Dalam membahas masalah Sabat kita harus ingat bahwa masa Perjanjian Baru dimulai "setelah" Kristus pergi ke kayu salib, bukan "sebelum" peristiwa kayu salib, oleh karena itu Sabat hari pertama (atau Minggu Sabat) sudah dimulai sejak tahun 33 Masehi ketika Kristus bangkit dari antara orang mati pada hari Minggu pagi. Hal itu sama sekali tidak ada hubungannya dengan konsili-konsili yang ditetapkan oleh gereja-gereja atau penguasa-penguasa duniawi.
Dalam bahasa aslinya Yunani, Matius 28:1 seharusnya ditulis demikian:
"Setelah Sabat-Sabat [jamak] lewat, menjelang menyingsingnya fajar pada hari pertama Sabat-Sabat [jamak] itu,............"
Ini adalah terjemahan yang benar sesuai dengan bahasa aslinya Yunani (Stephanos-1550):
"oye de sabbatwn [jamak] th epifwskoush eiV mian sabbatwn [jamak] hlqen maria h magdalhnh kai h allh maria qewrhsai ton tafon"
Dan kita juga akan menemukan kebenaran yang sama tentang hal ini dalam tiga Injil yang lain di ayat-ayat pembukaan dari Markus 16, Lukas 24, dan Yohanes 20 yang menandakan telah berakhirnya era hari ke-tujuh Sabat Perjanjian Lama (Sabtu) dan dimulainya era Sabat Perjanjian Baru (Minggu Sabat). Sebagai tambahan simaklah ayat-ayat berikut ini:
Kitab Yohanes 5:18 menerangkan demikian:
"Sebab itu orang-orang Yahudi lebih berusaha lagi untuk membunuh-Nya [yaitu membunuh Yesus], bukan saja karena Ia meniadakan hari Sabat [ke-tujuh], tetapi juga karena Ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapa-Nya sendiri dan dengan demikian menyamakan diri-Nya dengan Allah."
Dalam suatu sidang bersama, berada dibawah inspirasi ilahi, para Rasul juga menyatakan hal yang sama bahwa hukum-hukum upacara Perjanjian Lama (terutama hari ke-tujuh Sabat) adalah "suatu kuk yang tidak dapat dipikul".
Dalam kitab Kisah Para Rasul 15:5-6 dan 10-11 kita menemukan pernyataan ini:
"Tetapi beberapa orang dari golongan Farisi, yang telah menjadi percaya, datang dan berkata: "Orang-orang bukan Yahudi harus disunat dan diwajibkan untuk menuruti hukum Musa [yaitu menjalankan hari ke-tujuh Sabat, bulan baru, hari-hari raya, dsbnya]." Maka bersidanglah rasul-rasul dan penatua-penatua untuk membicarakan soal itu ........... Kalau demikian, mengapa kamu mau mencobai Allah dengan meletakkan pada tengkuk murid-murid itu suatu kuk, yang tidak dapat dipikul, baik oleh nenek moyang kita maupun oleh kita sendiri? Sebaliknya, kita percaya, bahwa oleh kasih karunia [anugrah] Tuhan Yesus Kristus kita akan beroleh keselamatan sama seperti mereka juga."
Lebih lanjut kita menemukan bahwa "sesudah" peristiwa kayu salib murid-murid mulai berkumpul pada hari yang pertama dari seminggu yaitu hari Minggu Sabat:
Yohanes 20:19 menyatakan demikian:
"Ketika hari sudah malam pada hari pertama minggu itu [yaitu hari Minggu] berkumpullah murid-murid Yesus di suatu tempat dengan pintu-pintu yang terkunci karena mereka takut kepada orang-orang Yahudi. Pada waktu itu datanglah Yesus dan berdiri di tengah-tengah mereka dan berkata: "Damai sejahtera bagi kamu!"
Kisah Para Rasul 20:7 mencatat demikian:
"Pada hari pertama dalam minggu itu [yaitu hari Minggu], ketika kami berkumpul untuk memecah-mecahkan roti, Paulus berbicara dengan saudara-saudara di situ, karena ia bermaksud untuk berangkat pada keesokan harinya. Pembicaraan itu berlangsung sampai tengah malam."
Dan kitab Ibrani 8:12-13 menjelaskan demikian:
"Sebab Aku akan menaruh belas kasihan terhadap kesalahan mereka dan tidak lagi mengingat dosa-dosa mereka [yaitu keselamatan atau pengampunan berdasarkan anugrah bukan berdasarkan pekerjaan]." Oleh karena Ia berkata-kata tentang Perjanjian yang baru, Ia menyatakan yang pertama sebagai Perjanjian yang telah menjadi tua. Dan apa yang telah menjadi tua dan usang, telah dekat kepada kemusnahannya.
Dan dalam kitab Keluaran 16:26-27 Tuhan berfirman demikian:
"Enam hari lamanya kamu memungutnya [yaitu memungut roti manna yang melambangkan Yesus sang roti hidup], tetapi pada hari yang ketujuh ada sabat [yaitu hari sabtu sabat]; maka roti itu tidak ada pada hari itu." Tetapi ketika pada hari ketujuh ada dari bangsa itu yang keluar memungutnya, tidaklah mereka mendapatnya."
Maaf saya tidak akan pernah dapat meyakinkan anda tentang hal ini, akan tetapi percayalah kepada Firman Tuhan, Alkitab. Hanya Tuhan saja satu-satunya yang dapat membuka mata rohani anda dan memberikan anugrah keselamatan yang kekal berdasarkan karya dan kasih karunia-Nya.
Sejarah Dunia Kuno
Sep 15, 2009
Sabat Berganti Sabat
"Bulan berganti bulan, dan Sabat berganti Sabat, maka seluruh umat manusia akan datang untuk sujud menyembah di hadapan-Ku, firman TUHAN. Mereka akan keluar dan akan memandangi bangkai orang-orang yang telah memberontak kepada-Ku. Di situ ulat-ulatnya tidak akan mati, dan apinya tidak akan padam, maka semuanya akan menjadi kengerian bagi segala yang hidup." (Yesaya 66:23-24)
Bagian Alkitab ini sedang berbicara tentang "langit yang baru dan bumi yang baru", yaitu masa depan di dalam kekekalan yang akan datang. Dan di dalam ayat ini Tuhan menggunakan gaya bahasa dari hukum upacara Perjanjian Lama. Bulan berganti bulan menunjuk kepada hari raya bulan baru yaitu hari yang pertama dari setiap bulan yang menunjuk kepada kedatangan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Sabat berganti Sabat adalah hari dimana mereka tidak boleh melakukan pekerjaan apapun yang menunjuk kepada fakta bahwa "perhentian" atau "peristirahatan" kita itu seluruhnya ada di dalam karya Tuhan Yesus Kristus. Dia-lah yang akan melakukan seluruh karya keselamatan bagi kita.
Kitab Efesus 2:8-9 mengajarkan demikian:
"Sebab karena kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan oleh iman; itu [yaitu iman atau kepercayaan itu] bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."
Kitab Filipi 3:9 menyatakan demikian:
"dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan."
Dan kitab 2 Timotius 1:9 menjelaskan hal yang sama demikian:
"Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri [yaitu anugrah], yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman"
Prinsip-prinsip ini akan terus diingat dalam kekekalan di masa depan. Kita akan selalu mengingat fakta bahwa keselamatan yang kita miliki itu seluruhnya terjadi karena pekerjaan yang dilakukan oleh Allah sendiri (Kristus), dan bukan terjadi karena pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan sendiri (yaitu hukum-hukum upacara).
Itulah sebabnya pada masa Perjanjian Lama bangsa Israel diperintahkan untuk tidak boleh melakukan pekerjaan jasmani apapun pada hari ke-tujuh Sabat sebagai "lambang" atau perumpamaan yang sangat penting bahwa sang Mesias, Tuhan Yesus Kristus, adalah tempat peristirahatan (perhentian) kita, Dia adalah hari-hari perayaan kita.
Kristus-lah yang memungkinkan keselamatan atau pengampunan itu dapat terjadi bagi kita. Disisi yang lain, Allah menunjukkan bahwa orang-orang yang akan berakhir di dalam kutukan kekal akan berada selama-lamanya di bawah murka Allah.
Dalam kitab Yesaya 28:12-17 Tuhan menyatakan demikian:
"Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian [yaitu Kristus], berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan. Maka mereka akan mendengarkan firman TUHAN yang begini: "Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu!" supaya dalam berjalan mereka jatuh telentang, sehingga luka, tertangkap dan tertawan. Sebab itu dengarlah firman TUHAN, hai orang-orang pencemooh, hai orang-orang yang memerintah rakyat yang ada di Yerusalem ini [yaitu Bait Allah]! Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri," sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh [yaitu Kristus]: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! Dan Aku akan membuat Keadilan [yaitu Kristus atau Firman Kristus] menjadi tali pengukur, dan Kebenaran [yaitu Kristus atau Firman Kristus] menjadi tali sipat; hujan batu akan menyapu bersih perlindungan bohong, dan air lebat akan menghanyutkan persembunyian."
Sekarang jika anda ingin untuk tetap melaksanakan pengudusan hari ke-tujuh Sabat (hari Sabtu) pada masa sekarang ini, maka anda juga harus melaksanakan perayaan bulan baru tepat seperti yang bangsa Israel lakukan dalam masa Perjanjian Lama. Akan tetapi dalam kitab Kolose 2:16-17 kita membaca demikian:
"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat [semua ini adalah hukum-hukum upacara di dalam Perjanjian Lama termasuk hari ke-tujuh Sabat]; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus."
Ayat ini juga berbicara tentang perayaan bulan baru, hari ke-tujuh Sabat, hari-hari raya lainnya, dan hukum-hukum mengenai makanan dan minuman yang ada di dalam Perjanjian Lama. Apakah anda mau melaksanakan semua ini dengan konsisten?
Allah menyatakan bahwa hal-hal tersebut hanyalah "bayangan" atau "peringatan" atau "lambang" atau "perumpamaan" dari apa yang harus datang. Dan isi rohaninya bukan berada dalam bayangannya. Isi rohaninya adalah apa yang digambarkan oleh bayangan tersebut dan akan terus ada untuk selama-lamanya di dalam kekekalan. Jadi kita tidak lagi melaksanakan bayangannya.
Kalau anda mau konsisten, maka sebaiknya anda juga mempersembahkan kurban bakaran dan kurban darah, menguduskan tahun-tahun Sabat, dll. Maka anda akan menjadi konsisten, tetapi tentu saja, anda akan menyangkal kenyataan apa yang Allah perintahkan, bahwa hal-hal ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang.
Bagian Alkitab ini sedang berbicara tentang "langit yang baru dan bumi yang baru", yaitu masa depan di dalam kekekalan yang akan datang. Dan di dalam ayat ini Tuhan menggunakan gaya bahasa dari hukum upacara Perjanjian Lama. Bulan berganti bulan menunjuk kepada hari raya bulan baru yaitu hari yang pertama dari setiap bulan yang menunjuk kepada kedatangan Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Sabat berganti Sabat adalah hari dimana mereka tidak boleh melakukan pekerjaan apapun yang menunjuk kepada fakta bahwa "perhentian" atau "peristirahatan" kita itu seluruhnya ada di dalam karya Tuhan Yesus Kristus. Dia-lah yang akan melakukan seluruh karya keselamatan bagi kita.
Kitab Efesus 2:8-9 mengajarkan demikian:
"Sebab karena kasih karunia [anugrah] kamu diselamatkan oleh iman; itu [yaitu iman atau kepercayaan itu] bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah, itu bukan hasil pekerjaanmu: jangan ada orang yang memegahkan diri."
Kitab Filipi 3:9 menyatakan demikian:
"dan berada dalam Dia bukan dengan kebenaranku sendiri karena mentaati hukum Taurat, melainkan dengan kebenaran karena kepercayaan kepada Kristus, yaitu kebenaran yang Allah anugerahkan berdasarkan kepercayaan."
Dan kitab 2 Timotius 1:9 menjelaskan hal yang sama demikian:
"Dialah yang menyelamatkan kita dan memanggil kita dengan panggilan kudus, bukan berdasarkan perbuatan kita, melainkan berdasarkan maksud dan kasih karunia-Nya sendiri [yaitu anugrah], yang telah dikaruniakan kepada kita dalam Kristus Yesus sebelum permulaan zaman"
Prinsip-prinsip ini akan terus diingat dalam kekekalan di masa depan. Kita akan selalu mengingat fakta bahwa keselamatan yang kita miliki itu seluruhnya terjadi karena pekerjaan yang dilakukan oleh Allah sendiri (Kristus), dan bukan terjadi karena pekerjaan-pekerjaan yang kita lakukan sendiri (yaitu hukum-hukum upacara).
Itulah sebabnya pada masa Perjanjian Lama bangsa Israel diperintahkan untuk tidak boleh melakukan pekerjaan jasmani apapun pada hari ke-tujuh Sabat sebagai "lambang" atau perumpamaan yang sangat penting bahwa sang Mesias, Tuhan Yesus Kristus, adalah tempat peristirahatan (perhentian) kita, Dia adalah hari-hari perayaan kita.
Kristus-lah yang memungkinkan keselamatan atau pengampunan itu dapat terjadi bagi kita. Disisi yang lain, Allah menunjukkan bahwa orang-orang yang akan berakhir di dalam kutukan kekal akan berada selama-lamanya di bawah murka Allah.
Dalam kitab Yesaya 28:12-17 Tuhan menyatakan demikian:
"Dia yang telah berfirman kepada mereka: "Inilah tempat perhentian [yaitu Kristus], berilah perhentian kepada orang yang lelah; inilah tempat peristirahatan!" Tetapi mereka tidak mau mendengarkan. Maka mereka akan mendengarkan firman TUHAN yang begini: "Harus ini harus itu, mesti begini mesti begitu, tambah ini tambah itu!" supaya dalam berjalan mereka jatuh telentang, sehingga luka, tertangkap dan tertawan. Sebab itu dengarlah firman TUHAN, hai orang-orang pencemooh, hai orang-orang yang memerintah rakyat yang ada di Yerusalem ini [yaitu Bait Allah]! Karena kamu telah berkata: "Kami telah mengikat perjanjian dengan maut, dan dengan dunia maut kami telah mengadakan persetujuan; biarpun cemeti berdesik-desik dengan kerasnya, kami tidak akan kena; sebab kami telah membuat bohong sebagai perlindungan kami, dan dalam dusta kami menyembunyikan diri," sebab itu beginilah firman Tuhan ALLAH: "Sesungguhnya, Aku meletakkan sebagai dasar di Sion sebuah batu, batu yang teruji, sebuah batu penjuru yang mahal, suatu dasar yang teguh [yaitu Kristus]: Siapa yang percaya, tidak akan gelisah! Dan Aku akan membuat Keadilan [yaitu Kristus atau Firman Kristus] menjadi tali pengukur, dan Kebenaran [yaitu Kristus atau Firman Kristus] menjadi tali sipat; hujan batu akan menyapu bersih perlindungan bohong, dan air lebat akan menghanyutkan persembunyian."
Sekarang jika anda ingin untuk tetap melaksanakan pengudusan hari ke-tujuh Sabat (hari Sabtu) pada masa sekarang ini, maka anda juga harus melaksanakan perayaan bulan baru tepat seperti yang bangsa Israel lakukan dalam masa Perjanjian Lama. Akan tetapi dalam kitab Kolose 2:16-17 kita membaca demikian:
"Karena itu janganlah kamu biarkan orang menghukum kamu mengenai makanan dan minuman atau mengenai hari raya, bulan baru ataupun hari Sabat [semua ini adalah hukum-hukum upacara di dalam Perjanjian Lama termasuk hari ke-tujuh Sabat]; semuanya ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang, sedang wujudnya ialah Kristus."
Ayat ini juga berbicara tentang perayaan bulan baru, hari ke-tujuh Sabat, hari-hari raya lainnya, dan hukum-hukum mengenai makanan dan minuman yang ada di dalam Perjanjian Lama. Apakah anda mau melaksanakan semua ini dengan konsisten?
Allah menyatakan bahwa hal-hal tersebut hanyalah "bayangan" atau "peringatan" atau "lambang" atau "perumpamaan" dari apa yang harus datang. Dan isi rohaninya bukan berada dalam bayangannya. Isi rohaninya adalah apa yang digambarkan oleh bayangan tersebut dan akan terus ada untuk selama-lamanya di dalam kekekalan. Jadi kita tidak lagi melaksanakan bayangannya.
Kalau anda mau konsisten, maka sebaiknya anda juga mempersembahkan kurban bakaran dan kurban darah, menguduskan tahun-tahun Sabat, dll. Maka anda akan menjadi konsisten, tetapi tentu saja, anda akan menyangkal kenyataan apa yang Allah perintahkan, bahwa hal-hal ini hanyalah bayangan dari apa yang harus datang.
Sep 11, 2009
Firman Hidup
"Sebab firman Allah hidup dan kuat dan lebih tajam dari pada pedang bermata dua manapun; ia menusuk amat dalam sampai memisahkan jiwa dan roh, sendi-sendi dan sumsum; ia sanggup membedakan pertimbangan dan pikiran hati kita." (Ibrani 4:12)
Dalam pelajaran kali ini kita mau memeriksa ungkapan "hidup" yang ada dalam ayat ini, bagaimana mungkin Firman Tuhan adalah "hidup" ? Bukankah itu hanyalah sebuah buku yang terdiri dari kertas, tinta, lem dan binder? Ya, tetapi kertas, tinta, lem dan binder adalah barang-barang mati -- hanya kata-kata Tuhan yang keluar dari mulut-Nya yang hidup. Karena Firman itu merefleksikan pikiran yang tidak terbatas dari Allah Yang Kekal. Seperti kata Petrus kepada Yesus dalam kitab Yohanes 6:68 demikian:
" Perkataan-Mu adalah perkataan HIDUP yang kekal;"
Sekarang tidak mengherankan kalau kata-kata yang ada di dalam Alkitab adalah kata-kata yang hidup, karena Pengarangnya adalah Allah Yang Hidup.
Dalam kitab Matius 22:32 kita membaca demikian:
"Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."
Tentu saja kata-kata di dalam Alkitab hanya "hidup" apabila kita membaca atau mendengarnya dengan seksama. Dalam kitab Yesaya 55:11 Tuhan berkata:
"demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."
Sekarang mari kita melihat lebih jauh kepada kata "hidup" sebagaimana ungkapan ini dipergunakan dalam Firman Tuhan. Kata Yunani untuk ungkapan "hidup" dalam Ibrani 4:12 adalah "zao", yang juga ditemukan dalam kitab Yohanes 5:25 demikian:
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup."
Ayat ini menunjuk kepada sifat dasar dari keselamatan. Secara alami manusia dilahirkan dalam keadaan "mati secara rohani", tetapi ketika beberapa dari orang-orang yang mati secara rohani ini diberikan kemampuan oleh Allah untuk mendengarkan suara Anak-Nya, maka mereka menjadi hidup, atau dibuat hidup.
Bagaimana seseorang dapat dibuat menjadi hidup? Dalam kitab Roma 10:17 kita menemukan jawabannya, disitu kita baca demikian:
"Jadi, iman [yaitu kata yang sama untuk keselamatan] timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Tuhan [KJV]."
Tetapi bagaimana mereka dapat mendengar? Hanya mendengar melalui telinga fisik saja tidaklah cukup untuk mendapatkan hidup yang kekal. Tuhan harus memberikan mereka "telinga rohani" untuk mendengarkan suara Anak-Nya karena secara rohani mereka adalah "tuli", dan mereka sedang berada dalam perjalanan mereka menuju hukuman kekal.
Kitab Yesaya 53:6 memberitahukan umat manusia bahwa:
"Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri... "
Akan tetapi Tuhan Yesus datang untuk "mencari dan menyelamatkan yang hilang" seperti yang kita baca dalam kitab Lukas 19:10. Dan seringkali dalam Alkitab Yesus berkata tentang sesuatu yang mirip seperti yang kita baca dalam Markus 4:23 demikian:
"Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Jadi bagaimana kita mendapatkan "telinga rohani" untuk mendengar tersebut? Kitab Ulangan 29:4 berkata kepada kita demikian:
"Tetapi sampai sekarang ini TUHAN tidak memberi kamu akal budi untuk mengerti atau mata untuk melihat atau telinga untuk mendengar."
Disini kita melihat bahwa telinga rohani (dan juga hati dan mata rohani) harus diberikan sebagai kasih karunia (anugrah) dari Tuhan dalam jadwal Tuhan. Nah sekarang apakah "suara" Tuhan itu? Itu adalah seluruh Alkitab. Bagaimana kita mengetahui hal ini? Dalam kitab Yohanes 10:2-5 Tuhan Yesus berkata demikian:
"tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
Disini Yesus menunjukkan diri-Nya sebagai Gembala dari domba-domba-Nya, dan dalam kitab Yohanes 10:27 Dia juga berkata demikian:
"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku"
Ide yang sama dari mendengarkan Alkitab dan dibuat menjadi hidup melalui firman-Nya juga dapat kita lihat dalam kitab Kisah Para Rasul 7:37-39 yang menyatakan demikian:
"Musa ini pulalah yang berkata kepada orang Israel: Seorang nabi seperti aku ini akan dibangkitkan Allah bagimu dari antara saudara-saudaramu [dialah yang harus kamu dengarkan - Ulangan 18:15]. Musa inilah yang menjadi pengantara dalam sidang jemaah di padang gurun di antara malaikat [pembawa berita] yang berfirman kepadanya di gunung Sinai dan nenek moyang kita; dan dialah yang menerima firman-firman yang HIDUP untuk menyampaikannya kepada kamu. Tetapi nenek moyang kita tidak mau taat kepadanya, malahan mereka menolaknya. Dalam hati mereka ingin kembali ke tanah Mesir."
Firman-firman yang hidup adalah Alkitab; sedangkan "nabi" dan "malaikat" (yaitu pembawa berita) yang disebutkan disini keduanya menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus. Ayat lainnya yang dapat menolong kita ditemukan dalam kitab 1 Petrus 1:23 yang kita baca demikian:
"Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh Firman Allah, yang HIDUP dan yang kekal."
Disini kita melihat bahwa Firman Tuhan, Alkitab, adalah Hidup dan Kekal. Firman ini digambarkan sebagai "benih yang tidak fana" karena itu menghasilkan pohon-pohon yang tidak akan pernah mati. Tuhan memberikan orang-orang percaya yang sejati kehidupan kekal di dalam jiwa mereka melalui Firman-Nya, walaupun sebelumnya mereka juga adalah mati secara rohani. Sekarang kita dapat melihat bagaimana Alkitab adalah hidup dan dapat membuat jiwa-jiwa yang mati menjadi hidup (bangkit) seperti yang kita baca dalam Roma 10:17 demikian:
"Jadi, iman [yaitu keselamatan] timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Tuhan."
Biarlah mereka yang mendengarkan pesan-pesan ini memohon dan meminta kepada Tuhan telinga rohani supaya dapat mendengarkan Dia dan mata rohani untuk melihat dan mengerti firman-Nya, Alkitab.
Dalam kitab Amsal 20:12 Tuhan menjelaskan demikian:
"Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN."
Dan Tuhan Yesus berkata dalam kitab Wahyu 3:20 demikian:
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."
Perhatikan bahwa untuk dapat mendengar suara Tuhan adalah dasar dari keselamatan. Tetapi Tuhan-lah yang harus "memberikan" kita telinga rohani tersebut untuk mendengar. Biarlah Tuhan melalui kasih karunia-Nya, berkenan untuk memberikan umat-Nya telinga untuk mendengarkan firman-Nya yang hidup, dan keinginan serta kesungguhan untuk mentaatinya.
Dalam pelajaran kali ini kita mau memeriksa ungkapan "hidup" yang ada dalam ayat ini, bagaimana mungkin Firman Tuhan adalah "hidup" ? Bukankah itu hanyalah sebuah buku yang terdiri dari kertas, tinta, lem dan binder? Ya, tetapi kertas, tinta, lem dan binder adalah barang-barang mati -- hanya kata-kata Tuhan yang keluar dari mulut-Nya yang hidup. Karena Firman itu merefleksikan pikiran yang tidak terbatas dari Allah Yang Kekal. Seperti kata Petrus kepada Yesus dalam kitab Yohanes 6:68 demikian:
" Perkataan-Mu adalah perkataan HIDUP yang kekal;"
Sekarang tidak mengherankan kalau kata-kata yang ada di dalam Alkitab adalah kata-kata yang hidup, karena Pengarangnya adalah Allah Yang Hidup.
Dalam kitab Matius 22:32 kita membaca demikian:
"Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."
Tentu saja kata-kata di dalam Alkitab hanya "hidup" apabila kita membaca atau mendengarnya dengan seksama. Dalam kitab Yesaya 55:11 Tuhan berkata:
"demikianlah firman-Ku yang keluar dari mulut-Ku: ia tidak akan kembali kepada-Ku dengan sia-sia, tetapi ia akan melaksanakan apa yang Kukehendaki, dan akan berhasil dalam apa yang Kusuruhkan kepadanya."
Sekarang mari kita melihat lebih jauh kepada kata "hidup" sebagaimana ungkapan ini dipergunakan dalam Firman Tuhan. Kata Yunani untuk ungkapan "hidup" dalam Ibrani 4:12 adalah "zao", yang juga ditemukan dalam kitab Yohanes 5:25 demikian:
"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba, bahwa orang-orang mati akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup."
Ayat ini menunjuk kepada sifat dasar dari keselamatan. Secara alami manusia dilahirkan dalam keadaan "mati secara rohani", tetapi ketika beberapa dari orang-orang yang mati secara rohani ini diberikan kemampuan oleh Allah untuk mendengarkan suara Anak-Nya, maka mereka menjadi hidup, atau dibuat hidup.
Bagaimana seseorang dapat dibuat menjadi hidup? Dalam kitab Roma 10:17 kita menemukan jawabannya, disitu kita baca demikian:
"Jadi, iman [yaitu kata yang sama untuk keselamatan] timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Tuhan [KJV]."
Tetapi bagaimana mereka dapat mendengar? Hanya mendengar melalui telinga fisik saja tidaklah cukup untuk mendapatkan hidup yang kekal. Tuhan harus memberikan mereka "telinga rohani" untuk mendengarkan suara Anak-Nya karena secara rohani mereka adalah "tuli", dan mereka sedang berada dalam perjalanan mereka menuju hukuman kekal.
Kitab Yesaya 53:6 memberitahukan umat manusia bahwa:
"Kita sekalian sesat seperti domba, masing-masing kita mengambil jalannya sendiri... "
Akan tetapi Tuhan Yesus datang untuk "mencari dan menyelamatkan yang hilang" seperti yang kita baca dalam kitab Lukas 19:10. Dan seringkali dalam Alkitab Yesus berkata tentang sesuatu yang mirip seperti yang kita baca dalam Markus 4:23 demikian:
"Barangsiapa mempunyai telinga untuk mendengar, hendaklah ia mendengar!"
Jadi bagaimana kita mendapatkan "telinga rohani" untuk mendengar tersebut? Kitab Ulangan 29:4 berkata kepada kita demikian:
"Tetapi sampai sekarang ini TUHAN tidak memberi kamu akal budi untuk mengerti atau mata untuk melihat atau telinga untuk mendengar."
Disini kita melihat bahwa telinga rohani (dan juga hati dan mata rohani) harus diberikan sebagai kasih karunia (anugrah) dari Tuhan dalam jadwal Tuhan. Nah sekarang apakah "suara" Tuhan itu? Itu adalah seluruh Alkitab. Bagaimana kita mengetahui hal ini? Dalam kitab Yohanes 10:2-5 Tuhan Yesus berkata demikian:
"tetapi siapa yang masuk melalui pintu, ia adalah gembala domba. Untuk dia penjaga membuka pintu dan domba-domba mendengarkan suaranya dan ia memanggil domba-dombanya masing-masing menurut namanya dan menuntunnya ke luar. Jika semua dombanya telah dibawanya ke luar, ia berjalan di depan mereka dan domba-domba itu mengikuti dia, karena mereka mengenal suaranya. Tetapi seorang asing pasti tidak mereka ikuti, malah mereka lari dari padanya, karena suara orang-orang asing tidak mereka kenal."
Disini Yesus menunjukkan diri-Nya sebagai Gembala dari domba-domba-Nya, dan dalam kitab Yohanes 10:27 Dia juga berkata demikian:
"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku"
Ide yang sama dari mendengarkan Alkitab dan dibuat menjadi hidup melalui firman-Nya juga dapat kita lihat dalam kitab Kisah Para Rasul 7:37-39 yang menyatakan demikian:
"Musa ini pulalah yang berkata kepada orang Israel: Seorang nabi seperti aku ini akan dibangkitkan Allah bagimu dari antara saudara-saudaramu [dialah yang harus kamu dengarkan - Ulangan 18:15]. Musa inilah yang menjadi pengantara dalam sidang jemaah di padang gurun di antara malaikat [pembawa berita] yang berfirman kepadanya di gunung Sinai dan nenek moyang kita; dan dialah yang menerima firman-firman yang HIDUP untuk menyampaikannya kepada kamu. Tetapi nenek moyang kita tidak mau taat kepadanya, malahan mereka menolaknya. Dalam hati mereka ingin kembali ke tanah Mesir."
Firman-firman yang hidup adalah Alkitab; sedangkan "nabi" dan "malaikat" (yaitu pembawa berita) yang disebutkan disini keduanya menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus. Ayat lainnya yang dapat menolong kita ditemukan dalam kitab 1 Petrus 1:23 yang kita baca demikian:
"Karena kamu telah dilahirkan kembali bukan dari benih yang fana, tetapi dari benih yang tidak fana, oleh Firman Allah, yang HIDUP dan yang kekal."
Disini kita melihat bahwa Firman Tuhan, Alkitab, adalah Hidup dan Kekal. Firman ini digambarkan sebagai "benih yang tidak fana" karena itu menghasilkan pohon-pohon yang tidak akan pernah mati. Tuhan memberikan orang-orang percaya yang sejati kehidupan kekal di dalam jiwa mereka melalui Firman-Nya, walaupun sebelumnya mereka juga adalah mati secara rohani. Sekarang kita dapat melihat bagaimana Alkitab adalah hidup dan dapat membuat jiwa-jiwa yang mati menjadi hidup (bangkit) seperti yang kita baca dalam Roma 10:17 demikian:
"Jadi, iman [yaitu keselamatan] timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Tuhan."
Biarlah mereka yang mendengarkan pesan-pesan ini memohon dan meminta kepada Tuhan telinga rohani supaya dapat mendengarkan Dia dan mata rohani untuk melihat dan mengerti firman-Nya, Alkitab.
Dalam kitab Amsal 20:12 Tuhan menjelaskan demikian:
"Telinga yang mendengar dan mata yang melihat, kedua-duanya dibuat oleh TUHAN."
Dan Tuhan Yesus berkata dalam kitab Wahyu 3:20 demikian:
"Lihat, Aku berdiri di muka pintu dan mengetok; jikalau ada orang yang mendengar suara-Ku dan membukakan pintu, Aku akan masuk mendapatkannya dan Aku makan bersama-sama dengan dia, dan ia bersama-sama dengan Aku."
Perhatikan bahwa untuk dapat mendengar suara Tuhan adalah dasar dari keselamatan. Tetapi Tuhan-lah yang harus "memberikan" kita telinga rohani tersebut untuk mendengar. Biarlah Tuhan melalui kasih karunia-Nya, berkenan untuk memberikan umat-Nya telinga untuk mendengarkan firman-Nya yang hidup, dan keinginan serta kesungguhan untuk mentaatinya.
Sep 9, 2009
Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub
"Akulah Allah ayahmu, Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub". Lalu Musa menutupi mukanya, sebab ia takut memandang Allah." (Keluaran 3:6)
Pernahkah terlintas dalam benak kita, mengapa Allah harus menyebutkan dirinya sebagai Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Bukankah Allah itu Esa? Bukankah kalau dikatakan Allah saja sudah cukup? Apa latar belakangnya sehingga Allah harus menyebutkan ketiga nama tersebut? Marilah kita selidiki dari Alkitab kita sendiri tentang latar belakangnya.
Marilah kita melihat di Kitab Kejadian 15:18 yang mengatakan Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat". (Jadi wajarlah kalau dalam mengingatkan kepada keturunan Abraham tentang janjinya Allah selalu mengatakan Akulah Allah Abraham)
Akan tetapi mengapa Allah juga selalu menyebutkan Akulah Allah Ishak? Tentu kita ingat bukan bahwa Abraham memiliki dua anak (Satu dari Sara dan satu dari Hagar seorang budak Mesir). Nah yang dari Hagar yaitu Ismail, Allah telah berfirman di Kejadian 21:18 yang mengatakan "Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar" (Nubuatan ini ternyata tergenap, karena Ismail kemudian kita ketahui akan menurunkan bangsa Arab) Akan tetapi ternyata perjanjian kepada Abraham dinyatakan didalam Roma 9:7 dikatakan:
"tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
Itulah sebabnya Allah selalu mengatakan Allah Abraham, Allah Ishak karena perjanjian itu hanya berlaku melalui Ishak. Nah, kalau demikian mengapa selalu juga dikatakan Allah Yakub? Kembali kita harus menyadari bahwa Ishak memiliki dua anak yaitu Esau dan Yakub. Walaupun sebenarnya Esau anak sulung, akan tetapi Allah tidak berkenan kepadanya.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan Allah tidak berkenan kepadanya.
1) Kejadian 25: 29-34 (Esau menjual hak kesulungannya dengan semangkuk sup kacang merah, ini menunjukkan Esau memandang rendah hak kesulungannya).
2) Kejadian 26: 34-35 (Esau mengawini perempuan2 Het, orang2 yang tidak menyembah kepada Allah yang benar dan ini sangat menyedihkan bagi Ishak dan Ribka).
Itulah sebabnya maka di Roma 9:13 dikatakan: "Aku mengasihi Yakub tetapi membenci Esau."
Dan seraya waktu berlaku kita tahu bahwa Esau menurunkan orang Edom yang sangat membenci bangsa Israel keturunan dari Yakub. Maka untuk ketiga kalinya Allah harus memberikan penandasan kepada keturunan siapa Ia berkenan.
Pernahkah terlintas dalam benak kita, mengapa Allah harus menyebutkan dirinya sebagai Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Bukankah Allah itu Esa? Bukankah kalau dikatakan Allah saja sudah cukup? Apa latar belakangnya sehingga Allah harus menyebutkan ketiga nama tersebut? Marilah kita selidiki dari Alkitab kita sendiri tentang latar belakangnya.
Marilah kita melihat di Kitab Kejadian 15:18 yang mengatakan Pada hari itulah Tuhan mengadakan perjanjian dengan Abram serta berfirman: "Kepada keturunanmulah Kuberikan negeri ini, mulai dari sungai Mesir sampai ke sungai yang besar itu, sungai Efrat". (Jadi wajarlah kalau dalam mengingatkan kepada keturunan Abraham tentang janjinya Allah selalu mengatakan Akulah Allah Abraham)
Akan tetapi mengapa Allah juga selalu menyebutkan Akulah Allah Ishak? Tentu kita ingat bukan bahwa Abraham memiliki dua anak (Satu dari Sara dan satu dari Hagar seorang budak Mesir). Nah yang dari Hagar yaitu Ismail, Allah telah berfirman di Kejadian 21:18 yang mengatakan "Bangunlah, angkatlah anak itu, dan bimbinglah dia, sebab Aku akan membuat dia menjadi bangsa yang besar" (Nubuatan ini ternyata tergenap, karena Ismail kemudian kita ketahui akan menurunkan bangsa Arab) Akan tetapi ternyata perjanjian kepada Abraham dinyatakan didalam Roma 9:7 dikatakan:
"tidak semua yang terhitung keturunan Abraham adalah anak Abraham, tetapi: "Yang berasal dari Ishak yang akan disebut keturunanmu."
Itulah sebabnya Allah selalu mengatakan Allah Abraham, Allah Ishak karena perjanjian itu hanya berlaku melalui Ishak. Nah, kalau demikian mengapa selalu juga dikatakan Allah Yakub? Kembali kita harus menyadari bahwa Ishak memiliki dua anak yaitu Esau dan Yakub. Walaupun sebenarnya Esau anak sulung, akan tetapi Allah tidak berkenan kepadanya.
Ada beberapa alasan yang menyebabkan Allah tidak berkenan kepadanya.
1) Kejadian 25: 29-34 (Esau menjual hak kesulungannya dengan semangkuk sup kacang merah, ini menunjukkan Esau memandang rendah hak kesulungannya).
2) Kejadian 26: 34-35 (Esau mengawini perempuan2 Het, orang2 yang tidak menyembah kepada Allah yang benar dan ini sangat menyedihkan bagi Ishak dan Ribka).
Itulah sebabnya maka di Roma 9:13 dikatakan: "Aku mengasihi Yakub tetapi membenci Esau."
Dan seraya waktu berlaku kita tahu bahwa Esau menurunkan orang Edom yang sangat membenci bangsa Israel keturunan dari Yakub. Maka untuk ketiga kalinya Allah harus memberikan penandasan kepada keturunan siapa Ia berkenan.
Sep 8, 2009
Tangan Kekuasaan Tuhan
"Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?" (Yesaya 53:1)
Tuhan, sebagai pengarang dari Alkitab, menanyakan dua pertanyaan kepada kita dalam ayat ini, dan kita akan melihat lebih dekat pada kata "percaya". Pertama-tama kata Ibrani untuk ungkapan "berita" dapat ditranslasikan sebagai "kabar baik". Sebenarnya, berita atau "kabar baik" ini, adalah pesan yang paling penting yang dapat didengar oleh umat manusia karena itu adalah pesan-pesan yang berasal dari Allah yang menciptakan langit dan bumi. Dan pesan itu adalah Injil (yaitu seluruh Alkitab). Pesan-pesan ini sebenarnya mengandung "kabar buruk" dan juga "kabar baik". Kabar buruknya ialah -- kita semua adalah para pendosa yang berada di bawah murka Allah karena dosa-dosa kita. Sedang kabar baiknya ialah: ada satu Jalan keluar dari masalah tersebut, Tuhan Yesus Kristus telah datang untuk menyelamatkan orang-orang yang berdosa dengan membayar "upah" dari dosa-dosa mereka sebagai pengganti mereka.
Pada kenyataannya dari dalam diri kita sendiri tidak ada satu orangpun yang dapat percaya dengan sepenuh hati kepada Tuhan, seperti yang dijelaskan dalam kitab Roma pasal 3 dan Yohanes pasal 12. Dalam kitab Yohanes 12:37-40 kita membaca demikian:
"... namun mereka tidak percaya kepada-Nya, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?" Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga: "Ia [yaitu Allah] telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati..."
Dan kitab Roma 10:16-17 dan 20 juga menjelaskan mengenai kabar baik ini, yaitu Injil, demikian:
"Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?" Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus. Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku."
Sekarang bagaimana kita dapat mengerti ungkapan "tangan kekuasaan Tuhan" dalam Yesaya 53:1 ? Kita dapat mencari artinya dengan "membandingkan hal yang rohani dengan hal yang rohani" atau membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain di dalam seluruh Alkitab seperti yang Allah instruksikan untuk kita perbuat (1 Korintus 2:13 KJV).
Dan Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa Tuhan adalah Allah yang sangat cemburu terhadap semua karakter-karakter-Nya yang kudus, dan ungkapan "tangan Tuhan" sangat berhubungan dengan "kekuatan Tuhan", atau kekuasaan-Nya, seperti yang Dia gunakan untuk menyelesaikan tujuan-tujuan ilahi-Nya, terutama untuk menggenapkan keselamatan dari umat pilihan-Nya. Kitab Roma 1:16 menjelaskan kepada kita demikian
"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi [yaitu orang-orang yang bersunat secara jasmani], tetapi juga orang Yunani [yaitu orang-orang yang tidak bersunat secara jasmani]."
Kemudian kitab Yeremia 17:5 menekankan kutuk Tuhan yang tidak terhindarkan yang jatuh kepada setiap manusia yang mengandalkan pekerjaannya sendiri untuk menggenapkan keselamatannya. Dalam ayat ini Tuhan menggunakan ungkapan "terkutuklah", disitu kita membaca demikian:
"Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri [yaitu tangannya sendiri], dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!"
Untuk mengerti lebih baik implikasi dari ungkapan "kutuk" marilah kita melihat pada pernyataan ini: Tuhan Yesus yang tidak berdosa telah menjadi kutuk sebagai pengganti dari semua orang-orang yang percaya supaya dapat menyediakan keselamatan yang kekal bagi mereka dengan membayar upah dari setiap dosa-dosa mereka, seperti yang dijelaskan dalam kitab Galatia 3:13 demikian:
"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Dan kitab Yesaya 51:5 menyatakan keselamatan kekal yang disediakan "tangan Tuhan" untuk setiap dari anak-anak-Nya demikian:
"Dalam sekejap mata keselamatan yang dari pada-Ku akan dekat, kelepasan yang Kuberikan akan tiba, dan dengan tangan kekuasaan-Ku Aku akan memerintah bangsa-bangsa; kepada-Kulah pulau-pulau menanti-nanti, perbuatan tangan-Ku mereka harapkan."
Sekarang kita mau memeriksa ungkapan "dinyatakan" seperti yang ada tertulis dalam kitab Yesaya 53:1 demikian:
"Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?"
Kata yang sama juga ditemukan dalam kitab Yesaya 40:5 yang kita baca demikian:
"maka kemuliaan TUHAN [yaitu Kristus] akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
Dan kitab Matius 11:25 mencatat demikian:
"Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil [yaitu anak-anak atau bayi-bayi]."
Pemeliharaan yang penuh kasih dari "tangan" Gembala Yang Baik dapat kita lihat dalam kitab Yesaya 40:11 yang berkata demikian:
"Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati."
Dalam ayat-ayat ini kita mempelajari bahwa sesungguhnya Tuhan telah "menyembunyikan" kebenaran dari orang-orang tertentu sehingga mereka tidak dapat diselamatkan kecuali mereka termasuk orang-orang yang sudah dipilih oleh Allah sejak sebelum dunia dijadikan. Dan kitab Matius 16:17 mengulang hal ini dengan menjelaskan bahwa berkat yang terbesar dari seluruh berkat adalah "keselamatan jiwa". Berkat ini "diturunkan dari atas" kepada manusia, berasal dari Allah yang berada Surga. Dalam ayat itu kita membaca demikian:
"Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga."
Kata Yunani yang sama dengan ungkapan "dinyatakan" juga ditemukan dalam kitab Mazmur 98:2 dan ditranslasi sebagai "menyatakan", disitu kita membaca demikian:
"TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya [yaitu Kristus] di depan mata bangsa-bangsa."
Disisi yang lain, kitab Wahyu 19:9 menjelaskan demikian:
" ....Berbahagialah mereka yang diundang [yaitu dipanggil] ke perjamuan kawin Anak Domba [yaitu Kristus]"
Jadi hanya orang-orang yang dipanggil yang akan datang ke perjamuan pernikahan tersebut. Sekarang kita dapat mengerti mengapa perumpamaan tentang "pesta pernikahan" dalam kitab Matius 22:14 menyimpulkan demikian:
"Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."
Sifat alami dari panggilan Tuhan kepada orang-orang pilihan-Nya juga ditekankan dalam kitab Roma 8:28-30 yang kita baca demikian:
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya."
Dan akhirnya kitab Daniel 4:35 mencatat kekuasaan Tuhan yang maha besar demikian:
"Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit [yaitu orang-orang yang mengaku percaya] dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: "Apa yang Kaubuat?"
Tuhan, sebagai pengarang dari Alkitab, menanyakan dua pertanyaan kepada kita dalam ayat ini, dan kita akan melihat lebih dekat pada kata "percaya". Pertama-tama kata Ibrani untuk ungkapan "berita" dapat ditranslasikan sebagai "kabar baik". Sebenarnya, berita atau "kabar baik" ini, adalah pesan yang paling penting yang dapat didengar oleh umat manusia karena itu adalah pesan-pesan yang berasal dari Allah yang menciptakan langit dan bumi. Dan pesan itu adalah Injil (yaitu seluruh Alkitab). Pesan-pesan ini sebenarnya mengandung "kabar buruk" dan juga "kabar baik". Kabar buruknya ialah -- kita semua adalah para pendosa yang berada di bawah murka Allah karena dosa-dosa kita. Sedang kabar baiknya ialah: ada satu Jalan keluar dari masalah tersebut, Tuhan Yesus Kristus telah datang untuk menyelamatkan orang-orang yang berdosa dengan membayar "upah" dari dosa-dosa mereka sebagai pengganti mereka.
Pada kenyataannya dari dalam diri kita sendiri tidak ada satu orangpun yang dapat percaya dengan sepenuh hati kepada Tuhan, seperti yang dijelaskan dalam kitab Roma pasal 3 dan Yohanes pasal 12. Dalam kitab Yohanes 12:37-40 kita membaca demikian:
"... namun mereka tidak percaya kepada-Nya, supaya genaplah firman yang disampaikan oleh nabi Yesaya: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami? Dan kepada siapakah tangan kekuasaan Tuhan dinyatakan?" Karena itu mereka tidak dapat percaya, sebab Yesaya telah berkata juga: "Ia [yaitu Allah] telah membutakan mata dan mendegilkan hati mereka, supaya mereka jangan melihat dengan mata, dan menanggap dengan hati..."
Dan kitab Roma 10:16-17 dan 20 juga menjelaskan mengenai kabar baik ini, yaitu Injil, demikian:
"Tetapi tidak semua orang telah menerima kabar baik itu. Yesaya sendiri berkata: "Tuhan, siapakah yang percaya kepada pemberitaan kami?" Jadi, iman timbul dari pendengaran, dan pendengaran oleh Firman Kristus. Dan dengan berani Yesaya mengatakan: "Aku telah berkenan ditemukan mereka yang tidak mencari Aku, Aku telah menampakkan diri kepada mereka yang tidak menanyakan Aku."
Sekarang bagaimana kita dapat mengerti ungkapan "tangan kekuasaan Tuhan" dalam Yesaya 53:1 ? Kita dapat mencari artinya dengan "membandingkan hal yang rohani dengan hal yang rohani" atau membandingkan ayat yang satu dengan ayat yang lain di dalam seluruh Alkitab seperti yang Allah instruksikan untuk kita perbuat (1 Korintus 2:13 KJV).
Dan Alkitab memberitahukan kepada kita bahwa Tuhan adalah Allah yang sangat cemburu terhadap semua karakter-karakter-Nya yang kudus, dan ungkapan "tangan Tuhan" sangat berhubungan dengan "kekuatan Tuhan", atau kekuasaan-Nya, seperti yang Dia gunakan untuk menyelesaikan tujuan-tujuan ilahi-Nya, terutama untuk menggenapkan keselamatan dari umat pilihan-Nya. Kitab Roma 1:16 menjelaskan kepada kita demikian
"Sebab aku mempunyai keyakinan yang kokoh dalam Injil, karena Injil adalah kekuatan Allah yang menyelamatkan setiap orang yang percaya, pertama-tama orang Yahudi [yaitu orang-orang yang bersunat secara jasmani], tetapi juga orang Yunani [yaitu orang-orang yang tidak bersunat secara jasmani]."
Kemudian kitab Yeremia 17:5 menekankan kutuk Tuhan yang tidak terhindarkan yang jatuh kepada setiap manusia yang mengandalkan pekerjaannya sendiri untuk menggenapkan keselamatannya. Dalam ayat ini Tuhan menggunakan ungkapan "terkutuklah", disitu kita membaca demikian:
"Beginilah firman TUHAN: "Terkutuklah orang yang mengandalkan manusia, yang mengandalkan kekuatannya sendiri [yaitu tangannya sendiri], dan yang hatinya menjauh dari pada TUHAN!"
Untuk mengerti lebih baik implikasi dari ungkapan "kutuk" marilah kita melihat pada pernyataan ini: Tuhan Yesus yang tidak berdosa telah menjadi kutuk sebagai pengganti dari semua orang-orang yang percaya supaya dapat menyediakan keselamatan yang kekal bagi mereka dengan membayar upah dari setiap dosa-dosa mereka, seperti yang dijelaskan dalam kitab Galatia 3:13 demikian:
"Kristus telah menebus kita dari kutuk hukum Taurat dengan jalan menjadi kutuk karena kita, sebab ada tertulis: "Terkutuklah orang yang digantung pada kayu salib!"
Dan kitab Yesaya 51:5 menyatakan keselamatan kekal yang disediakan "tangan Tuhan" untuk setiap dari anak-anak-Nya demikian:
"Dalam sekejap mata keselamatan yang dari pada-Ku akan dekat, kelepasan yang Kuberikan akan tiba, dan dengan tangan kekuasaan-Ku Aku akan memerintah bangsa-bangsa; kepada-Kulah pulau-pulau menanti-nanti, perbuatan tangan-Ku mereka harapkan."
Sekarang kita mau memeriksa ungkapan "dinyatakan" seperti yang ada tertulis dalam kitab Yesaya 53:1 demikian:
"Siapakah yang percaya kepada berita yang kami dengar, dan kepada siapakah tangan kekuasaan TUHAN dinyatakan?"
Kata yang sama juga ditemukan dalam kitab Yesaya 40:5 yang kita baca demikian:
"maka kemuliaan TUHAN [yaitu Kristus] akan dinyatakan dan seluruh umat manusia akan melihatnya bersama-sama; sungguh, TUHAN sendiri telah mengatakannya."
Dan kitab Matius 11:25 mencatat demikian:
"Pada waktu itu berkatalah Yesus: "Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil [yaitu anak-anak atau bayi-bayi]."
Pemeliharaan yang penuh kasih dari "tangan" Gembala Yang Baik dapat kita lihat dalam kitab Yesaya 40:11 yang berkata demikian:
"Seperti seorang gembala Ia menggembalakan kawanan ternak-Nya dan menghimpunkannya dengan tangan-Nya; anak-anak domba dipangku-Nya, induk-induk domba dituntun-Nya dengan hati-hati."
Dalam ayat-ayat ini kita mempelajari bahwa sesungguhnya Tuhan telah "menyembunyikan" kebenaran dari orang-orang tertentu sehingga mereka tidak dapat diselamatkan kecuali mereka termasuk orang-orang yang sudah dipilih oleh Allah sejak sebelum dunia dijadikan. Dan kitab Matius 16:17 mengulang hal ini dengan menjelaskan bahwa berkat yang terbesar dari seluruh berkat adalah "keselamatan jiwa". Berkat ini "diturunkan dari atas" kepada manusia, berasal dari Allah yang berada Surga. Dalam ayat itu kita membaca demikian:
"Kata Yesus kepadanya: "Berbahagialah engkau Simon bin Yunus sebab bukan manusia yang menyatakan itu kepadamu, melainkan Bapa-Ku yang di sorga."
Kata Yunani yang sama dengan ungkapan "dinyatakan" juga ditemukan dalam kitab Mazmur 98:2 dan ditranslasi sebagai "menyatakan", disitu kita membaca demikian:
"TUHAN telah memperkenalkan keselamatan yang dari pada-Nya, telah menyatakan keadilan-Nya [yaitu Kristus] di depan mata bangsa-bangsa."
Disisi yang lain, kitab Wahyu 19:9 menjelaskan demikian:
" ....Berbahagialah mereka yang diundang [yaitu dipanggil] ke perjamuan kawin Anak Domba [yaitu Kristus]"
Jadi hanya orang-orang yang dipanggil yang akan datang ke perjamuan pernikahan tersebut. Sekarang kita dapat mengerti mengapa perumpamaan tentang "pesta pernikahan" dalam kitab Matius 22:14 menyimpulkan demikian:
"Sebab banyak yang dipanggil, tetapi sedikit yang dipilih."
Sifat alami dari panggilan Tuhan kepada orang-orang pilihan-Nya juga ditekankan dalam kitab Roma 8:28-30 yang kita baca demikian:
"Kita tahu sekarang, bahwa Allah turut bekerja dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi mereka yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah. Sebab semua orang yang dipilih-Nya dari semula, mereka juga ditentukan-Nya dari semula untuk menjadi serupa dengan gambaran Anak-Nya, supaya Ia, Anak-Nya itu, menjadi yang sulung di antara banyak saudara. Dan mereka yang ditentukan-Nya dari semula, mereka itu juga dipanggil-Nya. Dan mereka yang dipanggil-Nya, mereka itu juga dibenarkan-Nya. Dan mereka yang dibenarkan-Nya, mereka itu juga dimuliakan-Nya."
Dan akhirnya kitab Daniel 4:35 mencatat kekuasaan Tuhan yang maha besar demikian:
"Semua penduduk bumi dianggap remeh; Ia berbuat menurut kehendak-Nya terhadap bala tentara langit [yaitu orang-orang yang mengaku percaya] dan penduduk bumi; dan tidak ada seorangpun yang dapat menolak tangan-Nya dengan berkata kepada-Nya: "Apa yang Kaubuat?"
Subscribe to:
Posts (Atom)