Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Dec 22, 2015

Kota Sodom dan Gomorrah

Kisah Sodom dan Gomora merupakan salah satu cerita tertua di dunia. Kisah dua kota yang namanya identik dengan dosa. Selama bertahun-tahun, cerita tentang apa yang menimpa kota ini menjadi perumpamaan tentang bejatnya moral yang harus dibayar dengan mahal.

Reruntuhan Sodom dan Gomora telah ditemukan di sebelah tenggara Laut Mati. Nama modernnya adalah Bab edh-Dhra, diperkirakan sebagai Sodom, dan Numeira, diperkirakan sebagai Gomora.

Kedua tempat tersebut dihancurkan pada saat yang bersamaan oleh kebakaran yang luar biasa dahsyat. Debu-debu reruntuhan tebalnya sekitar tiga kaki.

Apa yang menyebabkan kekacauan yang mengerikan ini? Penemuan yang mengejutkan di kuburan di Bab edh-Dhra menyingkap penyebab tersebut. Para ahli arkeologi menemukan bahwa bangunan yang digunakan untuk mengubur terbakar mulai dari atap.

Apa yang menyebabkan setiap struktur di kuburan hancur dengan cara seperti ini? Jawaban misteri ini terdapat dalam Kitab Suci.

“Kemudian Tuhan menurunkan hujan belerang dan api atas Sodom dan Gomora, berasal dari Tuhan, dari langit” (Kejadian 19:24).

Satu-satunya penjelasan yang mungkin atas penemuan yang unik dalam publikasi arkeologi adalah bahwa debu-debu yang terbakar turun ke bangunan-bangunan dari udara. Tetapi bagaimana hal tersebut dapat terjadi?

Ada cukup bukti mengenai lapisan di bawah tanah berupa bahan berbasis minyak yang disebut bitumen, serupa dengan aspal, di daerah selatan Laut Mati. Materi seperti itu biasanya mengandung belerang dengan prosentase tinggi. Telah dipostulasikan oleh ahli geologi Frederick Clapp bahwa tekanan dari sebuah gempa bumi dapat menyebabkan endapan bitumen dipaksa keluar melalui garis patahan.

Ketika tersembur keluar dari bumi, endapan tersebut dapat terpicu oleh bunga api atau kebakaran. Semburan itu kemudian akan jatuh ke bumi sebagai materi yang terbakar. Seperti yang diketahui, banyak tempat yang dikisahkan didalam kitab suci sulit untuk ditentukan di mana lokasi yang sebenarnya. Contohnya di dalam Kitab Taurat yang membahas tentang lima kota lembah. Sampai saat ini manusia hanya bisa berspekulasi bahwa kelima kota tersebut berada disekitar laut mati.

Cerita mengenai Sodom dan Gomora ini terjadi di zaman Ibrahim, berabad-abad sebelum Musa keluar dari tanah Mesir. Tak ada yang menemukan petunjuk kota seperti itu pernah ada, sebab tak pernah ada orang yang sungguh-sungguh mencari-nya. Hingga pada tahun 1924, Ahli purbakala bernama William Albright berangkat menuju ke Laut Mati untuk melakukan penelitian di sana.

Beberapa orang yang bersamanya jelas mencari keberadaan sisa-sisa Sodom dan Gomora. Mereka mengitari Pantai Tenggara dari laut mati hingga mereka akhirnya tiba di situs purbakala Bab-edh-dhra.

Bab-edh-dhra (dibaca: Babhedra), merupakan situs jaman perunggu, namun tak ada petunjuk jika situs itu meupakan suatu kota. Tampaknya daerah itu merupakan suatu daerah pemakaman. Namun Albright tak memiliki sumber daya untuk menggalinya.

Jadi hampir 50 tahun berlalu sebelum ada yang kembali ke situs tersebut untuk melakukan penggalian. Ahli Purbakala Paul Lapp memimpin penggalian di tahun 1967, dan Thomas Schaub termasuk salah satu penggalinya.

Babhedra merupakan makam terbesar khas jaman perunggu yang mereka gali, panjangnya 15 meter dan lebarnya 7 meter. Disini mereka juga menemukan makam berisi perhiasan emas dan menggali lebih 700 tembikar yang merupakan hadiah penguburan termasuk tempat parfum kecil dan banyak benda lain seperti kain.

Situs ini sungguh menakjubkan, makam ini telah digunakan selama 1000 tahun lamanya, dari zaman Ibrahim hingga penghancuran Sodom. Namun, tak ada apapun untuk mengaitkan pemakaman kuno itu dengan Sodom.

Misterinya, sekitar tahun 2350 SM, penguburan itu mendadak berhenti tak ada yang tahu mengapa. Ada sejumlah sebab mengapa suatu situs tak ditempati lagi, beberapa bisa disimpulkan, beberapa lagi tidak. Penyebab pada umumnya mungkin persediaan air mengering, lingkungan berubah, iklim berubah atau orang-orangnya dibasmi total.

Penelitian-penelitian arkeologi dan geologi yang telah dilakukan sejak tahun 1920-an di wilayah Laut Mati menemukan bahwa bekas-bekas kota Sodom dan Gomora paling mungkin terletak di tepi tenggara Laut Mati, yaitu dua kota yang di dalam arkeologi dikenal sebagai Babhedra (Sodom) dan Numeira (Gomora).

Sodom dan Gomora terletak di atas Sesar Moab. Laut Mati dicirikan oleh endapan elisional, kegempaan yang tinggi, fenomena diapir, gunung garam dan gunung lumpur, serta akumulasi hidrokarbon (aspal dan bitumen) dengan kadar belerang tinggi.

Bencana katastrofik ini telah meratakan Sodom dan Gomora dan menewaskan seluruh penduduknya kecuali Luth dan dua putrinya. Api dari langit yang menghujani Sodom dan Gomora bukan fenomena astroblem (seperti meteor), melainkan fenomena katastrofi (malapetaka) geologi berupa aspal dan bitumen yang terbakar serta belerang yang berasal dari letusan gunung garam dan gunung lumpur.

Kota Sodom dan Gomorrah adalah dua kota yang dikaitkan dengan kisah Nabi Luth dan kaumnya. Paling tidak, dalam pandangan Islam, Kristen, Yahudi, diyakini bahwa dua kota ini memang pernah ada, dan kemudian dihancurkan Tuhan akibat begitu besarnya kemaksiatan yang dilakukan oleh penduduknya. Kota inilah yang daripadanya lahir istilah sodomy, and sodomite. Bahkan, dalam bahasa Ibrani, Sodom itu sendiri berarti terbakar, dan Gomorrah berarti terkubur.

Dec 17, 2015

Penetapan 25 Desember sebagai Hari NATAL

Sesungguhnya, tidak seorang pun tahu kapan persisnya Yesus dari Nazaret dilahirkan ke dalam dunia ini. Tidak ada suatu Akta Kelahiran zaman kuno yang menyatakan dan membuktikan kapan dia dilahirkan. Tidak ada seorang saksi hidup yang bisa ditanyai.

Berlainan dari tuturan kisah-kisah kelahiran Yesus yang dapat dibaca dalam pasal-pasal permulaan Injil Matius dan Injil Lukas, sebetulnya pada waktu Yesus dilahirkan, bukan di Betlehem, tetapi di Nazaret, tidak banyak orang menaruh perhatian pada peristiwa ini. Paling banyak, ya selain ayah dan ibunya, beberapa tetangganya juga ikut sedikit disibukkan oleh kelahirannya ini, di sebuah kampung kecil di provinsi Galilea, kampung Nazaret yang tidak penting.

Baru ketika Yesus sesudah kematiannya diangkat menjadi sang Mesias Kristen agung oleh gereja perdana, atau sudah dipuja dan disembah sebagai sang Anak Allah, Raja Yahudi, dan Juruselamat, disusunlah kisah-kisah kelahirannya sebagai kelahiran seorang besar yang luar biasa, seperti kita dapat baca dalam pasal-pasal awal Injil Matius dan Injil Lukas (keduanya ditulis sekitar tahun 80-85 M). Penulis Injil Kristen tertua intrakanonik, yakni Injil Markus (ditulis tahun 70 M), sama sekali tidak memandang penting untuk menyusun sebuah kisah kelahiran Yesus.

Dalam tuturan penulis Injil Lukas, kelahiran Yesus diwartakan sebagai kelahiran seorang tokoh Yahudi yang menjadi pesaing Kaisar Agustus, yang sama ilahi dan sama berkuasanya, yang kelahiran keduanya ke dalam dunia merupakan “kabar baik” (euaggelion) untuk seluruh bangsa karena keduanya adalah “Juruselamat” (sōtēr) dunia (bdk Lukas 2:10,11 dan prasasti dekrit Majelis Provinsi Asia tentang Kaisar Agustus yang dikeluarkan tahun 9 M). Dalam tuturan penulis Injil Matius, kanak-kanak Yesus yang telah dilahirkan, yang diberitakan sebagai kelahiran seorang Raja Yahudi, telah menimbulkan kepanikan pada Raja Herodes Agung yang mendorongnya untuk memerintahkan pembunuhan semua anak di Betlehem yang berusia dua tahun ke bawah (Matius 2:2, 3, 16).

Dalam kisah-kisah kelahiran Yesus dalam kedua injil inipun, bahkan dalam seluruh Perjanjian Baru, tidak ada suatu catatan historis apapun yang menyatakan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Jika demikian, bagaimana tanggal 25 Desember bisa ditetapkan sebagai hari kelahiran Yesus, hari Natal? Dalam kebudayaan kuno Yahudi-Kristen dan Yunani-Romawi, ada dua cara yang dapat dilakukan untuk menetapkan hari kelahiran Yesus.

Cara pertama

Seperti dicatat dalam dokumen Yahudi Rosh Hashana (dari abad kedua), sudah merupakan suatu kelaziman di kalangan Yahudi kuno untuk menyamakan hari kematian dan hari kelahiran bapak-bapak leluhur Israel. Dengan sedikit dimodifikasi, praktek semacam ini diikuti oleh orang-orang Kristen perdana ketika mereka mau menetapkan kapan Yesus Kristus dilahirkan. Sebetulnya, praktek semacam ini berlaku hampir universal dalam orang menetapkan hari kelahiran tokoh-tokoh besar dunia yang berasal dari zaman kuno. Dalam kepercayaan para penganut Buddhisme, misalnya, hari kelahiran, hari pencapaian pencerahan (samma sambuddha) dan hari kematian (parinibbana) Siddharta Gautama sang Buddha dipandang dan ditetapkan (pada tahun 1950 di Sri Langka) terjadi pada hari yang sama, yakni Hari Waisak atau Hari Trisuci Waisak.

Ketika orang-orang Kristen perdana membaca dan menafsirkan Keluaran 34:26b (bunyinya, “Janganlah engkau memasak anak kambing dalam susu induknya”), mereka menerapkannya pada Yesus Kristus. “Memasak anak kambing” ditafsirkan oleh mereka sebagai saat orang Yahudi membunuh Yesus; sedangkan frasa “dalam susu induknya” ditafsirkan sebagai hari pembenihan atau konsepsi Yesus dalam rahim Bunda Maria. Dengan demikian, teks Keluaran ini, setelah ditafsirkan secara alegoris, menjadi sebuah landasan skriptural untuk menetapkan bahwa hari kematian Yesus sama dengan hari pembenihan janin Yesus dalam kandungan ibunya, sekaligus juga untuk menuduh orang Yahudi telah bersalah melanggar firman Allah dalam teks Keluaran ini ketika mereka membunuh Yesus.

Kalau kapan persisnya hari kelahiran Yesus tidak diketahui siapapun, hari kematiannya bisa ditentukan dengan cukup pasti, yakni 14 Nisan dalam penanggalan Yahudi kuno, dan ini berarti 25 Maret dalam kalender Gregorian. Sejumlah bapak gereja, seperti Klemen dari Aleksandria, Lactantius, Tertullianus, Hippolytus, dan juga sebuah catatan dalam dokumen Acta Pilatus, menyatakan bahwa hari kematian Yesus jatuh pada tanggal 25 Maret. Demikian juga, Sextus Julianus Afrikanus (dalam karyanya Khronografai, terbit tahun 221), dan Santo Agustinus (menulis antara tahun 399 sampai 419), menetapkan 25 Maret sebagai hari kematian Yesus. Dengan demikian, hari pembenihan janin Yesus dalam rahim Maria juga jatuh juga pada 25 Maret.

Kalau 9 bulan ditambahkan pada hari konsepsi Yesus ini, maka hari kelahiran Yesus adalah 25 Desember. Sebuah traktat yang mendaftarkan perayaan-perayaan besar keagamaan, yang ditulis di Afrika dalam bahasa Latin pada tahun 243, berjudul De Pascha Computus, menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Hippolytus, dalam Tafsiran atas Daniel 4:23 (ditulis sekitar tahun 202), menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Sebuah karya yang ditulis dengan tangan, dalam bahasa Latin, pada tahun 354 di kota Roma, yang berjudul Khronografi, juga menyebut 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus.

Meskipun banyak dokumen dari abad ketiga sampai abad keempat menyebut tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus Kristus, tidak semua orang pada waktu itu menyetujui adanya perayaan hari Natal. Origenes, teolog Kristen dari Aleksandria, misalnya, dalam karyanya Homili atas Kitab Imamat, menyatakan bahwa “hanya orang-orang berdosa seperti Firaun dan Raja Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka.” Begitu juga, seorang penulis Kristen bernama Arnobus pada tahun 303 memperolok gagasan untuk merayakan hari kelahiran dewa-dewi.

Pada sisi lain, kalangan Montanus menolak kalau kematian Yesus jatuh pada 25 Maret; bagi mereka Yesus wafat pada 6 April. Dengan demikian 6 April juga hari konsepsi Yesus dalam kandungan Maria, ibunya. Kalau setelah 6 April ditambahkan 9 bulan, maka hari kelahiran Yesus jatuh pada 6 Januari. Di kalangan Gereja Timur (yang berbahasa Yunani), berbeda dari Gereja Barat (yang berbahasa Latin), hari Natal tidak dirayakan pada 25 Desember, tetapi pada 6 Januari.

Cara kedua

Sebelum kekristenan lahir dan tersebar di seantero kekaisaran Romawi dan kemudian dijadikan satu-satunya agama resmi (religio licita) kekaisaran melalui dekrit Kaisar Theodosius pada tahun 381, orang Romawi melakukan penyembahan kepada Matahari (= heliolatri).

Dalam heliolatri ini, Dewa Matahari atau Sol menempati kedudukan tertinggi dan ke dalam diri Dewa Sol ini terserap dewa-dewa lainnya yang juga disembah oleh banyak penduduk kekaisaran, antara lain Dewa Apollo (dewa terang), Dewa Elah-Gabal (dewa matahari Syria) dan Dewa Mithras (dewa perang bangsa Persia).

Heliolatri, yakni pemujaan dan penyembahan kepada Dewa Sol sebagai Dewa Tertinggi, menjadi sebuah payung politik-keagamaan untuk mempersatukan seluruh kawasan kekaisaran Romawi yang sangat luas, dengan penduduk besar yang menganut berbagai macam agama dan mempercayai banyak dewa.

Pada tahun 274 oleh Kaisar Aurelianus Dewa Sol ditetapkan secara resmi sebagai Pelindung Ilahi satu-satunya atas seluruh kekaisaran dan atas diri sang Kaisar sendiri dan sebagai Kepala Panteon Negara Roma. Menyembah Dewa Sol sebagai pusat keilahian berarti menyentralisasi kekuasaan politik pada diri sang Kaisar Romawi yang dipandang dan dipuja sebagai titisan atau personifikasi Dewa Sol sendiri.

Dalam heliolatri ini tanggal 25 Desember ditetapkan sebagai hari perayaan religius utama untuk memuja Dewa Sol, hari perayaan yang harus dirayakan di seluruh kekaisaran Romawi. Ketika winter solstice, saat musim dingin ketika matahari (Latin: sol) tampak “diam tak bergeming” (Latin: sistere) di titik terendah di kaki langit Eropa sejak tanggal 21 Desember, persis pada tanggal 25 Desember matahari mulai sedikit terangkat dari kaki langit dan mulai sedikit demi sedikit beranjak naik ke atas, seolah sang Sol ini hidup atau lahir kembali. Peristiwa astronomikal ini ditafsir secara religius sebagai saat Dewa Sol tak terkalahkan, bangkit dari kematian, yang dalam bahasa Latinnya disebut sebagai Sol Invictus (=Matahari Tak Terkalahkan). Dengan demikian, tanggal 25 Desember dijadikan sebagai Hari Kelahiran Dewa Sol Yang Tak Terkalahkan, Dies Natalis Solis Invicti. Karena Kaisar dipercaya sebagai suatu personifikasi Dewa Sol, maka sang Kaisar Romawi pun menjadi Sang Kaisar atau Sang Penguasa Tak Terkalahkan, Invicto Imperatori, seperti diklaim antara lain oleh Kaisar Septemius Severus yang wafat pada tahun 211.

Ketika kekristenan disebarkan ke seluruh kekaisaran Romawi, para pemberita injil dan penulis Kristen, sebagai suatu taktik misiologis mereka, mengambil alih gelar Sol Invictus dan mengenakan gelar ini kepada Yesus Kristus sehingga Yesus Kristus menjadi Matahari Tak Terkalahkan yang sebenarnya. Mereka memakai teks-teks Mazmur 19:5c-6 (“Ia memasang kemah di langit untuk Matahari yang keluar bagaikan Pengantin laki-laki yang keluar dari kamarnya, girang bagaikan pahlawan yang hendak melakukan perjalanannya.”), Maleakhi 4:2 (“… bagimu akan terbit Surya Kebenaran dengan kesembuhan pada sayapnya.”) dan Lukas 1:78-19 (“Oleh rakhmat dan belas kasihan Allah kita, dengan mana Ia akan melawat kita, Surya Pagi dari tempat yang tinggi.”) sebagai landasan skriptural untuk menjadikan Yesus Kristus sebagai Sol Invictus yang sebenarnya.

Dengan jadinya Yesus Kristus sebagai Sol Invictus baru, maka tanggal 25 Desember sebagai hari natal Dewa Sol juga dijadikan hari Natal Yesus Kristus. Seorang penulis Kristen perdana, Cyprianus, menyatakan, “Oh, betapa ajaibnya: Allah Sang Penjaga, Pemelihara dan Penyelenggara telah menjadikan Hari Kelahiran Matahari sebagai hari di mana Yesus Kristus harus dilahirkan.” Demikian juga, Yohanes Krisostomus, dalam khotbahnya di Antikohia pada 20 Desember 386 (atau 388), menyatakan, “Mereka menyebutnya sebagai ‘hari natal Dia Yang Tak Terkalahkan’. Siapakah yang sesungguhnya tidak terkalahkan, selain Tuhan kita…?”

Selanjutnya, mulai dari Kaisar Konstantinus yang (menurut sebuah mitologi Romawi) pada 28 Oktober 312 melihat sebuah tanda salib dan sebuah kalimat In Hoc Signo Vinces (=“Dengan tanda ini, kamu menang”) di awan-awan, perayaan keagamaan yang memuja Sol Invictus pada 25 Desember diubah menjadi perayaan keagamaan untuk merayakan hari Natal Yesus Kristus. Dengan digantinya Dewa Sol dengan Yesus Kristus sebagai Sol Invictus yang sejati, dan tanggal 25 Desember sebagai hari Natal Yesus Kristus, sang Kaisar berhasil mengonsolidasi dan mempersatukan seluruh wilayah negara Roma yang di dalamnya warga yang terbesar jumlahnya adalah orang Kristen, yang, menurut Eusebius, adalah warga “Gereja Katolik yang sah dan paling kudus” (Eusebius, Historia Ecclesiastica 10.6).

Dan sejak itu juga, para uskup/paus sama-sama mengendalikan seluruh kekaisaran Roma di samping sang Kaisar sendiri; ini melahirkan apa yang disebut Kaisaropapisme. Kalau sebelumnya heliolatri menempatkan Dewa Sol sebagai Kepala Panteon yang menguasai seluruh dewa-dewi yang disembah dalam seluruh negara Romawi dan sebagai pusat kekuasaan politik, maka ketika Yesus Kristus sudah menjadi Sol Invictus pengganti, sang Kristus inipun mulai digambarkan sebagai sang Penguasa segalanya (=Pantokrator), yang telah menjadi sang Pemenang (=Kristus Viktor) di dalam seluruh kekaisaran Romawi.

Jelas sudah, tanggal 25 Desember bukanlah hari kelahiran Yesus yang sebenarnya. Seperti telah dinyatakan pada awal tulisan ini, kembali perlu ditekankan bahwa sesungguhnya tidak ada seorang pun di dunia pada zaman kuno dan pada masa kini mengetahui kapan persisnya Yesus dari Nazaret dilahirkan. Ketika Yesus baru dilahirkan, dia bukanlah seorang penting apapun. Hanya beberapa orang saja yang memedulikannya. Hanya ketika dia sudah diangkat menjadi sang Kristus gereja dan dipercaya sebagai sang Juruselamat dunia, dia baru menjadi penting dan kisah-kisah hebat tentang kelahirannya pun disusun.

Pada zaman gereja awal dulu, orang tidak sepakat kapan persisnya Yesus dilahirkan, meskipun berbagai cara penghitungan telah diajukan; dan juga orang tidak selalu sependapat bahwa hari kelahiran Yesus Kristus perlu dirayakan. Siapapun, dengan suatu pertimbangan teologis kultural, pada masa kini dapat menetapkan sendiri hari Natal Yesus Kristus buat dirinya dan buat komunitas gerejanya. Sebetulnya, cara merayakan Natal Yesus Kristus yang sebenarnya adalah dengan menjelmakan kembali dirinya, terutama bela rasanya, dalam seluruh gerak kehidupan orang yang menjadi para pengikutnya di masa kini.

Dec 8, 2015

Kisah Akhir Hidup Para Rasul Kristus

1. Matius meninggal dunia, karena disiksa dan dibunuh dengan pedang di Ethiopia.

2. Markus meninggal dunia di Alexandria (Mesir), setelah badannya di seret hidup-hidup dengan kuda melalui jalan-jalan yang penuh batu sampai ia menemukan ajalnya.

3. Lukas meninggal dunia di gantung di Yunani, setelah ia berkhotbah di sana kepada orang-orang yg belum mengenal Tuhan.

4. Yohanes di goreng dalam bak minyak mendidih di Roma, tetapi karena Tuhan masih ingin memakai Yohanes lebih lanjut, maka keajaiban terjadi sehingga walaupun ia telah di goreng hidup-hidup, ia bisa hidup terus. Tetapi akhirnya ia dibuang dah diasingkan ke pulau Patmos untuk kerja paksa di tambang batubara. Pada saat ia berada di sana, ia mendapatkan wahyu sehingga ia bisa menulis kitab WAHYU. Kemudian ia dibebaskan dan akhirnya kembali menjadi uskup di Edessa (Turki). Ia adalah satu-satunya Rasul yg bisa mencapai lanjut usia dan meninggal dengan tenang.

5. Petrus telah di salib dengan kepala di bawah dan kaki diatas. Ia merasa tidak layak untuk mati dan disalib seperti Tuhan Yesus.

6. Yakobus saudara tiri dari Tuhan Yesus dan pemimpin gereja di Yerusalem, dilempar kebawah dari puncak bubungan Bait Allah, di tempat yg sama di mana setan membawa Yesus untuk digoda. Ia meninggal dunia setelah dilempar dari tempat tersebut.

7. Yakobus anak Zebedeus adalah nelayan dan murid pertama Yesus yg dipanggil, ia dipenggal kepalanya di Yerussalem. Pada saat-saat disiksapun, ia tidak pernah menyangkal TuhanYesus, bahkan ia berusaha berkhotbah trus, bukan hanya kepada tawanan lainnya saja, bahkan kepada orang yg menghukum dan meyiksa dia dengan kejamnya. Sehingga akhirnya orang Romawi itu mendampingi Yakobus pada saat ia di hukum penggal, bukan sekedar hanya untuk menyaksikan, melainkan juga untuk turut dihukum dan dipenggal bersama dengan Yakobus. Pada saat ia mau menjalani hukuman mati, ia berlutut bersama di samping Yakobus, sambil berdoa, itu adalah doa nya yg terakhir, sebelum ia mati dipenggal bersama Yakobus sebagai orang Kristen.

8. Bartolomeus yang lebih di kenal sebagai Natanael ia menjadi misionaris di Asia, antara lain ia memberikan kesaksian di Turki. Ia meninggal dunia di Armenia setelah ia mendapat hukuman cambuk sehingga semua kulitnya menjadi hancur dan terlepas.

9. Andreas juga di salib seperti Petrus dengan cara X di Yunani. Sebelum meninggal, ia di siksa dengan hukum cambuk oleh tujuh tentara dan diikat di salib. Dengan cara demikian mereka bisa memperpanjang masa sakit dan masa siksaannya. Seorang pengikut Andreas yg turut menyaksikan hukuman Andreas menceritakan perkataan yg telah di ucapkan oleh Andreas sebelum meninggal dunia : “Ternyata keinginan dan cita-cita saya bisa terkabul, dimana saya bisa turut merasakan saat-saat disiksa dan disalib seperti Yesus”. Pada saat dicambuk ia tiada henti-hentinya ia berkhotbah terus hingga ajal.

10. Thomas dilempar ke dalam perapian, tetapi karena masih tetap hidup, ia dihujani dengan tombak hingga mati. Dia mati di India.

11. Yudas saudaranya dari Tuhan Yesus dihukum mati dengan panah, karena ia tidak bersedia untuk mengingkari Yesus.

12. Matias, Rasul pengganti Yudas Iskariot mati dihukum rajam dan akhirnya dipenggal kepalanya.

13. Paulus disiksa degan sangat kejam dan akhirnya dipenggal kepalanya oleh Kaisar Nero di Roma pada tahun 67. Rasul Paulus adalah yg paling lama mengalami masa siksaaan di penjara. Kebanyakan suratnya dibuat dan dikirim dari penjara.

Anda dan saya adalah murid Tuhan. Kita perlu diperlengkapi dengan ketahanmalangan utuk mengikuti Kristus. Kita jangan hanya mau berkat-Nya tetapi tidak memiliki qualifikasi menjadi saksi (martyr) bagi Dia.

Tuhan telah memperlengkapi kita dengan ketahanmalangan (Adversity) seperti yang tercantum dalam FIl.1:29 Sebab kepada kamu dikaruniakan bukan saja untuk percaya kepada Kristus, melainkan juga untuk menderita untuk Dia.

Teologi kemakmuran mengajarkan bahwa hidup dalam Tuhan damai sejahtera akan selalu mengiringi. Tetapi firman Tuhan berkata dalam :

Kol.1:24 Sekarang aku bersukacita bahwa aku boleh menderita karena kamu, dan menggenapkan dalam dagingku apa yang kurang pada penderitaan Kristus…

1Ptr. 4:13 Sebaliknya, bersukacitalah, sesuai dengan bagian yang kamu dapat dalam penderitaan Kristus, supaya kamu juga boleh bergembira dan bersukacita pada waktu Ia menyatakan kemuliaan-Nya.

Mrk.10:21 Tetapi Yesus memandang dia dan menaruh kasih kepadanya, berkata kepadanya: “Hanya satu lagi kekuranganmu: pergilah, juallah apa yang kaumiliki dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku.”

Ada banyak sekali janji sukacita dalam Alkitab, tetapi kita pun harus ingat bahwa Tuhan tidak pernah berjanji langit akan selalu biru dan hari akan selalu cerah dan tidak ada badai. Tuhan hanya berjanji bahwa Ia akan menyertai kita sampai kepada akhir zaman.

Kita perlu menyadari akan perkara mengasihi dan mengikuti Kristus yang sejati sebagaimana konsep Alkitab. Jika kita hanya mau senangnya saja, maka kita tidak layak menjadi murid Kristus, apalagi menjadi saksi-saksi (Martyr)-Nya.

Dec 7, 2015

Sejarah Kehidupan, Kematian dan Kebangkitan Yesus Kristus dari Sumber Luar Alkitab

Meskipun ada banyak bukti bahwa Alkitab adalah dokumen yang akurat dan dapat dipercaya, namun banyak orang yang masih enggan untuk mempercayai apa yang tertulis di dalam Alkitab, bahkan meragukan peristiwa penyaliban dan kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Berikut ini beberapa dokumen kuno di luar Alkitab yang mencatat peristiwa kehidupan, kematian dan kebangkitan Yesus Kristus.

Sumber Kuno Diluar Kristen

Cornelius Tacitus (55-120 M), "sejarawan terbesar" Romawi kuno:
"Konsekuensinya, untuk menyingkirkan laporan ini, Nero semakin mengencangkan kesalahan dan menimpakan penyiksaan yang paling hebat pada golongan yang dibenci karena kejijikan mereka, yang dinamai Kristen oleh kalangan umum. Kristus, yang dari padanya nama itu berasal, menderita penghukuman ekstrem selama masa pemerintahan Tiberius di tangan salah satu perwakilan penguasa kita, Pontius Pilatus, dan takhayul yang paling merusak, yang diperiksa pada waktu itu, tersebar lagi tidak hanya di Yudea, sumber awal dari kejahatan ini, tapi bahkan di Roma, dimana segala hal yang mengerikan dan memalukan dari setiap bagian dunia menemukan pusatnya dan menjadi populer.

Dengan demikian, penangkapan dilakukan pertama kali kepada semua orang yang mengaku bersalah, lalu, melalui informasi mereka, sejumlah besar orang dihukum, tidak sebesar kejahatan membakar kota, seperti kebencian terhadap umat manusia. Penghinaan dengan berbagai cara ditambahkan kepada kematian mereka. Diselimuti dengan kulit binatang, mereka dicabik-cabik anjing-anjing dan binasa, atau dipakukan pada kayu salib, atau ditempatkan dalam nyala api supaya terbakar, sebagai terang cahaya malam, ketika siang hari telah berakhir. Nero memberikan taman-tamannya untuk tontonan ini, dan mengadakan pertunjukan sirkus, sementara dia berbaur dengan orang-orang berpakaian pengendara kereta atau berdiri dengan sombong di atas kendaraan. Oleh sebab itu, bahkan bagi kriminal yang layak dihukum dengan ekstrem sebagai contoh, timbullah perasaan belas kasihan. Karena itu bukan bagi kebaikan orang banyak - seperti kelihatannya, tapi untuk mengenyangkan kekejaman satu orang, sehingga mereka dibinasakan."

Gaius Suetonius Tranquillas, kepala sekretaris Kaisar Hadrian (117-138 M):
"Karena orang-orang Yahudi Romawi menimbulkan kekacauan terus-menerus akibat hasutan Kristus, [Claudius] mengusir mereka dari kota."

"Setelah kebakaran besar di Roma [selama pemerintahan Nero] … Hukuman juga dijatuhkan kepada orang-orang Kristen, suatu sekte yang menganut kepercayaan baru yang mengacau."

Flavius Josephus (37-97 M), sejarawan istana bagi Kaisar Vespasian:
"Pada waktu ini ada seorang bijaksana yang dinamai Yesus. Perbuatannya baik dan dia dikenal sebagai orang suci. Banyak orang dari antara Yahudi dan bangsa lain menjadi murid-muridnya. Pilatus menghukum dia untuk disalibkan dan mati. Dan mereka yang telah menjadi murid-muridnya tidak meninggalkan pemuridannya. Mereka melaporkan bahwa dia menampakkan diri kepada mereka tiga hari setelah penyalibannya dan bahwa dia hidup. Oleh karena itu, dia mungkin messias, yang mengenai dia para nabi telah menceritakan keajaiban-keajaiban." (Terjemahan Arab)

Julius Africanus, menulis pada sekitar 221 M, menemukan kutipan dari tulisan-tulisan Thallus, yang menulis sejarah Mediterania Timur sekitar tahun 52 M, yang berbicara tentang kegelapan yang menutupi bumi selama penyaliban Yesus:

"Thallus, dalam buku ketiga dari catatan sejarahnya, menjelaskan bagaimana kegelapan seperti gerhana matahari – tidak masuk akal, seperti kelihatannya bagiku." [Gerhana matahari tidak mungkin terjadi pada waktu bulan purnama, yang adalah kejadian selama perayaan Paskah.]

Pliny Muda, gubernur Romawi untuk Bithynia di Asia Kecil sekitar 112 M:
"[Orang-orang Kristen] ada kebiasaan bertemu pada hari tertentu sebelum hari terang, ketika mereka menyanyikan bait-bait hymne lain kepada Kristus, seperti bagi allah, dan mengikatkan diri dengan ikrar yang sungguh-sungguh, bukan untuk melakukan perbuatan jahat, tapi untuk tidak pernah melakukan penipuan, pencurian atau perzinahan, untuk tidak pernah berbicara palsu, atau menyangkali kepercayaan ketika mereka dipanggil untuk menyampaikannya. Setelah itu kebiasaan mereka untuk memisahkan diri, dan kemudian berkumpul untuk ambil bagian tentang makanan – tetapi makanan biasa dan jenis yang bersih." Pliny menambahkan bahwa Kekristenan menarik orang-orang dari segala tingkat sosial, semua umur, jenis kelamin, dan baik dari kota maupun desa. Yang terakhir dari suratnya kepada Kaisar Trajan, Pliny mengatakan ajaran Yesus dan pengikutnya sebagai takhayul yang berlebihan dan menular.

Kaisar Trajan, dalam balasannya kepada Pliny:
"Metode yang engkau kejar, Pliny yang terkasih, dalam memilah kasus mereka yang mengadukan kepadamu mengenai orang-orang Kristen sudah amat tepat. Tidak mungkin untuk meletakkan suatu aturan umum yang dapat diterapkan sebagai standar baku untuk semua kasus dalam kondisi yang seperti ini. Penyelidikan tidak perlu dilakukan kepada orang-orang ini, ketika mereka diadukan dan ditemukan bersalah maka mereka harus dihukum, dengan batasan, namun, ketika pihak ini menyangkal dirinya sebagai orang Kristen, dan memberikan bukti bahwa dia bukan Kristen (yaitu, dengan memuja dewa-dewa kita) dia akan diampuni dengan dasar pertobatan, meskipun dia dulunya menimbulkan kecurigaan. Informasi tanpa adanya nama penuduh tidak boleh diakui sebagai bukti terhadap siapa pun, karena itu menimbulkan preseden yang sangat berbahaya, dan sama sekali tidak sesuai dengan semangat zaman ini."

Kaisar Hadrian (117-138 M), dalam surat kepada Minucius Fundanus, gubernur Asia:
"Aku tidak berharap, oleh karenanya, bahwa hal ini berlalu tanpa pemeriksaan, sehingga orang-orang ini bisa tidak diganggu, dan tidak juga menawarkan kesempatan berbuat jahat kepada para pelapor. Jika karenanya, provinsi dapat memperlihatkan dengan jelas tuduhan mereka terhadap orang Kristen, sebagai jawaban sebelum dilakukan pengadilan, biarlah mereka mengejar arah ini saja, namun bukan hanya karena petisi saja, dan bukan hanya karena protes keras terhadap orang Kristen saja. Karena jauh lebih tepat, jika seseorang membawa tuduhannya, sehingga engkau dapat memeriksanya." Hadrian lebih lanjut menjelaskan bahwa jika orang Kristen didapati bersalah mereka harus dihakimi "sesuai kekejian tindakan kejahatannya saja." Jika para pendakwa hanya memfitnah orang-orang percaya, maka mereka yang secara keliru telah menuduh yang harus dihukum.

Talmud Yahudi, disusun antara 70-200 M:
"Pada malam Paskah, Yeshua telah digantung. Karena empat puluh hari sebelum hukuman mati dilaksanakan, seorang pembawa berita telah muncul dan berseru, 'Dia akan dirajam karena dia mempraktekkan ilmu sihir dan membawa Israel kepada kemurtadan. Setiap orang yang dapat berkata apa pun untuk meringankan dia, biarlah dia maju dan memohon atas namanya.' Tapi karena tidak ada sesuatu apa pun yang dibawa demi meringankan dia, dia digantung pada malam Paskah."

[Referensi awal lain di dalam Talmud berbicara mengenai lima murid Yesus dan menceritakan peristiwa pengadilan atas mereka di hadapan hakim yang membuat keputusan individu untuk masing-masing murid, memutuskan bahwa mereka harus dihukum mati. Namun, tidak ada catatan tentang kematian mereka.]

Lucian, pengarang satir Yunani abad kedua:
"Orang Kristen, kamu tahu, menyembah seorang manusia hingga hari ini – seorang terkemuka yang memperkenalkan ritual baru mereka, dan disalibkan karena hal itu. … Kamu lihat, makhluk-makhluk sesat ini mulai dengan kepercayaan umum bahwa mereka abadi sepanjang waktu, yang menjelaskan kematian yang hina dan pengabdian diri sukarela yang sangat umum di kalangan mereka. Kemudian dikesankan kepada mereka oleh Pemberi Hukum mereka yang mula-mula, bahwa mereka semuanya adalah saudara, dari saat mereka bertobat, dan menyangkali dewa-dewa Yunani, dan menyembah orang suci yang disalibkan, dan hidup seturut hukum-hukumnya. Semua ini mereka terima hanya dengan iman, dengan akibat bahwa mereka memandang hina semua hal-hal duniawi, menanggapnya hanya sebagai harta benda biasa." Lucian juga melaporkan bahwa orang Kristen punya "tulisan suci" yang sering dibaca.  Ketika sesuatu terjadi pada mereka, "mereka menghindari masalah, tanpa biaya."

Mara Bar-Serapion, dari Syria, menulis antara 70-200 M dari dalam penjara untuk memotivasi anak laki-lakinya untuk meniru guru-guru bijaksana dari masa lampau:
"Keuntungan apa yang diperoleh orang Athena dengan membunuh Socrates? Kelaparan dan tulah datang ke atas mereka sebagai penghakiman karena kejahatan mereka. Keuntungan apa yang diperoleh orang Samos dengan mengubur Pythagoras? Dalam waktu singkat negeri mereka ditimbuni pasir. Keuntungan apa yang diperoleh orang Yahudi dengan menghukum mati raja mereka yang bijaksana? Sejak waktu itulah kerajaan mereka dilenyapkan. Allah dengan adil membalaskan ketiga orang bijaksana ini: orang Athena mati kelaparan, orang Samos disapu lautan, orang Yahudi dihancurkan dan diusir dari negeri mereka, hidup di tempat yang tercerai-berai sepenuhnya. Tetapi Socrates tidak mati untuk selamanya, dia hidup dalam ajaran Plato. Pythagoras tidak mati untuk selamanya, dia hidup dalam patung Hera. Tidak juga raja bijaksana mati selamanya, dia hidup dalam ajaran yang dia berikan."

Sumber-sumber Gnostik

Injil Kebenaran, kemungkinan oleh Valentius, sekitar 135-160 M:
"Karena ketika mereka telah melihat dia dan mendengar dia, dia mengijinkan mereka untuk merasakan dia dan untuk mencium dia dan untuk menjamah Anak yang dikasihi. Ketika dia menampakkan diri untuk memberi petunjuk kepada mereka mengenai Bapa. … Karena dia datang dengan cara penampakan lahiriah." Bagian lain meneguhkan bahwa Anak Allah datang dalam daging dan "Firman itu datang ke tengah-tengah mereka. … itu menjadi suatu tubuh."

"Yesus, bertekun dalam menerima penderitaan. … karena dia tahu bahwa kematiannya adalah hidup bagi banyak orang. … dia dipakukan ke kayu. Dia menunjukkan keputusan Bapa di kayu salib. … Dia membawa dirinya sendiri turun kepada kematian melalui hidup. … kekekalan menyelubungi dia. Melucuti dirinya sendiri dari kain yang akan musnah, dia mengenakan yang tidak akan musnah, yang tidak seorang pun dapat mengambilnya dari padanya."

Apocrypha Yohanes, kemungkinan oleh Saturninus, sekitar 120-130 M:
"Itu terjadi pada suatu hari ketika Yohanes, saudara Yakobus, – yang adalah anak-anak Zebedeus – naik dan datang ke Bait Suci, ketika seorang Farisi bernama Arimanius mendekati dia dan berkata kepadanya, 'Di manakah tuhanmu yang engkau ikuti?' Dan dia berkata kepadanya, 'Dia telah pergi ke tempat dari mana dia datang.' Orang Farisi berkata kepadanya, 'Orang Nazaret ini menipu engkau dengan tipu daya dan memenuhi telingamu dengan kebohongan dan menutup hatimu dan memalingkan engkau dari adat istiadat nenek moyangmu."

Injil Thomas, kemungkinan antara 140-200 M:
Banyak berisi referensi kepada dan yang diduga kutipan-kutipan Yesus.

Risalah Kebangkitan, oleh pengarang yang tidak jelas pada bagian akhir abad kedua, kepada Rheginos:
"Tuhan ada di dalam daging dan menyatakan dirinya sebagai Anak Allah Sekarang ini Anak Allah, Rheginos, adalah Anak Manusia. Dia meliputi keduanya, memiliki kemanusiaan dan keilahian, sehingga pada satu sisi dia dapat mengalahkan kematian melalui keberadaannya sebagai Anak Allah, dan di sisi lain melalui Anak Manusia restorasi kepada Pleroma dapat terjadi. Karena dia berasal dari atas, benih Kebenaran, sebelum seluruh bangunan alam semesta ini ada." [Pleroma: seluruh kepenuhan keallahan]

"Karena kami telah mengenal Anak Manusia, dan kami telah percaya bahwa dia bangkit dari antara orang mati. Inilah dia yang kami katakan, 'Dia menjadi kehancuran maut, sama seperti dia yang besar yang kepadanya mereka percaya.' Besarlah mereka yang percaya."

"Juruselamat menelan kematian. … Dia mentransformasi dirinya menjadi Aeon yang tidak dapat binasa dan membangkitkan dirinya sendiri, menelan yang kelihatan dengan yang tidak kelihatan, dan dia memberi kita jalan kepada keabadian kita."

"Jangan berpikir kebangkitan itu hanya ilusi. Itu bukan ilusi, tapi itu kebenaran. Bahkan, lebih tepat untuk dikatakan bahwa dunia inilah ilusi, dibandingkan kebangkitan yang menjadi nyata melalui Tuhan dan Juruselamat kita, Yesus Kristus."

"engkau telah memiliki kebangkitan mengapa tidak menganggap dirimu sendiri telah bangkit dan telah dibawa kepada ini?" Rheginos juga mendorong untuk tidak "hidup sama seperti jika engkau akan mati."

Karya yang Hilang yang Dikutip oleh Sumber Lainnya

Perbuatan Pontius Pilatus, dilaporkan dikirim dari Pilatus kepada Tiberius, dikutip oleh Justin Martyr (150 M):
"Dan ungkapan, 'Mereka menusuk tanganku dan kakiku,' digunakan sebagai referensi kepada paku di kayu salib yang ditancapkan ke tangan dan kaki-Nya. Dan setelah dia disalibkan, mereka membuang undi atas pakaian-Nya, dan mereka yang menyalibkan Dia membaginya di antara mereka. Dan bahwa hal-hal ini benar-benar terjadi dapat engkau pastikan sebagai 'Perbuatan' dari Pontius Pilatus." Selanjutnya Justin Martyr menuliskan daftar mujizat penyembuhan dan menyatakan, "Dan bahwa Dia melakukan semua itu, dapat engkau pelajari dari Perbuatan Pontius Pilatus."

Phlegon, yang lahir sekitar 80 M, seperti dilaporkan oleh Origen (185-254 M), menyebutkan bahwa Yesus memastikan berbagai nubuatan sudah digenapi.

Sumber Kristen Kuno – di Luar Alkitab

Clement, penatua Roma, surat kepada gereja Korintus (95 M):
"Rasul-rasul menerima Injil bagi kita dari Tuhan Yesus Kristus. Yesus Kristus diutus oleh Allah. Jadi Kristus adalah dari Allah, dan Rasul-rasul adalah dari Kristus. Karena itu keduanya datang menurut kehendak Tuhan dalam urutan yang telah ditetapkan. Karena itu setelah menerima tuntutan, dan telah diyakinkan sepenuhnya melalui kebangkitan Tuhan kita Yesus Kristus dan diteguhkan dalam Firman Allah dengan kepastian penuh oleh Roh Kudus, mereka pergi dengan kabar baik bahwa kerajaan Allah akan datang. Jadi dengan mengajar di mana pun baik di desa maupun di kota, mereka menetapkan buah-buah sulung, ketika mereka telah membuktikannya oleh Roh, untuk menjadi uskup dan diaken bagi mereka yang akan percaya."

Ignatius, uskup Antiokhia, surat kepada Trallians (110-115 M):
"Yesus Kristus yang adalah keturunan Daud, yang adalah Anak Maria, yang benar-benar dilahirkan dan makan dan minum, benar-benar dianiaya dibawah Pontius Pilatus, benar-benar disalibkan dan mati di hadapan mata mereka yang ada di surga dan ada di bumi dan mereka yang ada di bawah bumi. Yang terlebih lagi benar-benar telah dibangkitkan dari kematian, Bapa-Nya membangkitkan Dia, yang dengan cara seperti itu juga akan membangkitkan kita yang percaya kepada Dia."

Ignatius, surat kepada orang Smyrna (110-115 M):
"Dia benar-benar keturunan Daud secara lahiriah, tetapi Anak Allah oleh kehendak dan kuasa Ilahi, benar-benar dilahirkan oleh seorang perawan dan dibaptiskan oleh Yohanes supaya seluruh kebenaran dapat dipenuhi oleh Dia, benar-benar dipakukan di dalam daging bagi kita dibawah Pontius Pilatus dan Herodes raja wilayah (yang olehnya kita menjadi buah – yaitu, dari penderitaan-Nya yang paling diberkati), supaya Dia dapat menetapkan suatu panji-panji untuk segala zaman melalui kebangkitan-Nya.

"Karena aku tahu dan percaya bahwa Dia ada didalam daging bahkan setelah kebangkitan, dan ketika Dia datang kepada Petrus dan kawan-kawannya, Dia berkata kepada mereka, 'Jamahlah dan peganglah Aku, dan lihatlah bahwa Aku bukan setan tanpa tubuh.' Dan segera mereka menjamah Dia, dan mereka percaya, telah menyatu dengan daging-Nya dan darah-Nya. Oleh karena itu juga mereka memandang hina kematian, bahkan mereka didapati lebih menang atas kematian. Dan setelah kebangkitan-Nya Dia makan bersama mereka dan minum bersama mereka."

Ignatius, surat kepada Magnesian (110-115 M):
"Hendaklah engkau sepenuhnya diyakinkan mengenai kelahiran dan penderitaan dan kebangkitan, yang terjadi pada masa pemerintahan Pontius Pilatus, karena hal-hal ini benar dan telah dikerjakan oleh Yesus Kristus pengharapan kita."

Quadratus, kepada Kaisar Hadrian sekitar 125 M:
"Perbuatan-perbuatan Juruselamat kami selalu ada di hadapanmu, karena itu benar-benar mujizat. Mereka yang disembuhkan, mereka yang dibangkitkan dari kematian, yang telah disaksikan, tidak hanya ketika disembuhkan dan dibangkitkan, namun yang selalu ada. Mereka tetap hidup dalam waktu yang cukup lama, tidak hanya ketika Tuhan kami ada di bumi, namun demikian juga ketika Dia telah meninggalkan bumi. Sehingga beberapa dari mereka juga masih hidup hingga ke zaman kita.

(Pseudo-)Barnabas, ditulis 130-138 M:
"Dia perlu dimanifestasikan di dalam daging. Dia memberitakan pengajaran kepada Israel dan melakukan begitu banyak keajaiban dan mujizat, dan Dia amat sangat mengasihi mereka. … Dia memilih rasul-rasul-Nya sendiri yang akan menyatakan Injil-Nya. Tetapi Dia sendiri menghendaki untuk menderita, karena itu perlu bagi Dia untuk menderita di tiang."

Justin Martyr, kepada Kaisar Antoninus Pius sekitar 150 M:
Setelah menceritakan kelahiran Yesus oleh seorang perawan di kota Bethlehem, dan bahwa garis keturunan lahiriah-Nya berasal dari suku Yehuda dan keluarga Isai, Justin menulis, "Ada sebuah desa di tanah Yahudi, tiga puluh lima stadia jauhnya dari Yerusalem, dimana Yesus Kristus telah dilahirkan, seperti yang dapat engkau pastikan juga dari daftar pajak yang dibuat dibawah Cyrenius, kuasa perwakilanmu yang pertama di Yudea."

"Dengan demikian, setelah Dia disalibkan, semua yang mengenal-Nya meninggalkan Dia, menyangkal Dia. Dan setelah itu, ketika Dia telah dibangkitkan dari kematian dan menampakkan diri kepada mereka, dan mengajar mereka supaya membaca nubuatan dimana segala hal ini telah diberitahukan sebelumnya dan telah digenapi, dan ketika mereka telah melihat Dia naik ke surga, dan percaya, dan menerima kuasa yang dikirimkan oleh Dia kepada mereka, dan pergi kepada setiap ras manusia, mereka mengajarkan semua hal ini, dan dinamai rasul-rasul."

Justin Martyr, dalam Dialog dengan Trypho, sekitar 150 M:
"Karena pada waktu kelahiran-Nya, orang Magi yang datang dari Arabia menyembah Dia, pertamanya datang kepada Herodes, yang dulunya berkuasa di negerimu."

"Karena ketika mereka menyalibkan Dia, menancapkan pakunya, mereka menusuk tangan dan kaki-Nya. Dan mereka yang menyalibkan Dia membagi pakaian-Nya di antara mereka sendiri, masing-masing membuang undi untuk apa yang dia pilih, dan menerimanya sesuai hasil undian."

"Kristus mengatakan diantara kamu bahwa Dia akan memberi tanda Yunus, menasihati engkau untuk bertobat dari perbuatanmu yang jahat setidaknya setelah Dia bangkit kembali dari kematian … namun engkau tidak hanya tidak bertobat, setelah engkau mengetahui bahwa Dia bangkit dari kematian, tapi, seperti aku katakan sebelumnya, engkau telah mengirimkan orang-orang yang dipilih dan ditetapkan ke seluruh dunia untuk mengumumkan bahwa 'penyesatan yang tidak bertuhan dan diluar hukum telah bertumbuh dari Yesus, seorang penyesat Galilea, yang telah kami salibkan, tetapi murid-murid-Nya mencuri Dia pada malam hari dari kubur, dimana Dia dibaringkan setelah diturunkan dari salib, dan sekarang menyesatkan orang-orang dengan menyatakan bahwa Dia telah bangkit dari kematian dan naik ke surga.'"

"Karena sesungguhnya Tuhan tetap berada di kayu salib sampai hampir petang, dan mereka menguburkan Dia pada waktu senja, kemudian pada hari ketiga Dia bangkit kembali."

6 Fakta tentang Neraka

TKita tidak suka berpikir tentang kematian. Itu bukan topik yang menyenangkan, dan kita bahkan menghindar untuk membicarakannya secara serius atau pun untuk mempelajarinya dengan sungguh-sungguh. Jika karir kita melibatkan penugasan ke luar negeri, meja kita akan penuh dengan brosur dan bahan-bahan yang akan kita pelajari tentang negara tujuan itu. Jika kita dijadwalkan untuk melaksanakan ujian dimana hidup kita sangat tergantung pada itu, kita pasti akan belajar sungguh-sungguh. Namun, peristiwa yang paling pasti di dalam masa depan kita adalah salah satu yang kita coba hindari atau abaikan sebisa mungkin dan mencoba membuat jarak yang nyaman dengannya.

Perjanjian kita dengan kematian adalah suatu kepastian yang absolut, bahkan mungkin satu-satunya yang pasti dalam hidup kita. Itu mungkin datang lebih cepat dari yang kita harapkan, kecelakaan lalu lintas, peluru nyasar, serangan jantung mendadak, atau stroke. Kita semua tahu contoh personal dimana kematian datang secara mendadak, tanpa peringatan, tanpa persiapan. Jika itu akhirnya datang, seperti apa yang kita harapkan itu nanti jadinya?

Ada kehidupan setelah kematian. Ke mana Anda akan pergi nantinya?

Tuhan Yesus tidak menghendaki Anda dibakar di Neraka, itu sebabnya Dia mencurahkan darah-Nya hingga tetes yang terakhir. Saya juga tidak menghendaki Anda dibakar di Neraka, itu sebabnya saya memberitakan kesaksian kepada Anda.

Namun, Aku akan menunjukkan kepadamu, siapakah yang harus kamu takuti. Takutlah terhadap Dia yang setelah membunuh, mempunyai otoritas untuk melemparkan ke dalam neraka. Ya, Aku berkata kepadamu, takutilah Dia! Lukas 12:5

Banyak orang telah membuat keputusan dalam dirinya sendiri bahwa mereka akan terus mempercayai kepercayaan mereka sampai pada akhirnya, tanpa perduli apa yang difirmankan Allah tentang hal tersebut. Beberapa orang tetap tidak mempercayai Tuhan Yesus Kristus untuk keselamatannya.

Perhatikan apa yang disampaikan Musa dan Yosua tentang bangsa Israel mengenai penolakan mereka untuk memperhatikan Firman Allah:

TUHAN berfirman kepada Musa: "Ketahuilah, engkau akan mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu dan bangsa ini akan bangkit dan berzinah dengan mengikuti allah asing yang ada di negeri, ke mana mereka akan masuk; mereka akan meninggalkan Aku dan mengingkari perjanjian-Ku yang Kuikat dengan mereka.
Pada waktu itu murka-Ku akan bernyala-nyala terhadap mereka, Aku akan meninggalkan mereka dan menyembunyikan wajah-Ku terhadap mereka, sehingga mereka termakan habis dan banyak kali ditimpa malapetaka serta kesusahan. Maka pada waktu itu mereka akan berkata: Bukankah malapetaka itu menimpa kita, oleh sebab Allah kita tidak ada di tengah-tengah kita?
Ulangan 31:16,17

Lalu bangsa itu menjawab: "Jauhlah dari pada kami meninggalkan TUHAN untuk beribadah kepada allah lain!
Sebab TUHAN, Allah kita, Dialah yang telah menuntun kita dan nenek moyang kita dari tanah Mesir, dari rumah perbudakan, dan yang telah melakukan tanda-tanda mujizat yang besar ini di depan mata kita sendiri, dan yang telah melindungi kita sepanjang jalan yang kita tempuh, dan di antara semua bangsa yang kita lalui,
TUHAN menghalau semua bangsa dan orang Amori, penduduk negeri ini, dari depan kita. Kamipun akan beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah kita."
Tetapi Yosua berkata kepada bangsa itu: "Tidaklah kamu sanggup beribadah kepada TUHAN, sebab Dialah Allah yang kudus, Dialah Allah yang cemburu. Ia tidak akan mengampuni kesalahan dan dosamu.
Apabila kamu meninggalkan TUHAN dan beribadah kepada allah asing, maka Ia akan berbalik dari padamu dan melakukan yang tidak baik kepada kamu serta membinasakan kamu, setelah Ia melakukan yang baik kepada kamu dahulu."
Tetapi bangsa itu berkata kepada Yosua: "Tidak, hanya kepada TUHAN saja kami akan beribadah."
Yosua 24:16-21

Berikut 6 Fakta tentang Neraka:
Anda tidak harus masuk ke Neraka
  1. Salah satu alasan mengapa Allah menyebut orang atheis sebagai orang bodoh, adalah karena hanya orang bodoh saja yang akan memilih untuk terbakar di Neraka padahal mereka tidak harus mengalaminya.

    Orang bebal berkata dalam hatinya: "Tidak ada Allah." Busuk dan jijik perbuatan mereka, tidak ada yang berbuat baik. Mazmur 14:1

    Pikirkan sungguh-sungguh, apa yang mereka lakukan di bawah sana? Tidakkah Anda baca dimana Tuhan Yesus Kristus secara spesifik menyatakan bahwa Neraka dipersiapkan bagi Iblis dan para malaikatnya?

    Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah disediakan untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya.
    Matius 25:41

    Apakah Anda Iblis? Bukan. Apakah Anda salah satu malaikat Iblis? Bukan. Jadi Anda tidak harus masuk ke bawah sana bukan? Tuhan Yesus tidak menghendaki Anda dibakar di Neraka, itu sebabnya Dia mencurahkan seluruh darah-Nya hingga tetes terakhir. Saya tidak menghendaki Anda dibakar di Neraka, itu sebabnya saya memberitakan kesaksian kepada Anda. Iblis menghendaki Anda dibakar di Neraka, tapi dia tidak bisa "memaksa" Anda pergi ke sana. Jadi, mengapa Anda memilih ke sana?
  2. Neraka bukanlah tempat yang sesuai untuk Anda

    Apa persamaan yang dimiliki Taylor Roberts, Elliot Rodger, dan Asa Coon? Selain ketiganya adalah aktivis top atheis, ketiganya memutuskan mengambil jalan pintas dengan bunuh diri setelah beberapa kali mencobanya. Banyak yang bertanya mengapa mereka bunuh diri. Jawabannya sederhana, menurut sudut pandang dunia atheis, setelah mati sudah tidak ada apa-apa lagi. Tidak ada apa-apa lagi itu jauh lebih baik daripada seorang anak kecil yang polos tapi hidup di dalam lingkungan penjara yang brutal dan ganas. Ini berbicara mengenai ketidaksesuaian. Bagaimana seorang anak muda yang punya hak istimewa dan kesempatan dalam kehidupan ini harus "masuk" ke dalam lingkungan yang dipenuhi para pemerkosa paling ganas di dunia, kriminal paling kejam, anggota gang, pembunuh berantai berdarah dingin, penyiksa dan sadisme yang hidup di dalam penjara.


    Di dalam kekekalan, jika Anda ada di Neraka bersama Iblis dan algojo-algojonya setelah Anda diberikan beberapa kali kesempatan di sepanjang hidup Anda untuk menerima Tuhan Yesus Kristus sebagai juruselamat pribadi Anda, jangan Anda berpikir bahwa Anda akan bisa menyesuaikan diri dengan Iblis dan para malaikatnya di bawah sana. Jangan berpikir Anda punya kesamaan dengan mereka. Mereka telah dijatuhi hukuman kekal sejak Kitab Kejadian tanpa kesempatan untuk bertobat dan tanpa rencana penebusan seperti yang Anda miliki. Apa yang akan mereka pikirkan tentang Anda? Manusia dipilih Allah untuk memanifestasikan diri-Nya dalam rupa daging, untuk membayar harga dosa-dosa yang Anda perbuat, dan Anda menolaknya? Anda benar-benar tidak cocok ada di Neraka untuk selamanya.
  3. Anda akan terbakar di Neraka setidaknya 1000 tahun sebelum Allah menghakimi Anda

    Pengadilan Tahta Putih tidak akan terjadi sebelum Tuhan Yesus Kristus memerintah 1000 tahun lamanya di Bumi. Itu artinya Anda yang masuk Neraka akan dibakar di sana setidaknya 1000 tahun sebelum Allah secara final menghakimi Anda dengan berhadapan muka di Pengadilan Tahta Putih. Coba pikirkan orang berdosa yang terhilang yang masuk Neraka pada umur 17, 27, 37, 49, 62, atau 100 tahun. Apa artinya 100 tahun dibanding setidaknya 1000 tahun di Neraka? Ini saja seharusnya membuat Anda ingin bertobat dan datang kepada Kristus Yesus.

    Lalu aku melihat suatu takhta putih yang besar dan Dia, yang duduk di atasnya. Dari hadapan-Nya lenyaplah bumi dan langit dan tidak ditemukan lagi tempatnya.
    Dan aku melihat orang-orang mati, besar dan kecil, berdiri di depan takhta itu. Lalu dibuka semua kitab. Dan dibuka juga sebuah kitab lain, yaitu kitab kehidupan. Dan orang-orang mati dihakimi menurut perbuatan mereka, berdasarkan apa yang ada tertulis di dalam kitab-kitab itu. Wahyu 20:11-12
  4. Neraka terletak di bawah kaki Anda, di dalam jantung Bumi

    Sebab seperti Yunus tinggal di dalam perut ikan tiga hari tiga malam, demikian juga Anak Manusia akan tinggal di dalam rahim (Yunani: kardia, jantung) bumi tiga hari tiga malam.
    Matius 12:40

    Jika Anda orang berdosa, apakah Anda tahu apa yang akan menjatuhkan jiwa Anda turun ke dalam Neraka setelah Anda mati? Itu disebut gaya berat. Dosa-dosa Anda ada beratnya.

    Karena kita mempunyai banyak saksi, bagaikan awan yang mengelilingi kita, marilah kita menanggalkan semua beban (Yunani: ogkos, artinya: beban, massa, berat) dan dosa yang begitu merintangi kita, dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita. Ibrani 12:1

    Dosa Anda itulah yang membebani Anda. Ketika Anda menghembuskan nafas Anda yang terakhir, beban dosa Anda akan dimanifestasikan pada jiwa Anda, dan jiwa Anda akan terjun ke Neraka.

    Kamu dahulu sudah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosamu.
    Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa, yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka. Efesus 2:1,2

    Jiwa yang berbuat dosa, itulah yang akan mati. Seorang anak tidaklah harus menanggung kesalahan ayahnya, dan seorang ayah tidaklah harus menanggung kesalahan anaknya. Kebenaran orang benar akan ada di atasnya, dan kejahatan orang jahat akan ada di atasnya.
    Yehezkiel 18:20

    Namun ketika orang benar berbalik dari kebenarannya dan melakukan ketidakadilan dengan melakukan segala kekejian yang orang fasik lakukan, apakah dia akan hidup? Segala kebenaran yang telah ia lakukan tidak akan diingat lagi di dalam pelanggarannya dan dalam dosa-dosa yang telah ia lakukan, dalam itu semua, dia akan mati.
    Yehezkiel 18:24

    Ketika seorang yang terhilang mati, gaya berat akan terus mengerjakan apa yang selalu dikerjakannya. Tidak ada sesuatu di dalam diri orang yang terhilang itu yang dapat membawanya ke atas, dia mati dalam pelanggaran dan dosa-dosanya. Namun, orang yang telah diselamatkan memiliki "sesuatu" di dalam dirinya yang membawanya naik ke Surga.

    Dan kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah tinggal di dalam kamu; tetapi jika seseorang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukanlah milik-Nya.
    Dan jika Kristus ada di dalam kamu, memang tubuh itu mati karena dosa, tetapi roh adalah hidup karena kebenaran.

    Namun, jika Roh Dia yang telah membangkitkan YESUS dari antara yang mati berdiam di dalam kamu, Dia yang telah membangkitkan Kristus dari antara yang mati akan menghidupkan juga tubuhmu yang fana melalui Roh-Nya yang berdiam di dalam kamu. Roma 8:9-11
  5. Tidak ada yang namanya pemusnahan

    Bertentangan dengan ilmu pengetahuan, kepercayaan, atau pendidikan duniawi yang mungkin telah Anda pelajari, tidak ada yang namanya "tidak ada apa-apa" setelah kematian (=musnah). Demikian juga tidak ada yang namanya "tidak ada apa-apa" di Neraka. Jangan mempercayai ajaran sesat yang mengajarkan bahwa tidak ada api sesungguhnya di Neraka dan tidak ada siksaan kekal. Keduanya sungguh ada:

    Dan jika tanganmu menyesatkan engkau, penggallah, karena lebih baik engkau masuk ke dalam hidup dengan tangan kudung dari pada dengan utuh kedua tanganmu dibuang ke dalam neraka (Yunani: gehenna), ke dalam api yang tak terpadamkan; di tempat itu ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam. Markus 9:43,44

    Kemudian matilah orang miskin itu, lalu dibawa oleh malaikat-malaikat ke pangkuan Abraham.
    Orang kaya itu juga mati, lalu dikubur. Dan sementara ia menderita sengsara di alam maut (Yunani: Hades) ia memandang ke atas, dan dari jauh dilihatnya Abraham, dan Lazarus duduk di pangkuannya.
    Lalu ia berseru, katanya: Bapa Abraham, kasihanilah aku. Suruhlah Lazarus, supaya ia mencelupkan ujung jarinya ke dalam air dan menyejukkan lidahku, sebab aku sangat kesakitan dalam nyala api ini. Lukas 16:22-24

    Dan seorang malaikat lain, malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: "Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau pada tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murka-Nya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba.
    Maka asap api yang menyiksa mereka itu naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya."
    Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus. Wahyu 14:9-12

    Lalu datanglah firman TUHAN kepadaku: "Hai anak manusia, tujukanlah mukamu ke selatan dan ucapkanlah banyak tegoran terhadap tanah selatan dan bernubuatlah terhadap tanah kehutanan di sebelah selatan; dan katakanlah kepada hutan di sebelah selatan: Dengarlah firman TUHAN: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Lihat, Aku akan menyalakan api di dalammu yang akan memakan habis setiap pohon yang hidup padamu dan setiap pohon yang layu kering. Apinya yang sedang bernyala-nyala tidak akan padam dan semua muka dari selatan sampai utara akan terbakar kepanasan olehnya. Dan setiap manusia akan melihat, bahwa Aku, Tuhanlah yang memasangnya; api itu tidak akan padam." Lalu aku berkata: "Aduh, Tuhan ALLAH, mereka berkata tentang aku: Apakah ia tidak hanya mengucapkan kata-kata sindiran?" Yehezkiel 20:45-49

    Neraka adalah tempat penyiksaan, dan bahkan setan-setan pun juga mengakuinya:

    Dan mereka itupun berteriak, katanya: "Apa urusan-Mu dengan kami (setan-setan yang merasuk orang gila di Gadara), hai Anak Allah? Adakah Engkau ke mari untuk menyiksa kami sebelum waktunya?" Matius 8:29

    Orang kaya yang masuk Neraka (Yunani: hades) itu bukan perumpamaan. Tuhan Yesus Kristus tidak pernah menyatakan itu perumpamaan. Orang yang masuk ke Neraka akan dibakar selama-lamanya.

    sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang.

    Yudas 1:7
  6. Tuhan secara khusus menyatakan penghukuman lebih berat di Neraka bagi guru-guru palsu dan pengkhotbah-pengkhotbah palsu

    Celakalah bagimu, hai para ahli kitab dan orang-orang Farisi, hai munafik, karena kamu menutup kerajaan surga di hadapan orang. Sebab kamu tidak memasukinya, bahkan tidak pula mengizinkan mereka yang sedang masuk untuk masuk.
    Dan celakalah bagimu, hai para ahli kitab dan orang-orang Farisi, hai munafik, karena kamu melahap rumah para janda bahkan dengan berdoa berpanjang-panjang dalam kepura-puraan. Sebab itu kamu akan menerima hukuman yang lebih berat.
    Celakalah bagimu, hai para ahli kitab dan orang-orang Farisi, hai munafik, karena kamu menjelajahi lautan dan daratan, untuk menjadikan seseorang penganut agamamu dan manakala dia sudah jadi, kamu menjadikan dia anak neraka (Yunani: gehenna) yang dua kali lipat daripadamu.
    Matius 23:13-15

    Penghukuman yang lebih berat di Neraka tidak diberikan kepada para pembunuh, pedofil, orang sadis atau homoseksual, tidak. Tuhan secara khusus mempersiapkan penghukuman lebih berat kepada guru-guru palsu dan pengkhotbah-pengkhotbah palsu. Itu sebabnya, mendapatkan pengajaran yang benar itu sangat penting.

    Hai orang-orang munafik! Benarlah nubuat Yesaya tentang kamu: Bangsa ini memuliakan Aku dengan bibirnya, padahal hatinya jauh dari pada-Ku. Percuma mereka beribadah kepada-Ku, sedangkan ajaran yang mereka ajarkan ialah perintah manusia."

    Matius 15:7-9 
Dan aku menasihati kamu, saudara-saudara, supaya waspada terhadap mereka yang menimbulkan perpecahan dan sandungan terhadap pengajaran yang telah kamu sendiri pelajari dengan melakukannya; maka berpalinglah dari mereka!
Sebab orang-orang demikian tidak melayani Tuhan kita YESUS Kristus, tetapi perut mereka sendiri, dengan kata-kata yang licin dan pujian yang menjilat mereka menipu hati orang-orang yang tulus.
Roma 16:17,18

sehingga kita tidak lagi menjadi kanak-kanak yang diombang-ambingkan dan digiring oleh pelbagai angin pengajaran dengan tipu daya manusia dalam kelicikan dengan muslihat penyesatan.
Efesus 4:14

Pada akhirnya, dalam zaman kasih karunia ini, Tuhan menetapkan pemberitaan Injil Firman Allah melalui pengajaran yang benar dari Alkitab. Ini semua tentang Yesus Kristus, jika Dia ditinggikan, Dia akan menarik semua orang datang kepada-Nya.

Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya, nyatakanlah apa yang salah, tegorlah dan nasihatilah dengan segala kesabaran dan pengajaran.
Karena akan datang waktunya, orang tidak dapat lagi menerima ajaran sehat, tetapi mereka akan mengumpulkan guru-guru menurut kehendaknya untuk memuaskan keinginan telinganya.
Mereka akan memalingkan telinganya dari kebenaran dan membukanya bagi dongeng.
2 Timotius 4:2-4

Pesan dari Dunia Kegelapan

Topik mengenai kehidupan setelah kematian begitu menarik namun juga sulit untuk diselidiki karena sebagian besar informasi yang ada selain tidak dapat diandalkan, juga berfokus secara spesifik kepada "Penipu Besar" itu sendiri. Salah satu kesalahan awal adalah mencari jawaban di tempat yang salah. Komunikasi dengan arwah atau roh-roh, necromancy (berkomunikasi dengan orang mati), dan segala jenis hubungan dengan aktivitas iblisi secara keras dilarang oleh Tuhan.

Penyesatan Satan didesain untuk melenyapkan kewaspadaan tentang penghakiman yang akan datang dan pertanggungjawaban sesudah kematian, dan mempromosikan pandangan bahwa semua jalan akan menuju Surga yang sama. Ingatlah, dia adalah "penguasa dunia ini" dan "penguasa di udara." Jangan berada di antara orang-orang naif atau yang mudah dipengaruhi, ini wilayah yang benar-benar berbahaya.

Sebab mereka yang seperti itu adalah rasul-rasul palsu, para pekerja penipu yang menyamar sebagai rasul-rasul Kristus. Dan tidak heran, karena Satan sendiri menyamar sebagai malaikat terang. 2 Korintus 11:13,14

Juga, Yesus sendiri memperingatkan kita untuk:
Masuklah melalui gerbang yang sempit, karena lebarlah gerbang dan lapanglah jalan yang menuju kepada kebinasaan, dan mereka yang masuk melaluinya adalah banyak.
Sebab, sempitlah gerbang dan sesaklah jalan yang menuju kepada kehidupan, dan mereka yang mendapatkannya adalah sedikit.”
“Namun, waspadalah terhadap nabi-nabi palsu yang datang kepadamu dalam pakaian bulu domba, tetapi di dalamnya mereka adalah serigala yang buas.
Matius 7:13-15

Jika pintu gerbang yang Anda andalkan sekarang ini lebar, dengan mayoritas orang mengambil keuntungan dari itu, Anda berada di pintu gerbang yang salah! Dan bagi banyak orang, kebenaran tentang kematian akan sangat menakutkan. Mereka akan masuk ke dalam kejutan yang mengerikan.

Tinjauan Fisika tentang Kekekalan

Banyak orang di dunia sekuler yang tidak menganggap serius keberadaan "hidup setelah kematian." Ada banyak orang yang melakukannya. Namun, Frank J. Tipler, Professor of Mathematical Physics di Tulane University, seorang ilmuwan teoritis dalam bidang relativitas global umum, yang memurnikan cabang ilmu fisika yang diciptakan oleh Stephen Hawking dan Roger Penrose, dalam pengejarannya akan model matematika yang melibatkan akhir semesta alam, Tipler (profesor atheis) ini sampai kepada dua kesimpulan (yang mengagumkan):
Menggunakan metode paling mutakhir dan rumit dari fisika modern, dan mengandalkan sepenuhnya pada prosedur logika yang diperlukan ilmu pengetahuan, dia menemukan bukti keberadaan Tuhan.
Dia juga sekarang percaya bahwa setiap manusia yang pernah hidup akan bangkit kembali dari kematian.

Dia mengklaim telah sampai pada kesimpulan tentang Allah dan kekekalan ini "dengan cara yang tepat sama bagaimana fisikawan menghitung sifat-sifat elektron."

Surga dan Neraka

Topik mengenai Dunia Orang Mati merupakan hal yang sangat menarik. Ada beberapa kata yang perlu diperhatikan mengenai hal ini. Kata Ibrani Sheol dan kata Ibrani Hades, bukanlah kubur. Kubur adalah tempat di mana tubuh yang telah mati diletakkan. Sheol dan Hades adalah tempat ke mana roh yang keluar dari tubuh itu pergi.

Sedangkan Gehenna (Neraka), adalah tempat penghukuman kekal. Hades dicampakkan ke dalam Gehenna pada akhirnya. Faktanya, lokasi mereka nampaknya berbeda: Hades digambarkan di pusat Bumi, sedangkan Gehenna berada "di kegelapan yang paling luar" (Yunani: exōteros skotos; outer darkness; kegelapan yang paling gelap).

Dan maut serta alam maut (Yunani: hades) dilemparkan ke dalam lautan api. Ini adalah kematian kedua. Wahyu 20:14

Ada referensi menarik dari Kitab Henokh tentang Dunia Orang Mati (Sheol), yang bisa Anda baca sendiri mulai pasal 17: Perjalanan Henokh ke Seluruh Bumi dan Dunia Orang Mati. 
Henokh 22:3-113. Dan kali ini, Rufael, salah satu malaikat kudus, yang bersamaku, menjawab dan berkata kepadaku, “Tempat-tempat yang indah ini dimaksudkan sebagai tempat berkumpulnya roh, jiwa-jiwa orang mati, karena mereka telah diciptakan, supaya di sini semua jiwa-jiwa anak-anak manusia dapat berkumpul. 4. Tempat-tempat ini dibuat sebagai tempat tinggal mereka sampai hari penghakiman mereka, sampai waktu yang tetap; dan waktunya panjang, sampai penghakiman besar akan datang atas mereka.” 5. Dan aku melihat roh anak-anak manusia yang telah mati, dan suara mereka sampai ke langit, dan meratap. 6. Saat itu aku bertanya kepada malaikat Rufael, yang bersamaku, dan berkata kepadanya, “Jiwa siapakah itu yang suaranya sampai ke surga dan meratap?” 7. Dan dia menjawab dan berkata kepadaku, “Itu adalah roh yang berasal dari Habel, yang dibunuh saudaranya, Kain, dan itu meratap sampai keturunannya dihancurkan dari muka bumi dan keturunannya musnah dari antara anak-anak manusia.” 8. Dan saat itu aku bertanya tentang dia, dan tentang penghakiman atas semuanya, dan mengatakan, “Mengapa tempat yang satu itu dipisahkan dari yang lain?” 9. Dan dia menjawab dan berkata kepadaku, “Tiga tempat ini dibuat untuk memisahkan jiwa orang mati. Dengan demikian jiwa-jiwa orang benar dipisahkan: ada mata air dalamnya, dan di atasnya ada terang. 10. Demikian juga ada satu tempat yang dibuat bagi orang-orang berdosa ketika mereka mati, dan dikuburkan di bumi, penghakiman belum dijalankan atas mereka selama masa hidup mereka. 11. Di sini jiwa mereka dipisahkan dalam penderitaan besar ini, sampai hari besar penghakiman dan penghukuman dan penderitaan bagi para penghujat sampai ke kekekalan, dan pembalasan bagi jiwa mereka, dan di sini Dia mengikat mereka untuk selamanya. 
Sangat signifikan untuk diperhatikan bahwa Yesus berbicara tentang Neraka lebih banyak daripada tentang Surga, perbandingannya kira-kira 5:1. Konsep ini meneguhkan tentang sangat perlunya seorang Juruselamat untuk menghindari nasib kehancuran dan hukuman kekal. Kabar baiknya adalah bahwa Anda dan saya adalah penerima sebuah surat cinta: surat yang ditulis dengan darah di kayu salib yang diberdirikan di Yudea kira-kira dua ribu tahun yang lalu yang merupakan titik tumpu seluruh sejarah dan seluruh alam semesta. Penyaliban Yesus Kristus bukanlah tragedi, itu adalah prestasi puncak karya penebusan Allah. Prestasi-Nya memungkinkan kita menghindari takdir kebinasaan yang telah ditetapkan.