Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jan 12, 2015

Adima Dan Heva Hidup Di Adlantis, Peradaban Tertua Di Hindia?

Kisah tentang Ad dan keturunannya sudah tertulis dalam berbagai literatur semua ras paling kuno yakni Ibrani, Arab, Kasdim, Hindu, Persia, Mesir, Ethiopia, Meksiko, dan Amerika Tengah. Bukti kisah legenda semua ras ini dapat ditelusuri, semua mengarah pada sebuah negeri yang disebut Adlantis. Begitupula literatur Hindia mengisahkan tentang nenek moyang manusia berasal dari Adima dan Heva yang hidup disebuah pulau, kisah yang mirip dengan Adam dan Hawa.

Beberapa buku telah mengupas legenda dari Hindia, khususnya Adima dan Heva yang ditulis oleh Louis Jacolliot, Hubert Howe Bancrof, dan Daniel Garrison Brinton. Brahma menciptakan manusia yang diberi nama Adima dan pendampingnya, Heva. Dikisahkan, keduanya hidup disebuah daratan yang disebut Pulau Ceylon. Legenda Hindu menceritakan pertempuran besar antara Rama dan Rahwana, matahari dan komet, berlangsung di Pulau Lanka, dimana Rama membangun jembatan batu sepanjang 60 mil untuk mencapai pulau.

Adima Dan Heva Di Negeri Adlantis

Phaeton adalah anak Merops, dan Theopompus mengisyaratkan bahwa orang-orang yang mendiami Atlantis termasuk keturunan Merope, atau rakyat Merou. Dalam tradisi Yunani, telah dijelaskan bahwa ras manusia yang dikeluarkan dari Upa-Merou, dimana Mesir mengklaim nenek moyang mereka berasal dari Pulau Mero, diantara tanah orang-orang Hindu dan para Dewa adalah Meru. Dalam legenda disebutkan, bahwa negeri ini berguncang hebat, tenggelam daratan turun sedikit di laut, sementara Gothic dan nenek moyang Inggris atau Druid juga mengisahkan perjalanan menuju ke Eropa Barat pada waktu yang sama.

Dalam legenda Norwegia disebutkan bahwa Asgard terletak disebelah barat Eropa, kisah mereka juga menyinggung jembatan. Disebutkan bahwa Gylfe pergi untuk mengunjungi Asgard, sama seperti Herodotus dan Solon pergi mengunjungi Mesir yang melihat peradaban besar. Gylfe mengatakan; "Bumi itu bulat, dan sekelilingnya tanpa laut dalam". 

Adima dan Heva, Adlantis India

Dalam buku The Fooling of Gylfe, The Creation of the World, dan The Younger Edda, disebutkan; bumi Ovid adalah Asgard, sebuah pulau dikelilingi oleh lautan. Sepanjang untaian luar laut, mereka memberi lahan kepada ras raksasa untuk tinggal dan melawan serangan dari raksasa liar yang membangun 'Burg' dalam laut dan mengelilingi bumi. Hal ini membuktikan bahwa dengan 'Bumi' tidak berarti seluruh dunia, karena mungkin berada disekitar bahwa laut yang mengelilingi Asgard. Pemimpin negara itu telah memberikan tanah untuk koloni ras raksasa putih, besar, ras bermata biru di Utara dan Eropa Barat dianggap merepotkan atau pengganggu.

Edda mengklaim bahwa orang-orang Utara adalah ras raksasa, raja mereka dari darah Asas sebagai orang-orang maju yang pernah hidup di tanah perunggu mencapai wialayah barat daya Skandinavia. Legenda ini tidak mengacu kepada beberapa pulau mitos di Laut India atau Pasifik, tapi menceritakan ke wilayah Laut Atlantik. Untaian kepulauan disepanjang pantai barat Eropa dimana koloni raksasa putih berdiam di Atlantik, wilayah ini adalah Atlantis, yang juga diduga sebagai Lanka dan Asgard. Dan legenda bangsa Norwegia menggambarkan Asgard sebagai tanah suci, tanah garapan dan ras perkasa. Dalam buku Du Chaillu berjudul 'Land of the Midnight Sun' disebutkan bahwa Gylfe, orang dari Asgard berkeliling untuk belajar dan menceritakan tentang Ragnarok, seperti Solon yang belajar dari para imam tentang kisah Atlantis.

Dalam kisah Bagaveda-Gita Krishna disebutkan bahwa Bumi ditutupi dengan bunga-bunga, pohon-pohon membungkuk yang buahnya ke bawah, ribuan hewan diatas daratan dan udara, gajah putih dibawah naungan raksasa hutan, dan Brahma merasa bahwa waktunya telah tiba untuk menciptakan manusia yang menghuni tempat ini. Brahma menciptakan manusia yang diberi nama Adima dan pendampingnya, Heva. Dikisahkan, keduanya hidup disebuah pulau yang disebut sebagai Pulau Ceylon. Dalam buku Jacolliet berjudul 'The Bible in India' disebutkan;  
Adima dan Heva tinggal selama beberapa waktu dalam kebahagiaan yang sempurna, tidak ada penderitaan mengganggu ketenangan mereka, mereka memiliki segalanya tapi melepaskannya dengan memetik buah paling lezat, tetapi pada akhirnya mereka membungkuk dan mengumpulkan beras dengan kualitas terbaik.
Suatu hari, pangeran Rakchasos (Raknaros, Ragnarok) datang dan menghancurgan surga yang telah dibangun. Adima dan Heva meninggalkan pulau, mereka lolos ke wilayah tak terbatas, mereka memasuki waktu terburuk dimana pohon, bunga, buah, burung, lenyap dalam sekejap ditengah-tengah suara gemuruh hebat. Pergantian waktu telah tiba, mereka berada di dunia yang serba kesulitan, kesedihan, kemiskinan, dan harus bekerja keras.
Jacolliot menuliskan bahwa Iroquois meyakini bahwa Joskeha menciptakan dunia baru setelah pertempuran hebat dengan Kegelapan, dia belajar dari kura-kura besar cara membuat api, dan mengajarkan seni kepada orang India. Dan dalam legenda pertempuran antara 'Putih' dan 'Hitam' berlangsung diwilayah timur, dekat laut besar.
Dalam legenda Aztec, orang-orang berdoa kepada Tuhan untuk mengumpulkan air bersama-sama dan memperbesar daratan, karena mereka hanya menghuni Taman kecil dan air yang terbuang, ini adalah sebuah pulau. Dalam legenda Arab, bencana digambarkan berada di barat pulau Arabia dan membutuhkan perjalanan selama 2,5 tahun untuk mencapainya, ini adalah tanah perunggu. Dalam legenda Hindu tentang pertempuran antara Rama, matahari, dan Rahwana, komet, kisah ini diceritakan berada di Pulau Lanka.

Orang-orang Guatemala mengklaim keturunan mereka dari dewi yang disebut At-tit (nenek) yang tinggal selama empat ratus tahun. Dewi ini pertama kali mengajarkan menyembah Allah dengan cara yang benar, tetapi kemudian mereka lupa. Dalam catatan yang tertulis di batu Meksiko menunjukkan bahwa matahari biasa disebut Tonatiuh, disebut-sebut sebagai Dewa Air Bah atau Atl-tona-ti-uh, atau At-onatiuh. Dalam legenda Peru, peradaban menceritakan bahwa mereka datang dari timur, setelah hidup didalam gua. Mereka mempertahankan hubungan selama beberapa waktu dengan nenek moyang mereka yang hidup dengan cara bertani.

Aditya, Adites, Dan Para Raja Adlantis

Raja Atlantis tampaknya telah dikelompokkan bersama para Dewa kuno yang disebut sebagai Aditya. Nama 'Ad-itya' sangat mirip dengan keyakinan orang-orang Semit, dewa 'Adites'. Bukti ini bisa ditemukan dari kisah para dewa yang dikelompokkan bersama sebagai Aditya, dewa yang paling kuno dalam mitologi Hindu. Mereka semua dewa cahaya atau dewa matahari, berjumlah dua belas dewa yang masing-masing memimpin dua belas bulan perhitungan tahun. Dewa ini disebut 'anak-anak Aditi' yang merupakan metallurgists pertama, Aditi bukan seorang dewi, dia sosok yang adil. 
Aditya lebih tinggi dari semua ketidaksempurnaan, mereka tidak tidur atau mengedipkan mata. Orang Yunani menganggap dewa mereka terjaga dan maha tahu, karakter mereka adalah kebenaran, mereka membenci dan menghukum yang bersalah, hal ini juga terlihat sama dengan ciri-ciri raja Atlantis.

Matahari kadang-kadang ditujukan sebagai Aditya, diantara Aditya juga ada Varuna setara dengan Uranos yang identifikasi sebagai Atlantis, dalam Veda Varuna disebut Dewa Laut. Aditya merupakan bentuk awal dan murni dari agama, sementara Himne ke dewa lainnya menyiratkan hidup, kekayaan, kekuasaan, sementara Aditya mendambakan kemurnian, pengampunan dosa, bebas dari rasa bersalah, dan pertobatan. Aditya, seperti Adites, sosok yang diidentifikasi dengan doktrin keabadian jiwa, Yama adalah dewa tempat tinggal setelah kematian. Dalam kisah Persia, dia muncul sebagai Yima, dan diceritakan sebagai penguasa zaman keemasan dan pendiri surga. Fakta ini mengisyaratkan bahwa legenda anak-anak Ad, Adites, Aditya, semuanya mengacu pada Ad-lantis (Atlantis).

Menurut George Smith, dalam catatan legenda Kasdim tentang penciptaan yang diuraikan dari tablet Babilonia, dijelaskan bahwa ada ras asli manusia pada awal sejarah Kasdim, ras gelap, Zalmat-qaqadi, yang disebut Ad-mi atau Ad-ami, mereka adalah ras yang telah jatuh dan berasal dari Sarku atau ras cahaya. Ras yang jatuh, mungkin mengacu pada kehancuran mereka ketika banjir besar datang sebagai akibat dari penurunan moral dan kemarahan sang Pencipta. Penyebutan Adam digunakan dalam legenda ini tetapi merujuk sebagai nama ras, bukan manusia.

Legenda tentang sepasang manusia turun ke dunia telah diceritakan mengacu pada wilayah yang berada disebuah pulau, diantara laut. Pulau ini adalah Atlantis yang disebut-sebut sebagai tanah Neptunus, Poseidon, dimana Neptunus berteriak minta ampun, juga terkait dengan Atlas, Raja atau Dewa Atlantis. Banyak orang berpendapat bahwa wilayah ini adalah Adlantis yang berada di barat Eropa dan Timur Amerika. Tetapi ada juga yang berkeyakinan bahwa Adlantis diambil berdasarkan nama manusia yang turun disebuah pulau, Adima dan Heva, sebuah pulau yang kini tenggelam kedasar Samudera Hindia.

Manusia Pertama Tundukkan Seluruh Hewan

Banyak orang berpendapat, bahwa Sulaiman merupakan manusia pertama yang mampu menundukkan semua hewan di Bumi, bahkan makhluk tak kasat mata ciptaan illahi. Tetapi, dalam teks yang disebutkan dalam buku 'Forgotten Books of Eden' karya  Rutherford H Pratt pada tahun 1926, disebutkan bahwa semua hewan tunduk kepada Adam setelah dia turun ke Bumi, dia adalah manusia pertama yang memijakkan kaki di Bumi yang hidup didalam gua bersama Hawa selama beberapa waktu.

Sastra ini pertama kali diterjemahkan pada akhir tahun 1800-an oleh Dr SC Malan dan Dr E Trumpp, berdasarkan kisah legenda dari generasi ke generasi, seseorang telah menuliskan kisah ini dalam karya tulis Mesir tidak diketahui identitasnya yang menggunakan bahasa Arab, tetapi terjemahan pertama ditemukan di Ethiopia. Tidak ada catatan sejak kapan teks pertama ditulis, berdasarkan referensi Pseudepigrapha mungkin ditulis beberapa ratus tahun sebelum kelahiran Isa. Kisah ini merupakan bagian dari ratusan teks yang ditolak untuk dicantumkan dalam Alkitab, disebabkan ketidakjelasan penulis awal sehingga dianggap legenda.

Adam Turun Di India

Dalam teks ini tidak disebutkan Adam dan Hawa turun ke Bumi secara terpisah selama 40 hari (walaupun beberapa versi menyebutkan 300 tahun), tetapi langsung menceritakan kehidupan mereka berada didalam gua. dalam literatur disebutkan bahwa Adam pertama kali diturunkan dan hidup diwilayah India ataupun Sri Lanka
Hal ini juga disebutkan Ibnu Abbas yang meriwayatkan Ali Bin Abi Thalib: "Di bumi tanah yang paling wangi adalah tanah India (karena) Nabi Adam as telah diturunkan di India, maka pohon–pohon dari India telah melekat wangi-wangian dari surga."(HR Hakim)
Ibnu Abbas juga meriyawatkan dari Nabi Muhammad saw: "Sesungguhnya Nabi Adam as telah pergi haji dari India ke Baitullah sebanyak seribu kali dengan berjalan kaki tanpa pernah naik kendaraan walau sekalipun" (HR Thabrani)

Legenda menyebutkan, Adam diturunkan di Safa (Srilanka) atau dipuncak bukit Sri Pada, dan Hawa diturunkan di Marwa. Keduanya bertemu kembali di Jabal Rahmah setelah 40 hari berpisah dan menetap di Srilanka karena mirip dengan keadaan surga. Menurut kisah Nasrani dan Yahudi, setelah Adam keluar dari Taman Eden, dia pertama kali menjejakkan kaki disebuah gunung yang disebut sebagai Puncak Adam atau Al-Rohun, Sri Lanka.

Kisah Adam Dan Hawa Hidup Didalam Gua

Dikisahkan dalam teks sastra yang diterjemahkan Dr SC Malan dan Dr E Trumpp tahun 1800-an, bahwa Adam dan Hawa menangis karena telah dikeluarkan dari surga, ketika memandang tubuh yang telah berubah menjadi daging. Mereka menangis sedih atas apa yang telah dilakukan, mereka berjalan dan pergi secara perlahan ke dalam Gua. Dan ketika mereka tiba disana, Adam menangisi dirinya sendiri dan berkata kepada Hawa: 
"Lihatlah gua ini, kini menjadi penjara kita di dunia dan sebagai tempat hukuman! Apakah sebanding dengan taman surga? Bagaimana sempitnya dibandingkan dengan tempat yang lalu? Apakah batu ini berada disamping taman surga? Apakah kegelapan gua ini sebanding dengan cahaya taman surga? Apakah batu menjorok ini untuk melindungi kita, bandingkan dengan rahmat Tuhan yang menaungi kita sebelumnya? Apakah tanah gua ini sebanding dengan taman surga? Bumi ini menabur batu, dan apakah ditanami pohon buah-buahan yang lezat?
Lihatlah matamu, dan di gua yang sebelumnya dijaga malaikat yang memuji tanpa henti. Tapi sekarang kita tidak melihatnya lagi, mata kita telah menjadi daging, mereka (ruh) tidak dapat melihat seperti sebelumnya. Apa yang terjadi pada tubuh kita saat ini tak sebanding ketika kita tinggal di taman surga?"
Setelah itu, Adam tidak ingin memasuki gua dan juga berniat tidak akan pernah ingin memasukinya. Tetapi dia tunduk pada perintah Allah dan berkata pada dirinya sendiri: "Jika aku tidak memasuki gua, aku akan kembali menjadi pelanggar hukum."

Kemudian Adam dan Hawa memasuki gua dan berdiri seraya berdoa dalam bahasa mereka sendiri, tidak diketahui, tapi mereka memahaminya dengan baik. Dan saat mereka berdoa, Adam membuka matanya dan melihat batu dan atap gua yang menutupi atasnya, hal ini mencegahnya melihat surga atau makhluk Allah, dia menangis dan memukul dadanya dengan keras sampai jatuh, dan mati (pingsan). Dan Hawa duduk menangis karena dirinya yakin bahwa Adam sudah mati, lalu di bangkit dan merentangkan tangannya kepada Allah, memohon kepada-Nya atas rahmat dan belas kasihan: 
"Ya Allah, ampunilah aku atas dosaku, dosa yang aku lakukan, dan tidak ingat terhadap Mu. Sebab aku sendiri menyebabkan hambamu keluar dari taman surga ke negeri terkutuk ini, dari cahaya kedalam kegelapan, dan dari rumah sukacita ke dalam penjara ini. Ya Allah, lihatlah hamba-Mu yang jatuh dengan cara ini, dan membawanya kembali ke kehidupan, bahwa dia mungkin menangis dan bertobat atas perbuatannya yang tidak dilakukannya tetapi melalui diriku. Jangan mengambil jiwanya sekarang, tapi biarkan dia hidup, dia dapat berdiri setelah pertobatannya dan melakukan kehendak-Mu, seperti sebelum kematiannya. 
Tetapi jika Kau tidak membawanya kembali ke kehidupan, maka,.. Ya Allah, ambillah jiwaku, bahwa aku seperti dirinya dan aku tidak bisa hidup dalam penjara bawah tanah ini sendirian, karena aku tidak bisa berdiri sendiri di dunia ini, tapi dengan dirinya. Untuk Mu, ya Allah, yang menyebabkannya tertidur dan mengambil tulang dari sisinya, dan menjadikan daging darinya dengan kekuatan ilahi-Mu. Dan Kau menciptakanku dari tulang dan membuatku menjadi seorang wanita, terang sepertinya, dengan hati, akal, ucapan, dan berada didalam daging seperti dirinya. Dan Kau membuatku berwajah dan berpenampilan, dengan rahmat dan kekuasaan-Mu. 
Ya Tuhan,... aku dan dia adalah satu, dan Engkau, ya Tuhan,... adalah Pencipta kami, yang membuat kami berdua dalam satu hari. Oleh karena itu, ya Allah,.. berilah dia kehidupan, dia mungkin bersamaku di negeri aneh ini, sementara kami hidup didalamnya karena pelanggaran yang telah dilakukan. Tetapi jika Kau tidak memberinya kehidupan, kemudian mengambilku, bahkan aku seperti dirinya dimana kami berdua akan mati pada hari yang sama."
Hawa menangis sedih dan jatuh (pingsan) disisi Adam karena kesedihannya. Allah memandang mereka karena telah menghukum diri melalui kesedihan yang besar, tetapi Dia memutuskan untuk membesarkan hati dan menghibur keduanya. Dia mengirim Firman-Nya, bahwa mereka harus berdiri dan dibangkitkan segera, Dia berkata: 
"Kau melanggar kehendak kebebasanmu sendiri, sampai kau keluar dari taman surga dimana Aku telah menempatkanmu. Kalau saja kau tidak melanggar perintah-Ku dan menjaga hukum-Ku, dan tidak memakan buah dari pohon yang Aku larang untuk mendekat! Dan ada pohon buah-buahan di taman surga yang lebih baik dari yang satu itu. Tetapi manusia fasik tidak menjaga imannya dan Setan tidak berniat baik terhadap Aku, meskipun Aku telah menciptakannya, dia menganggap Aku sia-sia dan mencari Ketuhanan untuk dirinya sendiri. Untuk ini, Aku melemparkannya turun dari langit sehingga dia tidak bisa berada ditempat pertamanya, dialah yang membuat pohon itu tampak menyenangkan di matamu, sampai kau memakannya, dengan mempercayai kata-katanya. 
Jadi karena kau telah melanggar perintah-Ku, dan karena itu Aku membawamu kedalam semua kesedihan ini. Karena aku Tuhan Pencipta, yang ketika menciptakan makhluk-Ku, tidak bermaksud untuk menghancurkan mereka. Tapi setelah mereka membangkitkan kemarahan-Ku, aku menghukum mereka dengan wabah (hukuman) pedih sampai mereka bertobat. Tetapi jika sebaliknya, mereka masih terus bersikeras melanggarnya, mereka akan berada dibawah kutukan selamanya."

Seluruh Hewan Tunduk Kepada Adam, Kecuali Ular

Ketika Adam dan Hawa mendengar kata-kata ini dari Allah, mereka menangis, tetapi mereka memperkuat hati kepada Tuhan, karena mereka sekarang merasa bahwa Tuhan berada disisinya seperti seorang ayah dan ibu. Untuk alasan ini, mereka menangis di hadapan-Nya dan mencari rahmat dari-Nya. Kemudian Allah telah mengasihani mereka dan berkata: 
"Hai Adam, Aku telah membuat perjanjian-Ku denganmu, dan Aku tidak akan berpaling dari itu, tidak akan Ku-biarkan kau kembali ke taman surga sampai perjanjian-Ku tentang lima setengah hari terpenuhi."
Adam dan hawa, adam india

Kemudian Adam berkata kepada Allah; 
"Ya Tuhan, Engkau telah menciptakan kami dan membuat kami berada di taman itu, dan sebelum aku melanggar, Kau membuat semua hewan datang kepadaku, dimana aku harus memberi nama mereka. Rahmat-Mu kemudian datang kepadaku, dan aku memberi nama masing-masing sesuai dengan pikiran-Mu, dan Kau membuat mereka semua tunduk kepada-Ku.  
Tetapi sekarang,... ya Allah, bahwa aku telah melanggar perintah-Mu, semua hewan akan bangkit melawan dan akan memakanku dan Hawa, dan akan mengakhiri kehidupan kami di muka bumi. Karena itu aku mohon, ya Allah, karena Kau telah membuat kami keluar dari taman surga dan telah membuat kami berada di negeri asing, Kau tidak akan membiarkan hewan menyakiti kami."
Ketika Tuhan mendengar kata-kata ini dari Adam, Dia telah mengasihani-nya dan merasakan hewan di padang akan melahap keduanya. Kemudian Allah memerintahkan hewan di daratan dan burung-burung, semua yang bergerak di bumi untuk tunduk kepada Adam dan akrab dengannya, dan tidak kesulitan atau keberatan membawa/mengangkut Adam dan Hawa. Kemudian semua hewan memberi penghormatan kepada Adam sesuai dengan perintah Allah, kecuali ular.

Makam "Dewa Akhirat" dan Istri Firaun Ditemukan di Mesir

Dua makam kuno yang diyakini sebagai makam Dewa Osiris atau dikenal sebagai "dewa akhirat" dan makam istri Raja Firaun yang misterius ditemukan di dua lokasi yang berbeda di Mesir.
 
Makam "dewa akhirat" ditemukan dalam sebuah ruang bawah tanah di lokasi makam kuno di Al-Gorna, sebelah barat Luxor. Menteri Purbakala Mesir, Mamdouh Eldamaty, kepada Al Ahram, memuji penemuan penting itu.
 


Dewa Osiris dalam kepercayaan masyarakat Mesir Kuno dikenal sebagai "dewa akhirat dan neraka".
 
Sementara itu, makam ratu Mesir kuno yang diyakini istri Raja Firaun Neferefre, belum diketahui nama aslinya. Dia merupakan istri raja Firaun Neferefre yang memerintah sekitar 4.500 tahun yang lalu.
 
Berbeda dengan makam Dewa Osiris, makam istri Firaun ditemukan di Abu Sir, sebuah makam Kerajaan Kuno, tak jauh dari Kairo. Beberapa bangunan Piramida yang tersohor itu diyakini juga didedikasikan untuk Raja Firaun dari Dinasti Kelima, termasuk Neferefre.
 
Menteri Eldamaty, dalam sebuah pernyataan mengatakan, nama asli istri Raja Firaun Neferefre belum diketahui. Namun, ada dugaan nama istri Firaun itu adalah Khentakawess."Untuk pertama kalinya kami telah menemukan nama ratu ini telah diketahui sebelum penemuan makamnya," kata Eldamaty.
 
Ratu itu dikenal sebagai Khentakawess III. Nama dan jabatan dari sosok yang ada dalam makam kuno, lanjut dia, biasanya tertulis di dinding bagian dalam makam.
 
"Penemuan ini akan membantu kita menjelaskan aspek-aspek tertentu yang tidak diketahui dari Dinasti Kelima, yang (ditemukan) bersamaan dengan temuan dari Dinasti Keempat, yang menyaksikan pembangunan Piramida pertama," lanjut dia.
 
Miroslav Barta, Kepala Institut Egyptology, kelompok misi penemuan makam kuno Mesir, mengatakan makam itu ditemukan di kompleks pemakaman Neferefre . "Ini membuat kita percaya bahwa ratu itu adalah istrinya,"

Jan 7, 2015

Natal

Sejarah

Perayaan Natal baru dimulai pada sekitar tahun 200 M di Aleksandria (Mesir). Para teolog Mesir menunjuk tanggal 20 Mei tetapi ada pula pada 19 atau 20 April. Di tempat-tempat lain perayaan dilakukan pada tangal 5 atau 6 Januari; ada pula pada bulan Desember. Perayaan pada tanggal 25 Desember dimulai pada tahun 221 oleh Sextus Julius Africanus, dan baru diterima secara luas pada abad ke-5. Ada berbagai perayaan keagamaan dalam masyarakat non-Kristen pada bulan Desember. Dewasa ini umum diterima bahwa perayaan Natal pada tanggal 25 Desember adalah penerimaan ke dalam gereja tradisi perayaan non-Kristen terhadap (dewa) matahari: Solar Invicti (Surya tak Terkalahkan), dengan menegaskan bahwa Yesus Kristus adalah Sang Surya Agung itu sesuai berita Alkitab

Sejarah budaya Natal

Natal (dari bahasa Portugis yang berarti "kelahiran") adalah hari raya umat Kristen yang diperingati setiap tahun oleh umat Kristiani pada tanggal 25 Desember untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Natal dirayakan dalam kebaktian malam pada tanggal 24 Desember; dan kebaktian pagi tanggal 25 Desember. Beberapa gereja Ortodoks merayakan Natal pada tanggal 6 Januari .

Dalam tradisi barat, peringatan Natal juga mengandung aspek non-agamawi. Beberapa tradisi Natal yang berasal dari Barat antara lain adalah pohon Natal, kartu Natal, bertukar hadiah antara teman dan anggota keluarga serta kisah tentang Santa Klaus atau Sinterklas.

Kata "natal" berasal dari ungkapan bahasa Latin Dies Natalis (Hari Lahir). Dahulu juga dipakai istilah Melayu-Arab Maulid atau Milad. Pada negara-negara yang berbahasa Arab, hari raya ini disebut dengan Idul Milad. Dalam bahasa Inggris perayaan Natal disebut Christmas, dari istilah Inggris kuno Cristes Maesse (1038) atau Cristes-messe (1131), yang berarti Misa Kristus. Christmas biasa pula ditulis Χ'mas, suatu penyingkatan yang cocok dengan tradisi Kristen, karena huruf X dalam bahasa Yunani merupakan singkatan dari Kristus atau dalam bahasa Yunani Chi-Rho.

Asal Kata

Kata Christmas (Hari Natal) berasal dari kata Cristes maesse, frase dalam bahasa Inggris yang berarti Mass of Christ (Misa Kristus). Kadang-kadang kata Christmas disingkat menjadi Xmas. Tradisi ini diawali oleh Gereja Kristen terdahulu. Dalam bahasa Yunani, X adalah kata pertama dalam nama Kristus (Christos). Huruf ini sering digunakan sebagai simbol suci. Natal adalah hari raya umat Kristiani untuk memperingati hari kelahiran Yesus Kristus. Tidak ada yang tahu tanggal berapa tepatnya hari lahir Kristus, namun kebanyakan orang Kristen memperingati Hari Natal pada tanggal 25 Desember. Pada hari itu, banyak yang pergi ke gereja untuk mengikuti perayaan keagamaan khusus. Selama masa Natal, mereka bertukar kado dan menghiasi rumah mereka dengan daun holly, mistletoe, dan pohon Natal. Perayaan Natal pada setiap negara dirayakan dengan kemeriahan yang berbeda.

Asal-mula peringatan Natal

Peringatan hari kelahiran Yesus tidak pernah menjadi perintah Kristus untuk dilakukan. Cerita dari Perjanjian Baru tidak pernah menyebutkan adanya perayaan hari kelahiran Yesus dilakukan oleh gereja awal. Klemens dari Aleksandria mengejek orang orang yang berusaha menghitung dan menentukan hari kelahiran Yesus. Dalam abad abad pertama hidup kerohanian anggota anggota jemaat lebih diarahkan kepada kebangkitan Yesus. Natal tidak mendapat perhatian. Perayaan hari ulang tahun umumnya terutama oleh Origenes dianggap sebagai suatu kebiasaan kafir orang orang seperti Firaun dan Herodes yang merayakan hari ulang tahun mereka. Orang Kristen tidak berbuat demikian orang Kristen merayakan hari kematiannya sebagai hari ulang tahunnya.

Tetapi di sebelah Timur orang telah sejak dahulu memikirkan mukjizat pemunculan Allah dalam rupa manusia. Menurut tulisan tulisan lama suatu sekte Kristen di Mesir telah merayakan "pesta Epifania" (pesta Pemunculan Tuhan) pada tanggal 4 Januari. Tetapi yang dimaksudkan oleh sekte ini dengan pesta Epifania ialah munculnya Yesus sebagai Anak Allah  yaitu pada waktu Ia dibaptis di sungai Yordan. Gereja sebagai keseluruhan bukan saja menganggap baptisan Yesus sebagai Epifania, tetapi terutama kelahiran-Nya di dunia. Sesuai dengan anggapan ini Gereja Timur merayakan pesta Epifania pada tanggal 6 Januari sebagai pesta kelahiran dan pesta baptisan Yesus.

Perayaan kedua pesta ini berlangsung pada tanggal 5 Januari malam (menjelang tanggal 6 Januari) dengan suatu tata ibadah yang indah, yang terdiri dari Pembacaan Alkitab dan puji pujian. Ephraim dari Syria menganggap Epifania sebagai pesta yang paling indah. Ia katakan: "Malam perayaan Epifania ialah malam yang membawa damai sejahtera dalam dunia. Siapakah yang mau tidur pada malam, ketika seluruh dunia sedang berjaga jaga?" Pada malam perayaan Epifania semua gedung gereja dihiasi dengan karangan bunga. Pesta ini khususnya dirayakan dengan gembira di gua Betlehem, tempat Yesus dilahirkan.

Tradisi

Banyak tradisi perayaan Natal di barat yang merupakan pengembangan kemudian dengan menyerap unsur berbagai kebudayaan. Pohon natal di gereja atau di rumah-rumah mungkin berhubungan dengan tradisi Mesir, atau Ibrani kuno. Ada pula yang menghubungkannya dengan pohon khusus di taman Eden (lihat Kejadian 2:9). Tetapi dalam kehidupan pra-Kristen Eropa memang ada tradisi menghias pohon dan menempatkannya dalam rumah pada perayaan tertentu. Tradisi "Pohon Terang" modern berkembang dari Jerman pada abad ke-18.

Terdapat pula tradisi mengirim Kartu Natal, yang dimulai pada tahun 1843 oleh John Callcott Horsley dari Inggris. Biasanya dengan gambar yang berhubungan dengan kisah kelahiran Yesus Kristus dan disertai tulisan: Selamat Hari Natal dan Tahun Baru. Dewasa ini orang memakai teknologi informasi (email) berkirim kartu Natal elektronik.

Juga dalam rangka perayaan Natal dikenal di Indonesia tradisi Sinterklaas, yang berasal dari Belanda. Tradisi yang dirayakan pada tanggal 6 Desember ini, berhubungan dengan St. Claus (Santa Nikolas), seorang tokoh legenda, yang mengunjungi rumah anak-anak pada malam dengan kereta salju terbang ditarik beberapa ekor rusa kutub membagi-bagi hadiah. Dalam dunia modern, perayaan Natal secara sekuler lebih menekankan aspek saling memberi hadiah Natal, sehingga ada yang beranggapan Santa Nikolas makin lebih penting daripada Yesus Kristus. Dalam tradisi Sinterklass Belanda – tokoh yang digambarkan oleh suatu iklan minuman Amerika sejak tahun 1931 sebagai seorang tua gendut, bercambang putih dan berpakain merah dengan sepatu bot, ikat pinggang hitam, dan topi runcing lembut ini – menjadi bagian dari acara keluarga (untuk mendisiplin anak-anak) dengan mengunjungi rumah-rumah disertai pembantu berkulit hitam (Zwarte Pit) yang memikul karung berisi hadiah untuk anak yang baik; tetapi karung itu juga tempat anak-anak nakal dimasukkan untuk dibawa pergi. Yang sering kita lihat juga Natal dimeriahkan dengan banyak cahaya lampu berkelap-kelip. Selain untuk menambah semarak perayaan, ini juga memiliki pemahaman cahaya yang ada, maksudnya adalah Kristus akan mengusir kuasa kegelapan.

Berbeda dengan tradisi perayaan Natal di barat, perayaan Natal ritus timur banyak mengandung aspek rohani seperti puasa, bermazmur, membaca Alkitab, dan puji-pujian. Di Gereja-gereja Arab, boleh dibilang tidak ada perayaan Natal tanpa didahului puasa. Gereja Ortodoks Syria melakukan persiapan Natal dengan berpuasa selama 10 hari. Sementara di Gereja Ortodoks Koptik puasanya lebih lama lagi, yaitu sejak minggu terakhir November. Jadi, sekitar 40 hari. Waktu iftar (buka puasa) pada tanggal 7 Januari pagi. Puasa pra-Natal ini disebut dengan puasa kecil (Shaum el-Shagir). Meskipun agak berbeda dalam tradisi, secara prinsip cara ini tidak jauh berbeda dengan cara berpuasa Gereja-gereja Orthodoks lain.

Makna Lilin Dalam Natal

Dalam masa Natal, Lilin menggambarkan atau memberikan gambaran tentang Kristus. Kristus dilambangkan sebagai terang bagi dunia yang gelap. Di dalam Alkitabpun tertulis tentang terang, di dalam Perjanjian Lama,Yesaya 9 : 1-6, "terang yang besar", sedangkan di dalam Perjanjian Baru, Yohanes 1 : 1-18," terang manusia".

Bukan hanya di dalam peribadahan saja, di rumah-rumah dan di toko-toko kerap di hias dengan lampu-lampu yang kelap-kelip, hal ini muncul sejak zaman patristik sebagai gambaran akan terang yang mengalahkan kegelapan. Penggunaan lilin dan lampu-lampu kelap-kelip merupakan pengaruh dari pesta cahaya Yahudi atau Hanukah. Hari raya Hanukkah dirayakan sekitar masa Adven dan Natal, dan terkadang sering diplesetkan dengan istilah Natal Yahudi.

Kelahiran Yesus Menurut Bibel

Kisah kelahiran Yesus Kristus dicatat di dalam dua Injil kanonik, Matius dan Lukas. Kedua Injil tersebut menggambarkan Yesus lahir di Betlehem, di Yudea, oleh seorang perawan, yaitu Maria.

Masing-masing penulis menceritakan kejadian yang sama dengan sudut pandang yang berbeda. Rasul Matius yang adalah seorang pemungut pajak menceritakan perihal kedatangan malaikat, orang majus, dan gembala domba yang menyembah bayi Yesus di palungan. Lukas yang adalah seorang dokter menceritakan kisah ini dengan lebih detail, lebih kronologis, dan secara lebih formal. Di bukunya tidak diceritakan tentang orang majus, tetapi ia mengisahkan kelahiran bayi Yohanes Pembaptis yang terjadi beberapa bulan sebelum kelahiran Yesus, lengkap dengan penampakan malaikat kepada orang tua Yohanes Pembaptis.

Kedua penulis juga memberikan silsilah Yesus Kristus. Matius, yang target pembacanya adalah bangsa Yahudi, ia menitikberatkan pribadi Yesus sebagai Raja, Mesias keturunan raja Israel yang ditunggu-tunggu oleh kaum Yahudi, oleh sebab itu silsilahnya dimulai dari Abraham, bapa orang Yahudi. Pun tulisan-tulisannya penuh dengan simbol-simbol dan pemenuhan nubuatan-nubuatan nabi zaman dulu yang mengatakan bahwa Mesias akan terbit dari keturunan Daud. Ditulis dalam silsilah Yesus ada 14 keturunan dari Abraham hingga raja Daud, 14 keturunan dari Daud hingga masa pembuangan ke Babel, 14 keturunan dari masa pembuangan hingga Yesus.

Lukas, yang target pembacanya adalah bangsa bukan Yahudi, ia menitikberatkan pribadi Yesus sebagai Anak Manusia dan Anak Allah, Allah semua bangsa, bukan hanya bagi orang Yahudi. Oleh sebab itu silsilahnya dimulai dari Adam, bapa semua umat manusia, bahkan hingga kepada Allah, bapa Adam, pencipta seluruh manusia. Sebagai salah satu pengikut Paulus, Lukas juga mungkin pada saat menulis ini memikirkan Yesus sebagai Adam baru/Adam kedua  (Roma 5:12)

Pemberitahuan tentang kelahiran

Perjanjian Lama

Yesaya 7:14: Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda (=yang belum menikah) mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Penggenapan: Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita.(Matius 1:22-23)

Yesaya 60:6 : Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.

Penggenapan: Kedatangan orang-orang majus dari Timur mencari bayi Yesus dengan rombongan unta-unta serta membawa emas dan kemenyan.(Matius 2:1-12)

mikha 5:2-3 : Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.

Penggenapan: Yesus lahir di Betlehem, Yudea.(Matius 2:1 ), lalu anak-anak lain (saudara-saudara selebihnya) akan dibunuh.(Matius 2:16)

Mikha 4:8 : Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba (bahasa Ibrani: migdal-eder; bahasa Inggris: tower of the flock), hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem.

Penggenapan: Yesus lahir di suatu kandang domba di Betlehem. (Lukas 2:7,12) Ada pendapat bahwa tempatnya adalah di Menara Kawanan Domba (Migdal Eder).

Perjanjian Baru

Kepada Maria

Dalam bulan yang keenam kehamilan Yohanes Pembaptis, putra dari imam Zakharia dan istrinya, Elisabet, Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.(Lukas 1:26 )
Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam (bahasa Latin: Ave), hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."

Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi bahasa Ibrani: El'elyon akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Lukas 1:26-38)

Kepada Elisabet

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.(Lukas 1:39-45
Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
Lalu Maria mengucapkan nyanyian pujiannya (bahasa Latin: magnificat): "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia, ..."
Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Kepada Yusuf

Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi.
Malaikat itu berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."
Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.(Matius 1:18-25)

Kepada Simeon

Kepada Simeon telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. (Lukas 2:26 )

Waktu Kelahiran

Pada zaman Herodes, raja Yudea (Matius 2:1 ); Lukas 1:5 (lahir 73/74 SM, menjadi raja mulai 37 SM, mati 4 SM di Yerikho)

Pada zaman Kaisar Agustus (Lukas 2:1 . Gaius Julius Caesar Augustus (lahir 23 September 63 SM, mati 19 Agustus 14 M), raja Romawi. Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia masing-masing di kotanya sendiri (Lukas 2:1-3, pada tahun 2 SM.

Sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria (Lukas 2:2 ).  Ada pendaftaran yang dilakukan Kirenius pada tahun 6 M, pada zaman Arkelaus menjadi raja (bahasa Yunani: ethnarch) Yudea.
Penempatan di dalam rahim Maria terjadi dalam bulan yang keenam kehamilan Yohanes Pembaptis (Lukas 1:26 ). Berarti sekitar enam bulan setelah imam Zakharia dari rombongan Abia, melakukan tugasnya di Bait Allah. (Lukas 1:5) Rombongan Abia adalah kelompok ke-8 dari 24 kelompok imam yang bergiliran melakukan tugas di Bait Allah (1 Tawarikh 24:7-18. Ada pakar yang berpendapat giliran ini biasanya jatuh pada awal bulan Sivan dalam kalender Yahudi atau sekitar bulan Juni kalender Masehi. Berdasarkan informasi ini, pembuahan (bahasa Inggris: conception) Yesus terjadi sekitar bulan Desember. Ada sejumlah naskah kuno yang mencatat bahwa Yesus ditempatkan di rahim Maria tanggal 25 Desember.
Pada suatu hari raya besar Yahudi, karena tidak ada tempat bagi Yusuf dan Maria di rumah penginapan. (Lukas 2:7 )
Bila diperhitungkan dengan adanya kisah pembantaian bayi bayi berusia 2 tahun ke bawah pada akhir masa pemerintahan Herodes (4 SM), maka kelahiran Yesus terjadi sekitar tahun 6 SM.

Tempat Kelahiran

Betlehem di tanah Yudea (Matius 2:1)
Suatu kandang domba, kemungkinan Menara Kawanan Domba (bahasa Ibrani: Migdal-Eder; bahasa Inggris: Tower of the Flock) sesuai nubuat nabi Mikha (Mikha 4:8).

Menara ini adalah suatu tempat khusus untuk mengurung domba-domba yang kelak akan dipilih menjadi korban di Bait Allah di Yerusalem. Hieronimus mencatat letaknya 1000 langkah (1,6 kilometer atau 1 mil) dari Yerusalem. Menara Eder adalah bangunan bertingkat. Imam-imam dari Yerusalem akan datang memeriksa domba-domba yang tidak bercacat. Domba jantan untuk korban bakaran, domba betina untuk korban pendamaian. Rabbi Yehuda berkata, domba jantan yang didapati 30 hari sebelum Paskah Yahudi dapat digunakan sebagai "domba Paskah". Dalam masa perkabungan meninggalnya Rahel, Yakub memasang kemahnya dan memelihara dombanya di seberang Migdal-Eder.(Kejadian 35:21). Kelak "domba Allah" akan dilahirkan sebagai penghapus dosa Yakub di menara ini.

Kelahiran Yesus Menurut Bibel

Kisah kelahiran Yesus Kristus dicatat di dalam dua Injil kanonik, Matius dan Lukas. Kedua Injil tersebut menggambarkan Yesus lahir di Betlehem, di Yudea, oleh seorang perawan, yaitu Maria.

Masing-masing penulis menceritakan kejadian yang sama dengan sudut pandang yang berbeda. Rasul Matius yang adalah seorang pemungut pajak menceritakan perihal kedatangan malaikat, orang majus, dan gembala domba yang menyembah bayi Yesus di palungan. Lukas yang adalah seorang dokter menceritakan kisah ini dengan lebih detail, lebih kronologis, dan secara lebih formal. Di bukunya tidak diceritakan tentang orang majus, tetapi ia mengisahkan kelahiran bayi Yohanes Pembaptis yang terjadi beberapa bulan sebelum kelahiran Yesus, lengkap dengan penampakan malaikat kepada orang tua Yohanes Pembaptis.

Kedua penulis juga memberikan silsilah Yesus Kristus. Matius, yang target pembacanya adalah bangsa Yahudi, ia menitikberatkan pribadi Yesus sebagai Raja, Mesias keturunan raja Israel yang ditunggu-tunggu oleh kaum Yahudi, oleh sebab itu silsilahnya dimulai dari Abraham, bapa orang Yahudi. Pun tulisan-tulisannya penuh dengan simbol-simbol dan pemenuhan nubuatan-nubuatan nabi zaman dulu yang mengatakan bahwa Mesias akan terbit dari keturunan Daud. Ditulis dalam silsilah Yesus ada 14 keturunan dari Abraham hingga raja Daud, 14 keturunan dari Daud hingga masa pembuangan ke Babel, 14 keturunan dari masa pembuangan hingga Yesus.

Lukas, yang target pembacanya adalah bangsa bukan Yahudi, ia menitikberatkan pribadi Yesus sebagai Anak Manusia dan Anak Allah, Allah semua bangsa, bukan hanya bagi orang Yahudi. Oleh sebab itu silsilahnya dimulai dari Adam, bapa semua umat manusia, bahkan hingga kepada Allah, bapa Adam, pencipta seluruh manusia. Sebagai salah satu pengikut Paulus, Lukas juga mungkin pada saat menulis ini memikirkan Yesus sebagai Adam baru/Adam kedua (bnd. Roma 5:12)

Pemberitahuan tentang kelahiran

Perjanjian Lama

Kitab Yesaya

Yesaya 7:14: Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda (=yang belum menikah) mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Penggenapan: Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel"  yang berarti: Allah menyertai kita.(Matius 1:22-23)

Yesaya 60:6: Sejumlah besar unta akan menutupi daerahmu, unta-unta muda dari Midian dan Efa. Mereka semua akan datang dari Syeba, akan membawa emas dan kemenyan, serta memberitakan perbuatan masyhur TUHAN.

Penggenapan: Kedatangan orang-orang majus dari Timur mencari bayi Yesus dengan rombongan unta-unta serta membawa emas dan kemenyan.(Matius 2:1-12

Kitab Mikha

mikha 5:2-3: Tetapi engkau, hai Betlehem Efrata, hai yang terkecil di antara kaum-kaum Yehuda, dari padamu akan bangkit bagi-Ku seorang yang akan memerintah Israel, yang permulaannya sudah sejak purbakala, sejak dahulu kala. Sebab itu ia akan membiarkan mereka sampai waktu perempuan yang akan melahirkan telah melahirkan; lalu selebihnya dari saudara-saudaranya akan kembali kepada orang Israel.

Penggenapan: Yesus lahir di Betlehem, Yudea.(Matius 2:1 , Lukas 2:4 ), lalu anak-anak lain (saudara-saudara selebihnya) akan dibunuh.(Matius 2:16)

Mikha 4:8 : Dan engkau, hai Menara Kawanan Domba (bahasa Ibrani: migdal-eder; bahasa Inggris: tower of the flock), hai Bukit puteri Sion, kepadamu akan datang dan akan kembali pemerintahan yang dahulu, kerajaan atas puteri Yerusalem.

Penggenapan: Yesus lahir di suatu kandang domba di Betlehem. (Lukas 2:7,12 )Ada pendapat bahwa tempatnya adalah di Menara Kawanan Domba (Migdal Eder).

Perjanjian Baru

Kepada Maria

Dalam bulan yang keenam kehamilan Yohanes Pembaptis, putra dari imam Zakharia dan istrinya, Elisabet, Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.(Lukas 1:26 )

Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: "Salam (bahasa Latin: Ave), hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau."

Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.
Kata malaikat itu kepadanya: "Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan."

Kata Maria kepada malaikat itu: "Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?"
Jawab malaikat itu kepadanya: "Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi bahasa Ibrani: El'elyon akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah. Dan sesungguhnya, Elisabet, sanakmu itu, iapun sedang mengandung seorang anak laki-laki pada hari tuanya dan inilah bulan yang keenam bagi dia, yang disebut mandul itu. Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil."
Kata Maria: "Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu." Lalu malaikat itu meninggalkan dia. (Lukas 1:26-38 )

Kepada Elisabet

Beberapa waktu kemudian berangkatlah Maria dan langsung berjalan ke pegunungan menuju sebuah kota di Yehuda.(Lukas 1:39-45)

Di situ ia masuk ke rumah Zakharia dan memberi salam kepada Elisabet.
Lalu Maria mengucapkan nyanyian pujiannya (bahasa Latin: magnificat): "Jiwaku memuliakan Tuhan, dan hatiku bergembira karena Allah, Juruselamatku, sebab Ia telah memperhatikan kerendahan hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai dari sekarang segala keturunan akan menyebut aku berbahagia," (selengkapnya: Lukas 1:46-56)

Maria tinggal kira-kira tiga bulan lamanya bersama dengan Elisabet, lalu pulang kembali ke rumahnya.

Kepada Yusuf

Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri. Karena Yusuf suaminya, seorang yang tulus hati dan tidak mau mencemarkan nama isterinya di muka umum, ia bermaksud menceraikannya dengan diam-diam. Tetapi ketika ia mempertimbangkan maksud itu, malaikat Tuhan nampak kepadanya dalam mimpi.

Malaikat itu berkata: "Yusuf, anak Daud, janganlah engkau takut mengambil Maria sebagai isterimu, sebab anak yang di dalam kandungannya adalah dari Roh Kudus. Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka."

Sesudah bangun dari tidurnya, Yusuf berbuat seperti yang diperintahkan malaikat Tuhan itu kepadanya. Ia mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus.(Matius 1:18-25)

Kepada Simeon

Kepada Simeon telah dinyatakan oleh Roh Kudus, bahwa ia tidak akan mati sebelum ia melihat Mesias, yaitu Dia yang diurapi Tuhan. (Lukas 2:26)

Waktu Kelahiran

Pada zaman Herodes, raja Yudea (Matius 2:1; Lukas 1:5 (lahir 73/74 SM, menjadi raja mulai 37 SM, mati 4 SM di Yerikho)
Pada zaman Kaisar Agustus (Lukas 2:1. Gaius Julius Caesar Augustus (lahir 23 September 63 SM, mati 19 Agustus 14 M), raja Romawi. Kaisar Agustus mengeluarkan suatu perintah, menyuruh mendaftarkan semua orang di seluruh dunia masing-masing di kotanya sendiri (Lukas 2:1-3 , pada tahun 2 SM.

Sewaktu Kirenius menjadi wali negeri di Siria (Lukas 2:2 . [Publius Sulpicius Quirinius (bahasa Yunani: Κυρήνιος Kyrenios atau Cyrenius, lahir ~51 SM, mati 21 M)] Ada pendaftaran yang dilakukan Kirenius pada tahun 6 M, pada zaman Arkelaus menjadi raja (bahasa Yunani: ethnarch) Yudea.

Penempatan di dalam rahim Maria terjadi dalam bulan yang keenam kehamilan Yohanes Pembaptis (Lukas 1:26 . Berarti sekitar enam bulan setelah imam Zakharia dari rombongan Abia, melakukan tugasnya di Bait Allah. (Lukas 1:5 Rombongan Abia adalah kelompok ke-8 dari 24 kelompok imam yang bergiliran melakukan tugas di Bait Allah (1 Tawarikh 24:7-18. Ada pakar yang berpendapat giliran ini biasanya jatuh pada awal bulan Sivan dalam kalender Yahudi atau sekitar bulan Juni kalender Masehi. Berdasarkan informasi ini, pembuahan (bahasa Inggris: conception) Yesus terjadi sekitar bulan Desember. Ada sejumlah naskah kuno yang mencatat bahwa Yesus ditempatkan di rahim Maria tanggal 25 Desember.
Pada suatu hari raya besar Yahudi, karena tidak ada tempat bagi Yusuf dan Maria di rumah penginapan. (Lukas 2:7)
Bila diperhitungkan dengan adanya kisah pembantaian bayi bayi berusia 2 tahun ke bawah pada akhir masa pemerintahan Herodes (4 SM), maka kelahiran Yesus terjadi sekitar tahun 6 SM.

Tempat Kelahiran

Betlehem di tanah Yudea (Matius 2:1); Lukas 2:4 ) sesuai nubuat nabi Mikha (Mikha 5:2-3
Suatu kandang domba, kemungkinan Menara Kawanan Domba (bahasa Ibrani: Migdal-Eder; bahasa Inggris: Tower of the Flock) sesuai nubuat nabi Mikha (Mikha 4:8).

Menara ini adalah suatu tempat khusus untuk mengurung domba-domba yang kelak akan dipilih menjadi korban di Bait Allah di Yerusalem. Hieronimus mencatat letaknya 1000 langkah (1,6 kilometer atau 1 mil) dari Yerusalem. Menara Eder adalah bangunan bertingkat. Imam-imam dari Yerusalem akan datang memeriksa domba-domba yang tidak bercacat. Domba jantan untuk korban bakaran, domba betina untuk korban pendamaian. Rabbi Yehuda berkata, domba jantan yang didapati 30 hari sebelum Paskah Yahudi dapat digunakan sebagai "domba Paskah". Dalam masa perkabungan meninggalnya Rahel, Yakub memasang kemahnya dan memelihara dombanya di seberang Migdal-Eder.(Kejadian 35:21. Kelak "domba Allah" akan dilahirkan sebagai penghapus dosa Yakub di menara ini.

Israel Temukan Kembali Kota Kuno

Kota kuno tersebut diperkirakan sudah ada sejak abad ke-14 SM, letaknya berada di bawah situs kuno Gezer yang lebih dahulu terkenal. Di Israel, Arkeolog Temukan Kembali Kota Kuno yang diperkirakan lebih tua dari kota Gezer, Israel.



Sebuah kota kuno diklaim telah ditemukan oleh sekelompok arkeolog di Israel baru-baru ini. Kota kuno tersebut diperkirakan sudah ada sejak abad ke-14 SM, letaknya berada di bawah situs kuno Gezer yang lebih dahulu terkenal.

Gezer sendiri merupakan situs penting sejak zaman perunggu, karena letaknya yang strategis yang merupakan jalur perdagangan lintas Mesir, Suriah, Mesopotamia, dan Anatolia. Kota ini adalah salah satu bagin penting dari kota kuno Kanaan.

Sedikit menyinggung Gezer. Kota ini sudah ada sejak ribuan tahun yang lalu. Dalam Al-Kitab disebutkan bahwa kota ini merupakan hadiah yang diberikan oleh Fir'aun Mesir kepada Raja Salomo (Sulaiman). Orang-orang Kanaan, Mesir, dan Asyura, diperkirakan telah berdiam di kota ini sejak lama.

Lebih tua dari Gezer

Sejatinya, situs kota kuno sudah digali sejak satu abad yang lalu. Dari beberapa penemuan pentingnya antara lain sebuah terowongan air yang berasal dari abad ke-10 sampai ke-8 SM.

Tapi penemuan kali ini, yang dilakukan oleh Samuel Wolff dan Steven Ortiz dari Israel Antiquities Authority, dianggap yang paling penting. Angka tahun yang ditemukan juga jauh lebih tua dari Gezer, yaitu abad ke-14 SM. Itu tandanya, kota kuno temuan terbaru tersebut jauh lebih tua dari Gezer.

Beberapa peralatan yang ditemukan dalam situs itu semakin menyakinkan bahwa itu adalah kota kuno yang dimaksud, salah satunya adalah jimat Raja Amenhotep III yaitu kumbang.

"Sebenarnya tidak mengherankan, kota setenar Kanaan, yang termaktub dalam sejarah panjang Kerajaan Suci Israel dan Yahudi, memiliki sejarah yang lebih tua dan memainkan peranan penting dalam perkembangan politik masa lampau," ujar Andrew Vaughn, seorang sarjana Alkitab dan direktur eksekutif di American Schools of Oriental Research.

Seperti pernyataan Vaughn, kota ini diprediksi pernah berjaya di masa emasnya. Tapi sayang, kerajaan ini tak kuasa menahan Romawi yang adidaya, lantas menguburnya dalam timbunan sejarah peradaban dunia.