Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jun 1, 2010

Hukuman Kekal

"Sebab itu marilah kita tinggalkan asas-asas pertama dari ajaran tentang Kristus dan beralih kepada perkembangannya yang penuh. Janganlah kita meletakkan lagi dasar pertobatan dari perbuatan-perbuatan yang sia-sia, dan dasar kepercayaan kepada Allah, yaitu ajaran tentang pelbagai pembaptisan, penumpangan tangan, kebangkitan orang-orang mati dan hukuman kekal. Dan itulah yang akan kita perbuat, jika Allah mengizinkannya." (Ibrani 6:1-3)

Ketika Tuhan menaruh manusia di bumi ini Dia sedang melakukan suatu hal yang sangat indah, Tuhan memberikan kita dunia yang sangat indah dengan sinar matahari yang hangat dan semua hal-hal baik yang dapat kita miliki. Banyak orang-orang yang tidak diselamatkan tidak mengetahui apa-apa tentang Kristus sang Pencipta, tetapi mereka dapat memiliki hidup yang menyenangkan ketika mereka menikmati kesehatan yang baik, berbagai macam makanan yang lezat dan keluarga serta teman-teman. Dan di dalam ukuran bahwa mereka telah mematuhi Hukum Tuhan dan menjauhi kejahatan mereka bisa memiliki hidup yang menyenangkan. Kemudian mereka mati dengan tidak diselamatkan, dan itu adalah akhirnya dari mereka. Mereka tidak akan pernah memiliki kesadaran lagi untuk mengalami rasa sakit atau hukuman.

Tentu saja jika mereka hidup memberontak melawan Hukum Tuhan, jika mereka berbohong, menipu, mencuri, berzinah dan seterusnya, maka mereka akan mengalami akibatnya. Mereka akan membawa banyak masalah kepada diri mereka sendiri, oleh karena itu, mereka akan memiliki hidup yang kurang baik. Akan tetapi, jika ada orang yang tidak dipilih Tuhan mencoba untuk mengikuti Hukum Tuhan dengan baik, maka Tuhan bisa menjadi sangat berbelas kasihan kepadanya. Tetapi ketika mereka mati, itu adalah akhirnya bagi mereka, orang-orang yang tidak percaya akan binasa untuk selama-lamanya dan mereka tidak akan memiliki kesadaran lagi. Mereka tidak mengetahui bahwa mereka telah dihukum karena dosa-dosa mereka. Mereka tidak mengetahui bahwa hukumannya adalah mereka tidak diberikan "warisan hidup kekal", bahwa mereka tidak akan berada bersama dengan Kristus di dalam "Langit yang baru dan Bumi yang baru" untuk selama-lamanya. Tetapi mereka telah menerima berkat-berkat yang sementara dari Tuhan.

Dalam kitab Roma 6:23a Tuhan berkata demikian:

"Upah dosa ialah maut [yaitu kematian kedua yang kekal]...."

Dan Yehezkiel 18:4b mencatat demikian:

"Dan orang [yaitu jiwa - KJV] yang berbuat dosa, itu yang harus mati."

Bahkan kitab Yohanes 3:16 menjelaskan demikian:

"Karena begitu besar kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya tidak binasa...."

Itulah sebabnya kita menemukan ayat-ayat seperti yang kita baca dalam kitab Ayub 7:9-10 demikian:

"Sebagaimana awan lenyap dan melayang hilang, demikian juga orang yang turun ke dalam dunia orang mati tidak akan muncul kembali... "

Kitab Pengkhotbah 3:19-20 menyatakan demikian:

"Karena nasib manusia adalah sama dengan nasib binatang, nasib yang sama menimpa mereka; sebagaimana yang satu mati, demikian juga yang lain. Kedua-duanya mempunyai nafas yang sama, dan manusia tak mempunyai kelebihan atas binatang, karena segala sesuatu adalah sia-sia. Kedua-duanya menuju satu tempat; kedua-duanya terjadi dari debu dan kedua-duanya kembali kepada debu."

Dan kitab Yesaya 26:14 berkata tentang orang-orang yang tidak diselamatkan demikian:

"Mereka sudah mati, tidak akan hidup pula, sudah menjadi arwah, tidak akan bangkit pula; sesungguhnya, Engkau telah menghukum dan memunahkan mereka, dan meniadakan segala ingatan kepada mereka."

Ada banyak ayat-ayat di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa ketika seorang yang tidak diselamatkan mati, mereka akan punah begitu saja. Sayangnya, adalah sulit bagi kita untuk menerima konsep tersebut karena itu bukanlah apa yang telah kita pelajari selama Masa Kerja Gereja. Biasanya kita diajarkan bahwa orang-orang yang tidak diselamatkan akan dibangkitkan pada akhir zaman untuk berdiri dihadapan tahta Penghakiman Tuhan. Kemudian mereka akan ditemukan bersalah atas dosa-dosa mereka dan akan dibuang ke dalam suatu tempat yang bernama "Neraka" untuk disiksa selama-lamanya.

Hal itu telah terpatri di dalam pikiran kita selama bertahun-tahun. Adalah sulit bagi kita untuk mengerti bahwa hal itu tidak akan terjadi. Akan tetapi konsep tersebut sangat bertentangan dengan Hukum Tuhan. Gereja-gereja menggunakan konsep Neraka untuk menakuti orang-orang supaya mereka datang ke gereja. Hampir setiap denominasi mengajarkan bahwa orang-orang yang tidak diselamatkan akan dikirim ke Neraka dan mereka menawarkan jalan untuk keluar dari masalah tersebut. Akan tetapi setiap dari denomiasi menawarkan jalan keluar mereka sendiri-sendiri untuk menjadi diselamatkan. Seperti misalnya, mereka memerintahkan kita untuk "menerima" Kristus, dibaptis di dalam air, menjadi anggota yang taat dari suatu kongregasi, atau mematuhi peraturan-peraturan mereka. Dan mereka meyakinkan kita bahwa jika kita mengikuti instruksi-instruksi tersebut, maka kita akan diselamatkan.

Sayangnya, mereka hanya menipu orang-orang untuk masuk ke dalam rencana keselamatan yang mereka kerjakan sendiri. Tetapi Alkitab dengan jelas mengajarkan bahwa manusia tidak dapat membuat kontribusi apapun kepada keselamatannya. Semua pekerjaan yang dibutuhkan untuk Keselamatan telah diselesaikan oleh Kristus sejak sebelum dunia dijadikan. Itulah sebabnya segala kemegahan, kemuliaan dan kehormatan atas keselamatan hanya patut diberikan kepada Tuhan.

Oleh karena itu, jika Kristus telah mati untuk membayar upah dosa-dosa kita, maka Tuhan akan membawa jiwa kita ke dalam Surga, tetapi jika Kristus tidak membayar untuk upah dosa-dosa kita, dan itulah yang terjadi kepada kebanyakan orang yang ada di dunia ini, kita akan tetap berada dibawah penalti dari upah dosa, yaitu maut, atau kematian kedua yang kekal. Tidak perduli bagaimana rajinnya kita berusaha untuk hidup secara rohaniah, kita tidak akan diselamatkan. Akan tetapi, dalam kebaikan dan belas kasihan Tuhan, menurut ukuran kita bahwa kita telah mencoba untuk menjalankan hidup yang rohaniah, kita akan mengalami kebahagiaan dan suka-cita di dalam hidup kita di dunia ini. Tetapi ketika orang yang tidak diselamatkan mati, secara sederhana mereka hanya menghilang. Mereka tidak akan menderita lagi, dan mereka tidak memiliki kesadaran bahwa mereka berada dibawah murka Allah. Itulah belas kasihan Allah.

Ketika hidup mereka berakhir, kebahagiaan dan kesedihan yang mungkin mereka miliki akan berakhir. Hal-hal yang ada di dalam kehidupan mereka akan berakhir. Mereka tidak menyadari penghakiman Allah terhadap mereka. -- Tidak ada pernyataan di dalam Alkitab yang berkata bahwa ketika seorang yang tidak diselamatkan mati, mereka akan dihidupkan kembali. Alkitab berkata bahwa mereka akan bangkit, tetapi ada perbedaan yang besar antara bangkit dan memiliki kehidupan kembali. Alkitab menunjukkan bahwa tubuh mereka akan mati, dan pada hari yang pertama dari hari penghakiman, mayat-mayat mereka akan dilempar keluar dari kubur-kubur untuk diserakkan di atas bumi untuk "dipermalukan" dihadapan Tuhan dan pemerintah-pemerintah surgawi (Yesaya 66:24, Yeremia 8:1-3, Matius 24:48-51).

Alkitab sangat jelas tentang kenyataan bahwa tidak boleh ada hukuman yang tidak terbatas. Tuhan berkata dalam kitab Ulangan pasal 25 bahwa ketika seseorang ditemukan bersalah atas suatu kejahatan, dia boleh dipukul sebanyak 40 kali, yaitu 40 cambukan atau pukulan, dan tidak boleh lebih dari 40 kali. Kita membaca dalam kitab 2 Korintus pasal 11 bahwa dalam 5 peristiwa yang berbeda, orang-orang Farisi menghukum Paulus dengan pukulan, dan dalam setiap kasusnya, mereka memukul dia sebanyak 39 kali. Mereka mengetahui jika mereka memukulnya lebih dari 40 kali, maka itu akan merupakan pelanggaran dari Hukum Tuhan.

Oleh karena itu, ketika seorang yang tidak diselamatkan mati, Tuhan tidak dapat membangkitkan dia dari kematian kepada kehidupan untuk menghukum dia selama-lamanya. Hal itu akan bertentangan dengan Hukum Tuhan, dan Tuhan juga berada dibawah Hukum dari Alkitab. Jadi itu akan bertentangan dengan karakter dari Allah sendiri. Jika anda mempunyai seorang anak kecil atau dua atau tiga anak yang belum diselamatkan, maka tidak akan masuk akal untuk berpikir bahwa karena dosa kekanak-kanakan mereka Tuhan akan menghukum mereka di suatu tempat dimana mereka akan disiksa dengan berat untuk selama-lamanya. Seluruh ide tentang hal itu bertentangan dengan Alkitab.

Kita harus ingat bahwa Alkitab adalah kamus bagi dirinya sendiri, dan Tuhan memberikan kita definisi dari "kutukan yang kekal" dalam kitab Yudas 1:7 dimana kita membaca:

"sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar, telah menanggung siksaan api kekal sebagai peringatan kepada semua orang."

Ungkapan "sebagai peringatan bagi semua orang" memberitahukan bahwa mereka dijadikan contoh dari orang-orang yang akan mengalami pembalasan dari "api yang kekal". Alkitab berkata bahwa pada zaman Abraham, api dan belerang menimpa mereka, dan mereka benar-benar dihancurkan seluruhnya, tetapi sekarang apinya telah padam. Akan tetapi mereka tidak ada lagi untuk selama-lamanya. Kematian mereka adalah kekal. Mereka tidak akan dihidupkan kembali. Itulah definisi Tuhan tentang hukuman kekal. Itulah kematian kedua yang berarti bahwa orang-orang yang tidak diselamatkan akan mati untuk selama-lamanya.

Pada hari sekarang ini, kita sudah berada sangat dekat dengan hari yang terakhir, dan pada akhir zaman, orang-orang yang mengaku sebagai orang-orang yang percaya tetapi tidak memperdulikan Alkitab atau tidak memperhatikan dan tidak menghormati otoritas Alkitab akan mengalami lebih banyak penderitaan daripada orang-orang yang tidak mengetahui Alkitab. Akan ada banyak orang yang masih hidup pada permulaan dari hari penghakiman, akan tetapi berjuta-juta orang akan mati pada hari yang pertama, dan kemudian setiap hari, jutaan orang akan mati. Kematian akan ada dimana-mana dan tidak ada yang menguburkan mereka.

Jika orang-orang terus berada di dalam penyangkalan, jika mereka mencemoh Firman Tuhan, mereka akan tetap tidak diselamatkan, dan mereka akan masuk ke dalam suatu periode masa yang disebut sebagai hari penghakiman. Orang-orang yang percaya akan diangkat (rapture), tetapi kebanyakan dari orang-orang dunia ini akan ditinggal dibelakang untuk mengalami penderitaan, dan mereka akan mengetahui bahwa berada di bawah murka Tuhan. Kematian akan ada di sekitar mereka. Itu akan menjadi suatu periode masa yang sangat mengerikan. Ketika hari penghakiman dimulai, orang-orang akan mengetahui bahwa sesuatu yang buruk telah terjadi di bumi ini. Tuhan telah mempersiapkan rencana penghakiman-Nya di dalam suatu cara sehingga mereka akan mengetahuinya.

Ini adalah masalah yang benar-benar serius, dan kita harus mendengarkan Firman Tuhan dengan seksama. Jika anda masih belum diselamatkan, hari ini masih merupakan hari keselamatan, dan anda dapat berdoa dan memohon kepada Tuhan untuk keselamatan yang berasal daripada-Nya sama seperti yang dilakukan oleh orang-orang Niniwe. Dan Tuhan akan memutuskan siapa yang akan Ia selamatkan. Tuhan berkuasa penuh di dalam segala hal. Kita tidak dapat mempertanyakan keputusan Tuhan bahwa Ia menyelamatkan yang satu dan tidak menyelamatkan yang lain. Itu adalah hak dan urusan Tuhan. Kita mengetahui bahwa Tuhan adalah Allah yang sangat baik, panjang sabar dan sangat berbelas kasihan kepada semua ciptaan-Nya, kecuali jika kita terus-menerus memberontak melawan Dia.

Hari hari terakhir

Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah [yaitu menyebarkan injil-injil palsu], mereka akan berontak terhadap orang tua [rohani] dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai [tidak mau berdamai dengan Allah], suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang Baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.

Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka [yaitu injil-injil pekerjaan], tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri Kekuatannya. Jauhilah mereka itu! Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal Kebenaran.

Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang Kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang. Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.

Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada Kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau [yaitu Timotius] sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah [yaitu seluruh Alkitab] memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2 Timotius 3:1-17)

PENGEJEK-PENGEJEK (Pencemoh)

Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus. Rahmat, damai sejahtera dan kasih [yaitu keselamatan] kiranya melimpahi kamu. Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.

Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum [yaitu pre-destinasi]. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia [yaitu anugrah] Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.

Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya [di padang gurun].

Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar [yaitu perzinahan rohani], telah menanggung siksaan Api Kekal sebagai peringatan kepada semua orang.

Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah [lihat Bilangan 16]. Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.

Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan."

Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan. Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."

Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus. Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah Pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.

Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah Yang Esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.
(Yudas 1:1-8; 11-25)

Feb 21, 2010

Doa Daniel

Pada tahun pertama pemerintahan Darius, anak Ahasyweros, dari keturunan orang Media, yang telah menjadi raja atas kerajaan orang Kasdim [Babel], pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun.

Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu. Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!

Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau.


Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya. Segenap orang Israel telah melanggar hukum-Mu dan menyimpang karena tidak mendengarkan suara-Mu. Sebab itu telah dicurahkan ke atas kami kutuk dan sumpah, yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, hamba Allah itu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Dia.


Dan telah ditetapkan-Nya firman-Nya, yang diucapkan-Nya terhadap kami dan terhadap orang-orang yang telah memerintah kami, yakni bahwa akan didatangkan-Nya kepada kami malapetaka yang besar, yang belum pernah terjadi di bawah semesta langit, seperti di Yerusalem. Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran yang dari pada-Mu.


Sebab itu TUHAN bersiap dengan malapetaka itu dan mendatangkannya kepada kami; karena TUHAN, Allah kami, adalah adil dalam segala perbuatan yang dilakukan-Nya, tetapi kami tidak mendengarkan suara-Nya. Oleh sebab itu, ya Tuhan, Allah kami, yang telah membawa umat-Mu keluar dari tanah Mesir dengan tangan yang kuat dan memasyhurkan nama-Mu, seperti pada hari ini, kami telah berbuat dosa, kami telah berlaku fasik. Ya Tuhan, sesuai dengan belas kasihan-Mu, biarlah kiranya murka dan amarah-Mu berlalu dari Yerusalem, kota-Mu, gunung-Mu yang kudus; sebab oleh karena dosa kami dan oleh karena kesalahan nenek moyang kami maka Yerusalem dan umat-Mu telah menjadi cela bagi semua orang yang di sekeliling kami.


Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hamba-Mu ini dan permohonannya, dan sinarilah tempat kudus-Mu yang telah musnah ini dengan wajah-Mu, demi Tuhan sendiri. Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah, bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu BUKAN berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah. Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, OLEH karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!"

(Daniel 9:1-19)

Lukisan Yesus

Ada banyak orang yang kurang peka kepada fakta bahwa Yesus adalah Allah. Yesus tidak pernah berhenti menjadi Allah (Yohanes 10:30, Yohanes 14:9-10, Ibrani 1:8, Kolose 2:9, Filipi 2:6, 2 Petrus 1:1). Dan hukum Tuhan menyatakan bahwa kita jangan membuat patung tiruan dari Tuhan. Dalam kitab Keluaran 20:3-6 Tuhan berfirman demikian:

"Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku... "

Sebuah lukisan adalah semacam gambar dua-dimensi, dan film juga adalah semacam gambar. Jika ada seseorang yang berperan sebagai Kristus, orang itu sedang berusaha untuk membuat semacam tiruan yang menyerupai Tuhan Yesus. Manusia ingin untuk mempunyai semacam ilah dimana mereka dapat berhubungan secara langsung. Sebagai contoh, dalam kebudayaan penyembah berhala, mereka mengambil sepotong kayu dan memahatnya menjadi bentuk semacam mahluk, melapisinya dengan emas atau perak, dan kemudian mereka berkata, "Inilah Allahku!".


Salah satu alasan mereka melakukan hal ini adalah karena mereka menginginkan allah yang dapat terlihat dan dapat dipahami dengan mudah. Sekarang ada banyak orang yang mengaku sebagai orang yang percaya namun mereka membuat lukisan-lukisan dan menyebutnya sebagai lukisan Yesus, meskipun mereka sebenarnya tidak mempunyai ide sedikitpun mengenai rupa Yesus yang sesungguhnya ketika Dia berada di bumi. Lukisan-lukisan itu adalah bukan rupa Kristus yang sesungguhnya, jadi mereka sedang berbohong (band. Yesaya 53).


Tuhan Yesus mengambil rupa seorang manusia selama periode waktu tertentu, tetapi sekarang Dia sudah berada di Surga dalam keagungan-Nya yang kekal. Dia hadir di segala tempat, Dia tidak terbatas. Dialah yang menciptakan alam semesta ini. Bagaimana mungkin kita bisa melukiskan Dia?


Oleh karena itu janganlah kita berurusan dengan film, lukisan, atau gambar apapun yang dianggap sebagai Tuhan Yesus. Saya sudah pernah merobek gambar-gambar yang ada di dalam Alkitab tidak ada sesuatu yang aneh mengenai hal itu.


Adalah sangat penting untuk diperhatikan bahwa Tuhan tidak menaruh gambar apapun di dalam Firman-Nya, Alkitab. Bila Alkitab anda memiliki gambar-gambar itu adalah gambar-gambar yang ditambahkan disitu oleh manusia. Tetapi Tuhan mengunakan kata-kata sebagai firman-Nya, Dia memberikan kepada kita tulisan untuk dibaca. Tuhan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, Dia-lah yang menciptakan bunga mawar yang indah, ikan-ikan, burung-burung, anak bayi, dll. Jadi pastilah Tuhan sanggup mengisi Alkitab dengan gambar-gambar artistik yang indah bila Dia menginginkannya. Tetapi Tuhan tidak melakukannya, alasannya adalah karena Dia telah memberikan Firman-Nya dalam bentuk tulisan kepada kita supaya kita baca dan pelajari dengan sangat teliti dan berhati-hati, membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain di dalam Alkitab.


Dalam kitab Ulangan 4:15-20 Tuhan memperingatkan kepada kita demikian:


"Hati-hatilah sekali --sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api-- supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan; yang berbentuk binatang yang di bumi, atau berbentuk burung bersayap yang terbang di udara, atau berbentuk binatang yang merayap di muka bumi, atau berbentuk ikan yang ada di dalam air di bawah bumi; dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit [yaitu orang-orang yang mengaku sebagai percaya], engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka, sedangkan TUHAN telah mengambil kamu dan membawa kamu keluar dari dapur peleburan besi, dari Mesir, untuk menjadi umat milik-Nya sendiri, seperti yang terjadi sekarang ini."

Feb 11, 2010

Bagaimana Saya Tahu

"Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal."  (1 Yohanes 5:11-13)

Dalam kesempatan ini kita ingin untuk berbicara tentang satu pertanyaan penting yang kita semua harus perhatikan, "BAGAIMANA SAYA TAHU KALAU TUHAN TELAH MENYELAMATKAN SAYA?" Pertanyaan ini masuk ke dalam intisari dari apa sebenarnya "kehidupan" itu. Allah memberitahukan segalanya yang harus kita ketahui tentang program keselamatan-Nya bagi umat manusia di dalam buku-Nya, Alkitab. Dan Allah menjelaskan bahwa ada jaminan dari keselamatan kita.

Kita harus mengerti bahwa Allah-lah yang mengerjakan seluruh karya keselamatan (Efesus 2:8-9). Alkitab mengajarkan bahwa kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri. Tidak ada gereja, tidak ada ibadat atau upacara keagamaan, tidak ada manusia dengan usaha atau keinginannya yang dapat menyelamatkan kita. Hanya pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus dan karya dari Allah Roh Kudus di dalam hati kita yang dapat menyelamatkan kita (Titus 3:5).

Untuk "percaya" yaitu mempunyai "iman" di dalam Tuhan Yesus Kristus adalah "hasil" (akibat) dari keselamatan -- hal itu tidak pernah menjadi "penyebab" (dasar) dari keselamatan. Jika Allah sudah menyelamatkan anda dari kutukan yang kekal, maka Dia telah memberikan Roh-Nya yang kekal di dalam diri anda dan membangkitkan jiwa anda (yaitu anda menjadi mahluk yang sama sekali baru di dalam Kristus). Dan perang rohani yang tadinya terjadi antara anda dengan Allah telah berakhir, seperti yang Allah katakan dalam ayat-ayat berikut ini:

Yehezkiel 36:26-27 berkata:

"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya."

2 Korintus 5:17 berkata:

"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."

Roma 5:10 berkata:

"Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!"

Dengan kata lain, jika Allah telah menyelamatkan anda dari kutukan yang kekal maka Tuhan Yesus Kristus telah membayar SEMUA upah dosa-dosa anda dengan hidup-Nya supaya anda bisa mendapatkan "hidup yang kekal", dan anda tidak membuat sumbangan apa-apa dalam cara apapun untuk menggenapi keselamatan anda. Itulah sebabnya seluruh kemegahan, kemuliaan, kehormatan dan pujian atas keselamatan hanya dapat diberikan kepada Tuhan.

Titus 3:4-7 berkata demikian:

"Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita,  supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita."

Akan tetapi bila Allah tidak menyelamatkan anda sebelum anda meninggal dunia atau anda masih hidup tetapi belum diselamatkan pada saat Tuhan Yesus Kristus datang kembali pada Hari Penghakiman, maka dalam masa kekekalan yang akan datang anda akan berada di bawah kutukan, yaitu "kematian kedua" yang kekal. Dalam dua ayat berikut ini, Allah memerintahkan kita untuk memeriksa keadaan rohani kita untuk menentukan apakah kita sudah benar-benar menerima hadiah (atau anugrah atau kasih karunia) hidup yang kekal berdasarkan apa yang Alkitab ajarkan mengenai keselamatan:

2 Korintus 13:5 berkata demikian:

"Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji."

2 Petrus 1:10 berkata demikian:

"Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh [yaitu rajinlah], supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung [yaitu tidak tersandung oleh Firman Kristus]."

Pertanyaannya adalah "Apakah anda sudah mendapatkan kedamaian rohani dengan Allah?", kitab Yohanes 14:27 mengajarkan kepada kita demikian:

"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."

Dan kitab Roma 5:1 berkata demikian:

"Sebab itu, kita yang dibenarkan karena Iman [=Kristus], kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus."