Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Mar 6, 2013

Raksasa Nefilim

Nefilim dikenal sebagai raksasa yang memiliki kekuatan manusia super, mereka sudah diciptakan jauh sebelum manusia hidup dimuka Bumi, dan mereka bukan keturunan hasil hubungan antara makhluk langit dan manusia.

Sebelum adanya banjir besar yang menghancurkan ras manusia kuno, beberapa makhluk langit turun ke bumi. Mereka para malaikat yang yang dianggap melawan Allah karena penciptaan manusia. Sejarah menyebutkan, bahwa ada diantara makhluk langit yang mengajarkan manusia seni dan pengetahuan rahasia, kemudian dianggap sebagai Dewa.

Sebuah legenda menyebutkan adanya hubungan antara Dewa dengan manusia (wanita) di Bumi. Anak-anak mereka disebut-sebut dalam sejarah kuno sebagai keturunan campuran ras para Dewa (manusia setengah Dewa). Akibat tindakan para Dewa terhadap wanita yang ada di Bumi, alam dan penghuninya tercemar dan tidak murni, terkotori dengan kemaksiatan dua ras berbeda. Kejahatan dan keburukan moral berkembang hingga Tuhan memutuskan untuk menghancurkan semua makhluk bumi dengan banjir besar.

Raksasa Nefilim, Misteri Makhluk Prasejarah

Dan selama bertahun-tahun perdebatan tentang keturunan makhluk langit dan Bumi menjadi inti pembicaraan kalangan sejarawan. Banyak orang meyakini bahwa anak-anak keturunan Dewa adalah sekelompok raksasa yang disebut Nefilim, akan tetapi ada keyakinan lain yang jelas menolak dugaan ini sebagai suatu kesalahan penafsiran. Lalu, siapakah Nefilim yang sempat disebutkan dua kali dalam Kitab Perjanjian Lama? Pada bab 6 Kitab Genesis menyebabkan sejarawan Alkitab saling berdebat tentang kebenaran Nefilim, seperti ayat Kitab Genesis yang menyebutkan;

Ketika hal itu terjadi, manusia mulai berkembang di permukaan bumi dan anak perempuan lahir dilahirkan dari rahim manusia, maka anak-anak Tuhan berwujud pria dan mulai memperhatikan wanita, mereka sangat tampan dan mereka mengambil wanita sebagai istri. Setelah itu Tuhan berkata: "Roh Ku tidak akan bertindak (berpengaruh) terhadap manusia selamanya karena mereka dari daging. Dengan demikian hidupnya akan berjumlah seratus dua puluh tahun."

Nefilim berada dimuka bumi pada masa itu dan juga setelah itu, ketika anak-anak Tuhan terus berhubungan dengan anak manusia (perempuan) dan melahirkan anak-anak mereka, orang-orang perkasa yang tua, orang-orang terkenal. (Genisis 6:1-4)

Nefilim, dengan kata lain disebut sebagai Raksasa, beberapa terjamahan menggambarkan tentang Nefilim sebagai raksasa yang juga memiliki kekuatan manusia super. Seperti Septuaginta Yunani, terjemahan kuno Alkitab Ibrani menerjemahkan Nefilim juga sebagai Gigantes yang berarti Kelahiran Bumi. Sementara sejarawan masih tidak tahu pasti dari mana asal kata Nefilim, sebagian menduga kata ini berasal dari akar kata Naphal yang artinya "jatuh".



Prometheus Dan Hercules, manusia setengah Dewa (versi Yunani Kuno)

Dalam berbagai Alkitab, definisi Nefilim berperan sebagai anak-anak keturunan makhluk langit, mereka para malaikat yang jatuh dari langit. Kata Naphal sebenarnya tidak pernah secara langsung berhubungan dengan konsep malaikat. Dengan kata lain menurut konteks penjabaran alkitab, kata ini lebih erat dengan kebohongan bersujud (tentunya menggambarkan seorang malaikat yang tidak mau bersujud kepada Adam). Ada juga hubungan kata ini dengan konsep kegagalan, yaitu jatuh atau sedang dilemparkan (dibuang) ke bawah.

Hubungan antara teks Alkitab dan pernyataan tentang Nefilim adalah keturunan makhluk langit dan anak perempuan manusia, pernyataan ini tidak berdasar. Karena catatan sejarah dan alkitab yang menyatakan secara langsung mendukung pernyataan tersebut, sebenarnya berasal dari Kitab Apokrif dari Jubiliees (Yobel).

Terjadilah ketika anak-anak manusia mulai bertambah banyak jumlahnya di muka bumi dan anak perempuan lahir kepada mereka, bahwa malaikat Allah melihat mereka pada tahun Yobel tertentu, mereka elok rupanya, dan mereka mengambil sendiri istri dari semua yang mereka pilih, dan mereka telanjang kepada anak-anak mereka, dan mereka raksasa. Kitab Yobel, Bab V: 1

Pernyataan seperti ini ternyata ditulis oleh beberapa penulis mengikuti tradisi Yahudi-Kristen. Munculnya ide raksasa yang berkeliaran dimuka bumi pada zaman kuno ditemukan secara global, cerita keberadaan mereka berasal dari Amerika Utara, Amerika Selatan, Asia, Afrika dan Eropa.

Fakta Nefilim Menurut Mitologi Kuno

Sementara mitologi Yunani kuno juga menceritakan tentang asal-usul para raksasa, jauh sebelum manusia diciptakan, Dewa Titan Cronos mengontrol para Dewa Yunani, bersekongkol dengan saudaranya (para Titan lain) dan memberontak melawan Uranus (ayah mereka). Pemberontakan berakhir pada saat Cronos mengebiri Uranus dengan sabit dan mengambil kuasa diatas Bumi. Kemudian raksasa tercipta dari darah Uranus (setelah dikebiri) yang jatuh di atas bumi, makhluk ini dikenal sebagai Kelahiran Bumi. Para raksasa di bawah kekuasaan Cronos hidup selama Zaman Keemasan, bebas dari kesedihan dan semua orang menjalani hidup bahagia dan gembira.

Kehidupan di Bumi berubah ketika anak Cronos (Dewa Zeus) berjuang dan mengambil alih kekuasaan atas langit dan bumi. Zeus berperan sebagai Dewa tertinggi yang menurut mitos Yunani telah menempatkan raksasa untuk bekerja dengan para Dewa. Pada saat itu para raksasa mulai mengabaikan perintah Dewa Zeus, mereka tidak lagi bersujud kepada Zeus dan tidak mengikuti kehendak para Dewa lainnya. Raksasa ini kemudian memberontak terhadap Dewa, kerugian ada dikedua sisi tetapi revolusi mereka akhirnya ditekan oleh para Dewa. Gencatan senjata diputuskan sebagai bagian pembenahan dan perdamaian mereka terhadap ras raksasa.

Orpheus, Myths of the World karya Padraic berkisah tentang penciptaan manusia, legenda Suku Aztec menceritakan bagaimana Citlalicue yang melahirkan sebilah pisau batu. Ketika pisau itu terlempar dan jatuh ke Bumi kemudian berubah menjadi 1600 Dewa Bumi. Legenda ini sangat mirip dengan mitologi Yuniani, dimana sabit yang digunakan Cronus mengebiri ayahnya juga jatuh ke Bumi. Dewa Bumi hidup sebagai laki-laki dan perempuan yang bekerja untuk mencari makanan. Tetapi setelah beberapa waktu, para Dewa Bumi mulai berpikir bahwa pekerjaan ini di bawah kendali, mereka meminta Citlalicue (ibu mereka) untuk membuat perlombaan yang akan melayani dan menanggung beban yang mereka hadapi. Dengan bantuan Citlalicue, kemudian ras manusia diciptakan (diturunkan).

Kemudian dalam Kisah Ramayana, ada epik yang menceritakan tentang Dewa Wisnu ketika masa Yuga Treta, di mana dunia dipenuhi dengan raksasa, monster ular dan setan. Ketika Rama lahir, Dewa Wisnu meminta agar semua Dewa lainnya turun ke bumi dan kawin dengan kera dan beruang. Dewa Wisnu mengetahui apa yang akan terjadi pada Rama, dia ingin menciptakan tentara untuk membantu Rama menaklukkan dan membunuh Raja Rahwana, raksasa iblis dari Lanka.

Mitos telah jelas menerangkan bahwa raksasa Nefilim sudah ada jauh sebelum manusia pertama menghuni planet bumi. Kitab Genesis juga menyatakan bahwa Nefilim berada di bumi pada "hari-hari" dan juga sesudahnya…" jelas dan bukan samar-samar menyatakan mereka ada sebelum keberadaan ras manusia di Bumi.

Bagaimana dengan garis keturunan campuran makhluk langit dan manusia? Alkitab Ibrani menyebut mereka sebagai Gibborim, makna ini tersirat menyebut Pria bertubuh besar, pahlawan, pria yang gagah berani atau pemberani. Septuaginta Yunani mengidentifikasi mereka sebagai Renominati atau orang-orang terkenal. Dalam mitologi Yunani para Dewa memiliki sejarah kuno tentang kelahirannya yang memiliki hubungan dengan manusia. Nama-nama dari beberapa ras campuran setengah Dewa-Manusia antara lain adalah Hercules, Perseus dan Achilles.

Ada juga ras campuran juga ditemukan dalam budaya lain. Diantaranya India yang mengenal Hanuman dan Garuda, di Sumeria dikenal Gilgames, Adapa dan Mesoamerika mengenal Hunahpu dan Xbalanque, mereka juga disebut-sebut sebagai ras campuran hasil perkawainan antara Dewa dan Manusia.

Jadi jelas bahwa Nefilim bukan keturunan makhluk langit (malaikat) yang turun ke Bumi dan mengawini wanita (manusia). Mereka sudah ada jauh hari sebelum manusia diturunkan ke Bumi, sementara makhluk setengah Dewa-Manusia yang dimaksud bukan sebagai Nefilim seperti yang tertulis dalam sejarah mitologi Yunani Kuno.

Mar 5, 2013

Patut juga Ia bertambah tambah

Seketika lamanya pengaruh Yohanes Pembaptis atas bangsa itu sudah lebih besar daripada pengaruh penghulu‑penghulu, imam‑imam, atau raja‑rajanya. Sekiranya ia mengumumkan dirinya sebagai Mesias, serta mengobarkan suatu pemberontakan terhadap kerajaan Roma, maka imam‑imam dan bangsa itu sudah pasti datang berduyun‑duyun ke bawah panjinya. Setiap pertimbangan yang menarik bagi cita‑cita para pemenang dunia, sedia hendak didesakkan oleh setan kepada Yohanes Pembaptis. Tetapi dengan bukti yang ada di hadapannya akan kuasanya, ia telah tetap menolak sogokan yang besar itu. Perhatian yang telah ditujukan kepadanya itu, sudah disalurkan kepada Oknum yang lain.

Sekarang ia melihat arus kepopuleran beralih dari dirinya sendiri kepada Juruselamat. Hari demi hari para pengikutnya makin berkurang. Ketika Yesus datang dari Yerusalem ke daerah di sekitar Yarden, orang banyak datang berduyun‑duyun hendak mendengar Dia. Jumlah murid‑murid‑Nya kian bertambah setiap hari. Banyak yang datang untuk baptisan, dan karena Kristus Sendiri tidak membaptiskan, la mensahkan pelaksanaan upacara itu oleh murid‑murid‑Nya. Demikianlah la menaruh meterai‑Nya atas tugas penganjur‑Nya itu. Tetapi murid‑murid Yohanes memandang dengan rasa cemburu kepada kepopuleran Yesus yang makin bertambah itu. Mereka selalu siap untuk mengecam pekerjaan‑Nya, dan tidak lama kemudian mereka mendapat kesempatan untuk itu. Suatu pertanyaan timbul di antara mereka dan orang‑orang Yahudi tentang apakah baptisan itu dapat membersihkan jiwa dari dosa; mereka menandaskan bahwa baptisan Yesus pada pokoknya berbeda dengan baptisan Yohanes. Tidak lama kemudian mereka pun sudah berbantah dengan murid‑murid Kristus mengenai susunan kata yang pantas digunakan pada waktu baptisan, dan akhirnya tentang hak murid‑murid Kristus untuk membaptiskan.

Murid‑murid Yohanes datang kepadanya dengan pengaduan mereka dengan berkata, "Ya rabbi, ada pun orang yang dengan tuan di seberang Yarden, dan yang tuan beri kesaksian akan hal‑Nya, Ia pun membaptiskan orang dan semuanya orang pergi mendapatkan Dia." Oleh ucapan ini, setan membawa penggodaan kepada Yohanes. Meskipun tugas Yohanes nampaknya sudah hampir berakhir, masih juga mungkin baginya untuk menghalang‑halangi pekerjaan Kristus. Sekiranya ia telah merasa kasihan terhadap dirinya sendiri, serta menyatakan dukacita atau rasa kecewa karena ia diganti, maka sudah pasti ia menaburkan benih perselisihan, menganjurkan iri hati dan cemburu, dan sungguh‑sungguh merintangi kemajuan Injil.

Yohanes dalam sifatnya memiliki berbagai kesalahan dan kelemahan yang biasa pada manusia, tetapi jamahan kasih Ilahi telah mengubahkan dia. Ia tinggal dalam suatu suasana yang tidak dicemarkan oleh sifat mementingkan diri dan sifat suka mencari nama, dan jauh di atas racun kecemburuan. Ia tidak menyatakan simpati terhadap perasaan tidak puas di pihak murid‑muridnya itu, melainkan menunjukkan betapa jelas ia mengerti hubungannya dengan Messias, dan betapa senang hatinya menyambut Dia yang baginya ia telah menyediakan jalan.

Katanya, "Seorang pun tiada yang dapat mengambil barang suatu perkara, jikalau tidak dikaruniakan kepadanya dari surga. Kamu sendiri juga menjadi saksi, bahwa kataku: Bukan aku ini Kristus, melainkan aku disuruhkan dahulu daripada‑Nya. Ada pun yang empunya pengantin perempuan,yaitu mempelai laki‑laki, tetapi sobat mempelai, yang berdiri mendengar akan dia itupun bersuka cita hatinya, sebab ia mendengar bunyi suara mempelai itu; demikian pun kesukaanku telah sempurnalah." Yohanes menggambarkan dirinya sebagai sahabat yang bertindak sebagai pesuruh antara dua sejoli yang bertunangan menyediakan jalan untuk pernikahan. Setelah mempelai lelaki itu menerima mempelai perempuannya, maka tugas sahabat itu pun selesailah sudah. Ia bergembira dalam sukacita orang‑orang yang persatuannya telah diusahakan olehnya. Demikianlah Yohanes telah dipanggil untuk mengalihkan perhatian orang banyak kepada Yesus, dan bersukacitalah ia menyaksikan sukses pekerjaan Juruselamat itu. Katanya, ''Demikian pun kesukaanku telah sempurnalah. Patut juga Ia bertambah‑tambah, tetapi aku ini akan berkurang‑kurang."

Karena memandang dalam iman kepada Penebus, Yohanes telah naik ke puncak sifat penyangkalan diri. Ia tidak berusaha menarik orang kepada dirinya sendiri, melainkan mengangkat pikiran mereka semakin tinggi dan bertambah tinggi lagi, sampai mereka berharap pada Anak Domba Allah. Ia sendiri hanyalah suatu suara belaka, suatu suara yang berseru‑seru di padang belantara. Kini dengan kesukaan ia menerima kesunyian dan kesenyapan, supaya mata semua orang kiranya dialihkan kepada Terang hidup itu.

Orang yang setia kepada panggilannya sebagai pesuruh bagi Allah, tidak akan mencahari kehormatan bagi diri sendiri. Kasih bagi diri sendiri akan dilenyapkan oleh kasih bagi Kristus. Tidak ada persaingan akan menodai pekerjaan Injil yang indah itu. Mereka akan mengakui bahwa pekerjaan merekalah untuk memasyhurkan seperti Yohanes Pembaptis dahulukala memasyhurkan "Lihatlah Anak domba Allah, yang menghapus dosa dunia." Yohanes 1:29. Mereka akan meninggikan Yesus dan dengan Dia manusia akan ditinggikan. "Sebab beginilah firman Yang Mahatinggi dan Yang Mahamulia, yang bersemayam untuk selamaNya dan Yang Mahakudus namaNya: 'Aku bersemayam di tempat tinggi dan di tempat kudus tetapi juga bersama-sama orang yang remuk dan rendah hati, untuk menghidupkan semangat orang-orang yang rendah hati dan untuk menghidupkan hati orang-orang yang remuk." Yesaya 57:15.

Jiwa nabi itu, yang dikosongkan daripada diri sendiri, dipenuhi dengan terang Ilahi. Sementara ia menyaksikan kemuliaan Juruselamat, ucapannya hampir menyamai ucapan yang dikatakan Kristus sendiri dalam wawancara‑Nya dengan Nikodemus. Yohanes berkata, "Ada pun Yang turun dari atas Ia lebih dari semuanya.... Karena orang yang telah disuruhkan Allah yaitu mengatakan sabda Allah, sebab dikaruniakan Allah kepada‑Nya Roh dengan tiada perhinggaan. Kristus dapat mengatakan, "Aku tidak menuruti kehendak-Ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku." Kepada‑Nya dikatakan, "Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman sekutu-Mu." Yohanes 5:30; Ibrani 1:9. Bapa mengaruniakan "dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke Allahan."

Demikian juga halnya dengan para pengikut Kristus. Kita dapat menerima terang surga hanya kalau kita suka dikosongkan dari diri sendiri. Tidak akan dapat kita mengerti tabiat Allah, atau menerima Kristus oleh irnan, kecuali kita suka menaklukkan setiap pikiran kita untuk menurut kehendak Kristus. Kepada semua orang yang berbuat demikian, Roh Suci dikaruniakan "seluruh kepenuhan ke Allahan." Di dalam Kristus "dalam Dialah berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan, dan kamu telah dipenuhi di dalam Dia." Kolose 2:9, 10.

Murid‑murid Yohanes telah mengatakan bahwa semua orang datang kepada Kristus; tetapi dengan pengertian yang lebih terang, Yohanes berkata, "Seorang pun tiada yang menerima kesaksian‑Nya itu;" begitu sedikit orang yang bersedia untuk menerima Dia sebagai Juruselamat dari dosa. Tetapi "barang siapa yang menerima kesaksian‑Nya yaitu memeteraikan bahwa Allah benar adanya." "Barang siapa yang percaya akan Anak itu, padanya juga adalah hidup yang kekal." Tidak perlu ada persengketaan mengenai apakah baptisan Kristus atau Yohanes menyucikan dari dosa. Rahmat Kristuslah yang memberikan hidup kepada jiwa. Terpisah dari Kristus, maka baptisan, seperti upacara yang lain mana pun, adalah upacara yang tak mengandung arti, "Barang siapa yang tidak menurut perintah Anak itu, yaitu tak dapat melihat hidup."

Berhasilnya pekerjaan Kristus, yang telah disambut oleh Yohanes Pembaptis itu dengan kegembiraan yang begitu besar, dilaporkan juga kepada para pembesar di Yerusalem. Imam‑imam dan rabbi‑rabbi telah merasa cemburu akan pengaruh Yohanes ketika mereka melihat orang banyak meninggalkan rumah sembahyang dan pergi berduyun‑duyun ke padang belantara; tetapi di sini ada pula Orang yang memiliki kuasa yang lebih besar lagi untuk menarik khalayak ramai. Para pemimpin bangsa Israel itu tidak sudi mengatakan bersama dengan Yohanes, "Patutlah Ia juga bertambah‑tambah, tetapi aku ini akan berkurang‑kurang." Mereka itu bangkit dengan suatu tekad yang baru untuk mengakhiri pekerjaan yang sedang menarik orang banyak itu daripada mereka.

Yesus tahu bahwa mereka akan berusaha sedapat‑dapatnya untuk menimbulkan perpecahan antara murid‑murid‑Nya sendiri dan murid‑murid Yohanes. Ia tahu bahwa badai sedang datang yang akan menyapu salah seorang nabi yang terbesar pernah diberikan kepada dunia ini. Karena ingin hendak menghindarkan segala kesempatan untuk salah pengertian atau perselisihan paham, la menghentikan pekerjaan‑Nya dengan diam‑diam lalu pergi ke Galilea. Kita pun juga, sementara setia kepada kebenaran, haruslah berusaha menghindarkan segala sesuatu yang dapat menimbulkan perselisihan dan salah pengertian. Sebab bila saja semuanya ini timbul, akibatnya ialah hilangnya jiwa‑jiwa. Bila saja timbul keadaan yang mengancam untuk menyebabkan perpecahan, haruslah kita mengikuti teladan Yesus dan Yohanes Pembaptis itu.

Yohanes telah dipanggil untuk memimpin sebagai seorang pembaharu. Oleh karena ini, murid‑muridnya ada dalam bahaya mengarahkan perhatian mereka kepadanya, dengan merasa bahwa sukses pekerjaan itu tergantung pada segala usahanya, lalu lupa bahwa ia hanyalah suatu alat yang digunakan Allah dalam pekerjaan‑Nya. Akan tetapi pekerjaan Yohanes tidaklah cukup untuk meletakkan dasar sidang Kristen. Setelah ia melaksanakan tugasnya, satu pekerjaan yang lain harus dilakukan, yang tidak dapat dilaksanakan oleh kesaksiannya. Murid‑muridnya tidak mengerti akan hal ini waktu mereka melihat Kristus datang untuk mengambil pekerjaan itu, mereka merasa cemburu dan kecewa.

Bahaya yang sama masih ada sekarang. Allah memanggil seseorang untuk melakukan suatu pekerjaan tertentu; dan setelah pekerjaan itu dilakukannya sejauh yang sanggup dilakukannya, Tuhan membawa orang‑orang lain pula, untuk melakukannya lebih jauh lagi. Tetapi, seperti halnya dengan murid‑murid Yohanes, banyak orang yang merasa bahwa sukses pekerjaan itu tergantung pada pengerja yang terdahulu itu. Perhatian ditujukan kepada manusia gantinya kepada Tuhan, perasaan cemburu masuk, lalu pekerjaan Allah pun ternodalah. Orang yang dengan demikian dihormati berlebih‑lebihan itu, tergoda untuk memelihara kepercayaan pada diri sendiri. Ia tidak menyadari persandarannya kepada Allah. Orang diajar untuk bersandar pada manusia untuk mendapat bimbingan dan dengan demikian mereka terjerumus ke dalam kekeliruan, dan tersesat jauh dari Allah.

Pekerjaan Allah hendaknya jangan memakai peta dan ukiran manusia. Kadang‑kadang Tuhan akan menggunakan alat‑alat yang lain, yang olehnya maksud‑Nya dapat dilaksanakan sebaik‑baiknya. Berbahagialah mereka yang sudi bila dirinya direndahkan, dengan berkata bersama Yohanes Pembaptis, "Patut Ia juga bertambah‑tambah, tetapi aku ini akan berkurang‑kurang."