Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jan 28, 2010

Yang Pertama Bangkit

"Dan lihatlah, tabir Bait Suci terbelah dua dari atas sampai ke bawah dan terjadilah gempa bumi, dan bukit-bukit batu terbelah, dan kuburan-kuburan terbuka dan banyak orang kudus yang telah meninggal bangkit. Dan sesudah kebangkitan Yesus, merekapun keluar dari kubur, lalu masuk ke kota kudus dan menampakkan diri kepada banyak orang. Kepala pasukan dan prajurit-prajuritnya yang menjaga Yesus menjadi sangat takut ketika mereka melihat gempa bumi dan apa yang telah terjadi, lalu berkata: "Sungguh, Ia ini adalah Anak Allah."  (Matius 27:51-54)

Dalam peristiwa ini ada banyak orang yang sedang menyaksikan peristiwa penyaliban Kristus. Dan sesungguhnya "gempa bumi" tersebut menyebabkan tubuh dari orang-orang kudus (orang-orang suci) untuk dibangkitkan dan mereka masuk ke dalam "kota kudus" (kota suci) dan kota kudus ini menunjuk kepada Surga. Kisah ini juga merupakan gambaran dari peristiwa pengangkatan (rapture) yang akan terjadi di akhir zaman. Kota kudus yang dimaksud disini bukan menunjuk kepada Yerusalem, kota atau tempat manapun akan menjadi kudus jika Allah Yang Kudus bersemayam atau berada disana (lihat Keluaran 3:5, Yosua 5:15, Kis. 7:33). Tetapi ingatlah pada saat Kristus berada di atas kayu salib, tirai yang ada di ruang maha kudus secara ajaib robek menjadi dua bagian dari atas sampai ke bawah, -- dan sejak saat itu Yerusalem bukan merupakan kota yang kudus lagi.

Peristiwa kebangkitan ini adalah gambaran dari apa yang akan terjadi di akhir zaman, yaitu ketika Hari Penghakiman dimulai dan pada saat yang sama kubur-kubur dari orang-orang yang percaya akan dibuka dan dalam sekejap mereka akan diberikan diberikan tubuh yang baru yang sudah dipermuliakan dan tidak dapat binasa. Disini Tuhan sedang menunjuk kepada prinsip bahwa Kristus harus dibangkitkan terlebih dahulu sebelum orang-orang yang lainnya dapat dibangkitkan, dan sesungguhnya Kristus telah dibangkitkan sejak sebelum dunia dijadikan.

Disini Tuhan sedang menggambarkan fakta bahwa Kristus telah dibangkitkan sejak permulaan zaman dan ketika Dia mendemonstrasikannya di tahun 33 Masehi, ada kubur-kubur yang dibuka, dan banyak tubuh dari orang-orang kudus dibangkitkan. Ungkapan "orang-orang kudus" menunjuk kepada orang-orang percaya yang sejati, mereka disebut kudus bukan karena mereka tidak pernah berbuat dosa, tetapi mereka kudus karena Tuhan telah menguduskan mereka.

Tuhan telah menetapkan suatu hukum yang sangat penting, yaitu fakta bahwa Kristus adalah "yang sulung", yang pertama bangkit dari antara orang mati. Kita membaca dalam kitab Kolose 1:18 demikian:

"Ialah kepala tubuh, yaitu jemaat. Ialah yang sulung, yang pertama bangkit dari antara orang mati, sehingga Ia yang lebih utama dalam segala sesuatu."

Dan Kisah Para Rasul 26:23 menekankan demikian:

"yaitu, bahwa Mesias harus menderita sengsara dan bahwa Ia adalah yang pertama yang akan bangkit dari antara orang mati, dan bahwa Ia akan memberitakan terang kepada bangsa ini dan kepada bangsa-bangsa lain."

Dan kitab Matius pasal 27 memberitahukan kita mengenai hal ini, bahwa Kristus adalah "yang sulung". Ketika Kristus tergantung di atas kayu salib, kubur-kubur terbuka, kemudian Dia mati dan tubuh-Nya dikuburkan, dan kemudian Dia bangkit dari kuburan. Kemudian "sesudah" Yesus dibangkitkan "tubuh orang-orang kudus keluar dari kubur". Kristus adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati, dan sesungguhnya Ia telah dibangkitkan dari kematian sejak sebelum dunia dijadikan.

Kita membaca di dalam kitab Ulangan 34 bahwa Musa mati dan Tuhan menguburkan dia, dan di dalam kitab Yudas kita membaca mengenai pertengkaran antara Mikhael (yaitu Kristus) dan Iblis tentang mayat Musa. Kemudian kita membaca di Matius pasal 17 bahwa ketika Kristus mengalami transfigurasi, Musa dan Elia muncul di atas gunung. Kita tahu bahwa Elia tidak mati karena Tuhan telah mengangkat dia ke dalam Surga, tetapi Musa telah mati, tetapi kita mengetahui bahwa ia juga muncul di gunung transfigurasi.

Musa telah mati, dan Tuhan menguburkan dia, kemudian Musa bangkit, tetapi kita tahu bahwa Kristus adalah yang pertama bangkit dari antara orang mati. Kristus harus menjadi yang pertama dibangkitkan. Kita mengerti bagaimana hal ini mungkin ketika kita menyadari bahwa Kristus telah dibangkitkan dari antara orang mati sejak sebelum Dia menciptakan dunia.

Kristus telah membayar untuk upah dosa-dosa kita sebelum Dia menciptakan dunia, dosa-dosa dari setiap orang yang Allah rencanakan untuk Ia selamatkan telah dibebankan kepada Kristus dan Dia telah membayar penaltinya sebagai pengganti kita dari sejak permulaan. Ini adalah misteri ilahi yang tidak dapat kita mengerti, tetapi kita mengetahui bahwa Allah telah menghukum Dia dan membunuh Dia, dan bahwa Ia telah mati.

Dalam kitab Mazmur 16:10 Kristus berkata:

"sebab Engkau tidak menyerahkan aku [yaitu jiwaku] ke dunia orang mati [yaitu neraka atau kuburan]..."

Kita mengetahui bahwa Kristus dikuburkan setelah Ia diambil dari atas kayu salib, akan tetapi jiwa-Nya tidak berada di dalam kubur karena Dia dan seorang pencuri yang disalib disamping-Nya telah berada di dalam Surga. Dalam kitab Lukas 23:43 kita membaca:

"Kata Yesus kepadanya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya hari ini juga engkau akan ada bersama-sama dengan Aku di dalam Firdaus [yaitu Surga]."

Ketika Kristus pergi ke kayu salib pada tahun 33 Masehi, tubuh-Nya dikuburkan untuk mendemonstrasikan peristiwa kebangkitan, tetapi pada saat itu Dia bukan sedang melakukan pembayaran atas upah dosa-dosa kita. Dia telah membuat pembayaran yang lunas atas dosa-dosa orang-orang yang percaya dan hal itu telah dilakukan sejak sebelum dunia dijadikan.

Kristus telah bangkit dari antara mati sejak sebelum dunia dijadikan, oleh karena itu, Dia adalah "yang pertama bangkit dari antara orang mati". Dia adalah yang pertama-tama dibangkitkan dari kubur, dan tidak ada seorangpun yang dapat dibangkitkan sebelum Tuhan Yesus Kristus dibangkitkan.

Jan 25, 2010

Kebangkitan Pertama

"Berbahagia [diberkatilah] dan kuduslah ia, yang mendapat bagian dalam kebangkitan pertama itu. Kematian yang kedua tidak berkuasa lagi atas mereka " (Wahyu 20:6a)

Kebangkitan pertama adalah sebuah langkah yang sangat penting dalam program keselamatan Tuhan. Dan itu adalah "kebangkitan rohani" dari jiwa orang-orang pilihan Tuhan yang dalam kondisi alaminya setiap dari mereka adalah mati secara rohani. Hal itu terjadi karena orang-orang percaya yang sejati tidak lagi menjadi subjek dari "kematian kedua" -- kematian kedua tidak berkuasa lagi atas mereka. Dan bagian selanjutnya dari Wahyu 20:6 berkata demikian:

" tetapi mereka akan menjadi imam-imam Allah dan Kristus, dan mereka akan memerintah sebagai raja bersama-sama dengan Dia, seribu tahun lamanya."

Perhatikan 5 karakteristik dari orang-orang yang telah mengalami "kebangkitan pertama" yang dinyatakan dalam ayat tersebut sebagai berikut:

(1) Mereka berbahagia (yaitu diberkati secara rohani)
(2) Mereka kudus (yaitu dosa-dosa mereka telah diampuni semuanya)
(3) Kematian kedua tidak berkuasa lagi atas mereka
(4) Mereka menjadi imam-imam Allah (yaitu pengantara antara Allah dan manusia)
(5) Melalui Injil mereka memerintah bersama-sama dengan Kristus

Semua lima dari karakteristik ini diberikan kepada setiap dari orang percaya yang sejati -- yaitu mereka-mereka yang telah dilahirkan kembali dari atas. Karena manusia terdiri dari dua bagian, yaitu tubuh dan jiwa, maka rencana Tuhan untuk memulihkan orang-orang pilihan-Nya untuk berada bersama dengan Tuhan sesungguhnya menyangkut dua kebangkitan -- pertama kebangkitan jiwa, dan kedua adalah kebangkitan tubuh yang akan terjadi pada akhir zaman. Yesus berbicara tentang "kebangkitan pertama" dari jiwa-jiwa umat pilihan-Nya dalam kitab Yohanes 5:25 demikian:

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba [yaitu sekarang], bahwa orang-orang mati [rohani] akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup."

Walaupun tubuh dan jiwa kita akan dipisahkan ketika kita mati secara fisik, rencana Tuhan untuk setiap umat manusia adalah untuk menyatukan kembali tubuh dan jiwa mereka pada Hari Yang Terakhir dari keberadaan bumi ini. Tubuh dari semua orang yang percaya akan dibangkitkan pada Hari Yang Terakhir, seperti yang Tuhan nyatakan dalam kitab Yohanes 5:28-29 demikian:

"Janganlah kamu heran akan hal itu, sebab saatnya akan tiba, bahwa semua orang yang di dalam kuburan akan mendengar suara-Nya, dan mereka yang telah berbuat baik akan keluar dan bangkit untuk hidup yang kekal, tetapi mereka yang telah berbuat jahat akan bangkit untuk dihukum."

Sekarang marilah kita melihat bagaimana Alkitab memberikan defisi dari ungkapan ini. "Mereka yang telah berbuat baik" menunjuk kepada orang-orang percaya yang sejati, yang telah mengalami "kebangkitan pertama" di dalam keberadaan jiwa mereka dan akan menerima tubuh yang sudah dipermuliakan dan tidak dapat binasa pada Hari Yang Terakhir. Tubuh mereka akan dirubah sehingga menjadi "serupa" dengan tubuh Kristus yang sudah dipermuliakan, seperti yang kita baca dalam kitab Filipi 3:20-21 demikian:

"Karena kewargaan kita adalah di dalam sorga, dan dari situ juga kita menantikan Tuhan Yesus Kristus sebagai Juruselamat, yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga SERUPA dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya."

Dengan demikian, kita dapat berkata bahwa hanya orang-orang pilihan yang akan mengalami dua kebangkitan. Yaitu kebangkitan "jiwa" pada saat mereka diselamatkan, dan kemudian kebangkitan "tubuh" pada saat pengangkatan (rapture) terjadi di akhir zaman. Dan kebangkitan tubuh itu akan terjadi dalam "sekejap mata", seperti yang dijelaskan dalam kitab 1 Korintus 15:52-55 sbb:

"dalam sekejap mata, pada waktu bunyi nafiri yang terakhir. Sebab nafiri akan berbunyi dan orang-orang mati akan dibangkitkan dalam keadaan yang tidak dapat binasa dan kita semua akan diubah. Karena yang dapat binasa ini harus mengenakan yang tidak dapat binasa, dan yang dapat mati ini harus mengenakan yang tidak dapat mati. Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan. Hai maut di manakah kemenanganmu? Hai maut, di manakah sengatmu?"

Lebih lanjut marilah kita memeriksa pernyataan yang indah dari Tuhan Yesus Kristus dalam kitab Yohanes 11:23-26 demikian:

"Kata Yesus kepada Marta: "Saudaramu akan bangkit." Kata Marta kepada-Nya: "Aku tahu bahwa ia akan bangkit pada waktu orang-orang bangkit pada akhir zaman." Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"

Bagian ini berada dalam konteks ketika Yesus membangkitkan Lazarus, saudara laki-laki Martha, dari kematian fisik. Akan tetapi sebenarnya Yesus sedang berbicara dalam "perumpamaan" tentang kebangkitan rohani yang terjadi pada saat keselamatan. Walaupun Martha tidak mengerti seluruhnya tentang hal tersebut, dia telah memiliki pengertian yang benar tentang kebangkitan tubuh yang akan terjadi pada Hari Yang Terakhir. Dan kitab Yohanes 12:48 mengajarkan bahwa Hari Yang Terakhir adalah Hari Penghakiman untuk mereka semua yang tidak diselamatkan yang pernah hidup dalam seluruh sejarah dunia ini. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Barangsiapa menolak Aku [yaitu menolak Kristus], dan tidak menerima perkataan-Ku [yaitu tidak menerima Firman Tuhan, Alkitab], ia sudah ada hakimnya, yaitu Firman yang telah Kukatakan, itulah yang akan menjadi hakimnya pada akhir zaman."

Disisi yang lain kitab Wahyu 2:11b berkata tentang orang-orang yang percaya demikian:

"Barangsiapa menang, ia [yaitu orang-orang yang percaya] tidak akan menderita apa-apa oleh kematian yang kedua."

Jan 23, 2010

Pertemuan Ibadah

"Dan marilah kita saling memperhatikan supaya kita saling mendorong dalam kasih dan dalam pekerjaan baik. Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita (saling) menasihati, dan semakin giat melakukannya menjelang hari Tuhan yang mendekat."
(Ibrani 10:24-25)

Setidaknya ada dua pernyataan di dalam ayat ini yang dapat mengarahkan kita ke jalan yang salah. Para penterjemah tidak memahami bahwa masa kerja gereja akan berakhir pada suatu saat sama halnya seperti yang terjadi pada synagoga-synagoga umat Yahudi, dan kemudian akan ada masa "hujan akhir" (hujan akhir musim) dan tuaian besar yang terakhir di sepanjang Masa Kesusahan Yang Besar di akhir zaman.

Sewaktu kita melihat gambaran yang lebih luas karena Tuhan telah membuka mata rohani kita kepada masa yang sedang kita lalui ini, sekarang kita harus memeriksa dan menterjemahkan kata-kata ini dengan lebih teliti. Sewaktu para penterjemah menterjemahkan ayat-ayat ini mereka memutuskan untuk menambahkan kata "saling" setelah kata "menasihati" karena itulah bagaimana mereka memahami ayat ini:

"Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan ibadah kita, seperti dibiasakan oleh beberapa orang, tetapi marilah kita (saling) menasihati."

Sebagai akibatnya orang-orang selalu melihat pada ayat ini sebagai suatu perintah bahwa kita hendaknya berkumpul bersama di dalam suatu pertemuan jemaat. Kita hendaknya memastikan bahwa kita sedang bertemu bersama dan "saling menasihati", khususnya pada hari Minggu Sabat. Akan tetapi sesungguhnya ayat ini tidak mengatakan "saling menasihati" di dalam bahasa asli Yunaninya. Ayat ini hanya berkata "menasihati".

Jadi sesungguhnya pihak-pihak manakah yang sedang ditinjau disini? Kita akan menyangka bahwa akan lebih logis untuk mengatakan, "Janganlah kita menjauhkan diri dari pertemuan-pertemuan organisasi gereja". Mengapakah Allah menggunakan bahasa aneh "pertemuan-pertemuan ibadah kita" ? Tidak ada kata "gereja" disitu. Masalahnya Allah sedang memusatkan perhatian pada saat ketika Masa Kesusahan Yang Besar (masa siksaan rohani yang dahsyat) telah dimulai. Kita memahami hal ini melalui kalimat "menjelang hari Tuhan yang mendekat", yang menunjuk kepada kedatangan Kristus yang kedua kalinya pada Hari Penghakiman.

Hal lain yang menarik adalah penggunaan dari kata Yunani episynagogen yang diterjemahkan sebagai "pertemuan kita". Kata Yunani ini hanya digunakan di satu ayat lainnya di dalam Alkitab. Kata tersebut telah diterjemahkan sebagai ungkapan "berhimpun" di dalam kitab 2 Tesalonika 2:1 yang kita baca demikian:

"Tentang kedatangan Tuhan kita Yesus Kristus dan terhimpunnya kita dengan Dia kami minta kepadamu, saudara-saudara."

Sewaktu kita melihat pada konteks dari ayat ini, kita mengetahui siapa yang sedang bertemu, atau berhimpun bersama. Ayat ini sedang berbicara mengenai orang-orang percaya yang sedang berhimpun bersama untuk bertemu dengan Kristus pada saat kedatangan-Nya di akhir zaman. Dan orang-orang yang akan bersiap-siap untuk menemui Kristus pada saat kedatangan-Nya adalah orang-orang percaya yang sejati. Gereja-gereja secara organisasi tidak akan bersiap-siap untuk bertemu dengan Kristus karena mereka telah berada di bawah penghakiman Tuhan (seperti yang kita baca dalam kitab 1 Petrus 4:17, 2 Tesalonika 2:4, Matius 24:24-26, Markus 13:9).

Jadi sesungguhnya maksud pemikiran yang sedang diajukan Tuhan adalah bahwa kata Yunani episynagogen menekankan berhimpunnya setiap orang-orang percaya yang sejati dengan Kristus. Hal tersebut bukan melihat pada sekelompok orang di dalam bentuk organisasi apapun yang semuanya merupakan anggota dari suatu jemaat setempat.

Sekarang bagaimanakah caranya Kristus akan datang bagi orang-orang yang percaya? Dia akan datang bagi kita satu demi satu. Kalau ada dua orang di ladang, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan. Ada dua orang di atas satu tempat tidur, yang seorang akan dibawa dan yang lain akan ditinggalkan (Matius 24:40, Lukas 17:36). Dengan kata lain, Allah sedang bersikeras, bahwa keselamatan merupakan suatu hal yang sangat pribadi. Itu adalah antara Allah dan anda. Hal tersebut tidak melibatkan sekelompok orang. Itu melibatkan Allah dan setiap dari umat pilihan-Nya.

Jadi kita diselamatkan secara pribadi. Kita tidak diselamatkan sebagai seluruh jemaat. Allah menyelamatkan yang ini dan yang itu di seluruh pelosok dunia, yaitu setiap orang dari umat pilihan yang nama-namanya ada tertulis di dalam Kitab Kehidupan Anak domba yang ditulis sejak sebelum dunia dijadikan (Wahyu 13:8, Wahyu 17:8). Segala sesuatunya didasarkan pada setiap pribadi, itu adalah antara "Allah dan saya". Jadi Allah sedang benar-benar memberitahukan kepada kita bahwa setiap dari kita orang-orang yang percaya akan "bertemu beribadah" atau "berhimpun" dengan Kristus, yaitu Firman Tuhan, Alkitab.

Kemudian kitab Ibrani 10:25 menyebutkan kata "menasihati", tetapi siapakah yang sedang menasihati siapa? Ingat, kata "saling" telah ditambahkan disitu oleh para penterjemah. Sebenarnya kita tidak "saling menasihati", seluruh kalimatnya sedang berbicara tentang Allah dan setiap pribadi dari orang-orang yang percaya. Jadi Allah-lah yang akan menasihati kita melalui Firman-Nya. Adalah Allah yang menghibur dan menasihati kita melalui Firman-Nya.

Dengan kata lain, orang-orang percaya yang sejati hendaknya tidak melalaikan "pertemuan ibadah" kita dengan Allah supaya kita dapat dihibur dan dinasihati supaya kita dapat menghibur orang-orang lain supaya mereka beroleh kekuatan. Sekarang sewaktu kita sedang berada di akhir zaman, kita dapat melihat bagaimana seluruh hal ini cocok dengan sempurna dalam keadaan hari ini. Kita hendaknya tidak berhimpun bersama dengan orang-orang lain untuk saling menghibur seperti yang diajarkan di dalam gereja-gereja.

Sesungguhnya, Allah sedang menghibur kita dengan keterangan ini. Kita telah dilatih di dalam gereja bahwa sewaktu kita sedang berada di dalam kesulitan, sewaktu kita memiliki kegelisahan, sewaktu kita merasa tidak enak, atau berada di dalam sesuatu macam kesukaran, kita dapat melihat pada teman-teman yang kita kasihi dan memberitahu mereka tentang hal itu, dan mereka dapat mendorong kita dan berdoa bagi kita, dan sebagainya.

Secara psikologis itu semua sangat menghibur dan bermanfaat, akan tetapi apakah yang dapat dilakukan oleh manusia? Jika anda pergi kepada seorang teman dan berkata, "Saya tidak memiliki damai sejahtera apa pun di dalam hati saya. Saya tidak mengetahui jika saya benar-benar merupakan seorang anak Allah," Apakah yang teman anda dapat lakukan mengenai hal itu? Hal terbaik yang dapat ia lakukan adalah berkata, "Saya mengasihi anda, dan saya akan berdoa bagi anda", tetapi apakah yang dapat benar-benar dia lakukan untuk merubah keadaan anda? Barangkali sangat sedikit.

Di lain pihak, sekarang sewaktu kita berada di dalam masa "hujan akhir" di sepanjang beberapa tahun terakhir dari Masa Kesusahan Yang Besar, Allah sedang mengajar kita bahwa itu bukanlah di antara jemaat dan saya, tetapi hal tersebut hanya melibatkan "Allah dan saya". Apa yang sedang benar-benar Allah katakan di sini adalah bahwa kita tidak boleh melalaikan "pertemuan ibadah" kita dengan Allah untuk mendapatkan penghiburan-Nya. Kita harus belajar untuk pergi kepada Allah untuk mencari penghiburan-Nya.

Tetapi kita telah diajar bahwa kita perlu untuk bertemu bersama dengan suatu macam jemaat, dan adalah susah untuk merubah pemikiran kita mengenai hal itu. Akan tetapi sesungguhnya Alkitab tidak pernah memerintahkan kita untuk datang berkumpul bersama sebagai suatu jemaat di hari sekarang ini. Saya mengetahui bahwa kita telah dilatih demikian karena itu merupakan sifat alami dari zaman gereja. Tetapi kita juga mengetahui sebagian dari kesalahan-kesalahan yang telah berkembang dari kegiatan-kegiatan semacam itu karena kita memiliki penguasa rohani yang menuntun kita pada tapak yang salah, dan kita harus menganut pernyataan-pernyataan iman yang salah, doktrin-doktrin salah, serta kebiasaan-kebiasaan yang salah. Sesungguhnya -- inilah tepatnya keadaan dari organisasi gereja (synagoga Yahudi) ketika Yesus dan para rasul berada di bumi.

Maksud pemikirannya adalah bahwa kita sedang hidup pada suatu masa ketika ibadah tidak didasarkan pada hal berkumpul bersama dengan orang-orang lain, tetapi hal tersebut didasarkan pada persekutuan dengan Tuhan. Maka di dalam tahap terakhir dari rencana keselamatan Tuhan ini, Tuhan sedang menyingkapkan semakin banyak hal tentang akhir zaman, yaitu "sesudah waktu itu" atau setelah zaman gereja berakhir, dan kita melihat bagaimana Tuhan menguraikan penyelesaian dari masa Perjanjian Baru di dalam kitab Ibrani 8:10-12 demikian:

"Maka inilah perjanjian yang Kuadakan dengan kaum Israel sesudah waktu itu," demikianlah firman Tuhan. "Aku akan menaruh hukum-Ku dalam akal budi mereka dan menuliskannya dalam hati mereka, maka Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umat-Ku. Dan mereka tidak akan mengajar lagi sesama warganya, atau sesama saudaranya dengan mengatakan: Kenallah Tuhan! Sebab mereka semua, besar kecil, akan mengenal Aku. Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka."

Semua yang harus kita lakukan adalah menyebarkan Injil Yang Sejati kepada dunia, dan kita mengetahui bahwa Allah akan menanamkan Firman tersebut ke dalam hati umat pilihan-Nya dan menyelamatkan mereka. Tuhan Yesus Kristus akan memberi penghiburan kepada setiap dari umat pilihan-Nya. Dia akan menjadi segala-galanya bagi mereka.

Kita harus belajar untuk pergi atau "lari" kepada Tuhan dan terus berdoa, "Ya Tuhan kasihanilah saya, kasihanilah saya". Kita tidak pergi kepada orang-orang lain untuk menemukan jawaban-jawaban kita, kita mencurahkan isi hati kita kepada Tuhan. Kita harus belajar bahwa Tuhan selalu ada bersama kita, Dia tidak pernah meninggalkan kita. Dan Dia adalah satu-satunya yang dapat membuat suatu perbedaan di saat kebutuhan kita, seperti yang kita baca dalam kitab Ibrani 4:16 demikian:

"Sebab itu marilah kita dengan penuh keberanian menghampiri takhta kasih karunia, supaya kita menerima rahmat dan menemukan kasih karunia untuk mendapat pertolongan kita pada waktunya."

Jan 21, 2010

Kemurahan Allah

Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati. Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan Firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan Kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.

Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini [yaitu Iblis], sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus [yaitu Firman Tuhan].

Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami [yaitu kematian terhadap dosa], supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.

Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu. Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan
Allah.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Jan 20, 2010

144.000

"Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu:
seratus empat puluh empat ribu [144.000] yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel."  (Wahyu 7:1-4)

Bagian Alkitab ini sedang menjelaskan suatu gambaran yang terjadi sebelum "masa siksaan yang dahsyat" dimulai, yaitu sebelum ke-empat malaikat mulai merusak bumi dan laut dan pohon-pohon. Kemudian di ayat-ayat selanjutnya Alkitab menyebutkan 12.000 orang dari ke-12 suku Israel yang dimeteraikan, akan tetapi ini tidak menyebutkan seluruh suku Israel yang ada. Dibagian ini suku Dan tidak tercantum, dan suku Efraim diganti dengan suku Yusuf. Jadi kita bertanya-tanya apakah yang terjadi?

Disini Tuhan sedang menyatakan bahwa bangsa Israel yang ada dalam pandangan adalah "kepenuhan dari jumlah orang-orang percaya", yang digambarkan sebagai suku-suku bangsa Israel atau bilangan 144.000, yang jika dipecahkan menjadi 12 x 12 x 1000.

Jika bilangan 12 mempunyai makna rohani, itu akan menunjuk pada "kepenuhan" (fullness) dari segala sesuatu yang Tuhan sedang gambarkan. Sedangkan bilangan "1000" secara rohani menunjuk kepada "kesempurnaan" (completeness) dari segala sesuatu yang digambarkan. Jadi bilangan 144.000 (12 x 12 x 1000) adalah gambaran dari kepenuhan yang sempurna dari jumlah orang-orang percaya yang diselamatkan pada tahap pertama. Ini adalah angka simbolik bukan jumlah yang sebenarnya secara harafiah, mereka adalah kepenuhan jumlah dari bangsa "Israel rohani" milik Tuhan (Roma 2:29, Galatia 3:29).

Ungkapan "memeteraikan pada dahi" berarti bahwa mereka telah diselamatkan. Dan ungkapan "empat malaikat" menunjuk kepada hari penghakiman terakhir dan akhir zaman yang tidak akan datang sebelum setiap orang yang Tuhan rencanakan untuk Ia selamatkan sudah diselamatkan.

Selanjutnya ungkapan "seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit dan Ia membawa meterai Allah yang hidup" menunjuk kepada Yesus Kristus. Kata "malaikat" di Alkitab di dalam bahasa aslinya bisa juga diterjemahkan sebagai "pembawa pesan" (messenger), itu adalah terjemahan yang lebih baik daripada malaikat. Dan Yesus Kristus adalah pribadi yang telah membuat keselamatan itu dapat terjadi kepada orang-orang yang percaya. Roh Kristus disebut juga sebagai "Roh Kudus" seperti yang kita baca dalam kitab Efesus 1:13-14
demikian:

"Di dalam Dia [yaitu Kristus] kamu juga --karena kamu telah mendengar Firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu-- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya."

Lebih jauh dalam kitab Wahyu 7:9-10 kita membaca lagi demikian:

"Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka."

Ini adalah titik puncak dari rencana keselamatan Tuhan di dunia ini, yaitu akan ada "kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitungbanyaknya" (great multitude) yang diselamatkan pada tahap kedua (tahap yang terakhir). Dan mereka adalah orang-orang yang keluar dari "masa siksaan yang dahsyat" (great tribulation) dan mereka telah
mencuci jubah mereka dan membuatnya putih bersih atau murni di dalam darah Anak Domba.

Ayat 13 dan 14 dari Wahyu pasal 7 menjelaskan lagi demikian:

"Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar [great tribulation]; dan mereka telah mencuci jubah mereka
dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba."

Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Kristus seperti yang kita baca dalam kitab Wahyu 19:14-16 demikian:

"Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam [yaitu Firman Allah] yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

Dan ayat 19-20 menjelaskan lagi demikian:

"Dan aku melihat binatang itu [yaitu si Iblis] dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah BERKUMPUL untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya. Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda [yaitu mujizat-mujizat yang mengherankan] di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang."