Ketahuilah bahwa pada hari-hari terakhir akan datang masa yang sukar. Manusia akan mencintai dirinya sendiri dan menjadi hamba uang. Mereka akan membual dan menyombongkan diri, mereka akan menjadi pemfitnah [yaitu menyebarkan injil-injil palsu], mereka akan berontak terhadap orang tua [rohani] dan tidak tahu berterima kasih, tidak mempedulikan agama, tidak tahu mengasihi, tidak mau berdamai [tidak mau berdamai dengan Allah], suka menjelekkan orang, tidak dapat mengekang diri, garang, tidak suka yang Baik, suka mengkhianat, tidak berpikir panjang, berlagak tahu, lebih menuruti hawa nafsu dari pada menuruti Allah.
Secara lahiriah mereka menjalankan ibadah mereka [yaitu injil-injil pekerjaan], tetapi pada hakekatnya mereka memungkiri Kekuatannya. Jauhilah mereka itu! Sebab di antara mereka terdapat orang-orang yang menyelundup ke rumah orang lain dan menjerat perempuan-perempuan lemah yang sarat dengan dosa dan dikuasai oleh berbagai-bagai nafsu, yang walaupun selalu ingin diajar, namun tidak pernah dapat mengenal Kebenaran.
Sama seperti Yanes dan Yambres menentang Musa, demikian juga mereka menentang Kebenaran. Akal mereka bobrok dan iman mereka tidak tahan uji. Tetapi sudah pasti mereka tidak akan lebih maju, karena seperti dalam hal Yanes dan Yambres, kebodohan merekapun akan nyata bagi semua orang. Tetapi engkau telah mengikuti ajaranku, cara hidupku, pendirianku, imanku, kesabaranku, kasihku dan ketekunanku. Engkau telah ikut menderita penganiayaan dan sengsara seperti yang telah kuderita di Antiokhia dan di Ikonium dan di Listra. Semua penganiayaan itu kuderita dan Tuhan telah melepaskan aku dari padanya.
Memang setiap orang yang mau hidup beribadah di dalam Kristus Yesus akan menderita aniaya, sedangkan orang jahat dan penipu akan bertambah jahat, mereka menyesatkan dan disesatkan. Tetapi hendaklah engkau tetap berpegang pada Kebenaran yang telah engkau terima dan engkau yakini, dengan selalu mengingat orang yang telah mengajarkannya kepadamu. Ingatlah juga bahwa dari kecil engkau [yaitu Timotius] sudah mengenal Kitab Suci yang dapat memberi hikmat kepadamu dan menuntun engkau kepada keselamatan oleh iman kepada Kristus Yesus. Segala tulisan yang diilhamkan Allah [yaitu seluruh Alkitab] memang bermanfaat untuk mengajar, untuk menyatakan kesalahan, untuk memperbaiki kelakuan dan untuk mendidik orang dalam kebenaran. Dengan demikian tiap-tiap manusia kepunyaan Allah diperlengkapi untuk setiap perbuatan baik. (2 Timotius 3:1-17)
PENGEJEK-PENGEJEK (Pencemoh)
Dari Yudas, hamba Yesus Kristus dan saudara Yakobus, kepada mereka, yang terpanggil, yang dikasihi dalam Allah Bapa, dan yang dipelihara untuk Yesus Kristus. Rahmat, damai sejahtera dan kasih [yaitu keselamatan] kiranya melimpahi kamu. Saudara-saudaraku yang kekasih, sementara aku bersungguh-sungguh berusaha menulis kepada kamu tentang keselamatan kita bersama, aku merasa terdorong untuk menulis ini kepada kamu dan menasihati kamu, supaya kamu tetap berjuang untuk mempertahankan iman yang telah disampaikan kepada orang-orang kudus.
Sebab ternyata ada orang tertentu yang telah masuk menyelusup di tengah-tengah kamu, yaitu orang-orang yang telah lama ditentukan untuk dihukum [yaitu pre-destinasi]. Mereka adalah orang-orang yang fasik, yang menyalahgunakan kasih karunia [yaitu anugrah] Allah kita untuk melampiaskan hawa nafsu mereka, dan yang menyangkal satu-satunya Penguasa dan Tuhan kita, Yesus Kristus.
Tetapi, sekalipun kamu telah mengetahui semuanya itu dan tidak meragukannya lagi, aku ingin mengingatkan kamu bahwa memang Tuhan menyelamatkan umat-Nya dari tanah Mesir, namun sekali lagi membinasakan mereka yang tidak percaya [di padang gurun].
Dan bahwa Ia menahan malaikat-malaikat yang tidak taat pada batas-batas kekuasaan mereka, tetapi yang meninggalkan tempat kediaman mereka, dengan belenggu abadi di dalam dunia kekelaman sampai penghakiman pada hari besar, sama seperti Sodom dan Gomora dan kota-kota sekitarnya, yang dengan cara yang sama melakukan percabulan dan mengejar kepuasan-kepuasan yang tak wajar [yaitu perzinahan rohani], telah menanggung siksaan Api Kekal sebagai peringatan kepada semua orang.
Celakalah mereka, karena mereka mengikuti jalan yang ditempuh Kain dan karena mereka, oleh sebab upah, menceburkan diri ke dalam kesesatan Bileam, dan mereka binasa karena kedurhakaan seperti Korah [lihat Bilangan 16]. Mereka inilah noda dalam perjamuan kasihmu, di mana mereka tidak malu-malu melahap dan hanya mementingkan dirinya sendiri; mereka bagaikan awan yang tak berair, yang berlalu ditiup angin; mereka bagaikan pohon-pohon yang dalam musim gugur tidak menghasilkan buah, pohon-pohon yang terbantun dengan akar-akarnya dan yang mati sama sekali. Mereka bagaikan ombak laut yang ganas, yang membuihkan keaiban mereka sendiri; mereka bagaikan bintang-bintang yang baginya telah tersedia tempat di dunia kekelaman untuk selama-lamanya.
Juga tentang mereka Henokh, keturunan ketujuh dari Adam, telah bernubuat, katanya: "Sesungguhnya Tuhan datang dengan beribu-ribu orang kudus-Nya, hendak menghakimi semua orang dan menjatuhkan hukuman atas orang-orang fasik karena semua perbuatan fasik, yang mereka lakukan dan karena semua kata-kata nista, yang diucapkan orang-orang berdosa yang fasik itu terhadap Tuhan."
Mereka itu orang-orang yang menggerutu dan mengeluh tentang nasibnya, hidup menuruti hawa nafsunya, tetapi mulut mereka mengeluarkan perkataan-perkataan yang bukan-bukan dan mereka menjilat orang untuk mendapat keuntungan. Tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, ingatlah akan apa yang dahulu telah dikatakan kepada kamu oleh rasul-rasul Tuhan kita, Yesus Kristus. Sebab mereka telah mengatakan kepada kamu: "Menjelang akhir zaman akan tampil pengejek-pengejek yang akan hidup menuruti hawa nafsu kefasikan mereka."
Mereka adalah pemecah belah yang dikuasai hanya oleh keinginan-keinginan dunia ini dan yang hidup tanpa Roh Kudus. Akan tetapi kamu, saudara-saudaraku yang kekasih, bangunlah dirimu sendiri di atas dasar imanmu yang paling suci dan berdoalah dalam Roh Kudus. Peliharalah dirimu demikian dalam kasih Allah sambil menantikan rahmat Tuhan kita, Yesus Kristus, untuk hidup yang kekal. Tunjukkanlah belas kasihan kepada mereka yang ragu-ragu, selamatkanlah mereka dengan jalan merampas mereka dari api. Tetapi tunjukkanlah belas kasihan yang disertai ketakutan kepada orang-orang lain juga, dan bencilah Pakaian mereka yang dicemarkan oleh keinginan-keinginan dosa.
Bagi Dia, yang berkuasa menjaga supaya jangan kamu tersandung dan yang membawa kamu dengan tak bernoda dan penuh kegembiraan di hadapan kemuliaan-Nya, Allah Yang Esa, Juruselamat kita oleh Yesus Kristus, Tuhan kita, bagi Dia adalah kemuliaan, kebesaran, kekuatan dan kuasa sebelum segala abad dan sekarang dan sampai selama-lamanya. Amin.
(Yudas 1:1-8; 11-25)
Sejarah Dunia Kuno
Jun 1, 2010
Feb 21, 2010
Doa Daniel
Pada tahun pertama pemerintahan Darius, anak Ahasyweros, dari keturunan orang Media, yang telah menjadi raja atas kerajaan orang Kasdim [Babel], pada tahun pertama kerajaannya itu aku, Daniel, memperhatikan dalam kumpulan Kitab jumlah tahun yang menurut firman TUHAN kepada nabi Yeremia akan berlaku atas timbunan puing Yerusalem, yakni tujuh puluh tahun.
Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu. Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!
Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau.
Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya. Segenap orang Israel telah melanggar hukum-Mu dan menyimpang karena tidak mendengarkan suara-Mu. Sebab itu telah dicurahkan ke atas kami kutuk dan sumpah, yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, hamba Allah itu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Dia.
Dan telah ditetapkan-Nya firman-Nya, yang diucapkan-Nya terhadap kami dan terhadap orang-orang yang telah memerintah kami, yakni bahwa akan didatangkan-Nya kepada kami malapetaka yang besar, yang belum pernah terjadi di bawah semesta langit, seperti di Yerusalem. Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran yang dari pada-Mu.
Sebab itu TUHAN bersiap dengan malapetaka itu dan mendatangkannya kepada kami; karena TUHAN, Allah kami, adalah adil dalam segala perbuatan yang dilakukan-Nya, tetapi kami tidak mendengarkan suara-Nya. Oleh sebab itu, ya Tuhan, Allah kami, yang telah membawa umat-Mu keluar dari tanah Mesir dengan tangan yang kuat dan memasyhurkan nama-Mu, seperti pada hari ini, kami telah berbuat dosa, kami telah berlaku fasik. Ya Tuhan, sesuai dengan belas kasihan-Mu, biarlah kiranya murka dan amarah-Mu berlalu dari Yerusalem, kota-Mu, gunung-Mu yang kudus; sebab oleh karena dosa kami dan oleh karena kesalahan nenek moyang kami maka Yerusalem dan umat-Mu telah menjadi cela bagi semua orang yang di sekeliling kami.
Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hamba-Mu ini dan permohonannya, dan sinarilah tempat kudus-Mu yang telah musnah ini dengan wajah-Mu, demi Tuhan sendiri. Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah, bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu BUKAN berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah. Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, OLEH karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!"
(Daniel 9:1-19)
Lalu aku mengarahkan mukaku kepada Tuhan Allah untuk berdoa dan bermohon, sambil berpuasa dan mengenakan kain kabung serta abu. Maka aku memohon kepada TUHAN, Allahku, dan mengaku dosaku, demikian: "Ah Tuhan, Allah yang maha besar dan dahsyat, yang memegang Perjanjian dan kasih setia terhadap mereka yang mengasihi Engkau serta berpegang pada perintah-Mu!
Kami telah berbuat dosa dan salah, kami telah berlaku fasik dan telah memberontak, kami telah menyimpang dari perintah dan peraturan-Mu, dan kami tidak taat kepada hamba-hamba-Mu, para nabi, yang telah berbicara atas nama-Mu kepada raja-raja kami, kepada pemimpin-pemimpin kami, kepada bapa-bapa kami dan kepada segenap rakyat negeri. Ya Tuhan, Engkaulah yang benar, tetapi patutlah kami malu seperti pada hari ini, kami orang-orang Yehuda, penduduk kota Yerusalem dan segenap orang Israel, mereka yang dekat dan mereka yang jauh, di segala negeri kemana Engkau telah membuang mereka oleh karena mereka berlaku murtad terhadap Engkau.
Ya TUHAN, kami, raja-raja kami, pemimpin-pemimpin kami dan bapa-bapa kami patutlah malu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Engkau. Pada Tuhan, Allah kami, ada kesayangan dan keampunan, walaupun kami telah memberontak terhadap Dia, dan tidak mendengarkan suara TUHAN, Allah kami, yang menyuruh kami hidup menurut hukum yang telah diberikan-Nya kepada kami dengan perantaraan para nabi, hamba-hamba-Nya. Segenap orang Israel telah melanggar hukum-Mu dan menyimpang karena tidak mendengarkan suara-Mu. Sebab itu telah dicurahkan ke atas kami kutuk dan sumpah, yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, hamba Allah itu, sebab kami telah berbuat dosa terhadap Dia.
Dan telah ditetapkan-Nya firman-Nya, yang diucapkan-Nya terhadap kami dan terhadap orang-orang yang telah memerintah kami, yakni bahwa akan didatangkan-Nya kepada kami malapetaka yang besar, yang belum pernah terjadi di bawah semesta langit, seperti di Yerusalem. Seperti yang tertulis dalam kitab Taurat Musa, segala malapetaka ini telah menimpa kami, dan kami tidak memohon belas kasihan TUHAN, Allah kami, dengan berbalik dari segala kesalahan kami dan memperhatikan kebenaran yang dari pada-Mu.
Sebab itu TUHAN bersiap dengan malapetaka itu dan mendatangkannya kepada kami; karena TUHAN, Allah kami, adalah adil dalam segala perbuatan yang dilakukan-Nya, tetapi kami tidak mendengarkan suara-Nya. Oleh sebab itu, ya Tuhan, Allah kami, yang telah membawa umat-Mu keluar dari tanah Mesir dengan tangan yang kuat dan memasyhurkan nama-Mu, seperti pada hari ini, kami telah berbuat dosa, kami telah berlaku fasik. Ya Tuhan, sesuai dengan belas kasihan-Mu, biarlah kiranya murka dan amarah-Mu berlalu dari Yerusalem, kota-Mu, gunung-Mu yang kudus; sebab oleh karena dosa kami dan oleh karena kesalahan nenek moyang kami maka Yerusalem dan umat-Mu telah menjadi cela bagi semua orang yang di sekeliling kami.
Oleh sebab itu, dengarkanlah, ya Allah kami, doa hamba-Mu ini dan permohonannya, dan sinarilah tempat kudus-Mu yang telah musnah ini dengan wajah-Mu, demi Tuhan sendiri. Ya Allahku, arahkanlah telinga-Mu dan dengarlah, bukalah mata-Mu dan lihatlah kebinasaan kami dan kota yang disebut dengan nama-Mu, sebab kami menyampaikan doa permohonan kami ke hadapan-Mu BUKAN berdasarkan jasa-jasa kami, tetapi berdasarkan kasih sayang-Mu yang berlimpah-limpah. Ya Tuhan, dengarlah! Ya, Tuhan, ampunilah! Ya Tuhan, perhatikanlah dan bertindaklah dengan tidak bertangguh, OLEH karena Engkau sendiri, Allahku, sebab kota-Mu dan umat-Mu disebut dengan nama-Mu!"
(Daniel 9:1-19)
Lukisan Yesus
Ada banyak orang yang kurang peka kepada fakta bahwa Yesus adalah Allah. Yesus tidak pernah berhenti menjadi Allah (Yohanes 10:30, Yohanes 14:9-10, Ibrani 1:8, Kolose 2:9, Filipi 2:6, 2 Petrus 1:1). Dan hukum Tuhan menyatakan bahwa kita jangan membuat patung tiruan dari Tuhan. Dalam kitab Keluaran 20:3-6 Tuhan berfirman demikian:
"Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku... "
Sebuah lukisan adalah semacam gambar dua-dimensi, dan film juga adalah semacam gambar. Jika ada seseorang yang berperan sebagai Kristus, orang itu sedang berusaha untuk membuat semacam tiruan yang menyerupai Tuhan Yesus. Manusia ingin untuk mempunyai semacam ilah dimana mereka dapat berhubungan secara langsung. Sebagai contoh, dalam kebudayaan penyembah berhala, mereka mengambil sepotong kayu dan memahatnya menjadi bentuk semacam mahluk, melapisinya dengan emas atau perak, dan kemudian mereka berkata, "Inilah Allahku!".
Salah satu alasan mereka melakukan hal ini adalah karena mereka menginginkan allah yang dapat terlihat dan dapat dipahami dengan mudah. Sekarang ada banyak orang yang mengaku sebagai orang yang percaya namun mereka membuat lukisan-lukisan dan menyebutnya sebagai lukisan Yesus, meskipun mereka sebenarnya tidak mempunyai ide sedikitpun mengenai rupa Yesus yang sesungguhnya ketika Dia berada di bumi. Lukisan-lukisan itu adalah bukan rupa Kristus yang sesungguhnya, jadi mereka sedang berbohong (band. Yesaya 53).
Tuhan Yesus mengambil rupa seorang manusia selama periode waktu tertentu, tetapi sekarang Dia sudah berada di Surga dalam keagungan-Nya yang kekal. Dia hadir di segala tempat, Dia tidak terbatas. Dialah yang menciptakan alam semesta ini. Bagaimana mungkin kita bisa melukiskan Dia?
Oleh karena itu janganlah kita berurusan dengan film, lukisan, atau gambar apapun yang dianggap sebagai Tuhan Yesus. Saya sudah pernah merobek gambar-gambar yang ada di dalam Alkitab tidak ada sesuatu yang aneh mengenai hal itu.
Adalah sangat penting untuk diperhatikan bahwa Tuhan tidak menaruh gambar apapun di dalam Firman-Nya, Alkitab. Bila Alkitab anda memiliki gambar-gambar itu adalah gambar-gambar yang ditambahkan disitu oleh manusia. Tetapi Tuhan mengunakan kata-kata sebagai firman-Nya, Dia memberikan kepada kita tulisan untuk dibaca. Tuhan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, Dia-lah yang menciptakan bunga mawar yang indah, ikan-ikan, burung-burung, anak bayi, dll. Jadi pastilah Tuhan sanggup mengisi Alkitab dengan gambar-gambar artistik yang indah bila Dia menginginkannya. Tetapi Tuhan tidak melakukannya, alasannya adalah karena Dia telah memberikan Firman-Nya dalam bentuk tulisan kepada kita supaya kita baca dan pelajari dengan sangat teliti dan berhati-hati, membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain di dalam Alkitab.
Dalam kitab Ulangan 4:15-20 Tuhan memperingatkan kepada kita demikian:
"Hati-hatilah sekali --sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api-- supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan; yang berbentuk binatang yang di bumi, atau berbentuk burung bersayap yang terbang di udara, atau berbentuk binatang yang merayap di muka bumi, atau berbentuk ikan yang ada di dalam air di bawah bumi; dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit [yaitu orang-orang yang mengaku sebagai percaya], engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka, sedangkan TUHAN telah mengambil kamu dan membawa kamu keluar dari dapur peleburan besi, dari Mesir, untuk menjadi umat milik-Nya sendiri, seperti yang terjadi sekarang ini."
"Jangan ada padamu allah lain di hadapan-Ku. Jangan membuat bagimu patung yang menyerupai apapun yang ada di langit di atas, atau yang ada di bumi di bawah, atau yang ada di dalam air di bawah bumi. Jangan sujud menyembah kepadanya atau beribadah kepadanya, sebab Aku, TUHAN, Allahmu, adalah Allah yang cemburu, yang membalaskan kesalahan bapa kepada anak-anaknya, kepada keturunan yang ketiga dan keempat dari orang-orang yang membenci Aku... "
Sebuah lukisan adalah semacam gambar dua-dimensi, dan film juga adalah semacam gambar. Jika ada seseorang yang berperan sebagai Kristus, orang itu sedang berusaha untuk membuat semacam tiruan yang menyerupai Tuhan Yesus. Manusia ingin untuk mempunyai semacam ilah dimana mereka dapat berhubungan secara langsung. Sebagai contoh, dalam kebudayaan penyembah berhala, mereka mengambil sepotong kayu dan memahatnya menjadi bentuk semacam mahluk, melapisinya dengan emas atau perak, dan kemudian mereka berkata, "Inilah Allahku!".
Salah satu alasan mereka melakukan hal ini adalah karena mereka menginginkan allah yang dapat terlihat dan dapat dipahami dengan mudah. Sekarang ada banyak orang yang mengaku sebagai orang yang percaya namun mereka membuat lukisan-lukisan dan menyebutnya sebagai lukisan Yesus, meskipun mereka sebenarnya tidak mempunyai ide sedikitpun mengenai rupa Yesus yang sesungguhnya ketika Dia berada di bumi. Lukisan-lukisan itu adalah bukan rupa Kristus yang sesungguhnya, jadi mereka sedang berbohong (band. Yesaya 53).
Tuhan Yesus mengambil rupa seorang manusia selama periode waktu tertentu, tetapi sekarang Dia sudah berada di Surga dalam keagungan-Nya yang kekal. Dia hadir di segala tempat, Dia tidak terbatas. Dialah yang menciptakan alam semesta ini. Bagaimana mungkin kita bisa melukiskan Dia?
Oleh karena itu janganlah kita berurusan dengan film, lukisan, atau gambar apapun yang dianggap sebagai Tuhan Yesus. Saya sudah pernah merobek gambar-gambar yang ada di dalam Alkitab tidak ada sesuatu yang aneh mengenai hal itu.
Adalah sangat penting untuk diperhatikan bahwa Tuhan tidak menaruh gambar apapun di dalam Firman-Nya, Alkitab. Bila Alkitab anda memiliki gambar-gambar itu adalah gambar-gambar yang ditambahkan disitu oleh manusia. Tetapi Tuhan mengunakan kata-kata sebagai firman-Nya, Dia memberikan kepada kita tulisan untuk dibaca. Tuhan adalah Tuhan Yang Maha Kuasa, Dia-lah yang menciptakan bunga mawar yang indah, ikan-ikan, burung-burung, anak bayi, dll. Jadi pastilah Tuhan sanggup mengisi Alkitab dengan gambar-gambar artistik yang indah bila Dia menginginkannya. Tetapi Tuhan tidak melakukannya, alasannya adalah karena Dia telah memberikan Firman-Nya dalam bentuk tulisan kepada kita supaya kita baca dan pelajari dengan sangat teliti dan berhati-hati, membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain di dalam Alkitab.
Dalam kitab Ulangan 4:15-20 Tuhan memperingatkan kepada kita demikian:
"Hati-hatilah sekali --sebab kamu tidak melihat sesuatu rupa pada hari TUHAN berfirman kepadamu di Horeb dari tengah-tengah api-- supaya jangan kamu berlaku busuk dengan membuat bagimu patung yang menyerupai berhala apapun: yang berbentuk laki-laki atau perempuan; yang berbentuk binatang yang di bumi, atau berbentuk burung bersayap yang terbang di udara, atau berbentuk binatang yang merayap di muka bumi, atau berbentuk ikan yang ada di dalam air di bawah bumi; dan juga supaya jangan engkau mengarahkan matamu ke langit, sehingga apabila engkau melihat matahari, bulan dan bintang, segenap tentara langit [yaitu orang-orang yang mengaku sebagai percaya], engkau disesatkan untuk sujud menyembah dan beribadah kepada sekaliannya itu, yang justru diberikan TUHAN, Allahmu, kepada segala bangsa di seluruh kolong langit sebagai bagian mereka, sedangkan TUHAN telah mengambil kamu dan membawa kamu keluar dari dapur peleburan besi, dari Mesir, untuk menjadi umat milik-Nya sendiri, seperti yang terjadi sekarang ini."
Feb 11, 2010
Bagaimana Saya Tahu
"Dan inilah kesaksian itu: Allah telah mengaruniakan hidup yang kekal kepada kita dan hidup itu ada di dalam Anak-Nya. Barangsiapa memiliki Anak, ia memiliki hidup; barangsiapa tidak memiliki Anak, ia tidak memiliki hidup. Semuanya itu kutuliskan kepada kamu, supaya kamu yang percaya kepada nama Anak Allah, tahu, bahwa kamu memiliki hidup yang kekal." (1 Yohanes 5:11-13)
Dalam kesempatan ini kita ingin untuk berbicara tentang satu pertanyaan penting yang kita semua harus perhatikan, "BAGAIMANA SAYA TAHU KALAU TUHAN TELAH MENYELAMATKAN SAYA?" Pertanyaan ini masuk ke dalam intisari dari apa sebenarnya "kehidupan" itu. Allah memberitahukan segalanya yang harus kita ketahui tentang program keselamatan-Nya bagi umat manusia di dalam buku-Nya, Alkitab. Dan Allah menjelaskan bahwa ada jaminan dari keselamatan kita.
Kita harus mengerti bahwa Allah-lah yang mengerjakan seluruh karya keselamatan (Efesus 2:8-9). Alkitab mengajarkan bahwa kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri. Tidak ada gereja, tidak ada ibadat atau upacara keagamaan, tidak ada manusia dengan usaha atau keinginannya yang dapat menyelamatkan kita. Hanya pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus dan karya dari Allah Roh Kudus di dalam hati kita yang dapat menyelamatkan kita (Titus 3:5).
Untuk "percaya" yaitu mempunyai "iman" di dalam Tuhan Yesus Kristus adalah "hasil" (akibat) dari keselamatan -- hal itu tidak pernah menjadi "penyebab" (dasar) dari keselamatan. Jika Allah sudah menyelamatkan anda dari kutukan yang kekal, maka Dia telah memberikan Roh-Nya yang kekal di dalam diri anda dan membangkitkan jiwa anda (yaitu anda menjadi mahluk yang sama sekali baru di dalam Kristus). Dan perang rohani yang tadinya terjadi antara anda dengan Allah telah berakhir, seperti yang Allah katakan dalam ayat-ayat berikut ini:
Yehezkiel 36:26-27 berkata:
"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya."
2 Korintus 5:17 berkata:
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."
Roma 5:10 berkata:
"Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!"
Dengan kata lain, jika Allah telah menyelamatkan anda dari kutukan yang kekal maka Tuhan Yesus Kristus telah membayar SEMUA upah dosa-dosa anda dengan hidup-Nya supaya anda bisa mendapatkan "hidup yang kekal", dan anda tidak membuat sumbangan apa-apa dalam cara apapun untuk menggenapi keselamatan anda. Itulah sebabnya seluruh kemegahan, kemuliaan, kehormatan dan pujian atas keselamatan hanya dapat diberikan kepada Tuhan.
Titus 3:4-7 berkata demikian:
"Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita."
Akan tetapi bila Allah tidak menyelamatkan anda sebelum anda meninggal dunia atau anda masih hidup tetapi belum diselamatkan pada saat Tuhan Yesus Kristus datang kembali pada Hari Penghakiman, maka dalam masa kekekalan yang akan datang anda akan berada di bawah kutukan, yaitu "kematian kedua" yang kekal. Dalam dua ayat berikut ini, Allah memerintahkan kita untuk memeriksa keadaan rohani kita untuk menentukan apakah kita sudah benar-benar menerima hadiah (atau anugrah atau kasih karunia) hidup yang kekal berdasarkan apa yang Alkitab ajarkan mengenai keselamatan:
2 Korintus 13:5 berkata demikian:
"Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji."
2 Petrus 1:10 berkata demikian:
"Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh [yaitu rajinlah], supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung [yaitu tidak tersandung oleh Firman Kristus]."
Pertanyaannya adalah "Apakah anda sudah mendapatkan kedamaian rohani dengan Allah?", kitab Yohanes 14:27 mengajarkan kepada kita demikian:
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."
Dan kitab Roma 5:1 berkata demikian:
"Sebab itu, kita yang dibenarkan karena Iman [=Kristus], kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus."
Dalam kesempatan ini kita ingin untuk berbicara tentang satu pertanyaan penting yang kita semua harus perhatikan, "BAGAIMANA SAYA TAHU KALAU TUHAN TELAH MENYELAMATKAN SAYA?" Pertanyaan ini masuk ke dalam intisari dari apa sebenarnya "kehidupan" itu. Allah memberitahukan segalanya yang harus kita ketahui tentang program keselamatan-Nya bagi umat manusia di dalam buku-Nya, Alkitab. Dan Allah menjelaskan bahwa ada jaminan dari keselamatan kita.
Kita harus mengerti bahwa Allah-lah yang mengerjakan seluruh karya keselamatan (Efesus 2:8-9). Alkitab mengajarkan bahwa kita tidak dapat menyelamatkan diri kita sendiri. Tidak ada gereja, tidak ada ibadat atau upacara keagamaan, tidak ada manusia dengan usaha atau keinginannya yang dapat menyelamatkan kita. Hanya pekerjaan yang dilakukan oleh Tuhan Yesus Kristus dan karya dari Allah Roh Kudus di dalam hati kita yang dapat menyelamatkan kita (Titus 3:5).
Untuk "percaya" yaitu mempunyai "iman" di dalam Tuhan Yesus Kristus adalah "hasil" (akibat) dari keselamatan -- hal itu tidak pernah menjadi "penyebab" (dasar) dari keselamatan. Jika Allah sudah menyelamatkan anda dari kutukan yang kekal, maka Dia telah memberikan Roh-Nya yang kekal di dalam diri anda dan membangkitkan jiwa anda (yaitu anda menjadi mahluk yang sama sekali baru di dalam Kristus). Dan perang rohani yang tadinya terjadi antara anda dengan Allah telah berakhir, seperti yang Allah katakan dalam ayat-ayat berikut ini:
Yehezkiel 36:26-27 berkata:
"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan roh yang baru di dalam batinmu dan Aku akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat. Roh-Ku akan Kuberikan diam di dalam batinmu dan Aku akan membuat kamu hidup menurut segala ketetapan-Ku dan tetap berpegang pada peraturan-peraturan-Ku dan melakukannya."
2 Korintus 5:17 berkata:
"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang."
Roma 5:10 berkata:
"Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!"
Dengan kata lain, jika Allah telah menyelamatkan anda dari kutukan yang kekal maka Tuhan Yesus Kristus telah membayar SEMUA upah dosa-dosa anda dengan hidup-Nya supaya anda bisa mendapatkan "hidup yang kekal", dan anda tidak membuat sumbangan apa-apa dalam cara apapun untuk menggenapi keselamatan anda. Itulah sebabnya seluruh kemegahan, kemuliaan, kehormatan dan pujian atas keselamatan hanya dapat diberikan kepada Tuhan.
Titus 3:4-7 berkata demikian:
"Tetapi ketika nyata kemurahan Allah, Juruselamat kita, dan kasih-Nya kepada manusia, pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, bukan karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya, berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita."
Akan tetapi bila Allah tidak menyelamatkan anda sebelum anda meninggal dunia atau anda masih hidup tetapi belum diselamatkan pada saat Tuhan Yesus Kristus datang kembali pada Hari Penghakiman, maka dalam masa kekekalan yang akan datang anda akan berada di bawah kutukan, yaitu "kematian kedua" yang kekal. Dalam dua ayat berikut ini, Allah memerintahkan kita untuk memeriksa keadaan rohani kita untuk menentukan apakah kita sudah benar-benar menerima hadiah (atau anugrah atau kasih karunia) hidup yang kekal berdasarkan apa yang Alkitab ajarkan mengenai keselamatan:
2 Korintus 13:5 berkata demikian:
"Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji."
2 Petrus 1:10 berkata demikian:
"Karena itu, saudara-saudaraku, berusahalah sungguh-sungguh [yaitu rajinlah], supaya panggilan dan pilihanmu makin teguh. Sebab jikalau kamu melakukannya, kamu tidak akan pernah tersandung [yaitu tidak tersandung oleh Firman Kristus]."
Pertanyaannya adalah "Apakah anda sudah mendapatkan kedamaian rohani dengan Allah?", kitab Yohanes 14:27 mengajarkan kepada kita demikian:
"Damai sejahtera Kutinggalkan bagimu. Damai sejahtera-Ku Kuberikan kepadamu, dan apa yang Kuberikan tidak seperti yang diberikan oleh dunia kepadamu. Janganlah gelisah dan gentar hatimu."
Dan kitab Roma 5:1 berkata demikian:
"Sebab itu, kita yang dibenarkan karena Iman [=Kristus], kita hidup dalam damai sejahtera dengan Allah oleh karena Tuhan kita, Yesus Kristus."
Feb 4, 2010
Kumpulan Besar Orang Banyak
"Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka. Dan dengan suara nyaring mereka berseru: "Keselamatan bagi Allah kami yang duduk di atas takhta dan bagi Anak Domba!" [yaitu Injil Anugrah] Dan semua malaikat berdiri mengelilingi takhta dan tua-tua dan keempat makhluk itu; mereka tersungkur di hadapan takhta itu dan menyembah Allah, sambil berkata: "Amin! puji-pujian dan kemuliaan [kemegahan], dan hikmat dan syukur, dan hormat dan kekuasaan dan kekuatan bagi Allah kita sampai selama-lamanya! Amin!" (Wahyu 7:9-12)
Selama masa kerja gereja, denominasi-denominasi menghitung jumlah orang-orang yang datang ke gereja. Mereka memiliki daftar dari anggota dan daftar dari orang-orang yang telah membuat pengakuan iman. Akan tetapi sekarang Tuhan telah menyelamatkan diluar lingkungan organisasi gereja-gereja. Tidak ada yang tahu siapa yang Tuhan telah selamatkan atau dimana mereka berada dan mereka tidak dapat dihitung lagi.
Bagaimanapun juga, ketika kita mencari di dalam Alkitab, kita menemukan bahwa ada suatu angka yang dihubungkan dengan orang-orang percaya sejati yang akan membawakan penghakiman Tuhan kepada orang-orang yang tidak diselamatkan di akhir zaman. Kita membaca dalam kitab Wahyu 9:16 demikian:
"Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka."
Dua puluh ribu laksa adalah sama dengan 200 juta. Dan walaupun itu adalah jumlah yang sangat besar, itu hanyalah suatu sisa yang kecil dibandingkan dengan jumlah total dari orang-orang yang berada di dalam jemaat-jemaat. Itu hanyalah "sepersepuluh" dari kira-kira 2 milyar orang yang pada hari sekarang ini mengaku memiliki hubungan dengan Kristus di dalam gereja-gereja. Dan adalah sangat menarik bahwa kitab Amos 5:3-4 berkata demikian:
"Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH kepada kaum Israel: "Kota yang maju berperang dengan seribu orang, dari padanya akan tersisa seratus orang, dan yang maju berperang dengan seratus orang, dari padanya akan tersisa sepuluh orang." Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!"
Ayat ini menyatakan bahwa hanya ada "sepersepuluh" dari orang-orang yang dihubungkan dengan kaum Israel yang akan diselamatkan. Dan Kaum Israel mewakili Kerajaan Allah di dalam Perjanjian Lama. Dengan demikian ayat-ayat ini menolong kita untuk meyakinkan lebih jauh bahwa angka 200 juta dihubungkan dengan orang-orang percaya yang sejati. Itu adalah "kumpulan besar orang banyak", walaupun itu hanya merupakan suatu sisa dari jumlah keseluruhan orang-orang yang menyebut diri mereka "Kristen".
Ketika kita mempelajari Alkitab dengan seksama, kita akan menemukan bahwa hanya ada sedikit orang yang menjadi diselamatkan sebelum berakhirnya masa kerja gereja. Seperti misalnya, dunia ini telah ada selama 6,023 tahun sebelum terjadinya air bah pada zaman Nuh, dan populasi dunia telah berkembang mungkin menjadi kira-kira 1,000,000 orang. Tetapi bagaimanapun juga hanya ada 8 jiwa yang diselamatkan di dalam Bahtera.
Ketika Abraham masih hidup, mungkin ada beberapa orang di dalam keluarga mereka yang merupakan anak-anak Tuhan, tetapi kita tidak membaca tentang orang-orang lainnya yang menjadi diselamatkan pada waktu itu. Dan ketika bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, hampir semua orang yang berumur 20 tahun keatas mati di padang gurun karena ketidak-percayaan mereka. Hanya Yosua dan Kaleb yang dapat menginjakkan kakinya ke dalam Tanah Perjanjian.
Dan Tuhan menyatakan angka yang terbesar dari jumlah orang-orang yang percaya yang dapat kita temukan di dalam Perjanjian Lama adalah pada zaman Elia, selama masa pemerintahan raja Ahab dan Izebel yang sangat jahat.
Dalam kitab 1 Raja-raja 19:18 kita membaca:
"Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia."
Ketika masa kerja gereja dimulai secara resmi pada Hari Pentakosta di tahun 33 Masehi, kita membaca dalam kitab Kisah Para Rasul 2:41 bahwa ada "tiga ribu jiwa" yang diselamatkan. Tetapi bagaimanapun juga, kitab Perjanjian Baru memberikan banyak bukti-bukti bahwa tidak lama setelah gereja-gereja Perjanjian Baru dibentuk, mereka telah mulai memisahkan diri dari Alkitab.
Seperti misalnya, kita membaca dalam kitab Galatia 1:6 demikian:
"Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia [anugrah] Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain"
Beberapa orang di dalam jemaat Galatia percaya bahwa mereka harus disunat secara jasmani supaya mereka dapat diselamatkan. Akan tetapi tentu saja sunat yang sejati adalah "sunat rohani", yaitu sunat di hati yang dilakukan oleh Allah Roh Kudus (Roma 2:29, Ulangan 10:16, Yeremia 4:4).
Dan dengan sama, Tuhan menunjukkan bahwa hampir semua gereja yang dicatat dalam kitab Wahyu pasal 2 dan 3 telah diserang oleh Iblis. Tuhan mendapatkan "lalang-lalang", yaitu orang-orang yang tidak percaya, di dalam jemaat-jemaat tersebut. Bahkan beberapa dari gereja-gereja itu telah dihubungkan dengan "Sinagoga Iblis".
Selama sejarah dari gereja, kita menemukan bahwa jemaat-jemaat memegang beberapa doktrin yang tidak setia kepada Firman Tuhan. Walaupun masa Reformasi menolong beberapa denominasi untuk menjadi lebih setia kepada Alkitab, tetapi seseorang bernama Arminius memperkenalkan rencana keselamatan "Injil lakukan sendiri" (injil pekerjaan) yang diterima oleh banyak gereja-gereja Protestan yang ada pada saat itu. Dan sekarang injil-injil palsu ini telah tersebar ke semua denominasi.
Demikianlah, Alkitab menyatakan bahwa hanya ada sangat sedikit yang diselamatkan dalam seluruh sejarah dunia. Jadi itu juga menunjukkan bahwa masa "panen besar" dari orang-orang yang percaya akan terjadi di akhir zaman. Oleh karena itu, adalah pada saat sekarang ini Tuhan akan menyelamatkan "kumpulan besar orang banyak" yang "keluar" dari Masa Kesusahan Besar, dan mereka telah "mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba".
Dalam ayat yang 13 - 17 dari Wahyu pasal 7 kita membaca lagi demikian:
"Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang KELUAR dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya." Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."
Selama masa kerja gereja, denominasi-denominasi menghitung jumlah orang-orang yang datang ke gereja. Mereka memiliki daftar dari anggota dan daftar dari orang-orang yang telah membuat pengakuan iman. Akan tetapi sekarang Tuhan telah menyelamatkan diluar lingkungan organisasi gereja-gereja. Tidak ada yang tahu siapa yang Tuhan telah selamatkan atau dimana mereka berada dan mereka tidak dapat dihitung lagi.
Bagaimanapun juga, ketika kita mencari di dalam Alkitab, kita menemukan bahwa ada suatu angka yang dihubungkan dengan orang-orang percaya sejati yang akan membawakan penghakiman Tuhan kepada orang-orang yang tidak diselamatkan di akhir zaman. Kita membaca dalam kitab Wahyu 9:16 demikian:
"Dan jumlah tentara itu ialah dua puluh ribu laksa pasukan berkuda; aku mendengar jumlah mereka."
Dua puluh ribu laksa adalah sama dengan 200 juta. Dan walaupun itu adalah jumlah yang sangat besar, itu hanyalah suatu sisa yang kecil dibandingkan dengan jumlah total dari orang-orang yang berada di dalam jemaat-jemaat. Itu hanyalah "sepersepuluh" dari kira-kira 2 milyar orang yang pada hari sekarang ini mengaku memiliki hubungan dengan Kristus di dalam gereja-gereja. Dan adalah sangat menarik bahwa kitab Amos 5:3-4 berkata demikian:
"Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH kepada kaum Israel: "Kota yang maju berperang dengan seribu orang, dari padanya akan tersisa seratus orang, dan yang maju berperang dengan seratus orang, dari padanya akan tersisa sepuluh orang." Sebab beginilah firman TUHAN kepada kaum Israel: "Carilah Aku, maka kamu akan hidup!"
Ayat ini menyatakan bahwa hanya ada "sepersepuluh" dari orang-orang yang dihubungkan dengan kaum Israel yang akan diselamatkan. Dan Kaum Israel mewakili Kerajaan Allah di dalam Perjanjian Lama. Dengan demikian ayat-ayat ini menolong kita untuk meyakinkan lebih jauh bahwa angka 200 juta dihubungkan dengan orang-orang percaya yang sejati. Itu adalah "kumpulan besar orang banyak", walaupun itu hanya merupakan suatu sisa dari jumlah keseluruhan orang-orang yang menyebut diri mereka "Kristen".
Ketika kita mempelajari Alkitab dengan seksama, kita akan menemukan bahwa hanya ada sedikit orang yang menjadi diselamatkan sebelum berakhirnya masa kerja gereja. Seperti misalnya, dunia ini telah ada selama 6,023 tahun sebelum terjadinya air bah pada zaman Nuh, dan populasi dunia telah berkembang mungkin menjadi kira-kira 1,000,000 orang. Tetapi bagaimanapun juga hanya ada 8 jiwa yang diselamatkan di dalam Bahtera.
Ketika Abraham masih hidup, mungkin ada beberapa orang di dalam keluarga mereka yang merupakan anak-anak Tuhan, tetapi kita tidak membaca tentang orang-orang lainnya yang menjadi diselamatkan pada waktu itu. Dan ketika bangsa Israel keluar dari tanah Mesir, hampir semua orang yang berumur 20 tahun keatas mati di padang gurun karena ketidak-percayaan mereka. Hanya Yosua dan Kaleb yang dapat menginjakkan kakinya ke dalam Tanah Perjanjian.
Dan Tuhan menyatakan angka yang terbesar dari jumlah orang-orang yang percaya yang dapat kita temukan di dalam Perjanjian Lama adalah pada zaman Elia, selama masa pemerintahan raja Ahab dan Izebel yang sangat jahat.
Dalam kitab 1 Raja-raja 19:18 kita membaca:
"Tetapi Aku akan meninggalkan tujuh ribu orang di Israel, yakni semua orang yang tidak sujud menyembah Baal dan yang mulutnya tidak mencium dia."
Ketika masa kerja gereja dimulai secara resmi pada Hari Pentakosta di tahun 33 Masehi, kita membaca dalam kitab Kisah Para Rasul 2:41 bahwa ada "tiga ribu jiwa" yang diselamatkan. Tetapi bagaimanapun juga, kitab Perjanjian Baru memberikan banyak bukti-bukti bahwa tidak lama setelah gereja-gereja Perjanjian Baru dibentuk, mereka telah mulai memisahkan diri dari Alkitab.
Seperti misalnya, kita membaca dalam kitab Galatia 1:6 demikian:
"Aku heran, bahwa kamu begitu lekas berbalik dari pada Dia, yang oleh kasih karunia [anugrah] Kristus telah memanggil kamu, dan mengikuti suatu injil lain"
Beberapa orang di dalam jemaat Galatia percaya bahwa mereka harus disunat secara jasmani supaya mereka dapat diselamatkan. Akan tetapi tentu saja sunat yang sejati adalah "sunat rohani", yaitu sunat di hati yang dilakukan oleh Allah Roh Kudus (Roma 2:29, Ulangan 10:16, Yeremia 4:4).
Dan dengan sama, Tuhan menunjukkan bahwa hampir semua gereja yang dicatat dalam kitab Wahyu pasal 2 dan 3 telah diserang oleh Iblis. Tuhan mendapatkan "lalang-lalang", yaitu orang-orang yang tidak percaya, di dalam jemaat-jemaat tersebut. Bahkan beberapa dari gereja-gereja itu telah dihubungkan dengan "Sinagoga Iblis".
Selama sejarah dari gereja, kita menemukan bahwa jemaat-jemaat memegang beberapa doktrin yang tidak setia kepada Firman Tuhan. Walaupun masa Reformasi menolong beberapa denominasi untuk menjadi lebih setia kepada Alkitab, tetapi seseorang bernama Arminius memperkenalkan rencana keselamatan "Injil lakukan sendiri" (injil pekerjaan) yang diterima oleh banyak gereja-gereja Protestan yang ada pada saat itu. Dan sekarang injil-injil palsu ini telah tersebar ke semua denominasi.
Demikianlah, Alkitab menyatakan bahwa hanya ada sangat sedikit yang diselamatkan dalam seluruh sejarah dunia. Jadi itu juga menunjukkan bahwa masa "panen besar" dari orang-orang yang percaya akan terjadi di akhir zaman. Oleh karena itu, adalah pada saat sekarang ini Tuhan akan menyelamatkan "kumpulan besar orang banyak" yang "keluar" dari Masa Kesusahan Besar, dan mereka telah "mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba".
Dalam ayat yang 13 - 17 dari Wahyu pasal 7 kita membaca lagi demikian:
"Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang KELUAR dari kesusahan yang besar; dan mereka telah mencuci jubah mereka dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba. Karena itu mereka berdiri di hadapan takhta Allah dan melayani Dia siang malam di Bait Suci-Nya." Dan Ia yang duduk di atas takhta itu akan membentangkan kemah-Nya di atas mereka. Mereka tidak akan menderita lapar dan dahaga lagi, dan matahari atau panas terik tidak akan menimpa mereka lagi. Sebab Anak Domba yang di tengah-tengah takhta itu, akan menggembalakan mereka dan akan menuntun mereka ke mata air kehidupan. Dan Allah akan menghapus segala air mata dari mata mereka."
Subscribe to:
Posts (Atom)