Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Nov 10, 2014

Ratu Hatshepsut Mengambil Musa Di Sungai Nil?

Ratu Hatshepsut adalah firaun ke-5 dari Dinasti ke-18 yang memerintah Mesir kuno. Para Egiptologis umumnya menganggap Ratu Hatshepsut sebagai seorang firaun perempuan yang paling berhasil di Mesir, yang memerintah lebih lama daripada perempuan penguasa manapun. 

Menurut buku karya Scott Alan Roberts dan Dr John Ward, dimana mereka mencari bukti sejarah serta historisitas karakter utama dalam kitab Exodus dan hubungannya dengan Firaun Mesir. Ratu Hatshepsut memerintah sekitar tahun 1479 hingga 1458 SM dan dianggap sebagai ratu paling awal dikenal dalam sejarah dan perempuan kedua sebagai Raja Mesir Hulu dan Hilir setelah Ratu Sobekneferu dari Dinasti ke-12.

Pertemuan Ratu Hatshepsut Dan Musa

Dibandingkan dengan firaun perempuan lainnya, pemerintahan Hatshepsut lebih lama dan lebih makmur. Seorang wanita yang berhasil dalam peperangan awal pemerintahan, tetapi umumnya dia dianggap sebagai firaun yang mendirikan perdamaian di era lama. Hubungan perdagangan internasional didirikan kembali setelah menghilang selama kependudukan asing dan membawa kekayaan besar di Mesir. Dengan kekayaan Ratu Hatshepsut membangun proyek yang mengangkat nama besar arsitektur Mesir Kuno sebanding dengan arsitektur klasik. Bangunan ini tidak tersaingi budaya lain selama kurang lebih 1000 tahun. Salah satu bangunag yang paling terkenal adlah kuil Hatshepsut.

Setidaknya, berhasil memerintah Mesir kuno selama kurang lebih 20 tahun. Berbagai biografi Hatshepsut seperti yang ditulis Evelyn Wells meromantisasikan dirinya sebagai perempuan yang cantik dan pasifis. Hal ini cukup berlawanan dengan pandangan penulis di abad ke-19 tentang jati diri Hatshepsut dilukiskan sebagai ibu tiri yang kejam, yang merebut takhta Thutmose II. Sementara Eloise Jarvis McGraw mengatakan bahwa dalam mempertahankan pandangan ibu tiri yang kejam dengan menempatkan Hatshepsut sebagai tokoh utama.
Ratu Hatshepsut

Seorang budak perempuan dan sejumlah bangsawan berusaha menggulingkan Ratu Hatshepsut dan mengangkat pewaris yang sah (Thutmose III) sebagai Firaun. Musuhnya mempersalahkan berbagai proyek pembangunan Hatshepsut sebagai penyebab kebangkrutan Mesir dan digambarkan telah menahan Thutmose III sebagai tawanan istana. Sementara tulisan Will Cuppy disebutkan tentang karir Hatshepsut, hiroglif dinding disebutkan bahwa; 
"Memandangnya jauh lebih cantik dari apapun juga, kemolekannya dan bentuk tubuhnya sungguh bagaikan seorang dewi." Sebagian menganggap aneh bahwa seorang Firaun perempuan ternyata begitu berani di usia 50-an. Sama sekali tidak, dia hanya mengatakan bagaimana keadaannya sekitar 35 tahun sebelumnya, sebelum menikahi Thutmose II dan kemudian menjatuhkan Thutmose III. "Dia adalah seorang putri, cantik dan memekar".
Dari sisi penelitian arkeologi, Ratu Hatshepsut diduga tewas karena lotion, dimana mereka menemukan adanya zat beracun karsinogen dalam botol kosmetik milik ratu. Sebelumnya, Hatshepsut dikabarkan meninggal dunia karena kanker tulang pada 1458 SM. Penemuan senyawa karsinogen disalah satu botol berisi krim lotion peninggalan Hatshepsut. Beberapa keturunan Hatshepsut menderita penyakit kulit yang diwariskan darinya. Diduga Hatshepsut menggunakan lotion secara tidak sengaja dan tidak mengetahui bahwa lotion mengandung racun. 

Kitab Ibrani dinyatakan bahwa pada hari itu Sulaiman mendirikan Bait Allah di Yerusalem, setelah 480 tahun sejak Eksodus. Dengan kata lain tahun 966 SM ditambah 480 tahun sama dengan tahun 1446 SM, adalah tahun ketika Musa berusia sekitar 80 tahun (menurut cerita Yahudi). Jika demikian, maka nabi Musa lahir tahun 1526 SM di bawah pemerintahan Thutmoses I, dimana putri Firaun waktu itu adalah seorang gadis muda bernama Hatshepsut. 

Pada waktu itu Firaun Mesir Thutmosis I, menetapkan Ibrani yang berkembang terlalu banyak harus dikurangi jumlahnya atas dengan dalil pemberontakan. Firaun memerintahkan bahwa semua bayi Ibrani dibawah usia 3 tahun harus dibunuh. Perintah segera diberlakukan tetapi ibu Musa membuatnya tak ditemukan hingga Musa kian hari tumbuh besar, hal ini memaksa ibunya menempatkan Musa dalam keranjang papirus yang diolesi anti air. 
Musa dihanyutkan menyusuri Sungai Nil dengan tujuan tak jelas hingga pada akhirnya ditemukan oleh seseorang yang akan merawatnya. Ibunya meminta kakak Musa agar mengikuti keranjang disepanjang tepi sungai untuk memastikan keselamatan bayi sepanjang terbawa arus. Keranjang dan bayi menyusuri sungai dangkal dan mendekati kolam renang diluar istana Thebes, dimana Putri Firaun yang masih berusia muda menemukan dan mengambil Musa. 
Ratu Hatshepsut Mengambil Musa Di Sungai Nil

Menurut Alkitab Exodus, Putri Firaun berhadapan dengan Miriam yang menawarkan agar membawa bayi kepada seorang wanita yang dia tahu bisa merawatnya dengan baik. Putri setuju dan mengirim bayi bersama dengan Miriam kembali kepada ibu asuhnya sampai Musa cukup dewasa. Empat sampai enam tahun kemudian, Musa diantarkan ke istana untuk memulai hidupnya sebagai anak angkat putri Firaun.

Dengan kata lain menurut sejarah dan arkeologi, Firaun hanya miliki pewaris seorang Perempuan. Jika ini benar, Hatshepsut adalah orang yang menemukan Musa dalam keranjang di sungai Nil dan dia memang mengangkat Musa sebagai anaknya sendiri setelah Musa berusia 5 atau 7 tahun.

Musa, Anak Angkat Paling Disayang Ratu Hatshepsut 

Musa hampir selama 40 tahun hidup di istana Mesir sebagai seorang pria bernama Senenmut, yang merupakan guru putri Hatshepsut, Nefrure, serta penasihat Hatshepsut yang paling terpercaya. Menurut cerita tradisional Yahudi di Mishnah, Musa dikenal keras dan ambisius dibawah didikan Firaun.
Musa hidup dikerajaan Mesir dimana Ratu Hatshpsut ramah dan baik terhadapnya, beberapa catatan sejarah menyebut hubungan mereka sebagai 'Pecinta' meskipun perbedaan usia hampir 10 tahun. Dalam hal prestasi, Musa hampir memperoleh 20 titel jabatan yang langsung diberi Ratu Hatshepsut, mulai dari Vizier hingga Kepala Arsitek Kerajaan. Titel terakhir yang diberikan pada Musa adalah 'Saudara Ibu' sehingga diklaim sebagai 'Saudara Para Dewa' dengan orang tuanya. 
Dalam sejarah arkeologi, Ratu Hatshepsut memiliki keturunan tetapi tidak ada ahli waris kerajaan yang bisa menggantikan takhta, kecuali putrinya Nefrure yang meninggal sekitar usia 16 tahun. Berkisar antara tahun ke-11 dan 16 pemerintahan ibunya. Hatshepsut menikah dengan Thutmoses II yang tak lain adalah kakaknya sendiri dan meninggal karena sakit-sakitan, dan menurut penelitian arkeologi Thutmoses II tenggelam di Laut Merah. Setelah kematian suami, Hatshepsut diangkat sebagai ahli waris dan menguasai istana Mesir. 

Hatshepsut menjadi pemimpin Mesir dan benar-benar merebut tahta suaminya yang tenggelam di Laut Merah, mendominasi pemerintahan sebagai Firaun hingga hari akhir hayat sekitar 1482 SM. Menariknya, anak tiri Hatshepsut yang menjadi Thutmoses III memiliki kebencian mendalam setelah ibunya meninggal, hal itu tercermin ketika mengadopsi Musa. Musa, salah seorang yang bisa menggeser tahta Firaun sehingga menyebabkan Thutmoses III tidak tergambar pada dinding istana. 

Bukti kebencian besar Thutmoses III pada Hatshepsut, setelah kematiannya, Thutmoses III mengubah citranya di setiap dinding, lukisan, patung dan bahkan orang-orang di kuil Dier el Bhari. Hal ini menyiratkan bahwa dia mengatakan tentang Ratu Hatshepsut pada hari pengangkatan tahta Mesir "Yang membenci, berbohong, wanita hina."

Osiris Dan Isis, Kisah Perkawinan Sedarah

Dalam catatan sejarah literatur mesir kuno, Osiris dikenal sebagai dewa maut Mesir Kuno, disebut juga Asar, Asari, Aser, Ausar, Ausir, Wesir, Usir, Usire or Ausare. Kekuasaannya berada di barat, dalam mitos Mesir Osiris bertugas menghakimi jiwa manusia menurut amal perbuatan yang mereka kumpulkan. Dia digambarkan sebagai sosok berkulit hijau mengenakan janggut firaun, sebagian tubuhnya dibalut seperti mumi, mengenakan mahkota unik dengan dua bulu burung unta dikedua sisinya, memegang atribut kait dan cambuk.

Legenda Mesir menyebutkan, Osiris adalah putra sulung dewa bumi Geb, dan dewi langit Nut, sekaligus saudara kembar dan suami Isis. Putranya Horus, didapatkannya setelah dia meninggal. Kebanyakan mitos Osiris berasal dari Naskah Piramida yang tertulis sejak dinasti ke-5, kemudian pada masa kerajaan baru kisahnya disebutkan dalam dokumen Prasasti Shabka dan kisahnya diceritakan secara naratif oleh pujangga Yunani, termasuk Plutarch dan Diodorus Siculus.

Bagaimana kisah Osiris menurut versi buku yang ditulis berdasarkan fragmen yang diduga berasal dari Berosus, seorang imam Chaldean abad ke-3 SM? Kisah Osiris sangat berbeda dari terjemahan naskah yang tertulis di dinding Piramida Mesir, dia disebutkan sebagai sosok pemimpin Mesir, salah satu cucu Nuh, anak dari Ham (Cham). Daftar yang ditulis Berosus menyebutkan anak-anak Ham diantaranya Typhon (putra sulung dari istri pertamanya, Noegla), Cush (anak dari istri pertamanya, Noegla, ayah raja Nimrod), Osiris (anak dari istri keduanya, Rhea, juga diidentifikasi sebagai Misraim), dan Isis (putri dari istri kedua, Rhea).

Legenda Osiris Dan Isis

Sekitar tahun ke-43 pemerintahan Nynus (Raja Babilonia), Dionysius putra Hammon dan Almanthea membalas dendam pada Ham dan Rhea karena perlakukan mereka pada ayahnya. Dionysius mengusir mereka keluar kerajaan dan membuktikan dirinya sebagai raja yang sah. Saat itu, Dionysius merasa kasihan pada Osiris (anak Ham dan Rhea) kemudian mengambilnya sebagai anak angkat. Dionysius mengajarinya membaca dan menunjuk seorang terpelajar bernama Olympus sebagai guru Osiris.
Osiris menikahi adiknya Isis, dan mereka menjadi Raja dan Ratu Mesir. Pada saat itu Osiris berusia 60 tahun dan menikah diusia sekitar 50 tahun, meskipun pada waktu itu mereka berdua terlihat sangat muda karena panjang umur dan ukuran tubuh besar. Mereka unggul dalam menunaikan kebaikan dan kebajikan lebih daripada yang pernah dilakukan sang ayah, Cham. 
Osiris, Isis

Osiris Dan Isis mempelajari sifat tumbuh-tumbuhan dan penanaman, mengolahnya dan menabur jagung. Menginstruksikan masyarakat untuk bercocok tanaman jagung, termasuk negara tetangga yang berada di Palestina, dimana Sem yang pada waktu itu disebut Melchisedech merupakan orang pertama yang pernah menawarkan roti dan anggur kepada Allah (tradisi dalam menyembah Tuhan).

Kisah Osiris disebutkan memiliki banyak anak dari istrinya Isis dan dari perempuan lain, tidak jelas pada siapa saja yang telah dinikahinya dan karena tidak ada petunjuk adanya perzinahan. Beberapa anaknya yang tercatat antara lain adalah Hercules, Anubis, Macedon, Lidus, Meon, Neptune, dan Oros. Menurut catatan Holinshed, dia memberi dua gambaran berbeda tentang Neptunus, terkadang Neptunus dianggap sebagai anak Osiris dan terkadang dianggap sebagai saudara Osiris.

Osiris Dibunuh 26 Raksasa

Osiris melakukan perjalanan ke berbagai kerajaan disertai beberapa anaknya, dan meninggalkan ratunya untuk bertanggung jawab memimpin Mesir. Dia membawa tentara dan menundukkan raksasa-raksasa tirani, mendirikan pemerintahan sendiri dan mengajarkan orang tentang pertanian, bekal dan keadilan. Salah satu dari raksasa-raksasa itu adalah Typhon, raksasa yang berada dimana Troy nantinya akan didirikan. Typhon tak lain adalah saudara sedarah dari ayahnya, putra sulung Ham dari istri pertamanya, Noegla.
Ketika Osiris kembali ke kerajaannya di Mesir, Typhon berkonspirasi dengan beberapa raksasa berbahaya lainnya. Dengan kecerdikan dan ilmu sihir yang mereka kuasai, Osiris terperangkap dan dibunuh. Mereka memotong tubuhnya menjadi 26 bagian dan membagikannya, masing-masing raksasa mendapat bagian sepotong. Osiris tewas ketika usianya mencapai 300 tahun, dia lahir di periode Ninus, raja ke-3 Babilonia, dan meninggal pada masa pemerintahan Baleus, raja ke-11. 
Dalam catatan yang ditulis Berosus disebutkan, beberapa waktu kemudian, istrinya menemukan bagian-bagian tubuh Osiris dan mengumpulkan kemudian menguburkannya dengan kesungguhan dan kehormatan. Setelah itu, orang Mesir menyembahnya sebagai dewa, sehingga Osiris disebut Serapis dan penyair kuno memanggilnya Dionysius, Liber Pater dan Bacchus.

Pada waktu itu Isis selamat dan usianya 280 tahun, setelah memakamkan suaminya, dia meminta anak-anaknya untuk membalas kematian Osiris. Anak-anak dari Isis mengikuti instruksi ibunya dan bertempur melawan Typhon dan kelompoknya, mereka berhasil mengalahkan raksasa di sungai Oris, Saudi. Setelah pertempuran itu, Isis terus memerintah Mesir dalam damai.

Manusia Raksasa Pernah Menguasai Amerika

Dalam buku 'The Ancient Giants Who Ruled America: The Missing Skeletons and the Great Smithsonian Cover-Up' menceritakan artikel surat kabar dan foto, sumber orang pertama, catatan sejarah, dan laporan lapangan diilustrasikan selama kurun waktu 400 tahun.
Mata spesies raksasa yang punah, tulang mengisi gundukan Amerika, telah menatap pada Niagara, seperti yang kita lakukan sekarang. (Abraham Lincoln, 1848)
Richard J Dewhurst mengungkapkan bahwa Amerika Utara pernah diperintah oleh ras manusia raksasa, dan Smithsonian telah merahasiakan bukti fisik selama hampir 150 tahun. Sementara itu, dia juga menceritakan bahwa suku Indian di Amerika mencegah penelitian gundukan, meskipun mengakui bahwa mereka tidak membangunnya. Dewhurst adalah pemenang Emmy Award kategori penulis HBO dokumenter 'Dear America: Letters Home from Vietnam'. Dia menulis dan mengedit History Channel, Arts & Entertainment Channel, PBS, Fox Television dan Fox Films, ABC News, TNT, Paramount Pictures, serta Miami Herald. 

Bukti Fosil Manusia Raksasa Sejak 10,000 Tahun Lalu

Tak hanya kisah peradaban Olmec yang diselimuti patung-patung raksasa, gundukan di Virginia Barat merupakan kunci dalam memahami kisah nyata manusia raksasa yang pernah memerintah wilayah Amerika. Tidak hanya situs gundukan Virginia Barat di Charleston, Wheeling dan Moundsville, beberapa ukuran paling signifikan telah ditemukan di Amerika Serikat. Pada tahun 1883, Smithsonian mengirim tim arkeolog ke gundukan South Charleston yang dipimpin oleh Colonel Morris untuk melakukan penggalian ekstensif pada 50 gundukan. 

Manusia Raksasa

Laporan penggalian menjelaskan bahwa tim peneliti menemukan berbagai bukti keberadaan ras manusia raksasa, tinggi tubuh lebih ari ukuran manusia normal dan dihiasi enam gelang tembaga berat di setiap pergelangan tangan, dan pada bahu ditemukan tiga lempeng mika berukuran besar. Di gundukan lain, para penggali juga menemukan sebuah lingkaran dengan sepuluh kerangka raksasa dan kubah bawah tanah. Berbagai tembaga dan ornamen mika, barang-barang religius, pipa dan ujung tombak juga ditemukan disatu lokasi. 

Di kedalaman sembilan meter, kerangka raksasa lain ditemukan pada sisa-sisa kulit kayu dan peti mati. Dalam laporan temuan, raksasa ini memiliki tengkorak dari jenis terkompresi (Flat Head). Kerangka menunjukkan karakteristik 'kepala kerucut' mirip dengan yang ditemukan di Amerika Selatan dan Mesir. Sementara penggalian diwilayah lain, arkeolog menemukan kelompok ras raksasa dengan formasi tengkorak tidak biasa berbentuk dahi rendah dan miring kembali secara bertahap. Sedangkan bagian belakang kepala sangat menonjol, jauh berbeda dengan tengkorak manusia saat ini. 
Didekat penggalian tersebut telah ditemukan dinding sepanjang delapan mil dan kuil di puncak bukit. Pencarian fosil diteruskan hingga menyusuri Sungai Cheat pada tahun 1774, mereka menemukan pemukim yang mereka sebut The Giant Town, disana ditemukan berbagai kerangka manusia raksasa yang tingginya paling signifikan, tengkorak pria setinggi 8 kaki.
Sisa-sisa manusia raksasa kuno telah ditemukan di seluruh New York dan New England, setidaknya berasal dari tahun 9000 SM. Laporan penelitian Syracuse Herald American tahun 1983, antropolog dari Buffalo Museum of Science menyebutkan telah ditemukan 1400 artefak yang digali dari sebuah situs Phoenix Hill. Laporan sejarah tertulis 'A History of Livingston County, New York' yang diterbitkan pada tahun 1824, bahwa pada tahun 1811 sebuah gundukan Indian di Mount Morris telah digali dan ditemukan medali kasar, pipa dan fosil raksasa berukuran besar, tulang rahang yang besar.

Tahun 1871, laporan surat kabar Cayuga NY melaporkan bahwa 200 kerangka telah ditemukan direruntuhan gundukan tepi Grand River. Kerangka ini dalam keadaan sempurna dan fosil itu bertubuh raksasa, beberapa diantaranya berukuran sembilan meter, sangat sedikit yang kurang dari tujuh meter. Kota yang hilang juga ditemukan disebuah peternakan Dunville NY, berkaitan dengan dua ton arang dan berbagai alat yang menunjukkan bahwa situs tersebut merupakan sebuah 'workshop pandai besi'. Selain itu ditemukan kapak, tomahawk, manik-manik dan pipa rokok berukiran kepala anjing, tengkorak raksasa juga ditemukan dari ukuran yang sangat besar hingga dua kali ukuran manusia normal dengan berbagai bentuk.
Penemuan di Ohio mungkin paling banyak dan paling tidak biasa, fosil raksasa berukuran 8 hingga 10 kaki. Ada juga temuan tablet Cincinnati bertuliskan Hieroglif, tekstil yang menyerupai orang-orang Assyria dan Babilonia. Fosil tengkorak telah diperiksa oleh seorang ahli bedah dan membuktikan, bahwa telah terjadi operasi otak dimana teknologinya lebih unggul daripada saat ini, serta bukti metalurgi, tempa, terak, besi dan bahkan gergaji. 
Pada tahun 1888, sebuah kelompok militer Logan Grey dipimpin oleh AM Jones sedang latihan militer di sebuah pulau kecil di Eagle Lake dekat Warsaw, Indiana. Dibawah batu datar, mereka menemukan sebuah lubang mengarah ke pintu masuk sebuah gua rahasia yang panjangnya dua puluh lima meter, lebarnya sepuluh hasta dan delapan meter. Di dalamnya terdapat kerangka raksasa yang dimakamkan tepat disamping sungai, mereka menyebutnya kolam suci. 

Pada tahun 1889, dekat Kewanna ditemukan batu berdiri dan di bawahnya terdapat fosil raksasa. Sementara di Whitlock, raksasa lainnya juga ditemukan terkubur berkelompok dalam posisi duduk. Dalam laporan berjudul 'A History of Jennings County Indiana' yang diterbitkan pada tahun 1885, disebutkan bahwa pada tahun 1881 kerangka setinggi sembilan kaki ditemukan digundukan lokal, bersama dengan tubuh seorang anak berambut pirang. Pada tahun 1912 sebuah rahang sangat besar ditemukan, ciri-ciri unik memiliki baris gigi ganda.
Berita Manusia Raksasa

Situs Cahokia terletak di pertemuan utama sungai Mississippi, Missouri dan Illinois, tepatnya berada diseberang Sungai Mississippi (saat ini St Louis). Puncaknya terdiri dari 120 gundukan utama, gundukan biarawan merupakan yang terbesar berukuran 100 meter dengan dasar asli berkisar 1000 kaki. Pengukuran hingga ke dasar menunjukkan adanya kemiripan dengan Stonehenge dan Teotihuacan. 

Selama penggalian gundukan pemakaman selatan Monks Mound, arkeolog menemukan fosil seorang pria dimakamkan yang ditempat tidur dihiasi lebih dari 20,000 manik-manik kerang yang tersusun dalam bentuk elang, dengan kepala burung muncul dibawah dan disamping kepalanya, sayap dan ekor bawah berada di lengan dan kakinya. Arkeolog juga menemukan lebih dari 250 kerangka lain, sejarawan meyakini bahwa hampir 62 persen merupakan korban berdasarkan tanda-tanda eksekusi ritual dan metode penguburan. 

Pada tahun 1930, Don Dickson menemukan situs pemakan Neolitik terbesar didunia. Berada 90 km sebelah selatan Peoria di persimpangan Sungai Illinois. Bersama dengan University of Chicago, Dickson menggali 248 kerangka, situs ini diperkirakan memiliki lebih dari 3000 pemakaman, banyak perawakannya yang tidak biasa dan berukuran raksasa. Situs ini disebut Dickson Mounds Museum, mampu menarik perhatian 75,000 pengunjung per-tahun dimana mereka bisa melihat kerangka secara langsung. Pada tahun 1990, suku Indian setempat menyatakan bahwa situs ditutup dan fosil kembali dimakamkan dipemakaman suku mereka, meskipun tidak ada hubungan genetik antara fosil dan Indian setempat.
Laporan dari Oakland Tribune pada tahun 1926 tentang penemuan sebuah kota sepanjang enam mil di Nevada, menyebutkan adanya reruntuhan dalam garis berkelanjutan sepanjang enam mil dan lebarnya sekitar setengah mil. Garis-garis besar rumah batu terlihat jelas.
Pada tahun 1911, William Altmann asisten kurator Golden Gate Memorial Museum telah menemukan kerangka, gerabah, dan artefak di Port Costa, termasuk kerangka raksasa lebih dari tujuh meter. Kemudian pada tahun yang sama, Altmann melaporkan menemukan kerangka raksasa disebuah pulau Santa Barbara Channel. Pada tahun 1934, The Bakersfield California melaporkan bahwa Smithsonian dibawah arahan Dr WT Strong dan WM Walker menemukan 564 kerangka dan 4000 artefak dari serangkaian gundukan situs dekat Taft, California. 

Peneliti di Winnsboro LA terlibat dalam sebuah proyek drainase, dia menemukan fosil ras raksasa setinggi dua belas meter. Tengkorak dalam keadaan sempurna dan beberapa tulang rahang cukup besar. Di Alabama, 400 kerangka yang digali di Moundville oleh Alabama Museum of Natural History memperkirakan bahwa beberapa kerangka hidup sejak tahun 3000 SM dengan spesimen terbesar tingginya 7 kaki 6 inchi.

Indian Mandan, Suku Misterius Keturunan Manusia Raksasa?

Suku indian Mandan umumnya ditemukan di North Dakota sejak kontak pertama mereka dengan penjelajah Perancis pada tahun 1738. Suku indian Mandan bermata biru, pirang ataupun berambut merah, menjadi sumber spekulasi mengenai asal-usul mereka diduga dari Eropa. Pada tahun 1796, indian Mandan dikunjungi penjelajah Welsh John Evans, berharap untuk menemukan bukti bahwa bahasa mereka berisi kata-kata Welsh. Evans telah tiba di St Louis dua tahun sebelumnya dan setelah dipenjara selama satu tahun, dia dipekerjakan pemerintah Spanyol memimpin sebuah ekspedisi untuk memetakan Missouri bagian atas. 

Evans menghabiskan musim dingin tahun 1796-1797 dengan suku indian Mandan, tetapi tidak menemukan bukti adanya pengaruh Welsh. Pada bulan Juli 1797, dia menulis kepada Dr Samuel Jones, setelah menjelajahi dan memetakan Missurie sepanjang 1800 mil dan komunikasi dengan Indian disisi Samudera Pasifik 35-49 derajat Latitude, dia menyatakan bahwa tidak ada orang seperti 'Welsh Indian'. Pada tahun 1804, Lewis dan Clark juga menghabiskan waktu mengunjungi suku Mandan dimana mereka bertemu Sacagawea yang kemudian membantu mereka sebagai pemandu dan penerjemah. 

Suku Indian Mandan

Sebuah gua disisi selatan Sungai Cumberland, ditemukan ruang rahasia seluas 25 meter persegi dan menunjukkan tanda-tanda peralatan mesin karena berisi batu pemotong, serta kerangka raksasa berambut pirang besar. Dalam pemakaman lain puncak bukit di dekatnya, manik-manik gading yang diukir ditemukan dengan kualitas terbaik. Kemudian pada tahun 1833, artis barat George Catlin juga yakin adanya akar Eropa pada suku Mandan, kehidupan suku menggunakan cat mewarnai desa dan upacara keagamaan. 
Meskipun arkeolog tradisional menolak mentah warisan Eropa pada suku misterius ini, tidak ada yang pasti termasuk pengujian Haplogroup X yang pernah dilakukan pada salah satu anggota suku yang masih hidup dan test darah ilmiah, dan semua teori tentang asal-usul mereka murni berdasarkan Takhayul, pengujian akademis dan opini tidak ada yang benar.

Kerajaan Manusia Raksasa Kuno Penghasil Tembaga Terbesar Dunia

Rekonstruksi sejarah gundukan di Amerika, ditemukan tempat yang penting terletak di Danau Superior. Peristiwa vulkanik telah memutar batuan dasar bantalan tembaga ke atas garis air, sehingga memungkinkan semua sulfur menguap ke udara terbuka. Tembaga yang ditemukan di Isle Royal paling murni didunia. Seluruh wilayah yang terbuka ditemukan lubang tambang kuno dan parit panjangnya hingga 20 meter. 
Pengujian penanggalan karbon pada artefak tembaga menunjukkan bahwa artefak berusia 5700 tahun, sedangkan penggalian terbuka lainnya diseluruh wilayah jauh lebih tua berkisar 8000 hingga 10,000 tahun. Perkiraan paling konservatif selama periode 10,000 tahun, lebih dari 500,000 ton tembaga telah diambil dari tambang. 
Laporan temuan berjudul 'Prehistoric Copper Mining in the Lake Superior Region' yang diterbitkan pada tahun 1961, dimana Drier dan Du Temple diperkirakan lebih dari 1,5 miliar pon tembaga telah ditambang dari wilayah tersebut. Karena peneliti tradisional menolak untuk menganalisis tembaga, belum ada yang mampu menjelaskan untuk apa semua tembaga ini. Peneliti telah menentukan kegiatan penambangan terus menerus dimulai pada tahun 8000 SM dan kemudian berakhir sekitar tahun 1500 SM, waktu yang sama dengan ledakan gunung berapi Thera, Santorini (Crete). 
Batu bergambar kapal perdagangan Crete telah ditemukan didaerah penggalian, sebuah bukti koneksi antara Crete dan Amerika Utara sejak awal sejarah. Selain itu, peneliti membuktikan bahwa kegiatan penambangan tembaga dilanjutkan lagi sekitar tahun 900 M, sesuai dengan bukti terkait kehadiran Viking.
Arkeolog telah menemukan bukti kegiatan budaya maju dan pertambangan setidaknya 9000 SM di situs Oconto dan Osceola. Artefak tembaga termasuk tombak, panah-poin, pisau, adzes, gouges, tekstil dilengkapi manik-manik dan bahkan seruling tulang yang masih bisa dimainkan. Pada tahun 1794, juga dilaporkan bahwa sebuah tungku kuno ditemukan begitu pula sebatang besi, serta pengeras alat tembaga. Kemudian antara tahun 2002 dan 2010, sebuah dapur peleburan tembaga ditemukan dengan tempa dan metode untuk pengerasan tembaga, termasuk contoh pelat tembaga sangat canggih.

Tambang mika di North Carolina merupakan situs sumber daya alam yang paling signifikan di Amerika Utara. Di seluruh Amerika Serikat dan Meksiko, banyak ditemukan gundukan kuburan mengungkapkan perhiasan mika, ornamen dan dekorasi, sebagian besar yang dapat dihubungkan dengan tambang mika diperkirakan telah ada sejak zaman pra-sejarah kuno. Temuan lain termasuk contoh tembikar dan tembaga dari budaya Caddo meliputi Utara Texas, Oklahoma, Louisiana, dan Arkansas. Kemudian juga ditemukan papan tulis berukir ditemukan di Minnesota serta potongan tembaga identik dengan yang baru-baru ini ditemukan di Cahokia. 

Penggalian digundukan Chillicothe, artefak burung logam berlubang telah ditemukan, selain temuan pipa berukir juga ditemukan artefak bebek yang menaiki ikan. Di lokasi gundukan yang sama, puluhan kerangka yang ditemukan memakai masker tembaga. Situs itu juga terdapat fosil pada kedalaman 14 meter, kerangka besar ditemukan terbungkus dalam baju besi tembaga. Penggalian pada tahun 1889 di Southern Ohio, ditemukan fosil manusia raksasa terkubur dengan tulang macan, dan fosil lainnya terkubur dengan 147 tulang dan manik-manik kerang Conch dan Pyrula kerang yang mungkin diimpor dari Samudera Atlantik.

Pada tahun 1920-an, pulau Catalina yang dimiliki oleh Wrigley yang mempekerjakan Prof Ralph Glidden melakukan serangkaian penggalian di pulau dengan arahan Museum Catalina. Glidden dan timnya menemukan 3781 kerangka ras manusia raksasa berambut pirang. Yang tertinggi diyakini merupakan seorang raja dengan tinggi tubuh 9 kaki dan tinggi rata-rata kerangka lainnya sekitar 7 kaki. Selain itu juga ditemukan sisa-sisa kuil megalitik seperti Stonehenge. Uji penggalan radio karbon mengungkapkan beberapa kerangka yang digali berusia 7000 tahun. 
Berbagai penggalian resmi sebelumnya di situs tak tertutup telah ditemukan ratusan kerangka raksasa di alam terbuka. Sayangnya, semua bukti menghilang dari catatan sejarah. Selama lebih dari 50 tahun bukti yang berkaitan dengan penemuan tersebut dibantah keras oleh University of California dan Smithsonian, tetapi pada tahun 2011 akhirnya mengakui bahwa bukti penemuan tersebut telah dirahasiakan dan akses terbatas.

Raja Namrud Keturunan Nuh

Setelah banjir besar surut, mereka yang selamat turun dari gunung dan menetap di dataran rendah termasuk Namrud, mulai membangun peradaban baru. Semua ini terjadi ketika Sumeria, Mesir dan peradaban Lembah Sungai Indus secara tiba-tiba muncul dengan tingkat kemajuan yang sangat tinggi, meskipun sebelumnya telah ada dan kembali setelah bencana

Masyarakat Sumeria memulai puncak perkembangannya karena pengetahuan berkembang misterius dan ras Arya berkulit putih, menurut legenda berasal dari planet merah. Mereka memperluas kawasan dari Pegunungan Kaukasus dan kedalam Sumeria, Mesir dan Lembah Indus, bahkan sejarah konvensional mengakui bahwa ada masyarakat sangat maju yang tiba-tiba saja muncul.  

Ada sebagian makhluk yang tidak murni dari garis keturunan manusia, disebutkan ras raksasa (Titan) adalah garis keturunan blasteran dari manipulasi genetik. Awal penyebaran garis keturunan campuran Arya setelah banjir surut, terutama di Babilonia selatan dan wilayah Sumeria sepanjang Sungai Efrat. Babilonia jauh lebih awal dari yang diyakini sebelumnya, dan sebagai salah satu kota pertama pasca banjir, dimana misteri dan organisasi rahasia seluruh dunia berasal dari kota ini.

Raja Namrud Dan Ratu Semiramis, Pendiri Babilonia

Menurut teks kuno dan legenda, pendiri Babilonia adalah Raja Namrud (Nimrod) yang memerintah bersama Ratu Semiramis. Raja Namrud digambarkan sebagai tiran perkasa dan salah satu keturunan ras raksasa yang hidup setelah banjir besar Nuh. Orang Arab meyakini bahwa setelah bencana banjir, Raja Namrud membangun kembali struktur menakjubkan di Baalbek Lebanon dengan tiga batu yang beratnya masing-masing 800 ton. Dia memerintah wilayah yang saat ini berada di Lebanon, pusat kerajaan pertama Namrud adalah Babilonia, Akkad dan tanah Sinear (Sumeria). 

Raja Namrud, Menara Babel

Raja Namrud memperluas wilayahnya ke Asyur untuk membangun kota-kota seperti Niniwe, di mana banyak ditemukan Tablet Sumeria. Raja Namrud dan Semiramis berasal dari garis keturunan campuran yang dikenal sebagai Titan. Ras raksasa atau Titan adalah salah satu keturunan Nuh, teks terdahulu menyebutkan seorang bayi hasil dari perkawinan manusia dan ras berkulit putih.
Dalam teks Genesis disebutkan bahwa ayah dari Raja Namrud adalah Cush, dia dikenal sebagai Bel atau Belus, anak dari Ham sekaligus cucu dari Nuh. Cush dikenal sebagai dewa Hermes, yang berarti Anak Ham, Ham atau Khem diartikan sebagai 'terbakar' dan mungkin terhubung dengan ibadah menyembah matahari, sebuah jaringan dewa muncul dari Babilonia dan kemudian terhubung dengan Mesir.
Raja Namrud dan Ratu Semiramis tetap dianggap sebagai dewa utama hingga hari ini, walaupun dikenal dengan banyak nama dan simbol berbeda. Namrud dilambangkan sebagai ikan, dan Ratu Semiramis dilambangkan dengan ikan dan burung merpati. Namrud digambarkan sebagai dewa ikan Dagon berwujud setengah manusia, setengah ikan.  

Ratu Semiramis digambarkan sebagai ikan karena orang-orang Babilonia percaya bahwa ikan merupakan simbol dewi cinta, yang kemudian digunakan dalam simbolisme agama dan arsitektur dimana Semiramis digambarkan sebagai burung merpati yang memegang ranting zaitun. Semiramis diambil dari evolusi nama dewa India, Sami-Rama-isi atau Semi-Ramis. Seekor ikan dan burung merpati adalah dua simbol yang hingga hari ini masih banyak digunakan dalam ritual keagamaan dan upacara nasional, meskipun sebagian besar orang yang terlibat tidak tahu arti sebenarnya. 

Semiramis disebut Ratu Surga (Rhea), Dewa Perawan, dan terkadang dikenal sebagai Bunda Pertiwi (Ninkharsag). Dia juga disembah dibawah nama Astarte (wanita yang membuat menara) merujuk pada Menara Babilonia (Babel) yang pernah dibangun Raja Namrud. Para keturunan campuran Arya dan Babilonia berevolusi menggunakan tutup kepala bertanduk seperti yang dikenakan Raja Namrud. Dimana tanduk melambangkan otoritas raja dan kemudian menjadi ikat kepala logam dengan tiga tanduk yang melambangkan kekuasaan raja dengan kekuasaan ilahi. Semua ini diwakili simbol fleur-de-lis yang bisa ditemukan sepanjang regalia kerajaan modern.

Dua Suku Yang Berkuasa Sejak Abad Ke-12 M

Kisah Ya'juj dan Ma'juj disebutkan dalam ajaran agama Yahudi, Kitab Kejadian umat Kristen dan Al-Quran. Dalam tradisi religi, Ya'juj dan Ma'juj digambarkan sebagai sosok yang tidak jelas, beberapa orang menganggapnya masih berbentuk manusia, raksasa, atau menggambarkan suatu bangsa. Kisah Ya'juj dan Ma'juj diceritakan dalam mitos budaya dan leteratur, kemiripan karakter kisah juga disebut dalam beberapa teks terdahulu.

Diceritakan, Ya'juj dan Ma'juj akan muncul di akhir zaman, makhluk yang memiliki kekuatan perusak dan penghancur kehidupan di muka bumi. Siapakah mereka, dan benarkah Ya'juj dan Ma'juj (Gog dan Magog) sudah keluar kepermukaan Bumi? Pendapat berikut diambil dari beberapa analisa yang cukup menjelaskan tentang keberadaan Ya'juj dan Ma'juj ataupun Gog dan Magog, salah satunya studi yang diambil dari catatan Al-Watsiq bin Mu'tasim adalah seorang Khalifah Bani Abbasiyah yang menjabat antara tahun 842 sampai 847 M. 

Gog Dan Magog, Ya'juj Dan Ma'juj

Riwayat Ibnu Katsir menyebutkan, Gog dan Magog adalah keturunan Nuh dari anaknya Yafits, seseorang yang dianggap sebagai nenek moyang bangsa Turki terkurung benteng tinggi, sebuah tembok besar yang pernah dibangun Dzulqarnain. Ya'juj dan Ma'juj adalah merupakan keturunan manusia, yaitu masih keturunan anak lelaki Nuh bernama Yafis dan berhijrah ke utara, yaitu ke Eropa dan Rusia bagian Selatan, selepas banjir kering. Keturunan Sam berlegar di sekitar bumi Kanaan lalu membentuk bangsa Arab dan sekitarnya. Keturunan Ham pula berhijrah ke Afrika lalu membentuk bangsa Afrika.

Legenda menyebutkan ada celah diantaranya, menurut simbolisme tradisional dan literatur, penutupan celah terbuka dimaksudkan untuk melindungi dunia dari pengaruh jahat. Banyak sejarawan menganggap simbolisme ini dapat sepenuhnya dipahami dalam segala aspek, dimana dinding dianggap berguna sebagai perlindungan dan sekaligus pembatas. Sejauh ini, tujuan utamanya untuk memastikan pertahanan memadai terhadap serangan. Dalam tradisi Islam, celah yang dimaksud terjadi pada akhir siklus dunia, dimana Ya'juj dan Ma'juj atau Gog dan Magog akan mendobrak dan keluar tanpa henti menyerang dunia.

Mereka dianggap sebagai makhluk yang mempertahankan eksistensi bawah tanah, ada yang menganggapnya sebagai raksasa, atau diidentifikasi sesuai dengan yang dikatakan sebelumnya sebagai penjaga harta karun dan pandai besi dari dunia api dibawah tanah. Istilah ini mengingatkan pada suatu objek yang sangat jahat dalam semua simbolisme, seperti menjelaskan keterlibatan makhluk lain. Ada juga entitas yang menyinggung kisah kuno dari Cina, Fo-Hi, dimana waktu terjadinya sangat dekat dengan periode Kali Yuga Awal, zaman yang lebih jauh daripada periode klasik dimana pengetahuan sejarawan sangat terbatas mengungkap misteri ini.

Tradisi Cina berkaitan dengan simbolis Niu-Koua, adik dan istri Fo-hi yang diceritakan telah memerintah bersama-sama dengannya. Legenda menyebutkan bahwa batu lima warna dilebur untuk memperbaiki sobekan pada langit yang disebabkan ulah raksasa, dan ini terjadi setelah beberapa abad Kali Yuga Awal. Dalam pendekatan sejarah dengan periode siklus Kali Yuga, celah yang dimaksud mungkin sudah terjadi sejak saat itu. Sehingga dalam Quran menyebutkan Dzulkarnain, seorang raja bijaksana telah menutupnya kembali untuk mempertahankan dunia. 

Ya'juj dan Ma'juj, Genghis Khan

Fo-hi, dia lahir sekitar tahun 3468 SM, ibunya hamil ketika muncul pelangi dan gajah putih. Tiga bidadari datang ketika dia mencuci di sungai dan tiba-tiba pakaian yang dikenakan bergambar teratai dan penuh buah. Kehamilan diikuti kelahiran berlangsung sangat cepat, diluar batas normal manusia. Seorang anak laki-laki dilahirkan lengkap dengan cahaya pelangi, hingga pada saatnya Fo-Hi membuat hal-hal yang sangat besar dan bahkan mungkin telah mendirikan sejarah Kekaisaran Cina.

Gog dan Magog, merupakan tokoh apokaliptik dalam Kitab Suci Yahudi dan Kristen, sementara dalam literatur Islam disebut sebagai Yakjuj Makjuj. Pada waktu itu, Alexander Agung merupakan seorang pemimpin Yunani kuno yang menaklukkan sebagian besar wilayah Eurasia barat dan Afrika utara. Dalam kisah disebutkan Gog dan Magog dikurung Alexander Agung dalam sebuah tembok besar terkenal sekitar 2200 tahun yang lalu. Beberapa kalangan sejarawan meyakini bahwa cerita itu benar dengan dukungan arkeologis, bahwa Alexander Agung telah membangun dinding di Cina untuk melindungi peradaban dari serangan Gog dan Magog. 
Dalam Kitab Yehezkiel menggambarkan Gog seperti seorang pemimpin Mongol, kemudian referensi Yahudi dan Kristen Awal merujuk Gog dan Magog sebagai individu, masyarakat, dan tanah. Dalam Kitab Yehezkiel, Gog Magog diramalkan sejak 2600 tahun yang lalu, dimana Yehezkiel menyatakan bahwa Gog dan Magog akan datang dengan membawa banyak orang dari bagian paling jauh di utara, segerombolan penunggang kuda yang terdiri dari tentara perkasa. Gog Magog menyerang masyarakat yang hidup di tempat terbuang dan menjarah, orang-orang tampak seperti migran dihamparan luas Eurasia. 
Nubuat Yehezkiel menyebutkan bahwa Gog Magog akan menyerang orang Israel, orang-orang Israel memiliki kota berdinding dan terjaga keamanannya, tetapi pertahanan yang menentukan Israel dalam nubuat Yehezkiel berasal dari Allah yang tengah menunjukkan kuasa-Nya kepada dunia. Legenda ini populer dikalangan masyarakat barat daya Eurasia, dikisahkan bahwa Alexander Agung mengurung masyarakat buas yang tinggal suatu tempat wilayah utara. 

Dalam tulisan sejarawan Josephus, Yahudi-Romawi pada abad pertama, justru menyebut Alexander Agung sebagai seorang penakluk dunia yang mirip dengan Genghis Khan. Tetapi dalam catatan sejarah, Alexander Agung tidak seperti Genghis Khan, dia menetap, kosakata antara menetap (beradab) dan nomaden (liar) adalah struktur yang mendasari sejarawan untuk mengungkap kisah dinding Alexander. Dalam hal ini, Alexander Agung sebagai sosok protagonis menunjukkan bahwa masyarakat menetap dianggap sebagai ancaman bagi masyarakat nomaden. 

Kisah Gog dan Magog dan dinding Alexander muncul secara bersamaan diantara orang Kristen Suriah bagian utara Mesopotamia. Legenda tentang Alexander Agung menjadi populer setelah kematiannya pada tahun 323 SM. Kisah Alexander ditulis dalam bahasa Yunani setidaknya pada abad ke-3 SM, dimana seorang penulis Kristen Suriah menulis teks yang menggambarkan dirinya seperti berikut:
"Mengupas kisah Alexander putra Philip Macedonia, sebagaimana dia pergi sampai ke ujung dunia dan membuat sebuah gerbang besi, menutupnya guna menghadapi angin Utara, bahwa Hun (beragam anggapan, tapi juga merujuk pada orang Scythian) mungkin tidak keluar merusak negara"
Teks ini mengidentifikasi bangsa Hun dianggap sebagai Ya'juj dan Ma'juj atau Gog dan Magog. Apocalypse Pseudo-Metodius beredar luas dan terkenal diseluruh Eurasia Barat sejak abad ke-8 M, mempopulerkan kisah tembok Besar Alexander yang mengurung Gog dan Magog. Pada pertengahan abad ke-9 M, kaum terpelajar meyakini bahwa dinding Alexander yang mengurung Ya'juj dan Ma'juj berada di barat laut China. Pada abad ini berbagai spekulasi terpengaruh astronom Persia, geografi, dan matematikawan Al-Khawarizmi juga menempatkan dinding Alexander berada di barat laut China.  

Studi Khalifah Bani Abbasiyah, Mencari Keberadaan Ya'juj Dan Ma'juj

Klaim dan spekulasi tentang pengurungan Yakjuj Makjuj dimana Dzulkarnain yang juga dikenal sebagai Alexander membangun tembok besar Cina, terangkum dalam sebuah laporan resmi Khalifah Abbasiyah Al-Watsiq. Dia merupakan salah satu orang yang paling kuat dan termasuk pemimpin terpelajar di abad ke-9 Masehi. Al-Watsiq bin Mu'tasim adalah seorang Khalifah Bani Abbasiyah yang menjabat antara tahun 842 sampai 847 M. Dia menggantikan ayahnya al-Mu'tasim Billah dan tertarik dalam hal pengetahuan, sehingga dirinya dianggap sebagai pelindung besar para sarjana, salah satunya seniman. 

Al-Watsiq dikenal karena berbakat musik dan telah menyusun lebih dari 100 lagu. Selama masa pemerintahannya terjadi pergolakan, yang terbesar di Suriah dan Palestina. Pergolakan itu disebabkan bertambahnya jurang pemisah antara penduduk Arab dan prajurit Turki yang terbentuk oleh ayahnya, Al-Mutasim. Pada waktu itu pergolakan dapat diredakan, tetapi antagonisme antara kedua kelompok terus meluas dimana tentara Turki mendapatkan kekuasaan.

Ya'juj Ma'juj, dzulkarnain

Pada tahun 842, Khalifah Al-Watsiq mengirim Sallam, seseorang yang sangat mahir dalam bahasa untuk menyelesaikan misi dan menentukan 'apakah Ya'juj dan Ma'juj telah menembus dinding Alexander?' Sallam melakukan perjalanan ke Tiflis (Tbilisi) di Georgia, Kaukasus dan melewati Darial Pass. Hal ini berdasarkan beberapa catatan sejarah Alexander menyebutkan bahwa dia membangun tembok setelah melalui Darial Pass. Bahkan Sallam tidak tertarik dengan reruntuhan tembok Kaukasus karena tidak sesuai seperti penggambaran yang diharapkan, kemudian dia menuju timur dan berjalan sejauh 3200 mil ke barat laut China. 

Sallam akhirnya melaporkan hasil analisa kepada Khalifah Al-Watsiq, bahwa dia menemukan dinding Alexander di China sekitar 300 km dari Igu (saat ini Hami), mungkin di Yumenguan. Dia mnegatakan bahwa dinding yang mengurung Yakjuj Makjuj atau Gog dan Magog masih utuh, dinding yang dimaksud tak lain adalah Tembok Besar China. Dalam hal ini, menurut kisah Kristen Timur menyebutkan dinding Alexander tak lain adalah dinding Kaukasus, tapi lokasi di Cina memiliki dukungan yang sesuai dengan literatur Islam, termasuk lokasi dan penggambaran tembok besar yang kokoh (dibanding Kaukasus yang sudah runtuh sebagian). 

Filosofis Tembok Besar Dzulkarnain

Dzulkarnain disebutkan berangkat ke Timur, ayat ini bisa menunjuk ke Korea, Cina, atau Cina bagian utara (Manchuria). disini dijelaskan bahwa kata 'sesuatu yang melindungi' diartikan sebagai baju atau penutup. Oleh karena itu, kelompok ini bisa dianggap sebagai perantau yang tidak memiliki rumah dan tinggal disebuah lembah datar. Mereka tidak punya tempat penampungan, payung atau apapun untuk melindungi dari sinar matahari. Mereka mungkin bekerja pada malam hari dan tinggal ditempat penampungan bawah tanah disiang hari. 
Hingga apabila dia telah sampai ke tempat terbit matahari (sebelah Timur) dia mendapati matahari itu menyinari segolongan umat yang Kami tidak menjadikan bagi mereka sesuatu yang melindunginya dari (cahaya) matahari itu, demikianlah. dan sesungguhnya ilmu Kami meliputi segala apa yang ada padanya (Al-Kahfi 18:90-91)
Hingga apabila dia telah sampai di antara dua buah gunung, dia mendapati di hadapan kedua bukit itu suatu kaum yang hampir tidak mengerti pembicaraan. Mereka berkata: "Hai Dzulkarnain, sesungguhnya Ya'juj dan Ma'juj itu orang-orang yang membuat kerusakan di muka bumi, maka dapatkah kami memberikan sesuatu pembayaran kepadamu, supaya kamu membuat dinding antara kami dan mereka?" (Al-Kahfi, 18:93-94)
Selama perjalanan ketiganya, Dzulkarnain mencapai daerah antara Timur dan Barat, wilayah yang diartikan sebagai Himalaya. Dalam ayat ini juga menjelaskan bahwa mereka tidak mengerti kata, mereka menggunakan bahasa yang tidak biasa untuk berkomunikasi. Dzulkarnain tidak berhasil berkomunikasi dengan suku ini, mungkin dia didampingi juru bahasa atau membawa orang-orang yang mengerti menyampaikan pesan.  

Dalam catatan Badiuzzaman Said Nursi (Badiuzzaman Said Nursi, 16, Lema) juga menunjuk daerah yang sama, diaman dia menuliskan bahwa Dzulkarnain membangun tembok panjang antara dua gunung didekat Himalaya untuk menghentikan serangan terhadap rakyat yang tertindas, dan tembok ini sebagian besar berhasil menahan serangan. 
Kalian mengatakan tidak ada musuh. Padahal sesungguhnya kalian akan terus memerangi musuh sampai datangnya Ya'juj dan Ma'juj, lebar mukanya, kecil matanya, dan ada warna putih di rambut atas. Mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai (Hadits riwayat Imam Ahmad)
Pemahaman Ya'juj dan Ma'juj sebenarnya lebih difokuskan pada inti sastra, tidak seperti yang ditafsirkan banyak orang tentang penggambaran makhluk buas, raksasa, bertanduk, yang keluar dari bawah tanah. Dalam konsep sufisme, kisah Ya'juj dan Ma'juj menggambarkan perilaku atau sifat suatu bangsa yang mirip dengan sifat iblis. Itu sebabnya sastra menggambarkan sosok raksasa, buas, bertanduk, berapi dan dari dalam tanah, yang artinya bahwa bangsa Ya'juj dan Ma'juj memiliki sifat berkuasa, menindas, kejam, tidak mengenal konsep Ketuhanan sama sekali.

Dalam buku Beddiuzaman Said Nursi, dikutip dari buku Celaleddin Suyuti berjudul "El-Kesfu Fi Mucazeveti Hazin el-Ummeti El Elfe Ellezi Dellet Aleyh el-Asar", bahwa kehidupan manusia hanya sampai tahun 1506. Menurut hadist, Al Mahdi akan hidup selama 40 tahun setelah muncul. Sementara hadits yang menyebutkan tentang Isa akan hidup di Bumi selama 40 hingga 45 tahun. Al Mahdi dan Isa akan hidup bersama dalam periode itu, sekitar 7 hingga 10 tahun. Imam Rabbani juga mengatakan bahwa Al Mahdi akan datang setelah melewati masa 1000 tahun kematian Nabi Muhammad. Menurut penjelasan Imam Rabbani, Al Mahdi akan datang antara tahun 1400-1600 Hijriah. 

Seperti yang telah dijelaskan dalam artikel sebelumnya tentang 'Manusia Di Bumi Hanya 7000 Tahun, Berakhir 1500 Hijriah', telah dijelaskan periode kehidupan manusia akan segera berakhir. Sebelum masa itu tiba, Ya'juj dan Ma'juj akan keluar menguasai seluruh dunia, tetapi banyak orang yang masih belum memahami makna sastra ini secara utuh. Telah dijelaskan wilayah yang dibatasi tembok, ketika perang dunia meletus mereka terlibat langsung sebagai negara yang menyebarkan faham atheis, tidak mengenal konsep Ketuhanan sama sekali.

Persepsi lain juga mengenal Ya'juj dan Ma'juj sebagai Beruang Merah dan Beruang Putih, sebuah lambang hewan yang hidup di cuaca dingin dan dataran tinggi. '...lebar mukanya, kecil matanya..' sudah bisa dibayangkan dari suku dan bangsa asalnya, tepat dimana tembok itu berdiri dan membatasi dua wilayah. Tetapi, apakah semua manusia yang berciri-ciri tersebut termasuk golongan Ya'juj dan Ma'juj? Pemahaman ini sulit, karena tidak semua yang memiliki ciri tersebut tak mengenal Ketuhanan sama sekali.
"Telah mulai terbuka hari ini dari dinding Ya'juj dan Ma'juj sebesar (lubang) ini." Rasulullah membuat lingkaran dengan dua jarinya, ibu jari dan jari telunjuk. (HR. Al-Bukhari dari Zainab bintu Jahsyin radhiyallahu 'anha).
Awal puncak kejayaan mereka telah terjadi sejak abad ke-12 M, Genghis Khan menginvasi wilayah Timur Tengah dengan membawa ratusan ribu tentara terpilih ke Kerajaan Khawarezmia. Pada waktu itu kerajaan ini menguasai seluruh wilayah Timur Tengah, invasi ini diawali ketika pedagang Mongolia dibunuh dan harta mereka dirampas oleh panglima Khawarizmi. Genghis Khan berhasil menawan dan menghukum mati panglima tersebut dengan cara menuangkan logam panas ke matanya. Amarah Genghis Khan bertambah setelah cucu kesayangannya terbunuh, populasi rakyat Timur Tengah berkurang dan wilayah Mongolia bertambah luas sampai kebagian barat benua Asia. Ketika Genghis Khan kembali ke Mongolia, dia memerintahkan dua jendral terbaiknya untuk menyelidiki daerah barat dan membasmi sisa musuh sampai ke wilayah Russia. Kedua jendral memasuki daratan Eropa, merka mengalami konfrontasi dan menghancurkan pasukan Salib yang hendak menyerang wilayah Arab.

Berlanjut pada era kolonialisme, industri, perang dunia, hingga sistem baru yang diperkenalkan Karl Heinrich Marx mulai dikenal, sebuah faham komunis mulai diterapkan ke beberapa negara. '...Mereka mengalir dari tempat-tempat yang tinggi, seakan-akan wajah-wajah mereka seperti perisai' kalimat ini lebih tertuju pada penyebaran anti Ketuhanan, faham yang mengalir deras tanpa henti memasuki seluruh dunia. Jika kita berfikir negara Komunis yang sebagian besar anti Ketuhanan, persepsi ini juga tidak benar. Hal ini dimaksudkan bahwa mereka lebih memfokuskan manusia untuk tidak mengenal sang Pencipta melalui teknologi, ekonomi, dan sosialisasi. 
"Dan tidak terjadi hari kiamat sampai bangsa-bangsa (suku-suku) dari umat-Ku menjadi musyrik dan sampai bangsa-bangsa dari umatku menyembah berhala-berhala. Dan sesungguhnya akan ada pada umatku 30 pendusta, masing-masing mereka mengaku bahwa dirinya adalah Nabi, dan aku adalah penutup para nabi. Tidak ada nabi setelahku". (HR. Abu Daud dan at-Tirmidzi)
Bukti-bukti ini sudah jelas terlihat, dimana manusia diseluruh dunia disibukkan dengan berbagai teknologi, ekonomi menjadi hal utama, media juga termasuk didalamnya. Semua orang terlena, seakan-akan waktu dihabiskan pada konsep yang mereka dukung, sehingga manusia menganggap teknologi dan ekonomi sebagai Tuhan. Inilah makna sastra yang disebut sebagai Dajjal, dia tidak terlihat, tetapi bergerak terselubung melalui konsep yang didukung kaki tangannya, Ya'juj dan Ma'juj. Jika menafsirkan Ya'juj dan Ma'juj serta kemunculan Dajjal seperti yang tertulis dalam teks dan sastra kuno, disebutkan bermata satu yang diikuti ras-ras aneh seperti hewan (Dabbat Al-Ard), maka sampai Hari Akhir pun mereka tak akan pernah terlihat didepan mata.

Ya'juj Dan Ma'juj, Dua Suku Di Timur Dan Barat

Menurut Daniel Patrick dalam buku terbarunya 'The Matrix of Gog: From the Land of Magog Came the Khazars to Destroy and Plunder', penaklukan dunia yang dilakukan Gog Magog dan pasukannya akhirnya akan membawa perang global. Penemuan arkeologi dan genetik terbaru cukup menakjubkan, pada kenyataannya,
Magog terletak di Rusia Selatan, juga berada di Caucusus. Gog adalah nama dari penguasa besar Kerajaan Khazaria, tanah Non-Semit, tak lain merupakan bangsa Turk yang mengaku sebagai orang Yahudi. Nubuat Yehezkiel 38-39 disebutkan: bahwa pada hari-hari terakhir, Gog, penguasa iblis dari tanah Magog, akan datang melawan Israel, yang membawa keluar bangsa-bangsa. Ia akan datang seperti badai dan akan menaklukkan negeri ini dari desa tidak berkubu, dan membawa mereka sebagai sandera.
Pada abad ke-8 M, orang-orang Pagan dari Khazaria mengaku telah masuk agama Yahudi, mengungsi ke Eropa untuk menyerang prajurit Rusia. Pada tahun 1948, orang-orang Khazaria pergi ke Palestina dimana mereka menaklukkan Palestina, negara yang pada awalnya damai kemudian mereka mendirikan kekuasaan baru, Kerajaan Israel. Orang-orang Khazaria yang mengaku sebagai Yahudi berasal dari tanah Magog, orang Israel tidak menyadari bahwa pembesar mereka telah disusupi yang terus membawa bangsanya kedalam konflik berkepanjangan. Nubuat yang dijelaskan dalam literatur Yahudi sebenarnya sudah terjadi, mereka dalam cengkraman.

Pada abad ke-18 M, sebuah sistem baru mulai dimunculkan melalui Karl Heinrich Marx, lahir dari keluarga progresif Yahudi. Ayahnya bernama Herschel keturunan para rabi, yang kemudian meninggalkan agama Yahudi dan beralih ke agama resmi Prusia, Protestan aliran Lutheran yang relatif liberal. Menurutnya, sejarah dari berbagai masyarakat hingga saat ini pada dasarnya adalah sejarah pertentangan kelas, sebagaimana yang tertulis dalam kalimat pembuka dari Manifesto Komunis. Apakah dia termasuk salah satu keturunan Khazaria yang hidup ditanah Israel?

Sebuah buku yang ditulis Muhammad Ali tahun 1992 berjudul 'The Antichrist and Gog and Magog', dia menuliskan alasan Alkitab di balik konflik yang terjadi saat ini disekitar Kaukasus. Dalam Quran, begitupula Alkitab Kristen, dan teks terdahulu berbicara tentang Dajjal, Gog dan Magog (Ya'juj dan Ma'juj), Dabbat Al-Ard, sangat erat hubungannya dengan Hari Akhir. Quran menyebutkan Dzulkarnain, menurutnya adalah raja Persia (Darius 1, 521-485 SM) yang memperluas wilayah dari Laut Hitam ke pegunungan Armenia dan Azerbaijan, dari Tubal (Tblisi, Georgia) ke Mechech (Chechnya).
Gog dan Magog adalah dua suku dari keturunan Yafet anak Nuh, secara signifikan nama asli 'Chechnya' untuk menyebut diri mereka, Nokhchi, yang berarti orang-orang Nuh. Dan bahasa mereka, Nukh, dinyatakan sebagai Patriark kuno. Sementara Quran menegaskan bahwa Gog menandakan negara Timur Eropa, dan ulama mengidentifikasi Magog sebagai negara Barat di Eropa, yaitu Inggris. Muhammad Ali membuktikan bahwa sejak zaman kuno, patung Gog dan Magog telah berdiri didepan Guildhall London.
Dalam visi yang diungkap Damim Dari, setelah perjalanan selama sebulan ke pulau barat besar (Inggris), orang Nasrani yang masuk Islam bertemu dengan tokoh besar terbelenggu dalam gereja. Dia menyebut dirinya sebagai Masih Al-Dajjal dan berkata "Aku akan keluar ke seluruh dunia, kecuali Makkah dan Madinah." Kekuatan Dajjal mencakup 70,000 orang terlatih dan profesional, Ali menunjuk pusat kendali bearada di benua Amerika dan Eropa. Dimana tanda-tanda Dabbat Al-Ard telah diterapkan dalam PBB, 10 tanduknya ada di 10 negara terkuat.

Dari semua analisa yang ditulis sarjanawan meliputi studi arkeologi, genetik, sastra teks dan literatur tiga agama, semua menyimpulkan hal yang sama. Sejak kapan, siapa dan dari mana asal Ya'juj Dan Ma'juj ataupun dan Gog Magog, maka saya kembalikan kepada Anda untuk menyimpulkan pendapat mereka. Seperti yang diriwayatkan Imam Rabbani, bahwa Al Mahdi akan datang setelah melewati masa 1000 tahun kematian Nabi Muhammad, ini sama artinya bahwa kemunculan Ya'juj Dan Ma'juj sudah dimulai pada waktu itu, di abad ke-12 M.