Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jan 21, 2011

Takhta Putih

"Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya. Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Maka laut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan maut dan kerajaan maut menyerahkan orang-orang mati yang ada di dalamnya, dan mereka dihakimi masing-masing menurut perbuatannya."  (Wahyu 20:11-13)

Pertama-tama ayat-ayat ini bukan sedang berbicara tentang orang-orang percaya yang sejati. Orang-orang mati disini menunjuk kepada orang-orang yang tidak diselamatkan. Sesungguhnya kita semua memulai di dalam keadaan mati rohani. Kita semua mati secara rohani karena "semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam" (1 Korintus 15:22).

Dan kita berdiri di hadapan takhta penghakiman Allah di sepanjang jangka hidup kita, karena Dia adalah penguasa atas seluruh alam semesta dan Dia mengetahui segala sesuatu yang kita lakukan. Kita dihakimi setiap saat kita melanggar hukum Allah. Setiap saat kita melakukan sebuah dosa, "upah dosa ialah maut". Sewaktu Adam dan Hawa berbuat dosa mereka mati secara rohani. Pada titik itu mereka telah kehilangan hubungan rohani mereka dengan Allah. Hidup mereka di dalam Kristus lenyap.

Tetapi sewaktu kita menjadi diselamatkan kita dibangkitkan kembali di dalam Roh Kristus. Kita masih bisa jatuh ke dalam dosa, tetapi seluruh kesalahannya telah diletakkan kepada Tuhan Yesus dan Dia telah dihukum atas upah dosa-dosa kita. Dia telah mati untuk menggantikan kita, sehingga hukuman atas dosa-dosa tersebut tidak dapat dijatuhkan kepada kita. Hal tersebut adalah seperti seluruh dosa-dosa kita telah dibersihkan.

Pada saat seseorang menjadi diselamatkan, hal tersebut berarti bahwa Allah telah menanamkan Firman Tuhan di dalam kehidupan orang-orang yang dosa-dosanya telah Ia tebus. Dan Allah memberi mereka anugrah kebangkitan jiwa yang baru di mana orang tersebut akan membenci dosa sama sekali. Semenjak saat itu dosa adalah sangat mengerikan baginya. Jiwanya akan tersiksa jika ia jatuh ke dalam dosa. Dia merasa sangat buruk jika dia jatuh ke dalam dosa walaupun upah dari dosa-dosa itu telah dilunasi oleh Kristus.


Setiap dari kita, umat manusia, tidak akan berdiri di hadapan takhta penghakiman Allah pada hari yang terakhir. Tetapi semenjak saat kita dikandung kita telah berdiri di hadapan takhta penghakiman Allah. Allah ada di mana-mana. Hidup kita adalah seperti sebuah kitab yang terbuka bagi Allah. Untuk orang-orang yang tetap berada di dalam dosa-dosa mereka dan tidak menjadi diselamatkan, Allah menggunakan gambaran seperti Dia sedang menuliskan setiap dari dosa-dosa tersebut di dalam sebuah kitab.

Tetapi kenyataannya adalah, Allah mengetahui tentang setiap dosa selagi dosa tersebut terjadi. Jadi tidak akan ada suatu saat ketika Allah akan duduk sebagai seorang Hakim dan orang-orang berdiri di hadapan-Nya untuk dihakimi. Kita berdiri di hadapan takta-Nya di sepanjang hidup kita.

Sewaktu kita menjadi diselamatkan, Dia memandang kita sebagai orang-orang yang upah dosa-dosanya telah dilunasi, oleh karena itu tidak akan ada kutukan lebih lanjut. Kita sesungguhnya telah menjadi anak-anak-Nya. Kita berada di dalam suatu hubungan yang jauh lebih intim dengan Dia. Kita tidak menjadi musuh-musuh Allah lagi. Kita tidak lagi berperang dengan Allah, tetapi kita merupakan para Pengantin rohani Kristus.

Akan tetapi, selama kita hidup di dunia ini, kita masih berdiri di hadapan Takhta-Nya. Alkitab berbicara mengenai orang-orang percaya yang berkata: "Hakimilah Aku ya Allah". Itu berarti, "berkuasalah atas diriku dan tuntunlah hidupku dan berwewenanglah atas hidupku sepenuhnya" (Mazmur 7:8, Mazmur 35:24).

Allah telah menetapkan prinsip bahwa "upah dosa ialah maut" (Roma 6:23). Dan setiap saat kita melakukan dosa, Firman Tuhan mengutuk kita. Sehingga, di sepanjang hidup kita, berulang kali kita berada di bawah kutukan Tuhan. Dan kemudian akhirnya, jika kita tidak diselamatkan, kita akan mengalami "kematian kedua yang kekal", dan akan dipermalukan pada Hari Penghakiman ketika apapun yang tinggal tersisa dari tubuh kita, tulang-tulang kita atau debu, akan dilempar keluar dari kubur-kubur untuk diserakkan di atas tanah (Yesaya 66:24).

Kita harus membaca ayat-ayat tersebut dengan sangat berhati-hati. Kalau tidak, kita bisa tiba pada sebuah kesimpulan tetapi kemudian kita menemukan bahwa kesimpulan tersebut tidak sesuai dengan ayat-ayat Alkitab yang lainnya. Kita harus menemukan sebuah kesimpulan yang selaras dengan segala sesuatu lainnya yang Alkitab ajarkan. Alkitab mengatakan berulang kali bahwa orang-orang yang tidak percaya akan binasa. Mereka akan dibinasakan. Mereka akan menemui maut. Kita tidak dapat menemukan satu ayatpun yang mengatakan bahwa orang-orang yang tidak diselamatkan akan dihidupkan kembali.

Perangkap Alkitab

"Aku mengucap syukur kepada Allah, bahwa aku berkata-kata dengan bahasa roh lebih dari pada kamu semua. Tetapi dalam pertemuan Jemaat aku lebih suka mengucapkan lima kata yang dapat dimengerti untuk mengajar orang lain juga, dari pada beribu-ribu kata dengan bahasa roh. Saudara-saudara, janganlah sama seperti anak-anak dalam pemikiranmu. Jadilah anak-anak dalam kejahatan, tetapi orang dewasa dalam pemikiranmu!" (1 Korintus 14:18-20)

Fenomena bahasa roh di dalam Alkitab adalah sebuah "program ujian" bagi gereja-gereja di akhir zaman untuk melihat apakah mereka akan melihat kepada seluruh Alkitab atau tidak. Seperti misalnya pada halaman yang terakhir dari Alkitab dalam kitab Wahyu 22:18-19 Tuhan memperingatkan demikian:

"Aku bersaksi kepada setiap orang yang mendengar perkataan-perkataan nubuat dari kitab ini: "Jika seorang menambahkan sesuatu kepada perkataan-perkataan ini, maka Allah akan menambahkan kepadanya malapetaka-malapetaka yang tertulis di dalam kitab ini."

Dengan kata lain, sejak Alkitab selesai ditulis pada tahun 95 Masehi Tuhan tidak lagi memberikan nubuat-nubuat tambahan kepada individu-individu, jika seseorang ingin untuk mengetahui Firman Tuhan baiklah ia membaca dan mempelajari Alkitab. Akan ada "pembukaan bertahap" (progressive revelation) dari pengertian tentang ayat-ayat Alkitab yang sulit untuk dimengerti, tetapi tidak akan ada lagi nubuat-nubuat tambahan dari Tuhan apalagi dalam bahasa-bahasa yang tidak dimengerti.

Pelajarilah kitab 1 Korintus pasal 14 dengan sangat berhati-hati tentang bahasa roh, maka anda akan mengetahui bahwa itu adalah "perangkap" yang Tuhan tetapkan sebagai program ujian di akhir zaman. Seperti misalnya ayat 22 berkata demikian:

"Karena itu karunia bahasa roh [berbicara dalam bahasa yang tidak dapat dimengerti] adalah tanda, bukan untuk orang yang beriman, tetapi untuk orang yang tidak beriman; sedangkan karunia untuk bernubuat [berbicara dalam bahasa yang dapat dimengerti] adalah tanda, bukan untuk orang yang tidak beriman, tetapi untuk orang yang beriman."

Pada hari sekarang ini orang-orang yang berbicara dalam bahasa roh tidak sedang memegahkan Tuhan (Firman Tuhan), tetapi mereka sedang memegahkan diri sendiri. Sama halnya seperti ahli-ahli Taurat yang ada di zaman para rasul, yang melakukan sunat jasmani atau hukum-hukum upacaca lainnya tanpa mengerti bahwa kegenapan dari semua hal itu adalah karya Kristus, yaitu "pekerjaan Tuhan" bukan pekerjaan kita sendiri. Kitab Kisah Para Rasul 7:51 berkata demikian:

"Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu."

Jadi Tuhan memang memerintahkan sunat tetapi sunat sesungguhnya yang dimaksud Alkitab adalah "sunat rohani" bukan jasmani (lihat Yeremia 4:4, Ulangan 10:16, Roma 2:28, 1 Korintus 7:19, Filipi 3:3).

Sama halnya dengan domba, kambing atau lembu yang dikurbankan, semua itu menunjuk kepada karya penebusan Kristus di kayu salib. Dan sabat yang dimaksud adalah untuk ber-istirahat di dalam karya Kristus. Sedangkan air, roti, pedang, api dan awan, batu, pakaian, jubah atau kain, emas, batu permata, kayu, dll. bila memiliki arti rohani semuanya menunjuk kepada Firman Tuhan.

Demikianlah ada banyak perangkap di dalam Alkitab, yaitu hukum-hukum upacara yang kita lakukan sendiri, seperti hari ke-tujuh sabat, baptis air, perjamuan kudus, memakai jilbab, tidak makan makanan tertentu, dll. Semua hal-hal ini adalah pekerjaan yang kita lakukan sendiri -- dan kita tidak dapat diselamatkan melalui pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan sendiri, seperti yang dinyatakan dalam Efesus 2:8-9 demikian:

"Sebab karena kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan oleh iman [=Kristus]; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian [hadiah] Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

Semua hukum-hukum upacara, yaitu pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan sendiri, adalah "bayangan" atau perumpamaan dari isi rohani yang sesungguhnya, yaitu anugrah, atau pekerjaan Tuhan (Kolose 2:16-17). Rasul Paulus yang berada dibawah inspirasi dari Allah Roh Kudus berkata tentang bangsa Israel dalam Roma 10:2-4 demikian:

"Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal Kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada Kebenaran Allah. -- Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat [hukum Tuhan]--, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya."

Dan Roma 9:31-33 menjelaskan alasannya demikian:

"Tetapi: bahwa Israel, sungguhpun mengejar hukum yang akan mendatangkan kebenaran, tidaklah sampai kepada hukum itu. Mengapa tidak? Karena Israel mengejarnya bukan karena iman, tetapi karena perbuatan. Mereka tersandung pada batu sandungan, seperti ada tertulis: "Sesungguhnya, Aku meletakkan di Sion sebuah batu sentuhan dan sebuah batu sandungan [yaitu Kristus atau Firman Tuhan Yang Hidup - Yoh. 1:14], dan siapa yang percaya kepada-Nya, tidak akan dipermalukan."

Masalahnya sekarang adalah otoritas dari Alkitab, kita harus melihat kepada "seluruh Alkitab", membandingkan ayat suci yang satu dengan ayat suci yang lain dan memeriksa ayat-ayat lainnya di seluruh Alkitab yang berhubungan dengan suatu subjek tertentu sebelum kita dapat mengambil suatu kesimpulan. Bila kita tidak berbuat demikian atau jika kita hanya mempercayai doktrin-doktrin dari denominasi gereja kita, maka itulah yang akan menjadi allah kita.

Akan tetapi Tuhan memperingatkan dalam 1 Petrus 2:4-5 dan banyak ayat-ayat lainnya yang serupa demikian:

"Dan datanglah kepada-Nya, Batu yang hidup itu [yaitu Kristus - 1 Kor. 10:4], yang memang dibuang oleh manusia, tetapi yang dipilih dan dihormat di hadirat Allah. Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah."

Enam Hal Penting Dari Alkitab


  1. Kita semua bersalah dihadapan Tuhan karena dosa-dosa kita.
  2. Tuhan menuntut hukuman atas dosa dan hukumannya adalah maut, yaitu kematian kedua di dalam kekekalan.
  3. Tetapi Tuhan melalui kemurahan kasih karunia-Nya merencanakan untuk menyelamatkan suatu umat pilihan bagi diri-Nya sendiri supaya mereka mendapatkan hidup yang kekal di Langit yang baru dan Bumi yang baru.
  4. Umat yang dipilih ini adalah orang-orang yang berdosa sama seperti orang-orang yang lainnya, tetapi ada Seseorang yang sudah membayar upah dosa-dosa mereka, dan itulah yang Yesus Kristus telah lakukan pada waktu sebelum dunia dijadikan.
  5. Tuhan berkuasa, dan Ia akan menyelamatkan setiap orang yang sudah dipilih-Nya sejak sebelum dunia dijadikan pada suatu saat di dalam hidup mereka. Tuhan akan memberikan mereka "mujizat keselamatan", yaitu "kebangkitan jiwa yang baru" dan kemudian mereka akan menemukan kebahagiaan yang tidak terhingga untuk taat kepada kehendak-kehendak Tuhan yang mereka pelajari dari Alkitab.
  6. Tuhan menyelamatkan melalui Firman-Nya, yaitu ketika mereka mendengarkan Injil yang sejati.

Tidak ada yang tahu kecuali Tuhan sendiri, siapa-siapa saja yang Ia akan selamatkan dari hukuman kematian kedua dalam kekekalan. Dan tugas utama dari orang-orang percaya yang sudah diselamatkan adalah untuk mengirimkan pesan-pesan mengenai keselamatan dan penghakiman Tuhan ke seluruh dunia.

"Karena engkau menuruti Firman-Ku, untuk tekun menantikan Aku, maka Akupun akan melindungi engkau dari hari pencobaan yang akan datang atas seluruh dunia untuk mencobai mereka yang diam di bumi" (Wahyu 3:10).

Apakah Tuhan sudah menyelamatkan anda?

Apakah anda sudah siap untuk bertemu dengan Tuhan?

Semoga Tuhan memberikan berkat-Nya yang terbaik kepada anda, yaitu keselamatan.

Pengantin laki laki

"Aku akan melenyapkan dari antara mereka suara kegirangan dan suara sukacita, suara pengantin Laki-laki dan pengantin perempuan, bunyi batu kilangan dan Cahaya pelita."
(Yeremia 25:10)

Kitab Yeremia pasal 25 adalah salah satu dari pasal terbaik yang ada di dalam Alkitab yang berbicara tentang fakta bahwa Hari Penghakiman akan segera datang. Ini adalah gambaran yang menunjuk kepada seluruh periode Masa Kesusahan Yang Besar atau Masa Siksaan Yang Dahsyat, yaitu suatu "siksaan rohani" yang sangat dahsyat, yang tidak pernah terjadi sebelumnya dan tidak akan terjadi lagi dan sedang terjadi di hari kita sekarang ini. Periode masa ini telah dimulai pada tahun 1988, dan akan berakhir pada hari yang pertama dari Hari Penghakiman, yaitu akhir dari masa 23 tahun tersebut.

Pengantin Laki-laki itu tidak lain menunjuk kepada Kristus sendiri (Wahyu 19:7), dan "batu kilangan" ada hubungannya dengan Injil karena batu kilangan biasanya menghasilkan gandum. Dan ayat ini menyatakan bahwa suara Tuhan, yaitu Firman Tuhan yang sejati, dan suara mempelai-Nya, yaitu orang-orang percaya yang sejati, tidak akan terdengar lagi di Yerusalem. Perhatikan ayat 29 - 30 dari Yeremia 25 berkata demikian:

"Sebab sesungguhnya di kota yang nama-Ku telah diserukan di atasnya [yaitu Yerusalem] Aku akan mulai mendatangkan malapetaka [yaitu penghakiman - 1 Petrus 4:17]; masakan kamu ini akan bebas dari hukuman? kamu tidak akan bebas dari hukuman, sebab Aku ini mengerahkan pedang ke atas segenap penduduk bumi, demikianlah Firman TUHAN semesta alam. Dan engkau ini, nubuatkanlah segala Firman ini kepada mereka. Katakanlah kepada mereka: TUHAN akan menengking dari tempat tinggi dan memperdengarkan suara-Nya dari tempat pernaungan-Nya yang kudus; Ia akan mengaum hebat TERHADAP tempat penggembalaan-Nya, suatu pekik, seperti yang dipekikkan pengirik-pengirik buah anggur, terhadap segenap penduduk bumi."

Ini adalah pararel seperti yang kita baca mengenai Babel dalam Wahyu 18:22-23 demikian:

"Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Dan cahaya lampu tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai Laki-laki dan pengantin perempuan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu [pharmakeia] semua bangsa disesatkan."

Dan Kisah Para Rasul 4:11 menyatakannya demikian:

"Yesus [yaitu Firman yang hidup - Yoh. 1:14] adalah Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan --yaitu kamu sendiri--, namun ia telah menjadi batu penjuru."

Nah, tempat apakah itu dimana sebelumnya disana terdengar suara Pengantin laki-laki dan perempuan, serta ada cahaya lampu, tetapi sekarang tidak lagi demikian? Sekarang secara rohani itu telah menjadi tempat yang sangat gelap. Itulah sebabnya Tuhan memerintahkan "umat-Nya" untuk keluar dari sana. Dalam Wahyu 18:4-5 Tuhan berkata demikian:

"Lalu aku mendengar suara lain dari sorga berkata: "Pergilah kamu, hai UMAT-KU, pergilah dari padanya supaya kamu jangan mengambil bagian dalam dosa-dosanya, dan supaya kamu jangan turut ditimpa malapetaka-malapetakanya. Sebab dosa-dosanya telah bertimbun-timbun sampai ke langit, dan Allah telah mengingat segala kejahatannya."

Dan Yeremia 50:8 berkata demikian:

"Larilah dari tengah-tengah Babel, dari negeri orang-orang Kasdim! Keluarlah! Jadilah seperti kambing-kambing jantan yang mengepalai kawanannya!"

Alkitab juga menjelaskan bahwa di akhir zaman Yerusalem secara rohani akan berubah menjadi "Sodom dan Mesir". Dalam kitab Wahyu 11:8 kita membaca demikian:

"Dan mayat mereka [yaitu mayat dua saksi] akan terletak di atas jalan raya kota besar, yang secara rohani disebut Sodom dan Mesir, di mana juga Tuhan mereka disalibkan [yaitu Yerusalem]."

Adalah cukup jelas bahwa Yeremia pasal 25 menunjukkan bahwa Hari Penghakiman akan segera datang. Perhatikan ayat 26 dan 27 berkata demikian:

"kepada semua raja dari Utara [yaitu Babel], yang dekat dan yang jauh, satu demi satu, dan kepada SEMUA kerajaan dunia yang ada di atas muka bumi; juga raja Sesakh [yaitu raja Babel atau Iblis] akan meminumnya sesudah mereka. Kemudian haruslah kaukatakan kepada mereka: Beginilah firman TUHAN semesta alam, Allah Israel: Minumlah sampai mabuk dan muntah-muntah! Rebahlah dan jangan bangun lagi, oleh karena Pedang yang hendak Kukirimkan ke antara kamu!"

Pasal ini merupakan bagian yang sangat langsung yang menyatakan bahwa Hari Penghakiman pasti akan datang. Dan kita hidup pada saat itu sekarang ketika kita hanya berada beberapa bulan saja dari akhirnya. Jadi hal ini sangat-sangat serius dan penting. Setiap orang yang menyadari otoritas Alkitab akan gemetar dihadapan Firman Tuhan dan melihat kepada dosa-dosanya, seperti yang dilakukan oleh penduduk kota Niniwe yang diperingatkan oleh Yunus, bahwa mungkin, mungkin saya juga dapat menjadi seorang anak Tuhan sebelum segalanya terlambat. Ingatlah ketika mereka mendengar berita itu orang-orang Niniwe mulai memakai pakaian kabung dan duduk di atas abu. Mereka benar-benar merendahkan diri dihadapan Tuhan dan mencoba untuk berpaling dari dosa-dosa mereka.

Kita harus merendahkan diri dihadapan Tuhan. Tuhan menekankan dalam kitab Yakobus 4:6b demikian:

"Allah menentang orang yang congkak, tetapi mengasihani orang yang rendah hati."

Akan tetapi dalam sifat alaminya, kita semua adalah orang-orang yang sombong dan congkak, kita suka untuk bermegah di dalam diri kita sendiri. Dan untuk menjadi benar-benar menjadi dipatahkan dihadapan Tuhan, kita harus menangis kepada-Nya serta berkata, "Ya Tuhan, saya tahu bahwa selama ini saya telah mempercayai diri saya sendiri, mempercayai pekerjaan saya sendiri untuk keselamatan, tetapi saya tahu bahwa saya tidak boleh berbuat demikian. Jikalau mungkin saya juga ingin untuk menerima anugrah keselamatan yang berasal daripada-Mu."

Dalam kitab Yesaya 28:22-23, Tuhan memperingatkan tentang akhir zaman demikian:

"Oleh sebab itu, janganlah kamu mencemooh, supaya tali belenggumu jangan semakin keras, sebab kudengar tentang kebinasaan yang sudah pasti yang datang dari Tuhan ALLAH semesta alam atas seluruh negeri itu. Pasanglah telinga dan dengarkanlah Suaraku; perhatikanlah dan dengarkanlah Perkataanku!"

Dan kitab Yudas 1:18-19 menubuatkan demikian:

"Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka." Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus [yaitu tanpa Firman Tuhan - Yoh. 6:63]"

Saulus dari Tarsus


"Lalu pergilah Ananias ke situ dan masuk ke rumah itu. Ia menumpangkan tangannya ke atas Saulus, katanya: "Saulus, saudaraku, Tuhan Yesus, yang telah menampakkan diri kepadamu di Jalan yang engkau lalui, telah menyuruh aku kepadamu, supaya engkau dapat melihat lagi dan penuh dengan Roh Kudus." Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis." (Kis. 9:17-18)


Saulus dari Tarsus yang kemudian berganti nama menjadi Paulus adalah seorang Farisi yang berkedudukan cukup tinggi dan sangat terpelajar. Dia telah mendapatkan pendidikan yang terbaik dari seorang guru besar yang bernama Gamaliel, dan ia sangat rajin di dalam keinginannya untuk menjadi yang terbaik. Saulus hidup pada masa ketika dia dapat berbicara kepada banyak orang yang secara pribadi mengenal Tuhan Yesus.

Akan tetapi setelah ia berbicara dengan mereka dan mempelajari segala sesuatu yang dapat ia pelajari tentang Kristus, ia tidak mengerti sama sekali. Dan di dalam kecemburuannya untuk jujur kepada dirinya sendiri, dan untuk jujur kepada Firman Tuhan seperti ia mengertinya, ia siap untuk membunuh orang-orang yang mengikuti ajaran baru tentang Kristus itu. Kitab Kisah Para Rasul 8:1-2 mencatat demikian:

"Sementara itu berkobar-kobar hati Saulus untuk mengancam dan membunuh murid-murid Tuhan. Ia menghadap Imam Besar, dan meminta surat kuasa dari padanya untuk dibawa kepada majelis-majelis Yahudi di Damsyik, supaya, jika ia menemukan laki-laki atau perempuan yang mengikuti Jalan Tuhan, ia menangkap mereka dan membawa mereka ke Yerusalem."

Sekarang apakah masalahnya? Apakah ia tidak jujur? Apakah ia kurang pintar? Tidak demikian, cukup jelas ia adalah seorang ahli teologi yang sangat pintar, tetapi masalahnya adalah mata rohaninya belum dibuka. Dan hanya Tuhan yang dapat membukanya. Jadi kemudian di dalam peristiwa perjalanan menuju Damaskus Tuhan Yesus menunjukkan diri-Nya kepada Saulus. Lalu setelah Ananias datang memberkatinya, ada "selaput" yang jatuh dari matanya setelah ia berdoa selama beberapa hari. Dan segera sesudah itu ia mulai untuk memberitakan kabar tentang Kristus kepada banyak orang. Kitab Kisah Para Rasul 8:18-19 dan 20 menyatakan demikian:

"Dan seketika itu juga seolah-olah selaput gugur dari matanya, sehingga ia dapat melihat lagi. Ia bangun lalu dibaptis. Dan setelah ia makan, pulihlah kekuatannya.... Ketika itu juga ia memberitakan Yesus di rumah-rumah ibadat, dan mengatakan bahwa Yesus adalah Anak Allah."

Ini adalah suatu gambaran bahwa ada selaput yang gugur dari mata Saulus sehingga ia dapat melihat Kebenaran. Saulus telah mengetahui segala sesuatu tentang Kristus, dia adalah seorang yang sangat ahli dalam Hukum Taurat (Hukum Tuhan). Ia mengetahui semua ayat-ayat yang berhubungan dengan Kristus di dalam Perjanjian Lama, akan tetapi sebelum Tuhan membuka mata rohaninya, dia tidak dapat mengerti. Semua hal itu masih tersembunyi baginya dan tidak dapat disesuaikannya.

Tetapi tepat pada saat Tuhan membuang selaput yang ada di matanya, lalu dengan cepat segala sesuatunya sesuai dengan sempurna. Dia mengetahui dimana Kebenaran berada. Dia tidak perlu untuk memulai dari permulaan dan mempelajari semuanya lagi. Dia mengetahui ayat-ayatnya. Tetapi sekarang Tuhan telah membuka matanya supaya dia dapat mengerti apa sesungguhnya yang dimaksud oleh ayat-ayat itu, daripada apa yang ia mengerti sebelumnya ketika ia masih buta secara rohani.

Kita harus selalu mengingat hal ini ketika kita berbicara kepada orang-orang yang kita kasihi atau teman-teman yang terkasih. Kita menunjukkan dari Alkitab dengan apa yang kita pikir adalah bahasa yang sangat gamblang, akan tetapi mereka tidak dapat mengerti. Mereka mengaku bahwa mereka mengasihi Tuhan dan mereka cukup mengenal Alkitab, tetapi ketika mereka mendengarkan kita, mereka mengelengkan kepala. Sangatlah jelas bahwa mereka tidak dapat mengerti. Tuhan belum membuka mata rohani mereka untuk memberikan kepada mereka pengertian.

Itulah sebabnya doa harus menjadi bagian yang sangat besar dari pelayanan kita pada saat ini. Kita harus memohon kepada Tuhan untuk saudara-saudara dan teman-teman yang kita kasihi dan orang-orang yang lainnya dimana kita berbagi Injil kepada mereka dan memperingatkan mereka tentang Hari Penghakiman yang akan segera datang. Kita harus memohon, "Ya Tuhan, apakah mungkin bahwa Engkau juga berkenan untuk membuka mata rohani dari orang-orang ini supaya mereka dapat melihatnya." Jadi pada akhirnya segala sesuatunya ada di tangan Tuhan.