sudah mencapai pembicaraan tahap akhir pada Desember 2008. Suriah mampu memenuhi persyaratan Israel yang menyangkut demiliterisasi Dataran Tinggi Golan, penempatan pasukan pemeliharaan perdamaian di wilayah Suriah, dan sistem pemantauan untuk mencegah pelanggaran perjanjian. Selain itu kedua belah pihak setuju untuk penarikan bertahap pasukan Israel untuk menjamin transisi yang tertib dan waktu untuk memukimkan kembali semua pemukim. Suriah juga setuju untuk masalah pembagian air dan merencanakan pengembangan taman yang dikelola bersama di Dataran Tinggi Golan, serta ijin khusus bagi pemukim Israel untuk bisa memasuki wilayah Dataran Tinggi Golan. Namun, setelah melakukan konsultasi dengan pemerintah PM Ehud Olmert tidak memberikan konfirmasi terhadap kesepakatan-kesepakatan yang telah dicapai untuk segera ditandatangani dan dijalankan. Bahkan Israel melancarkan serangan besar-besaran ke Jalur Gaza. Hal ini kemudian kembali membuat buntu upaya perdamaian karena Turki dan Suriah telah menghentikan negosiasi Harapan diserahkannya kembali Dataran Tinggi Golan kepada Suriah semakin pudar sejak dilantiknya Benjamin Netanyahu sebagai perdana menteri Israel yang baru pada 31 Maret 2009. PM Benjamin Netanyahu bersikeras menyatakan tidak akan merundingkan masalah Dataran Tinggi Golan dengan Suriah dan akan tetapmempertahankannya dalam kekuasaan Israel. Bahkan pemimpin Israel ini mengecam para pendahulunya yang pernah menyetujui untuk menyerahkan kembali Dataran Tinggi Golan kepada Suriah. Bagi PM Benjamin Netanyahu, Israel siap untuk melakukan perundingan damai dengan Suriah tanpa prasyarat apapun. Perdamaian harus dilakukan dalam kerangka “peace for peace” atau perdamaian untuk perdamaian. Bahkan, di bawah tekanan Presiden Amerika Serikat Barack Obama, PM Benjamin Netanyahu tetap tak bergeming. Melihat dari sejarah panjang perjalanan konflik Suriah dan Israel yang telah mencapai puluhan tahun ini, tentu ada alasan-alasan krusial yang melatarbelakangi kebijakan PM Benjamin Netanyahu untuk tidak menyerahkan kembali Dataran Tinggi Golan kepada Suriah.