Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jan 19, 2016

Tahun Yobel Besar - 2015 & Ibrani 5776

Selanjutnya engkau harus menghitung tujuh tahun sabat, yakni tujuh kali tujuh tahun; sehingga masa tujuh tahun sabat itu sama dengan empat puluh sembilan tahun (Shemitah). Lalu engkau harus memperdengarkan bunyi sangkakala di mana-mana dalam bulan yang ketujuh pada tanggal sepuluh bulan itu; pada hari raya Pendamaian (Yom Kippur) kamu harus memperdengarkan bunyi sangkakala itu di mana-mana di seluruh negerimu. Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya. Tahun yang kelima puluh itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, jangan kamu menabur, dan apa yang tumbuh sendiri dalam tahun itu jangan kamu tuai, dan pokok anggur yang tidak dirantingi jangan kamu petik buahnya. ... Demikianlah kamu harus melakukan ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-Ku serta melakukannya, maka kamu akan diam di tanahmu dengan aman tenteram. Tanah itu akan memberi hasilnya, dan kamu akan makan sampai kenyang dan diam di sana dengan aman tenteram." - Imamat 25:8-19

Sekitar 5 tahun lalu, ketika pertama kali mengetahui bahwa tahun 2015 ini merupakan tahun yang begitu istimewa, saya menjadi semakin penasaran akan apa-apa saja yang bakal terjadi. Apalagi setelah mengetahui adanya fenomena Tetrad Blood Moons di 2014 - 2015 yang kebetulan juga bertepatan dengan 70 tahun Indonesia merdeka dan sekaligus memasuki Tahun Yobel 5776 mulai 23 September 2015 (Yom Kippur) nanti. Namun ketika seorang hamba-Nya terus menerus berkata bahwa kali ini bukan sekedar Tahun Yobel, namun juga Tahun Yobel Besar, hal itu membuat segala sesuatunya semakin jelas dan tak dapat dibantah lagi. Segala sesuatu yang kelihatan kebetulan itu, ternyata memang bukan kebetulan sejak awalnya.

Jika kita merunut sejarah yang ada, maka kita akan mendapati bahwa Tahun Ibrani 5776 ini merupakan Tahun Yobel ke-70, terhitung sejak pertama kali bangsa Israel di bawah pimpinan Yosua, memasuki Tanah Kanaan (tahun 1416 SM). Atau dapat dikatakan bahwa pada tanggal 23 September 2015 nanti adalah tepat 3.430 tahun (70 kali 7 kali 7 tahun Sabat) lalu bangsa Israel resmi berdiri (established) sebagai sebuah negara. Dan ini juga merupakan Tahun Yobel terakhir sebelum kedatangan Tuhan Yesus yang ke-2.

Ketika Tuhan Yesus datang pertama kali untuk menyelesaikan semua destiny-Nya, hal itu terjadi tepat di pertengahan siklus Tahun Yobel ke-30, sehingga ketika Ia naik ke Sorga dan duduk memerintah di sebelah kanan Bapa hingga saat ini ada waktu sekitar 40,5 siklus Tahun Yobel. Bandingkan dengan raja Daud yang memerintah 7,5 tahun di Hebron dan 33 tahun di Yerusalem (1 Raja-Raja 2:11), totalnya 40,5 tahun.
Baca juga, Ayin Hey 5775 Satu Masa, Dua Masa, Dan Setengah Masa, bagaimana siklus Tahun Sabat & siklus Tahun Yobel menentukan kebangkitan dan kerunTuhan ekonomi dunia dan akhirnya menciptakan perkara yang disebut sebagai Great Wealth Transfer (transfer kekayaan besar) di 2015 ini.
"Sebab beginilah firman Tuhan: Apabila telah genap tujuh puluh tahun bagi Babel, barulah Aku memperhatikan kamu. Aku akan menepati janji-Ku itu kepadamu dengan mengembalikan kamu ke tempat ini. Sebab Aku ini mengetahui rancangan-rancangan apa yang ada pada-Ku mengenai kamu, demikianlah firman Tuhan, yaitu rancangan damai sejahtera dan bukan rancangan kecelakaan, untuk memberikan kepadamu hari depan yang penuh harapan." - Yeremia 29:10-11
Jadi 70 tahun Indonesia merdeka akan bertepatan dengan Tahun Yobel ke-70, Tahun Yobel Terbesar. Maka sudah seharusnya kita menyadari bahwa betapa seriusnya hari-hari atau kairos-Nya saat ini. Jika pada awal pemerintahan-Nya terjadi pencurahan Roh Kudus dan pertobatan yang begitu dahsyat di Yerusalem, apalagi menjelang kedatangan-Nya yang ke-2. Sungguh saya sadari sepenuhnya bahwa yang namanya tsunami lawatan dan pertobatan bukanlah sebuah slogan yang dilebih-lebihkan.
Baca juga, Ayin Hey 5775 Puncak Manifestasi Takdir Nusantara, rancangan terbaik yang dari Tuhan khusus Indonesia di 2015 ini dan selanjutnya.
Domba Vs. Kambing
"Apabila Anak Manusia datang dalam kemuliaan-Nya dan semua malaikat bersama-sama dengan Dia, maka Ia akan bersemayam di atas takhta kemuliaan-Nya. Lalu semua bangsa akan dikumpulkan di hadapan-Nya dan Ia akan memisahkan mereka seorang dari pada seorang, sama seperti gembala memisahkan domba dari kambing, dan Ia akan menempatkan domba-domba di sebelah kanan-Nya dan kambing-kambing di sebelah kiri-Nya. Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan. ... Dan Ia akan berkata juga kepada mereka yang di sebelah kiri-Nya: Enyahlah dari hadapan-Ku, hai kamu orang-orang terkutuk, enyahlah ke dalam api yang kekal yang telah sedia untuk Iblis dan malaikat-malaikatnya. ... Lalu merekapun akan menjawab Dia, katanya: Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?" - Matius 25:31-44
Menarik sekali bahwa salah satu arti kata Yobel / Yovel (יוֹבֵל) adalah domba jantan atau ram. Sedangkan Iblis melalui penguasa (zodiak) China telah menghadang lebih dahulu (19 Februari 2015) dengan mencanangkan Tahun Kambing Kayu pada Tahun Imlek 4713 nanti. Sang Gembala tidak memisahkan domba-domba dari kawanan serigala, melainkan dari kawanan kambing, serupa tapi jelas tak sama. Domba-domba berujung ke Sorga, sedangkan kambing-kambing berujung ke Neraka.

Ayin Vav 5776 Sullam (סלם)

Betapa tahun 2015 ini akan terjadi pemisahan besar yang luar biasa senyap dan sulit untuk bisa disadari jika kita tidak bergantung total dengan Roh Kudus-Nya. Karena sesungguhnya tidak ada seorangpun yang bisa menyadari apakah dirinya itu domba atau kambing. Bukankah baik mereka yang domba maupun yang kambing tidak menyadari jati diri mereka masing-masing?

Domba-domba berkata, "Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar dan kami memberi Engkau makan, atau haus dan kami memberi Engkau minum? Bilamanakah kami melihat Engkau sebagai orang asing, dan kami memberi Engkau tumpangan, atau telanjang dan kami memberi Engkau pakaian? Bilamanakah kami melihat Engkau sakit atau dalam penjara dan kami mengunjungi Engkau?"

Sedangkan para kambing berkata, "Tuhan, bilamanakah kami melihat Engkau lapar, atau haus, atau sebagai orang asing, atau telanjang atau sakit, atau dalam penjara dan kami tidak melayani Engkau?"

Yang satu didapati telah melayani dengan setia tetapi tidak menyadari bahwa ternyata selama ini mereka melayani Tuhan. Sedangkan yang satu lagi merasa telah lama melayani Tuhan, namun ternyata Tuhan tidak pernah berkenan. Apakah kini kita menyadari mengapa tahun Ibrani 5775 ini juga disebut Tahun Anugerah Tiga Kali Ganda atau Triple Grace Year? Sebab memang tidak akan ada seorangpun yang bisa mendapati dirinya akan menjadi domba-Nya atau kambing jika bukan karena anugerah-Nya.

Banyak orang, banyak orang di lembah penentuan! Ya, sudah dekat hari Tuhan di lembah penentuan! Matahari dan bulan menjadi gelap, dan bintang-bintang menghilangkan cahayanya. Tuhan mengaum dari Sion, dari Yerusalem Ia memperdengarkan suara-Nya, dan langit dan bumi bergoncang. Tetapi Tuhan adalah tempat perlindungan bagi umat-Nya, dan benteng bagi orang Israel.

Jan 2, 2016

Uang Logam

Uang logam pertama kali dibuat oleh Bangsa Lydia pada Abad ke-6 sebelum masehi. Uang logam yang mereka ciptakan terbuat dari elektrum, suatu bahan yang merupakan campuran emas dan perak dengan komposisi emas 75% dan perak 25%. Uang logam itu disebut “stater” atau “standard” dengan bentuk bulat pejal seperti kacang polong.

Kemudian, Bangsa Yunani melihat uang logam tersebut dan membuat uang logam versi mereka sendiri. Selanjutnya Bangsa Yunani lebih dikenal sebagai bangsa pembuat uang logam karena mereka membuat uang logam dengan berbagai gambar yang menarik. Jaman dulu, uang dihargai sesuai dengan nilai bahan penyusunnya. Namun, lama- kelamaan transaksi yang membutuhkan uang logam ini jumlahnya semakin meningkat, sedangkan jumlah logam mulia pembuat uang logam jumlahnya terbatas. Maka, dibuatlah uang kertas.

Bangsa Cina tercatat sebagai bangsa pertama yang membuat uang kertas pada abad pertama masehi pada masa Dinasti Tang. Uang kertas ini dibuat dari pohon mulberry yang kualitasnya belum bagus. Berabad-abad kemudian, sekitar abad ke-17 barulah uang kertas dibuat dengan cara dicetak. Benjamin Franklin kemudian disebut sebagai Bapak Uang Kertas karena dialah orang yang pertama kali mencetak dollar dengan kertas.

Perkembangan peradaban manusia membuat uang menjelma menjadi berbagai bentuk. Tak hanya berbentuk logam atau kertas, kini uang dapat kita jumpai dalam bentuk elektronik. Dengan semakin berkembangnya uang, semakin memudahkan kita dalam bertransaksi karena tidak harus membawa uang dalam bentuk fisik.

25-12-336: Pertama Kali Natal Dirayakan

Sejarah mencatat 25 Desember 336 Masehi, sebagai momen perayaan Natal untuk kali pertamanya.  Pada zaman Roma kuno. Sebelumnya, meski gereja sudah 300 tahun berdiri, tak pernah ada perayaan, bahkan untuk memperingati kelahiran Yesus Kristus.

Orang-orang pada masa itu menganggap peringatan kematian 'orang suci' lebih penting daripada hari lahir mereka. Kala itu, pada akhir tahun 300-an Masehi, Kristiani menjadi agama resmi Kekaisaran Romawi. Ketika itu Kaisar Konstantin dan rakyat Romawi menjadi penganut agama Katolik. Namun, mereka tak lantas meninggalkan budaya pesta rakyat yang digelar tiap tanggal 25 Desember, untuk memperingati hari kelahiran Dewa Matahari. Maka, agar agama Katolik bisa diterima dalam kehidupan masyarakat Romawi, dilakukanlah sinkretisme (penggabungan unsur agama dan budaya), dengan cara menyatukan perayaan kelahiran Dewa Matahari dengan atau Yesus Kristus.

Maka dalam Konsili atau pertemuan tahun 325, Konstantin memutuskan dan menetapkan tanggal 25 Desember sebagai hari kelahiran Yesus. Perintah untuk menyelenggarakan peringatan Natal tidak ada dalam Injil. Dan Yesus tidak pernah meminta ulang tahunnya dirayakan. 

- Juga diputuskan, bahwa hari Minggu dijadikan pengganti hari Sabat yang jatuh pada Sabtu. 
- Kedua, lambang dewa matahari yaitu sinar yang bersilang dijadikan lambang Kristen. 
- Ketiga, membuat patung-patung Yesus untuk menggantikan patung Dewa Matahari.

Sesudah Kaisar Kontantin memeluk agama Katolik pada Abad ke-4 Masehi, maka rakyat pun beramai-ramai ikut memeluk agama Katolik. Dalam perayaan tersebut masyarakat menyiapkan makanan khusus, menghiasi rumah mereka dengan daun-daunan hijau, menyanyi bersama dan tukar-menukar hadiah. Seiring berlalunya waktu, kebiasaan-kebiasaan itu menjadi sebuah tradisi. 

Dari Roma, perayaan Natal menyebar ke gereja-gereja lain dan hingga ke seluruh dunia. Hingga hari ini. Pada tanggal 25 Desember tahun 1643, sebuah pulau ditemukan di Samudera Hindia oleh Kapten William Mynors, nakhoda kapal Inggris dari East India Company, Royal Mary. Daratan yang menyembul di tengah lautan itu diberi nama Pulau Christmas. Pada tahun 1932, saat dunia merayakan Natal, gempa berkekuatan 7,6 skala Richter mengguncang Gansu, China. Lindu menewaskan 275 orang. Dan, apa pun kisah di balik penetapan Hari Natal, kelahiran Yesus Kristus telah memberikan inspirasi dan memicu hal-hal baik di dunia. 

Nama rahasia dari Tuhan. [ Y H W H ] [Yeshua] [Yesus]

Nama Rahasia Dari Tuhan Pewahyuan Akhir Zaman Yang Mengagumkan
Kata “Tuhan”, yang dinyatakan dengan semua huruf besar dalam kebanyakan English Bibles (juga dalam Alkitab LAI, -red.), dikenal sebagai Tetragrammaton.
PhotobucketKata itu menyatakan kombinasi huruf-huruf Ibrani ini:

[Y H V H] atau [ Y H W H ]


Nama ini berumur ribuan tahun. Kata itu adalah nama yang paling kudus dari Tuhan, yang diberikan kepada Musa di semak berapi. Satu nama yang diterjemahkan oleh kebanyakan terjemahan Inggris sebagai I AM (LAI: AKULAH AKU)

Huruf-huruf Ibrani itu dibaca seperti ini: Yud, Heh, Vav dalam Ibrani modern atau Waw dalam Ibrani kuno, dan kemudian Heh. ‘Yud Heh Waw Heh’ juga adalah nama yang terlupakan dari Tuhan, yang oleh cendekiawan dan peneliti Yahudi katakan memiliki suatu arti dan pengucapan lafal yang telah hilang, karena nenek moyang mereka menolak untuk memperkatakannya semenjak sekitar satu generasi sebelum penghancuran Bait Suci di Yerusalem oleh Romawi. Saat ini ‘Yud Heh Waw Heh’ paling sering dilafalkan sebagai Yahweh ketika ditulis atau dibicarakan oleh umat Kristen dan umat lainnya.

Nama itu masih tidak diucapkan oleh umat Yahudi Ortodox.{pengucapan yang tepat dari nama YHWH telah diperdebatkan dengan penuh semangat selama beberapa abad. Bahkan pada hari ini di antara para cendekiawan ada suatu ketidaksepakatan umum mengenai pengucapannya yang tepat. Sebagian orang mempunyai suatu pengajaran “kultis (bersifat pemujaan)” yang memproklamirkan dirinya “mengetahui” pengucapan yang benar. Pengucapan “Jehovah” adalah suatu pelafalan lain mengenai huruf-huruf ini, yang lebih tua namun kurang akurat.

Pelafalan itu berasal dari penerjemahan bahasa Ibrani dan bunyi-bunyinya ke Bahasa Jerman, karena itu lebih kedengaran berbunyi Jerman, “Jahovah”.(Istilah Jehovah bisa ditelusuri kembali sampai paling tidak ke karya Latin – Pugio Fidei oleh Raymund Martin, seorang cendekiawan Katholik. Karya ini ditulis sekitar tahun 1270 )

( Pengejaan dan pelafalan JEHOVAH muncul pertama kalinya dalam bahasa Inggris dalam terjemahan William Tyndale mengenai Pentateukh (Kelima Kitab Musa) yang dipublikasikan pada tahun 1530 di Jerman.)


Marilah kita menyelidiki arti ideografik dari huruf-huruf Ibrani ‘Yud Heh Waw Heh’. PhotobucketSuatu ideogram adalah suatu symbol yang menyatakan suatu ide, seperti tanda berbentuk laki-laki atau wanita yang anda lihat di luar pintu-pintu kamar mandi umum. Huruf-huruf Ibrani mempunyai makna-makna ideografik sejak zaman paling purba.

Ada beberapa makna ideografik bagi setiap huruf. Aleph, sebagai contoh, huruf pertama dari abjad Ibrani, bisa berarti ‘lembu’ maupun ‘banteng’. Beth, huruf kedua dari abjad Ibrani, menyatakan kata-kata ‘rumah’ atau ‘kemah’. Namun dalam setiap perkara, ide-ide yang dinyatakan oleh setiap huruf saling berhubungan secara erat.

Makna ideografik ‘Yud Heh Waw Heh'(Y H W H) yang secara lazim paling diterima oleh cendekiawan Yahudi sepanjang abad penerjemahan huruf-huruf nama kudus Tuhan, yang diperkatakan sebagai ‘Yud Heh Waw Heh’ (Y H W H) secara simbolis dapat diterjemahkan secara akurat sebagai :

* Yud = tangan
* Heh = jendela atau makna ‘pandanglah’ atau ‘lihatlah’
* Waw = paku.

Jadi dikatakan secara simbolik, kombinasi huruf-huruf ini bisa secara akurat dan paling pasti diterjemahkan sebagai :

‘Yud Heh Waw Heh’ (Y H W H) = Lihatlah tangan itu, lihatlah paku itu.
Yeshua, atau Yesus, dalam bahasa Ibrani berarti Yahweh (YHWH) , artinya Keselamatan Kita,
Jadi, nama YESUS atau YESHUA adalah YHWH itu sendiri yang datang ke dalam daging menjelma menjadi manusia, di atas salib di bukit golgota terdapat rahasia siapa YHWH itu sebenarnya ” lihatlah tangan itu, lihatlah paku itu ” = YHWH

Siapakah Dia yang tangannya dipaku di atas kayu salib untuk menyelamatkan umat manusia ? Dia adalah Yesus atau Yeshuayhwh = Yesus / Yeshua Hamasiah.

Jan 1, 2016

Yerusalem & Kedatangan Mesias

Di tahun 1217, salah satu Rabi Hassidic yang paling legendaris membuat prediksi mengejutkan tentang masa depan Yerusalem dan kedatangan Mesias. Ia adalah Rabbi Judah Ben Samuel. Ia tinggal di Regensburg, Jerman.
Lahir di Speyer 1140, Rabbi Judah Ben Samuel meninggal pada 22 Februari 1217 di Regensbug. Ia adalah salah pendiri Chassidei (Hassidic Yudaisme), sebuah gerakan mistisisme Yahudi di German. Chassidideis menekankan etika moral yang kuat dan doa. Pada usia 55 tahun, ia sempat menulis buku pertamanya, yaitu Sefer Hasidim, Sefer Gematriyot, dan Sefer Hakavod.
Sebelum meninggal tahun di tahun 1217, Ia meramalkan bahwa kerajaan Turki (Ottoman) kelak akan menguasai kota suci Jerusalem selama 8 tahun Yobel. Ia kemudian menerbitkan hasil penyelidikan Alkitabiahnya, yang dikenal sebagai Gematria bersama dengan perhitungan ilmu falak. Ia mengatakan demikian:
“Bilamana kaum Ottoman menguasai Yerusalem, mereka akan memerintah di Yerusalem selama delapan Yobel (8 Yobel). Setelah itu Yerusalem akan kembali menjadi “wilayah tak bertuan” selama satu Yobel (Yobel ke-9), lalu pada Yobel berikutnya (Yobel ke-10), Yerusalem akan kembali dimiliki oleh bangsa Yahudi dan ini akan menunjukkan awal akhir zaman yang menunjukkan zaman Mesianik.” (Nubuatan ini pernah dimuat dalam majalah Israel Today, November 2012)
*Catatan : 1 Yobel = 50 Tahun

8 Yobel pertama:

Fakta sejarah : Tahun 1517, Turki dibawah komando Ottoman menguasai Yerusalem. Ottoman berkuasa selama 400 tahun, tepat seperti nubuatan Rabi Ben Samuel (8×50=400 tahun). Tepat tahun 1917, Turki berhasil ditaklukkan oleh pasukan militer Inggris di bawah komando Jenderal Edmund Allenby, tepatnya 17 Desember 1917. Dan pada akhirnya Turki benar-benar menyerah pada tanggal 30 Oktober 1918.

Nubuat selanjutnya adalah, pada Yobel ke 9, Yerusalem tidak akan dikuasai oleh siapapun.
Fakta sejarah : Setelah Turki kalah oleh pasukan kerajaan Inggris, tanah Yerusalem adalah bagian dari Mandat Inggris yang sesudah Perang Dunia Kedua ditangani PBB sampai tahun 1967. Selama 50 tahun itu (1917-1967), Yerusalem dibagi dan tidak dikuasai siapapun.

Selanjutnya, pada Yobel ke 10, Yerusalem akan berada dalam genggaman Israel.
Fakta sejarah : Menutup Yobel ke-9, tepatnya, tanggal 17 Juni 1967, 50 tahun persis dari masa “status quo”, yakni dari tahun 1917-1967, melalui perang 6 hari, Israel berhasil merebut kota Yerusalem. Untuk pertama kalinya Yerusalem masuk ke dalam pimpinan orang Yahudi, sejak dihancurkan pada tahun 70 Masehi. Inilah yang dimaksud permulaan ZAMAN MESIANIK oleh Rabi Ben Samuel!

Tahun Yobel sendiri terdapat dalam Imamat 25:10
“Kamu harus menguduskan tahun yang kelima puluh, dan memaklumkan kebebasan di negeri itu bagi segenap penduduknya. Itu harus menjadi tahun Yobel bagimu, dan kamu harus masing-masing pulang ke tanah miliknya dan kepada kaumnya.”
Menurut ayat tersebut, satu periode Yobel adalah 50 tahun, dimana orang akan MENDAPATKAN KEMBALI KEPEMILIKAN TANAH SUKUNYA. Sebagai Rabbi Ben melihat ke masa depan, ia mendalilkan perhitungan teoritis, yang saat ini menunjukkan ketepatan yang luar biasa akurat.

Kita sedang menuju ahkir dari Yobel ke-10. Jika Yobel ke-9 dimulai dari tahun 1967 dimana Yerusalem menjadi milik Israel kembali, patut di catat bahwa akhir dari Yobel ke 10 berada di tahun 2017 (1967+50=2017). Satu hari kelak, Yerusalem akan diduduki oleh Antikristus dan antek-anteknya. Kalau perhitungan ini benar, artinya sedikit waktu lagi Antikris itu muncul. Bisa jadi tahun 2017, Yerusalem bukan lagi berada dalam tangan Israel, tetapi dalam pemerintahan Antikristus.