Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jul 29, 2009

Saksi-Saksi

"Aku akan mendekati kamu untuk menghakimi dan akan segera menjadi saksi terhadap tukang-tukang sihir, orang-orang berzinah danorang-orang yang bersumpah dusta dan terhadap orang-orang yangmenindas orang upahan, janda dan anak piatu, dan yang mendesak ke samping orang asing, dengan tidak takut kepada-Ku, firman TUHAN semesta alam." (Maleakhi 3:5)

Selagi kita membahas subjek mengenai seorang saksi, satu hal yang ada dalam pikiran adalah mengenai suatu ruang sidang dimana seseorang dipanggil dan disumpah untuk memberikan kesaksian mengenai hal-hal yang ia lihat atau dengar. Dan dalam situasi seperti itu orang ini diharapkan untuk mengatakan hal-hal yang merupakan kebenaran, tetapi bisa juga ia menceritakan kebohongan dan tidak menyatakan hal yang sebenarnya. Nah, dalam pelajaran kali ini kita akan melihat lebih dekat lagi kepada dua type orang ini.

Ini bukanlah suatu ide yang baru, hal ini dapat ditemukan dimana-mana di dalam Alkitab. Dalam kitab Kisah Para Rasul 4:20 kita membaca demikian:

"Sebab tidak mungkin bagi kami untuk tidak berkata-kata tentang apa yang telah kami lihat dan yang telah kami dengar."

Tetapi kita harus memperhatikan bahwa setiap manusia adalah seorang saksi, hidup mereka adalah kesaksian mereka atau bukti dari saksi macam apa mereka sebenarnya.

1. Saksi Yang Salah
Dalam kitab Keluaran 20:16 kita menemukan pernyataan ini:

"Jangan mengucapkan saksi dusta tentang sesamamu...."

Dan kitab Keluaran 23:1 berbicara mengenai orang-orang yang jahat dan berdusta, yang menunjukkan bahwa mereka masih termasuk kelompok orang-orang yang belum diselamatkan, dalam ayat itu kita baca demikian:

"Janganlah engkau menyebarkan kabar bohong; janganlah engkau membantu orang yang bersalah dengan menjadi saksi yang tidak benar."

Hal ini juga diulang dalam kitab Matius 15:19, yang berbicara tentang sifat manusia yang berdosa dalam keadaannya yang masih mati secara rohani, disitu kita baca:

"Karena dari hati timbul segala pikiran jahat, pembunuhan, perzinahan, percabulan, pencurian, sumpah palsu [yaitu saksi palsu] dan hujat..."

Perhatikan bagaimana Tuhan menekankan bahwa "hati" manusia adalah "sumber" dari segala macam dosa. Semua jenis dosa berasal dari "hati" atau "jiwa" yang masih mati secara rohani dan kemudian merambat ke dalam pikiran, kata-kata dan kemudian perbuatan.

Bagaimanapun juga dosa dari bersaksi palsu harus dihukum, seperti yang kita baca dalam Amsal 19:9 demikian:

"Saksi dusta tidak akan luput dari hukuman, orang yang menyembur-nyemburkan kebohongan akan binasa."

Dan Amsal 17:23 menambahkan demikian:

"Orang fasik menerima hadiah suapan dari pundi-pundi untuk membelokkan jalan Hukum."

Kita juga harus ingat bahwa segala jenis dosa harus dihukum oleh keadilan Tuhan yang sempurna dan hukuman yang ada dalam pandangan Tuhan adalah kebinasaan yang kekal. Ini adalah hukuman yang adil untuk setiap dari kita manusia, kita pantas untuk mendapatkannya karena kita adalah orang-orang yang berdosa berdasarkan kelahiran, sifat alami maupun perbuatan-perbuatan kita.

Lebih jauh Alkitab mengajarkan bahwa orang-orang yang membuat berhala-berhala juga dikatakan sebagai saksi-saksi palsu, dan hal ini dikaitkan dengan keadaan rohani mereka yang masih buta, atau mati secara rohani. Dalam kitab Yesaya 44:9-10 kita membaca demikian:

"Orang-orang yang membentuk patung, semuanya adalah kesia-siaan, dan barang-barang kesayangan mereka itu tidaklah memberi faedah. Penyembah-penyembah patung itu tidaklah melihat dan tidaklah mengetahui apa-apa; oleh karena itu mereka akan mendapat malu [yaitu dipermalukan pada Hari Penghakiman]. Siapakah yang membentuk allah dan menuang patung yang tidak memberi faedah?"

Bagian ini menjelaskan suatu proses tentang bagaimana manusia bersusah-payah untuk membuat patung-patung berhala dan kemudian sujud dan menyembah kepadanya. Dalam pikiran kita yang modern, kita cenderung melihat aktivitas-aktivitas seperti ini sebagai kuno, lucu atau bahkan menggelikan. Tetapi sebenarnya kita sama bersalahnya dengan mereka karena kita juga mempunyai berhala-berhala di dalam kegelapan hati kita yang paling dalam.

Dengan kata lain, setiap ajaran-ajaran sesat yang kita percayai adalah seperti berhala-berhala yang ada di dalam hati kita, dan hal itu dapat menyebar dengan cepat seperti penyakit kanker yang ganas. Perhatikan kitab Kolose 3:5 menjelaskan demikian:

"Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala"

Dan dalam kitab Yehezkiel 14:4-5 Tuhan menyatakan demikian:

"Oleh sebab itu berbicaralah kepada mereka dan katakan: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Setiap orang dari kaum Israel yang menjunjung berhala-berhalanya dalam hatinya dan menempatkan di hadapannya batu sandungan yang menjatuhkannya ke dalam kesalahan, lalu datang menemui nabi -- Aku, TUHAN sendiri akan menjawab dia oleh karena berhala-berhalanya yang banyak itu, supaya Aku memikat hati kaum Israel, yang seluruhnya sudah menyimpang dari pada-Ku dengan mengikuti segala berhala-berhala mereka."

Ayat ini sangat menakutkan sekali karena referensi ini bukan menunjuk kepada orang-orang yang tidak percaya, tetapi justru ini menunjuk kepada "kaum Israel" sendiri. Referensi ini menunjuk kepada orang-orang yang merupakan anggota dari organisasi gereja external yang ada di bumi, yang mengaku mempunyai hubungan yang erat dengan Tuhan Yesus Kristus.

2. Saksi Yang Benar
Alkitab juga berbicara banyak tentang saksi yang benar. Kitab Amsal 12:17 mengajarkan kepada kita demikian:

"Siapa mengatakan Kebenaran [yaitu Kristus], menyatakan apa yang Adil [yaitu Kristus], tetapi saksi dusta menyatakan tipu daya."

Kata Yunani yang sama untuk ungkapan "kebenaran" juga ditemukan dalam kitab Ulangan 32:4, Mazmur 33:4 dan beberapa ayat-ayat lainnya. Dalam kitab Ulangan 32:4 kita membaca demikian:

"Gunung Batu, yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia [yaitu yang benar], dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia."

Dan Mazmur 33:4 menyatakan demikian:

"Sebab firman TUHAN itu benar, segala sesuatu dikerjakan-Nya dengan kesetiaan [yaitu kebenaran]."

Kita juga mempelajari dalam kitab Amsal 15:4 bahwa "kebenaran" dihubungkan dengan kehidupan rohani, disitu kita baca demikian:

"Lidah lembut adalah pohon kehidupan, tetapi lidah curang melukai hati."

Kebenaran digambarkan sebagai "lidah yang lembut" dan "perkataan yang menyenangkan" yang memimpin kepada kesehatan rohani, atau jiwa. Dalam kitab Amsal 16:24 kita membaca demikian:

"Perkataan yang menyenangkan adalah seperti sarang madu, manis bagi hati dan obat bagi tulang-tulang."

Biarlah setiap dari kita memeriksa diri masing-masing di dalam terang seluruh Alkitab untuk melihat saksi yang bagaimanakah kita pada hari sekarang ini.

Tanah Liat

"Perlihatkanlah kepada kami kasih setia-Mu, ya TUHAN, dan berikanlah kepada kami keselamatan dari pada-Mu!" (Mazmur 85:7)

Alkitab dengan sangat jelas mengajarkan bahwa keselamatan secara total berasal dari anugrah, kemurahan dan belas kasih Allah. Tiga hal tersebut -- dan segala sesuatu lainnya yang berhubungan dengan keselamatan adalah seratus persen hadiah atau anugrah dari Allah kepada umat-Nya. Dengan demikian kita dapat berkata bahwa sifat alami dari kemurahan Allah ditunjukkan kepada kita melalui karya (pekerjaan) keselamatan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus.

Hanya Allah saja satu-satunya yang dapat memberikan seseorang kehidupan yang kekal. Dan Allah harus menarik orang-orang pilihan-Nya kepada diri-Nya sendiri dan membuat mereka bertobat, memberikan mereka pengertian rohani supaya mereka mempunyai iman untuk percaya kepada-Nya, dan kemampuan untuk mengasihi dan mentaati Dia.

Dalam kitab Yohanes 6:44-45 Yesus berkata demikian:

"Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku, jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman."

Hanya Allah saja satu-satunya yang dapat menciptakan kebangkitan jiwa yang baru yang kekal, atau "hati" yang baru dan membuat seseorang menjadi "mahluk yang baru", seperti yang kita baca dalam kitab 2 Korintus 5:17 demikian:

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru [mahluk yang baru]: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."

Lebih lanjut dalam Kisah Para Rasul 13:41 Allah menunjuk kepada nubuat di kitab Habakuk 1:5, yaitu suatu pesan kepada orang-orang yang menolak kenyataan bahwa Allah-lah yang mengerjakan seluruh karya keselamatan. Disitu kita baca:

"Ingatlah, hai kamu penghina-penghina, tercenganglah dan lenyaplah, sebab Aku [yaitu Allah] melakukan suatu pekerjaan dalam zamanmu, suatu pekerjaan, yang tidak akan kamu percayai, jika diceriterakan kepadamu."

[Seorang manusia yaitu Yesus Kristus akan menceritakan hal ini kepada mereka]

Dan Allah membuat hal ini sangat jelas dalam kitab Yesaya 43:25 bahwa yang utama dan terutama dari keselamatan adalah untuk kemegahan, kemuliaan dan kehormatan Allah sendiri -- bukan untuk manusia. Disitu kita baca demikian:

"Aku, Akulah Dia yang menghapus dosa pemberontakanmu oleh karena Aku sendiri, dan Aku tidak mengingat-ingat dosamu."

Kemudian Allah memerintahkan semua orang-orang kudus-Nya untuk "pergi ke seluruh dunia" dan "menunjukkan belas kasihan" kepada domba-domba yang tersesat dengan menjadi utusan-utusan Kristus untuk memberitakan "Injil Damai Sejahtera". Kitab Zakharia 7:9 mengatakan hal ini dengan cara demikian:

"Beginilah firman TUHAN semesta alam: Laksanakanlah hukum yang benar dan tunjukkanlah kesetiaan dan kasih sayang kepada masing-masing!"

Dan dalam kitab 2 Korintus 5:20 kita membaca demikian:

"Jadi kami ini adalah utusan-utusan Kristus, seakan-akan Allah menasihati kamu dengan perantaraan kami; dalam nama Kristus kami meminta kepadamu: berilah dirimu didamaikan dengan Allah."

Orang-orang kudus Allah (yaitu orang-orang percaya) akan memuji dan memuliakan Allah untuk anugrah, kemurahan dan belas kasih-Nya kepada mereka, dan mereka akan memberitahukan satu sama lain tentang keselamatan yang indah dari Allah ini.

Kitab Mazmur 145:10-12 menyatakannya demikian:

"Segala yang Kaujadikan itu [yaitu orang-orang kudus-Mu] akan bersyukur kepada-Mu, ya TUHAN, dan orang-orang yang Kaukasihi akan memuji Engkau. Mereka akan mengumumkan kemuliaan kerajaan-Mu, dan akan membicarakan keperkasaan-Mu, untuk memberitahukan keperkasaan-Mu kepada anak-anak manusia, dan kemuliaan semarak kerajaan-Mu."

Ketika orang-orang yang percaya memberitakan Injil, mereka adalah "wangi-wangian dari Kristus" terhadap semua orang di dunia ini seperti yang kitab baca dalam 2 Korintus 2:15-16. Ingatlah bahwa Injil adalah pedang bermata dua, dimana satu sisinya dapat menusuk untuk membuat kehidupan yang kekal, dan sisi yang lain dapat menusuk untuk membuat kutukan yang kekal. Dan Allah menggunakan pedang ini untuk menyelesaikan tujuan-Nya di dalam kehidupan umat manusia.

Nah sekarang pertanyaannya mengapa Allah menggunakan manusia yang "tidak sempurna" untuk memberitakan Injil kepada dunia? Mengapa Ia tidak menggunakan malaikat-malaikat yang kudus? Apakah hal itu demikian karena Allah mau memperlihatkan "kekuatan-Nya" yang besar untuk menyelamatkan, supaya Dia-lah yang mendapatkan seluruh kemegahan, kemuliaan dan kehormatan, seperti yang dinyatakan dalam 2 Korintus 4:7 demikian:

"Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat [yaitu manusia], supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami."

Ingatlah selalu bahwa kita diselamatkan bukan karena kita lebih baik atau lebih kudus atau lebih benar daripada orang-orang yang lainnya, sebelum diselamatkan kita sama berdosanya dengan orang-orang yang lain dan sangat memberontak terhadap Allah. Kita semua diselamatkan seratus persen karena kasih karunia Allah untuk kemegahan, kemuliaan dan kehormatan Allah sendiri.

Perhatikan kitab 1 Korintus 1:27-29 menjelaskan demikian:

"Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, dipilih Allah untuk meniadakan apa yang berarti, supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah."

Suami Yang Baru

"Apakah kamu tidak tahu, saudara-saudara, --sebab aku berbicara kepada mereka yang mengetahui hukum-- bahwa Hukum berkuasa atas seseorang selama orang itu hidup? Sebab seorang isteri terikat oleh Hukum kepada suaminya selama suaminya itu hidup. Akan tetapi apabila suaminya itu mati, bebaslah ia dari hukum yang mengikatnya kepada suaminya itu." (Roma 7:1-2)

Kerajaan Allah adalah kudus sama seperti Allah sendiri adalah kudus, dan kerajaan Allah bersifat "rohani". Dengan demikian semua orang percaya yang sejati juga "dipisah" dari dunia ini karena mereka telah menjadi bagian dari Kerajaan Allah.

Dalam kitab Yohanes 18:36 kita membaca demikian:

"Jawab Yesus: "Kerajaan-Ku bukan dari dunia ini; jika Kerajaan-Ku dari dunia ini, pasti hamba-hamba-Ku telah melawan, supaya Aku jangan diserahkan kepada orang Yahudi, akan tetapi Kerajaan-Ku bukan dari sini."

Dan dalam kitab Yohanes 17, ayat 6 dan 14 Tuhan Yesus berkata demikian:

"Aku telah menyatakan nama-Mu kepada semua orang, yang Engkau berikan kepada-Ku dari dunia. Mereka itu milik-Mu dan Engkau telah memberikan mereka kepada-Ku dan mereka telah menuruti firman-Mu. Aku telah memberikan firman-Mu kepada mereka dan dunia membenci mereka, karena mereka bukan dari dunia, sama seperti Aku bukan dari dunia."

Dari ayat-ayat ini kita melihat bahwa sesungguhnya dunia ini tidak kudus dan berada dibawah kutuk Hukum Allah. Pada bagian-bagian pertama dari Alkitab kita mempelajari bahwa umat manusia dan dunia ini telah dikutuk sebagai akibat dari dosa Adam dan Hawa di taman Eden. Kitab Kejadian 3:17-19 memberitahukan kepada kita demikian:

"Lalu firman-Nya kepada manusia itu: "Karena engkau mendengarkan perkataan isterimu dan memakan dari buah pohon, yang telah Kuperintahkan kepadamu: Jangan makan dari padanya, maka terkutuklah tanah karena engkau [yaitu terkutuklah tanah untuk kebaikanmu]; dengan bersusah payah engkau akan mencari rezekimu dari tanah seumur hidupmu: semak duri dan rumput duri yang akan dihasilkannya bagimu, dan tumbuh-tumbuhan di padang akan menjadi makananmu; dengan berpeluh engkau akan mencari makananmu, sampai engkau kembali lagi menjadi tanah, karena dari situlah engkau diambil; sebab engkau debu dan engkau akan kembali menjadi debu."

Dan kitab 1 Yohanes 2:16 menjelaskan inti dari keadaan dunia ini demikian:

"Sebab semua yang ada di dalam dunia, yaitu keinginan daging dan keinginan mata serta keangkuhan hidup, bukanlah berasal dari Bapa, melainkan dari dunia."

Jadi, secara individu, setiap dari umat manusia yang belum diselamatkan masih berada di bahwa kutuk Allah seperti yang dinyatakan dalam kitab Galatia 3:10 demikian:

"Karena semua orang, yang hidup dari pekerjaan Hukum Taurat, berada di bawah kutuk. Sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang tidak setia melakukan segala sesuatu yang tertulis dalam kitab Hukum Taurat."

Ini adalah pararel dengan kita baca dalam kitab Yakobus 2:10 demikian:

"Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya."

Apakah sebenarnya yang dimaksud disini? Sama seperti lembaga pernikahan manusia yang tidak dapat dipisahkan sampai salah satu dari pasangannya meninggal dunia, setiap dari umat manusia secara rohani juga telah menikah dengan Hukum Allah dari sejak mereka dilahirkan.

Dan karena sifat alami kita yang berdosa maka kita tidak mau mendengarkan suami rohani kita, yaitu Firman Tuhan. Dalam kata lain kita telah berlaku tidak setia terhadap Hukum Allah, dan itu adalah definisi dari dosa. Kitab 1 Yohanes 3:4 menyatakan demikian:

"Setiap orang yang berbuat dosa, melanggar juga hukum Allah, sebab dosa ialah pelanggaran hukum Allah."

Itulah sebabnya mengapa setiap orang yang belum diselamatkan berada di bawah kutuk Hukum Allah, secara rohani mereka masih mati di dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa mereka sehingga mereka tidak dapat menuruti perintah Alkitab baik di dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan.

Sekarang anda mungkin akan bertanya, "Apakah ada jalan keluar dari masalah yang gawat dan kekal ini?" Syukur kepada Allah, melalui kasih karunia-Nya, Alkitab berkata bahwa ada jalan keluar yang ilahi seperti yang kita baca dalam Galatia 3:13 demikian:

"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"

Dan kitab 2 Korintus 5:21 menambahkan sebagai berikut:

"Dia [yaitu Allah Putera] yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya [yaitu dibuat oleh Allah Bapa] menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia [yaitu Allah Putera] kita dibenarkan oleh Allah."

Dengan kata lain secara rohani kita memerlukan Seorang suami yang baru, kita membaca mengenai hal ini dalam kitab Roma 7:4 demikian:

"Sebab itu, saudara-saudaraku, kamu juga telah mati bagi hukum Taurat oleh tubuh Kristus, supaya kamu menjadi milik Orang lain, yaitu milik Dia, yang telah dibangkitkan dari antara orang mati, agar kita berbuah bagi Allah."

Jadi dengan gawat kita semua membutuhkan Seorang Juruselamat -- dan hanya ada satu orang yang dapat melakukan hal tersebut seperti yang kita baca dalam banyak tempat di dalam kitab-kitab Perjanjian Lama, misalnya kitab Hosea 13:4 berkata demikian:

"Tetapi Aku adalah TUHAN [yaitu Yehovah], Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada Juruselamat selain dari Aku."

Dan Yesaya 45:21b-22 menyatakan demikian:

"Bukankah Aku, TUHAN? Tidak ada yang lain, tidak ada Allah selain dari pada-Ku! Allah yang adil dan Juruselamat, tidak ada yang lain kecuali Aku! Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain."

Allah di dalam Perjanjian Lama (Yehovah) adalah sama dengan Allah Putera, Tuhan Yesus Kristus. Di Perjanjian Baru dalam kitab Matius 1:21 kita juga menemukan pernyataan ini:

"Ia [yaitu Maria] akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan MENYELAMATKAN umat-Nya dari dosa mereka."

Apakah anda dapat melihat betapa ajaibnya Firman Allah kita? Dan kitab Kolose 1:21-22 menguatkan pernyataan ini demikian:

"Juga kamu yang dahulu hidup jauh dari Allah dan yang memusuhi-Nya dalam hati dan pikiran seperti yang nyata dari perbuatanmu yang jahat, sekarang diperdamaikan-Nya, di dalam tubuh jasmani Kristus oleh kematian-Nya, untuk menempatkan kamu kudus dan tak bercela dan tak bercacat di hadapan-Nya ... "

Kekuatan Allah

"Besarlah Tuhan kita dan berlimpah kekuatan, kebijaksanaan-Nya tak terhingga."(Mazmur 147:5)

Kita sangat kagum ketika melihat kepada alam semesta yang sangat indah dan kompleks ini, yang Allah ciptakan dengan Firman-Nya. Dan Allah yang tak terlihat ini -- yaitu Sang Pencipta tidak dapat dihampiri tanpa melalui Tuhan Yesus Kristus, dalam kitab 1 Timotius 6:16 kita membaca demikian:

"Dialah satu-satunya yang tidak takluk kepada maut, bersemayam dalam terang yang tak terhampiri. Seorangpun tak pernah melihat Dia dan memang manusia tidak dapat melihat Dia. Bagi-Nyalah hormat dan kuasa yang kekal! Amin."

Lebih lanjut kitab Roma 1:20 menambahkan bahwa Allah telah memberikan bukti akan kekuatan-Nya kepada umat manusia yang berdosa melalui karya dari ciptaan-Nya, dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Sebab apa yang tidak nampak dari pada-Nya, yaitu kekuatan-Nya yang kekal dan keilahian-Nya, dapat nampak kepada pikiran dari karya-Nya sejak dunia diciptakan, sehingga mereka tidak dapat berdalih."

Dan kitab Yeremia 32:17 mengingatkan kepada kita demikian:

"Ah, Tuhan ALLAH! Sesungguhnya, Engkaulah yang telah menjadikan langit dan bumi dengan kekuatan-Mu yang besar dan dengan lengan-Mu yang terentang. Tiada suatu apapun yang mustahil untuk-Mu!"

Faktanya, Allah akan disembah dan dimuliakan untuk selama-lamanya di dalam kekekalan, seperti yang dinyatakan dalam kitab Wahyu 15:3 demikian:

"Dan aku mendengar semua makhluk yang di sorga dan yang di bumi dan yang di bawah bumi dan yang di laut dan semua yang ada di dalamnya, berkata: "Bagi Dia yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba, adalah puji-pujian dan hormat dan kemuliaan dan kuasa sampai selama-lamanya!"

Allah bukan hanya menciptakan manusia dari sesuatu yang tidak ada menjadi ada, tetapi Ia juga telah menetapkan peraturan-peraturan yang berkuasa atas umat manusia; dan tidak ada sesuatu lainnya yang lebih penting daripada Allah sendiri yang telah menafaskan kata-kata-Nya yang ada tertulis di dalam Alkitab. Ingatlah dalam kitab Roma 13:1 Allah berkata demikian:

"Tiap-tiap orang harus takluk kepada pemerintah yang di atasnya, sebab tidak ada pemerintah, yang tidak berasal dari Allah; dan pemerintah-pemerintah yang ada, ditetapkan oleh Allah."

Dan kitab Amsal 21:1 menambahkan demikian:

"Hati raja seperti batang air di dalam tangan TUHAN, dialirkan-Nya ke mana Ia ingini."

Itulah sebabnya mengapa pada zaman Yesus kita menemukan pernyataan dalam kitab Markus 1:22 demikian:

"Mereka takjub mendengar pengajaran-Nya, sebab Ia mengajar mereka sebagai orang yang berkuasa, tidak seperti ahli-ahli Taurat."

Selama masa pelayanan Yesus di bumi hal-hal seperti ini sering muncul ke permukaan. Mula-mula kita melihat bagaimana Iblis melalui Firman Allah mencobai Yesus di padang gurun. Hal ini dicatat dalam kitab Lukas 4:6 yang kita baca demikian:

"Kata Iblis kepada-Nya [yaitu kepada Yesus]: "Segala kuasa itu serta kemuliaannya akan kuberikan kepada-Mu, sebab semuanya itu telah diserahkan kepadaku dan aku memberikannya kepada siapa saja yang kukehendaki."

Dan pada akhir dari pelayanan-Nya di bumi kita teringat akan percapakan antara Pontius Pilatus, seorang gubernur Roma, dengan Yesus, yang sebenarnya berkuasa atas segala pemerintahan di bumi. Kitab Yohanes 19:10-11 menggambarkan hal ini sebagai berikut:

"Maka kata Pilatus kepada-Nya: "Tidakkah Engkau mau bicara dengan aku? Tidakkah Engkau tahu, bahwa aku berkuasa untuk membebaskan Engkau, dan berkuasa juga untuk menyalibkan Engkau?" Yesus menjawab: "Engkau tidak mempunyai kuasa apapun terhadap Aku, jikalau kuasa itu tidak diberikan kepadamu dari atas. Sebab itu: dia, yang menyerahkan Aku kepadamu, lebih besar dosanya."

Walaupun Kristus menentukan urutan otoritas ilahi dan segala pemerintahan yang ada di dunia ini untuk keuntungan umat pilihan-Nya, Kristus juga sangat berperan dalam peperangan rohani yang tidak terlihat oleh mata yang terus terjadi setiap waktu. Dalam kitab Efesus 6:12 kita membaca demikian:

"karena perjuangan kita bukanlah melawan darah dan daging, tetapi melawan pemerintah-pemerintah, melawan penguasa-penguasa, melawan penghulu-penghulu dunia yang gelap ini, melawan roh-roh jahat di udara."

Peperangan rohani ini -- yang sebenarnya secara prinsip sudah dimenangkan oleh Tuhan Yesus pada peristiwa kayu salib akan terus berlangsung sampai hari Penghakiman Yang Terakhir, yaitu hari yang terakhir dari keberadaan bumi ini. Dan kitab Wahyu 12:10 yang berbicara tentang kekalahan Iblis pada peristiwa kayu salib, berkata
demikian:

"Dan aku mendengar suara yang nyaring di sorga berkata: "Sekarang telah tiba keselamatan dan kuasa dan pemerintahan Allah kita, dan kekuasaan Dia yang diurapi-Nya, karena telah dilemparkan ke bawah pendakwa saudara-saudara kita, yang mendakwa mereka siang dan malam di hadapan Allah kita."

Kekuatan Allah menemukan kebesarannya pada peristiwa Penebusan. Kitab Mazmur 59:16 menyatakan kepada kita demikian:

"Tetapi aku mau menyanyikan kekuatan-Mu, pada waktu pagi aku mau bersorak-sorai karena kasih setia-Mu; sebab Engkau telah menjadi kota bentengku, tempat pelarianku pada waktu kesesakanku."

Nah, sekarang apakah arti dari ungkapan "pada waktu kesesakan" ? Kata Ibrani yang sama dengan "kesesakan" juga ditemukan dalam Mazmur 116:3, yang berkata demikian:

"Tali-tali maut telah meliliti aku, dan kegentaran terhadap dunia orang mati menimpa aku, aku mengalami kesesakan dan kedukaan."

Dengan kata lain sesungguhnya "kesesakan" yang dihadapi oleh setiap umat manusia adalah upah dari dosa-dosa mereka yang sedang menunggu mereka, yaitu murka Allah yang kekal. Dalam kitab Nahum 1:3 kita membaca demikian:

"TUHAN itu panjang sabar dan besar kuasa, tetapi Ia tidak sekali-kali membebaskan dari hukuman orang yang bersalah ..... "

Mereka-mereka yang Allah tarik ke dalam program keselamatan-Nya akan mempelajari Alkitab dengan sungguh-sungguh, dan memohon kepada Allah untuk membebaskan mereka dari "yang jahat", -- yaitu neraka -- seperti gaya bahasa yang kita temukan dalam doa Bapa Kami yang kita baca dalam kitab Matius 6:13 demikian:

"dan janganlah membawa kami ke dalam pencobaan [peirasmos, yaitu penghakiman], tetapi lepaskanlah kami dari pada yang jahat ...... "

Jadi sekarang kita mengerti bahwa inti dari doa Bapa Kami adalah doa untuk keselamatan, yaitu supaya kita dibebaskan dari hukuman yang kekal. Lebih jauh dalam kitab Matius 1:21 kita menemukan pernyataan ini:

"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Bagaimanakah caranya Tuhan Yesus melakukan hal ini? Kitab Ibrani 1:3 memberikan kepada kita jawabannya demikian:

"Ia adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan [yaitu Firman Kristus]. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa [yaitu penyucian dosa melalui diri-Nya], Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi"

Manusia Baru

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."(2 Korintus 5:17)

Ungkapan "manusia baru" hanya ditemukan dalam tiga ayat di Perjanjian Baru, dan di dalam setiap ayat kita dapat melihat berbagai macam aspek tentang hal ini. Apakah sebenarnya "manusia baru" itu? Kitab Efesus 2:15 menjelaskan demikian:

"sebab dengan mati-Nya sebagai manusia Ia [yaitu Kristus] telah membatalkan hukum Taurat dengan segala perintah dan ketentuannya, untuk menciptakan keduanya menjadi satu manusia baru di dalam diri-Nya, dan dengan itu mengadakan Damai Sejahtera"

Allah mengajarkan bahwa tidak perduli apapun etnis, kebudayaan, atau latar belakang kepercayaan seseorang, ia dapat menjadi "manusia yang baru" ketika Allah menyelamatkannya dan memberikan "damai sejahtera" kepada mereka. Damai sejahtera apakah itu? Ayat ini menjelaskan bahwa Kristus menyediakan hubungan yang baru antara seorang individu dengan Allah, dimana sebelumnya ada "permusuhan" (perseteruan) atau kebencian di antara mereka.

Dan Kristus juga disebut sebagai "pengantara" antara manusia dan Allah, seperti yang kita baca dalam kitab 1 Timotius 2:5 demikian:

"Karena Allah itu esa dan esa pula Dia yang menjadi pengantara antara Allah dan manusia, yaitu manusia Kristus Yesus"

Kita juga belajar dari Alkitab bahwa manusia yang baru "diciptakan" di dalam Kebenaran dan Kekudusan, seperti yang kita baca dalam kitab Efesus 4:24 demikian:

"dan mengenakan manusia baru, yang telah diciptakan menurut kehendak Allah di dalam kebenaran dan kekudusan yang sesungguhnya."

Sesungguhnya anak-anak Allah sudah ditutupi oleh "jubah kebenaran Kristus" (Yesaya 61:10), dengan demikian "manusia baru" hanya bisa menunjuk kepada jiwa seseorang (atau keadaan rohani seseorang), yaitu bagian dari pribadi manusia dimana keselamatan diberikan.

Ini adalah konsep yang sangat mengagumkan bahwa manusia yang berdosa dan jahat, dapat menjadi kudus seperti Penciptanya sendiri. Bagaimanapun juga Allah harus membuat hal ini untuk terjadi supaya manusia dapat tinggal di dalam surga-Nya yang suci.

Karakter lainnya dari "manusia baru" ditemukan dalam kitab Kolose 3:10 yang berkata demikian:

"dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya [yaitu Penciptanya]"

Ketika seseorang menjadi Kristen, ia akan dihadapkan dengan sumber "pengetahuan" yang baru yang hanya ditemukan di dalam Alkitab dan hanya bisa dimengerti dengan benar ketika Allah Roh Kudus mengajarkan dia. Kitab Kolose 1:10 menyatakan demikian:

"sehingga hidupmu layak di hadapan-Nya serta berkenan kepada-Nya dalam segala hal, dan kamu memberi buah dalam segala pekerjaan yang baik dan bertumbuh dalam pengetahuan yang benar tentang Allah"

Tujuan akhir dari orang yang percaya adalah untuk menikah dengan Tuhan Yesus Kristus, sebagai bagian dari pengantin rohani Kristus yang kekal di dalam "langit yang baru dan bumi yang baru".

Mungkin anda sudah sering membaca ayat dalam kitab 2 Petrus 3:10, yang menekankan saat-saat terakhir dari alam semesta yang sekarang ini. Disitu kita baca demikian:

"Tetapi hari Tuhan akan tiba seperti pencuri. Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap."

Dalam terang fakta ini adalah sangat baik untuk bertanya kepada diri kita sendiri, "Apakah saya sudah menjalani kehidupan saya untuk kemuliaan Allah?" Bahkan dalam Perjanjian Lama kita membaca dalam kitab Yesaya 65:17 demikian:

"Sebab sesungguhnya, Aku menciptakan langit yang baru dan bumi yang baru; hal-hal yang dahulu tidak akan diingat lagi, dan tidak akan timbul lagi dalam hati."

Dan dalam kitab 2 Petrus 3:13 kita menemukan referensi tentang hal ini demikian:

"Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat kebenaran."

Kita tidak terkejut ketika Allah memperkenalkan konsep "kebenaran" di dalam langit yang baru dan bumi yang baru, karena orang-orang yang akan tinggal di dalam kerajaan yang kekal ini adalah kudus sama seperti Allah sendiri, karena mereka akan menikah selama-lamanya dengan Allah Tri-tunggal yang hidup yang telah memberikan Alkitab kepada umat manusia.

Lebih lanjut dalam kitab Mazmur 40:3 kita membaca demikian:

"Ia memberikan nyanyian baru dalam mulutku untuk memuji Allah kita. Banyak orang akan melihatnya dan menjadi takut, lalu percaya kepada TUHAN."

Dan kitab Wahyu 15:3 menambahkan demikian:

"Dan mereka menyanyikan nyanyian Musa, hamba Allah, dan nyanyian Anak Domba, bunyinya: "Besar dan ajaib segala pekerjaan-Mu, ya Tuhan, Allah, Yang Mahakuasa! Adil dan benar segala jalan-Mu, ya Raja segala bangsa!"

Nyanyian apakah ini yang Allah tempatkan di dalam mulut semua umat Kristen yang sejati? Kitab Wahyu 5:9 menyatakan sebagai berikut:

"Dan mereka menyanyikan suatu nyanyian baru katanya: "Engkau layak menerima gulungan kitab itu dan membuka meterai-meterainya; karena Engkau telah disembelih dan dengan darah-Mu Engkau telah membeli mereka bagi Allah dari tiap-tiap suku dan bahasa dan kaum dan bangsa."

Dan kitab Wahyu 5:5 berkata demikian:

"Lalu berkatalah seorang dari tua-tua itu kepadaku: "Jangan engkau menangis! Sesungguhnya, singa dari suku Yehuda, yaitu tunas Daud, telah menang, sehingga Ia dapat membuka gulungan kitab itu dan membuka ketujuh meterainya."

Kata Yunani untuk ungkapan "dapat" disini adalah kata yang sama dengan "menang" seperti yang kita temukan dalam kitab Wahyu 3:21, yang kita baca demikian:

"Barangsiapa menang, ia akan Kududukkan bersama-sama dengan Aku di atas takhta-Ku, sebagaimana Akupun telah menang dan duduk bersama-sama dengan Bapa-Ku di atas takhta-Nya."

Jadi "nyanyian yang baru" ini juga menekankan peran dari kepatuhan yaitu inti dari kasih -- yang terbentuk dari keinginan umat Kristen untuk mematuhi perintah-perintah Alkitab baik di dalam pikiran, perkataan maupun perbuatan. Dalam kitab Yohanes 14:15 Tuhan berkata demikian:

"Jikalau kamu mengasihi Aku, kamu akan menuruti segala perintah-Ku."