Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Oct 10, 2009

Kode 666 Dalam Microchip Mondex

Jauh-jauh hari sebelum ada perkembangan teknologi seperti sekarang ini, Tuhan telah menyampaikan pesan nubuatan melalui hamba-hambaNya. Bahwa akan ada satu penguasa yang akan memerintah dunia ini dengan kekuasaan sangat besar.

Allah telah menyingkapkan kejadian masa depan ini supaya umat-Nya menjadi waspada dan sadar terhadap rencana-rencana iblis. Dia ingin semua umat-Nya diselamatkan dalam Yesus Kristus, luput dari aniaya besar yang akan terjadi. Gereja Tuhan hendaknya menggunakan hikmat Allah dalam bertindak, tekun dalam menuruti perintah Allah dan beriman teguh kepada Yesus.

Teknologi yang berkembang dengan luar biasa ini sedang mempersiapkan munculnya satu tokoh baru yang akan memerintah dunia ini. Dia adalah antikristus. Alkitab menjelaskan dalam Wahyu 13:18, antikris mempunyai bilangan seorang manusia yang berjumlah 666. "… karena bilangan itu adalah bilangan seorang manusia, dan bilangannya ialah enam ratus enam puluh enam". Ia memiliki kekuasaan yang sangat besar di bumi dan menguasai perekonomian dunia. Ia akan menyebabkan semua orang besar dan kecil masuk dalam sistem keuangan yang ditetapkannya. Mereka yang tidak mau mengikuti aturan mainnya, tidak dapat melakukan bisnis apapun. Orang ini tidak bisa membeli barang-barang di supermarket, tidak bisa berbelanja, tidak bisa membeli ataupun menjual. Hanya yang memakai tanda 666 pada tangan atau dahinya saja yang bisa berbisnis, membeli dan menjual. "… Dan tidak ada seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya…" (Wahyu 13:16)

Penggunaan 666

Nubuatan Alkitab sedang digenapi. Pemakaian tanda 666 yang ada di dalam microchip sudah mulai dipakai di beberapa negara. Di Hongkong telah dipromosikan microchip Mondex yang ditanamkan dalam tubuh manusia. Sekitar 120.000 orang Hongkong diberi tanda ini. Mereka yang mempunyai tanda ini mendapat fasilitas dan kelebihan khusus. Di bandara Belgia ada tempat lounge (ruang tunggu) yang istimewa. Hanya orang yang menggunakan tanda 666 bisa masuk ke dalam ruangan ini. Cukup dengan menempelkan tanda pada scanner komputer, mereka mendapatkan fasilitas yang lebih. Sistem seperti Mondex dengan basis kode bar 666 ini sepertinya akan dipakai antikris dalam mengontrol dan menguasai keuangan perekonomian dunia.

Saudara bisa membayangkan apabila suatu hari ada satu bank besar di Indonesia yang mengumumkan untuk promosi penanaman microchip secara gratis dibatasi hanya 1.000.000 orang saja. Kira-kira apa yang terjadi? Sepertinya yang sudah Saudara ketahui di seluruh bank yang ada di Indonesia sekarang ini sedang gencar-gencarnya mempromosikan penggunaan kartu kredit dan kartu ATM. Mereka yang ingin memiliki kartu ATM bisa mendaftarkan diri dan mengajukan permohonan tanpa dipungut biaya sama sekali asal menabung di bank tersebut. Kemudahan dalam transaksi bisnis karena adanya perkembangan teknologi smart card ini menarik minat semua orang. Apalagi untuk mendapatkannya gratis. Bagaimana jika yang gratis itu adalah penanaman microchip Mondex ini? Mereka yang memakai tanda 666 di dahinya atau di tangannya memang akan mendapat fasilitas yang lebih. Itulah yang Alkitab katakan bahwa "… tidak ada seorangpun yang dapat membeli atau menjual selain dari pada mereka yang memakai tanda itu, yaitu nama binatang itu atau bilangan namanya".

Mondex

Mondex adalah nama sebuah perusahaan yang menyediakan sistem pembayaran tanpa uang tunai. Sistem ini telah dibeli oleh lebih 20 negara besar. Sistem ini diciptakan pada tahun 1990 oleh seorang bankir London bernama Tim Jones yang bekerja sama dengan Graham Higgins dari Natwest Coutts, sebuah bank pribadi dari keluarga Kerajaan Inggris. Sistem ini didasarkan atas teknologi Smart Card (teknologi yang dipakai oleh SIM Card pada handphone) yang memanfaatkan microchip yang dilekatkan pada kartu plastik (kartu kredit) dan mampu menyimpan informasi elektronik seperti pembayaran, identifikasi maupun bermacam-macam informasi penting lainnya. Semua transaksi dimungkinkan melalui penerapan SET (Secure Electronic Transaction / Transaksi Elektronik yang Aman).

Mondex singkatan dari Monetary and Dexter. Berdasarkan Webster's Dictionary Encylopedia (kamus Webster), arti kata-kata tersebut adalah: Money: Segala sesuatu yang berhubungan dengan uang… Dexter: Menunjukkan lokasi yang ada
di tangan kanan manusia.

Microchip yang ada dalam "card Mondex" mengandung lambang angka (bar code). Lambang atau kode garis ini mewakili angka antikris yaitu 666 (GIA WebMaster: untuk penjelasan bar code dapat dibaca pada artikel "Tanda binatang ada di kehidupan kita"). Sistem Mondex akan menjadi solusi yang tepat untuk perekonomian dunia yang sedang dilanda krisis mata uang. Mondex merupakan satu sistem yang mendukung terciptanya satu mata uang dunia tanpa uang tunai. Mungkin sistem ini pula yang akan mewujudkan penguasaan antrikris atas dunia ekonomi di masa akan datang.

Microchip Mondex yang tertanam dalam tubuh manusia menyimpan kode 666. Mereka yang memakai microchip ini mendapat fasilitas khusus. Mereka tinggal meletakkan tangan mereka di atas scanner komputer dan semua transaksi jual
beli dapat dilakukan dengan otomatis tanpa menggunakan uang tunai. Di masa yang akan datang, untuk melakukan kegiatan transaksi jual beli, setiap orang harus mempunyai tanda ini. Di kepala (dahi) atau di tangan kanannya. Kata bahasa Yunani dalam Alkitab untuk "tanda" binatang tersebut adalah "Charagma" yang berarti cap (stempel), lencana atau tanda perbudakan,
perhambaan atau kerja paksa. Bilangan 666 adalah ungkapan Yunani untuk "stigma" yang berarti menusuk atau menggores sebuah tanda sebagai tanda kepemilikan. Jadi mereka yang menggunakan tanda 666 secara tidak langsung dicap sebagai budak antikris.

Kemanusiaan Kristus

Satu hal yang menarik tentang kebenaran di dalam Alkitab adalah inkarnasi dari Tuhan Yesus Kristus. Kata "inkarnasi" berarti untuk "mengambil wujud daging". Kita membaca mengenai hal ini dalam kitab Yohanes 1:1 dan 14 yang berkata demikian:

"Pada mulanya adalah Firman; Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah ...... Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia [anugrah] dan kebenaran."

Kristus datang sebagai manusia dalam wujud darah dan daging ke dalam dunia yang sudah dikutuk ini "pertama kali" kira-kira 2000 tahun yang lalu. Mengutip dari kitab Perjanjian Lama, Tuhan mengingatkan kita dalam Matius 4:16 demikian:

"bangsa yang diam dalam kegelapan, telah melihat Terang yang besar dan bagi mereka yang diam di negeri yang dinaungi maut, telah terbit Terang."

Dan berbicara tentang Yusuf, tunangan Maria, kita menemukan pernyataan ini dalam kitab Matius 1:24-25:

"Ia [Yusuf] mengambil Maria sebagai isterinya, tetapi tidak bersetubuh dengan dia sampai ia melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus."

Jadi, walaupun Yesus adalah Tuhan, Dia sepenuhnya juga adalah manusia dalam segala aspek-aspeknya. Itulah sebabnya Ia harus dilahirkan oleh seorang perawan seperti yang dinubuatkan dalam kitab Yesaya 7:14 dan dikutip dalam kitab Matius 1:22-23 demikian:

"Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi: "Sesungguhnya, anak dara [yaitu perawan] itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" -- yang berarti: Allah menyertai kita."

Dan kitab 1 Yohanes 1:1 menyatakan demikian:

"Apa yang telah ada sejak semula, yang telah kami dengar, yang telah kami lihat dengan mata kami, yang telah kami saksikan dan yang telah kami raba dengan tangan kami tentang Firman hidup -- itulah yang kami tuliskan kepada kamu."

Sama seperti murid-murid yang hidup, makan, dan berbicara dengan sang Juruselamat, kita juga dapat melakukannya melalui Firman-Nya, yaitu seluruh Alkitab, seperti yang kita baca dalam kitab Kolose 3:16-17 demikian:

"Hendaklah perkataan Kristus diam dengan segala kekayaannya di antara kamu, sehingga kamu dengan segala hikmat mengajar dan menegur seorang akan yang lain dan sambil menyanyikan mazmur, dan puji-pujian dan nyanyian rohani, kamu mengucap syukur kepada Allah di dalam hatimu. Dan segala sesuatu yang kamu lakukan dengan perkataan atau perbuatan, lakukanlah semuanya itu dalam nama Tuhan Yesus, sambil mengucap syukur oleh Dia kepada Allah, Bapa kita."

Seperti halnya murid-murid berhubungan dengan Dia, kita juga secara rohani dapat berhubungan dengan-Nya melalui Alkitab. Kristus adalah satu-satunya yang dengan sempurna memiliki "sifat Allah" dan juga "sifat manusia". Alkitab berkata kepada kita dalam kitab Kolose 2:9 demikian:

"Sebab dalam Dialah [yaitu Kristus] berdiam secara jasmaniah seluruh kepenuhan ke-Allahan"

Bahkan ketika Yesus masih sangat muda kita melihat bahwa Ia menyadari tujuan-Nya mengapa Ia berada di bumi sebagai Anak Allah dan juga Anak Manusia. Kita melihat hal ini ketika orang tua Yesus menemukan Dia sedang bertanya-jawab dengan pemimpin-pemimpin dan guru-guru agama di dalam Bait Suci. Dan ketika orang tuanya bertanya mengapa Ia menghilang dengan begitu saja, Yesus menjawab dalam kitab Lukas 2:49 demikian:

"Mengapa ayah dan ibu mencari Aku? Apakah ayah dan ibu tidak tahu bahwa Aku harus ada di dalam rumah Bapa-Ku [yaitu urusan Bapa-Ku] ?"

Kita juga melihat dalam kitab Yohanes 1:45 tentang orang-orang yang sedang menanti kedatangan sang Mesias. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Filipus bertemu dengan Natanael dan berkata kepadanya: "Kami telah menemukan Dia, yang disebut oleh Musa dalam kitab Taurat dan oleh para nabi, yaitu Yesus, anak Yusuf dari Nazaret."

Dan siapakah yang dapat melupakan jawaban dari Natanael pada ayat berikutnya, "Mungkinkah sesuatu yang baik datang dari Nazaret?" Tuhan Yesus di-identifikasi sebagai datang "dari sisi yang tidak semestinya", dan dalam perjalanannya di bumi Ia termasuk sebagai seorang yang "dihina dan dihindari orang, seorang yang penuh kesengsaraan dan yang biasa menderita kesakitan; ia sangat dihina, sehingga orang menutup mukanya terhadap dia dan bagi kitapun dia tidak masuk hitungan" (Yesaya 53:3).

Dan Tuhan Yesus mengerti keadaan itu, kita baca dalam kitab Matius 13:57 demikian:

"Lalu mereka kecewa dan menolak Dia. Maka Yesus berkata kepada mereka: "Seorang nabi dihormati di mana-mana, kecuali di tempat asalnya sendiri dan di rumahnya."

Bagaimanapun juga ini adalah permulaan dari beberapa ujian yang harus di-tanggung oleh Kristus. Dalam kitab Lukas 4:1-2 kita menemukan pernyataan ini:

"Yesus, yang penuh dengan Roh Kudus, kembali dari sungai Yordan, lalu dibawa oleh Roh Kudus ke padang gurun. Di situ Ia tinggal empat puluh hari lamanya dan dicobai [diuji] Iblis. Selama di situ [yaitu selama 40 hari] Ia tidak makan apa-apa dan sesudah waktu itu Ia lapar."

Tidak seperti Adam yang pertama, yang gagal dalam ujiannya, Tuhan Yesus dengan gemilang berhasil melewati ujian yang berat ini karena Ia adalah Allah dalam wujud manusia. Dia adalah "satu-satunya" manusia sempurna yang pernah hidup di muka bumi ini.

Dan ujian yang terberat, yaitu penebusan, juga akan ditanggungkan kepada-Nya. Ini merupakan ujian yang terberat yang pernah dihadapi oleh seorang manusia. Tidak ada manusia biasa yang dapat menghadapi ujian berat ini dan berhasil melewatinya karena ketentuan-ketentuan yang sangat ketat dari hukum-hukum Allah, yaitu, Ia sendiri harus bersih tidak berdosa tetapi menjadi berdosa --bukan karena dosa-dosanya sendiri-- tetapi untuk menanggung dosa-dosa umat-Nya, seperti yang kita baca dalam kitab 2 Korintus 5:21 demikian:

"Dia [yaitu Allah Putera] yang tidak mengenal dosa telah dibuat-Nya [yaitu dibuat oleh Allah Bapa] menjadi dosa karena kita, supaya dalam Dia kita dibenarkan oleh Allah."

Secara rohani Yesus Kristus harus menderita penderitaan yang sama yang seharusnya ditanggung oleh orang-orang pilihan-Nya sebagai Pengganti mereka. Dalam kitab Ibrani 4:15 kita melihat persamaan karakter-karakter-Nya dengan karakter manusia, dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Sebab Imam Besar yang kita punya, bukanlah Imam Besar yang tidak dapat turut merasakan kelemahan-kelemahan kita, sebaliknya sama dengan kita, Ia telah dicobai [diuji], hanya tidak berbuat dosa."

Prinsip yang menyatakan bahwa Kristus benar-benar mengalami emosi manusia yang sama seperti yang kita alami juga ditemukan dalam kitab Yohanes 11:35 yang merupakan ayat terpendek dalam Alkitab, yang berkata: "Maka menangislah Yesus."

Dan dalam kitab Ibrani 2:9 kita membaca demikian:

"Tetapi Dia, yang untuk waktu yang singkat dibuat sedikit lebih rendah dari pada malaikat-malaikat, yaitu Yesus, kita lihat, yang oleh karena penderitaan maut, dimahkotai dengan kemuliaan dan hormat, supaya oleh kasih karunia Allah Ia mengalami maut bagi semua manusia."

Ungkapan "semua manusia" dalam ayat-ayat seperti ini sesungguhnya menunjuk kepada "semua mereka yang dipilih-Nya", seperti yang kita baca dalam kitab Yohanes 6:37 demikian:

"Semua yang diberikan Bapa kepada-Ku akan datang kepada-Ku, dan barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan Kubuang."

Ingatlah dalam kitab Matius 22:14 Tuhan berkata demikian:

"Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."

Kemudian setelah penghianatan di taman Getsemani oleh Yudas Iskariot, Yesus membiarkan diri-Nya ditangkap, dihina, dipukuli, dan kemudian hukuman dijatuhkan oleh Pontius Pilatus, sehingga Ia mati di atas kayu salib. Bagaimanapun juga penderitaan perlahan-lahan yang dialami-Nya di atas kayu salib (bagaimanapun mengerikannya hal itu), tidak dapat dibandingkan dengan siksaan rohani yang harus dialami-Nya sebagai pengganti umat-Nya.

Itulah sebabnya Alkitab berkata di Yohanes 19:30 demikian:

"Sesudah Yesus meminum anggur asam itu, berkatalah Ia: "Sudah selesai." Lalu Ia menundukkan kepala-Nya dan menyerahkan nyawa-Nya [lihat Mazmur 69:21, Mazmur 22:16, 18]."

Yang sudah "selesai" adalah penebusan dari upah dosa-dosa umat pilihan-Nya. Tidak ada manusia biasa yang mampu membayar harga yang sangat mahal atas upah dosa. Hanya manusia sempurna -- yaitu Kristus, yang sepenuhnya adalah Anak Allah dan juga sepenuhnya Anak Manusia yang mampu membayar lunas harga yang dituntut oleh keadilan Hukum Allah atas dosa.

Kitab 1 Korintus 5:7 mencatat demikian:

"Buanglah ragi yang lama itu, supaya kamu menjadi adonan yang baru, sebab kamu memang tidak beragi. Sebab anak domba Paskah kita juga telah disembelih, yaitu Kristus."

Menghadapi fakta ini, biarlah setiap dari kita merenungkan peringatan dalam kitab 2 Korintus 13:5 yang berkata demikian:

"Ujilah dirimu sendiri, apakah kamu tetap tegak di dalam Iman. Selidikilah dirimu! Apakah kamu tidak yakin akan dirimu, bahwa Kristus Yesus ada di dalam diri kamu? Sebab jika tidak demikian, kamu tidak tahan uji."

Oct 7, 2009

Kristus Adalah Allah

Pada kesempatan kali ini kita mau berfokus pada ke-ilahian dari Tuhan Yesus Kristus. Mari kita mulai dengan melihat kebelakang pada kitab Yesaya dalam Perjanjian Lama. Kita membaca dalam kitab Yesaya 9:6 nubuat yang berkata bahwa Kristus akan mengambil wujud manusia-Nya dimana juga dalam waktu yang bersamaan tetap memiliki posisi-Nya sebagai Allah. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat, Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.

Dalam ayat yang sangat penting ini kita melihat bahwa "misteri" dari Trinitas bahkan dinyatakan disini bahwa Putera Allah, Yesus Kristus, disebut juga sebagai "Allah yang Perkasa" dan "Bapa yang Kekal". Hal ini diterangkan lebih lanjut dalam kitab Ibrani 1:3, dimana kita menemukan deskripsi dari Allah Putra sebagai berikut:

"Ia [Kristus] adalah cahaya kemuliaan Allah [yaitu Allah Bapa] dan gambar wujud Allah dan menopang segala yang ada dengan firman-Nya [firman Kristus] yang penuh kekuasaan. Dan setelah Ia selesai mengadakan penyucian dosa, Ia duduk di sebelah kanan Yang Mahabesar, di tempat yang tinggi"

Kemudian dalam kitab Filipi 2:5-6 kita membaca demikian:

"Hendaklah kamu dalam hidupmu bersama, menaruh pikiran dan perasaan yang terdapat juga dalam Kristus Yesus, yang walaupun dalam rupa Allah [yaitu Allah Bapa], tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan"

Kitab Yohanes 10:30 juga memperkuat hal ini, disitu Yesus berkata "Aku dan Bapa adalah satu". Dan kita juga mengingat kitab Yohanes 14:9 dimana kita membaca demikian:

"Kata Yesus kepadanya: "Telah sekian lama Aku bersama-sama kamu, Filipus, namun engkau tidak mengenal Aku? Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa; bagaimana engkau berkata: Tunjukkanlah Bapa itu kepada kami."

Lebih lanjut kitab Filipi 2:9-11 menjelaskan kepada kita demikian:

"Itulah sebabnya Allah sangat meninggikan Dia dan mengaruniakan kepada-Nya nama di atas segala nama, supaya dalam nama Yesus bertekuk lutut segala yang ada di langit dan yang ada di atas bumi dan yang ada di bawah bumi, dan segala lidah mengaku: "Yesus Kristus adalah Tuhan," bagi kemuliaan Allah, Bapa!"

Dan kitab Efesus 1:20-21 menyatakan demikian:

"sesuai dengan kekuatan kuasa-Nya,  yang dikerjakan-Nya di dalam Kristus dengan membangkitkan Dia dari antara orang mati dan mendudukkan Dia di sebelah kanan-Nya di sorga, jauh lebih tinggi dari segala pemerintah dan penguasa dan kekuasaan dan kerajaan dan tiap-tiap nama yang dapat disebut, bukan hanya di dunia ini saja, melainkan juga di dunia yang akan datang."

Allah Bapa terus menekankan pekerjaan dari Allah Putera dalam kitab Ibrani 1:8-10 demikian:

"Tetapi tentang Anak Ia [yaitu Allah Bapa] berkata: "Takhta-Mu, ya Allah [yaitu Allah Putera], tetap untuk seterusnya dan selamanya, dan tongkat kerajaan-Mu adalah tongkat kebenaran. Engkau [Kristus] mencintai keadilan dan membenci kefasikan; sebab itu Allah, Allah-Mu telah mengurapi Engkau dengan minyak sebagai tanda kesukaan, melebihi teman-teman sekutu-Mu." Dan: "Pada mulanya, ya Tuhan [yaitu Allah Putera], Engkau telah meletakkan dasar bumi, dan langit adalah buatan tangan-Mu."

Dan kitab Matius 1:23 memberitahukan demikian:

"Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel" yang berarti: Allah menyertai kita."

Sekarang anda mungkin akan bertanya, mengapa Allah Bapa menekankan pekerjaan yang diperbuat Anak-Nya? Apakah misi Kristus sebenarnya? Jawaban dari semua ini dapat ditemukan dalam arti dari nama-Nya, Yesus, yang kita temukan dalam kitab Matius 1:21 yang berkata demikian:

"Ia akan melahirkan anak laki-laki dan engkau akan menamakan Dia Yesus, karena Dialah yang akan MENYELAMATKAN umat-Nya dari dosa mereka."

Jadi, nama "Yesus" berarti "Yehovah adalah Juruselamat" (Yesaya 43:11). Demikianlah Yesus Kristus adalah Juruselamat dari umat-Nya. Tetapi bagaimana Yesus "menyelamatkan umat-Nya dari dosa-dosa mereka"? Dan siapakah umat-Nya itu? Dalam kitab Matius 20:28 kita membaca demikian:

"sama seperti Anak Manusia datang bukan untuk dilayani, melainkan untuk melayani dan untuk memberikan nyawa-Nya menjadi tebusan bagi banyak orang."

Anda mungkin akan bertanya, bagaimana Yesus melakukan hal itu? Dalam kitab Yohanes 10:11 Yesus berkata demikian:

"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya"

Kita harus mengerti bahwa disini Yesus bukan berbicara tentang memberikan hidup-Nya secara fisik (yang sebenarnya juga Ia lakukan), tetapi ini adalah untuk membayar upah dosa  (yaitu kutukan yang kekal) dari "banyak orang" atau "domba-domba-Nya" atau "orang-orang pilihan-Nya". Semua ungkapan ini adalah acuan yang menunjuk kepada umat Kristen yang sejati.

Kita harus ingat bahwa dalam sifat alaminya dan sejak dari kita dilahirkan, seluruh umat manusia adalah berdosa; dan sebagai akibatnya kita memang patut untuk dibuang ke hukuman yang kekal, yaitu kematian kedua di dalam "lautan api". Dan satu-satunya Jalan keluar adalah sang Juruselamat, yaitu Yesus Kristus, bertindak sebagai pengganti, membayar harga tebusan yang mahal ini untuk menggantikan semua orang-orang yang percaya.

Kemudian marilah kita melihat pada ayat-ayat yang lainnya, dalam kitab Yesaya 44:6 kita membaca demikian:

"Beginilah firman TUHAN, Raja dan Penebus Israel, TUHAN semesta alam: "Akulah yang terdahulu dan Akulah yang terkemudian; tidak ada Allah selain dari pada-Ku."

Dan kitab Wahyu 1:8 berkata demikian:

"Aku adalah Alfa dan Omega [yaitu yang pertama dan yang terakhir], firman Tuhan Allah, yang ada dan yang sudah ada dan yang akan datang, Yang Mahakuasa."

Kita melihat ada persamaan dalam dua ayat ini bahwa: yang Pertama dan yang Terakhir, Alfa dan Omega (yaitu huruf pertama dan huruf terakhir dari alphabet Yunani), sang Penebus, TUHAN semesta alam (Yehovah), Yang Maha Kuasa, semuanya menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus. Ingatlah kitab Yohanes 1:14 berkata demikian:

"Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran."

Hanya Allah sendiri yang mampu membayar lunas upah dari dosa. Dan Allah telah menyatakan bahwa Dia telah membayar lunas upah dari dosa-dosa tersebut ketika Dia berteriak diatas kayu salib, "Sudah selesai!" Dan sebagai tambahan, Allah Bapa berjanji kepada Kristus bahwa jiwa-Nya tidak akan ditinggal di dalam kebinasaan, tetapi Ia akan membangkitkan-Nya dari antara orang mati. Kita membaca mengenai hal ini dalam kitab Mazmur 16:10 yang juga pararel dengan kitab Kisah Para Rasul 2:27, dalam ayat itu kita membaca demikian:

"sebab Engkau tidak menyerahkan aku kepada dunia orang mati, dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan."

Apakah anda memperhatikan bagaimana Kitab Suci dengan seksama memperlihatkan Yesus Kristus sebagai Allah sendiri? Dalam kitab 1 Timotius 1:1 kita membaca demikian:

"Dari Paulus, rasul Kristus Yesus menurut perintah Allah, Juruselamat kita, dan Kristus Yesus, dasar pengharapan kita"

Kristus tidak saja dipanggil sebagai Juruselamat, tetapi Ia juga dipanggil sebagai Tuhan seperti yang kita baca dalam kitab Lukas 2:11 demikian:

"Hari ini telah lahir bagimu Juruselamat, yaitu Kristus, Tuhan, di kota Daud."

Dan kitab Titus 2:13 berkata demikian:

"dengan menantikan penggenapan pengharapan kita yang penuh bahagia dan penyataan kemuliaan Allah yang Mahabesar dan Juruselamat kita Yesus Kristus"

Jadi, siapakah Allah Yang Mahabesar dan Juruselamat itu? Ia tidak lain adalah Tuhan Yesus Kristus sendiri.


Alkitab dipenuhi dengan referensi-referensi yang cukup jelas yang menunjuk kepada Kristus sebagai Allah. Seperti misalnya dalam kitab Kolose 1:13-17 kita membaca demikian:

"Ia telah melepaskan kita dari kuasa kegelapan dan memindahkan kita ke dalam Kerajaan Anak-Nya yang kekasih; di dalam Dia [Kristus] kita memiliki penebusan kita, yaitu pengampunan dosa. Ia adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia. Ia ada terlebih dahulu dari segala sesuatu dan segala sesuatu ada di dalam Dia."

Dengan demikian jelaslah bahwa Yesus Kristus adalah Allah yang berasal dari surga, sang Pencipta, dan satu-satunya Juruselamat. Kitab Kolose 1:16 menekankan kepada kita demikian:

"karena di dalam Dialah [Kristus] telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan untuk Dia."

Oct 1, 2009

Alkitab Adalah Injil

"Dan sekarang, saudara-saudara, aku mau mengingatkan kamu kepada Injil yang aku beritakan kepadamu dan yang kamu terima, dan yang di dalamnya kamu teguh berdiri. Oleh Injil itu kamu diselamatkan, asal kamu teguh berpegang padanya, seperti yang telah kuberitakan kepadamu  kecuali kalau kamu telah sia-sia saja menjadi percaya. Sebab yang sangat penting telah kusampaikan kepadamu, yaitu apa yang telah kuterima sendiri, ialah bahwa Kristus telah mati karena dosa-dosa kita, sesuai dengan Kitab Suci, bahwa Ia telah dikuburkan, dan bahwa Ia telah dibangkitkan, pada hari yang ketiga, sesuai dengan Kitab Suci"  (1 Korintus 15:1-4)

Infromasi tentang karya Kristus dan Injil-Nya hanya dapat ditemukan di dalam Alkitab. Ini adalah alasannya mengapa kita mempelajari Alkitab, ini adalah satu-satunya tempat dimana kita dapat menemukan program keselamatan Allah untuk manusia yang berdosa. Alkitab menunjukkan Pribadi dan Karya dari Tuhan Yesus Kristus, dan kemudian Allah Roh Kudus menggunakan nubuat-nubuat Alkitab untuk menyadarkan orang-orang yang Tuhan telah rencanakan untuk Ia selamatkan mengenai dosa, kebenaran dan penghakiman, seperti yang kita baca dalam kitab Yohanes 16:8.

Dan kita juga mengetahui dari kitab Roma 1:16 bahwa Injil yang sejati adalah "kekuatan Allah untuk menyelamatkan setiap orang yang percaya". Kata Yunani untuk ungkapan "kekuatan" ini adalah "dunamis", yang merupakan asal dari kata "dinamis" dan "dinamit".

Kekuatan ini adalah "mujizat besar" atau kekuatan terbesar yang pernah ada di dunia ini karena kekuatan ini mampu untuk memberikan "hidup yang kekal" kepada jiwa-jiwa yang tadinya mati secara rohani di dalam kehidupan orang-orang yang Tuhan telah pilih sejak dunia dijadikan untuk Ia selamatkan. Dan ini adalah "satu-satunya" mujizat yang dimaksud Alkitab yang harus kita cari, bukan mujizat-mujizat yang mengherankan (sihir, sulap, permainan sirkus) yang sebenarnya tidak ada hubungannya dengan keselamatan rohani.

Sesungguhnya Alkitab juga mengajarkan bahwa tidak ada yang dapat menolak kekuatan Tuhan ini seperti yang kita baca dalam kitab Daniel 4:35 demikian:

"Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: "Apa yang Kaubuat?"

Dan menurut kitab 1 Korintus pasal 15, kita menemukan bahwa Injil adalah sesuatu yang kita "terima" sebagai kasih karunia atau hadiah atau anugrah. Sekarang mari kita melihat pada kitab Galatia 1:12 dimana kita membaca demikian:

"Karena aku bukan menerimanya dari manusia, dan bukan manusia yang mengajarkannya kepadaku, tetapi aku MENERIMANYA oleh penyataan Yesus Kristus [yaitu seluruh Alkitab]."

Hal yang sama juga dapat kita lihat dalam kitab 1 Tesalonika 2:13 yang kita baca demikian:

"Dan karena itulah kami tidak putus-putusnya mengucap syukur juga kepada Allah, sebab kamu telah menerima Firman Allah yang kami beritakan itu, bukan sebagai perkataan manusia, tetapi dan memang sungguh-sungguh demikian-- sebagai Firman Allah, yang bekerja juga di dalam kamu yang percaya."

Ada banyak orang yang salah mengerti dan mengurangi arti dari pernyataan Alkitab tentang "menerima" keselamatan. Kadang mereka mengutip dari kitab Yohanes 1:12 yang berkata demikian:

"Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya"

Mereka berhenti mengutip Alkitab sampai disitu dan tidak melihat pada ayat selanjutnya ayat 13 yang berkata demikian:

"orang-orang yang diperanakkan bukan dari darah atau dari daging, bukan pula secara jasmani oleh keinginan seorang laki-laki, melainkan DARI Allah [= dari atas = dari surga]."

Ketika kita melihat pada seluruh Alkitab mengenai subjek ini, kita menyadari bahwa "penerimaan" ini sama sekali tidak ada hubungannya dengan sesuatu apapun yang manusia dapat "kerjakan" atau "lakukan" atau "perbuat" melalui pekerjaan mereka sendiri supaya mereka dapat menggenapkan keselamatan mereka (sebagai contohnya adalah hukum-hukum upacara baik di dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru). Ingatlah selalu bahwa Injil yang sejati tidak ada hubungannya "kehendak manusia" atau "pekerjaan manusia" seperti yang baru saja kita baca dalam kitab Yohanes 1:13 di atas.

Seluruh karya keselamatan harus dilakukan oleh Tuhan sendiri, dan seluruh karya tersebut telah selesai dilakukan jauh sebelum orang tersebut dilahirkan karena sesungguhnya karya yang agung itu telah selesai dilakukan sejak sebelum dunia dijadikan.

Kitab Ibrani 4:3 menjelaskan kepada kita demikian:

"Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian [yaitu tempat peristirahatan atau sabat = Kristus] seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan."

Dan Wahyu 13:8 menyatakan demikian:

"Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya [yaitu menyembah sang binatang atau Iblis], yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih."

Alasan utama dari hal ini adalah supaya segala kemegahan, kehormatan dan kemuliaan atas keselamatan hanya boleh diberikan kepada Tuhan, dan kita sama sekali tidak boleh bermegah di dalam pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan sendiri yang sesungguhnya tidak dapat menyumbang apapun kepada kegenapan dari keselamatan kita. Segala pekerjaan baik yang dapat kita lakukan adalah "hasil" dari keselamatan, bukan "penyebab" dari keselamatan, karena sebelum kita benar-benar diselamatkan tidak ada satupun pekerjaan kita yang terlihat baik di mata Allah (Yesaya 64:6). Inilah ujian terbesar bagi organisasi gereja-gereja yang ada di akhir zaman.

Kitab 1 Korintus 1:29-31 menekan demikian:

"supaya jangan ada seorang manusiapun yang memegahkan diri di hadapan Allah. Tetapi oleh Dia [yaitu Allah] kamu berada dalam Kristus Yesus, yang oleh Allah telah menjadi Hikmat bagi kita. Ia membenarkan dan menguduskan dan menebus kita. Karena itu seperti ada tertulis: "Barangsiapa yang bermegah, hendaklah ia bermegah di dalam Tuhan."

Lebih lanjut kita mau melihat kepada aspek berikutnya bahwa Injil dapat menyebabkan kita untuk "teguh berdiri" (bangkit). Orang-orang yang Tuhan telah selamatkan melalui Injil yang sejati dari Alkitab tidak akan pernah jatuh -- mereka akan "berdiri teguh" untuk selama-lamanya karena mereka telah menerima anugrah Roh yang kekal, yaitu Roh Kristus (Roh Kudus atau Roh Allah). Dan Injil adalah lingkungan yang dapat membawa keselamatan kepada orang-orang yang Tuhan telah rencanakan untuk Ia tebus, seperti yang kita baca dalam kitab Yakobus 1:21 demikian:

"Sebab itu buanglah segala sesuatu yang kotor dan kejahatan yang begitu banyak itu dan terimalah dengan lemah lembut Firman yang tertanam di dalam hatimu, yang berkuasa menyelamatkan jiwamu."

Perhatikan ayat ini mengajarkan tentang keselamatan "jiwa" (rohani) kita bukan keselamatan "tubuh" (jasmani) kita yang akan dimasukkan ke dalam kubur dan menjadi debu tanah. Ada banyak orang yang salah mengerti tentang hal ini sehingga mereka tersesat ke dalam berbagai-bagai injil palsu.

Sekarang untuk menyelamatkan jiwa kita dari apa? Untuk menyelamatkan jiwa kita dari hukuman yang kutukan yang kekal, itulah apa. Dan Alkitab menggambarkan hal ini sebagai "kematian kedua" yang kekal. Jadi sebenarnya Tuhan menyelamatkan kita dari penghakiman-Nya yang adil atas dosa-dosa kita.

Melalui Firman-Nya Tuhan akan mencuci/membersihkan/membasuh kita dari segala dosa-dosa kita, baik yang kita sadari maupun yang belum kita sadari, dan kita diberikan kekuatan yang baru dan keinginan yang jujur, sungguh-sungguh dan terus-menerus untuk mematuhi perintah-perintah-Nya di dalam Alkitab.

Sejauh ini telah kita mempelajari bahwa seorang Kristen yang sejati adalah seseorang yang sudah menerima Injil sebagai "kekuatan" Allah. Dan dia telah dibuat aman dan berdiri teguh di dalam iman Tuhan Yesus Kristus dan sudah diselamatkan dari dosa dan kutukan kekal (kematian kedua). Kemudian aspek berikutnya adalah untuk menyimpan Firman tersebut di dalam hati mereka, seperti yang kita baca dalam kitab Lukas 8:15 demikian:

"Yang jatuh di tanah yang baik itu ialah orang, yang setelah mendengar Firman itu, menyimpannya dalam hati yang baik dan mengeluarkan buah dalam ketekunan."

Dari seratus kali atau lebih kemunculan kata "Injil" (Gospel) dalam kitab-kitab Perjanjian Baru, kita melihat bahwa kita dapat mengunakan ungkapan "Kabar Baik" sebagai persamaan dari kata "Injil". Akan tetapi, arti yang lebih baik adalah "Pesan Kebenaran", karena Injil yang sejati dari Alkitab adalah pesan-pesan kebenaran dari Tuhan kepada umat manusia yang mengandung dua hal, yaitu dan kabar buruk dan kabar baik.

Kabar buruknya adalah seluruh umat manusia berada dibawah murka dan kutukan kematian karena dosa-dosa mereka (Kejadian 2:16-17, 3:17-19). Dan Kabar baiknya adalah ada Jalan keluar dari masalah tersebut, yaitu bahwa Tuhan Yesus Kristus datang ke dunia ini untuk menyelamatkan orang-orang yang berdosa dari hukuman kutukan yang kekal (Lukas 19:10, 1 Timotius 1:15).

Para "pembawa pesan" (yaitu orang-orang yang percaya) yang memberitakan Injil Kristus (Injil Anugrah) adalah seperti bau kehidupan dan bau kematian. Kitab 2 Korintus 2:16 menerangkan kepada kita demikian:

"Bagi yang terakhir kami adalah bau kematian yang mematikan dan bagi yang pertama bau kehidupan yang menghidupkan. Tetapi siapakah yang sanggup menunaikan tugas yang demikian?"

Jadi ya, Injil adalah Kabar Baik bagi orang-orang Tuhan sedang selamatkan; tetapi Injil merupakan Kabar Buruk bagi orang-orang yang tidak Tuhan rencanakan untuk Ia selamatkan. Akan tetapi kita akan mendapatkan bahwa seluruh Alkitab adalah sebuah rencana Allah yang sangat indah. Setiap buku, setiap pasal -- bahkan setiap ayat dan setiap huruf, menerangkan aspek-aspek dari Pribadi dan Karya dari Tuhan Yesus Kristus. Dan kita menemukan pernyataan ini dalam kitab Yohanes 5:39 dimana Tuhan Yesus berkata demikian:

"Kamu menyelidiki Kitab-kitab Suci, sebab kamu menyangka bahwa olehnya kamu mempunyai hidup yang kekal, tetapi walaupun Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku,"

Nah kita akan menutup pelajaran ini dengan lirik dari lagu hym Kristen lama yang berkata, "Tuhan Yesus adalah Teman orang-orang berdosa. Yesus adalah kekasih jiwaku; biarlah teman-temanku mengecewakan aku, dan musuh-musuhku menyerang aku, tetapi Yesus Kristus adalah Juruselamatku yang membuat aku penuh. Haleluya Juruselamatku! Haleluya Teman sejatiku! Menyelamatkan, memperdulikan dan mengasihi aku. Dia ada bersamaku sampai saat terakhir."

Kita akan selalu bersuka-cita di dalam Juruselamat kita dan Injil-Nya -- yaitu Kabar Baik dari kasih karunia (anugrah) melalui karya Tuhan sendiri. Dan akhirnya kita juga harus memperhatikan peringatan yang tertulis dalam kitab Ibrani 2:3 demikian:

"bagaimanakah kita akan luput, jikalau kita menyia-nyiakan keselamatan yang sebesar itu?"

Sep 29, 2009

Kebenaran

"Kuduskanlah mereka dalam kebenaran; Firman-Mu adalah Kebenaran."  (Yohanes 17:17)

Pada hari ini kita akan berbicara tentang fakta bahwa Alkitab adalah kebenaran -- yaitu satu-satunya kebenaran. Pilatus, gubernur Roma untuk wilayah Israel, bertanya kepada Tuhan Yesus ketika Ia diadili, "Apakah kebenaran itu?" (Yohanes 18:38). Dan umat manusia juga telah menanyakan pertanyaan yang sama sepanjang sejarah waktu. Dan Alkitab memberikan kita jawaban atas pertanyaan penting tersebut, dalam kitab Yohanes 14:6 kita membaca demikian:

"Kata Yesus kepadanya: "Akulah Jalan dan Kebenaran dan Hidup. Tidak ada seorangpun yang datang kepada Bapa, kalau tidak melalui Aku."

Dan lebih lanjut Tuhan memberitahukan kita dalam Yohanes 8:32 demikian:

"dan kamu akan mengetahui kebenaran, dan kebenaran itu akan memerdekakan kamu."

Nah, apakah yang memperbudak kita, sehingga kita harus "dimerdekakan" ? Sesungguhnya manusia diperbudak oleh dosa-dosa mereka sendiri; tetapi walaupun keadaan mereka demikian, mereka tidak dapat menyadari keadaan rohani mereka yang sangat bangkrut dan menyedihkan itu. Kitab Yohanes 8:34 menyatakan demikian:

"Aku berkata kepadamu, sesungguhnya setiap orang yang berbuat dosa, adalah hamba dosa."

Dan Tuhan menyelamatkan umat-Nya melalui kebenaran dari Firman-Nya, seperti yang kita baca dalam kitab Yakobus 1:18 demikian:

"Atas kehendak-Nya sendiri Ia telah menjadikan kita oleh Firman Kebenaran, supaya kita pada tingkat yang tertentu menjadi anak sulung di antara semua ciptaan-Nya."

Ungkapan "menjadikan" adalah berarti untuk "dibawa keluar", atau untuk secara rohani "dilahirkan kembali dari atas", dari surga. Dan ketika hal itu terjadi orang-orang yang percaya dirubah dari perbudakan mereka atas dosa menjadi hamba dari Kebenaran, atau budak (pelayan) dari Tuhan Yesus Kristus. Orang-orang Yahudi dalam Perjanjian Lama juga menerima hukum-hukum Tuhan -- yaitu kebenaran Tuhan -- tetapi kita menemukan bahwa banyak dari antara mereka yang tidak diselamatkan oleh karena ketidak percayaan mereka.

Dalam kitab Ibrani 3:15-19 kita membaca demikian:

"Tetapi apabila pernah dikatakan: "Pada hari ini, jika kamu mendengar suara-Nya, janganlah keraskan hatimu seperti dalam kegeraman", siapakah mereka yang membangkitkan amarah Allah, sekalipun mereka mendengar suara-Nya? Bukankah mereka semua yang keluar dari Mesir di bawah pimpinan Musa? Dan siapakah yang Ia murkai empat puluh tahun lamanya? Bukankah mereka yang berbuat dosa dan yang mayatnya bergelimpangan di padang gurun? Dan siapakah yang telah Ia sumpahi, bahwa mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Nya? Bukankah mereka yang tidak taat? Demikianlah kita lihat, bahwa mereka tidak dapat masuk oleh karena ketidakpercayaan mereka."

Pada kenyataannya hampir semua mereka yang berumur dua puluh tahun ke atas binasa di padang gurun. Disisi yang lain, Tuhan memberikan anak-anak-Nya kasih-Nya dan rasa haus akan firman-Nya, seperti yang kita temukan dalam kitab Matius 4:4 demikian:

"Ada tertulis: Manusia hidup bukan dari roti saja, tetapi dari setiap Firman yang keluar dari mulut Allah."

Jadi kita harus melihat kepada Alkitab untuk mendapatkan sukacita dan kepuasan rohani kita. Kitab Mazmur 1:2 berbicara tentang seseorang yang diberkati demikian:

"tetapi yang kesukaannya ialah Taurat TUHAN [yaitu hukum Tuhan], dan yang merenungkan Taurat itu siang dan malam."

Umat Kristen yang sejati akan menjadi sangat terlibat dengan kebenaran Firman Tuhan, Alkitab, seperti yang kita baca dalam Mazmur 119:97-99 demikian:

"Betapa kucintai Taurat-Mu [yaitu hukum-Mu]! Aku merenungkannya sepanjang hari. Perintah-Mu membuat aku lebih bijaksana dari pada musuh-musuhku, sebab selama-lamanya itu ada padaku. Aku lebih berakal budi dari pada semua pengajarku, sebab peringatan-peringatan-Mu kurenungkan."

Karena hukum-hukum Tuhan adalah Kebenaran yang sejati, maka Tuhan memerintahkan umat pilihan-Nya untuk "mempelajari Alkitab supaya layak di hadapan-Nya", dalam kitab 2 Timotius 2:15 kita membaca demikian:

"Usahakanlah supaya engkau layak di hadapan Allah sebagai seorang pekerja yang tidak usah malu, yang berterus terang memberitakan perkataan Kebenaran itu."

Dengan kata lain umat Kristen harus selalu diingatkan bahwa Tuhan Yesus menyatakan dalam kitab Yohanes 5:39:

" ... Kitab-kitab Suci itu memberi kesaksian tentang Aku"

Dan dalam kitab Lukas 24:44-45 Yesus berkata demikian:

"Ia berkata kepada mereka: "Inilah perkataan-Ku, yang telah Kukatakan kepadamu ketika Aku masih bersama-sama dengan kamu, yakni bahwa harus digenapi semua yang ada tertulis tentang Aku dalam kitab Taurat Musa dan kitab nabi-nabi dan kitab Mazmur." Lalu Ia membuka pikiran mereka, sehingga mereka mengerti Kitab Suci."

Umat Kristen harus lari kepada Alkitab sebagai penuntun dalam segala hal dan jangan bersandar kepada kebijaksanaan, pikiran, atau ide-idenya sendiri atau juga ide orang-orang yang lain. Mereka akan membaca Alkitab pada waktu pagi, siang, dan malam atau sepanjang hari merenungkan hal-hal yang mereka ketahui dari Alkitab. Ingatlah hal ini bukan berarti bahwa kita harus mempercayai segala sesuatu yang organisasi gereja atau denominasi kita ajarkan, tetapi Tuhan mau supaya kita mempelajari Firman-Nya yang kudus dengan sangat teliti dan berhati-hati.

Itulah sebabnya bangsa Israel kuno diberitahukan untuk mengikat Hukum Tuhan pada "dahi-dahi" mereka. Ini melambangkan bahwa Firman Tuhan harus berada didepan mata mereka (yaitu pikiran mereka) pada setiap waktu baik dalam kehidupan pribadi mereka, dalam hubungan keluarga, dalam hal membesarkan anak-anak, dalam pekerjaan, dalam aktivitas-aktivitas pada waktu senggang, dalam hal penggunaan uang, dalam pergaulan sehari-hari, singkatnya pada setiap segi dalam kehidupan mereka. Dan karena mereka hanya menggunakan Alkitab, maka mereka dapat berkata kepada Tuhan:

"Firman-Mu itu pelita bagi kakiku dan terang bagi jalanku" (Mazmur 119:105).

Itu berarti kita akan mengetahui tentang Tuhan, manusia, dan dunia yang diciptakan oleh Tuhan ini hanya dengan mempelajari Alkitab. Karena Firman Tuhan adalah satu-satunya kebenaran -- maka itu menyediakan satu-satunya harapan bagi kita untuk keluar dari perbudakan dosa, dan upah yang pantas kita dapatkan dari dosa, yaitu kutukan yang kekal, kematian kedua. Dalam kitab Roma 15:4 kita juga membaca demikian:

"Sebab segala sesuatu yang ditulis dahulu, telah ditulis untuk menjadi pelajaran bagi kita, supaya kita teguh berpegang pada pengharapan oleh ketekunan dan penghiburan dari Kitab Suci."

Karena iman (yaitu kata yang sama untuk keselamatan) "timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh firman Tuhan" (Roma 10:17), sekarang umat manusia mempunyai harapan untuk hidup yang kekal seperti yang ditunjukkan di dalam Alkitab. Laki-laki dan perempuan yang ditarik oleh Tuhan ke dalam program keselamatan-Nya akan lari kepada Alkitab, percaya kepada Alkitab dan menyediakan waktu untuk mempelajari Alkitab, yaitu -- seluruh Alkitab dan hanya Alkitab saja, tidak ditambah dan tidak dikurangi.

Biarlah Tuhan memberikan kasih karunia-Nya untuk membuat kita lapar dan haus akan Kebenaran-Nya. Biarlah kita menyembunyikan Firman-Nya di dalam hati kita, biarlah kita menyediakan waktu kita untuk Alkitab, membandingkan hal yang rohani dengan hal yang rohani di dalam seluruh Alkitab. Biarlah kita sadar, bertobat dan berbalik dari ketergantungan kita akan pikiran kita sendiri untuk menjadi penuntun dari setiap aspek di dalam kehidupan kita.