Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Jan 21, 2010

Kemurahan Allah

Oleh kemurahan Allah kami telah menerima pelayanan ini. Karena itu kami tidak tawar hati. Tetapi kami menolak segala perbuatan tersembunyi yang memalukan; kami tidak berlaku licik dan tidak memalsukan Firman Allah. Sebaliknya kami menyatakan Kebenaran dan dengan demikian kami menyerahkan diri kami untuk dipertimbangkan oleh semua orang di hadapan Allah.

Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini [yaitu Iblis], sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah.

Sebab bukan diri kami yang kami beritakan, tetapi Yesus Kristus sebagai Tuhan, dan diri kami sebagai hambamu karena kehendak Yesus. Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus [yaitu Firman Tuhan].

Tetapi harta ini kami punyai dalam bejana tanah liat, supaya nyata, bahwa kekuatan yang melimpah-limpah itu berasal dari Allah, bukan dari diri kami. Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa.

Kami senantiasa membawa kematian Yesus di dalam tubuh kami [yaitu kematian terhadap dosa], supaya kehidupan Yesus juga menjadi nyata di dalam tubuh kami. Sebab kami, yang masih hidup ini, terus-menerus diserahkan kepada maut karena Yesus, supaya juga hidup Yesus menjadi nyata di dalam tubuh kami yang fana ini.

Maka demikianlah maut giat di dalam diri kami dan hidup giat di dalam kamu. Namun karena kami memiliki roh iman yang sama, seperti ada tertulis: "Aku percaya, sebab itu aku berkata-kata", maka kami juga percaya dan sebab itu kami juga berkata-kata.

Karena kami tahu, bahwa Ia, yang telah membangkitkan Tuhan Yesus, akan membangkitkan kami juga bersama-sama dengan Yesus. Dan Ia akan menghadapkan kami bersama-sama dengan kamu kepada diri-Nya. Sebab semuanya itu terjadi oleh karena kamu, supaya kasih karunia, yang semakin besar berhubung dengan semakin banyaknya orang yang menjadi percaya, menyebabkan semakin melimpahnya ucapan syukur bagi kemuliaan
Allah.

Sebab itu kami tidak tawar hati, tetapi meskipun manusia lahiriah kami semakin merosot, namun manusia batiniah kami dibaharui dari sehari ke sehari. Sebab penderitaan ringan yang sekarang ini, mengerjakan bagi kami kemuliaan kekal yang melebihi segala-galanya, jauh lebih besar dari pada penderitaan kami. Sebab kami tidak memperhatikan yang kelihatan, melainkan yang tak kelihatan, karena yang kelihatan adalah sementara, sedangkan yang tak kelihatan adalah kekal.

Jan 20, 2010

144.000

"Kemudian dari pada itu aku melihat empat malaikat berdiri pada keempat penjuru bumi dan mereka menahan keempat angin bumi, supaya jangan ada angin bertiup di darat, atau di laut atau di pohon-pohon. Dan aku melihat seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit. Ia membawa meterai Allah yang hidup; dan ia berseru dengan suara nyaring kepada keempat malaikat yang ditugaskan untuk merusakkan bumi dan laut, katanya: "Janganlah merusakkan bumi atau laut atau pohon-pohon sebelum kami memeteraikan hamba-hamba Allah kami pada dahi mereka!" Dan aku mendengar jumlah mereka yang dimeteraikan itu:
seratus empat puluh empat ribu [144.000] yang telah dimeteraikan dari semua suku keturunan Israel."  (Wahyu 7:1-4)

Bagian Alkitab ini sedang menjelaskan suatu gambaran yang terjadi sebelum "masa siksaan yang dahsyat" dimulai, yaitu sebelum ke-empat malaikat mulai merusak bumi dan laut dan pohon-pohon. Kemudian di ayat-ayat selanjutnya Alkitab menyebutkan 12.000 orang dari ke-12 suku Israel yang dimeteraikan, akan tetapi ini tidak menyebutkan seluruh suku Israel yang ada. Dibagian ini suku Dan tidak tercantum, dan suku Efraim diganti dengan suku Yusuf. Jadi kita bertanya-tanya apakah yang terjadi?

Disini Tuhan sedang menyatakan bahwa bangsa Israel yang ada dalam pandangan adalah "kepenuhan dari jumlah orang-orang percaya", yang digambarkan sebagai suku-suku bangsa Israel atau bilangan 144.000, yang jika dipecahkan menjadi 12 x 12 x 1000.

Jika bilangan 12 mempunyai makna rohani, itu akan menunjuk pada "kepenuhan" (fullness) dari segala sesuatu yang Tuhan sedang gambarkan. Sedangkan bilangan "1000" secara rohani menunjuk kepada "kesempurnaan" (completeness) dari segala sesuatu yang digambarkan. Jadi bilangan 144.000 (12 x 12 x 1000) adalah gambaran dari kepenuhan yang sempurna dari jumlah orang-orang percaya yang diselamatkan pada tahap pertama. Ini adalah angka simbolik bukan jumlah yang sebenarnya secara harafiah, mereka adalah kepenuhan jumlah dari bangsa "Israel rohani" milik Tuhan (Roma 2:29, Galatia 3:29).

Ungkapan "memeteraikan pada dahi" berarti bahwa mereka telah diselamatkan. Dan ungkapan "empat malaikat" menunjuk kepada hari penghakiman terakhir dan akhir zaman yang tidak akan datang sebelum setiap orang yang Tuhan rencanakan untuk Ia selamatkan sudah diselamatkan.

Selanjutnya ungkapan "seorang malaikat lain muncul dari tempat matahari terbit dan Ia membawa meterai Allah yang hidup" menunjuk kepada Yesus Kristus. Kata "malaikat" di Alkitab di dalam bahasa aslinya bisa juga diterjemahkan sebagai "pembawa pesan" (messenger), itu adalah terjemahan yang lebih baik daripada malaikat. Dan Yesus Kristus adalah pribadi yang telah membuat keselamatan itu dapat terjadi kepada orang-orang yang percaya. Roh Kristus disebut juga sebagai "Roh Kudus" seperti yang kita baca dalam kitab Efesus 1:13-14
demikian:

"Di dalam Dia [yaitu Kristus] kamu juga --karena kamu telah mendengar Firman kebenaran, yaitu Injil keselamatanmu-- di dalam Dia kamu juga, ketika kamu percaya, dimeteraikan dengan Roh Kudus, yang dijanjikan-Nya itu. Dan Roh Kudus itu adalah jaminan bagian kita sampai kita memperoleh seluruhnya, yaitu penebusan yang menjadikan kita milik Allah, untuk memuji kemuliaan-Nya."

Lebih jauh dalam kitab Wahyu 7:9-10 kita membaca lagi demikian:

"Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka."

Ini adalah titik puncak dari rencana keselamatan Tuhan di dunia ini, yaitu akan ada "kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitungbanyaknya" (great multitude) yang diselamatkan pada tahap kedua (tahap yang terakhir). Dan mereka adalah orang-orang yang keluar dari "masa siksaan yang dahsyat" (great tribulation) dan mereka telah
mencuci jubah mereka dan membuatnya putih bersih atau murni di dalam darah Anak Domba.

Ayat 13 dan 14 dari Wahyu pasal 7 menjelaskan lagi demikian:

"Dan seorang dari antara tua-tua itu berkata kepadaku: "Siapakah mereka yang memakai jubah putih itu dan dari manakah mereka datang?" Maka kataku kepadanya: "Tuanku, tuan mengetahuinya." Lalu ia berkata kepadaku: "Mereka ini adalah orang-orang yang keluar dari kesusahan yang besar [great tribulation]; dan mereka telah mencuci jubah mereka
dan membuatnya putih di dalam darah Anak Domba."

Mereka adalah orang-orang yang mengikuti Kristus seperti yang kita baca dalam kitab Wahyu 19:14-16 demikian:

"Dan semua pasukan yang di sorga mengikuti Dia; mereka menunggang kuda putih dan memakai lenan halus yang putih bersih. Dan dari mulut-Nya keluarlah sebilah pedang tajam [yaitu Firman Allah] yang akan memukul segala bangsa. Dan Ia akan menggembalakan mereka dengan gada besi dan Ia akan memeras anggur dalam kilangan anggur, yaitu kegeraman murka Allah, Yang Mahakuasa. Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."

Dan ayat 19-20 menjelaskan lagi demikian:

"Dan aku melihat binatang itu [yaitu si Iblis] dan raja-raja di bumi serta tentara-tentara mereka telah BERKUMPUL untuk melakukan peperangan melawan Penunggang kuda itu dan tentara-Nya. Maka tertangkaplah binatang itu dan bersama-sama dengan dia nabi palsu, yang telah mengadakan tanda-tanda [yaitu mujizat-mujizat yang mengherankan] di depan matanya, dan dengan demikian ia menyesatkan mereka yang telah menerima tanda dari binatang itu dan yang telah menyembah patungnya. Keduanya dilemparkan hidup-hidup ke dalam lautan api yang menyala-nyala oleh belerang."

Jan 19, 2010

Karya Tuhan

"Pendudukmu semuanya orang-orang benar, mereka memiliki negeri untuk selama-lamanya; mereka sebagai cangkokan yang Kutanam sendiri [yaitu karya dari tangan-Ku] untuk memperlihatkan keagungan-Ku."  (Yesaya 60:21)

Bagian Alkitab ini sedang berbicara tentang orang-orang pilihan dimana keselamatan mereka adalah hasil dari pekerjaan Tuhan. Itu berarti mereka bukan diselamatkan karena mereka telah melakukan suatu pekerjaan baik tertentu, tetapi keselamatan mereka seluruhnya bergantung dari anugrah Tuhan. Itulah sebabnya orang-orang percaya yang sejati hanya "memegahkan" Tuhan untuk keselamatan yang mereka miliki. Dan dalam kitab Yesaya 61:3 dengan mirip Tuhan menyatakan demikian:

"untuk mengaruniakan kepada mereka perhiasan kepala ganti abu, minyak untuk pesta ganti kain kabung, nyanyian puji-pujian ganti semangat yang pudar, supaya orang menyebutkan mereka "pohon tarbantin kebenaran", "tanaman TUHAN" [yaitu yang ditanam oleh Tuhan] untuk memperlihatkan keagungan-Nya."

Keselamatan adalah suatu arena yang tidak dapat dicapai oleh perbuatan ataupun keinginan manusia sendiri, tetapi ada banyak orang yang percaya pada "injil kehendak bebas" dengan keras sangat tidak setuju dengan hal ini. Akan tetapi dalam kitab Markus 10:27, Tuhan Yesus secara singkat menjawab pertanyaan murid-murid "siapakah yang dapat diselamatkan" demikian:

"Yesus memandang mereka dan berkata: "Bagi MANUSIA hal itu tidak mungkin, tetapi bukan demikian bagi Allah. Sebab segala sesuatu adalah mungkin bagi Allah."

Lebih buruk lagi ada orang-orang yang percaya kepada "injil tanda-tanda dan mujizat" (lihat Matius 24:24) menggunakan ayat ini bukan untuk menunjuk kepada "keselamatan" tetapi untuk mendukung pendapat mereka sendiri.

Akan tetapi Tuhan Yesus menjelaskan misi-Nya dalam kitab Yohanes 4:34 sebagai berikut:

"Kata Yesus kepada mereka: "Makanan-Ku ialah melakukan kehendak Dia yang mengutus Aku dan menyelesaikan pekerjaan-Nya."

Lalu Tuhan menjelaskan definisi dari "pekerjaan" itu dalam kitab Yohanes 6:29 demikian:

"Jawab Yesus kepada mereka: "Inilah pekerjaan yang dikehendaki Allah, yaitu hendaklah kamu percaya kepada Dia yang telah diutus Allah."

Kata Yunani untuk ungkapan "percaya" (pisteuo) berasal dari akar kata untuk ungkapan "iman" (pistis), yang merupakan "hadiah" atau "anugrah" atau "kasih karunia" yang diberikan oleh Tuhan dari atas seperti yang
kita baca dalam kitab Efesus 2:8-9 demikian:

"Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu BUKAN hasil usahamu, tetapi pemberian [yaitu hadiah dari] Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."

Karena iman "bukan berasal dari kita sendiri", iman siapakah itu yang dapat menyelamatkan? Itu adalah iman "milik" Tuhan Yesus Kristus yang Allah berikan sebagai hadiah kepada mereka-mereka yang Ia pilih untuk
Ia selamatkan, seperti yang ditegaskan dalam kitab Galatia 2:16 (dan banyak ayat-ayat lainnya di dalam Alkitab). Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Kamu tahu, bahwa tidak seorangpun yang dibenarkan oleh karena melakukan hukum Taurat, tetapi hanya oleh karena iman dalam [yaitu milik] Kristus Yesus. Sebab itu kamipun telah percaya kepada Kristus Yesus, supaya kami dibenarkan oleh karena iman dalam [yaitu milik] Kristus dan bukan oleh karena melakukan hukum Taurat. Sebab: "tidak ada seorangpun yang dibenarkan" oleh karena melakukan hukum Taurat."
* Dalam bahasa aslinya ayat ini berkata "iman milik Kristus Yesus", bukan iman dalam Kristus Yesus.

Dan kitab Yohanes 6:36-40 dan 54 menjelaskan karya anugrah yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan untuk memperbaharui jiwa-jiwa yang tidak memiliki kehidupan, yang dimiliki oleh manusia sejak mereka dilahirkan. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Tetapi Aku telah berkata kepadamu: Sungguhpun kamu telah melihat Aku, kamu tidak percaya. SEMUA yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang. Sebab Aku telah turun dari sorga bukan untuk melakukan kehendak-Ku, tetapi untuk melakukan kehendak Dia yang telah mengutus Aku. Dan Inilah kehendak Dia yang telah mengutus Aku, yaitu supaya dari SEMUA yang telah diberikan-Nya kepada-Ku jangan ada yang hilang, tetapi supaya Kubangkitkan pada akhir zaman. Sebab inilah kehendak Bapa-Ku, yaitu supaya setiap orang, yang melihat Anak dan yang percaya kepada-Nya beroleh hidup yang kekal, dan supaya Aku membangkitkannya pada akhir zaman. Barangsiapa makan daging-Ku dan minum darah-Ku, ia mempunyai hidup yang kekal dan Aku akan membangkitkan dia pada akhir zaman."

Oleh karena itu, bukankah tidak mengherankan bahwa Tuhan dengan yakin menyatakan dalam kitab Yesaya 45:22 demikian:

"Berpalinglah kepada-Ku dan biarkanlah dirimu diselamatkan, hai ujung-ujung bumi! Sebab Akulah Allah dan tidak ada yang lain."

Dan siapakah yang disebut sebagai JURUSELAMAT di dalam Kitab Suci? Dalam kitab 2 Petrus 1:1 kita membaca demikian:

"kepada mereka yang bersama-sama dengan kami memperoleh iman oleh karena keadilan Allah dan Juruselamat kita, Yesus Kristus."

Dan kitab Hosea 13:4 menambahkan demikian:

"Tetapi Aku adalah TUHAN, Allahmu sejak di tanah Mesir; engkau tidak mengenal allah kecuali Aku, dan tidak ada Juruselamat selain dari Aku."

Jadi Tuhan menekankan bahwa kita harus memberikan "segala" kemuliaan, kemegahan dan kehormatan atas keselamatan hanya kepada Tuhan, seperti yang kita baca dalam kitab 1 Korintus 1:26-31 demikian:

"Ingat saja, saudara-saudara, bagaimana keadaan kamu, ketika kamu dipanggil: menurut ukuran manusia tidak banyak orang yang bijak, tidak banyak orang yang berpengaruh, tidak banyak orang yang terpandang.
Tetapi apa yang bodoh bagi dunia, DIPILIH Allah untuk memalukan orang-orang yang berhikmat, dan apa yang lemah bagi dunia, dipilih Allah untuk memalukan apa yang kuat, dan apa yang tidak terpandang dan yang hina bagi dunia, dipilih Allah, bahkan apa yang tidak berarti, DIPILIH Allah untuk meniadakan apa yang berarti, SUPAYA jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. TETAPI oleh Dia kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."

Salah satu alasan utama dari program pemilihan Tuhan -- yang telah ditetapkan sejak sebelum dunia dijadikan -- adalah supaya kita hanya dapat bermegah di dalam Tuhan dan bukan memegahkan diri kita sendiri karena keselamatan. Ini adalah prinsip yang sangat besar dan penting di dalam Alkitab yang akan menjadi batu sandungan bagi orang banyak. Dan kata Yunani yang diterjemahkan sebagai ungkapan "megah" juga muncul dalam ayat-ayat berikut ini:

Kitab 1 Korintus 4:7 menanyakan pertanyaan ini:

"apakah yang engkau punyai, yang tidak engkau terima? Dan jika engkau memang menerimanya, mengapakah engkau memegahkan diri, seolah-olah engkau tidak menerimanya?"

Dan kitab Galatia 6:14 menetapkan demikian:

"Tetapi aku sekali-kali tidak mau bermegah, selain dalam salib Tuhan kita Yesus Kristus, sebab olehnya dunia telah disalibkan bagiku dan aku bagi dunia."

Itulah sebabnya orang-orang percaya yang sejati tidak akan bermegah di dalam pekerjaan-pekerjaan seperti upacara-upacara ibadat yang kita lakukan sendiri karena mereka hanya merupakan "bayangan" atau "lambang" atau "perumpamaan" dari isi rohani yang sebenarnya, yang hanya dapat dilakukan oleh Tuhan.

Jan 18, 2010

Domba Paskah

"Lalu Musa memanggil semua tua-tua Israel serta berkata kepada mereka: "Pergilah, ambillah kambing domba untuk kaummu dan sembelihlah anak domba Paskah. Kemudian kamu harus mengambil seikat hisop dan mencelupkannya dalam darah yang ada dalam sebuah pasu, dan darah itu kamu harus sapukan pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu; seorangpun dari kamu tidak boleh keluar pintu rumahnya sampai pagi. Dan TUHAN akan menjalani Mesir untuk menulahinya; apabila Ia melihat darah pada ambang atas dan pada kedua tiang pintu itu, maka TUHAN akan melewati pintu itu dan tidak membiarkan pemusnah masuk ke dalam rumahmu untuk menulahi. Kamu harus memegang ini sebagai ketetapan sampai selama-lamanya bagimu dan bagi anak-anakmu." (Keluaran 12:21-24)

Dalam rangka meyakinkan orang Mesir bahwa umat Israel akan pergi, maka Tuhan akan membunuh anak sulung dari semua orang Mesir. Pada waktu itu bangsa Israel ada di tanah Mesir sebagai budak Firaun. Dan orang Mesir akan mengetahui bahwa tragedi yang mengerikan ini terjadi atas mereka karena mereka melawan Allah Israel, dan pada hari berikutnya mereka akan mengusir umat Israel keluar dari Mesir.

Dalam mempersiapkan peristiwa ini, Allah melembagakan hari perjamuan Perjanjian Lama yang dinamakan Paskah. Pada sore hari sebelum orang Israel meninggalkan Mesir, mereka diperintahkan untuk bersiap-siap bepergian. Mereka diperintahkan untuk membunuh dan memanggang domba atau kambing, memakan habis semuanya malam itu, dan membubuhkan darahnya di tiang-tiang pintu dan ambang-ambang pintu rumah mereka. Sehingga ketika malaikat kematian melewati tanah Mesir dan membunuh semua anak-anak sulung mereka, malaikat itu akan melihat darah di tiang-tiang pintu orang Ibrani, dan melewati rumahnya dan tidak membunuh anak sulungnya.

Ini adalah gambaran dari keselamatan. Domba yang dimakan umat Israel melambangkan Tuhan Yesus Kristus. Tuhan Yesus memberikan nyawa-Nya, yakni Ia mencurahkan darah-Nya, yang merupakan gaya bahasa yang menunjukkan bahwa Ia menanggung kematian kedua, kutukan kekal, bagi orang-orang yang percaya. Ini berarti bahwa apabila kita percaya dalam Kristus demi keselamatan kita, maka Allah tidak akan membawa penghakiman ke atas kita. Allah melihat darah Kristus, dan Ia melihat bahwa Kristus sudah membayar upah dosa-dosa kita.

Disisi yang lain, tidak ada darah di tiang-tiang pintu rumah orang Mesir, dan jadi malaikat kematian membunuh semua anak-anak sulung mereka. Ini adalah gambaran dari murka Allah yang berada di atas orang-orang yang tidak diselamatkan karena dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran mereka. Akan tetapi kita tidak lagi merayakan hari raya Paskah Perjanjian Lama. Paskah ini adalah bagian dari hukum upacara. Itu adalah sebuah tanda atau "bayangan" yang menunjuk pada kedatangan Tuhan Yesus Kristus.

Ketika Yohanes Pembaptis memperkenalkan Yesus, dalam kitab Yohanes 1:29 kita membaca demikian:

"Pada keesokan harinya Yohanes melihat Yesus datang kepadanya dan ia berkata: "Lihatlah Anak Domba Allah, yang menghapus dosa dunia."

Dengan kata lain Yohanes sedang menyatakan, "Inilah Anak Domba Paskah yang disediakan oleh Allah", yang akan memberikan nyawa-Nya untuk menyelamatkan semua orang yang Allah sudah rencanakan untuk Ia selamatkan. Sekarang Kristus sudah memberikan nyawa-Nya, Ia sudah mencurahkan darah-Nya untuk melindungi kita, jadi kita tidak lagi merayakan Paskah Perjanjian Lama. Ketika kita membaca tentang Paskah itu kita mencoba untuk mengerti arti rohaninya, tetapi kita tidak merayakannya lagi dengan memotong seekor Domba atau Kambing.

Jan 15, 2010

Sunat Rohani

"Sebab itu sunatlah hatimu dan janganlah lagi kamu tegar tengkuk." (Ulangan 10:16)

"Sunatlah dirimu bagi TUHAN, dan jauhkanlah kulit khatan hatimu ..." (Yeremia 4:4)

"Dan TUHAN, Allahmu, akan menyunat hatimu dan hati keturunanmu, sehingga engkau mengasihi TUHAN, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu, supaya engkau hidup." (Ulangan 30:6)

"Kepada siapakah aku harus berbicara dan bersaksi, supaya mereka mau memperhatikan? Sungguh, telinga mereka tidak bersunat, mereka tidak dapat mendengar! Sungguh, firman TUHAN menjadi cemoohan bagi mereka, mereka tidak menyukainya!"  (Yeremia 6:10)

"Lihat, waktunya akan datang, demikianlah firman TUHAN, bahwa Aku menghukum orang-orang yang telah bersunat kulit khatannya: orang Mesir, orang Yehuda, orang Edom, bani Amon, orang Moab dan semua orang yang berpotong tepi rambutnya berkeliling, orang-orang yang diam di padang gurun, sebab segala bangsa tidak bersunat dan segenap kaum Israel tidak bersunat hatinya." (Yeremia 9:25-26)

"Oleh sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak seorangpun dari orang-orang asing yang hatinya dan dagingnya tidak bersunat, boleh masuk dalam tempat kudus-Ku, ya setiap orang asing yang ada di tengah-tengah orang Israel." (Yehezkiel 44:9)

"Hai orang-orang yang keras kepala dan yang tidak bersunat hati dan telinga, kamu selalu menentang Roh Kudus, sama seperti nenek moyangmu, demikian juga kamu. Siapakah dari nabi-nabi yang tidak dianiaya oleh nenek moyangmu? Bahkan mereka membunuh orang-orang yang lebih dahulu memberitakan tentang kedatangan Orang Benar [yaitu Kristus], yang sekarang telah kamu khianati dan kamu bunuh."  (Kis. 7:51-52)

"Dalam Dia kamu telah disunat, bukan dengan sunat yang dilakukan oleh manusia, tetapi dengan sunat Kristus, yang terdiri dari penanggalan akan tubuh yang berdosa" (Kolose 2:11)

"Hati-hatilah terhadap anjing-anjing, hati-hatilah terhadap pekerja-pekerja yang jahat, hati-hatilah terhadap penyunat-penyunat yang palsu, karena kitalah orang-orang bersunat, yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah. (Filipi 3:2-3)

"Mereka yang secara lahiriah suka menonjolkan diri, merekalah yang berusaha memaksa kamu untuk bersunat [jasmani], hanya dengan maksud, supaya mereka tidak dianiaya karena salib Kristus." (Galatia 6:12)

"Sebab yang disebut Yahudi bukanlah orang yang lahiriah Yahudi, dan yang disebut sunat, bukanlah sunat yang dilangsungkan secara lahiriah. Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara harafiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah [yaitu biarlah Allah yang dipuji bukan manusia]."  (Roma 2:28-29)