Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Nov 15, 2014

Sulfat Danau Matano, Ungkap Biosfer Laut 2,5 M Tahun Lalu

Lautan di zaman kuno sangat keras bagi kehidupan, dimana konsentrasi sulfat jauh lebih rendah daripada saat ini. Sulfat, dalam pengetahuan dianggap sebagai nutrisi biologis yang sangat menentukan kelangsungan hidup fauna laut. Studi ini dikerjakan oleh sekelompok ilmuwan berdasarkan sampel yang diambil dari Danau Matano di Sulawesi Selatan, Indonesia.

Penelitian kadar sulfat di Danau Matano mengungkap kisah baru biosfer di awal terbentuknya Bumi dan kehidupan primitif lautan di Bumi, periode Arkean Eon sekitar 2,5 miliar tahun lalu. Setidaknya, organisme membutuhkan sulfur sebagai nutrisi dan memainkan peran utama dalam mengatur kimia atmosfer serta iklim global. Ilmuwan yang terlibat diantaranya Sean Crowe, asisten profesor di Departments of Microbiology and Immunology, and Earth, Ocean and Atmospheric Sciences, dari University of British Columbia. Hasil penemuan mereka dipublikasikan dalam jurnal Science edisi November 2014.

Penelitian Kadar Sulfat Danau Matano

Danau Matano berada di ujung selatan pulau Sulawesi, kota Sorowako, Kabupaten Luwu Timur. Danau ini memiliki kedalaman 600 meter, 382 meter diatas permukaan laut. Menurut ilmuwan, Danau Matano merupakan salah satu dari delapan danau terdalam di dunia dan yang terdalam di kawasan Asia Tenggara. Dalam studi geologi, Danau Matano bukan merupakan pembentukan dari beberapa anak sungai, tapi terbentuk dari ribuan mata air yang sangat jernih. Selain digunakan sebagai tempat wisata dan sumber daya alam, danau Matano juga dimanfaatkan sebagai pembangkit listrik tenaga air.

Para ilmuwan yang tergabung berasal dari UBC, University of Southern Denmark, Caltech, University of Minnesota Duluth, dan Universitas Maryland, mereka menggunakan teknik baru dan model komputer untuk mengkalibrasi jejak metabolisme bakteri belerang di Danau Matano, danau yang dianggap memiliki komposisi kimia mirip dengan lautan Bumi Awal. Mereka mengukur jejak kimia pada batuan yang lebih tua dari 2,5 miliar tahun, dan menemukan kadar sulfat 80 kali lebih rendah daripada komposisi lautan saat ini.

kadar sulfat, Danau Matano

Menurut Crowe, penelitian kadar sulfat di Danau Matano hanyalah sebagian kecil dari perkiraan sebelumnya, dan selama ribuan tahun tingkat kadar sulfat lebih rendah daripada saat ini. Dalam temuan tersebut, kadar sulfat diperkiran sangat buruk  dan kelangkaan sulfat akan membentuk sifat, aktivitas dan evolusi kehidupan awal di Bumi. Mungkin banyak makhluk hidup yang tak mampu bertahan hidup lama pada waktu itu.

Jejak seperti ini mungkin lebih sensitif, sehingga penyediaan alat untuk mencari metabolisme sulfur dalam sejarah bumi sangat dibutuhkan. Hal yang sama mungkin juga berlaku di planet lain seperti Mars.
Dalam penelitian sebelumnya telah disebutkan bahwa tingkat sulfat periode Arkean (Archean) berkisar 200 mikromolar, konsentrasi belerang cukup banyak tersedia untuk kelangsungan hidup di lautan Bumi Awal. Hasil penelitian kadar sulfat di Danau Matano menunjukkan kemungkinan kurang dari 2,5 mikromolar atau ribuan kali lebih rendah dari saat ini.

Dalam studi ini, para ilmuwan menggunakan pendekatan 'state-of-the-art mass spectrometric' yang dikembangkan California Institute of Technology untuk membuktikan bahwa mikroorganisme yang ter-fraksinasi isotop sulfur berada dalam konsentrasi yang lebih rendah daripada sebelumnya. Metabolisme sulfur mikroba meninggalkan jejak sejarah yang jelas, bahkan juga mendeteksi waktu ketika sulfat langka.

Sampel yang diambil dari Danau Matano menggunakan analog modern, dan menegaskan bahwa tingkat kadar sulfat sangat buruk bagi kehidupan lautan periode Arkean. Prof Sergei Katsev dari University of Minnesota Duluth mengatakan, bahwa penelitian tingkat kadar sulfat di Danau Matano tergolong unik dan justru memungkinkan ilmuwan menggunakan model numerik. 

Hal ini untuk merekonstruksi kimia lautan purba dengan data lebih lengkap dan belum pernah terjadi sebelumnya. Ilmuwan menggunakan data kalibrasi sulfat yang dapat dikembangkan untuk penelitian sejarah lautan di bumi. Mereka merekonstruksi konsentrasi air laut sulfat periode Arkean menggunakan model ini dan mengkompilasi dengan data isotop belerang yang diperoleh dari batuan sedimen periode Arkean.

Jejak kaki manusia Zaman Batu di Denmark

Ketika sepasang nelayan mengarungi air dingin di bagian selatan Laut Baltik sekitar 5.000 tahun lalu mungkin mereka tidak menyadari bahwa dasar laut di bawah kaki mereka merekam setiap gerakan mereka.

Namun kenyataannya memang demikian dan bukti yang hilang tentang perjalanan mencari ikan pada masa prasejarah tersebut ditemukan di Denmark.



Dua pasang jejak kaki manusia dan beberapa alat mencari ikan dari Zaman Batu baru-baru ini ditemukan di sebuah fyord--teluk kecil di antara tebing curam-- di Pulau Lolland.

Di sana, para arkeolog mengungkap jejak kaki dan pagar perangkap ikan, alat yang berasal dari sekitar tahun 3.000 SM.

Para arkeolog sebelumnya pernah menemukan pagar penangkap ikan, tapi jejak-jejak kaki sejenis itu merupakan jenis jejak kaki pertama yang ditemukan di Denmark menurut Terje Stafseth, arkeolog di Museum Lolland-Falster, yang membantu menggali jejak kaki kuno.

"Ini sungguh luar biasa, menemukan jejak kaki manusia," kata Stafseth seperti dilansir laman LiveScience.

"Biasanya, yang kita temukan sampah dalam bentuk alat atau gerabah, tapi di sini, kami tiba-tiba mendapat jejak yang benar-benar berbeda dari masa lalu, jejak kaki yang ditinggalkan manusia."

Selama lebih dari satu tahun Stafseth dan koleganya berpacu melawan waktu untuk mengumpulkan artefak dan objek sejarah lain dari masa lalu Denmark sebelum mereka menghilang selamanya.

Dalam waktu sekitar satu tahun ke depan, Fehmarn Belt Fixed Link, terowongan bawah air yang akan menghubungkan Lolland dengan Pulau Fehmarn di Jerman, dijadwalkan mulai dibangun.

Terowongan akan dibangun dengan beberapa fasilitas yang akan menutup fyord yang mengering, termasuk tempat jejak kaki dan alat memancing ikan ditemukan, kata Lars Ewald Jensen, manajer proyek Fehmarn Link di Museum Lolland-Falster.

Padahal tempat itu dan area di Lolland yang lain merupakan tempat yang bagus untuk mencari artefak karena area ini tidak selalu kering, kata Jensen kepada Live Science.

Kenyataannya fyord itu merupakan tempat aktivitas air orang-orang Zaman Batu seperti memancing atau melakukan upacara korban di laut, katanya.

Menurut Jansen, jejak kaki manusia Zaman Batu itu tampaknya terbentuk antara tahun 5.000 SM dan 2.000 SM. Ketika itu tinggi permukaan air Laut Baltik meningkat karena gletser di utara Eropa meleleh. Pada saat itu juga, orang-orang prasejarah menggunakannya sebagai tempat untuk mencari ikan di darat.

Individu-individu ini membangun jebakan yang disebut pagar perangkap ikan untuk menangkap sasaran mereka. Pagar kayu dibuat di area dengan luas beberapa kaki dan area itu barisan pagar panjang dipasang untuk memerangkap ikan.

Perangkap ditempatkan di perairan dangkal fyord, yang akan kebanjiran air jika gelombang datang, kata para arkeolog.

Ketika pencari ikan ingin memindahkan alat mereka, mereka akan mencabut bagian pagar dari dasar fyord yang seperti lempung dan membawa perangkat mereka ke lokasi yang baru.

"Yang sepertinya terjadi adalah bahwa pada titik tertentu mereka memindahkannya," kata Jensen.

"Di satu lokasi, ada jejak-jejak kaki pada masing-masing tempat, di mana seseorang berusaha memindahkannya dari dasar laut," tambah dia.

Para arkeolog mengatakan jejak-jejak kaki itu dibuat oleh dua orang karena satu pasang di antaranya lebih kecil dibandingkan dengan yang lain. Jansen mengatakan dia dan timnya sekarang sedang membuat cetakan datar dari jejak kaki itu untuk melestarikan tanda-tanda kehidupan kuno tersebut.

Nov 10, 2014

Misteri Kain Kafan Yesus

Radiasi neutron yang disebabkan gempa bumi pada tahun 33 Masehi menyebabkan kesalahan penanggalan radiokarbon pada kain kafan Yesus tahun 1988. Gempa bumi kuno pernah terjadi di Yerusalem dan telah menjadi tanda tanya besar yang meninggalkan radiasi pada kain kafan Turin.

Peneliti meyakini bahwa radiasi neutron disebabkan gempa bumi kuno sehingga menyebabkan gambaran sejarah berbeda tentang pemakaman Yesus. Analisis pada kain linen yang sempat dikenakannya mengakibatkan kesalahan prediksi penanggalan isotop karbon-14 pada tahun 1988. 

Kesalahan Penanggalan Kain Kafan Yesus

Kain kafan Turin merupakan kain linen yang bergambar seorang pria yang tampaknya telah mengalami trauma fisik secara konsisten dengan penyaliban. Tidak ada informasi tentang bagaimana gambar tersebut dibuat dan diyakini oleh beberapa orang sebagai kain kafan Yesus dari Nazaret, meskipun penanggalan radiokarbon sebelumnya telah menjelaskan asal usul dari periode abad pertengahan.

Gambar pada kain kafan Yesus lebih jelas dalam foto negatif daripada warna alami, citra negatif pertama kali diamati pada tahun 1898 oleh Secondo Pia yang diberi izin untuk mengambil gambar pada saat pameran di Katedral Turin. Asal usul kain ini masih merupakan perdebatan dikalangan teolog, salah satu studi ilmiah menyatakan kemungkinan adanya pemalsuan. Kemudian pada tahun 1988 penanggalan radiokarbon dilakukan pada laboratorium University of Oxford, University of Arizona dan Swiss Federal Institute of Technology. 

Mereka sependapat bahwa sampel kain kafan Yesus yang dianilisa dibuat pada abad pertengahan, antara tahun 1260 hingga 1390. Meskipun tes radiokarbon menunjukkan hasil yang tidak memungkinkan, menurut mantan editor Nature (Philip Ball) bahwa gambar pada kain kafan Turin suram, sifat gambar dan bagaimana hal itu bisa terjadi tetap sangat membingungkan.

Kain Kafan Turin, kain kafan yesus

Kain kafan Turin telah dikenal luas sejak pertama kali Secondo Pia mengambil foto bukti penyaliban pada tahun 1898. Menurut peneliti dan teolog, kain ini bisa membuktikan pemakaman Yesus dan menjelaskan bagaimana gambar misterius pada kain mungkin akan terjawab. Menurut penanggalan radiokarbon pada tahun 1988 kain kafan Turin berusia 728 tahun. Sementara peneliti lain berpendapat proses pemakaman Yesus mungkin jauh lebih lama dari hasil analisis.
Kain kafan Turin diduga terkena radiasi neutron, sebuah proses yang merupakan hasil dari fusi nuklir dimana neutron bebas terlepas dari atom, dan interaksinya dengan inti atom lain membentuk isotop radiokarbon baru.
Menurut para peneliti, tidak ada alasan fisik yang masuk akal untuk menjelaskan asal usul radiasi neutron tersebut. Tetapi tim peneliti Carpinteri melakukan serangkaian eksperimen mekanik dan kimia, hipotesis menyebutkan bahwa gelombang tekanan frekuensi tinggi yang dihasilkan kerak bumi selama gempa bumi merupakan sumber emisi neutron. 

Tentunya hal ini didasarkan pada penelitian reaksi fusi Peizonuclear yang bisa saja terpicu ketika batuan sangat rapuh hancur dibawah tekanan mesin. Dalam proses tersebut neutron dihasilkan tanpa emisi gamma, secara analog para peneliti berteori bahwa kenaikan fluks neutron dalam korespondensi aktivitas seismik menghasilkan reaksi yang sama.

Dari penelitian ini, para ilmuwan meyakini bahwa emisi neutron dari proses terjadinya gamma pada tahun 33 Masehi di Yerusalem berkekuatan 8,2 skala richter. Dan bisa saja cukup kuat untuk menyebabkan pencitraan neutron melalui interaksi dengan inti nitrogen. Hal ini bisa menciptakan gambar berbeda pada kain kafan Turin melalui citra radiasi, disisi lain bisa menaikkan tingkat isotop karbon-14 pada serat linen.

Nubuat Yerusalem Baru, 12 Suku Israel Bersatu Memimpin Dunia

Dalam Alkitab Ibrani, kitab Yehezkiel, disebutkan tentang nubuat Yerusalem Baru atau sebuah Kota dimana Yehuwa-Syammah akan muncul disana. Sebuah visi kenabian Yehezkiel dalam kota yang berpusat pada Bait Suci, Kuil Ketiga, yang akan didirikan di Yerusalem. Semua ini akan menjadi ibukota Kerajaan Mesianik, tempat pertemuan 12 suku Israel dan negara-negara dunia selama era Mesianik. Nubuat ini ditulis Yehezkiel, dia menerima visi pada Yom Kippur tahun 3372 (menurut kalender Yahudi). 

Istilah Yerusalem Baru disebutkan dua kali dalam Perjanjian Baru dan Kitab Wahyu. Dua bab terakhir Kitab Wahyu berkaitan dengan John Patmos tentang visi Yerusalem Baru. Menurut John, Yerusalem Baru merupakan emas murni bagaikan kaca bening dan cemerlang seperti batu yang sangat mahal, bagai batu jasper sejernih kristal. Jalanan kota terbuat dari emas murni bagaikan kaca bening. Dasar kota ini ditata alun-alun dan dikelilingi dinding yang terbuat dari jasper. 

Yohanes menulis bahwa dinding itu lebarnya 144 hasta, sekitar 65 atau 72 meter. Angka 12 sangat penting bagi orang Yahudi dan Kristen awal, mewakili 12 suku Israel dan 12 rasul Kristus, dimana 12 merupakan akar kuadrat dari 144. Empat sisi kota mewakili empat arah mata angin yaitu Utara, Selatan, Timur, dan Barat. Tidak ada bangunan kuil di Yerusalem Baru, Allah disembah di mana-mana. Pohon kehidupan tumbuh ditengah jalan dan kedua sisi, atau di tengah jalan dan di kedua sisi sungai. Pohon itu menghasilakn dua belas buah yang berbuah setiap bulan, dimana daun pohon itu dipakai untuk menyembuhkan bangsa-bangsa.

Naskah Yerusalem Baru, 12 Suku Israel Bersatu

Ada dua belas pintu gerbang disepanjang dinding, masing-masing tiga di sebelah timur, utara, selatan, dan barat. Malaikat disetiap gerbang, gerbang ini terbuat dari satu butir mutiara dan memberi mereka nama sesuai 12 suku Israel. Gerbang Yerusalem Baru berkaitan dengan gerbang yang disebutkan dalam Kitab Henokh, Bab 33-35, disebutkan bahwa gerbang surgawi membuka ke surga. Tiga diantaranya jelas dipisahkan.

Yerusalem Baru, 12 suku israel

Penafsiran berikut ini diambil dari buku 'Dead Sea Scrolls Uncovered - First Complete Translation and Interpretation' karya Robert Eisenman and Michael Wise, terbit tahun 1992. Buku ini sempat dilarang peredarannya oleh Vatikan karena alasan tertentu yang dianggap (mungkin) meresahkan, termasuk dalam hal penerjemahan sastra naskah Laut Mati. Beberapa penggalan kata tidak dapat ditafsirkan karena naskah laut mati rusak ataupun hilang.
enam belas dan mereka semuanya, dari gedung ini dan dia mengukur dari sudut timur laut ke arah selatan, ke gerbang pertama, berjarak tiga puluh lima res. Nama gerbang ini disebut Gerbang Simeon. Dari gerbang ini sampai gerbang tengah, dia mengukur tiga puluh lima merah. Nama gerbang ini, dimana mereka menunjuknya sebagai Gerbang Lewi. Dari gerbang ini dia mengukur arah selatan sepanjang tiga puluh lima res. Nama gerbang mereka sebut Gerbang Yehuda. Dari gerbang ini dia mengukur sampai sudut tenggara, kemudian dia mengukur dari sudut ini ke arah barat sepanjang dua puluh lima res. Nama gerbang ini mereka sebut Gerbang Yusuf. Lalu dia mengukur dari pintu gerbang ini hingga ke gerbang tengah, dua puluh lima res. Gerbang ini mereka sebut Gerbang Benyamin. Dari gerbang ini dia mengukur sejauh gerbang ketiga, dua puluh lima res. Mereka menyebut yang satu ini dengan sebutan Gerbang Ruben. Dan dari gerbang ini dia mengukur kearah sudut barat, sejauh dua puluh lima res. Dari sudut ini ia mengukur sejauh... 
dia mengukur dua puluh lima res. Mereka menyebut gerbang ini Gerbang Dan (Daniel). Dan dia mengukur dari pintu gerbang ini untuk menentukan gerbang tengah, dua puluh lima res. Dan mereka menyebutnya sebagai Gerbang Naftali. Dari gerbang ini dia mengukur pintu gerbang... dan mereka memanggil nama gerbang itu sebagai Gerbang Asher. Dan dia mengukur dari pintu gerbang itu ke sudut utara, dua puluh lima res.  Dan ia membawa aku ke kota, dan mengukur panjang dan lebar setiap blok 51 tongkat persegi, 357 hasta disetiap arah. Dan ruang bebas dikelilingi kotak diluar setiap jalan, pengukuran tiga tongkat, 21 hasta. Dia menunjukkan pengukuran semua kotak. Antara setiap dua kotak melewati jalan, pengukuran lebar berkisar enam tongkat, 42 hasta. Adapun jalan-jalan besar yang keluar dari timur ke barat, lebar sepuluh tongkat, 70 hasta untuk keduanya. Yang ketiga berada dibagian utara Kuil, dia mengukur lebarnya 18 tongkat, seratus dua puluh enam hasta. Adapun lebar jalan-jalan yang keluar dari selatan ke utara, dua diantaranya berlapis sembilan dimana masing-masing selebar 4 hasta, 67 hasta. Dan dia mengukur satu pusat yang berada di tengah-tengah kota. Lebarnya 13 tongkat dan satu hasta,.... 92 hasta. Dan setiap jalan dan seluruh kota telah diaspal dengan batu putih.

marmer dan jasper. Dan dia menunjukkan padaku dimensi delapan puluh pintu samping. Lebar pintu samping dua tongkat, yaitu empat belas hasta. ...setiap gerbang memiliki dua pintu yang terbuat dari batu. Lebar pintu itu satu tongkat, yaitu tujuh hasta. Kemudian dia menunjukkan dimensi dua belas lebar gerbang mereka adalah tiga tongkat, yaitu dua puluh satu hasta. Setiap gerbang tersebut memiliki dua pintu. Lebar pintu satu dan satu setengah tongkat, yakni sepuluh dan satu setengah hasta. Di samping setiap gerbang terdiri dari dua menara, satu ke kanan dan satu ke kiri. Lebar dan panjangnya identik, lima tongkat, berdasarkan hasta senilai 35. Tangga yang naik di samping gerbang bagian dalam, disebelah kanan menara, ketinggiannya sama dengan menara. Lebarnya lima hasta, menara dan tangga berukuran lima tongkat dan lima hasta, yaitu empat puluh hasta disetiap arah gerbang. Kemudian dia menunjukkan dimensi gerbang blok dari rumah. Lebarnya dua tongkat, yaitu empat belas hasta. Dan lebar pengukuran dalam hasta. 
Kemudian dia mengukur lebar masing-masing ambang batas, dua tongkat, yaitu empat belas hasta dan atap satu hasta. Dan di atas masing-masing ambang dia mengukur pintu yang memilikinya. Dia mengukur struktur interior ambang, panjang empat belas hasta dan lebar dua puluh satu hasta. Dia membawaku ke dalam ambang pintu, dan ada ambang lain dan belum gerbang lain. Dinding interior ke kanan mempunyai dimensi yang sama seperti gerbang eksterior, lebarnya empat hasta, puncaknya tujuh hasta. Memiliki dua pintu, didepan gerbang ini merupakan ambang yang diperluas ke dalam. Lebarnya satu tongkat tujuh hasta dan panjangnya diperpanjang dua tongkat kearah dalam atau empat belas hasta. Tingginya dua tongkat, yaitu empat belas hasta. Gerbang saling berhadapan, terbuka ke arah bagian dalam blok rumah, masing-masing memiliki dimensi pintu gerbang luar. Pada bagian kiri di jalan masuk, dia menunjukkan sebuah bangunan perumahan bertangga spiral. Lebarnya sama disetiap arah, dua tongkat, yaitu empat belas hasta. Gerbang saling berhadapan, masing-masing dengan dimensi yang berhubungan dengan rumah. Sebuah pilar terletak di tengah-tengah struktur yang diatasnya terdapat tangga berputar keatas.  
Lebar pilar dan panjang berukuran tunggal, enam hasta persegi. Tangga yang naik sisinya berukuran empat hasta, spiral ke atas hingga ketinggian dua tongkat sampai.. Kemudian dia membawaku dalam blok rumah dan menunjukkan rumah disana, lima belas gerbang, delapan gerbang satu arah disudut, dan gerbang lainnya di tujuh sudut. Panjang rumah tiga tongkat, yaitu dua puluh satu hasta, dan lebarnya dua tongkat, yaitu empat belas hasta. Dari ukuran yang sesuai dengan semua bilik. Tinggi badan mereka dua tongkat, yaitu empat belas hasta, dan masing-masing memiliki sebuah pintu di tengahnya tepung. Panjang dan tinggi tongkat tunggal, yaitu tujuh hasta. panjang dan lebar mereka adalah dua belas hasta. Sebuah rumah... disampingnya ada sebuah selokan luar tingginya adalah hasta dan lebarnya hasta dua tongkat, yaitu empat belas hasta... satu dan satu setengah, dan interior tingginya atap yang ada diatas mereka... dua tongkat, yaitu empat belas hasta hasta pengukuran yang kota fondasinya. Lebarnya dua tongkat, yaitu empat puluh hasta dan tingginya tujuh tongkat, yaitu empat puluh sembilan hasta. 
Dan itu sepenuhnya dibangun dari elektrum dan safir serta kalsedon, dengan lapisan emas. Menara (kota) berjumlah seribu empat ratus tiga puluh dua. Lebar dan panjang dimensi tunggal, ... dan tingginya sepuluh tongkat, yaitu tujuh puluh hasta... dua tongkat, yaitu empat belas hasta. ...panjangnya... tengah satu... hasta... dua sampai pintu gerbang disetiap arah terdapat tiga menara yang diperpanjang setelah dia dan Kerajaan... yang Kitim setelah dia, semua dari mereka satu demi satu... lain yang besar dan miskin dengan mereka... dengan mereka Edom dan Moab dan bani Amon... Babel. Di seluruh bumi tidak ada... dan mereka akan menindas keturunanmu hingga waktu yang... di antara semua bangsa, Kerajaan... dan bangsa-bangsa akan melayani mereka...
Ada beberapa catatan yang meyebutkan tentang masa depan, salah satunya Yerusalem Baru disebutkan dalam teks naskah laut mati yang ditemukan di gua Qumran ke-1, 2, 4, 5 dan gua ke-11. Naskah yang menceritakan tentang Yerusalem paling banyak tercatat pada naskah yang berasal dari Gua ke-4 dan 5. Penulis naskah mungkin telah menungkan segala inspirasi dan visi Yehezkiel tentang Bait Allah yang baru atau hari akhir keberadaan Kuil. Visi ini mengurai, meluaskan makna yang tergambar, dan bagaimana bentuk ideal Yerusalem dimasa mendatang.

Penafsiran Nubuat Yerusalem Baru

Visi yang tercurah dalam naskah laut mati mengingatkan bahwa tidak hanya deskripsi Yehezkiel, tetapi juga menjelaskan bagaimana dirinya menafsirkan Bait Allah yang baru. Dalam pandangan visi Yerusalem Baru, kemungkinan besar berasal dari Yehezkiel meskipun dalam fragmen masih ada beberapa naskah yang tidak tercantum namanya, seperti pemimpin kota yang berdiri disitus Sion. Sementara itu juga disebutkan keberadaan orang sekelilingnya, atau rekan, mungkin dia sosok malaikat atau bahkan mungkin Jibril atau Mikail. Visi ini menggambarkan berbagai struktur dilengkapi tongkat sepanjang tujuh hasta atau sekitar 10,5 meter.

Pemahaman naskah laut mati memang tidak terlalu tepat dan sulit dipahami karena beberapa masalah. Diantaranya penggunaan kosakata langka atau tidak diketahui artinya, beberapa kalimat naskah memudar atau hilang, dan kesulitan dalam menggunakan kata-kata untuk menyampaikan ide yang sesuai dengan maksud naskah.  

Dalam naskah menceritakan kuil berada dalam kota berukuran besar berbentuk persegi panjang sekitar 13 x 18 km. Sekeliling kota dipenuhi dinding dimana manusia akan melewati dua belas gerbang, masing-masing mewakili 12 suku Israel. Menurut naskah, penekanan makna umumnya merujuk pada teks-teks lain seperti Perjanjian Lewi atau Perjanjian Kehat, mungkin menjelaskan tentang Makabe atau setidaknya etos pro-Makabe. Dimana Gerbang Levi berdiri pada posisi terhormat ditengah dinding timur, secara langsung sejalan dengan altar pengorbanan dan pintu masuk ke kuil. 

Dalam naskah laut mati yang ditemukan di Gua ke-4, disebutkan setidaknya kota itu hampir memiliki 1500 menara. Setiap menara lebih dari dari 100 kaki yang digunakan untuk menjaga kota. Sementara fragmen terakhir menjelaskan motif yang lebih apokaliptik dan eskatologis, khususnya menyebutkan keberadaan orang-orang Kitim (Khitim, Kittim). Penegasan ini juga tertulis dalam Kitab Daniel (11:30) disebutkan 'Khitim merujuk kepada Roma', tetapi dalam Makabe (1:1) merujuk pada pasukan Alexander Agung.

Kitim merupakan konsep utama dalam literatur yang ditemukan di Qumran, dan referensi yang merujuk pada orang-orang Kitim tersebar luas di Corpus, terutama dalam naskah Perang, contohnya penyebutan Nahum Pesher, Habakuk Pesher , Pesher Yesaya, dan Pemimpin Mesianik. Referensi yang terdapat dalam naskah memperkuat kesan homogenitas Corpus, bahwa isi naskah Perang yang menyebut Nahum Pesher dan Habakuk Pesher, maka referensinya merujuk pada Edom. Moab dan sejenisnya merujuk pada kerajaan kecil, seperti yang tertulis dalam Dokumen Damaskus yang disebut Raja Rakyat seperti Herodian dan lainnya.

Di akhir kerajaan Yerusalem Baru, Aram setara dengan kata 'isyarat masyarakat. Sebuah ungkapan yang digunakan dalam hukum Romawi merujuk kepada kerajaan kecil dibagian timur Kekaisaran. Dokumen Damaskus mengekspresikan Raja Rakyat sebenarnya digunakan pada kosakata Habakuk Pesher, istilah ha-'Amim dan Yeter ha-'Amim merupakan makna yang sama. Ungkapan ini umumnya sejajar dengan penggunaan kata Paulus saat menjelaskan kegiatan misionaris.

Menurut penafsiran naskah laut mati, jelas bahwa Israel menuju kemenangan dan bahkan ada referensi yang menegaskan kerajaan Mesianik tidak akan berlalu, salah satunya ditegaskan dalam Kitab Daniel (2:45) dan Kitab Wahyu, dimana kata yang sama (Babilonia) juga merujuk pada Roma.

Sementara itu, ajaran Baha'i menganggap Yerusalem Baru sebagai pembaharuan agama yang terjadi setiap seribu tahun menuju kemakmuran dunia. Baha'ullah menafsirkan Yerusalem Baru sebagai wahyu-Nya dan lebih khusus terkait dengan Hukum Allah. Abdu'l-Baha, putra Baha'ullah, menjelaskan bahwa Yerusalem Baru turun dari surga, bukan merupakan kota sebenarnya yang diperbaharui, melainkan hukum Allah karena turun dari surga melalui wahyu baru dan memperbaharui yang lama.

Nabi Musa Dan Firaun

Dikalangan sejarawan, sejarah Nabi Musa dan Firaun cukup membingungkan dimana beberapa peristiwa ternyata tidak memiliki cukup bukti terkait kehidupan zaman Firaun. Scott Alan Roberts dan Dr John Ward mencari bukti sejarah serta historisitas karakter utama dalam kitab Exodus dan hubungannya dengan Raja Firaun Mesir. 

Karakter Musa dalam Kitab Exodus merupakan teka-teki sejarah yang telah melahirkan seluruh cabang studi Egyptological dan penelitian selama berabad-abad. Selama ribuan tahun, cerita ini telah diyakini umat tiga agama besar meskipun sedikit bukti sejarah yang ditemukan. Apakah semua itu pernah terjadi? Bagaimana kronologi Raja Firaun membuktikan keberadaan Musa hampir mustahil tanpa hubungan dan perhitungan spekulatif?

Sejarah Musa Dan Firaun 

Menurut Alkitab dan tradisi Rabbi, sejarah nabi Musa dibesarkan kerajaan Mesir sebagai anak angkat Putri Firaun, Hatshepsut. Musa lahir dari pasangan Ibrani suku Lewi, kasta imam akhir Israel. Menurut kitab Exodus, suku Lewi dan semua bahasa Ibrani dianggap sebagai budak Firaun Mesir dan selama 350 tahun keluarga asli mereka bermigrasi dari Kanaan ke Mesir (masa kelaparan). Pada saat itu Firaun Mesir Thutmosis I menyatakan bahwa Ibrani telah berkembang besar dan dalam rangka mengurangai jumlah mereka didasarkan atas tuduhan pemberontakan. Firaun mengirim sebuah perintah yang menyatakan semua bayi laki-laki Ibrani dibawah usia tiga tahun harus dibunuh. 

Perintah ini segera diberlakukan tetapi ibu Musa menyelamatkannya hingga Musa tumbuh besar, hal ini memaksa sang ibu meletakkan Musa kedalam keranjang papirus anti air. Musa hanyut menyusuri Sungai Nil dengan tujuan tak jelas, ibunya meminta kakak Musa agar mengikuti keranjang disepanjang tepi sungai untuk memastikan keselamatan Musa yang terbawa arus. Keranjang dan bayi melayang menyusuri sungai dangkal dan mendekati kolam renang diluar istana Thebes, dimana Putri Firaun (Hatshepsut) yang pada waktu itu masih berusia muda menemukan dan mengambil Musa. 

sejarah nabi musa, Musa ditemukan Hatshepsut di Sungai Nil

Menurut Kitab Exodus, Putri Firaun berhadapan dengan Miriam yang menawarkannya agar membawa bayi kepada seorang wanita yang bisa merawatnya dengan baik. Hatshepsut setuju dan mengirim bayi bersama dengan Miriam kepada ibu asuhnya sampai Musa cukup dewasa. Musa dirawat ibu asuh selama 4 hingg 6 tahun, kemudian Musa diantarkan ke istana dan memulai hidupnya sebagai anak Firaun selama 40 tahun.

Meskipun ada banyak teori seputar sejarah nabi Musa dan Firaun, peristiwa penting dimulai pada pertengahan abad ke-15 SM selama tahun ke-5 masa pemerintahan Amenhotep II. Dalam referensi Perjanjian Lama mencakup peristiwa yang merupakan tanggal pendirian Kuil Pertama Yerusalem yang dikenal sebagai Kuil Sulaiman (Salomo). Meskipun dikabarkan ada sengketa besar atas keberadaan Sulaiman, tidak ada catatan sejarah perselisihan kuil dikaitkan dengannya. Tanggal berdirinya Kuil Sulaiman berkisar tahun 966 SM, dimana isu sengketa terjadi setelah 3 sampai 6 tahun kemudian.

Senenmut, Nama Lain Musa Sebagai Guru Di Istana Mesir

Musa hidup di istana Mesir hampir 40 tahun dan juga dikenal sebagai seorang pria bernama Senenmut. Senenmut merupakan guru putri Hatshepsut, Nefrure, juga sebagai penasihat Ratu Hatshepsut yang paling terpercaya setelah menduduki tahta atas kematian suaminya Thutmosis II (sekaligus kakak kandungnya). Guru di kerajaan belum tentu ilmiah dan pendidik, tetapi umumnya termasuk orang-orang berprestasi dibidang militer dan memiliki keahlian khusus. 

Menurut cerita tradisional Yahudi di Mishnah, Musa dikenal keras dan ambisius dibawah didikan Firaun. Senenmut hidup dikerajaan Mesir dimana sikap Hatshpsut ramah dan baik terhadapnya, beberapa catatan sejarah menyebut hubungan mereka sebagai 'Pasangan Pecinta' meskipun perbedaan usia hampir 10 tahun. 

Dalam hal prestasi, Senenmut hampir memperoleh 20 titel jabatan yang langsung diberikan oleh Ratu Hatshepsut, mulai dari Vizier hingga Kepala Arsitek Kerajaan. Titel terakhir yang diberikan pada Senenmut adalah 'Saudara Ibu' sehingga dia dianggap sebagai Saudara Para Dewa Firaun. 

Nabi Musa Menghilang Dari Sejarah Selama 40 Tahun

Sekitar tahun 1486 SM, Senenmut menghilang dari adegan Mesir. Kosong dan tidak ada catatan apapun, dia menghilang begitu saja. Jika Musa lahir pada tahun 1526 SM, maka dia akan kembali 40 tahun kemudian jatuh pada tahun 1486 SM. Tahun yang sama ketika Musa disebutkan telah membunuh petugas kerajaan dan melarikan diri dari Mesir.

Ketika Musa berumur 40 tahun, dia dan rombongan kerajaan menghadapi petugas kerajaan Mesir dan mengalahkannya. Saat itu Musa dikabarkan telah membunuh petugas kerajaan, khawatir akan diketahui Firaun maka dia melarikan diri dari Mesir dan pindah ke Midian. Di mana dia menjadi seorang pengembala dan menikahi putri seorang Imam Besar Pagan. Kemudian kisah Musa hilang dan berlanjut setelah 40 tahun lebih.

Sejarah Nabi Musa Dan Firaun

Menurut kitab terdahulu, ketika Nabi Musa berada di Midian dimana dia hidup sebagai seorang pengembala selama 40 tahun. Musa memiliki pengalaman membakar semak dan kembali ke Mesir dengan tujuan membebaskan orang Ibrani dari perbudakan. Musa menolak keras hukum Firaun, dia dikurung dan datang dengan alasan untuk tidak meninggalkan Mesir. 
Hal ini menimbulkan pertanyaan yang lebih dalam, jika nabi Musa adalah anak angkat Ratu Hatshepsut dan sedang dipersiapkan untuk mengambil tahtanya, mengapa dia membunuh petugas istana yang membahayakan hidup dan karir sebagai anggota keluarga kerajaan? Bukankah cukup mudah bagi Ratu mengampuni kesalahannya dan Musa juga anak angkat tersayang?
Pembunuhan itu memang terjadi, tetapi mengapa nabi Musa melarikan diri? Musa sangat baik dan telah dibesarkan untuk menggantikan tahta ibu angkatnya di Mesir. Musa memiliki musuh politik yang rakus dan dilain pihak juga ada anak tiri Hatshepsut (Thutmoses III). Pembunuhan ini mungkin didalangi pejabat Mesir yang memberi kesempatan kepada Thutmoses III untuk segera mengeluarkan saingannya, dimana nantinya Ratu Hatshepsut akan membenci perbuatan Musa.  
Ketika nabi Musa kembali ke kerajaan Firaun di Mesir dan menuntut pembebasan Ibrani, apa penolakan pertamanya? "Aku tidak bisa kembali ke sana, Firaun ingin mencabut nyawaku!"
Mengapa setelah 40 tahun dalam persembunyian, Musa masih khawatir bahwa Firaun masih mencarinya? Apakah hanya karena Musa telah membunuh seorang petugas istana, yang pada waktu itu masih berkuasa ibu angkatnya?
 
Dalam kitab Exodus disebutkan bahwa setidaknya ada 600,000 orang Ibrani berjalan kaki, termasuk para istri, anak-anak, orang tua lanjut usia, sapi dan ternak lainnya. Butuh waktu berapa lama untuk mengumpulkan sekitar setengah juta budak Ibrani tanpa pengalaman dalam hal perjalanan, mengangkut keluarga, anak-anak kecil dan orang tua, untuk melintasi rute perdagangan Mesir dan Arab kuno?

Sejarah nabi Musa dan Firaun memang paling banyak disebutkan dalam alkitab, tetapi bukti sejarah masih tidak bisa ditemukan dan misteri keberadaannya di Midian selama 40 tahun terus menjadi tanda tanya, seperti halnya Tabut Perjanjian Sulaiman yang masih diperdebatkan. Sebagian besar sejarawan alkitab tidak setuju bahwa Musa merupakan anak angkat Ratu Hatshepsut, tetapi disisi arkeologi sangat terkait.