Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

May 11, 2015

Mossad

Mossad atau HaMossad leModi'in v'leTafkidim Meyuhadim adalah salah satu dari lima lembaga intelijen utama Israel. Kantor pusat Mossad terletak di Tel Aviv dengan jumlah anggota yang tidak diungkap ke publik. Perkiraan menyebutkan lembaga ini mempekerjakan sekitar 1.200 orang yang bertanggung jawab pada operasi intelijen, operasi rahasia, dan kontra terorisme bagi Israel. Banyak yang menganggap Mossad menjadi bagian paling penting dari semua lembaga intelijen yang dimiliki Israel.

Sebelum negara Israel didirikan pada tahun 1948, Mossad Le'aliyah Bet adalah kelompok yang bertanggung jawab untuk membawa orang-orang Yahudi ke Palestina. Mereka berusaha "menyelundupkan" orang Yahudi masuk ke Palestina secara rahasia untuk menghindari kuota yang ditetapkan oleh Mandat Inggris. Ketika negara Yahudi terbentuk, Reuven Shiloah, direktur pertama Mossad, merekomendasikan bahwa organisasi keamanan terpusat perlu dibentuk untuk mengorganisasi semua upaya intelijen negara.

Mossad lantas didirikan pada Desember 1949. Pada tahun 1951, lembaga ini menjadi bagian dari kantor perdana menteri Israel. Mossad telah melakukan sejumlah operasi besar dalam upaya melindungi kepentingan Israel serta meringkus mantan anggota Nazi dan militan Arab yang dipandang merugikan serta mengancam warga negara Israel. Contoh operasi Mossad paling terkenal adalah penangkapan penjahat perang Nazi, Adolf Eichmann, dari Buenos Aires, Argentina pada tahun 1960.

Menghindari keruwetan ekstradisi, Mossad menculik Eichmann dari bus di Argentina, mengadilinya di pengadilan Israel, dan kemudian dihukum mati. Operasi terkenal Mossad lainnya adalah "Wrath of God", yang dilakukan untuk membalas para pelaku pembantaian sebelas atlet Israel selama Olimpiade Munich tahun 1972 oleh kelompok militan Palestina.

Operasi ini ditujukan mencari para penculik yang masih hidup dan orang-orang dari Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) yang diyakini terlibat dalam pembantaian karena memberikan dukungan dan pembiayaan. Sampai sekarang, (2013) Mossad telah dipimpin oleh 10 direktur dengan Meir Dagan merupakan direktur saat ini yang menjabat sejak tahun 2002.

Kibbutz

Kibbutz adalah sebuah komune Israel atau komunitas yang sengaja dibentuk. Kibbutz pertama didirikan selama Aliyah Kedua atau gelombang kedua imigrasi Yahudi ke Palestina, pada tahun 1909. Meskipun mengalami banyak transformasi selama bertahun-tahun dan anggotanya tidak pernah menyumbang lebih dari tujuh persen populasi Israel, kibbutz tetap memiliki makna budaya yang sangat besar.

Kibbutz pertama, "Degania," didirikan oleh Joseph Baratz dan sebelas anggota lainnya, termasuk dua perempuan, dengan tujuan membawa cita-cita Zionis Yahudi ke Israel. Zionis, yang mulai aktif pada akhir abad ke-19 di Rusia sebagai akibat dari sentimen anti-Semit, berusaha mendapatkan tanah di Palestina sebagai tempat tinggal. Setelah Aliyah Pertama di tahun 1880-an, imigran Yahudi di Palestina mulai mempekerjakan orang Arab untuk bekerja di tanah pertanian mereka. Baratz menentang praktik ini dan mendirikan kibbutz pertama.

Pada awalnya, kibbutz memegang teguh cita-cita sosialis. Tidak ada milik pribadi, bahkan alat atau pakaian, semua pekerjaan dibagi, dan tanah dimiliki secara komunal dengan fokus pada pertanian. Kibbutz berusaha membangun ekonomi mandiri, meskipun akhirnya terbukti sulit diwujudkan. Sebaliknya, kibbutz justru harus didukung oleh subsidi dari amal dan kemudian dari pemerintah Israel. Saat ini, kebanyakan kibbutz tidak lagi memegang sosialisme secara ketat, meskipun mereka tetap mempertahankan banyak aspek komunal.

Seiring waktu, menjadi jelas bahwa pertanian tidak cukup untuk menyangga kibbutz. Kibbutz lantas memulai industrialisasi yang dimulai selama tahun 1960an. Beberapa kibbutz difokuskan pada upaya-upaya militer. Saat ini, beberapa kibbutz bahkan beralih ke industri pariwisata. Kibbutz memiliki sejarah panjang dan berkontribusi terhadap politik dan budaya Israel. Sejumlah tokoh pemerintahan, pemimpin militer, seniman, dan cendekiawan berasal dari kibbutz.

Terdapat banyak perbedaan di antara kibbutz, meskipun mereka memiliki kesamaan lebih banyak. Kibbutz generasi awal bersifat sosialis, sekuler, dan fokus pada pertanian, sedangkan kibbutz pada masa sekarang semakin beragam yang mencakup berbagai titik spektrum politik. Beberapa kibbutz berkembang menjadi besar hingga memiliki 1.500 anggota, sementara yang lain tetap berukuran kecil. Sistem kibbutz juga tidak lepas dari kontroversi. Beberapa kelompok telah dikritik karena elitisme, sementara yang lain dituduh menyimpang dari cita-cita awal mereka. Namun demikian, budaya Israel tidak akan sama tanpa kibbutz yang telah menjadi lembaga khas Israel yang menyumbang kontribusi sangat berharga pada kehidupan politik, ekonomi, dan intelektual bangsa

Golda Meir

Golda Meir adalah Perdana Menteri keempat Israel. Dia hidup antara tahun 1898-1978 dan menjabat sebagai PM selama lima tahun, antara tahun 1969 hingga 1974. Golda Meir dikenal sebagai Iron Lady, sebuah istilah yang nantinya juga digunakan untuk menyebut Perdana Menteri Margaret Thatcher dari Inggris. Sampai saat ini (2013), Golda Meir adalah satu-satunya wanita yang menjabat sebagai Perdana Menteri Israel, dan perdana menteri perempuan ketiga di dunia, serta yang pertama mencapai posisi itu tanpa pengaruh keluarga.

Golda Meir lahir di Kiev, sekarang termasuk wilayah Ukraina, yang pada saat itu merupakan bagian Kekaisaran Rusia. Keluarganya pindah ke Amerika Serikat pada saat usianya delapan tahun untuk kemudian menetap di Wisconsin. Sejak usia dini Golda Meir adalah seorang organisatoris dan wanita brilian, mengorganisir pengumpulan dana untuk kelasnya dan ditunjuk sebagai pembaca pidato pada perpisahan SMA. Pada saat berusia 16 tahun, Golda Meir diperkenalkan ke gerakan Zionisme dan menjadi aktif dalam gerakan Zionis Sosialis.



Golda Meir menikah pada usia 19 tahun dan berharap pindah ke Palestina sebagai bagian dari kolonisasi Zionis awal. Namun, pecahnya Perang Dunia I mengganggu rencana itu dan dia menyibukkan diri melakukan penggalangan dana di Amerika Serikat untuk mendukung gerakan Zionis di luar negeri. Setelah perang, pada tahun 1921, Golda Meir menuju ke Palestina dengan suaminya untuk bergabung dengan sebuah kibbutz. Dia segera ditunjuk mewakili kibbutz ke Federasi Buruh dan memulai kehidupan politisnya.

Beberapa tahun kemudian dia terpilih sebagai sekretaris Dewan Wanita Kerja, dan setelah beberapa tahun Meir menjadi bagian dari Komite Eksekutif untuk selanjutnya naik menjadi kepala Departemen Politik. Pada tahun 1938, Golda Meir adalah wakil dari Palestina pada pertemuan yang diadakan Presiden Roosevelt untuk membicarakan penganiayaan orang-orang Yahudi oleh Nazi.

Setelah mendengar alasan yang dibuat oleh wakil dari berbagai pemerintah serta respon mereka yang hanya mengekspresikan simpati kepada orang Yahudi, Golda Meir terkenal berkomentar," Hanya satu hal yang saya berharap untuk melihat sebelum mati dan itu adalah bahwa rakyat saya tidak memerlukan ekspresi simpati lagi." Selama masa awal negara Israel setelah perang, Golda Meir memainkan peran penting baik dalam negosiasi dan penggalangan dana. Dia melakukan perjalanan ke Amerika Serikat untuk mengumpulkan uang dan mampu menghimpun delapan kali lebih banyak dari yang diharapkan. Dia juga menyamar sebagai seorang wanita Arab beberapa hari sebelum Israel mendeklarasikan diri sebagai negara untuk mengunjungi Raja Yordania, untuk mendorongnya agar tidak bergabung dengan negara-negara Arab lainnya saat mereka menyatakan perang terhadap Israel.

Raja Yordania lantas meminta Meir agar tidak terburu-buru mendeklarasikan sebuah negara Yahudi, yang dijawab Golda Meir, "Kami sudah menunggu selama 2.000 tahun. Apakah itu terburu-buru?" Golda Meir adalah salah satu dari dua puluh empat penandatangan Deklarasi Kemerdekaan Israel pada tahun 1948, dan merupakan duta besar pertama ke Uni Soviet.

Tahun berikutnya dia terpilih menjadi anggota Knesset dan menjabat sebagai Menteri Tenaga Kerja sampai tahun 1956. Pada tahun 1956, dia menjadi Menteri Luar Negeri di bawah Perdana Menteri David Ben-Gurion, yang kemudian akan menjadi salah satu pengagum terbesarnya. Pada tahun 1969, Golda Meir terpilih sebagai Perdana Menteri Israel dan menjabat sampai tahun 1974. Pada tahun 1973, intelijen mulai menunjukkan rencana Suriah yang akan melakukan serangan terhadap Israel. Berbagai masukan dan rekomendasi diajukan kepada Golda Meir untuk menyikapi masalah ini.

Salah satu saran menginginkan serangan pre-emptive terhadap Suriah, sementara yang lain menganggap rencana ini akan mengasingkan Amerika Serikat dan menutup setiap kesempatan bantuan militer yang diharapkan Israel. Pada akhirnya, Golda Meir memilih untuk meningkatkan kesiagaan tanpa melakukan serangan. Konflik akhirnya tidak bisa diredam dan memicu Perang Yom Kippur yang dimenangkan Israel.

Setelah perang usai, Meir mngundurkan diri dari jabatan PM meskipun partainya memenangkan pemilihan umum. Meir terus berperan dalam politik Israel sampai kematiannya akibat kanker pada tahun 1978 di usia 80 tahun. Dia tetap menjadi salah satu tokoh paling monumental dan mengesankan dalam sejarah Israel, serta menjadi seorang tokoh ikonik dalam sejarah politik dunia.

Zionisme

Zionis digunakan untuk menyebut pengikut gerakan politik Zionisme. Zionisme merupakan gerakan politik yang bertujuan mendukung keberadaan negara Israel.

Di Perjanjian Lama atau Taurat, Yerusalem dan Israel disebut sebagai Zion.
Zionisme atau gagasan yang berupaya membentuk sebuah negara Yahudi merdeka, dimulai pada abad ke-19 dengan berbagai tulisan seperti yang ditulis oleh Theodor Herzl. Meskipun demikian, gagasan tentang negara Israel sebenarnya telah muncul jauh sebelum itu. Yudaisme merupakan keyakinan yang lahir di daerah yang sekarang dikenal sebagai Israel. Akibatnya, orang-orang Yahudi pada era sebelum masehi menganggap Israel sebagai rumah mereka. Meskipun memiliki dukungan teks agama terutama dari Taurat, gerakan Zionis lebih bersifat politis daripada religius. Tujuan utama Zionisme adalah untuk mengakhiri pengasingan Yahudi dari tanah leluhur mereka, sehingga negara Israel lebih mewakili entitas negara (politik) dibandingkan entitas agama.

Gerakan Zionisme mendapatkan momentumnya setelah Holocaust pada PD II yang mengarah pada pembentukan Israel pada tahun 1948. Migrasi awal orang Yahudi ke Palestina (nama daerah tersebut sebelum tahun 1948) dalam jumlah besar terjadi pada tahun 1947 yang melibatkan perpindahan sekitar 630.000 orang Yahudi. Sangat penting untuk dicatat bahwa tidak semua orang Yahudi adalah Zionis. Bahkan, sekte-sekte keagamaan Yahudi tertentu sangat menentang pembentukan negara Yahudi. Yahudi Hasid, misalnya, cenderung bersikap kritis terhadap Zionisme. Mereka berkeyakinan bahwa negara Yahudi seharusnya dibentuk setelah kedatangan Mesias.

Oposisi terhadap Zionisme juga muncul diantara bangsa Arab dan muslim. Akibat perpindahan massal orang Yahudi, populasi Palestina semakin menurun dan pindah ke negara tetangga seperti Yordania. Konflik semakim mengeras karena orang Yahudi dan muslim sama-sama menganggap Yerusalem sebagai tempat suci mereka. Sebagai informasi, istilah Zionis dapat merujuk pula kepada pendukung non-Yahudi atas negara Israel. Misalnya, pemerintah Amerika Serikat dan Inggris dikenal sebagai negara non-Yahudi yang mendukung Israel.

Banyak pihak, terutama setelah Holocaust, merasa bahwa pembentukan sebuah negara Yahudi memiliki legitimasi. Setelah menyaksikan kengerian dan eksekusi massal, banyak pihak bersimpati dengan usaha pembentukan negara Yahudi. Ini diperkuat oleh fakta sejarah bahwa di sepanjang periode diaspora, Yahudi selalu menjadi objek diskriminasi dimanapun mereka tinggal. Orang Yahudi mengalami diskriminasi di hampir setiap tempat mereka menetap, termasuk Mesir, Yunani, Eropa abad pertengahan, dan Rusia abad ke-20 serta Eropa Timur. Namun Zionisme tetap menjadi isu panas. Permasalahan tidak hanya berkisar mengenai perebutan wilayah melainkan diperumit dengan sentimen keagamaan yang pekat.

Tembok Ratapan

Tembok Ratapan atau Tembok Barat di Yerusalem, diyakini oleh banyak orang sebagai sisa-sisa dari salah satu dinding sebuah kuil Yahudi besar atau dinding yang mengelilingi halaman kuil. Tembok Ratapan merupakan dinding batu yang menjulang sekitar 18,9 m dari atas tanah. Tembok ini dianggap situs sakral oleh orang Yahudi, dan ribuan orang berziarah di sana setiap tahun. Tembok Ratapan merupakan sumber sengketa antara orang Yahudi dan Muslim. Orang Islam menganggap tembok ini menjadi bagian dari masjid kuno dan tempat nabi Muhammad mengikat kuda bersayapnya (Buraq) selama perjalanan Isra Mi'raj.

Tembok Kuil

Orang Yahudi menganggap dinding tersebut sebagai bagian dari sebuah kuil Yahudi yang disebut juga Bait Suci Kedua yang telah berdiri selama ratusan tahun. Raja Herodes memerintahkan renovasi dan perluasan kuil sekitar tahun 19 SM, dan pekerjaan itu tidak selesai sampai sekitar 50 tahun kemudian. Kuil ini lantas dihancurkan oleh Roma sekitar tahun 70 M, hanya beberapa tahun setelah selesai. Tembok Ratapan secara luas diyakini sebagai satu-satunya bagian yang masih berdiri. Setelah kuil itu hancur, banyak orang Yahudi mulai pergi ke dinding yang tersisa untuk meratapi kehancuran kuil dan untuk berdoa.

Tembok Ratapan merupakan nama yang diberikan oleh orang non-Yahudi ketika melihat orang-orang Yahudi meratap sana. Orang Yahudi sebenarnya menamai tembok tersebut sebagai Tembok Barat, atau Kotel HaMaaravi dalam bahasa Ibrani.

Tembok Al-Buraq

Banyak Muslim percaya bahwa dinding tersebut tidak ada hubungannya dengan Yudaisme kuno. Orang Islam merujuk tembok tersebut sebagai Tembok Al-Buraq, diambil dari nama kuda bersayap yang ditunggangi Nabi Muhammad dalam peristiwa Isra' Mi'raj. Kepercayaan Islam menyatakan bahwa Al-Buraq diikat ke dinding sementara Nabi naik ke surga untuk bertemu dengan Tuhan. Banyak Muslim juga percaya bahwa tembok tersebut merupakan bagian dari Masjid Al-Aqsa kuno, dan bahwa orang Yahudi baru mulai berdoa di tembok tersebut sampai setidaknya abad ke-16.

Penguasa Tembok

Selama lebih dari 3.500 tahun, Yerusalem berulang kali dikuasai oleh berbagai penakluk yang berbeda. Penguasaan Tembok Ratapan terus menjadi titik pertikaian hingga abad ke-20 dan awal abad ke-21. Pemimpin Arab mengontrol wilayah Tembok Ratapan selama bagian pertama abad ke-20. Namun dengan berdirinya Israel, Yahudi menguasai tembok tersebut pada tahun 1967. Meskipun tetap terjadi permusuhan antara Yahudi dan Muslim, Tembok Ratapan telah menjadi situs rekonsiliasi antara Yahudi dan Katolik. Pada tahun 2000, Paus Yohanes Paulus II menjadi Paus pertama yang berdoa di Tembok Ratapan. Paus juga meminta maaf akibat penganiayaan Katolik terhadap Yahudi selama berabad-abad.

Berdoa di Tembok Ratapan

Umat Yahudi dari semua negara, dan juga wisatawan dari berbagai latar belakang agama lazim berdoa di Tembok Ratapan karena diyakini memiliki "telinga Tuhan." Orang yang tidak dapat berdoa langsung di tembok dapat mengirimkan doa atau menggunakan Kaddish, sebuah doa khusus untuk orang Yahudi. Doa yang dikirim tersebut ditulis dalam sebuah kertas dan diselipkan di celah-celah dinding yang disebut sebagai kvitelach. Tembok Ratapan dapat dikunjungi setiap saat sepanjang hari. Pengunjung biasanya digeledah secara menyeluruh untuk tujuan keamanan. Perempuan dari agama apapun, untuk menghormati hukum Yahudi, harus mengenakan pakaian yang sopan. Ada pintu masuk terpisah untuk pria dan wanita, meskipun mereka dapat berkumpul kembali di dalam tembok.

Struktur

Bagian utama dari tembok, di mana orang pergi untuk berdoa, memiliki panjang sekitar 57 m dan terbuat dari batu kapur meleke. Sebagian besar batu memiliki berat hingga 1,814.4 kg atau lebih, dan satu batu terbesar yang disebut Batu Barat, beratnya mencapai lebih dari 500.000 kg.