Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Oct 1, 2009

Alkitab Adalah Injil

"Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu  kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci"  (1 Korintus 15:1-4)

Infromasi tentang karya Kristus dan Injil-Nya hanya dapat ditemukan di dalam Alkitab. Ini adalah alasannya mengapa kita mempelajari Alkitab, ini adalah satu-satunya tempat dimana kita dapat menemukan program keselamatan Allah untuk manusia yang berdosa. Alkitab menunjukkan Pribadi dan Karya dari Tuhan Yesus Kristus, dan kemudian Allah Roh Kudus menggunakan nubuat-nubuat Alkitab untuk menyadarkan orang-orang yang Tuhan telah rencanakan untuk Ia selamatkan mengenai dosa, kebenaran dan penghakiman, seperti yang kita baca dalam kitab Yohanes 16:8.

Dan kita juga mengetahui dari kitab Roma 1:16 bahwa Injil yang sejati adalah "kekuatan Allah untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya". Kata Yunani untuk ungkapan "kekuatan" ini adalah "dunamis", yang merupakan asal dari kata "dinamis" dan "dinamit".

Kekuatan ini adalah "mujizat besar" atau kekuatan terbesar yang pernah ada di dunia ini karena kekuatan ini mampu untuk memberikan "hidup yang kekal" kepada jiwa-jiwa yang tadinya mati secara rohani di dalam kehidupan orang-orang yang Tuhan telah pilih sejak dunia dijadikan untuk Ia selamatkan. Dan ini adalah "satu-satunya" mujizat yang dimaksud Alkitab yang harus kita cari, bukan mujizat-mujizat yang mengherankan (sihir, sulap, permainan sirkus) yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan keselamatan rohani.

Sesungguhnya Alkitab juga mengajarkan bahwa tidak ada yang dapat menolak kekuatan Tuhan ini seperti yang kita baca dalam kitab Daniel 4:35 demikian:

"Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: "Apa yang Kaubuat?"

Dan menurut kitab 1 Korintus pasal 15, kita menemukan bahwa Injil adalah sesuatu yang kita "terima" sebagai kasih karunia atau hadiah atau anugrah. Sekarang mari kita melihat pada kitab Galatia 1:12 dimana kita membaca demikian:

"Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku MENERIMANYA oleh penyataan Yesus Kristus [yaitu seluruh Alkitab]."

Hal yang sama juga dapat kita lihat dalam kitab 1 Tesalonika 2:13 yang kita baca demikian:

"Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima Firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi dan memang sungguh-sungguh demikian-- sebagai Firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya."

Ada banyak orang yang salah mengerti dan mengurangi arti dari pernyataan Alkitab tentang "menerima" keselamatan. Kadang mereka mengutip dari kitab Yohanes 1:12 yang berkata demikian:

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya"

Mereka berhenti mengutip Alkitab sampai disitu dan tidak melihat pada ayat selanjutnya ayat 13 yang berkata demikian:

"orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan DARI Allah [= dari atas = dari surga]."

Ketika kita melihat pada seluruh Alkitab mengenai subjek ini, kita menyadari bahwa "penerimaan" ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan sesuatu apapun yang manusia dapat "kerjakan" atau "lakukan" atau "perbuat" melalui pekerjaan mereka sendiri supaya mereka dapat menggenapkan keselamatan mereka (sebagai contohnya adalah hukum-hukum upacara baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru). Ingatlah selalu bahwa Injil yang sejati tidak ada hubungannya "kehendak manusia" atau "pekerjaan manusia" seperti yang baru saja kita baca dalam kitab Yohanes 1:13 di atas.

Seluruh karya keselamatan harus dilakukan oleh Tuhan sendiri, dan seluruh karya tersebut telah selesai dilakukan jauh sebelum orang tersebut dilahirkan karena sesungguhnya karya yang agung itu telah selesai dilakukan sejak sebelum dunia dijadikan.

Kitab Ibrani 4:3 menjelaskan kepada kita demikian:

"Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian [yaitu tempat peristirahatan atau sabat = Kristus] seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan."

Dan Wahyu 13:8 menyatakan demikian:

"Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya [yaitu menyembah sang binatang atau Iblis], yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih."

Alasan utama dari hal ini adalah supaya segala kemegahan, kehormatan dan kemuliaan atas keselamatan hanya boleh diberikan kepada Tuhan, dan kita sama sekali tidak boleh bermegah di dalam pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan sendiri yang sesungguhnya tidak dapat menyumbang apapun kepada kegenapan dari keselamatan kita. Segala pekerjaan baik yang dapat kita lakukan adalah "hasil" dari keselamatan, bukan "penyebab" dari keselamatan, karena sebelum kita benar-benar diselamatkan tidak ada satupun pekerjaan kita yang terlihat baik di mata Allah (Yesaya 64:6). Inilah ujian terbesar bagi organisasi gereja-gereja yang ada di akhir zaman.

Kitab 1 Korintus 1:29-31 menekan demikian:

"supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia [yaitu Allah] kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi Hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."

Lebih lanjut kita mau melihat kepada aspek berikutnya bahwa Injil dapat menyebabkan kita untuk "teguh berdiri" (bangkit). Orang-orang yang Tuhan telah selamatkan melalui Injil yang sejati dari Alkitab tidak akan pernah jatuh -- mereka akan "berdiri teguh" untuk selama-lamanya karena mereka telah menerima anugrah Roh yang kekal, yaitu Roh Kristus (Roh Kudus atau Roh Allah). Dan Injil adalah lingkungan yang dapat membawa keselamatan kepada orang-orang yang Tuhan telah rencanakan untuk Ia tebus, seperti yang kita baca dalam kitab Yakobus 1:21 demikian:

"Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut Firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu."

Perhatikan ayat ini mengajarkan tentang keselamatan "jiwa" (rohani) kita bukan keselamatan "tubuh" (jasmani) kita yang akan dimasukkan ke dalam kubur dan menjadi debu tanah. Ada banyak orang yang salah mengerti tentang hal ini sehingga mereka tersesat ke dalam berbagai-bagai injil palsu.

Sekarang untuk menyelamatkan jiwa kita dari apa? Untuk menyelamatkan jiwa kita dari hukuman yang kutukan yang kekal, itulah apa. Dan Alkitab menggambarkan hal ini sebagai "kematian kedua" yang kekal. Jadi sebenarnya Tuhan menyelamatkan kita dari penghakiman-Nya yang adil atas dosa-dosa kita.

Melalui Firman-Nya Tuhan akan mencuci/membersihkan/membasuh kita dari segala dosa-dosa kita, baik yang kita sadari maupun yang belum kita sadari, dan kita diberikan kekuatan yang baru dan keinginan yang jujur, sungguh-sungguh dan terus-menerus untuk mematuhi perintah-perintah-Nya di dalam Alkitab.

Sejauh ini telah kita mempelajari bahwa seorang Kristen yang sejati adalah seseorang yang sudah menerima Injil sebagai "kekuatan" Allah. Dan dia telah dibuat aman dan berdiri teguh di dalam iman Tuhan Yesus Kristus dan sudah diselamatkan dari dosa dan kutukan kekal (kematian kedua). Kemudian aspek berikutnya adalah untuk menyimpan Firman tersebut di dalam hati mereka, seperti yang kita baca dalam kitab Lukas 8:15 demikian:

"Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar Firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

Dari seratus kali atau lebih kemunculan kata "Injil" (Gospel) dalam kitab-kitab Perjanjian Baru, kita melihat bahwa kita dapat mengunakan ungkapan "Kabar Baik" sebagai persamaan dari kata "Injil". Akan tetapi, arti yang lebih baik adalah "Pesan Kebenaran", karena Injil yang sejati dari Alkitab adalah pesan-pesan kebenaran dari Tuhan kepada umat manusia yang mengandung dua hal, yaitu dan kabar buruk dan kabar baik.

Kabar buruknya adalah seluruh umat manusia berada dibawah murka dan kutukan kematian karena dosa-dosa mereka (Kejadian 2:16-17, 3:17-19). Dan Kabar baiknya adalah ada Jalan keluar dari masalah tersebut, yaitu bahwa Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang-orang yang berdosa dari hukuman kutukan yang kekal (Lukas 19:10, 1 Timotius 1:15).

Para "pembawa pesan" (yaitu orang-orang yang percaya) yang memberitakan Injil Kristus (Injil Anugrah) adalah seperti bau kehidupan dan bau kematian. Kitab 2 Korintus 2:16 menerangkan kepada kita demikian:

"Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?"

Jadi ya, Injil adalah Kabar Baik bagi orang-orang Tuhan sedang selamatkan; tetapi Injil merupakan Kabar Buruk bagi orang-orang yang tidak Tuhan rencanakan untuk Ia selamatkan. Akan tetapi kita akan mendapatkan bahwa seluruh Alkitab adalah sebuah rencana Allah yang sangat indah. Setiap buku, setiap pasal -- bahkan setiap ayat dan setiap huruf, menerangkan aspek-aspek dari Pribadi dan Karya dari Tuhan Yesus Kristus. Dan kita menemukan pernyataan ini dalam kitab Yohanes 5:39 dimana Tuhan Yesus berkata demikian:

"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,"

Nah kita akan menutup pelajaran ini dengan lirik dari lagu hym Kristen lama yang berkata, "Tuhan Yesus adalah Teman orang-orang berdosa. Yesus adalah kekasih jiwaku; biarlah teman-temanku mengecewakan aku, dan musuh-musuhku menyerang aku, tetapi Yesus Kristus adalah Juruselamatku yang membuat aku penuh. Haleluya Juruselamatku! Haleluya Teman sejatiku! Menyelamatkan, memperdulikan dan mengasihi aku. Dia ada bersamaku sampai saat terakhir."

Kita akan selalu bersuka-cita di dalam Juruselamat kita dan Injil-Nya -- yaitu Kabar Baik dari kasih karunia (anugrah) melalui karya Tuhan sendiri. Dan akhirnya kita juga harus memperhatikan peringatan yang tertulis dalam kitab Ibrani 2:3 demikian:

"bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu?"

Sep 29, 2009

Kebenaran

"Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; Firman-Mu adalah Kebenaran."  (Yohanes 17:17)

Pada hari ini kita akan berbicara tentang fakta bahwa Alkitab adalah kebenaran -- yaitu satu-satunya kebenaran. Pilatus, gubernur Roma untuk wilayah Israel, bertanya kepada Tuhan Yesus ketika Ia diadili, "Apakah kebenaran itu?" (Yohanes 18:38). Dan umat manusia juga telah menanyakan pertanyaan yang sama sepanjang sejarah waktu. Dan Alkitab memberikan kita jawaban atas pertanyaan penting tersebut, dalam kitab Yohanes 14:6 kita membaca demikian:

"Kata Yesus kepadanya: "Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Dan lebih lanjut Tuhan memberitahukan kita dalam Yohanes 8:32 demikian:

"dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Nah, apakah yang memperbudak kita, sehingga kita harus "dimerdekakan" ? Sesungguhnya manusia diperbudak oleh dosa-dosa mereka sendiri; tetapi walaupun keadaan mereka demikian, mereka tidak dapat menyadari keadaan rohani mereka yang sangat bangkrut dan menyedihkan itu. Kitab Yohanes 8:34 menyatakan demikian:

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa."

Dan Tuhan menyelamatkan umat-Nya melalui kebenaran dari Firman-Nya, seperti yang kita baca dalam kitab Yakobus 1:18 demikian:

"Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh Firman Kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya."

Ungkapan "menjadikan" adalah berarti untuk "dibawa keluar", atau untuk secara rohani "dilahirkan kembali dari atas", dari surga. Dan ketika hal itu terjadi orang-orang yang percaya dirubah dari perbudakan mereka atas dosa menjadi hamba dari Kebenaran, atau budak (pelayan) dari Tuhan Yesus Kristus. Orang-orang Yahudi dalam Perjanjian Lama juga menerima hukum-hukum Tuhan -- yaitu kebenaran Tuhan -- tetapi kita menemukan bahwa banyak dari antara mereka yang tidak diselamatkan oleh karena ketidak percayaan mereka.

Dalam kitab Ibrani 3:15-19 kita membaca demikian:

"Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman", siapakah mereka yang membangkitkan amarah Allah, sekalipun mereka mendengar suara-Nya? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa? Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun? Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka."

Pada kenyataannya hampir semua mereka yang berumur dua puluh tahun ke atas binasa di padang gurun. Disisi yang lain, Tuhan memberikan anak-anak-Nya kasih-Nya dan rasa haus akan firman-Nya, seperti yang kita temukan dalam kitab Matius 4:4 demikian:

"Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah."

Jadi kita harus melihat kepada Alkitab untuk mendapatkan sukacita dan kepuasan rohani kita. Kitab Mazmur 1:2 berbicara tentang seseorang yang diberkati demikian:

"tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN [yaitu hukum Tuhan], dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam."

Umat Kristen yang sejati akan menjadi sangat terlibat dengan kebenaran Firman Tuhan, Alkitab, seperti yang kita baca dalam Mazmur 119:97-99 demikian:

"Betapa kucintai Taurat-Mu [yaitu hukum-Mu]! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan."

Karena hukum-hukum Tuhan adalah Kebenaran yang sejati, maka Tuhan memerintahkan umat pilihan-Nya untuk "mempelajari Alkitab supaya layak di hadapan-Nya", dalam kitab 2 Timotius 2:15 kita membaca demikian:

"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan Kebenaran itu."

Dengan kata lain umat Kristen harus selalu diingatkan bahwa Tuhan Yesus menyatakan dalam kitab Yohanes 5:39:

" ... Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku"

Dan dalam kitab Lukas 24:44-45 Yesus berkata demikian:

"Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci."

Umat Kristen harus lari kepada Alkitab sebagai penuntun dalam segala hal dan jangan bersandar kepada kebijaksanaan, pikiran, atau ide-idenya sendiri atau juga ide orang-orang yang lain. Mereka akan membaca Alkitab pada waktu pagi, siang, dan malam atau sepanjang hari merenungkan hal-hal yang mereka ketahui dari Alkitab. Ingatlah hal ini bukan berarti bahwa kita harus mempercayai segala sesuatu yang organisasi gereja atau denominasi kita ajarkan, tetapi Tuhan mau supaya kita mempelajari Firman-Nya yang kudus dengan sangat teliti dan berhati-hati.

Itulah sebabnya bangsa Israel kuno diberitahukan untuk mengikat Hukum Tuhan pada "dahi-dahi" mereka. Ini melambangkan bahwa Firman Tuhan harus berada didepan mata mereka (yaitu pikiran mereka) pada setiap waktu baik dalam kehidupan pribadi mereka, dalam hubungan keluarga, dalam hal membesarkan anak-anak, dalam pekerjaan, dalam aktivitas-aktivitas pada waktu senggang, dalam hal penggunaan uang, dalam pergaulan sehari-hari, singkatnya pada setiap segi dalam kehidupan mereka. Dan karena mereka hanya menggunakan Alkitab, maka mereka dapat berkata kepada Tuhan:

"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105).

Itu berarti kita akan mengetahui tentang Tuhan, manusia, dan dunia yang diciptakan oleh Tuhan ini hanya dengan mempelajari Alkitab. Karena Firman Tuhan adalah satu-satunya kebenaran -- maka itu menyediakan satu-satunya harapan bagi kita untuk keluar dari perbudakan dosa, dan upah yang pantas kita dapatkan dari dosa, yaitu kutukan yang kekal, kematian kedua. Dalam kitab Roma 15:4 kita juga membaca demikian:

"Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci."

Karena iman (yaitu kata yang sama untuk keselamatan) "timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Tuhan" (Roma 10:17), sekarang umat manusia mempunyai harapan untuk hidup yang kekal seperti yang ditunjukkan di dalam Alkitab. Laki-laki dan perempuan yang ditarik oleh Tuhan ke dalam program keselamatan-Nya akan lari kepada Alkitab, percaya kepada Alkitab dan menyediakan waktu untuk mempelajari Alkitab, yaitu -- seluruh Alkitab dan hanya Alkitab saja, tidak ditambah dan tidak dikurangi.

Biarlah Tuhan memberikan kasih karunia-Nya untuk membuat kita lapar dan haus akan Kebenaran-Nya. Biarlah kita menyembunyikan Firman-Nya di dalam hati kita, biarlah kita menyediakan waktu kita untuk Alkitab, membandingkan hal yang rohani dengan hal yang rohani di dalam seluruh Alkitab. Biarlah kita sadar, bertobat dan berbalik dari ketergantungan kita akan pikiran kita sendiri untuk menjadi penuntun dari setiap aspek di dalam kehidupan kita.

Sep 28, 2009

Kematian Dosa

"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati."  (Filipi 3:10-11)

Kata Yunani untuk ungkapan "serupa" (summorphoo) hanya ada digunakan dalam ayat ini, dengan demikian sulit bagi kita mengerti artinya dengan lebih mendalam kecuali kalau kita dapat menemukan akar katanya. Dan ternyata kata "summorphoo" berasal dari kata "summorphos", yang juga diterjemahkan sebagai kata "serupa" dalam ayat-ayat berikut ini:


Kitab Roma 8:29 berkata demikian:

"Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."

Dan kitab Filipi 3:21 menyatakan demikian:

"yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya."

Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa orang-orang pilihan dibentuk untuk menjadi "serupa dengan gambaran Anak-Nya" dan kemudian mereka akan dibangkitkan sehingga menjadi "serupa dengan tubuh-Nya yang mulia". Ini adalah informasi yang sangat menakjubkan, pada hari yang terakhir, atau hari penghakiman yang terakhir, orang-orang yang percaya akan menerima "kebangkitan tubuh" yang sudah dipermuliakan dan tidak dapat binasa yang serupa dengan tubuh Kristus. Dan itu akan merupakan akhir dari alam semesta yang sudah dikutuk karena dosa ini dan juga merupakan akhir dari waktu. Dan perhatikan bahwa ayat yang pertama Roma 8:29 menjelaskan keselamatan yang sudah ditentukan oleh Allah sejak dari permulaan.

Kata Yunani untuk ungkapan "serupa" juga berhubungan dengan akar kata Yunani lainnya dimana kata utamanya adalah "rupa" atau "bentuk" (yaitu morphe) yang digunakan hanya dalam tiga ayat dalam Perjanjian Baru. Kitab Filipi 2:6-8 menyatakan demikian:

"yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati [thanatos], bahkan sampai mati di kayu salib."

Pada bagian ini kita melihat kenyataan yang mengagumkan dari inkarnasi Tuhan Yesus, yang adalah Allah Yang Kekal itu sendiri -- dimana Ia mengambil wujud manusia, menjadi berdosa karena dosa-dosa umat-Nya, dan mati di atas kayu salib untuk musuh-musuh-Nya (yaitu seteru-Nya), yaitu orang-orang yang percaya, seperti yang dijelaskan dalam kitab Roma 5:10 demikian:

"Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!"

Sebelum kita diselamatkan kita adalah seteru atau musuh-musuh Allah. Oleh karena dosa-dosa kita maka kita berada dalam keadaaan perang dengan Allah. Akan tetapi perhatikan ayat ini mengajarkan bahwa Allah mendamaikan (atau menyelamatkan) kita ketika kita "masih merupakan seterunya". Ini adalah sama seperti yang kita baca dalam kitab 1 Yohanes 4:19 demikian:

"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita."

Dapatkah anda melihat mengapa saya selalu menekankan bahwa segala kemegahan, kemuliaan dan kehormatan hanya layak diberikan kepada Tuhan, sedangkan kita tidak layak untuk menerima apa-apa sama sekali. Kita bukan diselamatkan karena kita lebih baik daripada orang-orang lainnya, kita bukan diselamatkan karena kita lebih pintar atau bijaksana daripada orang-orang lainnya, akan tetapi kita diselamatkan supaya kita boleh memegahkan nama Tuhan. Dalam kitab Yehezkiel 36:22 Tuhan menjelaskan demikian:

"Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang."

Kemudian mengapa kita harus menjadi "serupa dengan Dia dalam kematian-Nya" ? Bagaimanapun juga bukankah kita membaca dalam kitab Yohanes 5:24 demikian:

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup."

Walaupun pernyataan ini adalah benar, kita juga harus memeriksa apa yang Tuhan ajarkan tentang kematian dalam pernyataan penting yang kita baca dalam kitab Roma 6:8-11 demikian:

"Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut [yaitu kematian kekal] tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus."

Definisi yang kita temukan disini tentang "dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan" (ayat 3) menunjuk pada "kematian terhadap dosa". Ada banyak orang yang mengajarkan bahwa itu menunjuk kepada baptisan secara selam, tetapi tentu saja mereka salah, ingatlah bahwa kita tidak dapat diselamatkan oleh pekerjaan apapun yang kita lakukan sendiri bagaimanapun baiknya pekerjaan tersebut, seluruh karya keselamatan seratus persen dikerjakan oleh Allah dan sebenarnya hal itu telah diselesaikan sejak sebelum dunia dijadikan. Alasan utama untuk hal ini adalah supaya segala kemegahan, kemuliaan dan kehormatan atas keselamatan hanya dapat diberikan kepada Tuhan -- dan kita tidak memiliki alasan apapun untuk memegahkan diri sendiri.

Dalam kitab Matius 25:34 kita membaca demikian:

"Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan."

Dan kitab Wahyu 17:8 menjelaskannya demikian:

"Adapun binatang yang telah kaulihat itu [yaitu Iblis], telah ada, namun tidak ada [yaitu diikat pada peristiwa kayu salib], ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi."

Dan ingatlah kitab Yohanes 6:65-66 mencatat demikian:

"Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya." Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia."

Sayang sekali ketika mendengarkan Injil Kristus yang sejati ada banyak murid-murid yang mengundurkan diri. Akan tetapi sama seperti Kristus yang telah mati dan kemudian bangkit, seseorang yang sudah "dilahirkan kembali dari atas" akan mengalami pengalaman yang sama seperti yang dijelaskan dalam kitab Roma 8:10 demikian:

"Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena Kebenaran.

Ini adalah alasannya mengapa seorang anak Tuhan diperintahkan dalam kitab Lukas 9:23 demikian:

"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya [yaitu instrumen dari kematian] setiap hari dan mengikut Aku."

Dan kitab Kolose 3:5-11 dengan mirip menyatakan demikian:

"Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya [yaitu Penciptanya]; dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu."

Dan akhirnya kitab 2 Korintus 4:3-4 menasihatkan kita demikian:

"Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini [yaitu Iblis], sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah."

Sep 24, 2009

Gereja Yang Kekal

" Aku [yaitu Babel] bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung. Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat."  (Wahyu 18:7b-8)"

Pada zaman Reformasi yang terjadi kira-kira 500 tahun yang lalu, Alkitab mulai dicetak secara massal melalui penemuan "mesin cetak" sehingga dapat disebarkan kepada khalayak ramai, kemudian tidak lama setelah itu orang-orang yang percaya mulai mendapatkan pengertian yang benar bahwa Babel yang tertulis di dalam kitab Wahyu menunjuk kepada organisasi gereja, dan pada waktu itu gereja yang paling besar adalah gereja Roma Katolik yang telah benar-benar mati secara rohani. Akan tetapi sesungguhnya pengertian ini kurang global karena sekarang kita dapat mempelajari dari ratusan ayat di dalam Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, bahwa Babel itu menunjuk kepada organisasi gereja-gereja, atau perwakilan luar dari kerajaan Allah di dalam Perjanjian Baru.

Dalam kitab Wahyu 18:20-23 kita membaca demikian:

"Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia [Babel] karena kamu." Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Dan cahaya lampu [yaitu kaki dian dari Injil] tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki [yaitu Kristus] dan pengantin perempuan [yaitu orang-orang percaya sejati] tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan."

Kita harus mengerti bahwa ada dua macam gereja, yaitu "internal" (atau gereja secara perorangan dan inilah gereja yang tidak dapat dikalahkan oleh alam maut), dan "external" (atau gereja secara organisasi yang terbukti dapat dikalahkan oleh alam maut).

Perhatikanlah dengan sangat berhati-hati gaya bahasa yang dapat menjadi perangkap yang Tuhan gunakan di dalam Alkitab, apakah Petrus atau Tuhan Yesus yang akan mendirikan "gereja yang kekal" ? Dalam kitab Matius 16:18 Yesus berkata demikian:

"Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini AKU [yaitu Kristus sang Batu Penjuru] akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya."

Tentu saja adalah Tuhan Yesus Kristus yang akan menjadi "batu penjuru" dari gereja yang kekal bukan Petrus. Kitab 1 Korintus 3:11 menyatakan demikian:

"Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus."

Kitab Efesus 2:20-22 menjelaskan demikian:

"yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh."

Dan kitab Kisah Para Rasul 4:11 memperingatkan demikian:

"Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan --yaitu kamu sendiri--, namun ia telah menjadi batu penjuru."

Sekarang kita telah kembali lagi kepada masa ketika Yesus dan para rasul masih hidup di bumi. Semua denominasi dan gereja-gereja secara organisasi -- yaitu perwakilan external dari Kerajaan Allah, yang pada waktu itu menunjuk kepada synagoga umat Yahudi, secara keseluruhan telah mati secara rohani sehingga harus dialihkan kepada wadah yang lain.

Sekarang kira-kira 2000 tahun kemudian sejarah kembali mengulang dirinya sendiri. Inti dari Injil Perjanjian Baru yang diajarkan oleh Kristus adalah "Injil Kasih Karunia", yaitu segala kemegahan dan kemuliaan atas keselamatan hanya diberikan kepada Tuhan, dan inilah yang menjadi konflik utama antara pemimpin-pemimpin agama Yahudi dengan Yesus dan para rasul.

Ketika kita mengira bahwa pekerjaan jasmani kita sendiri atau upacara-upacara ibadah yang kita lakukan sendiri, sekecil apapun itu adanya, dapat mengambil peran untuk menggenapkan keselamatan maka kita sedang "memegahkan" diri sendiri karena pekerjaan yang kita lakukan. Akan tetapi pada kenyataannya kitab Efesus 2:8-9 memperingatkan demikian:

"Sebab karena kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang MEMEGAHKAN diri."

Kitab Wahyu 14:7 menyatakan demikian:

"Takutlah akan Allah dan MULIAKANLAH Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

Dan Wahyu 16:9 menambahkan demikian:


"Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk MEMULIAKAN Dia."

Bangsa Israel kuno telah menjadi sangat percaya bahwa mereka akan diampuni dan diterima oleh Allah karena hukum-hukum upacara ibadah yang sangat rajin mereka lakukan sendiri (injil-injil pekerjaan). Itulah sebabnya mereka tidak dapat melihat Kristus sebagai Mesias, sang "penggenap" dari Hukum Allah seperti yang dijanjikan oleh Kitab Suci (Roma 10:4, Roma 13:10, Matius 5:17, Yohanes 5:39). Sampai saat ini dalam sejarah bangsa Israel yang ada di Timur Tengah masih menunggu kedatangan Seorang Mesias untuk menebus dosa-dosa mereka karena mereka telah menolak Kristus, sang Firman yang hidup.

Rasul Paulus yang berada di bawah inspirasi dari Allah Roh Kudus menulis tentang bangsa Israel dalam kitab Roma 10:1-5 demikian:

"Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya."

Telah terjadi kebangkrutan rohani yang sangat besar dari keturunan yang satu dan diwariskan kepada keturunan yang lain sehingga keadaan sudah menjadi begitu buruknya dan tidak dapat diperbaiki lagi. Pemimpin-pemimpin rohani yang disebut sebagai "tukang-tukang bangunan", karena merekalah yang seharusnya membangun bait rohani Allah, sudah melupakan Tuhan sama sekali. Oh ya mereka sangat sering menyebut nama Tuhan tetapi mereka tidak mau melihat kepada Firman Tuhan yang sejati sebagai otoritas yang utama.

Kitab Matius 21:42-43 dan banyak ayat-ayat lainnya mencatat demikian:

"Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru [Mazmur 118:22]: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu."

Dalam kitab Yesaya 5:1-6 kita membaca hal yang mirip demikian:

"Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku [yaitu Kristus], nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu. Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya."

Dan ayat-ayat 12-13, 15-16 melanjutkan demikian:

"Kecapi dan gambus, rebana dan suling, serta anggur terdapat dalam perjamuan-perjamuan mereka, tetapi perbuatan TUHAN tidak dipandangnya dan pekerjaan TUHAN tidak dilihatnya. Sebab itu umat-Ku harus pergi ke dalam pembuangan, oleh sebab mereka tidak mengerti apa-apa; orang-orang yang mulia akan mati kelaparan, dan khalayak ramai akan menderita kehausan .......... Maka manusia akan ditundukkan, dan orang akan direndahkan, ya, orang-orang sombong akan direndahkan. Tetapi TUHAN semesta alam akan ternyata maha tinggi dalam keadilan-Nya, dan Allah yang maha kudus akan menyatakan kekudusan-Nya dalam kebenaran-Nya."

Dan Yesaya 42:19-23 menambahkan sbb:

"Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN? Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar [Matius 13:13, Markus 4:12, Kis. 28:26]. TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia; namun mereka suatu bangsa yang dijarah dan dirampok, mereka semua terjebak dalam geronggang-geronggang dan disembunyikan dalam rumah-rumah penjara; mereka telah menjadi jarahan dan tidak ada yang melepaskan, menjadi rampasan dan tidak ada yang berkata: "Kembalikanlah!" Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian?"

Oleh karena persaingan yang sangat ketat pada hari sekarang ini ajaran Injil Kasih Karunia telah sangat melemah di dalam gereja-gereja dan digantikan oleh "injil-injil pekerjaan", "injil kehendak bebas", "injil mujizat", "injil science", "ajaran-ajaran yang netral atau universal", "wahyu-wahyu tambahan yang baru", dll.

Ajaran-ajaran ini bukan berasal dari Alkitab, semua ini merupakan "allah-allah yang lain" atau berhala-berhala yang berasal dari hasil pikiran manusia (yaitu bapa-bapa gereja atau disebut sebagai "tentara langit"). Jadi sebenarnya mereka sedang menyembah manusia yang menciptakan ajaran-ajaran tersebut walaupun mereka masih menyebutnya sebagai ajaran Kristen. Jadi ya sejarah akan mengulang kembali dirinya sendiri di akhir zaman tepat seperti yang dinubuatkan Alkitab.

Dalam kitab 2 Raja-raja 16:17 kita membaca tentang umat Israel demikian:

"Mereka telah meninggalkan segala perintah TUHAN, Allah mereka, dan telah membuat dua anak lembu tuangan; juga mereka membuat patung Asyera, sujud menyembah kepada segenap tentara langit dan beribadah kepada Baal."

Penderitaan

"Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya."  (1 Petrus 2:20-21)

Keselamatan bukanlah hal yang mudah sama sekali, sesungguhnya umat Kristen dipanggil untuk menderita bersama Kristus. Orang-orang percaya yang sejati akan "selalu" berada di dalam penderitaan dan penganiayaan karena mereka adalah seperti bau yang mematikan bagi orang-orang yang tidak percaya dan seperti bau yang harum bagi orang-orang yang diselamatkan. Dan Allah menggunakan penderitaan-penderitaan sebagai suatu alat bagi anak-anak-Nya untuk "bertumbuh di dalam kasih karunia".

Dalam kitab Efesus 4:11-15 kita membaca demikian:

"Dan Ialah [yaitu Kristus] yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua [yaitu orang-orang pilihan] telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada Kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala."

Secara alami ini bukanlah suatu proses yang mudah, akan tetapi penderitaan ini bukanlah apa-apa dibandingkan harga yang Kristus telah bayar untuk menebus upah dosa-dosa kita. Kristus telah memberikan contoh yang utama untuk diikuti oleh orang-orang yang percaya, dimana kita tidak dapat menjadi lebih rendah ataupun lebih tinggi daripada-Nya, Ia adalah yang utama. Walaupun Krsitus tidak pernah berhenti menjadi Allah Yang Maha Kuasa tetapi Ia telah mengosongkan diri-Nya dari segala kemuliaan yang dimiliki-Nya sejak dunia dijadikan untuk menjadi Seorang hamba yang hina demi kebaikan umat-Nya.

Kitab Roma 8:18-20 menjelaskan demikian:

"Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya"

Orang-orang yang percaya harus menyadari bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah "sia-sia" (lihat kitab Pengkhotbah yang ditulis oleh Salomo -- raja yang terkaya di dunia). Pada akhirnya seluruh alam semesta ini akan dihancurkan dengan api dan diganti dengan "langit yang baru dan bumi yang baru".

Kitab 2 Petrus 3:10-13 menyatakan demikian:

" Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah [yaitu hari kiamat]. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat Kebenaran."

Akan tetapi ada banyak gereja-gereja yang tersesat dan dengan salah mengajarkan tentang "injil kemakmuran", yaitu bila anda bergabung bersama kami maka Kristus akan menjamin keadaan ekonomi, kesehatan jasmani dan kebebasan politik anda. Kemudian disuatu saat ketika penderitaan dan penindasan datang mereka bertanya-tanya apakah saya kurang setia terhadap Tuhan? Apakah saya kurang rajin untuk pergi ke gereja? Apakah saya harus memberikan sumbangan yang lebih besar kepada gereja?

Saya mengetahui ada orang-orang yang memberikan sumbangan secara gila-gilaan kepada gereja dengan harapan bahwa mereka akan menerima kembali uang tersebut secara berlipat-ganda. Anda lihat disini fokusnya sudah salah, mereka sedang berfokus kepada hal-hal yang ada di dunia yang sudah dikutuk karena dosa (jasmani), mereka bukan sedang berfokus kepada Kerajaan Tuhan (rohani). Iman mereka sangat rapuh sekali dan sangat tergantung pada keadaan ekonomi karena mereka masih menginginkan begitu banyak hal dari dunia ini.

Dalam kitab Matius 13:20-23 Kristus mengajarkan perumpamaan tentang seorang penabur demikian:

"Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

Nah perumpamaan ini sama sekali bukan sedang berbicara tentang uang, ini sedang berbicara tentang Injil yang disebarkan di dunia, dan ada yang tidak berbuah sama sekali dan ada juga yang berbuah banyak, seratus kali lipat, enam puluh kali lipat, dan tiga puluh kali lipat.

Alkitab sama sekali tidak mengajarkan bahwa orang-orang yang percaya akan selalu menjadi "sukses" di dunia ini. Justru sebaliknya kita mengetahui dari banyak contoh di dalam Alkitab bahwa nabi-nabi dan rasul-rasul banyak mengalami penderitaan oleh karena Injil. Tuhan Yesus menjelaskan dalam kitab Matius 23:34 demikian:

"Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota"

Dan orang-orang kaya yang disebutkan dalam Perjanjian Lama seperti Abraham, Salomo, Ayub, dll. adalah gambaran dari orang-orang yang kaya secara rohani. Mereka adalah "gembala-gembala" dimana harta dan ternak mereka yang banyak merupakan gambaran dari orang-orang percaya yang Tuhan anugrahkan kepada mereka.

Disisi yang lain, kita mengetahui bahwa Yohanes Pembaptis mati dipancung karena ia melawan Herodes penguasa yang ada pada waktu itu. Dan dalam kitab Lukas 16 Tuhan mengajarkan perumpamaan tentang Lazarus dan orang kaya dimana Lazarus yang sangat miskin sebenarnya telah memiliki segala-galanya karena ia adalah seorang yang percaya, sedangkan orang kaya itu walaupun ia memiliki segala yang baik di bumi ini berakhir di dalam hukuman yang kekal.

Kita harus mengerti bahwa Tuhan berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatupun yang pernah terjadi di dunia ini berada diluar kehendak Tuhan. Kita hanya harus mempelajari bagaimana Tuhan bekerja. Ingatlah tidak ada satu orangpun di dunia ini yang dapat memerintahkan angin dan danau untuk menjadi tenang seperti halnya Yesus, tidak ada satu orangpun di dunia ini yang dapat mengumpulkan ikan-ikan disuatu tempat di danau sehingga dapat ditangkap oleh murid-murid. Hanya Tuhan yang dapat berbuat demikian. Dan semua hal-hal ini benar-benar terjadi secara fisik tetapi merupakan perumpamaan dari suatu segi akan Injil Kristus.

Seluruh dunia ini diciptakan hanya untuk Kristus. Kitab Kolose 1:15-16 menekankan kepada kita demikian:

"Ia [yaitu Kristus] adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan UNTUK Dia."

Dengan kata lain segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terjadi hanya untuk kemuliaan Allah. Kadang kita tidak mengerti bagaimana hal itu demikian, kadang keadaannya dapat menjadi begitu buruk sekali, tetapi kita mengetahui bahwa Tuhan berkerja di dalam segala sesuatu. Kitab Roma 8:28 bersaksi demikian:

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Jadi ya kadang Tuhan membiarkan keadaan-keadaan yang sangat buruk untuk terjadi supaya yang baik keluar daripadanya. Kitab Ibrani 2:10 menyatakan demikian:

"Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah --yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan--, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan."

Dan rasul Paulus yang berada dibawah inspirasi dari Allah Roh Kudus menjelaskan dalam kitab 2 Korintus 12:9 demikian:

"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."

Dan dalam kitab Yosua 1:8-9 Tuhan berkata demikian:

"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."