Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Aug 10, 2012

Crete, Peradaban Kuno Bangsa Minoan

Peradaban kuno bangsa Minoan berada di tempat yang sekarang disebut Crete, terletak di Mediterania pada zaman Perunggu jauh sebelum kebudayaan sejarah Yunani kuno. Bangsa Minoan merupakan pedagang yang terkenal dalam perdagangan luar negeri. Kerajaan bangsa Minoan menjadi pusat perdagangan kuno melalui kapal-kapal mereka yang mendominasi Mediterania, Yunani dan kepulauan Yunani, serta seluruh wilayah Laut Hitam.



Mengenal Peradaban Kuno Minoan

Kekuatan angkatan laut Minoan digunakan untuk mengangkut barang perdagangan di seluruh Kepulauan Yunani, dan perdagangan ini membuat peradaban kuno Minoan sangat kaya. Bangsa Minoan juga mengandalkan infrastruktur angkutan laut untuk pasokan makanan yang mengangkut gandum dari peternakan Laut Hitam, dan kembali ke pantai-pantai kepulauan Yunani. Banyak sejarawan dan arkeolog percaya bahwa peradaban kuno Minoan (Minoans) berperan besar dalam perdagangan timah yang sangat penting di zaman Perunggu saat itu (timah yang digunakan untuk pembuatan perunggu).

Crete adalah pulau pegunungan di Mediterania dengan bangunan pelabuhan yang alami. Dalam sejarah peradaban kuno, pulau itu dilanda gempa bumi, letusan gunung berapi, dan badai musim dingin. Menurut Homer, Crete memiliki 90 kota dan kota Knossos adalah yang paling penting. Arkeolog telah menemukan istana di Phaistos dan Malia. Pulau ini mungkin dibagi menjadi empat pemerintahan, utara pemerintahannya di Knossos, selatan di Phaistos, bagian timur di Malia, dan ujung timur di Zakros Kato. Istana yang lebih kecil telah ditemukan di tempat lain, tidak ada satu kota di Minoan yang memiliki dinding kota (benteng) dan sedikit senjata yang ditemukan.

Runtuhnya Peradaban Kuno Minoan

Awal zaman Perunggu sekitar 3100 SM merupakan periode kerusuhan besar di Crete, tetapi juga menandai awal Crete sebagai pusat penting peradaban kuno Minoan. Sekitar 1700 SM terjadi gangguan besar di Crete disebabkan (mungkin) karena gempa bumi, meskipun invasi dari Turki juga sangat memungkinkan. Populasi meningkat dan istana-istana lebih besar dari sebelumnya, dan dengan rencana dasar yang berbeda.

Sekitar 1650 SM, letusan vulkanik pulau Thera menyebabkan tsunami yang menghancurkan instalasi dekat pantai. Belerang dioksida yang dipancarkan oleh gunung berapi juga menyebabkan penurunan suhu, yang menghasilkan panen buruk selama beberapa tahun. Beberapa arkeolog berpikir bahwa peradaban kuno bangsa Minoan kehilangan kepercayaan agama mereka pada kemampuan para Imam (pemimpin agama) untuk mengendalikan alam.

Ada teori yang menyebutkan bahwa sebuah gunung berapi di pulau Thera (Santorini), sebelah utara Crete, meletus dan menyebabkan gelombang pasang besar, awan gelap berminggu-minggu menutupi daratan Eropa, hingga Asia dan Afrika. Ledakan gunung vulkanik ini jauh lebih hebat dari letusan gunung Karatau. Letusan ini mungkin menjadi inspirasi (adanya) legenda Atlantis.

Sekitar 1420 SM, pulau Thera ditaklukkan oleh Mycenaean. Setelah ini, sebagian besar kota Crete dan kerajaannya mengalami kemunduran. Tapi Knossos tetap berlanjut hingga 1200 SM. Ada bukti bahwa perdagangan runtuh, dan penduduk kota-kota di peradaban kuno Minoan mati karena kelaparan. Pasokan gandum Minoans menipis yang diyakini berasal dari peternakan di tepi Laut Hitam. Banyak sejarawan percaya bahwa pusat perdagangan kuno saat itu berada dalam masa kritis dari perdagangan yang tidak ekonomis, makanan dan kebutuhan pokok yang bernilai tinggi dan dan dianggap barang mewah.

Salah satu teori runtuhnya peradaban kuno Minoan menyatakan adanya peningkatan penggunaan alat-alat besi oleh pedagang Minoan

Ketika perdagangan berhenti, kelaparan tidak bisa lagi diatasi dengan perdagangan. Teori lainnya menyebutkan bahwa kemampuan angkatan laut Minoan rusak dengan cara tertentu disebabkan letusan gunung di Thera. Mungkin juga disebabkan karena penaklukan Thera oleh bangsa Myceneans. Bangsa Myceneans mungkin tidak memiliki keterampilan untuk mengelola sebuah pusat perdagangan yang besar. Beberapa sejarawan berpendapat bahwa invasi Mycenaean terjadi setelah letusan hingga meruntuhkan peradaban kuno Minoan.

Aug 9, 2012

Benua Atlantis Di Samudera Atlantik

Menggali penemuan Benua Atlantis di Samudra Atlantik, teori pergeseran benua mungkin meninggalkan jejak untuk menemukan sebuah benua yang hilang. Ketika melintasi samudera Atlantik, dengan beberapa penyesuaian (sensor elektronik/komputer) tapi hasil sensor tidak menggambarkan fitur bawah laut yang mempesona atau lebih tepatnya hanya pegunungan Atlantik.

Sisa-Sisa Peradaban Benua Atlantis


Seperti yang dimuat dalam web Bibliotecapleyades; pada awal 1883 Ignatius Donnelly menyatakan bahwa ditengah-tengah samudera Atlantik merupakan sisa-sisa peradaban kuno Benua Atlantis. Tapi ahli geologi yang paling modern dan ahli kelautan mempertimbangkan bahwa hal ini sangat jauh dari teori peninggalan benua Atlantis yang tenggelam di bawah laut. Pegunungan (daratan) terangkat ke atas dari dasar laut yang mungkin disebabkan aktivitas gunung berapi. Salah satu teori menyebutkan bahwa benua Atlantis renggang menghasilkan garis patahan besar, merupakan pusat gempa dan menghasilkan garis patahan besar yang juga merupakan pusat gempa dan aktivitas vulkanik. Beberapa pusat lahar panas di bumi telah keluar (meletus) melalui celah ini dan membangun daratan.

Patahan Samudera Atlantik

Sample dari dasar laut yang diambil dari samudera Atlantik pada tahun 1957 merupakan tanaman yang hidup dengan air tawar (kedalaman dua mil). Dan salah satu lembah yang dalam dikenal sebagai Romanche, telah ditemukan pasir yang tampaknya terbentuk karena pelapukan. Tahun 1969, ekspedisi penelitian Duke University mengeruk (menggali) 50 situs di sepanjang dataran bawah air yang membentuk jalan dari Venezuela ke Kepulauan Virgin, dan terbuat dari batuan granit.

Dr.Bruce Heezen dari Observatorium Lamont Geologi mengatakan bahwa ahli geologi umumnya percaya bahwa granit (bebatuan Atlantik) dan kerak bumi di bawah laut terdiri dari batu basal berwarna gelap. Terjadinya cahaya bebatuan granit berwarna mungkin mendukung teori lama bahwa benua Atlantis dulunya pernah ada di wilayah Karibia timur dan batuan ini mungkin merupakan inti dari sebuah benua yang hilang.

British Journal New Scientist 5 Juni 1975 pernah memberitakan bahwa meskipun mereka (peneliti) tidak membuat klaim fantastis tentang penemuan bagian tengah daratan Atlantik, sebuah kelompok ahli kelautan telah meyakinkan dan mengkonfirmasi temuan awal blok cekung dari benua Atlantis yang hilang, terletak di tengah Samudra Atlantik. Penemuan ini berasal dari alisis sampel yang ada di sepanjang garis Vema, zona patahan timur-barat yang terletak di antara Afrika dan Amerika Selatan.

Laporan ini juga menyatakan bahwa pada tahun 1971 dua peneliti dari University Of Miami mengambil beberapa fragmen batu kapur diperairan dangkal daerah benua Atlantis. Mineral dalam batu kapur menunjukkan bahwa batu itu berasal dari sumber granit terdekat yang tidak mungkin terjadi di dasar laut. Analisis yang lebih lengkap diperoleh dari sampel mengungkapkan bahwa batu gamping termasuk jejak fosil di perairan dangkal.

Para peneliti percaya bahwa batu kapur berasal dari era Mesozoikum (antara 70 dan 220 juta tahun lalu) dan membentuk topi (cekungan) di blok benua yang hilang, sisa-sisa Atlantis menyebar ke samudra. Mineral granit bisa berasal dari perbatasan benua sementara laut terus bergerak. Gerakan vertikal yang dibuat blok seperti mengangkatnya keatas permukaan laut di beberapa periode selama sejarah itu. Ada benua yang hilang di samudera Atlantik, tapi sepertinya bukan peradaban benua Atlantis. Benua itu menghilang sekian lama sebelum manusia muncul di bumi. Kebanyakan ilmuwan tetap yakin bahwa tidak ada kemungkinan untuk menemukan peradaban benua Atlantis seperti yang digambarkan Plato.

Komentar L.Sprague De Camp tentang benua yang hilang; hampir semua daratan (pegunungan) kecuali wilayah Azores kecil yang berada di bawah 2 atau 3 mil air, tak ada cara mendapatkan sebuah pulau besar seperti 10.000 tahun yang lalu agar sesuai dengan ucapan Plato tentang tenggelamnya peradaban benua Atlantis.

Beberapa pengamat Atlantis telah menyatakan bahwa daratan Atlantis pecah menjadi dua bagian, dan jarak tenggelam antara keduanya cukup lama. Mungkin Plato adalah sisa-sisa dari benua Atlantis dan juga ahli kelautan yang sekarang tampaknya telah terdeteksi di samudera Atlantik. Dan mungkin saja benua Atlantis tidak tenggelam hingga masa yang sangat jauh. Jika benua Atlantis memang ada di samudera Atlantik, di atas garis patahan besar yang membentang antara benua ini, tentu telah dihancurkan oleh gempa bumi dan letusan gunung berapi.

Benua Atlantis Hancur Karena Ledakan Nuklir

Di sisi lain, ada beberapa pengamat benua Atlantis yang percaya bahwa kehancuran peradaban benua Atlantis bukan karena peristiwa geologi, tetapi disebabkan bencana buatan manusia seperti ledakan nuklir. Menurut Cayce, Atlantis mencapai tingkat teknologi tinggi luar biasa sebelum benua itu tenggelam.

Mereka menciptakan laser, pesawat, televisi, xray, energi atom, kontrol cybernetic, dan itu semua adalah kekuatan alam yang sangat kuat dan telah dikembangkan hingga menyebabkan kehancuran benua Atlantis.

Apa pun yang ditulis Plato tentang peradaban benua Atlantis, ia tak pernah memulai pencarian di seluruh dunia tentang benua yang hilang. Plato mendapatkan perhatian besar dan telah menyerang pemikiran orang lain selama berabad-abad. Apakah benua Atlantis adalah fakta atau fiksi? Atau kebalikan dari peristiwa nyata, atau malah dongeng? Plato telah berhasil, membingungkan dan menantang umat manusia tentang misteri benua Atlantis selama lebih 2000 tahun.

Kitab Henokh Ungkap Peradaban Lemuria Zaman Idris

Kitab Henokh (Enoch) mengungkap misteri peradaban kuno yang hilang (Lemuria), peradaban pertama yang maju dengan ilmu pengetahuan dari 'surga'?

Potongan Buku Henokh atau sebagian sejarawan menyebutnya kitab Henokh yang ditemukan akhirnya sedikit demi sedikit bisa menjawab keberadaan benua yang hilang, peradaban Lemuria yang menjadi wilayah maju dan sombong hingga Tuhan harus menenggelamkannya kedalam Samudera Pasifik.

'Fallen Angels and the Origins of Evil' karya Elizabeth Clare, setidaknya menjelaskan secara rinci tentang asal usul Benua Lemuria, Atlantis,  dan Dunia Bawah dengan menerjemahkan Kitab Henokh dan Alkitab yang ada saat ini. Ada juga sumber lain yang diperoleh dari seorang penulis Arab di abad pertengahan, Al Masoudi. Mungkin, artikel kali ini terdengar seperti sebuah 'keyakinan' tapi nantinya lebih mendekati 'mitos' yang terdengar seperti 'kenyataan'.

Kitab Henokh, Kunci Misteri Peradaban Awal

Ahli Alkitab dan beberapa arkeolog menganggap kisah Henokh (Enoch) berada di Timur Tengah, ada kemungkinan Henokh (ataupun Idris) hidup di peradaban kuno Lemuria ataupun Atlantis. Henokh adalah generasi ke-7 keturunan Adam, hidup di Taman Eden yang terletak di Lemuria (Mu) Samudera Pasifik. Benua Lemuria yang menghilang 250.000 tahun lalu akibat ledakan gas di bawah benua. Pada tahun 2004, beberapa studi ilmiah independen telah mengkonfirmasi ledakan ini. Salah satu ilmuwan benar-benar mengatakan ada ledakan saat ini. Yang lainnya mengatakan ada bencana lain yang didasarkan adanya penurunan oksigen dalam jumlah besar di planet bumi.

Henokh diperkirakan lebih dekat dengan generasi Nabi Nuh yang mungkin menempatkan dirinya di wilayah yang sama dengan Nuh. Secara umum diakui oleh para ilmuwan dan mereka yang akrab dengan sejarah esoterik bumi, bahwa banjir terjadi sekitar 12.000 tahun yang lalu. Banyak yang percaya bahtera itu mendarat di timur tengah, tapi bukan berarti bahwa Atlantis dekat dengan Mediterrenean. Sebagian arkeolog menempatkan Atlantis dekat dengan Yunani tetapi tidak semua, mereka tidak dibatasi ortodoksi seperti John Anthony West, Robert Shoch, Graham Hancock, Robert Bauval, Michael Cremo dan ilmuwan lain yang mengetahui bahwa sejarah Mesir kuno dan legenda Atlantis sangat jauh berbeda.

Plato menulis bahwa benua Atlantis berada di luar Pilar Hercules, ilmuwan masih belum memberikan gambaran peradaban kuno yang mampu membangun piramida Mesir dengan batu dan saat ini manusia tidak sanggup membangunnya. Selama ini, Gereja Katolik menolak Plato dan mendukung Aristoteles karena Plato lebih bersifat mistis. Mistisisme menyiratkan bahwa individu memiliki kemampuan untuk memasuki arus Ilahi atau memiliki hubungan langsung dengan Tuhan. Hal ini tentu saja dianggap 'laknat' oleh Gereja Katolik yang tergerus kekuasaan dan otoritas.

Dalam penerjemahan secara Islami, naskah Aristoteles yang diterjemahkan Roger Bacon perlahan mulai terungkap. Tapi polemik dan perbedaan pendapat terjadi, Roger Bacon adalah seorang alkemis yang dianggap mistik dan hal itu lebih selaras dengan filosofis Plato.

Literatur esoteris dan metafisik selama lebih dari 120 tahun terakhir menyatakan bahwa Atlantis berada di tengah Samudra Atlantik. A Dweller on Two Planets (1, 2) karya Phylos, adalah buku yang menceritakan tentang Atlantis dan diterbitkan sekitar waktu yang sama. Edgar Cayce tidak hanya menggambarkan Atlantis tapi juga mengatakan bukti akan ditemukan sekitar Bimini. Tradisi esoterik lainnya seperti 'The Bridge to Freedom and The Summit Lighthouse' telah memberikan gambaran yang dimulai dari tradisi-tradisi yang tersisa. Taylor Caldwell diusia 12 tahun menulis tentang legenda peradaban kuno di benua Atlantik dalam buku 'The Romance of Atlantis'. Dalam bukunya menyatakan tentang kejatuhan dan penurunan moral serta spiritual. Pada puncaknya mengalami bencana banjir besar seperti yang diceritakah cucu Henokh (Nuh) dalam Alkitab.

Keturunan Adam Mendirikan Peradaban Lemuria

Berkembangnya manusia di Bumi melalui beberapa tahap yang akhirnya mendirikan peradaban kuno yang dibentuk anak-anak Adam. Keturunan Adam sebagian besar sejarahnya hampir tidak bisa ditelusuri. Bumi tenggelam hingga ke level paling rendah dan ketika itu kesadaran spiritual padam. Adam dan Hawa hidup di muka bumi dengan berbagai perkembangan yang kurang maju. Ketika Cain (Qabil) membunuh Habel (keturunan Adam yang saling membunuh), dia diusir untuk mencari istri dari keturunan lain, Cain pergi ke daratan Lemuria untuk menemukan pasangan.

Adam dan Hawa bukan makhluk pertama di Bumi, mereka memiliki tetangga meskipun jauh. Misteri yang melahirkan keturunan Cain dan berkembang di Lemuria, keturunan yang kehilangan moral dan spritual hingga Tuhan memberikan bencana besar.

Beberapa sejarawan memiliki anggapan berbeda dalam konsep penerjemahan Adam dan Hawa sebagai manusia yang pertama kali diciptakan Tuhan. Adam lebih berkaitan dengan Roh yang pertama kali diciptakan, kemudian mereka ditemani oleh banyak 'pasangan' yang juga hidup di planet bumi. Logikanya, ketika Cain diusir dari lingkaran Adam, bagaimana dia bisa mendapatkan pasangan? Yang menjadi pertanyaan, apakah fisik pasangannya sama seperti Hawa?

Kitab Henokh Menceritakan Kehancuran Lemuria Dan Atlantis

Kitab Henokh memiliki banyak misteri yang bisa mengungkap keberadaan peradaban kuno Lemuria dan Atlantis. Berikut beberapa isi kitab Henokh yang diterjemahkan Elizabeth Clare.

Kitab Henokh berbicara tentang alam yang tidak jelas di mana sejarah dan mitologi saling tumpang tindih, serta huruf-huruf rahasia tak terduga tentang pengetahuan kuno. Ketika para malaikat surgawi dan pemimpin mereka bernama Samyaza mengembangkan nafsu tak terpuaskan atas 'anak perempuan dari manusia' di bumi dan keinginan tak tertahankan untuk melahirkan anak dengan wanita-wanita ini. Samyaza takut untuk turun sendiri, maka dia meyakinkan 200 malaikat yang disebut 'Penjaga' untuk menemaninya dalam misi kenikmatan. Kemudian para malaikat mengambil sumpah dan terikat diri melalui 'kutukan bersama'. Para malaikat turun dan mengambil istri di antara anak perempuan manusia. Mereka mengajarkan sihir kepada wanita, mantra, dan ramalan versi rahasia surga.

Para wanita itu mengandung anak dari para malaikat, raksasa-raksasa jahat. Raksasa yang melahap semua makanan manusia di bumi, mereka membunuh dan memakan burung, reptil, dan ikan. Tidak ada yang sakral, tak lama kemudian Homo Sapiens menjadi hidangan mewah (7:1-15). Azazyel menciptakan perlengkapan tidak wajar untuk istrinya seperti riasan mata dan gelang mewah untuk meningkatkan daya tarik seks. Sedangkan untuk pria, Azazyel mengajarkan mereka 'setiap jenis kejahatan' termasuk sarana untuk membuat pedang, pisau, perisai, pakaian perang dan semua peralatan perang (8:1-9).

Ketika manusia di bumi berseru menentang kekejaman ditimpakan pada mereka, Surga mendengar permohonan manusia. Para malaikat perkasa Mikail, Jibril, Raphael (Israfil), Suryal, dan Uriel banding atas nama manusia di hadapan Yang Mahatinggi, Raja segala raja (9:1-14). Tuhan memerintahkan Raphael untuk mengikat tangan dan kaki Azazyel. Jibril dikirim untuk menghancurkan anak-anak hasil perzinahan, keturunan dari para Penjaga. Mikail kemudian mengikat Samyaza dan keturunannya yang jahat selama 70 generasi di dunia bawah (bumi), bahkan sampai hari penghakiman. Dan Tuhan mengirimkan Banjir Besar untuk melenyapkan raksasa jahat, anak-anak dari para Penjaga.

Disini dijelaskan bahwa peradaban Lemuria dan Atlantis yang diyakini pengikut NAZI dan segala bentuk organisasi Rosicrucian, mereka meyakini Taman Eden di benua yang hilang, meyakini dunia bawah (yang diceritakan sebagai tempat 'pengurungan' Samyaza), adalah bangsa yang menginginkan pemusnahan masal terhadap manusia sebagai pembalasan 'nenek moyang' mereka yang terbuang.

Tapi penerjemahan naskah ini masih menjadi misteri, bagaimana mungkin kitab Henokh bisa menjelaskan tentang Banjir Besar, sementara bencana itu terjadi di masa Nabi Nuh? Dalam Alkitab, Henokh ataupun Idris diangkat ke langit dan mungkin saja Kitab Henokh ditulis kembali sesudah bencana banjir besar.

Peradaban Maju, Asal Usul Pembangunan Piramida Mesir

Dalam narasi yang ditemukan, Henokh (Idris) melihat visi masa depan tentang zaman nabi Nuh. Seorang penulis Arab dari abad ke-10 AD bernama Al Masoudi menulis sebuah catatan sejarah berjudul 'Fields of Gold-Mines Of Gems'. Di dalamnya, Masoudi menceritakan kisah Raja Saurid Ibnu Salhouk, seorang penguasa Mesir yang hidup 300 tahun sebelum banjir.

Saat bumi itu sedikit lebih muda, Saurid Ibnu Salhouk, tidurnya terus-menerus terganggu oleh mimpi buruk yang mengerikan. Dia melihat bahwa 'seluruh bumi diserahkan' beserta penghuninya. Dia melihat pria dan wanita jatuh di atas mereka dan 'bintang jatuh ke bawah dengan suara mengerikan'. Akibatnya 'mengambil' semua manusia yang hidup dimasa itu. Setelah satu malam lebih mimpi itu terus berlanjut, ia memanggil para imam yang datang dari semua provinsi di Mesir kuno. Tidak kurang dari 130 imam berdiri di depannya, salah satu pemimpin mereka mempelajari dan mencoba menafsirkan mimpi itu.

Masing-masing imam berkonsultasi dengan mempelajari ketinggian bintang di angkasa. Mereka mengatakan kepada raja bahwa mimpi buruknya mengisyaratkan bahwa banjir besar akan menutupi bumi. Kemudian api besar akan datang dari arah konstelasi bintang Leo. Mereka meyakinkan bahwa setelah bencana ini 'dunia akan kembali ke awal'.

"Apakah akan datang ke negara kami" tanya raja, dan mereka menjawab dengan jujur. "Ya, dan itu akan menghancurkannya?"

Setelah menerima nasib masa depan kerajaannya, Saurid memutuskan untuk membangun tiga piramida Mesir yang menakjubkan serta lemari besi yang sangat kuat. Semua itu harus diisi dengan 'pengetahuan tentang ilmu rahasia' termasuk semua ilmu astronomi, matematika dan geometri yang telah mereka pelajari. Semua pengetahuan ini akan tetap tersembunyi, dan suatu hari akan datang seseorang yang membuka tempat-tempat rahasia itu.

Tulisan Al Masoudi masih menjadi misteri, apakah Idris (Henokh) menjadi pemimpin para imam yang meramalkan kehancuran bumi? Etimologi menyebutkan bahwa Idris seorang yang pintar, penemu tulisan dan alat tulis, dan ahli astronomi (perbintangan). Dia juga pernah disebut sebagai Singa dari segala singa karena keberanian dan kegagahannya.

Masih banyak rahasia Buku Henokh yang belum terselesaikan, misteri-misteri peradaban kuno mungkin akan terjawab melallui naskah kuno dan alkitab yang ada saat ini. Di lain waktu, kita akan membahas masalah makhluk asing atau alien yang diyakini (juga disinggung dalam kitab Henokh) muncul di zaman nabi Idris, apakah Henokh berhasil dalam rekayasa genetik?