Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Sep 3, 2015

Kota Tua Di Dunia

​Gaziantep, Turkey (3650 BC)

Kota yang sebelumnya dikenal sebagai Antep sekarang ibukota sementara dengan nama yang sama, ini adalah kota tertua Giazantep masih berdiri. Kota ini memiliki sejarah sejauh periode Het (Hittite). Kota ini hidup terus menerus sejak zaman Paleolitik, dan tumbuh bersama dengan Kekaisaran Ottoman. Hari ini, Giazantep adalah kota ramah, dan menangis dengan banyak masjid, madrasah, penginapan dan bahkan mandi dari beberapa abad lalu. Rumah tua batu selalu memiliki taman dan pohon-pohon yang menghiasi anggur, sehingga setiap kali Anda menghidupkan, Anda akan memiliki pemandangan paling indah di dunia.

Di setiap negara memiliki kota tentu. Sebuah kota adalah pemukiman yang relatif besar dan permanen, khususnya pemukiman perkotaan besar. Setiap kota harus memiliki suatu keunggulan. Apakah Anda pernah mengunjungi untuk kota tertua di atas?

Jerusalem, Israel (3000 BC)

Kota suci bagi tiga agama terbesar di dunia, Islam, Kristen, dan Yahudi, kota ini adalah tempat dimana nilai kuno digabungkan dengan berbagai budaya baru yang membawa suasana baru metropolis.

Kota ini dibagi menjadi tiga bagian: Yerusalem Barat, bagian yang paling cepat berkembang dan pusat perdagangan. Yerusalem Timur, yang menjadi pemukiman penduduk Arab, dan Kota Tua, dengan luar biasa indah

Kirkuk, Iraq (3000 BC)

Kota Kirkuk adalah yang paling penting bagi orang Kurdi. Kota ini pernah menjadi pusat industri minyak Irak. Mungkin ini bukan tujuan wisata yang paling perhatian, tapi Kirkuk berdiri di bekas pusat kebudayaan kuno Asiria.

Kota ini telah menjadi pertempuran tiga Kekaisaran utama: Asyur, Babilonia dan Media, yang masing-masing bergantian mengambil alih kuasa kota ini. Di kota ini terdapat makam Nabi Daniel (Kristen) dan Al pasar Qaysareyah. Qal'at Jarmo dan Yorgan Tepe yang terletak di pinggiran kota ini akan memberi Anda pengalaman hidup di masa lalu.

Zurich, Switzerland (3000 BC)

Sebagai kota terbesar di Swiss dan kota tertua di Eropa, Zurich dibangun di zaman Romawi yang bernama Turicum. Jejak masa lalu dapat ditemukan di berbagai tempat di Kota Tua Zurich. Jalanan sempit yang penuh dengan kafe, toko-toko antik dan butik. Bahnhofstrasse, adalah salah satu jalan penuh dengan toko-toko paling indah di Eropa.

Grossmünster dan Fraumünster adalah dua gereja tua yang penuh dengan interior indah. Swiss Museum Nasional atau Kunsthaus, juga salah satu museum paling terkenal di dunia. Anda akan tahu berapa banyak kota ini menawarkan semua hal terbaik dalam hidup Anda di dunia.

Konya, Turkey (2600 BC)

Kota ini diapit oleh dua laut, Laut Mediterania dan Black, dengan ketinggian 1000 meter di atas permukaan laut. Kota didirikan di padang rumput Anatolia merupakan salah satu kota paling menarik di Turki.

Salah satu museum yang paling populer di kota adalah Makam Green Mawlana Rumi Celaleddin, kuburan penyair terkemuka Turki itu. Berbagai museum yang indah menunggu Anda tiba di kota ini, seperti Chaeological Museum, Museum dan Museum Ethnographical Koyunoglu.

Giza, Egypt (prior to 2568 B.C.)

Napoleon Bonaparte memberikan pidatonya kepada prajurit sebelum pertempuran Giza pada tahun 1798, ia mengatakan "Di atas bahwa piramida, empat abad sejarah tidak bergerak." Orang mungkin tidak percaya bahwa sebenarnya Giza adalah sebuah kota mandiri yang terpisah dengan Kairo, tetapi karena perkembangan pesat dari Kairo, Giza seakan ditelan oleh Kairo.

Di kota ini, Anda akan menemukan piramida Giza, dengan Sphinx yang setia mempertahankan. Giza polos akan diubah menjadi Museum Grand Mesir, yang akan selesai pada tahun 2012.

Xi'an, China (2205 BC)

Dengan sejarah panjang yang meluas ke abad 30, kota ini adalah salah satu kota paling penting dalam sejarah Cina. Kota ini adalah salah satu dari Empat Modal Top Kuno Besar China. Kota ini banyak dan telah menikmati tempat yang sama dalam sejarah dengan kota-kota Athena, Kairo dan Roma.

Berbagai peninggalan purbakala dan situs budaya yang penting ditempatkan kota sebagai Museum Sejarah Alam. Teracota Museum yang terletak di kota ini juga dianggap sebagai "Delapan Keajaiban Dunia". Jika Anda ingin pengalaman di Cina, kota ini adalah salah satu kota yang harus ditangani.

Asyut, Egypt (before 2160 BC)

Hal ini terletak di 375 km selatan Kairo. Kota ini adalah kota terbesar di Mesir Atas, dan merupakan kota pertama di zaman Firaun. Sekarang ini menjadi kota yang paling penting sebagai pusat pertanian dan juga kota tempat universitas terbesar ketiga di Mesir.

Luxor, Egypt (before 2160 BC)

Luxor sebelumnya dikenal sebagai kota Thebes, adalah sebuah kota indah yang didedikasikan untuk dewa Amon Ra. Luxor adalah kota yang paling populer di Mesir. Kota tanggal kembali ke monumen Luxor, Karnak, Hatshepsut dan Ramses III. Tak heran jika kota ini sering disebut sebagai museum terbuka udara terbesar di dunia.
Sebenarnya kota ini dibagi menjadi tiga bagian. Pertama, Luxor yang terletak di sisi timur Sungai Nil, kota Karnak dan Thebes yang terletak di sisi barat Sungai Nil di seberang Luxor kota, sekarang kota-kota bergabung menjadi satu..

Lisbon, Portugal (2000 BC)

Kota Lisbon dibangun di perbukitan rendah di sebelah utara Sungai Tagus oleh bangsa Iberia, pesona kota ini berkaitan erat dengan masa lalu. Setelah berabad-abad berdiri lalu, sekarang Lisbon adalah kota yang paling hidup di Eropa. Istana-istana kuno yang telah restorasi, gereja-gereja tua dan bangunan Art Nouveau yang indah adalah bagian paling indah yang membentuk wajah budaya kota ini.

Museum, seperti Calouste Gulbenkian Museum, Museum Pelatih Nasional, dan Carmo Archaeological Museum menyimpan berbagai barang kenangan indah tentang kehidupan masa lalu kota ini. Bairro Alto, pusat kehidupan malam kota ini juga diisi dengan berbagai restoran, bar dan klub menangis untuk Anda. Campo de Santa Clara juga membuka banyak peluang bagi Anda untuk membeli banyak kenangan indah pengingat perjalanan Anda.

Tulisan Dari Piktograf hingga Alphabet

 Ilustrasi sejarah tulisan

Sejarah tulisan ternyata telah terentang sepanjang ribuan tahun. Mula-mula, muncul tulisan dalam bentuk gambar. Bangsa-bangsa kuno yang berperadaban tinggi, seperti bangsa Mesir kuno dan bangsa Maya juga mengenal tulisan yang disebut hieroglif. Saat ini, hampir semua orang di dunia bisa menulis. Orang dapat menuangkan gagasan di atas kertas atau surat elektronik dengan tulisan. Dalam bahasa Inggris, Spanyol, Indonesia, dan banyak bahasa yang lain, huruf, angka, dan tanda baca digunakan untuk menulis. Akan tetapi, sistem ini tidak selalu digunakan dalam tulisan.

Piktograf

Manusia pertama yang mengenal tulisan tidak menggunakan huruf, kata-kata, dan tanda baca dalam tulisan mereka. Ribuan tahun yang lalu, mereka "menulis" dengan membuat gambar yang saat ini disebut piktograf. Para pakar mengatakan piktograf tersebut digunakan untuk menyampaikan informasi kepada orang lain.

Kata "piktograf" diturunkan dari kata dalam bahasa Inggris "pictograph". Akar kata "pictograph" adalah "pict" dan "graph". "Pict" merupakan kata dalam bahasa Latin untuk picture (gambar). Sementara "graph" merupakan kata dalam bahasa Yunani yang artinya tulisan. Piktograf merupakan simbol. Kadang-kadang piktograf mewakili keseluruhan kata, tetapi kadang-kadang hanya mewakili suku-suku kata, atau bagian-bagian kata. Ribuan tahun lalu, bangsa Sumeria kuno menemukan salah satu bentuk piktograf. Dalam bahasa Sumeria kuno, ti berarti "panah". Ti (atau til) juga berarti "kehidupan". Karena itu, orang Sumeria menggunakan simbol panah untuk kedua kata tersebut.

Hieroglif

Ribuan tahun lalu, bangsa Mesir kuno juga menemukan cara penulisan mereka sendiri yang disebut hieroglif. Mereka kadang-kadang menempatkan dua atau lebih gambar untuk "menuliskan" sebuah kata. Selama bertahun-tahun, tidak ada orang yang dapat membaca hieroglif bangsa Mesir kuno. Kemudian, pada 1822, seorang berkebangsaan Prancis bernama Jean-François Champollion mulai menyingkap makna hieroglif. dia bekerja dengan tekun selama bertahun-tahun, dan akhirnya dia berhasil menerjemahkannya.

Ternyata, sebuah hieroglif kadang-kadang merupakan sebuah kata. Akan tetapi, ada juga hieroglif yang hanya mewakili suatu bunyi. Hieroglif kadang juga dikombinasikan untuk membentuk sebuah kata. Bangsa Maya kuno di Meksiko juga menggunakan hieroglif. Beberapa hieroglif Maya mewakili keseluruhan kata. Beberapa yang lain mewakili bunyi atau suku kata.

Penulisan dengan Alfabet

Saat ini, sebagian besar sistem penulisan menggunakan alfabet. Alfabet adalah daftar sejumlah huruf yang digunakan untuk menulis dalam sebuah bahasa. Tidak semua bahasa menggunakan huruf yang sama. Misalnya, alfabet bahasa Spanyol memiliki huruf ñ. Alfabet bahasa Inggris tidak memiliki huruf ini.

Alih-alih, dalam bahasa Inggris digunakan dua huruf untuk membentuk ñ: n dan y, seperti dalam kata canyon. Jumlah huruf dalam alfabet setiap bahasa berbeda-beda. Alfabet bahasa Inggris, juga bahasa Indonesia, memiliki dua puluh enam huruf. Alfabet Spanyol memiliki dua puluh tujuh huruf. Alfabet Rusia memiliki tiga puluh tiga huruf. Sementara alfabet Korea memiliki dua puluh empat huruf.

Fakta pada Sejarah Penulisan

Penulisan: Sejarah tulisan ini  merangka kembali kpadae sistem penulisan yang berkembang di Zaman Perunggu Awal (alm 4 milenium SM) dari Neolitik proto-menulis. Evolusi tulisan dikatakan telah berevolusi dari proto-menulis yang berarti pesan bergambar / simbol / coretan yang tidak bisa dimaknai. Untuk bisa membuatnya mudah kita akan mengklasifikasikan evolusi menulis ke dalam sub-kategori berikut :

Simbol
Gua Lukisan
Petroglyphs / Rock ukiran
Berbagai piktogram
Ideogram
Penulisan

Simbol: Simbol dikembangkan sebagai alat komunikasi yang tidak hanya memastikan pemahaman yang lebih baik tetapi juga meningkatkan usia dan panjang dari pesan itu sendiri. Simbol bahkan masih menjadi bagian inheren dalam hidup manusia hingga saat ini. Simbol secara khusus juga di pelajari dalam ilmu mengenai tanda dan simbol, baik yang iconik, maupun dalam bentuk struktur. Misalkan teori signifikasi tentang penanda dan petanda dari Rolland Barthes.
    
Gua Lukisan: lukisan gua Paleolitik, yang merupakan jenis seni batu adalah simbol tertua. Homo sapiens 'pertama retak di mengkomunikasikan informasi sedang melukis. Lukisan gua tertua yang diketahui adalah bahwa dari Gua Chauvet terhitung tanggal pastinya kembali ke 30.000 SM. Lukisan gua awal ini memastikan adanya semacam peradaban yang evolutif dari cara manusia berkomunikasi dengan sesamanya.
    
Petroglyphs: Petroglyphs hanyalah ukiran batu. Ini Petroglyphs merujuk tanggal nya kembali pada 10.000 SM, ketika-Homo sapiens telah diketahui telah mengakuisisi seni ukiran dengan membuat sayatan atau ukiran pada permukaan batu. Ada kasus dari ukiran kayu dan bahkan tato di seluruh badan.
    
Berbagai piktogram: pictographs adalah langkah berikutnya dalam evolusi menulis. Salah satu fitur menonjol yang memisahkan petroglyphs dari pictograms adalah bahwa petroglyphs hanya menggambarkan satu aktivitas, tetapi pictograms menceritakan sebuah cerita tentang acara tersebut dan karenanya dapat digunakan untuk menyampaikan kronologi beberapa peristiwa. Berbagai piktogram telah terlihat dalam berbagai sejarah kebudayaan kuno sejak sekitar 9000 SM, piktogram memperlihatkan ciri konsisten dalam rangka menjelaskan banyak hal. Para pictograms memberi jalan untuk evolusi Cuneiform script, yang dianggap sebagai bentuk paling awal dari ekspresi tertulis.
    
Ideogram: ideogram adalah suatu versi lanjutan dari piktogram tersebut. Ini adalah simbol visual atau grafis yang mewakili ide. Beberapa komunitas di seluruh dunia datang dengan ideogram bervariasi untuk mewakili ide-ide sebanyak mungkin, namun, seperti ide-ide seperti ekspresi emosi bersifat universal di alam, sehingga adalah ideogram banyak mengungkap ciri manusia dengan ekspresina di masa itu. Ideogram adalah sumber awal untuk sebagian besar sistem penulisan logographic seperti script di Cina. Karena bahasa di bentuk dari penggambaran ide ide, tentang bagaimana sifat garis, tentang bagaimana keterwakilan manusia dalam tulisan.
    
Penemuan sistem penulisan pertama seharusnya identik dengan awal Zaman Perunggu di Neolitik akhir milenium ke-4-an SM. Sistem penulisan pertama konon diciptakan pada rezim Sumeria selama abad 20 SM atau 21, pada milenium ke-3-an berkembang menjadi script paku runcing kuno. Sistem ini sudah baku, bahkan memuat adanya gagasan penuh tentang hukum yang di terapkan di masa itu.
    
Perkembangan Mesir hieroglif juga analog dengan script Mesopotamia. Sistem proto-simbol hieroglif Mesir berkembang menjadi hieroglif kuno oleh 3200 SM dan melek lebih luas oleh milenium ketiga pertengahan, yang saat Teks Piramida. Script Indus dikembangkan selama milenium ketiga, baik sebagai bentuk proto-menulis, atau modus kuno menulis. Script Cina dikatakan berasal independen di sekitar abad 16 SM.
    
Alphabet: Orang Mesir adalah yang pertama untuk datang dengan sistem abjad sekitar 2700 SM yang terdiri dari 22 hieroglif. Setiap tulisan rahasia dimulai dengan konsonan tunggal bahasa mereka, ditambah vokal (vokal atau tidak) yang harus diberikan oleh pembicara. Pada awalnya, mesin terbang digunakan sebagai panduan untuk pengucapan Logogram, untuk menandai intonasi tata bahasa dan untuk merekam nama-nama asing. Script ini diteruskan kepada peradaban lain dan terinspirasi sistem alfabet yang berbeda seperti huruf Fenisia, script bahasa Arab, Ibrani, abjad Latin, huruf miring, huruf Glagolitic atau huruf Cyrillic.

Dari sinilah lantas manusia setia dengan alphabet. Manusia setia dengan penggambaran tata letak kata dan huruf, yang semakin padat semakin baik, semakin memiliki tanda penurunan semakin rumit, tapi juga semakin menyingkat banyak hal. Dari bahasa muncul dan bertahan pengetahuan dan keunggulan suatu bangsa. Sejarah tulisan, memang sejarah tentang keunggulan.

Peradaban Cina Kuno

​Peradaban Cina kuno - Sebagian besar wilayah negeri Cina terdiri dari pegunungan. Di sebelah utara mengalir Sungai Hoang Ho atau Sungai Kuning. Di sebelah selatan mengalir Sungai Yang Tse Kiang. Di lembah Sungai Hoang Ho inilah berkembang kebudayaan Cina Kuno.

Nama Tiongkok berasal dari kata Chung Kuo yang berarti "Negeri Tengah". Orang Cina Kuno menganggap negerinya berada di tengah-tengah dunia. Penduduknya disebut Chung Hua yang berarti "Penduduk Negeri Tengah". Dari kata Chung kuo berubah menjadi Tiongkok, sedangkan dari kata Chung Hua menjadi Tionghoa.
Kehidupan masyarakat Cina Kuno dapat dilihat dari dua sisi kehidupan, yaitu kehidupan ekonomi dan sosial.
Kehidupan Ekonomi

Pada masa Dinasti Shang, mata pencaharian penduduk Cina Kuno sebagai petani. Para petani saat itu sudah menggunakan bajak untuk mengolah tanah. Selain itu, ada juga yang beternak, berburu dan menangkap ikan. Pada masa Dinasti Chou, kehidupan masyarakat semakin berkembang. Ada yang menjadi pedagang, penenun, pengrajin, penebang kayu dan buruh. Pada masa Dinasti Chin, mata pencaharian utama penduduk adalah petani dan penenun.

Kehidupan Sosial

Dalam kehidupan sosial masyarakat Cina Kuno diatur dalam aturan feodalisme. Kehidupan Sosial Dalam kehidupan sosial masyarakat Cina Kuno diatur dalam aturan feodalisme. Kelompok bangsawan berkuasa atas rakyat. Rakyat wajib membayar upeti/pajak kepada bangsawan. Masyarakat Cina Kuno menghormati beberapa kekuatan gaib. Penghormatan itu ditujukan kepada:

Dewa Langit (Syangit) sebagai dewa tertinggi.
Kekuatan alam.
Arwah leluhur.

Sedangkan sistem pemerintahan yang lazim digunakan di Cina ketika itu adalah sistem dinasti. Sistem ini menganut pergantian kekuasaan secara turun-temurun. Dinasti-dinasti yang pernah berkuasa di Cina adalah: Dinasti Shang

Dinasti Chou
Dinasti Chin
Dinasti Han
Dinasti Tang
Dinasti Shung

Dinasti Shang

Pemerintahan Dinasti Shang dipusatkan di kota Anyang di dekat Sungai Kuning. Kota ini merupakan kota tertua dan terpenting di Cina pada masanya. Corak pemerintahan Dinasti Shang dititik beratkan pada bidang militer. Oleh karena itu, prajuritnya ahli dalam berperang dengan menggunakan kereta berkuda yang disertai busur dan anak panah.

Dinasti Chou

Pada masa ini, raja-raja menyerahkan tugas pemerintahan kepada para bangsawan. Tugas pemerintahan itu meliputi pengurusan pajak, keamanan dan lain-lain. Sebagai imbalannya para bangsawan memperoleh sebidang tanah yang disebut vazal. Sistem vazal akhirnya merugikan pemerintah, karena sering terjadi kekacauan antar bangsawan meupun pemberontakan. Kemudian Dinasti Chou melemah, dan sebagai gantinya adalah berkuasa Dinasti Chin.

Dinasti Chin

Raja yang terkenal pada dinasti ini ialah Kaisar Shin Huang Ti. Dia sangat memperhatikan kemakmuran rakyat. Dalam bidang perdagangan, raja membuat ukuran timbangan yang seragam. Dia merintis hubungan dagang dengan India. Untuk menghadapi serangan bangsa Syung-Nu, dibuatlah tembok raksasa. Tembok raksasa itu kini dikenal dengan sebutan "Great Wall" atau "Tembok Besar Cina".

Dinasti Han

Raja yang terkenal pada dinasti ini adalah Han Hwu Tie. Agama Konfusionisme dijadikan sebagai agama negara. Perdagangan dengan negara-negara lain ditingkatkan. Masyarakat pada dinasti ini sudah dapat membuat kertas. Bahannnya terbuat dari kulit kayu dan kain-kain bekas.

Dinasti Tang

Dinasti Tang mengalami kejayaan waktu diperintah oleh Li Shih Min Tang tai Tsung. Bidang seni syair dan seni lukis mengalami kemajuan yang baik.

Dinasti Shung

Raja-raja Dinasti Shung sangat memperhatikan bidang seni dan ilmu pengetahuan. Kerajinan porselin juga berkembang dengan bak.

Tiongkok diserang bangsa Mongol di bawah pimpinan Jenghis Khan. Bangsa Mongol berhasil menduduki Tiongkok. Pada abad 14, bangsa Mongol berhasil dikalahkan Tiongkok. Setelah itu Tiongkok diserang oleh bangsa Mansyuria.

Seni sastra

Seni sastra Cina Kuno bersumber pada ajaran-ajaran filsafat. Pada masa Dinasti Chou muncul filsuf-filsuf besar seperti, Lao Tse, Kong Fu Tse dan Meng Tse. Pengaruh ajaran tersebut menjadikan keadaan pemerintahan yang semula kacau menjadi baik.

Lao Tse mengajarkan agar manusia mengikuti jalan yang ditentukan oleh alam dan menolak kehidupan duniawi. Menurut ajaran ini, terdapat kekuatan gaib yang mengatur alam semesta.. Kekuatan gaib tersebut dinamakan Tao. Keadilan dan ketentraman akan tercapai bila setiap orang tunduk pada Tao. Oleh karena itu, ajaran Lao Tse terkenal dengan nama Taoisme. Tao artinya "jalan". Ajaran Lao Tse dimuat dalam buku yang berjudul Tao Te Ching.

Kong Fu Tse mengajarkan agar orang-orang Cina kembali pada kehidupan lama, sebagaimana tradisi atau kebiasaan para leluhur. Selain itu, Kong Fu Tse mengajarkan orang harus mengutamakan akhlak yang baik. Ajaran ini dinamakan "Konfusianisme Kong Fu Tse", atau disebut Konfusius.

Meng Tse mengajarkan ajaran yang menyangkut soal pemerintahan. Ia berpendapat bahwa setiap manusia mempunyai pembawaan yang baik. Bila seseorang berbuat jahat, hal itu akibat tidak puas atas pemerintahan yang buruk. Menurut dia, rakyat mempunyai hak untuk memberontak jika kaisar yang berkuasa tidak memperhatikan kesejahteraan rakyat.

Bangsa Cina kuno telah mengenal tulisan sejak zaman Dinasti Shang. Tulisan-tulisan biasanya terdapat pada kulit penyu, tulang-tulang binatang atau pada piring-piring. Tulisannya berbentuk gambar atau lambang (pictograf). Pada masa Dinasti Chou, tulisan dipahatkan pada potongan-potongan bambu. Tiap daerah mempunyai bentuk tulisan sendiri. Pada Dinasti Chin, tulisan Cina berhasil disatukan.

Dibidang seni bangunan, bangsa Cina Kuno telah memiliki keahlian yang tinggi. Hal ini terbukti dari hasil-hasil seni bangunan seperti Kuil Langit, Tembok Besar atau Pintu Gerbang Kuil. Kuil Langit dibangun untuk menghormati Dewa Langit ini terdapat di Peking.

Tembok Besar Cina dibangun pada masa Dinasti Chin. Tembok Besar ini merupakan salah satu keajaiban dunia. Tembok ini disebut besar atau raksasa karena ukurannya. Panjangnya 2.430 Km, lebar 8 m, dan tinggi 16 m. Tembok ini dibangun selama 20 tahun dengan tenaga 1.000.000 orang. Tembok Besar dibangun untuk menahan serangan dari suku-suku Barbar di sebelah utara, seperti suku Hsiung-Nu.

Pada masa peradaban Cina Kuno, Peking adalah tempat kediaman Kaisar. Di situ banyak istana dan kuil. Pintu gerbang kuil Kong Fu Tse sangat bagus buatannya. Dinding-dindingnya dihiasi tegel berwarna-warni. Atapnya berbentuk melengkung ke atas. Pintu gerbang ini merupakan jalan masuk menuju kuil. Kuil itu merupakan tempat untuk menghormati arwah guru besar bangsa Tionghoa.

Tiga Masa Sejarah China Kuno

​Sejarah China Kuno mencatat bahwa China merupakan salah satu sejarah kebudayaan tertua di dunia. Dari daratan China, para arkeolog dan antropolog menemukan banyak fosil manusia purba. Usia fosil itu sangat tua yang pernah hidup sekitar 1,7 juta tahun lalu.

Berbicara tentang sejarah, sejarah China Kuno bisa jadi merupakan sejarah yang paling banyak dibicarakan. Mengingat usia yang sangat tua dan berbagai peninggalan sejarah yang berguna, pantas rasanya jika sejarah ini menjadi salah satu sejarah yang cukup terkenal.

Menjadi masyarakat China sepertinya merupakan sebuah kebanggaan tersendiri. Di luar hal-hal buruk yang terjadi di negara ini nyatanya China memiliki sejarah peradaban yang sangat menarik. Sejarah China kuno sangat "diperhitungkan". Siapa yang tidak bangga jika mengetahui sejarah negaranya menjadi salah satu cerita sejarah yang berpengaruh di dunia? Dengan begitu, secara emosional kita pasti akan merasa menjadi sebuah negara yang besar.

Sejarah China Kuno - Asal Muasal Negeri China

Sejarah China kuno bermula dari asal mula nama China itu sendiri. Sebutan China diberikan oleh orang-orang Barat yang sebelumnya disebut dengan nama Bangsa Tengah. Daratan China yang berada di Tengah Asia Timur berawal dari peradaban masyarakat di sekitar Sungai Kuning. Kurang lebih 4300 tahun lalu, di sana, ada suku yang dipimpin oleh dua orang pemimpin besar. Dua pemimpin itu bernama Yan-Di dan Huang-Di.

Yan-Di dan Huang-Di kemudian bekerja sama untuk membangun sebuah bangsa yang besar. Berkat kerja keras mereka, terbentuklah sebuah bangsa yang mereka beri nama Bangsa Hua. Hua punya arti yang sangat indah yaitu 'bunga dan keindahan'. Dengan semangat membangun sebuah bangsa yang besar, sejarah China kuno pun dimulai.

Sejarah China kuno pun berlanjut, sekitar abad ke-21 SM, seorang penguasa besar bernama Qi (putra Yu) membangun kerajaan yang diberi nama Kerajaan Xia. Besarnya pengaruh Kerajaan Xia menyebabkan bangsa Hua memiliki nama lain, yaitu Xia. Seiring berjalannya waktu, bangsa tersebut mengganti namanya dengan sebutan Bangsa Tianxia. Nah, dari Bangsa Tianxia iniliah mereka menyebut dirinya Bangsa Tengah. Dan oleh orang Barat, sebutan Bangsa Tengah ini berubah menjadi China.

Sejarah China Kuno dari Masa ke Masa


Secara garis besar, sejarah China kuno dibagi ke dalam tiga masa. Masa pertama disebut "the age of myths", yakni masa sebelumnya hingga masa Dinasti Shang. Masa kedua disebut "the age of feudal states", yakni masa kekuasaan Dinasti Zhou. Masa ketiga disebut "the age of empires", yakni terjadi pada masa kekuasaan Dinasti Qing hingga kekuasaan Dinasti Ming.

Ketiga masa tersebut menjadi sebuah fase penting dalam cerita sejarah China kuno. Tidak bisa dihilangkan dan akan tetap menjadi bagian dari kehidupan masyarakat China. Karena fase itulah yang hingga akhirnya berhasil membawa masyarakat China pada keadaan seperti sekarang ini.

Dalam sejarah China kuno juga diceritakan bahwa sebelum Dinasti Shang berkuasa, telah ada Kerajaan Xia yang berdiri pada 2100 SM hingga 1600 SM. Sebenarnya, ada perbedaan pendapat mengenai kapan waktu Dinasti Xia ini berkuasa. Berdasarkan perhitungan Liu Xin, Xia berkuasa sejak 2205 SM dan berakhir pada 1766 SM.

Namun, di dalam Sejarah Bambu, tertulis bahwa pemerintah Xia berkuasa sekitar 1989 SM hingga 1558 SM. Lain lagi yang dilaporkan dari hasil penelitian Proyek Kronologi Xia Shang Zhou yang diadakan oleh pemerintah RRC, mereka berpendapat bahwa Xia berkuasa sekitar tahun 2070 SM dan 1600 SM. Perbedaan catatan mengenai sejarah China kuno memang wajar terjadi. Mengingat versi yang datang dari berbagai sumber juga bisa berbeda.

Jangan heran jika pada kenyataannya, sejarah China kuno banyak menyuguhkan cerita-cerita tentang kerajaan dan dinasti, karena hal tersebut memang telah menjadi identitas negara ini.

Masih menurut cerita sejarah China kuno, setelah Kerajaan Xia berakhir, muncul dinasti pertama di China, yaitu Dinasti Shang yang berkuasa antara 1600 SM hingga 1046 SM. Dinasti Shang pernah dipimpin oleh sekitar 31 orang raja. Raja pertama mereka bernama Raja Tang dan raja terakhirnya bernama Raja Zhou. Menurut beberapa keterangan, masyarakat China pada masa Shang memiliki kepercayaan terhadap banyak dewa. Mereka percaya kepada dewa tertinggi bernama Shang-Ti.

Para ahli arkeolog menemukan tulang orakel yang digunakan masyarakat China pada 1500 SM untuk memprediksi masa depan. Temuan tulang orakel itu menjadi bukti keberadaan Dinasti Shang periode kedua. Penemuan ini merupakan bagian kecil dari penemuan dalam perjalanan sejarah China kuno. Masih banyak penemuan-penemuan lain yang juga cukup penting.

Dinasti Shang runtuh sejak kalah dalam pertempuran Muye melawan Wu Wang, seorang penguasa Zhou. Maka, sejak itulah berdiri kekuasaan Dinasti Zhou yang disebut "the age of feudal state". Kekalahan Dinasti Shang ini juga menjadi sebuah jalan cerita menarik dalam sejarah China kuno yang panjang.

Dalam sejarah China kuno, disebutkan bahwa Dinasti Zhou merupakan dinasti yang paling lama berkuasa di China. Berdasarkan penilitian Proyek Kronologi Xia Shang Zhou, Dinasti Zhou berkuasa sejak 1046 SM dan berakhir pada 256 SM.

Masa ketiga yang disebut "the age of empires" sejarah China kuno ini terjadi saat kekuasaan Dinasti Ming hingga Dinasti Qing. Dinasti Ming berkuasa antara 1368 hingga 1644. Dinasti Ming berdiri karena hasil pemberontakan terhadap Dinasti Yuan pada 1368. Pemberontakan itu berasal dari kaum petani yang tidak puas dengan kekuasaan Dinasti Yuan. Zhu Yuanzang dari suku Han merupakan dalang pemberontakan tersebut. Pada masa inilah, pembangunan tembok China diselesaikan.

Jika berbicara tentang peninggalan sejarah China kuno, tembok besar China sepertinya menajdi peninggalan terbesar dari peradaban itu. Keberadaan tembok besar China tersebut hingga kini bahkan tetap membekaskan kekuatan sebuah bangsa.

Warisan sejarah China kuno ini memiliki panjang yang bahkan bisa terlihat hingga luar angkasa. Perlu diketahui bahwa sesungguhnya, tembok besar China sesungguhnya adalah gabungan tembok-tembok pendek yang mengikuti jalur pegunungan di China. Yang membuat ini istimewa adalah jaraknya yang luar biasa panjang. Panjang tambok ini mencapai 8. 851 km. Sebuah panjang bangunan yang sangat menakjubkan untuk masyarakat yang hidup di awal tahun 1000-an.

Sejarah China Kuno - Akhir dari China Kuno

Akhir dari sejarah kuno China adalah masa Dinasti Qing. Inilah kekuasaan feodal terakhir yang berkuasa di China. Dinasti Qing berkuasa setelah Dinasti Ming hancur karena kalah perang melawan suku Manchu pada 1644. Dinasti Qing berkuasa sekitar 1644 dan berakhir pada 1911.

Setelah Dinasti Qing berakhir, berakhir jugalah sejarah China kuno. China memasuki era modern dengan mulai menghapus sistem feodal kerajaan. Sun Yat-Sen berhasil memprovokasi rakyat China untuk mengadakan revolusi yang mengakibatkan turunnya Kaisar Xuantong, penguasa Qing, pada 12 Februari 1912. Setelah kekuasaan feodal berakhir, China menerapkan sistem negara Republik China. Sun Yat-Sen kemudian diangkat menjadi presiden pertama Republik China.

Sejarah China kuno yang memang identik dengan kekaisaran dan dinasti serta kerajaan ternyata menjadi hal yang dianggap menarik bagi sebagian sineas. Berbagai film bertemakan kerajaan China kuno pun banyak diproduksi, salah satunya adalah Curse of The Golden Flower.

10 Suku Israel yang Hilang

Tahukah anda bahwa bani Israel sebenarnya ada 12 suku, dan kini yang tersisa hanyalah 2 suku saja, yaitu suku Yehuda/Judah dan Benjamin? Kemanakah kesepuluh suku yang lain?

Pertanyaan ini menjadi topik menarik dari kalangan sejarawan. Perlu dicatat bahwa bangsa Israel yang sekarang ada, berbeda pendapat mengenai suku-suku teman mereka yang hilang tersebut. Dan yang lebih menarik lagi, adalah pernah seorang Khalifah Ottoman menghubungkan 10 suku Israel yang hilang ini dengan Ya'Juj dan Ma'juj.

Keturunan Dari Kaum Para Nabi dan Kaum yang Tak Putus Dirundung Malang

Menurut kitab suci Ibrani, Yakub mempunyai 12 anak laki-laki dari empat orang istri dan dibawah ini adalah daftar nama-nama mereka berdasarkan urutan kelahiran dan ibu mereka:

Reuben (born to Leah)
Simeon (born to Leah)
Levi (born to Leah)
Judah (born to Leah)
Dan (born to Bilhah)
Naphtali (born to Bilhah)
Gad (born to Zilpah)
Asher (born to Zilpah)
Issachar (born to Leah)
Zebulun (born to Leah)
Joseph (born to Rachel)
Benjamin (born to Rachel) 

12 anak laki-laki inilah cikal bakal dari 12 suku Israel setelah mereka hidup dan beranak pinak di Mesir karena Joseph/Yusuf as. menjadi pembesar disana. Namun kehidupan mereka di Mesir lama kelamaan mulai dirasakan mengganggu oleh penduduk asli Mesir dan mereka mulai tidak disukai, Akhirnya generasi mereka berikutnya ditindas dan diperbudak oleh bangsa Mesir. Puncaknya pada masa Ramses II (Firaun).

Kemudian keduabelas suku ini diselamatkan Tuhan melalui Musa dan Harun. Mereka keluar dari Mesir dan diperintahkan oleh Tuhan untuk merebut daerah yang dijanjikan untuk mereka dengan berperang. Namun mereka tidak berani/malas untuk berperang dan daerah tersebut diharamkan oleh Tuhan untuk mereka selama 40 masa.

Setelah lontang lantung mengembara selama 40 masa di daerah padang pasir tak bertuan (sekarang sekitar Yordania), kemudian akhirnya mereka bisa masuk ke daerah yang dijanjikan (palestina) dibawah pimpinan Tholut (dibantu seorang anak muda Daud) dan mereka mendirikan kerajaan Israel (kuno) disana dengan rajanya adalah Tholut yang kemudian digantikan oleh Daud.

Daud inilah yang memperluas kerajaan Israel kuno hingga menguasai daerah dari Sungai Efrat sampai perbatasan Mesir. Kemudian daerah tersebut dibagi-bagi kepada dua belas suku Israel yang ada.

Salah satu suku yang memiliki daerah di pesisir yaitu kota Eliah yang terletak di pantai laut Merah antara kota Mad-yan dan bukit Thur, melanggar ketentuan hari Sabbath dan jadilah mereka kera yang hina.

Setelah pemerintahan Raja Sulaiman, yaitu pemerintahan raja Rehabeam sekitar 931 SM, kerajaan terbagi menjadi dua karena 10 suku menolak aturan membayar pajak warisan Sulaiman yang tinggi (menurut mereka) yang dikenakan kepada mereka, lalu mereka memberontak dan mendirikan kerajaan baru di utara dan Jereboam I sebagai raja mereka.

Jadi disebelah selatan adalah kerajaan Judah/Yudea beribukota di Jerusalem dengan rajanya adalah Rehabeam, beranggotakan 2 suku yaitu suku Judea dan Benyamin, sedangkan di utara adalah kerajaan Israel utara beribu kota di Samaria dengan 10 suku.

Pada tahun 721 SM, Samaria sebagai ibukota Kerajaan Israel Utara, diserbu oleh pasukan Asyur (Assyria) yang dipimpin oleh Shalmaneser V dan dilanjutkan oleh Sargon II. Dan satu tahun kemudian Samaria takluk dan dihancurkan.

Akhirnya, penduduk Kerajaan Israel Utara yang merupakan 10 suku israel dibunuh, ditahan, diperbudak, diasingkan dan dibuang ke Khorason, yang sekarang merupakan bagian dari Iran Timur dan Afghanistan Barat. Riwayat suku-suku ini kemudian tidak pernah terdengar lagi dan dipercaya oleh bangsa Yahudi saat ini telah hilang dari sejarah.

Perang pun terus berlanjut di timur tengah. Bangsa-bangsa kuat saling beradu satu sama lain memperebutkan kawasan Timur Tengah. Pada tahun 603 SM, kekuasaan bangsa Assyria diganti oleh bangsa Babel (Babylonia).

Di masa kekuasaan Babel, Kerajaan Selatan Yehuda jatuh dan Jerusalem dihancurkan (597SM) dan semua penduduknya ditangkap dan diperbudak oleh bangsa Babilonia. Berlangsunglah masa pembuangan di Babel.

60 tahun kemudian, 538SM, Kerajaan Persia dibawah raja Cyrus II (Zulqornain) merebut kekuasaan Babel. Sebagian suku Jehuda dan Benyamin yang tersisa di Babilon dibebaskan dan diperkenankan oleh raja Cyrus II untuk kembali ke Yudea dan membangun kembali kuil mereka yang kemudian dikenal dengan nama Kuil Yahudi Kedua.

Namun sepuluh suku Israel lainnya, penduduk Kerajaan Isreal Utara, tidak pernah kembali sebagaimana dua suku itu. Sehingga mereka dijuluki sebagai "Sepuluh Suku Israel yang Hilang"

Sekitar 600 tahun kemudian sekitar 70 M, bangsa Romawi menghancurkan Kuil Yahudi Kedua, membunuh dan mencerai beraikan rakyat Yudea sehingga mereka tersebar ke penjuru dunia sampai munculnya zionisme abad ke 20.

Saat ini banyak teori yang mengaitkan suatu suku dengan suku-suku Israel yang hilang ini. Salah satu teori mengatakan bahwa bangsa Scythia, yang muncul dalam sejarah pada saat pembuangan sepuluh suku adalah berasal dari suku Israel yang hilang ini. Tapi teori ini sangatlah lemah dan kurang bisa dipercaya.

Ada lagi beberapa suku di daerah-daerah tertentu yang mengklaim bahwa mereka adalah keturunan salah satu dari 10 suku Israel yang hilang. Berikut ini kesepuluh suku tersebut:
  • Khazar, Chazar (Rusia)

    Kawasan yang dihuni orang-orang Khazar terletak di antara Laut Hitam dan Laut Kaspia, diapit Ukraina dan Kazakhstan. Bangsa Khazar berasal dari suku kuno Turki -Mongol (Hun, atau Hsiungnu) yang beralih memeluk Judaisme dan berhasil membentuk Khazaria, kerajaan kuat di masa Abad-7 M hingga Abad-10 M.

    Orang-orang Yahudi Ashkenazi (Eropa Timur) adalah keturunan orang Khazar. Keberadaan dan kemajuan orang-orang Khazar mengindikasikan akulturasi Yahudi Diaspora (yang melek huruf dan berteknologi) dengan suku Turki-Mongol yang buta huruf dan bergaya-hidup nomaden.
  • Pathans/Pasthun (Afghanistan-Pakistan)

    Pathans menganggap diri mereka sebagai anak-anak Israel, meskipun mereka beragama Islam. Bangsa Pathans memiliki kemiripan dengan kebiasaan Israel kuno. Bangsa Pathans kini tinggal di perbatasan Afghanistan-Pakistan. Mereka disebut Afghans atau Pishtus menurut bahasanya.

    Di Afghanistan, jumlah mereka sekitar enam juta jiwa, dan di Pakistan sekitar tujuh hingga delapan juta jiwa dan dua juta jiwa lagi hidup seperti suku Baduy.

    Bukti-bukti yang menarik adalah beberapa nama suku-suku yang sama dengan suku-suku Israel seperti suku Harabni yakni Reuben, suku Shinwari adalah Shimeon, suku Levani - Lewi, suku Daftani - Naftali, suku Jaji - Gad, suku Ashuri - Asher, suku Yusuf Su, anak-anak Yusuf, suku Afridi - Ephraim, dan seterusnya.

    Pasthun atau Pathans mengaku mempunyai hubungan dengan Kerajaan Israel kuno dari suku Benjamin dan keluarga Saul. Menurut tradisi, Saul mempunyai seorang anak, bernama Jeremia yang memiliki anak bernama Afghana.

    Menurut Injil, 2 Raja-raja, Tawarikh 1 dan 2, sepuluh suku Israel dibuang ke Halah, Havor, sungai Gozan dan kota-kota Maday. Beberapa kemiripan Tradisi Pathans dengan Israel kuno: mengharuskan sunat untuk anak laki-laki pada hari kedelapan, Patrilineal (Garis Bapak), menggunakan Talith (Jubah Doa) Tsitsit, pernikahan (Hupah), kebiasaan wanita (pembasuhan di sungai), pernikahan dari pihak keluarga Ibu atau Bapak (Yibum), sangat menghormati Bapak, larangan memakan daging kuda dan unta, Shabbat dengan menyiapkan 12 roti Hallah, menghidupkan lilin pada saat Shabbat, hari Yom Kippur, menyembuhkan penyakit dengan bantuan kitab Mazmur (menempatkan kitab Mazmur dibawah kepada pasien), nama-nama Ibrani di desa-desa dan menyebut nama Musa, dan menggunakan simbol bintang Daud.

    Mereka hidup sebagai suku-suku yang terpencar dan memiliki hukum tradisi yakni Pashtunwali atau hukum Pasthun yang mirip dengan hukum Torah. Pathans bertradisi pernikahan ipar, yang mengharuskan saudara laki-laki menikahi janda saudaranya yang meninggal tanpa keturunan, sama seperti Israel kuno (Ul 25:5-6).

    Pathans juga bertradisi mengorbankan kambing penebusan, sama seperti masa Israel kuno yang membebankan dosa seluruh bangsa pada domba yang diusir ke gurun dan disembelih.
  • Kashmir (India)

    Di India bagian utara yakni Kashmir terdapat sekitar 5-7 juta jiwa. Terdapat nama Ibrani di lembah dan di desa-desa di Kashmir seperti Har Nevo, Beit Peor, Pisga, Heshubon. Kebanyakan peneliti berpendapat bahwa bangsa Kashmir keturunan sepuluh suku Israel yang hilang pada pembuangan pada 722 BCE.

    Penampilan fisik mereka berbeda dengan umumnya orang India. Tradisi mereka memang mengindikasikan perbedaan asal-usul. Orang Kashmir memiliki hari raya Pasca pada musim semi, saat dilakukan penyesuaian perbedaan penanggalan Candra dan Surya, dengan cara seperti yang dilakukan orang-orang Yahudi.

    Mereka memang menyebut diri sebagai Bene Israel, Anak-anak Israel. Orang Kashmiri menghormati Sabbath (beristirahat dari semua jenis kerja); menyunat bayi pada usia delapan bulan; tidak makan ikan yang tak bersisik dan bersirip, dan merayakan beberapa hari raya Yahudi lainnya, tetapi tidak yang berasal dari setelah kehancuran bait Allah pertama (seperti Hannukah).
  • Shin-lung atau Bene Menashe (di sekitar perbatasan India-Myanmar)

    Di kawasan pegunungan di kedua sisi perbatasan India-Myanmar, bermukim sekitar 2 juta orang Shinlung. Mereka memiliki tradisi penyembelihan binatang korban seperti suku-suku Israel kuno pada umumnya, dan menyebut diri anak Menashe atau Bene Menashe.

    Kata Menashe banyak bermunculan dalam puisi dan doa (mereka menyeru "Oh God of Menashe"). Mereka memiliki tradisi cerita yang mengatakan bahwa mereka dibuang ke suatu tempat yang berada di sebelah barat tempat asal mereka, lalu bermigrasi ke timur dan mulai menjadi penggembala dan penyembah dewa.

    Migrasi mereka berlanjut ke timur, mencapai perbatasan Tibet-Cina, lalu mengikuti aliran Sungai Wei, hingga masuk dan bermukim di Cina Tengah sekitar tahun 230SM.

    Orang Cina menjadikan mereka sebagai budak, sehingga beberapa diantara mereka melarikan diri dan tinggal di gua-gua kawasan pegunungan Shinlung, dan hidup miskin selama dua generasi.

    Mereka juga disebut orang gua atau orang gunung dan tetap menyimpan kitab suci mereka. Akhirnya mereka mulai berasimilasi dengan orang Cina dan terpengaruh budaya Cina, hingga akhirnya mereka meninggalkan gua-gua pegunungan dan pergi ke barat, melalui Thailand, menuju Myanmar.

    Setelah itu mereka berkelana tanpa kitab suci, dan membangun tradisi lisan, hingga sampai di Sungai Mandaley, dan menuju Pegunungan Chin. Pada abad-18 sebagian dari mereka bermigrasi ke Manipur dan Mizoram, India Timur laut.

    Mereka sadar bahwa mereka bukan orang Cina meskipun menggunakan bahasa Cina dialek lokal, dan menyebut diri Lusi yang berarti Sepuluh Suku ("Lu" berarti suku, dan "si" berarti sepuluh).

    Tradisi Menashe antara lain adalah sunat (kini sudah ditinggalkan), upacara pemberkatan anak pada usia 8 hari, hari raya keagamaan yang mirip dengan hari raya keagamaan Yahudi, praktek pernikahan ipar demi kelangsungan nama marga, menyebut nama Tuhan sebagai Y'wa, dan memelihara puisi yang mirip dengan kisah penyeberangan Kitab Keluaran ketika bangsa Israel menyeberang Laut Merah.

    Di setiap kampung ada pendeta atau imam yang selalu bernama Harun (Aaron, saudara Musa dan Imam Pertama Yahudi) dengan pewarisan turun-temurun. Salah satu tugas mereka adalah mengawasi kampung, berdoa dan mempersembahkan korban, dengan jubah ber-'breastplate', ikat pinggang dan mahkota, dan selalu membuka doa dengan menyebut nama Menashe.

    Dalam kasus terdapat orang jatuh sakit, para imam dipanggil untuk memberkati pesakit dan mempersembahkan korban. Imam akan menyembelih domba atau kambing dan mengoleskan darahnya di telinga, punggung dan kaki pesakit sambil mengucapkan mantra yang mirip dengan Im14:14.

    Pada kasus penyakit khusus, diselenggarakan upacara khusus. Semacam upacara penebusan yang dilakukan dengan memotong sayap burung dan menebar bulunya ke udara.

    Pada kasus penyakit lepra, para imam menyembelih burung di lapangan terbuka. Untuk penebusan dosa, dilakukan pengorbanan domba di altar seperti dilakukan di Bait Allah (seperti disaksikan seorang penulis di hutan Myanmar sekitar tahun 1963-1964). Darah sembelihan ditorehkan di ujung altar, dagingnya dimakan.

    Yom Kippur dirayakan sebagai hari penebusan, sekali setahun seperti tradisi Yahudi. Kendaraan imam tidak boleh dibuat dari logam, namun dari tanah liat, kain, atau kayu. Melakukan praktek pemujaan berhala dan mempercayai klenik sehubungan dengan roh dan setan. Percaya reinkarnasi tapi percaya Tuhan di surga akan membantu dalam kesusahan.
  • Ch'iang-min (Cina)

    Orang-orang Ch'iang atau Ch'iang-min (sekitar 250 ribu orang, 1920) bermukim di Propinsi Sechuan, Cina bagian barat, di daerah pegunungan sebelah barat Sungai Min, dekat perbatasan Tibet.

    Mereka menganggap diri sebagai imigran dari barat yang datang ke tempat tersebut setelah berjalan selama tiga tahun tiga bulan. Orang Cina menganggap mereka sebagai barbar, dan mereka menilai orang Cina sebagai penyembah berhala (Ch'iang-min percaya hanya pada satu Tuhan dan menyebutnya 'Yawei' ketika berada dalam kesulitan).

    Ch'iang-min mempraktekkan persembahan korban yang dilakukan imam, jabatan yang hanya bisa dijabat oleh pria yang sudah menikah (Im 21:7,13) dan diwariskan turun-temurun. Para imam mengenakan jubah putih bersih dan bersurban khusus.

    Mezbah dibuat dari batu yang tidak dipotong dengan alat logam (Kel20:25), dan tidak boleh didekati oleh orang asing dan "cacat" (Im21:17-23). Para imam Ch'iang-min menggunakan tali pengikat jubah, dan sebatang tongkat berbentuk seperti ular (kisah Musa di gurun).

    Setelah berdoa, para imam membakar bagian dalam dan daging korban sembelihan, dan mengambil bagian pundak, dada, kaki dan kulit, sementara dagingnya dibagikan kepada pemberi persembahan.

    Saat persembahan, mereka mengibarkan 12 bendera di sekitar altar untuk menjaga tradisi bahwa mereka berasal dari satu bapak yang memiliki 12 anak. Mereka bertradisi sebagai keturunan Abraham dan berleluhur seorang bapak dengan 12 anak.

    Di antara orang Ch'iang, terdapat tradisi mengoleskan darah pada ambang pintu demi keselamatan dan keamanan rumah, pernikahan ipar, tudung kepala bagi wanita, memberi nama anak pada usia 7 hari hingga menjelang malam ke-40.