Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Oct 13, 2014

Asalnya Alkitab?

Sejarah Terbentuknya Kitab-Kitab Perjanjian Lama

Alkitab Gereja Katolik terdiri dari 73 kitab, yaitu Perjanjian Lama terdiri dari 46 kitab sedangkan Perjanjian Baru terdiri dari 27 kitab. Bagaimanakah sejarahnya sehingga Alkitab terdiri dari 73 kitab, tidak lebih dan tidak kurang? Pertama, kita akan mengupas kitab-kitab Perjanjian Lama yang dibagi dalam tiga bagian utama: Hukum-hukum Taurat, Kitab nabi-nabi dan Naskah-naskah. Lima buku pertama: Kitab Kejadian, Kitab Keluaran, Kitab Imamat dan Kitab Bilangan dan Kitab Ulangan adalah intisari dan cikal-bakal seluruh kitab-kitab Perjanjian Lama. Pada suatu ketika dalam sejarah, ini adalah Kitab Suci yang dikenal oleh orang-orang Yahudi dan disebut Kitab Taurat atau Pentateuch. 

Selama lebih dari 2000 tahun, nabi Musa dianggap sebagai penulis dari Kitab Taurat, oleh karena itu kitab ini sering disebut Kitab Nabi Musa dan sepanjang Alkitab ada referensi kepada "Hukum Nabi Musa". Tidak ada seorangpun yang dapat memastikan siapa yang menulis Kitab Taurat, tetapi tidak disangkal bahwa nabi Musa memegang peran yang unik dan penting dalam berbagai peristiwa-peristiwa yang terekam dalam kitab-kitab ini. Sebagai orang Katolik, kita percaya bahwa Alkitab adalah hasil inspirasi Ilahi dan karenanya identitas para manusia pengarangnya tidaklah penting.

Nabi Musa menaruh satu set kitab di dalam Tabut Perjanjian (The Ark of The Covenant) kira-kira 3300 tahun yang lalu. Lama kemudian Kitab Para Nabi dan Naskah-naskah ditambahkan kepada Kitab Taurat dan membentuk Kitab-kitab Perjanjian Lama. Kapan tepatnya isi dari Kitab-kitab Perjanjian Lama ditentukan dan dianggap sudah lengkap, tidaklah diketahui secara pasti. Yang jelas, setidaknya sejak lebih dari 100 tahun sebelum kelahiran Kristus, Kitab-kitab Perjanjian Lama sudah ada seperti umat Katolik mengenalnya sekarang. 

Kitab-kitab Perjanjian Lama pada awalnya ditulis dalam bahasa Ibrani (Hebrew) bagi Israel, umat pilihan Allah. Tetapi setelah orang-orang Yahudi terusir dari tanah Palestina dan akhirnya menetap di berbagai tempat, mereka kehilangan bahasa aslinya dan mulai berbicara dalam bahasa Yunani (Greek) yang pada waktu itu merupakan bahasa internasional. Oleh karena itu menjadi penting kiranya untuk menyediakan bagi mereka, terjemahan seluruh Kitab Perjanjian Lama dalam bahasa Yunani. Pada waktu itu di Alexandria berdiam sejumlah besar orang Yahudi yang berbahasa Yunani. Selama pemerintahan Ptolemius II Philadelphus (285 - 246 SM) proyek penterjemahan dari seluruh Kitab Suci orang Yahudi ke dalam bahasa Yunani dimulai oleh 70 atau 72 ahli-kitab Yahudi - menurut tradisi - 6 orang dipilih mewakili setiap dari 12 suku bangsa Israel. Terjemahan ini diselesaikan sekitar tahun 250 - 125 SM dan disebut Septuaginta, yaitu dari kata Latin yang berarti 70 (LXX), sesuai dengan jumlah penterjemah. Kitab ini sangat populer dan diakui sebagai Kitab Suci resmi (kanon Alexandria) kaum Yahudi diaspora (=terbuang), yang tinggal di wilayah Asia Kecil dan Mesir. Pada waktu itu Ibrani adalah bahasa yang nyaris mati dan orang-orang Yahudi di Palestina umumnya berbicara dalam bahasa Aram. Jadi tidak mengherankan kalau Septuagint adalah terjemahan yang digunakan oleh Yesus, para Rasul dan para penulis kitab-kitab Perjanjian Baru. Bahkan, 300 kutipan dari Kitab Perjanjian Lama yang ditemukan dalam Kitab Perjanjian Baru adalah berasal dari Septuagint. Harap diingat juga bahwa seluruh Kitab Perjanjian Baru ditulis dalam bahasa Yunani.

Setelah Yesus disalibkan dan wafat, para pengikut-Nya tidak menjadi punah tetapi malahan menjadi semakin kuat. Pada sekitar tahun 100 Masehi, para rabbi (imam Yahudi) berkumpul di Jamnia, Palestina, mungkin sebagai reaksi terhadap umat Kristen. Dalam konsili Jamnia ini mereka menetapkan empat kriteria untuk menentukan kanon (=standard) Kitab Suci mereka: [1] Ditulis dalam bahasa Ibrani; [2] Sesuai dengan Kitab Taurat; [3] lebih tua dari jaman Ezra (sekitar 400 SM); [4] dan ditulis di Palestina. Atas kriteria-kriteria diatas mereka mengeluarkan kanon baru untuk menolak tujuh buku dari kanon Alexandria, yaitu seperti yang tercantum dalam Septuagint, yaitu: Tobit, Yudit, Kebijaksanaan Salomo, Sirakh, Barukh, 1 Makabe, 2 Makabe, berikut tambahan-tambahan dari kitab Ester dan Daniel. (Catatan: Surat Nabi Yeremia dianggap sebagai pasal 6 dari kitab Barukh). Hal ini dilakukan atas alasan bahwa mereka tidak dapat menemukan versi Ibrani dari kitab-kitab yang ditolak diatas.

Gereja Kristen tidak menerima hasil keputusan rabbi-rabbi Yahudi ini dan tetap terus menggunakan Septuagint. Pada konsili di Hippo tahun 393 Masehi dan konsili Kartago tahun 397 Masehi, Gereja secara resmi menetapkan 46 kitab hasil dari kanon Alexandria sebagai kanon bagi Kitab-kitab Perjanjian Lama. Selama enam belas abad, kanon Alexandria diterima secara bulat oleh Gereja. Masing-masing dari tujuh kitab yang ditolak oleh konsili Jamnia, dikutip oleh para Bapa Gereja perdana (Church Fathers) sebagai kitab-kitab yang setara dengan kitab-kitab lainnya dalam Perjanjian Lama. Bapa-bapa Gereja, beberapa diantaranya disebutkan disini: St. Polycarpus, St. Irenaeus, Paus St. Clement, dan St. Cyprianus adalah para pemimpin spiritual umat Kristen yang hidup pada abad-abad pertama dan tulisan-tulisan mereka - meskipun tidak dimasukkan dalam Perjanjian Baru - menjadi bagian dari Deposit Iman. Tujuh kitab berikut dua tambahan kitab yang ditolak tersebut dikenal oleh Gereja Katolik sebagai Deuterokanonika (second-listed), atau kanon kedua. Disebut demikian karena disertakan dalam kanon Kitab Suci setelah melalui banyak perdebatan.

Gereja Katolik Mendahului Kitab Perjanjian Baru

Seperti Kitab-kitab Perjanjian Lama, Kitab-kitab Perjanjian Baru juga tidak ditulis oleh satu orang, tetapi adalah hasil karya setidaknya delapan orang. Kitab Perjanjian Baru terdiri dari 4 kitab Injil, 14 surat Rasul Paulus, 2 surat Rasul Petrus, 1 surat Rasul Yakobus, 1 surat Rasul Yudas, 3 surat Rasul Yohanes dan Wahyu Rasul Yohanes dan Kisah Para Rasul yang ditulis oleh Santo Lukas, yang juga menulis Kitab Injil yang ketiga. Sejak kitab Injil yang pertama yaitu Injil Matius sampai kitab Wahyu Yohanes, ada kira-kira memakan waktu 50 tahun. Tuhan Yesus sendiri, sejauh yang kita ketahui, tidak pernah menuliskan satu barispun dari kitab Perjanjian Baru. Dia tidak pernah memerintahkan para Rasul untuk menuliskan apapun yang diajarkan oleh-Nya. Melainkan Dia berkata: "Maka pergilah dan ajarlah segala bangsa" (Matius 28:19-20), "Barangsiapa mendengarkan kamu, ia mendengarkan Aku" (Lukas 10:16).

Apa yang Yesus perintahkan kepada mereka persis sama seperti apa yang Yesus sendiri lakukan: menyampaikan Firman Allah kepada orang-orang melalui kata-kata, meyakinkan, mengajar, dan menpertobatkan mereka dengan bertemu muka. Jadi bukan melalui sebuah buku yang mungkin bisa rusak dan hilang, dan disalah tafsirkan dan diubah-ubah isinya, melainkan melalui cara yang lebih aman dan alami dalam menyampaikan firman yaitu dari mulut ke mulut. Demikianlah para Rasul mengajar generasi seterusnya untuk melakukan hal yang serupa setelah mereka meninggal. Oleh karena itu melalui Tradisi seperti inilah Firman Allah disampaikan kepada generasi-generasi umat Kristen sebagaimana pertama kali diterima oleh para Rasul.

Tidak satu barispun dari kitab-kitab Perjanjian Baru dituliskan sampai setidaknya 10 tahun setelah wafatnya Kristus. Yesus disalibkan pada circa tahun 33 dan kitab Perjanjian Baru yang pertama ditulis yaitu surat 1 Tesalonika baru ditulis sekitar tahun 50 Masehi. Sedangkan kitab terakhir yang ditulis yaitu kitab Wahyu Yohanes pada sekitar 90-100 Masehi. Jadi anda bisa melihat kesimpulan penting disini: Gereja dan iman Katolik sudah ada sebelum Alkitab dijadikan. Beribu-ribu orang bertobat menjadi Kristen melalui khotbah para Rasul dan missionaris di berbagai wilayah, dan mereka percaya kepada kebenaran Ilahi seperti kita percaya sekarang, dan bahkan menjadi orang-orang kudus tanpa pernah melihat ataupun membaca satu kalimatpun dari kitab Perjanjian Baru. Ini karena alasan yang sederhana yaitu bahwa pada waktu itu Alkitab seperti yang kita kenal, belum ada. Jadi, bagaimanakah mereka menjadi Kristen tanpa pernah melihat Alkitab? Yaitu dengan cara yang sama orang non-Kristen menjadi Kristen pada masa kini, yaitu dengan mendengar Firman Allah dari mulut para misionaris. 

Gereja Katolik Menetapkan Kitab Perjanjian Baru

Ke-dua puluh tujuh kitab diterima sebagai Kitab Suci Perjanjian Baru baik oleh umat Kristen Katolik maupun Kristen lain. Pertanyaannya adalah: Siapa yang memutuskan kanonisasi Perjanjian Baru sebagai kitab-kitab yang berasal dari inspirasi Allah? Kita tahu bahwa Alkitab tidak jatuh dari langit, jadi darimana kita tahu bahwa kita bisa percaya kepada setiap kita-kitab tersebut?

Berbagai uskup membuat daftar kitab-kitab yang diakui sebagai inspirasi Ilahi, diantaranya: [1] Mileto, uskup Sardis pada tahun 175 Masehi; [2] Santo Irenaeus, uskup Lyons - Perancis pada tahun 185 Masehi; [3] Eusebius, uskup Caesarea pada tahun 325 Masehi.

Pada tahun 382 Masehi, didahului oleh Konsili Roma, Paus Damasus menulis dekrit yang menulis daftar kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru yang terdiri dari 73 kitab.

Konsili Hippo di Afrika Utara pada tahun 393 menetapkan ke 73 kitab-kitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru.

Konsili Kartago di Afrika Utara pada tahun 397 menetapkan kanon yang sama untuk Alkitab Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru. Catatan: Ini adalah konsili yang dianggap oleh banyak pihak non-Katolik sebagai yang menentukan bagi kanonisasi kitab-kitab dalam Perjanjian Baru.

Paus Santo Innocentius I (401-417) pada tahun 405 Masehi menyetujui kanonisasi ke 73 kitab-kitab dalam Alkitab dan menutup kanonisasi Alkitab.

Jadi kanonisasi Alkitab telah ditetapkan di abad ke empat oleh konsili-konsili Gereja Katolik dan para Paus pada masa itu. Sebelum kanon Alkitab ditetapkan, ada banyak perdebatan. Ada yang beranggapan bahwa beberapa kitab Perjanjian Baru seperti surat Ibrani, surat Yudas, kitab Wahyu, dan surat 2 Petrus, adalah bukan hasil inspirasi Allah. Sementara pihak lain berpendapat bahwa beberapa kitab yang tidak dikanonisasi seperti: Gembala Hermas, Injil Petrus dan Thomas, surat-surat Barnabas dan Clement adalah hasil inspirasi Allah. Keputusan resmi wewenang Gereja Katolik menyelesaikan hal diatas sampai sekitar 1100 tahun kemudian. Hingga jaman Reformasi Protestan, praktis tidak ada lagi perdebatan akan kitab-kitab dalam Alkitab.

Melihat sejarah, Gereja Katolik menggunakan wibawa dan kuasanya untuk menentukan kitab-kitab yang mana yang termasuk dalam Alkitab dan memastikan bahwa segala yang tertulis dalam Alkitab adalah hasil inspirasi Allah. Jika bukan karena Gereja Katolik, maka umat Kristen tidak akan dapat mengetahui yang mana yang benar.

Kitab Vulgata - Karya Santo Yeremia *

Ketika Kabar Gembira telah tersebar luas dan banyak orang menjadi Kristen, merekapun dibekali dengan terjemahan Kitab Perjanjian Lama dalam bahasa asli mereka yaitu Armenia, Siria, Koptik, Arab dan Ethiopia bagi umat Kristen perdana di wilayah-wilayah ini. Bagi umat Kristen di Afrika dimana bahasa Latin paling luas digunakan, ada terjemahan kedalam bahasa Latin yang dibuat sekitar tahun 150 Masehi dan juga terjemahan berikutnya bagi umat di Italia. Akan tetapi semua ini akhirnya digantikan oleh karya besar yang dibuat oleh Santo Yeremia dalam bahasa Latin yang disebut "Vulgata" pada abad ke-empat. Pada masa itu ada kebutuhan besar akan Kitab Suci dan ada bahaya karena variasi terjemahan yang ada. Oleh karena itu sang biarawan, yang mungkin pada waktu itu adalah orang yang paling terpelajar, atas perintah Paus Santo Damascus pada tahun 382, membuat terjemahan Kitab Perjanjian Baru dalam bahasa Latin dan mengoreksi versi-versi yang ada dalam bahasa Yunani. Lantas di Bethlehem antara tahun 392-404, dia juga menterjemahkan Kitab-kitab Perjanjian Lama langsung dari bahasa Ibrani (jadi bukan dari Septuagint) kedalam bahasa Latin, kecuali kitab Mazmur yang direvisi dari versi Latin yang sudah ada. Ini adalah Alkitab lengkap yang diakui resmi oleh wewenang Gereja Katolik, yang nilainya tak terukur menurut para ahli alkitab masa kini, dan terus mempengaruhi versi-versi lainnya sampai pada jaman Reformasi Protestan. Dari Vulgata inilah dihasilkan terjemahan dalam bahasa Inggris yang terkenal yaitu Douai-Rheims Bible.

Hilangnya Kitab-Kitab Asli

Hingga ditemukannya mesin cetak pada tahun 1450, semua Alkitab adalah hasil salinan tangan yang kita sebut manuskrip. Alkitab lengkap tertua yang masih ada hingga sekarang berasal dari abad ke-empat, dan isinya sama dengan Alkitab yang dipegang oleh umat Katolik yaitu terdiri dari 73 kitab. Apa yang terjadi dengan manuskrip-manuskrip asli yang ditulis oleh para penulis kitab Injil? Ada beberapa alasan akan hilangnya kitab-kitab asli tersebut.

Beberapa ratus tahun pertama adalah masa-masa penganiayaan terhadap umat Kristen. Para penguasa yang menindas Gereja Katolik menghancurkan segala hal yang menyangkut Kristenitas yang bisa mereka temukan. Selanjutnya, kaum pagan (non-Kristen) juga secara berulang-ulang menyerang kota-kota dan perkampungan Kristen dan membakar dan menghancurkan gereja dan segala benda-benda religius yang dapat mereka temukan disana. Lebih jauh lagi, mereka bahkan memaksa umat Kristen untuk menyerahkan kitab-kitab suci dibawah ancaman nyawa, lantas membakar kitab-kitab tersebut.

Alasan lainnya: media yang dipakai untuk menuliskan ayat-ayat Alkitab, disebut papirus - sangat mudah hancur dan tidak tahan lama, sedangkan perkamen, yang terbuat dari kulit binatang dan lebih tahan lama, sulit didapat. Kedua materi inilah yang disebutkan dalam 2 Yohanes 1:12 dan 2 Timotius 4:13. Umat Kristen perdana, setelah membuat salinan Alkitab, juga tampak tidak terlalu peduli untuk menjaga kitab aslinya. Mereka tidak beranggapan penting untuk memelihara tulisan-tulisan asli oleh Santo Paulus atau Santo Matius oleh karena mereka percaya penuh kepada kuasa mengajar Gereja Katolik yang mengajarkan iman Kristen melalui para Paus dan para uskup-uskupnya. Umat Katolik tidak melandaskan ajaran-ajarannya pada Alkitab semata-mata, tetapi juga kepada Tradisi Hidup, dari Gereja Katolik yang infallible. ubi Ecclesia, ibi Christus.

Alkitab Pada Abad Pertengahan

Segenap umat Kristen berhutang budi kepada para kaum religius, imam, biarawan dan biarawati yang menyalin, memperbanyak, memelihara dan menyebar-luaskan Alkitab selama berabad-abad. Para biarawan adalah kaum yang paling terpelajar pada jamannya dan salah satu kegiatan utama mereka adalah menyalin isi Alkitab sedangkan biara-biara menjadi pusat penyimpanan naskah-naskah Alkitab ini. Umumnya masing-masing biara-biara di abad pertengahan memiliki perpustakaan tersendiri. Tidak kurang dari para raja dan kaum bangsawan dan orang-orang terkenal meminjam dari biara-biara ini. Para raja dan kaum bangsawan itu sendiri, bersama para Paus, uskup dan kepala-kepala biara, sering menghadiahkan Kitab Suci yang diberi hiasan yang indah kepada biara-biara dan gereja-gereja di seluruh Eropa.

Untuk menyalin satu Alkitab lengkap, diperlukan sekurangnya 10 bulan tenaga kerja dan sejumlah besar perkamen yang mahal harganya untuk memuat lebih dari 35000 ayat-ayat dalam Alkitab. Hal ini menjelaskan mengapa orang banyak tidak mampu memiliki setidaknya satu set Alkitab lengkap di rumah-rumah mereka. Mereka biasanya hanya memiliki salinan dari sejumlah pasal dalam Alkitab yang populer. Jadi kebiasaan memiliki bagian tertentu dari Alkitab secara terpisah adalah kebiasaan yang sepenuhnya Katolik dan yang hingga kini masih dilakukan. 

Alkitab pada abad pertengahan umumnya ditulis dalam bahasa Latin. Hal ini dilakukan sama sekali bukan dimaksudkan untuk menyulitkan umat yang ingin membacanya. Kebanyakan orang pada masa itu buta huruf, sedangkan mereka yang mampu membaca, juga dapat mengerti bahasa Latin. Latin adalah bahasa universal pada waktu itu. Mereka yang mampu membaca lebih menyukai membaca Vulgata, versi Latin dari Alkitab. Oleh karena kenyataan tersebut, tidak ada alasan kuat untuk menterjemahkan Alkitab ke dalam bahasa-bahasa setempat secara besar-besaran. Namun meski demikian harap diingat bahwa sepanjang sejarah Gereja Katolik tetap menyediakan terjemahan Alkitab dalam bahasa-bahasa setempat.

Martin Luther Dan Alkitab Protestan

Pada tahun 1529, Martin Luther mengajukan kanon Palestina yang menetapkan 39 kitab dalam bahasa Ibrani sebagai kanon Perjanjian Lama. Luther mencari pembenaran dari keputusan konsili Jamnia (yang adalah konsili imam Yahudi, jadi bukan sebuah konsili Gereja Kristen!) bahwa tujuh kitab yang dikeluarkan dari Perjanjian Lama tidak memiliki kitab-kitab aslinya dalam bahasa Ibrani. Luther melakukan hal tersebut terutama karena sejumlah ayat-ayat yang terdapat pada kitab-kitab tersebut justru menguatkan doktrin-doktrin Gereja Katolik dan bertentangan dengan doktrin-doktrin baru yang dikembangkan oleh Martin Luther sendiri.

Oleh karena alasan yang serupa, Martin Luther juga nyaris membuang beberapa kitab-kitab lainnya: surat Yakobus, surat Ibrani, kitab Ester dan kitab Wahyu. Hanya karena bujukan kuat oleh para pendukung kaum reformasi Protestan yang lebih konservatif maka kitab-kitab diatas tetap dipertahankan dalam Alkitab Protestan. Namun demikian, tidak kurang Martin Luther mengecam bahwa surat Yakobus tidak pantas dimasukkan dalam Alkitab. 

Untuk mendukung salah satu doktrinnya yang terkenal yaitu Sola Fide (bahwa kita dibenarkan hanya oleh iman saja), dalam Alkitab terjemahan bahasa Jerman, Martin Luther menambahkan kata 'saja' pada surat Roma 3:28. Sehingga ayat tersebut berbunyi: "Karena kami yakin, bahwa manusia dibenarkan karena iman saja, dan bukan karena ia melakukan hukum Taurat". Tidak heran kalau Martin Luther meremehkan surat Rasul Yakobus dan berusaha untuk membuangnya dari Perjanjian Baru, karena justru dalam surat Yakobus ada banyak ayat yang menjatuhkan doktrin Sola Fide yang diciptakan oleh Martin Luther tersebut. Antara lain, dalam Yakobus 2:14-15 tertulis: "Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?" dan Yakobus 2:17 "Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati" dan Yakobus 2:24 "Jadi kamu lihat, bahwa manusia dibenarkan karena perbuatan-perbuatannya dan bukan hanya karena iman."

Pertanyaannya sekarang adalah: Kitab Perjanjian Lama manakah yang lebih baik anda baca? Kitab Perjanjian Lama yang digunakan oleh Yesus, para penulis kitab-kitab Perjanjian Baru dan Gereja purba? Atau Kitab Perjanjian Lama yang ditetapkan oleh imam-imam Yahudi yang menolak Yesus Kristus dan menindas umat Kristen purba?

Alkitab Katolik

Bahkan sebelum pecahnya Reformasi Protestan, ada banyak versi-versi Alkitab yang beredar pada masa itu. Banyak diantaranya mengandung kesalahan-kesalahan yang disengaja - seperti dalam kasus-kasus kaum bidaah, penyeleweng ajaran gereja yang berusaha mendukung doktrin-doktrin yang mereka ciptakan sendiri, dengan menuliskan Alkitab yang sudah diganti-ganti isinya. Ada juga kesalahan-kesalahan yang tidak disengaja oleh karena faktor manusia (human error), mengingat pekerjaan menyalin Alkitab dilakukan dengan tulisan tangan, ayat demi ayat, yang sangat memakan waktu dan tenaga. 

Oleh karena itu pada Konsili di Florence pada abad ke lima belas, para pemimpin Gereja menguatkan keputusan yang dibuat pada konsili-konsili sebelumnya mengenai kitab-kitab yang ada dalam Alkitab.

Setelah meletusnya Reformasi Protestan, pada Konsili Trente oleh Gereja Katolik pada tahun 1546 dikeluarkanlah dekrit yang mensahkan Vulgata, versi Latin dari Alkitab sebagai satu-satunya versi resmi yang diakui dan sah untuk umat Katolik. Alkitab ini direvisi oleh Paus Sixtus V pada tahun 1590 dan juga oleh Paus Clement VIII pada tahun 1593. 

Selanjutnya pada konsili Vatikan I, kembali Gereja Katolik menegaskan keputusan konsili-konsili sebelumnya tentang Alkitab. Oleh karena itu di akhir tulisan ini, kita dapat membuat beberapa kesimpulan:

Berdasarkan sejarah, Alkitab adalah sebuah kitab Katolik. Perjanjian Baru ditulis, disalin dan dikoleksi oleh umat Kristen Katolik. Kanon resmi dari kitab-kitab yang membentuk Alkitab - Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru - ditentukan secara berwibawa oleh wewenang Gereja Katolik pada abad ke empat.

Menuruti akal sehat dan logika, Gereja Katolik yang memiliki kuasa untuk menentukan Firman Allah yang infallible - bebas dari kesalahan -, pasti juga memiliki otoritas yang infallible - bebas dari kesalahan - dan juga bimbingan dari Roh Kudus. Seperti telah anda lihat, terlepas dari deklarasi oleh Gereja Katolik, kita sama sekali tidak memiliki jaminan bahwa apa yang tertulis dalam Alkitab adalah Firman Allah yang asli. Jika anda percaya kepada isi Alkitab maka anda juga harus percaya kepada wibawa Gereja Katolik yang menjamin keaslian Alkitab. Adalah suatu kontradiksi bagi seseorang untuk menerima kebenaran Alkitab tetapi menolak wibawa Gereja Katolik. Logikanya, mereka mestinya tidak mengutip isi Alkitab sama sekali, karena mereka tidak memiliki pegangan untuk menentukan kitab-kitab mana saja yang asli, kecuali tentunya kalau mereka menerima wibawa mengajar Gereja Katolik.

Pertanyaan: Mengapa Alkitab umat Katolik terdiri dari 73 kitab sedangkan Alkitab umat Protestan terdiri dari 66 kitab?

Jawaban: Gereja Katolik melandaskan Perjanjian Lama pada Kanon Alexandria - lebih dari satu abad sebelum kelahiran Yesus Kristus - yang menetapkan 43 kitab yang disebut Septuagint sebagai kitab-kitab Perjanjian Lama. Protestan melandaskan Perjanjian Lama pada Kanon Palestina yang diadakan oleh imam-imam Yahudi untuk memerangi umat Kristen, sekitar tahun 100 Masehi. Perlu dicatat bahwa baik Yesus maupun para murid-muridNya menggunakan Septuagint yaitu berdasarkan Kanon Alexandria. Tidakkah anda sebagai umat Kristen, mestinya memakai Kitab Perjanjian Lama yang dipergunakan oleh Yesus dan para murid-muridNya, dan bukan malahan menggunakan versi Perjanjian Lama yang ditetapkan oleh para imam Yahudi yang ditetapkan puluhan tahun setelah wafat dan kebangkitan Yesus?

Pertanyaan: Benarkah bahwa Gereja Katolik pernah melarang umat Kristen untuk membaca Alkitab dan apakah benar bahwa atas berkat jasa Martin Luther maka umat Katolik sekarang boleh membaca Alkitab?

Jawaban: Satu-satunya kejadian dalam sejarah Gereja menyangkut larangan kaum awam membaca/memiliki Alkitab dikeluarkan hanya oleh beberapa uskup di Perancis pada abad ke-13 untuk memerangi kaum bidaah Albigensian di Perancis. Larangan itu dihapuskan 40 tahun kemudian setelah pupusnya pendukung bidaah tersebut. Jadi wewenang Gereja Katolik tidak pernah mengeluarkan larangan kepada umat Katolik untuk membaca Alkitab. Apalagi anggapan bahwa Martin Luther memiliki jasa apapun atas Gereja Katolik. Ada dongeng yang mengisahkan bahwa Martin Luther-lah yang "menemukan" Alkitab. Tapi kalau anda membaca buku-buku sejarah gereja yang berbobot, maka anda akan menemukan bahwa justru Martin Luther-lah yang bertanggung jawab menghapuskan kitab-kitab Deuterokanonika dari Perjanjian Lama, dan bahkan nyaris menghapuskan lebih banyak lagi kitab-kitab dari dalam Alkitab.

Pertanyaan: Benarkah bahwa Gereja Katolik mempersulit umat Kristen untuk membaca Alkitab dengan hanya menyediakan terjemahan dalam bahasa Latin?

Jawaban: Pada waktu itu, orang yang mampu membaca, juga mampu membaca Latin. Karena Latin adalah bahasa internasional pada jaman itu. Lebih jauh lagi, Vulgata, versi Latin dari Alkitab hasil karya Santo Yeremia amat digemari oleh umat Kristen. Jadi tidak ada kebutuhan yang mendesak untuk menyediakan Alkitab dalam berbagai bahasa. Namun demikian ada juga terjemahan Kitab Suci dalam bahasa-bahasa setempat.

Pertanyaan: Benarkah bahwa Gereja Katolik pernah membakar Alkitab?

Jawaban: Selama berabad-abad Gereja dilanda oleh berbagai bidaah (heresy). Para pendukung bidaah menggunakan Alkitab yang sudah diselewengkan isinya untuk mendukung doktrin-doktrin mereka sendiri. Gereja Katolik sebagai penjaga keaslian Alkitab juga berhak dan berwibawa untuk memastikan bahwa umat Kristen memiliki Alkitab yang isinya tidak dikorupsi demi kepentingan sekelompok orang. Oleh karena itu otoritas Gereja Katolik memusnahkan alkitab-alkitab yang isinya mengandung kesalahan ini dan sebagai gantinya menyediakan Alkitab yang murni isinya. Martin Luther bukan satu-satunya orang yang pernah mengubah isi Alkitab.

Pertanyaan: Jika penggunaan Alkitab meluas pada abad-abad pertengahan, mengapa hanya sedikit kitab-kitab kuno ini yang tertinggal?

Jawaban: Ada beberapa alasan. Pertama, ada banyak terjadi peperangan sehingga banyak manuskrip-manuskrip kuno ini ikut musnah. Kedua, media yang dipergunakan mudah rusak dan tidak tahan lama. Ketiga, pengrusakan besar-besaran yang dilakukan dengan sengaja seperti pada masa pecahnya reformasi Protestan. Kaum pendukung reformasi Protestan menghancurkan segala hal yang berbau Katolik. Gereja-gereja, biara-biara, tempat-tempat ziarah beserta penghuni dan semua isinya yang bernilai tinggi menjadi korban pergolakan.

Pertanyaan: Mengapa kitab-kitab yang ditolak dari Perjanjian Lama oleh imam-imam Yahudi itu disebut sebagai Deuterokanonika?

Jawaban: Deuterokanonika artinya kira-kira kanon kedua. Disebut demikian karena disertakan setelah melalui banyak perdebatan. Santo Yeremia sendiri pernah mengutarakan kekhawatirannya akan keaslian kitab-kitab tersebut. Akan tetapi keputusan konsili-konsili Gereja Katolik dan para Paus menghentikan perdebatan dan menghapus kekhawatiran para ahli teologi pada masa itu. Santo Agustinus dari Hippo - salah satu Bapa dan Pujangga Gereja - pernah mengatakan begini: "Aku tidak akan meletakkan imanku pada kitab Injil, jika bukan karena otoritas Gereja Katolik yang mengarahkan aku untuk berbuat demikian." Bahwa keputusan Gereja Katolik untuk tetap mempertahankan kitab-kitab Deuterokanonika dan mengabaikan Kanon Palestina, menunjukkan bimbingan Roh Kudus yang membawa kepada segala kebenaran (Yohanes 16:13). Ketika Gulungan-gulungan Laut Mati (Dead Sea Scrolls) ditemukan di Qumran, tepi barat sungai Yordan pada abad ke-20 ini, diantaranya terdapat sebagian salinan-salinan asli dalam bahasa Ibrani atas sejumlah kitab-kitab Deuterokanonika.

Pertanyaan: Mengapa disebutkan bahwa Deuterokanonika terdiri dari tujuh kitab sedangkan dalam Alkitab bahasa Indonesia yang saya miliki ada sepuluh bagian dalam Deuterokanonika?

Jawaban: Tujuh kitab-kitab tersebut adalah Tobit, Yudit, Kebijaksanaan Salomo, Yesus bin Sirakh, Barukh, 1 Makabe dan 2 Makabe. Tambahan-tambahan pada kitab Ester dan Daniel tentunya dimasukkan kedalam kitab-kitab yang bersangkutan sedangkan Surat Nabi Yeremia dimasukkan sebagai pasal 6 dari kitab Barukh. Dalam Alkitab bahasa Indonesia terbitan Lembaga Alkitab Indonesia, kitab-kitab Deuterokanonika diletakkan ditengah, jadi tidak sesuai urutan yang semestinya. Ini untuk memudahkan penerbit yang sama menerbitkan Alkitab versi Protestan, yaitu tanpa Deuterokanonika. Jika anda membeli Alkitab dalam bahasa Inggris seperti di Amerika contohnya, kitab-kitab Deuterokanonika dimasukkan dalam urutannya yang alami. Perlu juga disebutkan disini bahwa versi-versi Alkitab Protestan pada awalnya - seperti versi asli King James Bible - masih memiliki Deuterokanonika di dalamnya.

Pertanyaan: Ada berapakah versi Alkitab dalam bahasa Inggris?

Jawaban: Dalam bahasa Inggris, ada beberapa versi Alkitab baik bagi umat Katolik maupun Protestan. Bagi umat Katolik ada versi RSVCE (Revised Standard Version Catholic Edition) yang dipakai sebagai terjemahan resmi. Ada NAB (New American Bible) yaitu yang merupakan Alkitab yang populer di kalangan umat Katolik di Amerika Serikat. Ada juga NJB (New Jerusalem Bible) yaitu Alkitab yang diterjemahkan dari bahasa Ibrani dan dipakai oleh sebagian kalangan Gereja Katolik dari ritus-ritus Timur. RSVCE adalah versi yang paling serupa dengan bahasa asli kitab suci karena merupakan terjemahan kata-demi-kata. Sedangkan NAB dan NJB serta beberapa versi lainnya merupakan terjemahan yang sudah disesuaikan dengan pemakaian bahasa Inggris pada masa kini, jadi penekanan pada segi arti dari kata-kata/kalimat yang dipakai pada bahasa asli kitab suci. Beberapa versi Alkitab Protestan, diantaranya adalah: RSV (Revised Standard Version), KJV (King James Version), NIV (New International Version), Tyndale Bible dan Zonderfan Bible. Untuk mengenalinya mudah saja, di dalamnya tidak terdapat kitab-kitab Deuterokanonika. Sebetulnya ada juga yang menyertakan kitab-kitab Deuterokanonika, yaitu yang diterbitkan oleh penerbit-penerbit sekuler seperti Oxford dan lain-lain. Namun mereka menyebut Deuterokanonika dengan sebutan Apokrif (Apocripha). Alkitab-alkitab Katolik juga memiliki Imprimatur dan Nihil-Obstat yang dapat anda temukan pada bagian muka dari Alkitab tersebut. Ini praktisnya adalah tanda bahwa buku yang bersangkutan telah diperiksa oleh Gereja Katolik, apakah itu imam ataupun uskup. Jika anda ingin memiliki Alkitab Katolik bahasa Inggris, silakan membeli salah satu versi Katolik yang telah disebutkan diatas. Alkitab NAB selalu memiliki catatan kaki yang membantu memperjelas ayat-ayat dan perikop-perikop dalam Kitab Suci. NAB study-bible terbitan Oxford juga dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan sejarah PL dan PB. Harga Alkitab NAB bahasa Inggris bervariasi sekitar US$7 sampai US$24.

Pertanyaan: Ada sementara orang yang percaya bahwa di dalam Alkitab umat Kristiani telah terjadi salah terjemahan yang sangat fatal: yaitu kata "Lord" dalam bahasa Inggris diterjemahkan sebagai "Tuhan" dalam bahasa Indonesia, padahal kamus Inggris-Indonesia menyebutkan bahwa kata "lord" mestinya diterjemahkan sebagai "tuan", bukan "Tuhan". Dengan demikian hal ini mendukung teori agama mereka yang mengatakan bahwa Yesus jelas bukan Tuhan dan sekedar manusia biasa.

Jawaban: Pertama-tama perlu ditegaskan disini, bahwa Alkitab bahasa Indonesia tidaklah diterjemahkan dari Alkitab bahasa Inggris. Lihatlah pada bagian awal Alkitab dimana tertulis bahwa "Teks Perjanjian Lama diterjemahkan dari Bahasa Ibrani. Teks Perjanjian Baru diterjemahkan dari Bahasa Yunani. Teks Deuterokanonika diterjemahkan dari Bahasa Yunani". Kedua, perlu diketahui bagi orang Indonesia yang jelas bukan native English speaker - bahwa kata "Lord" dalam Alkitab berarti "God" atau "Tuhan". Kata "Lord" bukan hanya digunakan pada Yesus, tetapi juga pada Allah Bapa dalam ayat-ayat Perjanjian Lama.

Alkitab Ibrani

Daftar kitab-kitab suci seperti terdapat dalam Alkitab Ibrani ditetapkan demikian oleh ahli-ahli Kitab Yahudi di Palestina menjelang tarikh Masehi. Sampai sekarang daftar ini dituruti oleh orang-orang Yahudi dan (dalam Perjanjian Lama) oleh gereja-gereja Reformasi, walaupun dengan perbedaan sedikit dalam tempat urutan masing-masing kitab. Daftar itu hanya memuat kitab-kitab yang memakai bahasa Ibrani (beberapa bagian memakai bahasa Aram), sehingga tidak terdapat yang dikarang dalam bahasa Yunani (atau hanya sampai kepada kita dalam terjemahan Yunaninya) dan tambahan-tambahan dalam bahasa Yunani pada kitab Ester dan Daniel.
Kitab-kitab dalam Alkitab Ibrani terbagi menjadi tiga kelompok dengan urutan sbb:

I. TORAH (hukum Taurat, Pentateukh)

1. Kejadian (yang juga disebut "Pada mulanya", menurut kata-kata pertama kitab      itu),
2. Keluaran (atau: Inilah nama),
3. Imamat (atau: Dan Ia (Tuhan) memanggil),
4. Bilangan (atau: Di padang gurun),
5. Ulangan (atau: Inilah perkataan).

II. NABI-NABI

A. "Nabi-nabi terdahulu"
6. Yosua.
7. Hakim-hakim,
8. Samuel (kitab 1 dan 2 bersama),
9. Raja-raja (kitab I dan 2 bersama).

B. "Nabi-nabi kemudian"
10. Yesaya,
11. Yeremia,
12. Yehezkiel,
13. Kedua belas nabi, yang urutannya sbb: Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus. Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakharia, Maleakhi.

III. KETUBIM (atau hagiographa, tulisan-tulisan)

14. Mazmur,
15. Ayub,
16. Amsal,
      Megillot (lima gulungan):
17. Rut,
18. Kidung (Syir hasy-syirim),
19. Pengkhotbah (Qohelet).
20. Ratapan,
21. Ester,
22. Daniel,
23. Ezra-Nehemia,
24. Tawarikh.

Jadi Alkitab Ibrani berisikan 24 kitab.

Oct 12, 2014

Tatanan Dunia Baru

Dunia kita segera (dalam hitungan tahun bukan dekade) akan menghadapi krisis global yang akan menandai akhir dunia ini. Karena orang di seluruh duina perlu menyiapkan diri, kami sebarkan pesan ini ke seluruh dunia, dengan biaya dan pengorbanan yang tinggi.

Bagi mereka yang berani terus membaca, Kesempatan Terakhir Dunia mungkin kedengaran tidak masuk akal, jika tidak menggelisahkan, karena Anda pasti mengharapkan kedamaian dan kesejahteraan global, dan tentu saja bukan krisis universal yang menguasai dunia dan mengakhirinya.

Kami telah merenungkan reaksi dan kegelisahan Anda dan akan memulai perjalanan menuju masa depan ini dengan menjawab beberapa pertanyaan sambil berbagi dengan Anda mengapa dunia ini menatap kesempatannya yang terakhir!

Alkitab sebagai Pedoman

1. Siapa orang-orang di belakang artikel ini?

Kami bagian dari sebuah kelompok kecil yang tersebar di seluruh dunia yang memegang Alkitab sebagai satu-satunya hukum. Setelah menghabiskan sebagian besar waktu kami mempelajarinya, terutama bab-bab yang berkaitan dengan masa depan kita, kami menyadari kami harus membagikan apa yang sudah kami ketahui ini kepada Anda. Pengetahuan ini begitu penting sehingga kami rela bersusah payah, bahkan mempertaruhkan nyawa, agar Anda bisa memperoleh pengetahuan ini juga. Kekuatan besar sedang berusaha membungkam informasi ini.

2. Mengapa Anda percaya kepada Alkitab?

Pada mulanya kami tidak mempercayai Alkitab sampai kami dibuat terheran-heran ketika mengetahui betapa akuratnya kitab itu. Begitu akurat, sehingga ramalan-ramalan yang dibuat ribuan tahun yang lalu terjadi persis pada hari yang diramalkan, sampai detil yang terkecil. Ini memaksa kami untuk mengakui bahwa ada Tuhan yang maha tahu di balik Alkitab itu, yang tidak terikat oleh waktu dan yang tahu akhir dunia sejak awal mula.

Kami juga mengetahui bahwa Pencipta kita mencintai kita begitu mendalam sehingga Dia menyiapkan tempat bagi kita di surga. Tetapi, karena kita tertulari oleh penyakit dosa dan sekarang ini tidak layak untuk hidup bersama Tuhan di surga, Tuhan menyediakan obat untuk penyakit dosa itu.

Kami tidak akan mempercayai Alkitab jika Tuhan tidak menunjukkan kekuasaan dan pengetahuan-Nya yang sempurna atas masa depan. Penguasaan ini ditunjukkan dengan sangat jelas dalam dua buku: Daniel dalam Perjanjian Lama dan Wahyu dalam Perjanjian Baru.

Kami tidak akan mempercayai Alkitab jika Tuhan tidak menunjukkan kekuasaan dan pengetahuan-Nya yang sempurna atas masa depan. Penguasaan ini ditunjukkan dengan sangat jelas dalam dua buku: Daniel dalam Perjanjian Lama dan Wahyu dalam Perjanjian Baru.

Kami tidak akan mempercayai Alkitab jika Tuhan tidak menunjukkan kekuasaan dan pengetahuan-Nya yang sempurna atas masa depan. Penguasaan ini ditunjukkan dengan sangat jelas dalam dua buku: Daniel dalam Perjanjian Lama dan Wahyu dalam Perjanjian Baru.

Kami tidak akan mempercayai Alkitab jika Tuhan tidak menunjukkan kekuasaan dan pengetahuan-Nya yang sempurna atas masa depan. Penguasaan ini ditunjukkan dengan sangat jelas dalam dua buku: Daniel dalam Perjanjian Lama dan Wahyu dalam Perjanjian Baru.

Ramalan Alkitab yang Terpenuhi

3. Beri contoh ramalan yang sudah tergenapi dalam Alkitab

Dalam kitab Daniel, bab 2, Tuhan menyatakan kepada seorang raja Babilon bahwa mulai masanya sampai akhir zaman, dunia hanya akan menyaksikan empat kekaisaran dunia . Sejarah membuktikan bahwa apa yang dinyatakan Tuhan benar-benar terjadi. Keempat kekaisaran itu adalah, Babilonia (605 SM –538 SM), Medo- Persia (538 SM – 331 SM.), Yunani (331 SM. – 168 SM.), dan Romawi (168 SM. – 476). Selanjutnya Dia menyatakan bahwa Romawi akan terpecah menjadi sepuluh kawasan dan bahwa pada masa kesepuluh kawasan itu akhir dunia akan datang. Sejarah sudah membuktikan ketepatan sabda Tuhan itu. Karena pada tahun 476, Roma terbagi menjadi sepuluh bangsa yang memunculkan Eropa yang sekarang ini.



Sebagai tambahan, Tuhan juga mengungkapkan ciri-ciri unik masing-masing kekaisaran, seperti cara mereka berjaya dan jatuh, dan karakteristik penting masing-masing pemerintahannya. Lihat Daniel 7 dan 8. Begitu terincinya sehingga mahasiswa yang jujur yang mempelajari sejarah dan Alkitab pasti akan mengakui ada Tuhan di surga yang berkuasa atas dunia kita ini.

4. Apa tujuan nubuat Alkitab?

Tujuan nubuat adalah untuk mengingatkan kita akan krisis di masa depan. Contohnya, Tuhan mengingatkan Nuh akan datangnya air bah, Abraham dan Lot akan kehancuran kota Sodom dan Gomorah dan Dia memberitahu Musa tentang wabah yang akan melanda Mesir. Mereka semua harus mematuhi peringatan itu dengan penuh keyakinan. Kejadian-kejadian ini ditulis untuk mengajarkan kepada kita bahwa apapun yang Tuhan nubuatkan terjadi persis seperti apa yang Dia katakan. Jadi, kita tidak bisa mengabaikan nubut-nubuat-Nya yang segera akan tergenapi karena nubuat-nubuat itu berfungsi sebagai peringatan kepada kita semua, jika kita mematuhi-Nya, Dia akan melindungi kita dari krisis.

Oleh karena itu, ramalan Al Kitab mempunyai dua maksud – untuk menarik pikiran kita akan keberadaan Tuhan yang mengendalikan segala kejadian ini dan untuk memberi peringatan kepada kita tentang situasi serius ini.

Peringatan yang Sangat Menakutkan dan Serius

5. Adakah nubuat peringatan Alkitab yang segera akan digenapi?

Sebenarnya, nubuat peringatan yang paling serius segera akan digenapi. Sekarang ini, tidak ada yang lebih penting bagi kita untuk dipahami selain nubuat ini karena kejadian-kejadian sedang berlangsung secara cepat satu demi satu menunjukkan penggenapannya yang semakin dekat.

6. Ceritakan nubuat peringatan yang paling serius yang akan segera terjadi.

"Dan seorang malaikat lain,malaikat ketiga, menyusul mereka, dan berkata dengan suara nyaring: Jikalau seorang menyembah binatang dan patungnya itu, dan menerima tanda pada dahinya atau tangannya, maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran dalam cawan murkaNya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang di depan mata malaikat-malaikat kudus dan di depan mata Anak Domba. Maka asap api yang menyiksa mereka itu akan naik ke atas sampai selama-lamanya, dan siang malam mereka tidak henti-hentinya disiksa, yaitu mereka yang menyembah binatang serta patungnya itu, dan barangsiapa yang telah menerima tanda namanya. Yang penting di sini ialah ketekunan orang-orang kudus, yang menuruti perintah Allah dan iman kepada Yesus." Wahyu 14: 9-12

Peringatan yang menakutkan ini menggambarkan dua kelompok orang. Kelompok pertama diperingatkan agar tidak memuja binatang dan patungnya, yang akan membuat mereka menerima tanda binatang itu; semenatara kelompok kedua dipandang secara positif karena taat kepada sepuluh perintah Allah. Lagi pula, penggambaran kedatangan Kristus yang kedua langsung mengikuti peringatan ini. Oleh karena itu, kita tahu inilah peringatan terakhir sebelum kedatangan Kristus yang kedua.

7. Bagaimana saya bisa menghindari penyembahan kepada binatang dan patungnya dan menerima tandanya.

Pertanyaan yang baik. Untuk menjawabnya kita perlu mengenali binatang itu, patungnya, dan tandanya. Masuk akal jika kita menganggap bahwa Tuhan tidak akan memperingatkan kita terhadap bahaya-bahaya itu tanpa membantu kita mengenalinya secara pasti. Tuhan kita yang maha pengasih tidak akan membiarkan kita menebak-nebak, ketika nasib abadi kita dalam pertaruhan. Jika demikian tidak mengherankan, kita menemukan diskripsi binatang dan gambarnya itu dalam bab sebelumnya di mana banyak kunci diberikan untuk menyingkap identitas mereka.

Mengenali Binatang itu

8. Bagaimana Alkitab mendiskripsikan binatang itu?

"Lalu aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut, bertanduk sepuluh dan berkepala tujuh; di atas tanduk-tanduknya terdapat sepuluh mahkota dan pada kepalanya tertulis nama-nama hujat 2 Binatang yang kulihat itu serupa macan tutul, dan kakinya seperti kaki beruang dan mulutnya seperti mulut singa. Dan naga itu memberikan kekuatannya, dan tahtanya dan kekuasaannya yang besar 3 Maka tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya sepeti kena luka yang membahayakan hidupnya, tetapi luka yang membahayakannya itu sembuh. Seluruh dunia heran, lalu mengikut binatang itu. 4 Dan mereka menyembah naga itu, karena ia memberikan kekuasaan kepada binatang itu. Dan mereka menyembah binatang itu, sambil berkata: "Siapakah yang sama seperti binatang ini? Dan siapakah yang dapat berperang melawan dia?" 5 Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat; kepadanya juga diberikan kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya . 6 Lalu ia membuka mulutnya untuk menghujat Allah, menghujat namaNya dan kemah kediamanNya dan semua mereka yang diam di surga. 7 Dan ia diperkenankan untuk berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa. 8 Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya, yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih... 16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil, atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, 17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya. 18 Yang penting di sini ialah hikmat: barangsiapa yang bijaksana, baiklah ia menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam." Wahyu 13:1-8; 16-18

9. Bacaan di atas penuh dengan simbol. Bagaimana saya bisa memahaminya?

Kita perlu memberi kesempatan kepada Alkitab untuk menjelaskan simbol-simbolnya sendiri. Kita harus mengharapkan bahwa Tuhan, untuk kepentingan kita, mengungkapkan dalam Alkitab arti simbol-simbol itu. Oleh karena itu, yang kita butuhkan adalah ketekunan dalam belajar untuk menemukan interpretasinya dalam Alkitab. Dengan cara ini, kita menghindarkan semua pemikiran dan spekulasi manusiawi.

Alkitab sebenarnya melarang pemikiran dan spekulasi manusia karena "nubuat... tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri" 2 Petrus 1:20. Alkitab memberi difinisi simbol-simbolnya sendiri. Contoh, kitab Wahyu berisi 404 ayat. Dari 404 ayat ini, 278 ditemukan hampir persis kata-katanya dalam kitab lain dalam Alkitab, di mana artinya dijelaskan.

Oleh karena itu, kami mendorong Anda untuk melakukan apa yang dilakukan oleh jemaat awal di kota Berea saat itu (lihat Kisah Para Rasul 17:10-11) dan menguji setiap pengajaran dengan Firman Allah. Karena, siapa saja yang dengan penuh doa mempelajari Alkitab, mendambakan kebenaran, sehingga mereka bisa mematuhinya, akan memahami Firman Allah. "Barangsiapa mau melakukan kehendakNya, ia akan tahu... berasald Allah, entah Aku berkata-kata dari diriKu sendiri" Yoh. 7:17

10. Simbol yang mana yang kita perlukan untuk menyingkap identitas binatang itu dan tandanya?

Ada banyak simbol untuk binatang itu, tetapi, kita cukup mempelajari yang kita perlukan untuk mengenali binatang itu. Simbol itu adalah 'binatang', 'naga', 'laut', 'empat puluh dua bulan', dan 'hujat'.

Binatang : Dalam nubuat Alkitab, binatang adalah symbol raja atau kerajaan. " Binatang-binatang besar yang empat ekor itu ialah empat raja ... Binatang yang keempat ialah kerajaan keempat yang akan ada di bumi..." Daniel 7:17,23. Dengan binatang ini, kita mempelajari sebuah kerajaan yang unik karena ia bukan saja merupakan kekuatan politik tetapi juga relijius, karena orang 'menyembah binatang' Wahyu 13:4

Naga : Menurut Alkitab, naga adalah nama lain dari Setan, bapak kebohongan dan penipuan, "Dan naga besar itu …yang disebut Iblis atau Setan , yang menyesatkan seluruh dunia." Hal ini berarti ketika Setan memberi "kekuatannya, dan tahtanya dan kekuasaannya yang besar" kepada binatang, kita boleh yakin bahwa binatang itu akan berperilaku dengan penuh kebohongan seperti yang dilakukan oleh Setan. Maka, banyak kebohongan akan ditemukan dalam pekerjaan binatang. Wahyu 12:9;13:2

Laut : Dalam nubuat Alkitab, laut melambangkan sejumlah besar orang yang berbeda-beda. "Semua air. .. adalah bangsa-bangsa dan rakyat banyak dan kaum , dan bahasa. " Wahyu 17:15. Kerajaan atau kekuasaan yang unik ini muncul dari laut, menunjukkan bahwa ia muncul dari suatu lokasi di dunia yang berpenduduk padat dengan ras atau suku bangsa yang berbeda-beda.

Empat puluh dua bulan : Periode ini sama dengan tiga setengah tahun (42 dibagi 12). Dan Alkitab ditulis berdasarkan kalender Yahudi di mana setiap tahun Yahudi adalah 360 hari (30 hari setiap bulan) Maka, tiga setengah tahun dan empat puluh dua bulan sama dengan 1260 hari. Alasan mengapa kami mengganti jumlah bulan dengan persamaannya dalam jumlah hari adalah bahwa ketika Tuhan memberi waktu nubuat, Dia sering menyamakan sehari dengan setahun "... yakni empat puluh hari, satu hari dihitung satu tahun, jadi empat puluh tahun lamanya kamu harus menanggung akibat kesalahanmu" " Aku menentukan bagimu satu hari untuk satu tahun. " Bil. 14:34; Yehez. 4:6

Oleh karena itu, empat puluh dua bulan nubuatan menunjukkan sebuah periode 1260 tahun dan selama itu binatang diberikan, "mulut, yang penuh kesombongan dan hujat" dan juga "diperkenankan berperang melawan orang-orang kudus dan untuk mengalahkan mereka; dan kepadanya diberikan kuasa atas segala suku dan umat dan bahasa dan bangsa" Wahyu 13:5,7. Berarti selama periode itu si binatang akan memfitnah, menyiksa orang Kristen, dan mempunyai kuasa yang besar.

Hujat: Dalam Alkitab, hujat diartikan dalam dua cara. Pertama jika seseorang mengaku dirinya adalah Tuhan atau wakil-Nya. "..bukan karena suatu pekerjaan baik maka kami melempari Engkau; sekalipun hanya seorang manusia saja, menyamakan diriMu dengan Allah" Yoh. 10:33. Maka binatang adalah kekuasaan atau kerajaan religius-politik, telah menghujat Tuhan dengan menyebarkan fitnah bahwa dia adalah wakil Tuhan di dunia. Cara yang kedua dengan memberikan pengampunan (mengklaim mempunyai kuasa untuk mengampuni dosa orang lain) "Mengapa orang ini berkata begitu? Ia menghujat Allah. Siapa yang dapat mengampuni dosa selain daripada Allah sendiri ?" Mark. 2:7

Binatang itu, kekuasaan dan kerajaan relijius politis, telah menghujat Allah tidak hanya dengan mewakili-Nya di bumi, tetapi juga mengkalim kuasa pengampunan. Tidak heran binatang itu mempunyai "nama-nama hujat" dan berbicara "untuk menghujat Allah, menguhjat nama-Nya," ini karena binatang itu mengaku mempunyai kekuasaan yang menjadi hak Allah satu-satunya. Wahyu 13:1, 6.

Sembilan Tanda Penting

Setelah membiarkan Alkitab mengungkapkan arti simbol-simbolnya sendiri sekarang kita bisa memfokus pada kesembilan tanda penting untuk mengenali binatang itu untuk menentukan kekuatan mana yang memenuhi fitur-fitur itu. Ini bukan satu-satunya tanda pengenal: masih ada banyak lagi dalam Alkitab. Kami berharap kumpulan kunci pengenal ini akan bisa memandu Anda menyelidiki Alkitab lebih jauh lagi untuk lebih banyak lagi menemukan.

1. Binatang itu menggabungkan kekuatan relijius dan politik secara bersamaan, "mereka menyembah binatang itu …" Wahyu 13:4

2. Binatang itu berkuasa di sebuah kawasan dunia yang padat penduduk, "aku melihat seekor binatang keluar dari dalam laut." Wahyu 13:1

3. Binatang itu memperoleh kekuatan dan kekuasaannya dari Setan, maka kita bisa memastikan sejarahnya dipenuhi dengan banyak kebohongan, "naga itu memberi kepadanya [binatang itu] kekuatannya, dan takhtanya dan kekuasaannya yang besar." Wahyu 13:2

4. Binatang itu memerintah tanpa belas kasihan, memiliki hegemoni (denominasi) mutlak selama 1260 tahun. Periode ini pasti mempunyai titik awal dan berakhir dengan 'luka yang mematikan'. "Kuasa untuk melakukannya empat puluh dua bulan lamanya" "tampaklah kepadaku satu dari kepala-kepalanya seperti kena luka yang membahayakan hidupnya." "kepadanya diberikan kuasa atas setiap suku dan umat dan bahasa dan bangsa." Wahyu 13:5, 3, 7.

5. Binatang itu menganiaya orang-orang Kristen selama periode 1260 tahun itu. "Dan ia diperkenakan untuk berperang melawan orang-orang kudus, dan untuk mengalahkan mereka" Wahyu 13:7

6. Binatang itu akan sembuh total dari 'luka mematikannya' dan dunia akan sungguh mengaguminya, "tetapi luka yang membahayakan hidupnya itu sembuh, seluruh dunia heran, lalu menyembah binatang itu" Wahyu 13:3

7. Binatang itu mempunyai angka 666 yang misterius yang menandai jabatan dan namanya, "menghitung bilangan binatang itu, karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam." Wahyu 13:18

8. Binatang itu melakukan penghujatan dengan mengklaim diri sebagai Tuhan dan memberikan pengampunan (kekuasaan untuk mengampuni dosa orang lain).

9. Binatang itu membuat klaim-klaim hujatan, mengambil alih pekerjaan yang menjadi hak khusus Allah. "Dan kepada binatang itu diberikan mulut, yang penuh kesombongan dan hujat" Wahyu 13:5

Pembaca yang terhormat, kekuasaan yang mana dalam sejarah yang memenuhi semua tanda-tanda pengenal itu? Sejujurnya, hanya ada satu jawaban: Gereja Katholik Roma . Gereja Katholik Roma adalah binatang itu yang Tuhan, karena kasih-Nya, peringatkan kepada kita . Bukan maksud untuk menyerang Katholik Roma, tetapi untuk menyingkap kebenaran tentang sistem Katholik. Tidak ada yang perlu tersinggung, tetapi sebaliknya merasa terdorong untuk mencari fakta dan peneguhan.

11. Tolong dukung kesimpulan ini dengan bukti-bukti dan fakta-fakta sejarah.

Mari kita bahas masing-masing tanda pengenal itu untuk melihat bagaimana sejarah mengarah khusus ke Gereaja Katholik Roma.

1. Gereja Katholik Romawi menggabungkan kekuatan relijius dan politik secara bersamaan:

Santo Yohanes melihat penggabungan ini dalam sebuah penglihatan nubuatan berkaitan dengan kerajaan dunia yang keempat dan terakhir dan menggambarkannya sebagai, "seorang perempuan duduk di atas seekor binatang yang merah ungu" Wahyu 17:3

Dalam Alkitab, seorang wanita melambangkan gereja, "seperti seorang istri tidak setia terhadap suaminya, demikian kamu tidak setia terhadap Aku, hai kaum Israel , demikianlah firman TUHAN." "Sebab Aku …telah mempertunangkan kamu kepada satu laki-laki untuk membawa kamu sebagai perawan suci kepada Kristus." Jeremiah 3:20; 2 Korintus 11:2

Selain itu, secara aklamasi dipahami dalam nubuatan bahwa binatang adalah sebuah bangsa. Bahkan dalam dunia kita sekarang ini, bangsa-bangsa dilambangkan sebagai binatang. Amerika Serikat dipandang sebagai seekor elang. Rusia disamakan dengan beruang, dan China dengan naga-nya.

Dahulu, Tuhan menunjukkan kepada Daniel semua kerajaan dunia sampai akhir zaman. Dalam sebuah penglihatan, Daniel melihat binatang terakhir "yang berbeda dengan segala binatang yang lain" Daniel, 7:19. Tetapi bagaimana perbedaannya? Menurut Wahyu 17:3, seperti yang terlihat di atas, binatang ini (bangsa) akan mempunyai seorang wanita (gereja) untuk memerintahnya.

Sekarang ini, adakah sebuah gereja dan negara yang bekerja bersama sebagai satu kekuatan global yang diakui? Satu-satunya lembaga di dunia yang berhasil mencapai tahapan itu adalah Gereja Katholik Roma.

Paus Katholik Roma peminpin relijius yang absolut atas lebih dari satu miliar jemaat di seluruh dunia.

" Paus Roma, sebagai penerus Petrus, sumber yang terus-menerus dan nampak dan landasan kesatuan baik para uskup maupun seluruh umat percaya." Konsili Vatikan II (1962-65)

"Setiap klerus (imam) harus mematuhi Paus, bahkan jika dia memerintahkan apa yang jahat; karena tak seorangpun boleh menghakimi Paus." Pope Innocent III (1198-1216)

Secara bersamaan, paus adalah raja atas bangsa Vatikan yang independen. Vatikan adalah negara kecil yang secara tegas berdaulat, meskipun berada di Itali. Maka, kepausan merupakan kekuasaan yang unik yang menggabungkan kekuasaan relijius dan sipil.

2 . Gereja Katholik Roma berkuasa di suatu kawasan dunia yang padat penduduk:

Ini dengan sempurna menggambarkan Gereja Katholik Roma saat dia bangkit di antara kekuatan dan bangsa-bangsa di Eropa.

3 . Sejarah Gereja Katholik Roma penuh dengan kebohongan:

Para sarjana Katholik siap meneguhkan kepalsuan sebagai cara hidup paus. Hans Kung, seorang imam Katholik dan ahli teologi yang menjadi konsultan dalam Konsili Vatikan II (1962-65) menyatakan hal itu sejak abad ke-5 lalu, para paus "dengan jelas memperpanjang kekuasaan mereka dengan kepalsuan yang menyolok ." The Catholic Church: A Short History (diterjemahkan oleh John Browden) hal. 61

Salah satu contoh terbaik adalah dokumen Donasi Konstantin, tertanggal 30 Maret 315, yang dipalsukan oleh Gereja Katholik Roma untuk memperpanjang kekuasaan dan otoritasnya. Lewat dokumen palsu ini, Paus Stefanus III pada abad ke-8 meyakinkan Pepin, raja bangsa Frank, bahwa teritori bangsa Lombard telah diberikan oleh Konstantin kepada Gereja Katholik Roma. Ini mengakibatkan Pepin menyerbu Lombard dan merampas kota-kota mereka untuk dipersembahkan kepada paus. Pada tahun 1440, dokumen ini dibuktikan palsu oleh pembantu paus yang dipanggil Lorenzo Valla, tetapi dari paus ke paus tidak ada yang pernah mengakui kepalsuan ini. Sampai hari ini, ada tulisan dalam pembaptisan St. John Lateran di Roma meneruskan dokumen yang dipalsukan ini.

Paus menyerukan sebuah tatanan dunia baru
"VATICAN CITY (AP) – Paus Yohanes Paulus menyambut Tahun Baru pada hari Kamis dengan ajakan yang diperbarui penciptaan tatanan dunia baru didasarkan pada penghormatan atas martabat manusia dan keadilan di antara bangsa-bangsa." Kamis, 1 Januari 2004 Dikirim: 9:21 AM EST (1421 GMT)

"Fitur penolakan terbesar dari keseluruhan sistem Anti-Kristus – Tatanan Dunia Baru – adalah kebohongan yang menyolok. Sebenarnya, penulis Tatanan Dunia Baru membanggakan penipuan terencana mereka, karena mereka dengan sombong yakin bahwa bagian terbesar dari penduduk dunia terlalu bodoh dan malas untuk mengetahui apa yang terbaik bagi mereka. Hanya Perencana Tatanan Dunia Baru yang tahu apa yang terbaik bagi dunia, dan mereka sudah menentukan bahwa untuk mencapai tujuan mereka hanya dengan sengaja menipu rakyat miskin." Bill Cooper, "Behold A Pale Horse" hal. 49.

4. Gereja Katholik Roma berkuasa dengan kejam selama 1260 tahun karena mempunyai kekuasaan mutlak atas bangsa-bangsa lain. Periode ini mempunyai titik awal yang jelas, dan 'luka yang mematikan' di bagian akhirnya.

Gereja Katholik Roma menerima luka yang mematikan itu pada tahun 1798 ketika (Paus Pius VI) ditahan di Perancis atas perintah Napoleon.

"Pada tahun 1798 , jenderal Berthier memasuki Roma, menghancurkan pemerintahan paus , dan membangun pemerintahan sekuler." Encyclopedia Britanica, edisi 1941.

Setelah mendapatkan masa akhir nubuatan yaitu tahun 1798, mundur kebelakang 1260 tahun, kita sampai pada tahun 538. Agar kepausan memenuhi tanda pengenal ini, harus ada kejadian penting pada tahun 538 ini untuk menandai awal periode 1260 tahun.

Bukti sejarah membuktikan bahwa pada tahun 533 kaisar Romawi Yustinus mengakui supremasi paus sebagai 'kepala' bagi semua gereja baik di timur maupun di barat Kekaisaran Romawi. Tetapi, baru pada tahun 538 setelah pemerintahan paus terbebas dari musuh terakhirnya bangsa Arian, dan bangsa Ostrogoth (penguasa Itali saat itu) paus bisa muncul sebagai tokoh yang memimpin di Barat. Jadi, pada tahun 538 dimulailah tahap pelan tetapi pasti kenaikan pemerintahan paus.

"Vigilius menduduki kursi paus ( 538) di bawah perlindungan militer Belisairus." History of Christian Church, Vol. 3 hal. 327.

Ketika paus semakin berkuasa, ia tidak saja menundukkan pengikutnya tetapi juga penguasa dan raja-raja Eropa. Pada masa itu, paus mengeluarkan beberapa kebohongan kepausan untuk memperkuat kekuasaannya atas raja-raja Eropa

"Tugas pemerintahan paus adalah menundukkan raja dan kaisar." J.H. Ignaz Dollinger, The Pope and The Council, (London), hal. 35

"Maka takutlah kepada kemarahan kami dan halilintar pembalasan kami: karena Yesus Kristus telah menunjuk kami (para paus) dengan mulutNya sendiri sebagai hakim terakhir umat manusia: dan raja-raja tunduk pada kekuasaan kami ." Paus Nicholas I (858-867).

Dalam kebohongan kepausan yang dibuat oleh Paus Gregory XI, pada tahun 1372, dan dicantumkan dalam Coena Domini , paus mengumumkan kekuasaan paus atas seluruh negara Kristen, sekuler dan relijius, dan mengucilkan semua orang yang tidak mematuhi paus dan tidak membayar pajak kepada mereka. Keputusan Vatikan ini diteruskan oleh paus-paus berikutnya, dan pada tahun 1568, Paus Pius V menegaskan bahwa keputusan itu bersifat abadi.

Bukti praktis dari pernyataan di atas adalah perlakuan Paus Gregory VII pada tahun 1077 kepada raja Henry IV, kaisar Jerman. Ketika raja itu dianggap mengabaikan otoritas paus, paus mengucilkannya dan menurunkannya dari tahta. Henry memutuskan untuk berdamai dengan paus dan melintasi pegunungan Alpen di tengah musim dingin untuk memohon belas kasihan dan pengampunan paus. Ketika dia mencapai istana paus, Henry harus menunggu diberi ijin untuk menemui paus di halaman luar, dengan kaki telanjang dan kepala tak bertutup, dan berpakian compang-camping. Setelah tiga hari dalam puasa dan mengakukan dosanya paus mengampuninya.

Sekarang ini, klaim kekuasaan atas dunia masih diteruskan oleh Vatikan:

"Jabatan Paus [paus di Roma] tidak boleh dihakimi oleh orang lain. Itu adalah hak Kepausan Roma sendiri untuk menghakimi... mereka yang memegang jabatan sipil di suatu negara..Tidak boleh ada usaha atau langkah yang bertentangan dengan keputusan Kepausan Roma." The Code of Canon Law. (Paulist Press, 1985), hal. 951, 271

5 . Gereja Katholik Roma menganiaya umat kristen selama periode 1260 tahun:

Selama sejarah periode ini (juga dikenal sebagai Abad Pertengahan), Gereja Katholik Roma mempunyai pengaruh yang kuat atas Eropa, dan setiap warga negara diminta untuk menjadi penganut katholik Roma. Segala sesuatu yang tidak sesuai dengan ketaatan total kepada paus layak mendapat hukuman siksa atau mati. Hal ini membuat Katholik Roma menjadi salah satu agama yang paling menindas yang pernah dikenal dunia, menurut Vicar of Christ: the Dark Side of the Papacy, oleh Peter de Rosa hal. 180.

" Untuk memeluk keyakinan yang berbeda dengan gereja Roma, sejarah mencatat jatuhnya para martir, lebih dari seratus juta orang." Brief Bible Readings, hal. 16.

" Kita harus menyatakan Inkwisisi (sidang untuk para kafir)... sebagai salah satu noda terhitam dalam peradaban manusia." Will Durant, The Sory of Civilization, vol. 4 hal. 78.

"Bahwa Gereja Roma lebih banyak menumpahkan darah orang tak berdosa dibanding institusi lain yang pernah ada dalam peradaban manusia tidak akan dipersoalkan oleh orang Protestan yang mempunyai pengetahuan sejarah yang lengkap. Kita tidak mungkin membentuk konsep yang lengkap tentang banyaknya korban, dan bisa dipastikan tidak ada kekuatan imajinasi yang bisa menangkap dengan baik penderitaan mereka." W.E.H. Leeky, History of the Rise and the Influence of the Spirit of Rationalism in Europe, vol. 2:32, edisi 1910.

Dalam Catholic Encyclopedia , vol. 12 hal. 266, pembaca akan menemukan artikel panjang yang menjelaskan kekuasaan Gereja Katholik Roma dalam menghukum orang 'kafir', yang kesalahannya adalah karena mereka umat kristen yang patuh dan mempercayai Alkitab.

6 . Gereja Katholik Roma akan sepenuhnya sembuh dari 'luka yang mematikan' dan seluruh dunia akan dibuatnya kagum:

Ketika paus Pius VI wafat dalam penjara di Perancis pada tahun 1799, dunia mengharapkan kepunahan Gereja Katholik Roma. Tetapi Tuhan telah memberitahu kita sekitar 2000 tahun yang lalu bahwa binatang itu akan sembuh dari lukanya yang mematikan itu. Inilah cara New York Times memberitakan kesembuhan binatang itu, pemerintahan kepausan:

" LUKA YANG MEMATIKAN SEMBUH : Roma, 7 Juni. – Sejak jam 11 pagi ini muncul sebuah negara merdeka yang berdaulat di dunia ini. Pada waktu itu Perdana Menteri Mussolini berbincang-bincang dengan Kardinal Gaspari, Sekretaris Negara Vatikan, mewakili Paus Pius IX, ratifikasi perjanjian ditandatangani di Lateran Palace pada tanggal 11 Pebr. Dengan perjanjian sederhana itu Negara Vatikan yang merdeka dan berdaulat terbentuk." New York Times, 7 Juli, 1929.

The San Francisco Chronicle melaporkan 'kesembuhan' kepausan itu sebagai berikut:

"Mussolini dan Gaspari (kardinal) menandatangani perjanjian bersejarah Menyembuhkan Luka bertahun-tahun." The San Francisco Chronicle, 7 Juli 1929

Apakah dunia sekarang ini 'heran dan mengagumi' pemerintahan kepausan ini, seperti yang dinubuatkan oleh Alkitab ?

"Cara terbaik untuk menghormati Paus Yohanes Paulus II, yang adalah benar-benar salah satu orang besar, ialah dengan menganut ajarannya secara serius ; dengan mendengarkan perkataannya dan mewujudkan perkataan dan ajarannya dalam tindakan nyata di sini di Amerika. Inilah tantangan yang harus kita terima." Presiden George W. Bush, 21 Maret 2001

" Paus Yohanes Paulus II adalah salah satu pemimpin moral dan spiritual terbesar abad ini." Billy Graham di Saturday Evening Post, Jan-Pebr. 1980

"Saya sangat mengagumi Paus Yohanes XXIII. Saya rasa dia membawa sebuah era baru kepada dunia." Billy Graham, Chicago Tribune, 8 Juni 1963

"Paus Yohanes Paulus II merayakan misa dalam bahasa Spanyol di suatu lapangan yang dihadiri lebih dari satu juta umat di Mexico City." The New York Times, 25 Jan, 1999

"Rabu malam saat Bapa Suci berjalan bersama Wakil Presiden Gore... untuk naik "Shepherd I" dan kembali ke Roma, orang-orang menangis, melambaikan sapu tangan dan meneriakkan " Yohanes Paulus II, kami mencintaimu !"... inilah kunjungan Paus ke st. Louis yang singkat tetapi sangat menyentuh dan berpengaruh." 28 Jan 1999 (EWTNews)

"Tidak diragukan lagi Paulus VI, bersama dengan Yohanes XXIII dan Yohanes Paulus II, akan selalu dikenang sebagai tiga Paus Perdamaian yang Besar , pionir transendensi penting Gereja Katholik memasuki Era Baru." Robert Muller, mantan Asisten Sekjen PBB.

7 . Gereja Katholik Roma mempunyai nomor misterius 666:
Gelar resmi paus adalah " Vicarius Filii Dei", yang artinya "Wakil Putra Allah" Untuk meyakinkan, koran umat Katholik Our Sunday Visitor edisi 18 April 1915 menulis: "Tulisan pada Songkok paus berbunyi: ' Vicarius Filii Dei.'" Karena dalam bahasa Latin semua abjad mempunyai nilai, kita hanya cukup menjumlahkan saja untuk memperoleh angka 666.



8. Gereja Katholik Roma menghujat dengan mengklaim diri sebagai Allah dan memberikan pengampunan:
"Kami menguasai dunia, tempat Tuhan yang Maha Kuasa." Paus Leo XIII, dalam surat Ensiklik, tertanggal 20 Juni 1894
" Paus bukan saja wakil Yesus Kristus, tetapi ia Yesus Kristus yang tersembunyi dalam daging." The Catholic National, Juli 1895
"Tetapi guru tertinggi dalam Gereja adalah Paus di Roma... [yang ] meminta... ketaatan penuh dan kepatuhan... seperti pada Tuhan sendiri." Paus Leo XIII, the Great Encyclical Letters hal.193
"Sekarang nampaknya Paus Yohanes Paulus II memimpin Gereja universal dari tempatnya di atas salib Kristus." Diambil dari artikel yang berjudul, "Auckland Bishop Says Pope Presides From the Cross " AUCKLAND, NewZealand. 20 SEPT. 2004. Zenit.org.
"Sebenarnya, tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa dalam memandang keagungan jabatan mereka para imam adalah dewa-dewa." Pope Innocent III.
Gereja Katholik Roma menciptakan sebuah 'pasar' yang luas di dunia untuk sejenis komoditi yang unik, di mana tidak ada saingan dan permintaan yang selalu ada. Ia mengklaim memegang hak untuk menjual berkat Tuhan. PengampunanNya yang cuma-cuma, kepada para pendosa. Sampai saat ini, kekuatan hujat ini, mempertahankan kuasa untuk mengampuni dosa.
"Otoritas hukum ini mencakup kekuasaan untuk mengampuni dosa. " The Catholic Encyclopedia vol. 12 artikel "Paus" hal. 265
" Dan Tuhan sendiri diwajibkan untuk mematuhi keputusan para imamNya dan untuk mengampuni atau tidak mengampuni, mereka akan menolak memberikan pengampunan, meskipun para pendosa itu layak mendapatkannya." Dignity and Duties of the Priest, hal. 27, New York: Benzinger Brothers, Printers to the Holy Apostolic See, 1888
9. Gereja Katholik Roma membuat klaim-klaim hujat yang lain dengan mengambil alih tindakan yang hanya bisa dilakukan oleh Tuhan :
Inilah contoh klaim-klaim hujat dan pengajaran Gereja Katholik Roma:
"Imam mempunyai kuasa atas kunci, atau kekuasaan untuk membebaskan pendosa dari neraka, untuk membuatnya layak masuk surga, dan untuk mengubah mereka dari pelayan Setan menjadi anak-anak Tuhan. Dan Tuhan sendiri diminta untuk mematuhi keputusan para imamNya... Penguasa semesta yang berdaulat itu hanya mengikuti pelayannya dengan meneguhkan di surga apa yang diputuskan oleh imamNya di dunia." Ligouri, "Dignity and Duties of the Priest", hal. 27,28
"Jadi Imam , dalam pengertian tertentu, boleh disebut pencipta dari Penciptanya , karena dengan mendaraskan doa konsekrasi, dia menciptakan, seperti Yesus dalam sakramen, dengan memberinya eksistensi sakramental, dan membuatnya sebagai korban untuk dipersembahkan kepada Bapa abadi... Kuasa para imam, adalah kuasa orang yang mulia; karena pengubahan roti memerlukan kuasa yang sama besarnya untuk penciptaan dunia." St. Bernardine dari Sienna
"Imam adalah penyelamat dunia." St. Jerome
Masih berkaitan dengan hujat ini, Gereja Katholik Roma telah melakukan tindakan yang paling menghujat. Ia mengubah hukum Allah, Sepuluh Perintah Allah. Ia berani membuang perintah yang kedua, karena perintah ini bertentangan dengan praktik dan ritualnya. Dan lebih parah lagi, ia mengubah hari ibadat dalam perintah itu dari Sabtu ke Minggu. Hal ini dilakukan meskipun Tuhan memberi Adam hukum abadi ini pada saat penciptaan dan telah menegaskan kepada kita "Aku tidak akan melanggar perjanjian-Ku, dan apa yang keluar dari bibirKu tidak akan Kuubah." Mazmur 89:34
Sepuluh Perintah Allah adalah satu-satunya bagian dalam Alkitab yang diucapkan dari suara Tuhan di depan jemaat. Dan untuk memastikan Musa tidak melupakan satu hurufpun, Tuhan menuliskannya dengan jari-jariNya sendiri dan memberikannya kepada Musa. "Firman itulah (Sepuluh Perintah Allah) yang diucapkan Tuhan kepada seluruh jemaatmu dengan suara nyaring di gunung, dari tengah-tengah api, awan dan kegelapan, dan tidak ditambahkanNya apa-apa lagi, ditulisNya semuanya pada dua loh batu,..." Ulangan 5:22.
Kristus lebih jauh menekankan kekekalan Sepuluh Perintah Allah ketika Dia berkata, "Lebih mudah langit dan bumi lenyap daripada satu titik dari hukum Taurat batal," Lukas 16:17. Mtahari bersinar di angkasa, bumi di mana Anda berpijak, adalah saksi Allah bahwa hukumNya tidak bisa diubah dan abadi. Meskipun itu semua bisa lenyap, ajaran agung ini akan terus ada. Yesus meneguhkan lagi, "Janganlah kamu menyangka, bahwa Aku datang untuk meniadakan hukum Taurat atau kitab para nabi. Aku datang bukan untuk meniadakannya, melainkan untuk menggenapinya. Karena Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya selama belum lenyap langit dan bumi ini, satu iota atau satu titikpun tidak akan ditiadakan dari hukum Taurat , sebelum semuanya terjadi." Matius 5:17-18.
Gereja Katholik tidak merasa malu mengubah hari ibadat. Malahan, ia bangga telah melakukannya, dan menganggap sebagai 'tanda' otoritas dan kekuatan atas gereja-gereja dan agama-agama lain.
"Sabat, hari yang paling dikenal dalam hukum itu, diubah menjadi hari Tuhan. Hal ini dan yang lain tidak berhenti karena pengajaran yang diterima dari Yesus, (karena Dia sendiri berkata, Aku tidak datang untuk meniadakan hukum, tetapi untuk menggenapinya), tetapi, karena otoritas dan kuasa gereja, itu telah diganti." Khotbah Kardinal Rheggio, pada tanggal 1-18-1562, Mansi XXIII, hal. 526
"Hari Minggu adalah institusi Katholik, dan klaim atas kesuciannya bisa dipertahankan hanya dalam otoritas Katholik ... dalam Alkitab kami tidak menemukan satupun teks yang membenarkan pengubahan ibadat umum mingguan dari hari terakhir menjadi hari pertama dalam minggu itu." Catholic Press, Sidney, 8-25-1900.
"Tidak ada dalam Alkitab yang menyatakan ibadat harus diubah dari Sabtu menjadi Minggu. Kenyataan bahwa gereja sudah ada beberapa abad sebelum Alkitab hadir di dunia, gereja membuat Alkitab, Alkitab tidak membuat gereja." Things Catholics are Asked About, oleh Martin J. Scott, ed. 1927, hal. 136 .
"Kami merayakan hari Minggu dan bukan hari Sabtu, karena Gereja Katholik telah memindahkan kesucian dari Sabtu ke Minggu dalam Konsili di Laodica pada tahun 364." The Converts Catechism of Catholic Doctrine, dari P. Geiermann, karya Paus Pius X, pada tanggal 1-25-1910.
Menurut Gereja Katholik Roma 'Minggu' merupakan tanda otoritas yang berbeda dan membedakan.
"Minggu adalah tanda otoritas. Gereja berada di atas Alkitab, dan penggantian ibadat Sabat ini merupakan bukti kenyataan itu." The Catholic Record, London, Ontario, 1 September 1923.
" Ibadat pada hari Minggu oleh umat Protestan merupakan bentuk penghormatan kepada otoritas Gereja (Katholik) , dan bukan kepada diri mereka sendiri." Plain Talk About the Protestantism of Today, oleh Monsignor Segur, hal. 213.
"Tetapi pikiran orang-orang Protestan sepertinya tidak menyadari bahwa... dengan beribadat pada hari Minggu... mereka menerima otoritas juru bicara gereja, Paus." Our Sunday Visitor, Catholic Weekly, 5 Pebruari 1950.
"Tentu saja Gereja Katholik mengklaim bahwa pengubahan itu adalah tindakannya... sebuah tanda kekuatan dan otoritas gereja atas persoalan keagamaan." Kantor Kardinal Gibbons lewat Duta C.F. Thomas, 11 Nopember 1895.

Dari banyaknya bukti, kita bisa dengan pasti menarik kesimpulan bahwa binatang dalam Wahyu 13 dan 14 adalah Gereja Katholik Roma, dan sebagai tandanya (tanda binatang) adalah ibadat hari Minggu.
Mengapa tanda ini begitu penting? Pernahkan Anda menandatangani sebuah dokumen untuk membenarkan atau menguatkan kebenarannya? Pernahkah Anda memberikan tanda persetujuan Anda atas sesuatu? Ini sesuatu yang harus dalam pemerintahan. Hanya dengan memberi tanda tangan, sebuah dokumen dinyatakan keasliannya. Surat-surat pemerintah harus selalu diberi tanda resmi. Apa fitur atau tanda pemerintah ini? Sebuah tanda yang resmi harus mempunyai tiga fitur ini:
Nama pejabat
Jabatan pejabat
Teritori atau wilayah otoritasnya
Contoh, ketika Presiden Amerika Serikat meloloskan sebuah rancangan untuk menjadi undang-undang, dia harus memberi tanda tangannya. George Washington (nama), Presiden (jabatan) Amerika Serikat (Teritori). Setiap dokumen harus ditandatangani seperti ini untuk menjadi resmi dan legal.
Melihat kepada Tuhan yang Maha Kuasa, kita menyadari bahwa Dia mempunyai Kerajaan Surga. Dan dokumen yang berisi undang-undang kerajaanNya adalah Sepuluh Perintah Allah. Jika kita lihat secara langsung kita akan menemukan tanda Allah yang hidup! "Selama enam hari TUHAN membuat surga dan bumi, lautan.." Keluaran 20:11
Perhatikanlah tiga fitur penting itu:
Nama: TUHAN ( "Aku ini TUHAN , itulah namaKu " Yesaya 42:8 )
Jabatan: PENCIPTA ( "TUHAN membuat " )
Wilayah: SURGA DAN BUMI ( " Surga dan Bumi " )
Jelas, tanda Pencipta terdapat pada perintah Sabat dalam hukumNya. Inilah pengakuan atas otoritas sebagai Pencipta kita. Jika kita menaati hari SabatNya, kita menyatakan pengakuan kita padaNya sebagai Pencipta kita.
Pada hari Sabat, kita mempunyai kesempatan untuk menyembah Tuhan sebagai pencipta kita. Jika kita menguduskan hari yang dipilih Tuhan, kita mengumumkan ke seluruh dunia bahwa Pencipta alam semesta ini adalah Tuhan kita! Setan, "Lucifer" menyerang Sabat, karena ia ingin disembah "seperti Yang Maha Tinggi" Yesaya 14:14. Sang Pencipta meminta Anda beribadat pada Hari SabatNya yang suci, dan Setan ingin seperti Tuhan, meminta Anda menyembahnya pada hari Minggu. Yang mana pilihan Anda?
"Kuduskanlah hari-hari SabatKu, sehingga itu menjadi peringatan di antara Aku dan kamu, supaya orang mengetahui bahwa Akulah TUHAN, Allahmu." Yehezkiel 20:20

Mengenali Patung Binatang
12 . Kemudian apa yang dimaksud dengan patung binatang itu, yang Tuhan peringatkan kepada kita agar tidak menyembahnya?
Untuk dapat mengenali patung binatang itu, pertama kita perlu mengenali binatang bertanduk dua yang membantu pembentukan patung binatang itu.
" Dan aku melihat seekor binatang yang lain keluar dari dalam bumi dan bertanduk dua sama seperti anak domba dan ia berbicara seperti seekor naga. 12 Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu dijalankannya di depan matanya. Ia menyebabkan seluruh bumi dan semua penghuninya menyembah binatang pertama, yang luka parahnya telah sembuh. 14. Dan ia menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu. 15 Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu, sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang yang tidak menyembah patung itu, dibunuh. 16 Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangan kanannya atau pada dahinya, 17 dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya." Wahyu 13:11-12, 14-17
Binatang bertanduk dua itu mempunyai tanda-tanda pengenal sebagai berikut:
1. Binatang ini muncul sekitar saat kepausan menerima luka yang mematikan pada tahun 1798, "seekor binatang lain keluar dari.." Wahyu 13:11
2. Binatang ini muncul dari bumi, tidak seperti yang pertama yang muncul dari laut. Jika 'laut' menggambarkan banyak orang dan bangsa, maka 'bumi' menggambarkan kawasan dengan penduduk yang jarang. Jadi, bangsa ini akan berkuasa di tengah kawasan dengan sedikit penduduk.
3. Binatang ini mempunyai dua tanduk seperti domba. Menurut Alkitab, tanduk mencerminkan kekuasaan. "Ia mempunyai tanduk... dan di situlah tersembunyi kekuatannya" Habakuk 3:4 Oleh karena itu, mempunyai dua kekuasaan yang terpisah. Domba juga melambangkan Kristus, jadi kita bisa menyimpulkan bahwa bangsa ini dibangun dari prinsip-prinsip kristiani yang murni dan mulia.
4. Tetapi, binatang ini berbicara seperti naga: sebuah bangsa 'berbicara' melalui otoritas melalui undang-undang dan hukum. 'Tanduk seperti domba' dan 'suara naga' menunjukkan perbedaan yang menyolok antara pernyataan yang damai dan tingkah laku bangsa itu.
Pembaca yang Terhormat, kembali, kita bertanya negara mana yang memenuhi tanda pengenal ini? Hanya ada satu jawaban: Amerika Serikat
1. Amerika Serikat berdiri sekitar tahun 1798: Hanya ada satu negara yang berdiri pada saat kepausan kehilangan kekuasaannya pada tahun 1798. Ramalan ini menunjuk langsung kepada Amerika Serikat. Amerika Serikat berdiri di bawah Konstitusi sebagai negara republik federasi pada tahun 1787.
2. Amerika Serikat berdiri di kawasan yang berpenduduk sedikit: Amerika Serikat tidak berada di Dunia Lama yang berpenghuni padat, tetapi di Dunia Baru, dengan penduduk yang relatif sedikit.
3. Amerika Serikat mempunyai dua kekuasaan yang didasarkan pada prinsip-prinsip Kristiani: Amerika Serikat mempunyai bentuk pemerintahan yang unik, di mana gereja dan negara menikmati kebebasan yang dijamin Konstitusi. Karena sistem pemerintahan yang seperti ini, Amerika Serikat memang sebuah republik (kerajaan tanpa raja) dan Protestan (gereja tanpa paus), dengan kedua kekuatan yang sama sekali terpisah. Juga, tanduknya yang seperti domba membuat Amerika Serikat menjadi tempat berlindung banyak bangsa yang tertindas.

"Sang Pencipta meminta Anda beribadat pada Hari Sabat-Nya yang suci, dan Setan ingin seperti sang Pencipta, meminta Anda menyembahnya pada hari Minggu. Yang mana pilihan Anda?"

4. Amerika Serikat berbicara seperti naga: Hukum fundamental Amerika Serikat tertuang dalam konstitusinya yang menjamin kebebasan hati nurani pada setiap individu. Tak ada yang lebih berharga atau lebih fundamental. Tetapi, Amerika Serikat telah memulai dan segera akan sama sekali meninggalkan setiap prinsip konstitusinya ini. Dan yang akan memberi signifikasi yang lebih besar pada gerakan ini adalah kenyataan bahwa tujuan pokoknya adalah pelaksanaan ibadat.
Tindakan ini akan secara langsung bertentangan dengan prinsip pemerintahan ini, dengan para institusi jeniusnya yang merdeka, dengan Deklarasi Kemerdekaannya, dan dengan Konstitusinya. Konstitusi itu mengatakan bahwa "Konggres tidak boleh membuat undang-undang yang berkaitan dengan pendirian suatu agama, atau melarang kebebasan beribadat," dan bahwa "tidak diperlukan ujian agama sebagai syarat bekerja di seluruh kantor pemerintah di Amerika Serikat."
Tindakan yang tidak konsisten ini persis yang digambarkan dalam lambang itu. Binatang dengan tanduk seperti domba – pernyataan yang murni dan tidak berbahaya – yang berbicara seperti naga. Hanya dengan melihat apa yang bisa kita temui dalam berita dan kejadian-kejadian akhir-akhir ini akan semakin meneguhkan penggambaran Alkitab ini.
"Saya sangat mendukung usaha-usaha yang didasarkan pada keyakinan yang kami usulkan, karena saya yakin hal ini tidak akan merusak garis pembatas yang memisahkan gereja dan negara, dan saya yakin ini akan membuat Amerika menjadi tempat yang lebih baik." George W. Bush dikutip dari Conrad Goeringer, AANEWS, #889 (28 Pebruari 2001) dari American Atheist. Pernyataan ini menyerang Hak Asasi Konstitusi yang melarang pemerintah kita "menghormati pembangunan agama."
"Prioritas kita adalah keyakinan kita."
George W. Bush, Greensboro, North Carolina, 10 Oktober 2000, dikutip dari Jacob Weinberg. "The Complete Bushisms"
"Pesan sederhana yang dibawa oleh pemerintahan baru itu adalah bahwa Amerika Serikat di tangan George W. Bush adalah negara Kristen dan bahwa non-Kristen diijinkan tinggal dalam tenda sejauh mereka setuju menerima status mereka sebagai minoritas yang ditoleransi dan bukan sebagai warganegara yang sepenuhnya sama," Alan M. Dershowitz, dalam "Bush Starts Off by Defying the Constitution," Los Angeles Times, 24 Januari 2001

Ramalan yang akan Segera Tergenapi
13 . Jelaslah bahwa binatang bertanduk dua itu adalah Amerika Serikat. Tetapi apa hubungan antara Amerika Serikat dengan patung binatang itu?
Meskipun Amerika Serikat didirikan dengan dasar yang bertentangan dengan kepausan, sekarang kita bisa melihat bagaimana Amerika Serikat dan Vatikan bekerja sama lebih erat untuk memperkuat pengaruh mereka. Alkitab mengatakan bahwa suatu hari, di masa depan yang tidak terlalu lama, Amerika Serikat akan mengesahkan hukum yang mengharuskan warganya, dan kemudian dunia, untuk menyembah binatang yang pertama, kepausan. "Dan seluruh kuasa binatang yang pertama itu [kepausan] ia [Amerika Serikat] jalankan di depan matanya Ia menyebabkan seluruh bumi [pertama Amerika Serikat kemudian seluruh dunia] dan semua penghuninya menyembah binatang pertama itu [menghormati hari Minggu paus] , yang luka parahnya [1798] telah sembuh [1929] ... dan menyuruh mereka yang diam di bumi, supaya mereka mendirikan patung untuk menghormati binatang [meniru kepausan ketika ia menggunakan kekuatan sipil untuk memaksakan ajaran agama] yang luka oleh pedang, namun yang tetap hidup itu." Wahyu 13:12, 14
Amerika Serikat segera akan menanggalkan kebebasan beragama untuk memaksakan ibadat hari Minggu (tanda binatang). Ini berarti gereja Protestan akan mengendalikan pemerintah untuk memenuhi agenda mereka. Jika ini terjadi Amerika Serikat akan menjadi bayang-bayang Gereja Katholik Roma, menyatukan gereja dengan negara. Kemudian Amerika Serikat akan bicara "seperti naga," dan menjalankan "seluruh kuasa binatang yang pertama," Wahyu 13:11-12 : Ia akan mempunyai semangat tidak toleran dan penganiayaan yang sama yang telah ditunjukkan oleh binatang yang pertama itu, pemerintahan paus.
Oleh karena itu, ketika kebebasan beragama hilang, penganiayaan pada minoritas yang tidak sejalan tidak bisa dihindarkan lagi, dan akan ada pengulangan tidak adanya toleransi agama seperti saat Abad Pertengahan: "Dan kepadanya diberikan kuasa untuk memberikan nyawa kepada patung binatang itu [undang-undang hari Minggu diberlakukan] , sehingga patung binatang itu berbicara juga, dan bertindak begitu rupa, sehingga semua orang, yang tidak menyembah patung binatang itu [dengan menghormati hari Sabtu, dan bukan hari Minggu] , dibunuh. Dan ia menyebabkan, sehingga kepada semua orang, kecil atau besar, kaya atau miskin, merdeka atau hamba, diberi tanda pada tangannya atau pada dahinya; dan tidak seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain daripada mereka yang memakai tanda itu [mereka yang menghormati Sabat yang benar akan dilarang untuk membeli dan menjual] , yaitu nama binatang itu..." Wahyu 13:15-17.
Beberapa akan menerima tanda "di dahi mereka" karena mereka memilih untuk "mempercayai kebohongan." 2 Tesalonika 2:11 . Sedangkan yang lain meskipun yakin bahwa hari Minggu bukan Sabat yang benar, tetapi tetap melakukan pekerjaan mereka oleh karena itu menerima tanda "di tangan kanan mereka" itulah tanda pekerjaan.
14. Jika benar, pasti ada bukti bahwa kepausan saat ini sedang berusaha menegakkan ibadat hari Minggu di Amerika Serikat, dan bahwa umat Protestan Amerika Serikat (musuh bebuyutan Roma), telah mengubah sikap mereka dan menyatakan kesediaan untuk bersama-sama meluncurkan hukum hari Minggu itu, adakah bukti seperti itu?
Saat ini sebagian besar umat Protestan mulai menyukai Vatikan dan hal ini mendorong kepausan untuk mengusahakan secara agresif pengesahan ibadat hari Minggu.
"Semua orang Amerika bersiap mengajukan permohonan kepada Presiden dan Konggres untuk membuat uandang-undang Federal – sebuah amandemen pada Konstitusi jika perlu – untuk mengukuhkan kembali Sabat (yang salah) sebagai hari Istirahat nasional." CATHOLIC TWIN CIRCLE, 25 Agustus 1985, artikel "Sacking Sunday"
"Dalam hal ini, pendahulu saya Paus Leo XIII... berbicara tentang istirahat Minggu sebagai hak pekerja yang harus dijamin oleh negara ," Paus Yohanes Paulus II – DIES DOMINI, 31 Mei 1998
"Oleh karena itu, umat Kristen tentu akan berusaha memastikan bahwa undang-undang sipil menghormati kewajiban mereka untuk menjaga agar hari Minggu disucikan. Dalam segala kasus, mereka diwajibkan dengan kepatuhan untuk mengatur libur Minggunya sedemikian rupa sehingga mereka bisa mengikuti Ekaristi, tidak bekerja dan beraktivitas yang tidak sesuai dengan pengudusan Hari Tuhan..." Paus Yohanes Paulus II, DIES DOMINI, 31 Mei 1998
" Orang Kristen [di mana saja] harus mengusahakan hari Minggu dan hari-hari perayaan Gereja sebagai hari libur resmi, " Catechism of the Catholic Church, edisi populer dan pasti, 2000 par. 2188
Sebagian besar pemimpin Protestan di Amerika Serikat siap untuk mengubur kapak perang bersama dengan umat Katholik:
"Para pemimpin Protestan Amerika dan gereja-gereja Orthodox Timur ketika bertemu dengan Paus Yohanes Paulus II pada hari Jumat menyebut diskusi mereka yang sangat representatif sebagai tonggak penting dalam perjalanan menuju kesatuan yang lebih besar... Pastor Donald Jones, seorang United Methodist dan ketua departemen kajian agama Universitas South Carolina, menyebutnya, "pertemuan ekumene yang terpenting dalam abad ini," Pastor Paul A. Crow Jr. dari Indianapolis, pejabat ekumenis dari Gereja Kristen (Murid-murid Yesus), menyebutnya, 'hari baru dalam ekumene' membuka sebuah masa depan di mana Tuhan 'mengumpulkan kita bersama.' " The Montgomery Advertiser, 12 Sept. 1987
Billy Graham: "Saya menyadari bahwa keyakinan saya secara esensi sama dengan keyakinan Katholik Roma Orthodoks." McCall's, Jan. 1978. Dia juga menyebut Paus Yohanes Paulus II: "Pemimpin agama terbesar dalam dunia modern." The Satuday Evening Post, Januari – Pebruari 1980
Paul Crouch: "Saya menghapus kata Protestan bahkan dalam kamus saya ... Saya tidak memprotes apapun...(sekarang) saatnya bagi umat Katholik dan non-Katholik untuk datang bersama sebagai satu kesatuan dalam Roh dan kesatuan dalam Tuhan." Program "Praise the Lord", Trinity Broadcasting Network, 17 Oktober 1989
Robert Schuller: "Sekarang saatnya bagi umat Protestan untuk datang kepada sang gembala [paus] dan mengatakan, "Apa yang harus kami lakukan agar bisa pulang?" Los Angeles Herald Examiner, 19 September 1987, Halaman Agama.
David Wells: "Jika ajaran Katholik ingin lebih Katholik di masa depan, seperti yang saya harapkan di bawah kepemimpinan paus yang sekarang, maka perbedaan teologi akan semakin tajam, tetapi persekutuan kami dengan umat Katholik melawan budaya sekuler akan semakin dalam. Saya, secara pribadi, siap mengalah." Eternity Magazine, Sepetember, 1987.
J. L. Packer: "Ajaran karismatik Protestan dan Katholik dalam kehidupan orang Kristen yaitu untuk menyamakan semua maksud dan tujuan. Bukankah ini sangat penting bagi masa depan Kristianitas? J.L. Packer, Christianity Today, 22 Juni 1992
Neal C. Wilson: "Meskipun memang benar bahwa ada masa dalam perjalanan Gereja Advent Hari Ke-7 ketika denominasi ini berpandangan jelas-jelas anti-Katholik Roma .. sikap itu... sekarang sudah ada dalam tumpukan sampah sejarah sejauh melibatkan Gereja Advent Hari Ke-7." Neal C. Wilson, mantan Presiden 'the Seventh Day Adventist General Conference', 1974
Bagaimana Menghindari Tanda Binatang itu
15. Bagaimana saya bisa terhindar dari menerima tanda binatang itu?
Inilah pertanyaan yang paling penting. Tuhan, karena kasihNya yang tak terbatas, telah memperingatkan kita agar tidak menyembah binatang itu dan menerima tandanya. Mereka yang menerima tanda binatang "maka ia akan minum dari anggur murka Allah, yang disediakan tanpa campuran [tanpa ampun] dalam cawan murkaNya; dan ia akan disiksa dengan api dan belerang... yang menyembah binatang [menghormati paus dengan ibadat hari Minggu] serta patungnya [Amerika Serikat memaksakan ibadat hari Minggu] , dan barangsiapa telah menerima tanda namanya." Wahyu 14:10-11
Inilah peringatan Tuhan yang sangat serius. KemarahanNya seimbang dengan pelanggaran kita. Dengan menghormati hari Minggu, yang dibuat oleh Setan lewat paus, Anda sedang menyiapkan diri untuk menerima tanda binatang itu. Setan ingin menipu orang sebanyak mungkin agar menghormati hari palsu ini. Untuk menyempurnakan penipuannya, dia memilih hari Minggu, hari kebangkitan Kristus karena mereka tahu kebanyakan orang akan beranggapan ibadat hari Minggu lebih tepat daripada hari Sabtu, karena menghormati hari kebangkitan Kristus. Tetapi satu-satunya jalan untuk tidak menerima tanda binatang itu adalah dengan menolak menghormati hari yang tidak dipilih Tuhan. Satu-satunya hari yang dikuduskan Tuhan adalah hari Sabtu Sabat dan dengan menghormati hari ini Anda akan menerima "materei Allah yang hidup" Wahyu 7:2
Jika Anda ingin menghormati kematian dan kebangkitan Kristus, Alkitab dengan jelas mengatakan Anda bisa melakukannya dengan baptisan (perendaman total). Lihat Roma 6:3-5. Dengan masuk ke dalam air (dibenamkan/dikubur) Anda mengakui kematianNya. Dengan keluar dari air (muncul/bangkit) Anda mengakui kebangkitanNya.
16. Bagaimana dengan jutaan orang Kristen di masa lalu yang menghormati hari Minggu, dan bukan hari Sabtu – apakah mereka tanpa mereka ketahui menerima tanda binatang itu? Dan bagaimana dengan umat Kristen saat ini yang dengan tulus hati menganggap hari Minggu sebagai Sabat Alkitab?
Sebagian besar generasi masa lalu yang beribadat pada hari Minggu, berpikiran mereka menjalankan Sabat Alkitab: dan saat ini ada orang kristen sejati di setiap gereja termasuk Gereja Katholik Roma, yang percaya bahwa hari Minggu adalah hari Tuhan. Tak satupun dari mereka yang bertanggung jawab atas kesalahan mereka mengingat terang itu belum diperkenalkan kepada mereka. Karena Tuhan "tidak melihat" ketidaktahuan mereka. Lihat Kisah Para Rasul 17:30. Kita hanya akan dihakimi berdasarkan terang yang kita berkesempatan untuk menerimanya. Tetapi, jika undang-undang Minggu universal dipaksakan, persoalannya akan menjadi jelas bagi semua orang, dan kemudian siapa pun yang melanggar perintah Tuhan, yang menaati ajaran yang tidak mempunyai otoritas lebih tinggi daripada yang dimiliki Roma akan menerima tanda binatang.
Segera, setiap orang akan dihadapkan pada ujian dengan resiko yang abadi, menaati perintah Tuhan atau Vatikan. Di mana Anda akan berdiri?
Tidak Ada Ruang Untuk Jalan Tengah
17 . Apa peduli saya? Mengapa tidak saya serahkan saja persoalan ini kepada orang-orang taat beragama untuk menyelesaikannya?
Peringatan Tuhan yang tegas tidak memberi tempat bagi orang yang tidak peduli. Yesus berkata, "Ia yang tidak bersamaKu melawan Aku" Lukas 11:23. Tuhan melihat semua orang dengan tegas, berpihak pada kebenaran atau menentangnya. Peringatan ini tidak membedakan orang, kelas, kondisi, atau agama. Ia diarahkan untuk semua manusia.
Kita tidak perlu dengan sengaja memilih kerajaan kegelapan untuk berada dalam kuasanya. Kita hanya perlu menolak berpihak pada kerajaan terang. Tidak ada yang berkaitan dengan keselamatan jiwa abadi yang boleh kita tanggapi dengan acuh tak acuh. Tuhan membenci orang yang tidak peduli dengan masalah keagamaan.
Apa Yang Harus Saya Lakukan?
Karena jalan tengah tidak bisa diterima Tuhan, dan mengingat untuk menghindari menerima tanda binatang itu saya harus menghormati hari Sabtu bahkan jika hari Minggu dipaksakan secara hukum dengan sangsi pidana mati:
18. Secara praktis, apa langkah pertama saya setelah saya menerima semua yang ada di atas?
Tuhan sangat merindukan menjalin suatu hubungan yang serius dengan Anda. Sebenarnya, Dia menginginkan Anda menjadi putra dan putriNya. Coba pikirkan betapa ini merupakan penghargaan yang besar dijadikan putra dan putri Raja segala Raja, dan Tuhan segala Tuhan. Kesempatan yang murni ini ditawarkan kepada Anda. Dia rindu untuk memberikan penghargaan tertinggi ini. Tetapi, sabdaNya untuk Anda, "Janganlah kamu merupakan pasangan yang tak seimbang dengan dengan orang-orang yang tak percaya. Sebab persamaan apakah terdapat antara kebenaran dan kedurhakaan? Atau bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap? 15 Persamaan apakah yang terdapat antara Kristus dan Belial? Apakah bagian bersama orang-orang percaya dengan orang-orang tak percaya? 16 Apakah hubungan bait Allah dengan berhala? Karena kita adalah bait dari Allah yang hidup menurut firman Allah ini: Aku akan diam bersama-sama mereka dan Aku akan menjadi Allah mereka dan mereka akan menjadi umatKu 17 Sebab itu: keluarlah kamu dari antara mereka , dan pisahkanlah dirimu dari mereka, firman Tuhan, dan janganlah menjamah apa yang najis, maka Aku akan menerima kamu. 18 Dan Aku akan menjadi Bapamu, dan kamu akan menjadi anak-anakKu laki-laki dan anak-anakKu perempuan demikianlah firman Tuhan Yang Maha Kuasa. 7:1 karena kita sekarang memiliki janji-janji itu, marilah kita menyucikan diri kita dari semua pencemaran jasmani dan rohani, dan dengan demikian menyempurnakan kekudusan kita dalam takut akan Allah." 2 Korintius 6:14-18; 7:1.
Pesan Alkitab yang penting berisi prinsip-prinsip di bawah ini:
  • 1. Tuhan tidak mengijinkan pencampuran kebenaran dengan kesalahan (meskipun jika 99% kebenaran). Hanya setan mencampuradukkan kebenaran dengan kesalahan untuk memaksimalkan penipuannya. Maka, setiap sistem agama yang menggabungkan kesalahan (seperti hari Minggu yang dianggap hari Tuhan) bersama dengan kebenaran bukan dari Tuhan. Karena "bagaimanakah terang dapat bersatu dengan gelap?" "Allah adalah terang dan di dalam Dia sama sekali tidak ada kegelapan" 2 Korintus 6:14; 1 Yohanes 1:5. Kebenaran adalah 100% kebenaran atau itu bukan kebenaran. Tidak ada tempat bagi pengajaran atau tradisi buatan manusia.
pemisahan ini merupakan langkah praktis pertama yang bisa Anda ambil untuk menjadi anak Allah"
  • 2. Tugas seseorang yang ingin berada dalam keselarasan dengan Tuhan adalah untuk tidak menjadi anggota gereja atau sistem agama apapun yang dibangun di atas landasan Setan: penggabungan kebenaran dengan kesalahan. Pemisahan ini merupakan langkah praktis pertama yang bisa Anda ambil untuk menjadi anak Allah, bersuka cita dalam Dia sebagai Bapa yang penyayang. Ketika kita bisa memisahkan diri, kita bisa menjadi putra dan putri Allah. Karena kita telah menunjukkan pengertian bahwa hanya ada dua sistem agama di dunia ini: yang dari Tuhan dan yang dari Setan, dan oleh karena itu kita bisa memilih sesuai dengan kehendak kita untuk memotong tali yang mengikat kita pada sistem agama yang didirikan oleh Setan.
  • 3. Karena tahu bahwa ketika Anda meninggalkan sistem agama Setan, Anda akan kehilangan teman, keluarga, pengaruh, pekerjaan, dll.... Tuhan meyakinkan kita " Akulah yang Maha Kuasa " Ini berarti Dia akan berbuat lebih dari sekedar mengganti kehilangan Anda itu. Yesus menjanjikan kepada Anda: "sesungguhnya setiap orang yang karena Aku dan karena Injil meninggalkan rumahnya, saudaranya laki-laki; atau saudaranya perempuan, ibunya atau bapanya, anak-anaknya atau ladangnya, orang itu sekarang pada masa ini juga akan menerima kembali seratus kali lipat : rumah, saudara laki-laki, saudara perempuan, ibu dan bapanya, anak-anaknya dan ladang, sekalipun disertai penganiayaan, dan pada zaman yang akan datang ia akan menerima hidup yang kekal. " Markus 10:29-30.
  • 4. Setelah kita keluar dari sistem agama Setan, Tuhan akan menuntun kita dengan bimbingan Roh Kudus untuk membersihkan dan menjauhkan kita dari dosa, sehingga komunikasi akan terbuka antara manusia dengan Tuhan. Tetapi, Tuhan meminta kita untuk menaati dan melayaniNya, bukan dengan keterpaksaan, tetapi dengan tulus hati. Mencintai Tuhan sebagai ungkapan syukur atas apa yang telah Dia lakukan untuk memungkinkan terjadinya rekonsiliasi ini adalah landasan yang sebenarnya dalam agama. Melayani Dia hanya karena berharap hadiah atau takut hukuman tidak akan ada gunanya.
Rekonsiliasi Dengan Tuhan
19. Apa itu 'rekonsiliasi dengan Tuhan', dan mengapa diperlukan?
Ketika Tuhan menciptakan Adam dan Hawa, mereka sempurna dalam karakter dan keinginan, dan hidup dalam ketaatan kepada hukum Tuhan. Untuk membuatnya alami bagi mereka untuk mematuhiNya, Tuhan menuliskan Sepuluh Perintah Allah dalam hati mereka. Dia juga menunjukkan kepada mereka pelanggaran atas hukumNya membuahkan hukuman yang mematikan. "upah dosa adalah maut" Roma 6:23. Semua pemerintahan membutuhkan hukum yang jelas dan sangsi yang mudah dipahami bagi pelanggaran hukum itu. Bayangkan saja keadaan dunia jika hukuman dibebaskan. Akankah kita aman tinggal di suatu tempat di mana pelanggar hukum tidak ditindak dan diberi hukuman?
Ketika Allah mengungkapkan hukumNya kepada Adam dan Hawa, dan membuatnya alami bagi mereka dengan menuliskannya dalam hati mereka, Dia tidak menghilangkan kebebasan mereka untuk memilih. Tuhan mungkin menciptakan manusia tanpa kekuasaan untuk melanggar hukumNya; tetapi dalam hal itu manusia tidak akan menjadi sarana moral yang bebas, tetapi menjadi mesin yang otomatis saja. Tanpa kebebasan untuk memilih, ketaatannya tidak akan bersifat tulus ikhlas, tetapi dipaksakan.
Sayangnya, Adam dan Hawa memilih secara suka rela untuk mengkhianati Tuhan, dengan demikian dosa menjadi pembatas antara manusia dan Tuhan. Mereka bisa dihukum mati karena pelanggaran mereka atas hukum Allah. Mereka harus mati. Selain itu, kecenderungan fitrah mereka untuk mematuhi Tuhan rusak memilih untuk tidak mematuhi hukumNya. Hati mereka berisi perlawanan dan kecenderungan yang semakin kuat untuk tidak menaati.
Dihadapkan pada pelanggaran Adam dan Hawa, apa yang dilakukan Tuhan kita yang maha penyayang? Membiarkan mereka mati karena pelanggaran mereka? Apakah orang tua yang menyayangi meninggalkan anaknya setelah mereka memilih untuk tidak mematuhi mereka? Atau lebih buruk lagi, akankah Dia menghilangkan hukuman atas pelanggaran tersebut untuk mengakomodasi mereka? Bisakah suatu pemerintahan, di bumi atau di langit, bertahan dan tetap makmur tanpa sistem sangsi yang jelas? Tentu saja tidak.
Singkatnya, jika Adam dan Hawa harus membayar ketidaktaatan mereka itu sendiri, itu akan menjadi akhir umat manusia. Atau Tuhan terpaksa membuat lagi Adam dan Hawa baru, tidak ada jaminan bahwa mereka tidak, seperti pendahulunya, memilih untuk melanggar, dan keseluruhan proses akan terulang lagi. Di sini nampak bahwa solusi yang eksternal (di luar dunia orang berdosa) yang harus digunakan. Rencana ilahi ini sudah lama dipersiapkan sebelum benar-benar dibutuhkan.
Alkitab mengatakan "yaitu rahasia yang tersembunyi dari abad ke abad dan dari turunan ke turunan, tetapi yang sekarang dinyatakan kepada orang-orang kudusNya" Kolose 1:26. Rencana Tuhan sudah berisi solusi untuk membawa kembali manusia hidup bersamaNya dengan harmonis, tanpa merusak hukum-hukumNya, atau pemerintahanNya karena seberapa besar Dia membenci dosa Dia masih mencintai para pendosa.
Solusinya berarti seseorang yang tidak berdosa harus membayar hukuman mati itu; karena, kematiannya diatasnamakan semua pendosa. Dengan kematiannya, pendosa yang percaya akan dipulihkan hubungannya dengan Tuhan, sepertinya dia tidak pernah berdosa, sehingga dengan demikian keadilan dan kasih sayang Tuhan tidak saling berbenturan. Tanpa membayar pinalti, tidak akan pernah ada rekonsiliasi antara Tuhan dengan manusia. Dan rekonsiliasi diperlukan agar bisa selaras dengan Tuhan dan hidup dengan Tuhan di surga selamanya.
Lagi pula, orang eksternal ini yang harus mati demi pendosa perlu menunjukkan kepada manusia bagaimana hidup di dunia tanpa berdosa, sehingga akan terjadi rekonsiliasi permanen dengan Tuhan. Apa untungnya didamaikan jika hanya untuk berbuat dosa lagi, dan kembali membutuhkan rekonsiliasi yang lain? Jelas, rencana Tuhan mencakup juga cara memberdayakan manusia untuk bisa hidup dengan penuh kemenangan atas dosa! Maka, meskipun karena melanggar hukum Tuhan, Adam kehilangan surga, dengan mematuhi perintah Bapa dan dengan keyakinan akan darah penebusan orang eksternal ini, surga bisa diperoleh kembali.
20. Saya ingin didamaikan dengan Tuhan; saya ingin mengalahkan dosa dalam hidup saya. Apa yang harus saya lakukan pertama kali?
Anda harus ingat dua hal penting. Pertama, keberanian hati untuk memperoleh keselamatan; tetapi baik hak Anda atas surga maupun kelayakan Anda untuk rekonsiliasi terdapat pada kebenaran orang eksternal ini. Kedua, Tuhan tidak bisa melakukan apa-apa berkaitan dengan rekonsiliasi Anda itu sampai, karena yakin akan kelemahan Anda, dan membuang semua kesombongan, Anda memasrahkan diri Anda di bawah penguasaan Tuhan.
Tetapi, pertanyaan Anda itu berarti Anda sudah dihukum karena dosa. Anda tidak senang dengan diri Anda. Langkah pertama yang harus diambil oleh semua orang yang ingin kembali kepada Tuhan adalah bertobat. "Sadarlah dan bertobatlah, supaya dosa-dosamu dihapuskan" Kisah Para Rasul 3:19. Kita sering bersedih karena kejahatan kita mendatangkan akibat yang tidak menyenangkan kepada kita: tetapi ini bukan pertobatan. Tobat yang sebenarnya adalah lebih dari sekedar bersedih karena berdosa. Pertobatan yang sebenarnya adalah berpaling secara tegas dari kejahatan. Tidak bertobat adalah keikhlasan untuk tidak membutuhkan pembaruan. Tetapi, bisakah orang bertobat untuk dirinya sendiri? Dia tidak bisa lagi memaafkan atau menghukum dirinya sendiri. Pertobatan itu lebih berarti anugerah Allah daripada pengampunan dan anugerah tidak dapat diperoleh kecuali jika diberikan kepada jiwa.
Ketika hati sepenuhnya bertobat dengan pasrah pada pengaruh Roh Allah, pendosa akan mulai memahami kesucian hukum Allah yang kudus. Akan ada kerinduan untuk hidup suci dan kudus dan terus menerus berdamai dengan Tuhan. Dan ketika kita berusaha untuk berjalan lebih dekat dengan Tuhan, "Dia akan mendekat kepadamu", dan karaktermu akan semakin mereflreksikan Dia ketika kita "mematikan diri setiap hari" dari kebiasaan lama yang penuh dosa. Yakobus 4:8; 1 Korintus 15:31.
Kemenangan atas Dosa lewat Kristus
21. Tolong jelaskan lebih jauh identitas orang luar itu; apakah benar-benar mungkin memperoleh kemenangan atas dosa melalui dia sementara masih hidup di dunia ini?
Hanya ada satu orang yang bisa dengan berhasil memenuhi tugas ini. Orang itu tak lain adalah Putra Allah sendiri. Mengapa Anak Allah itu satu-satunya orang yang layak untuk tugas ini? Karena Putra itu adalah Pencipta segalanya, "gambar Allah yang tidak nampak... segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia" Dan Putra mempunyai semua kualitas dan kapabilitas Allah karena Dia adalah "gambar wujud Allah" Kristus mempunyai hidup dalam diriNya sendiri, yang lebih dari seimbang dengan semua manusia yang masih harus dilahirkan dan membutuhkan kematian penebusanNya. Dengan demikian, pengorbananNya memenuhi keadilan Tuhan bagi semua pendosa yang akan menerima kematian penebusanNya itu, sambil juga menyatakan sayang dan cintaNya. Dalam Anak, "kasih dan kesetiaan akan bertemu, keadilan dan damai sejahtera akan bercium-ciuman" Dan menjadi sama dengan Tuhan, sang Putra adalah sungguh satu-satunya orang yang bisa mengungkapkan kepada manusia sifat-sifat baik Allah dan mendamaikan manusia dengan Tuhan. Kolose 1:15,16; Ibrani 1:3; Mazmur 85:10
Tetapi, agar ini terjadi, dan agar keadilan Allah terpenuhi, Anak harus menanggung sifat manusiawi kita yang lemah, dengan kecenderungannya pada yang jahat. "bukan malaikat-maaikat yang Ia kasihani, tetapi keturunan Abraham yang Ia kasihani" Hanya dengan tindakan itu akan adil bagi Anak untuk menjadi model kita yang sempurna. "telah meninggalkan teladan bagimu supaya kamu mengikuti jejakNya. Ia tidak berbuat dosa" Ibrani 2:16; 1 Petrus 2:21, 22
Dari satu sisi dengan kemuliaanNya Dia menjangkau Tuhan dan dengan sisi lain dengan kemanusiaanNya Dia menjangkau manusia. Maka, tak ada yang lebih mampu dibanding Anak untuk memberikan hadiah rekonsiliasi yang sangat berharga ini. "Karena anak-anak itu adalah anak-anak dari darah dan daging, maka Ia [Anak] juga menjadi sama seperti mereka" "...Allah mendamaikan dunia dengan diriNya" "Sebab... ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian AnakNya" Kristus sendiri mengenakan sifat manusiawi kita dengan segala kelemahannya, namun Dia hidup tanpa dosa. Kehidupan yang menang atas dosa inilah yang ingin Dia berikan kepada kita. Ibrani 2:14; 2 Korintus 5:19; Roma 5:10
Cita-cita Tuhan untuk anak-anakNya jauh lebih tinggi daripada yang bisa dibayangkan manusia. "Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti BapaMu yang di surga adalah sempurna" "tetapi hendaklah kamu menjadi kudus di dalam seluruh hidupmu sama seperti Dia yang kudus, yang telah memanggil kamu" "supaya kamu tiada beraib dan tiada bernoda, sebagai anak-anak Allah yang tak bercela di tengah-tengah angkatan yang bengkok hatinya.." "kejarlah kekudusan, sebab tanpa kekudusan tak seorangpun akan melihat Tuhan" Semua tawaranNya adalah memampukan. Tuhan tidak memberikan syarat tanpa menyediakan sarana untuk pemenuhannya. Matius 5:48; 1 Petrus 1:15; Filipi 2:15; Ibrani 12:14

Karena itu haruslah kamu sempurna, sama seperti Bapamu yang di sorga adalah sempurna. – Matius 5: 48

Tidak perlu ada kegagalan dalam mencapai kesempurnaan karakter Kristen. Dengan pengorabanan Kristus, sarana telah disediakan untuk setiap umat percaya untuk menerimanya dengan berkelimpahan semua yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan itu. Tuhan mengajak kita untuk mencapai standar kesempurnaan dan meletakkan di hadapan kita contoh karakter Kristus. Dalam kemanusiaanNya, Kristus menunjukkan bahwa melalui kerja sama dengan Yang Mulia, manusia dalam kehidupan ini bisa mencapai kesempurnaan karakter. Inilah penegasan Tuhan bagi kita bahwa kita, juga, bisa memperoleh kemenangan.
Kita bersyukur kepada Tuhan yang "telah memberikan kepada kita kemenangan oleh Yesus Kristus, Tuhan kita" 1 Korintus 15:57
22. Bagaimana Kristus mampu hidup tanpa dosa dalam dunia yang jahat ini?
Tidak ada kehidupan yang begitu dipenuhi dengan kerja dan tanggung jawab seperti yang dijalani Kristus; namun betapa seringnya Dia dijumpai sedang berdoa! Betapa konstannya hubunganNya dengan Tuhan! Berkali-kali dalam sejarah kehidupan manusiawiNya ditemukan catatan seperti, "Pagi-pagi benar, waktu hari masih gelap, Ia bangun dan pergi keluar. Ia pergi ke tempat yang sunyi dan berdoa di sana" "Akan tetapi Ia mengundurkan diri ke tempat-tempat yang sunyi dan berdoa" "Pada waktu itu pergilah Yesus ke bukit untuk berdoa dan semalam-malaman Ia berdoa kepada Allah" Markus 1:35; Lukas 5:16; 6:12
Hubungan yang tak terputus dengan Bapa merupakan sesuatu yang tak tergantikan bagi Kristus. Maka, seharusnya seperti itu juga dengan kita sekarang ini. Menjadi satu dengan kita, teman berbagi dalam kebutuhan dan kelemahan kita. Dia sepenuhnya bergantung pada Tuhan, dan di tempat doa yang tersembunyi Dia mencari kekuatan ilahi, yang Dia butuhkan untuk menghadapi tugas dan pencobaan. Dalam dunia yang penuh dosa Kristus menanggung penderitaan dan siksaan jiwa. Dalam persekutuan dengan Tuhan Daia bisa meletakkan beban penderitaan yang menekanNya. Di sini Dia menemukan kenyamanan dan kegembiraan. Sebagai manusia Dia memohon kepada singgasana Allah sampai kemanusiaanNya dipenuhi dengan arus surga yang menghubungkan kemanusiaanNya dengan ketuhanan. Melalui persekutuan yang tak pernah putus Dia menerima kekuatan untuk hidup tanpa dosa. PengalamanNya bisa Anda tiru.
Di hadapan semua orang terhampar kesempatan yang luar biasa untuk menjadi seperti Kristus, patuh kepada semua prinsip-prinsip hukum Tuhan. Tetapi dengan kekuatan kita sendiri, kita tidak akan mampu. Kesucian ini hanya tercapai lewat mendisiplin diri kita untuk selalu pasrah pada pengaruh Roh Kudus yang mengendalikan. Kekuatan Kristus yang memampukan membantu kita untuk bertekun mengatasi setiap kesalahan. Kita harus secara terus menerus berdoa kepada Kristus, seperti Dia bersekutu dengan BapaNya terus menerus, untuk membantu kita mengatasi kelemahan manusiawi kita. Proses pembersihan dari kelemahan kita ini berjalan secara kontinyu. Dari hari ke hari, kita harus bekerja bersama Tuhan untuk mengusahakan tanpa kenal lelah pengembangan kebiasaan-kebiasaan yang baik. Kristus akan dengan senang hati memberikan kepada kita kekuatan dan berkat yang dibutuhkan dalam perjuangan kita melawan kejahatan yang mengepung kita.
Percaya kepada Yesus Dibarengi Dengan Usaha Pribadi
23. Apakah Anda ingin mengatakan bahwa percaya kepada Yesus tidak akan menggantikan usaha pribadi saya untuk secara terus menerus memerangi dosa? Tidak bisakah saya hanya percaya kepada Yesus dan apa yang Dia lakukan pada saya dan itu cukup untuk diselamatkan?
Setiap orang yang menerima Yesus sebagai Juru Selamat pribadi berhak memperoleh sifat-sifatNya. Tetapi, mereka yang menunggu terjadinya perubahan yang tiba-tiba dalam karakter mereka tanpa usaha sungguh-sungguh dari mereka untuk mengatasi dosa akan kecewa. Kita harus waspada jangan-jangan sifat lama kita memperoleh kembali supremasinya, jangan-jangan musuh akan menggunakan jebakan untuk menangkap kita lagi. Kita harus mengusahakan "keselamatanmu dengan takut dan gentar, karena Allahlah yang mengerjakan di dalam kamu baik kemauan maupun pekerjaan menurut kerelaanNya" Filipi 2: 12, 13
Kristus tidak memberi kita kepastian bahwa memperoleh kesempurnaan karakter itu mudah. Karakter yang baik dan sempurna itu tidak kita warisi. Ia tidak datang kepada kita dengan tiba-tiba. Karakter yang mulia diperoleh melalui usaha pribadi lewat kebaikan dan kuasa Kristus. Tuhan memberi talenta, kekuatan pikir; kita membentuk karakter. Ia dibentuk melalui perjuangan yang keras dan penuh disiplin melawan diri sendiri. Konflik demi konflik harus dimenangkan melawan kecenderungan bawaan.
Kita harus mengawasi diri kita sendiri secara ketat, dan tidak membiarkan satupun sifat buruk yang tak terkoreksi. Kadang-kadang perjuangan ini terasa begitu menyakitkan dan mematahkan semangat karena, jika kita tahu kelemahan dalam karakter kita, mereka selalu ada di hadapan kita ketika kita harus memandang Yesus. Tetapi, setiap orang yang ingin memasuki gerbang indah kota Tuhan akan memasuki sebagai penakluk, dan kemenangan terbesarnya adalah kemenangan atas dirinya sendiri.
Jangan ada yang mengatakan, saya tidak bisa memperbaiki kerusakan karakter saya. Jika orang sampai pada putusan itu, dia tentu akan gagal untuk memperoleh hidup abadi. Ketidakmungkinan itu terletak dalam kemauan orang sendiri. Persoalan muncul dari kerusakan hati yang tidak disucikan, karena tidak mau menyerahkan diri pada kuasa Tuhan.
Ketaatan kepada Tuhan sangat penting saat berjalan bersamaNya. Dua sifat umat yang benar-benar percaya adalah ketaatan pada hukumNya, dan kepercayaan kepada Kristus. Lihat Wahyu 14:12. Maka hanya "percaya" kepada Kristus tidaklah cukup. Jika cukup, maka Setan sendiri juga akan menikmati surga, seperti yang tertulis "setan-setanpun juga percaya akan hal itu dan mereka gemetar" Yakobus 2:19.
Contoh, apa yang menyebabkan Adam dan Hawa diusir dari firdaus? Mereka tidak mempunyai masalah dengan kepercayaan mereka kepada Yesus karena Dia berjalan bersama mereka saat hari sejuk. Lihat Kejadian 3:8. Ketidakpatuhanlah yang membuat mereka menderita. Jadi, apakah kita akan terselamatkan karena usaha kita? ".. bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmatNya" Titus 3:5 . Kita tidak mematuhi hukum agar terselamatkan. Menaati perintahNya adalah buah yang dihasilkan oleh pengikut Kristus.
Hukum membuktikan bahwa kita membutuhkan Penyelamat. Melihat hukum sebagai "cermin" bagi orang Kristen kita bisa melihat kelemahan-kelemahan kita dengan lebih jelas. Lihat Yakobus 1:23-25. Hal ini membuat kita menyadari kita tidak dapat memperoleh kesempurnaan tanpa Kristus. Hukum tidak bisa menyelamatkan. Ia hanya bisa menunjukkan bahwa kita membutuhkan seorang Penyelamat. Untuk ilustrasi, jika Anda jatuh dalam kubangan lumpur, dengan berdiri di depan kaca Anda akan melihat betapa kotornya Anda. Bisakah cermin itu membersihkan Anda? Tidak bisa. Ia hanya bisa menunjukkan bahwa Anda perlu dibersihkan.
24. Apakah benar-benar mungkin jika saya percaya kuasa Yesus digabungkan dengan perlawanan terus menerus melawan kelemahan diri, karakter saya akan disempurnakan?
Para malaikat di surga akan bekerja dengan setiap orang yang mencari kesempurnaan karakter. Kepada semua orang yang terlibat dalam usaha ini, Kristus berkata, Aku berada di tangan kananmu untuk membantumu "Karena tanpa Aku [Yesus] tak ada yang bisa kamu lakukan" Yohanes 15:5. Ingat ini. Marilah kita selalu benar seperti jarum kompas dengan kutub utara sehingga tidak ada pencobaan yang akan menjatuhkan kita. Jangan kita mengecewakan Dia yang begitu mencintai kita sehingga memberikan nyawanya untuk menebus dosa kita.
Jika Anda melakukan kesalahan, Anda tentu akan memperoleh kemenangan jika Anda melihat kesalahan itu sebagai lampu peringatan. Maka Anda bisa mengubah kekalahan menjadi kemenangan, mengalahkan musuh dan menghormati Penyelamat Anda. Jadi, ketika keinginan Anda bekerja sama dengan keinginan Tuhan, ia akan menjadi omnipoten (sangat kuat).
Pemulih Pelanggaran
25. Sekarang saya menghargai pentingnya memahami siapakah binatang itu, tandanya, dan patungnya, karena kesempurnaan tidak akan mungkin jika saya terbujuk untuk melanggar hukum Tuhan, apa yang harus saya lakukan?
Sekarang kita tahu bahwa hari Minggu adalah tanda kepausan (binatang), dan Setan segera akan membuatnya tidak mungkin bagi orang untuk menghormati hari ketujuh istirahat Allah yang dikuduskan dengan menggunakan Amerika Serikat untuk mengeluarkan undang-undang hari Minggu yang universal. Kita harus memulainya dengan menghormati Sabat (dengan melatih diri kita sendiri sementara keadaan masih lebih memungkinkan) dan berbagi kebenaran ini dengan yang lain berusaha memenangkan jiwa sebanyak yang kita mampu.
Perintah diberikan, "serukanlah kuat-kuat, janganlah tahan-tahan! Nyaringkanlah suaramu bagaikan sangkakala, beritahukan kepada umatKu pelanggaran mereka" Ini bukan dunia penyembah berhala, tetapi mereka yang Tuhan maksud sebagai "orang-orangKu," yang harus dihardik karena pelanggaran-pelanggaran mereka. Lebih lanjut Dia menyatakan, "Memang setiap hari mereka mencari Aku dan suka untuk mengenal segala jalanKu. Seperti bangsa yang melakukan yang benar dan yang tidak meninggalkan hukum Allahnya" Yesaya 58:1,2
Inilah angkatan yang mengatakan diri mereka yang benar, dan nampak memperlihatkan minat yang besar untuk melayani Tuhan: tetapi Tuhan menunjukkan kemarahanNya yang keras karena mereka menginjak-injak ajaran ilahi.
Nabi Yesaya, kemudian menunjukkan hukum mana yang telah dilanggar, "Engkau akan disebutkan 'yang memperbaiki tembok yang tembus'... Aapabila engkau tidak menginjak-injak hukum Sabat dan tidak melakukan urusanmu pada hari kudusKu; apabila engkau menyebut hari Sabat 'hari kenikmatan', dan hari kudus Tuhan 'hari yang mulia, apabila engkau menghormatinya dengan tidak menjalankan acaramu dan dengan tidak mengurus urusanmu atau berkata omong kosong, maka engkau akan bersenang-senang karena Tuhan" Yesaya 58:12-14.

Segera, melalui undang-undang hari Minggu universal, Setan akan menjadikan ketaatan kepada Tuhan suatu kejahatan

Hal ini juga untuk Anda. Pelanggaran sudah dilakukan pada hukum Tuhan ketika Sabat diganti oleh Gereja Katholik Roma. Sudah tiba waktunya bagi insitusi ketuhanan itu untuk dipulihkan kembali. Pelanggaran harus diperbaiki. Kita telah memiih berada dalam kelompok orang yang akan memperbaiki pelanggaran. Maukah Anda menjadi pemulih pelanggaran?
Apakah Anda ingin memulai mengudusan hari Sabtu, dengan tidak bekerja, tidak mencari kesenangan pribadi, dan tidak mengucapkan kata-kata Anda sendiri dalam jam-jam suci hari Sabat Tuhan?
Di mana Beribadat
26. Ya, saya akan merasa terhormat untuk menjadi pemulih pelanggaran atas hukum Tuhan. Tetapi saya tidak tahu gereja yang benar-benar menghormati Sabat, hanya mengikuti Alkitab, dan menyingkapkan kepausan. Jadi, di mana saya harus beribadat?
Yakinlah Anda tidak sendiri dalam menghadapi dilema ini. Mereka yang terlibat dalam proyek ini, telah menghadapi situasi yang persis sama. Kita harus meninggalkan gereja kita begitu kita tahu betapa kecil cinta mereka pada kebenaran. Bahkan gereja yang mengatakan menghormati Sabat ternyata itu hanya dibibir saja. Mereka menguduskan hari Sabat jika itu mungkin dan nyaman untuk dilakukan. Ketika muncul penolakan atau pelarangan, pengudusan hari Sabat menjadi sulit, gereja-gereja itu membebaskan anggotanya dari penghormatan hari Sabat. Tetapi Firman Allah mengatakan kepada kita, "Kita seharusnya lebih mematuhi Tuhan daripada manusia" Kisah Para Rasul 5:29
Segera, melalui undang-undang Sabat universal, Setan akan menyatakan menaati Tuhan itu suatu kejahatan. Kita harus bersiap dianggap sebagai penjahat karena menguduskan hari Sabat, daripada mengakui hukum manusia tetapi bersalah tidak mematuhi Tuhan. Segera setiap orang di dunia akan menghadapi dilema ini: Siapa yang harus saya taati, manusia atau Tuhan? Kita telah memilih untuk menaati Tuhan apapun tekanan atau hukuman yang akan kita terima karena kita mencari kerajaan surga.
Sementara itu, setelah meninggalkan semua gereja dan agama yang bertentangan dengan kebenaran Tuhan, kami mulai beribadat di rumah kami sambil berusaha mengajak keluarga, teman, dan tetangga untuk mengenal kebenaran sampai terbentuklah sekelompok kecil umat percaya. Dengan demikian, kami bisa mengklaim janji Kristus "sebab di mana dua atau tiga orang berkumpul atas namaKu, di situ Aku ada di tengah-tengah mereka." Matius 18:20
Kami membuktikan bahwa jika kita terpisah dari gereja dan agama yang salah untuk mematuhi perintah Tuhan (Lihat pertanyaan 18) kami menikmati kebebasan dan kemerdekaan "dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakanmu" Yohanes 8:32. Semoga kegembiraan kami juga menjadi milik Anda, saat Anda menetapkan untuk berpisah agar menjadi putra dan putri Tuhan. "Barangsiapa menang, ia akan memperoleh semuanya ini, dan Aku akan menjadi Allahnya dan ia akan menjadi anakKu" Wahyu 21:7
Kami berdoa agar Anda memilih menjadi pemulih pelanggaran hukum Tuhan, dan akan terlibat dalam penyelamatan sebanyak mungkin jiwa yang menjadi korban penipuan yang mengepung dunia yang sedang menghadapi kesempatannya yang terakhir sebelum kedatangan kedua yang semakin dekat Tuhan dan Penyelamat kita Yesus Kristus.