Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Mar 6, 2015

Rahel

Rahel (bahasa Ibrani: רחל, Standar Raḥel Tiberias Rāḫēl, Rāḥēl ISO 259-3 Raḥel ; artinya "domba betina"; bahasa Inggris: Rachel), menurut Alkitab Ibrani atau Perjanjian Lama di Alkitab Kristen, adalah seorang istri dari Yakub, dan ibu dari Yusuf dan Benyamin. Rahel adalah sepupu Yakub, karena ia adalah putri Laban, saudara laki-laki dari Ribka, ibu Yakub. Kakak perempuan Rahel, Lea, adalah istri pertama Yakub,

Pertemuan dengan Yakub

Yakub, seperti yang disebutkan dalam Alkitab khususnya kitab Kejadian, pertama kali bertemu dengan Rahel ketika perempuan itu sedang memberi makan domba-domba Laban.Dia telah menempuh jarak yang sangat jauh untuk mencari saudara ibunya, Laban, di Padan Aram, Mesopotamia. Ribka, ibu Yakub, telah mengutus Yakub ke sana untuk lari dari kemarahan saudara kembarnya, yaitu Esau.

Ketika Yakub tiba di negeri Bani Timur, ia memandang sekelilingnya, dilihatnya ada sebuah sumur di padang, dan ada tiga kumpulan kambing domba berbaring di dekatnya, sebab dari sumur itulah orang memberi minum kumpulan-kumpulan kambing domba itu. Adapun batu penutup sumur itu besar; dan apabila segala kumpulan kambing domba itu digiring berkumpul ke sana, maka gembala-gembala menggulingkan batu itu dari mulut sumur, lalu kambing domba itu diberi minum; kemudian dikembalikanlah batu itu lagi ke mulut sumur itu. Bertanyalah Yakub kepada mereka: "Saudara-saudara, dari manakah kamu ini?" Jawab mereka: "Kami ini dari Haran." Lagi katanya kepada mereka: "Kenalkah kamu Laban, cucu Nahor?" Jawab mereka: "Kami kenal." Selanjutnya katanya kepada mereka: "Selamatkah ia?" Jawab mereka: "Selamat! Tetapi lihat, itu datang anaknya perempuan, Rahel, dengan kambing dombanya." Lalu kata Yakub: "Hari masih siang, belum waktunya untuk mengumpulkan ternak; berilah minum kambing dombamu itu, kemudian pergilah menggembalakannya lagi." Tetapi jawab mereka: "Kami tidak dapat melakukan itu selama segala kumpulan binatang itu belum berkumpul; barulah batu itu digulingkan dari mulut sumur dan kami memberi minum kambing domba kami." Selagi ia berkata-kata dengan mereka, datanglah Rahel dengan kambing domba ayahnya, sebab dialah yang menggembalakannya. Ketika Yakub melihat Rahel, anak Laban saudara ibunya, serta kambing domba Laban, ia datang mendekat, lalu menggulingkan batu itu dari mulut sumur, dan memberi minum kambing domba itu. Kemudian Yakub mencium Rahel serta menangis dengan suara keras. Lalu Yakub menceritakan kepada Rahel, bahwa ia sanak saudara ayah Rahel, dan anak Ribka. Maka berlarilah Rahel menceritakannya kepada ayahnya.

Segera sesudah Laban mendengar kabar tentang Yakub, anak saudaranya itu, berlarilah ia menyongsong dia, lalu mendekap dan mencium dia, kemudian membawanya ke rumahnya. Maka Yakub menceritakan segala hal ihwalnya kepada Laban. Kata Laban kepadanya: "Sesungguhnya engkau sedarah sedaging dengan aku." Maka tinggallah Yakub padanya genap sebulan lamanya. Kemudian berkatalah Laban kepada Yakub: "Masakan karena engkau adalah sanak saudaraku, engkau bekerja padaku dengan cuma-cuma? Katakanlah kepadaku apa yang patut menjadi upahmu." Laban mempunyai dua anak perempuan; yang lebih tua namanya Lea dan yang lebih muda namanya Rahel. Lea tidak berseri matanya, tetapi Rahel itu elok sikapnya dan cantik parasnya.

Pernikahan dengan Yakub

Yakub cinta kepada Rahel, sebab itu ia berkata: "Aku mau bekerja padamu tujuh tahun lamanya untuk mendapat Rahel, anakmu yang lebih muda itu." Sahut Laban: "Lebih baiklah ia kuberikan kepadamu dari pada kepada orang lain; maka tinggallah padaku." Jadi bekerjalah Yakub 7 tahun lamanya untuk mendapat Rahel itu, tetapi yang 7 tahun itu dianggapnya seperti beberapa hari saja, karena cintanya kepada Rahel. Sesudah itu berkatalah Yakub kepada Laban: "Berikanlah kepadaku bakal isteriku itu, sebab jangka waktuku telah genap, supaya aku akan kawin dengan dia." Lalu Laban mengundang semua orang di tempat itu, dan mengadakan perjamuan. Tetapi pada waktu malam diambilnyalah Lea, anaknya, lalu dibawanya kepada Yakub. Maka Yakubpun menghampiri dia.

Tetapi pada waktu pagi tampaklah bahwa itu Lea! Lalu berkatalah Yakub kepada Laban: "Apakah yang kauperbuat terhadap aku ini? Bukankah untuk mendapat Rahel aku bekerja padamu? Mengapa engkau menipu aku?" Jawab Laban: "Tidak biasa orang berbuat demikian di tempat kami ini, mengawinkan adiknya lebih dahulu dari pada kakaknya. Genapilah dahulu tujuh hari perkawinanmu dengan anakku ini; kemudian anakku yang lainpun akan diberikan kepadamu sebagai upah, asal engkau bekerja pula padaku tujuh tahun lagi." Maka Yakub berbuat demikian; ia menggenapi ketujuh hari perkawinannya dengan Lea, kemudian Laban memberikan kepadanya Rahel, anaknya itu, menjadi isterinya. Yakub menghampiri Rahel juga, malah ia lebih cinta kepada Rahel dari pada kepada Lea. Demikianlah ia bekerja pula pada Laban tujuh tahun lagi.

Pada pernikahan itu, Laban memberikan Zilpa, budaknya perempuan, kepada Lea, anaknya itu, menjadi budaknya, dan Bilha, budaknya perempuan, kepada Rahel, anaknya itu, menjadi budaknya.

Persaingan untuk mendapatkan anak

Ketika TUHAN melihat, bahwa Lea tidak dicintai, dibuka-Nyalah kandungannya, tetapi Rahel mandul. Ketika dilihat Rahel, bahwa ia tidak melahirkan anak bagi Yakub, cemburulah ia kepada kakaknya itu (yang telah melahirkan 4 putra bagi Yakub), lalu berkata kepada Yakub: "Berikanlah kepadaku anak; kalau tidak, aku akan mati." Maka bangkitlah amarah Yakub terhadap Rahel dan ia berkata: "Akukah pengganti Allah, yang telah menghalangi engkau mengandung?" Kata Rahel: "Ini Bilha, budakku perempuan, hampirilah dia, supaya ia melahirkan anak di pangkuanku, dan supaya oleh dia akupun mempunyai keturunan." Maka diberikannyalah Bilha, budaknya itu, kepada Yakub menjadi isterinya dan Yakub menghampiri budak itu. Bilha melahirkan Dan dan Naftali bagi Yakub, tetapi Rahel yang memberi nama anak-anak itu. Berkatalah Rahel: "Allah telah memberikan keadilan kepadaku, juga telah didengarkan-Nya permohonanku dan diberikan-Nya kepadaku seorang anak laki-laki." Itulah sebabnya ia menamai anak itu Dan. Ketika Bilha, budak perempuan Rahel, melahirkan anak laki-laki yang kedua bagi Yakub. Berkatalah Rahel: "Aku telah sangat hebat bergulat dengan kakakku, dan akupun menang." Maka ia menamai anak itu Naftali.

Ketika dilihat Lea, bahwa ia tidak melahirkan lagi, diambilnyalah Zilpa, budaknya perempuan, dan diberikannya kepada Yakub menjadi isterinya. Zilpa, budak perempuan Lea, melahirkan 2 anak laki-laki bagi Yakub, Gad dan Asyer.

Ketika Ruben pada musim menuai gandum pergi berjalan-jalan, didapatinyalah di padang buah dudaim, lalu dibawanya kepada Lea, ibunya. Kata Rahel kepada Lea: "Berilah aku beberapa buah dudaim yang didapat oleh anakmu itu." Jawab Lea kepadanya: "Apakah belum cukup bagimu mengambil suamiku? Sekarang pula mau mengambil lagi buah dudaim anakku?" Kata Rahel: "Kalau begitu biarlah ia tidur dengan engkau pada malam ini sebagai ganti buah dudaim anakmu itu." Ketika Yakub pada waktu petang datang dari padang, pergilah Lea mendapatkannya, sambil berkata: "Engkau harus singgah kepadaku malam ini, sebab memang engkau telah kusewa dengan buah dudaim anakku." Sebab itu tidurlah Yakub dengan Lea pada malam itu.
Lalu Allah mendengarkan permohonan Lea. Lea mengandung dan melahirkan lagi 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan bagi Yakub.

Melahirkan anak

Lalu ingatlah Allah akan Rahel; Allah mendengarkan permohonannya serta membuka kandungannya. Maka mengandunglah Rahel dan melahirkan seorang anak laki-laki. Berkatalah ia: "Allah telah menghapuskan aibku." Maka ia menamai anak itu Yusuf, sambil berkata: "Mudah-mudahan TUHAN menambah seorang anak laki-laki lagi bagiku." Yusuf kelak menjadi penasihat Raja di Mesir.

Setelah Rahel melahirkan Yusuf, berkatalah Yakub kepada Laban: "Izinkanlah aku pergi, supaya aku pulang ke tempat kelahiranku dan ke negeriku. Berikanlah isteri-isteriku dan anak-anakku, yang menjadi upahku selama aku bekerja padamu, supaya aku pulang, sebab engkau tahu, betapa keras aku bekerja padamu."  Tetapi Laban berkata kepadanya: "Sekiranya aku mendapat kasihmu! Telah nyata kepadaku, bahwa TUHAN memberkati aku karena engkau." Lagi katanya: "Tentukanlah upahmu yang harus kubayar, maka aku akan memberikannya." Sejak itu Yakub mendapat sebagian ternak dari Laban. Maka sangatlah bertambah-tambah harta Yakub, dan ia mempunyai banyak kambing domba, budak perempuan dan laki-laki, unta dan keledai.

Meninggalkan Padan-Aram

Kedengaranlah kepada Yakub anak-anak Laban berkata demikian: "Yakub telah mengambil segala harta milik ayah kita dan dari harta itulah ia membangun segala kekayaannya." Lagi kelihatan kepada Yakub dari muka Laban, bahwa Laban tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadanya. Lalu berfirmanlah TUHAN kepada Yakub: "Pulanglah ke negeri nenek moyangmu dan kepada kaummu, dan Aku akan menyertai engkau."
Sesudah itu Yakub menyuruh memanggil Rahel dan Lea untuk datang ke padang, ke tempat kambing dombanya, lalu ia berkata kepada mereka: "Telah kulihat dari muka ayahmu, bahwa ia tidak lagi seperti yang sudah-sudah kepadaku, tetapi Allah ayahku menyertai aku. Juga kamu sendiri tahu, bahwa aku telah bekerja sekuat-kuatku pada ayahmu. Tetapi ayahmu telah berlaku curang kepadaku dan telah sepuluh kali mengubah upahku, tetapi Allah tidak membiarkan dia berbuat jahat kepadaku. Apabila ia berkata: yang berbintik-bintiklah akan menjadi upahmu, maka segala kambing domba itu beroleh anak yang berbintik-bintik; dan apabila ia berkata: yang bercoreng-corenglah akan menjadi upahmu, maka segala kambing domba itu beroleh anak yang bercoreng-coreng. Demikianlah Allah mengambil ternak ayahmu dan memberikannya kepadaku. Pada suatu kali pada masa kambing domba itu suka berkelamin, maka aku bermimpi dan melihat, bahwa jantan-jantan yang menjantani kambing domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang. Dan Malaikat Allah berfirman kepadaku dalam mimpi itu: Yakub! Jawabku: Ya Tuhan! Lalu Ia berfirman: Angkatlah mukamu dan lihatlah, bahwa segala jantan yang menjantani kambing domba itu bercoreng-coreng, berbintik-bintik dan berbelang-belang, sebab telah Kulihat semua yang dilakukan oleh Laban itu kepadamu. Akulah Allah yang di Betel itu, di mana engkau mengurapi tugu, dan di mana engkau bernazar kepada-Ku; maka sekarang, bersiaplah engkau, pergilah dari negeri ini dan pulanglah ke negeri sanak saudaramu."
Lalu Rahel dan Lea menjawab Yakub, katanya: "Bukankah tidak ada lagi bagian atau warisan kami dalam rumah ayah kami? Bukankah kami ini dianggapnya sebagai orang asing, karena ia telah menjual kami? Juga bagian kami telah dihabiskannya sama sekali. Tetapi segala kekayaan, yang telah diambil Allah dari ayah kami, adalah milik kami dan anak-anak kami; maka sekarang, perbuatlah segala yang difirmankan Allah kepadamu."

Lalu bersiaplah Yakub, dinaikkannya anak-anaknya dan isteri-isterinya ke atas unta, digiringnya seluruh ternaknya dan segala apa yang telah diperolehnya, yakni ternak kepunyaannya, yang telah diperolehnya di Padan-Aram, dengan maksud pergi kepada Ishak, ayahnya, ke tanah Kanaan. Adapun Laban telah pergi menggunting bulu domba-dombanya. Ketika itulah Rahel mencuri terafim ayahnya. Dan Yakub mengakali Laban, orang Aram itu, dengan tidak memberitahukan kepadanya, bahwa ia mau lari. Demikianlah ia lari dengan segala harta miliknya. Ia berangkat, menyeberangi sungai Efrat dan berjalan menuju pegunungan Gilead. Ketika pada hari ketiga dikabarkan kepada Laban, bahwa Yakub telah lari, dibawanyalah sanak saudaranya bersama-sama, dikejarnya Yakub tujuh hari perjalanan jauhnya, lalu ia dapat menyusulnya di pegunungan Gilead.

Pada waktu malam datanglah Allah dalam suatu mimpi kepada Laban, orang Aram itu, serta berfirman kepadanya: "Jagalah baik-baik, supaya engkau jangan mengatai Yakub dengan sepatah katapun." Ketika Laban sampai kepada Yakub, --Yakub telah memasang kemahnya di pegunungan, juga Laban dengan sanak saudaranya telah memasang kemahnya di pegunungan Gilead-- berkatalah Laban kepada Yakub: "Apakah yang kauperbuat ini, maka engkau mengakali aku dan mengangkut anak-anakku perempuan sebagai orang tawanan? Mengapa engkau lari diam-diam dan mengakali aku? Mengapa engkau tidak memberitahu kepadaku, supaya aku menghantarkan engkau dengan sukacita dan nyanyian dengan rebana dan kecapi? Lagipula engkau tidak memberikan aku kesempatan untuk mencium cucu-cucuku laki-laki dan anak-anakku perempuan. Memang bodoh perbuatanmu itu. Aku ini berkuasa untuk berbuat jahat kepadamu, tetapi Allah ayahmu telah berfirman kepadaku tadi malam: Jagalah baik-baik, jangan engkau mengatai Yakub dengan sepatah katapun. Maka sekarang, kalau memang engkau harus pergi, semata-mata karena sangat rindu ke rumah ayahmu, mengapa engkau mencuri dewa-dewaku?"

Lalu Yakub menjawab Laban: "Aku takut, karena pikirku, jangan-jangan engkau merampas anak-anakmu itu dari padaku. Tetapi pada siapa engkau menemui dewa-dewamu itu, janganlah ia hidup lagi. Periksalah di depan saudara-saudara kita segala barang yang ada padaku dan ambillah barangmu." Sebab Yakub tidak tahu, bahwa Rahel yang mencuri terafim itu.
Lalu masuklah Laban ke dalam kemah Yakub dan ke dalam kemah Lea dan ke dalam kemah kedua budak perempuan itu, tetapi terafim itu tidak ditemuinya. Setelah keluar dari kemah Lea, ia masuk ke dalam kemah Rahel. Tetapi Rahel telah mengambil terafim itu dan memasukkannya ke dalam pelana untanya, dan duduk di atasnya. Laban menggeledah seluruh kemah itu, tetapi terafim itu tidak ditemuinya. Lalu kata Rahel kepada ayahnya: "Janganlah bapa marah, karena aku tidak dapat bangun berdiri di depanmu, sebab aku sedang haid." Dan Laban mencari dengan teliti, tetapi ia tidak menemui terafim itu.

Lalu hati Yakub panas dan ia bertengkar dengan Laban. Ia berkata kepada Laban: "Apakah kesalahanku, apakah dosaku, maka engkau memburu aku sehebat itu? Engkau telah menggeledah segala barangku, sekarang apakah yang kautemui dari segala barang rumahmu? Letakkanlah di sini di depan saudara-saudaraku dan saudara-saudaramu, supaya mereka mengadili antara kita berdua."
Lalu Laban menjawab Yakub: "Perempuan-perempuan ini anakku dan anak-anak lelaki ini cucuku dan ternak ini ternakku, bahkan segala yang kaulihat di sini adalah milikku; jadi apakah yang dapat kuperbuat sekarang kepada anak-anakku ini atau kepada anak-anak yang dilahirkan mereka? Maka sekarang, marilah kita mengikat perjanjian, aku dan engkau, supaya itu menjadi kesaksian antara aku dan engkau."

Kemudian Yakub mengambil sebuah batu dan didirikannya menjadi tugu. Selanjutnya berkatalah Yakub kepada sanak saudaranya: "Kumpulkanlah batu." Maka mereka mengambil batu dan membuat timbunan, lalu makanlah mereka di sana di dekat timbunan itu. Lalu kata Laban: "Timbunan batu inilah pada hari ini menjadi kesaksian antara aku dan engkau." Itulah sebabnya timbunan itu dinamainya Galed, dan juga Mizpa, sebab katanya: "TUHAN kiranya berjaga-jaga antara aku dan engkau, apabila kita berjauhan. Jika engkau mengaibkan anak-anakku, dan jika engkau mengambil isteri lain di samping anak-anakku itu, ingatlah, walaupun tidak ada orang dekat kita, Allah juga yang menjadi saksi antara aku dan engkau." Selanjutnya kata Laban kepada Yakub: "Inilah timbunan batu, dan inilah tugu yang kudirikan antara aku dan engkau--timbunan batu dan tugu inilah menjadi kesaksian, bahwa aku tidak akan melewati timbunan batu ini mendapatkan engkau, dan bahwa engkaupun tidak akan melewati timbunan batu dan tugu ini mendapatkan aku, dengan berniat jahat. Allah Abraham dan Allah Nahor, Allah ayah mereka, kiranya menjadi hakim antara kita." Lalu Yakub bersumpah demi Yang Disegani oleh Ishak, ayahnya. Dan Yakub mempersembahkan korban sembelihan di gunung itu. Ia mengundang makan sanak saudaranya, lalu mereka makan serta bermalam di gunung itu. Keesokan harinya pagi-pagi Laban mencium cucu-cucunya dan anak-anaknya serta memberkati mereka, kemudian pulanglah Laban kembali ke tempat tinggalnya.

Pertemuan dengan Esau

Yakub takut bertemu dengan Esau, maka ia menyuruh orang pergi dahulu membawa persembahan untuk Esau, kakaknya. Jadi persembahan itu diantarkan lebih dahulu, tetapi ia sendiri bermalam pada malam itu di tempat perkemahannya. Pada malam itu Yakub bangun dan ia membawa kedua isterinya, kedua budaknya perempuan dan kesebelas anaknya, dan menyeberang di tempat penyeberangan sungai Yabok. Sesudah ia menyeberangkan mereka, ia menyeberangkan juga segala miliknya. Lalu tinggallah Yakub seorang diri. Dan seorang laki-laki bergulat dengan dia sampai fajar menyingsing. Ketika orang itu melihat, bahwa ia tidak dapat mengalahkannya, ia memukul sendi pangkal paha Yakub, sehingga sendi pangkal paha itu terpelecok, ketika ia bergulat dengan orang itu, yang ternyata adalah Allah sendiri dan kemudian Allah memberkati serta mengganti nama Yakub menjadi Israel. Lalu tampaklah kepadanya matahari terbit, ketika ia telah melewati Pniel; dan Yakub pincang karena pangkal pahanya.

Yakubpun melayangkan pandangnya, lalu dilihatnyalah Esau datang dengan diiringi oleh empat ratus orang. Maka diserahkannyalah sebagian dari anak-anak itu kepada Lea dan sebagian kepada Rahel serta kepada kedua budak perempuan itu. Ia menempatkan budak-budak perempuan itu beserta anak-anak mereka di muka, Lea beserta anak-anaknya di belakang mereka, dan Rahel beserta Yusuf di belakang sekali. Dan ia sendiri berjalan di depan mereka dan ia sujud sampai ke tanah tujuh kali, hingga ia sampai ke dekat kakaknya itu. Tetapi Esau berlari mendapatkan dia, didekapnya dia, dipeluk lehernya dan diciumnya dia, lalu bertangis-tangisanlah mereka. Kemudian Esau melayangkan pandangnya, dilihatnyalah perempuan-perempuan dan anak-anak itu, lalu ia bertanya: "Siapakah orang-orang yang beserta engkau itu?" Jawab Yakub: "Anak-anak yang telah dikaruniakan Allah kepada hambamu ini." Sesudah itu mendekatlah budak-budak perempuan itu beserta anak-anaknya, lalu mereka sujud. Mendekat jugalah Lea beserta anak-anaknya, dan merekapun sujud. Kemudian mendekatlah Yusuf beserta Rahel, dan mereka juga sujud.

Di tanah Kanaan

Setelah berpisah dengan Esau, dalam perjalanannya dari Padan-Aram sampailah Yakub dengan selamat ke Sikhem, di tanah Kanaan, lalu ia berkemah di sebelah timur kota itu. Kemudian dibelinyalah dari anak-anak Hemor, bapa Sikhem, sebidang tanah, tempat ia memasang kemahnya, dengan harga 100 kesita. Ia mendirikan mezbah di situ dan dinamainya itu: "Allah Israel ialah Allah." Namun belum lama Yakub tinggal di situ terjadilah peristiwa-peristiwa tragis, dimana Dina, anak perempuan Lea, terlihatlah oleh Sikhem, anak Hemor, orang Hewi, raja negeri itu, lalu Dina itu dilarikannya dan diperkosanya. Sebagai pembalasan anak-anak Yakub menggunakan muslihat bahwa untuk menikah dengan Dina, Sikhem harus disunat. Sikhem dan Hemor kemudian mengajak seluruh penduduk lelaki kota itu untuk disunat bersama-sama. Maka usul Hemor dan Sikhem, anaknya itu, didengarkan oleh semua orang yang datang berkumpul di pintu gerbang kota itu, lalu disunatlah setiap laki-laki, yakni setiap orang dewasa di kota itu.
Pada hari ketiga, ketika mereka sedang menderita kesakitan, datanglah dua orang anak Yakub, yaitu Simeon dan Lewi, kakak-kakak Dina, setelah masing-masing mengambil pedangnya, menyerang kota itu dengan tidak takut-takut serta membunuh setiap laki-laki. Juga Hemor dan Sikhem, anaknya, dibunuh mereka dengan mata pedang, dan mereka mengambil Dina dari rumah Sikhem, lalu pergi. Kemudian datanglah anak-anak Yakub merampasi orang-orang yang terbunuh itu, lalu menjarah kota itu, karena adik mereka telah dicemari. Kambing dombanya dan lembu sapinya, keledainya dan segala yang di dalam dan di luar kota itu dibawa mereka; segala kekayaannya, semua anaknya dan perempuannya ditawan dan dijarah mereka, juga seluruhnya yang ada di rumah-rumah.

Sampai di Betel

Allah berfirman kepada Yakub: "Bersiaplah, pergilah ke Betel, tinggallah di situ, dan buatlah di situ mezbah bagi Allah, yang telah menampakkan diri kepadamu, ketika engkau lari dari Esau, kakakmu." Lalu berkatalah Yakub kepada seisi rumahnya dan kepada semua orang yang bersama-sama dengan dia: "Jauhkanlah dewa-dewa asing yang ada di tengah-tengah kamu, tahirkanlah dirimu dan tukarlah pakaianmu. Marilah kita bersiap dan pergi ke Betel; aku akan membuat mezbah di situ bagi Allah, yang telah menjawab aku pada masa kesesakanku dan yang telah menyertai aku di jalan yang kutempuh." Mereka menyerahkan kepada Yakub segala dewa asing yang dipunyai mereka dan anting-anting yang ada pada telinga mereka, lalu Yakub menanamnya di bawah pohon besar yang dekat Sikhem. Sesudah itu berangkatlah mereka. Dan kedahsyatan yang dari Allah meliputi kota-kota sekeliling mereka, sehingga anak-anak Yakub tidak dikejar. Lalu sampailah Yakub ke Lus yang di tanah Kanaan--yaitu Betel--,ia dan semua orang yang bersama-sama dengan dia. Didirikannyalah mezbah di situ, dan dinamainyalah tempat itu El-Betel, karena Allah telah menyatakan diri kepadanya di situ, ketika ia lari terhadap kakaknya.

Kematian di Efrata

Sesudah itu berangkatlah mereka dari Betel. Ketika mereka tidak berapa jauh lagi dari Efrata, bersalinlah Rahel, dan bersalinnya itu sangat sukar. Sedang ia sangat sukar bersalin, berkatalah bidan kepadanya: "Janganlah takut, sekali inipun anak laki-laki yang kaudapat." Dan ketika ia hendak menghembuskan napas--sebab ia mati kemudian--diberikannyalah nama Ben-oni kepada anak itu, tetapi ayahnya menamainya Benyamin. Demikianlah Rahel mati, lalu ia dikuburkan di sisi jalan ke Efrata, yaitu Betlehem. Yakub mendirikan tugu di atas kuburnya; itulah tugu kubur Rahel sampai sekarang. Sesudah itu berangkatlah Israel, lalu ia memasang kemahnya di seberang Migdal-Eder. Ketika Israel diam di negeri ini, terjadilah bahwa Ruben sampai tidur dengan Bilha, budak perempuan Rahel yang juga salah satu gundik ayahnya, dan kedengaranlah hal itu kepada Israel.

Makam

Yakub menguburkan Rahel di sisi jalan ke Efrata, yaitu Betlehem. Ini terjadi sebelum Yakub dan keluarganya pindah ke Mesir.
Dalam Kitab 1 Samuel tercatat bahwa kubur Rahel berada di daerah suku Benyamin di Zelzah, rupanya dipindahkan setelah bangsa Israel diam di tanah   Kanaan.
Nabi Yeremia menulis nubuat:

Di Rama terdengar ratapan, tangisan yang pahit pedih: Rahel menangisi anak-anaknya, ia tidak mau dihibur karena anak-anaknya, sebab mereka tidak ada lagi.

Rupanya lokasi kubur Rahel ini dekat dengan Rama adalah sebuah kota kecil sekitar 8 kilometer di sebelah utara Yerusalem, mungkin tempat para tawanan ditahan sebelum dibawa ke Babel (bandingkan Yeremia 40:1-3). Dalam Injil Matius pasal 2 nas ini dilihat sebagai penggenapan nubuat pada saat Herodes membunuh bayi-bayi di Betlehem setelah Yesus lahir.

Silsilah

Menurut catatan Alkitab, silsilah Rahel adalah sebagai berikut:



Mar 4, 2015

Vedisme, Agama Kuno Dari Peradaban Yang Hilang?

Sejarawan dan akademisi saat ini mengakui tidak ada hubungan antara budaya dunia dan agama kuno Vedisme. Faktanya, bahwa semuanya dapat dibuktikan secara umum, terperinci, dan sistem metafora langit yang hampir pasti tidak berkembang secara independen dengan semua rincian utuh dalam beberapa budaya yang berbeda di seluruh dunia, tidak ada satu bukti yang pernah berhubungan dengan satu sama lain.

Agama kuno Vedisme dianggap sebagai ajaran yang memunculkan kepercayaan Hindu modern, keduanya berbagi ayat suci yang sama dan kitab Weda tapi ada perbedaan diantara keduanya. Shatapatha Brahmana adalah salah satu teks suci kuno dari masa Veda sekitar 700 SM, meskipun agama kuno Vedisme telah terbentuk lebih jauh dari waktu itu atau mungkinsudah berkembang tahun 1750 SM, bahkan lebih awal. Penjabaran seluruh teks ke dalam bahasa Inggris pernah dibuat oleh Julius Eggeling, selesai antara tahun 1882 hingga 1900.

Agama Kuno Vedisme Dari Peradaban Atlantis

Teks ini dianggap penting dan mengungkapkan peristiwa yang dijelaskan dalam buku Shatapatha Brahmana ke-14 menjelaskan hubungan jelas dan kuat dengan mitos siklus Osiris dan mitos perbintangan dari seluruh dunia. Awalnya, hal itu mungkin tampak membingungkan dengan ketidakjelasan deklarasi dan deskripsi misterius. Tapi teks agama kuno dilengkapi dengan pemahaman tentang sistem metafora langit umum untuk suci mitos yang terkait dengan sistem dari Afrika ke Australia, Norwegia ke Indian-Amerika Utara, dan dari Akhaya (Yunani kuno) ke Aotearoa (Selandia baru). Hubungan menarik menegaskan keadaan agama kuno dan suara ilahi membisikkan makna yang sebelumnya tersembunyi.

Identifikasi Wisnu dan Osiris setidaknya dalam teks agama kuno Shatapatha Brahmana dapat ditemukan, bahwa Wisnu sering digambarkan berkulit kebiru-biruan seperti Osiris yang juga sering digambarkan dengan kulit biru atau hijau (karena dia dianggap sebagai mayat). Rishi Dadhyank disebutkan dalam teksagama kuno sangat erat kaitannya dengan senjata khusus yang disebut Vajra, menyerupai Djed kolom suci Mesir kuno dan Osiris. Ada juga teks Vedisme yang mengindikasikan bahwa Vajra awalnya dibuat dari tulang kuda berkepala Dadhyank.

Disebutkan dalam teks agama kuno dalam ayat pertama adalah sesi pengorbanan, dimulai dari ayat 5 dijelaskan tentang pengorbanan Wisnu. Wisnu pertama kali mencapainya, dan dia menjadi yang paling baik dari para dewa, dimana orang-orang berkata bahwa 'Wisnu adalah yang paling baik dari para dewa. Teks agama kuno dan pembahasan metafora tentang zodiak juga bisa ditemukan dalam Perjanjian Baru, seluruh skenario itu sangat jelas.

Garis yang terlukis membagi roda zodiak horizontal (garis yang menghubungkan dua ekuinoks) dikaitkan dengan mitos seluruh dunia tentang adanya pengorbanan. Sementara titik ekuinoks menggambarkan dewa sekarat yang jatuh, dan digambarkan Mesir kuno sebagai dewa Osiris yang berbaring horizontal. Di sisi lain pada titik musim dingin, matahari di bagian bawah zodiak tahunan secara bergilir mulai naik ke titik balik matahari musim panas. Simbol Mesir kuno direpresentasikan sebagai peningkatan mumi Osiris dari posisi horisontal (berbaring) ke posisi vertikal (dibangkitkan).


Dengan pemahaman ini, bagian samar teks Shatapatha Brahmana bisa cukup dimengerti, dimana bagian itu menggambarkan Wisnu menjalani pengorbanan yang sama sebagai korban Osiris, keberadaannya terbaring dalam kematian kemudian kemenangan berikutnya terbit dan transenden. Dalam ayat 10 menceritakan pemenggalan Wisnu yang melibatkan pemenggalan kepala, filosofisnya menceritakan tentang posisi titik balik matahari dimana matahari masih berdiri selama 3 hari. Wisnu digambarkan mengambil 3 panah tampaknya mengisyaratkan 3 hari, dimana matahari beristirahat disetiap solstice (titik balik matahari).

Benarkah teks agama kuno Vedisme mengambil inspirasi dari mitos Mesir kuno, atau sebaliknya? Atau terinspirasi dari pandangan peradaban kuno? Untuk menyatakan bahwa semua rincian umum sistem bintang yang ditemukan dalam mitos dan cerita suci di seluruh dunia hanya muncul secara independen dalam budaya, tidak ada kontak atau tidak ada nenek moyang yang mengajarkannya. Mesir mungkin telah mempengaruhi teks agama kuno Vedisme, karena mitologi Osiris terbentuk jauh sebelum teks tertulis di Piramida pertama 2400 SM, bahkan mungkin mendahului teks Vedisme.

Fakta sejarah menceritakan bahwa bukti mitos jelas menggambarkan tentang simbologi umum, sangat berbeda dan kedua cerita mitos dikembangkan oleh beberapa budaya nenek moyang yang lebih awal, bukan meminjam dari yang lain.

Bukti lain di seluruh dunia menunjukkan adanya peradaban kuno yang luar biasa, kecanggihan yang luar biasa, jangkauan seluruh dunia, dan kemampuan teknologi mungkin sangat maju. Tidak hanya bukti arkeologi tetapi juga terungkap dalam mitos kuno budaya seluruh dunia, bahwa agama kuno Vedisme berasal dari peradaban kuno yang sering disebut Atlantis.

Alat Batu Manusia Purba Tertua Di Turki

Temuan kali ini cukup menarik, arkeolog telah menemukan bukti alat batu tertua yang pernah ditemukan di Turki. Menurut arkeolog, temuan ini mengungkapkan bahwa manusia melewati pintu gerbang dari wilayah Asia menuju ke Eropa lebih awal dari dugaan sebelumnya sekitar 1,2 juta tahun yang lalu.

Tim arkeolog mempublikasikan hasil penemuan alat batu manusia purba dalam jurnal Quaternary Science Reviews edisi akhir Desember 2014. Analisis ini menjelaskan serpihan kuarsit pekerjaan manusiawi, bukti peninggalan kuno sungai Gediz di Turki barat, dan memberikan wawasan baru sejak kapan dan bagaimana manusia purba tersebar dari Afrika dan Asia.

Temuan Alat Batu Manusia Purba Turki

Budaya dan masyarakat terdahulu masih bertahan menggunakan alat batu hingga saat ini, kebanyakan alat batu terhubung erat dengan masyarakat prasejarah terutama kebudayaan zaman batu yang telah musnah. Para arkeolog seringkali mempelajari masyarakat prasejarah dan mengacu kepada ilmu yang mempelajari alat batu sebagai analisis litik. Alat batu dipergunakan untuk membuat berbagai macam variasi alat yang berbeda dalam catatan parailmuwan sebelumnya. Termasuk diantaranya mata panah, mata tombak, dan batu penggiling.

Bahan pembuatan alat batu manusia purba berupa batu inti atau kepingan batu, Sedangkan orang yang membuat alat batu disebut sebagai pemangkas batu. Alat batu terbuat dari kepingan batu, biasanya terbuat dari bahan Kriptokristalin seperti rijang, radiolarit, kalsedon, basalt, Qwartz, dan obsidian melalui proses yang disebut reduksi litik. Salah satu cara sederhana dalam proses reduksi adalah dengan memukul batu inti menggunakan batu palu atau benda yang mirip dengannya.

Para peneliti dari Royal Holloway, University of London, juga bergabung dengan tim internasional dari Inggris, Turki dan Belanda. Mereka menggunakan peralatan presisi tinggi untuk menentukan tanggal awal aliran sungai kuno. Studi ini menjelaskan kerangka periode pertama yang akurat ketika manusia menduduki wilayah tersebut.

Bukti awal penggunaan alat batu manusia purba diperkirakan sekitar 3,4 juta tahun yang lalu. Alat batu Oldowan berusia sekitar 2,6 juta tahun berasal dari periode Paleolitik Bawah yang ditemukan di Gona, Etiopia. Alat batu Oldowan menyebar ke seluruh Afrika walaupun arkeolog belum bisa memastikan Hominid mana yang menyebarkannya. Beberapa arkeolog berspekulasi bahwa Australopithecus Garhi telah menyebarkannya, yang lainnya berpendapat bahwa alat batu manusia purba disebarkan oleh Homo habilis.

Homo habilis merupakan hominin yang menggunakan alat batu dengan teknologi Oldowan yang paling banyak di Afrika. Sekitar 1,9 hingga 1,8 juta tahun lalu, teknologi tersebut diwariskan kepada Homo erectus. Pembuatan alat batu ini kemudian keluar dari Afrika dan dibawa oleh Homo erectus hingga ke pulau Jawa pada tahun 1,8 juta tahun lalu dan Cina utara sekitar 1,6 juta tahun lalu.

Menurut profesor Danielle Schreve dari Departemen Geografi Royal Holloway, penemuan ini sangat penting untuk membangun waktu dan rute penyebaran manusia purba ke wilayah Eropa. Analisis ini membuktikan bahwa serpihan tersebut merupakan salah satu artefak awal pertama dari Turki yang pernah tercatat. Alat batu manusia purba berada di dataran banjir dimana hominin awal pernah berkembang lebih dari satu juta tahun yang lalu.

Para arkeolog menggunakan presisi tinggi radioisotopic dan pengukuran palaeomagnetic dari aliran lava. Keduanya menghasilkan data sebelum dan sesudah pembentukan aliran sungai, hal ini juga membuktikan bahwa manusia purba yang ada diwilayah itu berkembang antara 1,24 juta hingga 1,17 juta tahun yang lalu. Sebelumnya, fosil hominin tertua di Turki Barat ditemukan pada tahun 2007 di Kocabas, tetapi penanggalan alat batu dan temuan lain tidak pasti.

Profesor Schreve mengatakan, serpihan itu sangat menarik, arkeolog telah mempelajari sedimen di tikungan berliku-liku dan mereka menemukan batu merah muda di permukaannya. Ketika Schreve membaliknya dan melihat lebih jelas, fitur ini sangat jelas menggambarkan artefak pemukul. Kerjasama dengan ahli geologi dan ahli sejarah, tim ini mampu menempatkan kronologi untuk menemukan sekaligus memberi cahaya baru perilaku manusia purba.

Sumur Kuno Pemerintahan Romawi Awal Masehi

Penggalian sumur kuno selama 4 tahun yang dipimpin oleh seorang arkeolog dan sejarawan seni Florida State University, telah menemukan artefak yang terkubur lebih dari 15 abad di Etruscan, pemukiman Italia kuno Cetamura del Chianti, dan peradaban abad pertengahan di Tuscany. Menurut Nancy de Grummond dan M Lynette, temuan ini sumber sejarah besar dimana arkeolog telah menggali lokasi sejak tahun 1983, salah satu temuan terkemuka dalam studi Etruscan.

Artefak terbuat dari bahan perunggu, perak, timah dan besi, juga ditemukan berbagai jenis keramik dan bukti yang luar biasa dari sisa-sisa organik. Temuan ini merupakan kesempatan yang tak tertandingi dalam studi budaya, agama dan kehidupan sehari-hari di Chianti dan wilayah sekitarnya. Penggalian sumur kuno yang dimulai pada tahun 2011 merupakan bagian dari penggalian lebih besar meliputi seluruh pemukiman Cetamura.

Sumur Kuno Romawi, Etruscan Awal Masehi

Dalam konferensi pers 4 Juli di Museum Arkeologi Nasional Italia, tim arkeolog melaporkan penemuan dalam penggalian selama empat tahun terakhir. Di antara temuan yang paling penting diantaranya kapal perunggu Etruscan, hampir 500 biji anggur dan kayu besar langka berserakan di Etruscan. Bentuk dan ukuran kapal perunggu berbeda dengan berbagai dekorasi, digunakan untuk mengambil air dari sumur kuno yang telah digali dengan kedalaman lebih dari 105 meter. Kapal Etruscan sebenarnya ember anggur yang halus dan dihiasi dengan patung-patung rakasa laut Skylla. Yang lainnya dihiasi dengan finial kepala kucing perunggu dengan surai singa dan bintik-bintik macan tutul, mungkin mirip sphinx.

Biji anggur ditemukan dalam tiga tingkat berbeda termasuk tingkat Etruscan dan Romawi yang menarik ilmiah yang luar biasa. Hal ini memberikan kunci sejarah Wine di Tuscany kuno selama periode abad ke-1 hingga abad ke-3. Banyak benih yang ditemukan pada tahun 2012 dan 2013 telah dianalisis oleh Chiara Comegna di laboratorium Gaetano-University of Naples Federico II, menggunakan program morfometrik untuk benih tomat. Benih-benih tersebut diukur dalam milimeter dan dapat diurutkan ke dalam jenis. Sejauh ini, tiga jenis yang berbeda telah diidentifikasi, dan sangat mungkin analisis benih ditemukan dalam penggalian sumur kuno Etruscan pada tahun 2014.

Biji anggur dimasukkan kedalam konteks yang terkait dengan minum anggur seperti ember anggur, saringan, bejana, dan banyak pembuluh keramik yang berhubungan dengan penyimpanan minuman anggur. Biji anggur sering ditemukan didalam pembuluh perunggu, detail yang mencurigakan menunjukkan aktivitas ritual, beberapa kayu ditemukan didasar sumur kuno  mungkin juga digunakan untuk ritual persembahan. Penemuan lainnya berupa tulang binatang dan berbagai tanduk rusa, menunjukkan bahwa Cetamura dianggap sebagai tempat suci.

Dalam agama Etruscan, melemparkan barang ke dalam sumur diisi dengan air merupakan tindakan pengorbanan agama. Persembahan untuk para dewa yang ditemukan dalam bentuk ratusan miniatur cangkir, sekitar 70 perunggu dan koin perak, beberapa potongan digunakan untuk permainan keberuntungan seperti astragalus yang mirip dengan permainan jack. Selain dilemparkan ke dalam sumur sebagai bagian dari ritual sakral, beberapa artefak dan barang-barang disengaja atau tidak disengaja dijatuhkan kedalam sumur kuno.

Penggalian sumur kuno juga menemukan batuan dasar dan batu pasir dari Cetamura, memiliki tiga tingkat utama yaitu abad pertengahan yang dikuasai Romawi, akhir abad pertama SM hingga abad pertama Masehi, dan dikuasai Etruscan pada abad ke-3 dan ke-2 SM. Artefak dan sumur kuno ini tidak termakan mata air atau sumber air lainnya, sumur menumpuk air hujan yang disaring melalui batu pasir dan dituangkan ke dalam poros.

Mar 3, 2015

Lukisan Catalhoyuk Tertua Dunia, Ungkap Letusan Gunung Abad 70 SM

Sebuah lukisan ditemukan dalam penggalian situs Catalhoyuk yang terletak di Turki, tepatnya Central Anatolia periode Neolitik sekitar tahun 6600 SM. Lukisan Catalhoyuk ditafsirkan sebagai yang pertama dan tertua menggambarkan letusan gunung Hasan Dagi yang terletak 130 kilometer sebelah timur laut Catalhoyuk. Penafsiran ini dianggap kontrovesial sebagai bukti independen adanya letusan gunung berapi Hasan Dagi. Penelitian lukisan Catalhoyuk mendokumentasikan adanya temuan Andesit apung dipuncak gunung Hasan Dagi menggunakan tehnik penanggalan (U-TH) He Zirkon Geochronology, letusan diperkiran terjadi disekitar tahun 7000 SM, dipublikasikan dalam jurnal Plos ONE edisi 8 Januari 2014.

Pada awala tahun 1960, arkeolog Inggris (James Mellaart) telah menemukan pemukiman Neolitik Catalhoyuk. Penggalian di lokasi tersebut telah memberi pandangan dan wawasan baru tentang kondisi kehidupan manusia pada transisi zaman pemburu-pengumpul menjadi masyarakat petani yang menetap. Salah satu penemuan luar biasa dalam sejarah arkeolog Catalhoyuk adalah lukisan dinding, dimana lukisan ini menggambarkan letusan gunung berapi dan letak tata kota dari sudut pandang depan.

Mengungkap Lukisan Catalhoyuk

Bangunan Catalhoyuk seluruhnya terdiri dari bagunan domestik, tidak ditemukan gedung publik pada situs penggalian. Populasi di wilayah ini diperkirakan mencapai 10000 jiwa, tetapi cenderung bervariasi antara 5000 hingga 8000 jiwa. Rumah-rumah dibangun dari material bata lumpur dan jaraknya sangat rapat, tidak ada jalan setapak atau jalan yang digunakan diantara tempat tinggal. Ini lebih mirip seperti sarang lebah, dimana populasi berkerumunan di satu tempat. Sebagian rumah menggunakan lubang atap disertai dengan tangga dan pintu.


Lukisan Catalhoyuk dan patung ditemukan hampir diseluruh dinding interior dan eksterior pemukiman yang berdiri di wilayah itu. Sementara patung tanah liat terlihat khas jenis wanita dan menandakan bahwa mereka memiliki agama yang kaya simbol, tetapi tidak ada tanda-tanda bangunan kuil di wilayah itu. Lukisan dinding yang ditemukan dianggap sebagai lukisan pemandangan pertama dan tertua, tetapi penafsiran arkeolog berbeda, salah satunya menganggap bahwa itu merupakan lukisan macan tutul dan bukan gunung berapi.

Lukisan Catalhoyuk bukan hanya menjadi penggambaran tertua tentang letusan gunung berapi tetapi juga menjadi representasi grafis pertama penggunaan peta. Penafsiran lukisan secara rinci termasuk rekonstruksi gaya letusan disertai jatuhnya vulkanik di wilayah puncak, seperti sebuah bom atau lava besar yang terlontar. Dan kandidat yang paling mungkin dalam lukisan Catalhoyuk adalah gunung berapi kembar, Hasan Dagi terletak kurang lebih 130 kilometer sebelah timur laut.

Gunung Hasan (Hasan Dagi) merupakan stratavolcano yang memiliki dua puncak dengan karakteristik elevasi sama, 3253 meter dan 3069 meter. Gunung ini termasuk sebagai gunung tertinggi kedua di pusat Anatolia. Kaldera diperkirakan selebar 4 hingga 5 kilometer terbentuk di dekat puncak diperkirakan terjadi sekitar akhir abad 60 SM. Puncaknya terbentuk dalam beberapa tahapan yang diidentifikasi terjadi pada periode Paleo, Meso dan Neo. Ekstrusi dan peristiwa runtuhnya puncak gunung berhubungan dengan vulkanisme, ekstrusi terkait dengan blok terkait deposisi aliran debu.

Tim ilmuwan dan arkeolog menganggap, tidak ada lukisan dinding yang setua lukisan Catalhoyuk dan tidak ada sejarah lain yang menampilkan seni landscape atau peta hingga beberapa periode berikutnya. Ada beberapa penafiran terdahulu menjelaskan bahwa gambar itu merupakan kulit macan tutul yang didasarkan pada pola geometris.

Secara kolektif, tim arkeolog menunjukkan adanya aktifitas yang menganggu kehidupan sekelilingnya di selingi ledakan pada puncaknya. Sehingga radiometrik memberikan gambaran tahun kejadian ledakan pertama yang mungkin disaksikan manusia yang hidup disekitar wilayah Catalhoyuk. Garis geologi dan bukti Geochronologic mendukung dugaan sebelumnya, bahwa penduduk Catalhoyuk secara artistik ikut menjadi saksi letusan gunung berapi hasan Dagi. Secara teoritis, ilmuwan mengukur umur magmatik ditambah dengan bukti baru yang terjadi pada akhir Pleitosen dan Holosen, letusan eksplosif berimplikasi pada gunung Hasan Dagi dan dianggap memiliki potensi gunung berapi.

Prediksi dapat diuji dari hipotesis letusan gunung berapi yang terlukis pada dinding Catalhoyuk, singkatnya waktu pembuatan lukisan Catalhoyuk setelah terjadi letusan. Menurut periode yang berkelanjutan (dari 250 generasi prasejarah pribumi Amerika Utara), letusan Gunung Mazama pernah terjadi tahun 5700 SM. Jadi hipotesis lukisan Catalhoyuk sangat masuk akal, tetapi secara lisan (tradisi dan mitos) tidak mungkin. Karena mungkin saja sejarah ini dikaburkan selama beberapa periode melalui perubahan tradisi lisan. Arkeolog memprediksikan bahwa gunung berapi Hasan Dagi meletus antara tahun 7400 hingga 6600 SM.