Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Nov 11, 2009

Roh Kudus dan Alkitab

"Dengan demikian kami makin diteguhkan oleh Firman yang telah disampaikan oleh para nabi. Alangkah baiknya kalau kamu memperhatikannya sama seperti memperhatikan pelita yang bercahaya di tempat yang gelap sampai Fajar menyingsing dan Bintang Timur terbit bersinar di dalam hatimu. Yang terutama harus kamu ketahui, ialah bahwa nubuat-nubuat dalam Kitab Suci tidak boleh ditafsirkan menurut kehendak sendiri, sebab tidak pernah nubuat [kitab suci] dihasilkan oleh kehendak manusia, tetapi oleh dorongan [Allah] Roh Kudus orang-orang berbicara atas nama Allah.  (2 Petrus 1:19-21)

Dalam waktu kita bersama kali ini kita akan melihat hubungan antara Allah Roh Kudus dan Kitab Suci. Adalah sangat penting untuk kita ketahui bahwa Allah Roh Kudus adalah "Pengarang" dari Firman Allah, Alkitab. Dalam kitab Kisah Para Rasul 4:25 kita membaca demikian:

"Dan oleh Roh Kudus dengan perantaraan hamba-Mu Daud, bapa kami, Engkau telah berfirman: Mengapa rusuh bangsa-bangsa, mengapa suku-suku bangsa mereka-reka perkara yang sia-sia? [Mazmur 2:1]"

Dengan kata lain, orang-orang kudus pada zaman dahulu telah menulis Kitab Suci berdasarkan inspirasi atau ilham dari Allah. Itulah sebabnya kita harus selalu -- membandingkan ayat suci dengan ayat suci yang lain untuk benar-benar mengerti apa yang ada dalam pandangan Allah. Dan kitab Efesus 6:17 menjelaskan bahwa Firman Allah adalah pedang Roh yang amat tajam, disitu kita baca demikian:

"dan terimalah ketopong keselamatan dan pedang Roh, yaitu firman Allah,"

Nah mengapa Allah menggunakan gambaran "pedang" sebagai satu-satunya senjata yang dapat digunakan untuk menyerang dalam catatan persenjataan orang-orang yang percaya? Kitab Ibrani 4:12 memberikan jawabannya demikian:

"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita."

Jadi ya, Pedang Allah yang bermata dua ini memiliki kekuatan untuk mengakibatkan "kematian rohani" (menghukum) ataupun juga "kehidupan rohani" (keselamatan). Ketika kita mempelajari Alkitab, kita akan melihat bahwa Alkitab terutama perduli dengan dua kerajaan rohani - yaitu, kerajaan Allah dan kerajaan Iblis (Kolose 1:13, Kis. 26:18). Dan dua kerajaan ini dipimpin oleh dua roh yang berbeda -- Roh Kebenaran (yaitu Allah dan orang-orang yang percaya) dan roh yang menyesatkan (yaitu Iblis dan orang-orang yang tidak percaya). Di seluruh dunia ini hanya ada dua kerajaan rohani ini dan tidak ada orang yang dapat berdiri ditengah-tengah.

Hal ini dinyatakan dalam kitab 1 Yohanes 4:6 yang berkata demikian:

"Kami berasal dari Allah: barangsiapa mengenal Allah, ia mendengarkan kami; barangsiapa tidak berasal dari Allah, ia tidak mendengarkan kami. Itulah tandanya Roh kebenaran dan roh yang menyesatkan."

Dan kitab Yohanes 14:17 menambahkan demikian:

"yaitu Roh Kebenaran. Dunia tidak dapat menerima Dia, sebab dunia tidak melihat Dia dan tidak mengenal Dia. Tetapi kamu mengenal Dia, sebab Ia menyertai kamu dan akan diam di dalam kamu [yaitu Roh Kudus = Roh Allah = Roh Kristus]."

Sedang kitab Roma 8:9 yang berbicara mengenai keselamatan menjelaskan demikian:

"Tetapi kamu tidak hidup dalam daging, melainkan dalam Roh, jika memang Roh Allah diam di dalam kamu. Tetapi jika orang tidak memiliki Roh Kristus, ia bukan milik Kristus."

Dalam kitab Efesus 2:2 kita membaca tentang sifat alami manusia ketika kita dilahirkan sebagai anak-anak Adam dan kebanyakan dari umat manusia ini akan terus berada di dalam jalan ini dan akan mati di dalam kehancuran kekal. Dalam ayat itu kita membaca:

"Kamu hidup di dalamnya, karena kamu mengikuti jalan dunia ini, karena kamu mentaati penguasa kerajaan angkasa [yaitu Iblis], yaitu roh yang sekarang sedang bekerja di antara orang-orang durhaka."

Disisi yang lain, kita sangat membutuhkan Allah Roh Kudus dan Firman yang sejati untuk menggenapkan keselamatan kita. Allah Roh Kudus berkerja melalui kata-kata yang ada tertulis di dalam Kitab Suci seperti yang dijelaskan dalam kitab Roma 10:17:

"Jadi, iman [yaitu kata yang sama dengan keselamatan] timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Tuhan."

Ini adalah caranya dimana seseorang menerima anugrah keselamatan, yaitu hidup yang kekal. Dan ini adalah apa yang digambarkan dalam kitab Lukas 4:18-19 ketika Yesus berbicara tentang dikuatkan oleh Roh Kudus untuk menyelesaikan tugas menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka. Disitu kita baca:

"Roh Tuhan [Roh Kudus] ada pada-Ku, oleh sebab Ia telah mengurapi Aku, untuk menyampaikan kabar baik [Injil] kepada orang-orang miskin; dan Ia telah mengutus Aku untuk memberitakan pembebasan kepada orang-orang tawanan, dan penglihatan bagi orang-orang buta, untuk membebaskan orang-orang yang tertindas, ....."

Dan inilah sebabnya dalam kitab Yohanes 3:5 Yesus berkata demikian:

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya jika seorang tidak dilahirkan dari Air dan Roh, ia tidak dapat masuk ke dalam Kerajaan Allah."

Dan dalam kitab Yohanes 6:63 Tuhan lebih jauh menekankan demikian:

"Rohlah yang memberi hidup, daging sama sekali tidak berguna. Perkataan-perkataan yang Kukatakan kepadamu adalah Roh dan Hidup."

Allah menjelaskan masalah yang ada pada manusia dan sekaligus juga jalan keluar yang hanya Allah saja yang dapat memberikannya kepada kita dalam kitab Yehezkiel 36:26 demikian:

"Kamu akan Kuberikan hati yang baru, dan Roh yang baru di dalam batinmu dan AKU akan menjauhkan dari tubuhmu hati yang keras dan Kuberikan kepadamu hati yang taat."

Dan kitab Yohanes 15:26 menyebut Roh Allah atau Roh Kudus sebagai "Sang Penghibur" dan "Roh Kebenaran", dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Jikalau Penghibur yang akan Kuutus dari Bapa datang, yaitu Roh Kebenaran yang keluar dari Bapa, Ia akan bersaksi tentang Aku."

Dan kitab Yohanes 16:13-14 menambahkan demikian:

"Tetapi apabila Ia datang, yaitu Roh Kebenaran, Ia akan memimpin kamu ke dalam seluruh kebenaran; sebab Ia tidak akan berkata-kata dari diri-Nya sendiri, tetapi segala sesuatu yang didengar-Nya itulah yang akan dikatakan-Nya dan Ia akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang. Ia akan MEMULIAKAN Aku, sebab Ia akan memberitakan kepadamu apa yang diterimanya dari pada-Ku."

Jadi apakah sebenarnya yang terjadi dalam keselamatan? Kebanyakan organisasi gereja dan denominasi-denominasi sama sekali tidak mengerti tentang hal ini bahwa di dalam Alkitab Allah menggunakan beberapa analogi atau gambaran sebagai lambang dari bagaimana dan dimana seseorang dapat dilahirkan kembali dari atas, atau menjadi diselamatkan. Satu dari gambaran tersebut adalah penyunatan jasmani. Kemudian Allah memberitahukan kepada kita bahwa penyunatan secara fisik tidak akan menghasilkan apa-apa secara rohani karena hal itu hanyalah "bayangan" dan itu melayani sebagai "tanda" atau gambaran atau perumpamaan dari isi rohani yang sebenarnya. Hal ini dijelaskan dalam kitab Roma 2:29 (dan banyak ayat-ayat lainnya) demikian:

"Tetapi orang Yahudi sejati ialah dia yang tidak nampak keyahudiannya [yaitu Yahudi atau Israel di dalam hati] dan sunat ialah sunat di dalam hati, secara rohani, bukan secara harafiah. Maka pujian baginya datang bukan dari manusia, melainkan dari Allah."

Ketika di dalam Alkitab Allah menunjuk kepada "hati" atau "roh" atau "pikiran" (seperti yang kita baca dalam Yehezkiel 36:26 di atas), Allah sedang berbicara tentang "jiwa" kita, yaitu bagian yang tidak kelihatan dari pribadi kita. Dan untuk alasan ini dalam kitab Filipi 3:3 Allah menyatakan demikian:

"karena kitalah [yaitu orang-orang yang percaya] orang-orang bersunat [rohani], yang beribadah oleh Roh Allah, dan bermegah dalam Kristus Yesus dan tidak menaruh percaya pada hal-hal lahiriah [jasmani]."

Allah seringkali berbicara tentang penyunatan yang hanya bisa dimengerti dengan benar ketika kita melihatnya sebagai "penyunatan secara rohani". Dan kitab Titus 3:5-7 menggambarkan kebenaran rohani ini demikian:

"pada waktu itu Dia telah menyelamatkan kita, BUKAN karena perbuatan baik yang telah kita lakukan, tetapi karena rahmat-Nya [anugrah-Nya] oleh permandian kelahiran kembali dan oleh pembaharuan yang dikerjakan oleh Roh Kudus, yang sudah dilimpahkan-Nya kepada kita oleh Yesus Kristus, Juruselamat kita, supaya kita, sebagai orang yang dibenarkan oleh kasih karunia-Nya [yaitu anugrah-Nya], berhak menerima hidup yang kekal, sesuai dengan pengharapan kita."


Nov 10, 2009

Tahta Daud

Ketika raja telah menetap di rumahnya dan TUHAN telah mengaruniakan keamanan kepadanya terhadap semua musuhnya di sekeliling, berkatalah raja kepada nabi Natan: "Lihatlah, aku ini diam dalam rumah dari kayu aras, padahal tabut Allah diam di bawah tenda." Lalu berkatalah Natan kepada raja: "Baik, lakukanlah segala sesuatu yang dikandung hatimu, sebab TUHAN menyertai engkau."

Tetapi pada malam itu juga datanglah firman TUHAN kepada Natan, demikian: "Pergilah, katakanlah kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN: Masakan engkau yang mendirikan rumah bagi-Ku untuk Kudiami? Aku tidak pernah diam dalam rumah sejak Aku menuntun orang Israel dari Mesir sampai hari ini, tetapi Aku selalu mengembara dalam kemah sebagai kediaman. Selama Aku mengembara bersama-sama seluruh orang Israel, pernahkah Aku mengucapkan firman kepada salah seorang hakim orang Israel, yang Kuperintahkan menggembalakan umat-Ku Israel, demikian: Mengapa kamu tidak mendirikan bagi-Ku rumah dari kayu aras?

Oleh sebab itu, beginilah kaukatakan kepada hamba-Ku Daud: Beginilah firman TUHAN semesta alam: Akulah yang mengambil engkau dari padang, ketika menggiring kambing domba, untuk menjadi raja atas umat-Ku Israel. Aku telah menyertai engkau di segala tempat yang kaujalani dan telah melenyapkan segala musuhmu dari depanmu. Aku membuat besar namamu seperti nama orang-orang besar yang ada di bumi. Aku menentukan tempat bagi umat-Ku Israel dan menanamkannya, sehingga ia dapat diam di tempatnya sendiri dengan tidak lagi dikejutkan dan tidak pula ditindas oleh orang-orang lalim seperti dahulu, sejak Aku mengangkat hakim-hakim atas umat-Ku Israel. Aku mengaruniakan keamanan kepadamu dari pada semua musuhmu. Juga diberitahukan TUHAN kepadamu: TUHAN akan memberikan keturunan kepadamu.

Apabila umurmu sudah genap dan engkau telah mendapat perhentian bersama-sama dengan nenek moyangmu, maka Aku akan membangkitkan keturunanmu yang kemudian, ANAK KANDUNGMU, dan Aku akan mengokohkan kerajaannya. Dialah yang akan mendirikan rumah bagi nama-Ku dan Aku akan mengokohkan takhta kerajaannya UNTUK SELAMA-LAMANYA [Yohanes 2:19-21, Roma 1:1-4].

Aku akan menjadi Bapanya, dan ia akan menjadi anak-Ku. Apabila ia melakukan kesalahan, maka AKU akan menghukum dia dengan rotan yang dipakai orang dan dengan pukulan yang diberikan anak-anak manusia.  Tetapi kasih setia-Ku tidak akan hilang dari padanya, seperti yang Kuhilangkan dari pada Saul, yang telah Kujauhkan dari hadapanmu. Keluarga dan kerajaanmu akan kokoh UNTUK SELAMA-LAMANYA di hadapan-Ku, takhtamu akan kokoh UNTUK SELAMA-LAMANYA."

Tepat seperti perkataan ini dan tepat seperti penglihatan ini Natan berbicara kepada Daud. Lalu masuklah raja Daud ke dalam, kemudian duduklah ia di hadapan TUHAN sambil berkata: "Siapakah aku ini, ya Tuhan ALLAH, dan siapakah keluargaku, sehingga Engkau membawa aku sampai sedemikian ini? Dan hal ini masih kurang di mata-Mu, ya Tuhan ALLAH; sebab itu Engkau telah berfirman juga tentang keluarga hamba-Mu ini dalam masa yang masih jauh dan telah memperlihatkan kepadaku serentetan manusia yang akan datang, ya Tuhan ALLAH. Apakah yang dapat dikatakan Daud kepada-Mu lebih lagi dari pada itu. Bukankah Engkau yang mengenal hamba-Mu ini, ya Tuhan ALLAH?

Oleh karena Firman-Mu dan menurut hati-Mu Engkau telah melakukan segala perkara yang besar ini dengan memberitahukannya kepada hamba-Mu ini. Sebab itu Engkau besar, ya Tuhan ALLAH, sebab tidak ada yang sama seperti Engkau dan tidak ada Allah selain Engkau menurut segala yang kami tangkap dengan telinga kami. Dan bangsa manakah di bumi seperti umat-Mu Israel, yang Allahnya pergi membebaskannya menjadi umat-Nya, untuk mendapat nama bagi-Nya dengan melakukan perbuatan-perbuatan yang besar dan dahsyat bagi mereka, dan dengan menghalau bangsa-bangsa dan para allah mereka dari depan umat-Nya?

Engkau telah mengokohkan bagi-Mu umat-Mu Israel menjadi umat-Mu untuk selama-lamanya, dan Engkau, ya TUHAN, menjadi Allah mereka. Dan sekarang, ya TUHAN Allah, tepatilah untuk selama-lamanya janji yang Kauucapkan mengenai hamba-Mu ini dan mengenai keluarganya dan lakukanlah seperti yang Kaujanjikan itu. MAKA nama-Mu akan menjadi besar untuk selama-lamanya, sehingga orang berkata: TUHAN semesta alam ialah Allah atas Israel; maka keluarga hamba-Mu Daud akan tetap kokoh di hadapan-Mu. Sebab Engkau, TUHAN semesta alam, Allah Israel, telah menyatakan kepada hamba-Mu ini, demikian: Aku akan membangun keturunan bagimu. Itulah sebabnya hamba-Mu ini telah memberanikan diri untuk memanjatkan doa ini kepada-Mu.

Oleh sebab itu, ya Tuhan ALLAH, Engkaulah Allah dan segala firman-Mulah KEBENARAN; Engkau telah menjanjikan perkara yang baik ini kepada hamba-Mu. Kiranya Engkau sekarang berkenan memberkati keluarga hamba-Mu ini, supaya tetap ada di hadapan-Mu untuk SELAMA-LAMANYA. Sebab, ya Tuhan ALLAH, Engkau sendirilah yang berfirman dan oleh karena berkat-Mu keluarga hamba-Mu ini diberkati untuk SELAMA-LAMANYA."  (2 Samuel 7:1-29)

Nov 9, 2009

Tersembunyi

"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku"  (Yohanes 5:39)

Alkitab adalah sebuah buku rohani, tujuan Allah menulis Alkitab bukanlah untuk memberikan kepada kita sebuah buku sejarah atau buku ilmu pengetahuan, tujuannya adalah untuk menyatakan rencana keselamatan-Nya, dan Allah melakukan hal ini dalam konteks sejarah yang benar-benar telah terjadi. Ketika Allah memilih suatu kejadian atau percakapan sejarah yang dicatat di dalam Alkitab melaluinya kita dapat melihat program keselamatan Allah bersinar.

Nah Allah adalah satu-satunya yang dapat membuat "gambaran-gambaran" atau "perumpamaan-perumpamaan" mengenai keselamatan melalui kejadian-kejadian dan percakapan-percakapan yang seperti ini. Jadi Alkitab adalah lebih dari sekedar peristiwa sejarah yang nyata karena Alkitab juga memiliki ajaran moral dan nilai-nilai rohani yang sangat mendalam.

Mereka yang percaya kepada Kristus, yaitu orang-orang yang telah menerima anugrah roh kebangkitan yang kekal, sejak pada saat keselamatannya akan memiliki keinginan yang jujur, sungguh-sungguh dan terus-menerus untuk patuh kepada Allah. Mereka akan memperhatikan teguran dan nasihat Alkitab karena mereka mengasihi Allah, yang melakukan teguran.

Ketika jatuh ke dalam dosa, seorang yang percaya akan sungguh-sungguh berada di dalam masalah; di dalam kebangkitan jiwanya yang baru, ia akan merasa sedih dan sangat tidak bahagia. Secara tubuh (daging) mereka masih memiliki keinginan untuk berzinah dengan dosa, tetapi di dalam rohnya (jiwanya), dimana ia telah dilahirkan kembali dari atas, ia tidak ingin untuk berbuat dosa lagi. Allah dalam pribadi Roh Kudus telah bersemayam di dalam dirinya. Ia telah menjadi seorang anak Allah, dan Roh Kudus akan mengingatkannya akan kebenaran dan penghukuman.

Proses ini sering disebut "bertumbuh di dalam kasih karunia" atau "bertumbuh di dalam kekudusan". Inilah pengalaman dari setiap anak Allah. Inilah proses yang melaluinya anak-anak Allah akan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, yaitu, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang menyenangkan hati Allah. Perbuatan-perbuatan baik tersebut bukan merupakan "penyebab" atau dasar bagi keselamatan, akan tetapi itu adalah "hasil" dari keselamatan (Efesus 2:8-10).

Ada banyak peraturan yang memimpin manusia yang dapat dibaca di dalam Alkitab. Sebagai contoh, Alkitab berkata bahwa kita harus terlebih dahulu mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Dan Alkitab mencatat ratusan peristiwa bersejarah yang dapat diuji menurut keterangan dari peraturan-peraturan tersebut untuk mendapatkan berkat yang merupakan hasil dari kepatuhan, dan kutuk yang merupakan hasil dari ketidaktaatan. Alkitab memberikan cerita mengenai Yusuf dan Daniel dan berkat-berkat yang mereka terima sebagaimana mereka taat kepada Allah, dan cerita mengenai Israel dan Yehuda, ketika menghadapi penghakiman Allah karena ketidaktaatan mereka. Allah menyatakan dalam 1 Korintus 10:11 demikian:

"Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, dimana zaman akhir telah tiba."

Salah satu cara dimana Allah menyembunyikan pesan-pesan keselamatan adalah di dalam Hukum Taurat. Sebagai contoh, dalam Perjanjian Lama Allah telah menetapkan Hari Raya Paskah. Hari raya ini pertama kali dilakukan pada saat bangsa Israel keluar dari Mesir, dan malaikat kematian membunuh semua anak sulung yang ada di Mesir. Alkitab dengan cukup jelas menyatakan bahwa peristiwa bersejarah tersebut adalah suatu "gambaran" mengenai keselamatan yang disediakan melalui Tuhan Yesus Kristus. Dia adalah Paskah kita. Dia adalah Anak Domba yang disembelih sehingga kita tidak mengalami kematian kedua. Kitab 1 Korintus 5:7 menyatakan demikian:

"Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus."

Sebagai tambahan terhadap hari-hari raya yang dilakukan sebelum kedatangan Kristus, hukum Taurat juga meliputi persembahan, kurban binatang, hukum mengenai makanan dan minuman, hukum mengenai tanaman, hukum mengenai pakaian, dan sekumpulan peratutan-peraturan lainnya. Dan semua hal-hal ini adalah "perumpamaan" atau "gambaran" atau "bayangan" dari kebenaran rohani yang sesungguhnya yang berhubugan dengan beberapa aspek dari keselamatan.

Dan "setelah" peristiwa kayu salib, orang-orang yang percaya sudah tidak perlu menjalankan hukum-hukum upacara ini tetapi kita hanya mencari arti rohaninya saja. Itulah sebabnya kitab Kolose 2:16-17 mengajarkan kepada kita demikian:

"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus."

Ketika Kristus berada di Bumi Ia menyatakan dari waktu ke waktu bahwa Ia berbicara dalam perumpamaan-perumpamaan (Markus 4:34, Matius 13:34). Dalam perumpamaan-perumpamaan tersebut Kristus memberikan kisah duniawi dengan arti surgawi (arti rohani). Dan perumpamaan-perumpamaan ini adalah sama dengan pelaksanaan hukum-hukum upacara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, -- yang dilaksanakan secara duniawi dengan arti rohani.

Oleh karena itu, Hukum Taurat, adalah perumpamaan bersejarah; mereka dilakukan di dunia ini oleh bangsa Israel kuno yang mengarah kepada beberapa aspek rohani dari keselamatan. Metode lainnya yang Allah gunakan untuk menyatakan pelajaran rohani kepada kita ialah dengan menggunakan peristiwa-peristiwa bersejarah yang benar-benar terjadi di Bumi. Allah menunjukkan kepada kita dalam Kitab Suci bahwa peristiwa sejarah tertentu dicatat di dalam Alkitab sehingga melaluinya kita dapat mengerti kebenaran rohani yang berhubungan dengan keselamatan.

Dalam kitab Kejadian kita membaca mengenai Abraham yang memperoleh anak dari Hagar dan kemudian tentang pengusiran Hagar dan Ismael dari rumah Abraham. Dalam kitab Galatia pasal 4, Allah mempertegas peristiwa bersejarah ini untuk mengajarkan kebenaran rohani yang kita miliki baik yang memimpin kepada belenggu rohani (digambarkan melalui Hagar dan Ismael), atau suatu keselamatan yang memimpin kepada kemerdekaan rohani (digambarkan melalui Sarah dan Ishak).

Kitab Galatia 4:24-26 menyatakan demikian:

"Ini adalah suatu kiasan [yaitu perumpamaan]. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar --Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab-- dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang [Yerusalem duniawi], karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya. Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita [yaitu Sarah]."

Lebih jauh dalam kitab Maleaki 4 Allah berbicara tentang kedatangan Elia, dan dalam kitab Matius 11:11-14 Ia menunjukkan kepada kita bahwa Elia menunjuk kepada Yohanes Pembaptis. Jadi Allah mengindikasikan bahwa Elia digambarkan sebagai Yohanes Pembaptis. Ilustrasi Alkitab yang saling berhubungan ini menunjukkan bahwa pesan keselamatan terus diperluas diseluruh Alkitab, jauh melebihi pernyataan keselamatan seperti yang dinyatakan dalam Yohanes 3:16, Yesaya 53, dan lain-lain.

Ketika Allah mengindikasikan bahwa Ia sedang berbicara dalam perumpamaan, bahwa suatu peristiwa sejarah atau seseorang sebagai gambaran dari aspek keselamatan, atau hukum Taurat tersebut menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus, maka tepatlah untuk mengembangkan kebenaran rohani dari peristiwa-peristiwa yang dicatat di dalam Kitab Suci. Dalam kitab Markus 4 Allah menyatakan bahwa, "tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka". Jadi penggunaan perumpamaan adalah metode pengajaran yang sangat umum dari Tuhan Yesus.

Dan dalam kitab 1 Petrus 1:11 kita membaca bahwa Roh Kristus berbicara melalui nabi-nabi Perjanjian Lama:

"Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu."

Perhatikan ayat ini berkata bahwa Perjanjian Lama adalah Firman Kristus sama seperti Perjanjian Baru. Hal ini tidaklah mengherankan karena kitab Yohanes pasal 1 menyatakan bahwa Kristus adalah Firman. Yesus berbicara secara langsung ketika Ia berada di dunia ini, dan Ia berbicara langsung di seluruh Alkitab karena Ia adalah Firman Allah. Jadi kitab Markus 4:34 yang berkata, "tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka" berlaku terhadap seluruh Alkitab.

Allah mempertegas hal ini dalam kitab Mazmur 78:1-3 demikian:

"Nyanyian pengajaran Asaf. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala. Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami."

Dan kitab Wahyu 2:17a menyatakan demikian:

"Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi... "

Penipuan Dosa

"Firman-Nya: "Siapakah yang memberitahukan kepadamu, bahwa engkau telanjang? Apakah engkau makan dari buah pohon, yang Kularang engkau makan itu?" Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." Lalu berfirmanlah TUHAN Allah kepada ular itu: "Karena engkau berbuat demikian, terkutuklah engkau di antara segala ternak dan di antara segala binatang hutan; dengan perutmulah engkau akan menjalar dan debu tanahlah akan kaumakan seumur hidupmu."  (Kejadian 3:11-14)

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas sudut pandang Alkitab bahwa segala jenis dosa didasarkan pada penipuan, atau kelicikan. Dan penipuan adalah lawan dari "Kebenaran", oleh karena itu, penipuan adalah lawan dari Firman Kebenaran, Alkitab.

Dosa dapat menunjukkan dirinya di tempat yang tidak disangka-sangka, di sebuah lingkungan yang sempurna dimana ada dua orang individu yang diciptakan sempurna dalam "gambar dan rupa" (citra) Allah sendiri dimana mereka dapat bercakap-cakap langsung dengan sang Pencipta. Sayang sekali, situasi yang indah ini hanya berlangsung singkat karena Allah membuat suatu ujian bagi mereka, dan mereka gagal dalam ujian tersebut seperti yang kita baca dalam ayat-ayat diatas.

Nah, disini kita melihat bagaimana dosa menjalar dengan begitu cepat yang muncul dari suatu bentuk penipuan, dan sifat menyalahkan orang lain. 1 Timotius 2:14 berkata demikian:

"Lagipula bukan Adam yang tergoda, melainkan perempuan itulah yang tergoda dan jatuh ke dalam dosa."

Dan 2 Korintus 11:3 lebih lanjut menerangkan:

"Tetapi aku takut, kalau-kalau pikiran kamu disesatkan dari kesetiaan kamu yang sejati kepada Kristus, sama seperti Hawa diperdayakan oleh ular itu dengan kelicikannya."

Dan kitab Kejadian 3:6-7 menerangkan demikian:

"Perempuan itu melihat, bahwa buah pohon itu baik untuk dimakan dan sedap kelihatannya, lagipula pohon itu menarik hati karena memberi pengertian. Lalu ia mengambil dari buahnya dan dimakannya dan diberikannya juga kepada suaminya yang bersama-sama dengan dia, dan suaminyapun memakannya. Maka terbukalah mata mereka berdua dan mereka tahu, bahwa mereka telanjang; lalu mereka menyemat daun pohon ara dan membuat cawat."

Pakaian yang terbuat dari "daun pohon ara" disini menggambarkan bahwa manusia itu berusaha untuk menutupi ketelanjangan mereka melalui "perbuatan mereka sendiri", tetapi kemudian Tuhan menyembelih seekor binatang (yang melambangkan Kristus) untuk membuat pakaian penutup bagi mereka, seperti yang kita baca dalam kitab Kejadian 3:21 demikian:

"Dan TUHAN Allah membuat pakaian dari kulit binatang untuk manusia dan untuk isterinya itu, lalu mengenakannya kepada mereka."

Dan kesadaran akan ketelanjangan mereka secara fisik menekankan gambaran dari ketelanjangan mereka secara rohani, yang berarti bahwa mereka telah "mati secara rohani" karena melanggar perintah Allah untuk tidak memakan buah tersebut (Kejadian 2:17), dan mereka pantas untuk dihukum mati karena ketidaktaatan mereka. Tetapi mereka berpikir bahwa mereka DAPAT BERBUAT SESUATU melalui pekerjaan mereka sendiri untuk menghindari hukuman kematian -- itulah alasannya mengapa mereka membuat sejenis pakaian dari daun pohon ara sebagai usaha untuk menyembunyikan ketelanjangan mereka.

Kemudian kita akan melihat bagaimana dosa ini menular kepada seluruh umat manusia yang dilahirkan setelah Adam dan Hawa. Kitab Roma 5:12 menjelaskan demikian:

"Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa."

Dan Roma 7:11 menjelaskan demikian:

"Sebab dalam perintah itu, dosa mendapat kesempatan untuk menipu aku dan oleh perintah itu ia membunuh aku."

Ingatlah selalu bahwa Hukum diberikan bukan untuk menyelamatkan, sebaliknya Hukum tersebut memberitahukan kepada kita bahwa pelanggaran kita banyak, bahwa kita adalah orang-orang yang berdosa, itulah sebabnya dikatakan oleh rasul Paulus bahwa "oleh perintah [hukum] itu ia membunuh aku". Akan tetapi kemudian Kristus datang sebagai penggenapan dari Hukum supaya orang-orang yang percaya kepada-Nya dapat diberikan penutup atau anugrah "pakaian keselamatan" supaya kita dapat terlihat bersih dimata Allah.

Berikutnya dalam kitab Wahyu 12:9 kita menemukan pernyataan ini:

"Dan naga besar itu, si ular tua, yang disebut Iblis atau Satan, yang menyesatkan seluruh dunia, dilemparkan ke bawah; ia dilemparkan ke bumi, bersama-sama dengan malaikat-malaikatnya."

Berdasarkan sifat alaminya Iblis telah menjadi penguasa di Bumi yang sekarang ini, sama seperti yang kita lihat terjadi pada orang tua kita yang pertama, Adam dan Hawa. Itulah sebabnya Alkitab menyatakan di Yohanes 8:44 demikian:

"Iblislah yang menjadi bapamu dan kamu ingin melakukan keinginan-keinginan bapamu. Ia adalah pembunuh manusia sejak semula dan tidak hidup dalam Kebenaran, sebab di dalam dia tidak ada Kebenaran. Apabila ia berkata dusta, ia berkata atas kehendaknya sendiri, sebab ia adalah pendusta dan bapa segala dusta."

Dan kitab 1 Yohanes 1:8 menjelaskan demikian:

"Jika kita [yaitu orang-orang percaya] berkata, bahwa kita tidak berdosa, maka kita menipu diri kita sendiri dan Kebenaran tidak ada di dalam kita."

Dan kitab 2 Korintus 2:11 menambahkan demikian:

"supaya Iblis jangan beroleh keuntungan atas kita, sebab kita tahu apa maksudnya."

Penipuan yang paling besar dari dosa adalah penyangkalan dari keadaan yang berdosa itu sendiri. Itulah sebabnya 2 Korintus 4:3-4 menyatakan sbb:

"Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini [yaitu Iblis], sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah."

Pada kenyataannya hanya Kebenaran Allah yang dapat mengalahkan penipuan dari dosa. Dalam kitab Titus 3:3 kita menemukan kata-kata yang mengambarkan kehidupan dari seseorang yang belum "dilahirkan kembali dari atas" demikian:

"Karena dahulu kita juga hidup dalam kejahilan: tidak taat, sesat, menjadi hamba berbagai-bagai nafsu dan keinginan, hidup dalam kejahatan dan kedengkian, keji, saling membenci."

Ini adalah potret atau gambaran yang sebenarnya dari "sifat alami" manusia, atau orang-orang yang tidak percaya. Dan kitab 1 Korintus 2:14 menyatakan demikian:

"Tetapi manusia duniawi tidak menerima apa yang berasal dari Roh Allah, karena hal itu baginya adalah suatu kebodohan; dan ia tidak dapat memahaminya, sebab hal itu hanya dapat dinilai secara rohani."

Kemudian Ibrani 3:10 menjelaskan kepada kita demikian:

"Itulah sebabnya Aku [Tuhan] murka kepada angkatan itu, dan berkata: "Selalu mereka sesat hati, dan mereka tidak mengenal jalan-Ku"

Harap diperhatikan bahwa sesungguhnya bagian ini sedang berbicara tentang --umat Allah--, yaitu bangsa Israel yang berada di padang gurun, yang Allah juga katakan tentang mereka sebagai "biji mata-Nya" (Ulangan 32:10, Mazmur 17:8). Akhirnya kita mengetahui dari Alkitab bahwa hanya umat Israel yang berumur 20 tahun ke bawah yang dapat tiba dengan selamat di "Tanah Perjanjian", yang merupakan gambaran dari Surga.

Dalam kitab 1 Petrus 2:25 Allah menyamakan orang-orang yang percaya dengan "domba yang tersesat" (dan ini adalah kondisi alami dari setiap umat pilihan sebelum mereka diselamatkan), yang juga merupakan kondisi yang sama dengan "hati yang sesat". Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Sebab dahulu kamu sesat seperti domba, tetapi sekarang kamu telah kembali kepada Gembala dan pemelihara jiwamu [yaitu Kristus]."

Dan kitab 2 Korintus 4:6 menekankan keperluan dari keselamatan yang disediakan oleh Tuhan Yesus Kristus, satu-satu Juruselamat bagi orang-orang yang berdosa. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Sebab Allah yang telah berfirman: "Dari dalam gelap akan terbit terang!", Ia juga yang membuat terang-Nya bercahaya di dalam hati kita, supaya kita beroleh terang dari pengetahuan tentang kemuliaan Allah yang nampak pada wajah Kristus."

Wajah Tuhan tidak lain menunjuk kepada "suara Tuhan" yaitu Firman-Nya, Alkitab (Bilangan 6:25, Mazmur 119:35). Dan kemuliaan Tuhan tidak lain menunjuk kepada Kristus sendiri sang Firman yang hidup (Yohanes 1;14). Dan kitab Ibrani 1:3a menjelaskan demikian:

"Ia [Kristus] adalah cahaya kemuliaan Allah dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya yang penuh kekuasaan."

Biarlah Allah memberikan kasih karunia-Nya kepada kita semua supaya kita dapat melihat bagaimana kita telah ditipu oleh dosa-dosa kita, dan biarlah kita "lari" kepada Alkitab, kepada Tuhan Yesus Kristus dan kebenaran-Nya sendiri saja sebagai penebus dari dosa-dosa kita.

Nov 4, 2009

Pesan pesan Keselamatan yang disembunyikan

"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku [Kristus]"  (Yohanes 5:39)

Alkitab adalah sebuah buku rohani, tujuan Allah menulis Alkitab bukanlah untuk memberikan kepada kita sebuah buku sejarah atau buku ilmu pengetahuan, tujuannya adalah untuk menyatakan rencana keselamatan-Nya, dan Allah melakukan hal ini dalam konteks sejarah yang benar-benar telah terjadi. Ketika Allah memilih suatu kejadian atau percakapan sejarah yang dicatat di dalam Alkitab melaluinya kita dapat melihat program keselamatan Allah bersinar.

Nah Allah adalah satu-satunya yang dapat membuat "gambaran-gambaran" atau "perumpamaan-perumpamaan" mengenai keselamatan melalui kejadian-kejadian dan percakapan-percakapan yang seperti ini. Jadi Alkitab adalah lebih dari sekedar peristiwa sejarah yang nyata karena Alkitab juga memiliki ajaran moral dan nilai-nilai rohani yang sangat mendalam.

Mereka yang percaya kepada Kristus, yaitu orang-orang yang telah menerima anugrah roh kebangkitan yang kekal, sejak pada saat keselamatannya akan memiliki keinginan yang jujur, sungguh-sungguh dan terus-menerus untuk patuh kepada Allah. Mereka akan memperhatikan teguran dan nasihat Alkitab karena mereka mengasihi Allah, yang melakukan teguran.

Ketika jatuh ke dalam dosa, seorang yang percaya akan sungguh-sungguh berada di dalam masalah; di dalam kebangkitan jiwanya yang baru, ia akan merasa sedih dan sangat tidak bahagia. Secara tubuh (daging) mereka masih memiliki keinginan untuk berzinah dengan dosa, tetapi di dalam rohnya (jiwanya), dimana ia telah dilahirkan kembali dari atas, ia tidak ingin untuk berbuat dosa lagi. Allah dalam pribadi Roh Kudus telah bersemayam di dalam dirinya. Ia telah menjadi seorang anak Allah, dan Roh Kudus akan mengingatkannya akan kebenaran dan penghukuman.

Proses ini sering disebut "bertumbuh di dalam kasih karunia" atau "bertumbuh di dalam kekudusan". Inilah pengalaman dari setiap anak Allah. Inilah proses yang melaluinya anak-anak Allah akan melakukan perbuatan-perbuatan yang baik, yaitu, ia akan melakukan pekerjaan-pekerjaan yang menyenangkan hati Allah. Perbuatan-perbuatan baik tersebut bukan merupakan "penyebab" atau dasar bagi keselamatan, akan tetapi itu adalah "hasil" dari keselamatan (Efesus 2:8-10).

Ada banyak peraturan yang memimpin manusia yang dapat dibaca di dalam Alkitab. Sebagai contoh, Alkitab berkata bahwa kita harus terlebih dahulu mencari kerajaan Allah dan kebenaran-Nya. Dan Alkitab mencatat ratusan peristiwa bersejarah yang dapat diuji menurut keterangan dari peraturan-peraturan tersebut untuk mendapatkan berkat yang merupakan hasil dari kepatuhan, dan kutuk yang merupakan hasil dari ketidaktaatan. Alkitab memberikan cerita mengenai Yusuf dan Daniel dan berkat-berkat yang mereka terima sebagaimana mereka taat kepada Allah, dan cerita mengenai Israel dan Yehuda, ketika menghadapi penghakiman Allah karena ketidaktaatan mereka. Allah menyatakan dalam 1 Korintus 10:11 demikian:

"Semuanya ini telah menimpa mereka sebagai contoh dan dituliskan untuk menjadi peringatan bagi kita yang hidup pada waktu, dimana zaman akhir telah tiba."

Salah satu cara dimana Allah menyembunyikan pesan-pesan keselamatan adalah di dalam Hukum Taurat. Sebagai contoh, dalam Perjanjian Lama Allah telah menetapkan Hari Raya Paskah. Hari raya ini pertama kali dilakukan pada saat bangsa Israel keluar dari Mesir, dan malaikat kematian membunuh semua anak sulung yang ada di Mesir. Alkitab dengan cukup jelas menyatakan bahwa peristiwa bersejarah tersebut adalah suatu "gambaran" mengenai keselamatan yang disediakan melalui Tuhan Yesus Kristus. Dia adalah Paskah kita. Dia adalah Anak Domba yang disembelih sehingga kita tidak mengalami kematian kedua. Kitab 1 Korintus 5:7 menyatakan demikian:

"Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus."

Sebagai tambahan terhadap hari-hari raya yang dilakukan sebelum kedatangan Kristus, hukum Taurat juga meliputi persembahan, kurban binatang, hukum mengenai makanan dan minuman, hukum mengenai tanaman, hukum mengenai pakaian, dan sekumpulan peratutan-peraturan lainnya. Dan semua hal-hal ini adalah "perumpamaan" atau "gambaran" atau "bayangan" dari kebenaran rohani yang sesungguhnya yang berhubugan dengan beberapa aspek dari keselamatan

Dan "setelah" peristiwa kayu salib, orang-orang yang percaya sudah tidak perlu menjalankan hukum-hukum upacara ini tetapi kita hanya mencari arti rohaninya saja. Itulah sebabnya kitab Kolose 2:16-17 mengajarkan kepada kita demikian:

"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus."

Ketika Kristus berada di Bumi Ia menyatakan dari waktu ke waktu bahwa Ia berbicara dalam perumpamaan-perumpamaan (Markus 4:34, Matius 13:34). Dalam perumpamaan-perumpamaan tersebut Kristus memberikan kisah duniawi dengan arti surgawi (arti rohani). Dan perumpamaan-perumpamaan ini adalah sama dengan pelaksanaan hukum-hukum upacara Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru, -- yang dilaksanakan secara duniawi dengan arti rohani.

Oleh karena itu, Hukum Taurat, adalah perumpamaan bersejarah; mereka dilakukan di dunia ini oleh bangsa Israel kuno yang mengarah kepada beberapa aspek rohani dari keselamatan. Metode lainnya yang Allah gunakan untuk menyatakan pelajaran rohani kepada kita ialah dengan menggunakan peristiwa-peristiwa bersejarah yang benar-benar terjadi di Bumi. Allah menunjukkan kepada kita dalam Kitab Suci bahwa peristiwa sejarah tertentu dicatat di dalam Alkitab sehingga melaluinya kita dapat mengerti kebenaran rohani yang berhubungan dengan keselamatan.

Dalam kitab Kejadian kita membaca mengenai Abraham yang memperoleh anak dari Hagar dan kemudian tentang pengusiran Hagar dan Ismael dari rumah Abraham. Dalam kitab Galatia pasal 4, Allah mempertegas peristiwa bersejarah ini untuk mengajarkan kebenaran rohani yang kita miliki baik yang memimpin kepada belenggu rohani (digambarkan melalui Hagar dan Ismael), atau suatu keselamatan yang memimpin kepada kemerdekaan rohani (digambarkan melalui Sarah dan Ishak).

Kitab Galatia 4:24-26 menyatakan demikian:

"Ini adalah suatu kiasan [yaitu perumpamaan]. Sebab kedua perempuan itu adalah dua ketentuan Allah: yang satu berasal dari gunung Sinai dan melahirkan anak-anak perhambaan, itulah Hagar --Hagar ialah gunung Sinai di tanah Arab-- dan ia sama dengan Yerusalem yang sekarang [Yerusalem duniawi], karena ia hidup dalam perhambaan dengan anak-anaknya. Tetapi Yerusalem sorgawi adalah perempuan yang merdeka, dan ialah ibu kita [yaitu Sarah]."

Lebih jauh dalam kitab Maleaki 4 Allah berbicara tentang kedatangan Elia, dan dalam kitab Matius 11:11-14 Ia menunjukkan kepada kita bahwa Elia menunjuk kepada Yohanes Pembaptis. Jadi Allah mengindikasikan bahwa Elia digambarkan sebagai Yohanes Pembaptis. Ilustrasi Alkitab yang saling berhubungan ini menunjukkan bahwa pesan keselamatan terus diperluas diseluruh Alkitab, jauh melebihi pernyataan keselamatan seperti yang dinyatakan dalam Yohanes 3:16, Yesaya 53, dan lain-lain.

Ketika Allah mengindikasikan bahwa Ia sedang berbicara dalam perumpamaan, bahwa suatu peristiwa sejarah atau seseorang sebagai gambaran dari aspek keselamatan, atau hukum Taurat tersebut menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus, maka tepatlah untuk mengembangkan kebenaran rohani dari peristiwa-peristiwa yang dicatat di dalam Kitab Suci. Dalam kitab Markus 4 Allah menyatakan bahwa, "tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka". Jadi penggunaan perumpamaan adalah metode pengajaran yang sangat umum dari Tuhan Yesus.

Dan dalam kitab 1 Petrus 1:11 kita membaca bahwa Roh Kristus berbicara melalui nabi-nabi Perjanjian Lama:

"Dan mereka meneliti saat yang mana dan yang bagaimana yang dimaksudkan oleh Roh Kristus, yang ada di dalam mereka, yaitu Roh yang sebelumnya memberi kesaksian tentang segala penderitaan yang akan menimpa Kristus dan tentang segala kemuliaan yang menyusul sesudah itu."

Perhatikan ayat ini berkata bahwa Perjanjian Lama adalah Firman Kristus sama seperti Perjanjian Baru. Hal ini tidaklah mengherankan karena kitab Yohanes pasal 1 menyatakan bahwa Kristus adalah Firman. Yesus berbicara secara langsung ketika Ia berada di dunia ini, dan Ia berbicara langsung di seluruh Alkitab karena Ia adalah Firman Allah. Jadi kitab Markus 4:34 yang berkata, "tanpa perumpamaan Ia tidak berkata-kata kepada mereka" berlaku terhadap seluruh Alkitab.

Allah mempertegas hal ini dalam kitab Mazmur 78:1-3 demikian:

"Nyanyian pengajaran Asaf. Pasanglah telinga untuk pengajaranku, hai bangsaku, sendengkanlah telingamu kepada ucapan mulutku. Aku mau membuka mulut mengatakan amsal, aku mau mengucapkan teka-teki dari zaman purbakala. Yang telah kami dengar dan kami ketahui, dan yang diceritakan kepada kami oleh nenek moyang kami."

Dan kitab Wahyu 2:17a menyatakan demikian:

"Siapa bertelinga, hendaklah ia mendengarkan apa yang dikatakan Roh kepada jemaat-jemaat: Barangsiapa menang, kepadanya akan Kuberikan dari manna yang tersembunyi... "