Sejarah Dunia Kuno

2021 a year of miracles and 'unlocking' millions

Aug 19, 2009

Ciptaan Baru

" barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati" (Yohanes 11:25)



Dalam ayat ini Tuhan Yesus sedang berbicara tentang orang-orang percaya yang sejati, dan kata Yunani untuk ungkapan "sudah mati" adalah apothnesko (G599). Ungkapan ini menunjukkan bahwa mereka "telah" mati pada masa yang lampau. Jadi hal ini menunjuk kepada fakta bahwa pada dasarnya seluruh umat manusia adalah "mati secara rohani" karena mereka memberontak terhadap Tuhan, dan Tuhan sudah mengutuk seluruh umat manusia dan bumi ini di Taman Eden (Kejadian 3). Ingatlah bahwa kita menyebut kondisi tersebut sebagai "kematian pertama" walaupun istilah ini tidak digunakan di dalam Alkitab.



Akan tetapi, sewaktu Tuhan memberikan orang-orang pilihan-Nya "kebangkitan jiwa yang sama sekali baru" atau "hati yang baru", Tuhan berkata dalam kitab Yohanes 11:25 bahwa sebetulnya mereka "sudah mati" pada masa yang lalu, dan mereka "akan hidup" pada masa yang mendatang karena mereka telah diberikan hidup yang kekal. Setiap dari orang-orang ini telah menjadi "mahluk yang baru" (ciptaan yang baru) di dalam Roh Kristus (Roh Kudus = Roh Tuhan), seperti yang kita baca dalam kitab 2 Korintus 5:17 demikian:



"Jadi siapa yang ada di dalam Kristus, ia adalah ciptaan baru: yang lama sudah berlalu, sesungguhnya yang baru sudah datang [yaitu semuanya telah menjadi sama sekali baru seperti halnya seorang anak yang baru dilahirkan]."



Tuhan Yesus juga menggunakan kata apothnesko (G599) sebagai ungkapan "telah mati" dalam kitab Yohanes 6:48-51 dimana Ia berkata demikian:



"Akulah roti hidup [yaitu Yesus sebagai roti rohani]. Nenek moyangmu telah makan manna [yaitu roti secara harafiah] di padang gurun dan mereka telah mati [apothnesko]. Inilah roti yang turun dari sorga [yaitu Firman Kristus]: Barangsiapa makan dari padanya, ia tidak akan mati. Akulah roti hidup yang telah turun dari sorga. Jikalau seorang makan dari roti ini, ia akan hidup selama-lamanya, dan roti yang Kuberikan itu ialah daging-Ku, yang akan Kuberikan untuk hidup dunia."



Sangat jelas sekali bahwa orang-orang Yahudi yang sedang berbicara dengan Yesus pada waktu itu mengetahui kalau nenek moyang mereka dalam masa Perjanjian Lama telah mati secara fisik. Jadi disini Tuhan menggunakan gaya bahasa simbolis untuk menjelaskan bahwa nenek moyang mereka, yaitu bangsa Israel kuno, kebanyakan dari mereka "masih mati secara rohani" (atau belum diselamatkan), karena upacara-upacara keagamaan yang mereka lakukan sendiri bagaimanapun terlihat kudusnya hal tersebut tidak dapat menyelamatkan mereka.



Mereka hanya makan roti (manna) secara fisik di padang gurun, bukan "roti rohani" atau "roti kehidupan" yang menunjuk kepada Tuhan Yesus Kristus yang merupakan "satu-satunya" yang dapat memberikan hidup yang kekal. Dalam kitab Yohanes 6:35 kita membaca demikian:



"Kata Yesus kepada mereka: "Akulah roti hidup; barangsiapa datang kepada-Ku, ia tidak akan lapar lagi, dan barangsiapa percaya kepada-Ku, ia tidak akan haus lagi."



Bahkan Kristus adalah "anak domba" yang telah disembelih sejak sebelum dunia dijadikan seperti yang kita baca dalam kitab Wahyu 13:8:



"Dan semua orang yang diam di atas bumi akan menyembahnya [yaitu menyembah binatang atau si Iblis], yaitu setiap orang yang namanya tidak tertulis sejak dunia dijadikan di dalam kitab kehidupan dari Anak Domba, yang telah disembelih."



Dan ayat yang pararel dalam kitab Wahyu 17:8 menyatakannya demikian:



"Adapun binatang yang telah kaulihat itu, telah ada, namun tidak ada [yaitu diikat pada peristiwa kayu salib dan pada akhir zaman], ia akan muncul dari jurang maut, dan ia menuju kepada kebinasaan. Dan mereka yang diam di bumi, yaitu mereka yang tidak tertulis di dalam kitab kehidupan sejak dunia dijadikan, akan heran, apabila mereka melihat, bahwa binatang itu telah ada, namun tidak ada, dan akan muncul lagi [yaitu ia akan dilepaskan lagi untuk "sedikit" waktu lamanya pada akhir zaman -- Wahyu 20:3]."



Selanjutnya Yesus berkata pada bagian akhir dari kitab Yohanes 11:25 bahwa, "ia [yaitu orang yang percaya kepada-Nya] akan hidup". Kata Yunani untuk ungkapan "akan hidup" atau "zao" (G2198), adalah bentuk pernyataan yang digunakan untuk menunjuk kepada peristiwa yang akan terjadi di masa depan, yang adalah kata yang umum untuk menunjuk kepada ungkapan "untuk hidup"; dan di dalam konteks-nya itu juga berarti "untuk hidup selama-lamanya" yang merupakan referensi kepada kehidupan yang kekal.



Tuhan Yesus juga berbicara tentang mereka-mereka yang "hidup" secara kontras dengan mereka-mereka yang "mati" dalam kitab Matius 22:31-32 demikian:



"Tetapi tentang kebangkitan orang-orang mati tidakkah kamu baca apa yang difirmankan Allah, ketika Ia bersabda: Akulah Allah Abraham, Allah Ishak dan Allah Yakub? Ia bukanlah Allah orang mati, melainkan Allah orang hidup."



Sekarang kita telah mempelajari bahwa sesungguhnya ungkapan "orang-orang mati" (nekros) menunjuk kepada orang-orang yang masih hidup secara fisik tetapi mereka belum diselamatkan, dan ungkapan "orang-orang hidup" (zao) menunjuk kepada orang-orang yang sudah diselamatkan karena mereka telah menerima anugrah kebangkitan jiwa yang baru. Akan tetapi sebenarnya, orang-orang percaya yang sejati sebelumnya adalah bagian dari "orang-orang yang mati" tersebut, dan kemudian pada suatu saat yang Tuhan tentukan mereka "dihidupkan" (anazao:G326).



Kita juga melihat kata "anazao" muncul sebagai ungkapan "hidup kembali" dalam kitab Roma 14:9 yang kita baca demikian:



"Sebab untuk itulah Kristus telah mati [, bangkit - KJV] dan hidup kembali [anazao:326], supaya Ia menjadi Tuhan, baik atas orang-orang mati, maupun atas orang-orang hidup."



Dan kata Yunani untuk ungkapan "menjadi Tuhan" yang digunakan disini sebenarnya adalah kata "kurieuo" (G2961) yang memiliki ide bahwa Kristus "memiliki kekuasaan atas" atau "memerintah atas" seluruh umat manusia -- baik yang belum diselamatkan maupun yang sudah diselamatkan.



Kristus adalah "RAJA DARI SEGALA RAJA DAN TUAN DARI SEGALA TUAN" [katakurieuo:G2634] seperti yang kita baca dalam kitab Wahyu 17:14:



"Mereka akan berperang melawan Anak Domba. Tetapi Anak Domba akan mengalahkan mereka, karena Ia adalah Tuan di atas segala tuan dan Raja di atas segala raja [katakurieuo]. Mereka bersama-sama dengan Dia juga akan menang, yaitu mereka yang terpanggil, yang telah dipilih dan yang setia."



Dan Wahyu 19:16 menambahkan demikian:



"Dan pada jubah-Nya dan paha-Nya tertulis suatu nama, yaitu: "Raja segala raja dan Tuan di atas segala tuan."



Yesus seringkali menyebut diri-Nya dengan ungkapan "Anak Manusia" karena sebagai "Adam yang akhir" Ia mewakili umat manusia yang Ia datang untuk Ia selamatkan, dan Ia telah menderita penderitaan "rohani" yang setara dengan kutukan yang kekal (yang dimulai pada hari Kamis malam di Taman Eden). Dalam kitab 1 Korintus 15:45-47 kita membaca demikian:



"Seperti ada tertulis: "Manusia pertama, Adam menjadi makhluk yang hidup", tetapi Adam yang akhir [yaitu Kristus] menjadi roh yang menghidupkan. Tetapi yang mula-mula datang bukanlah yang rohaniah, tetapi yang alamiah [yaitu Adam sebagai gambaran dari umat manusia]; kemudian barulah datang yang rohaniah [yaitu Kristus]. Manusia pertama berasal dari debu tanah dan bersifat jasmani, manusia kedua [yaitu Kristus] berasal dari sorga."



Karena "upah dosa ialah maut", yaitu kutukan yang kekal (Roma 6:23), maka Tuhan Yesus harus mati di dalam keberadaan jiwanya tetapi Ia dibangkitkan kembali dari kematian. Itulah sebabnya mengapa kitab Roma 14:9 berkata bahwa Kristus "hidup kembali" (anazao:G326). Dan peristiwa ini telah dinubuatkan ribuan tahun sebelumnya dalam kitab Perjanjian Lama di kitab Mazmur 16:10-11 yang kita baca demikian:



"sebab Engkau [yaitu Allah Bapa] tidak menyerahkan aku ke dunia orang mati [yaitu maut yang kekal], dan tidak membiarkan Orang Kudus-Mu melihat kebinasaan [yaitu maut yang kekal]. Engkau memberitahukan kepadaku Jalan Kehidupan; di hadapan-Mu ada sukacita berlimpah-limpah, di tangan kanan-Mu ada nikmat senantiasa."

Hidup Kekal

"Jawab Yesus: "Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati, dan setiap orang yang hidup dan yang percaya kepada-Ku, tidak akan mati selama-lamanya. Percayakah engkau akan hal ini?"  (Yohanes 11:25-26)


Ayat ini menekankan fakta bahwa orang-orang percaya yang sejati, yang secara rohani telah dibangkitkan dari antara "orang mati" (yaitu dari sifat alami mereka yang mati secara rohani), mereka tidak akan pernah harus berhadapan dengan kematian lagi karena Tuhan telah memberikan mereka hidup yang kekal, seperti yang kita baca dalam kitab Roma 6:23 demikian:


"Sebab upah dosa ialah maut; tetapi karunia Allah ialah hidup yang kekal dalam Kristus Yesus, Tuhan kita."


Sebelumnya kita telah melihat bahwa ada saatnya (atau jadwal) tersendiri ketika Tuhan membuat Firman-Nya bersemayam di dalam hati dari setiap individu yang Ia rencanakan untuk Ia selamatkan dan memberikan kepada orang-orang tersebut "pendengaran rohani". Hal itu terjadi ketika Tuhan membuat orang tersebut menjadi orang percaya yang sejati. Hal itu terjadi ketika orang tersebut berpindah dari "kematian rohani" kepada "kehidupan rohani". Itu adalah saat dari "kebangkitan yang pertama" eperti yang dinyatakan dalam kitab Yohanes 5:24-25 demikian:


"Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya barangsiapa mendengar perkataan-Ku dan percaya kepada Dia yang mengutus Aku, ia mempunyai hidup yang kekal dan tidak turut dihukum, sebab ia sudah pindah dari dalam maut ke dalam hidup. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya saatnya akan tiba dan sudah tiba [yaitu sekarang], bahwa orang-orang mati [yaitu orang-orang yang mati rohani] akan mendengar suara Anak Allah, dan mereka yang mendengarnya, akan hidup."


Dalam kitab Kejadian kita membaca tentang "Habil orang yang benar", anak dari Adam dan Hawa, dan proses keselamatan tersebut berlanjut terus sampai pada hari penghakiman yang terakhir. Tuhan tidak akan meninggalkan satu orangpun dari orang-orang pilihan-Nya walaupun Iblis dan pelayan-pelayannya berusaha keras untuk mengacaukan program keselamatan Tuhan. Dalam kitab 1 Korintus 15:22-25 kita membaca pernyataan yang menenangkan ini:


"Karena sama seperti semua orang mati dalam persekutuan dengan Adam, demikian pula semua orang akan dihidupkan kembali dalam persekutuan dengan Kristus. Tetapi tiap-tiap orang menurut urutannya: Kristus sebagai buah sulung; sesudah itu mereka yang menjadi milik-Nya pada waktu kedatangan-Nya. Kemudian tiba kesudahannya, yaitu bilamana Ia menyerahkan Kerajaan kepada Allah Bapa, sesudah Ia membinasakan segala pemerintahan, kekuasaan dan kekuatan. Karena Ia harus memegang pemerintahan sebagai Raja sampai Allah meletakkan semua musuh-Nya di bawah kaki-Nya."


Dalam kata lain, pada dasarnya umat manusia dilahirkan mati secara rohani dalam persekutuan dengan Adam, akan tetapi kemudian orang-orang yang ada di dalam persekutuan dengan Kristus akan dihidupkan kembali. Pada hari penghakiman "tubuh" orang-orang percaya yang sejati akan dibangkitkan pada saat kedatangan Kristus yang kedua kali, dan Tuhan Yesus akan mendapatkan kemenangan yang mutlak atas semua musuh-musuh-Nya. Itu adalah janji Allah, seperti yang kita baca dalam kitab 1 Korintus 15:54:


"Dan sesudah yang dapat binasa ini mengenakan yang tidak dapat binasa dan yang dapat mati ini mengenakan yang tidak dapat mati, maka akan genaplah firman Tuhan yang tertulis: "Maut telah ditelan dalam kemenangan."


Manusia harus membayar upah dosa, yaitu "kematian kedua" atau Yesus Kristus sebagai sang Juruselamat membayarnya untuk mereka. Tidak ada pilihan yang lain lagi. Ingatlah bahwa satu pelanggaran yang paling kecil saja adalah sama dengan melanggar seluruh Hukum Tuhan. Kitab Yakobus 2:10 memperingatkan kepada kita demikian:


"Sebab barangsiapa menuruti seluruh hukum itu, tetapi mengabaikan satu bagian dari padanya, ia bersalah terhadap seluruhnya."


Jadi sesungguhnya tidak ada pilihan yang lain, kita semua telah mati di dalam pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita, kecuali Kristus membayar upah dosa tersebut maka kita akan berakhir di dalam maut. Selama kita masih hidup dalam tubuh kita yang sementara ini, masih ada "kemungkinan" bahwa Tuhan akan membangkitkan "jiwa" kita dan menyelamatkan kita supaya kita dapat memiliki bagian dalam "kebangkitan yang pertama".


Akan tetapi jika Tuhan tidak menyelamatkan kita selama hidup kita yang sementara di bumi ini, kita akan jatuh ke dalam murka Tuhan dan akan mengalami "kematian kekal" dimana disana tidak ada harapan untuk keselamatan lagi untuk selama-lamanya. Kabar baiknya adalah jika Kristus adalah Juruselamat anda, maka Ia sudah menanggung upah dosa-dosa anda. Walaupun Kristus bersih tidak pernah berbuat dosa tetapi Ia telah ditemukan bersalah, Ia telah membayar seluruh upah dosa-dosa anda karena anda merupakan salah satu dari umat-Nya (Efesus 1:4) dan anda akan memiliki hidup yang kekal yang tidak dapat hilang. Kabar buruknya adalah jika Kristus bukan Juruselamat anda, maka anda akan mengalami "kutukan yang kekal". Inilah pedang bermata dua dari pesan Injil Kristus akan keselamatan, dan hal ini benar-benar merupakan masalah "hidup" atau "mati".

Aug 14, 2009

Tuhan Adalah Gembalaku

"Mazmur Daud. TUHAN [Yehovah] adalah gembalaku, takkan kekurangan aku. Ia membaringkan aku di padang yang berumput hijau, Ia membimbing aku ke air yang tenang; Ia menyegarkan jiwaku. Ia menuntun aku di jalan yang benar oleh karena nama-Nya. Sekalipun aku berjalan dalam lembah kekelaman, aku tidak takut bahaya, sebab Engkau besertaku; gada-Mu dan tongkat-Mu [Ibrani 1:8], itulah yang menghibur aku. Engkau menyediakan hidangan bagiku, di hadapan lawanku; Engkau mengurapi kepalaku dengan minyak; pialaku penuh melimpah. Kebajikan dan kemurahan belaka akan mengikuti aku, seumur hidupku; dan aku akan diam dalam rumah TUHAN sepanjang masa."  (Mazmur 23:1-5)


Ada banyak orang di seluruh dunia yang mengetahui Mazmur yang sangat indah ini, akan tetapi sayangnya ini adalah salah satu bagian Alkitab yang paling banyak disalah mengerti. Kita sering mendengar seseorang membaca Mazmur ini dan mengartikannya bahwa pernyataan ini berlaku untuk semua orang, tetapi adalah tidak mungkin bahwa semua orang akan "diam di dalam rumah Tuhan sepanjang masa" atau "rumah Tuhan yang kekal" karena hal itu sebenarnya menunjuk kepada Kerajaan Tuhan yang kekal yang hanya akan didiami oleh orang-orang yang Tuhan sudah rencanakan untuk Ia selamatkan.


Arti yang sebenarnya dari ungkapan "Tuhan adalah gembalaku" adalah Allah Yehovah adalah Gembala kita jika kita adalah salah satu dari "domba-domba-Nya". Hal itu hanya akan terjadi bila Tuhan sudah menyelamatkan kita dengan memberikan anugrah "kebangkitan jiwa yang baru" dan membebaskan kita dari kutukan yang kekal, dalam kitab Yohanes 10:11 Kristus berkata demikian:


"Akulah gembala yang baik. Gembala yang baik memberikan nyawanya bagi domba-dombanya; sedangkan seorang upahan yang bukan gembala, dan yang bukan pemilik domba-domba itu sendiri, ketika melihat serigala datang, meninggalkan domba-domba itu lalu lari, sehingga serigala itu menerkam dan mencerai-beraikan domba-domba itu"


Dan ayat 27 - 30 melanjutkan demikian:


"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikut Aku, dan Aku memberikan hidup yang kekal kepada mereka dan mereka pasti tidak akan binasa sampai selama-lamanya dan seorangpun tidak akan merebut mereka dari tangan-Ku. Bapa-Ku, yang memberikan mereka kepada-Ku, lebih besar dari pada siapapun, dan seorangpun tidak dapat merebut mereka dari tangan Bapa. Aku dan Bapa adalah satu."


Tuhan Yesus Kristus memberikan nyawa-Nya untuk membayar upah dari dosa "domba-domba-Nya" atau umat pilihan. Kalau dosa-dosa anda belum ditebus oleh darah Kristus, maka anda harus membayarnya dengan nyawa anda sendiri, tidak ada pilihan lain mengenai hal itu (Ibrani 9:22). Dan Tuhan menjelaskan bagaimana Ia memperdulikan "domba-domba-Nya" dalam kitab Yehezkiel 34:11-13 demikian:


"Sebab beginilah firman Tuhan ALLAH: Dengan sesungguhnya AKU sendiri akan memperhatikan domba-domba-Ku dan akan mencarinya. Seperti seorang gembala mencari dombanya pada waktu domba itu tercerai dari kawanan dombanya, begitulah AKU akan mencari domba-domba-Ku dan AKU akan menyelamatkan mereka dari segala tempat, ke mana mereka diserahkan pada hari berkabut dan hari kegelapan. AKU akan membawa mereka keluar dari tengah bangsa-bangsa dan mengumpulkan mereka dari negeri-negeri dan membawa mereka ke tanahnya; AKU akan menggembalakan mereka di atas gunung-gunung Israel, di alur-alur sungainya dan di semua tempat kediaman orang di tanah itu."


Dan ayat 14 - 16 menyatakan demikian:


"Di padang rumput yang baik akan Kugembalakan mereka dan di atas gunung-gunung Israel yang tinggi di situlah tempat penggembalaannya; di sana di tempat penggembalaan yang baik mereka akan berbaring dan rumput yang subur menjadi makanannya di atas gunung-gunung Israel. AKU sendiri akan menggembalakan domba-domba-Ku dan AKU akan membiarkan mereka berbaring, demikianlah firman Tuhan ALLAH. Yang hilang akan Kucari, yang tersesat akan Kubawa pulang, yang luka akan Kubalut, yang sakit akan Kukuatkan, serta yang gemuk dan yang kuat akan Kulindungi; AKU akan menggembalakan mereka sebagaimana seharusnya [yaitu dengan keadilan - KJV]."


Tuhan menggunakan bahasa perumpamaan ketika berbicara mengenai diri-Nya sebagai "Gembala Yang Baik" dan umat-Nya diumpamakan sebagai "domba-domba", dan itulah caranya Tuhan mengajarkan kepada kita "kebenaran rohani" dari Injil Kristus di dalam Alkitab (Markus 4:34, Matius 13:34). Dan ungkapan "rumput" dan "air" adalah makanan dan minuman rohani yang diperlukan supaya domba-domba itu dapat bertumbuh di dalam kasih karunia Tuhan. Sedangkan ungkapan "gunung-gunung Israel" dalam ayat ini menunjuk kepada Kerajaan Allah yang kekal, yaitu rumah yang kekal milik orang-orang yang Allah telah pilih sejak sebelum dunia dijadikan untuk Ia selamatkan.


Kitab 1 Korintus 3:9, 16 berkata demikian:


"Karena kami adalah kawan sekerja Allah; kamu adalah ladang Allah, bangunan Allah...... Tidak tahukah kamu, bahwa kamu adalah bait Allah dan bahwa Roh Allah diam di dalam kamu?"


Kitab 1 Petrus 2:5 menjelaskan demikian:


"Dan biarlah kamu juga dipergunakan sebagai batu hidup untuk pembangunan suatu rumah rohani, bagi suatu imamat kudus, untuk mempersembahkan persembahan rohani yang karena Yesus Kristus berkenan kepada Allah."


Dan kitab Yohanes 2:19-21 menyatakan demikian:


"Jawab Yesus kepada mereka: "Rombak [rubuhkan - KJV] Bait Allah ini, dan dalam tiga hari Aku akan mendirikannya kembali." Lalu kata orang Yahudi kepada-Nya: "Empat puluh enam tahun orang mendirikan Bait Allah ini dan Engkau dapat membangunnya dalam tiga hari?" Tetapi yang dimaksudkan-Nya dengan Bait Allah ialah tubuh-Nya sendiri."


Lebih lanjut, hanya orang-orang yang telah benar-benar menjadi anak-anak Tuhan yang dapat berkata dari hati yang paling dalam "aku takkan kekurangan" karena mereka telah menerima hadiah yang tidak terhingga nilainya, yaitu kehidupan kekal. Mereka menjadi "ahli waris" bersama-sama dengan Kristus di dalam Kerajaan Allah yang kekal di dalam langit yang baru dan bumi yang baru. Kitab Roma 8:16-17 menyatakan kepada kita demikian:


"Roh itu bersaksi bersama-sama dengan roh kita, bahwa kita adalah anak-anak Allah. Dan jika kita adalah anak, maka kita juga adalah ahli waris, maksudnya orang-orang yang berhak menerima janji-janji Allah, yang akan menerimanya bersama-sama dengan Kristus, yaitu jika kita menderita bersama-sama dengan Dia, supaya kita juga dipermuliakan bersama-sama dengan Dia."


Akhirnya dalam Ibrani 13:20-21 kita membaca puji-pujian kepada sang Gembala Agung demikian:


"Maka Allah damai sejahtera, yang oleh darah perjanjian yang kekal telah membawa kembali dari antara orang mati Gembala Agung segala domba, yaitu Yesus, Tuhan kita, kiranya memperlengkapi kamu dengan segala yang baik untuk melakukan kehendak-Nya, dan mengerjakan di dalam kita apa yang berkenan kepada-Nya, oleh Yesus Kristus. Bagi Dialah kemuliaan sampai selama-lamanya! Amin."


Mungkinkah bahwa anda adalah salah satu dari domba-domba-Nya sehingga anda juga akan bersyukur, memuji dan memegahkan Dia untuk keselamatan-Nya yang ajaib, seperti yang dinyatakan dalam kitab Mazmur 79:13 demikian:


"Maka kami ini, umat-Mu, dan kawanan domba gembalaan-Mu, akan bersyukur kepada-Mu untuk selama-lamanya, dan akan memberitakan puji-pujian untuk-Mu turun-temurun."

Doa Keselamatan

"Ada dua orang pergi ke Bait Allah untuk berdoa; yang seorang adalah Farisi, dan yang lain pemungut cukai. Orang Farisi itu berdiri dan berdoa dalam hatinya begini, Ya Allah, aku mengucap syukur kepada-Mu, karena aku tidak sama seperti semua orang lain, bukan perampok, bukan orang lalim, bukan pezinah dan bukan juga seperti pemungut cukai ini. Aku berpuasa dua kali seminggu, Aku memberikan sepersepuluh dari segala penghasilanku. Tetapi pemungut cukai itu berdiri jauh-jauh, bahkan ia tidak berani menengadah ke langit, melainkan ia memukul diri dan berkata, Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini. Aku berkata kepadamu: Orang ini pulang ke rumahnya sebagai orang yang dibenarkan Allah dan orang lain itu tidak: Sebab barangsiapa meninggikan diri, ia akan direndahkan; dan barangsiapa merendahkan diri, ia akan ditinggikan." (Lukas 18:10-14)


Ada banyak orang yang ingin menanamkan kesan kepada Tuhan, "Lihatlah betapa kerasnya saya berusaha untuk melakukan kehendak-kehendak Tuhan". Akan tetapi bagaimanakah si pemungut cukai yang diselamatkan itu telah datang kepada Tuhan? Apakah dia berkata, "Oh Tuhan, Engkau mengetahui berapa banyak aku mengasihi Engkau, dan Engkau mengetahui bagaimana aku sedang benar-benar berusaha untuk melakukan kehendak-kehendak-Mu. Dan aku telah menerima Yesus sebagai Juruselamatku (band. Yohanes 15:16-19)." Nah, bukan demikian yang dilakukannya, itu bukanlah cara bagaimana si pemungut cukai telah datang kepada Tuhan, tetapi ia hanya berkata, "Ya Allah, kasihanilah aku orang berdosa ini".


Nah, siapapun yang membaca hal ini seharusnya berkata, "Saya memiliki suatu harapan yang besar untuk keselamatan. Saya tidak patut menerimanya, tetapi mungkin Tuhan akan menyelamatkan saya juga." Kita mengetahui Alkitab menyatakan bahwa Tuhan tidak membedakan orang. Siapapun dapat menjadi salah satu dari umat pilihan Tuhan, dan hanya Tuhan yang mengetahui siapa-siapa saja mereka itu, dan itu sepenuhnya adalah urusan dan hak Tuhan.


Sekarang kita dapat memahami sifat dasar dari rencana keselamatan Tuhan dimana Dia-lah yang melakukan seluruh pekerjaan keselamatan (Efesus 2:8-9, Wahyu 14:7, Wahyu 16:9). Dan sewaktu Dia melaksanakan program keselamatan-Nya terdapat suatu dinamika yang misterius antara Tuhan dan umat-Nya di mana Tuhan mengharapkan kita untuk melakukan kehendak-kehendak-Nya walaupun kita telah mati karena pelanggaran-pelanggaran dan dosa-dosa kita.


Akan tetapi ingatlah segala pekerjaan baik yang kita lakukan "setelah" kita diselamatkan adalah "hasil" dari keselamatan, hal itu tidak pernah menjadi "penyebab" atau "dasar" dari keselamatan. Setelah diselamatkan kita bersyukur dan memuliakan Tuhan karena penyelamatan-Nya yang ajaib. Pada dasarnya hanya Tuhan yang mengetahui siapa-siapa saja yang merupakan umat pilihan-Nya. Kita tidak dapat mengetahui secara pasti siapa-siapa saja mereka itu. Jika saya bukan merupakan salah satu dari umat pilihan Tuhan, pekerjaan saya sendiri atau usaha keras saya untuk masuk ke dalam Kerajaan Tuhan tidak akan menjadikan diri saya diselamatkan. Tindakan saya untuk membaca Alkitab tidak menjamin bahwa saya pasti akan diselamatkan. Tetapi untuk berada dibawah pendengaran Firman Tuhan merupakan lingkungan yang baik dimana Tuhan akan menyelamatkan umat-Nya, dan saya harus menanti pada Tuhan untuk melakukan kehendak-Nya di dalam hidup saya.


Dalam kitab Zefanya 2:3 kita membaca perintah supaya umat manusia "mencari Tuhan", dan itu adalah perintah yang tersebar di dalam seluruh Alkitab, disitu kita baca:


"Carilah TUHAN hai semua orang yang rendah hati di negeri, yang melakukan hukum-Nya; carilah keadilan, carilah kerendahan hati: mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan TUHAN."


Ungkapan "hukum" merupakan kata yang sama dengan Firman, sewaktu kita benar-benar berpikir mengenai ayat ini, kita akan menyadari bahwa kita tidak memiliki sesuatu apapun untuk diberikan kepada Tuhan. Semakin banyak kita melihat dari Firman Tuhan, kita belajar betapa tercelanya diri kita. Kitab Roma 3:10-18 berkata tentang orang-orang yang belum diselamatkan demikian:


"seperti ada tertulis: "Tidak ada yang benar, seorangpun tidak. Tidak ada seorangpun yang berakal budi, tidak ada seorangpun yang mencari Allah [yang benar, yaitu Tuhan Semesta Alam - band. Yohanes 6:65]. Semua orang telah menyeleweng, mereka semua tidak berguna, tidak ada yang berbuat baik, seorangpun tidak. Kerongkongan mereka seperti kubur yang ternganga, lidah mereka merayu-rayu, bibir mereka mengandung bisa. Mulut mereka penuh dengan sumpah serapah, kaki mereka cepat untuk menumpahkan darah. Keruntuhan dan kebinasaan mereka tinggalkan di jalan mereka, dan jalan damai tidak mereka kenal; rasa takut kepada Allah tidak ada pada orang itu."


Kemudian bagian yang terakhir dari Zefanya 2:3 berkata, "carilah kerendahan hati: mungkin kamu akan terlindung pada hari kemurkaan Tuhan." Kata Ibrani untuk ungkapan "mungkin" dalam ayat ini benar-benar berarti "mungkin". Dengan kata lain, kita hendaknya datang dengan sangat rendah hati kepada Tuhan dan memohon, "Ya Tuhan kasihanilah saya, saya tidak patut untuk menerima keselamatan, saya mengetahui bahwa saya adalah seorang berdosa tetapi saya mengetahui bahwa Engkau-lah satu-satunya harapan bagi saya, tetapi ya Tuhan bilamana itu sudah merupakan kehendak-Mu saya juga ingin untuk menjadi diselamatkan."


Kemudian kita harus menunggu Tuhan (Ratapan 3:26, Mazmur 130:5, Yesaya 40:31). Dan jika kita memang pada akhirnya menemukan bukti-bukti di dalam kehidupan kita, bahwa kita memiliki hasrat yang jujur, sungguh-sungguh dan terus-menerus untuk melakukan kehendak-kehendak Tuhan, maka kita mengetahui bahwa hal itu terjadi karena Tuhan telah menyelamatkan kita. Kita akan mengetahui bahwa Tuhan telah memilih kita untuk keselamatan dan itu bukan terjadi karena kita layak di dalam segi apapun. Tuhan-lah yang telah melakukan segala pekerjaan untuk keselamatan dalam semua aspek-aspeknya, itulah sebabnya segala kemuliaan, kemegahan, kehormatan dan puji-pujian atas keselamatan hanya patut diberikan kepada Tuhan. Dan kita tidak mempunyai bagian sama sekali, tidak sama sekali. Kita tidak bisa meminta pujian atau yang semacam itu. Apa yang bisa kita lakukan hanyalah mengeleng-gelengkan kepala dalam kekaguman dan keheranan dan berkata, "Mengapa Ia juga menyelamatkan saya?"

Aug 12, 2009

Ibadah yang sejati

"Jikalau ada seorang menganggap dirinya beribadah, tetapi tidak mengekang lidahnya, ia menipu dirinya sendiri, maka sia-sialah ibadahnya. Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia."   (Yakobus 1:26-27)

Seperti yang sudah kita pelajari sebelumnya kita mengetahui bahwa manusia berdasarkan sifat alaminya adalah bengkok, manusia menciptakan program keselamatannya sendiri yang seluruhnya atau sebagian daripadanya didasarkan pada pekerjaan-pekerjaan atau usaha-usahanya sendiri. Kitab Yesaya 2:8 menyatakan kepada kita demikian:

"Negerinya penuh berhala-berhala; mereka sujud menyembah kepada buatan tangannya sendiri dan kepada yang dikerjakan oleh tangannya."

Dan kitab 2 Raja-raja 17:16 berkata demikian:

"Mereka telah meninggalkan segala perintah TUHAN, Allah mereka, dan telah membuat dua anak lembu tuangan; juga mereka membuat patung Asyera, sujud menyembah kepada segenap TENTARA LANGIT dan beribadah kepada Baal."

Disisi yang lain kitab Yakobus 1:27 memberikan kita definisi dari inti penyembahan yang alkitabiah. Dalam ayat itu kita membaca demikian:

"Ibadah yang murni dan yang tak bercacat di hadapan Allah, Bapa kita, ialah mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka, dan menjaga supaya dirinya sendiri tidak dicemarkan oleh dunia."

Kata Yunani untuk ungkapan "mengunjungi" (episkeptomai) yang ada dalam ayat ini digunakan sebanyak 11 kali dalam Perjanjian Baru, dan kebanyakan menunjuk pada "kunjungan" Tuhan kepada orang-orang pilihan-Nya dengan menyelamatkan mereka, atau melalui utusan-utusan-Nya (yaitu orang-orang percaya yang sejati) yang memberitakan Injil kepada mereka, dan dengan demikian memberikan pertumbuhan rohani kepada mereka.

Dalam kitab Matius 25:36 Tuhan berkata demikian:

"ketika Aku telanjang [rohani], kamu memberi Aku pakaian; ketika Aku sakit [rohani], kamu melawat Aku; ketika Aku di dalam penjara [rohani], kamu mengunjungi Aku."

Ayat ini membantu kita untuk mengerti apa yang Tuhan maksudkan ketika Ia berkata, "mengunjungi yatim piatu dan janda-janda dalam kesusahan mereka ..... " Dengan kata lain, orang-orang yang tidak memiliki Ayah (yaitu kata Ayah yang dimulai dengan huruf besar) atau orang-orang yang tidak memiliki Suami (yaitu kata Suami yang dimulai dengan huruf besar) mewakili individu-individu yang tidak memiliki Juruselamat
untuk menebus dosa-dosa mereka di dunia ini.

Tugas dari orang-orang percaya yang sejati adalah untuk memberikan Injil kepada orang-orang yang mereka temui -- yaitu, menginginkan hal yang terbaik dan yang paling menguntungkan untuk terjadi kepada mereka dan hal yang terbaik yang dapat terjadi pada mereka adalah supaya mereka juga boleh mendapatkan hidup yang kekal!

Ketika kita memberitakan pesan-pesan kemenangan dari penebusan terhadap dosa dan Neraka kepada orang-orang yang lain, kita sedang mengerjakan perintah yang dinyatakan dalam kitab Galatia 5:14 yang
berkata demikian:

"Sebab seluruh hukum Taurat tercakup dalam SATU firman ini, yaitu: "Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri!"

Yaitu bila anda tidak mau masuk ke dalam hukuman yang kekal di Neraka maka anda juga harus memberitahukan kepada orang-orang yang lainnya bahwa Neraka itu ada dan akan tiba suatu hari dimana Tuhan Yesus akan menjadi Hakim yang adil atas seluruh dunia.