Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jul 6, 2012

Hewan Prasejarah yang pernah ditemukan fosilnya

1. Deinocheirus

Satu-satunya fosil yang ditemukan dari Dinosaurus ini hanyalah sepasang lengan dan beberapa bagian tulang belakang. Kemungkinan Deinocheirus merupakan kerabat dari Ornithomimosaur,
setidaknya itulah anggapan para ahli paleontologi.



a merupakan genus dari Dinosaurus Theropoda besar yang hidup pada periode Cretaceous akhir dan populasinya tersebar di selatan Mongolia. Lengannya mungkin terlalu panjang untuk tubuhnya dan cakar tangannya itu semakin mengindikasikan bahwa dirinya merupakan salah satu Dinosaurus yang mematikan.

Namun sebenarnya, kegunaan "senjata" tersebut masih banyak diperdebatkan. Beberapa peneliti mengatakan cakar itu digunakan sebagai alat utama untuk berburu.

Beberapa lainnya mengatakan cakar terlalu tumpul, sehingga hanya digunakan sebagai senjata defensif. Bahkan ada pendapat yang mengatakan bahwa Deinocheirus menggunakan lengannya yang besar untuk memanjat pohon, meskipun hipotesis ini secara luas diabaikan.

2. Diprotodon


Sebelum manusia pertama menginjakkan kaki di Benua Australia sekitar 40.000 tahun lalu, beraneka ragam hewan berkantung berukuran besar pernah hidup di sana. Salah satu yang terbesar ialah Diprotodon.




Hewan berkantung yang satu ini diperkirakan ukurannya sebesar seekor Kuda Nil dewasa. Dilihat dari bentuk morfologinya, ia terlihat mirip seperti seekor Wombat, yaitu spesies hewan berkantung Australia, namun berukuran raksasa.

Sama seperti kebanyakan hewan-hewan berkantung lainnya, Diprotodon juga mengkonsumsi dedaunan sebagai makanan utamanya. Meskipun mereka bukanlah hewan yang memiliki pergerakan gesit seperti Kanguru, namun ukuran badannya yang besar dan kuat membuat para predator sangat sulit untuk menaklukannya.

3. Moropus

Ketika para ilmuwan menemukan fosil Moropus untuk pertama kalinya, mereka seakan sulit mempercayai bentuk morfologi dari makhluk yang satu ini. Hewan purba dengan bentuk kepala menyerupai kepala kuda ini benar-benar memiliki bentuk tubuh yang aneh.



Para Ilmuwan mendeskripsikannya sebagai "campuran" dari tiga binatang, yaitu Kuda, Jerapah kerdil, dan Beruang. Kepalanya yang mirip kuda serta badannya yang menyerupai badan seekor beruang dihubungkan oleh leher yang lumayan panjang bak leher jerapah kerdil.

Dengan kuku-kukunya yang panjang nan tajam, serta kemampuan berlari dengan baik tentunya ia memiliki pertahanan diri yang baik untuk menghindari ancaman para predator. Moropus hidup di wilayah Asia selatan dan barat sekitar 12.000 tahun lalu.

4. Ambulocetus

Inilah salah satu makhluk purba yang banyak diklaim para penganut Neo-Darwinisme sebagai bukti kuat periode transisi spesies makhluk laut ke darat. Ambulocetus, hewan purba dengan perawakan mirip campuran nenek moyang paus dan berang-berang hidup di wilayah yang kini disebut sebagai Pakistan modern sekitar 50 juta tahun lalu.



Panjang tubuh seekor Ambulotecetus dewasa diperkirakan sekitar 12 kaki. Bentuk kepalanya besar dengan rahang yang panjang. Gigi-gigi tajamnya didesain untuk menangkap dan mencengkram mangsanya. Didalam air, ia dapat bergerak dengan gesit berkat bantuan ekornya yang digunakan sebagai "motor" bagi tubuhnya.

5. Lystrosaurus

Sebelum kemunculan Dinosaurus, kehidupan makhluk di Bumi pernah diramaikan oleh beberapa hewan aneh yang menyerupai reptil. Salah satunya ialah Lystrosaurus.



Hewan purba yang cukup menarik karena bentuk tubuhnya yang aneh ini hidup di habitat berawa-rawa, namun ia juga tidak masalah jika harus terpaksa mendiami tempat-tempat yang tergolong kering. Lystrosaurus diperkirakan mendiami bumi sekitar 230 juta tahun yang lalu.

6. Phorusrhacos

Sekitar 20 juta tahun yang lalu, Amerika selatan merupakan daratan yang memiliki begitu banyak variasi spesies burung dan mamalia. Salah satunya yang cukup terkenal ialah spesies burung karnivora bernama Phorusrhacos.



Ia adalah spesies burung yang tidak dapat terbang. Tinggi badannya bisa mencapai 10 kaki (3 meter). Meskipun tidak dapat terbang, mereka adalah pelari-pelari cepat. Ini menjadikan Phorusrhacos dapat dengan mudah untuk menangkap mangsanya.

Spesies Phorusrhacos diperkirakan eksis hingga 3 juta tahun yang lalu. Para ilmuwan memperkirakan kepunahan Phorusrhacos disebabkan oleh munculnya beberapa predator lain yang bermigrasi dari Amrika Utara ke Selatan setelah keduanya dihubungkan oleh daratan Amerika tengah yang muncul ke daratan.

7. Mammoth

Saya yakin pasti kalian sudah tidak asing lagi dengan hewan legendaris yang satu ini. Mammoth merupakan salah satu hewan purba yang begitu populer. Fisiknya menyerupai gajah namun memiliki bulu lebat disekujur tubuhnya.



Perawakannya yang besar serta tambahan "senjata" berupa gading yang begitu panjang membuatnya begitu sulit untuk ditaklukkan predator manapun. Lukisan-lukisan yang di goreskan pada dinding-dinding gua oleh para manusia purba banyak menggambarkan betapa sulitnya hewan ini untuk ditaklukkan oleh mereka.

Mammoth merupakan hewan yang mendiami sekitar pulau Wrangel di pesisir utara Siberia. Banyak Ilmuwan percaya, generasi terakhir Mammoth masih dapat dijumpai sekitar 4000 tahun yang lalu saat konstruksi piramida Khufu di Giza, Mesir telah selesai dibangun.

8. Harimau Gigi Pedang

Mereka merupakan salah satu hewan zaman es yang begitu terkenal. Salah satu predator terganas nan mematikan yang pernah menginjakkan kakinya di bumi ini. Harimau Gigi Pedang mendiami wilayah barat Amerika Serikat pada akhir zaman es, tetapi mereka juga tersebar di beberapa wilayah Amerika Utara lainnya serta beberapa berdiam di wilayah Amerika Selatan.



Diketahui, terdapat 2 Genus dari hewan ini, yaitu Genus Smilodon dan Genus Homotherium. Pada umumnya jenis dari Genus Smilidon panjang taringnya bisa mencapai lebih dari 18 centimeter, sedangkan untuk genus Homotherium memiliki panjang taring sekitar 10 centimeter. Hewan ini memburu kuda, banteng, antelope sebagai makanannya.

9. Deinotherium

Deinotherium merupakan salah satu mamalia darat terbesar yang pernah menginjakkan kakinya di Bumi. Makhluk prasejarah yang hidup di kala Miosen tengah hingga awal Pleistosen ini pada umumnya memiliki tinggi 3,5 – 4,5 meter (ukuran Deinotherium dewasa) dengan berat berkisar antara 5 – 14 ton.



Deinotherium yang merupakan kerabat dekat gajah modern pada dahulu kala hidup tersebar di beberapa wilayah Asia, afrika, dan Eropa. Bentuk fisiknya tidak jauh berbeda dengan gajah modern, hanya saja ia memiliki belalai yang lebih pendek dan gading yang terletak di rahang bagian bawah.

Gading ini mungkin digunakan sebagai alat untuk menggali tanah untuk mendapatkan akses ke akar-akaran dan sayuran. Genus Deinotherium memiliki tiga spesies yang telah dikenali, dan semuanya memiliki ukuran yang besar. Spesies itu diataranya Deinotherium giganteus, Deinotherium indicum, dan Deinotherium bozasi.

Letak Cinta dan Nafsu di Otak kita

Saat menjalin hubungan dengan seseorang, apakah Anda pernah bertanya pada diri sendiri, apakah kisah yang Anda jalani adalah cinta atau nafsu belaka? Jawabannya, tergantung pada bagian otak yang Anda gunakan.
Studi itu dirilis dalam Journal of Sexual Medicine menganalisis 20 penelitian yang berbeda berkaitan dengan efek dari seks dan cinta pada tubuh.

Penelitian termasuk pindai otak orang yang melihat gambar erotis, gambar orang-orang yang dicintai, makanan dan pemicu kesenangan.

Menurut peneliti, nafsu dipicu bagian otak yang mengendalikan perasaan menyenangkan, yang berhubungan dengan seks dan makanan. Tapi, cinta dipicu bagian dari otak yang berhubungan dengan kebiasaan.

Para peneliti mengatakan ada dua bagian otak yang bertanggung jawab untuk melacak bagaimana hasrat seksual berkembang menjadi cinta.

Jim Pfaus, seorang profesor psikologi di Concordia University di Montreal dan penulis utama studi mengatakan, "Kami menandai hal yang berbeda dalam mencintai, hasrat seksual dan kecanduan. Namun semuanya diproses di tempat yang sama."

Hasil penelitian menunjukkan bahwa otak memperlakukan cinta sebagai kebiasaan yang telah terbentuk selama periode waktu yang panjang. Jadi, yang tadinya nafsu mungkin akan berubah menjadi cinta dan ditransfer menjadi bagian kebiasaan di otak.

Pola yang sama terjadi ketika orang menjadi kecanduan terhadap obat. Sehingga, ungkapan kecanduan cinta benar adanya.

Jim Pfaus berkata, "Kebiasaan biasanya sesuatu yang buruk, tapi hal yang paling penting adalah otak yang menetapkannya. Perubahan dari keinginan untuk mengasihi adalah mekanisme ikatan dalam hubungan, " katanya seperti dikutipFemale First.

Pfaus percaya bahwa penelitian ini akan berfungsi landasan bagi penelitian lain. "Studi ini mengungkap evolusi yang bisa membantu memahami kecanduan, cinta dan sosial dan studi mengenai saraf lainnya."

Misteri Tengkorak Kristal Suku Maya



Sebuah legenda telah diceritakan secara turun temurun sejak lama di Amerika Tengah. Baik suku Maya dan suku Aztec percaya bahwa dunia telah dihancurkan 4 kali dan yang kita tempati sekarang adalah dibawah Matahari ke 5. Raksasa hidup dibawah matahari pertama, dunia mereka telah dihancurkan oleh air. Matahari kedua menyaksikan naga dari udara menghancurkan dunia dan orang-orang diubah menjadi kera, hanya seorang pria dan seorang wanita yang diselamatkan. Matahari ketiga telah dihancurkan oleh api surga (meteor), manusia pada masa itu hanya makan buah-buahan…

Pada masa Matahari ke 4, manusia telah mati karena kelaparan, yang diikuti dengan banjir api dan darah. Diperkirakan akhir dari dunia ke 5 telah tiba karena Bumi telah bergetar (dikarenakan kemungkinan akan terjadinya pembalikan kutub magnet Bumi). Kemudian semua kehidupan akan lenyap.

Mungkin anda telah mendengar tentang kalender suku Maya. Dimulai dari 13 Agustus 3114 Sebelum Masehi, dan akhir jaman diperkirakan akan jatuh pada 21 Desember 2012. Ini berhubungan dengan Venus. Tetua suku Maya meninggalkan naskah kuno berisi berbagai ramalan, khususnya mengenai gerhana matahari. Mereka dianggap sebagai ahli astronomi yang terkenal.

Pada suatu masa ketika manusia menghuni 12 planet, terdapat 13 tengkorak kristal yang ditinggalkan. Mereka meninggalkannya untuk orang di Bumi. Orang Atlantis meninggalkannya untuk suku Maya. Bila digabungkan bersama, tengkorak ini dapat menyingkap informasi tentang asal usul kita dan bagaimana cara untuk menghindari bencana di masa yang akan datang. Nenek moyang kita dapat membuatnya berbicara, rahangnya dapat bergerak. Kita mungkin bisa menganggapnya sebagai sebuah komputer super canggih.

Hasil dari berbagai penelitian tentang tengkorak ini sangat mencengangkan. Sebut saja penelitian pada tengkorak yang dinamakan Anna Mitchell-Hedges yang dilakukan oleh laboratorium Hewlett Packard. Hasilnya bisa diringkas sebagai berikut: "Peneliti kami tidak dapat menjelaskan bagaimana cara tengkorak ini dipahat pada masa lalu tanpa menggunakan alat-alat jaman sekarang."

Menurut seorang ahli di Hewlett Packard, akan membutuhkan waktu setidaknya satu tahun untuk memahat tengkorak Anna Mitchell-Hedges meskipun menggunakan alat-alat modern. Tidak dapat dijelaskan bagaimana sebuah pahatan yang rapuh dapat bertahan utuh menghadapi goncangan-goncangan dan panas bumi.

Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan ini bisa saja membantu memberikan bukti kebenaran dari legenda ini.

Perlu diinformasikan pula bahwa sejak akhir abad ke 19, perdagangan tengkorak kristal telah dimulai, namun kebanyakan adalah merupakan duplikat.

Kemampuan Manusia Menggerakan Benda dengan Pikirannya

Dari antara banyak kemampuan unik manusia, Telekinesis adalah salah satu yang paling kontroversial. Berbeda dengan telepati yang lebih bisa diterima di kalangan sains, telekinesis masih dianggap sebagai salah satu fenomena yang tidak bisa dibuktikan secara sains, walaupun keberadaannya cukup diterima oleh banyak ilmuwan lainnya.

Banyak orang percaya kalau kemampuan telekinesis tidak lebih dari sebuah kekuatan supranatural yang berkaitan dengan aktifitas iblis. Sebagian lagi menolak anggapan itu dan percaya kalau manusia sesungguhnya diciptakan dengan menyimpan potensi kekuatan paranormal yang menunggu untuk dibangkitkan.

Sekarang, kita akan melihat bagaimana telekinesis mewarnai dunia sains dan bagaimana kontroversi yang ditimbulkannya.


Psychokinesis/Telekinesis
Istilah Telekinesis pertama kali digunakan pada tahun 1890 oleh seorang peneliti paranormal Rusia bernama Alexander N. Aksakof. Pada tahun 1914, istilah Psychokinesis digunakan oleh penulis Amerika bernama Henry Holt yang kemudian diadopsi oleh sahabatnya, paranormal Amerika bernama J.B. Rhine pada tahun 1934, untuk merujuk kepada kemampuan mengubah hasil lemparan dadu.

Sejak itu, dua sebutan ini sama-sama digunakan untuk menyebut kemampuan yang sama, yaitu kemampuan untuk mempengaruhi pergerakan sebuah benda dari jarak jauh. Ini bisa meliputi mengangkat, menggetarkan, membengkokkan, mematahkan atau menggerakkan benda hingga mengangkat diri sendiri melayang di udara (levitation).

Para peneliti dari komunitas parapsikologi lebih suka menggunakan istilah Psychokinesis, sementara budaya populer seperti film dan buku lebih suka menggunakan istilah telekinesis.

Konsep Psychokinesis (PK)
Konsep yang ada di balik Psychokinesis/Telekinesis adalah argumen kalau semua benda memiliki energi. Ini membuat kita dapat menggerakkan benda tersebut dengan cara menghubungkan energi mental kita dengan energi benda tersebut.

Dengan latihan konsentrasi yang cukup rumit, seseorang disebut mampu membangkitkan kekuatan itu, mulai dari menggerakkan hal-hal yang kecil seperti atom (Mikro PK) hingga hal-hal yang lebih besar seperti sendok (Makro PK).

Salah satu eksperimen yang berkaitan dengan mikro PK pernah dilakukan di ruang bawah tanah Varian Physics Building di Stanford University. Pada waktu itu, subjek eksperimen adalah seorang paranormal ternama bernama Ingo Swann. Tujuan dari eksperimen ini adalah untuk mengetahui apakah Ingo dapat mempengaruhi medan magnet yang diciptakan di dalam sebuah ruangan tertutup di bawah lantai gedung.

Ketika Ingo mulai memfokuskan pikirannya pada medan magnet tersebut, frekuensi osilasi pada magnetometer menjadi berlipat ganda selama sekitar 30 detik. Walaupun Ingo gagal mematikan medan magnet tersebut, namun eksperimen ini dianggap berhasil membuktikan adanya kemampuan Psychokinesis Mikro pada manusia.

Ingo Swann kemudian menjadi salah seorang yang memegang peranan penting dalam proyek Stargate militer Amerika. Kalian bisa membaca mengenainya disini.

Lalu, bagaimana dengan Psychokinesis Makro?

Para Saksi Psychokinesis Makro
Michael Crichton, seorang penulis berkebangsaan Amerika yang menulis novel laris Jurrasic Park mengklaim kalau ia pernah berhasil membengkokkan sendok dengan pikirannya ketika ia sedang mengunjungi sebuah "Pesta membengkokkan sendok". Ia mendeskripsikan pengalamannya ini dalam bukunya yang berjudul Travels yang terbit tahun 1988:
"Saya melihat ke bawah. sendok itu mulai membengkok. Saya bahkan tidak menyadarinya sebelumnya.

Logam itu menjadi lembut seperti sebuah plastik yang lunak. Sendok itu tidak memanas sama sekali, hanya sedikit menghangat. Lalu, saya bisa membengkokkan mulut sendok itu hanya dengan menggunakan ujung jari saya.

Ini tidak membutuhkan tenaga sama sekali. Saya menyingkirkan sendok itu, lalu mencobanya lagi dengan sebuah garpu. Setelah menggosok beberapa lama, garpu itu membengkok seperti pretzel.

Sangat mudah. Saya melihat ke sekeliling ruangan dan melihat anak-anak kecil berusia delapan atau sembilan tahun membengkokkan logam-logam besar. Ini bukan rekayasa karena mereka tidak bermaksud untuk menipu siapa-siapa."

Namun, Crichton mengakui kalau ia juga tidak mengetahui mengapa sendok itu bisa membengkok.

Peneliti senior di Institute of Noetic Sciences bernama Dean Radin juga mengklaim kalau ia berhasil membengkokkan sebuah sendok dengan kekuatan pikiran ketika sedang mengadakan eksperimen bersama rekan-rekan lainnya.

Institute of Noetic Sciences sendiri adalah sebuah organisasi yang didirikan oleh astronot Edgar Mitchell dan investor bernama Paul N. Temple yang bertujuan untuk meneliti potensi tersembunyi manusia. Subjek penelitian mereka termasuk diantaranya meditasi, kemampuan paranormal, penyembuhan alternatif dan lainnya. Insititute ini menjadi populer ketika Dan Brown mengangkatnya dalam novelnya The Lost Symbol.

Mengenai Psychokinesis, Radin mengatakan:
"Mungkin dalam 50 tahun ke depan, kita akan menggunakan psychokinesis untuk membuka pintu garasi kita atau mengubah saluran televisi kita."

Selain Crichton dan Radin, seorang profesor dari Boston University bernama Robert M. Scoch juga percaya dengan keberadaan kemampuan ini. Ia bercerita kalau ia pernah melihat sebuah buku meloncat dari raknya ketika ia sedang berada di sebuah ruangan yang di dalamnya juga ada seorang ahli telekinesis wanita.

Jul 2, 2012

Ada Agenda Terselubung AS dibalik CHIP dan E-KTP?

Sejak tahun 2002 hingga 2012 ini, sebuah chip identitas VeriChip telah disetujui oleh Pemerinta Amerika Serikat untuk ditanam pada setiap manusia sebagai alat pengintaian aktivitas masyarakatnya. Chip ini akan ditanamkan di setiap lengan manusia, dan yang manfaatnya memiliki 16 digit nomor ID informasi yang berisi tentang orang tersebut.

Microchip ini terus dikembangkan di Amerika Serikat (AS), bahkan telah dilakukan uji coba melalui hewan peliharaan. Saat ini di AS gagasan menggunakan chip ini pada Manusia masih menghadirkan pro dan kontra.

Penulis Novel Fiksi kenamaan AS Elizabeth Moon mengatakan fungsi chip ini akan lebih memudahkan Manusia dalam beraktivitas. Terlebih target dari pemerintah AS untuk bisa menjadikan Chip ini cikal bakal kehadiran Barcode manusia. Selain bisa bisa berfungsi sebagai barcode manusia, Moon juga percaya bahwa Chip ini bisa membantu pengintaian seseorang tanpa harus menggunakan kamera video atau tes DNA.

"Saya akan memaksa setiap orang menggunakan Chip ini sebagai barcode secara permanen. Jika sebuah chip ini ditanamkan kesetiap orang ini akan memudahkan kita mengidentifikasi  seseorang," katanya di sebuah acara mingguan AS "a global thinkin" dengan tema diskusi "Radical, inspiring or controversial idea".

Menurutnya, barcode manusia melalui chip ini akan menghemat banyak waktu dan uang.
Sementara kelompok yang kontra dengan Moon, seperti Stanley seorang analisis kebijakan di American Civil Liberties Union mengatakan keberadaan chip ini sangat mengganggu hak privasi setiap individu. Dimana dunia digital dan komputerisasi juga tidak lepas dari virus dan kelompok hacker yang bisa merusak dan mengakses privasi pribadi tiap orang

"Ketika semua kegiatan anda terdokumentasi melalui chip ini, sungguh ini adalah hal yang menakutkan, Sekali kita membiarkan pemerintah dan bisnis turun jalan mengorek di dalam hidup kita ... kita akan cepat kehilangan semua privasi kami " kata Stanley kepada Daily News.

Di Indonesia sendiri, penggunakan Chip pengintaian dan identifikasi seperti ini sudah dimulai sejak pemerinta mulai mengimplementasikan penggunaan E-KTP. Sementara penggunaan metode E–KTP di AS sudah mulai diterapkan bahkan sampai ke passport sejak tahun 2006. Saat ini Pemerintah AS sedang serius mempromosikan gagasan Chip ini untuk ditatap sebagai barcode pada tubuh manusia.