Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Sep 28, 2009

Kematian Dosa

"Yang kukehendaki ialah mengenal Dia dan kuasa kebangkitan-Nya dan persekutuan dalam penderitaan-Nya, di mana aku menjadi serupa dengan Dia dalam kematian-Nya, supaya aku akhirnya beroleh kebangkitan dari antara orang mati."  (Filipi 3:10-11)

Kata Yunani untuk ungkapan "serupa" (summorphoo) hanya ada digunakan dalam ayat ini, dengan demikian sulit bagi kita mengerti artinya dengan lebih mendalam kecuali kalau kita dapat menemukan akar katanya. Dan ternyata kata "summorphoo" berasal dari kata "summorphos", yang juga diterjemahkan sebagai kata "serupa" dalam ayat-ayat berikut ini:


Kitab Roma 8:29 berkata demikian:

"Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara."

Dan kitab Filipi 3:21 menyatakan demikian:

"yang akan mengubah tubuh kita yang hina ini, sehingga serupa dengan tubuh-Nya yang mulia, menurut kuasa-Nya yang dapat menaklukkan segala sesuatu kepada diri-Nya."

Ayat-ayat ini mengajarkan bahwa orang-orang pilihan dibentuk untuk menjadi "serupa dengan gambaran Anak-Nya" dan kemudian mereka akan dibangkitkan sehingga menjadi "serupa dengan tubuh-Nya yang mulia". Ini adalah informasi yang sangat menakjubkan, pada hari yang terakhir, atau hari penghakiman yang terakhir, orang-orang yang percaya akan menerima "kebangkitan tubuh" yang sudah dipermuliakan dan tidak dapat binasa yang serupa dengan tubuh Kristus. Dan itu akan merupakan akhir dari alam semesta yang sudah dikutuk karena dosa ini dan juga merupakan akhir dari waktu. Dan perhatikan bahwa ayat yang pertama Roma 8:29 menjelaskan keselamatan yang sudah ditentukan oleh Allah sejak dari permulaan.

Kata Yunani untuk ungkapan "serupa" juga berhubungan dengan akar kata Yunani lainnya dimana kata utamanya adalah "rupa" atau "bentuk" (yaitu morphe) yang digunakan hanya dalam tiga ayat dalam Perjanjian Baru. Kitab Filipi 2:6-8 menyatakan demikian:

"yang walaupun dalam rupa Allah, tidak menganggap kesetaraan dengan Allah itu sebagai milik yang harus dipertahankan, melainkan telah mengosongkan diri-Nya sendiri, dan mengambil rupa seorang hamba, dan menjadi sama dengan manusia. Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan diri-Nya dan taat sampai mati [thanatos], bahkan sampai mati di kayu salib."

Pada bagian ini kita melihat kenyataan yang mengagumkan dari inkarnasi Tuhan Yesus, yang adalah Allah Yang Kekal itu sendiri -- dimana Ia mengambil wujud manusia, menjadi berdosa karena dosa-dosa umat-Nya, dan mati di atas kayu salib untuk musuh-musuh-Nya (yaitu seteru-Nya), yaitu orang-orang yang percaya, seperti yang dijelaskan dalam kitab Roma 5:10 demikian:

"Sebab jikalau kita, ketika masih seteru, diperdamaikan dengan Allah oleh kematian Anak-Nya, lebih-lebih kita, yang sekarang telah diperdamaikan, pasti akan diselamatkan oleh hidup-Nya!"

Sebelum kita diselamatkan kita adalah seteru atau musuh-musuh Allah. Oleh karena dosa-dosa kita maka kita berada dalam keadaaan perang dengan Allah. Akan tetapi perhatikan ayat ini mengajarkan bahwa Allah mendamaikan (atau menyelamatkan) kita ketika kita "masih merupakan seterunya". Ini adalah sama seperti yang kita baca dalam kitab 1 Yohanes 4:19 demikian:

"Kita mengasihi, karena Allah lebih dahulu mengasihi kita."

Dapatkah anda melihat mengapa saya selalu menekankan bahwa segala kemegahan, kemuliaan dan kehormatan hanya layak diberikan kepada Tuhan, sedangkan kita tidak layak untuk menerima apa-apa sama sekali. Kita bukan diselamatkan karena kita lebih baik daripada orang-orang lainnya, kita bukan diselamatkan karena kita lebih pintar atau bijaksana daripada orang-orang lainnya, akan tetapi kita diselamatkan supaya kita boleh memegahkan nama Tuhan. Dalam kitab Yehezkiel 36:22 Tuhan menjelaskan demikian:

"Oleh karena itu katakanlah kepada kaum Israel: Beginilah firman Tuhan ALLAH: Bukan karena kamu Aku bertindak, hai kaum Israel, tetapi karena nama-Ku yang kudus yang kamu najiskan di tengah bangsa-bangsa di mana kamu datang."

Kemudian mengapa kita harus menjadi "serupa dengan Dia dalam kematian-Nya" ? Bagaimanapun juga bukankah kita membaca dalam kitab Yohanes 5:24 demikian:

"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup."

Walaupun pernyataan ini adalah benar, kita juga harus memeriksa apa yang Tuhan ajarkan tentang kematian dalam pernyataan penting yang kita baca dalam kitab Roma 6:8-11 demikian:

"Jadi jika kita telah mati dengan Kristus, kita percaya, bahwa kita akan hidup juga dengan Dia. Karena kita tahu, bahwa Kristus, sesudah Ia bangkit dari antara orang mati, tidak mati lagi: maut [yaitu kematian kekal] tidak berkuasa lagi atas Dia. Sebab kematian-Nya adalah kematian terhadap dosa, satu kali dan untuk selama-lamanya, dan kehidupan-Nya adalah kehidupan bagi Allah. Demikianlah hendaknya kamu memandangnya: bahwa kamu telah mati bagi dosa, tetapi kamu hidup bagi Allah dalam Kristus Yesus."

Definisi yang kita temukan disini tentang "dikuburkan bersama-sama dengan Dia oleh baptisan" (ayat 3) menunjuk pada "kematian terhadap dosa". Ada banyak orang yang mengajarkan bahwa itu menunjuk kepada baptisan secara selam, tetapi tentu saja mereka salah, ingatlah bahwa kita tidak dapat diselamatkan oleh pekerjaan apapun yang kita lakukan sendiri bagaimanapun baiknya pekerjaan tersebut, seluruh karya keselamatan seratus persen dikerjakan oleh Allah dan sebenarnya hal itu telah diselesaikan sejak sebelum dunia dijadikan. Alasan utama untuk hal ini adalah supaya segala kemegahan, kemuliaan dan kehormatan atas keselamatan hanya dapat diberikan kepada Tuhan -- dan kita tidak memiliki alasan apapun untuk memegahkan diri sendiri.

Dalam kitab Matius 25:34 kita membaca demikian:

"Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan."

Dan kitab Wahyu 17:8 menjelaskannya demikian:

"Adapun binatang yang telah kaulihat itu [yaitu Iblis], telah ada, namun tidak ada [yaitu diikat pada peristiwa kayu salib], ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi."

Dan ingatlah kitab Yohanes 6:65-66 mencatat demikian:

"Lalu Ia berkata: "Sebab itu telah Kukatakan kepadamu: Tidak ada seorangpun dapat datang kepada-Ku, kalau Bapa tidak mengaruniakannya kepadanya." Mulai dari waktu itu banyak murid-murid-Nya mengundurkan diri dan tidak lagi mengikut Dia."

Sayang sekali ketika mendengarkan Injil Kristus yang sejati ada banyak murid-murid yang mengundurkan diri. Akan tetapi sama seperti Kristus yang telah mati dan kemudian bangkit, seseorang yang sudah "dilahirkan kembali dari atas" akan mengalami pengalaman yang sama seperti yang dijelaskan dalam kitab Roma 8:10 demikian:

"Tetapi jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena Kebenaran.

Ini adalah alasannya mengapa seorang anak Tuhan diperintahkan dalam kitab Lukas 9:23 demikian:

"Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya [yaitu instrumen dari kematian] setiap hari dan mengikut Aku."

Dan kitab Kolose 3:5-11 dengan mirip menyatakan demikian:

"Karena itu matikanlah dalam dirimu segala sesuatu yang duniawi, yaitu percabulan, kenajisan, hawa nafsu, nafsu jahat dan juga keserakahan, yang sama dengan penyembahan berhala, semuanya itu mendatangkan murka Allah [atas orang-orang durhaka]. Dahulu kamu juga melakukan hal-hal itu ketika kamu hidup di dalamnya. Tetapi sekarang, buanglah semuanya ini, yaitu marah, geram, kejahatan, fitnah dan kata-kata kotor yang keluar dari mulutmu. Jangan lagi kamu saling mendustai, karena kamu telah menanggalkan manusia lama serta kelakuannya, dan telah mengenakan manusia baru yang terus-menerus diperbaharui untuk memperoleh pengetahuan yang benar menurut gambar Khaliknya [yaitu Penciptanya]; dalam hal ini tiada lagi orang Yunani atau orang Yahudi, orang bersunat atau orang tak bersunat, orang Barbar atau orang Skit, budak atau orang merdeka, tetapi Kristus adalah semua dan di dalam segala sesuatu."

Dan akhirnya kitab 2 Korintus 4:3-4 menasihatkan kita demikian:

"Jika Injil yang kami beritakan masih tertutup juga, maka ia tertutup untuk mereka, yang akan binasa, yaitu orang-orang yang tidak percaya, yang pikirannya telah dibutakan oleh ilah zaman ini [yaitu Iblis], sehingga mereka tidak melihat cahaya Injil tentang kemuliaan Kristus, yang adalah gambaran Allah."

Sep 24, 2009

Gereja Yang Kekal

" Aku [yaitu Babel] bertakhta seperti ratu, aku bukan janda, dan aku tidak akan pernah berkabung. Sebab itu segala malapetakanya akan datang dalam satu hari, yaitu sampar dan perkabungan dan kelaparan; dan ia akan dibakar dengan api, karena Tuhan Allah, yang menghakimi dia, adalah kuat."  (Wahyu 18:7b-8)"

Pada zaman Reformasi yang terjadi kira-kira 500 tahun yang lalu, Alkitab mulai dicetak secara massal melalui penemuan "mesin cetak" sehingga dapat disebarkan kepada khalayak ramai, kemudian tidak lama setelah itu orang-orang yang percaya mulai mendapatkan pengertian yang benar bahwa Babel yang tertulis di dalam kitab Wahyu menunjuk kepada organisasi gereja, dan pada waktu itu gereja yang paling besar adalah gereja Roma Katolik yang telah benar-benar mati secara rohani. Akan tetapi sesungguhnya pengertian ini kurang global karena sekarang kita dapat mempelajari dari ratusan ayat di dalam Alkitab, baik dalam Perjanjian Lama maupun Perjanjian Baru, bahwa Babel itu menunjuk kepada organisasi gereja-gereja, atau perwakilan luar dari kerajaan Allah di dalam Perjanjian Baru.

Dalam kitab Wahyu 18:20-23 kita membaca demikian:

"Bersukacitalah atas dia, hai sorga, dan kamu, hai orang-orang kudus, rasul-rasul dan nabi-nabi, karena Allah telah menjatuhkan hukuman atas dia [Babel] karena kamu." Dan seorang malaikat yang kuat, mengangkat sebuah batu sebesar batu kilangan, lalu melemparkannya ke dalam laut, katanya: "Demikianlah Babel, kota besar itu, akan dilemparkan dengan keras ke bawah, dan ia tidak akan ditemukan lagi. Dan suara pemain-pemain kecapi dan penyanyi-penyanyi, dan peniup-peniup seruling dan sangkakala, tidak akan kedengaran lagi di dalammu, dan seorang yang ahli dalam sesuatu kesenian tidak akan ditemukan lagi di dalammu, dan suara kilangan tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Dan cahaya lampu [yaitu kaki dian dari Injil] tidak akan bersinar lagi di dalammu, dan suara mempelai laki-laki [yaitu Kristus] dan pengantin perempuan [yaitu orang-orang percaya sejati] tidak akan kedengaran lagi di dalammu. Karena pedagang-pedagangmu adalah pembesar-pembesar di bumi, oleh ilmu sihirmu semua bangsa disesatkan."

Kita harus mengerti bahwa ada dua macam gereja, yaitu "internal" (atau gereja secara perorangan dan inilah gereja yang tidak dapat dikalahkan oleh alam maut), dan "external" (atau gereja secara organisasi yang terbukti dapat dikalahkan oleh alam maut).

Perhatikanlah dengan sangat berhati-hati gaya bahasa yang dapat menjadi perangkap yang Tuhan gunakan di dalam Alkitab, apakah Petrus atau Tuhan Yesus yang akan mendirikan "gereja yang kekal" ? Dalam kitab Matius 16:18 Yesus berkata demikian:

"Dan Akupun berkata kepadamu: Engkau adalah Petrus dan di atas batu karang ini AKU [yaitu Kristus sang Batu Penjuru] akan mendirikan jemaat-Ku dan alam maut tidak akan menguasainya."

Tentu saja adalah Tuhan Yesus Kristus yang akan menjadi "batu penjuru" dari gereja yang kekal bukan Petrus. Kitab 1 Korintus 3:11 menyatakan demikian:

"Karena tidak ada seorangpun yang dapat meletakkan dasar lain dari pada dasar yang telah diletakkan, yaitu Yesus Kristus."

Kitab Efesus 2:20-22 menjelaskan demikian:

"yang dibangun di atas dasar para rasul dan para nabi, dengan Kristus Yesus sebagai batu penjuru. Di dalam Dia tumbuh seluruh bangunan, rapih tersusun, menjadi bait Allah yang kudus, di dalam Tuhan. Di dalam Dia kamu juga turut dibangunkan menjadi tempat kediaman Allah, di dalam Roh."

Dan kitab Kisah Para Rasul 4:11 memperingatkan demikian:

"Yesus adalah batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan --yaitu kamu sendiri--, namun ia telah menjadi batu penjuru."

Sekarang kita telah kembali lagi kepada masa ketika Yesus dan para rasul masih hidup di bumi. Semua denominasi dan gereja-gereja secara organisasi -- yaitu perwakilan external dari Kerajaan Allah, yang pada waktu itu menunjuk kepada synagoga umat Yahudi, secara keseluruhan telah mati secara rohani sehingga harus dialihkan kepada wadah yang lain.

Sekarang kira-kira 2000 tahun kemudian sejarah kembali mengulang dirinya sendiri. Inti dari Injil Perjanjian Baru yang diajarkan oleh Kristus adalah "Injil Kasih Karunia", yaitu segala kemegahan dan kemuliaan atas keselamatan hanya diberikan kepada Tuhan, dan inilah yang menjadi konflik utama antara pemimpin-pemimpin agama Yahudi dengan Yesus dan para rasul.

Ketika kita mengira bahwa pekerjaan jasmani kita sendiri atau upacara-upacara ibadah yang kita lakukan sendiri, sekecil apapun itu adanya, dapat mengambil peran untuk menggenapkan keselamatan maka kita sedang "memegahkan" diri sendiri karena pekerjaan yang kita lakukan. Akan tetapi pada kenyataannya kitab Efesus 2:8-9 memperingatkan demikian:

"Sebab karena kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang MEMEGAHKAN diri."

Kitab Wahyu 14:7 menyatakan demikian:

"Takutlah akan Allah dan MULIAKANLAH Dia, karena telah tiba saat penghakiman-Nya, dan sembahlah Dia yang telah menjadikan langit dan bumi dan laut dan semua mata air."

Dan Wahyu 16:9 menambahkan demikian:


"Dan manusia dihanguskan oleh panas api yang dahsyat, dan mereka menghujat nama Allah yang berkuasa atas malapetaka-malapetaka itu dan mereka tidak bertobat untuk MEMULIAKAN Dia."

Bangsa Israel kuno telah menjadi sangat percaya bahwa mereka akan diampuni dan diterima oleh Allah karena hukum-hukum upacara ibadah yang sangat rajin mereka lakukan sendiri (injil-injil pekerjaan). Itulah sebabnya mereka tidak dapat melihat Kristus sebagai Mesias, sang "penggenap" dari Hukum Allah seperti yang dijanjikan oleh Kitab Suci (Roma 10:4, Roma 13:10, Matius 5:17, Yohanes 5:39). Sampai saat ini dalam sejarah bangsa Israel yang ada di Timur Tengah masih menunggu kedatangan Seorang Mesias untuk menebus dosa-dosa mereka karena mereka telah menolak Kristus, sang Firman yang hidup.

Rasul Paulus yang berada di bawah inspirasi dari Allah Roh Kudus menulis tentang bangsa Israel dalam kitab Roma 10:1-5 demikian:

"Saudara-saudara, keinginan hatiku dan doaku kepada Tuhan ialah, supaya mereka diselamatkan. Sebab aku dapat memberi kesaksian tentang mereka, bahwa mereka sungguh-sungguh giat untuk Allah, tetapi tanpa pengertian yang benar. Sebab, oleh karena mereka tidak mengenal kebenaran Allah dan oleh karena mereka berusaha untuk mendirikan kebenaran mereka sendiri, maka mereka tidak takluk kepada kebenaran Allah. Sebab Kristus adalah kegenapan hukum Taurat, sehingga kebenaran diperoleh tiap-tiap orang yang percaya."

Telah terjadi kebangkrutan rohani yang sangat besar dari keturunan yang satu dan diwariskan kepada keturunan yang lain sehingga keadaan sudah menjadi begitu buruknya dan tidak dapat diperbaiki lagi. Pemimpin-pemimpin rohani yang disebut sebagai "tukang-tukang bangunan", karena merekalah yang seharusnya membangun bait rohani Allah, sudah melupakan Tuhan sama sekali. Oh ya mereka sangat sering menyebut nama Tuhan tetapi mereka tidak mau melihat kepada Firman Tuhan yang sejati sebagai otoritas yang utama.

Kitab Matius 21:42-43 dan banyak ayat-ayat lainnya mencatat demikian:

"Kata Yesus kepada mereka: "Belum pernahkah kamu baca dalam Kitab Suci: Batu yang dibuang oleh tukang-tukang bangunan telah menjadi batu penjuru [Mazmur 118:22]: hal itu terjadi dari pihak Tuhan, suatu perbuatan ajaib di mata kita. Sebab itu, Aku berkata kepadamu, bahwa Kerajaan Allah akan diambil dari padamu dan akan diberikan kepada suatu bangsa yang akan menghasilkan buah Kerajaan itu."

Dalam kitab Yesaya 5:1-6 kita membaca hal yang mirip demikian:

"Aku hendak menyanyikan nyanyian tentang kekasihku [yaitu Kristus], nyanyian kekasihku tentang kebun anggurnya: Kekasihku itu mempunyai kebun anggur di lereng bukit yang subur. Ia mencangkulnya dan membuang batu-batunya, dan menanaminya dengan pokok anggur pilihan; ia mendirikan sebuah menara jaga di tengah-tengahnya dan menggali lobang tempat memeras anggur; lalu dinantinya supaya kebun itu menghasilkan buah anggur yang baik, tetapi yang dihasilkannya ialah buah anggur yang asam. Maka sekarang, hai penduduk Yerusalem, dan orang Yehuda, adililah antara Aku dan kebun anggur-Ku itu. Apakah lagi yang harus diperbuat untuk kebun anggur-Ku itu, yang belum Kuperbuat kepadanya? Aku menanti supaya dihasilkannya buah anggur yang baik, mengapa yang dihasilkannya hanya buah anggur yang asam? Maka sekarang, Aku mau memberitahukan kepadamu apa yang hendak Kulakukan kepada kebun anggur-Ku itu: Aku akan menebang pagar durinya, sehingga kebun itu dimakan habis, dan melanda temboknya, sehingga kebun itu diinjak-injak; Aku akan membuatnya ditumbuhi semak-semak, tidak dirantingi dan tidak disiangi, sehingga tumbuh puteri malu dan rumput; Aku akan memerintahkan awan-awan, supaya jangan diturunkannya hujan ke atasnya."

Dan ayat-ayat 12-13, 15-16 melanjutkan demikian:

"Kecapi dan gambus, rebana dan suling, serta anggur terdapat dalam perjamuan-perjamuan mereka, tetapi perbuatan TUHAN tidak dipandangnya dan pekerjaan TUHAN tidak dilihatnya. Sebab itu umat-Ku harus pergi ke dalam pembuangan, oleh sebab mereka tidak mengerti apa-apa; orang-orang yang mulia akan mati kelaparan, dan khalayak ramai akan menderita kehausan .......... Maka manusia akan ditundukkan, dan orang akan direndahkan, ya, orang-orang sombong akan direndahkan. Tetapi TUHAN semesta alam akan ternyata maha tinggi dalam keadilan-Nya, dan Allah yang maha kudus akan menyatakan kekudusan-Nya dalam kebenaran-Nya."

Dan Yesaya 42:19-23 menambahkan sbb:

"Siapakah yang buta selain dari hamba-Ku, dan yang tuli seperti utusan yang Kusuruh? Siapakah yang buta seperti suruhan-Ku dan yang tuli seperti hamba TUHAN? Engkau melihat banyak, tetapi tidak memperhatikan, engkau memasang telinga, tetapi tidak mendengar [Matius 13:13, Markus 4:12, Kis. 28:26]. TUHAN telah berkenan demi penyelamatan-Nya untuk memberi pengajaran-Nya yang besar dan mulia; namun mereka suatu bangsa yang dijarah dan dirampok, mereka semua terjebak dalam geronggang-geronggang dan disembunyikan dalam rumah-rumah penjara; mereka telah menjadi jarahan dan tidak ada yang melepaskan, menjadi rampasan dan tidak ada yang berkata: "Kembalikanlah!" Siapakah di antara kamu yang mau memasang telinga kepada hal ini, yang mau memperhatikan dan mendengarkannya untuk masa yang kemudian?"

Oleh karena persaingan yang sangat ketat pada hari sekarang ini ajaran Injil Kasih Karunia telah sangat melemah di dalam gereja-gereja dan digantikan oleh "injil-injil pekerjaan", "injil kehendak bebas", "injil mujizat", "injil science", "ajaran-ajaran yang netral atau universal", "wahyu-wahyu tambahan yang baru", dll.

Ajaran-ajaran ini bukan berasal dari Alkitab, semua ini merupakan "allah-allah yang lain" atau berhala-berhala yang berasal dari hasil pikiran manusia (yaitu bapa-bapa gereja atau disebut sebagai "tentara langit"). Jadi sebenarnya mereka sedang menyembah manusia yang menciptakan ajaran-ajaran tersebut walaupun mereka masih menyebutnya sebagai ajaran Kristen. Jadi ya sejarah akan mengulang kembali dirinya sendiri di akhir zaman tepat seperti yang dinubuatkan Alkitab.

Dalam kitab 2 Raja-raja 16:17 kita membaca tentang umat Israel demikian:

"Mereka telah meninggalkan segala perintah TUHAN, Allah mereka, dan telah membuat dua anak lembu tuangan; juga mereka membuat patung Asyera, sujud menyembah kepada segenap tentara langit dan beribadah kepada Baal."

Penderitaan

"Sebab dapatkah disebut pujian, jika kamu menderita pukulan karena kamu berbuat dosa? Tetapi jika kamu berbuat baik dan karena itu kamu harus menderita, maka itu adalah kasih karunia pada Allah. Sebab untuk itulah kamu dipanggil, karena Kristuspun telah menderita untuk kamu dan telah meninggalkan teladan bagimu, supaya kamu mengikuti jejak-Nya."  (1 Petrus 2:20-21)

Keselamatan bukanlah hal yang mudah sama sekali, sesungguhnya umat Kristen dipanggil untuk menderita bersama Kristus. Orang-orang percaya yang sejati akan "selalu" berada di dalam penderitaan dan penganiayaan karena mereka adalah seperti bau yang mematikan bagi orang-orang yang tidak percaya dan seperti bau yang harum bagi orang-orang yang diselamatkan. Dan Allah menggunakan penderitaan-penderitaan sebagai suatu alat bagi anak-anak-Nya untuk "bertumbuh di dalam kasih karunia".

Dalam kitab Efesus 4:11-15 kita membaca demikian:

"Dan Ialah [yaitu Kristus] yang memberikan baik rasul-rasul maupun nabi-nabi, baik pemberita-pemberita Injil maupun gembala-gembala dan pengajar-pengajar, untuk memperlengkapi orang-orang kudus bagi pekerjaan pelayanan, bagi pembangunan tubuh Kristus, sampai kita semua [yaitu orang-orang pilihan] telah mencapai kesatuan iman dan pengetahuan yang benar tentang Anak Allah, kedewasaan penuh, dan tingkat pertumbuhan yang sesuai dengan kepenuhan Kristus, sehingga kita bukan lagi anak-anak, yang diombang-ambingkan oleh rupa-rupa angin pengajaran, oleh permainan palsu manusia dalam kelicikan mereka yang menyesatkan, tetapi dengan teguh berpegang kepada Kebenaran di dalam kasih kita bertumbuh di dalam segala hal ke arah Dia, Kristus, yang adalah Kepala."

Secara alami ini bukanlah suatu proses yang mudah, akan tetapi penderitaan ini bukanlah apa-apa dibandingkan harga yang Kristus telah bayar untuk menebus upah dosa-dosa kita. Kristus telah memberikan contoh yang utama untuk diikuti oleh orang-orang yang percaya, dimana kita tidak dapat menjadi lebih rendah ataupun lebih tinggi daripada-Nya, Ia adalah yang utama. Walaupun Krsitus tidak pernah berhenti menjadi Allah Yang Maha Kuasa tetapi Ia telah mengosongkan diri-Nya dari segala kemuliaan yang dimiliki-Nya sejak dunia dijadikan untuk menjadi Seorang hamba yang hina demi kebaikan umat-Nya.

Kitab Roma 8:18-20 menjelaskan demikian:

"Sebab aku yakin, bahwa penderitaan zaman sekarang ini tidak dapat dibandingkan dengan kemuliaan yang akan dinyatakan kepada kita. Sebab dengan sangat rindu seluruh makhluk menantikan saat anak-anak Allah dinyatakan. Karena seluruh makhluk telah ditaklukkan kepada kesia-siaan, bukan oleh kehendaknya sendiri, tetapi oleh kehendak Dia, yang telah menaklukkannya"

Orang-orang yang percaya harus menyadari bahwa segala sesuatu yang ada di dunia ini adalah "sia-sia" (lihat kitab Pengkhotbah yang ditulis oleh Salomo -- raja yang terkaya di dunia). Pada akhirnya seluruh alam semesta ini akan dihancurkan dengan api dan diganti dengan "langit yang baru dan bumi yang baru".

Kitab 2 Petrus 3:10-13 menyatakan demikian:

" Pada hari itu langit akan lenyap dengan gemuruh yang dahsyat dan unsur-unsur dunia akan hangus dalam nyala api, dan bumi dan segala yang ada di atasnya akan hilang lenyap. Jadi, jika segala sesuatu ini akan hancur secara demikian, betapa suci dan salehnya kamu harus hidup yaitu kamu yang menantikan dan mempercepat kedatangan hari Allah [yaitu hari kiamat]. Pada hari itu langit akan binasa dalam api dan unsur-unsur dunia akan hancur karena nyalanya. Tetapi sesuai dengan janji-Nya, kita menantikan langit yang baru dan bumi yang baru, di mana terdapat Kebenaran."

Akan tetapi ada banyak gereja-gereja yang tersesat dan dengan salah mengajarkan tentang "injil kemakmuran", yaitu bila anda bergabung bersama kami maka Kristus akan menjamin keadaan ekonomi, kesehatan jasmani dan kebebasan politik anda. Kemudian disuatu saat ketika penderitaan dan penindasan datang mereka bertanya-tanya apakah saya kurang setia terhadap Tuhan? Apakah saya kurang rajin untuk pergi ke gereja? Apakah saya harus memberikan sumbangan yang lebih besar kepada gereja?

Saya mengetahui ada orang-orang yang memberikan sumbangan secara gila-gilaan kepada gereja dengan harapan bahwa mereka akan menerima kembali uang tersebut secara berlipat-ganda. Anda lihat disini fokusnya sudah salah, mereka sedang berfokus kepada hal-hal yang ada di dunia yang sudah dikutuk karena dosa (jasmani), mereka bukan sedang berfokus kepada Kerajaan Tuhan (rohani). Iman mereka sangat rapuh sekali dan sangat tergantung pada keadaan ekonomi karena mereka masih menginginkan begitu banyak hal dari dunia ini.

Dalam kitab Matius 13:20-23 Kristus mengajarkan perumpamaan tentang seorang penabur demikian:

"Benih yang ditaburkan di tanah yang berbatu-batu ialah orang yang mendengar firman itu dan segera menerimanya dengan gembira. Tetapi ia tidak berakar dan tahan sebentar saja. Apabila datang penindasan atau penganiayaan karena firman itu, orang itupun segera murtad. Yang ditaburkan di tengah semak duri ialah orang yang mendengar firman itu, lalu kekuatiran dunia ini dan tipu daya kekayaan menghimpit firman itu sehingga tidak berbuah. Yang ditaburkan di tanah yang baik ialah orang yang mendengar firman itu dan mengerti, dan karena itu ia berbuah, ada yang seratus kali lipat, ada yang enam puluh kali lipat, ada yang tiga puluh kali lipat."

Nah perumpamaan ini sama sekali bukan sedang berbicara tentang uang, ini sedang berbicara tentang Injil yang disebarkan di dunia, dan ada yang tidak berbuah sama sekali dan ada juga yang berbuah banyak, seratus kali lipat, enam puluh kali lipat, dan tiga puluh kali lipat.

Alkitab sama sekali tidak mengajarkan bahwa orang-orang yang percaya akan selalu menjadi "sukses" di dunia ini. Justru sebaliknya kita mengetahui dari banyak contoh di dalam Alkitab bahwa nabi-nabi dan rasul-rasul banyak mengalami penderitaan oleh karena Injil. Tuhan Yesus menjelaskan dalam kitab Matius 23:34 demikian:

"Sebab itu, lihatlah, Aku mengutus kepadamu nabi-nabi, orang-orang bijaksana dan ahli-ahli Taurat: separuh di antara mereka akan kamu bunuh dan kamu salibkan, yang lain akan kamu sesah di rumah-rumah ibadatmu dan kamu aniaya dari kota ke kota"

Dan orang-orang kaya yang disebutkan dalam Perjanjian Lama seperti Abraham, Salomo, Ayub, dll. adalah gambaran dari orang-orang yang kaya secara rohani. Mereka adalah "gembala-gembala" dimana harta dan ternak mereka yang banyak merupakan gambaran dari orang-orang percaya yang Tuhan anugrahkan kepada mereka.

Disisi yang lain, kita mengetahui bahwa Yohanes Pembaptis mati dipancung karena ia melawan Herodes penguasa yang ada pada waktu itu. Dan dalam kitab Lukas 16 Tuhan mengajarkan perumpamaan tentang Lazarus dan orang kaya dimana Lazarus yang sangat miskin sebenarnya telah memiliki segala-galanya karena ia adalah seorang yang percaya, sedangkan orang kaya itu walaupun ia memiliki segala yang baik di bumi ini berakhir di dalam hukuman yang kekal.

Kita harus mengerti bahwa Tuhan berkuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesuatupun yang pernah terjadi di dunia ini berada diluar kehendak Tuhan. Kita hanya harus mempelajari bagaimana Tuhan bekerja. Ingatlah tidak ada satu orangpun di dunia ini yang dapat memerintahkan angin dan danau untuk menjadi tenang seperti halnya Yesus, tidak ada satu orangpun di dunia ini yang dapat mengumpulkan ikan-ikan disuatu tempat di danau sehingga dapat ditangkap oleh murid-murid. Hanya Tuhan yang dapat berbuat demikian. Dan semua hal-hal ini benar-benar terjadi secara fisik tetapi merupakan perumpamaan dari suatu segi akan Injil Kristus.

Seluruh dunia ini diciptakan hanya untuk Kristus. Kitab Kolose 1:15-16 menekankan kepada kita demikian:

"Ia [yaitu Kristus] adalah gambar Allah yang tidak kelihatan, yang sulung, lebih utama dari segala yang diciptakan, karena di dalam Dialah telah diciptakan segala sesuatu, yang ada di sorga dan yang ada di bumi, yang kelihatan dan yang tidak kelihatan, baik singgasana, maupun kerajaan, baik pemerintah, maupun penguasa; segala sesuatu diciptakan oleh Dia dan UNTUK Dia."

Dengan kata lain segala sesuatu yang terjadi di dunia ini terjadi hanya untuk kemuliaan Allah. Kadang kita tidak mengerti bagaimana hal itu demikian, kadang keadaannya dapat menjadi begitu buruk sekali, tetapi kita mengetahui bahwa Tuhan berkerja di dalam segala sesuatu. Kitab Roma 8:28 bersaksi demikian:

"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah."

Jadi ya kadang Tuhan membiarkan keadaan-keadaan yang sangat buruk untuk terjadi supaya yang baik keluar daripadanya. Kitab Ibrani 2:10 menyatakan demikian:

"Sebab memang sesuai dengan keadaan Allah --yang bagi-Nya dan oleh-Nya segala sesuatu dijadikan--, yaitu Allah yang membawa banyak orang kepada kemuliaan, juga menyempurnakan Yesus, yang memimpin mereka kepada keselamatan, dengan penderitaan."

Dan rasul Paulus yang berada dibawah inspirasi dari Allah Roh Kudus menjelaskan dalam kitab 2 Korintus 12:9 demikian:

"Tetapi jawab Tuhan kepadaku: "Cukuplah kasih karunia-Ku bagimu, sebab justru dalam kelemahanlah kuasa-Ku menjadi sempurna." Sebab itu terlebih suka aku bermegah atas kelemahanku, supaya kuasa Kristus turun menaungi aku."

Dan dalam kitab Yosua 1:8-9 Tuhan berkata demikian:

"Janganlah engkau lupa memperkatakan kitab Taurat ini, tetapi renungkanlah itu siang dan malam, supaya engkau bertindak hati-hati sesuai dengan segala yang tertulis di dalamnya, sebab dengan demikian perjalananmu akan berhasil dan engkau akan beruntung. Bukankah telah Kuperintahkan kepadamu: kuatkan dan teguhkanlah hatimu? Janganlah kecut dan tawar hati, sebab TUHAN, Allahmu, menyertai engkau, ke manapun engkau pergi."

Sep 17, 2009

Umat Pilihan

"Sebab di dalam Dia [Kristus] Allah [Bapa] telah memilih kita sebelum dunia dijadikan, supaya kita kudus dan tak bercacat di hadapan-Nya. Dalam kasih Ia telah menentukan kita dari semula oleh Yesus Kristus untuk menjadi anak-anak-Nya, sesuai dengan kerelaan kehendak-Nya, supaya terpujilah kasih karunia-Nya [anugrah-Nya] yang mulia, yang dikaruniakan-Nya kepada kita di dalam Dia, yang dikasihi-Nya."  (Efesus 1:4-6)

Pre-destinasi (penentuan dari sejak semula) adalah suatu istilah yang sangat alkitabiah. Istilah bukan berasal dari Alkitab akan tetapi istilah digunakan oleh ahli-ahli teologi untuk menjelaskan sesuatu yang telah ditetapkan oleh Allah. Seperti contohnya dalam kitab Matius Tuhan menjelaskan demikian:

"Dan Raja itu akan berkata kepada mereka yang di sebelah kanan-Nya: Mari, hai kamu yang diberkati oleh Bapa-Ku, terimalah Kerajaan yang telah disediakan bagimu sejak dunia dijadikan."

Dan Wahyu 17:8 menyatakan demikian:

"Adapun binatang [yaitu Iblis] yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada [yaitu dilukai pada peristiwa kayu salib], ia akan muncul dari jurang maut [yaitu muncul lagi untuk sedikit waktu pada akhir zaman], dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi."

Ini adalah perkataan Allah bagi kita. Allah sedang mengajarkan bahwa sebelum Dia menciptakan dunia ini, Dia sudah menentukan suatu kelompok orang tertentu untuk Ia diselamatkan. Ingatlah bahwa Allah mengetahui awal dan akhir, dan Dia mengenal hati setiap manusia yang pernah ada dan yang akan ada.

Allah telah mengetahui bahwa manusia akan memberontak melawan Dia, namun Allah telah memutuskan bahwa dari antara sekian banyak manusia yang sengsara akibat dosa, Dia akan menyelamatkan orang yang ini dan orang yang itu menurut kasih karunia-Nya. Oleh karena itu, Dia telah "mem-predestinasikan" mereka dan menentukan tujuan mereka yaitu surga.


Alasan utama dari hal ini adalah supaya seluruh kemegahan, kemuliaan dan kehormatan atas keselamatan hanya diberikan kepada Tuhan, sedangkan kita tidak bisa menuntut pujian apapun atas hal itu. Apa yang dapat kita lakukan adalah menggeleng-gelengkan kepala dalam kekaguman dan keheranan, "Mengapa juga Ia menyelamatkan saya?"

Di dalam Alkitab Tuhan menjelaskan sifat-sifat dasar manusia bahwa mereka adalah "mati secara rohani", seperti yang kita baca dalam kitab Roma 3:10-17 demikian:

"seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah [band. Yoh 6:44]. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka..."

Dan kitab Roma 3:4 mencatat demikian:

"Allah adalah benar, dan semua manusia pembohong... "

Dan kitab Lukas 18:19 menekankan demikian:

"Tak seorangpun yang baik selain dari pada Allah saja..."

Jadi sesungguhnya Allah telah merancang seluruh rencana-Nya sejak sebelum Ia menciptakan dunia sehingga pada satu titik tertentu dalam kehidupan orang-orang yang dikasihi-Nya, Allah mengharuskan diri-Nya untuk menyelamatkan mereka. Itulah sebabnya Kitab Suci berkata bahwa -- "kasih" dan "kesetiaan" Tuhan kepada umat-Nya adalah kekal untuk selama-lamanya. Dalam kitab Mazmur 106:1 kita membaca demikian:

"Haleluya! Bersyukurlah kepada TUHAN, sebab Ia baik! Bahwasanya untuk selama-lamanya kasih setia-Nya."

Pada dasarnya tidak ada seorangpun yang akan percaya kepada Allah Yang Benar (yaitu Allah yang menciptakan langit dan bumi) kecuali jika Alah memberikan "anugrah" iman kepadanya. Kitab Yohanes 6:44 dan banyak ayat-ayat lainnya menjelaskan demikian:

"Tidak ada seorangpun yang dapat datang kepada-Ku [yaitu Yesus], jikalau ia tidak ditarik oleh Bapa yang mengutus Aku, dan ia akan Kubangkitkan pada akhir zaman."

Allah memerintahkan seluruh umat manusia untuk percaya, bertobat dari dosa-dosanya, dan agar dosa-dosa kita dibersihkan. Tetapi tidak ada seorangpun yang dari dirinya sendiri mau mentaati perintah Allah. Tidak seorangpun yang mau mentaati perintah Allah. Tidak ada seorangpun sanggup mentaati, artinya tidak ada seorangpun yang mampu mentaati seluruh perintah Allah karena setiap orang pada hakikatnya telah mati secara rohani karena dosa-dosa dan pelanggaran-pelanggaran mereka (Efesus 2:1-5). Sebelum diselamatkan, kita adalah mayat secara rohani, dan mayat tidak dapat memberikan respon terhadap suatu perintah.

Sekarang dimana-mana, satu disini dan satu disana, ada orang-orang yang memberikan mampu mendengarkan Firman Allah, dan penyebab mengapa mereka dapat menanggapi adalah bahwa karena Roh Allah (Roh Kristus atau Roh Kudus) telah masuk dalam kehidupan mereka dan memberikan mereka kerinduan dan kesanggupan untuk terus-menerus hidup sebagai anak-anak Allah. Dan Allah memberikan kehidupan kekal bagi orang-orang ini karena mereka telah ditentukan dari semula untuk Ia selamatkan.

Dalam kitab Ibrani 4:2-3 Tuhan berkata demikian:

"Karena kepada kita diberitakan juga kabar kesukaan [yaitu Injil] sama seperti kepada mereka, tetapi Firman pemberitaan itu tidak berguna bagi mereka, karena tidak bertumbuh bersama-sama oleh iman dengan mereka yang mendengarnya. Sebab kita yang beriman, akan masuk ke tempat perhentian [yaitu Kristus] seperti yang Ia katakan: "Sehingga Aku bersumpah dalam murka-Ku: Mereka takkan masuk ke tempat perhentian-Ku," sekalipun pekerjaan-Nya sudah selesai sejak dunia dijadikan."

Sep 16, 2009

Belasan Kasih Allah

"Sebab Ia berfirman kepada Musa: "Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati." Jadi hal itu tidak tergantung pada kehendak orang atau usaha orang, tetapi kepada kemurahan hati Allah."  (Roma 4:15-16)

Allah tidak memiliki keharusan untuk menyelamatkan semua orang. Orang-orang yang tidak diselamatkan akan dibuang ke dalam hukuman kekal karena dosa-dosa mereka sendiri, bukan karena Allah. Pada saat permulaan Allah telah menciptakan manusia baik adanya, Dia menciptakan kita menurut "gambar dan rupa-Nya" (citra-Nya), yang membuat kita berkuasa atas segala ciptaan yang lain dan mampu untuk mengerti konsep-konsep yang rumit seperti kasih, belas kasihan, murka Allah, dll. Itulah sebabnya Allah juga menginginkan agar kita bertanggung jawab kepada-Nya. Dan Dia berkata bahwa jika kita berbuat dosa maka kita harus mati (Roma 6:23).

Jika Allah memutuskan untuk tidak menyelamatkan satu orangpun maka tidak ada seorangpun yang dapat memprotes hal itu. Kenyataaan bahwa Allah telah memutuskan untuk menyelamatkan orang-orang tertentu sangatlah menakjubkan, khususunya apabila kita mempertimbangkan betapa besarnya pengorbanan yang Allah harus lakukan untuk menebus dosa-dosa umat-Nya.

Kristus, yang adalah Allah Yang Kekal, Ia sendiri harus menanggung upah dosa dari semua orang yang Ia datang untuk Ia selamatkan. Dan Yesus yang sama sekali tidak bersalah telah dinyatakan bersalah karena dosa-dosa umat-Nya. Betapa mahalnya harga yang Allah harus bayar untuk menyelamatkan umat-Nya.

Kita harus mengerti bahwa pada dasarnya tidak ada seorangpun di antara kita yang layak untuk menerima keselamatan, tetapi Allah berkenan untuk menyelamatkan beberapa di antara kita. Dia adalah Allah yang berdaulat, dan Dia menyatakan di Roma 9:15-16:

"Aku akan menaruh belas kasihan kepada siapa Aku mau menaruh belas kasihan dan Aku akan bermurah hati kepada siapa Aku mau bermurah hati."

Ini adalah sepenuhnya hak Allah untuk melakukannya. Sama sekali tidak terdapat ketidak-adilan jika Allah tidak mau menaruh belas kasihan kepada seseorang. Ketika manusia memberontak melawan Allah, mereka berada di bawah murka Allah. Mereka berada di dalam kebencian Allah. Allah berfirman di Mazmur 11:5 demikian:

"TUHAN menguji orang benar dan orang fasik, dan Ia membenci orang yang mencintai kekerasan."

Mazmur 5:5 menyatakan demikian:

"Pembual tidak akan tahan di depan mata-Mu; Engkau [Tuhan] membenci semua orang yang melakukan kejahatan."

Dan dalam Perjanjian Baru Ibrani 1:9 menekankan demikian:

"Engkau mencintai keadilan dan membenci kefasikan ...."

Kita semua layak dibenci oleh Allah, tetapi Allah berfirman di Yohanes 3:16:

"Karena begitu besar [dengan cara ini - KJV] kasih Allah akan dunia ini, sehingga Ia telah mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya kepada-Nya TIDAK BINASA, melainkan beroleh hidup yang kekal."

Dan ayat-ayat selanjutnya, ayat 18-19 menekankan demikian:

"Barangsiapa percaya kepada-Nya, ia tidak akan dihukum; barangsiapa tidak percaya, ia TELAH berada di bawah hukuman, sebab ia tidak percaya dalam nama Anak Tunggal Allah. Dan inilah hukuman itu: Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang, sebab perbuatan-perbuatan mereka jahat."

Kasih Allah yang ajaib nampak pada fakta bahwa Ia berkenan untuk menyelamatkan beberapa orang tertentu, akan tetapi kebencian Allah tetap ada di atas orang-orang yang belum diselamatkan. Alkitab berkata di Ibrani 12:29:

"Sebab Allah kita adalah api yang menghanguskan [Allah yang cemburu - Ulangan 4:24]."