Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Sep 24, 2012

Nenek moyang orang Indonesia adalah orang Batak

Pada masa Dinasti ke-18 Fir'aun di Mesir (sekitar 1.567SM-1.339SM), di pesisir barat pulau sumatera telah ada pelabuhan yang ramai,yang bernama pelabuhan Barus(penghasil kapur barus yang biasa digunakan untuk pengawet mummi-mummi di Mesir,dan juga untuk pengawet/pengharum pakaian)Sekarang secara administratif kota barus masuk dalam kabupaten: tapanuli tengah.SUMUT).Pelabuhan ini berkembang dengan baik, dikarenakan ada bangsa yang mengatur, serta menjaganya dari serangan bajak laut atau negara lain.

Penguasa Pelabuhan Barus, dikenal dengan nama Bangsa Malai. Malai dalam bahasa Sanskrit atau Tamil, berarti bukit (gunung). Seperti namanya, Bangsa Malai bermukim di sekitar perbukitan (dataran tinggi).

Sekedar info: di kota Barus ada makam syekh yang panjangnya 7 meter,dan berada diketinggian 200 meter diatas permukaan laut.dan juga makam-makam yang lain yang diduga adalah murid,pengikut dan kerabatnya yang rata-rata panjangnya 3-4 meter.

Asal Muasal Bangsa Malai

Diperkirakan bangsa Malai, bermula dari 4 (empat) bangsa, yakni Arab-Cina-Eropa-Hindia, terkadang disingkat ACEH (sampai sekarang istilah ACEH masih dinisbatkan kepada keturunan Bangsa Malai yang tinggal di ujung utara pulau sumatera).

Bangsa yang pertama datang adalah Bangsa Hindia Malaya (Himalaya). Bangsa Himalaya merupakan interaksi antara Bangsa Hindia (keturunan Kusy keturunan Ham bin Nabi Nuh), dengan Bangsa Malaya (keturunan Bangsa Malaya Purba/Atlantis/Sundaland [Penduduk Asli Nusantara], yang selamat dari bencana banjir Nuh).

Pada awalnya mereka tinggal di kaki gunung Himalaya, sekitar tahun 6.000SM mereka datang ke pulau sumatera. Mereka menyusul kerabatnya bangsa Polinesia (keturunan Heth keturunan Ham bin Nabi Nuh), yang telah terlebih dahulu datang, dan bertempat tinggal di bagian timur Nusantara.

Pada sekitar tahun 4.500SM, datang Bangsa Cina atau Bangsa Formosa (keturunan Shini keturunan Yafits bin Nabi Nuh). Bangsa ini membawa budaya Agraris dari tempat asalnya.

Setelah itu sekitar tahun 2.500SM, datang Bangsa Eropa atau Bangsa Troya/Romawi Purba (keturunan Rumi keturunan Yafits bin Nabi Nuh), mereka membawa Peradaban Harappa, yang dikenal sudah sangat maju.

Dan terakhir sekitar tahun 2.200SM datang Bangsa Arab Purba atau Bangsa Khabiru (keturunan 'Ad keturunan Sam bin Nabi Nuh). Bangsa Khabiru adalah pengikut setia Nabi Hud, mereka datang dengan membawa keyakinan Monotheisme, di dalam masyarakat pulau sumatera.

Penyatuan ke-empat bangsa ini di kenal dengan nama Bangsa Malai (Bangsa Aceh Purba/Melayu Proto), dengan mata pencaharian utama sebagai nelayan dan petani.

Bangsa Malai sebagaimana leluhur pertamanya Bangsa Himalaya, mendiami daerah dataran tinggi, yaitu di sepanjang Bukit Barisan (dari Pegunungan Pusat Gayo di utara, sampai daerah sekitar Gunung Dempo di selatan).

Bermula dari Bukit Barisan inilah, Bangsa Malai menyebar ke pelosok Nusantara, seperti di Sumatera, Kalimantan, Sulawesi, Semenanjung Malaya, Siam, Kambujiya, Sunda, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Maluku dan Papua.

Bangsa Malai Pelindung Nusantara

Menurut para sejarawan, Bangsa Mongoloid begitu mendominasi daerah di sebelah utara Nusantara.

Muncul pertanyaan, mengapa bangsa Mongoloid tidak sampai meluaskan kekuasaan sampai ke selatan, bukankah nusantara adalah daerah yang sangat layak untuk dikuasai? Daerahnya subur, serta tersimpan beraneka bahan tambang seperti emas, timah dan sebagainya.

Apa yang mereka takutkan?

Jawabnya hanya satu, karena Nusantara ketika itu, dilindungi Bangsa Malai. Bangsa Malai dikenal memiliki kekuatan maritim yang kuat, dan balatentaranya memiliki ilmu beladiri yang mumpuni.

Siti Qanturah Leluhur Bani Jawi

Pada sekitar tahun 1670SM, dikhabarkan Nabi Ibrahim (keturunan Syalikh keturunan Sam bin Nabi Nuh) telah sampai berdakwah di negeri Bangsa Malai. Beliau diceritakan memperistri puteri Bangsa Malai, yang bernama Siti Qanturah

Wicca, Agama Tertua Beraliran Sihir

Agama Wicca mungkin menjadi spiritual, agama tertua didunia saat ini yang juga dianut agama lain sekaligus menggunakan sihir.

Dan sebenarnya daratan Inggris sudah sejak zaman batu menggunakan spritualis, sihir, dan masih digunakan hingga saat ini. Anda tahu,.. bahwa sapu, tongkat sihir, dan peralatan lain yang digambarkan dalam novel ataupun film Harry Potter adalah wujud asli daratan Inggris yang menganut sihir agama Wicca. Berikut merupakan analisa tentang peradaban & religi Wicca, seperti Isaac Bonewits dan Margot Adler (Drawing Down The Moon: Witches, Druids, Goddess-Worshippers, and Other Pagans in America Today-Penguin Books).

Sejarah Agama Wicca

Wicca adalah agama yang bisa dikatakan sebagai kepercayaan pertama manusia yang hidup dibumi. Dr.Margaret Murry telah menelusuri asal usul sihir dari zaman Paleolitik, sekitar 25.000 tahun yang lalu. Manusia pada zaman itu bergantung terhadap hewan dan tumbuhan di sekitar mereka, kemudian animisme dikembangkan menjadi sebuah agama pertama. Animisme menganggap fenomena alam roh sebagai suatu kepercayaan yang erat didalamnya. Dewa dan Dewi, atau roh yang mengendalikan lautan, pegunungan, dan hewan yang diburu.

Wicca, merupakan aliran spiritual asal Inggris yang mengakui bahwa kedua unsur feminin dan maskulin terkait dengan Dewa-Dewi. Aliran ini mempercayai bahwa alam adalah tempat suci yang harus dilindungi.



Wicca tidak memiliki ideologi tetap dalam keyakinan yang bervariasi, namun pada umumnya bahwa penganut Wicca mendapatkan hubungan dengan roh-roh alam melalui perayaan yang tertera dalam kalender Wicca. Tidak ada larangan universal mengenai makanan, seks, penguburan, dalam peraturan Wicca.

Penganut Wicca bisa menjadi seorang Kristen, Yahudi, Muslim, Buddha, Tao, Druid, atau agama (dan spritual) apapun. Karena tidak ada larangan dalam agama Wicca tentang hal tersebut. "Kristen Wicca" mungkin menghadapi skeptisisme terbesar, namun mengingat sejarah dan realitas yang sedang berlangsung diduga mengalami penganiayaan (The Burning Times).

Wicca memiliki respek sangat dalam terhadap alam dan pengetahuan tertentu dimana kita tidak memiliki hak untuk mengeksploitasi keuntungan sendiri. Ajaran Wicca sangat prihatin dengan konservasi dan ekologi seperti dalam semua agama yang ada di masa Neo-Pagan. Agama Wicca mempercayai bahwa roh adalah esensi, yang setiap objek menghubungkannya dengan alam. Mitologi agama Wicca tertentu menyatakan bahwa Wicca sudah ada sejak zaman batu, inspirasi dan tradisi mereka berasal langsung dari para Dewa.

Sihir Dalam Tradisi Agama Wicca

Agama Wicca mempunyai seni tersendiri, diantaranya perhiasan yang memiliki pemahaman mendalam tentang kekuatan tanaman (khususnya pengaruh wewangian mereka). Penganut agama Wicca banyak menggunakan kristal untuk kecantikan alami dan untuk kekuatan spiritual. Perhiasan termasuk anting, liontin dan kalung, seringkali mengandung batu mulia dengan makna tertentu dalam simbol agama Wicca. Sementara kristal melambangkan kekuasaan kepada pemakainya.

Pada tahun 1951, Inggris membatalkan undang-undang Sihir. Pria bernama Gerald Gardner merupakan orang pertama kali muncul di mata publik dengan deskripsi 'penyihir modern' yang berlatih. Dia mengawali munculnya Tradisi Gardnerian Wicca, kemudian disusul Tradisi Alexandria, dan sejumlah tradisi Wicca lain yang saat ini berjumlah ratusan.

Banyak yang mengatakan bahwa agama Wicca sudah lama dianut dalam tradisi keluarga, diwariskan dalam desa dan nenek. Aidan Kelly berpendapat bahwa Wicca modern sebagian besar disatukan oleh Gerald Gardner, Margaret Murray, Charles Leland dan sumber lainnya, dengan revisi undang-undang yang signifikan oleh Doreen Valiente dimulai pada tahun 1939.

Beberapa peralatan ritual pemujaan umum disetiap tradisi agama Wicca diantaranya Athame (pisau ritual) dan Piala (gelas ritual). Wicca lain mungkin menggunakan beberapa tradisi seperti bel, sapu, lilin, kuali, kabel, drum, dupa, perhiasan, piring khusus, pentakel, cambuk, patung, pedang, tongkat, dan tongkat sihir. Peralatan, penggunaan dan pembuatan memiliki arti yang berbeda diantara tradisi dan individu. Biasanya ritual agama Wicca akan melibatkan semacam penciptaan ruang suci (berbentuk lingkaran), doa dari kekuatan Dewa, berbagi tarian, nyanyian, makanan atau anggur dan ucapan syukur dalam penutupan upacara. Upacara ritual diadakan Wicca "Sabbats" atau "Esbats" untuk menandai transisi kehidupan seperti kelahiran seorang anak, pernikahan, penyembuhan, dan kematian.

Agama Wicca, Tertua Saat Ini

Wicca adalah tradisi asli bangsa Inggris, Skotlandia, Irlandia, dan Wales, berkembang jauh sebelum sebelum 500 SM yang menandai awal zaman besi. Situs suci periode ini diantaranya Avebury/Silbury dan Stonehenge, yang merupakan peninggalan penting agama Wicca dalam legenda kuno Inggris (salah satunya Mabignogian). Wicca sudah menjadi agama yang diakui wilayah Inggris selama hampir 1000 tahun hingga tahun 1951.

Agama Wicca merupakan agama Neo-Pagan berdasarkan tradisi Inggris, Irlandia, Skotlandia, dan Wales (masa pra-Kristen). Asal-usulnya dapat ditelusuri lebih jauh dalam masyarakat Paleolitik yang menyembah Dewa Pemburu dan Dewi Kesuburan. Sebuah lukisan ditemukan dalam gua di Perancis yang diperkirakan berumur 30.000 tahun, menggambarkan seorang pria dengan kepala rusa jantan, dan seorang wanita dengan perut hamil. Mereka berdiri dalam lingkaran dengan sebelas manusia. Dengan bukti tersebut, agama Wicca mungkin merupakan agama tertua di dunia.

Perburuan Penyihir, Upaya Pemusnahan Aliran Agama Wicca

Beberapa penganut agama Wicca menyebut diri mereka "Penyihir" memanfaatkan sebagai tanda solidaritas dengan para korban Pembakaran (Burning Times). Meskipun banyak Wicca hari ini mungkin melemparkan mantra dan santet, ini tidak dianggap sebagai bagian integral dari Wicca oleh semua Wicca. Hampir semua agama Wicca memiliki upacara atau praktek psikologis untuk lebih membiasakan diri dengan pencipta, mendorong wawasan dan rasa keberhasilan. Sebagian mungkin mencoba melemparkan 'mantra cinta' atau 'kutukan' lainnya.

"The Burning Times" merupakan istilah yang digunakan dalam modern Neo-Pagan merujuk pada penyihir besar Eropa yang diburu dari awal periode modern, bertepatan dengan waktu reformasi dan dilihat oleh banyak orang sebagai langkah penting dalam menghancurkan Kristen dalam agama Pagan, atau sebuah gerakan bawah tanah. Beberapa penulis mengklaim sebanyak sepuluh juta orang tewas dalam perburuan penyihir, sementara penelitian terakhir menyebutkan jumlah kematian yang didokumentasikan antara 20 ribu hingga 100 ribuan, lebih dari 80 persen adalah wanita.

Berapapun jumlah korban 'pemburuan penyihir' dipandang sebagai martir oleh banyak Wicca hingga hari ini. Wicca bukanlah agama tradisional beraliran sihir, dan semua sihir belum tentu bagian dari agama Wicca.